حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Fisikawan Neon

Posted by حَنِيفًا on October 25, 2010

Assalamu’alaikum,

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَـنِ الرَّجِيمِ

Aku mohon perlindungan kepada Allah dari godaan syaithan yang terkutuk.

الم

Alif-Lam-Mim (QS 2:1)

ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,  (QS 2:2)

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلوةَ وَمِمَّا رَزَقْنَـهُمْ يُنفِقُونَ

(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, (QS 2:3)

Maha Benar Allah dengan segala firmannya.

Ghaib bisa diartikan  sesuatu yang imajiner atau diluar jangkauan aqal manusia.

Kali ini sayah hanya merecord hasil diskusi dengan seorang fisi-kawan neon😀 , sayah kira beliau ini serupa dan sama dengan Fisi-kawan terkemuka di Indonesia Jurusan Pilsafat Nuclear :lol:  yaitu Ir. Agus Musthofa yang mempercayai hukum kekelan Energi tetapi tidak mempercayai hukum kekekalan Akhirat, semoga bermanfaat, Amiin.

parhobass berkata
Oktober 2, 2009 pada 2:26 pm

Kalau Anda masih yakin Al Quran adalah wahyu Allah, maka:
tanpa wahyu Allah-pun ternyata Ilmuwan (yang nota bene bukan Islam) akan bisa menemukan kebenaran, artinya di luar Islam ada kebenaran, kebenaran yang didapat tanpa Allah

حَنِيفًا berkata
Oktober 2, 2009 pada 3:05 pm 

@Om Parhobass
Sepengetahuan sayah lho, kemajuan dunia barat justru setelah Bibel disebar luaskan pada masyarakat apalagi setelah dunia barat mengenal ilmu dari Al Qur’an, jadi sangat tidak mungkin sekali manusia tahu tampa ada yang memberi tahu.

parhobass berkata
Oktober 2, 2009 pada 4:29 pm

sekali lagi Anda salah satu korban Hoax…
banyak ahli ilmu matematika, dari timur tengah, kita harus maklumi, karena memang dari sanalah asal mula manusia, asal mula kebudayaan…. sayangnya tidak berkembang.
ilmu modern lahir dari otak2 repformator itu harus diakui

bahkan angka arab, di arab sana dibilang angka india, tetapi beberapa sahabat kita bangka kalau angka sekarang adalah angka arab…(ini hanya source lisan dari beberapa sahabat, maaf saya tidak ada bukti tertulis)

حَنِيفًا berkata
Oktober 2, 2009 pada 4:34 pm 

@Om Parhobass
Silahken panggil rekan sejawat sampean dari teka sampai dengan teke.. hehehe sayah tunggu diskusinya disini, kalau menurut sampean umat ISLAM doyan HOAX.

parhobass berkata
Oktober 2, 2009 pada 2:29 pm/

@haniifa dan penulis,
semisal pun itu benar,
apakah Anda tidak terpikir apakah ilmuyan yang menemukan c sebelumnya tidak mendapat ide dari:

Mzm. 90:4 Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.

2Ptr. 3:8 Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.

yang mana duanya selisih 1600 tahun dan 600 tahun kepada Nabi Anda???

dan bahan pemikiran juga silahkan buka

حَنِيفًا berkata
Oktober 2, 2009 pada 3:26 pm 

@Oom Parhobass
gimana mau maju, yang beragama di dalamnya masih korupsi, benar ngga mas….
__________________
Katanyah jangan bawa-bawa agama, bigimana seehhh sampean maunyah ?!👿

parhobass berkata
Oktober 2, 2009 pada 3:54 pm

@Hanifa
cek dulu tulisan saya sebelum Anda comment
Perigee 363,300 km
Mean 384,400 km
Apogee 405,500 km

itulah jarak bumi-bulan, dan di ambil hang mean

kalau Anda ngotot tentang R berubah-ubah, maka dengan tanpa perhitungan pun DR MAnsour telah keliru dari awal…
harusnya persamaan2 yang dia buat itu seharusnya dalam bentuk PD (paling tidak orde 1)

حَنِيفًا berkata

Oktober 2, 2009 pada 3:57 pm

@Om Parhobass
Maksute tidak ada satupun perhitungan yang benar-benar eksak… bigitu lho Om.. hahaha, dan sayah perhatiken sampean dari awal pun sudah nyeleneh, masak ada 1 tahun= 12,7 bulan, jangan-jangan lagi hamil tua yach… hahahah😀😆

parhobass berkata
Oktober 2, 2009 pada 4:13 pm

daripada sibuk adu mulut, buktikanlah DR mansour benar atau tidak…

حَنِيفًا berkata
Oktober 2, 2009 pada 4:22 pm 

@Om Parhobass
Apa yang mesti dibuktikan, semua juga sekedar pendekatan atau hitungan tioritis… dan hahaha… mohon maaf dari awal-awal sayah agak kesusahan dengan asumsi sampean😀

parhobass berkata
Oktober 2, 2009 pada 3:57 pm

@haniifa
Katanyah jangan bawa-bawa agama, bigimana seehhh sampean maunyah ?!👿
pernyataan saya
gimana mau maju, yang beragama di dalamnya masih korupsi, benar ngga mas….

apakah saya bawa agama?

kalau saya buat acuan suatu agama maka saya membawa2 agama, tetapi saya hanya buat acuan korupsi…
saya kira semua agama tidak ada yang mengajarkan umatnya korupsi.

حَنِيفًا berkata
Oktober 2, 2009 pada 4:01 pm 

@Om Parhobass
kalau saya buat acuan suatu agama maka saya membawa2 agama, tetapi saya hanya buat acuan korupsi…
saya kira semua agama tidak ada yang mengajarkan umatnya korupsi.

_______________
Pertama:
Tapi sampean sendiri korupsi sama artikel ini… hahaha😀😆

Kedua:

parhobass berkata
Oktober 2, 2009 pada 2:59 pm

hanifa kita sedang tidak mempersalahkan Islam di sini, tetapi kesalahan DR MAnsour, dan kesalahan sebagian umat Islam yang sangat doyan dengan HOAX tanpa menguji lebih dahulu…

Tidak mempermasalahken islam, tapi sampean menuduh umat islam sangat doyan hoax… apa nggak lucu coi ?!

parhobass berkata
Oktober 2, 2009 pada 4:11 pm

maaf kalau itu menyinggung Anda.., tetapi Anda paling tidak bisa buka mata, berapa anak2 SMA/SMP yang tertular oleh ajaran2 yang tidak benar???

hayolah.. Indonesia ini akan hebat kalau Islamnya hebat.. yakin ngga???
lihat partai2 yang mengatakan dirinya partai agama, berani ngga berkata, mreeka tidak becus… kenapa?? karena semua yang dipemerintahan adalah beragama, tetapi nyatanya apa yang kita lihat ???
korupsi dimana2

حَنِيفًا berkata
Oktober 2, 2009 pada 4:18 pm 

@Om Parhobass
Jujur saja segala sesuatu itu pasti ada lawannya/ pasangannya tidak terkecuali dengan agama apapun, saya sebagai orang yang beragama Islam tentu jauh lebih mengetahui apa itu islam dan tatanannya, sampean boleh percaya atau tidak terserah sendiri silahkan baca artikel sayah dengan orang-orang yang mengatasnamakan islam berawal dari diskusi yang santai menjadi perseturuan yang konyol.

parhobass berkata
Oktober 2, 2009 pada 4:08 pm

@haniifa
saya mengenal banyak teman muslim ahli matematika dan fisika..
saya juga mengakui di atas langit ada langit…
yang menjadi persoalan dari banyak sahabat Islam adalah…
seolah semua Ilmu pengetahuan (matematika/fisika) itu sudah di-wahyu-kan di dalam Al Quran

dengan pemikiran ini ada masalah:
1. Tanpa Al Quran orang bisa menemukan kebenaran, sebab kebanyak ahli2 bukan islam.
2. Islam sibuk mengutak-atik matematika dan fisika yang sudah ada dan menghubung2kannya dengan agama
3. Tidak ada inovasi baru, karena masih dalam rangka menghubung2kan.
4. iman yang buta, kenapa?? karena ilmu pengetahuan itu berkembang, suatu saat bisa salah sama sekali, lalu apakah itu juga akan membuktikan agama salah, apakah kita bisa mempertahankan yang salah ???

mungkin mas rhodei (dari link Anda) bisa menjelaskan lebih jelas bahwa fisika dan matematika tak lepas dari “cara kerja” pendekatan

حَنِيفًا berkata
Oktober 2, 2009 pada 4:20 pm 

@Om Parhobass
bahwa fisika dan matematika tak lepas dari “cara kerja” pendekatan
_____________________
Hahaha… idealis sekali sampean, coba lihat perdebatan sayah oleh orang-orang matematika disini mohon maaf menurut sayah mereka ahli sempoa.. hahaha😀😆

parhobass berkata
Oktober 2, 2009 pada 4:34 pm

Anda doyan mengambil2 ekor2 kata…
saya sedikit senang sebab ternyata Anda seorang pemikir “matematis”
dimana yang matematis selalu membuang variable yang tidak relevan.

maka dengan ini saya harapkan delete lah page Anda yang dulu kita masalahkan itu.

semoga Anda dapat melatih hati Anda, karena orang beriman melatih hatinya bukan pikirannya.

حَنِيفًا berkata

Oktober 2, 2009 pada 4:38 pm

@Om Parhobass
Mohon maaf dengan sanget… hehehe, itu hasil diskusi dengan Oom Cosmicbrot di blog IMAN KRISTEN…
Gampangnya: suka ambil, tidak suka yahhh jangan dibaca dunk… 😀

agorsiloku berkata
Oktober 2, 2009 pada 7:29 pm 

4. iman yang buta, kenapa?? karena ilmu pengetahuan itu berkembang, suatu saat bisa salah sama sekali, lalu apakah itu juga akan membuktikan agama salah, apakah kita bisa mempertahankan yang salah ???

Point ini menarik, dan ini juga kajian menarik, analisis menarik. Namun, membutuhkan kepala dingin, tenang, dan tetap menyadari bahwa manusia adalah mahluk yang diciptakan.

Catatan Mas Parhobass 1 s.d. 4 bisa direnungkan banyak orang atau oleh diri sendiri. Konsistensi dari pemeluk agama dengan segala analisisnya terhadap Al Qur’an adalah sebuah keniscayaan yang membuat banyak pihak, termasuk pemeluknya sendiri selalu bertanya dan membahas pada kitab yang umurnya sudah lebih 1400 tanpa perubahan. Digali terus menerus dan eksis. Bisa jadi kajian yang sama pada kitab lain, jika memang masih ada dalam bahasa aslinya.
Namun, terus terang saya tidak ingin membahas ini berbanyak-banyak pada blog ini. Karena tidak ingin berpanas ria dan pada bagian tertentu juga sudah banyak pakar membahas cukup mendalam. Ahli fisika/matematika Islam sendiri yang sangat jauh lebih pandai dari saya, tentulah sudah menolak pendekatan tema ini, jika memang matematisnya keliru. Jadi, saya tidak perlu merasa risau. Lebih dari itu, semua pengetahuan dan hubung-hubungkan itu maknanya sesungguhnya hanya satu saja kok : Untuk memperkuat keimanan kepada Sang Pencipta, menyadari kelemahan kemampuan berpikir manusia, dan kesempurnaan kombinasi matematis dari ayat-ayat Sang Pencipta. Tujuan lanjutannya, tentu menjadi harapan semakin meningkatkan derajat takwa.
Bahwa dari sisi luar, bisa memiliki pandangan berbeda : itu juga sebuah kewajaran yang tidak saya risaukan. Saya sendiri sama sekali menghindari mengkritisi kitab dari agama yang lain (bukan hanya Al Kitab, lama atau baru atau yang lainnya. Cukuplah saya memahami, bagaimana mereka melakukan koreksi atau perubahan dan ragam variasi pada kitabnya.

Khusus untuk point 1. Tanpa Al Quran orang bisa menemukan kebenaran, sebab kebanyak ahli2 bukan islam.
Malah buat saya pernyataan ini terasa aneh dan terlalu sederhana dibanding kritisi-kritisi Mas. Sedangkan kritisi Mas mengenai perhitungan siderial dan sinodik, saya lempar saja pada link dari ahlinya yang tentunya dalam alur yang sama tapi memiliki wawasan yang lebih baik. Saya merasa jawabannya ada di link itu. Tinggal bagaimana kesanggupan kita melihat aspek kebenaran itu sendiri.

Kalau Mas Haniifa, emang betul dia komentarnya tajam dan butuh banyak waktu buat saya juga untuk menyelaminya (itupun kalau sampai), kalau nggak kadang sy juga jadi ikutan melar kemana-mana memahami esensinya…..

parhobass berkata
Oktober 2, 2009 pada 4:41 pm

@Haniifa
Silahken panggil rekan sejawat sampean dari teka sampai dengan teke.. hehehe sayah tunggu diskusinya disini, kalau menurut sampean umat ISLAM doyan HOAX.

Anda tidak menyimak sama sekali kata saya diatas:

saya mengenal banyak teman muslim ahli matematika dan fisika..
saya juga mengakui di atas langit ada langit…

tidak usah jauh2…
pemilik bloq inipun sudah menjadi korban, apakah ia bukan muslim???
apakah ia pernah ngecek persolana ini ke Anda yang lebih ahli??
saya tidak tau, tetapi dari ketidaktahuan dia,ia sudah buat page ini dengan bangga di dalam iman…
kalau ternyata salah apakah itu bukan HOAX???

حَنِيفًا berkata

Oktober 2, 2009 pada 4:43 pm

@Oom Parhobass
Yah hooHOAX itu sampean bukan pemilik blog, lha sampean sendiri hari natalnya dan tahun baru ngaco dunk kalau 1 tahun = 12,7 bulan… Hoax…hoex… kek.kek.keke…😀😆

parhobass berkata

Oktober 2, 2009 pada 5:04 pm

saya tidak melihat Anda bergerak membuktikan rumus2 di atas benar apa tidak…
Anda sibuk dengan kepercayaan saya… aneh kamu ini.

Kalau Anda mau menjadi ahli matematika, jangan gunakan otak dialog Anda. itu tidak berguna. Kalau Anda menggunakannya maka akan banyak “pemaksaan”, seperti rumus2 di atas terlalu memaksa

حَنِيفًا berkata
Oktober 2, 2009 pada 5:08 pm 

Lha itukan pendekatan TEORITIS sampean yang nyleneh… kalau menurut saya artikel diatas sudah sangat mapan, jadi masak dikutak-katik gathuk… ahhh, sampean aya-aya wae euy.. .hehehe

parhobass berkata

Oktober 2, 2009 pada 4:43 pm

@haniiifa
Apa yang mesti dibuktikan, semua juga sekedar pendekatan atau hitungan tioritis… dan hahaha… mohon maaf dari awal-awal sayah agak kesusahan dengan asumsi sampean

lihatlah bahayanya kalau menghubungkan2 dengan agama…
Anda bilang teoritis, lalu setelah dihubungkan dengan Al Quran, apakah Al Quran teoritis???

حَنِيفًا berkata
Oktober 2, 2009 pada 4:46 pm 

@Oom Parhobass
Coba baca lagih… Abrakadabara “bahwa fisika dan matematika tak lepas dari “cara kerja” pendekatan”… hahaha

Yang namanya pendekatan itu adalah secara TEORITIS coi.

parhobass berkata

Oktober 2, 2009 pada 5:05 pm

ckckck…. pendekatan koq teoritis???

rumus2 fisikamu itu banyak yang sudah bukan teori.. sudah dapat diaplikasikan…
tetapi rumus2 itu didapat dari “cara kerja” pendekatan…

حَنِيفًا berkata
Oktober 2, 2009 pada 5:06 pm 

Weleh…weleh… yang namanya CARA KERJA itu pasti PRAKTISI Om 😦

parhobass berkata
Oktober 2, 2009 pada 4:56 pm

@haniifa

bahan pemikiran
http://en.wikipedia.org/wiki/Arabic_numeral_system

حَنِيفًا berkata
Oktober 2, 2009 pada 5:00 

pm@Parhobass
Terima kasih info nyah, tapi jujur saja tidak semua informasi dari Oom Wiki sayah terima mentah-mentah, neehh… buktinya.

Salam hangat selalu, Haniifa.

parhobass berkata

Oktober 2, 2009 pada 5:08 pm

kalau Anda mau berlomba menjadi “ahli matematika” maka mulailah belajar dari WIKI…jangan kitab suci..

kita suci menjadi tembok, supaya kalau Anda hebat jangan serta merta Anda merasa sudah paling hebat.

hehehhe….

حَنِيفًا berkata
Oktober 2, 2009 pada 5:10 pm 

@Om Parhobas
Sayah mulai belajar dari Pak Guru Teka NOL, jangan khawatir.. hehehe😀😆

parhobass berkata
Oktober 2, 2009 pada 5:18 pm

@Haniifa

lihat dua pernyataan Anda ini
Yang namanya pendekatan itu adalah secara TEORITIS coi.

Weleh…weleh… yang namanya CARA KERJA itu pasti PRAKTISI Om😦

bingung benar aku dengan otakmu BAAAAH hehehehe…
ngga jelas kau amangg, terlalu pintar kali kau BAAAH (tuh sampai keluar logat BATAKku BAAAH)

hahaha

kalau Anda suka matematika
biasakanlah alur mikirnya itu terkontrol…tersutruktur
seperti waktu SMP/SMA itu lho..
buat
Diketahui:…..
Ditanya:……
Dijawab:…..

jangan bolak balik, belum ditanya udah dijawab, tidak ada pertannyaan anda jawab.. ngga jelas kau amang BAAAHH

حَنِيفًا berkata
Oktober 2, 2009 pada 5:37 pm 

@Oom Parhobass
Yang lebih bingung itu sampean bah.. .hahaha….
Contoh pendekatan matematis teoritis menghitung luas dengan integral.
Contoh cara kerja itu praktisi, nyangkul pada sebidang tanah di sawah…Dua nya nyahhh… urusan LUAS Bahhh,sampean nggak lulus teka yah.. hahaha😀😆

parhobass berkata

Oktober 3, 2009 pada 10:32 am

weleh-weleh…. contoh Anda sangat bagus, Integral

untuk menghitung luas lingkaran,L, yang berjari2 r, dengan integral 2 dimensi
L = 4 kali integral(0,pi/2) integral(0,r) r dr dθ

yang akhirnya L = pi r^2 …. rumus ini sudah diapplikasikan dimana saja.. dah masuk ke matematikan terapan, contohnya fisika…

nah yang orang tidak ketahuikan, sebenarnya luas ini ada menyisakan error, sebab setiap integral pada dasanya menyisakan selisih tak berhingga yang sangat kecil jika dibanding dengan yang diinginkan. contohnya Anda buat pintu dan daunnya 4 x 2 menter, ketika Anda tutup dengan bagus, selalu ada saja celah2 yang tidak tepat, untuk menutup pintu dengan daunnya secara seksama dalam tempo yang sesingkat2nya (jakarta 17 agustus 05 hehehhe)

pesan saya ke Anda…

jangan melulu belajar matematis yang numeric (warisan india, arab, asia d.l.l) tetapi gunakan juga matematis filosofis (warisan romawi d.l.l)dan tentu matematika konsep (anda tau asalnya kan???)

حَنِيفًا berkata
Oktober 3, 2009 pada 10:52 am 

@Om Parhobass
Alhamdulillah
Akhirnya sampean mengerti juga kenapa sayah bilang “ente idealis banget”😀

حَنِيفًا berkata
Oktober 2, 2009 pada 4:20 pm

@Om Parhobass
bahwa fisika dan matematika tak lepas dari “cara kerja” pendekatan
_____________________
Hahaha… idealis sekali sampean, coba lihat perdebatan sayah oleh orang-orang matematika disini mohon maaf menurut sayah mereka ahli sempoa.. hahaha😀😆

Asal tahu saja tidak semua teori bisa diaplikasiken, tetapi aplikasi tanpa teori… try n error… hehehe

parhobass berkata
Oktober 4, 2009 pada 4:14 pm

Haniifa;
dalami dulu semua persamaannya Dr Mansour itu, baru komentar…

ingat Dr Mansour menggunakan sinodic dan sidereal secara bersamaan, maka dengan “pola”-nyalah saya turunkan rumus2 di atas. dimana ia mendapat 12000 bulan, seharusnya 13.368,227884 bulan

sekali lagi, saya sudah awali dari awal, Dr mansour tidak konsisten. Sama seperti Anda tidak konsisten di dalam berbagai dialog dengan saya.

Mas Agor, salam hangat kepada Anda….bagi saya Anda lebih memiliki nurani yang tajam.
Mas haniifa ini hatinya keras bukan main.

حَنِيفًا berkata
Oktober 4, 2009 pada 4:33 pm 

@Om Parhobass
dengan “pola”-nyalah saya turunkan rumus2 di atas. dimana ia mendapat 12000 bulan, seharusnya 13.368,227884 bulan
________________________
Weleh…weleh…. baca dunk yang jelas, jangan dibolak-balik dechock😀😆

Dengan memperhitungkan jarak tempuh bulan dan satu hari = 12000 bulan (1000 tahun) = sekian hari = sekian detik dan kecepatan edar bulan terhadap bumi relatif ,

Sampean ini benar-benar nggak lulus teka yahh.. hahaha, maksud beliau adalah kesetaraan SATU hari berbanding lurus dengan 12000 BULAN, bukan disuruh mengitung hari… he.he.he….

Mas haniifa ini hatinya keras bukan main.
________________________
Bukan soal keras hati @Bung !!!
Masalahnya sampean ngarti nggak.
😛

Masih kurang jelas ?!
1 hari berbanding lurus dengan 1000 tahun
atau….
1 hari berbanding lurus dengan 12000 bulan
atau…
1 hari berbading lurus dengan… hehehe hitung sendirilah biar pintar
Neeeh… cara menghitung hari dalam 1000 tahun itu ?!
1. Berapa jumlah hari/tahun yang Non Kabisat = 365
2. Berapa jumlah hari/tahun yang Kabisata = 366
3. Perhitungan Initial awal tahun + 1000 sangat menentukan TOTAL jumlah HARI, walaupun cuma selisih 1 hari… hehehe… bisa diabaiken :D” Salam hangat selalu, pesan sayah buat sampean jangan suka ndumel.

Wassalam, Haniifa.


parhobass berkata
Oktober 4, 2009 pada 4:58 pm

@haniifa
ya Anda memang hebat, karena sudah lulus TK, anak TK yang jujur mempertahankan kesalahan.
teruskanlah kekerasan hatimu itu….

pesan saya, hati yang keras tidak mengenal Allah. Ia hanya puas terhadap apa yang ia ketahaui.

shalom aleikha
hakadosh

حَنِيفًا berkata
Oktober 4, 2009 pada 5:05 pm
@Om Parhobass
Itukan menurut sampean @Om😀 , bukan menurut Allah subhanahu wa ta’ala !!
parhobass berkata
Oktober 4, 2009 pada 8:29 pm 

@haniifa
Bigimana kalau sayah bilang kecepatan malaikat mengalami PERCEPATAN 50x dari C , bisa nggak tolong itungin V(akhir) Malaikat ?!:mrgreen:

sepertinya Anda tidak paham dari implikasi kalimat Anda…
dalami dulu kalimat saya ini sebelumnya, kalau Anda ngerti Anda tidak akan berkata2 dengan 50x dari c:

sebarkan dulu beberapa kue ini, dimana caranya adalah 10 dibagi 1 dikurang kue

حَنِيفًا berkata
Oktober 4, 2009 pada 8:39 pm
@Oom Parhobas
3. maksud anda kecepatan malaikat 50 kali lebih dari c(kecepatan cahaya)?? (taukah anda artinya???
___________________________________
Menurut pemahaman saya singularity tercapai saat v benar-benar sama dengan c, dan untuk mencapai v=c diperlukan energi yang sangat besar, nah sayah memang tidak mengerti jadi tolong dunk mengenai special theory of relativity ini… misalnya : Transformsi Lorentz
Koordinat S =(t, x, y, z) sehingga S’=(t’, x’, y’, z’)\begin{cases} t' = \gamma \left(t - \frac{v x}{c^{2}} \right) \\ x' = \gamma (x - v t) \\ y' = y \\ z' = z  \end{cases}

Dimana sebagai…\huge \gamma = \frac{1}{\sqrt{1 - \frac{v^2}{c^2}}}

faktor Lorentz dan c adalah kecepatan cahaya di ruang vakum.

(taukah anda artinya?! ) TOLONG BERI TAHU DUNK:mrgreen:

Nambah dikit:
Kalau bisa yang 50x kecepatan C, jangan lupa yang 50x PERCEPATAN C.

Thx berat.

agorsiloku berkata
Oktober 4, 2009 pada 9:12 pm

Oom Haniifa, guru TKku, guru bahasaku, guru fisikaku juga….,
apa masih kita bicara kecepatan “cahaya di atas cahaya” menggunakan rumus fisika, menjelaskan komunikasi kuanta-kuanta menggunakan hukum fisika….
Salam, agor

حَنِيفًا berkata
Oktober 4, 2009 pada 9:21 pm 

Wah.. mau dikasih nilai berapa neehhh… nilai tertinggi itu 100, apa mau dapet nilai 101 hahaha

ini bahasan yang keluar dari hukum-hukum fisika, jadi nggak ada penjelasan yang akan bisa memuaskan. Perhitungan lebih cepat dari cahaya itu sendiri, gelombang yang bergerak pada partikel, tapi tidak pernah keluar dari partikel itu sendiri.
Dalam khasanah ini HM Nur, menjelaskan tentang Taychon, sebagian ilmuwan juga membahasnya. Sangat menarik, tapi barangkali hanya ilmuwan teoritis yang lebih memahaminya….

Sampai saat ini jawaban paling Top Gan.. ehh Top Gun😀

Salam hangat selalu, Haniifa.

parhobass berkata
Oktober 4, 2009 pada 8:41 pm

@Agor

1. perhatikan ketidakkonsistenan Dr. Mansour dia mengambil hari dalam 1 bulan, 29,53059 hari, sinodic dan ia mengambil 1 hari = 86164.0906 detik, sidereal

2. Perhatikan perhitungan2 yang Anda paste di atas, sepertinya sumber Anda tidak paham arti digit di belakang koma (secara acak menggunakan dua,empat,lima, enam di belakang koma)

3. saya sedang tidak menyoroti kesalahan Al Quran Anda, kita sedang menyoroti Dr Mansour

agorsiloku berkata
Oktober 4, 2009 pada 8:56 pm 

😀
1. Betul Mas, pemahaman saya Dr. Mansour mengambil 1 bulan sinodic adalah perjanjian 1 tahun = 12 bulan = 365 hari, dan sedikit berbeda dengan 364, sekian dengan lunar sistem.
Ini yang menjadi titik tolak berpikir Mas, jadi perbedaan itu dijelaskan : saya kira cukup baik oleh postingan yang saya kopikan di postingan (tulisan hm nur). Jadi, saya belum berhasil menemukan kejanggalan seperti yang Mas sampaikan. Namun, jika kemudian catatan benar, tentu saja saya juga tidak akan segan-segan mengakui hal tersebut. Perhatikan koreksi hitungan yang dilakukan perhitungan oleh HM Nur yang saya postingkan ulang.

2. he..he..he…, dulu sih latar belakang saya menghitung geoid atau menghitung koordinat peta sampai ratusan tahapan hitungan… tapi sekarang emang, angka signifikan saja sudah lupa, sama kagetnya dengan kecepatan tangensial koreksi, jumlah sudut segitiga sebenarnya tidaklah 180 derajat… udah lupa deh.😀

3. Yap, saya paham, karena mencari kesalahan dari kitab sebagai bagian dari agama masing-masing hanya malah menimbulkan pertentangan tak berkesudahan. Kita belajar untuk jadi arif, bukan untuk mencari menang-menangan. Biarlah apa yang diperselisihkan, kelak Sang Pencipta yang memutuskan…

Jika benar Dr. Mansour salah… maka koreksi Mas adalah sesuatu yang berharga, jika tidak, tentu kita bisa ambil hikmahnya….

Seperti perkenalan kita sekarang, dan sahabat saya Oom Haniifa yang lucu itu. Buat saya, alangkah bahagianya jika semua ini dicatatkan oleh utusanNya (malaikat) sebagai amal.
Siapapun Anda dan apapun latar belakangnya, juga siapa saya dan apapun latar belakangnya tidaklah penting.


parhobass berkata
Oktober 4, 2009 pada 9:20 pm

@Agor
kita bahas pernomor ok
1. perhatikan rumus copas dari tulisan di atas
Sj = U t = 12000 L, di mana

Sj sepotong jarak yang ditempuh cosmic affair dalam satu hari dan yang ditempuh oleh bulan 12000 kali mengelilingi bumi,
U = laju cosmic affair,
t = satu hari (terrestrial siderial day) = satu kali bumi berpusing pada sumbunya = 23 jam, 56 menit, 4,0906 detik = 86164,0906 detik
L = jarak inersial yang ditempuh bulan dalam satu kali mengorbit bumi dalam pengertian gerak geosentrik, bumi menjadi titik pusat sistem koordinat, artinya gerak relatif bulan terhadap bumi.

point saya adalah:
a. Dr Mansour membuat 12000 itu secara sinodic
b. lihatlah t, itu sudah sidereal
padahal bulan, hari adalah satuan waktu. nah kalau cara pengambilannya sudah tidak konsisten gimana bisa konsisten penyelesaiannya seterusnya.
Contohnya gini mas:
si Haniifa berangkat ke kampus dari rumahnya 12000 bulan (karena menggunakan motor)
si Agor berangkat ke kampus dari rumahnya 23 jam, 56 menit, 4,0906 detik = 86164,0906 detik (karena menggunakan pesawat waktu)

jadi ada “dua media berbeda” digunakan untuk menghitung rumus yang sama

2. untuk penghitungan digit di belakang koma, yang paling bagus sampai sekarang saya kira 6 digit di belakang koma, sekali kita tidak konsisten dengan ini, maka kekeliruan akan berjalan terus…. perhatiknlah hasil hitungan tulisan di atas.
contohnya:
1,1230879 adalah pengali bonus 1.000.000.000 rupiah di bagi oleh Haniifa, Argo sama Parhobas.
nah kalau bos kita hanya menggunakan 2 digit, kebayangkan uang bonus Anda yang hilang???
(heheheh pendekatan uang mungkin lebih cepat ditangkap)

coba bayangkan kalau

3. Yupp, sebab dari awal itulah point saya, saya kira saya konsisten di sana, kita membahas Dr Mansour, bukan yang lain

حَنِيفًا berkataOktober 4, 2009 pada 9:24 pm

@Om Parhobass
si Haniifa berangkat ke kampus dari rumahnya 12000 bulan (karena menggunakan motor)
________________________
Motor saiyah masih dipegadean di jabel coi😦 , jadi salah tuhh.. hua.ha.ha…

parhobass berkata
Oktober 4, 2009 pada 8:43 pm

@haniifa
saya tau banget, makanya dengan membeberkan terus, saya semakin paham Anda tidak paham sama sekali arti 50x c

حَنِيفًا berkata
Oktober 4, 2009 pada 8:48 pm 

Hua.ha.ha.. ya tolongin atuh .. hahaha

parhobass berkata
Oktober 4, 2009 pada 8:54 pm

katanya dah lulus TK, masak ngga tau, ahhh… susah memang berdiskusi sama orang yang keras hatinya….

حَنِيفًا berkata
Oktober 4, 2009 pada 8:57 pm 

Bilang ajah sampean nggak tahu, susah amat seehhh… hahaha 😀😆

agorsiloku berkata
Oktober 4, 2009 pada 9:04 pm :D 


حَنِيفًا berkata
Oktober 4, 2009 pada 8:53 pm 

@Oom Parhobass
Jadi bigimanah atuh ?! uang transpor si horeng teh… hahaha

parhobass berkata
Oktober 4, 2009 pada 9:41 pm

@Agor
pernyataan Anda sangat dalam

Oom Haniifa, guru TKku, guru bahasaku, guru fisikaku juga….,
apa masih kita bicara kecepatan “cahaya di atas cahaya” menggunakan rumus fisika, menjelaskan komunikasi kuanta-kuanta menggunakan hukum fisika….
Salam, agor

buat haniifa, yang ternyata guru TK yang komplit:
kata kunci dari saya untuk rumus2 lorentz di atas adalah
1. tidak ada kecepatan yang melewati cahaya (ini cocok dengan pernyataan di Agor di atas, kasarannya kalkulator dagang tidak sanggup menghitung sinus 35 derajat )

2. kalau Anda bisa membuat sesuatu yang fisis dengan persamaan y = i (i = bilangan imaginer), maka Anda benar2 guru TK yang patut dihandalkan dibumi maupun disurga hehehehehe


حَنِيفًا berkata
Oktober 4, 2009 pada 10:26 pm 

@Mas Agorsiloku
Lucu dan bin ajaibun si Oom Parhobass ini… .hehehe
Katanyah tidak ada kecepatan melebihi kecepatan cahaya (c), tapi anehnya beliau percaya bilangan Imajiner dari faktor Lorentz…😦

parhobass berkata
Oktober 5, 2009 pada 8:56 am

@Agor,
kita koq jadi membahas kecepatan malaikat yah hehehe

haiifa yang lucu (paling tidak menurut mas Agor), atau mungkin semua yang masih keras hatinya.

gini mas Haniifa ya, sampean sudah kasih rumus factor lorenz segala, di situ ada pembagi
yaitu akar dari (1-v^2/c^2)…

dari rumus ini kita di”patok” supaya v tidak mungkin bisa melampaui c, v tidak bisa lebih besar dari c… kenapa???
nah kalau Anda yakin malaikat (katakanlah Jibril) bergerak bisa 50 x c maka rumus itu akan menjadi 2499i (i adalah bilangan imaginer), ini sesuatu yang tidak mungkin di dunia fisis…

nah dengan pemikiran beginilah maka mas Agor berkata:

Karena itu, saya tidak menganggap bahwa tidak ada kecepatan yang lebih cepat dari cahaya….
Secara logis, luasnya alam semesta dari ujung ke ujung yang lain, sebagai sebuah sistem yang terdiri dari banyak bintang, galaksi dan jauhnya dalam ukuran fisika tak terkira, maka menjadi silogisme tersendiri bahwa emang ilmu manusia untuk memahami karya cipta Sang Pencipta masih terlalu teramat sedikit.

artinya kalau kita memaksakan rumus2 tertentu kepada sesuatu yang tidak dapat kita indera, salah satunya Jibril, maka “moooodyarrr” jadinya… paham kah???

nah kalau Anda masih ngotot, maka Anda sama tidak konsistennya dengan Dr Mansour,…
Anda sepihak percaya ada kecepatan di atas c, tetapi ngotot menggunakan rumus2 kecepatan cahaya untuk malaikat,… inkonsisten.

jadi gimana neh, Dr Haniifa, guru TK yang komplit, Dr Mansour keliru apa salah??? hehehehe


حَنِيفًا berkata
Oktober 5, 2009 pada 9:44 am 

@Oom Pra Sejarah😀
dari rumus ini kita di”patok” supaya v tidak mungkin bisa melampaui c, v tidak bisa lebih besar dari c… kenapa???
_______________________
Tanyaken sendiri sama @Mas Lorentz dan @Mas Einstein dunk, jadi sampean bisa puass… hehehe

nah kalau Anda yakin malaikat (katakanlah Jibril) bergerak bisa 50 x c maka rumus itu akan menjadi 2499i (i adalah bilangan imaginer), ini sesuatu yang tidak mungkin di dunia fisis…
________________________
Lha itu dia lho, Prof. Parhobass !!
Allah subahanahu wa ta’ala dan para Malaikat itu harus di iman-i bukan dikotak-kotik secara hukum fisika, buktinya seampean sendiri menghitung kecepatan malaikat saja mentox’s… hahaha

nah kalau Anda masih ngotot,
________________________
Hua.ha.ha… Neeehhh kalau sampean masih Nulang silahken. (dasar tulang beluang 😀😆 ).

Biginuh Prof. !!

agorsiloku berkata
Oktober 5, 2009 pada 10:38 am
@😀
iya…Mas Parhobass, ya kenapa bicara yang lain (mungkin karena sy mempercayai masih ada yang lebih lebih cepat dari cahaya).

Sedang mengenai Dr Mansour itu sendiri, saya sih anggap benar saja karena ada cos @ itu sebagai unsur koreksi yang disebut inkonsistensi itu lho (tapi biar nanti oom Haniifa yang cek deh, soalnya begitu ke rumus, agor jadi butuh panadol !). Tapi, nanti di kesempatan lain, sy mo konfirmasi ke doktor atau mahasiswa fisika/matematika… kalo udah dapat, dan betul dia bilang juga Dr. Mansour salah, saya cek lagi ke yang lain… lalu akan saya postingkan lagi kekeliruan Dr. Mansour.

Namun, betapapun, saya haturkan terimakasih atas diskusi yang hangat ini. Senyum dan tawa menyertai… dan catatan tentang korupsi juga penting, mari kita bersihkan negeri ini dari korupsi, meskipun kita hanya dapat lakukan dengan menjaga agar diri kita menjaga diri dari penyalahgunaan wewenang….
😀

parhobass berkata
Oktober 5, 2009 pada 11:40 am

terimakasih mas, kalau sudah didapat, tolong saya dikabarin ok, biar saya juga tahu dimana kesalahan analisa saya….

salam hangat,dan senang berkenalan dengan Anda.

shalom alenu
hakadosh

حَنِيفًا berkata
Oktober 5, 2009 pada 11:52 am 

Kembali kasih @mas, sayah juga senang berkenalan dengan sampean tapi lebih senang bersahabat dengan Oom Haniifa.

Salam hangat selalu.

#Kata Mas Agorsiloku, maaf beliau sedang makan siang…. hahaha😀 #

parhobass berkata
Oktober 5, 2009 pada 12:10 pm

@haniifa

Kembali kasih @mas, sayah juga senang berkenalan dengan sampean tapi lebih senang bersahabat dengan Oom Haniifa.

yah saya tau…
orang yang doyan hoax lebih nyaman makan bersama babi asal seideologi.
maaf kalau analogi saya kasar.

sekian dan terimakasih, dari pada yang namanya perjumpaan kita di blog ini, semoga daripada yang namanya kesalahan saya di analisa dari pada yang namanya kecepatan cahaya yang mana yang diterapkan oleh Dr Mansour, bisa diperbaiki, dicounter, dan sebagainya, demi untuk daripada yang namanya kita sebut Indonesia Jaya…

Merdeka..

Ini dadaku
Mana dadamu…
Ganyang… Hoax

Parhobass/Hakadosh..
yang masih ngikut2, beo, silahkan

Cekixkix berkata
Oktober 5, 2009 pada 1:22 pm

@Horas Hobass
Laen kali ente kalo mo buka-bukaan dada, mandi dulu dong… Cekixkix…kix…kix..

Ini dadaku… bulu dadanya cuma 3 lembar, tapi bulu keteknya lebat dan bau… Cekixkix…kix…kix…

حَنِيفًا berkata
Oktober 5, 2009 pada 12:27 pm 

Ahh… enakan dada ayam goreng Kalasan !!:mrgreen:
HadoshHoaxHobassHoaxHohohoooooHOAAAAXxx😀😆

51 Responses to “Fisikawan Neon”

  1. /tama

    @😀
    • mamad bida'ah said

      ah,… hati2 dengan kitap setan mas,..
      nanti malah menyesatkan,..

      saya kasih pengertian tentang yg baik dan yg buruk,..

      yang namanya baik membawa kebaikan yg namanya buruk membawa keburukan,..
      guampang bngt,..

      tp, setan itu pandai dy akan menyesatkan manusia dengan cara apapun yg mereka bisa,..
      termasuk menunjukkan keajaiban terhadap mas,..
      sekali lg saya tegaskan terhadap mas, gunakan hati nurani mas dalam menilai, jangan mau di butakan dengan keajaiban2 yg ada di dlmnya,..

      belum tentu keajaiban berasal dari yg baik dan bertujuan membawa kebaikan semata, mungkin di sisi lain keajaiban hanya untuk mengelabuhi supaya melakukan keburukan,..

      jangan mudah percaya begitu saja atas apa yg di katakan buku baik buatan Allah maupun buatan manusia,..
      sekali lagi tujuanya untuk apa,..
      apakah hanya berisi janji2 yg belum pasti dan mukjizat2 yg meneguhkan iman dan membenarkan keburukan karna sdah terkelabuhi,..

      Setan akan melakukan apa saja untuk menyesatkan termasuk menggunakan nama Allah supaya di percayai manusia,..
      setan itu tidak bodoh teman,…

      tapi yg sudah bisa di kelabuhi setanlah yg sesungguhnya bodoh,..

      Perlu saya garis bawahi, bagi yg mata hatinya sudah di butakan oleh setan, yakinlah orang2 ini akan susah mengerti yg benar dan yg salah,..
      akan menganggap agamanya paling benar dan tidak berani membuka hatinya untuk mencari tahu kebenaran dari agama tetangganya,..
      bisanya hanya akan mencemooh mereka,.. dengan sebutan Babi,..
      tapi tidak tahu apa yg mereka sendiri imani,..

      • mamad bida'ah said

        nih saya kasih forum yg mungkin bisamenggugah hati saudara2 yg sudah di butakan setan,..

        pada mulanya saya adalah muslim tp hati saya tterbuka saudara2,..
        klw memang anda beranggapan agama anda paling benar silahkan bertanya tanya di forum ini,…

        http://indonesia.faithfreedom.org/forum/sains-mukjizat-jaman-keemasan-islam.html

        semoga anda berani membuka diri dengan pikiran yg logis.,..

      • cekixkix said

        @Om Mamad Bidadari…😆
        Kheknya forum idiot elo kagak ada nyang bisa bantah argumen gue… Cekixkix…kix…kix…

        duren wrote:Aku permudah aja dehh …

        Yang di maksud adalah SEMUA LAUT DI MALAM GELAP GULITA YANG TIADA REMBULAN dan TIADA BINTANG dan METEOR JUGA GA ADA YANG JATUH lalu AWANPUN MENDUNG dan TIADA PULA KAPAL LEWAT YANG PAKAI LAMPU dan SAMPAN NELAYAN BERLAYAR JUGA GA ADA dan ORANG CARI IKAN PAKAI SUAR LAGI MALES PERGI NANGKAP IKAN dan SAAT ITU MERCU SUAR BELUM DIBANGUN dan TIADA PULA SEEKORPUN KUNANG KUNANG YANG TERBANG dan DZULKANAEN PAKAI KACA MATA RAYBEN WARNA HITAM belum lagi DARI LAHIRNYA DIA MEMANG MENGIDAP PENYAKIT BUTA WARNA .

        Klo terasa kurang silahkan ditambah wkwkwkwk

        Khek nya @OM DUREN IDIOT … Cekixkix…kix….kix..

        AIR LAUT KLO SIANG BERWARNA BIRU SECARA FATAMORGANA, NOH.. KLO MALAM JADI KHEK WARNA LUPUR HITAM GEYAP… Cekixkix…kix…kix…

        Klo terasa kurang, elo nyebur aje di laut kidul MALEM HARI…

      • @Oom Mamad Bida’ah
        Wahh… sampean benar-benar Bodoh nekad, ini sudah ketiga kalinyah sampean berkomeng yang sama…😦

        Maaf mas, blog ini bukan ALKITAB AL GHOST YESUS, yang berisi plagiat -cerita fiksi dan porno- komeng…
        Bus on the way..
        Yang ber Haq penuh memberiken Taufik dan Hidayah adalah ALLAH bukan JIBRIL .::Clik Me:.

        Bus on the way….
        Jujur sajah, saya acapkali mengunjungi forum yang sampean tunjuk… Alhamdulillah, banyak tertawa dan tersenyum simpul. … hehehe…

        Biyar sampean tahu saja, mari kita lanjutken contoh soal dari @Oom Cekikix…😀
        ___________________________________________________

        Postby kuta bali » Wed Mar 30, 2011 11:46 pm

        bla..bla..bla…

        Baca ayat selanjutnya:

        18: 90. Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu,?

        Yang bilang hingga sampai ke tempat matahari terbit siapa? Emang ada tempat matahari terbit? Sampai berarti ada, bukan cuma menunjukkan arah.

        18: 86. Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam,

        Di ayat yang pertama juga terlihat kalau Allah tidak menceritakan kalau Zulkarnaen lihat matahari tapi Allah sendiri meramalkan kalau diujung timur ada matahari nyungsep dilumpur.


        Yang bilang hingga sampai ke tempat matahari terbit siapa? Emang ada tempat matahari terbit? Sampai berarti ada, bukan cuma menunjukkan arah.

        _________________________________________________
        Poros Bumi merupakan garis lurus imajiner yang menandaken sumbu rotasi dari bumi melalui kutub utara dan kutub selatan dimana mempunyai kemiringan sebesar 23,50 dari garis tegaknya. Nah yang dimaksudken TERBIT dan TERBENAMNYA MATAHARI adalah sesuai dengan KAIDAH TANGAN KANAN

        **** PAHAM SAMPEAN ***

        Tubuh manusia tersusun dari rangkaian atom padahal setiap atom itu mengandung elektron, So… “…. sesuatu yang melindunginya….” (QS 18:90) maksudnya melindungi efek psikis pada makhluk hidup dibumi terhadap hantamam partikel-partikel luar angkasa.

        Atau bijimanah kalau Matahari di terbitken dari arah Barat… maka Insya Allah, tubuh sampean bermutasi GEN menjadi KERA dan BABI berkepala MANUSIA… hehehe….

        *** PAHAM SAMPEAN ***

        Kenapa harus dibolak-balik 23,550 by ALLOH ?!

        Silahken sampean baca artikel base on Al Qur’an
        https://haniifa.wordpress.com/2009/05/21/mekah-sebagai-pusat-bumi-6/

        Thus….
        Soal rotasi dan kemiringan Bumi, 23,50 :
        Coba sampean tanyaken kepada AHLUL GEOFISIKA, Apa jadinya terhadap cuaca, kalau Bumi tidak berputar dan bergeser SATU DETIK saja ?!

  2. Semar said

    Seru sekali.

    @Kangmas Semar
    Alhamdulillah,… semoga bisa mengambil hikmahnya.

    Terimaksih atas kunjungannya.

  3. abifasya said

    wah … geus teu kaudag maca tulisan kang haniif mah semua selalu edun end luarr biasa, guguru dimana ari juragan ? bet sagala bisa gening ?

    @Kang Abi Fasya
    di esde @Kang, alias sakola desa:mrgreen:
  4. Roy Rey said

    HIhihihihihi…
    Imajiner dari faktor Lorentz
    Mungkin yang selama ini terpikirkan Kitab “imajiner” dan Mama Loren

    @😀 hahaha…
    Satanic verses Salman Rusdhie aslinya Alkitab Al Bebal …
    • cekixkix said

      @Om Roy rey
      Kheknya emang Alkitab (Al Bible) itu ilmu imajiner… alias kitab wewegombel… Cekixkix…kix…kix…

      @😀
      Kalau Dosennya Wewegombel maka domba-domba Yesus adalah Kuntilanak, Drakula, Vampir, Genderuwo dan sebangsatnyah… hehehe..
  5. AbuRazziq said

    Bweehhh…

    ga level dech diskusi kaya’ githu…

    eniwey…ada yang kirim artikel nih…

    http://muslimmagz.com/religion/item/113-perjanjian-lama-masih-tetap-berlaku.html

    @
    Meluncur dulu ahh…
    Thx Infonyah.
  6. Eagle said

    parhobass berkata
    Oktober 2, 2009 pada 2:26 pm

    Kalau Anda masih yakin Al Quran adalah wahyu Allah, maka:
    tanpa wahyu Allah-pun ternyata Ilmuwan (yang nota bene bukan Islam) akan bisa menemukan kebenaran, artinya di luar Islam ada kebenaran, kebenaran yang didapat tanpa Allah

    Samakin jelas Bible/ Gospel/ Pejanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB) adalah ayat-ayat syaithan karena tidak bisa menceritakan kisah Nabi Adam a.s yang diberi pelajaran oleh Allah.

    @Mas Eagle
    Bahkan dalam Al Bibel : Malaikat dan Iblis tidak tercipta… hehehe…
    • Usup Supriyadi said

      😀

    • cekixkix said

      @Om Eagle
      ——————————-
      @Om parhobass berkata
      Oktober 3, 2009 pada 10:32 am

      pesan saya ke Anda…

      jangan melulu belajar matematis yang numeric (warisan india, arab, asia d.l.l) tetapi gunakan juga matematis filosofis (warisan romawi d.l.l)dan tentu matematika konsep (anda tau asalnya kan???)
      ——————————-
      Kheknya die, takut klo Kitab Suci Al Bebalnya banyakan korupsi… Cekikix…kix…kix…

      Kesalahan Hitungan dalam Bibel

      Bila ada yang menuduh pembagian waris dalam Al-Qur`an salah angka, berarti logika dan matematika aktivis Kristen itulah yang perlu dikoreksi karena sudah mengalami gangguan.

      Seharusnya aktivis Kristen itu paham contoh kesalahan hitung dalam kitab suci. Perhatikan contoh perhitungan dalam Alkitab (Bibel) berikut:

      “Dalam tahun ketiga puluh satu zaman Asa, raja Yehuda, Omri menjadi raja atas Israel dan ia memerintah dua belas tahun lamanya. Di Tirza ia memerintah enam tahun lamanya… Kemudian Omri mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di Samaria. Maka Ahab, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. Ahab, anak Omri, menjadi raja atas Israel dalam tahun ketiga puluh delapan zaman Asa, raja Yehuda” (1 Raja-raja 16:23-29).

      Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa Omri menjadi Raja pada tahun ke-31 zaman Asa selama 12 tahun lamanya. Setelah raja Omri meninggal, maka ia digantikan anaknya pada tahun ke-38.

      …Secara matematika yang sederhana, ayat tersebut mengalami kesalahan fatal…

      Secara matematika yang sederhana, ayat tersebut mengalami kesalahan fatal. Seharusnya Omri meninggal pada tahun ke-43 pada jaman Asa, dan bukan tahun ke-38 pada jaman Asa. Karena 31 ditambah 12 adalah 43, bukan 38.

      Atau seharusnya Omri memerintah hanya selama 7 tahun saja, bukan 12 tahun. Karena 38 dikurangi 31 adalah 7, bukan 12. Apakah ini bukan salah hitung yang fatal namanya?

      Kesimpulan: Kitab yang mengalami kesalahan hitungan bukan Al-Qur’an, melainkan Alkitab (Bibel). [A. Ahmad Hizbullah/voa-islam.com]

      Jadinye:
      Tiga puluh taun HKBP artinye selamanya Horass Kristen Botak Peang… Cekixkix…kix…kix..

      @
      Lebih memaknai bahwa seluruh ajaran Kristen adalah kebohongan semata.😦
      • eagle said

        @Saudara Cekixkix

        Parhobass berkata:
        matematis filosofis (warisan romawi d.l.l)dan tentu matematika konsep (anda tau asalnya kan???)

        Sangat jelas berasal dari ilmu matematika si Yahudi, kafirun-munafikun, tukang tipu, riba dan licik serta picik… pujaan Agama Kristen.:mrgreen:

      • the70no said

        Daku rasa ajaran Kristiani mirip jaman jahiliyah di arab … wkwkwk…

        @
        Mereka tidak tahu arti “domba-domba yang tersesat”
      • Roy Rey said

        @bos 7ono

        hihihi… kheknya sih bijituh ato malah lebih parah..
        soale kebanyakan orang jahiliah arab kage punye kitab..

        Nah, klo nyang ini jelas2 punya kitab(baca; kitab dungeng bin ngawur), tapi kaga mo nurutin apa yg tertulis di kitabnye…

      • 😀

  7. 🙂

    @😀
  8. the70no said

    I love Islam

    @😉
    JUST SAY YES TO ISLAM
  9. Someone said

    Sudah ditakdirkan bahwa Islam adalah Agama yang benar dan lurus !!!

    @
    Alhamdulillah,… Insya Allah, kita termasuk golongan yang muslim karena kita beragama Islam.
  10. ipo said

    kang hanif
    ari tuhannya kristen teh satu apa kesatuan?

    • @Ipo
      Sebenarnya bagi Islam maupun Kristen hampir serupa dan sama dalam konsepsi ketuhanan, perpedaan yang sangat krusial adalah pada definisi satu dan kesatuan.
      Allah itu satu, jelas dan kesatuan juga jelas tapi dalam kontek kesatuan asmaul husna (sifat ism Allah yang lain) bukan bentuk wujud (dzat sebagai sifat, bukan benda/wujud) sebagaimana orang kristen menganggap sebagai trinitas, alasannya sangat sederhana yaitu bahwa Allah berdiri sendiri dan tidak bisa didefinisikan oleh ruang dan waktu menurut logika manusia.
      Silahkan pelajari diskusi berikut dengan beliau, disini :

      @Parhobass
      All Kristiani say : Trinitas => Bapa+ Yesus + Christus = 1 + 1 + 1 = 3😛 keliru sebab 1 – 1 – 1 = -1

      *** Trinitas versi Kristiani adala super duper FALLACY ***

      Siapakah One and the only One pencipta langit dan bumi ?!

      Katakanlah: “Siapakah Tuhan (AR RABB) langit dan bumi?” Jawabnya: “Allah.” Katakanlah: “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudaratan bagi diri mereka sendiri?”. Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”. (QS 13:16)

      All Yahudi Nashrani (Kristiani) say : Allah

      Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putra Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putra Allah“. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? (QS 9:30)

      so…

      *** Tiada TUHAN selain ALLAH, MONOTHEISM, 0/0=1 ***

      Apa itu monotheisme ?!
      Yaitu orang-orang yang senantiasa mengucapkan kata TRINISTAS YANG ORIGINAL :
      Bahasa Al Qur’an:
      بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ

      Bahasa Latin:
      Bismillahir rahmaanir rahiim.

      Bahasa Indonesia:
      Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

      Bahasa Matematika:
      Allah mengajarkan ILMU AL JABAR ,…. (Al Jabr adalah salah satu asmaulhusna 99 nama-nama yang baik)
      1 x 1 x 1 = 1
      1 : 1 : 1 = 1
      1 xor 1 xor 1 = 1
      1 and 1 and 1 = 1

      Note:
      Top markotop yach… Ilmu Matematika versi AGAMA ISLAM … hehehe

      Kesimpulan akhir:
      Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,
      atau…
      Say: Allah, the One and Only;

      Wassalam, Haniifa.

  11. Gatot said

    Bagaimana pendapat anda, tentang tarekat “Wahdatul Wujud” dalam perspektif Agama Islam ?

    • @Mas Gatot
      Menurut catatan sejarah perkembangan Agama Islam di Indonesia jauh sebelum kedatangan para 9 wali Cendekiawan Ulama Islam di negeri ini sudah berkembang pesat agama Hindu-Budha.
      Mereka pada dasarnya berdakwah untuk menandingi ilmu kebatinan (syirik/musyrik) seperti magik, sihir, santet, perdukunan dan berbagai pemahaman tahayul lainnya. Peperangan mereka tidak beda jauh di saat jaman Nabi Musa a.s. dimana aliran kebatinan ini berasal dari Mesir, Turki dan timur tengah yang ketika itu marak dengan Agama Pagan Majusi (Zoroaster) atau penyembah api. Zoroastrianisme sendiri adalah agama Persia kuno (IRAN) yang berusia ribuan tahun dan tetap mempunyai penganut hingga kini. Di India dan Pakistan Zoroastrianisme ini dikenal juga dengan sebutan Madyanisme dan Parseisme (Iranism).
      Syeikh Siti Jenar (nama sebenarnya ialah Abdul Jalil) adalah salah seorang dari anak didik mereka untuk menyebarkan ajaran ini. Ia membawa ilmu “Wahdatul wujud” yang berasal dari Iran kuno (Zoroaster). Dalam pemahaman beliau “Wahdatul Wujud” itu adalah “aku adalah tuhan, tuhan adalah aku” lebih populer dengan istilah: (Manunggaling kawulo gusti, Yo Allah yo ingsun, yo ingsun yo Allah).

      Alhadulillah, saya pernah berdikusi dengan @Mas Parhobass mengenai silogisme “Wujud Air”: Trinitas dalam kontek satu wujud adalah bisa berupa wujud 1. Gas, 2.Cair dan 3. Padat.
      Singkat kata perspektif “Wahdatul Wujud” adalah sama dan serupa dengan pemahaman trinitas dalam liturgi Kristen. Ada benarnya statement beliau itu kalau dilihat dari sifat molekuler dalam ruang dan suhu tertentu, tetapi Wujud Air terdiri dari 2 Atom (Hidrogen dan Oksigen) dan kita semua tahu bahwa unsur Hidrogen tidak pernah menjadi Oksigen begitu juga sebaliknya walaupun mereka sama-sama berwujud Gas. Ambil contoh satu saja jika “unsur” mempunyai 2 nomor Atom maka bukan Hidrogen lagi namanya tetapi menjadi Wujud Gas Helium😀

      Wassalam, Haniifa.

    • Someone said

      Clear!

  12. dedekusn said

    Bingung ga bisakomen

  13. dedekusn said

    Jawaban2 diskusi kang haniifa melegakan

  14. Th70no said

    Daku kira lebih mudah menghitung yang tidak kna smprot dari pada yg di smprot … wkwkwk

  15. lovepassword said

    Menarik menarik..diskusi yang sungguh seru….Sip

  16. qarrobin said

    @Kang, ini juga artikel buat parhobass, setelah saya ngelanjutin diskusinya di tempat mas Agor
    http://qarrobin.wordpress.com/2009/10/18/orbit-bulan-l-2-π-r-terbentuk-selama-27-321661/

  17. syro said

    mas, bagaimana cara kenal mas haniifa lebih jauh. saya ingin belajar lebih banyak. kirim ke email saya

  18. […] tidak ingin berkomentar lebih jauh, tapi silahken baca dan pelajari sendiri perihal postulat Fisikawan Neon […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: