Al Qur’an membuktikan bahwa bilangan nol bukan misteri.
Posted by حَنِيفًا on March 18, 2008
Assalamu’alaikum,
Surah Al Ikhlash adalah suatu “touchstone” keiklasan hati dan akal fikiran, atau boleh juga diartikan sebagai batu ujian “Ketaqwaan”.
Hanya dengan SATU ayat saja, Al Qur’an mampu memecahkan asal-muasal notasi bilangan.
Naqli= (Kebenaran Mutlak)
Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Satu” (QS 112:1)
Aqli = (Kebenaran Relatif)
Dalili 1:
Jika A=A maka A/A=1
Bukti:
1. jika A=A, maka 0=0.
2. Jika A/A = 1, maka 0/0=1, 1/1=1, 2/2=1 …dsb
Dalil 2:
Jika (A=B dan B=C) maka A=C
Bukti:
1. Jika A=0 maka C=0
2. Jika A=1 maka C=1
Resultante:
Dalil 3:
Jika A=C maka A x B = C x B
Bukti:
1. 0 x 1 = 0 x 1
2. 0 x 9 = 0 x 9
Dengan demikian : 0 = 0 x 1 = 0 x 9 (Benarkah ??)
Padahal 0 = 0 x 1 dan 0 = 0 x 9 adalah benar
Berdasarkan pembuktian dalil 1 dan dalil 2 maka :
jika A x B = C x B maka A/C = B/B
Bukti:
1. Jika A=0, C=0 dan B=1 maka 0/0 = 1/1
2. Jika A=0, C=0 dan B=0 maka 0/0 = 0/0
Kesimpulan: 0/0=1/1
*** 0/0=1 ***
__________________________________________________________________
(Maaf dengan tampa tendensi apapun saya pernah memcoba melontarkan masalah 0/0=1 pada yang lebih berkompeten dibidangnya, namun kurang memuaskan.)
Bukti dalil 3 belaku jika B/B=1
Jika A=C maka A x B = C x B (Bukti dalil 1)
Sebab hakekatnya adalah A x 1 = C x 1 keadaan setimbang yaitu persamaan sebelah kiri dikali satu begitu juga persamaan sebelah kanan dikali satu, oleh itu karena sangat “fair” jika A dibanding C adalah angka NOL yang “sama” karena faktor pengalinya sama yaitu satu, berbeda jika dengan kodisi NOL pada persamaan sbb: 0 x 1 = 0 x 9, faktor pengali sebelah kiri adalah satu sedangkan yang kanan adalah sembilan.
Oleh karena itu….
1. 0/0 = 9 sebab 0 = 0 x 9 benar…
2. 0/0 = 1 sebab 0 = 0 x 1 benar…
Tetapi tidak benar jika angka “NOL” kita rubah menjadi variabel, saya ilustrasikan pada pernulisan code program:
A = A * 9 hasilnya akan berbeda dengan A = A * 1
tapi kalau anda menulis code program:
A * 1 = A * 9 Saya jamin tampil pesan “Sintax error” ![]()
__________________________________________________________________
Untuk menambahkan keyakianan anda bahwa 0/0=1, coba anda simak dalil Naqli ini [Surah Asy Syam 8] yang mengadung pesan “Kesetimbangan Kiri=Kanan” :
“maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,” [QS 91:8]
Wassalam, Haniifa.








Apakah Al Qur’an itu Sains ?? « Awam said
[...] ;Dalil 4: ; Pembagian bilangan 0 yang tepat 0/0=1 [...]
agorsiloku said
Mungkin karena mengalami penurunan daya ingat
atau memang dasar matematikanya masih kurang, saya masih bingung lo Mas Haniifa. Bagaimana dengan 0-0 =0; 0+0 = 0 ; 0 pangkat 0?
@
penurunan daya ingat … sama
Mengenai 0-0=0+0, kira kira setimbang karena tidak melibatkan operasi kali bagi.
Seadainya kita hilangkan lambang 0 maka – = + …?
Mengenai 0 pangkat nol ? Coba mas klik disini
hanif said
Subhanallah hebat ya???Baru kali ini saya mendapati blog yang sangar.0/0=1 ya?
Kalo begini gimana mas Haniffa
a=b
aa=ab
aa-bb=ab-bb
(a-b)(a+b)=b(a-b)
a+b=b karena a=b, maka
b+b=b
2b=b
2=1
Kenapa bisa begini?
Kalo memang 0/0=1 berarti (a-b)/(a-b)=1 karena a=b maka a-b=0.
Bearti anda membenarkan kalo 2=1?
Dengan demikian jika anda anak kesatu, maka anda anak kedua. bearti usia anda sama dengan adik anda?
Hebat ya?Padahal tahun lahirnya beda. Kalo lupa coba tanya pada ibu.
haniifa said
@Mas Hanif
jika a=b maka b=a
*)
a(a)=b(b)
aa-bb=0
aa-aa=0
0=0
aa=bb
1 = bb/aa
1 = 0/0
Dengan demikian jika anda anak kesatu, maka anda anak kedua. bearti usia anda sama dengan adik anda?
Hebat ya?Padahal tahun lahirnya beda. Kalo lupa coba tanya pada ibu.
______________________
ANAK KEMBAR YANG MASIH BELON LAHIR :
aa = adik atau aa = kakak
Bisa nggak tanya sama dokter “mana adik” dan “mana kakak” si kembar, pada usia kandungan dibawah 3 bulan ajah.. hehehe
Wassalam, Haniifa.
Konyol said
@hanif
Cari geh anak kembar yang lahirnya JAM DUA BELAS MALAM, pas tahun baru lagih…hehehe
Kakak kurang SATU detik ADIK lebih SATU DETIK….
Kelahiran sakti …
Dasar Oon
Konyol said
@hanif
a=b artinya b=a
aa=ab
aa=a(b)
karena b=a maka
aa=a(a)
aa=aa …… ngarti kagak sih.
atau…
aa=ab
a(a)=ab
karena a=b maka
a(b)=ab
ab=ab…… kalau masih kagak ngarti juga, heheh….
Abudaniel said
Assalamu’alaikum,
Mas Haniifa,
Kalau saya lihat dari permainan matematika diatas, kesimpulannya berapa besarpun bilangannya, dari 0 sampai ….~ (negtip atau positip) kalau dipangkatkan dengan 0 maka akan menghasilkan nilai 1(positip).
Kalau pedomannya bahwa, bilangan yang dipangkatkan sama dengan pengalian berganda bilangan tersebut dengan besaran pangkatnya( tidak peduli negatip atau positip) maka,
1^6 = 1×1x1×1x1×1=1
2^6=2×2x2×2x2×2=64
dan 0^0=0x?=1? (bingung)
1^0=1x?=1? (binguung lagi)
-1^0=-1x?=1? (binguuung lagi)
Jadi 0^0=-1^0=1^0=2^0=…~^0=1 (positip).. binguuuuung gua!.
Wassalam,
Wa’alaikum Salam, @Mas Abudaniel
1. 1^6, angka 6 yang dimasud harus diabaikan, pangkat = kali artinya opersi pangkat dalam biner geser kanan
2. 2^6, angka dua dan enam tidak bisa dipakai dalam operasi biner, (ingat harus mengabaikan base 10)
3. 0^0=0×1 dan 1^0=0^1, bisa digunakan tidak melanggar ax+b+cx+d=100, dimana x=10 sehingga b+d=19
4. -1^0=1x?, tidak bisa dipakai tanda minus, ingat didalam biner hanya 0 dan 1 (positip), ? (sembarang bilangan) sama melanggar pengabaian base 10.
Jadi yang benar-benar boleh digunakan pada operasi biner yaitu 0^1=1^0 dan 0^1=1^1.
Coba mas Daniel selidiki yang ini.
Wasalam, Haniifa.
lovepassword said
He he he, aku nyasar ning kene, gara-gara mbok geret mbek link mu.
@Kanggo Den raden sing gelar radenne agek entes nggawe dewe :
Dari logikamu itu kalo diurut-urutkan iso tambah marahi ngelu sirahku.
(Memang sing rak ngelu maca tulisanmu mungkin ono sih : Nek rak pakar tenan , yo pakar sing sablenge koyok kowe . He he he ………weeeeeeeeeeekkkkkkkkkk……..:))
1=9
bukti 1 * 0 = 9 * 0
soale jika A= B maka A. X = B .X –
Salah karena syntax error. Yo pancen salah.
0/0 = 9 ya tetap wae salah. Tulisane div by zero….-
Kowe ngarang wae nek ngomong 0/0 = 9.
Nek Einstein iso ngarang teka-teki membuktikan 1 = 2.
Maka Raden Mas Kentot alias Raden Mas Ketut I Love you malah luwih hebat meneh….-
Jan…jan…..Dasar wong pinter….- Numpak motor mabur mak njegager muter-muter. ser…ser..ser….
Sar seer sar serrr. Memange ndangdutan opo.
Pareng nggih Raden Mas…..-
Kulo aturaken Sabar, sehat lan tambah pinter.
Nyuwun sewu nggih …!
@Mas Lovepassword
, kalau logikamu belon nyambe Hayooo…. belajar ngAssembler !!
Piye to pae-pae,… !! Didalam komputer nggak ngerti yang namanya proses perkalian atawa pembagian, sedemikian rupa maka di gunakan suatu algoritma salah satunya geser kiri := SHL dan kanan := SHR, untuk mengimplentasikan proses operasi berbasis BINER diluar plush minus.
Neeh… cah teka-A, yang mau belajar pelajaran teka-B baca sing cermat yahhh… Dasar… cah ngenyel
Klick mouse mu, rek := http://haniifa.wordpress.com/2008/03/18/pengabaian-bilangan-negatif/
Wassalam, Haniifa.
lovepassword said
Oh, dadi ben ngerti kuliahe raden Mas ki kudu ajar bahasa assembly sik to ???
Jan iso mati enom aku mbok kon ajar bahasa assembly.
Sing moco blogmu jan pinter tenan ya ??? Pakar assembly kabeh je ? Hi Hi hi….-
Aku ajar bahasa korea sedelok wae rasane setengah mati. malah saiki mbok tambahi kon ajar assembly barang.
Hi Hi Hi….
Ngertine paling asem -e tok. Gulo Asem maksudku…-
Heh, jebule kowe yo cracker ya ??? koyok koncoku si lucubrb???
Eh, cracker ki bukane sing biasane tak pangan kriuk-kriuk kuwi, ya ?
Nek logikaku belum nyampe ??? Wis aku tak nggolek tangga sedelok mengko kan yo nyampe….- Hi Hi hi
@Mas Lovepassword
Sing moco blogmu jan pinter tenan ya ??? Pakar assembly kabeh je ?
“Yang baca blogmu harus pintar sekali ya ??? Ahli bahasa mesin semua gitu ?”
Rasanya tidak juga mas, tukang bakso juga boleh baca dan komentar… khan basisnya Al Qur’an jadi siapa saja diperbolehkan…. dunk
Wassalam, Haniifa.
rachmat pujianto said
Assalamu’alaikum
wah..klo dipikir-pikir ko jd penasaran.0/0=1 menurut saya yg bodoh, itu bener dan sah-sah aja.tapi kalo dibilang 0/0=0 juga bener.tergantung ngitung apa,ngitung angka ato ngitung sesuatu.0/0=1 mungkin maksudnya “satu nol(nol jumlahnya satu)” gitu ya,nah sekarang kalo 0/0=0, nol itu kan kosong(g ada), nah biar enak kita tambah tempe.jadi “ga ada tempe di bagi(/) ga ada tempe sama dengan ya ga ada tempe(nol)” soalnya klo hasilnya tempe.saya nyari duitnya sambil tiduran aja.maaf kalo salah tapi menurut saya itu lebih logis.
Wa’alaikum Salam, @Mas Rachmat Pujianto
Trim’s apresisasinya.
Memang gampang-gampang susah yach
Begini saja jika tidak keberatan, kita lihat secara nyata Windows 2000 atau XP
1. Click Start menu
2. Pilih Run
3. Open: cmd (command line atau msdos prompt pada windows 98/ DOS)
4. Clik OK.
Mohon maaf dalam hal ini koridornya adalah dunia matematika dalam sistem komputasi, sehingga untuk pembagian dengan 0/0 = 1 adalah sisi real antara area :
teori dan praktek. —::Click::
Wassalam, Haniifa.
lovepassword said
Kalau asalnya perkalian dari penjumlahan ya nggak usah pake contoh assembly barang . Marahi aku deg-degan wae.
1+1 = 2
2×1 = 2 — angka satunya ada 2 maka 2 kali 1
1+1+1 — angka satunya ada tiga,
maka = 3×1
2+2+2+2+2 — angka duanya ada 5 buah
maka = 5×2.
Jadi dasarnya perkalian ya memang dari penjumlahan. Nggak usah dikait-kaitkan sama assembly kan ???
Oke Pak Guru ???
@Mas Lovepassword
Nggak usah khawatir, dalam instruksi assembly ada mul (perkalian) … masalahnya adalah dasar-dasar matematis seperti yang mas tulis tersebut… juga merupakan dasar-dasar assembly dan instruksi “MUL” sendiri merupakan sebuah routine,… gitu lho. Sehingga pada jaman doeloe dimana kompter masih sangat alon maka lebih banyak digunakan instruksi SHL atau SHR.
Silahken baca-baca : near.asm –::click me::
Wassalam, Haniifa.
lovepassword said
Hi Hi Hi. Pak Guruku apikan aku diajari bahasa assembly.
Tapi maksudku itu begini Pak guru :
Asalnya itu kan dari matematika dasar kemudian dalam komputer persamaan matematika itu diubah menjadi bahasa komputer salah satunya bahasa assembly itu yang mungkin pengembangan bahasa 0-1(operator biner) kalau saya nggak salah. Kemudian berkembang bahasa lain yang lebih merakyat misalnya Basic, Pascal, Bahasa C, C++, dan lain-lain.
Jadi assembly adalah sejenis bahasa komputer. Dan sebagai bahasa komputer, assembly tidak terlalu merakyat. Maksudku : Ben blogmu kuwi bisa dibaca dengan orang-orang geblek macam aku, maka berbaik hatilah untuk back to basic kembali ke dasar saja yaitu matematika, yang nggak terlalu terkait dengan komputer (apalagi assembly).
Yah bagus juga seh kalau Pak Guru nyuruh aku memperdalam assembly Tapi tanpa bermaksud menganggap semua orang lebih gebelek dari aku : Menurutku mengaitkan penjumlahan sederhana dengan bahasa assembly bisa membuat botak kepala orang duluan, Pak Guru.
SALAM PAK Guru.
Iki rak protes lho. Cuma urun rembug wae.
Aku nek krungu assembly kulitku dadi merinding jare.
Hi Hi Hi…
Oh ternyata dielus-elus mbek mbak ning sebelahku.
Kirain ????
He he he….
@Mas Lovepassword
Betul sampeyan, tapi jujur saja saya memang sedikit hobi kali yach….
Dan dalam beberapa kasus, mohon maaf maksudnya pada disiplin ilmu komputer ternyata banyak yang tidak siap pakai… bahkan ada yang terlalu teoritis, sehingga mereka melupakan dunia nyata. Dalam postingan ini hanya sekedar menyegarkan saja… sehingga suatu salah satu konsep dasar bahasa assembly tidak punah… khususnya di Indonesia.
Soal assembly tidak merakyat…. sepertinya akan lebih cepat punah, seperti punahnya type komputer jaman doeloe… mas bisa lihat sendir sistem dokumentasi kita bukan ?!
Satu hal lagi… begitu mudahnya kita copy paste dari open source, dan ini sepertinya semakin memanjakan eksesnya adalah semakin hilangnya daya kreatifikas.
Duhh…. kapan dunk kita bisa menjadi lokomotif,… atau cukup manut dan nggih..nggih sajah ?!
Mungkin saya hanya penghayal… tapi bukan suatu hal yang mustahil jika suatu saat orang bule yang belajar banyak kepada kita. (padahal mereka diam-diam mempelajari lho…)
Wassalam, Haniifa.
lovepassword said
@Satu hal lagi… begitu mudahnya kita copy paste dari open source, dan ini sepertinya semakin memanjakan eksesnya adalah semakin hilangnya daya kreatifikas.
Ya itu bisa jadi ekses buruk memang. Tetapi Open Source tentu memiliki juga sisi baik yaitu Orang jadi bisa dengan mudah belajar. Kalau kita bisa belajar tentu harapannya sebenarnya bukan Copi Paste tetapi kita bisa ikut mengembangkan apa yang sudah kita pelajari.
Dalam dunia komputer Pak Guru ada ujar-ujar :
Jangan menemukan roda.
Apa artinya ???
Kita tahu roda adalah barang yang termasuk sangat penting dalam peradaban manusia. Tetapi kita tahu juga kalau roda itu sekarang sudah ada. Sudah ditemukan orang.
Kalau roda sudah ditemukan orang, tentu kita tidak perlu jadi pahlawan kesiangan dengan berusaha menciptakan roda. Kenapa ??
Ya karena sudah nggak ada lagi gunanya. Kecuali kita bisa menemukan roda yang lebih spesifik atau punya keunggulan lain.
JAdi intinya menurut saya : Hargailah karya orang lain. Dalam arti kita bisa memakai karya orang lain untuk kita kembangkan lebih lanjut. Kalau setiap pakar bisa seperti itu, maka saya kira peradaban manusia (peradaban kita bersama) akan lebih cepat maju. Karena tidak berkutat pada hal yang sama terus menerus. Jadi bule belajar sama kita itu bagus, kita juga perlu belajar sama bule-bule itu.
Kalau kita terus kembali ke belakang, berusaha menemukan kembali apa yang sudah ditemukan orang, kita akan tertinggal jauh Pak Guru. Mereka memakai penemuan kita, ide-ide kita, tapi kita nggak mau makai penemuan mereka. Yah akibatnya kita malah ketinggalan.
Kalau menurut saya mekaten Pak Guru….-
@Mas Lovepassword
Saya soroti soal “Mereka memakai penemuan kita, ide-ide kita, tapi kita nggak mau makai penemuan mereka. Yah akibatnya kita malah ketinggalan.” .
Piye toch mas, para pelajar kita jauh lebih unggul dari pada mereka…. contoh satu saja yach, pelajar kita bisa berbahasa Inggris akan tetapi belum tentu para bule bisa berbahasa Indonesia bukan ?!
Contoh kasus akselarasi iptek Korea Selatan… mereka serap total iptek dari luar, sementara dengan tatacara tulis menenulis mereka membuat kesulitan cukup lumayan bagi ilmuan di luar mereka.
Sekarang soal dunia open source, pada dasarnya terbagai dua yaitu Utara dan Selatan dan Alhamdulillah saya tidak terfokus dalam satu sisi. Suatu ketika (HDD sangat mahal dan langka saat itu) seorang programmer bule angkat tangan ketika program aplikasinya tidak mampu memuat data dalam bentuk satu floppy 5,25″…. dengan berbekal sedikit pengetahuan saya ubah “boot sector” floppy menjadi media data sekuensial (niru sistem kerja hdd, he.he.he tapi manual menggunakan tangan operator), sehingga program aplikasiku bisa mengolah data lebih besar dan menggunakan sistem indexing yang terbaik dari kedua kubu tsb. …. Clear
Saya tahu sampeyan ngerti ngAsembler dan Al Jabar Bool, gimana pendapatnya ?!
http://haniifa.wordpress.com/2008/03/15/al-quran-mengenalkan-operator-logical-baru/
Wassalam, Haniifa.
LucuBRB said
1. jika A=A, maka 0=0.
2. Jika A/A = 1, maka 0/0=1, 1/1=1, 2/2=1 …dsb
Hmm…
If A = 0 then msgbox “Kagak ada objek/barangnya” else msgbox “Sip~!!!”
Dikondisikan A = bilangan yg berobject dan memiliki suatu nilai. Nah bila 0… istilahnya barangnya gak ada. Bagaimana cara barang gak ada bila dibagi kok hasilnya bisa 1 yah? :confused:
*Wah ini mungkin otak gw yg lom sampe apa yg dimaksud TS kali yah? Coba gw buka” kamus, kalkulus, dll dll dll buat cernanya dulu deh klo gt –”*
@LucuBRB
If A = 0 then msgbox “Kagak ada objek/barangnya” else msgbox “Sip~!!!”
Bahasa VB adalah jenis bahasa High Level, bahkan lebih mudah dari pada generasi sebelumnya.
Yang diperlukan bukan Kalkulus tetapi cukup Al Jabar Bool, dan sedikit bahasa Low Level (Assembler)
Bisanya untuk manangkap kesalahan logic maka digunakan suatu routine “Catch!” atau “Error Capture” tergantung Bahasa Pemogramannya. (pada VB disebut error-handling routine)
Coba gunakan := On Error Statement
Wahh.. saya juga musti buka kamus VB kayaknya….
,
Wassalam, Haniifa.
jemmy said
semuanya bener…….. 0/0=tak tentu.
haniifa said
@Mas Jemmy
Saya yakin @mas pahami nilai absolute, tapi ada baiknya saya kupas sedikit untuk merefresh saja…
Gari bilangan riil:
______-1_______________-0.1__[0]__+0.1_______________+1______
Nilai absolute |-1| = |+1|…demikian juga |-0.1| = |+0.1| sehingga:
(|0.0..01| / |0.0..01|) = 1
atau biasa ditulis….
(+0.0..01 / +0.0..01) = +1
sebenarnya boleh juga ditulis….
(-0.0..01 / -0.0..01) = +1
*** Perhatikan kedua-duanya mempunyai tanda yang sama ***
Jika (+0.0..01 / -0.0..01) maka hasilnya -1 (baca:minus 1)
A = A Maka tanda “A kiri” harus denga “A kanan” = BILANGAN YANG SAMA baik tanda maupun besarannya.
*** Ingat fungsi yang tidak mempunyai limit adalah x=0 , sedangkan pada x>0 atau x<0 maka fungsi tersebut memepunyai limit ***
Sehingga:
a. (+0)/(+0) = +1
(catatan : +0 limit x menuju nol dari arah kanan)
b. (-0)/(-0) = +1
(catatan : -0 limit x menuju nol dari arah kiri)
Dari bukti a dan b maka bisa disimpulkan |0|/|0| = 1
Bagaimana apakah 0/0 = 1, bisa diterima secara matematis ?!
Wassalam, Haniifa.
Aria Turns said
kita tahu bahwa 0+0=0
jika 0/0=1 maka kita peroleh
1/0 (0+0)=1/0*0
0/0+0/0=0/0
1+1=1
2=1
haniifa said
@Mas Ariaturns
0/0=1
________________________________
0 = 0 x 1 atau 0 = 0
1/0 (0+0)=1/0*0 ?!
________________________________
rasanya 1/0 * (0+0) tidak sama dengan 1 * (0 + 0)
dan terutama untuk 1/0
=> 1/0 (0+0)… persamaan kiri saudara kali dengan (0+0)
sementara lain
=> 1/0*0… persamaan kanan saudara kali dengan (0)
Kesimpulan:
1+1=2
2=2
Wassalam, Haniifa.
Aria Turns said
coba pahami lagi komen saya diatas..

selanjunya kita kalikan kedua sisi dengan 1/0 diperoleh





anda mengatakan
itu artinya
anda sepakat?
kita tahu bahwa
______________
@Mas Ariaturn
Bagaimana jika:
(0+0), 0 adalah bilangan netral dan +0 adalah bilangan positip
1 * (0+0) = (1*0) + (1*(+0))
Wassalam, Haniifa
haniifa said
@Mas Aria
Coba pakai angka riil :
0.0000000000000001 – 0.0000000000000001 = 0
0.0000000000000001 + 0.0000000000000001 = 0.0000000000000002
sehingga…
2 x (0.0000000000000001) = 0.0000000000000002
Saya misalkan +0 adalah bilangan positip yang sangat kecil sekali +0.000000000 … 0 …. 000000 1
demikian juga dengan
Saya misalkan -0 adalah bilangan negatif yang sangat kecil sekali -0.000000000 … 0 …. 000000 1
sehingga…
(+0) + (+0) = 2 x (+0)
(-0) + (+0) = 0 … SETUJU ?!
(-0/0) + (+0/0) = 0
-1 +1 = 0
Wassalam, Haniifa.
Aria Turns said
anda mengatakan -0/0=-1 dan +0/0=1 itu artinya 0/-0=-1 dan 0/+0=1
nah sekarang kalikan kedua sisi dengan
diperoleh








anda juga mengatakan
kalikan kedua sisi dengan +0 diperoleh
nah loh kok malah ketemu 2=-1 yach?
______________________
@Mas Ariaturns
Wahh… kok gitu yach ?!
Coba kita cek lagi….
Wassalam, Haniifa.
jelasnggak said
whua ha ha ha haaaaaaa
haniifa said
@Jelasnggak
*** UTANG-PIUTANG ***
Tadinya dalam kondisi keuangan SAYA = NOL
Karena ada @jelasnggak maka UTANG saya jadi TAK HINGGA
Wahhh… sampean gimana seeehh…. ?!
haniifa said
@Mas Ariaturns
1/(-2).(+3) = 1/-(6) = – (1/6)…. SETUJU !
sehingga..
1/(-0).(+0) = 1/(-0) = -∞ …. ***(baca: MINUS TAK HINGGA)***
Menurut @mas:
Sesuatu bilangan dikalikan dengan bilangan tak hingga bigimana ?!
a = a
a x -∞ =a x -∞
Simlabin Abrakadabra……
2 = -1
Aria Turns said
Mas, saya hanya menjabarkan konsep yang mas katakan dan apa hasilnya, anda bingung sendiri kan
anda mengatakan 1/(0) = ∞, dan meyakini 0/0=1 itu artinya
0/0=1
0*(1/0)=1
0 *∞=1
Pesan saya tolon pelajari lagi mengenai matematika terlebih tentang analisis real…
dan satu lagi 1/0 hasil tidak terdefinisi bukannya ∞
haniifa said
@Mas Aria Turns
Mas, saya hanya menjabarkan konsep yang mas katakan dan apa hasilnya, anda bingung sendiri kan
____________________________________
Pertama :
Saya sangat-sangat menghargai apresiasi @mas Aria, mengenai 1/(0) = ∞ adalah kebiasan umum, menghilangkan tanda operan sehingga banyak kalangan menjadi bingung sendiri…
Penulisan yang benar seharusnya +1/+0 = +∞, seperti yang saya ungkapkan diatas karena “tanda plus” senantiasa di abaikan maka 1/0 = ∞
Kedua :
Mohon maaf coba silahken @mas, buka kembali mengenai f: limit x->+0 yang berbanding terbalik dengan f: limit x->+∞.
Ketiga :
Mesin / Komputer memerlukan Algoritma yang cukup rumit untuk menentukan nilai pecahan sekian digit, apalagi jumlah digit yang lebih besar
Keempat :
Mesin / Komputer base on biner, sehingga hanya mengenal “sign” or “unsign” sedangkan BILANGAN NOL (0) mempunyai 3 keadaan :
1. -0… dari arah kiri
2. 0… benar-benar NOL
3. +0… dari arah kanan
Dan hanya SATU-SATUnya bilangan ini yang mempunyai keadaan seperti ini yang saya dapati dari “analisis real”.
Pesan saya tolong pelajari kembali mengenai kalkulus.
dan satu kembali lagi +1/+0 => 1/0 = ∞ bukan tidak terdefinisi
Wassalam, Haniifa.
Fietria said
Sekali lagi Al-Qur’an telah membuktikan mukzizatnya pada manusia.
Sehingga tidak salah jika Al-Qur’an di katakan berasal dari firman Allah. Karena jika buatan manusia maka Al-Qur’an tidak akan memiliki mukzizat.
________________
@mba Fietria
Subhanallah….
Aria Turns said
Okey jika anda masih yakin dengan 0/0=1 bagiamana anda menjelaskan ini
2*1=2*(0/0)
2=(2*0)/0
2=0/0
2=1
haniifa said
@Mas Ariaturn
Tolong perhatikan yang saya cetak tebal.
_____________________________________
Okey jika anda masih yakin dengan 0/0=1 bagiamana anda menjelaskan ini
2*1=2*(0/0)
2=(2*0)/0
2=0/0
2=1
_____________________________________
@haniifa : 0/0=1
Soal 2*1=2*(0/0) ?!
Jawab : 1 = (0/0)
2*(0/0)=2*(0/0)
2 * 1 = 2 * 1
2 = 2 … Clear
Aturan dasar :
a = a
a x 1 = a x 1
a x 1/1 = a x 1/1
Sehingga….
a x 0/0 = a x 0/0
Wassalam, Haniifa.
Aria Turns said
apa anda lupa bahwa
a(b/c)=(ab)/c
itu artinya
2*1=2(0/0)
2=(2*0)/0
2=0/0
2=1
haniifa said
@Mas Ariaturn
apa anda lupa bahwa
a(b/c)=(ab)/c
_______________________
Saya yang lupa atau @mas sendiri yang lupa… ?!
f(x1) = a(b/c)
f(x2) = (ab)/c
Contoh “REAL” kode program komputer:
A = A + 1
(penyelesainya adalah A+1 hasilnya dikembalikan ke variable A )
Jadi penyelesainya adalah satu persatu dunk, rasanya tidak ada seorangpun didunia ini yang bisa tertawa sambil minum
Wassalam, Haniifa.
masyono9 said
@Haniifa
Subhanallah
Saya senang sekali mendapatkan penjelasan anda mengenai pertanyaan ariaturn….
Saya jadi ingat rumus2 yang dulu saya pelajari dari sd sampai menyelesaikan sekolah di pt.
Sory jeliatanya mas Haniifa dari TS yaaaa.
Salam
masyono9
_________________
@Mas Yono9
Alhamdulillah…
Saya jadi ingat rumus2 yang dulu saya pelajari dari sd sampai menyelesaikan sekolah di pt.
___________________
Itu artinya @mas, bersyukur kepada Allah karena nikmat dariNya hingga kedua orang tua @mas sanggup menyekolahkan sampai di tingka pt.
Semoga kita-kita juga diberi kesanggupan, Amin.
Wassalam, Haniifa.
Aria Turns said
Nah..sekarang begini kita tahu bahwa 0+0=0 dan (a+b)/c-(a/c)+(b/c), anda sepakat?
Nah..sekarang perhatikan
0/0=1
(0+0)/0=1
(0/0)+(0/0)=1
1+1=1
2=1
nah apa penjelasan anda? saya tunggu…
haniifa said
@Mas Ariaturns

Penasaran yach @mas….
Nah..sekarang begini kita tahu bahwa 0+0=0 dan (a+b)/c-(a/c)+(b/c), anda sepakat?
_____________________
Saya sangat-sangat sepakat jika @mas Aria, must be ok doge juga
0+0=0 dan (a+b)/c-(a/c)+(b/c)
Artinya :
a = 0
b = 0
c = 0
f(x1) = (a+b) = (0+0) => 0 sehingga f(x2) = f(x1)/c = 0/0 => 1
f(x3) = -(a/c) = -(0/0) => -1
f(x4) = +(b/c) = +(0/0) => 1
f(r) = f(x2) – f(x3) + f(x4)
f(r) = 1 – 1 + 1
f(r) = 1…. Clear !! (baca: Satu)
Naqli= (Kebenaran Mutlak)
Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Satu” (QS 112:1)
Wassalam, Haniifa.
Aria Turns said
Eh..sori salah ketik maksud saya (a+b)/c=(a/c)+(b/c)
jadi
Nah..sekarang perhatikan
0/0=1
(0+0)/0=1
(0/0)+(0/0)=1
1+1=1
2=1
_______________
@Mas Ariaturns
Jawabannya dibawah:
http://haniifa.wordpress.com/2008/03/18/45/#comment-1794
Ayruel Chana said
Hmm…diskusinya menarik sekali…
mas aria…bagi oleh2 di blog haniifa…
lanjut…
haniifa said
@Mas Ariaturns
Aturan Dasar:
a = a
1 = a/a
Diketahui :
(a+b)/c=(a/c)+(b/c)
maka….
1 = ((a/c) + (b/c)) * (c/(a+b))
1 = ((a+b)/c) * (c/(a+b))
1 = (a+b)/(a+b)
1 = (0+0)/(0+0)
1 = 0/0
Naqli= (Kebenaran Mutlak)
Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Satu” (QS 112:1)
Wassalam, Haniifa.
Aria Turns said
mas tidak menjawab pertanyan saya, yang saya tenyakan kenapa
0/0=1
(0+0)/0=1
(0/0)+(0/0)=1
1+1=1
2=1 ?
Okey gak papa sekarang mari kita lanjutkan
kita tahu bahwa
a) 6*(4/2)=6*2=12
dan
b) (6*4)/2=24/2=12
bisa kita lihat a dan b hasilnya sama
tapi kenapa
I) 2(0/0)=2*1=2
dan
II) (2*0)/0=0/0=1
hasilnya berbeda?
ta..tunggu penjelasannya?
haniifa said
@Mas Aria
0/0=1
(0+0)/0=1
____________________
(0+0)/0 = (0/0) plus (+0/0)
Kan sudah saya terangken bahwa +0 itu limit x->0 dari arah kanan, sudah barang tentu suatu bilangan positip walalupun sangat keeeeciilll sekali, ngasemtut-lah kira-kira.
Sedangkan 0/0 benar-benar 0/0 nggak pake plus-plus-an…
(jadi kayak anak teka ajah… )
I) 2(0/0)=2*1=2
(**** baca: MINUS TAK HINGGA ***)
dan
II) (2*0)/0=0/0=1
hasilnya berbeda?
_____________________
@Haniifa :
I) 2(0/-0) = -∞
II) (2*0)/-0 = -∞
Kok hasilnya sama yachh… -∞
Coba perhatikan:
1 = a/a
1 = 0/0
1 = ∞/∞
1 = -a/-a
1 = -0/-0
1 = -1/-1
1 = -2/-2
1 = -123456789/-123456789
1 = -∞/-∞
Wassalam, Haniifa.
Karl Karnadi said
Seluruh debat berkepanjangan ini really really stupid. Bahkan mas Aria pun tidak perlu memberikan contoh2 lebih lanjut (btw props for the contradiction example), satu pun sudah cukup.
http://en.wikipedia.org/wiki/Proof_by_contradiction
Bila premis yg digunakan adalah 0/0=1 dan premis2 lain terdefinisikan dgn baik (apa itu +, apa itu /, apa itu bilangan bulat, cacah, dsb) maka konklusinya jelas tidak boleh mengandung kontradiksi. Dengan Mas Aria menunjukkan:
0/0=1
=> (0+0)/0=1
=> (0/0)+(0/0)=1
!! => 1+1=1
=> 2=1 (kontradiksi dgn definisi bilangan bulat)
..membuktikan bahwa salah satu premis yg digunakan, dalam hal ini tentu 0/0=1 adalah SALAH. QED!.
Anda bisa memberikan 100 persamaan dimana 0/0=1 mengembalikan hasil yg benar, tapi SATU saja ada contoh kontradiksi, maka terbukti 0/0=1 tidak berlaku. Mas Aria pun harusnya sadar hal ini dan tidak memperpanjang debat, apalagi sampai memberikan contoh2 lain. Tidak perlu sama sekali. Siapa pun yg tidak mengerti hal ini tidak mengerti basic logic, dan tidak mengerti matematika.
haniifa said
@Oom Karl Karnadi
(a+b)/c –> a/c + b/c… Oke
(0+0)/0 –> 0/0 + 0/0… Oke
and…
0/0 + 0/0 = 0/0 + 0/0
1 + 1 = 1 + 1… Oke
0/0 = 0/0
1 = 1 … Oke
==>(0+0)/0 = 0/0 + 0/0
==>(0+0)/0 = 1 + 1
==> 1 + 1 = 2
(kalau sampean nulisnya 0/0 = 1 maka 1 = 1 )
Dimana-mana juga 1 + 1 = 2, kamu Oon sekali…
#Haniifa.
Karl Karnadi said
(kutipan)
Perhatikan 2 baris terakhir yg anda tulis:
==>(0+0)/0 = 1 + 1
(saya lanjutkan)
karena 0+0=0 (definisi bilangan netral 0),
maka => 0/0 = 1 + 1 !!=> 1 = 2 (kontradiksi)
baris terakhir yg anda tulis tidak berdasar “==> 1 + 1 = 2″
Sekali lg saya ingatkan, krn adanya kontradiksi maka 0/0=1 terbukti salah by proof of contradiction.
haniifa said
@Oom Karl Karnadi
(saya lanjutkan)
karena 0+0=0 (definisi bilangan netral 0),
maka => 0/0 = 1 + 1 !!=> 1 = 2 (kontradiksi)
______________________________
Lebih lanjut dari saiyah…
karena -0+0 = 0… netral bukan, Clear.
karena +0+0 = 2 x (+0) maka 0 = 0… netral bukan, Clear.
#Haniifa.
Karl Karnadi said
Contradiction still hold. Anda bisa memberikan 100 persamaan dimana 0/0=1 mengembalikan hasil yg benar, tapi SATU saja ada contoh kontradiksi, maka terbukti 0/0=1 tidak berlaku. Satu2nya jalan adalah resolve the contradiction, tunjukkan bgmn persamaan yg saya (yg mas Aria) berikan bukan kontradiksi (bukan mengubah jalan penghitungannya, tapi dgn menunjukkan ada yg salah dgn jalan penghitungan saya).
__________________
@Karl karnadi
tapi SATU saja ada contoh kontradiksi, maka terbukti 0/0=1 tidak berlaku
==> 0/0 = 1
==> 0 = 1 x 0
==> 0 = 0…. jadi kayak anak teka… hehehe
.:.
Jika A = A maka 0 = 0
Jika A = A maka 1 = 1
Jika A = A maka A/A = 1
#Haniifa.
Karl Karnadi said
Dan btw post terakhir anda sm sekali tidak jelas/ tidak berguna.
haniifa said
@Om Karl Karnadi
Yang jelas post sampean usang semuah… (hua.ha.ha.)
Cekixkix said
Om Karl Karnadi very amat sangat really really stupid… Cekixkix…kix…kix..
Karl Karnadi said
Anda tidak bisa/ tidak mau berusaha mengerti apa itu proof by contradiction. Dan tidak mau membaca link yg saya berikan. Sama sekali tidak ada itikad baik untuk mengerti matematika, yg ada hanyalah debat kusir. I totally waste my time here.. Tunggu2, anda mengerti bahasa inggris nggak yah? Kalau nggak berarti jelas kenapa link yg saya beri sama sekali tidak bisa anda mengerti.
Bye..
haniifa said
@Saudara Karl Karnadi
Anda tidak bisa/ tidak mau berusaha mengerti apa itu proof by contradiction
______________________________
Astaghfirullahal ‘Azhim
Coba baca sama saudara artikel ini, kutipannya sbb :
“Padahal Al Qur’an jelas menggunakan lambang bilangan titik (.) sebagai angka nol jadi jelaslah bahwa bangsa Eropa tertinggal dalam ilmu hitung.”
Tunggu2, anda mengerti bahasa inggris nggak yah?
_____________________
Anak teka di Inggris pinter bahasa Inggris lho !!
Ada yang lebih hebat lagi, Balita di RUSIA pinter bahasa RUSIA…
PS:
Saya tidak perduli Gelar/Pangkat/Jabatan dan Disiplin Ilmu saudara setinggi apa, bagi saya jika saudara mau berfikiran maju ikuti… kalau saudara masih bertahan pada paradigma konyol juga silahken, itu haq saudara.
*** PAHAM atau HAMPA ***
Wassalam, Haniifa.
Cekixkix said
@Om Karl Karnadi
Jangan mau jadi Astronot yahh Om !! di testnya pakai bahasa planet… Cekixkix…kix…kix..
Aria Turns said
Okey..saya putuskan untuk hentikan debat ini saja, pesan saya cuman satu, tolong pelajari matematika lebih dalam
wasalam, terimaksih atas diskusinya..
haniifa said
@Mas Aria Turns
Terima kasih kembali atas atensinya,
Sama saya juga berpesan sama saudara pelajari kembali kalkulus lebih mendalam.
Wassalam, Haniifa.
Penjelasan yang paling sederhana kalau 0/0 hasilnya bukanlah 1 « Proof { } said
[...] Penjelasan yang paling sederhana kalau 0/0 hasilnya bukanlah 1 2009 June 27 tags: apel, matematika, Math, nol, penjelasan by Aria Turns Saya baru aja selesai berdebat dengan seorang pemilik blog disini [...]
samsul arifin said
waduh, maafkan saya mas. kok komentarnya jadi meloncat ya? dipindah aja mas, gapapa, biar nyambung.
ini diskusi yang menarik mas, karena njenengan mengangkat tema yang krusial yaitu pembagian dengan nol, yang menurut saya tidak akan terdefinisi hasilnya. namun njenengan mengklaim bahwa 0/0 = 1. sebagai lulusan dari program studi matematika, saya belum bisa menerima ini.
trus, saya juga ingin mengomentari dalil yang ketiga,
bukankah yang benar itu,
kemudian, dalam dunia matematika, pembuktian sebuah klaim, teorema, atau lemma, haruslah berlaku untuk sebarang atau semua elemen domainnya, bukan untuk suatu elemen tertentu. dalam hal ini sepertinya njenengan mengambil himpunan semua bilangan riil, maaf kalau salah. karena kalau diambil suatu contoh yang salah, maka gugurlah klaim tersebut. intinya, menurut saya bukti yang njenengan berikan belum bisa dibenarkan sepertinya.
haniifa said
@Mas Samsul Arifin
kemudian, dalam dunia matematika, pembuktian sebuah klaim, teorema, atau lemma, haruslah berlaku untuk sebarang atau semua elemen domainnya, bukan untuk suatu elemen tertentu.
______________________________
Ini katanya lho…
Rumus bilangan prima = 2^n − 1
Kayaknya saya bisa minta tolong sama sampean agar rumusan tersebut “bisa berlaku untuk sebarang atau semua elemen domainnya”
Atau sampean punya rumus yang lebih canggih lagi ?!
Wassalam, Haniifa.
samsul arifin said
Berdasarkan komentar mas watchmath, dengan cara yang sama,
Akibatnya,
1 = 2
1 = 3
1 = 4
1 = tak hingga banyak bilangan.
Jadi, mungkin cukup untuk membuktikan bahwa $1\neq\frac{0}{0}$.
_____________________
@Mas Samsul Arifin
Jawabannya disiini
samsul arifin said
mas, mohon maaf, yang ini nanti di delete aja. salut mas, ini diskusi yang menarik. keep writing.
________________
@Mas Sambul Arifin
Saya juga sangat salut rekan-rekan.
Trim’s atas atensinya
Wassalam, Haniifa.
samsul arifin said
Bismillah. Berdasarkan komentar mas watchmath, dengan cara yang sama,
Misalkan diasumsikan
, maka diperoleh:



.
.
.
Akibatnya,
1 = 2
1 = 3
1 = 4
1 = tak hingga banyak bilangan.
Jadi, mungkin cukup untuk membuktikan bahwa
.
haniifa said
@Mas Samsul Arifin
Alhamdulillah…
Karena pertanyaannya sama dengan @mas Watchmath, maka jawaban saya juga sama, saya copas ajah ya !!
Loh jadi 0/0 itu 1 atau 2? Atau memang 1=2? … (1=3, 1=4 de.el.el)
_____________________________________________
Lho kan sudah saya nyataken bahwa 0/0 itu 1 , kalau 1=2, 1=3…1=n yang bilang kan sampean-sampean !!!
Wassalam, Haniifa.
Linggis said
wah2..rame2 nih bahas aljabar.
iya ni 0/0 gk sama dengan 1 lho…serius
haniifa said
@Mas Linggis
Lho saya juga serius banget kok, bahwa 0/0 = 1 atau 1 = 0/0
Terimakasih atas kunjungannya
Wassalam, Haniifa.
nablaa said
Mas Haniifa, Dalil-dalil nya tu dapet darimana sih?hehehehe.. Trus ni domain semestanya dibatasi ga?
_________________
@Mba Nablaa…. Yach
Dalil yang mana ?!
Kalau DALIL Naqli= (Kebenaran Mutlak), sudah dari sono @mba ?!
Wasalam, Haniifa.
Aria Turns said
Sebagai informasi aja Mas, mba Nablaa ini peraih medali perunggu dalam Olimpiade Matematika Tingkat Dunia di Teheran. Dan sepertinya Mba Nablaa tidak sependapat dengan anda. Apa menurun anda Mba Nablaa harus memperdalam kalkulus lagi yach
nablaa said
waduh.. jangan bawa-bawa medali ah.. Mba ma netral-netral aja.. Cuma pengen tau aja dalilnya tu dapet darimana?.. Maklum lah masih belum lama kenal ma matematika so masih less of informations..
haniifa said
Kebetulan sayah juga matan juara Kartu Gapleh se-RW…
haniifa said
@Mas Ariaturn
Apa menurun anda Mba Nablaa harus memperdalam kalkulus lagi yach
____________________
Dasar pemalas yang suruh belajar kalkulus itu sampean, sedengken untuk @Mba Nablaa coba belajar lagi AL JABAR BOOL.
Kalau sayah seehhh belajar kartu domino lagi, biar jadi juara tingkat kelurahan hehehe….
watchmath said
Ah ngiringan ngaramekeun deui
.
. Berarti sabaraha Kang upami 2 dikali
? Nya atuh kusabab
meureunan
. Satuju Kang?
.
jeung sateuacanna
. Akang ge tangtos terang atuh nya lamun
jeung $B=C$ tangtu $A=C$. Tah make “rumus” ieu urang meunang
.
, akang ge kedah satuju
(kusabab nu hiji ngakibatkeun nu pandeuri).
teh ngakibatkeun $\frac{0}{0}=2$. Lamun akang narima
, akang ge kedah narima
.
Kieu Kang. Misalkeun sayah satuju
Eh tapi keheula,
Berarti
Naon hartina ieu teh?
Lamun akang satuju
Sarupa sareng kieu Kang. Dikadek teh ngakibatkeun nyeri. Lamun akang siap di kadek , akang siap kudu ngarasakeun nyeri.
Cag………..
samsul arifin said
keluar deh “sosok” asli mas watchmath! sunda euy!
oke deh mas, kayaknya intinya gini, saat njenengan menerima 0/0 = 1 maka njenengan harus menerima bahwa 0/0 = 2.
trus, njenengan percaya ini kan,
sifat transitif: jika a = b dan b = c maka a = c.
jadi, jika 1 = 0/0 dan 0/0 = 2 maka 1 = 2.
bagaimana ini? bagaimana orang akan percaya bahwa 1 = 2?
haniifa said
@Mas Samsul Arifin
jadi, jika 1 = 0/0 dan 0/0 = 2 maka 1 = 2
__________________________________________________
Yang bilang 0/0 =2 itu kan sampean… jadi sampean juga dunk yang aneh sendiri jika 1 = 2
sumber komen sampean diatas :
http://haniifa.wordpress.com/2008/03/18/45/#comment-1818
_____________________________
func anehdunk( a, c )
var b
read b
if (a x b == c x b) then a=c
renturn( a )
sifat transitif:
jika a = b dan b = c maka a = c.
________________________________________
Mungkin masih anomali yach, @mas ?!
func anehding( a, b, c )
if a=b .and. b=c then a = c
return( a )
*** Menurut saudara bergunakah var b ?! ***
Wassalam, Haniifa.
Eagle said
@samsul
daripada makai fungsi yang anehdunk() dan anehding()
static int satujendol(int a, int b, int c)
if( a==c) then return( a * b);
return(null)
samsul = satujendol( 0, 1, 0 )
haniifa said
@Kang watchmath
Ceuk guru teka abi, lamun nu kenca dikali eta. sumawon nu katuhu oge keudah dikali eta
2 x 0/0 = 0/0 x 2
Cag.. ahhh…
mathematicse said
Arti dari \frac{a}{b} = c adalah a = b \times c. Jadi, bila ada kasus \frac{0}{0} =1, maka hal ini benar sebab 0 = 0 \times 1.
Tetapi perlu diketahui bahwa bentuk \frac{0}{0} disebut sebagai bentuk tak tentu, sebab nilainya bisa berapa saja (dengan menggunakan definisi tadi). Jadi, bila ada yang mengatakan \frac{0}{0} = 2 juga boleh. Kalau ada yang mengatkan \frac{0}{0} = -10000 juga boleh, dan seterusnya.
____________________
@
Jawaban dibawah….
mathematicse said
Maaf tadi lupa latexnya>
Arti dari
adalah
. Jadi, bila ada kasus
, maka hal ini benar sebab
.
Tetapi perlu diketahui bahwa bentuk
} disebut sebagai bentuk tak tentu, sebab nilainya bisa berapa saja (dengan menggunakan definisi tadi). Jadi, bila ada yang mengatakan
juga boleh. Kalau ada yang mengatkan
juga boleh, dan seterusnya.
_________________
@Mas Mathematicse
Sepertinya saya tidak pernah menulis a/b = c ?!
Trim’s atas kunjungannya, Haniifa.
mathematicse said
Maaf tadi lupa latexnya.
Arti dari
adalah
. Jadi, bila ada kasus
, maka hal ini benar sebab
.
Tetapi perlu diketahui bahwa bentuk
disebut sebagai bentuk tak tentu, sebab nilainya bisa berapa saja (dengan menggunakan definisi tadi). Jadi, bila ada yang mengatakan
juga boleh. Kalau ada yang mengatkan
juga boleh, dan seterusnya.
haniifa said
@Mas Mathematice
Bila ada yang bilang bahwa kuda adalah kuda nil, kuda zebra, kuda jantan dan kuda lumping juga boleh kok @mas.
Sampean mau bilang 0/0= -10000 juga boleh, siapa yang larang ?!
Cuma merasa aneh ajah, kok ujug-ujug a/b = c…
(Apa tekanya nggak lulus gituh ?! )
watchmath said
Hapunten Kang Jupri sanes bade ngajarkeun ngojay ka meri yeuh. Numutkeun simkuring mah
mah henteu teu tangtos, tangtos pisan anjeunna teh henteu terdefinisi. Margi upami didefinisikeun ngakibatkeun sifat sifat aritmetik bilangan real henteu konsisten.
Istilah tak tentu mah mung di atributkeun dina konteks limit. Dina konteks limit aya istilah bentuk
(perhatoskeun perbentenan
sareng bentuk
). Tah dina konteks limit aya kecap tak tentu teh margi bentuk
kadang-kadang ngagaduhan limit 0, tak hingga, atanapi bilangan lain.
cag……
________________
@Kang Wachmath
Sami abdi ge, hapunten teu tiasa ngawaler… @kang latex katingalnya nuju ngadat…
Wassalam, haniifa.
jelasnggak said
Maap sodara-sodari muslim yang dikasihani saya..
permisi..
mau promosi blog nih..
biar banyak pengunjung.. he he he..
tolong liat dong..
jangan malu2 ya…
liat aja..
ngga akan dimarahin kok sama ibu kalian…
biar pinter yah…. (jangan ngomong bernoulli melulu…ngga keren. he he he)
http://jelasnggak.wordpress.com/2009/06/27/maha-kuasa-debat-terbuka/
.
.
salam cipika-cipiki…
___________________
@Mas Jelasnggak
Silahken @mas, saya nggak keberatan kok.
Pie kabare… ?!
Salam, Haniifa
Aria Turns said
Terlepas dari keyakinan anda (0/0=1) yang menurut saya salah tapi harus saya akui ada satu hal yang bikin saya salute kepada anda, anda tetap berpegang teguh ama keyakinan anda meskipun para matematikawan (dari mahasiswa, dosen, sampai peserta olimpiade matematika Internasional) yang berkomentar di blog ini maupun blog saya, semuanya menganggap anda salah, Saya angkat topi atas hal tersebut.
Entah kenapa anda mengingatkan saya terhadap mantan presiden amrik, Gorge W Bush
Tentunya kita semua masih ingat kalau Bush tetep berkeyakinan menginvasi Irak meskipun seluruh dunia menentangnya, dan pada akhirnya kita bisa melihat dengan jelas kalau Bush salah..
Sekarang akan saya lihat, apakah anda tetap memegang keyakinan anda meskipun seluruh matematikawan sedunia (gak usah sedunia lah, seIndonesia aja lah) menganggap anda salah…
Let we see..
Wassalam..
haniifa said
@Mas Ariaturns
Sampai detik ini saya sangat-sangat berkeyakinan bahwa bilangan prima yang genap adalah 2, walaupun kemungkinan ada ketidak higgaan bilangan prima ganjil.
Pesan yang ingin saya sampaikan adalah :
1. PRIMA GENAP satu-satunya adalah bilangan bulat 2
2. PRIMA GANJIL banyak
3. NON PRIMA banyak.
Dengan silogisme yang sama Insya Allah demikian adanya pandangan saya terhadap 1=0/0
Soal sampean jadi ingat terhadap Oom George W Bush silahken, tapi saya mau tanya sejujurnya sama sampean…
SALUT atau SULIT ?!
Wassalam, Haniifa.
Karl Karnadi said
Anda tidak seharusnya salute pd keyakinan seseorang pd mathematical equation yg salah. Matematik bukan berdasar keyakinan/ pendapat. Ada definisi2 dan mekanisme yg ketat dan pasti, bahkan 100% pasti. Jelas tidak bisa sama sekali dianalogikan dgn Bush atau pendapat pribadi seseorang. Jauh berbeda. Dalam matematika, apa yg false, dapat dibuktikan bhw false, apa yg true, dapat dibuktikan true (plg tidak pd persamaan aritmetik dan aljabar dasar).
0/0 = ‘indeterminate’ (bukan ‘undefined’).
Kenapa bisa demikian?
baca http://mathforum.org/dr.math/faq/faq.divideby0.html
haniifa said
@Om Karl Karnadi
0/0 = ‘indeterminate’ (bukan ‘undefined’).
___________________________________________
Silahken kalau sampean bilang begitu, yang jelas ada menurut saya 0/0 = 1 … terdefinisi (bukan ‘undefined’)
Oh yah.. ‘indeterminate’ saya nggak ngerti tuh, apalagi ada tanda kutip…
#Haniifa.
Karl Karnadi said
Baca link di atas. Tidak ada yg peduli pendapat pribadi anda apa, dan tidak ada yg peduli pendapat pribadi saya apa, yg ada adalah pembuktian benar/ salah. Ini mathematics bukan diskusi politik.
_________________
@Mas Karl Karnadi
Yang saya peduliken adalah
Jika A=A maka A/A=1, just it’s
#Haniifa.
Karl Karnadi said
Tapi bilangan 0 tidak bisa digunakan sbg denominator (pembagi). Ntah krn kesulitan bhs inggris atau apa, anda masih blm membaca link yg saya berikan. Dan juga contoh kontradiksi yg mas Aria berikan (satu saja sudah cukup).
___________________
@Karl Karnadi
Tapi bilangan 0 tidak bisa digunakan sbg denominator (pembagi).
__________________
Hua.ha.ha
Apa bedanya bilangan 0 sebagai bilangan yang dibagi:
0/120 atau 0/x atau 0/sin(x) ===> hasilnya sama dengan NOL.
Nol sebagai pembagi berlaku jika hanya jika yang dibagi adalah Nol… bigimana ?!
#Haniifa.
Cekixkix said
@Om Karl Karnadi
Om ini makluq dari mane ?! ujug-ujug kaye kesurupan jagoan neon… Cekixkix…kix..kix.
Karl Karnadi said
Dan btw sama sekali tidak relevan dan bahkan agak misleading untuk anda menyebutkan kredibilitas orang (mahasiswa, dosen, sampai peserta olimpiade matematika Internasional). Aljabar tidak bergantung pd kredibilitas orang, mau anak kecil atau tukang becak, namanya pembuktian (yg valid tentunya) tidak bisa terbantahkan dan berlaku sepanjang masa.
haniifa said
@Om Karl Karnadi
Apa menurut sampean ini nggak valid sepanjang masa ?!
Jika A=A maka A/A=1
#Haniifa.
Karl Karnadi said
Baca post saya di atas. A/B didefinisikan untuk B tidak sama dengan 0. Untuk alasannya liat link yg saya kasi.
haniifa said
@Oon Kalr
A/B didefinisikan untuk B tidak sama dengan 0
_________________________________
Artinya A tidak sama B…
Baca post saiyah…
Jika A=A maka A/A=1
Jika (A=B dan B=C) maka A=C… Clear
#Haniifa.
mathematicse said
Saya menulis bentuk
adalah menuliskan suatu definisi pembagian sebagai kebalikan dari definisi perkalian, dengan tentunya a, b, dan c adalah bilangan-bilangan.
Jadi, bila Anda salah mengerti dengan apa yang saya tulis, saya berharap dengan penjelasan ini bisa dimengerti.
(*Mmm… boleh saya tahu background study Anda? Kalau bukan dari bidang matematika, maka saya akan memaklumi bila Anda cukup terkejut dengan apa yang saya tulis. Maaf).
haniifa said
@Mas Mathematicse
Terimakasih atas kunjungannya, rasanya saya pernah berkunjung ke blog sampean, tapi saya lupa lagi kapan yach…
Duh mohon maaf, saya ini rupanya banyak lupa susah ingat
Wassalam, Haniifa.
konyol said
@mathematicse
kek-kek=0
kek-kek-kek=-kek
Bagaimana jika yang ditanya tsb, ternyata mantan guru anda ?!
mathematicse said
@Konyol: Ya kalau guru agama atau guru bidang studi lain yang bukan matematika, ya ga apa-apa….:D Tapi yang jelas, guru matematika saya tidak ada yang bernama Hanifa…
konyol said
@Mathematicse: Ora opo-opo kan… , yang jelas dulu sekali saya suka dipanggil Al Jufri waktu mengerjakan pe-er aljabar boolean. pak guru saya ini mantan dekan yang sudah mpp lho..
haniifa said
@Mas Konyol
Saya juga tidak punya siswa yang bernama Mathematicse, kalau si Duleh ada…
jelasnggak said
Haniifa dipermalukan kalangan cendekiawan….
http://ariaturns.wordpress.com/2009/06/27/penjelasan-yang-paling-sederhana-kalau-00-hasilnya-bukanlah-1/
Makanya…
kalo ngomong ati-ati…
he he he…
agama kok di sambung2in sama sains…
udah gitu maksa lagi…
yeah…
sudahlah..
________________
@Mas Jelasnggak
Hua.ha.ha
Sayah sangat-sangat yakin sekali “otong saya mah dipotong sikit”, nahhh yang mempermalukan sayah “tanda tanya otongnya” ?!
Yah sudah potong ajah otong sampean dunk…
*** Komentar khok nggak jelas hehehe… ***
Salam jelas, Haniifa.
haniifa said
@Mas Jelasnggak
Makanya…
kalo ngomong ati-ati…
_____________________
Sampean lain kali kalau komentar disemua artikel saya, yang jelas !!!
Wassalam, Haniifa.
jelasnggak said
Jadi inget tulisan saya yang ini nih…
http://jelasnggak.wordpress.com/2009/06/20/kristen-ngga-sunat/
_______________
@Mas Jelasnggak
Syukurlah sampean mulai sembuh dari RS “X” hehehe…
Ingatan mulai pulih..
Salam ingat, Haniifa
watchmath said
Kang Haniifa. Dina Hadist pan aya cariosan nu kirang langkung sapertos kieu “naroskeun hiji permasalahan teh kedah ka ahlina”. Tah kinten-kinten saha tah ahli matematika nu dipercanten ku kang Haniifa? manawi aya diantawis guru-guru/sobat anu kaahlianna di percanten ku Akang. Atanapi Kang Haniifa ngaraos salira ahli dina matematika janten teu kedah naroskeun ka sasaha?
Cag…
haniifa said
@Kang Watchmath
Wahh… sae ari kitu mah, kaleureusan seur pr itungan… manawi tiasa ngabantos itungan simkuring bilih lepat, hai para ahlina ?!
* At Taubah 128-129 == Base On The True
* At Taubah ayat 128 dan 129 == Tabel Prima
* Rahasia Al Qur’an dibalik huruf hijaiyah
* Rahasia dibalik Surah Al Faatihah
* Super Miracle-19 := QS Al Faatihah
* Signs and Unhide basmallah
* Signs and “hidden” basmallah
* Saya tidak sepintar Dr. Rashad Khalifa, tapi tidak bodoh 2
* Saya tidak sepintar Dr. Rashad Khalifa, tapi tidak bodo
* Teorema: ax + b + cx + d = 100
Wahh… kumana oge artikel simkuring nu sanes, nasibna nya ?!
Cag ahhhh….
Konyol said
@watchmath
wahh… ahli naon kang ?!
ahli agrem nya
watchmath said
Tah lamun nu eta mah palay simkuring ge
.
Asal ulah AH Li …….euuuurrr we
haniifa said
@Kang Wathmath
Kapalay simkuring oge sami @kang !
Nu nawi disimpena ti awal keneh, cobi pariksa deui artikel simkuring ngawitan tiluhur…
Cag.. ahhh…. 1=0/0
Wilu jeung sumping, Haniifa.
Konyol said
@watchmath
saha nu Li …….euuuurrr teh ?!
mrmahesa said
@bro haniifa..
sebenernya penjelasan dari teman2 ahli matematika diatas ini sangat mudah dimengerti,karena mereka ahli dalam bidangnya.
begini saya punya soal..
berapakah A,B,C dan B+C…?
Bisa jadi.
Maka
karena..
Nah sekarang saya kebingungan B+C=..??
Kira-kira ada yg mau bantu gak..??
haniifa said
@Mr. Mahesa
Nah sekarang saya kebingungan B+C=..??
__________________
A-A = 0
A = A
Oke:
1 = 0/0
so….
B + C = ?!
Gampang bro….
B = A
C = – A
(B) + (C) = ?!
(A) + (-A) = ?!
A – A = O
A = A
Jump to Oke :
Wassalam, Haniifa.
mrmahesa said
Sepertinya jawabannya masih kurang sedikit lagi…hoho
salam
____________________
@Mr Mahesa
Ohhh sori… lupa sayah !!
B + C = ?!
Jika B+C = A maka A = B+C
Jika A=A maka 1 = A/A
Sehingga….
1. B := -A dan +C = A
x = 1/A + 1/B + 1/C – 1
x = 1/A + (1/-A) + 1/A – 1
x = 1 -1 +1 -1
x = 0
x = 1/A + 1/B + 1/C -1 dipenuhi jika (x=0 dan A=1 dan B=-1 dan C=1)
Atau…
2. B = A dan +C = -A
x = 1/A + 1/B + 1/C – 1
x = 1/A + 1/A + (1/-A) – 1
x = 1 +1 -1 -1
x = 0
x = 1/A + 1/B + 1/C -1 dipenuhi jika (x=0 dan A=1, B=1 dan C=-1)
Kalau masih kurang boleh juga @Mr…. jika (x=0 dan A=-1, B=1 dan C=1)
Wassalam, Haniifa.
Vira said
@Mr.Mahesa
Gampang,
B+C=?
B+C=K
B+C^K
BeCaK
Yuk kita bernyanyi bersama
“Dipucuk pohon cemara…
Burung mahesa berbunyi…
Trilili…lili…lili..lili.
___________________
@Mba Vira
Saya suranyah… tidak terdengar…
Salam riang selalu, Haniifa.
jelasnggak said
nyanyi-nya bukan gitu tuh vir…
gini nih..
bila isroil
datang memanggil
jazad terbujur
di PAMBARINGAN
seluruh tubuh
akan menggigil
sekujur badan
kan KADINGINAN
tereng.. tereng.. duuuuuuudddddT
Suara rebana mode:on
_________________
@Mas Jelasnggak
Tumben nggak pakai lank-link-lunk… kehabisan soara yach hehehe
Trims’ yach, nambah-nambah bilangan
Wassalam, haniifa.
konyol said
@haniifa
maksud nambah-nambah bilangan itu adalah :
(otak linglung)/(otak lingkung) = 1 orang otak linglung = @jelasnggak …
Fietria said
@ Jelasnggak
bila isroil
datang memanggil
jazad terbujur
di PAMBARINGAN
seluruh tubuh
akan menggigil
sekujur badan
kan KADINGINAN
Tuhhhhhhhh…….bener kan? Kamu orang kaltim?
PAMBARINGAN = PEMBARINGAN
KADINGINAN = KEDINGINAN
Huahahahahaa………rancak bebahasa banjar lah?
Hihihihi akhirnya ……
@mas haniifa
Lagu aslinya bukan begitu….
Lagu aslinya pakai bahasa Arab
Di daerah saya memang sering Ibu-Ibu seminggu sekali pada hari kamis mengadakan acara rebana pakai gendang.
Biasanya yang dibaca lebih dahulu adalah doa-doa baru dimulai rebananya.
Saya lupa nama doanya..tapi awal katanya Isro…apa gitu tapi yang jelas bukan Isroil.
Tuh anak udah ketahuan dari logat bahasanya pakai bahasa banjar, kaltim tapi enggak mau ngaku juga.
Di kaltim bahasa banjar memang sudah jadi bahasa pergaulan, jadi walau beda suku tidak masalah. Justru mereka yang beda suku akhirnya bisa berbahasa banjar.
seperti jelasnggak, contohnya. Udah ketahuan dari awal kalau dia mengerti bahasa banjar.
haniifa said
@mba Fietria
Begitulah kalau maling (baca: @jelasnggak) teriak maling, hehehe…
Ternyata @mba Fietria jeli sekali.
Wassalam, Haniifa.
haniifa said
@Mba Vira
Saya kasih rahasia matematika yach, pagi-pagi morning ini dan sampean nyanyi tralala-trilili…
B+C = A
B*C = A
B^C = A
Berapakah B dan C sehingga nilai A memenuhi tiga persamaan tersebut sekaligus ?!
(sepertinya nggak mungkin yach hehehe )
B = 2
C = 2
A = 4
Kemudian jika operasi pembagian, bigimana ?!
B/C = A
2/2 = 1
0/0 = 1
Note:
Sekarang sampean sudah mengerti bukan !!.
Nah silahken baca yang berikut agar lebih mengerti, mengapa umat Islam senantiasa mengucapkan Assalamu’alaikum ?! –::Click dunk::
(Kemudian jika operasi akar, cari sendiri yach… kan udah pinter !! , kalau nggak tahu akar masalah … eh… maksudnya masalah “akar”, @mba tanya sama ahlinya beliau adalah pakar akar…
)
Wassalam,Haniifa.
hapitri said
0/0 = undefined…
huh???
nothing divided by nothing… well… it’s nothing! or indefinite?
haniifa said
@Mba Hapitri
0/0 = 1
if pakai “mathematical methods algorithm” maka definitif…. dung.
adi isa said
guru,..dilawan…
jelasnggak said
guru ngaji dia ..?
panteesss!
Konyol said
@manusia nggak jelas
guru ngaji dia ..?
matamu itu kalau liat ceweq cantik jelalatan mirip lalat ijo…
pengamat said
kesini karena undangan haniifa di sini…
makin lucu aja…jadi yg salah ini Al-Quran ato haniifa yg salah nerjemahkan…
karena saya orang Islam, maka saya tidak akan mengatakan Al-quran itu salah…kesimpulannya…
adi isa said
lha, apa pasal?
haniifa said
@Pengamat
karena saya orang Islam, maka saya tidak akan mengatakan Al-quran itu salah…kesimpulannya…
____________________________
Hua.ha.ha…. sampean islam, munafiqun kali…
Nehhh undangan asli saya, seharusnya sampean koreksi kalau benar-benar islam.
Perhatikan (QS 112:1) tidak saya latinken…
“
-Qulhu Allahu Ahad-” seharusnya “Qulhu Wa Allahu Ahad”*** Seharusnya yang saudara teriaki: “WA”-nya kemana ?! ***
Menurut teori kemungkinan :
1. Sampean tidak bisa IQRO 1
2. Sampean bukan ISLAM
3. Sampean Islam-islaman alias munafikun.
Tapi saya lebih cenderung sampean ini dungu…
Wassalam, Haniifa.
pengamat said
waduh saya dibilang munafiq, enggak apa2, lagian yang berhak menilai keimanan saya hanyalah Allah SWT, yang bisa saya lakukan hanyalah mengamalkan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya..
dan dari tadi saya tidak teriak2 ya..anda ini semakin lucu saja..
sejujurnya saya terpesona dengan tulisan arab yang anda tulis di atas dan saya tidak begitu memperhatikan tulisan latinnya..meskipun saya tahu itu salahpun saya masih tetap akan berbaik sangka bahwa anda mungkin salah ketik, karena tulisan arab anda cukup indah..
Menurut teori kemungkinan :
1. Sampean tidak bisa IQRO 1
Alhamdulillah saya sudah bisa membaca Al-Quran, jika anda tidak percaya saya bersedia Qiroatul Quran bareng anda.
2. Sampean bukan ISLAM
InsyaAllah sampai hari ini saya Islam dan akan tetap Islam sampai akhir jaman, karena saya yakin hanya Islam agama yg paling benar di sisi Allah
3. Sampean Islam-islaman alias munafikun.
No comment untuk hal ini, seperti yang saya bilang diatas..yang bisa saya lakukan hanyalah mengamalkan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, biarlah Allah yg menilai tingkat keimanan saya.
Tapi saya lebih cenderung sampean ini dungu…
kalau yang ini anda betul, saya memang dungu dan bodoh, karena itu saya berusaha terus untuk belajar..dan dari apa yg saya pelajari dari SMA sampai sekarang saya tahu bahwa 0/0 tidak sama dengan satu.
____________________
@Mas Pengamat
Alhamdulillah…
Jangan gitu ahhh… kan namanya juga TEORI KEMUNGKINAN, jadi MUNGKIN saja saya yang salah menilai sampean bukan !!!
Atau mungkin juga sampean yang SALAH.
Wassalam, Haniifa.
Eagle said
@pengamat
kehhhh.hoak.hoak
dari pada petangtagn-petengteng, coba amati artikel-artikel, kalau saja bisa memberikah hujah yang lebih baik, aku angkat jadi ustadzku !!
haniifa said
@mas Pengamat
dan dari tadi saya tidak teriak2 ya..anda ini semakin lucu saja..
________________________
Siapa yang bilang sampean teriak2… coba baca ulang yang benar.
teriak2 = TIDAK TENTU jumlah teriakannya
teriaki = SATU teriakan …
Jadi meragukan IQRO-nya. dan ternyata sampean salah nerjemahkan…
kalau yang ini anda betul, saya memang dungu dan bodoh, karena itu saya berusaha terus untuk belajar..dan dari apa yg saya pelajari dari SMA sampai sekarang saya tahu bahwa 0/0 tidak sama dengan satu.
)
________________________
Coba cari di @mbah Gugel
Probability and Statistics for Engineers and Scientists
(Kemungkinan saya tahunya 0/0=1 setelah belajar ini lho. !!, tapi sayah juga lupa lagi… dah lama sekali seeh
** info tambahan **
Ronald E. Walpole : Guru besar Matematika dan statistika di Roanoke College
Raymond H. Myers : Guru besar Statistika di Virginia Polytechnic institute and State University
Selamat belajar, Haniifa.
pengamat said
kemaren saya sudah mencoba membaca beberapa artikel anda di blog ini..Subhanallah itulah kata pertama yg bisa saya ucapkan..saya sangat kagum dan salut pada sdr. haniifa yang insyaAllah saya yakin mempunyai pengetahuan agama yg mumpuni tetapi tidak melupakan pengetahuan umum seperti sains..saya jadi inget beberapa teman masa kecil saya yang menganggap remeh sains dan ilmu pengetahuan dan hanya mempelajari agama saja..hal ini sangat bertolak belakang dengan beberapa ilmuwan luar negri (terutama Eropa) yg pernah saya temui, dimana mereka justru hanya mempelajari sains tapi melupakan agama (atheis)..sehingga ketika membaca beberapa artikel dari sdr. haniifa ini saya sangat senang ternyata masih ada muslim yg bisa menyeimbangkan antara agama dan sains..sehingga mungkin seperti semua harapan kita semua Islam bisa kembali jaya dalam segi apapun termasuk bidang sains dan kita tidak hanya terlena pada romantisme kejayaan masa lalu..
tapi meskipun begitu ada juga beberapa artikel yg membuat saya khawatir (tidak saya sebutkan di forum terbuka seperti ini karena takut digunakan pihak non-Islam untuk menyerang balik kita). Hal yg membuat saya khawatir adalah adanya beberapa miskonsepsi dari penafsiran sdr. haniifa tentang Al-Quran yg dihubungkan dengan sains…saya memaklumi hal ini, kita semua sebagai manusia biasa pasti pernah berbuat salah, seperti saat sdr. haniifa dan sdr. konyol mengingatkan saya untuk tidak menjadi munafiqun dan senantiasa mengutamakan Quran, alhamdulillah saya mengucapkan beribu terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada anda berdua karena telah mengingatkan saya dan membuat saya senantiasa akan selalu mengoreksi diri..dan hal itu jugalah yg memotivasi saya untuk menulis ini, agar kita senantiasa watawa saubil haq watawa saubil sabr, tidak ada maksud lain..karena cita-cita kita saya yakin sama, mengembalikan kejayaan Islam dalam dunia sains.
saya menyadari kekhawatiran para matematikawan di blognya Aria, saya yakin mereka tidak pernah mencoba menentang suatu agama tertentu, yg mereka lakukan hanya berbicara sesuai bahasa yg mereka tahu, bahasa Ilmu pengetahuan, bahasa matematika yg logis, dan saat kita tidak bisa memberikan logika yg benar secara matematis jelas akan ditentang…hal inilah yg saya khawatirkan, sebab ada beberapa tulisan anda (beberapa dalil aqli) yg bila saya presentasikan didepan professor2 saya, pasti akan ditertawakan karena dasar logikanya yg lemah (tentu saja bila saya mengemukakan dalil naqli mereka cuman bisa melongo dan bertanya “what are you talking about?”
)..
padahal saya yakin bukan hal ini yg diinginkan sdr. haniifa dan rekan2 di sini kan..kita semua tidak ingin bahwa bila kita menyajikan dalil naqli dan dalil aqli yang hanya akan menjadi bahan tertawaan para profesor2 itu karena tidak logis secara matematis..tentunya yg saya inginkan (saya harap ini juga yg anda semua inginkan) bahwa saat kita mengucapkan kalimat2 Al-Quran kepada para profesor2 itu, mereka bisa menyadari betapa indahnya Al-Quran ini, dan menyadari bahwa Islam adalah agama rahmatan lil alamin..
selain itu terima kasih atas referensi bukunya, ya saya sudah pernah membaca buku itu, tapi sebenarnya buku mata kuliah probability saya dulu adalah: Introduction to Probability Model karangan Sheldon M. Ross
kalau untuk probability yg lebih matematis saya menggunakan: Introduction to Probability dan Mathematical Statistic karangan Lee J. Brain dan Max Engelhard.
tapi saya pikir esensi dari ketiga buku itu sama saja, dan mohon maaf dari ketiga buku itu saya tidak menemukan argumen yg mendukung pernyataan
semoga kita selalu saling mengingatkan…salam ukhuwah dan semoga semangat menuntut ilmu kita semua tidak akan pernah padam, sehingga tercapai cita2 luhur kita semua..harapannya dapat muncul scientist2 seperti sdr. haniifa ini yg tidak hanya pakar ilmu tapi juga kuat keislamannya..amin
haniifa said
@Mas Pengamat
Alhamdulillah…
Saya yakin saudara sudah membaca beberapa artikel pada blog ini, dan memang ini yang sesungguhnya perlu saudara ketahui sebelum menjatuhkan vonis bahwa saya adalah seorang yang menyiarkan ilmu sesat (baca kembali komentar saudara, selain disini). Insya Allah sebagai muslim tentu saudara hapal dengan apa yang yang disebut qishash, mungkin saudara tidak membayangkan efek domino dari statmen tersebut, tapi bagi saya artinya harus mereview ulang semua artikel-artikel yang sekian tahun saya pelihara, padahal esensi perbedaan antara kita hanyalah mengenai hasil dari 0/0=1 dan saudara @Pengamat merasa 100% salah sementara lain saya menganggap juga 100% benar, untuk itulah saya mengajak saudara mengingatkan kembali teori kemungkinan, siapa yang sesungguhnya mendekati benar dalam suatu event yang percist (mohon maaf bukan untuk mencari value 0/0=1), yang kedua saya berikan sedikit “info tambahan” hanya pengujian kepada saudara saja, bagaimana tingkat kejelian saudara dari suatu informasi yang sederhana.
Ok, saya buka sekarang !! “info” tersebut hanya didapat pada buku edisi ke dua, saya umpan perkiraan, Dengan siapa dan bagaimana rupa lawan bicara saudara ?!
padahal saya yakin bukan hal ini yg diinginkan sdr. haniifa dan rekan2 di sini kan..kita semua tidak ingin bahwa bila kita menyajikan dalil naqli dan dalil aqli yang hanya akan menjadi bahan tertawaan para profesor2 itu karena tidak logis secara matematis..tentunya yg saya inginkan (saya harap ini juga yg anda semua inginkan) bahwa saat kita mengucapkan kalimat2 Al-Quran kepada para profesor2 itu, mereka bisa menyadari betapa indahnya Al-Quran ini, dan menyadari bahwa Islam adalah agama rahmatan lil alamin..
_________________________________
Saya lebih takut ditanyai pertanggung jawabkan oleh Allah subhanahu wa’tala kelak dikemudian hari, atas ilmu hitung yang saya pelajari.
Singkatnya tidak menjadi masalah saya ditertawakan didunia, tapi diakhirat insya Allah saya bisa tertawa riang gembira, Amin.
Teriring salam hangat, Haniifa.
Ayruel Chana said
@mas pengamat
perhatikan lagi tuch artikel…jgn anda salah paham dulu…
0 disini bukan dalam arti kosong atau tidak ada…nich saya copikan lagi artikelnya :
Bukti:
1. Jika A=0, C=0 dan B=1 maka 0/0 = 1/1
2. Jika A=0, C=0 dan B=0 maka 0/0 = 0/0
A/A = 1/1
mas aria…terlalu cepat mengambil kesimpulan…
Eagle said
@pengamat dungu
bisa baca nggak : قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
kalau bigitu coba sampean amati dulu… !!…. utamakan AL QUR’AN
PakarMatrix said
Mana ahli matematika nich…? Tak ada yg nongol lagi.

__________________
@Mas PakarMatrix
Trim’s atas kunjunganya
Wassalam, Haniifa.
Entahlah said
http://spektrumku.wordpress.com/2009/06/30/debat-matematikapun-bisa-sekocak-debat-politik/#comment-8503
______________
@Mas Entahlah
Entahlah said
Tak tega saya ..meliat saudara haniifa selalu dihina berame2…
mereka menghina karena kebodohan mereka…ma’apkanlah mereka wahai saudaraku haniifa…
saya sanggah mereka disana :
http://spektrumku.wordpress.com/2009/06/30/debat-matematikapun-bisa-sekocak-debat-politik/#comment-8503
semoga mas haniifa selalu diberi kesabaran dan dilapangkan dadanya…
dari saudaramu yang selalu membelamu…
haniifa said
@Mas Entalah
Saudaraku yang dirakhmati Allah,
Semoga senantiasa di berikan taufik dan hidayah dari Allah subhanahu wa ta’ala, hati ini bergetar bukan karena caci maki dari rekan-rekan, namun getaran ketulusan saudara-saudara yang senantiasa membela tanpa pamrih pada artikel sederhana ini.
dari saudaramu yang selalu membelamu,
Amin.
Alhamdulillah…Alhamdulillahi rabbil’alamin.
Teriring salam yang dalam, @Haniifa.
Apakah Al-Khwarizmi telah salah? « Proof { } said
[...] Mas Haniifa yang mengatakan 0/0=1 atau Sang Matematikawan (muslim) terbesar sepanjang sejarah yang mengatakan 0/0 tak terdefinisi Possibly related posts: (automatically generated)ESQ ngacoThe Real Wonder WomenOmong kosongHukum Mengucapkan Selamat Natal [...]
zoudib said
mas haniifa..
sedikit saran. alquran diturunkan dengan asbabun nuzul yang jelas. kita dengan amat sangat diwajibkan membaca, mempelajari, dan mengamalkannya semaksimal mungkin. dalam mempelajari tentu ada pemahamannya. al quran itu global. bagian lain menjelaskan lainnya. sebagian besar lain dijelaskan lewat tutur kata dan perbuatan nabi, al hadits.
kali ini anda menuliskan :
Surah Al Ikhlash adalah suatu “touchstone” keiklasan hati dan akal fikiran, atau boleh juga diartikan sebagai batu ujian “Ketaqwaan”.
Hanya dengan SATU ayat saja, Al Qur’an mampu memecahkan asal-muasal notasi bilangan.
Naqli= (Kebenaran Mutlak)
Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Satu” (QS 112:1)
Aqli = (Kebenaran Relatif)
bla..bla..bla..
saya tidak akan mengomentari perihal matematika karena saya adalah juga orang awam. sebagai muslim pun saya juga awam. tapi saya berani pastikan bahwa anda tidak punya cukup dasar yang kuat menghubung-hubungkan surat Al Ikhlas dengan sebuah “ketetapan manusia” 0/0= apapun hasilnya. dan tidak pantaslah sebuah ayat-pun dalam alQuran diterjemahkan sekenanya untuk dijadikan landasan pembenaran sebuah hukum manusia. wallohu a’lam.
haniifa said
@Mas Zoudib
dan tidak pantaslah sebuah ayat-pun dalam alQuran diterjemahkan sekenanya untuk dijadikan landasan pembenaran sebuah hukum manusia.
_____________________________________________
Satu saja dari saya tidak usah banyak-banyak.
Siapakah yang mendekati benar antara #Haniifa atau Dr. Rashad Khalifa ?!
Rasanya saya dengan beliau sama-sama menghitung, dan menerjemaah ayat-ayat Al Qur’an.
Kalau saudara menjawab Dr. Rashad Kalifa atau tidak ada yang mendekati benar, maka tunjukan kepada saya hujah saudara.
tapi saya berani pastikan bahwa anda tidak punya cukup dasar yang kuat menghubung-hubungkan surat Al Ikhlas dengan sebuah “ketetapan manusia” 0/0= apapun hasilnya.
_____________________________________________
Kalau saudara tidak bisa membuktikan apapun atas pertanyaan saya diatas, maka mohon maaf tulisan saudara (baca: Zoudib berani pastikan) adalah ucapan-ucapan yang sangat sombong/takabur dimata saya.
Wassalam, Haniifa.
watchmath said
Kang mendakan nu kieu yeuh di pesantren.or.id. Kumaha tah pangemut akang?
“Imam al-Suyuthi menyebutkan bahwa, seorang mufassir harus menguasi nahwu, shorrof, istihqoq, ma’ani, bayan, badi’, qiro’ah, ushuluddin, ushul al-fiqh, asbab al-nuzul, qishosh, nasikh wa al-mansukh, fiqh, dan hadits-hadits yang menerangkan al-Qur’an, disamping itu ia juga harus mengamalkan ilmunya”
haniifa said
@Kang Watchmath
Hapunten nya, abdi emut ka ayat nu ieu:
Tangtos percaya jeung yakin ka IMAM nu diangkat ku Allah subhanahu wa ta’ala, sehingga metodologi yang dipakai yaitu Milah Nabi Ibrahim a.s
Dari ayat diatas saya tidak tahu kadar keimanan tiap-tiap orang, atau hanya Allah saja yang tahu.
Dan saya tidak mengubah tafsiran (QS 112:1) bukan !!
Al Qur’an : قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
Latin : Qulhu Wa Allahu Ahad
Tafsir mufasir : Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Satu”
Haturnuhun tos diemutan.
Wassalam, Haniifa.
zoudib said
assalaamu’alaikum..
halo2 mas haniifa ketemu lagi.. pakabar mas??
sori deeh kalo kata-kata ana menyinggung mas haniifa, atau kalo ana terkesan sombong.hapunten pisan nya??
saya juga tidak perlu banyak-banyak mas tentang yg satu itu. saya udah baca beberapa kali artikel tersebut.tidak banyak yang bisa saya sampaikan selain: ANDA memang jelas tidak bodoh, walaupun saya belum bisa judge mana yang mendekati benar diantara pendapat mas hanifaa dan dr rashad.
tapi saya tidak akan melihat jauh2 kompetensi mas haniifa dan tulisan2 mas haniifa, saya yakin anda memang ok punya. tapi untuk yang satu ini TETAP saja saya tidak bisa memahami jalan pemikiran yang melandasi mas haniifa menulis dengan surat Al Ikhlas ayat 1, lantas menjadi tersimpulkan 0/0=1. aduuh, tolong lah mas, APA DASAR SAUDARA???????????
seandainya kata2:
“Surah Al Ikhlash……..” sampai dengan kata
“…..(QS 112:1)”
dihilangakan
saya pasti tidak akan mempermasalahkan tulisan anda ini,
(walaupun sebenarnya secara eksakta saya jelas ga bisa nerima 0/0=1) hehe
salam hangat
zoudib
__________________________
Wa’alaikum Salam, @Mas Zoudib
halo2 mas haniifa ketemu lagi.. pakabar mas??
_____________________
Kabar saya baik-baik saja, memang ada sedikit sibuk minggu-minggu ini …. biasalah urusan internal nyonya hehehe.
Semoga @mas senantiasa dirakhamati oleh Allah, Amin.
kalo ana terkesan sombong.hapunten pisan nya??
_____________________
Lupakan saja, demi kemajuan bersama… rasanya para calon dokter juga tidak berkesan ngeri saat mempelajari mayat manusia.
mas haniifa menulis dengan surat Al Ikhlas ayat 1, lantas menjadi tersimpulkan 0/0=1. aduuh, tolong lah mas, APA DASAR SAUDARA???????????
_______________________
Silahkan @mas baca dengan hati-hati :
http://haniifa.wordpress.com/2009/07/04/logika-001-atau-100-tamat/
Selebihnya insya Allah, akan saya publish mengenai artikel yang terkait dengan 0/0=1 secara ilmu hitung.
Wassalam, Haniifa.
Konyol said
@zoudib
saya baca artikel haniifa yang lain, dan anggap saja tidak pakai ayat atau coret saja bagian yang tidak kamu sukai
“Simulasi ini ditemukan oleh Dr. Eng Halis Aydemir. Menarik untuk disimak dari sini”saya tunggu panjenengan boss, disana…
zoudib said
@mas konyol,
oke mas, meluncur ke tkp
zoudib
Konyol said
wahhh… bakalan seru nih !!
nonton ahhh. hehehe…
konyol said
Bagaimana Om, kok hening-hening saja komentarnya… hehehe
Ayruel Chana said
http://ariaturns.wordpress.com/2009/01/03/001/
haniifa said
@Mas Ayruel
hehehe…
semua bilangan asli sama lho…. « Proof { } said
[...] saja kalian tahu hal tersebut salah. Itulah salah satu alasan 0/0 tidak terdefinisi, jadi buat yang masih percaya 0/0=1. silahkan kelaut [...]
Logika 0/0=1 atau 1=0/0 « Haniifa said
[...] Posts Al Qur'an membuktikan bahwa bilangan nol bukan misteri.Al Qur'an mengenalkan operator logical baruShalat yooAboutRahasia Al Qur'an dibalik huruf [...]
dedekusn said
Debatnya seru Kang….
____________________
@Kang Dede Kusn
#Haniifa.
adi isa said
0/0 = 1…
kang, bolehkah dikatakan nol adalah kekosongan?
dalam kontek keberadaan ketuhanan, kekosongan=ketiadaan.
apakah anda setuju? tks
salam hangat.
haniifa said
@Mas Adi Isa
Sebagai mana ayat yang saya artikelkan, bahwa :
Idenya adalah bahwa Allah itu Maha Gaib, dan kegaibanNya tanpa cacat sedikitpun… artinya berbeda dangan makhluk ciptaanya termasuk Para Malaikat dan Jin.
Jika boleh kita notasikan perihal yang gaib adalah seperti bilangan maka bilangan tersebut adalah NOL.
Contoh :
{} = tidak mempunyai anggota atau nill.
{0} = mempunyai anggauta SATU
{1} = memepunyai anggauta SATU
{1+0} = mempunyai anggauta SATU sebab jika digabung = {1}
{1+0-0} = …idem…
{0,1,2..i } = mempunyai anggauta n
kang, bolehkah dikatakan nol adalah kekosongan?
_________________
Tidak boleh, sebab kita semua harus mengakui bilangan nol adalah nyata digunakan dalam keseharian.
dalam kontek keberadaan ketuhanan, kekosongan=ketiadaan.
_________________
Didalam tatabasa kita; “ke-an”, pada kata dasar “kosong” bisa menjadi kata benda/sifat sehingga : “kekosongan=ketiadaan dalam kontek keberadaan ketuhanan menjadi benar”. karena itulah Allah hanya mengenalkan asmaul husna.
kekosongan = ketiadaan… ketiadaan Agama berarti Konsep ATHEIS, ketiadaan = {} .
(sifat:kekosongan)/(sifat:ketiadaan) = hanya SATU asal muasalnya yaitu Asma Allah subhanahu wa ta’ala.
*** Allah itu Qiyamuhu bi nafsihi (Allah itu berdiri dengan sendirinya) {0}=jumlah anggauta SATU, Konsep MONOTHEIS ***
Catatan :
1=1
2=1
3=1
n=1
Konsep POLITHEIS = Tuhan itu banyak 1=1, 2=1, 3=1… dsb.
Adalah filsafat “abstrak matematis” yang keliru jika dikatakan wujud Allah (baca: Pencipta) melekat pada diri kita (baca: manusia itu ciptaan Allah) , tapi sebenarnya adalah sifat-sifat manusia merupakan derivasi sifat asmaulhusna yang Allah berikan lewat Al Qur’an.
Wa Allahu ‘alam.
Wasalam, Haniifa.
mumet said
@Kang Haniifa
Masih pusing..?! #@#X&
haniifa said
@Mumet
Masih pusing..?!
___________________
Coba saudara buka Al Qur’an, maka akan saudara dapati SURAH PERTAMA (baca: Al Faatihah) AYAT PERTAMA (baca: Bismillahir rahmanir rahim) berinitial angka SATU.
Kalimat “Bismillahir rahmanir rahim” ada 114 terdiri dari :
1. Al Faatihah : benomor 1 (SATU)
2. 112 surah : tampa nomor (NOL)
(catatan: (QS 27:30) mempunyai 2 kalimat tsb)
Sekarang perhatikan relasi UMUL KITAB = (112 surah : Al Faatihah ==> (QS 112:1)…
Qulhu wa Allahu Ahad
Wassalam, Haniifa.
Konyol said
memang benar
mumet = pusing
satu kepala = (Mumet)/(Pusing)…
adi isa said
sejatinya saya cukup paham dengan penjelasan bro haniifa,
berbicara ketiadaan, atau kekosongan bukan dalam konsep bilangan
saya sepakat, cuman pernah saya peroleh pengetahuan, bahwa
dalam ketiadaan itulah disebut alam ketuhanan, namun bukan berarti ketiadaan disini
adalah nihil. Allah hadir dalam alam ketiadaan manusia, sebab jika Allah menzahirkan keberadaannya, maka semua menjadi musnah.
ya, itu cuman sekilas aja bro haniifa, kalau belum setuju,
sah-sah saja..oke. apalagi kalau sudah sepemahaman.
tks, atas penjelasan sebelumnya.
salam hangat.
jelasnggak said
Nih baca… biar pinter… biar ngga di gua hira terus….biar ngga ketutup terus tuh otak..biar bisa menghadapi kaum agnostik dan ateis.
http://jelasnggak.wordpress.com/2009/07/04/bagaimana-membuktikan-tuhn-itu-ada-bagian-1/
..
Tapi harap jangan GR, biarpun kalian saya bagi tips and triks menjawab atheis,…
tetap muhammad bukan nabi..
amin
adi isa said
emang loe, udah pinter?
ragu aku padamu?
itu tuhanmu jesus, kapan benar-benar jadi tuhan?
saat beol, masihkah jadi tuhan?
mrmahesa said
Bro..koq hampir sama dgn artikel yg saya tulis neh,.disini
haniifa said
@Mr. Mahesa
Subhanallah
Betul hampir sama, mungkin dalam persepsi yang lain…
Wassalam, Haniifa.
adi isa said
mr.mahesa
nice artikel.
Eagle said
Kalau saudara berpendapat tidak ada nabi dalam agama saudara, tolong jangan memaksa kepercayaan orang lain.
jelasnggak said
Umm…. tunggu..tunggu..
Hmmm..
kayaknya saya ngomongin muhamad deh……
kok kamu tiba2 ngomong nabis di agama saya sih…?
wah..wah..
kanan ke kiri lagi nih tampaknya…
konyol said
tetap muhammad bukan nabi..
kecuali situ ngomong tetap muhammad bukan tukang bakso…
tungguin ajah muhammad tukang bakso lewat…
Logika 0/0=1 atau 1=0/0 (tamat) « Haniifa said
[...] Posts Logika 0/0=1 atau 1=0/0Al Qur'an membuktikan bahwa bilangan nol bukan misteri.AboutRahasia Al Qur'an dibalik huruf HijaiyahAl Qur'an mengenalkan operator logical [...]
jelasnggak said
Bukti alquran hebat :
1400 tahun yang lalu orang arab sudah mengenal batu bata..
ini terbukti dari surah di quran :
“Alib BATA ahh”
.
.
.
.
penonton : jangan gitu loe jel…
jelasnggak : aduh…kikikik… sori deh…hu hu hu..hi hi hi.. .. ngga kuw.kuw..nahan ketawanya..
masyono9 said
@Jelas Nggak
Kamu ya gak mampu memberikan komentar tulisan tersebut diatas… jadi ngomongnya ya ngelantur…..
Dah jaga aja warnet… sambil main game…. gak usah komentar tentang tulisan yang kamu sendiri bingung membacanya
nanti orang semakin heran…
“tololnya anak ini”
jookut said
ini haniifa nih
blogger favorit saya dach
postingnya hebat-hebatlah
meski ga ada dikit pun yang saya ngerti
maklum matematika mbwat kepala saya ‘pusing’
untung ga 7 keliling
__________________
@mas Jookut
Terima kasih @mas, lama tidak bersua…
Salam hangat selalu, Haniifa.
masyono9 said
@Haniifa
Kepalalku lagi pusing nich
rasanya seperti:
0/0 = 1
1 = 0/0
tapi yang paling jelas adalah:
1 = 1/1
Hehehehehe
Mumeeeet ngurusin kerjaaan
idididididihhhh
_________________
@mas Yono9
#Haniifa
Matanya ter balak-kosong « Haniifa said
[...] jauh lebih sulit menerangkan kepada orang-orang yang pintar keblinger dibandingkan kepada orang yang pura-pura pintar, untuk menerangkan 0/0=1 maka bermacam cara saya [...]
Charles Babbage bukanlah ahli sempoa « Haniifa said
[...] Posts Award balasanLogika 0/0=1 atau 1=0/0 (tamat)Al Qur'an membuktikan bahwa bilangan nol bukan misteri.Hasil perolehan sementara tanggal 8 Juli 2009Logika 0/0=1 atau [...]
lovepassword said
Setelah aku blogwalking kemana-mana – Baru nyadar aku, tulisanmu yang ini laris bener. Hi hi hi. Sampai ditanggapi di banyak blog lho.
haniifa said
anak TeKa said
Aku ingin penjelasan yang ga muluk-muluk donk, ga perlu limit, ga perlu assembly, ga perlu boole, tapi penjelasan yang biar aku ngerti.
Jadi ya, yang pake apel atau jeruk gitu donk mas hanifa, kan tujuannya mencerdaskan semua orang, aku juga pengen punya pemikiran kayak mas, tapi bantu aku dengan penjelasan 0/0 = 1 pake contoh nyata yang paling simpel aku pahami.
Oke mas, aku tunggu lho …
haniifa said
@Anak Teka
Kembang jeruk artinya belum menjadi buah jeruk, lalu hutang jeruk (-) nunggu kembang jeruk berbuah jeruk bukan buah aple… bigitulah kira-kira…
#haniifa.
anak TeKa said
trus yang menjelaskan 0/0 = 1 yang mana mas hanifa? aku masih belum ngerti mas, maklum mas IQ ku jongkok, masih TK, ayo mas berusaha nerangin ke aku!!
Hidup mas Hanifa…
haniifa said
@Anak Teka
Jika ada 1 (seorang anak teka) yang cukup sabar (0) maka menunggu kembang jeruk (0)
Jika ada 1 (seorang anak teka) tidak sabar (1) maka membeli sebuah jeruk (1)
#Haniifa.
konyol said
@anak teka
Kalau lagi kebelet kebelakang “burungnya” dipegang yach, biar lurus…
Lebih Konyol said
Konyol JancuuuuuuuKKKKKKKK…..
konyol said
@Lebih Konyol
Lebih JancuuuKkkk…cukkk.cukkk. cu..kek.kek.kek
Lebih Konyol said
Silite makmu angop ha..ha..ha..
konyol said
@Lebih Konyol
Silite mbo-e mu LEBIH mambu….
Kek.kek.kek…. udah gede khok, masih netek silit mbok-e
Anak TeKa said
Tetep aja mas Hanifa, eh salah, mas haniifa, i nya ada dua.
Aku masih belum ngerti, maafin aku ya mas, aku bener-bener belum ngerti.
Penjelasannya yang simpel dunk mas, yang langsung mengarah ke 0/0 = 1 and contohnya riil kehidupan sehari-hari gitu lho.
Thank you mas, tak tunggu jawabannya, n aku terus dukung mas buat 0/0 = 1, tapi minta contoh dulu ..
haniifa said
Biar SATU bigimana kalau contohnya SATU yac.. Oom
Sampean telah kumaafken atas kebingungannyah.
Anak Teka said
Masih belum ngerti mas Haniifa….
IQ ku memang jongkok poll, tapi aku mgerti waktu guruku jelasin 6 + 2 = 8 pake contoh enam apel ditambah 2 apel jadinya 8 apel. Lha terus kalo 0/0 = 1 pake contoh yang sederhana ajah mas gimana?, contoh yang paling gampang yang aku temuin di kehidupan sehari-hari mas.
Ayo mas, aku mendukungmu…
haniifa said
@Anak Teka
Kalau bigitu kembali lagi ke guru teka sampean, nanti kalau udah lulus baru tanya lagi kesini yach,,, anak manis
konyol said
@haniifa
kayaknya “baliau” anak play group yang belon lulus deh… hehehe… ngaku-ngaku udah teka
Hey… koe, anak teka gadungan.
jangan suka ngompol dicelana yah… anak teka gadungan
Anak TeKa said
Aku memang belum lulus koq. Masa nyerah ma anak TK, guruku udah ngaku salut ma sampean, and nyerah ga bisa njelasin 0/0 =1, makanya aku tanya empunya 0/0 = 1.
Maaf mas, tapi aku yakin mas bisa njelasin ke aku. Ayo semagadh…
konyol said
kek.kek.kek.
Dasar anak teka gadungan, setelah lulus teka kelak ko-e jadi guru atau menggurui… baru ko-e akui gicuhhh maksute
haniifa said
@Anak Teka
Beli SATU biji jeruk, kemudian sampean tanam… tunggu dengan sabar ya..nak, sampai berkembang dan jika sampean dapet JERUK baru tanya lagi.
Jeruk kok minum jeruk
anak TeKa said
Terima kasih mas Haniifa penjelasannya.
Tapi tetep aku belum bisa ngerti.
Aku cuman pengen penjelasan sesimpel mungkin, sehingga aku atau kakakku yang di SD juga paham. Ayo majukan pendidikan.
Assalamualaikum mas Haniifa, terima kasih.
haniifa said
Wa’alaikum Salam, @Anak Teka
Kembali kasih atas apresiasinya.
Sedikit saran sebelum berpisah, cari tante yang sudah es-em-pe siapa tahu bisa jelasin lebih simpel lagi.
Wassalam, Haniifa.
Cyan Toner For Laserjet 4500 said
Cyan Toner For Laserjet 4500…
Maret 13 2008 pada 9:20 pmAssalamu’alaikumSurah Al Ikhlash adalah suatu touchstone keiklasan h [...]…
____________________
@Oom Laser
Spam nyah berhasil Oom…
(baca: kecian dehhh lu… )
#haniifa.
Cekixkix said
@Om Haniifa
Kasian juga deh Om… Cekixkix…kix..kix…
Asal muasal bilangan biner dari Nabi Ibrahim a.s « Haniifa said
[...] berhitung juga berkembang baik. Satu-satunya kelemahan berhitung di zaman itu adalah tidak mengenal bilangan nol (0). Angka-angka dalam lambang bilangan Romawi, seperti I, II, IV, X, dan L bahkan masih digunakan [...]
Konsep bilangan biner berawal dari Al Qur’an « Haniifa said
[...] dari problema para ahli matematika yang tidak sependapat bahwa 0/0 = 1 atau 1/1 = 1, disini saya hanya memberi gambaran bahwa apapun [...]