حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Re: Bismillah dan Al Faatihah

Posted by حَنِيفًا on October 22, 2010

Assalamu’alaikum,

Subhanallah,…

Entah apa yang berkecamuk di pihkiran sahabat ini, tapi acapkali saya suka merenungkan kembali kata-kata bijak dari artikel-artikel @Oom Agorsiloku.

Saya  terus terang tidak perduli dengan urusan bagaimana Al Qur’an dihimpun di masa Ustmani dan kodifikasinya. Saya berusaha mempercayai bukan sebagai kondisi yang diciptakan sejarah perjalanan terbentuknya Al Qur’an sebagai sebuah buku petunjuk, tapi percaya pada pesan isinya, penjelasannya, dan memenuhi dahaga sejumlah pertanyaan yang berkecamuk dalam kehidupan ini. Saya ingin semakin mendalaminya, apalagi dengan penemuan angka kelipatan 19, keseimbangannya dalam penyajian, yang sebagian saya kumpulkan di blog ini dari berbagai sumber. Keindahan yang membuat saya terpesona dan memilih blog ini dengan pilihan sains inreligion. Belajar untuk memahami, apa yang dimaksud perniagaan dengan Allah, siapa yang menggerakkan bahtera agar manusia bisa berlayar, langit ditegakkan tanpa tiang, gunung yang sesungguhnya bergerak, gunung sebagai pasak, pemuda al kahfi, pengertian cahaya di atas cahaya dan lain-lain yang menegasi semakin kokohnya Al Qur’an sebagai petunjuk dari Allah Yang Mahakuasa.

Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Quran setelah beberapa waktu lagi.” (QS 38:88)

Alhamdulillah, sepanjang pengetahuan saya beliau bersikutet didunia ilmu fisika sehingga tidak sesulit menjelaskan penanya arti (QS 2:1) di blog ini. :D Tetapi karena Blog ini dibaca khalayak ramai dan dari berbagai disiplin ilmu, maka ijinkanlah sayah mengulas sedikit pengetahuan yang tidak seberapa ini tentang matrik (Matrix). Operasi perkalian dua buah matrik hanya bisa dilakukan bila jumlah kolom matrik pertama sama dengan jumlah baris matrik kedua. Jadi kedua matrik tersebut tidak harus berukuran sama seperti pada penjumlahan dua matrik. Misalnya matrik A2×3 dikalikan dengan matrik B3×2, lalu hasilnya misalnya dinamakan matrik E2×2 = A2×3.B3×2

 

 

Dengan tidak memperdulikan nilai-nilai elemen pada kedua matrix tersebut maka diperoleh bentuk sbb:

Bila dijabarkan maka elemen E2×2 adalah :

e11 = a11.b11 + a12.b21 + a13.b31

e12 = a11.b12 + a12.b22 + a13.b32

e21 = a21.b11 + a22.b21 + a23.b31

e22 = a21.b12 + a22.b22 + a23.b32

Disederhanaken menjadi : dimana i = 1,2 dan j = 1,2 Jadi secara umum diperoleh jika Am x n. Bn x p maka hasilnya adalah Em x p. dengan i=1,2,. . . n dan j=1,2. . . p.

Perkalian matriks bersifat tidak komutatif (AB ‡ BA) tetapi bersifat asosiatif (AB)C = A(BC).

Sekarang kita kompilasi Surah Al Faatihah ayat 1 dan 2 dengan Surah Al Baqaarah ayat 1 dalam bentuk matrik QS1×2 . QS2×1 = MATRIK DENGAN SATU1×1 ELEMEN :D

Al Faatihah (QS 1×2) :

q = [ Bismillahir rahmaanir rahiim ]

r = [ Alhamdulillahir rahamaanir rahiim]

 

Al Baqaarah (QS 2×1) :

x = [ Bismillahir rahmaanir rahiim]

y = [ Alif Laaaam Miiiim ]

Jika digabungkan  dari kedua elemen (ayat) matrik diatas, maka  bentuknya akan seperti berikut:

1. Bismillahir Rahmanir Rahim.

2. Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamien.

3. Ar Rahmanir Rahim.

4. Maliki yaumiddin.

5. Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in.

6. Ihdinas shirathal mustaqim.

7. Shirathal ladzina an’amta ‘alaihim ghairil magdhubi ‘alaihim waladh dhallin”.

8. Bismillahir Rahmanir Rahim.

9. Alif Laaaam Miiim

Dari data diatas maka kita dapat menafsirkan sbb:

a.  DUA KALI Basmallah yaitu pada baris ke 1 dan 8

b.  Baris ke 9 mempunyai 3 huruf maka 9×3 = 27

c.  Jumlah kata dalam surah Al Faatihah = 30

d. Σ Basmallah (19x10) maka (Alif Laaam Miim) x 10 = 30

note:

Σ 19 = (1+2+3+4+5+6+7+8+9+10+11+12+13+14+15+16+17+18+19)
Σ 19 = 190
Σ 19 = 19 x 10 (Sepuluh)

Kesimpulan:

Penulisan “Bismillahir rahmaanir rahiimdua kali pada Surah An Naml ayat 30 (QS 27:30) bisa tersirat dan tersurat dari QS 1:1-7 s/d QS 2:1, oleh karena itu bunyi ayat pada QS 2:2-7 adalah :

2. Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka,

4. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

5. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

6. Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman.

7.  Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.

‘audzubillahi min dzalik.

Wassalam, Haniifa.

About these ads

52 Responses to “Re: Bismillah dan Al Faatihah”

  1. pertamina :)

    @Mas Wedul Sherenian ;) :D
  2. selalu mencerahkan … meski tak semua ku mengerti … ;)

    • @Kang Kopral Cepot
      Wahh… bijimana atuh ?! :(

      Bejinih ajah,….
      1. Kalau kita hitung asmaul husna pada (QS 1:1-2) = 6 sehingga oleh karena jumlah total ayat Al Qur’an yang bernomor = 6236
      6 <= [2x3] => 6 artinya baik dibaca dari kiri atau kanan perhitungan tetap sama, kalau kata @Oom Rashad reaksi setimbang.

      2. Jumlah asmaul husna pada (QS 2:1) = 3 atau basmallah tak bernomor jadi kalau dijumlahken dengan (QS 1:1-2) nilainya 9 (sembilan), lalu apakah masih setimbang dengan persamaan abstraksi matematis diatas, bukti:
      9 <= [32] => 9 :D

      Itulah sebabnya QS 9 (At Taubah) tidak berbasmallah, karena perpindahan bilangan 2 menjadi pangkat (naik ke atas angka tiga) maka ekor angka enam menjadi kepala, bukti: 6 => 9

      Wassalam, Haniifa.

      • AbuRazziq said

        Subhanallah wa Alhamdulillah..

        nyambung pembicaraan di forum…penjelasan @kang diatas lumayan bikin saya ngertos…

        syukran…
        :-)

      • @Kang Abu Razziq :D
        Alhamdulillahi rabbil’alamin…

      • wartosan “forum” naon … supados abdi oge ngartos ;)

      • @Kang Kopral Cepot
        Mahaaf fesbuknyah agak tus-bung. :(

      • Piss said

        Menyimak + dua jempol kang… subhanallah…

      • Subhanallah,…

      • agorsiloku said

        @Kang Haniifa….
        Membaca… entah ke sekian kalinya dalam beberapa hari terakhir ini. Sulit buat Agor membayangkan pikiran Akang mengelola perumusan matematis antara Al Faatihah dan Al Baqarah serta kaitan dengan matrik sederhana (tapi tidak sederhana). Entah bagaimana pula kalau hasilnya kalau sudah diinversikan. Boleh jadi menemukan banyak lagi khasanah baru.
        Begitu juga dengan mengaitkan dengan unsur-unsur kimia Hidrogen dan Oksigen. Mengingatkan saya mengenai penjelasan AQ bahwa diturunkan dari perbendaharaan kitab yang “nyata”, Lauh Mahfuzh, adalah benar-benar bernilai tinggi dan penuh hikmah. Mengingatkan pada pendekatan madinatul-qur’an yang dirilis oleh Fahmi Basya.
        Al Qur’an itu berada dalam kitab induk yang menjelaskan komposisi alam semesta, fisika, sikap, dan hikmah kehidupan. Sebuah kompoisi(kah) yang ditelusuri, bukan hanya bertambah tingkat keimanan kita, namun juga membawa hikmah pengetahuan dan teknologi (kah?), karena perumusan yang tinggi nilai hikmahnya tentu bukan hanya dari sudut pandang moral, tetapi juga perumusan untuk memelihara alam semesta dimana manusia ditugasi untuk menjadi khalifah di dalamnya.
        Singkat kata, … elaborasi terus Kang… saya terus menunggu episode berikutnya. Tentu juga perlu narasi tambahan, misalnya mengapa indeks 2-1 yang dipilih bukan yang lain atau bagaimana hasilnya dengan antara induk surat dengan surat lainnya…
        Wassalam, agor

      • @Kang Agorsiloku
        Hatur tengkiu atensi dan apresiasinya.
        Insya Allah, akan saya elaborasi secara kontinue @Kang… harapan saya bahwa Al Qur’an itu rahamatan lil ‘alamin bisa diterima oleh semua orang dan tidak perduli pada disiplin ilmu,status sosial, agama dan suku bangsa.

        Mengenai index 2:1 saya membaca bahwa “
        Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
        ” menerangkan bahwa sampai “Alif-lam-mim” saja Allah menegaskan itu adalah “buku petunjuk”, bukankah Rasulullah bersabda bahwa pahala membaca Al Qur’an itu 1 hurufpun mempunyai nilai yang amat besar, lha ini 3 huruf… subhanallah.

        Wassalam, Haniifa.

    • Roy Rey said

      Hu’uh…. tetep bikin kepala “loading”… “loading”…”loading”

      @Kang Roy Rey
      :D :mrgreen:
      • Usup Supriyadi said

        Mayor Roy Rey…..

        mantakna ganti atuh pentium nah teh… ulah hiji-hiji wae, hihihihi :lol:

      • Roy Rey said

        Hihihihi…
        Boro2 pentiyum…
        MASIH 486DX…

      • Usup Supriyadi said

        :shock:

        masih ada nyang begitu rupanya hiihih

      • Roy Rey said

        Yep… AND ITS STILL ALIVE.. HAHAHAHAHA(sok keren tapi minder)

      • Biyar lebih hunggg… :D :mrgreen:

        Hidrogen (H) adalah unsur kimia pada tabel periodik yang memiliki nomor atom 1 (kata orang komputer Nomor Atom Hidrogen adalah 20 )

        Oksigen (0) adalah unsur kimia dalam sistem tabel periodik yang mempunyai nomor atom 8 (kata orang komputer Nomor Atom Oksigen adalah 23 )

        Kedua unsur gas kimia tersebut dalam suhu ruang berbentuk molekul diatomik dan gas H2 sangat melimpah ruah di ruang angkasa sedangkan O2 menempati urutan kedua di atmosfer ini setelah Gas Nitrogen.

        Menurut pahkar kimia ternama (@Oom Dr. Rashad Khalifa) hasil reaksi kimia :

        Pertama:
        2H2 + O2 => 2H2O
        Molekul O2 mempunyai 2 Atom Oksigen sebab bernomor sedangkan molekul 2H2O tidak mempunyai atom Oksigen sebab tidak bernomor.
        (Makanya beliau tidak menghitung ism Allah pada 112 basmallah tak bernomor, karena tidak ditulis seperti molekul H201 … hehehe… )

        Kedua:
        Ozon adalah molekul gas yang terdiri dari 3 atom Oksigen dan mempunyai rumus kimia O3 yang bersifat tidak stabil (sifat oksidasinya kuat) sehingga cenderung melepaskan satu atomnya untuk membentuk suatu molekul yang stabil, bisa menjadi gas O2 atau dengan molekul yang lain misalnya dengan kloroflorokarbon (CFC)

        Menurut Al Qur’an sesuai jumlah ayat bernomor 6236 :
        6 Atom <= [ 2O3 → 3O2 ] => 6 Atom

        Sedangken menurut pahkar kimia jumlah ayat Al Qur’an bernomor 6234, sehingga persamaan reaksinya menjadi:
        6 Atom <= [ 2O33O2 ] => 4 Atom :mrgreen:

        Bijimanah ?!

      • Roy Rey said

        GUBBRRRAAAKKKK……!!!!!!!!!!
        booting….
        tekan f8…
        pilih safe mode…

        Daripada jadi HUNG….
        trus restart…
        masukin cd window 98
        kasih perintah “format c:” ato “fdisk”
        klo dah selesai jual ke tukang loak…

        Lumayan dapet 25 rebu

        @Kang Roy Rey :D
        Surah Al Faatihah itu ibarat Boot Sector, tepatnya side 0 track 0… oleh karena itu umat Islam tidak akan pernah terdistorsi oleh virus-virus Yahudi, Nashrani (Kristen), Hindu-Budha …. dll, apalagi kaum Atheis yang tidak mempunya bootable dan FAT areanyah sudah parah total… hehehe…
      • wah kalo soal fisika memang mas Haniifa Jagonya.

        @

        8)

      • Piss said

        Symah manggut2 kang, salut pisan…
        Subhanallah….

      • Roy Rey said

        @Haniifa
        Hihihihi…

        Kitab Islam lebih tepatnya bukan Fat/Ntfs but “ROM”…

        Justru Nasrani dan Yahudi berjenis Fat/Fat32 ato sejenisnya yang bisa di tambah dikurangi bahkan di format ulang, giliran ketauan ada bad sector pada puyeng soale kaga bisa dibetulin… alias tolol

      • @Mas Roy Rey :D
        Insya Allah, akan sayah postingken perihal bukti kesempurnaan sistematika penyusunan Al Qur’an secara matematis.

      • Roy Rey said

        Gubrak….
        #@$%^%&@!!**

  3. Usup Supriyadi said

    kalau sepertinya, jika hanya dibaca saja memang sedikit njelimet, saya harus membaca selembar kertas, dan pencil, lantas mencoba mengikuti apa yang dipaparkan diatas…. agar terang… “wah…. iya yahhhh… ” *inget sebuah iklan dah ane*

    sebagaimana saya ketika belajar matrik di program ipa dahulu, ya kalau hanya baca LKS hanya baca teori ke-IPS-an, ya mana masuk, harus dipraktekkan istilahnya,…..

    hihihih

    hatur nuhun ah kang…

    benar-benar…..

    tidak ada mungkin yang bisa membuat semisalnya…. bahkan satu ayat pun tidak mungkin bisa…..

    يا وبر يا وبر, إنما أنت أذنان وصدر وسائرك حفر نقر

    “Hai kelinci, hai kelinci
    Sesungguhnya kamu memiliki dua telinga dan satu dada

    Dan semua jenismu suka membuat galian dan lubang”

    Tahukah gubahan siapakah puisi/sya’ir di atas ? Ia adalah gubahan Musailamah Al-Kadzdzab si Nabi palsu. Ibnu Katsiir menyebutkan kisahnya :

    ذكروا أن عمرو بن العاص وفد على مسيلمة الكذاب [لعنه الله] وذلك بعد ما بعث رسول الله صلى الله عليه وسلم وقبل أن يسلم عمرو، فقال له مسيلمة: ماذا أنزل على صاحبكم في هذه المدة؟ قال لقد أنزل عليه سورة وجيزة بليغة. فقال: وما هي؟ فقال: ” وَالْعَصْرِ إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ” ففكر مسيلمة هُنَيهة ثم قال: وقد أنزل علي مثلها. فقال له عمرو: وما هو؟ فقال: يا وَبْر يا وَبْر، إنما أنت أذنان وصَدْر، وسائرك حفز نَقْز. ثم قال: كيف ترى يا عمرو؟ فقال له عمرو: والله إنك لتعلم أني أعلم أنك تكذب

    ”Mereka menyebutkan bahwasannya ’Amr bin Al-’Aash radliyallaahu ’anhu pernah diutus menemui Musailamah Al-Kadzdzab. Hal itu berlangsung setelah pengutusan (bi’tsah) Rasulullah shallallaahu ’alaihi wa sallam dan sebelum dia (’Amru bin Al-’Aash) masuk Islam. Musailamah Al-Kadzdzab bertanya kepada ’Amru bin Al-’Aash : ’Apa yang telah diturunkan kepada shahabatmu (yaitu Rasulullah shallallaahu ’alaihi wa sallam) selama ini ?’. Dia menjawab : ’Telah diturunkan kepadanya satu surat ringkas namun sangat padat’. Dia bertanya : ’Surat apa itu ?’. Dia (’Amr) menjawab : ”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al-’Ashr : 1-3). Kemudian Musailamah berpikir sejenak. Setelah itu ia berkata : ’Dan telah diturunkan pula hal yang serupa kepadaku’. Kemudian ’Amr bertanya kepadanya : ’Apa itu ?’. Musailamah berkata : ’Hai kelinci, hai kelinci; Sesungguhnya kamu memiliki dua telinga dan satu dada; Dan semua jenismu suka membuat galian dan lubang’. Kemudian Musailamah bertanya : ’Bagaimana menurut pendapatmu wahai ’Amru ?’. ’Amru berkata kepadanya : ’Demi Allah, sesungguhnya aku tahu bahwa engkau telah berdusta’ [Tafsiir Ibni Katsiir, 8/479].

    Hikmah yang bisa kita ambil bahwa Al-Qur’an adalah sebuah mu’jizat yang tidak mungkin bisa disamai oleh seorang pun makhluk di bumi dan langit. Tidak mungkin bisa menyamai keunggulannya dari segi bahasa dan makna. Jikalau ada orang yang berupaya membuat-buat Al-Qur’an atau mengaku telah menerima wahyu dari Allah, maka dapat dipastikan kedustaannya, seperti Musailamah ini. Contoh puisi pendeknya yang lain sebagai berikut :

    الفيل وما أدراك ما الفيل؟ له زُلقُومٌ طويل

    ”Gajah; tahukah engkau apa itu gajah ?; Ia mempunyai belalai panjang….” [idem, 4/255].

    Mungkin ia sedang membuat ayat yang mirip Al-Fiil……

    wa allaahu a’lam

    @ ;)
    Hatur tengkiu, jadi nambah wawasan nehhh…
  4. Usup Supriyadi said

    :shock:

    kang, kok itu blog esensi dimasukkin ke beranda kristen :?:
    :?

    @
    Tanya ajah sama beliau … :D
  5. Teras Info said

    Wah…info yang sangat menarik sekali…
    tapi…saya ngga mudeng ni…he.he..he..
    apalagi pas liat rumus matrix itu…haduh…..

    @ :D
    Sayah sendiri juga musti minum panadol dulu…
    • rubon said

      @Teras Info
      Al Qur`an adalah rahmatan lil ‘alamin artinya sekurang-kurangnya siapapun boleh mengaji, mengkaji, menganalisa… dsb, mulai dari huruf, kata, frasa serta korelasi antara ayat dengan ayat.

      Jika relasikan dengan asmaul husna maka hasil
      matrik(Al Faatihan 1-2 x Al Baqarah 1)singkatnya 2 x Basmallah + 1 Hamdallah
      Jika Basmallah diumpamkan Hidrogen (H) dan Hamdallah diumpamakan Oksigen (0) maka sains membuktikan rumus kimia air adalah H20.

      Didalam ayat kauniah yang lain Allah berfirman:
      Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan buatmu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah padahal kamu mengetahui (QS 2:22)

      “… turunkan dari langit air yang amat bersih.” (QS 25:28)
      Maksudnya air yang kandungan H20 nyaris 100%

      Bukti ilmiah menyebutkan bahwa sumber air di bumi berasal dari langit yang terbentuk dari perbenturan meteorit, asteroid serta pecahan benda ruang angkasa yang akhirnya jatuh ke bumi sebagai “air purba”. Barulah setelah air pertama ini terbentuk, air jatuh ke bumi, lalu terbentuklah laut, sungai, danau dll sediaan air di permukaan bumi. Kemudian siklus hidrologi yang terjadi sampai sekarang dengan kata lain Al Qur’an menjelaskan mulai terbentuknya Air di bumi hingga siklusnya dengan sangat gamblang.

      • rubon said

        Ralat:

        Jika relasikan dengan asmaul husna maka hasil:
        Matrik(Al Faatihan 1-2 x Al Baqarah 1) => 2 x Basmallah + 1 Hamdallah

        Jika Basmallah diumpamakan Hidrogen (H) dan Hamdallah diumpamakan Oksigen (0) maka sains membuktikan rumus kimia air adalah H20.

        QS 2:1 = terdiri dari 3 fonem.

        Fonem yaitu unsur terkecil dari bunyi ucapan yang bisa digunakan untuk membedakan arti dari satu kata. Contohnya kata ular dan ulas memiliki arti yang berbeda karena perbedaan pada fonem /er/ dan /es/. Setiap bahasa memiliki jumlah dan jenis fonem yang berbeda-beda. Misalnya bahasa Jepang tidak mengenal fonem /la/ sehingga perkataan yang menggunakan fonem /la/ diganti dengan fonem /ra/.

        Sumber:
        http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa

      • Subhanallah,… Wa Alhamdulillahi rabbil’alamin.

  6. qarrobin said

    Terima kasih @Kang udah memberi penjelasan
    artikel saya yang @Kang refer, merupakan beberapa pertanyaan saya dahulunya dan artikel @Kang udah memberikan jawaban.

    saya suka quote dari @Oom Agor, kendati Al Quran dihimpun dimasa utsmani, namun Allah tetap menjaga keseluruhan pesannya

  7. Usup Supriyadi said

    selamat berakhir pekan ;)

    @ ;)
    Seph dah…
  8. yayat38 said

    punten nembe hadir Kang …
    Saya yang tidak begitu memahami matematika, terpukau sekali dengan penjelsan kang Haniifa baik di artikel dan tambahan di jawaban komentar.
    Merasa dicerahkan juga oleh Mas Rubon kalo “Al Qur`an adalah rahmatan lil ‘alamin artinya sekurang-kurangnya siapapun boleh mengaji, mengkaji, menganalisa… dsb, mulai dari huruf, kata, frasa serta korelasi antara ayat dengan ayat.” Betul-betul menggugah.
    Hatur nuhun Kang …
    Salam hangat selalu :)

  9. @All

    telat dikit …isi absen..
    hadir kang…Insya ALLAH berusaha hadir…

    @
    Alhamdulillah,…
    Mohon maaf, post ini masuk aki ismet.. :(
  10. Assalaamu’laikum sahabatku, Mas Haniifa…

    Mampir sambil membaca postingan di atas. Namun banyak yang kurang saya mengerti berhubung dengan matrik2 di atas. Hehhee….. postingan mas Haniifa ini menunjukkan kebijakan orangnya dlam diskusi ilmu. Ini namanya bijak sana dan bijak sini lho mas. :D

    Terlebih bijaknya sehingga saya yang membaca mengerut dahi untuk memikirkan apa yang sedang diusaha untuk disampaikan. Maaf ya.. tengah pusing nih. Sibuk banget dengan urusan kantornya sampai bawa ke rumah. Semoga beroleh manfaat dan kebaikan dalam penyeadaran diri.

    Salam hangat selalu dari saya di Sarikei, Sarawak.

    Wa’alaikum Salam Sahabat sejatiku @Mba SFA
    Wahh… istilah baru, bijaksana-sini…. :D
  11. luar biasa, mas hanif. makin terbukti betapa besar-Nya kekuasaan Tuhan. matematika pun bisa dijadikan sbg alat utk mendekati ayat-ayat-Nya.

    @
    Subhanallah,… trim’s berat atas apresiasinya.
  12. ini yang bikin pusing,….

    • @Mister CBR
      Wahh… sampean pusing yah, bijimana kalau saya buwat lebih simpel ?!

      Al Faatihah (QS 1:1-2) :
      B = [B]ismillahir rahmaanir rahiim
      A = [A]lhamdulillahir rahamaanir rahiim

      Al Baqaarah (QS 2:1) :
      B = [B]ismillahir rahmaanir rahiim
      A = [A]lif Laaaam Miiiim

      QS(1×2) x QS(2×1) :

      Elemen matrik tunggal tersebut : [B2 + A2]

      Sekarang sampean perhatikan post @Mas Rubon:
      Jika Basmallah diumpamakan Molekul Gas Hidrogen maka B2 = H2
      Dan Hamdallah diumpamakan Molekul Gas Oxygen maka A2 = 02

      Sehingga…
      => (6 asmaul husna) B2 + (3 asmaul husna) A2

      => (6/3) H2 + (3/3) O2 = 2H20

      Note:
      (Basmallah)= Bismillahir rahmaanir rahiim = 3 asmaul husna
      1. Allah, 2. Ar Rahmaan dan 3. Ar Rahiim.
      (Hamdallah)= Alhamdulillahi rabbil’alamin = 3 asmaul husna
      1. Al Hamdu, 2. Allah dan 3. Ar Rabb

      __________________________________
      Biyar sampean tambah pusing… hehehe

      Jumlah ayat pada Al Faatihah = 7 Ayat.
      H20 (AIR) mempunyai pH Netral = 7 (tujuh).
      aniwesh…
      PH: 0 – 1 – [Acid] – 5 – 6 -:[ 7 ]:- 8 – 9 – [Basa] – 13 – 14

      pH is a measure of the hydrogen ion concentration, [H+]
      pH is calculated using the following formula:
      pH = -log10[H+]

      pOH is a measure of the hydroxide ion concentration, [OH-]

      pOH is calculated using the following formula:
      pOH = -log10[OH-]

      Contoh:
      pH dari 2 liter larutan 0.1 mol asam sulfat.
      H2SO4(aq) → 2 H+(aq) + SO42-(aq)
      [H+] = 2[H2SO4] = 2 x 0.1 mol/2.0 liter = 2 x 0.05 = 10-1 M
      pH = – log 10-1 = 1 … berarti ASAM KUAT.

      pH dari 100 ml larutan KOH 0.1 M
      KOH(aq) → K+(aq) + OH-(aq)
      [OH-] = [KOH] = 0.1 = 10-1 M
      pOH = – log 10-1 = 1
      pH = 14 – pOH = 14 – 1 = 13 … berarti BASA KUAT.

      Bijimanah ?!

      Apakah sampean menjual rumah, tapi tidak perduli dengan kondisi AIR TANAH ?! :mrgreen:

  13. Someone said

    Two thumbs up

    @
    Hatur tengkiu…
  14. busyet tidak paham ane..

  15. surga neraka said

    @penulis,

    Saya tidak mengerti dalam penentuan matriknya.

    Anda mengatakan alfatihah QS(1×2) bermakna anggap matrik A=(1×2) yang elemen 1.1 nya ayat pertama dan elemen 1.2 ayat kedua.

    Kemudian albaqarah QS(2×1) bermakna anggap matrik B=(2×1) yang elemen 1.1 nya bismillah… elemen 2.1 nya ayat pertama.

    berdasarkan penjelasan anda diatas saya ingin bertanya:
    1. Jika isi dari matrik yang anda buat adalah ayat, mengapa hanya
    elemen 1.1 pada matrik B saja yang bukan ayat ?

    2. Mengapa hanya dikalikan alfatiha dan albaqarah saja ?
    mengapa dari 182 kemungkinan permutasi dari 2 surat, hanya diambil surat 1 dikali surat 2 saja.

    3. Mengapa hanya (ayat 1 dan 2 pada surat 1), dikalikan (bismillah.. dan ayat 1 pada surat 2). mengapa dari 3.423.420 (permutasi 2 dari 7 dikali permutasi 2 dari 286) yang diambil hanya (ayat 1 dan ayat 2 dikali bismilah.. dan ayat 1).

    mohon maaf jika saya tidak mengerti, terima kasih

    • rubon said

      @Bung
      Perhatikan ism ALLAH pada QS 1:1 dan QS 1:2, sangat jelas sekali dari posisi 1 ke posisi 2 (Bism 1. ALLAH ke 1. Al Hamdu 2. LILLAH

      *** Ingat walau satu ayat saja, seluruh manusia dan jin tidak akan sanggut menguraikan /membuat perumpamaan walaupun TUJUH LAUTAN DIJADIKAN TINTA ***

      Apakah @bung punya gagasan (ide) yang lebih cantik lagi dari penulis?

  16. surga neraka said

    @bung

    1.maaf saya masih belum jelas bagaimana rumusannya.

    2.jika tidak dapat diuraikan mengapa perlu diuraikan? mengapa tidak memahami sejauh yang disampaikan rasulullah SAW kepada kita?

    3.gagasan : saya sangat menghargai kesungguhan penulis dalam mentadaburi alquran, saya ingin mengutip pernyataan dari
    Ibnul Qayyim “Kalau sekiranya orang-orang mengetahui apa-apa yang di dalam Al-Quran mereka akan sibuk dengannya dari pada urusan lainnya. Apabila engkau baca dengan tafakur, kemudian engkau temui ayat yang mengobati hatimu engkau akan ulang-ulangi ayat itu walaupun sampai seratus kali, walaupun sepanjang malam. Membaca ayat dengan tafakur lebih baik dari menghatamkannya tanpa tadabur dan pemahaman, dan lebih memberi manfaat bagi hati, menghantarkan kepada keimanan dan merasakan manisnya Al-Quran.” (Kitab Miftah Darus Sa’dah 1/553-554)

    Kemudian saya ingin menyampaikan bahwa, jika ingin mempelajari sesuatu maka pelajari hal-hal yang berkaitan dengan sesuatu tersebut. misalnya jika ingin belajar akutansi pelajari juga bagaimana cara menghitung (matematika).
    Jadi jika ingin mempelajari alquran pelajari juga yang berhubungan dengan alquran, seperti hadits atau sejarah dari orang-orang yang mengumpulkan alquran (sahabat Rasulullah SAW). jadi setidaknya dalam mempelajari kita sudah mempunyai suatu kaidah.

    demikian gagasan saya, mohon maaf jika terasa menyinggung.

    wallahu a’lam

    assalammualaikum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 53 other followers

%d bloggers like this: