حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

At Taubah ayat 128 dan 129 == Tabel Prima

Posted by حَنِيفًا on April 3, 2009

Subhanallah

Saya sependapat dengan postingan sahabat mengenai perbedaan cara ber Ijtihad kita dengan para orientalis.

Perbedaan nyata dengan pendekatan orientalis yang kerap mengabaikan sumber-sumber tapi langsung pada pokok persoalan kekiniannya, sehingga analisisnya kerap tidak bisa diandalkan bahkan bisa menyesatkan (haniifa: mengaburkan nilai-nilai ke-aslian data)

Tidak tanggung-tanggung para bromocorah tsb (Abdullah Arik) berani mencatut nama besar para khalifah kita (baca: Umat Islam) dalam usaha pengkaburan nilai-nilai keindahan bahasa Al Qur’an.

The evidence for these verses being false and added to the Quran after Muhammad’s death is overwhelming.

9:128-129: The Suspects 😀

From an historical point of view, these false verses have been sus-pected for more than 1300 years, as documented in such classical references as Bukhari, Al-Itqaan-i Suyooty, Ibn Kaheer, and others. Some of the findings in these documents indicate that Muhammad’s cousin Ali knew that false verses had been added to the Quran, and he said he was going to do something about it.

Sesungguhnya kita mudah saja menyanggah keberadaan tabel yang mereka buat, cukup dengan bagaimana mana tabel tersebut tersusun jika ketiadaan surah At Taubah ayat 128 dan 129. Atau dengan kata lain adanya tabel karangan mereka karena ada kedua ayat tersebut.
Sebelum membahas lebih jauh maka ada baiknya kita tinjau ulang definisi bilangan prima.
Dalam matematika, bilangan prima adalah bilangan asli yang lebih besar dari 1, yang faktor pembaginya adalah 1 dan bilangan itu sendiri. 2 dan 3 adalah bilangan prima. 4 bukan bilangan prima karena 4 bisa dibagi 2. Sepuluh bilangan prima yang pertama adalah 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23 dan 29.

Jika suatu bilangan yang lebih besar dari satu bukan bilangan prima, maka bilangan itu disebut bilangan komposit.

9:128-129 == Table Pima

128 bilangan non prima tetapi merupakan bilangan yang uniq yaitu bilangan prima pangkat bilangan prima

128 := 27

2 bilangan prima
7 bilangan prima
129 bilangan non prima  sebab 129 habis dibagi 3.

Maka dengan silogisma diatas tabel dibawah ini jelas merupakan tabel yang KOMPOSIT atau NON PRIMA.

The 19-based mathematical structure of the Quran using the verseswhose assigned numbers are a multiple of 128 or 129.

Sura(Chapter)No. No. ofverses in the sura No. of versesmultiple of 128 or 129 Verse numbers multiple of128 or 129  :D Sum of versesmultiple of 128 or 129
2 286

4

128, 129, 256, 258

771

3 200

2

128, 129

257

4 176

2

128, 129

257

6 165

2

128, 129

257

7 206

2

128, 129

257

16 128

1

128

128

20 135

2

128, 129

257

26 227

2

128, 129

257

37 182

2

128, 129

257

19

Total

2698 (19×142)Equals to the no.of occurrences of theword God (Allah)

____________________________________________________________

TABEL PRIMA versus Al Qur’an

The 19-based mathematical structure of the Quran using the verseswhose assigned numbers are of 128 and 129.

No. Surah ke Jumlah Ayat

27

129

27 & 129
01 2 286

128

129

2

02 3 200

128

129

2

03 4 176

128

129

2

04 6 165

128

129

2

05 7 206

128

129

2

06 9 129

128

129

2

07 16 128

128

1

08 20 135

128

129

2

09 26 227

128

129

2

10 37 182

128

129

2

10 9 19

Subhanallah…

Validasi Tabel :
Total jumlah surah Al Qur’an = 114 atau 6 x 19
Total jumlah surah yang mempunyai nomor ayat 129 : (2+3+4+6+7+9+20+26+37) = 114 atau 6 x 19
Sehingga
Terbukti bahwa surah At Taubah mempunyai 129 ayat menurut perumpamaan bilangan “sembilan belas”😀

Apakah hanya kebetulan saja pada nomor ke 7 hanya SATU ?!
QULHU ALLAHU AHAD

Apakah hanya kebetulan saja surat ke 16 ?! 2 4

Apakah hanya kebetulan saja QS 16 := 128 ayat ?!  2 7

Apakah hanya kebetulan 128 := 10 dan 129 := 9 hal ini menerangkan proses swap ?! 26982896

Alhamdulillah…. Berkat idzin Allah, Rohedi LAboratory menegasi bahwa tabel yang saya buat memang tabel prima. Sehingga terbukti bahwa QS 16 harus ditempatkan pada urutan ke-07  (ke tujuh) alasan yang paling sederhana adalah 0+7 == 1 + 6, tetapi dengan kejelian beliau (baca: @Mas Rohedi) keberadaan tabel prima ini sudah selayaknya diterima.

Untuk melengkapi Iktihaj mas Haniifa, saya tambahkan susunan angka yang paling uniq di Tabel 1 (haniifa: maksudnya tabel prima) :

16 128 1 128

Kita tahu bahwa jumlah satuan dari masing-masing angka di atas adalah:

7 2 1 2

yang pada akhirnya memberikan:

7+2+1+2=12 >> 1+2=3

formula bilangan prima itu -1+ 2^p, untuk p ganjil.

( haniifa: kecuali bil. prima 2 == QS 16 kah ?! ).

0+7 == 1+6 ==  -1 + 2^3

No. tabel ke-7 :=  Al Qur’an Surah ke-16

Wassalam, Haniifa.

29 Responses to “At Taubah ayat 128 dan 129 == Tabel Prima”

  1. Assalamu alaikum…

    Surat ke 16 surat An Nahl..bermakna lebah…

    Emangnya ada apa dgn surat At Taubah 128-129?
    apakah erat kaitannya dgn bersusah payahnya zaid bin tsabit menemukan 2 ayat tulisannya…walau zaid bin tsabit dan team hafal qur’an mereka tak berani menuliskannya kalau tak bertemu dgn tulisan yg direstui nabi muhammad…saking hebatnya dan telitinya penulisan qur’an ..walau 2 ayat tetap mereka berpatokkan pada apa yg telah di tetapkan nabi muhammad baik tulisan apalagi bacaan…setelah ditemukan ,,aru mereka menuliskannya…subhanallah…
    http://labbaik.multiply.com/journal/item/376

    Haniifa saya ada Pr besar nich :
    http://buntetpesantren.org/index.php?option=com_content&task=view&id=951&Itemid=152

    Kira2 matematika qur’an bisa menjawab tahun,atau lainnya nggak?

    _____________

    Wa ‘alaikum Salam, @Mas Ayruel Chana
    Pr besar tentu pahala mas Ayruel… Insya Allah besar juga dunk jika mampu menyelesaikan.😀
  2. lovepassword said

    Kalo bahasa gaulnya blogger anak-anak muda sih : Pertamaaaaxxxxx gicu . Bener nggak? Lanjut baca ….

    ___________

    @Mas Lovepassword
    Bener khok, blogger muda dan seger…😀
  3. lovepassword said

    Kamu memang bisa diandalkan kalo soal angka-angka Pak Guru. Jangan-jangan dulu ngajar matematika juga yah???

    ____________

    @Mas Lovepassword
    hhh… paling top, ngajar les private buat tambahan😉
  4. hhiii…comentku masuk spam…nggak boleh link ya…

    __________

    @
    Link mas Ayreul ada dua, mungkin.
  5. omiyan said

    wah saya baru tahu mas pembahasan beginian

    ____________

    @OmIyan
    Terimakasih Om.
  6. mamas86 said

    Benar-benar dahsyat makna yang terkandung dalam Al-qur’an

    _______________

    @Mamas86
    Trim’s atas kunjungannya.

    Wassalam, Haniifa.

  7. Wah bingung nih mahaminya, gak mudheng blas maksud tulisannya mbah😀 (halah, dasar wong bingungan yo tetep wae bingung)🙄 Tapi nek ngomeng nggak bingung yah.😀 (salam kenyal kembali, lha ini pak apa ibu sih?)🙄 bingungan lagi😀

    _____________

    @Mas Wandi Rozaq
    Nyantai ajah…😀
    Ceritane ono sekumpulan wayang wong, ngutak-ngatik gathuk (istilah mas-ku) surah At Taubah… agar supaya menjadi 127 saja.
    Nah salah satune, yaitu tabel komposit diatas untuk pembenaran hipotesisnya.
    Salam kenal kembali, dan sedikit informasi kumisku 14 batang sebelah kiri dan 13 batang sebelah kanan plush tiga lembar jenggot putih dibawah dagu… silahkeun simpulken sendiri😀

    Wassalam, Haniifa.

  8. […] ini gw tularin ke : 1. haniifa 2. mba puak 3. kejujuran cinta “mba Linda” 4. Senandung 5. selanjutnya di orb7.co.cc […]

  9. Rohedi said

    Allohu Akbar,

    Mas Haniifa, setelah mencermati isi kedua tabel di atas, saya simpulkan bahwa tidak ada yang kebetulan dengan munculnya angka 1 di Tabel 2, yang kemudian….subhanallah…disusul oleh kemunculan angka 2, sungguh menakjubkan….

    Untuk melengkapi Iktihaj mas Haniifa, saya tambahkan susunan angka yang paling uniq di Tabel 1 :

    16 128 1 128

    Kita tahu bahwa jumlah satuan dari masing-masing angka di atas adalah:

    7 2 1 2

    yang pada akhirnya memberikan:

    7+2+1+2=12>>1+2=3.

    Selain pencerahan Ketauhidan yang saya dapatkan dari postingan Tabel Bilangan Prima versi Mas Haniifa ini, saya semakin bersyukur terlahirkan sebagai muslim, karena bahasa hitungan 1234567890 yang dunia menyebutnya arabic number ternyata tersusun secara rapi yang dapat dirunut dari urutan Ayat-Ayat Alqur’an.

    Nah, kali ini saya curhat keprihatinan saya terhadap Dunia Barat yang hingga kini berobsesi menampilkan bilangan prima tertinggi. Untuk apa, toh formula bilangan prima itu -1+ 2^p, untuk p ganjil. Toh walaupun mau digunakan sebagai sandi security saya pikir juga terlalu mahal ongkosnya, karena untuk nge-create saja bilangan prima tertinggi yang dicapai Tim Ucla tahun 2008 lalu sampai butuh 9 hari. Saya tidak tertarik ikutan lomba yang di gelar NASA itu. Tapi kalau yang diburu adalah deret transcendental untuk bilangan prima, Insyaallah saya akan turun gunung untuk turut berlomba, karena saya memiliki formula itu. Diam-diam putri saya Denaya Lesa promokan formula-formula Rohedi LAboratory langsung ke website partainya Pak Barack Husein Obama, yang di link ini mas Haniifa….

    http://blueollie.wordpress.com/2009/02/05/daily-kos-the-president-strikes-back/

    Mohon maaf, buka bermaksud pamer, melainkan berharap link-link yang telah saya buat dapat bermanfaat untuk kemajuan sains dan Teknologi di Indonesia.

    Sekali lagi,terima kasih mas Haniifa atas pencerahannya. Alloh bless you.

    Wassalam…
    Rohedi.

    ______________

    @Mas Rohedi
    Subhanallah…
    Alhamdulillah….

    Terpana saya akan komentar @mas… hingga harus membacanya berulang-ulang.
    Justru saya yang harus mengucapkan terima kasih banyak, atas ketajaman dan ketelitian @mas pada tabel prima.

    Wassalam, Haniifa.

  10. ofa said

    waduw,, salut!!!
    aku ra mudeng hal gitu…

    tapi ok banget ilmunya.

    oya maen ke tempat saya yang di http://orb7.co.cc/ ada award-award-an buat mas or mba hanif or hanifa😀
    salam

    @
    Mba kekok…😀😆
  11. Rohedi said

    Allahu Akbar..

    Mas Haniifa,

    Kali ini saya terkesima akan kehadiran bilangan 2 sebagai satu-satunya bilangan prima yang berupa even number itu. Saya sepakat dengan mas Haniifa bahwa angka 7 itu memang sangat dahsyat, terutama setelah mas Haniifa tuliskan sebagai 7=-1+2^3. Apapun tanda operator didepannya, tetapi tampak secara jelas runutan angka yang bangkitkannya tiga angka pertama dari Sistem Bilangan Internasional 1, 2, dan 3 yang dianut syah hingga saat ini. Allahu Akbar.

    Baik, selanjutnya saya akan sandingkan angka Tauhid (1) dengan bilangan (khusus) 2 melalui persamaan diferensial arctan:

    dy/dt = 1 + y^2,

    yang selanjutnya dapat dituliskan dalam bentuk

    dy/(1+y^2) = dt

    Jika kedua ruasnya diintegralkan, ruas kiri dengan batas bawah dan atas integral 0 dan y, sedangkan batas integral ruas kanan adalah 0 dan t, maka akan terbentuk kesamaan:

    arctan(y)=t,

    yang setelah memberi nilai y=1, maka didapatkan t=pi/4. Ini berarti

    pi=4*arctan(1).

    Persoalannya sekarang berkembang pada bagaimana menghitung nilai arctan(1) itu?. Cara yang paling lazim digunakan matematikiawan adalah dengan menyatakannya ke dalam bentuk infinite series (deret takhingga). Bagaimana caranya? Tiada lain hanyalah dengan menggunakan deret Maclaurin yang sangat melelahkan itu, dibutuhkan sekian kali deferensial (turunan) arctan terhadap t tergantung pada seberapa banyak jumlah suku yang hendak kita bentuk. Namun ternyata, endingnya kita cukup melanjutkan nilai seper bikangan ganjil dengan tanda berselang seling plus (+) dan minus (-1):

    pi/4 = 1 – 1/3 + 1/5 – 1/7 + 1/9 – …

    Ternyata perpaduan angka Tauhid (1) dan bilangan 2 via dy/dt=1+y^2 di atas diakui dunia sebagai formula exact pertama untuk Pi yaitu :

    pi=4*(1 – 1/3 + 1/5 – 1/7 + 1/9 – …)

    Namun persoalannya konvergensi deret takhingga arctan tersebut sangat lambat.

    Artinya, walaupun anak SD bisa diandalkan untuk menderet takhinggakan arctan(1) sampai berapapun jumlah suku yang kita tugaskan, namun tidaklah demikian dengan perhitungn untuk mendapatkan nilai akhirnya. Denaya Lesa Putri pertama saya pernah bilang “wow indeed very tiring” bila tugas itu kelak dibebankan pada calon suami dia tanpa menggunakan kalkulator.

    Sementara ini dulu tambahan dari Rohedi LAboratory Mas Haniifa.

    Wassalam,
    Rohedi.

  12. Rohedi said

    Assalamu’alaikum Wr.Wb,

    Baik Mas Haniifa, kali ini Rohedi paparkan ungkapan puji syukur yang sebesar besarnya pada Gusti Allah SWT yang telah menerangi kolbu saya dengan sinar Islam dn Iman sejak dari kandungan Ibu Saya Siti Halimatus Sakdiyah. Sebenarnya saya terlahir dengan nama Ali Yunus Rahedi. Semasa hidupnya Alm. Ayah saya H.Ali Rachbini selalu bangga karena telah membekali saya dengan “Air Suci” makna nama Rahedi versi beliau.

    Menjelang tamat dari SMPN I Kec.Blega, Guru wali kelas saya Bapak Khoirul Anwar (Asal jombang, sekarang menetap di daerah Kamal, Madura) mengganti nama saya menjadi Rohedi agar sesuai dengan abjad arab “ro” barangkali maksud beliau.

    Sejak penggantian abjad ra ke ro itu saya perhatikan Abah saya sangat rajin mendoakan saya seusai menunaikan sholatnya, bahkan di setiap tahajudnya. Setahun sebelum wafat, saya sempat bertanya mengapa beliau menyayangi Rohedi melebihi saudara-saudara lainnya (kami 13 bersaudara). Subhanallah diluar dugaan beliau menjawab “ya karena namamu telah berganti menjadi Rohedi. Beban buat Abah kalau kelak hidupmu tidak berguna bagi sesamamu”.

    Maaf, walaupun saya Dosen dengan pangkat IVa dan Jabatan Lektor Kepala, namun saya tidak memiliki kelebihan apapun dari kawan-kawan sejawat saya. Apalagi Strata Pendidikan Tertinggi saya hanya S2 (Magister Teknik), itupun saya tempuh di dalam negeri, tepatnya saya lulusan Program Studi Opto Elektro Teknika dan Aplikasi Laser Universitas Idonesia, Jakarta (1994-1996), yang sekarang telah bernaung di bawah FT-UI Jakarta.

    Berkat limpahan doa yang luar biasa besar dari Abah dan Ummi, saya dibekali ketekunan dalam melaksanakan amanat Profesi kedinasan saya (Ibu saya wafat di usia yang sangat muda, sedangkan Ummi yang saya maksud adalah ibu tiri saya (Hj.Mas’odah) yang sama sekali tidak membedakan saya dengan saudara-saudara lainnya)

    Genap usia 40 tahun, saya selalu mendapat bisikan dan melihat angka 114. Saya sempat meratapi diri saya, masyak sih itu petunjuk syaithan agar saya mencari keberuntungan lewat Toto Gelap.

    Saya mendapatkan jawaban akan maksud bisikan 114 itu saat Istri saya (Sri Yuliani) bertanya cara menghitung panjang garis miring segitiga siku-siku, saat pujaan hati saya itu kebingungan menjawab pertanyaan buah hati kami “Astrid Denaya Lesa” (waktu itu Denaya masih kelas 5 SD).

    Saat itu seketika saya terperanjat, HaH Pythagoras?? Sayapun waktu itu tidak bisa menjawab bagaimana cara menarik akar 8 yang ditanyakan Putri Pertama kami itu. Namun sejak saat itu saya mendapat jawaban akan angka 114, Subhanallah rupanya ia merupakan petunjuk buat saya agar dalam mengembangkan Islamic Mathematics senantiasa berlandaskan pada ajaran utama AlQur’an yakni “Hablum minannas dan Hablum minallah”, sebagaimana tersirat dalam Pythagoras manakala angka 114 dituliskan dalam bentuk 11(2^2). Menurut saya jejeran angka 11 secara horisontal itu merupakan representasi dari Hablum minannas, sedankan Hablum minallah terepresentasi dalam angka 4 yang dituliskan secara vertikal 2 pangkat 2. Perhitungan panjang miring segitiga siku-siku merupakan petunjuk bai hamba Allah untuk senantiasa mencari tahu akar permasalahan kehidupannya dan sekaligus berupaya mencari tahu cara mengatasinya.

    Hubungan Pythagoras itulah yang menjadi base saya dalam mengembangkan Metode Cerdas Pemecah Persamaan Diferensial (PD) yang saya namakan Stable Modulation Technique (SMT), yang solusinya terformulasi dalam bentuk AF(A) Formula itu. Pemberian nama metode dan bentuk General Formula tersebut adalah ungkapan Puji Syukur saya setelah saya mendapat kesempatan menyingkap keterkaitan
    99 Asma Allah yang terangkun dalam Asmaul Husna dan 20 sifat wajib Allah yang bersanding pada salah satu suku deret takhingga tangent function (fungsi y=tan(t)). Slahkan visit ke link yang saya rujuk ini:

    http://www.mathworks.com/matlabcentral/link_exchange/MATLAB/Mathematics/Numerical_Computation/index.html

    Lalu click judul artikel yang ini:

    How to upgrade the computing velocity of computer.

    Di Perusahan The Mathworks Pengembang Software Matlab itu saya postingkan Teknik Baru untuk membangkitkan deret tak hingga fungsi tangen tanpa menggunakan deret Maclaurin, melainkan memecahkan langsung dari bentuk persamaan diferensialnya, yaitu:

    dy/dt=1+y^2

    Solusi eksak y(t) untuk syarat awal t=0, y0=0 adalah y(t)=tan(t), sedangkan bentuk deret takhingganya saya tuliskan dalam bentuk

    y(t) = t + (1/3)t^3 + (2/15)t^5 + (105/1945)t^7 + (62/6835)t^9 + …

    Mas Haniifa, bila menyimak angka-angka itu…bukankah ia memperkuat Ijtihad yang telah mas Haniifa tekuni selama ini…?

    Mudah-mudahan angka 1945 yang dikelilingi angka 0123456789 kelak manjadi alat pengerem bagi para Wakil Rakyat Indonesia dan Pejabat Pemerintah Indonesia namakala mereka berbuat maksiat dan mudharat.

    Ini curahan hati Rohedi kepada panjenegan sebagai sahabat baru saya.

    Wassalam,
    Rohedi.

  13. Rohedi said

    Mohon maaf, penulisan yang benar untuk deret tak hingga fungsi tangen di atas adalah :

    y(t) = t + (1/3)t^3 + (2/15)t^5 + (105/1945)t^7 + (62/2835)t^9 + …

    Wasalam,
    Rohedi.

  14. ORang Baru said

    salam kenal mas dari ORang Baru, oya silaturrahmi ke tempat saya,

    @

    Salam kenal kembali, Insya Allah

  15. Rohedi said

    Salam kenal pula @ofa,

    Barusan saya sudah ngintip blog anda…

    Mohon ditunggu ya, di blog ofa pasnya kita ngobrolin Extrapolasi Data saja ya..

    Siapa tahu data Pemilu yang barusan bisa dijadiin Model Penanganan Dini Gempa, hehehehe..

    Mohon maaf lho mas Haniifa, Rohedi bantu handle ngejawab, keknya undangan Ofa buat saya dech.

    Salam…
    Rohedi.

  16. Rohedi said

    Maaf, setelah saya baca ulang ternyata undangan itu berasal dari @ORang Baru mas Haniifa, maklum usia Rohedi sudah lebih dari paro baya hehehe.

    Bahwa angka 114, jumlah surat dalam Al Qur’anul Karim yang menurut keyakinan Rohedi, ia merupakan pencetus Pythagoras relations yang sekarang dikenal sebagai mother all of trigonometric relations and calculus itu, selanjutnya saya gunakan sebagai base dalam mewujudkan the New Numerical Scheme yang dapat menghemat time computation. Sudah banyak scheme baru yang saya create, diantaranya scheme untuk pelacakan nilai anu (nilai tunggal) dan multiple roots solusi persamaan nonlinear f(x)=0, serta Optimization without Inversion Scheme yang Insyaallah dapat dimanfaatkan tidak saja untuk menghitung waktu tiba gempa secara akurat, tetap juga dapat digunakan untuk ekplorasi bahan galian di bawah permukaan bumi, terutama yang berbasikan pada Model Multilayer of Earth.

    Hingga saat ini formula analitik untuk model bumi berlapis yang dimiliki Geo Science hanyalah untuk 4 lapis saja (see Bhatara karya).

    Rohedi tidak henti-hentinya melafalkan puja syukur kehadirat Allah SWT karena diagram AF(A) yang semula saya maksudkan hanya untuk meng-create The New Planck Formula untuk radiasi benda hitam (for Black body radiation) sebagaimana saya paparkan di:

    (http://rohedi.com/content/view/20/26/)

    via Short-Stable Modulation Technique yang kemudian saya populerkan dengan nama Anti Einstein Technique itu:

    http://rohedi.com/content/view/32/26/,

    ternyata dapat digunakan pula untuk meng-create Formula Analitik Model Bumi Berlapis untuk berapapun jumlah lapisan yang diinginkannya.

    Performansi Rohedi LAboratory di bidang pengembangan methode numerik itu terposting di blog Numerical Method Guys si pemegang Predikat Dosen Terbaik ke-7 se Benua Amerika yakni Professor Autar Kaw dari USF yang sekarang menjadi kolega senior Rohedi.

    Ini link untuk posting itu:

    http://autarkaw.wordpress.com/2008/10/30/comparing-two-series-to-calculate-pi/,

    dan

    http://autarkaw.wordpress.com/2008/08/04/a-matlab-program-for-comparing-runge-kutta-methods/.

    Wow, avatar “Denaya Lesa” Putri Pertama Rohedi yang sangat cantik itu selalu terpampang di sana, karena artikel yang memuat komentar Rohedi LAboratory selalu menjadi Top post di Blog Metode Numerik (numerical blog) terpopuler di Amerika Serikat itu.

    Mas Haniifa saya mohon tidak terbebani mengomentari posting berat ini. Saya hanya bermaksud melengkapi Blog Religi haniifa.wordpress.com dengan link-link numerical method, ya supaya lengkap maksudnya, Religion, Science dan tentu saja Mathematics sebagai Primary toolnya,

    and

    Eits…tentu saja bisa menjadi penggugah bagi para dosen di Indonesia untuk memaparkan karya dan aktifitas ilmiahnya kepada seluruh khalayak Anak Bangsa Indonesia, terlebih bagi mereka yang telah mencapai strata Pendidikan Tertinggi dengan bergelar Doktor dan Professor.

    Tidak keberatan khan mas Haniifa?

    Wassalam,
    Rohedi.

  17. Rohedi said

    Ass.Wr.Wb mas Haniifa dan semua visitor Haniifa wordpress.com.

    Rohedi perhatikan di daftar (list) top click (klik tertinggi) ada

    http://www.homeforinsurance.com/redirect/rohedi/

    Link itu adalah hadiah dari google yang menginventaris komentar-komentar (comments) Rohedi LAboratory di berbagai website dan math blogs yang pernah saya kunjungi.

    Jika sdr/i sekalian memiliki waktu luang kunjungi link-link yang ada, karena Isyaallah akan banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari sana.

    Contoh ketika visit ke alamat ini

    http://continuities.wordpress.com/2009/03/24/creating-graphs/#comment-752

    Selain ketemu avatar Rohedi, dari silaturrahim antar visitor di sana, saya dapatkan info perangkat lunak (software) gratis untuk mengeplot grafik, yakni

    http://fooplot.com/

    dan

    http://graphsketch.com/

    Sangat okay khan buat anak didik kita di sekolahan dan di kampus.

    Semoga informasi ini benar-benar barokah buat kita semua. Amiin.

    Wassalam,
    Rohedi.

  18. aslm.

    haniifa yang baik, saya masih terus mengikuti tulisan di blog ini, walaupun tidak memberi komentar.
    saya sebenarnya ingin menyampaikan bahan posting ke mas haniifa, agar dapat diperbaiki/ dikoreksi sebelum ditampilkan disite saya.

    saya memerlukan alamat email mas haniifa. boleh?.

    wasalam

    karscirebon
    http://karscirebon.multiply.com/

  19. Rohedi said

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.

    Mas Haniifa,

    Tadi malam saya posting artikel The Exact Value of Pi Number in Golden Ratio Phi di alamat ini:

    http://eqworld.ipmnet.ru/forum/viewtopic.php?f=2&t=157.

    Di pustaka yang saya rujuk, yaitu

    http://en.wikipedia.org/wiki/Golden_ratio,

    di sana terdapat 5 cara berbeda untuk menyatakan golden ratio tersebut.

    Pengungkapan bilangan Phi yang luar biasa menakjubkan adalah yang berbentuk jejeran Angka Tauhid (angka 1) yang sangat rapi dan terbingkai dalam skema pembagian bertahap (mereka menyebutnya continued fraction).

    Oleh karena kita telah sepakat bahwa Pi adalah representasi jarak tempuh sekali putar yang dilewati Nabi Ibrahim A.S dan Nabi Ismail A.S saat ber”sai” mengelilingi Ka’bah,…. bukankah ekspresi Pi dalam Phi tersebut mensyiratkan “seruan” Bapak Para Nabi itu kepada umat manusia untuk senantiasa mangagungkan Allah.

    Wassalam,
    Rohedi.

  20. haniifa said

    Wa’alaikum Salam, @All
    Subhanallah…

    @Mas Rohedi
    Saya sepakat dengan The Exact Value of Pi Number in Golden Ratio Phi karena memang dalam hal ini kita menggunakan kaidah international, jadi menggunakan kebalikan dari pangkat yaitu akar lima, sedangkan kaidah “arabic” menggunakan lima pangkat dua.

    Singkatnya pembalikan dari Kanan ke Kiri, menjadi Kiri ke Kanan 😀

    Coba @mas perhatikan tabel waqaf khusus surah Al faatihah fungsi tanda waqaf :
    Yaitu angka lima (dalam arabic) di atasnya ada Lam-alif, bukankah ini menunjukan 5^2 dalam sistem bilangan.
    Insya Allah, suatu ketika akan saya postingkan korelasi 3^2 + 4^2 := 5^2 tersirat dan tersurat pada Al Faatihah.

    @Karscirebon
    Insya Allah, soal email… jika sudah pulih 100%.
    Terimakasih sekali atas kepercayaan @Karscirebon.

    Note:
    Sampai saat ini saya belum mendapat rujukan tanda ه yang memuaskan.

    Wassalam, Haniifa.

  21. saya baru berkunjung ni pak.
    postingannya membuat saya mengkerutkan kening terus, sampe pegel, hehe.
    bacanya mesti diulang-ulang juga.
    namun, di akhirnya itu terucap kata subhanallah Allahu akbar..

    salam kenal saja dari saya.
    mohon izin, blognya saya link yah..!

    _______________

    @Mas Insanmuhamadi
    Salam kenal kembali…
    Soal link, silahkan😉

    Wassalam, Haniifa.

  22. Rohedi said

    http://arubi.wordpress.com/2009/03/18/ilmuwan-indonesia-berperan-aktif-dalam-pengembangan-geothermal-dunia/

  23. Rohedi said

    Waalaikum salam

    Baik Mas Haniifa saya dan Insyaallah semua visitor haniifa.wordpress.com dengan setia mengikuti pencerahan tentang kedua angka proporsi agung Pi dan Pi itu.

    Oh ya, barangkali ada diantara kita yang berminat Studi Lanjut ke Jerman, silahkan visit ke alamat ini:

    http://arubi.wordpress.com/2009/03/18/ilmuwan-indonesia-berperan-aktif-dalam-pengembangan-geothermal-dunia/.

    Di sana banyak info studi yang disiarkan oleh sahabat saya Prof.Agus Rubiyanto yang sekarang menjabat di Kedutaan Indonesia untuk Berlin.

    Salam…
    Rohedi.

  24. […] Super Miracle-19 := QS Al FaatihahAt Taubah 128-129 == Base On The TrueAt Taubah ayat 128 dan 129 == Tabel PrimaPoligami dimata WanitaBersembunyi di tempat terang…Hamas pahlawan kesiangan dan Salafy sujud […]

  25. Rohedi said

    Assalamu’alaikum Wr.Wb,

    Mas Haniifa dan Saudara/i semuanya yang senantiasa dirahmati Allah SWT.

    Rohedi sangat tersentuh manakala membaca ungkapan “Super Miracle-19 := QS Al Faatihah” yang tertera pada alamat mas Haniifa yang ini:

    ————–
    […] Super Miracle-19 := QS Al Faatihah At Taubah 128-129 == Base On The TrueAt Taubah ayat 128 dan 129 == Tabel PrimaPoligami dimata WanitaBersembunyi di tempat terang…Hamas pahlawan kesiangan dan Salafy sujud […]
    —————-

    Rohedi merasa perlu untuk memaparkan lebih lanjut ide yang mendasari pengembangan Smart Mathematics based on Islamic Theology.

    Sama seperti Umat Muslim lainnya, sedari kecil Rohedi tahu bahwa Surat Al Fatiihah adalah Ummul Qur’an. Namun baru memasuki usia 40 tahun Rohedi “diberi” kesempatan untuk mencari tahu kandungan ayat Al Fatiihah tersebut,terutama yang menginspirasikan pengembangan Smart Mathematics yang Rohedi lakukan. Barangkali sdr/i tidak banyak yang tahu bahwa sesungguhnya banyak sekali Problem Matematika yang belum terpecahkan hingga saat ini. Namun ketidakberdayaan Mathematicians dalam mengatasi problem mereka terselamatkan oleh berkembangnya Numerical Methods yang hingga kini dijadikan satu-satunya Solver of Mathematics Problem manakala solusi eksak analitik dari problem matematika itu belum ditemukan. Tetapi perlu Rohedi ingatkan agar sesogyanya sdr/i tidak serta merta mempercayai output solusi Metode Numerik tersebut. Karena setelah Rohedi mendapatkan solusi dari beberapa problem yang takterpecahkan itu, ternyata bila penerapan metode numerik tidak dilakukan secara cermat banyak solusinya yang menyimpang dari solusi eksaknya, sebagaimana yang Rohedi paparkan di artikel Fenomenal Invention

    http://rohedi.com/content/view/15/26/,

    dan di artikel komparasi matematikanya Einstein vs Rohedi yang di alamat

    http://rohedi.com/content/view/16/26/.

    Sudah barang tentu belum semua ayat Al Fatiihah itu Rohedi tafsirkan ke dalam matematika. Tetapi baru satu ayat, yakni

    “Iyyakana’budu wa iyyakanasta’iin yang artinya hanya kepadamu kami menyembah dan hanya kepadamu kami meminta pertolongan”.

    Semoga tidak dilaknat Allah manakala Rohedi salah dalam menafsirkan Ayat tersebut, bahwa sejatinya hamba Allah berpasrah diri nan Ikhlas terhadap kehendak Allah yang terfirmankan dalam Al Quranul Kariim.

    Rohedi selalu mengimani bahwa Allah SWT selalu menjaga keaslian Firmannya dari tangsn jahil perorangan dan sekelompok hambanya yang berupaya memalsukan Firman Allah yang diturunkan kepada Junjungan kita Nabi Muhammad SAW penutup dari para Nabi itu. Karena Firman Allah adalah “exact” yang berarti benar secara mutlak.

    Mohon maaf saya tidak mengkultuskan fungsi tangen (tangent function)

    y=tan(t) , ……(1)

    yang merupakan solusi eksak dari persamaan diferensial arctan (arctangent differential equation)

    dy/dt=1+y^2, untuk t(0)=0, y(0)=0.

    yang telah Rohedi paparkan pada komentar ke-12 dan ke-13 artikel ini. Tetapi ada kemiripan terhadap keaslian Firman Allah SWT dengan ke-eksakkan fungsi tangen tersebut.

    Buktinya?

    Setelah diamanahi Stable Modulation Technique (SMT) Rohedi mendapatkan bentuk lain dari solusi arctangent differential equation tersebut, yakni

    y(t)= sin(2t)/[1+cos(2t)], ….(2)

    Kesamaan solusi fungsi tangen Pers.(2) terhadap Pers.(1) itu pernah ditanyakan oleh Astrid Denaya Lesa sang Public Relation rohedi.com kepada Masteranza salah seorang mantan Juara Olimpiade Matematika Internasional asal Polandia di alamat ini

    http://masteranza.wordpress.com/2008/06/26/geometry-no1-theorem/

    yang kemudian dijawab oleh beliau di alamat ini

    http:// masteranza.wordpress.com/2007/ 12/30/useful-tangent-triangle- identities/#comment-261,

    bahwa Pers.(1) dan Pers.(2) tepat sama.

    Baiklah, sekarang kita uji bersama apakah kedua fungsi tangen itu tepat sama. Masukkan t=pi/2.

    Menurut Pers.(1)

    tan(pi/2)=sin(pi/2)/cos(pi/2)

    yang memberikan

    tan(pi/2)=1/0, …..(3)

    Sementara sesuai rekomendasi Masteransa, Pers.(2) dapat kita tuliskan dan didapatkan

    tan(pi/2)=sin(2*pi/2)/[1+cos(2*pi/2)]

    atau

    tan(pi/2)=sin(pi)/[1+cos(pi)]=0/[1-1]

    yang memberikan

    tan(pi/2)=0/0, ……(4)

    Atas fakta Pers.(4) inilah Rohedi pernah menginfokan bahwa sesungguhnya matematika sempat pula tidak “eksak” sebagaimana ditunjukkan oleh Pers.(2) yang Rohedi klaim sebagai solusi terbaru dari fungsi tangen. Klaim Rohedi tersebut kemudian ditentang habis-habisan oleh sdr.Watchmath yang sanggahannya bisa dibaca di komentar Rohedi tentang A new tangent function pada

    http://rohedi.com/component/option,com_maxcomment/task,viewcomment/id,33/lang,en/Itemid,26/limitstart,10/limit,10/.

    Karena menurut watchmath Pers.(2) dapat diperoleh secara langsung dengan menggantikan tlangsung dengan 2t terhadap bentuk fungsi tangen yang telah ada sebelumnya yakni tan(t/2)=sin(t)/[1+cos(t)].

    Subhanallah,….Keaslian the exact solution of tangent function tersebut tetap terjaga hingga kini. Mengapa?, karena angka 0/0 itu adalah bukan bilangan alias Not A Number. Terbukti manakala kita menjumpai suatu fungsi yang bernilai 0/0 itu, maka De Moivre Theorem mengharuskan kita untuk mengambil nilai limitnya, yang untuk Pers.(2) kita harus terapkan operasi limit di t=pi/2, yaitu

    tan(pi/2) = limit(t—>p/2)…..2cos(2t)/[-2sin(2t)]

    artinya

    tan(pi/2) = -cos(2*pi/2)/[sin(2*pi/2)]

    yang memberikan

    tan(pi/2) = -cos(pi)/sin(pi) = -1*(-1)/0 = 1/0

    yang tepat sama dengan tan(pi/2) di Pers.(3).

    Semoga penyelamatan terhadap ketidak-eksakan tan(pi/2) oleh Pak De Moivre melalui De Moivre Theorem-nya itu dapat dijadikan Model Matematika atas Janji Allah dalam menjaga keaslian (ke-eksakan) Firmannya.

    Saya menghaturkan ucapan terima kasih pada sahabat saya sdr.Abas S.Sos yang turut memantau proses editing narasi post ini dari salah ketik).
    ———————————-

    Mas Haniifa dan sdr/i yang senantiasa dirahmati Allah SWT.

    Melalui sesi komentar ini Rohedi perlu sampaikan ralat, bahwa tanpa disengaja ternyata Rohedi telah melakukan kesalahan dalam menuliskan deret takhingga fungsi tangen. Ralat ini juga berlaku untuk posting saya yang di

    http://ayruel.wordpress.com/2009/04/12/tanda2-kiamat-yang-menakjubkanterjadi/

    dan

    http://ariaturns.wordpress.com/2008/08/18/pi/,

    Pada posting itu tertulis
    ———
    tan(t) = t + (1/3)t^3 + (2/15)t^5 + (105/1945)t^7 + (62/2835)t^9 + (353792/11!)x^11 + (22368256/13!)x^13 +…

    Simak komentar ke 13 di:

    https://haniifa.wordpress.com/2009/04/03/at-taubah-ayat-128-dan-129-tabel-prima/#comment-679

    yang menurutnya deret Rohedi itu aneh. Kali-kali karena ada koefisien yang ini ya (105/1945) yang ndak pernah dia temukan di Mathematics Handbooknya.
    ——-

    Narasi yang benar adalah:

    tan(t) = t + (1/3)t^3 + (2/15)t^5 + (17/315)t^7 + (62/2835)t^9 + (353792/11!)x^11 + (22368256/13!)x^13 +…

    Simak komentar ke 13 di:

    https://haniifa.wordpress.com/2009/04/03/at-taubah-ayat-128-dan-129-tabel-prima/#comment-679

    yang menurutnya deret Rohedi itu aneh. Kali-kali karena ada koefisien yang ini ya 17/(7×45) yang ndak pernah dia temukan di Mathematics Handbooknya.

    Sdr/i sekalian dapat mengecek penulisan deret takhingga fungsi tangen versi Rohedi itu di

    http://joko-cute.blog.friendster.com/2007/05/

    dan

    http://www.mathworks.com/matlabcentral/link_exchange/MATLAB/Mathematics/Numerical_Computation/index.html

    Sungguh tidak disangka bahwa upaya Rohedi untuk mengingatkan para Pejabat Negara untuk tidak melakukan mudharat seyogyanya tidak dilakukan dengan menyandingkan Angka Tauhid (19–>1+9=101+0=1) dan Angka Lucky (45–>4+5=9), karena 17/315 berbeda dengan 105/1945, namun yang diperkenankan adalah 17/(7×45). Semoga penulisan koefisien suku ke-8 deret Maclaurin fungsi tangen dari 17/315 menjadi 17/(7×45) dapat mengingatkan tidak saja para Pejabat RI tetapi juga seluruh anak bangsa Indonesia terhadap Visi Pendidikan the founding fathers yang mendambakan bangsa Indonesia menjadi Bangsa yang Cerdas sebagaimana dicanangkan sejak Proklamasi Kemerdekaan RI 17-8-45.

    Semoga posting Model Matematika dari Keaslihan Firman Allah ini melengkapi ijtihad Mas Haniifa dalam mengembangkan Matematika Islam. Dan bilamana ada yang tidak benar dari tulisan ini mohon untuk dikoreksi.

    Wassalam.
    Rohedi.

    • haniifa said

      Wa’alaikum Salam, @Mas Rohedi
      Subhanallah…
      Jujur saja saya kagum akan kegigihan @mas dalam “memproklamirkan” penemuan-penemuan matematis yang menurut saya cukup spektakuler dan Alhamdulillah saya selalu mengikuti wacana dari link yang @mas sajikan.
      Insya Allah, suatu saat akan bertemu dengan yang lebih berkompeten terhadap “Visi Pendidikan the founding fathers yang mendambakan bangsa Indonesia menjadi Bangsa yang Cerdas sebagaimana dicanangkan sejak Proklamasi Kemerdekaan RI 17-8-45.“, saya kira menjadi impian kita bersama.
      Dari lubuk hati yang dalam saya merasa bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala, atas kesediaan @mas Rohedi dan rekan-rekan melengkapi postingan ini. Semoga Allah membalasnya serta selalu memberikan kekuatanNYA, Amin.

      Wassalam, Haniifa.

  26. Rohedi said

    Assalamu’alaikum Mas Haniifa dan dkk,

    Sebagaimana yang Rohedi post di kolom komentar

    http://rohedi.com/content/view/33/1/,

    berjudul Model Matematika Keaslian Firman Allah. Di sana
    ada revisi penting terhadap penggagas teori limit, yakni Pak L’Hospital dan bukan Pak De Moivre.

    Harap Maklum, dan Wassalam.
    Rohedi.

    • haniifa said

      Wa’alaikum Salam, @Mas Rohedi
      Terimakasih @mas atas koreksinya, saya kira rekan-rekan memakluminya.
      Namun mohon maaf saya belum bisa berkometar lebih banyak, misalnya dari sbb:

      http://autarkaw.wordpress.com/2008/10/30/comparing-two-series-to-calculate-pi/

      Dalam benak saya berfikir bahwa mereka menyerahkan algoritma pembulatan kepada komputer, saya jadi ingat masa-masa kejayaan komputer IBM seluruh produsen komputer menyatakan kompatible IBM artinya mereka meniru algorima pembulatan yang di “op-code” kan oleh IBM dan seperti kita ketahui saat itu arsitektur komputer hanya baru mampu 16 bit saja.
      Singkatnya setiap nilai diskrit memiliki pengkodean nilai antara 0 sampai dengan 65535 atau (2^16)-1. Nilai tersebut
      kemudian dipetakan menjadi nilai pecahan antara 0 sampai dengan 1 dengan menggunakan fungsi, F = n/65535

      Wassalam, Haniifa.

  27. […] At Taubah ayat 128 dan 129 == Tabel Prima […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: