حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Logika 0/0=1 atau 1=0/0 (tamat)

Posted by حَنِيفًا on July 4, 2009

Assalamu’alaikum,

Dalil A
Jika Y=Y maka Y/Y=1
Bukti:
Y = x-1 maka (x-1)/(x-1) = 1,
untuk x=1 -> 0/0 = 1
Y = x+1 maka (x+1)/(x+1) = 1,
untuk x=1 -> 2/2 = 1
Y = x²-1 maka (x²-1)/(x²-1) = 1
untuk x=1 -> (1²-1)/(1²-1) -> 0/0 = 1
**) untuk x=2 -> (2²-1)/(2²-1) -> 3/3 = 1

Dalil B
Jika Y = (x+1)(x-1) maka Y = x²-1
sehingga x²-1 = (x+1)(x-1)
Bukti:
untuk x=-1 -> (-1)²-1 = (-1+1)(-1-1) -> 0 = 0 x (-2)
untuk x= 0 -> (0)²-1 = (0+1)(0-1) -> -1 = 1 x (-1)
untuk x= 1 -> (1)²-1 = (1+1)(1-1) -> 0 = 2 x 0
**) untuk x= 2 -> (2)²-1 = (2+1)(2-1) -> 3 = 3 x 1
untuk x= 3 -> (3)²-1 = (3+1)(3-1) -> 8 = 4 x 2

*** Coba perhatikan nilai x=2 pada Dalil A dan B ***

Ada apa gerangan… ?! Begini Logikanya, benar bahwa 0/0 = 1

Jika x = 2 maka x – 1 = 1

Sehingga menurut Dalil A :
(x – 1) = (x + 1)/(x + 1)
(x – 1) ( x + 1) = (x + 1)

x²-1 = (x+1)

(perhatikan persamaan ini hanya berlaku untuk nilai x=2 saja…😀 )

Bukti:

x²-1 = (x+1) <==> 2²-1 = (2+1)

x²-1 = (x+1) <==> 4 – 1 = 3

3 <==> 3

Kesimpulan hanya untuk nilai x=2 saja, maka berlaku :

Y= x²-1 == (x+1) == (x+1)(x-1)

Oleh karena itu saya tidak mengerti pemaksaan persamaan f(x) yang berlaku hanya untuk nilai x=2, disamakan dengan untuk nilai x=-1,0,1,… dsb, sebagaimana rekan kita ini.

Menurut beliau :

Akan saya mulai dengan persamaan sederhana \frac{x-1}{x-1}=1\rightarrow\frac{0}{0}=1 , sekarang perhatikan x=1 …😛 diperoleh

\frac{x-1}{x-1}=1\rightarrow\frac{0}{0}=1

\frac{x^{2}-1}{x-1}=x+1\rightarrow\frac{0}{0}=1+1=2

#Haniifa say:  untuk x=2  maka …

\frac{x^{2}-1}{x-1}=x+1\rightarrow\frac{2^{2}-1}{2-1}= 2+1\Leftrightarrow \frac{3}{1}=3 ….  Sama dengan Dalil A dan B 😀

Olala… Pae-pae masih pada muda khok pada ngebingungi.

Wassalam, Haniifa.

185 Responses to “Logika 0/0=1 atau 1=0/0 (tamat)”

  1. Pertamax gag ya?
    ________________
    @Mas Catatan Rudi
    😉

    #Haniifa

  2. Fietria said

    Keduax gak ya?

    ________________
    @Mba Fietria
    😀

    #Haniifa

  3. Konyol said

    tertigax ahhh…
    ada yang maniax tiga-x kek.kek.kek…😀😆
    ________________
    @Mas Konyol
    😦

    #Haniifa

  4. dedekusn said

    Keempax ….

  5. dedekusn said

    Kang, jujur saya lebih sependapat dengan pendapatnya akang Kang Haniif. Salut…😀

    • haniifa said

      @Kang Dede Kusn
      Terimkasih @Kang, saya juga sangat salut sama Akang…
      Insya Allah, saya yakin Akang membela berdasarkan kejernihan dan keiklasan hati…
      Subhanallah

      Teriring Salam, Haniifa.

  6. Saka said

    dohhhhh…. nyoroan wae angka didieu mah…
    meniiiiiiiiiiiittttttttttttt😆

  7. AeArc said

    ribet banget.. gak mudeng aku.. :))

    • haniifa said

      @AeArc
      Begini @mas!!
      Untuk nilai x=1 maka

      \frac{x^{2}-1}{x-1}=x+1\rightarrow\frac{1^{2}-1}{1-1}= 1+1\Leftrightarrow \frac{0}{0}\neq 2

      Artinya persamaan tersebut masih anomali (baca: dalam istilah kimia belum setimbang)
      Kalau mau setimbang maka persamaan harus berbentuk sbb:

      Dalil B
      Jika Y = (x+1)(x-1) maka Y = x²-1
      sehingga x²-1 = (x+1)(x-1)

      Sehingga untuk nilai x=1 menjadi

      \ x^{2}-1=(x+1)(x-1)\rightarrow\ 1^{2}-1=(1+1)(1-1)\rightarrow 0\rightleftharpoons  0

      Wassalam, Haniifa.

    • Eagle said

      kalau masih nggak mudeng, bigini ajah lah.

      x²-1 = (x+1)(x-1)

      Untuk x=1 maka fungsi tidak terdefinisi.😀😆
      _____________________
      @Mas Eagle
      Hua.ha.ha
      Ada-ada saja, masak ada sebuah fungsi tidak terdefinisi hasilnya…
      fungsi aneh… dunk😀

      #Haniifa.

  8. Wew..
    Kalo diplototin..
    Emang iya seh..
    But..
    Aduh, langsung pening neh..
    Maklum ya mas..
    Hehehe..
    Met knal ya..😀

    • dedekusn said

      Jangan diplototin, dimakan aja🙂
      Met kenal juga ya…🙂
      (Pangjawabkeun kang)

      __________________
      @Kang Dede Kusn
      Hatur nuhun, berat @Kang…😀

      #Haniifa.

  9. kancrutt said

    waduhh ane inget pelajaran matematika dulu nih😀
    _________________
    @Mas Kancrutt
    😉

    #Haniifa.

  10. cenya95 said

    menarik sekali logikanya…
    salam superhangat
    Ps : Sudahkah anda daftar ulang di Planet IBSN.
    ___________________
    @Mas Cenya95
    Siap meluncur…..

    #Haniifa.

  11. Hmm…mereka pada kemana kang haniifa…(aria cs)
    sepertinya langkah seribukah?
    ___________________
    @Mas Ayruel Chana
    Jurus pamungkas kali…😀

    #Haniifa.

  12. ternyata bermain angka itu menyenangkan🙂
    wlopun saat ini hanya sebatas $$$ yang dimainkan😀
    ___________________
    @Mas Afwan Auliyar
    Insya Allah, kelak Rp. menyusul segera…😀

    #Haniifa.

  13. the70no said

    Saya, berkali-kali menengok blog nya Mas Haniifa walau tidak online. Berkali-kali pula kekaguman demi kekaguman menyelimuti hati ini. Subhanallah, yg jiwa semua makhluk berada dalam pengawasanNya. Sebegitu hebatnya Mas Haniifa membeberkan ayat-ayatNya Yang Maha Agung itu. Sebegitu terasa kecilnya kita, saat mencoba memahami keagunganNya. Semakin banyak kita tahu malah semakin banyak hal yg belum diketahui. Ketakaburan diri akan kemegahan ilmu yg dimiliki malah menutupi kebenaran. Perdebatan panjang tiada berakhir hanya jadi debat kusir tanpa makna. Untuk inikah hidup sementara menunggu maut? Bukankah masih banyak tanggung jawab yg lebih besar, berguna dan bermanfaat?
    Mas Haniifa, hanyalah seorang hamba Alloh SWT dan manusia biasa. Punya keterbatasan yg sudah pasti, hanya karena Alloh SWT sajalah diberi sedikit IlmuNya. Seyogianya pandangan kita tertuju padaNya.
    Ouch…Maaf Mas Haniifa, komennya kepanjangan. Menutup komen ini, saya sampaikan salam dan LANJUTKAN perjuangan!!! Merdekaaaa !!! sekian dan terima kasih

    • haniifa said

      @Mas The70no
      Mas Haniifa, hanyalah seorang hamba Alloh SWT dan manusia biasa. Punya keterbatasan yg sudah pasti, hanya karena Alloh SWT sajalah diberi sedikit IlmuNya. Seyogianya pandangan kita tertuju padaNya.
      _____________________
      Subhanallah…
      Saya jadi ingat (QS 22:76)

      Allah mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka. Dan hanya kepada Allah dikembalikan semua urusan.

      Menutup komen ini, saya sampaikan salam dan LANJUTKAN perjuangan!!! Merdekaaaa !!! sekian dan terima kasih
      __________________
      Salam kembali @mas, biarlah Allah yang menentukan… kita hanya bisa menjalani proses saja, Amin.

      Wassalam, Haniifa.

  14. MacFamous said

    haduh matanya pedes nih baca tulisannya buahahaha
    aw aw aw .. isinya kok tulisan kriting2 smuaa itu apaa yaah😉

  15. zoudib said

    pagi mas haniifa

    Tuh kah lebih bagus gausah pake ayat2 AlQuran segala…JAdi biarlah para matematikawan dan matematikawati yang terjun kesini utk saling debat…

    Btw dipelototin angka2 dan persamaannya, pening juga bacanya..hehehe

    salam hanget
    zoudib

  16. arhsa said

    salam kenal.
    kang hanifa (yang lurus) semoga tetap istiqamah meluruskan.
    hebat sekali.
    saya pening lihat angka angka diatas, gag ngerti, tar mencoba mencerna dulu ya kang.

  17. adit38 said

    Aduh mas…., dalil A saja udah salah mas. Masa Y=Y berakibat Y/Y = 1

    Tapi tulisan mas luar biasa, bisa jadi contoh kesalahan konsep matematika dalam kelas saya, minta ijin mengambil idenya ya mas, semoga bermanfaat bagi orang banyak.

    Salam hangat

  18. rubon said

    @Xixixi
    hahaha… ikutan pindah rumah yach…😀😆

  19. adit38 said

    Mas membuktikan 0/0 = 1 dgn dalil “jika y = y maka y/y = 1”.
    Kalau dalis tsb benar, mas ga perlu buktikan lg dgn panjang lebar spt diatas kan, karena dalil yg mengatakan y/y = 1 berakibat langsung 0/0 = 1. Jadi kalo dalil itu benar, ga perlu lah bukti panjang lebar.
    Tapi benarkah dalil itu benar?
    Mas kan pintar, pasti bisa menemukannya…

    Salam hangat mas hanifa, suatu kesuksesan lahir dari perbaikan kesalahan usaha sebelumnya.

    • haniifa said

      @Mas Adit38
      Wahh… jadi anehh hehehe.
      Sampean bisa menyalahken, artinya sampean tahu ada sesuatu kesalahan/penyimpangan.

      Nahh sekarang tunjukan penyimpangan tersebut menurut sampean ?!

    • haniifa said

      @Mas Adit38
      Salam hangat mas hanifa, suatu kesuksesan lahir dari perbaikan kesalahan usaha sebelumnya.
      ____________________
      Tujuken dunk kesalahan saya, agar bisa sukses seperti sampean !!

    • haniifa said

      @Mas Adit38
      Gini ajah @mas, kalau sampean masih belon ngarti sama OMDO sendiri…😀

      Kalau besi itu adalah besi… ngarti sampean !!

  20. adit38 said

    Serius bgt si mas haniifa, sblm saya jawab, saya kasi pertanyaan dulu deh utk menuju ke kesalahan “y/y = 1”

    Kalau mas punya uang 10jt rupiah, mau ga ditukar dg uang saya yang 1jt rupiah?

    • haniifa said

      @Mas Adit38
      hahaha… nyantai ajah @mas.
      Sebelum saya menjawab, jawab dulu pertanyaan saya.

      Jika MONYET maka MONYET…. betul nggak ?!

    • Cekixkix said

      @Om Adit38
      Bagusan pertanyaan saya, daripada Om Haniifa.
      Jika Om Adit38 maka Om Monyet… Horee…betuuullll!!! … Cekixkix…kix..kix..

  21. adit38 said

    Hehe…., mas hanifa lucu.
    Oke sampai ketemu lain kali, moga mas hanifa dpt pencerahan.

  22. Rubon said

    @Adit38
    Aduh mas…., dalil A saja udah salah mas. Masa Y=Y berakibat Y/Y = 1

    Tapi Adit38 bingung apa yang salah yah ?!😀😆

  23. Mbah Tukul said

    Bujubuneng…
    matematik bro…

    Mbah sih cuma tahu rumus ini:

    4 x 4 = 16 = sempat tidak sempat harus dibalas
    7 x 7 = 49 = setuju tidak setuju yang penting penampilan

    • haniifa said

      @Mbah Tukul
      4×4 = 16 = pat-pat gulipat sampean memelas😀

    • Cekixkix said

      4×4 = cak-cak kecap embah, cicak naek becak… Cekixkix…kix..kix…

      • Cekixkix said

        7×7 = ju ju maju, embah nggak pake baju… Cekixkix….kix…kix…

      • Rubon said

        @Cekixkix
        Jangan begitu donggg…. kalau si @mbah Tukul nggak pakai baju nanti masuk angin, gimana hayo ?!
        Ewesh-ewesh… pelepesstt… bablashh kentut nya, baunya itu lho yang kebangetan… hahaha😀😆

    • wawan said

      @Mbah Tukul

      4 x 4 = 16 = sempat tidak sempat harus dibalas
      7 x 7 = 49 = setuju tidak setuju yang penting penampilan

      Mbah bisa ajaaa😆:mrgreen:

      Saya bisa ngga yah? (mikir lama)😕

      hiji + hiji = dua (mun jadi haji kudu bisa ngaji jeung ngadu’a)

      dua + dua = opat ( ari geus ngadu’a terus dahar kupat)

      opat + opat = dalapan (dahar kupat mah bisa disebut sarapan)

      dalapan + dalapan = genep belas (ari geus sarapan mah pasti na ge wareg = teu nyambung euy:mrgreen:

  24. wawan said

    dalapan + dalapan = genep belas (ari geus sarapan mah pasti na ge seubeuh) = rada nyambung ayeuna mah:mrgreen:

  25. wawan said

    genepbelas + genepbelas = tilupuluhdua (ari geus seubeuh mah kajatiluhur tumpak kuda)

    tilupuluhdua + tilupuluhdua = geneppuluh opat (ka jatiluhur tumpak kuda mah capeuen kudana) = ngga nyambung lagih:mrgreen:

  26. wawan said

    tilupuluhdua + tilupuluhdua = geneppuluh opat (ka jatiluhur tumpak kuda mah bari meuli getuk jeung opak) = hore nyambung lagih:mrgreen:

    geneppuluh opat + geneppuluh opat = saratus duapuluh dalapan ( mikir heula ah, rada hese ieu mah😕 )

  27. wawan said

    Sdr Haniifa juga bisa ajaaa:mrgreen:

    geneppuluh opat + geneppuluh opat = saratus duapuluh dalapan ( geus meuli getuk jeung opak sarantos ka jamban)

    saratus duapuluh dalapan + saratus duapuluh dalapan = duaratus lima puluh genep ( upami tos ka jamban mah asa meni ngemplong, jalan ka batawi ngemplong) = teu nyambung deui euy:mrgreen: mikir deui ah😕

  28. hh said

    Dalil A
    Jika Y=Y maka Y/Y=1

    ==> Kalimat: Jika Y = Y adalah tidak tepat, karena Y adalah Y, tidak perlu ada kata ‘jika’ mendahuluinya, dan tidak perlu tanda sama dengan (=). Tidak perlu pengandaian.

    Anggaplah hal itu boleh dilakukan, tetapi dalam waktu yang sama Y tidak boleh lagi sama dengan x-1. Dpl, disaat Y = Y tidak boleh lagi Y = x-1, harus di lain waktu/kalimat.

    Kalau ada kalimat Y = x-1, maka Y/Y = 1 harus dengan catatan: x tidak sama dengan 1, karena bila x = 1 akan membuat penyebutnya sama dengan 0 (nol) dan setiap bilangan yang dibagi dengan nol hasilnya tidak berhingga.

    Jadi kalau dipaksakan bentuk Y = Y dan Y bisa diganti dengan yang lain pada saat yang sama, akan ada kekacauan dalam berbagai perhitungan, karena ada banyak hal yang ada kekecualian.

    salam

    • @Kang Hh
      Jadi kalau dipaksakan bentuk Y = Y dan Y bisa diganti dengan yang lain pada saat yang sama, akan ada kekacauan dalam berbagai perhitungan, karena ada banyak hal yang ada kekecualian.
      _______________________
      Jujur saja kagum sayah, melihat uraian diatas dan mudah-mudahan bisa mendasari abstraksi matematik yang masih belon seragam(mohon maaf jawaban ini didahuluken @Bung Hh:mrgreen: )

      Kalau ada kalimat Y = x-1, maka Y/Y = 1 harus dengan catatan: x tidak sama dengan 1, karena bila x = 1 akan membuat penyebutnya sama dengan 0 (nol) dan setiap bilangan yang dibagi dengan nol hasilnya tidak berhingga.
      _______________________
      Ini yang sayah maksud Ok, dan mohon maaf sedikit urian ini mudah-mudahan tidak menambah ruwetnya ilmu al jabar.

      Katakanlah ide dasar dari bilangan imajiner itu adalah x2+1=0 sehingga x2=-1 dan dengan demikian didefinisikan bahwa i=(√-1).
      Sebagaimana yang saya jabarkan, penulisan -1/1 = 1/-1 ternyata menyebabkan 0=1, mengapa bisa terjadi ?!

      Hal ini bisa dijelaskan mengenai -1/1 dan 1/-1 adalah satu kesatuan lambang baru dengan demikian penulisan yang benar adalah -1.(1/1) atau -(1/1) atau dengan kata lain :

      Jika A=A maka A/A = 1😀

      Yang menarik jika statement @Bung Hh diterima, lalu bagaimana dengan nasib bilangan 0 (nol) yang ternyata memberikan hasil yang sama dengan bilangan 1 (satu).

      Untuk x=0 dan x=1
      Y = x1 = x2 = x3 = xn

      Dilain fihak untuk x=0
      Y = nx = 1, contoh: 10=1; 20=1… dsb.

      padahal….

      00 = ?!:mrgreen:
      01 = 0

      Jadi kalau dipaksakan bentuk Y = Y dan Y bisa diganti dengan yang lain pada saat yang sama, akan ada kekacauan dalam berbagai perhitungan, karena ada banyak hal yang ada kekecualian.
      _____________________________
      Apakah karena fungsi Y = nx bila x=1 akan membuat hasil sama dengan n itu sendiri dan bila x=0 dan setiap bilangan menghasilkan 1 (SATU) ?!

      Bagaimana @Bung Hh ?!

      Wassalam, Haniifa.

  29. hh said

    @ Kang Haniifa,

    Katakanlah ide dasar dari bilangan imajiner itu adalah x2+1=0 sehingga x2=-1 dan dengan demikian didefinisikan bahwa i=(√-1).
    Sebagaimana yang saya jabarkan, penulisan -1/1 = 1/-1 ternyata menyebabkan 0=1, mengapa bisa terjadi ?!
    Hal ini bisa dijelaskan mengenai -1/1 dan 1/-1 adalah satu kesatuan lambang baru dengan demikian penulisan yang benar adalah -1.(1/1) atau -(1/1) atau dengan kata lain :
    Jika A=A maka A/A = 1

    =>Saya belum mengerti mengapa kalau -1/1 = 1/-1 menyebabkan 0 = 1, mohon diperjelas lagi, Kang.
    ___________
    Yang menarik jika statement @Bung Hh diterima, lalu bagaimana dengan nasib bilangan 0 (nol) yang ternyata memberikan hasil yang sama dengan bilangan 1 (satu).
    Untuk x=0 dan x=1
    Y = x1 = x2 = x3 = xn
    Dilain fihak untuk x=0
    Y = nx = 1, contoh: 10=1; 20=1… dsb.

    => Bisa saja sih memberikan hasil yang sama, karena dalam kedua contoh kalimat matematika diatas, posisi yang ditempati x adalah berbeda. Untuk kalimat pertama x adalah bilangan yang dipangkatkan, sedangkan pada kalimat kedua x adalah pangkat bilangan.

    Untuk Y = x1 = x2 = x3, bilangan nol dan bilangan satu tidaklah memberikan hasil yang sama, karena 0 dipangkat berapapun hasilnya adalah 0, sementara 1 dipangkatkan dengan berapapun hasilnya adalah 1.
    Untuk Y = nx dimana x adalah 0 hasilnya adalah 1, karena setiap bilangan yang dipangkatkan dengan 0 hasilnya adalah 1.
    padahal….
    00 = ?!

    => 44/42 = 44-2 = 42 = 16 =>256/16=16
    => 42/42 = 42-2 = 40 = 1,
    Dengan cara ini, setiap bilangan yang dipangkatkan dengan 0 hasilnya adalah 1, kecuali 0 itu sendiri. Mengapa?
    Karena: 00 didapatkan dari 02/02 =>Karena penyebutnya sudah 0, secara otomatis hasilnya adalah tidak berhingga, maka tidak perlu lagi dilakukan perhitungan selanjutnya dengan mengurangkan pangkatnya.

    Untuk 01 = 0 atau pangkat berapapun hasilnya sudah pasti 0, karena dikalikan berapa kalipun 0 itu tetaplah 0.

    Jadi kalau dipaksakan bentuk Y = Y dan Y bisa diganti dengan yang lain pada saat yang sama, akan ada kekacauan dalam berbagai perhitungan, karena ada banyak hal yang ada kekecualian.
    _____________________________
    Apakah karena fungsi Y = nx bila x=1 akan membuat hasil sama dengan n itu sendiri dan bila x=0 dan setiap bilangan menghasilkan 1 (SATU) ?!
    Bagaimana @Bung Hh ?!

    Saya pikir bukan karena fungsi Y nya, tetapi karena pangkatnya. Setiap bilangan yang dipangkatkan dengan 1 hasilnya adalah bilangan itu sendiri, dan semua bilangan yang dipangkatkan dengan 0 hasilnya adalah 1, kecuali 0 itu sendiri.
    salam

    • @Bung Hh
      =>Saya belum mengerti mengapa kalau -1/1 = 1/-1 menyebabkan 0 = 1, mohon diperjelas lagi, Kang.
      ______________________
      Silahken klik ini.

      => 42/42 = 42-2 = 40 = 1,
      Dengan cara ini, setiap bilangan yang dipangkatkan dengan 0 hasilnya adalah 1, kecuali 0 itu sendiri. Mengapa?
      Karena: 00 didapatkan dari 02/02

      _______________________
      Pertanyaan sampean mirip dengan @Mas Bob dan sudah ditanggapi oleh @mas Cekixkix, silahken @Bung Hh pelajari sendiri –::Klik ini::

      Karena penyebutnya sudah 0, secara otomatis hasilnya adalah tidak berhingga, maka tidak perlu lagi dilakukan perhitungan selanjutnya dengan mengurangkan pangkatnya.
      _______________________
      Kalau ternyata kita harus menyederhanakan persamaan f(x)/sin(x)
      Aapakah kita harus melupakan bahwa nilai x bisa saja 00,1800,3600… dsb

      Atau yang ini lebih parah lagi sayah kira😀
      f(x)/(sin(x)cos(x))

      Kembali pada alasan @Bung Hh :
      Karena: 00 didapatkan dari 02/02
      _______________________
      Alasan ini sangat tidak logis, apalagi jika digunakan pada pers. sinus-cosinus selain itu apakah sampean harus beralasan 02 untuk lambang bilangan dua.
      Karena :
      2 asalnya dari √4
      √22
      22/2
      21(dan 1; Karena: √12, √13,√14:mrgreen: )
      2

      Jadi kalau dipaksakan bentuk Y = Y dan Y bisa diganti dengan yang lain pada saat yang sama, akan ada kekacauan dalam berbagai perhitungan, karena ada banyak hal yang ada kekecualian.
      ________________________
      Pengecualiannya yang jadi tidak terhingga, maksudnya begitu @Bung ?!:mrgreen:

      Salam.

  30. hh said

    Wah, tolong di delete komentar saya yang di atas mas Haniifa, karena penulisan pangkat jadi kacau. Saat kutulis di WP, penulisan pangkat sudah benar, tetapi waktu saya pindahin ke blog pangkatnya jadi kacau….

    Atau kalau mungkin, pangkatnya tolong di perbaiki. Sekalian aja dah, tolong diberi tahu bagaimana nulis pangkat di kolom komntar…Hehehe,,,,,,,gak usah malu kalo gaptek ya, kang?

    salam

    • @Kang Hh
      Wah, tolong di delete komentar saya yang di atas mas Haniifa, karena penulisan pangkat jadi kacau.
      _______________________
      Wahh.. sayang kalau di delete😦 ,
      Maksud sayah @Bung Hh sudah bersusah-susah, tentu hasil pemikiran @Bung sangat besar artinya, jadi saya pikir lebih baik diedit komen tersebut, kalau @Bung Hh setuju… baru saya respon, Bagaimana ?!

      Sekalian aja dah, tolong diberi tahu bagaimana nulis pangkat di kolom komntar
      ________________________
      Coba @Kang Hh, lihat Page ini.

      Salam.

      • hh said

        Setuju, kang.
        Saya minta di hapus agar saya perbaiki penulisan tanda pangkatnya, harena masih saya simpan di wp. Karena akang sudah perbaiki, tidak usah dihapsu lagi.

        salam
        ______________
        @Kang Hh
        Terimakasih, dan insya Allah sayah respon

        #Haniifa.

  31. jenius said

    ga masuk akal 0 mana bisa di bagi dengan 0

  32. arkasala said

    Assalamu’alaikum Kang Haniifa.
    Duh saya dibolak balik mempelajari ini gak masuk2 Kang. Mungkin penyakit leletnya selalu melanda saya.
    Namun saya mencoba memahami dengan berasumsi atau menganalogikan ibarat 0 = wujud. Mirip you jika diartikan sebuah kata jika tunggal maka bisa dihadapkan dengan is seperti you is a word that …. dan tidak bisa menjadi you is my teacher tapi harus you are my teacher (lain tapi mirip). Mungkin itu sedikit membantu secara pelan-pelan untuk memahami tulisan Kang Haniifa yang sarat ilmu ini.
    Jujur saya tertarik untuk mempelajari lebih lanjut. Maklum untuk matematika duh … tebih pisan tapi tertarik untuk mengikuti artikel ini.
    Mohon maklumnya Kang.
    Salam hangat selalu🙂

    • Wa’alaikum Salam,@Kang Arkasala😀 Subhanallah,
      Idenya sangat sederhana sebenarnyah, bahwa proses aritmatika dari bilangan prima 2 itu benar-benar sangat prima:

      Penambahan => 2+2 = 4
      Perkaliian => 2×2 = 4
      Perpangkatan => 22 = 4

      Kebalikannya:
      Pengurangan => 4 – 2 = 2
      Pembagian => 4 : 2 = 2
      Akar => √4 = 2

      Jadi mohon maaf sekali, karena sayah menyadari bahwa blog itu dibaca oleh khalayak ramai dan tidak tergantung disiplin ilmu si pembaca maka bahasa tulisan sayah jadi aneh bin ajaibun:mrgreen:

      Insya Allah, kalau akang tertarik dengan abstraksi matematis Al Qur’an yang lebih rumit, silahken baca dialog sayah dengan seorang Dosen Matematika dari Sulawesi ini… dan masih terkait dengan artikel diatas.

      Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya (1 = 20) dan sebagian berjalan dengan dua kaki (2 = 21), sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki (4 = 22). Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya (∞ = 2), sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS 24:45)

      Wassalam, Haniifa.

      • arkasala said

        benar-benar menakjubkan Kang. Justru di sinilah semakin tertariknya saya karena beberapa hal dari rasa takjub itu Insya Allah akan memperkuat keimanan
        Terima kasih atas tuntunannya.
        Salam hangat selalu🙂

      • the70no said

        Dohhhh… klo soal itungan matematika yang rumit mah, sedari duloe daku cuma bisa ikutan baca doang😦

  33. […] Logika 0/0=1 atau 1=0/0 (tamat) […]

  34. Uha said

    Dalil A : Jika Y=Y maka Y/Y=1
    Andaikan yang diatas benar:
    benar juga untuk Y = 0 maka
    Y = 0 x 1
    Y = 0 x 2
    Y = 0 x 3
    dst
    berarti karena berlaku assosiatif n komutatif maka persamaan dibawah berlaku
    Y/Y = (0x1)/(0x2) = (0/0)x(1/2) = 1 x 1/2 = 1/2
    Kontradiksi coz aku dapetnya Y/Y = 1/2
    Yang benar Dalil A harus diingkar..

    • someone said

      Y/Y = 1/2 artinya pada saat bersamaan variabel 1 dan 2 hehehe…
      bung uha lucu sekali. !!!

    • cekixkix said

      @Om Uha
      Kheknya elo itu emang idiot brat… Cekixkix…kix..kix…
      udah jelas dalilnya jika Y=Y maka Y/Y=1
      Jika Y=0 maka 0/0=1
      jika Y=1 maka 1/1=1

      Klo elo Y/Y=1/2 artinye : Jika Y=atu dan Y=duwa maka elo naek kuda😆😆

      • belajar matematika said

        Saya setuju dengan Uha. Uha hanya ingin menunjukkan akibat dari sebuah pernyataan (yang tidak diketuhui benar atau salah, sehingga uha mengasumsikannya benar dulu, jika asumsinya salah dulu berarti pembuktian selesai). Jika akibat dari pernyataan itu salah tentu pernyataan itu salah. bukan begitu bung Uha ?

      • Silahken uji asall muasal bilangan NOL itu dari Al Qur’an (baca: Kebudayaan Arabiyum mubin)

        Silahken Uji with: Truth Claim or False Claim !!!

      • belajar matematika said

        mmmm… kok ke asal bilangan 0 sih ? kan kita membicarakan 0/0

      • Makanyah Belajar Matematika yang benul bahwa : a/a = 1 maka 0/0=1 …. hehehe.. telmi juga ini anak😛

  35. matrix_2x2 said

    a/b=c a=b*c –> 0/0=BERAPA aja boleh <– 0/0=x 0=0*x (selalu benar utk setiap x)

    • cekixkix said

      @om matre 2x cekixkix…kix…kix…kix..
      a/b = c a=b*c
      menurut elo :=> a = 0 dan b =0, ujuq-ujuq variabel “ce” jadi “eks”… C= X😆 … Cekixkix…kix…kix… 😛

  36. belajar matematika said

    TIDAK ADA yang SALAH dengan 0/0=1 begitupun juga dengan 0/0=2. Jadi menurut saya lebih baik tidak mendefinisikan 0/0 tersebut karena akan menyebabkan kontradiksi seperti 1=0/0=2 –> 1=2 (sesuatu yang tidak mungkin). bukan begitu mas haniifa ?

    • @Belajar Matematika
      Memang salah seeh, secara kaidah matematika, Contoh yang benar -1/1 = -1/1 dan 1/-1 = 1/-1 atau -(1/1) = – (1/1)
      Apa sampean nda ngerti filosofis JIKA HANYA JIKA… ?!

      Kesimpulan:
      0/0 = 1😀

    • Bijimana neeh, Belajar matematikanya dah ngerti belon ?!

      JIKA HANYA JIKA : -1/1=-1/1 atau 1/-1=1/-1 atau -(1/1)=-(1/1) … KIRI dan KANAN PODO BAE…

      Dah baca sampean artikel ini ..:: Click Me ::..

      Seandainya : -1/1 = 1/-1:mrgreen:

      kemudian kita akarkan maka:
      √(-1/1) = √(1/-1)
      √-1/√1 = √1/√-1
      Katakanlah i = √-1 maka: i/1 = 1/i

      Kita bagi dengan bilangan 2 maka:
      i/2 = 1/(2i)

      Kita tambah dengan bilangan 3/(2i) maka:
      i/2 + 3/(2i) = 1/(2i) + 3/(2i)
      atau…
      i/2 + 3/(2i) = 4/(2i)

      Kita kali dengan bilangan i maka:
      i (i/2 + 3/(2i) ) = i ( 4/(2i) )
      i2/2 + 3i/(2i) = (4i)/(2i)

      Sebagaimana sebelumnya bahwa i = √-1 maka:
      (√-1)2/2 + 3/2 (√-1)/(√-1) = 4/2 x (√-1)/(√-1)
      atau…

      -1/2 + 3/2 = 2
      1 = 2 <—-?????
      😀😆

      Why ?!
      Karena tanpa pembuktian diatas ini juga, sudah jelas NGAWURRR !!!
      -1/1 = 1/-1
      -1/1 = Negatif DIBAGI Positif …. KIRI
      1/-1 = Positif DBAGI Negatif… KANAN
      Dhus…
      KIRI tidak sama KANAN… Clear toh!!!

      Coba sekarang sampean buktiken -1/1 = -1/1 bisa menghasilken 1=2 .. hehehe…

      • belajar matematika said

        Saya mengerti arti JIKA HANYA JIKA itu mas, dan sepertinya mas Haniifa yang salah menuliskan penerapan JIKA HANYA JIKA. Menurut pelajaran matematika SMA saya dulu, jika p dan q adalah sebuah pernyataan, p JIKA HANYA JIKA q atau saya singkat p JHJ q artinya p maka q dan q maka p. jadi cara penulisan seperti JIKA HANYA JIKA : -1/1=-1/1 atau 1/-1=1/-1 atau -(1/1)=-(1/1) adalah salah (jika mas Haniifa tidak percaya sama saya, mohon mas haniifa silaturahmi ke guru matematika mas haniifa pas SMA dulu dan menanyakan langsung kepada beliau).

        Saya tidak ingin membuktikan 1=2, tapi saya ingin menunjukkan kalau mendefinisikan 0/0 itu mengakibatkan sesuatu yang salah.

        misalkan
        (1) diperbolehkan membagi dengan 0; dan
        (2) 0/0=1

        0=2×0 (benar) kemudian gunakan pemisalan diperbolehkan membagi dengan 0 yaitu kedua ruas dibagi dengan 0 sehingga didapat 0/0=2×0/0…(a)
        gunakan pemisalan 0/0=1 dan terapkan pada persamaan (a) akan didapat 0/0=2×0/0 maka 1=2×1 maka 1=2 (salah)

        dalam langkah-langkah diatas pasti ada yang salah, apa itu ? tentu pemisalannya… andaikan pemisalan (2) yang salah, berarti tidak usah saja mendefinisikan 0/0, andaikan pemisalan (1) yang salah tentu pemisalan (2) akan salah karena 0/0 termasuk pembagian dengan 0. sama seperti pembuktian 1=2 menggunakan bilangan i diatas, pasti ada yang salah tapi saya belum menemukan letak kesalahannya (pas SMA dulu tidak diperbolehkan menarik akar bilangan negatif)

        Mari budayakan berkomentar yang sopan dan santun

      • Jika x=90 atau x=0 maka sin(x)/sin(x) atau cos(x)/cos(x) ?!

        Menurut ilmu hitung ketika es de, pembagian dengan NOL tidak terdefinisi kecuali pembilang sama dengan pembagi😀

        Mari kita dudukan sejarah bilangan NOL itu sendiri, bahwa telah terjadi “komentar” yang sangat sopan dan santun bahwa asal=muasal ditemukan bilangan nol dari INDIA …😛
        Fakta:
        Tidak ada satupun prasasti dan atau bukti nyata dari kebudayaan India (hindu-budha).
        Bukti nyata Al Qur’an versi apapun ditulis dengan menggunaken bilangan nol (baca: bilangan cacah).

        Bijimana ?!

      • belajar matematika said

        Kalau begitu, silahkan mas haniifa silaturahmi ke guru matematika mas haniifa pas SD dulu dan menanyakan langsung kepada beliau.
        maaf mas, saya tidak paham maksud dari Jika x=90 atau x=0 maka sin(x)/sin(x) atau cos(x)/cos(x)

      • hahaha… ngapain, … seinget sayah waktu itu beliau berpesan.
        “Hayo kamu belajar ra-raban dasar-dasar ilmu hitung” … ILMU ARAB-ARABAN = AL JABAR… hehehe…

        Pesannyah yang perlu di lestariken, and… duh, sayah juga nda tahu beliau dimana lagi, abis banyak seeh guru es de ay em…😀

      • @Belajar Matematika
        Sayah mpunya buku dari “mantan” guru es de, mo di lego… kertasnyah dah kuning tenan, dus sampulnyah dan sobek… jadi sayah ganti sample.. hehehe… mau beli sampean ?!|

        ADVANCED CALCULUS

        by

        WILPRED KAPLAN
        (Departement of Mathematics University of Michigan)

        Atau perlu, sayah aplot ?!

      • belajar matematika said

        Boleh tu mas kalau di upload, buat saya yang sedang belajar matematika. Terima kasih…
        tapi untuk membuktikan kalau 0/0 tidak usah didefinisikan cukup menggunakan pelajaran SMA saja kan seperti yang saya gunakan diatas. Mungkin terlalu tinggi kalau sampai haarus menggunakan buku advanced calculus…

      • Eka said

        Belajar Matematika : sunguh-sungguh !!!

      • @Belajar Matematika
        😀
        dah sayah scan…. jadi ntar lagi dah, soalnya pakai tapi-tapian …. kayak anak sastra ajah

        Tapi lontongin ay em, bijimana menurut pelajaran SMA 0/0 dalam bilangan BINER ?!

        Note:
        Nda pake tapi-tapi yah, cukup buktiken….. secara mati-matian…😆

      • Eka said

        Belajar Matematika : Menurut guru sma anda, sejarah bilangan 0 tolong certikan !!!

      • Eka said

        Belajar Matematika : Lulusan SMA mana anda ?, sampai tidak tahu fs. sin dan cos !!

      • @Kang Eka
        Repot dah, kalau sastroman ngenyel soal ilmu mati-matian base on sempoah.😀
        Katanyah : L’Hospital
        \lim_{x \to 0} \frac{sin(x)}{x} = 1

        dhus.. tan(x)/x ?!

        => sin(x)/(x * cos(x))
        => (sin(x) / x) * (1 / cos(x))
        L’Hospital
        => (1) * (1 / cos(x))
        Katanyah cos(0) = 1
        => tan(0)/0 … (baca: 0/0 )
        => (1) * (1/1)
        => 1 …😀

      • belajar matematika said

        Menggunakan limit ya ?
        Mohon maklum dulu mas, saya tidak bisa menuliskan equation di komentar saya ini.
        Mas Haniifa salah pengertian menggunakan konsep limit itu. limit x menuju 0 kan artinya x sangat dekat dengan 0 tapi bukan 0. jadi mengatakan limit tan(x)/x utk x menuju 0 TIDAK SAMA DENGAN 0/0. Kalau tidak percaya silahkan cari definisi limit di wikipedia yang menggunakan epsilon delta

      • wah.. sayah nda tahu arti limit…😀😆

      • Eka said

        Belajar Matematika :
        Lim x->0 : Tan x = 0
        Tan 0 = 0

        Lim x->0 : Sin x = 0
        Sin 0 = 0

        Dari mana anda belajar matematika?
        Dan bagaimana sejarah bilangan Nol menurut guru anda?

      • belajar matematika said

        kalau begitu silahkan mas haniifa mempelajari definisi limit yang epsilon delta itu, atau mungkin mas haniifa mempelajari dari yang lain seperti dari Al-Qur’an, mungkin ada definisi limit di dalamnya.pasti seru mas !

      • belajar matematika said

        Saya belajar matematika dari buku dan guru saat SD, SMP dan SMA

      • @Belajar Matematika
        Menurut Guru SD sayah belajar “Ra rab-an” supaya pandai berhitung ilmu Al Jabar karena sejarah ditemukannya konsep bilangan NOL dari Arab.

        Nah bijimanah menurut sampean asal muasal bilangan NOL (0) itu ?!

        Note:
        Jangan bawa-bawa guru ahh, menurut pengetahuan sampean sekarang ajah bijimana😦

      • belajar matematika said

        mas haniifa berbohonh kalau telah menscan buku itu donk

      • belajar matematika said

        mas haniifa berbohong kalau telah menscan buku itu donk

      • Dhama said

        Pembohong wajib dibohongi.. wkwkwkw……

      • Eagle said

        @Saudara Dhama
        Masih Belajar M, tapi tidak punya kemaluan:mrgreen:

      • belajar matematika said

        kata-kata saya yang mana yang anda anggap bohong ? saya kan menyampaikan pendapat saya tentang 0/0 tidak terdefinisi berdasarkan pengetahuan-pengetahuan yang saya dapatkan di sekolah.

        blog ini bukanlah sarana ujian sampai saya harus mencontek, saya hanya menunjukkan pendapat-pendapat orang lain yang mengatakan pi irrasional.

      • @Oom Belajar Matematean
        Silahken baca lagi ocehan sampean ini.
        Semua Agama Yahudi, Nashrani, Islam percaya bahwa segala sesuatu di ilhamkan oleh Alloh, dhus… dengan statemen sampean 0/0 semua dari ALLAH.
        Pertanyaan :
        1. ALLAH yang mana ?!
        2. Bagaimana dengan atheis yang tidak mempercayai adanya Alloh ?!
        3. Jelasken penemu Bohlam pijar (lampu) ?!

        Jika sampean tidak bisa menjawab dengan tepat, berarti sampean melakukan KEBOHONGAN KEPADA 3 AGAMA TERSEBUT !!!

  37. belajar matematika said

    Terima kasih banyak mas sudah repot-repot menscan buat saya !
    pada kasus bilangan basis dua (biner) yang dikenal hanya ada dua angka yaitu 0 dan 1, jadi saya gunakan pmbuktian yang seperti tadi utk membuktikan 0/0 tidak terdefinisi.
    mulai dengan 0=0x0; bagi kedua ruas dengan 0 maka 0/0=0x0/0 maka 1=0x1 maka 1=0.
    kenapa bisa muncul sesuatu yang salah itu, karena mendefinisikan 0/0=1.

    oh iya mas untuk definisi kesamaan untuk bilangan pecahan itu seperti ini a/b=c/d JHJ axd=bxc. jadi -1/1=1/-1 (kiri sama dengan kanan karena (-1)x(-1)=1×1). penjelasan ketaksamaan pecahan juga ada di buku smp kelas 1

    • hahaha… rupanya sampean baru mau akan lulus es-em-pe toh..
      Dah belajar dwulu ajah yang bewtul.

      a/b=c/d .. hahaha.. bukankah a/b = kucing / kadal…😀

      • belajar matematika said

        saya sudah cukup lama lulus SMP mas, yang jelas mas yang duluan tamat SMP.
        Jika tidak percaya dengan buku SMP kelas 1 silahkan buka buku miliknya dari alm. Achmad Arifin, judulnya Aljabar. di buku itu dijelaskan juga definisi relasi sama dengan ( = ) untuk pecahan.

        semoga mas Haniifa tidak menghina buku karangan alm. Achmad Arifin tersebut.

      • Dhama said

        logikanya masih di kelas SMP… wkwkwk…

      • 😀 hahaha.. untung belon sayah aplod neeh Advan C, ngabis-ngabisin jatah kuota we pe..

        Dik BM, cuki kaki… cepat bobok, besok jangan kesiangan sekolah yah… mbah do’aken cepet gede cepet pinter.. hehehe… lucu tenan !!!

      • belajar matematika said

        apakah logika SMP yang saya gunakan ada kesalahan ? mohon ditunjukkan karena saya tidak menemukannya. agar bisa jadi pelajaran bagi saya mas

      • Jelas dunk, soalnya disinih semua anak es de.. hahaha… geli sayah😀😆

      • belajar matematika said

        mas haniifa mengatakan disini semua anak SD, berarti salah satunya mas haniifa.
        ah, kok jadi begini sih, kan diskusinya tentang 0/0.
        gini deh mas, apakah ada buku lain selain Al-Qur’an yang mendefinisikan 0/0=1 ? saya ingin membacanya.

      • Nah menurut sampean yang sudah lulus SD, SMP dan SMA
        Dari mana asal muasal bilangan NOL ?!

        Note:
        Pengetahuan sampean yang modern yah … hehehe..

      • belajar matematika said

        Dari Al-Qur’an kan. Saya ingin tahu buku apa yang mendefinisikan 0/0 selain Al-Qur’an ? Saya ingin membacanya, nanti saya yang cari sendiri bukunya mas

      • Banyak tuhh… buku tafsir tempo doeloe, buku kitab kuning langsat… dan kutu buku.;. heheh.,.. geli sayah😀😆

      • belajar matematika said

        kalau bisa yang teksnya jangan pake huruf hijaiyah apalagi sampai pakai bahasa arab, susah mas nerjemahinnya…

      • Jadi limit, dan deferensial Integral mirip cacing… susah dipelajari… hahaha..😆

        Dah cuki kaki trus bobok, jangan lupa minum susu… xixixi…

      • Dhama said

        Belajar Matek matek kawan yah… susah wkwkwk….

      • @Belajar Mati matian😀
        Nehh.. silahken sampean plototi… agar supaya cepet gede cepet pinter.. hehehe…

        Arahken mouse kesinih, lalu klik..muantab’s dah

      • belajar matematika said

        Ooo… Saya berkesimpulan bahwa alasan kita semua berbeda pendapat karena buku teks yang kita gunakan berbeda dan tidak mau membaca buku yang lain. anggaplah ada 2 kubu, yakni kubu 0/0=1 dan kubu 0/0 tidak terdefinisi (mungkin saya sendiri kali ya? ). kubu 0/0=1 menggunakan Al-Qur’an dan kitab-kitab kuning sebagai acaun sedangkan 0/0 tidak terdefinisi menggunakan buku-buku teks sekolah dan kuliah. Baiklah mas, saya akan mencoba mencari kitab-kitab kuning yang mas maksudkan.

      • belajar matematika said

        Setelah saya membaca artikel tersebut, ternyata bilangan 0 berasal dari Allah SWT !!!

      • Dhama said

        diatas ini

        Setelah melihat logika yang Belajar Matematika, ternyata masih bodoh seperti orang jahiliyah

        Kalau angka 1, berasal dari mana ???

      • Djarkoni said

        @Bung BM
        Anda beragama apa?

      • @Mas Belajar Mati matian
        berikut pi sampai 100000 desimal.
        Pi=3.141…bla….bla…bla…tidak sama dengan 22/7 hanya didekati oleh 22/7

        __________________________
        didekati bahasa mate-maka ahlul sempoah artinyah :lemot… eh, salah yah… 😀
        Masud sampean apaan tuh, 22/7 didekati oleh 22/7

        Setelah saya membaca artikel tersebut, ternyata bilangan 0 berasal dari Allah SWT !!!
        ________________________
        Orang-orang kafir kalau ditanya: Siapa pencipta langit dan Bumi ? Mereka jawab: Allah

        Note:
        Silahken sampaen cari di Al Qur’an kami !!!

      • belajar matematika said

        untuk pi bisa dilihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Pi dan di http://mathworld.wolfram.com/PiFormulas.html

        Kalau orang muslim ditanya siapa pencipta langit dan bumi ? jawabannya apa mas ?

      • Dhama said

        Wakakakak… plagiat sejati.

        untuk muslim bisa “plagiat” di http://agorsiloku.wordpress.com/2012/07/26/muslim-tapi-tidak-beragama-islam/

      • belajar matematika said

        Apakah anda tahu plagiat itu apa ? plagiat adalah pengambilan karangan (pendapat dsb) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dsb) sendiri, msl menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri. Saya langsung memberikan sumber TANPA pernah mengatakan saya yang menemukan pi irrasional, di website tersebut juga sudah disebutkan referensinya.

      • cekixkix said

        Kheknya Plagiat “Papa” mesti giat… Cekixkix…kix…kix..

      • Eagle said

        Plagiat biasanya orang yang Belajar Matematika tapi terbiasa nyotek lembar jawaban orang !!

    • Dhama said

      @Bl Matematik
      Buku ente dibakar, abunya diminum seperti kopi.. wkwkwk…

      • belajar matematika said

        dibakar tidak apa-apa, tapi usahakan abunya jangan diminum, siapa tahu dalam kertas buku itu ada kandungan zat kimia berbahaya bagi tubuh

      • zat kimia itu apaah seeeh ?!😀

      • Dhama said

        @Bl Matematik
        Orang primitif juga pada tahu kalau carbon bisa menetralisir racun dalam tubuh… weewwwww….

      • belajar matematika said

        saya tidak mengerti carbon ataupun pelajaran kimia, yang jelas pasti tidak enak kalau minum abu dari buku

      • bubuk Kopi itu kandungan Carbon nyah tinggi lho.. hahaha.. lulus SMA nya dimana neeh ?!

      • Dah nda usah ngoceh soal kimia segala… jawab ajah pertanyaan sayah

        Dari mana asal muasal konsep bilangan NOL ?!

        Note:
        Menurut pengetahuan sampean sekarang !!

      • belajar matematika said

        Dari Al-Qur’an kan asal konsep bilangan 0 itu.

        Saya ingin tahu buku apa yang mendefinisikan 0/0 selain Al-Qur’an ? Saya ingin membacanya, nanti saya yang cari sendiri bukunya mas

      • Dhama said

        @Bl matematika
        Dalam 1 gram Carbon yang mempunyai luas permukaan 0.5 sampai 1.5 kilometer persegi ini lah yang bekerja untuk menghilangkan rasa sakit perut yaitu dengan mengikat zat beracun (Vander Walls)Selain sakit perut Carbong ini juga bisa menyembuhkan over dosis obat, keracunan, atau menelan bahan kimia yang berbahaya.

        Kamu di SMA nya jurusan Tataboga yah… wkwkwk….

      • @Kang Dhama
        Bonek juga ini anak.. hehehe..

      • belajar matematika said

        Kalau mas Dhama atau keluarga atau temaan mas Dhama sakit perut ,keracunan atau apa dah, coba ambil buku, terus bakar, abunya diminum, semoga lekas sembuh

      • Dhama said

        wkwkwk.. kopi pais komentar orang …. weeewwwwwwww

  38. belajar matematika said

    mohon maaf sebesar-besarnya jika saya salah mas admin, apakah Djarkoni=Dhama=Haniifa ??

  39. msihabudin said

    Kalo nuruti hanifa, 0/0=1

    kedua ruas kalikan 2, maka

    \dfrac{0 \times 2}{0}=1 \times 2
    = \dfrac{0}{0}=2 \times 2

    Coba kasih komentarmu?

  40. msihabudin said

    MAAF komentar sebelumnya salah ketik.. mohon dihapus aja.. .

    Kalo nuruti hanifa, 0/0=1

    kedua ruas kalikan 2, maka

    \dfrac{0 \times 2}{0}=1 \times 2
    = \dfrac{0}{0}=2

    Coba kasih komentarmu?

    • belajar matematika said

      contoh penyangkal yang bagus bung !!

    • msihabudin said

      Jawab deh? benar atau gak

      0/0=1 (bener gak?)

      kedua ruas kalikan 2, (boleh gak? bener gak?)

      \frac{0 \times 2}{0}=1 \times 2 (bener gak? boleh gak?)

      = \frac{0}{0}=2 (bener gak?)

      Cuma butuh jawaban benar atau tidak.. . gak perlu banyak bacot.. .

    • belajar matematika said

      Tidak harus membawa ahli matematika kesini, cukup menggunakan pelajaran matematika anak smp untuk menunjukkan 0/0 tidak terdefinisi.

      Kalau boleh tahu, kenapa sih mas Haniifa dan teman-teman mas Haniifa selalu menghina/menjelek-jelekkan orang-orang yang bersebrangan pendapat dengan mas Haniifa ? Apakah itu yang diajarkan agama islamnya mas Haniifa ? Apakah itu juga hasil menerjemahkan Al-Qur’an atau ajaran nabi Muhammad SAW ? pastinya tidak kan

      —————
      Haniifa say:
      Hust… anak kecil nda boleh ngunyuh sembarangan.
      BOBOK CUCI KAKI, jangan lupa gosok gigi.. hehehe

      • belajar matematika said

        Kalau boleh tahu, kenapa sih mas Haniifa dan teman-teman mas Haniifa selalu menghina/menjelek-jelekkan orang-orang yang bersebrangan pendapat dengan mas Haniifa ? Apakah itu yang diajarkan agama islamnya mas Haniifa ? Apakah itu juga hasil menerjemahkan Al-Qur’an atau ajaran nabi Muhammad SAW ? pastinya tidak kan

        jika anda tidak bisa menjawab, tolong jangan dialihkan ke hal-hal yang lain

      • Anak kecil kewajibannyah BELAJAR, BELAJAR dan BELAJAR…
        Cepat cukur jenggot, dan gosok gigi.. lalu tidur, jangan sampai di tidurin… hehehe… ngenyel tenan😀😆

      • belajar matematika said

        ini kan sedang belajar mas.

        anda tidak pernah bisa menjawab pertanyaan anak kecil ! diberikan logika sesederhana smp juga anda tidak pernah mau memahaminya. saya mencoba berpendapat dengan serius anda menanggapinya dengan main-main.

        saya akan ulangi lagi sekali, mengapa mas Haniifa dan teman-teman mas Haniifa selalu menghina/menjelek-jelekkan orang-orang yang bersebrangan pendapat dengan mas Haniifa ? Apakah itu yang diajarkan agama islamnya mas Haniifa ? Apakah itu juga hasil menerjemahkan Al-Qur’an atau ajaran nabi Muhammad SAW ?

        jika anda teguh pada keyakinan 0/0=1, coba mas haniifa melakukan survey terhadap guru-guru matematika di SMP dan SMA di kota mas haniifa tinggal mengenai hasil dari 0/0 (hanya menanyakan saja, bukan untuk diajak berdebat). semua guru matematika di SMP atau SMA sudah pernah belajar saat kuliah mengenai bentuk tak tentu (0/0, 0^0,1/0 dan yang lain), dan pastinya saat kuliah kalkulus mereka tidak menggunakan Al-Qur’an sebagai referensi 0/0=1 (tidak ada satu pun buku kalkulus yang isinya 0/0=1), kemudian di sekolah mereka mengajarkan apa yang terjadi jika 0/0 (tanpa limit), apakah mas haniifa tidak kasihan pada anak-anak bangsa indonesia yang sebagian besar muslim diajarkan oleh guru-guru yang berpendapat 0/0 tidak terdefinisi. saran saya coba buat sebuah karya ilmiah dengan referensi utama Al-Qur’an tentang 0/0=1 dan ajukan ke dinas pendidikan agar anak-anak bangsa indonesia yang sebagian besar muslim tidak terjerumus ke hal yang sesat menurut mas haniifa. apakah mas haniifa sanggup ?

        sekali lagi mas, tolong jangan alihkan ke hal yang lain.

      • Saran sayah sekurang-kurangnya sampean percaya
        0/0 =1 dan Sejarah bilangan NOL berasal dari Bangsa Arab (baca: Arabiyum Mubbin)
        Konsep Ilmu Matematika terbesar datangnya semua dari kitab suci Al Qur’an.
        dlsb.
        Insya Alloh, sayah lebih mengutamakan orang islam… so, kalau sampean “merasa” umat Islam, sampean percaya 100% pun sudah lebih dari cukup.

        Sekali lagi, Cuki mai, cuki mai dan cuci kaki…😀

      • belajar matematika said

        Saya tidak terlalu tertarik dari mana asal bilangan 0 itu.
        Saya kembali ke komen pertama saya yang mengatakan TIDAK ADA yang SALAH dengan 0/0=1 karena sesuai definisi pembagian 0=0x1. tapi akibatnya sesuatu yang tidak mungkin yaitu 1=2=3=…=… (seperti yang dikatakan msihabudin). jadi seharusnya 0/0 tidak usah didefinisikan.

        ternyata mas haniifa tidak bisa menjawab (mungkin tidak mau menjawab) pertanyaan saya yang ini:
        mengapa mas Haniifa dan teman-teman mas Haniifa selalu menghina/menjelek-jelekkan orang-orang yang bersebrangan pendapat dengan mas Haniifa ? Apakah itu yang diajarkan agama islamnya mas Haniifa ? Apakah itu juga hasil menerjemahkan Al-Qur’an atau ajaran nabi Muhammad SAW ?

        wassalam…

      • Mohon maaf, sayah sangat-sangat tidak tertarik ocehan dari kaum Kufarun seperti sampean….😛

      • @Bego Matematika

        Belajar Matematika said

        August 30, 2012 at 10:00 pm
        Setelah saya membaca artikel tersebut, ternyata bilangan 0 berasal dari Allah SWT !!

        MOHON MAAF, LOGIKA DIBAWAH KARPET …. BIKIN MALU UMAT ISLAM !!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: