حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Imam Mahdi adalah Nabi Muhammad s.a.w (3)

Posted by حَنِيفًا on July 17, 2009

Assalamu’alaikum,

Pertama-tama yang ingin saya utarakan disini bahwa artikel-artikel mengenai Imam Mahdi tidak untuk menyinggung umat Kritiani (mohon maaf jika berseberangan) namun kami selaku umat Islam ingin mengetahui kejelasan masalah Ke IMAM an Mahdi yang sering dikait-kaitkan dengan akan turunnya  Nabi Isa Al Masih kedunia ini sebelum kiamat tiba. Menurut pemaham saya kedua-duanya merupakan kekeliruan yang sangat besar sekali, sebab baik Imam Mahdi maupun Nabi Isa Al Masih seolah-olah hidup abadi namun berada didunia yang fana ini dan ini merupakan standar ganda yang tidak bisa diterima oleh akal sehat. Sebagai contoh tatanan usia masyarakat terlama ditulis didalam Al Qur’an adalah kaum Nabi Nuh a.s bahkan beliau dinyatakan wafat pada usia seribu kurang lima puluh tahun, dan banyak lagi para Nabi / Rasul yang tidak dinyatakan secara jelas bagaimana cara Allah mewafatkan mereka namun kita harus meyakini dengan akal dan fikiran yang disertai keimanan bahwa sesungguhnya mereka telah wafat didunia ini dan hidup kekal di alam Akherat beserta para syuhada yang membela agama Allah, Amin.

Intermezossss…..

Dalam suatu perdebatan in my real life….
+ Menurut saya anak buah Bapak yang kurang mempunyai akhlaq
Ya mohon maaf, tapi kami kan lebih berkuasa.
+ Maksud Bapa ?!
Maksudnya anak saudara dibawah asuhan kami, tetap kekuasaan kami
+ Begini Pa, Itu anak kandung saya jadi,  Apakah perlu dibuktikan bahwa saya ini laki-laki tulen…?!!:mrgreen:

Inti dari secuil kisah diatas adalah kita tidak perlu membuktikan bahwa Nabi Isa Al Masih telah wafat dahulu kala, namun cukup mengimani beberapa ayat-ayat Al Qur’an : ” Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati“; (QS 3:185), (QS 21:35) dan (QS 29:57).  Selanjutnya dikisahkan para pemuda Al Kahfi tertidur tiga ratus lebih sembilan tahun artinya Allah telah menetapkan usia tidur manusia maksimal 309 tahun jika suatu saat ada teknologi modern yang dapat membius manusia untuk dibangkitkan kembali 300 kemudian.

Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir. (QS 39:42)

Dari ayat diatas jelas jika Imam Mahdi dan Nabi Isa Al Masih akan turun lagi ke bumi artinya mereka belum maut (wafat). Anehnya telah terjadi standar ganda pada Umat Kristiani dengan perayaan Wafatnya Isa Al Masih atau jamuan khusus menjelang wafatnya Al Masih yang biasa disebut dengan Hari Paskah ?!

Istilah Paskah dalam bahasa-bahasa Latin biasanya diturunkan dari salah satu dari dua sumber: Paskha atau Pesakh dan Estre/Eostre atau Easter. Dalam bahasa-bahasa Slavia, biasanya istilah yang digunakan memiliki arti “Hari Agung”.

Paskah (bahasa Yunani: Πάσχα atau Paskha) adalah perayaan terpenting dalam tahun liturgi gerejawi Kristen. Bagi umat Kristen, Paskah identik dengan Yesus, yang oleh Paulus disebut sebagai “anak domba Paskah”; jemaat Kristen hingga saat ini percaya bahwa Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan[a], dan pada hari yang ketiga[b] bangkit dari antara orang mati. Paskah merayakan hari kebangkitan tersebut dan merupakan perayaan yang terpenting karena memperingati peristiwa yang paling sakral dalam hidup Yesus.

Paskah juga merujuk pada masa di dalam kalender gereja yang disebut masa Paskah, yaitu masa yang dirayakan dulu selama empat puluh hari sejak Minggu Paskah (puncak dari Pekan Suci) hingga hari Kenaikan Yesus :mrgreen:  namun sekarang masa tersebut diperpanjang hingga lima puluh hari, yaitu sampai dengan hari Pentakosta (yang artinya “hari kelima puluh” – hari ke-50 setelah Paskah, terjadi peristiwa turunnya Roh Kudus). Minggu pertama di dalam masa Paskah dinamakan Oktaf Paskah oleh Gereja Katolik Roma. Hari Paskah juga mengakhiri perayaan Pra-Paskah yang dimulai sejak empat puluh hari sebelum Kamis Putih, yaitu masa-masa berdoa, penyesalan, dan persiapan berkabung.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Paskah

Berkenaan dengan kepercayaan Umat Islam bahwa Nabi Isa Al Masih tidak wafat di tiang Salib maka secara automatis semua elemen umat Islam harus menolak bahwa wafatnya dan kenaikan jiwa Isa Al Masih dalam liturgi Kristen tersebut, jujur saja baik secara explisit maupun implisit jika kita mempercayai bahwa Nabi Isa Al Masih wafat pada kasus penyaliban dan jiwa diangkat kelangit setelahnya maka akan sangat kotradiktif dengan ayat berikut:

Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah“, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya , tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (QS 4:157)

Coba perhatikan dengan seksama ayat diatas, begitu jelasnya Allah mengulang-ulang perihal pembunuhan (wafatnya) Isa Al Masih yang keliru sehingga menarik hati saya untuk menganalisa makna Hari Paskah sebenarnya. Dalam pemikiran saya diangkatnya jiwa Isa Al Masih ke langit menurut keyakinan saudara kita bukanlah peristiwa diatas melainkan suatu peristiwa dimana do’a Nabi Isa Al Masih langsung di kabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, sebagaimana yang tersirat dan tersurat pada ayat berikut:


أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَـنِ الرَّجِيمِ
قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَآ أَنزِلْ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ السَّمَآءِ تَكُونُ لَنَا عِيداً لاًّوَّلِنَا وَءَاخِرِنَا وَءَايَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Isa putra Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah Pemberi rezeki Yang Paling Utama”. (QS 5:114)

(QS 5:114)

114 = 6 x 19 Subhanallah, jelas ini interlock

The first day of week argument has these settings:
0 := Use National Language Support (NLS) API setting.
1 := Minggu (Sunday)
2 := Senin (Monday)
3 := Selasa (Tuesday )
4 := Rabu (Wednesday)
5 := Kamis (Thursday)
6 := Jum’at (Friday)
7 := Sab’tu (Saturday)

Jadi bagi Umat Islam Hari Paskah bukanlah kenaikan Isa Al Masih, tetapi hari Jum’at Agung dimana do’a Nabi Isa Al Masih langsung diterima oleh Allah subhanahu wa’tala dan sebagai ucap syukurnya Nabi Isa Al Masih dengan 12 muridnya berjamaah Shalat Jum’at.

Coba perhatikan sekali lagi Al Qur’an surah ke-5.
1 Hari = 5 x shalat wajib, termasuk shalat berjamaah jika hari jum’at.
Masing-masing shalat selain hari jum’at adalah sbb:
4 Rakaat = Isya
2 Rakaat = Subuh
4 Rakaat = Dzuhur
4 Rakaat = Ashar
3 Rakaat = Maghrib.
___________________
17 Rakaat total 1 hari.

Sekali lagi perhatikan 5 Shalat wajib sehari semalam maka total 17 Rakaat -> Subhanallah…, 5+12 = 17

(QS 5:12)


أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَـنِ الرَّجِيمِ
وَلَقَدْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَـقَ بَنِى إِسْرَءِيلَ وَبَعَثْنَا مِنهُمُ اثْنَىْ عَشَرَ نَقِيباً وَقَالَ اللَّهُ إِنِّى مَعَكُمْ لَئِنْ أَقَمْتُمُ الصَّلوةَ وَءَاتَيْتُمْ الزَّكَوةَ وَءَامَنتُمْ بِرُسُلِى وَعَزَّرْتُمُوهُمْ وَأَقْرَضْتُمُ اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً لأُكَفِّرَنَّ عَنْكُمْ سَيِّئَـتِكُمْ وَلأدْخِلَنَّكُمْ جَنَّـتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا الاٌّنْهَـرُ فَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَآءَ السَّبِيلِ

Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israel dan telah Kami angkat di antara mereka dua belas orang pemimpin dan Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menghapus dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai. Maka barang siapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus”. (QS 5:12)

Astaghfirullahal adzim…
Jadi bukan seperti yang dibayangkan saudara kita, selama ini tentang DUA BELAS IMAM dan atau IMAM MAHDI, melainkan Nabi Isa Al Masih menyiapkan 12 IMAM Shalat berjamaah sepeninggal beliau.

Insya Allah, dilanjutken…

Wassalam, Haniifa.

141 Responses to “Imam Mahdi adalah Nabi Muhammad s.a.w (3)”

  1. Filarbiru said

    Tul tu bro ntar komennya

    • Anis said

      SALAM,
      ARTIKEL CUKUP MENARIK. NAMUN SAYANGNYA ANDA TDK MENGRTI KALO PASKAH TU SDH ADA PADA ZAMAN PARA NABI TERDAHULU SEBELUM ISA.
      BAHKAN DALAM AJARAN TERTUA “YUDAISME” MASIH MERAYAKAN PASKAH VERSI TERDAHULU

      SALAM

      PENGIKUT ISA ALMASIH.

      • @mba Ani
        Salam kembali, pertama-tama mohon maaf baru bisa saya respon sekarang (2012), sehubungan kesibukan tertentu yang membuat saya harus hiatus dari dunia perbogleran…😦
        Hari Paskah adalah hari Jum’at Agung yang baik Agama Yahudi maupun Agama Nashrani mengakui adanya hari raya ini berdasarkan perhitungan qomariyah (tergantung siklus bulan).
        Dalam persepsi umat Islam hari Jum’at yang Agung itu adalah bertemunya dua khutbah dalam saat yang bersamaan yaitu di hari jum’at.
        1. Khubah ‘idul fitri (hari raya lebaran) atau Khubah ‘idul Adha (hari qur’ban/ lebaran haji😀 )
        2. Pada siang harinya ada khubah lagi yaitu qabla shalat Jum’at, sebagaimana tahun lalu.

        Contoh: Hari Jum’at Agung yaitu pada tahun 2010 yang baru lalu.

        Salam hangat selalu, Haniifa.

  2. Saka said

    wah mantep kang, yg ini itung2annya bikin takjub.. gak bikin pusing…
    tetap menulis yg seperti ini kang, sy seneng menyimaknya.. menambah wawasan tentang seperti apa Islam… semoga makin mantap keislaman kita semua. Amin..😆

    @Kang Saka
    Amiin
  3. Saka said

    kang… si “jelasnggak” nggak nongol dimari? bakal rame tah mun kadieu😆

    @Kang Saka
    😆
  4. irlander said

    I love you haniifa

  5. haniifa said

    @Mas Filar Biru
    Ditunggu lho…

    @Kang Saka
    Itungan mudah, Amin.
    Manusia nggak jelas, IMIN…:mrgreen:

    @Mas Irlander
    I love you too
    _____________________________________

    @All
    Salam persaudaraan, @Haniifa.

  6. Wah masih membahas ini juga,………..kayaknya Anda memang pengamat agama yang baik😀

    salut aku

  7. Filarbiru said

    Para analis spiritualitas sebenarnya banyak yg ragu2 dgn fakta sejarah mereka lebih cenderung mengklaim fakta yg ada bernafaskan politik.

    Akibatnya banyak kebenaran yg nyata terselimuti kabut dogmatis pramagtis sehingga berbagai generasi sesudahnya hanya mengamini saja dan tdk berusaha utk membongkar selimut tsb.

    Tulisan ini mudah2an dpt memberikan angin segar bagi daya nalar kita.

    Dan sesungguhnya AQ telah menjelaskan kasus ini dgn transparansi hanya saja para ahli tafsir sering melenceng dari pokok masalah.

    Persoalan ini sebenarnya melibatkan 3 tokoh : nabi isa, imam madhi dan dajjal.

    Menurut hadist ketiga tokoh ini bertemu dgn satu jaman.

    Apabila hadist itu benar maka postingan hanifa salah besar.

    Yg anehnya ke tiga tokoh tersebut ghaib sampai sekarang.

    Ntar gua sambung lagi bro hanif ada kerjaan nih😀

    • haniifa said

      @Mas Filar Biru
      Persoalan ini sebenarnya melibatkan 3 tokoh : nabi isa, imam madhi dan dajjal.
      Menurut hadist ketiga tokoh ini bertemu dgn satu jaman.

      _______________________
      Jika Nabi Isa Al Masih dan Imam Mahdi (baca: Nabi Muhammad s.a.w) berada dalam syurga tertinggi dan personifikasi Dadjjal hidup dalam tekanan hawa neraka…. Bukankah mereka bertemu dalam satu zaman, yaitu alam akhirat/ alam baqa. ?!
      Jika ternyata demikian saya rasa artikel diatas tidak ada pertentangan bukan ?!

      Wassalam, Haniifa

      • Jawaban yang kurang mengena

      • @Fitman Zain
        Apa pendapat sampean.
        NABI YAHYA A.S
        Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan, dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali. (QS 19:15)

        NABI ISA AL MASIH :A.S
        Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”. (QS 19:33)

        Apakah Nabi Yahya dan Isa Al Masih akan kembali lagi kedunia ?!
        atau…
        Kedua-duanya sudah wafat ??

        Tolong Jawab

      • nofirman said

        @Haniifa
        Blog yang bagus dan menarik mas Haniifa, saya banyak mendapat ilmu baru. Semoga mas diberikan kebaikan oleh Allah swt atas da’wahnya. Belum ada pembahasan barukah?🙂

        Untuk Dajjal, bukankah haditsnya banyak dan mencapai derajat mutawwir? apalagi ada hadits mengenai doa perlindungan
        terhadap fitnah dajjal yang dibaca di akhir sholat

        Wasalam
        Nofirman

      • @Nofirman
        Amiin Yaa Alloh Yaa Robbil’aalamiin.
        Hatur tengkiu apresiasinya,… mohon maaf kalau ada bahasa yang kurang berkenan pada blog ini, maklum layaknya pasar malem.yang terdiri dar beragam orang…..😀
        Alhamdulillah, sayah sepakat dengan sampean tentang hadits yang muta\wwir tsb.

        Teriring salam hormat selalu, Haniifa.

      • fanya cinthya said

        @Kang Haniifa

        Selamat menjalankan ibadah Romadhon, semoga Allah swt senantiasa meridhoi.
        Aamiin YRA

      • Neng @Fanya Cinthya
        Sama-sama, semoga Alloh memberikan taufik dan hidayahNya bagi kita semua.
        Amiin Yaa Alloh Yaa Robbil’aalamiin.

      • Amiin Yaa Alloh Yaa Robbil’aalamiin.

      • muhammad ali said

        mas hanif mohon penjelasannya pertanyyan sy, mengenai penulisan basmallah di alfatihah itu ada alif nyakah didepan ba’ soalnya agak panjang mirip alif beda sama yang innahu min sulaimanu wa innahu bismillah.. itu masuk huruf atau apa?

      • Mas @Muhammad Ali
        1. Menurut saya bukan huruf alif, tapi gaya penulisan khusus bagi Basmallah di depan ayat dan atau surah.
        2. Tidak sesuai dengan perumpamaan bilangan 19
        3. JIka Alif maka seharusnya di baca : Abismi….😀

  8. Sufi menurut saya penulisannya yang benar adalah Shufi, orang yang memiliki ilmu hikmah, atau disebut juga sebagai ra-i, pelihat masa depan. Shufi dahulunya adalah yang membawa (hikmah)rahasia dari rasul-rasul sebelumnya sejak zaman Adam bahwa akan datang rasul terakhir yakni Musthafa(Muhammad), karna itu mereka disebut Mishfa.

    Wa shshaffati shaffan(37:1).
    Dan Para Shufi yang memiliki hikmah(Batu keimanan)

    Murid-muridnya yang setia disebut Zajira.
    Fa zzajirati zajran(37:2)

    yang tugasnya
    Fa ttaliyati dzikran(37:3).

    Ke-12 shahib ‘Iysa sepeninggalnya dipimpin oleh Shim’on ash shafa, dan diteruskan oleh Arius.

    Jika saya salah mohon dikoreksi, ilmu tashauf sangat tinggi, jika nanti diskusinya telah tiba ke tahap Advanced, maka semuanya akan diletakkan di tempat yang seharusnya

    wassalam, saudaramu…I love you

    @Mas Qarrobin Djuti
    Subhanallah…
  9. casrudi said

    Kunjungan Kang, sambari lelenggutan… gut… gut… gut… ngaosna insha Alloh enjing nya !

  10. Filar Biru said

    tulisan saya ini nantinya ada sangkut pautnya dengan imam madhi
    http://filarbiru.wordpress.com/2009/07/17/mesin-waktu/

    @Mas Filar Biru
    Insya Allah, saya meluncur…
  11. dedekusn said

    Postingan kang Haniifa selalu saya ‘save as’ untuk bisa dibaca & saya pelajari, nuhun kang!

    @Kang Dede Kusn
    Ambil baiknya dan buang buruknya.
    Salam Always.
  12. kanglurik said

    Ijin untuk membaca dulu….
    Salam kenal mas… kanglurik

    @Kang Lurik
    Wilujeung @kang, hatur nuhun.
    Salam hangat, Haniifa.
  13. aburahat said

    @Agor
    Ass. W.W salam sejahtera untuk kita semua

    Membaca apa yang mas posting pada intinya tulisan mas adalah tidak dapat menerima adanya 12 Imam (khalifa) sesudah Rasulullah dan tidak mengakui adanya Imam Mahdi sebagaimana mas katakan:Astaghfirullahal adzim…
    Jadi bukan seperti yang dibayangkan saudara kita, selama ini tentang DUA BELAS IMAM dan atau IMAM MAHDI, melainkan Nabi Isa Al Masih menyiapkan 12 IMAM Shalat berjamaah sepeninggal beliau.

    Pertanyaan saya adalah; Siapakah yang akan memberikan petunjuk/bembimbing kita kepada kebenaran sesuatu wafat Rasulullah?
    Menurut saya mereka bisa memberikan petunjuk/membimbing dalam kebenaran apabila mendapat petunjuk dan ditunjuk oleh Pemilik Kebenaran. Apakah agama yang telah Allah ridhai dan merupakan Kerajaan Allah dibiarkan seperti anak ayam kehilangan induknya. Yang benar aja mas.
    Mas menganalogkan dengan
    QS 5 : 12. Ayat ini ditujukan pada Nabi2 keturunan dari Nabi Ishak (bani Israil) sedangkan Nabi Isa Nabi terakhir dari Bani Isarail. Dan tidak akan berarti apa bagi kita apabila bukan merupakan contoh utk umat selanjutnya. Allah tidak membuat sesuatu yang sia2.
    Nabi Isa menyediakan 12 Imam. Siapa mereka?

    Kemudian mas juga katakan Imam Mahdi tidak ada. Saya bisa menerima ini apabila ada nashnya, jangan merupakan ASUMSI mas. Sedangkan Nash Alqur’an serta Hadits Shahih mengenai Imam Mahdi banyak sekali. Yang mana kita pegang Alkitab yang dianut Bani Isarail dan Nasrani atau Alqur’an kitab umat Islam.
    Dan QS 5 : 114 belum smpat turun silahkan mas baca ayat selanjutnya. Wasalam

    • haniifa said

      Wa’alaikum Salam, @Mas Aburahat
      Pertama-tama saya bukan @mas Agorsiloku, beliau salah satu sahabat maya selayaknya @mas Aburahat.

      To the point saja yach.
      Nabi Isa menyediakan 12 Imam. Siapa mereka?
      _______________________
      Imam atau pimpinan, imam shalat pimpinan shalat, imam rumah kepala keluarga, imam negara kepala negara… saya kira tidak ada pertentangan dengan itu, sehingga pimpinan 12 dalam (QS 5:12) bisa juga dikatakan sebagai Imam.

      Dan QS 5 : 114 belum smpat turun silahkan mas baca ayat selanjutnya.
      _________________________
      Subhanallah…
      Coba @mas Aburahat periksa kembali apakah cara kompilasi Al Qur’an berdasarkan urutan turunnya suatu ayat (baca: berdasarkan waktu) ?!
      Lalu mengapa Al Fatihaah ditempatkan pada awal sekali ?!

      Pertanyaan saya adalah; Siapakah yang akan memberikan petunjuk/bembimbing kita kepada kebenaran sesuatu wafat Rasulullah?
      ______________________
      Al Qur’an, Al Qur’an dan Al Qur’an jika kurang faham As Sunnah Rasul, jika kurang faham tanyakan kepada yang lebih ahli.

      Note:
      Suatu hal yang terpenting, saya tidak sendirian… setidak-tidaknya keluarga saya, anak dan istri yang tidak mempercayai IMAM MAHDI turun saat kiamat !!

      Soal orang lain…. Wa Allahu Alam.

      Wassalam, Haniifa.

    • agorsiloku said

      Mas Aburahat, terimakasih catatannya, kalau dalam pemahaman saya, jelaslah Nabi Isa tidak akan turun lagi ke dunia ini. Beliau as telah wafat. Nabi sebagaimana lazimnya manusia akan wafat. Pada AQ 19:33 Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”. Lengkapnya dari AQ 19:30-33). Dengan dasar pemahaman ini, tentu terpahami bahwa Nabi Isa a.s tahu dirinya akan diwafatkan. AQ juga menjelaskan bahwa Nabi Isa a.s akan menjadi saksi di hari Kiamat. Jadi, bukan turun lagi ke dunia, karenanya, Mas Aburahat sampaikan : “Sedangkan Nash Alqur’an serta Hadits Shahih mengenai Imam Mahdi banyak sekali.” , mohon maaf Mas, malah saya bingung sekali, nash AQ mana yang menjelaskan akan turun Imam Mahdi. Kalau hadits ya, ada. Kalau saya “semestinya” mempercayai hadis ini, maka acuannya sama hanya pada hadis, tapi tidak ada di AQ (mohon maaf jika keliru agar diluruskan). maka kejadian pada hadis itu harus dua peristiwa yang berbeda. Namun, hati kecil saya juga mengatakan, kalau asumsikan benar imam mahdi itu akan turun beberapa saat menjelang kiamat (berkeailan selama kurang lebih 7 tahun ada yang menyatakan 40 tahun). Maka kiamat tiba, dan orang Islam dan keadilan yang sedang terjadi di bumi ini. Hadits yang lain menjelaskan pula, kiamat tiba ketika sudah tidak ada lagi ummat yang menyeru Allah.
      Silogismenya, (jalan berpikir logisnya), Imam Mahdi tidak akan turun, tidak ada!.
      Wassalam, agor
      ,

  14. […] agar senantiasa  menjaga dan menanti  kedatangan IMAM yang rahmatan lil ‘alamin. Pada artikel sebelumnya saya sudah membahas tentang (QS 5:12) […]

  15. Assalamu alaikum

    akhir2 ini agak sibuk…duch ma’af…kemaren belum bisa diskusi…
    wassalam

  16. agorsiloku said

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Cihuy…. kembali deh Akang Haniifa menyajikan postingan yang menarik disimak dan sekaligus menggemaskan😀

    Ayat 5:12 (dijumlahkan juga tujuh belas (5+12) ya Kang !)

    ayat ini menarik untuk menjadi komparasi kebenaran sejarah menurut petunjuk Allah : …. sesungguhnya telah kami angkat di antara mereka 12 pemimpin …(Siapakah mereka?), dalam AQ tidak ada penjelasan, tapi di ayat selanjutnya 5:13 dijelaskan dari ke 12 pemimpin itu mereka berkhianat dan hanya sedikit yang tidak dan Nabi Muhammad melihat hal itu (menyaksikan). Kitab Injil menjelaskan ke 12 nama itu adalah Simon bin Yunus (alias Petrus, Andreas bin Yunus, Yakub bin Zabdi, Yahya bin Zabdi (alias Yohannes), Pilipus, Natanael (alias Bartolomius), Thomas, Matius bin Alpius (alias Lewi, pemungut cukai dari Kapernaum), Yakub bin Alpius, Lebeus (alias Tadius), Simon Zelotes (dari Kanani), dan Yudas Iskariot

    Sampai sekarangpun, ummat Muhammad menyaksikan penghianatan itu, dan sedikit dari mereka mempertahankan keikhlasan dan imam mereka. Pada ayat 5:13 juga disertai pesan Allah kepada kita :
    ….maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Di ayat 5:14 Allah Swt menerangkan dan memposisikan pengakuan mereka untuk saling membenci sampai hari Kiamat lalu kelak Allah memberitakan apa yang mereka kerjakan.

    Subhanallah, begitu jelas

    Mengenai Imam Mahdi, wah nggak tahu juga seeh, rasanya kita harus mendefinisikan pesan Allah “…kelak dijelaskan apa yang diperselisihkan, mendefinisikan hari kiamat dengan lebih jernih karena banyak pembahasan yang menurut agor masa akhir dan masa kiamat dalam satu kesatuan pengertian”
    Wassalamu’alaikum,
    Agor

    • haniifa said

      Wa’alaikum Salam, @mas Agor
      Lama tak bersua, mudah-mudahan @mas dalam kondisi senantiasa prima, Amin.

      Pada (QS 5:13) : Yang disebut “mereka” adalah Bani Israil, bukan ke 12 murid Nabi Isa Al Masih, pada ayat tersebut lebih ditegasi bahwa Nabi Muhammad s.a.w melihat hal itu (menyaksikan) tentu akan sangat janggal karena berbeda jaman (hampir 6 abad kemudian, setelah Allah mengangkat 12 murid Nabi Isa Al Masih).
      Mengenai adanya penghianat diantara ke 12 orang tersebut saya kira isapan jempol kaum Yahudi (baca: Bani Israil) atau singkatnya justru merekalah yang menghianati ke 12 Imam tersebut.

      Pada (QS 5:14) :
      Tidak semua Bani Israil dimurkai Allah (Ingat mayoritas keturunan Nabi Ibrahim a.s cikal bakal Bani Israil+ Bani Qurasy), sebagaimana yang tersirat di ayat berikut:

      Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku“. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang dzalim”. (QS 2:124)

      Mayoritas tatanan Yahudi sekarang mungkin termasuk orang-orang yang dzalim, dan “Nashrani” adalah sisa-sisa penerus dari ke 12 pimpinan di jaman Nabi Muhammad s.a.w namun banyak terdistorsi oleh kesesatan YAHUDI.

      Wassalam, Haniifa.

      • agorsiloku said

        Alhamdulillah Kang, sehat (sambil masih berobat), namun memang terjerat begitu rupa urusan dunia…🙂

        Ayat 5:12, 13, 14 rupanya agak sedikit berbeda pemahaman (agor musti tanya atau buka referensi lagi deh), insya Allah di kesempatan lain deh.
        Namun, mengenai kata “menyaksikan”, konteksnya dalam pengertian agor seperti pada kata : Aku bersaksi tiada …, sehingga ya begitulah pula.
        Tentu saja 2:124 juga berlaku kepada ke dua belas itu.
        Salam, agor

      • haniifa said

        @Kang Agorsiloku
        Alhamdulillahi rabbil’alamin… syukurlah kalau Akang sehat,Amin.

        Insya Allah, perbedaan pemahaman ini justru sesungguhnya kita dalam koridor rahmatan lil ‘alamin

        Teriring salam hangat buat @kang Agor berikut keluarga.

        nb:
        Ingat pesan Oom Dokter…😉

        Wassalam, Haniifa.

  17. Sayyid. said

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh mas haniifa,
    Firman Allah S.W.T pada surah Al Mai-dah ayat 12 yg berbunyi :
    Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israel dan telah Kami angkat di antara mereka dua belas orang pemimpin dan Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menghapus dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai. Maka barang siapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus”. (QS 5:12)

    Firman ini ditujukan kepada 12 suku bangsa israel pada saat kerasulan musa a.s dan setiap suku dijadikan satu pemimpin dan bukan kepada ke 12 murid-murid nabi isa almasih yg anda maksudkan di atas.

    Allah S.W.T menyuruh bani israel agar membantu rasul-rasul yg datang kemudian tetapi kenyataannya mereka mencoba membunuh nabi isa dan mencela kerasulan Muhammad S.A.W.
    Dan barang siapa kafir setelah kerasulan isa dan muhammad maka mereka berada dalam keadaan yg sesat dari jalan lurus.

    Semoga bermanfaat,
    Sayyid.

  18. reza altamir akbar said

    Kalian ini asalkan ngomong dan kalian ini sudah melanggar kode etiknya alqur an, masak kalian bilang Muhammad SAW sebagai iman Madhi, tolong jelaskan ayat mana dalam al qur an yg menyatkan Muhammad SAW turun kedunia untuk menjadi Hakim yang lurus. Ingat Iman Madhi tdk melakukan suatu kesalahan dan disentuh oleh dosa dan tdk dishalawatkan.Kembali lihat di hadis siapa yg mendapat gelar Iman Madhi.Boleh memberikan suatu argumen tapi tdk melanggar isi alqur an dan hadis.
    GBU

  19. reza altamir akbar said

    Inti dari secuil kisah diatas adalah kita tidak perlu membuktikan bahwa Nabi Isa Al Masih telah wafat dahulu kala, namun cukup mengimani beberapa ayat-ayat Al Qur’an : ” Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati“; (QS 3:185), (QS 21:35) dan (QS 29:57). Selanjutnya dikisahkan para pemuda Al Kahfi tertidur tiga ratus lebih sembilan tahun artinya Allah telah menetapkan usia tidur manusia maksimal 309 tahun jika suatu saat ada teknologi modern yang dapat membius manusia untuk dibangkitkan kembali 300 kemudian>>>
    bagaimana kalau Isa Alamsih tdk wafat ???,karena al qur an pun mengatkan Isa Alamsih tdk wafat, <<<Isa tidak disalib dan tidak wafat, ia diangkat Allah ke surga (QS 4:157-158)

    “……..padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. ………Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.<<< masih berlaku ngak arguman kalian ini<<>> ini yg terpenting dari segala kebenaran dan saksi.iman madhi adalah adalah adalah hakim yg selurus lurusnya dan juga Ketika Malaikat berkata: Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya namanya Almasih Isa Putra Maryam. Seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang yang terdekat dengan Tuhan”.
    Qs. Ali Imran 3:45 dan rujukan dalam injil >>Yesus mendekati mereka dan berkata: “kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di Surga dan di bumi.” Matius 28:18>>> dan juga dalam ayat ini>> ini merupakan salah satu ciri khas iman madhi>>Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Bapa.”
    Yohanes 3:18<< dan iman madhi juga mahamengetahui dari segala hal<<<Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir."
    Wahyu 1:8,17; 2:8; 22:13<< dan juga dalam ayat rujukan dalam alqur an<<<Huwal awwalu wal akhiru wadhdhariru wal bathinu; wa huwa bikulli syaiin 'aliim"
    "Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Dzhahir dan Yang Batin ( Yang Nampak dan Yang Tidak Nampak); dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu."
    Qs. 57:3….selamat menyimak….GBU

    • @Mas Reza Altamir Akbar
      ” Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati“; (QS 3:185), (QS 21:35) dan (QS 29:57).
      ____________________
      Bagus artinya sampean percaya Nabi Isa Al Masih itu seorang manusia biasa dan mempunyai jiwa, singkat kata pasti mengalami kematian juga sebagai pintu gerbang ke syurga.

      Allah telah menetapkan usia tidur manusia maksimal 309 tahun
      ____________________
      Bagus artinya sampean tidak main-main dengan membius manusia sampean 309 tahun, selain itu juga masih perdebatan apakah perhitungan tahun Hijriah (11 hari lebih pendek) atau tahun Samsyiah

      bagaimana kalau Isa Alamsih tdk wafat ???,karena al qur an pun mengatkan Isa Alamsih tdk wafat,
      ____________________
      😀 hehehe… sampean mengingkari ayat-ayat sebelumya, bahwa seluruh makhluk yang berjiwa pasti mengalami kematian.

      <<<Isa tidak disalib dan tidak wafat, ia diangkat Allah ke surga (QS 4:157-158)
      ____________________
      Jangankan Nabi Isa Al Masih, manusia biasa saja bisa diangkat kesurga… nggak percaya sampean ?!
      Jawab:

      Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki. (QS 3:169)

      ini yg terpenting dari segala kebenaran dan saksi.iman madhi adalah adalah adalah hakim yg selurus lurusnya
      ______________________
      😀 hehehe… justru inilah yang paling keliru dan sesat, soal imam mahdi
      (sapean nulisnya saksi imam madhi, imam mahdi, imam ahmad… podo bae….. hehehe….)
      Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya? (QS 95:8)

      Yohanes 3:18<< dan iman madhi juga mahamengetahui dari segala hal<<<Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir."
      _____________________
      imam madhi = Imam MADh❓
      (Imam Mahdi atau Imam Sapigila… dasar Politheism bin musryikin.)

      Selamat menjadi KAFIR dan Musryikin semoga sampean cepat-cepat insyaf dan kembali ke jalan yang benar, Amin

    • Cekixkix said

      @Om Reza Altamir
      Yesus itu Imam Mad.hi.hi.hi… Cekixkix..kix..kix…

  20. […] Imam Mahdi adalah Nabi Muhammad s.a.w (3) […]

  21. […] muridnya agar senantiasa  menjaga dan menanti  kedatangan IMAM yang rahmatan lil ‘alamin. Pada artikel sebelumnya saya sudah membahas tentang (QS 5:12) […]

  22. yovi said

    Jump to Yovi Post

    *** content podo bae… edit by admin😀 ***
  23. yovi said

    ALIANSI MILITER BANGSA RUM MOSKOW ( RUSIA ), TURUNNYA ALMAHDI, TERBUNUHNYA DAJJAL OLEH NABI ISA ALMASIH PUTRA MARYAM, HANCURNYA YA’JUJ MA’JUJ

    Hadits Marfu’ Riwayat Imam Ahmad dari An-Nu’man bin Basyir memberikan gambaran keadaan umat ini dalam 5 fase:

    1. Pertama, fase saat Rasulullah saw masih hidup sampai beliau saw wafat.

    2. Kedua, fase masa khulafaur Rasyidin.

    3. Ketiga,fase Raja-raja yang menggigit yaitu masa setelah berakhirnya Khulafaur Rasyidin ditutup dengan hancurnya Kesultanan Turki Ustmani pada tahun 1924 M.

    4. Keempat, fase Raja-raja diktator yaitu masa ini

    5. Kelima, fase kekhalifahan mengikuti manhaj Nabi ditandai dengan munculnya IMAM MAHDI.

    Sabda Rasulullah Saw :

    تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّا فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ (أحمد)

    “Kalian akan mengalami babak Kenabian selama masa yang Allah kehendaki, kemudian babak kekhalifahan mengikuti manhaj Kenabian selama masa yang Allah kehendaki, kemudian babak Raja-raja yang menggigit,selama masa yang Allah kehendaki, kemudian babak para penguasa yang memaksakan kehendak selama masa yang Allah kehendaki, kemudian kalian akan mengalami babak kekhalifahan mengikuti manhaj Kenabian, kemudian Nabi diam.” (HR Ahmad)

    Seikh Imran Nazar Hosein : If Russia and China respond to a Turkish military invasion of Syria by coming to the support of that country, that will eventually provoke the Malhama (great war) prophesied by Prophet Muhammad (sallalahu ‘alaihi wa sallam).

    Since Russia will inevitably enter in the war in defense of Syria, the Turkish military invasion of that country will lead to yet another prophecy of Prophet Muhammad (sallalahu ‘alaihi wa sallam) being fulfilled, to wit: “that you (Muslims) will make an alliance with Rum (pronounced as ‘room’).” Rum in the Qur’an referred to the Eastern Christian Byzantine Empire. But after Constantinople was conquered in 1453, the capital city of Rum eventually became Moscow.

    Jika RUSIA dan CHINA menanggapi invasi militer TURKI di SURIAH dukungan datang dari negara itu pada akhirnya akan memprovokasi Malhama Al Kubra ( PERANG BESAR ) dinubuatkan oleh Nabi Muhammad Saw.

    RUSIA pasti akan masuk dalam perang untuk membela SURIAH saat ada invasi militer dari Negara TURKI. Nubuat Nabi Muhammad Saw. terpenuhi : “bahwa Anda (MUSLIM) akan membuat aliansi dengan BANGSA RUM. “RUM dalam Qur’an, merujuk pada Kekaisaran Bizantium KRISTEN TIMUR. Tapi setelah Konstantinopel ditaklukkan pada tahun 1453, IBU KOTA RUM akhirnya menjadi MOSKOW ( RUSIA ).

    Sabda Rasulullah Saw :

    تَغْزُونَ جَزِيرَةَ الْعَرَبِ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ فَارِسَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ
    ثُمَّ تَغْزُونَ الرُّومَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ تَغْزُونَ الدَّجَّالَ فَيَفْتَحُهُ اللَّهُ

    “Kalian akan memerangi semenanjung ARABIA, lalu Allah menangkan kalian atasnya. Setelah itu PERSIA ( IRAN ), dimana Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian RUM, dimana Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian kamu akan MEMERANGI DAJJAL, dan Allah menangkan kalian atasnya”. (HR Muslim 5161)

    Rasulullah Saw. bersabda: “Kalian akan MENGADAKAN PERDAMAIAN dengan BANGSA RUM dalam keadaan aman. Lalu kalian akan berperang bersama mereka melawan satu musuh dari belakang mereka. Lalu kalian selamat (menang) dan akan mendapatkan harta rampasan perang. Kemudian kalian akan sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit- bukit. Maka berdirilah seorang laki laki dari kaum RUM, lalu ia mengangkat tanda salib dan berkata, “SALIB TELAH MENANG”. Maka datanglah kepadanya seorang laki-laki dari kaum muslimin dan MEMBUNUH LAKI-LAKI RUM tersebut. Lalu kaum RUM BERKHIANAT dan TERJADILAH, di mana MEREKA AKAN MENGHADAPI KALIAN di bawah 80 bendera, dan tiap-tiap bendera terdapat 12.000 tentara”.
    (Diriwaytkan oleh Imam Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, di shahihkan oleh Albani dalam mentahqiq hadist-hadist misykat No. 5452).

    SIARAN TV AL AQSA BAYI BARU LAHIR BICARA MENGABARKAN TELAH DEKAT TURUNNYA DAJJAL, IMAM MAHDI & NABI ISA ALMASIH PUTRA MARYAM KE DUNIA HANCURNYA YA’JUJ MA’JUJ

    No. 1708 | FEBRUARY 6, 2008

    Palestinian Cleric Issa Badwan: The Mahdi Was Born in Palestine Four Years…… Ago; Muslim Conquest of Rome Is Imminent

    Following are excerpts from an interview with Palestinian cleric Issa Badwan, which aired on Al-Aqsa TV on February 6, 2008.

    Issa Badwan: Someone who is well known and whom I trust – there is no need to mention his name – told me that four years ago, when he was driving his car, he saw an old woman, who stopped him and asked him to take her to hospital, so she could pick up her daughter, who had just given birth. He did her a favor and took her there, and waited for an hour at the entrance. The woman came out, with her daughter and grandson, and when they got into the car, the baby started talking, and said: “Peace and Allah’s mercy upon you.” They greeted him back.

    Interviewer: The newborn baby?

    Issa Badwan: Yes, the baby. The baby said… This is what the man told me, and we reported this to Sheik Nizar and to the Islamic Scholars Association… The newborn baby said: “I am the man who will be killed [sic] by the Antichrist, who will not rule over anyone again.” According to the Prophet’s hadith, this man [the Mahdi] would be 18-20 years old. These are good tidings.

    Of course, the coming of the Antichrist will be preceded by the conquests of Rome in Italy, and Constantinople, like the Prophet told us. These places will be conquered only by the righteous Mahdi. The Mahdi is from Palestine, as conveyed by Mu’adh bin Jabal, Sa’d bin Abi Waqqas, and Abdullah bin Mas’ud, who were all great imams and scholars.

    Interviewer: Is anyone following what�s going on with this child?

    Issa Badwan: Yes, now his identity is known, and the brothers follow and take good care of him. I would like to convey to the people, as well as to the scholars, that these are times of victory, with the grace of Allah, that the promised Mahdi lives among us, that the people of Palestine will be the standard bearers, who will carry this religion forth and spread its guidance and light.

    people, as well as to the scholars, that these are times of victory, with the grace of Allah, that the promised Mahdi lives among us, that the people of Palestine will be the standard bearers, who will carry this religion forth and spread its guidance and light.

    No 1708 | 6 FEBRUARI 2008

    ULAMA PALESTINA SYEIKH ISSA BADWAN: Al Mahdi Apakah Lahir di Palestina Empat Tahun yang Lalu; ” PENAKLUKAN MUSLIM KE ROMA SUDAH DEKAT ”

    Berikut adalah kutipan dari sebuah WAWANCARA DENGAN ULAMA PALESTINA Syeikh Issa Badwan, yang DISIARKAN AL-AQSA TV pada tanggal 6 FEBRUARI 2008.

    Syeikh Issa Badwan: SESEORANG YANG TERKENAL dan YANG SAYA PERCAYA – tidak perlu menyebutkan namanya – MENGATAKAN KEPADA SAYA bahwa EMPAT TAHUN YANG LALU ( Tahun 2004 ), ketika ia sedang mengendarai mobilnya, ia melihat seorang perempuan tua, yang menghentikannya dan memintanya untuk membawanya ke rumah sakit, untuk menjemput melihat putrinya yang baru saja melahirkan. Dia setuju dan membawa wanita itu ke Rumah Sakit, dan MENUNGGU SELAMA SATU JAM DI PINTU MASUK. Tak lama kemudian wanita itu keluar, dengan putri dan cucunya, dan ketika mereka masuk ke mobil, TIBA-TIBA BAYI ITU BERBICARA, dan berkata: “. ASSALAAMU ‘ALAIKUM WARAHMATULLAAHI WABAROKAATUH”. Seketika orang-orang di mobil kaget dan spontan membalas salam itu WA ‘ALAIKUM SALAM WARAHMATULLAAHI WABAROKAATUH.
    Pewawancara: bayi yang BARU LAHIR BICARA ??

    Syeikh Issa Badwan: ” Ya, bayi itu. Bayi said … Inilah orang yang mengatakan kepada saya, dan KAMI MELAPORKAN HAL INI KEPADA SYEIKH NIZAR dan ASOSIASI ULAMA ISLAM … Bayi baru lahir berkata: “AKULAH ORANG YANG AKAN DIBUNUH OLEH ANTIKRISTUS ( DAJJAL ), YANG TIDAK AKAN MEMERINTAH SIAPUN PUN LAGI.” Menurut hadis Nabi, orang ini akan diangkat menjadi [Mahdi] pada usia 18-20 tahun. Ini adalah kabar baik.

    Tentu saja, kedatangan DAJJAL Antikristus akan didahului oleh PENAKLUKAN dari ROMA DI ITALIA dan KONSTANTINOPEL, seperti Nabi mengatakan kepada kami. TEMPAT2 INI AKAN DITAKLUKKAN HANYA OLEH AL MAHDI yang benar. AL MAHDI ADALAH DARI PALESTINA, seperti yang disampaikan oleh Mu’adz bin Jabal, Sa’ad bin Abi Waqqas, dan Abdullah bin Mas’ud, yang semuanya imam besar dan ulama.

    Pewawancara: Apakah ada yang mengikuti apa yang terjadi dengan anak ini?

    Syeikh Issa Badwan: YA,,, SEKARANG IDENTITASNYA SUDAH DIKETAHUI, dan SAUDARA-SAUDARA MENGIKUTI dan MERAWAT DIA. Saya ingin menyampaikan kepada masyarakat, serta para ulama, bahwa ini adalah kemenangan, DENGAN RAHMAT ALLAH, BAHWA ALMAHDI YANG DIJANJIKAN HIDUP DI ANTARA KITA, bahwa RAKYAT PALESTINA AKAN MENJADI PEMBAWA STANDAR, yang akan MEMBAWA AGAMA ISLAM INI KELUAR MENYEBAR BIMBINGAN dan CAHAYA.

    Rasulullah Saw. bersabda :

    إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ، فَذَكَرَ
    الدُّخَانَ، وَالدَّجَّالَ، وَالدَّابَّةَ، وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ
    وَيَأْجُوجَ ،n مَغْرِبِهَا، وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ
    وَمَأْجُوجَ، وَثَلَاثَةَ خُسُوفٍ: خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ
    وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَآخِرُ
    ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنْ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى
    مَحْشَرِهِمْ
    “Sesungguhnya TIDAK AKAN TERJADI KIAMAT HINGGA KALIAN MELIHAT 10 MACAM TANDA. Kemudian Nabi Shalallahu’alaihiwassallam menyebutkan: MUNCULNYA DAJJAL, BINATANG (keluar dari dalam bumi), MATAHARI terbit dari barat, ISA BIN MARYAM TURUN KE BUMI, KELUARNYA YA’JUJ DAN MA’JUJ, TERJADI TIGA KHUSUF yaitu di timur, barat, dan jazirah Arab. Lantas akhir semua itu MUNCUL API DARI NEGERI YAMAN yang menghalau manusia ke tempat berkumpul mereka.” (Shahih Muslim, Kitabu Al-Fitan wa Asyrathu As-Sa’ah)

    Dalam Riwayat Shahih Bukhari, Kitabul Fitan, Bab Laa Yadkhulu Ad Dajjal Al Madinah 13 : 101.
    Dari Abu Sa’id Al Khudri Ra, disebutkan bahwa lelaki yang dibunuh oleh DAJJAL ini adalah orang terbaik yang keluar dari Madinah untuk menghadapi DAJJAL, lalu berkata kepadanya, ” Aku bersaksi bahwa engkau adalah DAJJAL yang telah dijelaskan beritanya kepada kami oleh Rasulullah Saw. Lalu DAJJAL menjawab, apakah pendapat Anda jika aku bunuh orang ini, kemudian kuhidupkan kembali. Apakah Anda masih meragukan urusan ini ?” ( yakni tentang pengakuan DAJJAL sebagai TUHAN ). Lalu orang2 menjawab, “tidak !! Kemudian DAJJAL membunuhnya dan menghidupkannya kembali. Kemudian Lelaki itupun berkata, “DEMI ALLAH, TIDAK ADA ORANG YANG LEBIH MENGERTI TENTANG ENGKAU PADA HARI INI SELAIN AKU.” Lantas DAJJAL hendak membunuhnya, tetapi dia tidak mampu.

    Rasulullah Saw. bersabda : Wahai sekalian Manusia !! Sesungguhnya TIDAK ADA FITNAH DI MUKA BUMI INI SEMENJAK ALLAH MENCIPTAKAN KETURUNAN ADAM YANG LEBIH BESAR DARI FITNAH DAJJAL. Sesungguhnya Allah tidak mengutus seorang Nabi, melainkan telah memperingatkan kaumnya akan fitnah DAJJAL. ( Shahih Bukhari ).

    Mengenai DAJJAL yg teriwayatkan dalam nash hadits adalah : seorang lelaki, berkulit kemerahan, berambut sangat keriting, buta mata kanannya, dan didahinya tertulis “KAFIR”, demikian diriwayatkan pada : Shahih Muslim hadits no.166, 169 dan masih banyak lagi riwayat shahih serupa.

    Dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah Saw. bersabda,

    « وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ ، لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا عَدْلاً ، فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ ، وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ ، وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ ، وَيَفِيضَ الْمَالُ حَتَّى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ ، حَتَّى تَكُونَ السَّجْدَةُ الْوَاحِدَةُ خَيْرًا مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا » . ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ وَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ ( وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلاَّ لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا )

    “Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya. SESUNGGUHNYA TELAH DEKAT MASANYA NABI ISA AL MASIH PUTRA MARYAM AKAN TURUN DITENGAH-TENGAH KALIAN. Dia akan menjadi Hakim yang adil, dan MENGHANCURKAN SALIB, MEMBUNUH BABI, menghapus jizyah (upeti), harta semakin banyak dan semakin berkah sampai seseorang tidak ada yang menerima harta itu lagi (sebagai sedekah, pen), dan sujud seseorang lebih disukai daripada dunia dan seisinya.” Abu Hurairah lalu mengatakan, “Bacalah jika kalian suka:

    وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا

    “TIDAK ADA SEORANGPUN DARI AHLI KITAB, kecuali AKAN BERIMAN KEPADANYA (ISA) SEBELUM KEMATIANNYA. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (QS. An Nisa’: 159)”

    “Menurut Tafsir Ibnu Jarir Ath Thobari, “Mereka seluruhnya akan membenarkan Nabi Isa ketika ia turun ke dunia untuk membunuh Dajjal. Sehingga ketika itu agama hanya ada satu yaitu agama Islam yang lurus, agama Ibrahim.
    Abu Malik mengatakan bahwa yang dimaksud adalah ketika Isa bin Maryam turun, yaitu tidak ada satu pun ahli kitab yang tersisa kecuali mereka akan beriman pada Nabi Isa.
    Al Hasan mengatakan bahwa maksud ayat ini adalah sebelum kematian Nabi Isa dan -demi Allah- Nabi Isa saat ini masih hidup, berada di sisi Allah. Ketika beliau turun lagi ke bumi, semua pasti akan mengimani beliau.
    Qotadah mengatakan maksud ayat ini adalah sebelum kematian Isa dan jika beliau turun ke muka bumi, semua agama akan beriman pada beliau.
    Ibnu Zaid mengatakan bahwa ketika Isa bin Maryam turun lagi ke bumi, ia akan membunuh Dajjal. Lalu tidak akan tersisa lagi seorang pun Yahudi kecuali akan beriman padanya.

    Firman Allah Ta’ala tentang Nabi Isa Al Masih Putra Maryam;

    وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا (157) بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا (158)

    “Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih Isa putra Maryam, Rasul Allah, PADAHAL MEREKA TIDAK MEMBUNUHNYA dan TIDAK PULA MENYALIBNYA, tetapi YANG MEREKA BUNUH ADALAH ORANG YANG DISERUPAKAN DENGAN ISA bagi mereka. SESUNGGUHNYA ORANG2 YANG BERSELISIH PAHAM TENTANG (PEMBUNUHAN) ISA, BENAR2 DALAM KERAGU-RAGUAN TENTANG YANG DIBUNUH ITU. Mereka TIDAK MEMPUNYAI KEYAKINAN TENTANG SIAPA YANG DIBUNUH ITU, KECUALI MENGIKUTI PERSANGKAAN BELAKA, mereka TIDAK PULA YAKIN BAHWA YANG MEREKA BUNUH ITU ADALAH ISA.
    Tetapi (yang sebenarnya), ALLAH TELAH MENGANGKAT ISA kEPADA-NYA. Dan adalah Allah Maha perkasa lagi Maha bijaksana
    ” (QS. An Nisa’: 157-158)

    Allah Ta’ala juga berfirman,
    إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ

    “(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku.” (QS. Ali Imran: 55)

    (Ingatlah), ketika Allah mengatakan, Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkanmu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa… (QS Al Maidah: 110)
    Dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah salah seorang di antara orang-orang yang saleh. (QS Ali Imran: 46)

    Berkata Isa: “SESUNGGUHNYA AKU INI HAMBA ALLAH, Dia memberiku Alkitab ( INJIL ) dan DIA MENJADIKAN AKU SEORANG NABI,dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) SHALAT dan (menunaikan) ZAKAT selama aku hidup; dan BERBAKTI kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”. ITULAH ISA PUTERA MARYAM, yang MENGATAKAN PERKATAAN YANG BENAR, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. TIDAK LAYAK BAGI ALLAH MEMPUNYAI ANAK, MAHA SUCI DIA. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadaNya: “Jadilah”, maka jadilah ia. (QS. Maryam: 30-35)

    ALMAHDI adalah dari keturunan Rasul saw, mengenai hadits shahih yg mengatakan bahwa Almahdi adalah NABI ISA PUTRA MARYAM عليه السلام adalah hadits Munqathi’, hadits yg mengatakan Almahdiy adalah dari Keturunan Rasul saw Ashahhu (lebih shahih), (Tafsir Imam Qurtubiy Juz 8 hal 122)

    ( Al Fathur Robbani Tartib Musnad Ahmad 24 : 85-86 ) Imam Ahmad meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah bahwa ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Saw. DAJJAL akan keluar pada waktu AGAMA SUDAH TIDAK DIPERHATIKAN dan ILMU AGAMA SUDAH DITINGGALKAN ORANG. Kemudian TURUNLAH NABI ISA AL MASIH PUTRA MARYAM, lalu beliau MENYERU PADA WAKTU SAHUR dengan mengatakan, WAHAI MANUSIA !!! APAKAH YANG MENGHALANGI KAMU UNTUK KELUAR MENGHADAPI PEMBOHONG YANG BURUK INI ?! mereka berkata, Ini seorang lelaki bangsa Jin. Lalu mereka keluar, TIBA2 MEREKA JUMPAI NABI ISA AL MASIH PUTRA MARYAM, LANTAS DI IQOMATI UNTUK SHOLAT dan orang2 pun berkata kepada beliau, “SILAHKAN ANDA MAJU UNTUK MENJADI IMAM, WAHAI RUH ALLAH, ” Beliau menjawab, HENDAKLAH IMAM KALIAN SAJA YANG MAJU KEDEPAN UNTUK MENGIMAMI SHOLAT. “Ketika NABI ISA PUTRA MARYAM selesai menunaikan SHOLAT SHUBUH, orang2 keluar menemui beliau. KEMUDIAN SANG PEMBOHONG ( DAJJAL ) MELIHAT NABI ISA AL MASIH PUTRA MARYAM LANGSUNG MELELEH SEPERTI MELELEHNYA GARAM DALAM AIR. LALU NABI ISA AL MASIH PUTRA MARYAM MENUJU KEPADA DAJJAL DAN MEMBUNUHNYA, hingga POHON2 dan BATU2 BERKATA, “WAHAI RUH ALLAH !! INI ADA ORANG YAHUDI !! MAKA TIDAK ADA SEORANG YANG MENGIKUTI DAJJAL MELAINKAN DIBUNUHNYA.

    Bila kalian melihat keluarnya PASUKAN MEMBAWA BENDERA HITAM dari KHURASAN, maka datangilah walau dengan merangkak, sungguh dalam pasukan itu TERDAPAT KHALIFATULLAH ALMAHDI”. Hadits ini memenuhi persyaratan Shahih Bukhari dan Muslim. (Mustadrak ‘alaa Shahihain hadits no.8531).

    Sabda Rasul saw : “TAK AKAN DATANG HARI KIAMAT, SAMPAI PERMUKAAN BUMI DIKUASAI OLEH SEORANG LELAKI DARI AHLULBAITKU, namanya sama dengan namaku ( MUHAMMAD ) dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku ( ABDULLAH ), maka ia memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran” (Shahih Ibn Hibban hadits no. 6824)

    Bila kebangkitan ALmahdiy, maka ia akan menundukkan Qastantiniyyah (Konstantinopel) dan mengalahkan mereka. (Tafsir Imam Attabari juz 1501)

    ( Hadits Shohiih Riwayat Imam Muslim no. 2937) dari An Nuwwas bin Sam’an Ra, beliau berkata bahwa Rasul Saw bersabda : Kemudian ‘Isa bin Maryam mendatangi suatu kaum yang dilindungi oleh Allah dari Dajjal, lalu ‘Isa bin Maryam mengusap wajah mereka dan memberitahukan kepada mereka mengenai derajat mereka di surga. Ketika ‘Isa bin Maryam dalam keadaan begitu, Allah mewahyukan kepadanya, “Sesungguhnya Aku telah MENGELUARKAN HAMBA-HAMBA-Ku yang TIDAK TERKALAHKAN OLEH SIAPAPUN. Karena itu SELAMATKANLAH HAMBA-HAMBA-KU YANG SHOLEH KE BUKIT. ”Kemudian Allah mengeluarkan YA’JUJ DAN MA’JUJ (mereka turun ke segala penjuru dari tempat yang tinggi (Al Anbiyaa’ ayat 96). Kelompok mereka yang pertama kali melewati telaga Thabariyyah / Thiber, kemudian mereka meminum airnya hingga habis. Kelompok mereka yang akhir lewat pula, lalu mereka mengatakan, “Sungguh di tempat ini dulu ada air.”

    NABI ISA BERSAMA PARA SAHABATNYA TERKEPUNG, sehingga pada saat itu sebuah kepala sapi lebih berharga bagi mereka daripada uang seratus dinar sekarang ini. NABI ISA BERSAMA PARA SAHABATNYA BERDO’A AGAR ALLAH MENGHANCURKAN YA’JUJ DAN MA’JUJ beserta pengikutnya. Lalu Allah menimpakan kepada mereka PENYAKIT HIDUNG SEPERTI YANG MELANDA HEWAN, sehingga MEREKA MATI SEMUANYA.

    Kemudian Nabi ‘Isa dan para Sahabatnya tiba di suatu tempat di bumi. MEREKA TIDAKLAH MENDAPATI SEJENGKAL TANAH MELAINKAN PENUH DENGAN BANGKAI BUSUK, maka Nabi ‘Isa dan para pengikutnya berdo’a kepada Allah Sehingga Allah mengutus BURUNG-BURUNG SEBESAR PUNUK ONTA YANG MEMBAWA BANGKAI-BANGKAI MANUSIA TERSEBUT, untuk dibuang di tempat yang dikehendaki oleh Allah.

    Kemudian Allah menurunkan hujan yang menyirami setiap rumah di kota dan di desa, sehingga bumi menjadi bersih setelah tersiram hujan.

    http://www.imranhosein.org/

    *** pehlem idem, jadi edit by admin😀 ***

    • Respon to @Neng Yovi
      PERANG AKHIR ZAMAN BANGSA RUM MOSKOW ( RUSIA ), MUNCULNYA ALMAHDI, TERBUNUHNYA DAJJAL OLEH NABI ISA ALMASIH PUTRA MARYAM, TURUNNYA YA’JUJ MA’JUJ
      ________________________
      😀 hahaha…. sejak kapan Rusia disebut Rum Moskow ?
      Kerajaan Rusia terbagi dua yaitu dibawah kekuasaan Romawi dan sebagian besar wilayah didominasi oleh PERSIA (Iran-Irak),
      Bukti :
      Berita kebenaran Al Qur’an tentang peristiwa akan terjadinya kemenangan bangsa Rum terhadap bangsa Persia (IRAN) pada surah Ar Rum ayat 1 – 10

      Berita kemenangan bangsa Romawi, Ahli Kitab, atas bangsa Persia, Musyrik Ar Rum ayat 1-7 :

      1 Alif Lam Mim.
      2 Telah dikalahkan bangsa Romawi,
      3 di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang,
      4 dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,
      5 karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
      6 (sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
      7 Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia, sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.

      Kaum yang menentang Nabi Muhammad s.a.w pasti hancur, kecuali percaya 100% bahwa Imam Mahdi itu adalah Nabi Muhammad s.a.w😀, bukti: Surah Ar Rum ayat 8-10

      8 Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?, Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.
      9 Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku lalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku lalim kepada diri sendiri.
      10 Kemudian, akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah (azab) yang lebih buruk, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-oloknya
      .

      Apaan tuh RUM (RUSIA) hehehe… ?!

      Yang terbaca oleh sampean Mahdi atau Muhammad ?!😀

      Wassalam, Haniifa.

    • Yahama said

      Khususon Yovi
      Wali tidak akan memamerkan diri meskipun dipaksa membakar diri mereka. Siapa pun yang berkeinginan menjadi figur yang populer, maka ia tidak dapat dikatakan sebagai anggota kelompok sufi manapun (Asyari, 1940: 8-9; Khuluq, 2000: 52; dan Mdjid, 1994: 479). Di antara cobaan (fitnah) yang merusak hamba pada umumnya ialah pengakuan guru tarekat dan pengakuan wali. Bahkan ada yang mengaku dirinya sebagai wali quthb dan ada pula yang mengaku dirinya Imam Mahdi (Asyari, tt.: 1). Barang siapa yang mengaku dirinya wali, Imam Mahdi tetapi tanpa kesaksian mengikuti syariat Rasulullah saw, orang tersebut adalah pendusta yang membuat-buat perkara tentang Allah swt. (Asyari, 1940: 4). Orang yang mengabarkan tentang dirinya itu wali Allah swt, orang tersebut bukanlah wali sesungguhnya, melainkan hanya wali-walian yang jelas salah sebab ia mengatakan sirr al-khusausiyah (rahasia-rahasia kekhususan), dan ia membuat kedustaan atas Allah swt.

      ==========================================
      Penulis : Syamsun Ni’am

      (Kritik atas Tarekat, Konsep Kewalian dan Haul)

      Abstaksi: Dalam dunia kesufian, ada dua karakteristik yang sangat menonjol untuk membedakan benar atau sesat. Ajaran sufi yang benar, yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam disebut dengan sufi ortodox. Ajaran sufi yang dianggap sesat, yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam disebut dengan sufi heterodox. Jenis sufi ortodox adalah sufisme Sunni, dan sufi heterodox adalah sufisme falsafi. KH. Hasyim Asyari tampil ke permukaan adalah untuk membentengi umat dari distorsi sufisme heterodox tersebut. Karena itu, beliau mengecam keras praktek-praktek sufi/tarekat yang tumbuh dan berkembang di nusantara (Indonesia), yang dianggapnya menyimpang dari sufisme Sunni sebagaimana yang pernah diajarkan al-Junaid dan al-Ghazali, untuk dikembalikan kepada sufisme yang benar, yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

      LATAR BELAKANG MASALAH
      History is the essense of innumerable biographies (Sejarah adalah esensi dari riwayat orang-orang yang tidak terhingga jumlahnya). Demikian kata Thomas Carlyle. Hanya bangsa yang tahu menghargai jasa-jasa pahlawan-pahlawannya, dapat menjadi bangsa yang besar. Demikian juga kata Presiden pertama RI., Ir. Soekarno pada saat pidato untuk memperingati hari Pahlawan, 10 November 1955 (Thalhas, 2002: 1).

      KH. Hasyim Asyari (w. 1946 M) selanjutnya disebut Kyai Hasyim–, barangkali adalah salah satu tokoh pelaku sejarah yang disebut Thomas Carlyle dan Soekarno di atas, sehingga beliau bisa disebut sebagai tokoh Islam terkemuka par excellence. Hal ini bisa dilihat dari kontribusinya yang sangat besar dalam memantapkan Ahl al-Sunnah wa al-Jamaah umumnya, dan tasawuf sunni khususnya. Selain itu, beliau berhasil mewarnai tasawuf dengan citra yang lebih positif dalam menghadapi aliran-aliran lain di nusantara. Pesantren yang merupakan pengembangan dari sistem pendidikan dalam ribath tasawuf berhasil memperoleh posisi yang lebih mantap dalam struktur kelembagaan masyarakat berkat jasa-jasanya. Beliau juga berhasil menghimpun kekuatan ulama dan kyai dalam satu wadah Nahdlatul Ulama (NU) yang didirikannya, berikut organisasi-organisasi pemuda, seperti Hizbullah dan al-Mujahidun. Beliau juga salah seorang tokoh pendiri Indonesia merdeka (Shihab, 2001: 116).

      Tampilnya Kyai Hasyim ke permukaan bukan tanpa alasan. Beliau tampil karena kondisi masyarakat, khususnya masyarakat Muslim pada saat itu sudah berada pada titik nadir, yaitu munculnya aliran-aliran yang dengan sengaja atau tidak, dengan tipu daya atau kekuatan militer berupaya memerangi Islam. Mulai dari penanaman sikap skeptis terhadap nilai-nilai Islam hingga penciptaan suasana intelektual kondusif melalui kegiatan pengajaran dan pendidikan untuk menyukseskan proses perubahan dari dalam masyarakat sendiri. Kegiatan-kegiatan ini dapat mengambil beberapa bentuk, seperti gerakan kristenisasi, munculnya kelompok-kelompok sempalan, seperti al-Qadiyaniyah, kepercayaan kebatinan, tasawuf falsafi, dan lain-lain. Ironisnya, aliran-aliran tersebut mendapat dukungan dan pengayoman dari kolonial Belanda melalui jasa orang-orang yang cenderung antiagama dan mereka yang bersikap kebarat-baratan (Shihab, 2001: 117).

      Dalam kondisi dan situasi genting ini, Kyai Hasyim tampil ke permukaan untuk mempelopori dalam rangka merumuskan sebuah rencana perjuangan bersama melalui sebuah wadah yang diberi nama NU. Di sini dihimpun berbagai rumusan yang tetap mengacu dan berpedoman pada metodologi dan pendekatan para pendahulu (salaf al-salih) yang terikat oleh jalur aqidah Ahl al-Sunnah wa al-Jamaah.

      Salah satu hal yang menarik untuk didiskusikan dalam pembahasan ini adalah Karakteristik Sufisme KH. Hasyim Asyari, yang menyangkut kritiknya terhadap tiga persoalan, yaitu tarekat, konsep kewalian dan haul. Dalam ketiga hal tersebut, oleh Kyai Hasyim, ada sisi-sisi yang dianggap menyimpang dari tradisi-tradisi kemurnian Islam itu sendiri, sehingga beliau melakukan kecaman keras dan mendudukkan serta mengembalikan ketiga hal tersebut pada kemurnian Islam, dengan kembali dan mengikuti para pendahulu yang terikat oleh jalur Ahl al-Sunnah wa al-Jamaah, yaitu tetap berpedoman pada aqidah dan syariat yang benar. Padahal, dalam realitasnya ketiga hal tersebut, yaitu tarekat, konsep kewalian dan haul adalah hal yang sangat ditradisikan oleh masyarakat Muslim Indonesia, khususnya masyarakat Nahdliyin (NU). Akan tetapi justru dikecam oleh Kyai Hasyim. Di manakah letak kecamannya dan mengapa?
      Dengan demikian, masalah pokok yang ingin diangkat dalam kajian ini adalah Bagaimana kritik KH. Hasyim Asyari terhadap tarekat, konsep kewalian dan haul (upacara kematian)?

      METODOLOGI PENELITIAN
      Dalam penelitian ini, model penelitian yang dipakai adalah penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang menggunakan sumber-sumber atau data-data kepustakaan yang memiliki kaitan langsung dengan masalah yang sedang diteliti. Oleh karena itu, penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif, yang bersifat fenomenologis dengan paradigma naturalistik, artinya peristiwa-peristiwa, pesan-pesan, dan fokus masalah yang diteliti akan diperlakukan secara alamiah dan wajar.

      Dalam setiap penelitian, tidak bisa dilepaskan dari sumber-sumber data primer maupun sekunder. Sumber data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah karya-karya asli Kyai Hasyim, khususnya yang menyangkut pemikiran tasawufnya. Ada dua kitab yang khusus memuat pemikiran dan kritik terhadap ketiga persoalan di atas, yaitu kitab al-Durar al-Muntathirah fi al-Masail al-Tisa Asyarah dan al-Tibyan fi al-Nahy an Muqathaat al-Arham wa al-Aqarib wa al-Akhwan. Selain dari karya-karya ini, bisa dikategorikan sebagai sumber data sekunder. Misalnya kitab-kitab Adab al-Alim wa al-Mutaallim, al-Tanbihat al-Wajibat li Man Yasna al-Mawlid bi al-Munkarat, al-Risalat al-Jamiah, Ziyadat al-Taliqat ala Mandzumat al-Syaikh Abdullah ibn Yasin al-Fasuruany, al-Qanun al-Asasy li Jamiyat Nahdlat al-Ulama, al-Mawaidz, Hadits al-Mawt wa Asyrat al-Saah, al-Nur al-Mubin fi Mahabbah Sayyid al-Mursalin, Hasyiyah Fath al-Rahman, al-Risalat al-Tauhidiyah, dan al-Qalaid fi Bayan ma Yajib min al-Aqaid.

      Selanjutnya teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumenter dan in-depht interviews (wawancara mendalam) dan participant observations (observasi partisipan). Teknik dokumenter digunakan untuk menelusuri tulisan Kyai Hasyim yang telah terpublikasikan atau tidak, seperti catatan pribadi/harian, rekaman pidato, catatan pengajian, dan sebagainya. Sedangkan wawancara mendalam dan observasi partisipan digunakan untuk menguji dan mengembangkan kedalaman makna (konsep) dalam dokumen, sekaligus dalam konteks dan aplikasinya melalui orang-orang dekatnya, seperti istri, anak-anak, sekretaris pribadi, santri, koleganya, maupun orang lain yang mengenal Kyai Hasyim.

      Selanjutnya, data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan cara content analysis. Cara ini digunakan untuk menganalisis data tertulis berupa isi komunikasi (Rakhmad, 1989: 122). Isi komunikasi yang dimaksud dalam kajian ini adalah konsep, pendapat, teori-teori, maupun prinsip-prinsip dan pemikiran Kyai Hasyim yang terdapat pada buku-buku, karya penelitian, buku harian, rekaman pidato, catatan pengajian, dan sebagainya. Di samping itu, juga digunakan analisa reflektif, dengan cara mengkonfirmasi temuan content analysis secara empirik, atau sebaliknya, sehingga makna temuannya semakin mendalam. Artinya analisis reflektif adalah pengujian secara bolak-balik antara teoritik dan empirik atau antara deduksi dan induksi.

      Adapun metode pembahasan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode diskriptif analitis yang digunakan untuk mendiskripsikan data-data yang diperoleh. Selanjutnya metode yang kedua adalah metode komparatif yang digunakan untuk membandingkan antara data-data yang ada, yang kemudian di analisis secara kritis, sehingga diharapkan bisa menghasilkan kesimpulan yang memadai

      HASIL PENELITIAN
      1. KH. Hasyim Asyari: Sketsa Biografi
      Nama lengkap Hasyim adalah Muhammad Hasyim Asyari. Dia dilahirkan pada tanggal 24 Dzulqadah 1287/14 Pebruari 1871 di desa Gedang Jombang Jawa Timur, dari keluarga elite Jawa (Salam, 1962: 19 dan Nazwar, 1983: 93). Dia juga dari keluarga Basyaiban yang masih memiliki hubungan keturunan dengan para dai Arab dari Ahl al-Bait yang datang membawa Islam di Asia Tenggara pada abad ke-14 H (Shihab, 2001: 117). Dia lahir di pesantren milik kakeknya dari pihak ibu, yaitu Kyai Usman yang didirikan pada akhir abad 19, dari seorang ibu yang bernama Halimah. Ayah Hasyim, Ahmad Asyari, sebelumnya merupakan santri terpandai di pesantren Gedang. Karena kepandaian dan akhlaknya, Kyai Usman menikahkannya dengan putrinya, yaitu Halimah. Kyai Asyari sendiri kemudian mendirikan pesantren Keras di Jombang. Ayah Hasyim ini berasal dari desa Tingkir, yang masih keturunan dari Abdul Wahid Tingkir yang diyakini masih keturunan raja Muslim Jawa, Jaka Tingkir, dan raja Hindu Majapahit, Prabu Brawijaya VI (Lembu Peteng) (Khuluq, 2000: 14-15 dan Asad Shihab, 1994: 27).

      Hasyim adalah anak ketiga dari sepuluh bersaudara, yaitu Nafiah, Ahmad Saleh, Radiah, Hassan, Anis, Fathanah, Maimunah, Maksum, Nahrawi, dan Adnan. Sampai usia lima tahun, dia diasuh oleh orang tua dan kakeknya di Pesantren Gedang. Ketika ayahnya mendirikan pesantren baru di Keras pada tahun 1876, Hasyim ikut diboyong ke desa yang berada di sebelah selatan Jombang tersebut (Nazwar, 1983: 93 dan Noer, 1980: 249). Pada saat Hasyim telah memasuki usia 13 tahun, dia sudah mem-badal-i (mengganti) ayahnya untuk mengajar di pesantren tersebut (Dhofier, 1982: 93). Pada saat usianya mencapai 15 tahun, Hasyim memulai mengembara guna menuntut ilmu di berbagai pesantren di Jawa maupun di Madura. Pada tahun 1891, dia belajar di pesantren Kyai Yakub, Siwalan Panji Sidoarjo Jawa Timur. Pada tahun 1892, dia dinikahkan dengan seorang putri kyainya, yaitu khadijah (Khuluq, 2000: 17; Nazwar, 1983: 93 dan Noer, 1980: 250). Pada tahun itu juga, dia bersama istrinya pergi ke Mekah. Selama tujuh bulan tinggal di Mekah, Hasyim harus pulang sendirian ke tanah air, karena istrinya telah meniggal dunia ?€“usai melahirkan anaknya yang bernama Abdullah, yang juga meninggal dunia saat baru berusia dua bulan (Khuluq, 2000: 17).

      Pada tahun 1893, Hasyim kembali ke Mekah dengan ditemani saudaranya, Anis, yang kemudian juga meninggal. Kali ini dia tinggal di Mekah selama tujuh tahun. Di antara guru-gurunya ialah: Syekh Mahfudz Termas, Syekh Mahmud Khatib al-Minangkabawy, Imam Nawawi al-Bantany, Syekh Syatha, Syekh Dagistany, Syekh al-Allamah Abdul Hamid al-Darustany, dan Syekh Muhammad Syuaib al-Maghriby. Di antara sekian guru, yang paling berpengaruh dalam wacana pemikiran Hasyim adalah Syekh Mahfudz (w. 1920), yang merupakan ulama pertama Indonesia yang dipercaya untuk mengajar kitab Shahih Bukhari di Mekah, karena memang ahli dalam ilmu hadis. Keahlian inilah yang kemudian diwarisi oleh Hasyim. Bahkan Hasyim telah mendapatkan ijazah untuk mengajarkan kitab Shahih Bukhari tersebut dari Syekh Mahfudz tersebut yang merupakan pewaris terakhir dari pertalian sanad hadis Nabi dari 23 generasi penerima karya ini. Di bawah bimbingan Syekh ini juga, Hasyim mempelajari Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah yang diperolehnya dari Syekh Nawawi al-Bantany dari Syekh Khatib Sambas (Adnan, 1982: 26 dan Khuluq, 2000: 24).

      Hasyim mempelajari fiqh madzhab Syafii di bawah bimbingan Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawy yang juga ahli dalam ilmu falak, ilmu hisab dan al-jabar. Ahmad Khatib adalah ulama moderat yang memperkenalkan Hasyim untuk mempelajari Tafsir al-Manar. Hasyim mengagumi rasionalitas yang dikembangkan Muhammad Abduh dalam kitab tersebut. Namun demikian, dia tidak menganjurkan santrinya untuk membacanya karena dianggap merendahkan ulama tradisional. Dia sepakat dengan keharusan dalam meningkatkan semangat keberagamaan Muslim, tetapi dia menolak dorongan Abduh untuk membebaskan umat dari sistem bermadzhab karena penolakan terhadap madzhab. Hal demikian bagi Hasyim, akan memutarbalikkan ajaran Islam. Hal ini merupakan konsekuensi logis dari dari terputusnya link and match intelektual Islam. Hasyim percaya bahwa tanpa mengenal wacana sebelumnya, tidak mungkin dapat dipahami secara benar maksud al-Quran dan al-Hadits (Khuluq, 2000: 26-27). Di luar kesibukannya menuntut ilmu, Hsyim juga menyempatkan diri untuk bertapa di Gua Hira. Terdapat juga laporan, bahwa dia sempat mengajar di Mekah sebelum akhirnya pulang ke tanah air.

      Sekembali dari Mekah (tahun 1900), Hasyim mengajar di pesantren ayah dan kakeknya, sebelum mencoba mendirikan pesantren sendiri di rumah mertuanya, Plemahan Kediri Jawa Timur. Usaha pendirian pondok pesantren ini gagal, sampai akhirnya dia mencoba kembali untuk mendirikan pesantren yang hingga kini dikenal dengan Pesantren Tebuireng di Cukir Jombang. Pesantren Tebuireng tersebut terletak sekitar dua kilo meter dari pesantren ayahnya. Tiga bulan berikutnya, ternyata jumlah santri terus mengalami perkembangan, sehingga mencapai 28 orang (Khuluq, 2000: 29). Pesantren yang dibiayai secara mandiri oleh Hasyim ini, akhirnya menjadi pesantren yang paling berpengaruh dan berwibawa di seluruh Nusantara, khususnya pulau Jawa dan sekitarnya, juga menjadi rujukan pesantren-pesantren pada masanya

      Pesantren Tebuireng selanjutnya lebih merupakan pesantren untuk pengajaran tingkat tinggi, menginagat kebanyakan murid yang datang adalah mereka yang sebelumnya telah nyantri di berbagai pondok pesantren. Seperti Kyai Abdul Wahab Hasbullah yang baru mengunjungi Tebuireng setelah menamatkan belajarnya di pesantren Kyai Khalil Bangkalan Madura (Dhofier, 1982: 25-26). Pada tiap bulan Syaban, para kyai biasanya mengunjungi pengajian KH. Hasyim Asyari untuk belajar hadis. Bahkan gurunya sendiri, Kyai Khalil Bangkalan juga pernah menyempatkan hadir dalam pengajian yang dibimbing oleh KH. Hasyim Asyari ini (Noer, 1980: 250 dan Nazwar, 1983: 93). Hal ini sekaligus menunjukkan adanya pengakuan kepada publik bahwa KH. Hasyim Asyari adalah salah seorang yang berhak secara muttashil mempunyai mata rantai (sanad) untuk mengajarkan hadis Shahih Bukhari

      2.Geneologi Sufisme KH. Hasyim Asyari
      Dalam sejarah pemikiran dan gerakan, baik yang menyangkut pemikiran perorangan, golongan, aliran maupun kelompok, telah nyata bahwa tidak ada suatu pemikiran yang lahir begitu saja tanpa adanya pengaruh waktu, ruang, maupun pemikiran yang berada di luarnya. Begitu pula yang dialami Kyai Hasyim. Dalam proses pemikiran dan gerakannya yang menyangkut tasawuf, dia banyak dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran para tokoh yang dianggap sebagai pembimbing spiritualnya. Dengan kata lain, –meminjam istilah Zamakhsyari Dhofier–, para Kyai selalu terjalin oleh intellectual chains (rantai intelektual) (dhofier, 1982: 79). Dalam tradisi pesantren, rantai transmisi ini disebut dengan sanad.

      Kyai Hasyim lahir dan besar dari lingkungan keluarga berdarah biru, yaitu keluarga elite kyai Jawa, yang dikenal mempunyai tingkat sipiritualitas tinggi. Akan tetapi, secara intellectual chains (rantai intelektual), ada beberapa ulama yang dianggap sangat mempengaruhi jalan pemikiran, gerakan, dan perilakunya. Beberapa ulama tersebut adalah Syekh Mahfudz Termas, Syekh Mahmud Khatib al-Minangkabawy, Imam Nawawi al-Bantany, Syekh Syatha, Syekh Dagistany, dan Kyai Khalil Bangkalan.

      Di samping itu, Kyai Hasyim adalah tokoh yang membidani lahirnya tradisi pemikiran yang menekankan pentingnya melestarikan nilai-nilai tradisi Islam ala Ahl al-Sunnah wa al-Jamaah di bawah sebuah perkumpulan yang di beri nama Nahdlatul Ulama (NU), dan NU muncul dari nilai-nilai yang secara ideologis maupun kultural mengembangkan dan mengajarkan nilai-nilai tradisional yang menjadi panutan kebanyakan komunitas yang melahirkannya yaitu pesantren, termasuk di dalamnya adalah ajaran-ajaran dan perilaku-perilaku tasawuf. Hal demikian bisa ditelusuri melalui kitab-kitab yang diajarkan di pesantren dan para Kyai dan gurunya. Sehingga secara substansial dan kultural bahkan para ahli menilai bahwa NU itu adalah pesantren besar, sedang pesantren adalah NU kecil (Bisri, dalam AULA, 1973: 65; Muchit, dalam AULA, 1994: 82 dan Haidar, dalam AULA, 1995: 59). Artinya NU dan pesantren tidak bisa dipisahkan bukan saja secara historis, tetapi juga dilihat dari perspektif nilai-nilai, norma-norma maupun paradigma pemikiran yang diikuti dan dikembangkannya (Mujamil, 2001: 38; 2002: 62).
      Paradigma pemikiran NU yang mengklaim dirinya pengikut dan pembela paham Ahl al-Sunnah wa al-Jamaah adalah sudah mempunyai ketentuan dalam memahami dan menafsirkan nilai-nilai ajaran Islam. Hal ini tidak saja menyangkut pada aspek akidah (Imam Abu al-Hasan al-Asyari dan Imam Abu al-Manshur al-Maturidi) dan fiqih (Madzhab empat: Hanafi, Maliki, Syafii dan Hambali), namun juga aspek tasawuf. Sebagaimana disebutkan dalam anggaran dasar NU bahwa aspek tasawuf mengikuti antara lain Imam al-Junaid al-Baghdadi dan Imam al-Ghazali, serta imam-imam yang lain (Haidar, 1998: 74).

      Konsep tasawuf al-Junaid dan al-Ghazali merupakan kritik yang menggugat radikalisme dan liberalisme tasawuf yang pernah dikembangkan Abau Yazid al-Bustami (128 H/746-877 M) dan Husain ibn Manshur al-Hallaj (244-309 H/858-921 M). Radikalisme dan liberalisme pemikiran tasawuf mereka sampai menafikan realitas konkret manusia sendiri dalam konsep maqamat (tingkatan), fana (kehancuran), dan baqa (kekekalan) (al-Qusyairi, 1999: 67), ittihad (kemanunggalan), dan hulul (penitisan) (al-Sarraj, 1960: 541). Proses pematangan kesadaran spiritual menurut mereka dimulai dengan peniadaan kesadaran konkret manusia (fana) untuk sampai ke kesadaran metafisis yang abadi (baqa), dan selanjutnya ke tingkat yang lebih tinggi, kemanunggalan (ittihad), tidak ada lagi wujud keculai wujud Tuhan, sebab Tuhan telah mengambil tempat menitis (hulual) dalam diri manusia setelah sifat kemanusiaannya sirna. Konsep ini dikenal dengan istilah wihdat al-wujuad. Pandangan seperti ini akhirnya membawa akibat terbunuhnya al-Hallaj dengan hukuman mati dan al-Bustami dianggap sebagai orang gila yang ditinggalkan masyarakat.

      Kritik al-Junaid dan al-Ghazali terhadap konsep tersebut mencoba ingin meluruskan kembali konsep tasawuf dengan tetap berpijak pada realitas konkret manusia sendiri. Mereka membatasi maqamat tasawuf hanya sampai kepada mahabbah dan marifah (al-Ghazali, 1929; al-Kalabadzi, 1968; Niam, 2001: 101; dan Nasr, 1980: 65). Suatu tahap maqamat yang masih tetap menempatkan manusia dalam kesadaran konkret dirinya sendiri. Menurut al-Junaid kesadaran tertinggi ialah untuk menerima derita (mulim) atau nikmat (ladzdzah). Dengan demikian, tetap adanya jarak antara manusia dengan Tuhan (Haidar, 1998: 77-78).

      Konsep tasawuf seperti ini selanjutnya diadopsi oleh kebanyakan masyarakat Indonesia, yang secara sosial-institusional terwadahi dalam sebuah wadah organisasi yang bernama Nahdlatul Ulama (NU). Sehingga tidaklah heran dan berlebihan bila NU menjadikan al-Junaid dan al-Ghazali sebagai nenek moyangnya dalam bertasawuf.
      Konsep sufistikasi seperti ini juga berjalan sejak awal mula masuknya Islam di Indonesia ?€“misalnya di pulau Jawa–, bahkan ada yang menganggap bahwa proses Islamisasi di Indonesia bukanlah seperti yang dikatakan banyak orang, yaitu disebarkan oleh para pedagang. Namun Islam datang di Indonesia pertama kali itu dibawa oleh para guru sufi yang mengembara dari tempat satu ke tempat yang lain. Hal ini bisa dilihat dari sumber-sumber historis, hikayat, babad, dan lain sebagainya tentang penyebaran Islam di Indonesia. Modelnya pun seragam semacam model yang dibawa oleh para Wali Songo (Azra, 2002: 44 dan Shihab, 2001)

      Ajaran-ajaran tasawuf yang dikembangkan oleh para guru sufi ini selanjutnya terus mengalami transmisi dari generasi ke genarasi berikutnya, melalui pesantren-pesantren yang didirikan olehnya. Ciri yang paling menyolok dari tasawuf yang dikembangkan Wali Songo, yang kemudian ditransfer para generasi berikutnya adalah bercorak Sunni. Sampai akhirnya tasawuf Sunni menjadi idola bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. Para pewaris tasawuf Sunni di Indonesia, bisa disebutkan, misalnya Syekh Nuar al-Din al-Raniri (w. 1685), Syekh Abd al-Samad al-Palimbani (w. kira-kira setelah 1203/1789), dan Syekh Muhammad Hasyim Asyari (w. 1947) (Shihab, 2001: 48-116).
      Syekh Muhammad Hasyim Asyari adalah tokoh yang sangat berpengaruh di Indonesia. Dia termasuk pembela Ahl al-Sunnah wa al-Jamaah dan tasawuf Sunni di Indonesia. Selain itu, ia mewarnai tasawuf dengan citra yang lebih positif untuk menghadapi aliran-aliran lain di Nusantara.

      Transmisi tasawuf Sunni al-Ghazali ternyata mendapat tempat di kalangan umat Islam Indonesia. Karena corak ini dianggap oleh sebagian orang sebagai tasawuf yang meramu tasawuf Sunni/tarekat, madzhab Syafii, dan teologi Asyariyah diyakini mampu mempertahankan tradisi keislaman dan originalitas pemikiran Islam menghadapi gerakan-gerakan yang berupaya memisahkan umat Islam dari sumber-sumber agamanya yang murni (Shihab, 2001: 117).
      Hal inilah yang barangkali menyebabkan tasawuf Sunni al-Ghazali dikenal sangat moderat, sehingga banyak berpengaruh di hati umat Islam Indonesia sejak dahulu hingga kini. Namun dalam perjalanan selanjutnya, tasawuf, khususnya tarekat yang diajarkan di nusantara (Indonesia), telah banyak mengalami distorsi, sehingga penyimpangan-penyimpangan dari aspek aqidah dan syariat seringkali terjadi, tidak lagi mengikuti ajaran-ajaran tarekat Sunni sebagaimana yang ditradisikan oleh ulama masa lalu (salaf al-salih). Dalam kondisi seperti inilah, Kyai Hasyim Asyari sadar dan ingin mengembalikan dan melestarikan misi Islam yang murni dalam aspek akidah, syariat dan tasawuf sebagai refleksi komitmen mengikuti tradisi salaf al-Salih tersebut

      Dengan demikian, secara geneologis, dapat dilihat secara jelas bahwa sufisme KH. Hasyim Asyari adalah sufisme Sunni, sebagaimana sufisme yang telah diajarkan dan dikembangkan oleh para pendahulu dan guru-gurunya. Bahkan Kyai Hasyim sendiri pernah belajar tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah kepada Syekh Nawawi al-Bantany dari Syekh Khatib Sambas. Di mana mereka telah mewarisi sufistifikasi Sunni al-Junaid al-Baghdadi, al-Ghazali, dan yang dikembangkan oleh Wali Songo.

      3. Kritik KH. Hasyim Asyari atas Tarekat, Konsep Kewalian dan Haul
      Kyai Hasyim menuliskan pemikiran-pemikirannya tentang sufisme dalam dua kitabnya, yaitu al-Durar al-Muntathirah fi al-Masail al-Tisa Asyarah (Mutiara-mutiara tercecer tentang Sembilanbelas Masalah) dan al-Tibyan fi al-Nahyi an Muqathaat al-Arham wa al-Aqarib wa al-Akhwan (Penjelasan- mengenai Larangan Memutuskan Hubungan Kerabat dan Teman), yang beliau tulis pada tahun 1360 Hijriyah. Dalam buku ini beliau mengecam keras penyimpangan-penyimpangan ajaran sufi (Khuluq, 2000: 50)

      Beberapa kritik kerasnya dapat disebutkan di sini, yang menyangkut perilaku yang berkembang dalam tradisi tasawuf yang dianggap oleh Kyai Hasyim Asyari sebagai sesuatu yang menyimpang dari syariat Islam. Misalnya, Kyai Hasyim tidak suka dihormati secara berlebihan, sehingga mengakibatkan adanya pengkultusan individu terhadapnya. Dia sangat mengecam perilaku seperti ini. Pengkultusan semacam ini biasanya berlaku pada dunia tarekat yang ditujukan kepada seorang mursyid tarekat, yang dianggap mampu menghubungkan manusia (jamaah) dengan Tuhan. Hal ini yang kemudian mengakibatkan munculnya anggapan bahwa seorang guru tarekat (mursyid) adalah orang keramat yang jauh dari kesalahan. Hal demikianlah yang ditentang oleh Kyai Hasyim. Karena dianggap telah menyimpang dari ajaran syariat Islam (Mujamil, 2002: 48 dan Mashum, 1998: 126). Inilah yang menyebabkan Kyai Hasyim melarang murid-muridnya memanggilnya sebagai syekh sufi dan melarang anak cucunya untuk memperingati hari kematiannya (haul). Akan tetapi, di kalangan NU sendiri acara haul telah mentradisi hingga saat ini. Para wali atau kyai yang meninggal dunia hampir tiap tahun di-haul-i dengan serangkaian kegiatan seperti: ziarah kubur, bacaan tahlil, dan ceramah agama untuk mengenang perjuangan mereka agar dapat dijadikan teladan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari (Mujamil, 2002: 50).

      Bila dalam tarekat, Kyai Hasyim masih selektif, namun pada pemberian predikat wali kepada seseorang atau guru sufi (mursyid), Kyai Hasyim sangat menentang dan tidak pernah kenal kompromi. Sikap demikian dapat dilihat melalui pernyataan-pernyataannya sebagai berikut, sebagaimana pendapat Musthafa Muhammad Arausi dalam Nataij al-Afkar, Kyai Hasyim berpendapat bahwa:

      Wali tidak akan memamerkan diri meskipun dipaksa membakar diri mereka. Siapa pun yang berkeinginan menjadi figur yang populer, maka ia tidak dapat dikatakan sebagai anggota kelompok sufi manapun (Asyari, 1940: 8-9; Khuluq, 2000: 52; dan Mdjid, 1994: 479). Di antara cobaan (fitnah) yang merusak hamba pada umumnya ialah pengakuan guru tarekat dan pengakuan wali. Bahkan ada yang mengaku dirinya sebagai wali quthb dan ada pula yang mengaku dirinya Imam Mahdi (Asyari, tt.: 1). Barang siapa yang mengaku dirinya wali, Imam Mahdi tetapi tanpa kesaksian mengikuti syariat Rasulullah saw, orang tersebut adalah pendusta yang membuat-buat perkara tentang Allah swt. (Asyari, 1940: 4). Orang yang mengabarkan tentang dirinya itu wali Allah swt, orang tersebut bukanlah wali sesungguhnya, melainkan hanya wali-walian yang jelas salah sebab ia mengatakan sirr al-khusausiyah (rahasia-rahasia kekhususan), dan ia membuat kedustaan atas Allah swt.

      Di samping pernyataan-pernyataan di atas, juga tampak dari sikapnya yang menentang orang yang menyatakan kewalian Kyai Khalil. Pertikaian antara Kyai Hasyim dan Kyai Ramli Peterongan Jombang tentang sikap mengultuskan dan memandang wali terhadap Kyai Khalil, amat terkenal di kalangan ulama Jawa Timur waktu itu. Padahal, Kyai Khalil adalah guru Kyai Hasyim Asyari sendiri (Mujamil, 2002: 49). Hal ini jelas menunjukkan bahwa Kyai Hasyim sangat menolak pernyataan kewalian seseorang. Bila ditelusuri ke belakang, ternyata Kyai Hasyim sangat terpengaruh oleh pandangan al-Ghazali, yang juga menolak pernyataan kewalian seseorang

      Kyai Hasyim tidak serta-merta menolak tarekat, namun sangat selektif, walaupun dia sendiri tercatat sebagai pengikut tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Inilah yang mengakibatkannya menulis dua buah kitab, al-Durar al-Muntathirah fi al-Masail al-Tisa Asyarah dan al-Tibyan fi an-Nahyi an Maqalat al-Arham wa al-Aqarib wa al-Akhwan tersebut (Sodiq, 2000: 7). Dua kitab ini berisi petunjuk bimbingan praktis agar umat Islam berhati-hati dalam memasuki dunia tarekat (Mujamil, 2002: 49). Labelitas kewalian muncul dalam dunia tarekat, dan ini sebagai akibat dari pengkultusan individu yang berlebihan tersebut. Dalam tradisi tarekat hal demikian biasa terjadi, apalagi seorang guru spiritual (mursyid)-nya dianggap memiliki keanehan-keanehan. Sementara itu, para mursyid juga tidak menolak pemberian predikat wali itu, sebab dianggap menguntungkan posisinya

      Bagi Kyai Hasyim, syarat menjadi seorang murid tarekat saja sangat sulit, apalagi menjadi seorang mursyid. Hal ini bisa dilihat dari persyaratan yang harus dipenuhi oleh seorang murid hakiki, persyaratan tersebut ada delapan, yaitu: 1) Niat baik (qasd al-shahih). Sebelum mengikuti jalan kesufian seseorang harus memiliki niat yang lurus dan ibadah yang benar; 2) Pembimbing yang benar (shidq al-syarif). Di sini murid harus mengetahui kemampuan khusus (sirr al-khusuasiyah) mursyidnya yang akan mengantarkannya kepada al-Hadrah al-Ilahiyah; 3) Tulus rela mengikuti jalan sufi (mardliyah). Mereka yang mengikuti jalan sufi harus melaksanakan seluruh etika yang dianjurkan oleh agama; 4) Menjaga kesucian jiwa (ahwal al-zakiyah). Untuk menjaga kesucian jiwa tersebut seseorang harus senantiasa mengikuti sunnah Nabi saw; 5) Menjaga kehormatan (hifz al-hurmah). Murid harus mengikuti mursyid dan saudara seagamanya baik di dunia maupun di akhirat, tabah mengahadapi sikap permusuhan dari orang lain, menghormati mereka yang lebih tinggi derajad kesufiannya dan mencintai yang lebih rendah; 6) Kemauan yang baik (husn al-himmah). Murid harus menjadi pelayan yang baik bagi Allah, bagi mursyid/syekh dan sesama Muslim dengan jalan melaksanakan yang diperintahkan Allah dan menjauhi yang dilarang. Sikap semacam ini akan mengantarkan murid pada tujuan akhir dalam bertasawuf; 7) senantiasa meningkatkan semangat raf al-himmah. Untuk menjangkau marifah yang sesungguhnya murid harus senantiasa menjaga usahanya dengan sungguh-sungguh. Sebab tanpa usaha yang serius dan kontinyu mustahil kemarifatan itu dapat dicapai; dan 8) Jiwa yang agung (nufuas al-azimah). Murid harus berjiwa agung meningat apa yang ia cari adalah marifat al-khashshah tentang Allah, demi kebaikan jiwanya bukan untuk dunia fana. Di samping itu, Kyai Hasyim memberikan tambahan empat lagi untuk bisa disebut murid tarekat yang hakiki, yaitu: 1) Mengambil jarak terhadap penguasa yang tidak adil (otoriter); 2) Menghormati mereka yang dengan sungguh-sungguh berusaha untuk mencari kebahagiaan di akhirat; 3) Menolong orang-orang miskin; dan 4) Melaksanakan shalat berjamaah (Asyari, 1940: 17; Khuluq, 2000: 53; dan Sodiq, 2000: 7-8)

      Dari sini nampak jelas, betapa gigihnya Kyai Hasyim Asyari untuk membentengi Islam dan umatnya dari pengaruh-pengaruh luar yang dikhawatirkan menyimpang dari sumber-sumber Islam yang murni, yaitu al-Quran dan al-Sunnah. Kritik keras Kyai Hasyim Asyari terhadap ketiga persoalan di atas, yakni tarekat, konsep kewalian, dan haul adalah semata-mata Kyai Hasyim ingin mendudukkan posisi tasawuf pada tempat yang semestinya. Dia ingin melihat tasawuf dari aspek substansinya bukan aspek kulturalnya, agar tasawuf tidak lepas kendali ataupun berjalan secara liar, yang lepas dari syariat. Barangkali ini sebagai jawaban dari mengapa justru ketiga aspek tersebut sangat ditradisikan kalangan Nahdliyin (NU)

      KESIMPULAN
      Akhirnya kita dapat memahami bahwa dalam bidang tasawuf, KH. Hasyim Asyari mengikuti faham sufi ortodox (sesuai dengan prisnip-prinsip Islam) sebagaimana yang telah dirumuskan al-Junaid al-Baghdadi dan al-Ghazali bukan hiterodox (sesat). Sufi jenis ini menekankan pada peningkatan nilai-nilai moral dan kesalehan dengan jalan melaksanakan ajaran-ajaran yang dibawa Nabi Muhammad saw. sufisme ini bukanlah yang menjurus ke panteistik dan syirik. Tetapi, dengan ajaran Islam Sunni. Beliau mencoba mengurangu akibat negatif dari praktek sufi dengan menekankan adanya persyaratan-persyaratan tertentu bagi orang-orang yang ingin mempraktekkan ajaran tasawuf

      DAFTAR PUSTAKA
      Adnan, Basit. Kemelut di NU: Antara Kyai dan Politisi. Solo: CV. Mayasari, 1982.
      al-Ghazali. Ihya Ulam ad-Dan. Kairo: Isa al-Babi al-Halabi, 1929.
      Al-Kalabadzi, Abua Bakr Muhammad. at-Taarruf li Maahabi Ahli at-Tasawwuf. Kairo: Isa al-Babi al-Halabi wa Syurakah, 1968.
      Al-Qusyairi, Abua al-Qasim an-Naisabari. ar-Risalat al-Qusyairiyah, terjemahan M. Lukman Hakiem, Risalatul Qusyairiyah: Induk Ilmu Tasawuf. Surabaya: Risalah Gusti, 1999.
      Asyari, Hasyim. ad-Durar al-Muntasyirah fa Masail at-Tisa Asyarah. Tp., 1940.
      . Taburan Permata yang Indah Membahas 19 Masalah. Terj. Kudus: Menara, tt.
      At-Tusi, Abau Na?r as-Sarraj. al-Luma. Mesir: Dar al-Kutub al-Hadaaah, 1920.
      Azra, Azyumardi. Banyak Salah Paham Terhadap Tasawuf. Sufi, No. 21/Th. II (Maret, 2002).
      Bisri, A. Musthofa. Pesantren sebagai Lahan Tumbuh Kader Nahdlatul Ulama. AULA: Risalah NU (Surabaya: PWNU Jatim, Desember 1973), No. 12.
      Dhofier, Zamakhsyari. Tradisi Pesantren: Studi Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES, 1982.
      H.A.R. Gibb. Shorter Encyclopadiae of Islam. New York: University Press Itacha, tt..
      Haidar, M. Ali. Pengembangan Amal Sosial NU. AULA (Surabaya: PWNU Jatim, Pebruari 1995), No. 02.
      . Nahdlatul Ulama dan Islam di Indonesia: Pendekatan Fikih dalam Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1998.
      Khuluq, Lathiful. Fajar Kebangunan Ulama: Biografi K.H. Hasyim Asyari. Yogyakarta: LkiS, 2000.
      M. Solihin. Sejarah dan Pemikiran Tasawuf di Indonesia. Bandung: Pustaka Setia, 2001.
      Mashum, Syaifullah (ed.). Karisma Ulama: Kehidupan Ringkas 26 Tokoh NU. Bandung: Mizan, 1998.
      Madjid, Nurcholish. Islam, Imam dan Ihsan sebagai Trilogi Ajaran Islam. Budhy Munawar Rahman (ed.). Kontekstualisasi Doktrin Islam dalam Sejarah. Jakarta: Yayasan Paramadina, 1994.
      Mujamil. Pemikiran Islam Tradisional di Indonesia: Melacak Situasi Pemikiran, Tradisi dan Deneologi. Laporan Penelitian. Tulungagung: STAIN, 2001.
      .. NU Liberal: dari Tradisionalisme Ahlussunnah ke Universalisme Islam. Bandung: Mizan, 2002.
      Muzadi, A. Muchit. Nahdlatul Ulama di Tengah Pergolakan Sejarah. AULA (Surabaya: PWNU Jatim, Maret 1994), No. 03.
      Nasr, Sayyed Hossein. Living Sufism. London: Paperbacks, 1980.
      Nasution, Falsafat dan Mistisisme dalam Islam, 62.
      Nazwar, Akhria. Syekh Ahmad Khatib: Ilmuan Islam di Permulaan Abad ini. Jakarta: Pustaka Panjimas, 1983.
      Niam, Syamsun. Cinta Ilahi Perspektif Rabiah al-Adawiyah dan Jalaluddin Rumi. Surabaya: Risalah Gusti, 2001.
      Noer, Deliar. Gerakan Moderen Islam Indonesia 1900-1942. Jakarta: LP3ES, 1980.
      Rakhmad, Jalaluddin. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: Remaja Rosda Karya, 1989
      Salam, Solichin. KH. Hasyim Asyari, Ulama Besar Indonesia. Jakarta: Depot Pengajaran Muhammadiyah, 1962.
      Shihab, Alwi. Islam Sufistik: Islam Pertama dan Pengaruhnya hingga Kini di Indonesia. Bandung: Mizan, 2001.
      Shihab, Muhammad Asad. Hadlratus Syaikh Muhammad Hasyim Asyari: Perintis Kemerdekaan Indonesia. Terj. KH. A. Musthafa Bisri. Yogyakarta: Titian Ilahi Press, 1994.
      Sodiq, Akhmad. Makalah, Karakteristik Pemikiran Keagamaan KH. Hasyim Asyari. Jakarta: IAIN Syraif Hidayatullah, 2000.
      T.H. Thalhas. Alam Pikiran KH. Ahmad Dahlan & KHM. Hasyim Asyari: Asal-Usul Dua Kutub Gerakan Islam di Indonesia. Jakarta: Gelura Pase, 2002.
      Wahid, Abdurrahman. KH. Bisri Syansuri: Pecinta Fiqh Sepanjang Hayat, dalam Humaidy Abdussami dan Ridwan Fakla AS (ed.). Biografi 5 Rais Am Nahdlatul Ulama. Yogyakart: LTn-NU Yogyakarta bekerja sama dengan Pustaka Pelajar, 1995

      • Eagle said

        @Saudara Yamaha
        Dari cintanya yang sangat besar kepada Yovita dan Yenny, berubah menjadi kebencian yang amat sangat, untuk itulah dia menempuh segala cara. termasuk cara-cara penyembahan berhala.
        Demikian juga rasa cintanya kepada Mahdi …:mrgreen:
        Semoga Alloh, memberikan taufik dan hidayahNya kepada orang-orang yang buta tersebut, Amiin.

        a’udzubillahimin dzalik.

  24. yovi said

    Jump to Yovi Post

    *** content podo bae… edit by admin😀 ***
  25. yovi said

    Jump to Yovi Post Ngotot… hehehe…

    *** content podo bae alias ngotot suratot😆 … edit by admin😀 ***
  26. yovi said

    حَنِيفًا
    haniifa.wordpress.com ilmu anda itu tidak lebih dari SETITIK DEBU DI BAWAH TELAPAK KAKI SYEIKH IMRAN NAZAR HOSEIN… ingin tahu ilmu mengenai aliansi Bangsa RUM dan akhir Zaman serta ilmu ISLAM lainnya silahkan anda pelajari disini KLIK INI : http://www.imranhosein.org/

    • @Oom Yovi
      Buktiken si Syirik Imram Nazar Hosein jika memang berilmu suruh kesinih… jangan cuma kirim cecunguk macam sampean yang bisanya cuma kopas katanyah … hehehe….

      • ybraja said

        …As.wr.wb.maap numpang nanya….. apa alasan Bang Hanipe dkk menolak hadits buhori muslim abu daud dst …yang ceritain soal, turunnya Imam Mahdi, dajjal, Isa bin Maryam, yang dirilease om yovie itu, apa karena hadits itu palsu, lemah, atau isinya telah diedit sebelum di posting Bang! … soalnya banyak muslimin/mat tertarik soal benar tidaknya Dajjal, Yajuz wamakzuz, Isa bin Maryam yang udah wafat ybakal turun lagi kedunia… akal sehat aza menolak… masa manusia yang dah wafat muncul lagi kedunia kan bertentangan dengan sunnatullah….muhun penjelasannya dunk smoga menjadi amal soleh bagi semuanyah….haturnuhun pisan…selamat menjalankan ibadah puasa, berbuka dan makan sahur wassalam wr.wb.

      • Wa’alaikum Salaam @Mas Vbraja
        Bumi selain berputar pada porosnya juga bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi.
        Apa yang terjadi jika sampean naik bus dengan kecepatan tinggi lalu berhendi mendadak ?!
        (ingat bus tidak berputar pada porosnya, jadi hanya mempunyai satu jenis kecepatan😀 )

        Sains mengataken ::
        Boro-boro @Oom Mahdi atau @Oom Djajjal turun kebumi, lha wong kulit bumi (daratan dan lautan) tumplek bleug.

        Allah subhanahu wata’ala hanya mengharamkan makan daging babi !!!

        Hanya manusia idiot yang menyuruh babi dibunuh dengan tanpa alasan yang jelas.

        Kesimpulan:
        Hadits tersebut jelas absolute menghina Nabi Isa Al Masih, bahwasanya beliau bertugas sebagai tukang jagal babi… dooh apa maksudnya neeh ?!😦

      • BIjimaha @Mas, masih kurang jelast ?!

        Sekarang mari kita kupas tuntas hadits kudisan ini:

        Yahudi😀. bersabda :

        إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ، فَذَكَرَ
        الدُّخَانَ، وَالدَّجَّالَ، وَالدَّابَّةَ، وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ
        وَيَأْجُوجَ ،n مَغْرِبِهَا، وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ
        وَمَأْجُوجَ، وَثَلَاثَةَ خُسُوفٍ: خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ
        وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَآخِرُ
        ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنْ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى
        مَحْشَرِهِمْ
        “Sesungguhnya TIDAK AKAN TERJADI KIAMAT HINGGA KALIAN MELIHAT 10 MACAM TANDA. Kemudian Nabi Shalallahu’alaihiwassallam menyebutkan: MUNCULNYA DAJJAL, BINATANG (keluar dari dalam bumi), MATAHARI terbit dari barat , ISA BIN MARYAM TURUN KE BUMI, KELUARNYA YA’JUJ DAN MA’JUJ, TERJADI TIGA KHUSUF yaitu di timur, barat, dan jazirah Arab. Lantas akhir semua itu MUNCUL API DARI NEGERI YAMAN yang menghalau manusia ke tempat berkumpul mereka.” (Shahih Muslim, Kitabu Al-Fitan wa Asyrathu As-Sa’ah)

        Matahari terbit dari barat artinya BUMI PUTAR BALIK !!!
        Dalam hal ini peri kelir bertentangan dengan Surah Al Ambiya:33 dan Ya Siin:40.

        وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّہَارَ وَٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ‌ۖ كُلٌّ۬ فِى فَلَكٍ۬ يَسۡبَحُونَ
        Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, Matahari dan Bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya . (QS. 21 : 33)

        لَا ٱلشَّمۡسُ يَنۢبَغِى لَهَآ أَن تُدۡرِكَ ٱلۡقَمَرَ وَلَا ٱلَّيۡلُ سَابِقُ ٱلنَّہَارِ‌ۚ وَكُلٌّ۬ فِى فَلَكٍ۬ يَسۡبَحُونَ
        “Tidaklah mungkin bagi Matahari mendapatkan Bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya”. (QS. 36 : 40)

        Sekarang mari kita hitung berapa kecepatan bumi berputar pada porosnya dalam 1 hari 1 malam ( 24 jam).

        Sekali rotasi => 24 x 60 x 60 = 86400 detik

        Keliling Bumi => 2 . π . r dengan r = Jari-jari khatulistiwa 6.378,1 Km
        Keliling Bumi => 2 x 22/7 x 6.378,1
        Keliling Bumi => 40.091 Km

        Jadi kecepatan bumi berputar adalah 40.091 / 24 = 1.670 Km/Jam
        Padahal kecepatan suara hanya 1238 Km/Jam

        Jika dihitung dalam satuan meter per detik maka
        Kecepatan bumi berputar adalah 40.091.000 / 86.400 = 464 m/det
        Padahal kecepatan suara hanya 344 m/de

        Dhus, … janganken untuk putar balik, lha wong bumi berhenti mendadakpun.. maka bumi beserta isinya bablas ngak karu-karuan … hehehe….

        Wassalam, Haniifa.

    • Teh Hasna said

      @yopi : ingatlah ini alquran al-maa’idah ayat 77
      Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.”

      semoga kamu segera bertaubat dibulan yang suci ini

      • cekixkix said

        @Tante Teh Hasna
        Setuju aye, kheknya @Om Yopi ini santri nyang suka minta-minta duit di tepi jalan…. Cekixkix…kix…kix…
        Mau-maunye disuruh-suruh ame kiayi bangkotan😆😆

        Pokoknye klo dah bisa baca arab gundul… wah hebring, walaupun isinya kek si Abah Anoman pusing buka buah kepala … eh saleh … Cekixkix…kix…kix.. maksud aye Abah Anom artinye tue-tue bangke mo tetep suka kelape mude … Cekixkix….kix…kix…

      • Rubon said

        @Teh Hasna
        Jangan terlalu dianggap serius, orang-orang seperti @Yovi ini tidak beda jauh dengan @Wawansyah alias Kristen yang pura-pura Islam…. mereka semua adalah kaum munafiqun.:mrgreen:

  27. yovi said

    Dalam memahami soal-soal I’itiqad ( percaya agama Allah ) dalam Islam harus terlebih dahulu mengetahui beberapa istilah dalam Islam antara lain di sini :

    Usuluddin
    Artinya pokok wajib ( hal yang sangat penting ) dalam agama.

    Ilmu Usuluddin, artinya ilmu yang mempelajari pokok-pokok agama.
    Sama dengan mempelajari antara lain :
    ilmu Kalam ( perkataan / hukum Allah )
    ilmu Tauhid ( ke Esa an Allah )

    ilmu Aqaid atau ilmu I’itiqad ( kepercayaan tentang ketuhanan, kenabian dan akhirat )

    ilmu Sifat 20 ( dua puluh ) karena mempelajari tentang sifat-sifat Allah SWT.

    Dengan demikian Ushuluddin ialah I’itiqad – I’itiqad ( kepercayaan/keyakinan ) secara batiniah.

    Furu’
    Kalau berbicara tentang asal usul ( pokok ) agama sudah tentu ada furu’ ( cabang ).Dan dalam keagamaan islam furu’ Syariat berarti cabang-cabang ibadah yang meliputi shalat, puasa, zakat, haji, nikah, jual beli dan lain-lain.

    Dengan demikian furu syariat adalah segala ibadah yang dikerjakan secara lahiriah.

    Firqah
    Artinya golongan keyakinan di dalam lingkungan umat Islam. Perbedaan dalam firqah ada yang sangat bertentangan satu sama lain, sangat tajam karena menyangkut keyakinan ( faham ) umat yang ada dalam sejarah,

    Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

    “Aku tinggalkan dua perkara untuk kalian. Selama kalian berpegang teguh dengan keduanya tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu KITABULLAH dan SUNNAHKU.” (HR. Abu Hurairah).

    “Hendaklah kalian berpegang teguh kepada SUNNAH KHULAFAUR RASYIDIN yang diberi petunjuk (Allah). Peganglah kuat-kuat sunnah itu dengan gigi geraham dan jauhilah ajaran-ajaran yang baru (dalam agama) karena semua bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

    “Generasi pertama shahabat MUHAJIRIN dan ANSHOR serta ORANG-ORANG YANG MENGIKUTI MEREKA dengan baik, Allah meridloi mereka dan merekapun ridlo kepada Allah dan Allah siapkan untuk mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai mereka kekal di dalamnya itulah keberuntungan yang besar”
    ( QS. At Taubah : 100 )

    Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
    Akan keluar suatu kaum akhir jaman, ORANG-ORANG MUDA berfaham ( perangai ) JELEK. Mereka banyak mengucapkan perkataan “Khairil Bariyyah” (maksudnya: SUKA BERDALIL dengan ALQUR’AN dan HADITS). Iman mereka tidak melampaui tenggorokan mereka. MEREKA KELUAR DARI AGAMA sebagaimana meluncurnya anak panah dari busurnya. Kalau orang-orang ini berjumpa denganm LAWANLAH MEREKA.
    (Hadits Sahih riwayat Imam Bukhari 3342).

    Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).
    (QS. Al-An’aam: 104)

    ان الدين عند الله الاسلام

    “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam…”. (QS. Ali Imran [3]: 19)

    لكم دينكم ولى دين

    “Untukmulah agamamu, dan untukkulah, agamaku”. (QS. al-Kafirun [109] : 6).

    وان تطع اكثر من فى الارض يضلوك عن سبيل الله، ان يتبعون الا الظن وان هم الا يخرصون

    “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dam mereka tidak lain hanyalah berdusata (terhadap Allah).’’ (Qs. Al-An’am : 116)

    إن الله نظر في قلوب العباد فوجد قلب محمد صلى الله عليه وسلم خير قلوب العباد فاصطفاه لنفسه فابتعثه برسالته ثم نظر في قلوب العباد بعد قلب محمد فوجد قلوب أصحابه خير قلوب العباد فجعلهم وزراء نبيه يقاتلون على دينه فما رأى المسلمون حسنا فهو عند الله حسن وما رأوا سيئا فهو عند الله سيء

    “Sesungguhnya Allah melihat hati hamba-hamba-Nya dan Allah mendapati hati Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam adalah sebaik-baik hati manusia. Maka Allah pilih Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam sebagai utusan-Nya. Allah memberikan kepadanya risalah, kemudian Allah melihat dari seluruh hati hamba-hamba-Nya setelah Nabi-Nya, maka didapati bahwa hati para shahabat merupakan hati yang paling baik sesudahnya. Maka Allah jadikan mereka sebagai pendamping Nabi-Nya yang mereka berperang atas agama-Nya. Apa yang dipandang kaum muslimin (yaitu para shahabat Rasul) itu baik, maka itu baik pula di sisi Allah. Dan apa yang mereka (para shahabat Rasul) pandang jelek, maka di sisi Allah itu jelek” [HR. Ahmad no. 3600 dan dinyatakan shahih oleh Asy-Syaikh Ahmad Syakir. Lihat Majma’uz-Zawaid no. 832 dimana Al-Haitsami berkata : Rijalnya adalah tsiqat].

    @Mas Yovi
    Nabi Muhammad s.a.w tidak mengajarkan hal-hal seperti itu, dan sampean sudah melenceng jauh dari ad diin Islam, karena hal yang paling pokok dalam Agama Islam adalah Percaya adanya Alloh dan tidak menyekutukan dengan yang lain…. appaan tuh percaya agama😀 😆
    • cekixkix said

      @Tante Yovi

      ilmu Sifat 20 ( dua puluh ) karena mempelajari tentang sifat-sifat Allah SWT.

      Kheknya si Abah Anoman kagak bisa itung asma’ul husna yeh… Cekixkix…kix…kix..
      Sebodoh-bodohnye santri buduq dari Suralaya, kheknya pada tahu klo asma’ul husna ada 76 di Al Qur’an dan 23 menurut hadits.

      Coba elo sanggah, klo elo bener-bener faham istilah dalam agama Islam?😛

    • Rubon said

      @Bung Yovi
      Bisa anda latinkan dan artikan tulisan ini, kemudian bagaimana hukumnya menulis / membaca ayat-ayat alqur’an yang berkaitan dengan tulisan ini.
      أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَـنِ الرَّجِيمِ

      JIka @bung tidak bisa menjawab dan memberi alasan artinya hanya tong kosong nyaring bunyinya:mrgreen:

      • cekixkix said

        @Om Rubon
        Kheknya lebih tepatnye, Abah Anom-an kencing sambil menari-nari, santrinye khek si @Om Yovi terkencing-kencing….😀😆

        Klo cinta dah melekat, Tai si Mahdi rasa coklat…. Cekixkix…kix…kix….

      • @Mas Cekixkix
        Hush sampean jangan bejituh, @Oom Yovi itu patut kita kasihani lho…
        Coba sampean baca kalimah awul awulannyah … hehehe…..

        Minggu, 06 November 2011
        Yovita
        😆

        Bila kakiku terperosok, aku menyebut namanya….
        Aku bermimpi dalam tidurku hidup bersama dia….
        Apabila di sebut nama Yovita….
        Hilanglah kekuatan jiwaku….
        Hatiku seperti sirna di telan namanya….
        Demi Tuhan, hampir saja aku gila karena memikirkannya….
        Dadaku sesak karena rindu….

        Cinta kasih dan sayang telah menyatu….
        Mengalir bersama aliran darah di tubuhku….
        Cinta bukanlah harapan atau ratapan….
        Walau tiada harapan, aku akan tetap mencintainya….
        Pandangan telah tertunduk dan matapun terpejam kepada selainnya….

        Sungguh beruntung orang yang memilki kekasih….
        Yang menjadi karib dalam suka maupun duka….
        Karena Tuhan akan menghilangkan dari qolbu rasa sedih, bingung dan cemas….

        Walaupun Yovita jauh, kasih sayangku tidak berubah….
        meskipun tubuhku binasa dan jasadku menyatu dengan tanah….
        Namun cinta telah mengirimkan cahaya….
        Dengan Cahaya itu aku hidup dan tidak menjadi gila….

        Cintaku murni, jauh dari dorongan nafsu syahwat….
        Bagi pecinta….
        Kebahagiaan dan kesedihan sama indahnya….
        Karena cinta sejati tidak mengenal kesia-siaan

        by @Oom Yovi

        😀 hehehe….. lucu tenan yah.

      • Teh Hasna said

        @yovi : kamu cowoq mental tempe…. wkwkwk

      • Eagle said

        @Saudarai Yovi
        Para Nabi dan Rasul mencontohkan poligami, @saudarai malah bercinta seperti seorang Katolik:mrgreen: , sangat jauh dari sunatulloh dan sunah rasululloh.

        Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

        Tapi kami maklum, wajah @Saudarai pas-pasan:mrgreen:

      • Eka said

        Pe-cinta Moyet Yovita dan pe-cinta Gorila Yenny pasti bonek … wkwkwk

      • Dhama said

        yovi oh yovita
        dimanakah kau gerangan
        maksud hati memeluk gunungmu
        apadaya aku meletus

        heeeeheeeehehe

      • Cekixkix said

        Kheknya gue tau, alasanye @Tante Yovita nolak die… Cekixkix….kix…kix..
        Soalnye klo lagi ngapel, burung dalam celananye turut berkicau😆
        Saran gue mah, pake aja pemper klo ngobrol ame ceweq…. tapi kagak kebayang ame gue, dah tua-tua bangke pake pemper demi perjuangan cinta nyang kagak terbalas… Cekixkix…kix…kix…😀😆😆

      • Dhama said

        kemungkinan besar si yovita itu hitam manis, dan untuk menarik perhatian sang kekasihnya dia memakai koteka maksudnya agar tanpak lebih hitam dan jantan gitu loh.
        sayangnya setiap si yovita bicara, kotekanya ikut meng-angguk angguk…. wakakakakakakkkkkkkkkkkkkk.

      • @Kang Dhama
        Tapi sekurang-kurangnya dengan adanya puisi cengeng itu, beliau sudah menunjuken jati dirinya sebagai PEJANTAN lemah syahwat …. hahaha…😀

  28. Teh Hasna said

    @yovi : wkwkwkw …cengeeenggggggg …. wwewwwww.

    • Eka said

      Teh Hasna

      Pe-cinta Moyet Yovita dan pe-cinta Gorila Yenny lemah “syahwat” .. eh salah ketik “lemah imin”…. eh salah lagi …. wkwkwkwk……

  29. yovi said

    POSTINGAN ANDA ANDA TIDAK MEMILIKI BOBOT APAPUN… ILMU YANG KALIAN MILIKI TIDAK LEBIH BERAT DARI SEBUTIR DEBU DI BAWAH TELAPAK KAKI ABAH ANOM SURYALAYA…

    @Oom Yovi Latul
    Sungguh lho sayah tidak mengerti maksud kalimat “tidak lebih berat…. bla..bla.. ”
    Maksud sampean kaki Abah Anom rorombehen kitu ?!😆
    • Eagle said

      @Saudarai Yovi item:mrgreen:
      Maksud anda post yang berbobot itu seperti postingan @Saudarai, isinya copy-paste hasil karya orang lain dan diduplikasi sebanyak mungkin…
      Ternyata rendah sekali ilmu murid Abah Anom, tolong panggil yang sedikit lebih berbobot dari anda !!

    • @Oom Yovi tutul😀
      Bagusnya ikon ini apaan yah ?! Abah Anom-an atau Yovi-ta
      .

      Hatur tengkiu sak belumne, hehehe….

      • cekixkix said

        @Om Hanifeh
        Kheknya cinte si @Om… ame Abah Anom-an setara ame si Yopi …😀😆
        Jadi klo lagi bener inget ame si Anoman, klo lagi bener lagi inget ame si yopi anoman… Cekixkix…kix…kix…

        Klo cinta dah melekat, tai anoman rasa yopi…😀😆

    • @Oom Yovi latul lalit
      Sekarang sampean tunjuken ayat Al Qur’an yang menyataken ::

      “Alloh akan mengampuni dosa-dosa orang pintar diantara kamu”

      JIka sampean tidak bisa menunjuken, maka mohon maaf sampean ini termasuk orang Bxxxh dan Txxxl, paham sampean ?!

    • Samaranji said

      @ Yovi : Penyusup memalukan!!!😦
      Ditempat ngaji saya dulu juga kedatangan 3 “tamu istimewa” yang diterima sbg santri baru, kedatangannya hampir bersamaan. Mungkin ada baiknya saya ceritakan di sini.

      1. yang datang duluan seringkali bercerita mimpi yang aneh2 dan sering memaparkan paham “jihad” dalam arti memanggul senjata, terutama ke Palestina.
      2. yang datang kemudian, mengaku asal Cibeurem Bandung, mengaku sbg pastur muda, selalu ngoceh masalah Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dan pengalaman2 seru lainnya saat dia berkunjung ke Vatikan. (waktu itu sy lebih dekat dng anak ini, soalnya seumuran, lainnya lebih tua :D)
      3. yang terakhir, begitu memuja Abah (Pengasuh Ponpes) kami, sampe mencium dan menjilat kaki beliau dan mengajak kami para santri bersikap sama dengannya dengan polesan beliau waliyullah dsb dsb, padahal selama ini tak pernah kami melakukan penghormatan berlebihan selain mencontoh akhlaq.dan ghiroh beliau pada Al ‘ilmu.

      Ketiganya pada akhirnya dikeluarkan secara tidak hormat, karena… selama rentang 2 tahun nyantri masing2 menipu jama’ah dan Abah sendiri dalam hal materi (uang) dengan alasan beragam, pada mulanya minta belas kasihan. Yang 1 mengaku sebatang kara, yang ke 2 mu’allaf yang dikucilkan keluarga, yang ke 3 lihai melakukan korupsi uang yang dimanatkan padanya.

      Saya percaya, orang2 macam begini menyusup secara sistematis ke dalam Pondok Pesantren di Nusantara. Semoga bermanfa’at.

  30. yenny said

    Jump to: Dai kembar siam :lol:… eh, salah … karena komengnyah sama dan sebangun jadi edited by Haniifa.

  31. yenny said

    Jump to: Dai kembar siam :lol:… eh, salah … karena komengnyah sama dan sebangun jadi edited by Haniifa.

  32. yenny said

    Dari Abu Hurairah RA. ia berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda,
    “Sesungguhnya Allah SWT. berfirman, ‘Barang siapa yang memusuhi kekasih (wali)-Ku, maka Aku nyatakan perang padanya. Sesuatu yang paling Aku sukai yang dikerjakan hamba-Ku untuk mendekatkan diri kepada-Ku adalah amalan yang aku wajibkan kepadanya. Dan tidak henti-hentinya hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar; menjadi matanya yang dengannya ia melihat; menjadi tangannya yang dengannya ia memegang menjadi kakinya yang dengannya ia berjalan. Jika ia memohon kepada-Ku niscaya Aku mengabulkannya, dan jika ia memohon perlindungan kepada-Ku niscaya Aku melindunginya.”

    (HR. Bukhari)

    @Mba Yenny
    Mohon maaf itu Surah Apa ? dan ayat keberapa ?
    Jujur sajah neeh, kok rasanya sayah tidak mengerti siapa yang dimaksud kata ganti “Ku” (Aku) pada hadits tersebut ?! Muhammad atau Alloh.

    Note:
    Al Qur’an tidak pernah membuat pembacanya binun dalam pemaknaan kata “Ku” atau “Aku”, contoh:
    ثُمَّ اجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَىٰ
    Kemudian Tuhannya (Ar Robbu-hu = ارَبُّهُ ) memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk (QS 20:122)

    Sehingga umat Islam, akan sangat jelas memahami ayat berikutnya:

    Allah berfirman: “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka (QS 20:123)

    Bijimana, mosok Nabi Muhammad s.a.w membuat binun umatnya ?!😀

    ياَمَعْشَرَ مَنْ أَسْلَمَ بِلِساَنِهِ وَلَمْ يَفْضِ الإِيْماَنُ إِلىَ قَلْبِهِ لاَ تُؤَذُّوْا المُسْلِمِيْنَ وَلاَ تَزْدِرُوْهُمْ وَلاَ تَتَّبِعُوْا عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنْ يَتَتَبِعُ عَوْرَةَ أَخِيْهِ المُسْلِمِ تَتَبِعُ اللهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ تَتَبِعُ اللهُ عَوْرَتَهُ يُفْضِحُهُ وَلَوْ فيِ جَوْفِ رَحْلِهِ
    “Wahai orang-orang yang lisannya menyatakan islam dan keimananya belum sampai ke hati, janganlah kalian menyakiti kaum muslimin, jangan berbuat jahat kepada mereka dan jangan pula menceritakan keburukan mereka, karena sesungguhnya seseorang yang menceritakan keburukan saudaranya yang muslim maka Allah akan menceritakan keburukannya, siapa yang keburukannya diceritakan Allah maka ia sesungguhnya dipermalukan Allah, meskipun berada di dalam kamar”.

    (HR. Turmudzi dan Ibnu Hibban)

    “Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin. Kami biarkan ia berkuasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An-Nisa’: 115). “Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengiut-pengikut setan) semuanya.”

    (QS. Al-Hajr: 43).

    • @Mba Yenni
      Di blog ini sampean bebas berpendapat dan berkoar-koar, tapi bukan berarti sampean boleh bertelanjang bulat… hehehe… maksudnya tolong jangan post yang sama dan sebangun berulang-ulang, insya Alloh sayah juga bisa baca maksud sampean… kasian orang lain yang serius membaca artikel dan post-post yang berguna dari kontributor yang lain.
      Okeh… mengenai hadits ambigu dah sayah respon (lihat. quote biru diatas ini).

      Sekarang perhatiken post sampean sendiri !!!
      “….bla.bla.bla… “Wahai orang-orang yang lisannya menyatakan islam dan keimananya belum sampai ke hati, janganlah kalian menyakiti kaum muslimin…😆 (HR. Turmudzi dan Ibnu Hibban)

      “Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin…😀 “ (QS. An-Nisa’: 115)

      Apa tidak merasa malu sampean (Yenni .aka. Dai Kembar) mengaku beragama Islam tapi tidak tahu perbedaan antara orang MUSLIM dengan orang MU’MIN ?!

      Dai apaan tuh ?! … hehehe….

    • Teh Hasna said

      @yenny : “Wahai orang-orang yang lisannya menyatakan islam dan keimananya belum sampai ke hati, janganlah kalian menyakiti kaum muslimin….”

      sebaiknya kaum waria (seperti si yenny) tidak usah bicara soal agama islam, sebab kami kaum “muslimah” merasa tidak diperlakukan adil.

      @yenny: kalau kamu mau jadi “muslimin” sebaiknya operasi plastik dulu, supaya punya burung ….wkwkwk…

    • cekixkix said

      @Tante Yenny
      Kheknya “burung dalam celana” gue mo dilego, elo mau kagak… Cekixkix…kix..kix…

      ntar elo gue panggil @Om Yonny😀😆

    • @Yenny (@Yovi)
      Hasutan-hasutan orang-orang munafik dan ancaman Allah kepada mereka:

      At Tawbah 67 :
      Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.

      Saran kami bagi Yenny cs, segeralah bertaubat hai kaum fasik🙂

      • حَنِيفًا said

        @Kang Rancung Surancung
        Mudah-mudahan @Kang, dibulan syi’am ini anugrah Alloh bertebaran dan kita sama-sama mendo’aken agar supaya mereka (Yenni cs) diberi taufik dan hidayahNya, Amiin.

        Salam tepang lagi @Juragan😀

  33. yenny said

    Judul postingan hebat selangit terus bawa2 nama agama lagi menghujat kesana kemari kagak tahu adat kagak tahu sopan santun dasar sinting. aneh bin ajaib isinya jauh dari nilai2 agama. ngaca dulu dong sebelum nulis dah.tulisan kagak bermutu kosong kagak ada manfaat yang diperoleh dari blog ini. buang2 waktu melihat blog hanifah apalagi setelah bacain ini komentar Hanifah CS yang lagi pada miring otaknya otak udang orang yang komentarnya melenceng dari nilai2 agama ini orangnya rada2 gila alias kagak waras…. !!!!!

    hanya nambah dosa aza nich baca postingan kagak bermutu postingan murahan berlagak sok Ulama tapi otaknya otak dengkul akhlak orang macam gini cerminan orang tidak beragama ngaku beragama punya akhlak lebih rendah lebih hina dari binatang…..!!!!!!!

    @Oom Yenny
    Katanyah tidak bermutu, tapi sampean baca teruss…😀
    Apa tidak malu sampean ?! …. hehehe…

    Terus, apa yang musti sayah jawab, lho wong isi postnya sampean cuma sumpah serapah mirip monyet kebakaran ekor😆

    • cekixkix said

      @Tante Yenny @Om Yovi
      Yeeeyyyy ketuan elo suka mengekor-ekor gue, ato elo kagak bisa baca huruf arab… Cekixkix…kix…kix…
      Noh gue latiniin : حَنِيفًا : dibaca Haniyfaan, bukan Hanifeh … cekixkix…kix..kix.. …😆 … kafir idiot lu😛

    • Eka said

      Yenny dan Yovi

      Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka, “Jadilah kamu kera yang hina.” (QS. Al-Baqarah: 65)

      Katakanlah, “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka yang dijadikan kera dan babi dan menyembah thaghut?” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. (QS. Al-Maidah: 60)

      Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya, “Jadilah kamu kera yang hina.(QS. Al-A`raf: 66)

      Pada kenyattaanya Zionis Yahudi manusia biasa hanya hati dan otaknya serupa dengan kera dan babi.
      Kalian berdua tidak jauh berbenda dengan Zionis Yahudi.
      Y ahudi manusia Kera dan Babi
      Y enny manusia berotak Kera berhati Babi
      Y ovi manusia berotak Babi berhati Kera

    • Yahama said

      Kembali hadir menonton sumpah serapah pengikut Al Mahdi, orang-orang buta agama

      #set mesem on to yenny #

  34. Cecunguk DAJJAL Namanya Haniifa WordPress otak Dongok hobinya sama dengan si ANJING kalau berak gak perlu cebok kalu kencing gak perlu duduk berdiri aja he2…
    Punya Istri orang SINTING namanya Teh Hasna saudara kembarnya Teh Hitam.
    memiliki beberapa orang anak Hanoman alias keturunan KERA HOMO SOLOENSIS si Manusia PURBAKALA kalau jalan biasa pakai Koteka itu loch wkwkwkwk….

    singkat cerita neh si Haniifa punya anak 4 olang wkwkwkwk…. nama anaknya yang paling tua ini ada yang jadi anjing Cekixkix tiap jum’at kliwon maklum matinya penasaran jadi cekixixan melulu kena Tsunami jJepang tempo hari tuch coba kalau gak percaya lihat aja tuh komentarnya pakai foto anjing segala jadi yach macam itu deh wujud aslinya wkwkwkwk….
    anak kedua bernama Eagle alias Putaw alias Triping
    anak ketiganya bernama Rubon alias Genderuwo

    anak bungsunya namanya Eka mau tau apa artinya EKA

    E = Eblesss…
    K = Kera
    A = Anjing

    INGIN TAHUAH ANDA DAFTAR DPO YANG DI JAMIN MASUK NERAKA ???
    DIALAH HANIIFA bersama istrinya TEH HITAM eh salah maksud gw TEH HASNA, bersama anak anaknya si anjing cekixik, si Eagle Putaw, si Rubon Genderuwo, serta si anak bungsu kesayangan Haniifa si eKTP elektronix eh salah lg maksud gw EKA getoe loch…

    WKWKWKWKWK…
    xixixixixixix………

    • Email sampean : yennycantieq@yahoo.com ..
      Tapi apanyah neeh yang cantik ?!😀

    • Rubon said

      @Pendekar Mata Tiga
      Apa salah saya, sampai dibawa-bawa???????
      Sebaiknya ganti Nickname saudara jadi Tiga Pendekar “Mata Buta”:mrgreen:

      • Cekixkix said

        @Om Rubon
        Kheknya lebih heboh lagi…. Cekixkix…kix..kix..

        Yahudi + Yovi + Yenny = 3 Pendekar BUTA ber-Mata Dajjal 😆

        Y y y ….. Cekixkix…kix…kix… Yess yesss yeeeeessssssssss….😆

        @Nas Cekixkix
        Maksudnya Trinitas.. eh salah, tri in wan alias Cinta segitiga …😀 hahaha…
      • Eka said

        wk wk wk …
        xi xi xi ….

    • Cekixkix said

      @Pendekar Tiga Mata Dajjal
      Kheknya pas banget nich…. Cekixkix…kix…kix…
      1. Y ahudi manusia Kera dan Babi => Dajal Yahudi satu mata
      2. Y enny manusia berotak Kera berhati Babi => Dajal Monyet Yenny satu mata
      3. Y ovi manusia berotak Babi berhati Kera => Dajal Babi Yovi satu mata

      Yahudi + Yenny + Yovi = Pendekar Tiga Mata Dajjal … Cekixkix…kix…kix..😀😆

      • Teh Hasna said

        @Yahudi; @Yenny dan @Yovi
        Mereka sudah tercatat dalam Alquran Al Baqarah ayat 13 ketika Nabi Muhammad saw ditanya tentang kedatangan Isa Almasih dan Dajjal. Rasulullah menjawab bahwa Isa Al Masih adalah seorang Rasul dan Dajjal adalah cerita khayalan mereka sendiri.
        Seperti kita ketahui bahwa para sahabat nabi dan para ulama mengikuti rukun Iman dan rukun Islam yang tidak mencantumkan keimanan adanya Dajjal.

        Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman.” Mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu. (Al Baqarah : 13)

        @Pendekar Mata Tiga Y
        “sesungguhnya merekalah yang bodoh, tetapi (@Yahudi+@Yenny+@Yovi) tidak tahu”🙂

    • Teh Hasna said

      @Pendekar Mata Tiga Y said:
      :INGIN TAHUAH ANDA DAFTAR DPO YANG DI JAMIN MASUK NERAKA ???
      DIALAH HANIIFA bersama istrinya TEH HITAM eh salah maksud gw TEH HASNA, bersama anak anaknya si anjing cekixik, si Eagle Putaw, si Rubon Genderuwo, serta si anak bungsu kesayangan Haniifa si eKTP elektronix eh salah lg maksud gw EKA getoe loch

      @Alquran said:
      mereka itu adalah @Pendekar Mata Tiga Y (@Yahudi+@Yenny+@Yovi)

      Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.” Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” (Al Baqarah : 80)

      @Teh Hasna said:
      Sudahkah @Pendekar Mata Tiga menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?

      • agorsiloku said

        Teh Hasna, jangan terlalu semangat ya :
        @Alquran said:
        mereka itu adalah @Pendekar Mata Tiga Y (@Yahudi+@Yenny+@Yovi).
        Sebisa mungkin hindari menyatakan Alquran said, meskipun ditulisnya tidak sesuai kaidah, tapi dimaknainya kan sama.
        Teh, mohon maaf, agor hanya mengingatkan saja. Punten pisan,….

      • Dhama said

        @yenny dan @yovi
        Buta karena cinta lebih berbahaya dari pada cita kepada buta

  35. Group orang sesat keluar dari Agama !!!

    Hanifa bareng istrinya sinting TEH HASNA, bersama anak anaknya si anjing cekixik, si Eagle Putaw, si Rubon Genderuwo, serta si anak bungsu kesayangan Haniifa si eKTP elektronik EKA adalah orang yang bisa di pastikan masuk NERAKA Jahannam bersatu dengan sahabatnya tercinta yg mengaku jadi Tuhan namanya Fir’aun ketemu juga dgn sahabat lamanya Namrud qorun abu lahab makin tambah seru tuch di pentung ama malaikat penjaga neraka uenaaak teenaaannn….

    @All
    Yang komen diatas ini masih @Tante Yenny si Cantieq…. hehehe…😆

    • @Tante Yenny n @Oom Yovi tutul
      Respon dunk post dari @Mas Eagle ini, jika kalian beragama Islam😛

       Eagle said
      July 26, 2012 at 4:10 am
      @Saudari Yenny
      Anda hebat sekali menulis post yang sama dimana-mana.
      Tolong post-kan kalimat ini, sebagai bukti @saudarai Yenny seorang MUSLIMIN:mrgreen:

      أشهد أن لا اله الا الله
      Asyhadu an-laa ilaaha illallooh
      Saya (Yenny) bersaksi bahwa tiada sembahan selain Alloh
      وأشهد ان محمد رسول الله
      wa asyhadu anna muhammadar rasuulullooh
      dan saya (Yenny) bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Alloh.

      Sangat ditunggu sekali, ya !!

      @Mas Eagle
      Good ide, mari kita lihat.
      Apakah beliau seorang muslimin atau “muslimin gadungan” … hehehe
      • Chuem said

        @yenny cs
        agamaku untukku agamamu untukmu
        para banci agama tidak punya kemaluan xixixi…

      • @Kang Chuem
        Wah… sudah lama tak bersua neeh.😀
        Salam buat keluarga di rumah.

        Mengenai yang bernick name @Yenny (@Yovi) aslinya beliau ini seorang laki-laki, namun setelah cintanya bertepuk sebelah tangan (ditolak sama Yovita) rupanya pengalaman pahit tsb menimpa lagi alias cintanya ditolak juga sama @Neng Yenny
        Beliau menantikan imam mahdi, untuk menanyakan kesialan nasib percintaanya…. hahaha… karunya-nya😀

        Note:
        Baca ajah puisinya yang menyiratken kepedihan hatinyah… hikz.

      • Cekixkix said

        Imam Mahdi bersabda diatas jembatan Ancol:
        Malang nian nasibmu @Nak….. Cekixkix…kix…kix…

        Kheknya menurut hadis soheh @Yovita – @Yenny : “Bukan gue kagak mau, tapi muke lu pas-pasan oey”… Cekixkix…kix…kiix..😀😆

        @Nas Cekixkix
        😉😀
        Hehehe…
      • Chuem said

        Selamat buka puasa Pak Haniif
        Salam kembali🙂

    • URL said

      Yenny group of religious prostitutes

  36. Group orang sesat keluar dari Agama !!!

    Hanifa bareng istrinya sinting TEH HASNA, bersama anak anaknya si anjing cekixik, si Eagle Putaw, si Rubon Genderuwo, serta si anak bungsu kesayangan Haniifa si eKTP elektronik EKA adalah orang yang bisa di pastikan masuk NERAKA Jahannam bersatu dengan sahabatnya tercinta yg mengaku jadi Tuhan namanya Fir’aun ketemu juga dgn sahabat lamanya Namrud qorun abu lahab makin tambah seru tuch di pentung ama malaikat penjaga neraka uenaaak teenaaannn….

    @All
    Yang komen diatas ini masih @Tante Yenny si Cantieq…. hehehe…😆
    • Cekixkix said

      Kheknya kita nyanyi-nyanyi supaye luka hati cepet sembuh.
      tu wa ga…. (Cipt. Cicha Koeswoyo)

      Aku punya dogy kecil
      ku beri nama Yovi
      dia suka bermain-main
      sambil berlari-lari

      Yovi… guk-guk-guk
      …kemari…. guk-guk-guk

      …ayo lari-lari… Cekixkix…kix…kix..

      Aku punya ducky kecil
      ku beri nama Yenny
      dia suka bermain-main
      sambil berlari-lari

      ….Yenny… kwek-kwek-kwek
      ….kemari … kwek-kwek-kwek

      ….ayo lari-lari … Cekixkix…kix…kix…

      Kheknya dua-dua-nye LARI-LARI… gdubrak..😀😆

      @Nas Cekixkix
      😀 hahaha…
    • Cekixkix said

      Minggu, 06 November 2011
      Yovita

      Bila kakiku terperosok, aku menyebut namanya….
      Aku bermimpi dalam tidurku hidup bersama dia….
      Apabila di sebut nama Yovita….
      Hilanglah kekuatan jiwaku….
      Hatiku seperti sirna di telan namanya….
      Demi Tuhan, hampir saja aku gila😆 karena memikirkannya….
      Dadaku sesak karena rindu….

      Kheknya orang ini dah gila beneran, tapi kagak nyadar …. Cekixkix…kix…kix…😀😆

      Imam Mahdi bersabda diatas jembatan Ancol :
      Kampret lue, katanye cinte gue… elo denger nama Yovita, gue dilupain.
      Dasar wanita jadi-jadian
      👿

      • @Mas Cekixkix
        Mudah-mudahan ada hikmahnya dari pengalaman pahit 2x cinta segitiga walaupun kedua-duanya hanya sebagai “laki-laki (pacar) cadangan” 🙄

        Semoga Alloh, menerima iman-islamnya atas perubahan status sifat pejantannyah…😀 hahaha…

        Note:
        @Yenny .aka. @Yovi jangan lupa minum obatnyah😳

      • Cekixkix said

        @Om hanifeh
        Kheknya gue mut’ah aje @Tante Yenny Cantieq ame @Tante Yovita…. Cekixkix…kix…kix..

        Ntar klo Yenny dah bunting, baru gue kasihin lumayan kan dapet sisa gue daripade loe manyun… Cekixkix…kix…kix..😀😆

        Klo Yovita mo bunting tiga bulan, kheknya buat @Om hanifeh, … lumayan juga buat pembokat…… . Cekxikxi…kix…kix…

      • Eka said

        bhwua hahahaaaaaaaahaaaaa haaaa haaaaaaaaaaaaaaaaa

      • Cekixkix said

        Yovita … oh… God…
        Yovi..,,, ooohh………ahhhhhhhhhh… Cekixkix…kix…kix..
        Yoviiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii … oohh… Goooooodddddd….. Gdubrak…😀😆

      • Dhama said

        dimana oh dimana yovita
        dikamar mandi?

      • Cekixkix said

        @Dhama
        Kheknya @Tante Yovita lagi dipelukan laki-laki lain… Cekixkix…kix…kix…

  37. Name Here said

    tess, tess free comment

    أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَـنِ الرَّجِيمِ

  38. Name Here said

    Jah kagak bisa gede nyang entu hurupnye

    tess nyang enih

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ

  39. Name Here said

    pada bae kagak bisa, gimana tuh oom@haniifa cara bikin gedein huruf

    • حَنِيفًا said

      @Mas Name Here
      Mohon maaf, rupanya hanya berlaku bagi admin blog sendiri (maksudnya jika sampean punya blog di wordpress dan mereplay comment😀 ),
      @Oom Wepe belum mengijinken kode html tersebut berlaku bagi publik… hikz.

      Garis besarnya:
      Bold
      italic
      Rumus
      Blockquote
      Hiperlink
      Youtube

  40. Yahama said

    @Yenny
    Malaikat bertanya “Siapa nabi mu ?!”
    Yenny menjadwab “Al Mahdi”

    Malaikat bertanya “Apa yang dibawa Al mahdi untukmu?! ”
    Yenny menjawab “au ahhh gelap, soalnya keburu koit nih ”

    Malaikat tidak berbertanya lagi “Masukanlah Yahudi, @Yenny dan @Yovi kedalam golongan orang-orang fasik dan munafik”

    #set mode qiqiqiqi.. f#

  41. […] Aku mohon perlindungan kepada Alloh dari godaan Syaithon yang terkutuk. (note: menurut Agama syi’ah dan Kristen: dari GODAAN DAJJAL […]

  42. assalamualaikum….ijin urun rembug abah Haniifa…kalau sayahnya berpendapet bahwasanyah permasalahan imam mahdi inih hanyalah metode peninaboboan pada kaum mukminin dan muslimin nyang pada akhirnyah menimbulkan pro kontrah di kalangan kitah ini….nyang jelas mengantungkan harapan pada “sosok ghaib”inih adalah tujuan dari metode peninaboboan tsb dan ini jelas bertentangan dgn Al Qur’an yg menyatakan bahwa nasib suatu kaum tidak akan berubah jikalau kaum tersebut tidak mau merubahnya….demikianlah sekapur dua kapur sirihnyah dari sayahnyah nyang awam enih abah…aiqiqiqiqiqi

  43. kalau imam mahdi tidak exsist menurut anda, lantas mau dikemanakanhadits yang banyak menjelaskan tentang hal ini…mohon dijawab

    • Darimana sampean begitu yakian hadits tsba 1000% benar !!!
      mohon dijawab

      • muhammad ali said

        kalo mahdi tulisannya gmn? sy pernah liat asma allah al hadi maha pemberi petunjuk, sy cuma orang awam menurut sy imam mahdi ya siapa saja diantara kita yang saling memberi peringatan/petunjuk menuju tuhan, kalo itu dalam suatu kelompok atau jamaah ya itu imamnya, kalo di internet mungkin imamnya mas hanif dst

  44. Yuga Nugraha said

    Masya Allah… Semoga kita semua dilindungi Allah dari saling hujat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: