حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Kenapa manusia harus ber “Agama” ?

Posted by حَنِيفًا on December 24, 2007

Salam,

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Ahad. (QS 112:1)
Abjad = diawali huruf “A”
Alpha = diawali huruf “A”
Arab = diawali huruf “A”
Ahad (bhs. Arab) = diawali huruf “A”
Alif (bhs. Arab) = diawali huruf “A”
Ahmad (QS 61:6 merujuk Nabi Muhammad s.a.w) = diawali huruf “A”

Sinar “Gama” adalah sinar yang tidak dapat dibelokan oleh medan magnet (lurus).
A(lpha) + Gama = A Gama = Agama
Agama yang lurus adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad s.a.w
” Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya ” (QS 50:16)

Wassalam.

42 Responses to “Kenapa manusia harus ber “Agama” ?”

  1. john said

    Kalau Religion A nya mana ?
    emang cuma Indonesia yang punya “A”gama
    bagamaina dengan inggris dengan religion
    perancis dengan bla – bla bala
    Swedia
    India
    DLLLLLL……

    @mas John
    Kalau Religion A nya mana ? Religion Alif
    emang cuma Indonesia yang punya “A”gama…Seingat saya asal muasal “A”gama Samawi dari bumi belahan “Timur” dan diperuntukan seluruh Umat Manusia (Belahan dunia Barat dan Timur), temasuk negara-negara yang mas sebutkan.
    • aljabar linier said

      mungkin maksudnya mas haniifa yang boleh beragama hanya orang yang paham bahasa indonesi

      • @Mas Aljabar Linier
        Maksud saya orang-orang Indonesia yang sok jago bahasa Asing, ternyata mulai frustasi melihat artikel-artikel sayah… hehehe…. 😀

      • Rubon said

        @Sdr/i Aljabar Linier
        Paham sejarah bangsanya dan paham sejarah Agamanya serta paham sejarah yang berkaitan dengan bidang ilmu yang ditekuninya. bukan seperti anda … hehehe…

        aljabar linier said
        July 18, 2012 at 5:55 am

        Pembuktianx aneh-aneh, pake bawa Al-Qur\’an segala, mas haniifa gk salah tafsir tuh ??? Al-Khawarizmi saja bilang 0/0 undefined. oiya sekedar info buat mas haniifa kalo Al-Khawarizmi itu matematikawan muslim terbesar lho… Klo saya sih menganggap Al-Khawarizmi itu matematikawan terbesar sepanjang sejarah

        hahaha…. hanya manusia tak tahu diri saja , yang berkomentar seperti saudara :mrgreen:

      • cekixkix said

        @Om Alja lie waja liar😆
        Kheknya elo kagak tahu artinya “a religion“, depannye pake huruf antum kelentum kestrum… Cekixkix…kix…kix..kix..
        Makanye elo jangan banyak makan hamburger Ibab😆

  2. john said

    A theis ?
    A = Tidak

    Seingat saya asal muasal “A”gama Samawi dari bumi belahan “Timur” dan diperuntukan seluruh Umat Manusia (Belahan dunia Barat dan Timur), temasuk negara-negara yang mas sebutkan.

    Mas yang tegas donk kalo seingatnya kok kelihatannya masih meragukan kalo tidak disertai dasar – dasar yang kuat
    A gama
    A theis
    A moral
    What next ???

    @mas John
    Mas yang tegas donk kalo seingatnya kok kelihatannya masih meragukan ..😀
    Mas John yang teliti dunk bacanya…silahkan simpulkan sendiri
    Coba mas simak yang saya ingat sekali,
    Ahad (bhs. Arab) = diawali huruf “A” ….saya ingat dalam kontek bahasa ARAB
    Alif (bhs. Arab) = diawali huruf “A” ….saya ingat dalam kontek bahasa ARAB

    A theis ?
    A = Tidak

    Saya ingat dalam kontek bhs. Inggris😀

    What next ???
    Maaf mas tidak bisa saya jawab diluar area postingan yang saya maksud, semisal saya memberikan sebuah kata “Ad’diin” tentu diskusi kita akan melebar kemana-mana dan ini bukan tujuan.

    Trim’s atas kunjungannya.

  3. john said

    ya trima kasih juga atas tanggapannya bukannya ngetes cuma mau sharing dan gw sedikit banyak dah bisa tau kok postingan ini kayak apa..
    sebagian dari kesimpulan saya :

    antara A gama dan Bahasa arab
    dan seingat saya A (abjad) bukan dari bahasa arab.

    jadi pada intinya kesimpulan saya : masih bayak belajar untuk ber posting ria untuk tidak mengaburkan mau di bawa kemana postingan ini

    Nice to sharing with u
    GBU

    @mas John
    Kembali kasih mas…
    Betul kata mas, saya memang perlu ” masih bayak belajar untuk ber posting ria
    Terutama dari orang-orang sekaliber mas John, terus terang saja saya kagum atas ketelitiannya😀
  4. Yang jelas……kalau nggak beragam …..ya ..apa bedanya kita dengan binatang,,,

    @
    😀
  5. john said

    Lo kok anda ngawur, binatang itu ya beragam, lagian kita itu secara biologi juga “binatang” alias omnivora/mamalia
    sesama “binatang” aja kok sombong
    biasa aja lah …

    @mas John eh… om
    om Bonbi kasih saran …😀
  6. john said

    Ada yang jual neeeeeh…. ?
    Gw beli dah….!!

    Alhamdulillah….
    Semoga Tuhan mengampuni Anda
    Eling lan Waspodo ya mas

    Haniifa KENAFA Gak Ganti aja namanya jadi h A N I I M AL ….
    atau H A n II FUCK biar lebih sangar

    kayaknya lbih cocok
    He3X…

    @mas John
    Lho…
    Maksud saya Om Jm Bon 2…. kok. ?? (biner=2)
  7. Abudaniel said

    Salam,
    Kalau saya seeh sampai mati nggak mau disebut binatang maupun keturunan binatang seperti katanya Oom Darwin.
    Sepintar-pintarnya binatang, pasti sifat asli binatangnya akan muncul.
    Jadi kalau ada manusia yang mengaku binatang,…… pantasan.
    Dibenari malah nolak, dikasi tahu malah nggak mudeng mudeng juga.
    Salam damai,

    @
    Salam damai dan sejahtera.
  8. Abudaniel said

    Assalamu’alaikum,
    Bukan Partai Damai Sejahtera kan?.

    Wassalam,

    @
    Wa’alaikum Salam, mas Abudaniel
    Partai ??..he.he.he biasanya kalau deket pemilu … penuh dengan janji-janji
    Rakyak belum sejahtera partai sudah damai pat gulipat … 😀
  9. john said

    Kalau gak mau disebut binatang jangan nyebut orang lain binatang,
    mas sendiri yang bilang kalau berbaik pada orang untuk kebaikan diri sendiri ya tho… (kera berasal dari …..)

    Emang anda siapa membenari

    orang yang merasa paling benar sendiri disebut apa…
    Apakah dengan Islam merasa paling benar terus sewenag – wenang mengira non Islam semua binatang

    Mengapa manusia harus beragama kalau hanya untuk menghujat lainnya
    Apakah seperti itu yang diajarkan Pembawa Agama anda ???

    @mas John
    Rasanya dipostingan ini saya tidak menyebutkan binatang…😦
  10. Nggak ngerti jhon kali…..Nggak pernag ada tuh yang namanya non islam dari binatang,,,yang ada kan yahudi dikutuk jadi kera….

    Salah tangkap jhon kali……lagian dalil mau dilawan…

    Menghujat itu seperti mengatakan ISLAM TERORIS……tanpa alasan yang kuat(atau malah scenario america yang membom WTC sendiri)
    Atau FILM FITNA sekarang ini….kami cuma membantah toeri darwin yang mengatakan manusia dari………..Dst
    Sedangkan kami malah mengangkat nama kera ….Sebagian kera terjadi karena proses kutukkan terhadap yahudi yang membangkang ,bukan yahudi yang masih taat.Dalam islam pun ada yang kena kutuk menjadi batu,anjing dll karena durhaka,atau sebab lainnya.

    Ngerti nggak jhon……..

    @
    😀
  11. E……jhon kalau memang binatang itu punya akal & beragama
    Seharusnya binatang donk yang lebih maju daripada manusia,sebab binatang lebih duluan hidupnya daripada manusia(kan udah dibuktikan melalui temuan fosil anda sendiri)tinggal anda sadari anda manusia atau bukan
    Manusia = akal & nafsu
    Binatang = Nafsu
    Sekali2 ikuti akal anda ,jangan otak anda yang penuh dengan nafsu kebinatangan.
    Maaf agak keras dikit jhon…ntar kalo belum ngerti ..akan lebih keras lagi

  12. john said

    Anda harusnya lebih paham apa perlu saya garis bawahi secara B I O L O G I
    Manusia itu Binatang

    Ilmu dan Agama silakan di SANDINGKAN
    Ilmu itu karena ada Otak

    Agama tanpa Ilmu ya kayak Anda itu maunya menang sendiri

    Dalil itu urusan Tuhan
    Kalau Tujuan anda menyebarkan dalil hanya untuk mengembar gemborkan Kera dll. untuk memprovokasi What Next…?

    @mas John
    Manusia itu Binatang… menjelaskan apa yang mas john fahami, dan ini berbeda dengan yang saya fahami bahwa “manusia berbeda dengan binatang“.

    Ilmu itu karena ada Otak…. Binatang tidak berilmu walaupun punya otak, seperti saya yang sedang ngetik depan komputer… 😀 , Otak manusia mempunyai sistem limbik dan bagian lain di tengah otak yang masih sangat misterius. Wilayah ini bertanggung jawab terhadap fungsi luhur yang sangat erat terkait dengan emosi seseorang. Sikap jujur, adil, pemaaf, mencintai, membenci, sedih, gembira, dan menderita diatur mekanismenya di wilayah bagian tengah otak ini. Perlu ditegasi ini yang saya fahami “manusia berbeda dengan binatang“.

    untuk memprovokasi What Next…??? Silahkan mas John simak, bagaimana cara saya menanggapi keluhan mas Ayruel.
    Demi kenyamanan pembaca, komentar-komentar yang terlalu “Sarkas” saya hapus.

    Wassalam, Haniifa.

  13. ElZa said

    Assalam..

    Dihadapan Allah, manusia yang “tidak beriman” tidak ada bedanya dengan binatang, bahkan lebih rendah dari itu.
    Alam semesta saja tunduk patuh kepadaNya, sehingga pergerakan Bintang, matahari, planit, bumi, galaksi sedemikian teratur hingga detik perdetik.
    tetapi kebanyakan manusia lebih suka mengikuti hawa nafsunya.
    Serakah, menghalalkan segala cara yang penting gemuk/kaya.
    Kera, wujudnya mirip manusia, tetapi sifat-sifatnya buruk, serakah, menghalalkan segala cara, tidak tahu malu, egois dsb.

    Begitu juga babi ,nafsu seksnya melampaui binatang lain, memakan apa saja meskipun bukan hal yang layak dimakan dsb.
    dalam kitab injil yang aslipun babi diharamkan.

    Ini bukan soal kita ini bangsa apa, hidup di negara mana, turunan siapa, tapi marilah kita lihat apakah cermin diri kita seburuk binatang? atau seindah manusia?
    karena Allah berfirman:
    Tidak aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali beriadat kepadaKu.
    Beribadat berarti mematuhi semua aturan dan menjauhi segala larangan, sehingga sifat dan perilaku kita sudah tidak seperti sifat buruk binatang lagi.

    Salam.

    @
    Terima kasih mas Elza atas pencerahannya, yang telah menyadarkan kita (khususnya saya) bahwa rasa kemarahaan dapat menutupi cara berfikir logis kita, melebihi sifat buruk binatang.
  14. Assalamu alaikum…
    ya dech ..maaf sekali lagi ya jhon(kan udah mintak maaf sebelumnya,nulisnya kan juga model bercanda,jhon sensitif ni)
    Ok…….ya.
    Kalau Manusia itu binatang berakal sih boleh…(Kalau binatang saja ..itu tanda tanya).Memang ada kitab2 ulama yang menjelaskan ALINSAANU HAYAWAANUN NATIQUN
    = Manusia hewan yang berbicara

    Kalau memang ilmu ada karena otak…???
    Sampai sekarang saya belum pernah mendapatkan jawaban dari ayam bahwa 1+1=2 atau ayam bikin computer.(itu kan logika bukan maksud menghina)
    Begitu juga dengan orang yang sudah mati(Otaknya kan ada dan masih banyak organ tubuhnya yang masih bagus,malah ada yang bisa cangkok organ tubuh)
    Mohon maaf sama penulis & jhon (sekali lagi), saya agak kasar,maklum aja …kan manusia.
    Ini udah nggak nyambung lagi nich dengan topicnya

    Sekian wassalam

    @
    Wa’alaikum Salam, mas Ayruel.
    Sedikit sentilan seeh, kayaknya nggak apa-apa…😀
    Diforum bebas ini… justru saya mendapatkan berbagai tambahan kefahaman tentang kehidupan dari rekan-rekan yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan tanggapkan pada postingan ini, yang sudah tentu jauh dari sempurna.
  15. the70no said

    Wah…wah…wah…rame neeh…daku masih sempet gak neh ikutan…
    Selintas baca postingan ini mulanya gak berkesan bgt, tapiii…maaf mas Haniifa itu bukan bermaksud merendahkan kualitas intelektual mas. Mungkin karena kelalaian daku semata, tetapi daku menangkap maksud postingan ini yaitu usaha mas Haniifa menyampaikan kebenaran. Manusia tak cuma harus tetapi membutuhkan agama, karena agama merupakan sekumpulan aturan hidup agar manusia dapat berinteraksi antara sesama dan lingkungannya dengan harmonis. Manusia secara naluriah ingin benar, bahagia, selamat, maka membutuhkan aturan yg luhur, murni, lurus, bersih, universal dan benar. Tanpa aturan itu akan terjadi chaos, kerusakan di muka bumi yg pada akhirnya akan merugikan manusia itu sendiri. Aturan hidup itu ada yg dicoba dibuat sendiri oleh manusia, yg terbukti tetap saja tidak universal. Padahal Alloh swt. sejak jaman nabi Adam as. sampai nabi Muhammad saw. telah memberikan panduan hidup yg sangat dibutuhkan manusia itu. Panduan hidup yg dibuat oleh Tuhan Semesta Alam, Rabbinnas, tentulah amat amat sangat precicious sesuai kebutuhan manusia tadi.

    Mas Haniifa, menyampaikan kebenaran itu menanjak lagi sukar…tul ga?? Mudah2an Alloh swt. selalu memberi kekuatan tuk selalu lurus di jalan-Nya. Semoga Alloh mengampuni dosa2 yg telah terlanjur di perbuat, mohon maaf kepada khalayak jika ada yg tersinggung.

    dagh … dolo yawww

    @mas the70no
    Menyampaikan kebenaran itu menanjak lagi sukar…?? Betul sekali mas the70no, namun saya yakin pada dasarnya sifat manusia ingin baik dan selalu memperbaiki diri, karena manusia sebenarnya mahluk yang lemah dan hanya dengan cara berinteraksi dengan sesamanyalah akan menjadi suatu kesatuan yang kuat, sudah tentu harus menggunakan aturan yang absolute dari Sang PenciptaNya dan membebas diri dari prasangka buruk.
  16. john said

    Apa yang kamu yakini sebagai sebuah Kebenaran
    Mungkin bukanlah sebuah kebenaran buat yang lainnya

    Kebenaran hanya milik Tuhan
    Manusia gak punya daya dan upaya untuk menentukan kebenaran yang sejati

    Masalah otak dan ilmu
    Kalau anda gak punya otak anda bisa punya ilmu nulis gak ???..
    otak itu alat
    Ilmu itu buah/Hasil
    Kalau gak ada alat niscaya ada hasil
    J E L A S !!!
    Ayam juga punya ilmu untuk bertelur, berkembang biak melindungi anak berlindung dari bahaya dll..
    Kalau anda membandingkan Ilmu Ayam dengan manusia yang notabene ilmunya bisa bikin komputer bla bla bla…
    P L I S DEH
    Anda itu cuma waton ngeyel
    Ayam tu bandingkan dengan ayam
    Manusia dengan manusia
    Kalau anda membandingkan manusia / anda sendiri dengan ayam
    ya monggo saja itu cerminan dari anda…. kok mau maunya…
    Otak = alat = kata benda
    Berpikir = predikat/Kinerja alat
    Ilmu = Hasil

    @mas John
    ???
  17. On#Sekstop said

    Analogi yang logis buat saya.

    ditempat saya, ada orang yang gak bisa nulis, ilmunya dikit, tapi kok dia tau ya.. kalau belanja uang kembaliannya.. ? :

    @
    Trim’s atas apresiasinya…😀
  18. Abudaniel said

    Assalamualaikum,
    Kenapa tidak dibalik saja jadi begini. Binatang, secara biologi “mirip” manusia. Kalau ada istilah ” Manusia adalah hewan yang berakal”, kita balik ” Binatang adalah manusia yang nggak berakal”. Jadi “Manusia” yang tidak bisa membedakan yang benar dengan yang salah, yang baik atau yang buruk, atau dengan kata lain hanya menggunakan nafsunya saja, adalah termasuk manusia yang tidak punya akal alias “binatang”. Siapapun dia, mau Kristen ke, Yahudi ke, Islam ke, dan lain sebagainya. Selama dia tidak punya “akal” maka sama saja dia dengan “binatang”.
    Mengenai otak. Ada manusia yang punya otak tapi nggak punya akal.
    Punya otak belum tentu punya akal. Tetapi, manusia berakal pasti punya otak. Orang gila juga punya otak. Apakah dapat berpikir dan punya akal?.
    Binatang juga punya otak. Apakah dapat berpikir dan punya akal?.
    Memang kalau kita lihat, banyak binatang sirkus kelihatannya “cerdik”. Apakah mereka berpikir dan menggunakan akal melakukannya?.
    Setahu saya, bintang hanya dibekali insting untuk berbuat dan meniru yang ditanamkan diotak mereka, termasuk bagaimana untuk menghindari musuh, mencari makan, berburu, dsb. Kelihatannya mereka belajar, tetapi kenyataannya hanya meniru. Ayam bertelur, bukan karena punya ilmu. Tetapi instingnya yang memerintahkan untuk bertelur kalau memang sudah ada telur didalam “rahim”. Persis, seperti kita mau buang air besar. Dari bayi kita tidak pernah diajarkan bagaimana caranya mengeluarkan kotoran. Tetapi yang diajarkan supaya kita mengenal tempatnya dan melatih waktu buang airnya. Cara mengeluarkan kotorannya, ya berdasarkan insting yang sudah terprogram diotak kita. Nggak perlu dipikirin. Tinggal jongkok, preeeet. Selesai.
    Bagaimanapun kita mengajar ayam cara bertelur yang baik, tetap saja dia akan bertelur persis sama caranya dengan yang selama ini dilakukannya.
    Ada ilmu yang dihasilkan karena akal menggunakan otak untuk berpikir dan belajar.
    Tetapi ada juga ilmu yang bukan hasil dari pembelajaran atau pemikiran oleh otak maupun akal. Sehingga kita sering mengatakan “ilmu” yang tak masuk akal. Contohnya : Nabi Isa AS ( Jesus) menghidupkan orang mati. Apakah beliau menggunakan otaknya untuk berpikir dan belajar bagaimana caranya menghidupkan orang mati?. Apakah akal beliau yang memerintahkan otaknya untuk berpikir dan belajar yang demikian itu?. Tidak. Jadi, tidak semua ilmu adalah hasil olahan otak. Dan tidak juga semua otak menghasilkan ilmu. Otak yang berakal dan mau berpikir pasti menghasilkan ilmu. Otak adalah alat akal untuk berpikir dan menghasilkan ilmu.
    Akallah yang mengatur bagaimana cara menggunakan ilmu dengan benar, sementara nafsu pula menjuruskan ilmu kejalan yang salah.

    Memang, manusia tidak berhak menentukan itu salah dan ini benar. Saya setuju, bahwa benar dan salah adalah hak dan milik Tuhan untuk menentukannya.
    Tetapi, kita jangan lupa. Penilaian kita terhadap kebenaran dan ketidak benaran juga kita peroleh atas tuntunan dari Tuhan. Bukankah Tuhan telah menurunkan ajarannya tentang benar dan salah?. Bukankah Tuhan juga telah membuat pemilahan tentang perbuatan yang mana benar dan yang mana salah?. Bukankah manusia juga telah dibekali otak dan akal serta hati nurani untuk bisa menimbang yang mana benar dan yang mana salah. Mungkin saja otak dan akal, kadang-kadang rancu dalam penilaian benar dan salah. Tetapi saya yakin bahwa hati nurani kita sulit untuk dibohongi mengenai benar dan salah. Walaupun kita berusaha sedapat mungkin menutupnya dengan keegoan kita, hati nurani kita akan tetap mengatakan ini benar dan itu salah.
    Betul kata anda. Kebenaran bagi kita, belum tentu kebenaran buat orang lain. Begitu juga sebaliknya, kesalahan menurut kita belum tentu salah menurut orang lain.
    Karena penentuan kebenaran dan kesalahan suatu keyakinan atau perbuatan, bertolak dari sudut pandang dan persepsi masing-masing.
    Disinilah otak dan akal serta hati nurani kita berperan. Mencari dalil (bukan dalih), menggali berbagai bukti, membandingkan, menimbang kemudian memutuskan. Benarkah ini?. Salahkah itu?.

    Wassalam,

    @
    Wa’alaikum Salam,
    Sepertinya itulah esensinya yang mas Abudaniel paparkan, menjelaskan kita sebagai hamba Allah yang membedakan kita (manusia) dengan mahluq lain.
  19. john said

    Kalau anda mengagungkan akal dan insting berarti anda meragukan Tuhan yang telah MENGATUR segala tingkah laku Alam semesta dong, karena pada hakikatnya semua intuisi , keputusan , tindakan adalah kehendakNYA, bukan kehendak orang/manusia).

    Dia berkuasa atas segala sesuatu”(Huwa ‘ala kuli shai’in qadir).

    tidak sedikit umat muslim yang baru punya ilmu sedikit¦sudah merasa lebih alim/beriman daripada orang laen(seperti iblis yang sudah merasa diciptakan dari api, sebagai sarjana surgaa¦.hingga tidak mau menghargai Adam AS yang terbuat dari tanah), itulah gambaran bagi orang yang hanya melihat penampilan.

    Tidakkah kau tahu PERBEDAAN ADALAH RAHMAT Bukannya setiap Perbedaan adalah Antara Manusia dan Binatang Sungguh Betapa Angkuhnya Anda …. Nabi Muhammada SAW pun pernah bersabda : perbedaan di kalangan umatku adalah rahmat

    @mas John
    Kalau anda mengagungkan akal dan insting berarti anda meragukan Tuhan… Rasanya kurang setuju dengan mas John, sebab setinggi apapun penganggungan kita tetap saja dibawah Allah Yang Maha Agung, sehingga setiap rukuk dalam shalat umat islam biasanya menyebutkan “Maha Suci Allah yang Maha Agung”.

    Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai al asmaulhusna (nama-nama yang baik). [QS 20:8]

    Mengenai perbedaan adalah rahmat… Yap saya setuju, bahkan Allah berfirman :

    Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, [QS 5:48]

    Soal Iblis sebagai sarjana surgaa ….😀 sampai detik ini saya blon dapat referensinya.

    Wassalam, Haniifa.

  20. john said

    Koreksi Nabi Muhammada SAW = Nabi Muhammad SAW

    @😀
  21. john said

    Kalau anda mengagungkan akal dan insting berarti anda meragukan Tuhan yang telah MENGATUR segala tingkah laku Alam semesta dong, karena pada hakikatnya semua intuisi , keputusan , tindakan adalah kehendakNYA, bukan kehendak orang/manusia).

    Rasanya kurang setuju dengan mas John, sebab setinggi apapun penganggungan kita tetap saja dibawah Allah Yang Maha Agung, sehingga setiap rukuk dalam shalat umat islam biasanya menyebutkan “Maha Suci Allah yang Maha Agung”.

    kok daya sambung anda rada aneh ya mas

    coba ditelaah lagi ya mas

    maaf : kemampuan memahami kalimat dan ketelitian anda masih kurang
    bukannya kalimat mas malah menguatkan pernyataan di atas ???

    @mas John
    Ya…memang…😀 Maksudnya semakin kuat kita mengagungkan akal dan fikiran semakin lebih bersyukur kepada pemberianNya (yaitu akal dan fikiran yang diberikan oleh Allah yang Maha Agung), bukan sebaliknya semakin “MERAGUKAN”
  22. Assalamu alaikum wr wb

    Rupanya…Jhon muslim juga..kirain atheist kayak si daeng..maaf sekali lagi ya jhon..Saya salah sangka kepada jhon..(namanya aneh sich)yang jhon tulis diatas …mantap tuh
    Wasaalam

    @
    Wa’alaikum Salam Wr.Wb.😉
  23. malaslogin said

    Saya punya boss yg ngasih mobil bagus n keren buat inventaris. Wuih…baek bgt ya bossku. Udah orangnya baek, low profile lagi. t o p deh. Mobil itu saya pakek, eh…cewek2 pada ngelirik … gila…mobilnya bagus bgt mas…keren..uy…sedih yg keren kok mobil nya apa orangnya kagak ya??🙂 Saya bilang ini mobil punya boss saya. Wah bossnya pasti orangnya kaya bgt ya kata orang2 itu.

    Eh nyambung gak seh sama topik ini??🙂 disambungin aja ya😛 Orang muji2 mobil kerennya saya jadi ingat pemilik sebenarnya mobil itu. Segala pujian, pengagungan atas apa yg dimiliki akan kembali kepada pemilik sebenarnya segala pujian itu. Siapakah Dia?? Pemilik Seluruh Alam Semesta Yang Maha Kuasa Atas Sesuatu.

    Segitu aja dolo … ntar disambung lagi kalo ada kesempatan. Thanks Mas Haniifa.

    @mas The70no
    Terima kasih mas, komentar mas ini memang terkait dengan yang dimaksud beliau…. mudah-mudahan menjadi perenungan buat kita (khususnya saya).😦
  24. Assalamu alaikum wr wb

    yang berpikr itu apa ya…….?
    http://ayruel.minanghosting.com/2008/04/akal-atau-otakkah-yang-berfikir/

    Wassalam

    @
    Waalaikum Salam Wr. Wb,
    Saya jawab dipostingan mas Ayruel yach…
  25. […] y. Kebenaran = K-e-b-e-n-a-r-a-n…..jumlah huruf 7 ….benar = b-e-n-a-r…..jumlah huruf 5 ….be = b-e…..jumlah huruf 2 ….nar = n-a-r…..jumlah huruf 3 ….nr = n-r…..jumlah huruf 2 ….a = a…..jumlah huruf 1 […]

  26. Amir P said

    Wah, mas posting dan comment topiknya jadi jauh banget.

    Jangankan sejauh itu, mari kita ngomongin postingnya aja. Apa perlu daya kontemplasi yang cukup tinggi sampai saya ngerti isi postingnya?

    Pertanyaannya apa hubungannya keperluan beragama dengan huruf A? Bukankah itu agak maksa?

    Mohon maaf, kalau bisa dijelaskan sejelas2nya, siapa tau saya yang tidak dapat menangkap pesan kriptik bung haniifa. (boleh panggil bung toh?)

    @Bung Amir P.
    Terima kasih atas kesediaannya berkunjung.
    Soal daya kontemplasi mohon maaf saya tidak bisa mengomentari lebih banyak, namun jelasnya Allah selalu memberikan tanda-tanda sebagai bahan pemikiran manusia. Selanjutnya soal pemaksaan saya kira tidak ada paksaan dalam beragama apapun (mohon maaf, mungkin bagi yang tidak beragamapun demikian).
    Jujur saja saya seorang yang beragama Islam, dan sesuai dengan perintah Agama bahwa ketaqwaan dan keimanan akan meningkat dengan cara mengoptimasikan pola fikir (dalam hal ini patern aqal yang berkesinambungan).
    Disisi lain soal isi postingan dan jawaban komentar, insya Allah saya tidak berkeberatan… baik menyambung atau tidak berkaitan sama sekali dengan postingan ini, jujur saja tujuan saya hanya sebatas menyampaikan apa yang mengalir dibenak dan berusaha menjawab komentar semampunya.
    Jika Bung Amir merasa perlu… silahkan ambil hikmahnya, demikian pula bila menurut bung tidak ada gunanya… saya kembalikan kepada anda sendiri.

    1. Pertanyaan Bung, soal huruf (A-Latin) dan (Alif-Arabia)… ?! Dengan rendah hati, silahkan klik ini.
    2. Bukankah itu memaksa ?! [QS 2:1] terdiri dari Alif-lam-min.
    Silahkan telaah := https://haniifa.wordpress.com/2008/03/18/apakah-al-quran-itu-sains/

    Mohon maaf jika jawaban ini kurang memuaskan.

    Wassalam, Haniifa.

  27. Saya jadi teringat film : Novel tanpa huruf R
    Apa jadinya ya Agama tanpa huruf A ???

    (Sekali-kali nggawe Pak Guruku mumet, hi hi hi ….)

    Hallo Pak Guruku sing nggantheng, apa kabarmu today ???

    @Mas Lovepassword
    I feel fine…😉
    Wuah… gerlar “PG” kembali ke besek gituhhhh !!
    Apa jadinya ya Agama tanpa huruf A ??? Bagai kereta nggak pakai lokomotif.
  28. ins4nk4mil said

    ANEH bin AJAIB agama islam ini…ada-ada aja…

    @Mas Ins4nk4mil
    😉
  29. kosongan said

    heheh mau komen jadi malu hahahahaha
    A narki
    A njing
    A sem
    A mputasi
    A ndong
    A lang alang
    oh iya harus bahasa arab ya …… masalahnya bahasa arab bukan bahasa dunia seh -_- yang ada bahasa islam hehehe
    heheh benar2 trade sing isi ne asal gatok yo iki
    kekekek bingung kate komen opo ki
    btw agama berasal dari bahasa sansekerta yang artinya tradisi<< bukan dari arab -_-
    “Agama yang lurus adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad s.a.w” heheh memaksakan keadaan hehehe bagaimana dengan hindu atau budhha yang justru harusnya lebih berhak atas kata agama… bukannya mereka justru dari india

    masalah barat dan timur … aku agak bingung dengan definisi itu
    soalnya kan bumi itu bulat -_-…. kalo mereka orang amerika bilang indo di barat ya bener…. kalo bilang di timur juga masuk akal …. terus makna barat dan timur itu gimana ^^
    kecuali kalo pandangan AQ kalo bumi itu datar dan seperti surban ^^ hehehehe jelas itu mana barat dan mana timur hehehehe

    @Mas Kosongan
    Betul mas…
    A-gama berasal dari bahasa sansekerta yang artinya tradisi
    tapi
    Ad-din berasal dari bahasa Al Qur’an, sedangkan Bhs. Arab subset Al Qur’an.
    Ad-din berarti sistem kepercayaan kepada Allah yang Maha Ahad yang dibawa oleh para Nabi/Rasulullah dan Nabi Muhammad s.a.w adalah utusan terakhir yang menyampaikan din-nya Allah.

    Masalah…
    masalah barat dan timur … aku agak bingung dengan definisi itu
    Saya juga bingung kalau mas berdiri disebelah saya, bagian terkanan tubuh mas merupakan terkiri dari saya…😀 , atau mungkin kelak ada yang protes nama Nusa Tenggara Barat dengan Nusa Tenggara Timur…. untung seperti surban ^^😀

    Wassalam, Haniifa.

  30. ananda said

    Membaca postingan2 disini, menurut pendapat awam saya penulis tampak menulis sesuatu yang terbaca oleh pengunjung seperti “memaksakan” suatu kondisi, dan akibatnya komentar pun menjadi out of topic.

    meski begitu buat saya sih gak masalah,tidak ada larangan beropini selama masih dalam koridor.

    satu hal mengenai cara penulis (haniifa) dalam menanggapi komentar di blog ini cenderung untuk menolak perbedaan pendapat (meski selalu mengatakan bahwa perbedaan adalah rahmat), dan kurang menghargai pendapat melalui komentar yang ada. (tentunya bukan ini yang diharapkan dari pengunjung kan, kecuali penulis tidak peduli apakah pengunjung akan betah atau bosan atau malah memilih untuk menghindar sebagai pengunjung).

    ini hanya opini saya sebagai seorang awam. Bila komentar ini dianggap kurang pantas, mohon maaf.

    @
    Hatur tengkiu, opininya
  31. Fitri said

    Updateeeeeeeeeee

  32. […] masih ingat sama @On Johne Gundule pacul […]

  33. […] Kenapa manusia harus ber “Agama” ? […]

  34. Urun-Rempuq said

    He..he.. ada-ada saja artikel-nya, pas baca judulnya tak pikir penjelasannya ilmiah dan panjang lebar begitu… Ternyata opini singkat saja.
    Kalau menurut saya “Agama” berasal dari kata “Ageman” (Jawa) , yang artinya baju… Boleh kan ?
    Btw, salam kenal …

    • @Mas Urun-Rempuq
      Boleh-boleh saja… hehehe… tapi saya yakin, Insya Alloh pencetus kata “Ageman (jawa) adalah seorang yang beragama Islam tempo doeloe.
      Buktinya sama definisinya dengan surah Al A’raaf ayat 26:

      Hai anak Adam sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (QS 7:26)

      Salam kenal, kembali.

    • Teh Hasna said

      Dengan Takwa Kita Gapai Masadepan Gemilang dan Kehidupan Hakiki
      Rabu, 17 Maret 04

      Para hadirin yang berbahagia.
      Pada hakekatnya tak ada penyejuk yang benar-benar menyegarkan, dan tak ada obat yang paling mujarab selain taqwa kepada Allah. Hanya taqwa kepadaNyalah satu-satunya jalan keluar dari berbagai problem kehidupan, yang mendatangkan keberkahan hidup, serta menyelamatkan dari adzabNya di dunia maupun di akhirat nanti, karena taqwa jualah seseorang akan mewarisi Surga Allah Subhannahu wa Ta’ala.

      Saudara-saudara yang berbahagia.
      Pengertian taqwa itu sendiri mengandung makna yang bervariasi di kalangan ulama. Namun semuanya bermuara kepada satu pengertian yaitu seorang hamba meminta perlindungan kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala dari adzabNya, hal ini dapat terwujud dengan melaksanakan apa yang di perintahkan-Nya dan menjauhi apa yang di larang-Nya.

      Para hadirin yang berbahagia
      Bila kata taqwa disandarkan kepada Allah maka artinya takutlah kepada kemurkaanNya, dan ini merupakan perkara yang besar yang mesti ditakuti oleh setiap hamba. Imam Ahmad bin Hambal Radhiallaahu anhu berkata, “Taqwa adalah meninggalkan apa-apa yang dimaui oleh hawa nafsumu, karena engkau takut (kepada Dzat yang engkau takuti)”. Lebih lanjut ia mengatakan, “Takut kepada Allah, ridha dengan ketentuanNya dan mempersiapkan diri untuk menghadapi hari kiamat nanti.”

      Para hadirin yang berbahagia
      Pada hakekatnya Allah Subhannahu wa Ta’ala mewasiatkan taqwa ini, bukan hanya pada umat Nabi Muhammad, melainkan Dia mewasiatkan kepada umat-umat terdahulu juga, dan dari sini kita bisa melihat bahwa taqwa merupakan satu-satunya yang diinginkan Allah.
      Allah Subhannahu wa Ta’ala menghimpun seluruh nasihat dan dalil-dalil, petunjuk-petunjuk, peringatan-peringatan, didikan serta ajaran dalam satu wasiat yaitu Taqwa.

      Hadirin yang berbahagia.
      Pernah suatu ketika Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam berwasiat mengenai taqwa, dan kisah ini diriwayatkan oleh Irbadh bin Sariyah bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam shalat subuh bersama kami, kemudian memberi nasihat dengan nasihat yang baik yang dapat meneteskan air mata serta menggetarkan hati yang mendengarnya. Lalu berkatalah salah seorang sahabat, “Ya Rasulullah, sepertinya ini nasihat terakhir oleh karena itu nasihatilah kami”. Lalu Nabi bersabda:

      أَوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ، وَإِنْ كَانَ عَبْدًا حَبَشِيًّا، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ، عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ، فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ.

      Artinya: “Aku wasiatkan kepadamu agar kamu bertaqwa kepada Allah, mendengar dan mentaati, sekalipun kepada budak keturunan Habsyi. Maka sesungguhnya barangsiapa di antara kamu hidup (pada saat itu), maka dia akan menyaksikan banyak perbedaan pendapat. Oleh karena itu hendaklah kamu mengikuti sunnahku dan sunnah khulafaurrasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah kuat-kuat dengan gigi gerahammu (peganglah sunnah ini erat-erat). Dan berwaspadalah kamu terhadap perkara yang diada-adakan (bid’ah) karena setiap bid’ah itu sesat”. (HR. Ahmad IV:126-127; Abu Dawud, 4583; Tarmidzi, 2676, Ibnu Majah, 43; Ad-Darimi 1:44-45; Al-Baghawi, 1-205, syarah dan As Sunnah, dan Tarmidzi berkata, hadits ini hasan shahih, dan shahih menurut Syaikh Al-Albani).

      Hadirin yang berbahagia.
      Tentang sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam: “Aku wasiatkan kepadamu agar kamu bertaqwa kepada Allah, mendengar dan mentaati”, tersebut di atas, Ibnu Rajab berkata, bahwa kedua kata itu yaitu mendengar dan mentaati, mempersatukan kebahagiaan dunia dan akhirat. Adapun taqwa merupakan penjamin kebahagiaan di dunia dan akhirat.

      Hadirin sidang Jum’at yang berbahagia.
      Di samping itu taqwa juga merupakan sebaik-baiknya pakaian dan bekal orang mu’min, hal ini seperti yang digambarkan oleh Allah Subhannahu wa Ta’ala dalam firmanNya surat Al-A’raaf ayat 26 dan Al-Baqarah ayat 197. Allah berfirman:
      Hai anak Adam, sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang terbaik. (Al-A’raaf: 26).

      Allah Ta’ala menganugerahkan kepada hamba-hambaNya pakaian penutup aurat (al-libas) dan pakaian indah (ar-risy), maka al-libas merupakan kebutuhan yang harus, sedangkan ar-risy sebagai tambahan dan penyempurna, artinya Allah menunjuki kepada manusia bahwa sebaik-baik pakaian yaitu pakaian yang bisa menutupi aurat yang lahir maupun batin, dan sekaligus memper-indahnya, yaitu pakaian at-taqwa.
      Qasim bin Malik meriwayatkan dari ‘Auf dari Ma’bad Al-Juhani berkata, maksud pakaian taqwa adalah al-hayaa’ (malu). Sedangkan Ibnu Abbas berpendapat bahwa pakaian taqwa adalah amal shalih, wajah yang simpatik, dan bisa juga bermakna segala sesuatu yang Allah ajarkan dan tunjukkan.

      Adapun taqwa sebagai sebaik-baiknya bekal sebagaimana tertuang dalam firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 197:
      “Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepadaKu, hai orang-orang yang berakal”

      Para hadirin yang berbahagia
      Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan ayat tersebut, dengan menyatakan bahwa kalimat “sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa”, menunjukkan bahwa tatkala Allah memerintahkan kepada hambaNya untuk mengambil bekal dunia, maka Allah menunjuki kepadanya tentang bekal menuju akhirat (yaitu taqwa).

      Para hadirin yang berbahagia.
      Seandainya kita mampu mengaplikasikan atau merealisasikan, kedua ayat di atas bukanlah suatu hal yang mustahil, dan itu merupakan modal utama bagi kita untuk bersua kepada Sang Pencipta.
      Saudara-saudara yang berbahagia, banyak sekali faktor-faktor penunjang agar kita bisa merasakan ketaqwaan tersebut, di antaranya:

      1. Mahabbatullah
      2. Muraqabatullah (merasakan adanya pengawasan Allah)
      3. Menjauhi penyakit hati
      4. Menundukkan hawa nafsu
      5. Mewaspadai tipu daya syaitan

      Mahabbatullah
      Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:
      “Mahabbah itu ibarat pohon (kecintaan) dalam hati, akarnya adalah merendahkan diri di hadapan Dzat yang dicintainya, batangnya adalah ma’rifah kepadaNya, rantingnya adalah rasa takut kepada (siksa)Nya, daunnya adalah rasa malu terhadapNya, buah yang dihasilkan adalah taat kepadaNya, bahan penyiramnya adalah dzikir kepadaNya, kapan saja, jika amalan-amalan tersebut berkurang maka berkurang pulalah mahabbahnya kepada Allah”. (Raudlatul Muhibin, 409, Darush Shofa).

      Merasakan adanya pengawasan Allah.
      Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman:
      “Dan Dia bersamamu di mana saja kamu berada. Dan Allah melihat apa-apa yang kamu kerjakan”. (Al-Hadid: 4).
      Makna ayat ini, bahwa Allah mengawasi dan menyaksikan perbuatanmu kapan saja dan di mana saja kamu berada. Di darat ataupun di laut, pada waktu malam maupun siang. Di rumah kediamanmu maupun di ruang terbuka. Segala sesuatu berada dalam ilmuNya, Dia dengarkan perkataanmu, melihat tempat tinggalmu, di mana saja adanya dan Dia mengetahui apa yang kamu sembunyikan serta yang kamu fikirkan”. (Tafsir Al-Qur’anul Adzim, IV/304).

      Menjauhi penyakit hati
      Para hadirin.
      Di dunia ini tidak ada yang namanya kejahatan dan bencana besar, kecuali penyebabnya adalah perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat. Adapun penyebab dosa itu teramat banyak sekali, di antaranya penyakit hati, penyakit yang cukup kronis, yang menimpa banyak manusia, seperti dengki, yang tidak senang kebahagiaan menghinggap kepada orang lain, atau ghibah yang selalu membicarakan aib orang lain, dan satu penyakit yang tidak akan diampuni oleh Allah yaitu Syirik. Oleh karena itu mari kita berlindung kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala dari penyakit itu semua.

      Menundukkan hawa nafsu
      Apabila kita mampu menahan dan menundukkan hawa nafsu, maka kita akan mendapatkan kebahagiaan dan tanda adanya nilai takwa dalam pribadi kita serta di akhirat mendapat balasan Surga. Seperti firman Allah yang artinya:
      “Dan adapun orang-orang yang takut kepada Tuhannya dan menahan diri dari keinginan nafsunya, maka sesungguhnya Surgalah tempat tinggalnya.” (An-Nazi’at: 40-41)

      Mewaspadai tipu daya syaithan
      Para hadirin yang berbahagia.
      Seperti kita ketahui bersama bahwasanya syaithan menghalangi orang-orang mu’min dengan beberapa penghalang, yang pertama adalah kufur, jikalau seseorang selamat dari kekufuran, maka syaithan menggunakan caranya yang kedua yaitu berupa bid’ah, jika selamat pula maka ia menggunakan cara yang ketiga yaitu dengan dosa-dosa besar, jika masih tak berhasil dengan cara ini ia menggoda dengan perbuatan mubah, sehingga manusia menyibukkan dirinya dalam perkara ini, jika tidak mampu juga maka syaithan akan menyerahkan bala tentaranya untuk menimbulkan berbagai macam gangguan dan cobaan silih berganti.
      Saudara-saudara yang berbahagia, maka tidak diragukan lagi, bahwa mengetahui rintangan-rintangan yang dibuat syaithan dan mengetahui tempat-tempat masuknya ke hati anak Adam dari bujuk rayu syaithan merupakan poin tersendiri bagi kita.

      Para hadirin yang berbahagia, demikianlah apa-apa yang bisa saya sampaikan, marilah kita berharap kepada Allah semoga kita termasuk orang-orang yang Muttaqin yang selalu istiqomah pada jalanNya.
      بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِيِمْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

      Khutbah Kedua

      إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}
      ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
      اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
      وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ.

      Oleh: Agus Salim Khan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: