حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Al Qur’an membuktikan bahwa bilangan nol bukan misteri.

Posted by حَنِيفًا on March 18, 2008

Maret 13, 2008 pada 9:20 pm

Assalamu’alaikum,

Surah Al Ikhlash adalah suatu “touchstone” keiklasan hati dan akal fikiran, atau boleh juga diartikan sebagai batu ujian “Ketaqwaan”.

Hanya dengan SATU ayat saja, Al Qur’an mampu memecahkan asal-muasal notasi bilangan.

Naqli= (Kebenaran Mutlak)
Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Satu” (QS 112:1)

Aqli = (Kebenaran Relatif)

Dalili 1:
Jika A=A maka A/A=1
Bukti:
1. jika A=A, maka 0=0.
2. Jika A/A = 1, maka 0/0=1, 1/1=1, 2/2=1 …dsb

Dalil 2:
Jika (A=B dan B=C) maka A=C
Bukti:
1. Jika A=0 maka C=0
2. Jika A=1 maka C=1

Resultante:

Dalil 3:
Jika A=C maka A x B = C x B
Bukti:
1. 0 x 1 = 0 x 1
2. 0 x 9 = 0 x 9
Dengan demikian : 0 = 0 x 1 = 0 x 9 (Benarkah ??)
Padahal 0 = 0 x 1 dan 0 = 0 x 9 adalah benar

Berdasarkan pembuktian dalil 1 dan dalil 2 maka :
jika A x B = C x B maka A/C = B/B
Bukti:
1. Jika A=0, C=0 dan B=1 maka 0/0 = 1/1
2. Jika A=0, C=0 dan B=0 maka 0/0 = 0/0

Kesimpulan: 0/0=1/1

*** 0/0=1 ***

__________________________________________________________________

(Maaf dengan tampa tendensi apapun saya pernah memcoba melontarkan masalah 0/0=1 pada yang lebih berkompeten dibidangnya, namun kurang memuaskan.)
Bukti dalil 3 belaku jika B/B=1
Jika A=C maka A x B = C x B (Bukti dalil 1)
Sebab hakekatnya adalah A x 1 = C x 1 keadaan setimbang yaitu persamaan sebelah kiri dikali satu begitu juga persamaan sebelah kanan dikali satu, oleh itu karena sangat “fair” jika A dibanding C adalah angka NOL yang “sama” karena faktor pengalinya sama yaitu satu, berbeda jika dengan kodisi NOL pada persamaan sbb: 0 x 1 = 0 x 9, faktor pengali sebelah kiri adalah satu sedangkan yang kanan adalah sembilan.

Oleh karena itu….
1. 0/0 = 9 sebab 0 = 0 x 9 benar…
2. 0/0 = 1 sebab 0 = 0 x 1 benar…

Tetapi tidak benar jika angka “NOL” kita rubah menjadi variabel, saya ilustrasikan pada pernulisan code program:

A = A * 9 hasilnya akan berbeda dengan A = A * 1
tapi kalau anda menulis code program:
A * 1 = A * 9 Saya jamin tampil pesan “Sintax error:D
__________________________________________________________________

Untuk menambahkan keyakianan anda bahwa 0/0=1, coba anda simak dalil Naqli ini [Surah Asy Syam 8] yang mengadung pesan “Kesetimbangan Kiri=Kanan” :

“maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,” [QS 91:8]

Wassalam, Haniifa.

192 Responses to “Al Qur’an membuktikan bahwa bilangan nol bukan misteri.”

  1. [...] ;Dalil 4: ; Pembagian bilangan 0 yang tepat 0/0=1 [...]

  2. agorsiloku said

    Mungkin karena mengalami penurunan daya ingat :D atau memang dasar matematikanya masih kurang, saya masih bingung lo Mas Haniifa. Bagaimana dengan 0-0 =0; 0+0 = 0 ; 0 pangkat 0? :(

    @
    penurunan daya ingat … sama :D
    Mengenai 0-0=0+0, kira kira setimbang karena tidak melibatkan operasi kali bagi.
    Seadainya kita hilangkan lambang 0 maka – = + …?
    Mengenai 0 pangkat nol ? Coba mas klik disini

    • hanif said

      Subhanallah hebat ya???Baru kali ini saya mendapati blog yang sangar.0/0=1 ya?
      Kalo begini gimana mas Haniffa
      a=b
      aa=ab
      aa-bb=ab-bb
      (a-b)(a+b)=b(a-b)
      a+b=b karena a=b, maka
      b+b=b
      2b=b
      2=1
      Kenapa bisa begini?
      Kalo memang 0/0=1 berarti (a-b)/(a-b)=1 karena a=b maka a-b=0.
      Bearti anda membenarkan kalo 2=1?
      Dengan demikian jika anda anak kesatu, maka anda anak kedua. bearti usia anda sama dengan adik anda?
      Hebat ya?Padahal tahun lahirnya beda. Kalo lupa coba tanya pada ibu.

      • haniifa said

        @Mas Hanif
        jika a=b maka b=a

        *)
        a(a)=b(b)
        aa-bb=0
        aa-aa=0
        0=0

        aa=bb
        1 = bb/aa
        1 = 0/0 :D

        Dengan demikian jika anda anak kesatu, maka anda anak kedua. bearti usia anda sama dengan adik anda?
        Hebat ya?Padahal tahun lahirnya beda. Kalo lupa coba tanya pada ibu.

        ______________________
        ANAK KEMBAR YANG MASIH BELON LAHIR :
        aa = adik atau aa = kakak :D
        Bisa nggak tanya sama dokter “mana adik” dan “mana kakak” si kembar, pada usia kandungan dibawah 3 bulan ajah.. hehehe

        Wassalam, Haniifa.

      • Konyol said

        @hanif
        Cari geh anak kembar yang lahirnya JAM DUA BELAS MALAM, pas tahun baru lagih…hehehe
        Kakak kurang SATU detik ADIK lebih SATU DETIK….

        Kelahiran sakti … :D :lol:

        Dasar Oon

      • Konyol said

        @hanif
        a=b artinya b=a

        aa=ab
        aa=a(b)
        karena b=a maka
        aa=a(a)
        aa=aa …… ngarti kagak sih. :P

        atau…

        aa=ab
        a(a)=ab
        karena a=b maka
        a(b)=ab
        ab=ab…… kalau masih kagak ngarti juga, heheh….

  3. Abudaniel said

    Assalamu’alaikum,
    Mas Haniifa,
    Kalau saya lihat dari permainan matematika diatas, kesimpulannya berapa besarpun bilangannya, dari 0 sampai ….~ (negtip atau positip) kalau dipangkatkan dengan 0 maka akan menghasilkan nilai 1(positip).
    Kalau pedomannya bahwa, bilangan yang dipangkatkan sama dengan pengalian berganda bilangan tersebut dengan besaran pangkatnya( tidak peduli negatip atau positip) maka,

    1^6 = 1×1x1×1x1×1=1
    2^6=2×2x2×2x2×2=64
    dan 0^0=0x?=1? (bingung)
    1^0=1x?=1? (binguung lagi)
    -1^0=-1x?=1? (binguuung lagi)
    Jadi 0^0=-1^0=1^0=2^0=…~^0=1 (positip).. binguuuuung gua!.

    Wassalam,

    Wa’alaikum Salam, @Mas Abudaniel
    1. 1^6, angka 6 yang dimasud harus diabaikan, pangkat = kali artinya opersi pangkat dalam biner geser kanan

    2. 2^6, angka dua dan enam tidak bisa dipakai dalam operasi biner, (ingat harus mengabaikan base 10)

    3. 0^0=0×1 dan 1^0=0^1, bisa digunakan tidak melanggar ax+b+cx+d=100, dimana x=10 sehingga b+d=19

    4. -1^0=1x?, tidak bisa dipakai tanda minus, ingat didalam biner hanya 0 dan 1 (positip), ? (sembarang bilangan) sama melanggar pengabaian base 10.

    Jadi yang benar-benar boleh digunakan pada operasi biner yaitu 0^1=1^0 dan 0^1=1^1.
    Coba mas Daniel selidiki yang ini.

    Wasalam, Haniifa.

  4. He he he, aku nyasar ning kene, gara-gara mbok geret mbek link mu.

    @Kanggo Den raden sing gelar radenne agek entes nggawe dewe :

    Dari logikamu itu kalo diurut-urutkan iso tambah marahi ngelu sirahku.

    (Memang sing rak ngelu maca tulisanmu mungkin ono sih : Nek rak pakar tenan , yo pakar sing sablenge koyok kowe . He he he ………weeeeeeeeeeekkkkkkkkkk……..:))

    1=9
    bukti 1 * 0 = 9 * 0
    soale jika A= B maka A. X = B .X –

    Salah karena syntax error. Yo pancen salah.
    0/0 = 9 ya tetap wae salah. Tulisane div by zero….-
    Kowe ngarang wae nek ngomong 0/0 = 9.

    Nek Einstein iso ngarang teka-teki membuktikan 1 = 2.
    Maka Raden Mas Kentot alias Raden Mas Ketut I Love you malah luwih hebat meneh….-

    Jan…jan…..Dasar wong pinter….- Numpak motor mabur mak njegager muter-muter. ser…ser..ser….

    Sar seer sar serrr. Memange ndangdutan opo.

    Pareng nggih Raden Mas…..-
    Kulo aturaken Sabar, sehat lan tambah pinter.
    Nyuwun sewu nggih …!

    @Mas Lovepassword
    Piye to pae-pae,… !! Didalam komputer nggak ngerti yang namanya proses perkalian atawa pembagian, sedemikian rupa maka di gunakan suatu algoritma salah satunya geser kiri := SHL dan kanan := SHR, untuk mengimplentasikan proses operasi berbasis BINER diluar plush minus.
    Neeh… cah teka-A, yang mau belajar pelajaran teka-B baca sing cermat yahhh… Dasar… cah ngenyel :P , kalau logikamu belon nyambe Hayooo…. belajar ngAssembler !!
    Klick mouse mu, rek := http://haniifa.wordpress.com/2008/03/18/pengabaian-bilangan-negatif/

    Wassalam, Haniifa.

  5. Oh, dadi ben ngerti kuliahe raden Mas ki kudu ajar bahasa assembly sik to ???

    Jan iso mati enom aku mbok kon ajar bahasa assembly.

    Sing moco blogmu jan pinter tenan ya ??? Pakar assembly kabeh je ? Hi Hi hi….-

    Aku ajar bahasa korea sedelok wae rasane setengah mati. malah saiki mbok tambahi kon ajar assembly barang.

    Hi Hi Hi….

    Ngertine paling asem -e tok. Gulo Asem maksudku…-

    Heh, jebule kowe yo cracker ya ??? koyok koncoku si lucubrb???

    Eh, cracker ki bukane sing biasane tak pangan kriuk-kriuk kuwi, ya ?

    Nek logikaku belum nyampe ??? Wis aku tak nggolek tangga sedelok mengko kan yo nyampe….- Hi Hi hi

    @Mas Lovepassword
    Sing moco blogmu jan pinter tenan ya ??? Pakar assembly kabeh je ?
    “Yang baca blogmu harus pintar sekali ya ??? Ahli bahasa mesin semua gitu ?”

    Rasanya tidak juga mas, tukang bakso juga boleh baca dan komentar… khan basisnya Al Qur’an jadi siapa saja diperbolehkan…. dunk :D
    Wassalam, Haniifa.

  6. rachmat pujianto said

    Assalamu’alaikum

    wah..klo dipikir-pikir ko jd penasaran.0/0=1 menurut saya yg bodoh, itu bener dan sah-sah aja.tapi kalo dibilang 0/0=0 juga bener.tergantung ngitung apa,ngitung angka ato ngitung sesuatu.0/0=1 mungkin maksudnya “satu nol(nol jumlahnya satu)” gitu ya,nah sekarang kalo 0/0=0, nol itu kan kosong(g ada), nah biar enak kita tambah tempe.jadi “ga ada tempe di bagi(/) ga ada tempe sama dengan ya ga ada tempe(nol)” soalnya klo hasilnya tempe.saya nyari duitnya sambil tiduran aja.maaf kalo salah tapi menurut saya itu lebih logis.

    Wa’alaikum Salam, @Mas Rachmat Pujianto
    Trim’s apresisasinya.
    Memang gampang-gampang susah yach ;)
    Begini saja jika tidak keberatan, kita lihat secara nyata Windows 2000 atau XP
    1. Click Start menu
    2. Pilih Run
    3. Open: cmd (command line atau msdos prompt pada windows 98/ DOS)
    4. Clik OK.

    C:\Documents and Settings\Danish>dir —- tampilkan folder / directory
    16/07/2008 03:24 My Documents
    17/07/2008 20:21 1.310.720 ntuser.dat
    18/07/2008 00:42 33 tempe.txt
    _________2 File(s) 1.310.753 bytes————— ada 2 files saja
    _________6 Dir(s) 225.422.278.656 bytes free

    C:\Documents and Settings\Danish>copy tempe.txt nul
    _________1 file(s) copied. ———— proses “copy paste” berhasil ;)

    C:\Documents and Settings\Danish>dir
    16/07/2008 03:24 My Documents
    17/07/2008 20:21 1.310.720 ntuser.dat
    18/07/2008 00:42 33 tempe.txt
    _________2 File(s) 1.310.753 bytes———- tetap 2 bukan 3 file :D
    _________6 Dir(s) 225.422.278.656 bytes free

    (Silahkan mas coba sendiri, filenya apa saja !!)

    Mohon maaf dalam hal ini koridornya adalah dunia matematika dalam sistem komputasi, sehingga untuk pembagian dengan 0/0 = 1 adalah sisi real antara area :
    teori dan praktek. —::Click::
    Wassalam, Haniifa.

  7. Kalau asalnya perkalian dari penjumlahan ya nggak usah pake contoh assembly barang . Marahi aku deg-degan wae.

    1+1 = 2
    2×1 = 2 — angka satunya ada 2 maka 2 kali 1

    1+1+1 — angka satunya ada tiga,
    maka = 3×1

    2+2+2+2+2 — angka duanya ada 5 buah
    maka = 5×2.

    Jadi dasarnya perkalian ya memang dari penjumlahan. Nggak usah dikait-kaitkan sama assembly kan ???

    Oke Pak Guru ???

    @Mas Lovepassword
    Nggak usah khawatir, dalam instruksi assembly ada mul (perkalian) … masalahnya adalah dasar-dasar matematis seperti yang mas tulis tersebut… juga merupakan dasar-dasar assembly dan instruksi “MUL” sendiri merupakan sebuah routine,… gitu lho. Sehingga pada jaman doeloe dimana kompter masih sangat alon maka lebih banyak digunakan instruksi SHL atau SHR.
    Silahken baca-baca : near.asm –::click me::

    Tambahan:
    Prog_Data__EGMENT
    VideoSeg___EQU 0B800H ; video segment buffer
    Str________DB 81 DUP(0)
    Prog_Data__ENDS
    VideoSeg := Adalah matrix dari alamat Graphics Array dimana 1 byte untuk character dan 1 byte lagi dibagi 2 nible (background color, foreground color).
    Sehingga penulisan langsung pada [Segment:Offset] Graphics Array akan jauh lebih cepat dari pada menggunakan intruksi Int 10h
    (ingat int juga merupakan routine BIOS)… Clear :D

    Wassalam, Haniifa.

  8. Hi Hi Hi. Pak Guruku apikan aku diajari bahasa assembly.

    Tapi maksudku itu begini Pak guru :

    Asalnya itu kan dari matematika dasar kemudian dalam komputer persamaan matematika itu diubah menjadi bahasa komputer salah satunya bahasa assembly itu yang mungkin pengembangan bahasa 0-1(operator biner) kalau saya nggak salah. Kemudian berkembang bahasa lain yang lebih merakyat misalnya Basic, Pascal, Bahasa C, C++, dan lain-lain.

    Jadi assembly adalah sejenis bahasa komputer. Dan sebagai bahasa komputer, assembly tidak terlalu merakyat. Maksudku : Ben blogmu kuwi bisa dibaca dengan orang-orang geblek macam aku, maka berbaik hatilah untuk back to basic kembali ke dasar saja yaitu matematika, yang nggak terlalu terkait dengan komputer (apalagi assembly).

    Yah bagus juga seh kalau Pak Guru nyuruh aku memperdalam assembly Tapi tanpa bermaksud menganggap semua orang lebih gebelek dari aku : Menurutku mengaitkan penjumlahan sederhana dengan bahasa assembly bisa membuat botak kepala orang duluan, Pak Guru.

    SALAM PAK Guru.
    Iki rak protes lho. Cuma urun rembug wae.

    Aku nek krungu assembly kulitku dadi merinding jare.
    Hi Hi Hi…
    Oh ternyata dielus-elus mbek mbak ning sebelahku.
    Kirain ????

    He he he….

    @Mas Lovepassword
    Betul sampeyan, tapi jujur saja saya memang sedikit hobi kali yach….
    Dan dalam beberapa kasus, mohon maaf maksudnya pada disiplin ilmu komputer ternyata banyak yang tidak siap pakai… bahkan ada yang terlalu teoritis, sehingga mereka melupakan dunia nyata. Dalam postingan ini hanya sekedar menyegarkan saja… sehingga suatu salah satu konsep dasar bahasa assembly tidak punah… khususnya di Indonesia.
    Soal assembly tidak merakyat…. sepertinya akan lebih cepat punah, seperti punahnya type komputer jaman doeloe… mas bisa lihat sendir sistem dokumentasi kita bukan ?!
    Satu hal lagi… begitu mudahnya kita copy paste dari open source, dan ini sepertinya semakin memanjakan eksesnya adalah semakin hilangnya daya kreatifikas.
    Duhh…. kapan dunk kita bisa menjadi lokomotif,… atau cukup manut dan nggih..nggih sajah ?!
    Mungkin saya hanya penghayal… tapi bukan suatu hal yang mustahil jika suatu saat orang bule yang belajar banyak kepada kita. (padahal mereka diam-diam mempelajari lho…)
    Wassalam, Haniifa.

  9. @Satu hal lagi… begitu mudahnya kita copy paste dari open source, dan ini sepertinya semakin memanjakan eksesnya adalah semakin hilangnya daya kreatifikas.

    Ya itu bisa jadi ekses buruk memang. Tetapi Open Source tentu memiliki juga sisi baik yaitu Orang jadi bisa dengan mudah belajar. Kalau kita bisa belajar tentu harapannya sebenarnya bukan Copi Paste tetapi kita bisa ikut mengembangkan apa yang sudah kita pelajari.

    Dalam dunia komputer Pak Guru ada ujar-ujar :

    Jangan menemukan roda.

    Apa artinya ???

    Kita tahu roda adalah barang yang termasuk sangat penting dalam peradaban manusia. Tetapi kita tahu juga kalau roda itu sekarang sudah ada. Sudah ditemukan orang.

    Kalau roda sudah ditemukan orang, tentu kita tidak perlu jadi pahlawan kesiangan dengan berusaha menciptakan roda. Kenapa ??
    Ya karena sudah nggak ada lagi gunanya. Kecuali kita bisa menemukan roda yang lebih spesifik atau punya keunggulan lain.

    JAdi intinya menurut saya : Hargailah karya orang lain. Dalam arti kita bisa memakai karya orang lain untuk kita kembangkan lebih lanjut. Kalau setiap pakar bisa seperti itu, maka saya kira peradaban manusia (peradaban kita bersama) akan lebih cepat maju. Karena tidak berkutat pada hal yang sama terus menerus. Jadi bule belajar sama kita itu bagus, kita juga perlu belajar sama bule-bule itu.

    Kalau kita terus kembali ke belakang, berusaha menemukan kembali apa yang sudah ditemukan orang, kita akan tertinggal jauh Pak Guru. Mereka memakai penemuan kita, ide-ide kita, tapi kita nggak mau makai penemuan mereka. Yah akibatnya kita malah ketinggalan.

    Kalau menurut saya mekaten Pak Guru….-

    @Mas Lovepassword
    Saya soroti soal “Mereka memakai penemuan kita, ide-ide kita, tapi kita nggak mau makai penemuan mereka. Yah akibatnya kita malah ketinggalan.” .
    Piye toch mas, para pelajar kita jauh lebih unggul dari pada mereka…. contoh satu saja yach, pelajar kita bisa berbahasa Inggris akan tetapi belum tentu para bule bisa berbahasa Indonesia bukan ?!
    Contoh kasus akselarasi iptek Korea Selatan… mereka serap total iptek dari luar, sementara dengan tatacara tulis menenulis mereka membuat kesulitan cukup lumayan bagi ilmuan di luar mereka.
    Sekarang soal dunia open source, pada dasarnya terbagai dua yaitu Utara dan Selatan dan Alhamdulillah saya tidak terfokus dalam satu sisi. Suatu ketika (HDD sangat mahal dan langka saat itu) seorang programmer bule angkat tangan ketika program aplikasinya tidak mampu memuat data dalam bentuk satu floppy 5,25″…. dengan berbekal sedikit pengetahuan saya ubah “boot sector” floppy menjadi media data sekuensial (niru sistem kerja hdd, he.he.he tapi manual menggunakan tangan operator), sehingga program aplikasiku bisa mengolah data lebih besar dan menggunakan sistem indexing yang terbaik dari kedua kubu tsb. …. Clear :D

    Mudah-mudahan ada pembaca yang pernah mempunyai disket “DOS”, namun pada saat booting menanyakan User Name dan Password…. jika benar maka tampil pesan User Name diatas layar monitor namun jika salah maka disket tersebut tidak dapat dipergunaken. :D
    (Awas lho biar kate saya demen kutak-katik Virus… namun Alhamdulillah, belum pernah dan tidak ingin membuat virus komputer)

    Saya tahu sampeyan ngerti ngAsembler dan Al Jabar Bool, gimana pendapatnya ?!
    http://haniifa.wordpress.com/2008/03/15/al-quran-mengenalkan-operator-logical-baru/

    Wassalam, Haniifa.

  10. LucuBRB said

    1. jika A=A, maka 0=0.
    2. Jika A/A = 1, maka 0/0=1, 1/1=1, 2/2=1 …dsb

    Hmm…

    If A = 0 then msgbox “Kagak ada objek/barangnya” else msgbox “Sip~!!!”

    Dikondisikan A = bilangan yg berobject dan memiliki suatu nilai. Nah bila 0… istilahnya barangnya gak ada. Bagaimana cara barang gak ada bila dibagi kok hasilnya bisa 1 yah? :confused:

    *Wah ini mungkin otak gw yg lom sampe apa yg dimaksud TS kali yah? Coba gw buka” kamus, kalkulus, dll dll dll buat cernanya dulu deh klo gt –”*

    @LucuBRB
    If A = 0 then msgbox “Kagak ada objek/barangnya” else msgbox “Sip~!!!”
    Bahasa VB adalah jenis bahasa High Level, bahkan lebih mudah dari pada generasi sebelumnya.
    Yang diperlukan bukan Kalkulus tetapi cukup Al Jabar Bool, dan sedikit bahasa Low Level (Assembler)
    Bisanya untuk manangkap kesalahan logic maka digunakan suatu routine “Catch!” atau “Error Capture” tergantung Bahasa Pemogramannya. (pada VB disebut error-handling routine)

    Coba gunakan := On Error Statement

    Wahh.. saya juga musti buka kamus VB kayaknya…. :D ,
    Wassalam, Haniifa.

  11. jemmy said

    semuanya bener…….. 0/0=tak tentu.

    • haniifa said

      @Mas Jemmy
      Saya yakin @mas pahami nilai absolute, tapi ada baiknya saya kupas sedikit untuk merefresh saja…
      Gari bilangan riil:
      ______-1_______________-0.1__[0]__+0.1_______________+1______

      Nilai absolute |-1| = |+1|…demikian juga |-0.1| = |+0.1| sehingga:
      (|0.0..01| / |0.0..01|) = 1
      atau biasa ditulis….
      (+0.0..01 / +0.0..01) = +1
      sebenarnya boleh juga ditulis….
      (-0.0..01 / -0.0..01) = +1
      *** Perhatikan kedua-duanya mempunyai tanda yang sama ***

      Jika (+0.0..01 / -0.0..01) maka hasilnya -1 (baca:minus 1)

      A = A Maka tanda “A kiri” harus denga “A kanan” = BILANGAN YANG SAMA baik tanda maupun besarannya.
      *** Ingat fungsi yang tidak mempunyai limit adalah x=0 , sedangkan pada x>0 atau x<0 maka fungsi tersebut memepunyai limit ***

      Sehingga:
      a. (+0)/(+0) = +1
      (catatan : +0 limit x menuju nol dari arah kanan)

      b. (-0)/(-0) = +1
      (catatan : -0 limit x menuju nol dari arah kiri)

      Dari bukti a dan b maka bisa disimpulkan |0|/|0| = 1

      Bagaimana apakah 0/0 = 1, bisa diterima secara matematis ?!

      Wassalam, Haniifa.

  12. Aria Turns said

    kita tahu bahwa 0+0=0
    jika 0/0=1 maka kita peroleh
    1/0 (0+0)=1/0*0
    0/0+0/0=0/0
    1+1=1
    2=1

    • haniifa said

      @Mas Ariaturns
      0/0=1
      ________________________________
      0 = 0 x 1 atau 0 = 0

      1/0 (0+0)=1/0*0 ?!
      ________________________________
      rasanya 1/0 * (0+0) tidak sama dengan 1 * (0 + 0)
      dan terutama untuk 1/0
      => 1/0 (0+0)… persamaan kiri saudara kali dengan (0+0)
      sementara lain
      => 1/0*0… persamaan kanan saudara kali dengan (0)

      Kesimpulan:
      1+1=2
      2=2

      Wassalam, Haniifa.

      • Aria Turns said

        coba pahami lagi komen saya diatas..
        anda mengatakan \frac{0}{0}=1
        itu artinya \frac{1}{0}\times0=\frac{1\times0}{0}=\frac{0}{0}=1
        anda sepakat?
        kita tahu bahwa 0+0=0 selanjunya kita kalikan kedua sisi dengan 1/0 diperoleh
        \frac{1}{0}\left(0+0\right)=\frac{1}{0}\times0
        \frac{1\times0}{0}+\frac{1x0}{0}=\frac{1\times0}{0}
        \frac{0}{0}+\frac{0}{0}=\frac{0}{0}
        1+1=1
        2=1

        ______________
        @Mas Ariaturn
        Bagaimana jika:
        (0+0), 0 adalah bilangan netral dan +0 adalah bilangan positip
        1 * (0+0) = (1*0) + (1*(+0))

        Wassalam, Haniifa

      • haniifa said

        @Mas Aria
        Coba pakai angka riil :
        0.0000000000000001 – 0.0000000000000001 = 0

        0.0000000000000001 + 0.0000000000000001 = 0.0000000000000002

        sehingga…
        2 x (0.0000000000000001) = 0.0000000000000002

        Saya misalkan +0 adalah bilangan positip yang sangat kecil sekali +0.000000000 … 0 …. 000000 1
        demikian juga dengan
        Saya misalkan -0 adalah bilangan negatif yang sangat kecil sekali -0.000000000 … 0 …. 000000 1

        sehingga…
        (+0) + (+0) = 2 x (+0)
        (-0) + (+0) = 0 … SETUJU ?!

        (-0/0) + (+0/0) = 0
        -1 +1 = 0

        Wassalam, Haniifa.

  13. Aria Turns said

    anda mengatakan -0/0=-1 dan +0/0=1 itu artinya 0/-0=-1 dan 0/+0=1
    anda juga mengatakan \frac{-0}{0}+\frac{+0}{0}=0 nah sekarang kalikan kedua sisi dengan \frac{1}{\left(-0\right)\left(+0\right)} diperoleh
    \frac{1}{\left(-0\right)\left(+0\right)}\left(\frac{-0}{0}+\frac{+0}{0}\right)=\frac{1}{\left(-0\right)\left(+0\right)}\times0
    \left(\frac{-0}{\left(-0\right)\left(+0\right)0}+\frac{+0}{\left(-0\right)\left(+0\right)0}\right)=\frac{0}{\left(-0\right)\left(+0\right)}
    \left(\frac{1}{\left(+0\right)0}+\frac{1}{\left(-0\right)0}\right)=\frac{1}{-0}\left(\frac{0}{+0}\right)
    \left(\frac{1}{0}+\frac{1}{0}\right)=\frac{1}{-0}1
    \frac{2}{0}=\frac{1}{-0}
    kalikan kedua sisi dengan +0 diperoleh
    +0\frac{2}{0}=+0\frac{1}{-0}
    \frac{+0}{0}2=\frac{+0}{-0}1
    2=-1
    nah loh kok malah ketemu 2=-1 yach? :D

    ______________________
    @Mas Ariaturns
    Wahh… kok gitu yach ?!
    Coba kita cek lagi…. :D

    Wassalam, Haniifa.

    • jelasnggak said

      whua ha ha ha haaaaaaa

      :lol:

      • haniifa said

        @Jelasnggak
        *** UTANG-PIUTANG ***
        Tadinya dalam kondisi keuangan SAYA = NOL

        Karena ada @jelasnggak maka UTANG saya jadi TAK HINGGA

        Wahhh… sampean gimana seeehh…. ?!

    • haniifa said

      @Mas Ariaturns
      1/(-2).(+3) = 1/-(6) = – (1/6)…. SETUJU !
      sehingga..
      1/(-0).(+0) = 1/(-0) = -∞ …. ***(baca: MINUS TAK HINGGA)***

      Menurut @mas:
      Sesuatu bilangan dikalikan dengan bilangan tak hingga bigimana ?!

      a = a
      a x -∞ =a x -∞
      Simlabin Abrakadabra……
      2 = -1
      :D

      • Aria Turns said

        Mas, saya hanya menjabarkan konsep yang mas katakan dan apa hasilnya, anda bingung sendiri kan
        anda mengatakan 1/(0) = ∞, dan meyakini 0/0=1 itu artinya
        0/0=1
        0*(1/0)=1
        0 *∞=1
        Pesan saya tolon pelajari lagi mengenai matematika terlebih tentang analisis real…
        dan satu lagi 1/0 hasil tidak terdefinisi bukannya ∞

      • haniifa said

        @Mas Aria Turns
        Mas, saya hanya menjabarkan konsep yang mas katakan dan apa hasilnya, anda bingung sendiri kan
        ____________________________________
        Pertama :
        Saya sangat-sangat menghargai apresiasi @mas Aria
        , mengenai 1/(0) = ∞ adalah kebiasan umum, menghilangkan tanda operan sehingga banyak kalangan menjadi bingung sendiri… :D
        Penulisan yang benar seharusnya +1/+0 = +∞, seperti yang saya ungkapkan diatas karena “tanda plus” senantiasa di abaikan maka 1/0 = ∞

        Kedua :
        Mohon maaf coba silahken @mas, buka kembali mengenai f: limit x->+0 yang berbanding terbalik dengan f: limit x->+∞.

        Ketiga :
        Mesin / Komputer memerlukan Algoritma yang cukup rumit untuk menentukan nilai pecahan sekian digit, apalagi jumlah digit yang lebih besar

        Keempat :
        Mesin / Komputer base on biner, sehingga hanya mengenal “sign” or “unsign” sedangkan BILANGAN NOL (0) mempunyai 3 keadaan :
        1. -0… dari arah kiri
        2. 0… benar-benar NOL
        3. +0… dari arah kanan
        Dan hanya SATU-SATUnya bilangan ini yang mempunyai keadaan seperti ini yang saya dapati dari “analisis real”. :D

        Pesan saya tolong pelajari kembali mengenai kalkulus.
        dan satu kembali lagi +1/+0 => 1/0 = ∞ bukan tidak terdefinisi

        Wassalam, Haniifa.

  14. Fietria said

    Sekali lagi Al-Qur’an telah membuktikan mukzizatnya pada manusia.
    Sehingga tidak salah jika Al-Qur’an di katakan berasal dari firman Allah. Karena jika buatan manusia maka Al-Qur’an tidak akan memiliki mukzizat.

    ________________
    @mba Fietria
    Subhanallah….

  15. Aria Turns said

    Okey jika anda masih yakin dengan 0/0=1 bagiamana anda menjelaskan ini
    2*1=2*(0/0)
    2=(2*0)/0
    2=0/0
    2=1

    • haniifa said

      @Mas Ariaturn
      Tolong perhatikan yang saya cetak tebal.
      _____________________________________
      Okey jika anda masih yakin dengan 0/0=1 bagiamana anda menjelaskan ini
      2*1=2*(0/0)
      2=(2*0)/0
      2=0/0
      2=1

      _____________________________________
      @haniifa : 0/0=1
      Soal 2*1=2*(0/0) ?!
      Jawab : 1 = (0/0)
      2*(0/0)=2*(0/0)
      2 * 1 = 2 * 1
      2 = 2 … Clear

      Aturan dasar :
      a = a
      a x 1 = a x 1
      a x 1/1 = a x 1/1
      Sehingga….
      a x 0/0 = a x 0/0

      Wassalam, Haniifa.

      • Aria Turns said

        apa anda lupa bahwa
        a(b/c)=(ab)/c
        itu artinya
        2*1=2(0/0)
        2=(2*0)/0
        2=0/0
        2=1

      • haniifa said

        @Mas Ariaturn
        apa anda lupa bahwa
        a(b/c)=(ab)/c

        _______________________
        Saya yang lupa atau @mas sendiri yang lupa… ?!
        f(x1) = a(b/c)
        f(x2) = (ab)/c
        Contoh “REAL” kode program komputer:
        A = A + 1
        (penyelesainya adalah A+1 hasilnya dikembalikan ke variable A )

        Soal 2*1=2*(0/0) ?!

        Jawab : 1 = (0/0)
        A. Jika diselesaikan sebelah KIRI
        2*(0/0)=2*(0/0)
        2 * 1 = 2 * 1…. supaya nggak bingung sampean…. ;)
        2 = 2

        B. Jika diselesaikan sebelah KANAN
        2* 1 =2* (0/0)
        2 * 1 = 2 * 1
        2 = 2

        Jadi penyelesainya adalah satu persatu dunk, rasanya tidak ada seorangpun didunia ini yang bisa tertawa sambil minum :D

        Wassalam, Haniifa.

  16. masyono9 said

    @Haniifa
    Subhanallah
    Saya senang sekali mendapatkan penjelasan anda mengenai pertanyaan ariaturn….
    Saya jadi ingat rumus2 yang dulu saya pelajari dari sd sampai menyelesaikan sekolah di pt.
    Sory jeliatanya mas Haniifa dari TS yaaaa.

    Salam
    masyono9

    _________________
    @Mas Yono9
    Alhamdulillah…
    Saya jadi ingat rumus2 yang dulu saya pelajari dari sd sampai menyelesaikan sekolah di pt.

    ___________________
    Itu artinya @mas, bersyukur kepada Allah karena nikmat dariNya hingga kedua orang tua @mas sanggup menyekolahkan sampai di tingka pt.
    Semoga kita-kita juga diberi kesanggupan, Amin.

    Wassalam, Haniifa.

  17. Aria Turns said

    Nah..sekarang begini kita tahu bahwa 0+0=0 dan (a+b)/c-(a/c)+(b/c), anda sepakat?
    Nah..sekarang perhatikan
    0/0=1
    (0+0)/0=1
    (0/0)+(0/0)=1
    1+1=1
    2=1
    nah apa penjelasan anda? saya tunggu…

    • haniifa said

      @Mas Ariaturns
      Penasaran yach @mas….

      Nah..sekarang begini kita tahu bahwa 0+0=0 dan (a+b)/c-(a/c)+(b/c), anda sepakat?

      _____________________
      Saya sangat-sangat sepakat jika @mas Aria, must be ok doge juga :D
      0+0=0 dan (a+b)/c-(a/c)+(b/c)
      Artinya :
      a = 0
      b = 0
      c = 0
      f(x1) = (a+b) = (0+0) => 0 sehingga f(x2) = f(x1)/c = 0/0 => 1
      f(x3) = -(a/c) = -(0/0) => -1
      f(x4) = +(b/c) = +(0/0) => 1

      f(r) = f(x2) – f(x3) + f(x4)
      f(r) = 1 – 1 + 1
      f(r) = 1…. Clear !! (baca: Satu)

      Naqli= (Kebenaran Mutlak)
      Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Satu” (QS 112:1)

      Wassalam, Haniifa.

  18. Hmm…diskusinya menarik sekali…

    mas aria…bagi oleh2 di blog haniifa…

    lanjut…

  19. haniifa said

    @Mas Ariaturns
    Aturan Dasar:
    a = a
    1 = a/a
    Diketahui :
    (a+b)/c=(a/c)+(b/c)
    maka….
    1 = ((a/c) + (b/c)) * (c/(a+b))
    1 = ((a+b)/c) * (c/(a+b))
    1 = (a+b)/(a+b)
    1 = (0+0)/(0+0)
    1 = 0/0

    Naqli= (Kebenaran Mutlak)
    Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Satu” (QS 112:1)

    Wassalam, Haniifa.

    • Aria Turns said

      mas tidak menjawab pertanyan saya, yang saya tenyakan kenapa
      0/0=1
      (0+0)/0=1
      (0/0)+(0/0)=1
      1+1=1
      2=1 ?
      Okey gak papa sekarang mari kita lanjutkan
      kita tahu bahwa
      a) 6*(4/2)=6*2=12
      dan
      b) (6*4)/2=24/2=12
      bisa kita lihat a dan b hasilnya sama
      tapi kenapa
      I) 2(0/0)=2*1=2
      dan
      II) (2*0)/0=0/0=1
      hasilnya berbeda?
      ta..tunggu penjelasannya?

      • haniifa said

        @Mas Aria
        0/0=1
        (0+0)/0=1
        ____________________
        (0+0)/0 = (0/0) plus (+0/0)
        Kan sudah saya terangken bahwa +0 itu limit x->0 dari arah kanan, sudah barang tentu suatu bilangan positip walalupun sangat keeeeciilll sekali, ngasemtut-lah kira-kira. :D
        Sedangkan 0/0 benar-benar 0/0 nggak pake plus-plus-an…

        (jadi kayak anak teka ajah… )

        I) 2(0/0)=2*1=2
        dan
        II) (2*0)/0=0/0=1
        hasilnya berbeda?

        _____________________
        @Haniifa :
        I) 2(0/-0) = -∞
        II) (2*0)/-0 = -∞
        Kok hasilnya sama yachh… -∞ :D (**** baca: MINUS TAK HINGGA ***)

        Coba perhatikan:
        1 = a/a
        1 = 0/0
        1 = ∞/∞

        1 = -a/-a
        1 = -0/-0
        1 = -1/-1
        1 = -2/-2
        1 = -123456789/-123456789
        1 = -∞/-∞

        Wassalam, Haniifa.

      • Karl Karnadi said

        Seluruh debat berkepanjangan ini really really stupid. Bahkan mas Aria pun tidak perlu memberikan contoh2 lebih lanjut (btw props for the contradiction example), satu pun sudah cukup.

        http://en.wikipedia.org/wiki/Proof_by_contradiction

        Bila premis yg digunakan adalah 0/0=1 dan premis2 lain terdefinisikan dgn baik (apa itu +, apa itu /, apa itu bilangan bulat, cacah, dsb) maka konklusinya jelas tidak boleh mengandung kontradiksi. Dengan Mas Aria menunjukkan:

        0/0=1
        => (0+0)/0=1
        => (0/0)+(0/0)=1
        !! => 1+1=1
        => 2=1 (kontradiksi dgn definisi bilangan bulat)

        ..membuktikan bahwa salah satu premis yg digunakan, dalam hal ini tentu 0/0=1 adalah SALAH. QED!.

        Anda bisa memberikan 100 persamaan dimana 0/0=1 mengembalikan hasil yg benar, tapi SATU saja ada contoh kontradiksi, maka terbukti 0/0=1 tidak berlaku. Mas Aria pun harusnya sadar hal ini dan tidak memperpanjang debat, apalagi sampai memberikan contoh2 lain. Tidak perlu sama sekali. Siapa pun yg tidak mengerti hal ini tidak mengerti basic logic, dan tidak mengerti matematika.

      • haniifa said

        @Oom Karl Karnadi
        (a+b)/c –> a/c + b/c… Oke
        (0+0)/0 –> 0/0 + 0/0… Oke
        and…
        0/0 + 0/0 = 0/0 + 0/0
        1 + 1 = 1 + 1… Oke :D

        0/0 = 0/0
        1 = 1 … Oke

        ==>(0+0)/0 = 0/0 + 0/0
        ==>(0+0)/0 = 1 + 1
        ==> 1 + 1 = 2
        (kalau sampean nulisnya 0/0 = 1 maka 1 = 1 )

        Dimana-mana juga 1 + 1 = 2, kamu Oon sekali… :D :lol:

        #Haniifa.

      • Karl Karnadi said

        (kutipan)

        Perhatikan 2 baris terakhir yg anda tulis:

        ==>(0+0)/0 = 1 + 1

        (saya lanjutkan)
        karena 0+0=0 (definisi bilangan netral 0),
        maka => 0/0 = 1 + 1 !!=> 1 = 2 (kontradiksi)

        baris terakhir yg anda tulis tidak berdasar “==> 1 + 1 = 2″

        Sekali lg saya ingatkan, krn adanya kontradiksi maka 0/0=1 terbukti salah by proof of contradiction.

      • haniifa said

        @Oom Karl Karnadi
        (saya lanjutkan)
        karena 0+0=0 (definisi bilangan netral 0),
        maka => 0/0 = 1 + 1 !!=> 1 = 2 (kontradiksi)

        ______________________________
        Lebih lanjut dari saiyah… :D

        karena -0+0 = 0… netral bukan, Clear.

        karena +0+0 = 2 x (+0) maka 0 = 0… netral bukan, Clear.

        #Haniifa.

      • Karl Karnadi said

        Contradiction still hold. Anda bisa memberikan 100 persamaan dimana 0/0=1 mengembalikan hasil yg benar, tapi SATU saja ada contoh kontradiksi, maka terbukti 0/0=1 tidak berlaku. Satu2nya jalan adalah resolve the contradiction, tunjukkan bgmn persamaan yg saya (yg mas Aria) berikan bukan kontradiksi (bukan mengubah jalan penghitungannya, tapi dgn menunjukkan ada yg salah dgn jalan penghitungan saya).
        __________________
        @Karl karnadi
        tapi SATU saja ada contoh kontradiksi, maka terbukti 0/0=1 tidak berlaku

        ==> 0/0 = 1
        ==> 0 = 1 x 0
        ==> 0 = 0…. jadi kayak anak teka… hehehe
        .:.
        Jika A = A maka 0 = 0
        Jika A = A maka 1 = 1

        Jika A = A maka A/A = 1

        #Haniifa.

      • Karl Karnadi said

        Dan btw post terakhir anda sm sekali tidak jelas/ tidak berguna.

      • haniifa said

        @Om Karl Karnadi
        Yang jelas post sampean usang semuah… (hua.ha.ha.)

      • Cekixkix said

        Om Karl Karnadi very amat sangat really really stupid… Cekixkix…kix…kix..

      • Karl Karnadi said

        Anda tidak bisa/ tidak mau berusaha mengerti apa itu proof by contradiction. Dan tidak mau membaca link yg saya berikan. Sama sekali tidak ada itikad baik untuk mengerti matematika, yg ada hanyalah debat kusir. I totally waste my time here.. Tunggu2, anda mengerti bahasa inggris nggak yah? Kalau nggak berarti jelas kenapa link yg saya beri sama sekali tidak bisa anda mengerti.

        Bye..

      • haniifa said

        @Saudara Karl Karnadi
        Anda tidak bisa/ tidak mau berusaha mengerti apa itu proof by contradiction
        ______________________________
        Astaghfirullahal ‘Azhim

        Coba baca sama saudara artikel ini, kutipannya sbb :
        “Padahal Al Qur’an jelas menggunakan lambang bilangan titik (.) sebagai angka nol jadi jelaslah bahwa bangsa Eropa tertinggal dalam ilmu hitung.

        Tunggu2, anda mengerti bahasa inggris nggak yah?
        _____________________
        Anak teka di Inggris pinter bahasa Inggris lho !!
        Ada yang lebih hebat lagi, Balita di RUSIA pinter bahasa RUSIA… :D :lol:

        PS:
        Saya tidak perduli Gelar/Pangkat/Jabatan dan Disiplin Ilmu saudara setinggi apa, bagi saya jika saudara mau berfikiran maju ikuti… kalau saudara masih bertahan pada paradigma konyol juga silahken, itu haq saudara.

        *** PAHAM atau HAMPA ***

        Wassalam, Haniifa.

      • Cekixkix said

        @Om Karl Karnadi
        Jangan mau jadi Astronot yahh Om !! di testnya pakai bahasa planet… Cekixkix…kix…kix..

  20. Aria Turns said

    Okey..saya putuskan untuk hentikan debat ini saja, pesan saya cuman satu, tolong pelajari matematika lebih dalam
    wasalam, terimaksih atas diskusinya..

    • haniifa said

      @Mas Aria Turns
      Terima kasih kembali atas atensinya,
      Sama saya juga berpesan sama saudara pelajari kembali kalkulus lebih mendalam.

      Wassalam, Haniifa.

  21. [...] Penjelasan yang paling sederhana kalau 0/0 hasilnya bukanlah 1 2009 June 27 tags: apel, matematika, Math, nol, penjelasan by Aria Turns Saya baru aja selesai berdebat dengan seorang pemilik blog disini [...]

  22. waduh, maafkan saya mas. kok komentarnya jadi meloncat ya? dipindah aja mas, gapapa, biar nyambung.
    ini diskusi yang menarik mas, karena njenengan mengangkat tema yang krusial yaitu pembagian dengan nol, yang menurut saya tidak akan terdefinisi hasilnya. namun njenengan mengklaim bahwa 0/0 = 1. sebagai lulusan dari program studi matematika, saya belum bisa menerima ini.
    trus, saya juga ingin mengomentari dalil yang ketiga,

    Dalil 3: Jika A=C maka A x B = C x B

    bukankah yang benar itu,

    Dalil 3: Jika A x B = C x B maka A=C

    kemudian, dalam dunia matematika, pembuktian sebuah klaim, teorema, atau lemma, haruslah berlaku untuk sebarang atau semua elemen domainnya, bukan untuk suatu elemen tertentu. dalam hal ini sepertinya njenengan mengambil himpunan semua bilangan riil, maaf kalau salah. karena kalau diambil suatu contoh yang salah, maka gugurlah klaim tersebut. intinya, menurut saya bukti yang njenengan berikan belum bisa dibenarkan sepertinya.

    • haniifa said

      @Mas Samsul Arifin
      kemudian, dalam dunia matematika, pembuktian sebuah klaim, teorema, atau lemma, haruslah berlaku untuk sebarang atau semua elemen domainnya, bukan untuk suatu elemen tertentu.
      ______________________________
      Ini katanya lho… :D
      Rumus bilangan prima = 2^n − 1

      Kayaknya saya bisa minta tolong sama sampean agar rumusan tersebut “bisa berlaku untuk sebarang atau semua elemen domainnya”

      Atau sampean punya rumus yang lebih canggih lagi ?!

      Wassalam, Haniifa.

    • Berdasarkan komentar mas watchmath, dengan cara yang sama,

      Misalkan diasumsikan $1=\frac{0}{0}$, maka diperoleh:
      $1=\frac{0}{0}=\frac{0+0}{0}=\frac{0}{0}+\frac{0}{0}=1+1=2$
      $1=\frac{0}{0}=\frac{0+0+0}{0}=\frac{0}{0}+\frac{0}{0}+\frac{0}{0}=1+1+1=3$
      $1=\frac{0}{0}=\frac{0+0+0+0}{0}=\frac{0}{0}+\frac{0}{0}+\frac{0}{0}+\frac{0}{0}=1+1+1+1=4$
      .
      .
      .
      $1=\frac{0}{0}=\frac{0+0+0+…+0}{0}=\frac{0}{0}+\frac{0}{0}+\frac{0}{0}+…+\frac{0}{0}=1+1+1+…+1=tak\; hingga\; banyak\; bilangan$

      Akibatnya,
      1 = 2
      1 = 3
      1 = 4
      1 = tak hingga banyak bilangan.

      Jadi, mungkin cukup untuk membuktikan bahwa $1\neq\frac{0}{0}$.

      _____________________
      @Mas Samsul Arifin
      Jawabannya disiini

      • mas, mohon maaf, yang ini nanti di delete aja. salut mas, ini diskusi yang menarik. keep writing. :D

        ________________
        @Mas Sambul Arifin
        Saya juga sangat salut rekan-rekan.
        Trim’s atas atensinya

        Wassalam, Haniifa.

    • Bismillah. Berdasarkan komentar mas watchmath, dengan cara yang sama,

      Misalkan diasumsikan 1=\frac{0}{0}, maka diperoleh:
      1=\frac{0}{0}=\frac{0+0}{0}=\frac{0}{0}+\frac{0}{0}=1+1=2
      1=\frac{0}{0}=\frac{0+0+0}{0}=\frac{0}{0}+\frac{0}{0}+\frac{0}{0}=1+1+1=3
      1=\frac{0}{0}=\frac{0+0+0+0}{0}=\frac{0}{0}+\frac{0}{0}+\frac{0}{0}+\frac{0}{0}=1+1+1+1=4
      .
      .
      .
      1=\frac{0}{0}=\frac{0+0+0+…+0}{0}=\frac{0}{0}+\frac{0}{0}+\frac{0}{0}+…+\frac{0}{0}=1+1+1+…+1=tak\; hingga\; banyak\; bilangan

      Akibatnya,
      1 = 2
      1 = 3
      1 = 4
      1 = tak hingga banyak bilangan.

      Jadi, mungkin cukup untuk membuktikan bahwa 1\neq\frac{0}{0}.

      • haniifa said

        @Mas Samsul Arifin
        Alhamdulillah…
        Karena pertanyaannya sama dengan @mas Watchmath, maka jawaban saya juga sama, saya copas ajah ya !!

        #watchmath
        Loh jadi 0/0 itu 1 atau 2? Atau memang 1=2? :D .
        _____________________________________________
        #Haniifa :
        Misalnya 0 = 0 + 0 tidak ada artinya maka 0/0 = 1 harus 0/0= 1
        (karena nggak ada artinya jadi a/a = 1 nggak perlu dirubah menjadi (a+0)/a bigitulah kira-kira, @mas Samsul)

        Misalnya 0 = 0 + 0 ada artinya maka 0/0=1 harus (0+0)/(0+0) = 1 dunk… :D

        Loh jadi 0/0 itu 1 atau 2? Atau memang 1=2? (1=3, 1=4 de.el.el)
        _____________________________________________
        Lho kan sudah saya nyataken bahwa 0/0 itu 1 , kalau 1=2, 1=3…1=n yang bilang kan sampean-sampean !!! :D

        Wassalam, Haniifa.

  23. Linggis said

    wah2..rame2 nih bahas aljabar.
    iya ni 0/0 gk sama dengan 1 lho…serius

  24. nablaa said

    Mas Haniifa, Dalil-dalil nya tu dapet darimana sih?hehehehe.. Trus ni domain semestanya dibatasi ga?

    _________________
    @Mba Nablaa…. Yach
    Dalil yang mana ?!

    Dalil 1:
    Aqli = (Kebenaran Relatif)

    Dalili 1:
    Jika A=A maka A/A=1
    Bukti:
    1. jika A=A, maka 0=0.
    2. Jika A/A = 1, maka 0/0=1, 1/1=1, 2/2=1 …dsb

    Dalil 2:
    Jika (A=B dan B=C) maka A=C
    Bukti:
    1. Jika A=0 maka C=0
    2. Jika A=1 maka C=1

    Resultante:

    Dalil 3:
    Jika A=C maka A x B = C x B
    Bukti:
    1. 0 x 1 = 0 x 1
    2. 0 x 9 = 0 x 9

    Kalau DALIL Naqli= (Kebenaran Mutlak), sudah dari sono @mba ?!

    Wasalam, Haniifa.

    • Aria Turns said

      Sebagai informasi aja Mas, mba Nablaa ini peraih medali perunggu dalam Olimpiade Matematika Tingkat Dunia di Teheran. Dan sepertinya Mba Nablaa tidak sependapat dengan anda. Apa menurun anda Mba Nablaa harus memperdalam kalkulus lagi yach :D

      • nablaa said

        waduh.. jangan bawa-bawa medali ah.. Mba ma netral-netral aja.. Cuma pengen tau aja dalilnya tu dapet darimana?.. Maklum lah masih belum lama kenal ma matematika so masih less of informations..

      • haniifa said

        Kebetulan sayah juga matan juara Kartu Gapleh se-RW:D

      • haniifa said

        @Mas Ariaturn
        Apa menurun anda Mba Nablaa harus memperdalam kalkulus lagi yach :D
        ____________________
        Dasar pemalas yang suruh belajar kalkulus itu sampean, sedengken untuk @Mba Nablaa coba belajar lagi AL JABAR BOOL.

        Kalau sayah seehhh belajar kartu domino lagi, biar jadi juara tingkat kelurahan hehehe….

  25. watchmath said

    Ah ngiringan ngaramekeun deui :D .
    Kieu Kang. Misalkeun sayah satuju \frac{0}{0}=1. Berarti sabaraha Kang upami 2 dikali \frac{0}{0}? Nya atuh kusabab \frac{0}{0}=1 meureunan 2\times \frac{0}{0}=2. Satuju Kang?
    Eh tapi keheula, 2\times \frac{0}{0}=\frac{2\times 0}{0}=\frac{0}{0}.
    Berarti \frac{0}{0}=2\times \frac{0}{0} jeung sateuacanna 2\times\frac{0}{0}=2. Akang ge tangtos terang atuh nya lamun A=B jeung $B=C$ tangtu $A=C$. Tah make “rumus” ieu urang meunang \frac{0}{0}=2.
    Naon hartina ieu teh?
    Lamun akang satuju \frac{0}{0}=1, akang ge kedah satuju \frac{0}{0}=2 (kusabab nu hiji ngakibatkeun nu pandeuri).
    Sarupa sareng kieu Kang. Dikadek teh ngakibatkeun nyeri. Lamun akang siap di kadek , akang siap kudu ngarasakeun nyeri. \frac{0}{0}=1 teh ngakibatkeun $\frac{0}{0}=2$. Lamun akang narima \frac{0}{0}=1, akang ge kedah narima \frac{0}{0}=2.

    Cag………..

    • keluar deh “sosok” asli mas watchmath! sunda euy!
      oke deh mas, kayaknya intinya gini, saat njenengan menerima 0/0 = 1 maka njenengan harus menerima bahwa 0/0 = 2.
      trus, njenengan percaya ini kan,
      sifat transitif: jika a = b dan b = c maka a = c.
      jadi, jika 1 = 0/0 dan 0/0 = 2 maka 1 = 2.
      bagaimana ini? bagaimana orang akan percaya bahwa 1 = 2?

      • haniifa said

        @Mas Samsul Arifin
        jadi, jika 1 = 0/0 dan 0/0 = 2 maka 1 = 2
        __________________________________________________
        Yang bilang 0/0 =2 itu kan sampean… jadi sampean juga dunk yang aneh sendiri jika 1 = 2 :lol:

        sumber komen sampean diatas :
        http://haniifa.wordpress.com/2008/03/18/45/#comment-1818

        bukankah yang benar itu,
        Dalil 3: Jika A x B = C x B maka A=C

        _____________________________
        func anehdunk( a, c )
        var b
        read b
        if (a x b == c x b) then a=c
        renturn( a )

        sifat transitif:
        jika a = b dan b = c maka a = c.
        ________________________________________
        Mungkin masih anomali yach, @mas ?!
        func anehding( a, b, c )
        if a=b .and. b=c then a = c
        return( a )

        *** Menurut saudara bergunakah var b ?! ***

        #Haniifa :
        Resultante:
        Dalil 3:
        Jika A=C maka A x B = C x B

        func inul( a, c )
        if (a == c ) then
        read b
        a = a x b
        return( a )

        Wassalam, Haniifa.

      • Eagle said

        @samsul
        daripada makai fungsi yang anehdunk() dan anehding()

        static int satujendol(int a, int b, int c)
        if( a==c) then return( a * b);
        return(null)

        samsul = satujendol( 0, 1, 0 ) :D :lol:

    • haniifa said

      @Kang watchmath
      Ceuk guru teka abi, lamun nu kenca dikali eta. sumawon nu katuhu oge keudah dikali eta

      2 x 0/0 = 0/0 x 2

      Cag.. ahhh…

  26. Arti dari \frac{a}{b} = c adalah a = b \times c. Jadi, bila ada kasus \frac{0}{0} =1, maka hal ini benar sebab 0 = 0 \times 1.

    Tetapi perlu diketahui bahwa bentuk \frac{0}{0} disebut sebagai bentuk tak tentu, sebab nilainya bisa berapa saja (dengan menggunakan definisi tadi). Jadi, bila ada yang mengatakan \frac{0}{0} = 2 juga boleh. Kalau ada yang mengatkan \frac{0}{0} = -10000 juga boleh, dan seterusnya. :D

    ____________________
    @
    Jawaban dibawah….

  27. Maaf tadi lupa latexnya>

    Arti dari \frac{a}{b} = c adalah a = b \times c. Jadi, bila ada kasus \frac{0}{0} =1, maka hal ini benar sebab 0 = 0 \times 1.

    Tetapi perlu diketahui bahwa bentuk \frac{0}{0} disebut sebagai bentuk tak tentu, sebab nilainya bisa berapa saja (dengan menggunakan definisi tadi). Jadi, bila ada yang mengatakan \frac{0}{0} = 2 juga boleh. Kalau ada yang mengatkan \frac{0}{0} = -10000 juga boleh, dan seterusnya.

    _________________
    @Mas Mathematicse
    Sepertinya saya tidak pernah menulis a/b = c ?!

    Trim’s atas kunjungannya, Haniifa.

  28. Maaf tadi lupa latexnya.

    Arti dari \frac{a}{b} = c adalah a = b \times c. Jadi, bila ada kasus \frac{0}{0} =1, maka hal ini benar sebab 0 = 0 \times 1.

    Tetapi perlu diketahui bahwa bentuk \frac{0}{0} disebut sebagai bentuk tak tentu, sebab nilainya bisa berapa saja (dengan menggunakan definisi tadi). Jadi, bila ada yang mengatakan \frac{0}{0} = 2 juga boleh. Kalau ada yang mengatkan \frac{0}{0} = -10000 juga boleh, dan seterusnya. :D

    • haniifa said

      @Mas Mathematice
      Bila ada yang bilang bahwa kuda adalah kuda nil, kuda zebra, kuda jantan dan kuda lumping juga boleh kok @mas.

      Sampean mau bilang 0/0= -10000 juga boleh, siapa yang larang ?!

      Cuma merasa aneh ajah, kok ujug-ujug a/b = c
      (Apa tekanya nggak lulus gituh ?! ) :D

    • watchmath said

      Hapunten Kang Jupri sanes bade ngajarkeun ngojay ka meri yeuh. Numutkeun simkuring mah \frac{0}{0} mah henteu teu tangtos, tangtos pisan anjeunna teh henteu terdefinisi. Margi upami didefinisikeun ngakibatkeun sifat sifat aritmetik bilangan real henteu konsisten.

      Istilah tak tentu mah mung di atributkeun dina konteks limit. Dina konteks limit aya istilah bentuk \frac{0}{0} (perhatoskeun perbentenan \frac{0}{0} sareng bentuk \frac{0}{0}). Tah dina konteks limit aya kecap tak tentu teh margi bentuk \frac[0}{0} kadang-kadang ngagaduhan limit 0, tak hingga, atanapi bilangan lain.

      cag……

      ________________
      @Kang Wachmath
      Sami abdi ge, hapunten teu tiasa ngawaler… @kang latex katingalnya nuju ngadat… :D

      Wassalam, haniifa.

  29. jelasnggak said

    Maap sodara-sodari muslim yang dikasihani saya..

    permisi..

    mau promosi blog nih..

    biar banyak pengunjung.. he he he..

    tolong liat dong..

    jangan malu2 ya…

    liat aja..

    ngga akan dimarahin kok sama ibu kalian…

    biar pinter yah…. (jangan ngomong bernoulli melulu…ngga keren. he he he)

    http://jelasnggak.wordpress.com/2009/06/27/maha-kuasa-debat-terbuka/

    .
    .
    salam cipika-cipiki…

    ___________________
    @Mas Jelasnggak
    Silahken @mas, saya nggak keberatan kok.

    Pie kabare… ?! :D

    Salam, Haniifa

  30. Aria Turns said

    Terlepas dari keyakinan anda (0/0=1) yang menurut saya salah tapi harus saya akui ada satu hal yang bikin saya salute kepada anda, anda tetap berpegang teguh ama keyakinan anda meskipun para matematikawan (dari mahasiswa, dosen, sampai peserta olimpiade matematika Internasional) yang berkomentar di blog ini maupun blog saya, semuanya menganggap anda salah, Saya angkat topi atas hal tersebut.
    Entah kenapa anda mengingatkan saya terhadap mantan presiden amrik, Gorge W Bush
    Tentunya kita semua masih ingat kalau Bush tetep berkeyakinan menginvasi Irak meskipun seluruh dunia menentangnya, dan pada akhirnya kita bisa melihat dengan jelas kalau Bush salah..
    Sekarang akan saya lihat, apakah anda tetap memegang keyakinan anda meskipun seluruh matematikawan sedunia (gak usah sedunia lah, seIndonesia aja lah) menganggap anda salah…
    Let we see..
    Wassalam..

    • haniifa said

      @Mas Ariaturns
      Sampai detik ini saya sangat-sangat berkeyakinan bahwa bilangan prima yang genap adalah 2, walaupun kemungkinan ada ketidak higgaan bilangan prima ganjil.
      Pesan yang ingin saya sampaikan adalah :
      1. PRIMA GENAP satu-satunya adalah bilangan bulat 2
      2. PRIMA GANJIL banyak
      3. NON PRIMA banyak.
      Dengan silogisme yang sama Insya Allah demikian adanya pandangan saya terhadap 1=0/0

      Soal sampean jadi ingat terhadap Oom George W Bush silahken, tapi saya mau tanya sejujurnya sama sampean…

      SALUT atau SULIT ?!

      Wassalam, Haniifa.

    • Karl Karnadi said

      Anda tidak seharusnya salute pd keyakinan seseorang pd mathematical equation yg salah. Matematik bukan berdasar keyakinan/ pendapat. Ada definisi2 dan mekanisme yg ketat dan pasti, bahkan 100% pasti. Jelas tidak bisa sama sekali dianalogikan dgn Bush atau pendapat pribadi seseorang. Jauh berbeda. Dalam matematika, apa yg false, dapat dibuktikan bhw false, apa yg true, dapat dibuktikan true (plg tidak pd persamaan aritmetik dan aljabar dasar).

      0/0 = ‘indeterminate’ (bukan ‘undefined’).

      Kenapa bisa demikian?
      baca http://mathforum.org/dr.math/faq/faq.divideby0.html

      • haniifa said

        @Om Karl Karnadi
        0/0 = ‘indeterminate’ (bukan ‘undefined’).
        ___________________________________________
        Silahken kalau sampean bilang begitu, yang jelas ada menurut saya 0/0 = 1 … terdefinisi (bukan ‘undefined’)

        Oh yah.. ‘indeterminate’ saya nggak ngerti tuh, apalagi ada tanda kutip… :D

        #Haniifa.

      • Karl Karnadi said

        Baca link di atas. Tidak ada yg peduli pendapat pribadi anda apa, dan tidak ada yg peduli pendapat pribadi saya apa, yg ada adalah pembuktian benar/ salah. Ini mathematics bukan diskusi politik.
        _________________
        @Mas Karl Karnadi
        Yang saya peduliken adalah
        Jika A=A maka A/A=1, just it’s :D

        #Haniifa.

      • Karl Karnadi said

        Tapi bilangan 0 tidak bisa digunakan sbg denominator (pembagi). Ntah krn kesulitan bhs inggris atau apa, anda masih blm membaca link yg saya berikan. Dan juga contoh kontradiksi yg mas Aria berikan (satu saja sudah cukup).
        ___________________
        @Karl Karnadi
        Tapi bilangan 0 tidak bisa digunakan sbg denominator (pembagi).
        __________________
        Hua.ha.ha
        Apa bedanya bilangan 0 sebagai bilangan yang dibagi:
        0/120 atau 0/x atau 0/sin(x) ===> hasilnya sama dengan NOL.

        Nol sebagai pembagi berlaku jika hanya jika yang dibagi adalah Nol… bigimana ?! :D

        #Haniifa.

      • Cekixkix said

        @Om Karl Karnadi
        Om ini makluq dari mane ?! ujug-ujug kaye kesurupan jagoan neon… Cekixkix…kix..kix.

    • Karl Karnadi said

      Dan btw sama sekali tidak relevan dan bahkan agak misleading untuk anda menyebutkan kredibilitas orang (mahasiswa, dosen, sampai peserta olimpiade matematika Internasional). Aljabar tidak bergantung pd kredibilitas orang, mau anak kecil atau tukang becak, namanya pembuktian (yg valid tentunya) tidak bisa terbantahkan dan berlaku sepanjang masa.

      • haniifa said

        @Om Karl Karnadi
        Apa menurut sampean ini nggak valid sepanjang masa ?!

        Jika A=A maka A/A=1

        #Haniifa.

      • Karl Karnadi said

        Baca post saya di atas. A/B didefinisikan untuk B tidak sama dengan 0. Untuk alasannya liat link yg saya kasi.

      • haniifa said

        @Oon Kalr
        A/B didefinisikan untuk B tidak sama dengan 0
        _________________________________
        Artinya A tidak sama B…
        Baca post saiyah… :D

        Jika A=A maka A/A=1
        Jika (A=B dan B=C) maka A=C… Clear

        #Haniifa.

  31. Saya menulis bentuk \frac{a}{b} = c adalah menuliskan suatu definisi pembagian sebagai kebalikan dari definisi perkalian, dengan tentunya a, b, dan c adalah bilangan-bilangan.

    Jadi, bila Anda salah mengerti dengan apa yang saya tulis, saya berharap dengan penjelasan ini bisa dimengerti. :mrgreen: :D (*Mmm… boleh saya tahu background study Anda? Kalau bukan dari bidang matematika, maka saya akan memaklumi bila Anda cukup terkejut dengan apa yang saya tulis. Maaf). :)

    • haniifa said

      @Mas Mathematicse
      Terimakasih atas kunjungannya, rasanya saya pernah berkunjung ke blog sampean, tapi saya lupa lagi kapan yach…

      Duh mohon maaf, saya ini rupanya banyak lupa susah ingat :D

      Wassalam, Haniifa.

    • konyol said

      @mathematicse
      kek-kek=0
      kek-kek-kek=-kek :lol:

      (*Mmm… boleh saya tahu background study Anda? Kalau bukan dari bidang matematika, maka saya akan memaklumi bila Anda cukup terkejut dengan apa yang saya tulis. Maaf)

      Bagaimana jika yang ditanya tsb, ternyata mantan guru anda ?!

      • @Konyol: Ya kalau guru agama atau guru bidang studi lain yang bukan matematika, ya ga apa-apa….:D Tapi yang jelas, guru matematika saya tidak ada yang bernama Hanifa… :D

      • konyol said

        @Mathematicse: Ora opo-opo kan… , yang jelas dulu sekali saya suka dipanggil Al Jufri waktu mengerjakan pe-er aljabar boolean. pak guru saya ini mantan dekan yang sudah mpp lho.. :D :lol:

      • haniifa said

        @Mas Konyol
        Saya juga tidak punya siswa yang bernama Mathematicse, kalau si Duleh ada… :D

  32. jelasnggak said

    Haniifa dipermalukan kalangan cendekiawan….

    http://ariaturns.wordpress.com/2009/06/27/penjelasan-yang-paling-sederhana-kalau-00-hasilnya-bukanlah-1/

    Makanya…

    kalo ngomong ati-ati…

    he he he…

    agama kok di sambung2in sama sains…
    udah gitu maksa lagi…

    yeah…

    sudahlah..
    ________________
    @Mas Jelasnggak
    Hua.ha.ha
    Sayah sangat-sangat yakin sekali “otong saya mah dipotong sikit”, nahhh yang mempermalukan sayah “tanda tanya otongnya” ?! :D

    Yah sudah potong ajah otong sampean dunk… :D :lol:

    *** Komentar khok nggak jelas hehehe… ***

    Salam jelas, Haniifa.

    • haniifa said

      @Mas Jelasnggak
      Makanya…
      kalo ngomong ati-ati…

      _____________________
      Sampean lain kali kalau komentar disemua artikel saya, yang jelas !!!

      Wassalam, Haniifa.

  33. jelasnggak said

    Jadi inget tulisan saya yang ini nih…

    http://jelasnggak.wordpress.com/2009/06/20/kristen-ngga-sunat/

    _______________
    @Mas Jelasnggak
    Syukurlah sampean mulai sembuh dari RS “X” hehehe…
    Ingatan mulai pulih.. :D

    Salam ingat, Haniifa

  34. watchmath said

    Kang Haniifa. Dina Hadist pan aya cariosan nu kirang langkung sapertos kieu “naroskeun hiji permasalahan teh kedah ka ahlina”. Tah kinten-kinten saha tah ahli matematika nu dipercanten ku kang Haniifa? manawi aya diantawis guru-guru/sobat anu kaahlianna di percanten ku Akang. Atanapi Kang Haniifa ngaraos salira ahli dina matematika janten teu kedah naroskeun ka sasaha?

    Cag…

  35. mrmahesa said

    @bro haniifa..

    sebenernya penjelasan dari teman2 ahli matematika diatas ini sangat mudah dimengerti,karena mereka ahli dalam bidangnya.

    begini saya punya soal..

    x=\frac{1}{A}+\frac{1}{B}+\frac{1}{C}-1

    berapakah A,B,C dan B+C…?

    Bisa jadi.

    \frac{1}{A}=x+1-\frac{1}{B}-\frac{1}{C}
    =\frac{BC(x+1)-B-C}{BC}

    Maka

    A=\frac{BC}{BC(x+1)-B-C}

    karena..

    B=\frac{AC}{AC(x+1)-B-C}

    C=\frac{AB}{AB(x+1)-A-B}

    Nah sekarang saya kebingungan B+C=..??

    Kira-kira ada yg mau bantu gak..??

    • haniifa said

      @Mr. Mahesa
      Nah sekarang saya kebingungan B+C=..??
      __________________
      A-A = 0
      A = A
      Oke:
      1 = 0/0

      so….
      B + C = ?!
      Gampang bro….

      B = A
      C = – A
      (B) + (C) = ?!
      (A) + (-A) = ?!
      A – A = O
      A = A

      Jump to Oke : :D

      Wassalam, Haniifa.

      • mrmahesa said

        Sepertinya jawabannya masih kurang sedikit lagi…hoho

        salam

        ____________________
        @Mr Mahesa
        Ohhh sori… lupa sayah !!
        B + C = ?!

        Jika B+C = A maka A = B+C
        Jika A=A maka 1 = A/A

        Sehingga….

        1. B := -A dan +C = A
        x = 1/A + 1/B + 1/C – 1
        x = 1/A + (1/-A) + 1/A – 1
        x = 1 -1 +1 -1
        x = 0
        x = 1/A + 1/B + 1/C -1 dipenuhi jika (x=0 dan A=1 dan B=-1 dan C=1)

        Atau…

        2. B = A dan +C = -A
        x = 1/A + 1/B + 1/C – 1
        x = 1/A + 1/A + (1/-A) – 1
        x = 1 +1 -1 -1
        x = 0
        x = 1/A + 1/B + 1/C -1 dipenuhi jika (x=0 dan A=1, B=1 dan C=-1)

        Kalau masih kurang boleh juga @Mr…. jika (x=0 dan A=-1, B=1 dan C=1)

        Wassalam, Haniifa.

  36. Vira said

    @Mr.Mahesa

    Gampang,
    B+C=?
    B+C=K
    B+C^K
    BeCaK

    Yuk kita bernyanyi bersama

    “Dipucuk pohon cemara…
    Burung mahesa berbunyi…
    Trilili…lili…lili..lili.

    ___________________
    @Mba Vira
    Saya suranyah… tidak terdengar… :D

    Salam riang selalu, Haniifa.

    • jelasnggak said

      nyanyi-nya bukan gitu tuh vir…

      gini nih..

      bila isroil
      datang memanggil
      jazad terbujur
      di PAMBARINGAN :lol:
      seluruh tubuh
      akan menggigil
      sekujur badan
      kan KADINGINAN :lol:

      tereng.. tereng.. duuuuuuudddddT

      :lol:

      Suara rebana mode:on
      _________________
      @Mas Jelasnggak
      Tumben nggak pakai lank-link-lunk… kehabisan soara yach hehehe

      Trims’ yach, nambah-nambah bilangan :D

      Wassalam, haniifa.

      • konyol said

        @haniifa
        maksud nambah-nambah bilangan itu adalah :
        (otak linglung)/(otak lingkung) = 1 orang otak linglung = @jelasnggak:D :lol:

      • Fietria said

        @ Jelasnggak
        bila isroil
        datang memanggil
        jazad terbujur
        di PAMBARINGAN
        seluruh tubuh
        akan menggigil
        sekujur badan
        kan KADINGINAN

        Tuhhhhhhhh…….bener kan? Kamu orang kaltim?

        PAMBARINGAN = PEMBARINGAN

        KADINGINAN = KEDINGINAN

        Huahahahahaa………rancak bebahasa banjar lah?
        Hihihihi akhirnya ……

        @mas haniifa
        Lagu aslinya bukan begitu….
        Lagu aslinya pakai bahasa Arab
        Di daerah saya memang sering Ibu-Ibu seminggu sekali pada hari kamis mengadakan acara rebana pakai gendang.
        Biasanya yang dibaca lebih dahulu adalah doa-doa baru dimulai rebananya.
        Saya lupa nama doanya..tapi awal katanya Isro…apa gitu tapi yang jelas bukan Isroil.

        Tuh anak udah ketahuan dari logat bahasanya pakai bahasa banjar, kaltim tapi enggak mau ngaku juga.
        Di kaltim bahasa banjar memang sudah jadi bahasa pergaulan, jadi walau beda suku tidak masalah. Justru mereka yang beda suku akhirnya bisa berbahasa banjar.
        seperti jelasnggak, contohnya. Udah ketahuan dari awal kalau dia mengerti bahasa banjar.

      • haniifa said

        @mba Fietria
        Begitulah kalau maling (baca: @jelasnggak) teriak maling, hehehe…
        Ternyata @mba Fietria jeli sekali. ;)

        Wassalam, Haniifa.

    • haniifa said

      @Mba Vira
      Saya kasih rahasia matematika yach, pagi-pagi morning ini dan sampean nyanyi tralala-trilili…
      B+C = A
      B*C = A
      B^C = A

      Berapakah B dan C sehingga nilai A memenuhi tiga persamaan tersebut sekaligus ?!
      (sepertinya nggak mungkin yach hehehe )
      B = 2
      C = 2
      A = 4 :D

      Kemudian jika operasi pembagian, bigimana ?!
      B/C = A
      2/2 = 1
      0/0 = 1

      Kesimpulan:
      Hanya dengan SATU ayat saja, Al Qur’an mampu memecahkan asal-muasal notasi bilangan.

      Naqli= (Kebenaran Mutlak)
      Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Satu
      (QS 112:1)

      Note:
      Sekarang sampean sudah mengerti bukan !!.
      Nah silahken baca yang berikut agar lebih mengerti, mengapa umat Islam senantiasa mengucapkan
      Assalamu’alaikum ?! –::Click dunk::

      (Kemudian jika operasi akar, cari sendiri yach… kan udah pinter !! , kalau nggak tahu akar masalah … eh… maksudnya masalah “akar”, @mba tanya sama ahlinya beliau adalah pakar akar… :D )

      Wassalam,Haniifa.

  37. hapitri said

    0/0 = undefined…
    huh???

    nothing divided by nothing… well… it’s nothing! or indefinite?

  38. pengamat said

    kesini karena undangan haniifa di sini

    makin lucu aja…jadi yg salah ini Al-Quran ato haniifa yg salah nerjemahkan… :D

    karena saya orang Islam, maka saya tidak akan mengatakan Al-quran itu salah…kesimpulannya… :D

    • adi isa said

      lha, apa pasal?

    • haniifa said

      @Pengamat
      karena saya orang Islam, maka saya tidak akan mengatakan Al-quran itu salah…kesimpulannya… :D
      ____________________________
      Hua.ha.ha…. sampean islam, munafiqun kali…
      Nehhh undangan asli saya, seharusnya sampean koreksi kalau benar-benar islam.

      Undangan #1 @Pengamat
      Kalau bigitu coba sampean amati dulu… !!
      قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ –::brani klik::
      sumber:
      http://spektrumku.wordpress.com/2009/06/30/debat-matematikapun-bisa-sekocak-debat-politik/#comment-8498

      Perhatikan (QS 112:1) tidak saya latinken…

      Undangan #2 @Pengamat
      Kalau bigitu coba sampean amati dulu… !!
      -Qulhu Allahu Ahad-” قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ –::brani klik::
      Sumber:
      http://spektrumku.wordpress.com/2009/06/30/debat-matematikapun-bisa-sekocak-debat-politik/#comment-8502

      -Qulhu Allahu Ahad-” seharusnya “Qulhu Wa Allahu Ahad”

      *** Seharusnya yang saudara teriaki: “WA”-nya kemana ?! ***

      Menurut teori kemungkinan :
      1. Sampean tidak bisa IQRO 1
      2. Sampean bukan ISLAM
      3. Sampean Islam-islaman alias munafikun.

      Tapi saya lebih cenderung sampean ini dungu… :D

      Wassalam, Haniifa.

      • pengamat said

        waduh saya dibilang munafiq, enggak apa2, lagian yang berhak menilai keimanan saya hanyalah Allah SWT, yang bisa saya lakukan hanyalah mengamalkan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya..

        dan dari tadi saya tidak teriak2 ya..anda ini semakin lucu saja.. :D

        sejujurnya saya terpesona dengan tulisan arab yang anda tulis di atas dan saya tidak begitu memperhatikan tulisan latinnya..meskipun saya tahu itu salahpun saya masih tetap akan berbaik sangka bahwa anda mungkin salah ketik, karena tulisan arab anda cukup indah..

        Menurut teori kemungkinan :
        1. Sampean tidak bisa IQRO 1

        Alhamdulillah saya sudah bisa membaca Al-Quran, jika anda tidak percaya saya bersedia Qiroatul Quran bareng anda.

        2. Sampean bukan ISLAM
        InsyaAllah sampai hari ini saya Islam dan akan tetap Islam sampai akhir jaman, karena saya yakin hanya Islam agama yg paling benar di sisi Allah

        3. Sampean Islam-islaman alias munafikun.
        No comment untuk hal ini, seperti yang saya bilang diatas..yang bisa saya lakukan hanyalah mengamalkan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, biarlah Allah yg menilai tingkat keimanan saya.

        Tapi saya lebih cenderung sampean ini dungu… :D
        kalau yang ini anda betul, saya memang dungu dan bodoh, karena itu saya berusaha terus untuk belajar..dan dari apa yg saya pelajari dari SMA sampai sekarang saya tahu bahwa 0/0 tidak sama dengan satu.

        ____________________
        @Mas Pengamat
        Alhamdulillah…
        Jangan gitu ahhh… kan namanya juga TEORI KEMUNGKINAN, jadi MUNGKIN saja saya yang salah menilai sampean bukan !!!

        Atau mungkin juga sampean yang SALAH.

        Wassalam, Haniifa.

      • Eagle said

        @pengamat
        kehhhh.hoak.hoak

        Alhamdulillah saya sudah bisa membaca Al-Quran, jika anda tidak percaya saya bersedia Qiroatul Quran bareng anda.

        dari pada petangtagn-petengteng, coba amati artikel-artikel, kalau saja bisa memberikah hujah yang lebih baik, aku angkat jadi ustadzku !! :P

      • haniifa said

        @mas Pengamat
        dan dari tadi saya tidak teriak2 ya..anda ini semakin lucu saja.. :D
        ________________________
        Siapa yang bilang sampean teriak2… coba baca ulang yang benar.

        *** Seharusnya yang saudara teriaki:“WA”-nya kemana ?! ***

        teriak2 = TIDAK TENTU jumlah teriakannya
        teriaki = SATU teriakan
        Jadi meragukan IQRO-nya. dan ternyata sampean salah nerjemahkan… :P

        kalau yang ini anda betul, saya memang dungu dan bodoh, karena itu saya berusaha terus untuk belajar..dan dari apa yg saya pelajari dari SMA sampai sekarang saya tahu bahwa 0/0 tidak sama dengan satu.
        ________________________
        Coba cari di @mbah Gugel
        Probability and Statistics for Engineers and Scientists
        (Kemungkinan saya tahunya 0/0=1 setelah belajar ini lho. !!, tapi sayah juga lupa lagi… dah lama sekali seeh :( )

        ** info tambahan **
        Ronald E. Walpole : Guru besar Matematika dan statistika di Roanoke College
        Raymond H. Myers : Guru besar Statistika di Virginia Polytechnic institute and State University

        Selamat belajar, Haniifa.

      • pengamat said

        kemaren saya sudah mencoba membaca beberapa artikel anda di blog ini..Subhanallah itulah kata pertama yg bisa saya ucapkan..saya sangat kagum dan salut pada sdr. haniifa yang insyaAllah saya yakin mempunyai pengetahuan agama yg mumpuni tetapi tidak melupakan pengetahuan umum seperti sains..saya jadi inget beberapa teman masa kecil saya yang menganggap remeh sains dan ilmu pengetahuan dan hanya mempelajari agama saja..hal ini sangat bertolak belakang dengan beberapa ilmuwan luar negri (terutama Eropa) yg pernah saya temui, dimana mereka justru hanya mempelajari sains tapi melupakan agama (atheis)..sehingga ketika membaca beberapa artikel dari sdr. haniifa ini saya sangat senang ternyata masih ada muslim yg bisa menyeimbangkan antara agama dan sains..sehingga mungkin seperti semua harapan kita semua Islam bisa kembali jaya dalam segi apapun termasuk bidang sains dan kita tidak hanya terlena pada romantisme kejayaan masa lalu..

        tapi meskipun begitu ada juga beberapa artikel yg membuat saya khawatir (tidak saya sebutkan di forum terbuka seperti ini karena takut digunakan pihak non-Islam untuk menyerang balik kita). Hal yg membuat saya khawatir adalah adanya beberapa miskonsepsi dari penafsiran sdr. haniifa tentang Al-Quran yg dihubungkan dengan sains…saya memaklumi hal ini, kita semua sebagai manusia biasa pasti pernah berbuat salah, seperti saat sdr. haniifa dan sdr. konyol mengingatkan saya untuk tidak menjadi munafiqun dan senantiasa mengutamakan Quran, alhamdulillah saya mengucapkan beribu terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada anda berdua karena telah mengingatkan saya dan membuat saya senantiasa akan selalu mengoreksi diri..dan hal itu jugalah yg memotivasi saya untuk menulis ini, agar kita senantiasa watawa saubil haq watawa saubil sabr, tidak ada maksud lain..karena cita-cita kita saya yakin sama, mengembalikan kejayaan Islam dalam dunia sains.

        saya menyadari kekhawatiran para matematikawan di blognya Aria, saya yakin mereka tidak pernah mencoba menentang suatu agama tertentu, yg mereka lakukan hanya berbicara sesuai bahasa yg mereka tahu, bahasa Ilmu pengetahuan, bahasa matematika yg logis, dan saat kita tidak bisa memberikan logika yg benar secara matematis jelas akan ditentang…hal inilah yg saya khawatirkan, sebab ada beberapa tulisan anda (beberapa dalil aqli) yg bila saya presentasikan didepan professor2 saya, pasti akan ditertawakan karena dasar logikanya yg lemah (tentu saja bila saya mengemukakan dalil naqli mereka cuman bisa melongo dan bertanya “what are you talking about?” :D )..

        padahal saya yakin bukan hal ini yg diinginkan sdr. haniifa dan rekan2 di sini kan..kita semua tidak ingin bahwa bila kita menyajikan dalil naqli dan dalil aqli yang hanya akan menjadi bahan tertawaan para profesor2 itu karena tidak logis secara matematis..tentunya yg saya inginkan (saya harap ini juga yg anda semua inginkan) bahwa saat kita mengucapkan kalimat2 Al-Quran kepada para profesor2 itu, mereka bisa menyadari betapa indahnya Al-Quran ini, dan menyadari bahwa Islam adalah agama rahmatan lil alamin..

        selain itu terima kasih atas referensi bukunya, ya saya sudah pernah membaca buku itu, tapi sebenarnya buku mata kuliah probability saya dulu adalah: Introduction to Probability Model karangan Sheldon M. Ross
        kalau untuk probability yg lebih matematis saya menggunakan: Introduction to Probability dan Mathematical Statistic karangan Lee J. Brain dan Max Engelhard.

        tapi saya pikir esensi dari ketiga buku itu sama saja, dan mohon maaf dari ketiga buku itu saya tidak menemukan argumen yg mendukung pernyataan \frac{0}{0}=1

        semoga kita selalu saling mengingatkan…salam ukhuwah dan semoga semangat menuntut ilmu kita semua tidak akan pernah padam, sehingga tercapai cita2 luhur kita semua..harapannya dapat muncul scientist2 seperti sdr. haniifa ini yg tidak hanya pakar ilmu tapi juga kuat keislamannya..amin

      • haniifa said

        @Mas Pengamat
        Alhamdulillah…
        Saya yakin saudara sudah membaca beberapa artikel pada blog ini, dan memang ini yang sesungguhnya perlu saudara ketahui sebelum menjatuhkan vonis bahwa saya adalah seorang yang menyiarkan ilmu sesat (baca kembali komentar saudara, selain disini). Insya Allah sebagai muslim tentu saudara hapal dengan apa yang yang disebut qishash, mungkin saudara tidak membayangkan efek domino dari statmen tersebut, tapi bagi saya artinya harus mereview ulang semua artikel-artikel yang sekian tahun saya pelihara, padahal esensi perbedaan antara kita hanyalah mengenai hasil dari 0/0=1 dan saudara @Pengamat merasa 100% salah sementara lain saya menganggap juga 100% benar, untuk itulah saya mengajak saudara mengingatkan kembali teori kemungkinan, siapa yang sesungguhnya mendekati benar dalam suatu event yang percist (mohon maaf bukan untuk mencari value 0/0=1), yang kedua saya berikan sedikit “info tambahan” hanya pengujian kepada saudara saja, bagaimana tingkat kejelian saudara dari suatu informasi yang sederhana.
        Ok, saya buka sekarang !! “info” tersebut hanya didapat pada buku edisi ke dua, saya umpan perkiraan, Dengan siapa dan bagaimana rupa lawan bicara saudara ?!

        padahal saya yakin bukan hal ini yg diinginkan sdr. haniifa dan rekan2 di sini kan..kita semua tidak ingin bahwa bila kita menyajikan dalil naqli dan dalil aqli yang hanya akan menjadi bahan tertawaan para profesor2 itu karena tidak logis secara matematis..tentunya yg saya inginkan (saya harap ini juga yg anda semua inginkan) bahwa saat kita mengucapkan kalimat2 Al-Quran kepada para profesor2 itu, mereka bisa menyadari betapa indahnya Al-Quran ini, dan menyadari bahwa Islam adalah agama rahmatan lil alamin..
        _________________________________
        Saya lebih takut ditanyai pertanggung jawabkan oleh Allah subhanahu wa’tala kelak dikemudian hari, atas ilmu hitung yang saya pelajari.
        Singkatnya tidak menjadi masalah saya ditertawakan didunia, tapi diakhirat insya Allah saya bisa tertawa riang gembira, Amin.

        Teriring salam hangat, Haniifa.

    • @mas pengamat

      perhatikan lagi tuch artikel…jgn anda salah paham dulu…
      0 disini bukan dalam arti kosong atau tidak ada…nich saya copikan lagi artikelnya :

      Bukti:
      1. Jika A=0, C=0 dan B=1 maka 0/0 = 1/1
      2. Jika A=0, C=0 dan B=0 maka 0/0 = 0/0

      A/A = 1/1

      mas aria…terlalu cepat mengambil kesimpulan…

  39. Eagle said

    @pengamat dungu :D :lol:

    Kalau bigitu coba sampean amati dulu… !!
    “Qulhu Allahu Ahad” قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ –::brani klik::

    bisa baca nggak : قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

    kalau bigitu coba sampean amati dulu… !!…. utamakan AL QUR’AN

  40. PakarMatrix said

    Mana ahli matematika nich…? Tak ada yg nongol lagi.
    {0}{0}=1
    __________________
    @Mas PakarMatrix
    Trim’s atas kunjunganya

    Wassalam, Haniifa.

  41. Entahlah said

    http://spektrumku.wordpress.com/2009/06/30/debat-matematikapun-bisa-sekocak-debat-politik/#comment-8503
    ______________
    @Mas Entahlah
    ;)

  42. Entahlah said

    Tak tega saya ..meliat saudara haniifa selalu dihina berame2…
    mereka menghina karena kebodohan mereka…ma’apkanlah mereka wahai saudaraku haniifa…
    saya sanggah mereka disana :
    http://spektrumku.wordpress.com/2009/06/30/debat-matematikapun-bisa-sekocak-debat-politik/#comment-8503

    semoga mas haniifa selalu diberi kesabaran dan dilapangkan dadanya…

    dari saudaramu yang selalu membelamu…

    • haniifa said

      @Mas Entalah
      Saudaraku yang dirakhmati Allah,
      Semoga senantiasa di berikan taufik dan hidayah dari Allah subhanahu wa ta’ala, hati ini bergetar bukan karena caci maki dari rekan-rekan, namun getaran ketulusan saudara-saudara yang senantiasa membela tanpa pamrih pada artikel sederhana ini.

      dari saudaramu yang selalu membelamu,
      Amin.
      Alhamdulillah…Alhamdulillahi rabbil’alamin.

      Teriring salam yang dalam, @Haniifa.

  43. [...] Mas Haniifa yang mengatakan 0/0=1 atau Sang Matematikawan (muslim) terbesar sepanjang sejarah yang mengatakan 0/0 tak terdefinisi Possibly related posts: (automatically generated)ESQ ngacoThe Real Wonder WomenOmong kosongHukum Mengucapkan Selamat Natal [...]

  44. zoudib said

    mas haniifa..
    sedikit saran. alquran diturunkan dengan asbabun nuzul yang jelas. kita dengan amat sangat diwajibkan membaca, mempelajari, dan mengamalkannya semaksimal mungkin. dalam mempelajari tentu ada pemahamannya. al quran itu global. bagian lain menjelaskan lainnya. sebagian besar lain dijelaskan lewat tutur kata dan perbuatan nabi, al hadits.
    kali ini anda menuliskan :

    Surah Al Ikhlash adalah suatu “touchstone” keiklasan hati dan akal fikiran, atau boleh juga diartikan sebagai batu ujian “Ketaqwaan”.

    Hanya dengan SATU ayat saja, Al Qur’an mampu memecahkan asal-muasal notasi bilangan.

    Naqli= (Kebenaran Mutlak)
    Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Satu” (QS 112:1)

    Aqli = (Kebenaran Relatif)
    bla..bla..bla..

    saya tidak akan mengomentari perihal matematika karena saya adalah juga orang awam. sebagai muslim pun saya juga awam. tapi saya berani pastikan bahwa anda tidak punya cukup dasar yang kuat menghubung-hubungkan surat Al Ikhlas dengan sebuah “ketetapan manusia” 0/0= apapun hasilnya. dan tidak pantaslah sebuah ayat-pun dalam alQuran diterjemahkan sekenanya untuk dijadikan landasan pembenaran sebuah hukum manusia. wallohu a’lam.

    • haniifa said

      @Mas Zoudib
      dan tidak pantaslah sebuah ayat-pun dalam alQuran diterjemahkan sekenanya untuk dijadikan landasan pembenaran sebuah hukum manusia.
      _____________________________________________
      Satu saja dari saya tidak usah banyak-banyak.
      Siapakah yang mendekati benar antara #Haniifa atau Dr. Rashad Khalifa ?!
      Rasanya saya dengan beliau sama-sama menghitung, dan menerjemaah ayat-ayat Al Qur’an.
      Kalau saudara menjawab Dr. Rashad Kalifa atau tidak ada yang mendekati benar, maka tunjukan kepada saya hujah saudara.

      tapi saya berani pastikan bahwa anda tidak punya cukup dasar yang kuat menghubung-hubungkan surat Al Ikhlas dengan sebuah “ketetapan manusia” 0/0= apapun hasilnya.
      _____________________________________________
      Kalau saudara tidak bisa membuktikan apapun atas pertanyaan saya diatas, maka mohon maaf tulisan saudara (baca: Zoudib berani pastikan) adalah ucapan-ucapan yang sangat sombong/takabur dimata saya.

      Wassalam, Haniifa.

      • watchmath said

        Kang mendakan nu kieu yeuh di pesantren.or.id. Kumaha tah pangemut akang?

        “Imam al-Suyuthi menyebutkan bahwa, seorang mufassir harus menguasi nahwu, shorrof, istihqoq, ma’ani, bayan, badi’, qiro’ah, ushuluddin, ushul al-fiqh, asbab al-nuzul, qishosh, nasikh wa al-mansukh, fiqh, dan hadits-hadits yang menerangkan al-Qur’an, disamping itu ia juga harus mengamalkan ilmunya”

      • haniifa said

        @Kang Watchmath
        Hapunten nya, abdi emut ka ayat nu ieu:

        Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu IBRAMHIM menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu IMAM BAGI SELURUH MANUSIA“. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang dzalim”.(QS 2:124)

        Tangtos percaya jeung yakin ka IMAM nu diangkat ku Allah subhanahu wa ta’ala, sehingga metodologi yang dipakai yaitu Milah Nabi Ibrahim a.s

        Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung SEMUA orang-orang yang beriman.(QS 3:68)

        Dari ayat diatas saya tidak tahu kadar keimanan tiap-tiap orang, atau hanya Allah saja yang tahu.

        Dan saya tidak mengubah tafsiran (QS 112:1) bukan !!
        Al Qur’an : قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
        Latin : Qulhu Wa Allahu Ahad
        Tafsir mufasir : Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Satu”

        Haturnuhun tos diemutan.

        Wassalam, Haniifa.

      • zoudib said

        assalaamu’alaikum..
        halo2 mas haniifa ketemu lagi.. pakabar mas??
        sori deeh kalo kata-kata ana menyinggung mas haniifa, atau kalo ana terkesan sombong.hapunten pisan nya??
        saya juga tidak perlu banyak-banyak mas tentang yg satu itu. saya udah baca beberapa kali artikel tersebut.tidak banyak yang bisa saya sampaikan selain: ANDA memang jelas tidak bodoh, walaupun saya belum bisa judge mana yang mendekati benar diantara pendapat mas hanifaa dan dr rashad.

        tapi saya tidak akan melihat jauh2 kompetensi mas haniifa dan tulisan2 mas haniifa, saya yakin anda memang ok punya. tapi untuk yang satu ini TETAP saja saya tidak bisa memahami jalan pemikiran yang melandasi mas haniifa menulis dengan surat Al Ikhlas ayat 1, lantas menjadi tersimpulkan 0/0=1. aduuh, tolong lah mas, APA DASAR SAUDARA???????????

        seandainya kata2:
        “Surah Al Ikhlash……..” sampai dengan kata
        “…..(QS 112:1)”
        dihilangakan
        saya pasti tidak akan mempermasalahkan tulisan anda ini,
        (walaupun sebenarnya secara eksakta saya jelas ga bisa nerima 0/0=1) hehe

        salam hangat
        zoudib

        __________________________
        Wa’alaikum Salam, @Mas Zoudib
        halo2 mas haniifa ketemu lagi.. pakabar mas??
        _____________________
        Kabar saya baik-baik saja, memang ada sedikit sibuk minggu-minggu ini …. biasalah urusan internal nyonya hehehe.
        Semoga @mas senantiasa dirakhamati oleh Allah, Amin.

        kalo ana terkesan sombong.hapunten pisan nya??
        _____________________
        Lupakan saja, demi kemajuan bersama… rasanya para calon dokter juga tidak berkesan ngeri saat mempelajari mayat manusia.

        mas haniifa menulis dengan surat Al Ikhlas ayat 1, lantas menjadi tersimpulkan 0/0=1. aduuh, tolong lah mas, APA DASAR SAUDARA???????????
        _______________________
        Silahkan @mas baca dengan hati-hati :
        http://haniifa.wordpress.com/2009/07/04/logika-001-atau-100-tamat/
        Selebihnya insya Allah, akan saya publish mengenai artikel yang terkait dengan 0/0=1 secara ilmu hitung.

        Wassalam, Haniifa.

    • Konyol said

      @zoudib

      dan tidak pantaslah sebuah ayat-pun dalam alQuran diterjemahkan sekenanya untuk dijadikan landasan pembenaran sebuah hukum manusia.

      saya baca artikel haniifa yang lain, dan anggap saja tidak pakai ayat atau coret saja bagian yang tidak kamu sukai “Simulasi ini ditemukan oleh Dr. Eng Halis Aydemir. Menarik untuk disimak dari sini”

      saya tunggu panjenengan boss, disana… :D :lol:

  45. http://ariaturns.wordpress.com/2009/01/03/001/

  46. [...] saja kalian tahu hal tersebut salah. Itulah salah satu alasan 0/0 tidak terdefinisi, jadi buat yang masih percaya 0/0=1. silahkan kelaut [...]

  47. [...] Posts Al Qur'an membuktikan bahwa bilangan nol bukan misteri.Al Qur'an mengenalkan operator logical baruShalat yooAboutRahasia Al Qur'an dibalik huruf [...]

  48. dedekusn said

    Debatnya seru Kang…. :D

    ____________________
    @Kang Dede Kusn
    :D

    #Haniifa.

  49. adi isa said

    0/0 = 1…

    kang, bolehkah dikatakan nol adalah kekosongan?
    dalam kontek keberadaan ketuhanan, kekosongan=ketiadaan.

    apakah anda setuju? tks

    salam hangat.

    • haniifa said

      @Mas Adi Isa
      Sebagai mana ayat yang saya artikelkan, bahwa :

      Naqli= (Kebenaran Mutlak)
      Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Satu” (QS 112:1).
      0/0=1

      Idenya adalah bahwa Allah itu Maha Gaib, dan kegaibanNya tanpa cacat sedikitpun… artinya berbeda dangan makhluk ciptaanya termasuk Para Malaikat dan Jin.
      Jika boleh kita notasikan perihal yang gaib adalah seperti bilangan maka bilangan tersebut adalah NOL.
      Contoh :
      {} = tidak mempunyai anggota atau nill.
      {0} = mempunyai anggauta SATU
      {1} = memepunyai anggauta SATU
      {1+0} = mempunyai anggauta SATU sebab jika digabung = {1}
      {1+0-0} = …idem…
      {0,1,2..i } = mempunyai anggauta n

      kang, bolehkah dikatakan nol adalah kekosongan?
      _________________
      Tidak boleh, sebab kita semua harus mengakui bilangan nol adalah nyata digunakan dalam keseharian.

      dalam kontek keberadaan ketuhanan, kekosongan=ketiadaan.
      _________________
      Didalam tatabasa kita; “ke-an”, pada kata dasar “kosong” bisa menjadi kata benda/sifat sehingga : “kekosongan=ketiadaan dalam kontek keberadaan ketuhanan menjadi benar”. karena itulah Allah hanya mengenalkan asmaul husna.

      kekosongan = ketiadaan… ketiadaan Agama berarti Konsep ATHEIS, ketiadaan = {} .

      (sifat:kekosongan)/(sifat:ketiadaan) = hanya SATU asal muasalnya yaitu Asma Allah subhanahu wa ta’ala.
      *** Allah itu Qiyamuhu bi nafsihi (Allah itu berdiri dengan sendirinya) {0}=jumlah anggauta SATU, Konsep MONOTHEIS ***

      Catatan :
      1=1
      2=1
      3=1
      n=1

      Konsep POLITHEIS = Tuhan itu banyak 1=1, 2=1, 3=1… dsb.
      Adalah filsafat “abstrak matematis” yang keliru jika dikatakan wujud Allah (baca: Pencipta) melekat pada diri kita (baca: manusia itu ciptaan Allah) , tapi sebenarnya adalah sifat-sifat manusia merupakan derivasi sifat asmaulhusna yang Allah berikan lewat Al Qur’an.

      Wa Allahu ‘alam.

      Wasalam, Haniifa.

      • mumet said

        @Kang Haniifa
        Masih pusing..?! #@#X& :mrgreen:

      • haniifa said

        @Mumet
        Masih pusing..?!
        ___________________
        Coba saudara buka Al Qur’an, maka akan saudara dapati SURAH PERTAMA (baca: Al Faatihah) AYAT PERTAMA (baca: Bismillahir rahmanir rahim) berinitial angka SATU.

        Kalimat “Bismillahir rahmanir rahim” ada 114 terdiri dari :
        1. Al Faatihah : benomor 1 (SATU)
        2. 112 surah : tampa nomor (NOL)
        (catatan: (QS 27:30) mempunyai 2 kalimat tsb)

        Sekarang perhatikan relasi UMUL KITAB = (112 surah : Al Faatihah ==> (QS 112:1):D

        Qulhu wa Allahu Ahad

        Wassalam, Haniifa.

      • Konyol said

        memang benar
        mumet = pusing
        satu kepala = (Mumet)/(Pusing)… :D :lol:

      • adi isa said

        sejatinya saya cukup paham dengan penjelasan bro haniifa,
        berbicara ketiadaan, atau kekosongan bukan dalam konsep bilangan
        saya sepakat, cuman pernah saya peroleh pengetahuan, bahwa
        dalam ketiadaan itulah disebut alam ketuhanan, namun bukan berarti ketiadaan disini
        adalah nihil. Allah hadir dalam alam ketiadaan manusia, sebab jika Allah menzahirkan keberadaannya, maka semua menjadi musnah.

        ya, itu cuman sekilas aja bro haniifa, kalau belum setuju,
        sah-sah saja..oke. apalagi kalau sudah sepemahaman.
        tks, atas penjelasan sebelumnya.

        salam hangat.

  50. jelasnggak said

    Nih baca… biar pinter… biar ngga di gua hira terus….biar ngga ketutup terus tuh otak..biar bisa menghadapi kaum agnostik dan ateis.

    http://jelasnggak.wordpress.com/2009/07/04/bagaimana-membuktikan-tuhn-itu-ada-bagian-1/

    ..

    Tapi harap jangan GR, biarpun kalian saya bagi tips and triks menjawab atheis,…
    tetap muhammad bukan nabi..
    amin

  51. [...] Posts Logika 0/0=1 atau 1=0/0Al Qur'an membuktikan bahwa bilangan nol bukan misteri.AboutRahasia Al Qur'an dibalik huruf HijaiyahAl Qur'an mengenalkan operator logical [...]

  52. jelasnggak said

    Bukti alquran hebat :

    1400 tahun yang lalu orang arab sudah mengenal batu bata..

    ini terbukti dari surah di quran :

    “Alib BATA ahh”

    .
    .
    .
    .
    penonton : jangan gitu loe jel…
    jelasnggak : aduh…kikikik… sori deh…hu hu hu..hi hi hi.. .. ngga kuw.kuw..nahan ketawanya..

    • masyono9 said

      @Jelas Nggak
      Kamu ya gak mampu memberikan komentar tulisan tersebut diatas… jadi ngomongnya ya ngelantur…..
      Dah jaga aja warnet… sambil main game…. gak usah komentar tentang tulisan yang kamu sendiri bingung membacanya
      nanti orang semakin heran…
      “tololnya anak ini”

  53. jookut said

    ini haniifa nih
    blogger favorit saya dach
    postingnya hebat-hebatlah

    meski ga ada dikit pun yang saya ngerti
    maklum matematika mbwat kepala saya ‘pusing’
    untung ga 7 keliling
    __________________
    @mas Jookut
    Terima kasih @mas, lama tidak bersua…

    Salam hangat selalu, Haniifa.

  54. masyono9 said

    @Haniifa
    Kepalalku lagi pusing nich
    rasanya seperti:
    0/0 = 1
    1 = 0/0
    tapi yang paling jelas adalah:

    1 = 1/1

    Hehehehehe
    Mumeeeet ngurusin kerjaaan

    idididididihhhh
    _________________
    @mas Yono9
    :D

    #Haniifa

  55. [...] jauh lebih sulit menerangkan kepada orang-orang yang pintar keblinger dibandingkan kepada orang yang pura-pura pintar, untuk menerangkan 0/0=1 maka bermacam cara saya [...]

  56. [...] Posts Award balasanLogika 0/0=1 atau 1=0/0 (tamat)Al Qur'an membuktikan bahwa bilangan nol bukan misteri.Hasil perolehan sementara tanggal 8 Juli 2009Logika 0/0=1 atau [...]

  57. lovepassword said

    Setelah aku blogwalking kemana-mana – Baru nyadar aku, tulisanmu yang ini laris bener. Hi hi hi. Sampai ditanggapi di banyak blog lho.

  58. anak TeKa said

    Aku ingin penjelasan yang ga muluk-muluk donk, ga perlu limit, ga perlu assembly, ga perlu boole, tapi penjelasan yang biar aku ngerti.

    Jadi ya, yang pake apel atau jeruk gitu donk mas hanifa, kan tujuannya mencerdaskan semua orang, aku juga pengen punya pemikiran kayak mas, tapi bantu aku dengan penjelasan 0/0 = 1 pake contoh nyata yang paling simpel aku pahami.

    Oke mas, aku tunggu lho …

    • haniifa said

      @Anak Teka
      Kembang jeruk artinya belum menjadi buah jeruk, lalu hutang jeruk (-) nunggu kembang jeruk berbuah jeruk bukan buah aple… bigitulah kira-kira… :mrgreen:

      #haniifa.

  59. anak TeKa said

    trus yang menjelaskan 0/0 = 1 yang mana mas hanifa? aku masih belum ngerti mas, maklum mas IQ ku jongkok, masih TK, ayo mas berusaha nerangin ke aku!!

    Hidup mas Hanifa…

  60. Anak TeKa said

    Tetep aja mas Hanifa, eh salah, mas haniifa, i nya ada dua.
    Aku masih belum ngerti, maafin aku ya mas, aku bener-bener belum ngerti.

    Penjelasannya yang simpel dunk mas, yang langsung mengarah ke 0/0 = 1 and contohnya riil kehidupan sehari-hari gitu lho.

    Thank you mas, tak tunggu jawabannya, n aku terus dukung mas buat 0/0 = 1, tapi minta contoh dulu ..

    • haniifa said

      Biar SATU bigimana kalau contohnya SATU yac.. Oom

      Jika SATU orang anak teka yang cukup sabar (0) maka menunggu kembang jeruk (0)

      Sampean telah kumaafken atas kebingungannyah.

  61. Anak Teka said

    Masih belum ngerti mas Haniifa….

    IQ ku memang jongkok poll, tapi aku mgerti waktu guruku jelasin 6 + 2 = 8 pake contoh enam apel ditambah 2 apel jadinya 8 apel. Lha terus kalo 0/0 = 1 pake contoh yang sederhana ajah mas gimana?, contoh yang paling gampang yang aku temuin di kehidupan sehari-hari mas.

    Ayo mas, aku mendukungmu…

    • haniifa said

      @Anak Teka
      Kalau bigitu kembali lagi ke guru teka sampean, nanti kalau udah lulus baru tanya lagi kesini yach,,, anak manis :D

      • konyol said

        @haniifa
        kayaknya “baliau” anak play group yang belon lulus deh… hehehe… ngaku-ngaku udah teka :P

        Hey… koe, anak teka gadungan.
        jangan suka ngompol dicelana yah… anak teka gadungan :D :mrgreen:

  62. Anak TeKa said

    Aku memang belum lulus koq. Masa nyerah ma anak TK, guruku udah ngaku salut ma sampean, and nyerah ga bisa njelasin 0/0 =1, makanya aku tanya empunya 0/0 = 1.

    Maaf mas, tapi aku yakin mas bisa njelasin ke aku. Ayo semagadh…

    • konyol said

      kek.kek.kek.
      Dasar anak teka gadungan, setelah lulus teka kelak ko-e jadi guru atau menggurui… baru ko-e akui gicuhhh maksute :P

    • haniifa said

      @Anak Teka
      Beli SATU biji jeruk, kemudian sampean tanam… tunggu dengan sabar ya..nak, sampai berkembang dan jika sampean dapet JERUK baru tanya lagi.

      Jeruk kok minum jeruk :D

  63. anak TeKa said

    Terima kasih mas Haniifa penjelasannya.

    Tapi tetep aku belum bisa ngerti.
    Aku cuman pengen penjelasan sesimpel mungkin, sehingga aku atau kakakku yang di SD juga paham. Ayo majukan pendidikan.

    Assalamualaikum mas Haniifa, terima kasih.

    • haniifa said

      Wa’alaikum Salam, @Anak Teka
      Kembali kasih atas apresiasinya.

      Sedikit saran sebelum berpisah, cari tante yang sudah es-em-pe siapa tahu bisa jelasin lebih simpel lagi.

      Wassalam, Haniifa.

  64. Cyan Toner For Laserjet 4500…

    Maret 13 2008 pada 9:20 pmAssalamu’alaikumSurah Al Ikhlash adalah suatu touchstone keiklasan h [...]…
    ____________________
    @Oom Laser
    Spam nyah berhasil Oom… :D
    (baca: kecian dehhh lu… )

    #haniifa.

  65. [...] berhitung juga berkembang baik. Satu-satunya kelemahan berhitung di zaman itu adalah tidak mengenal bilangan nol (0). Angka-angka dalam lambang bilangan Romawi, seperti I, II, IV, X, dan L  bahkan masih digunakan [...]

  66. [...] dari problema para ahli matematika yang tidak sependapat bahwa 0/0 = 1 atau 1/1 = 1, disini saya hanya memberi gambaran bahwa apapun [...]

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>