حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Agama Syi’ah mengorbankan syariat Islam demi toleransi

Posted by حَنِيفًا on September 15, 2012

Assalamu’alaikum,

Alhamdulillah, saya  tidak lagi anggauta member Facebook dari Group Nazwar Syamsu, Group Ulul Albab dan Group karena hemat saya baik disadari maupun tidak oleh para Admin Group tersebut, sangat jelaslah ada udang dibalik batu: yaitu pencemaran Ad diin Islam, dari mulai Nama Para Nabi dan RosulNya hingga hukum-hukum Islam. Untuk selanjutnya saya hanya menyimpan hasil dialog dengan mereka.

Sumber : Group Jernih
Thread. : HARAMNYA BABI, SEBUAH KAJIAN TEOLOGIS

.:: Begin ::.


.

HARAMNYA BABI, SEBUAH KAJIAN TEOLOGIS
=================================

Suatu hari, seorang sahabat saya non-muslim bertanya kepada saya, “Mengapa orang Islam diharamkan mengkonsumsi daging babi?” Teman saya ini sebagai non-muslim dia juga mengkonsumsi dagin babi, dan dia adalah seorang yang berpendidikan tinggi. Maka dari itu saya berikan dia jawaban-jawaban yang saya nilai logis, tapi ternyata alasan-alasan yang saya kemukakan tersebut dibantai mentah-mentah!

1. Babi mengandung cacing pita (Taenia Solium).

Sanggahan : Jika suatu saat ada teknologi yang bisa membuat babi bebas cacing, akankah babi itu dihalalkan?

2. Babi adalah hewan yang jorok.

Sanggahan : Definisi jorok itu subyektif sekali. Bagaimana jika saya memelihara babi sejak kecil dan saya tempatkan di lingkungan yang higienis? Kalau bicara jorok, ikan lele juga jorok! Karena doyan (maaf) kotoran manusia. Tapi kenapa ikan lele tidak diharamkan juga?

3. Babi adalah media untuk penularan virus penyakit, seperti flu babi misalnya.

Sanggahan : Tergantung ilmu kedokteran, jika bisa memvaksin babi hingga mereka bebas virus, apakah akan menjadi halal? Virus yang mengakibatkan flu burung itu juga dari hewan unggas! Kenapa mereka tidak diharamkan?

4. Babi tidak baik untuk kesehatan, terutama meningkatkan obesitas.

Sanggahan : Kalau begitu hamburger, pizza, minuman bersoda dan es krim juga haram! Karena juga memacu obesitas! Kalau kesehatan jadi alasan, daging kambing juga bisa haram buat yang hipertensi!

5. Mengkonsumsi daging babi bisa berpengaruh pada perilaku manusia yang mengkonsumsinya.

Sanggahan : Ah, ini maksa! Saya banyak ketemu orang pengkonsumsi daging babi yang kelakuannya jauh lebih manusiawi daripada orang yang tidak pernah mengkonsumsi daging babi!

Waduh .. waduh .. waduh .. ngajak berantem rupanya nih orang (hehehe .. bercanda)! Dia tetap ngotot minta alasan yang pas kenapa umat Islam dilarang makan babi. Kemudian saya tanya sama dia, kalau saya memberi jawaban dari sudut pandang teologis (keyakinan), kira-kira mau terima atau tidak? Dia menjawab, ” Ya kalau memang menurut saya logikanya pas, why not?”

Jawaban saya adalah : Karena babi memang diciptakan Tuhan untuk MENGUJI KEIMANAN umat manusia!

Lho kok …?

Ya! Allah telah menetapkan babi sebagai salah satu BATU UJIAN atas KEIMANAN umat manusia, khususnya pengikut agama Samawi (Yahudi, Kristen, dan Muslim).

Ah …. Yang bener??? Ajaran Yahudi dan Kristen juga mengharamkan umatnya memakan daging babi? Mana buktinya?

“Dan lagi BABI, karena sungguhpun kukunya terbelah dua, yaitu bersiratan kukunya, tetapi ia tiada memamah biak, maka HARAMlah ia kepadamu. Janganlah kamu makan dari pada dagingnya dan jangan pula kamu menjamah bangkainya, maka haramlah ia kepadamu” (Imamat 11: 7-8)

Perintah ini diulangi juga pada Kitab Ulangan pada Perjanjian Lama. Meskipun amat disayangkan, pada Alkitab terjemahan Indonesia oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), kata “babi” telah DIGANTI menjadi “babi hutan”. Namun jelas, dalam terjemahan aslinya yang berbahasa Ibrani adalah ALKHNZYR, yang berarti babi saja. Alkitab terjemahan Inggris pun menggunakan kata SWINE, yang merupakan pengertian babi secara umum.

Kitab Imamat dan Ulangan adalah termasuk dalam Taurat Musa, yang hukum-hukumnya TETAP diikuti oleh Nabi Isa Almasih (Yesus Kristus). Bisa dibaca pada Injil Matius 5 : 17-20.

Sementara Al Qur’an dalam 3 ayat berbeda menjelaskan tentang haramnya daging babi untuk dikonsumsi. Salah satunya adalah sbb :

“Sesungguhnya Allah HANYA mengharamkan bagimu bangkai, darah, DAGING BABI, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS Al Baqoroh: 173)

Betapa maha pemurahnya Allah! Dari sekian juta spesies hewan yang diciptakannya, ternyata Allah gak neko-neko .. cuma mengharamkan satu spesies saja untuk dimakan bagi orang beriman yaitu BABI! Akan tetapi kemaha pemurahan Allah ini masih saja dilanggar oleh umatnya dengan memakan SATU-SATUNYA daging yang dilarang oleh Allah untuk dikonsumsi!

Jadi jelas .. Babi diciptakan Allah untuk menguji keimanan hamba-Nya! Perkara babi mengandung cacing dan berbagai macam penyakit itu adalah efek sampingnya saja! Karena Allah sudah barang tentu memberi perintah dan larangan selalu ada hikmahnya!

Kemudian teman saya itu (masih gak puas aja nih orang ..) bertanya, “Kenapa Islam begitu membenci babi?”

Islam hanya melarang umatnya makan babi. Sama sekali tidak ada perintah dari Allah untuk membenci babi, apalagi menyiksa babi! Ya inilah, kadang-kadang umat Islam masih sering berlebih-lebihan dalam merespons perintah dan larangan Allah! Yang diperintahkan cuma A, ehh .. malah melakukan A-Z! Padahal Allah tidak suka kita berlebih-lebihan alias lebay! Apalagi kalau kata “babi” itu digunakan untuk menghina umat tertentu dan ras tertentu sebagaimana kadang kita ucapkan dan dengarkan! Astaghfirullah! Maha suci Allah dari segala apa yang mereka perbuat!

” …. dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS Al An’aam : 141)

Sebagai pengikut agama rahmataan lil’alamiin, sudah seharusnya umat Muslim menyayangi semua makhluk hidup, tak terkecuali babi! Sadarkah kita, bahwa babi itu juga bisa mendatangkan pahala bagi manusia?

Pahala??!!!! Wah, teori ngaco dari mana lagi ini?!!!

Ya iyalah … Pahala itu datang ketika kita menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Babi itu jelas dilarang untuk dimakan. Nah, sekarang saya tanya : Berapa kalikah anda berkunjung ke restoran, dan ketika membaca menu yang kebetulan ada menu babinya, kita tidak memilihnya dan memilih makanan yang non-babi? Malah kadang kita bertanya kepada pelayan, ” Mbak, restoran ini ada menu babinya tidak?” Ketika kita tahu bahwa restoran itu menjual menu babi, kita memilih untuk tidak makan di sana. Saya yakin kejadian ini berulang kali terjadi pada kita. Setiap kali hal ini terjadi, pahala datang kepada kita bukan?

Ooooo … iya ya ya …..

Teman non-muslim saya itu melongo saja. Saya tanya pada dia, apakah alasan ini bisa diterima?

Di luar dugaan saya, ia tersenyum sambil berkata, “Siap bos! Mantappp!”

Ternyata teman saya yang berpendidikan tinggi ini lebih bisa menerima logika teologis daripada logika biologis yang sering dijadikan alasan kenapa babi itu diharamkan! Subhanallah!

Terakhir … Dia masih nanya lagi .. (gak kapok-kapok juga nih orang!)

” Kalau alasannya adalah batu ujian keimanan, kenapa Allah memilih babi? ”

Saya dengan enteng menjawab, ” Karena daging babi itu ENAK! ” . Note : Saya pernah secara tidak sengaja makan daging babi, dan harus saya akui daging babi itu HUENAAAKKKK TENANNN😀

” Lohhh … kok alasannya enak, bro? ”

” Ya iyalahh .. Coba kalau yang diharamkan itu daging kecoa atau daging cacing kremi (wueksss) … Ya gak usah diharamin oleh Allah umat manusia udah kagak doyan!!! ”

Allahu’alam … Semoga bermanfaat ..

——————————————< Quote >——————————————-

Shinasoe Atoey Maaf sy mw tnya… tp bkn mmbhas babi ya… Kl anjing blh g d plhra umat muslim??? Soal.a ada sbgian yg mrwat byk anjing,ada pla yg mghrmkan mmlhra(kta.a jka ada mslm yg mmlhra anjing,mka 10 rmh dr sblh knan,kiri,dpn & blkg rmh yg pnya anjing tdk akn mndpt brkah)bnr g tuuuch??? Trims
Chank Chandra Ichreal Menurut yg pernah saya dengar orang muslim yg memelihara seekor anjing di rumah nya, maka dipastikan Malaikat Malaikat tidak akan mau mendekat di rumah itu,,,ini menurut ulama yg pernah saya dengar dalam dakwah nya…
Geoda Gedhogog Whisperer setiap orang berhak punya logikanya sendiri tentang hal ini,yang perlu kita camkan adalah bahwa semua makhluk hidup diciptakan demi keseimbangan alam semesta,begitu kisanak
Muhammad Salman Tan Org intelek bs terima, sdgkan org2 nasrani awam prnh kusuruh mreka bc sndiri injilnya di imamat, bhwa daging babi haram malah mrka btanya pdku knp pastor mrka ga prnh jls, ya lung cm jwb dgn enteng aja pastor kalian bs jd ga mkn babi, masa bodoh dgn kalian…..hehehe. Adik spupuku pganut katolik roma jg ga konsumsi daging babi.
Zahwa Abidin Husein Alhamdulillah .. Akhirnya saya dpt jwbn yg pas. Jujur aja saya juga pernah dibantah ketika menjwb dgn alasan2 seputar medis. Saya jg suka sekali pd bagian yg mengatakan bhw seorang muslim tdk boleh berlebihan. Menjadi keprihatinan saya jg ketika mrk begitu membenci babi, suatu hal yg sebenarnya tdk pernah diperintahkan. 

@ shinasoe & chank : klo menurut pendapat saya tdk ada aturan yg tegas dlm Islam yg melarang kita memelihara anjing. Imam masjid saya di melbourne jg memelihara anjing di rumahnya.

Rahmanto Adi mas Syekh Subakir akhirnya muncul juga
Gorila Ngakak MASAK CM BABI YG DIHARAMKAN SYEKH??? JGN GITU DONK! HEWAN BERTARING GMN? NANTI KLO ADA YG MAU MAKAN OGUD GMN?? MO TGGUNG JWB GAKKKKK??????!!!!!!!!!
Yan Andreas Utama nice post!! Suka dengan jawaban2 yg cerdas sesuai konteks. Mantab syekh.
Zahwa Abidin Husein @gorila : kalau ikut aturan orang maka yang haram banyak, termasuk yang bertaring dan hidup di 2 dunia. Tapi kalau mau ikut aturan Allah ya cuma babi, darah, dan bangkai serta hewan2 yg tdk disembelih dgn aturan yg Islami. Ayat2nya sudah jelas kok.
Eka Perdana Mantap syekh…, batu ujian…
Master Chin Izin copas ^_^
Tony Wang saya 3 tahun berada di Libya …. (100%) Moslem.
Babi, Bir, Tempat Pelacuran, Diskotik … tidak ada sama sekali.
Tapi anjing dipelihara. cuma tidak masuk di dalam rumah. anjing ad…Lihat Selengkapnya
Yahia Rahman Kadang saya pengen ketawa .. Sesama muslim bisa memelototi muslim yg lain krn makan makanan haram. Tapi sepertinya sesama muslim sudah biasa jika ada yang makan uang haram … Padahal buat saya, makan uang haram adalah kejahatan yg berlipat2 dibandingkan makan makanan haram ..
Ksatria Berkuda Jadi teringet ane dulu pernah ngerjain mbak-mbak yang jualan bakpao …

Ane : “mbak, beli bakpao yg daging babi ..”
Mbak : “iya mas .. Brp?”
Ane : “dua aja .. Tp babinya yg halal …Lihat Selengkapnya

Priyo Blitar kalo saya sich semua yang bisa dimakan ya saya makan wong hoby saya makan…..kecuali …bangkai, darah, daging +tulang babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah ….sejak umur 17tahunan…………………………barusan juga makan daging nyambik goreng…:)
Edi Raffaelo Naksdermayu slain kajian secara medis yg perlu di fahami adlh sifat babi yg main tbrak/sruduk…sgala cra di tmph dmi suatu tjuan
Edi Raffaelo Naksdermayu itulh knpa di hrmkn krna potensi itu ada pd stiap mnusia mka waspadalh…
Mahfuz Budi Keharaman babi sama dengan minuman keras : yang haram zatnya, bukan efeknya.
Bareta Simpson Yahia Rahman : uang hasil korupsi dianggap rejeki, terus beli makanan. makanan dianggap halal. Tapi tetap saja uang tsb tidak mau dibelikan babi… hehehehehe
Mehdy Riza yang gak pernah sholat, rasanya gak apa2 deh makan babi…🙂
Rahmanto Adi sahabat Yondri Yusni Paris: ini mungkin bisa menjawab pertanyaan panjenengan tentang “Kenapa Makan Daging Babi Haram………??”
Yondri Yusni Paris Rahmanto@

Memberikan Jawaban Yang Jelas Merupakan Nilai Mulia.
Tetapi Anda Aneh.
Anda Lemparkan ke Orang Lain Dg Panjang Lebar Penjelasannya….Lihat Selengkapnya

Rahmanto Adi pertanyaan panjenengan sudah pernah dijelaskan di JERNIH.

intinya babi diharamkan sebagai bentuk ujian keimanan kita.
ada banyak binatang yang bisa dikonsumsi tetapi hanya babi yang disebutkan oleh Allah untuk tidak dikonsumsi.
apakah kita masih mau mengkonsumsinya ?

Yondri Yusni Paris Saya Mau…..
Kenapa Tidak……
Rahmanto Adi ya monggo kalo panjenengan mau.
saya tidak mau
boleh kan? hehehe
Vicky Raisha .
Berarti, semua ciptaan sebagai batu ujian keimanan yaa..syech.., tidak hanya babi.., termasuk yang halal-halal..
Yondri Yusni Paris Saya dan anda Jelas Beda Dong…

Anda Tidak Suka Orang Yang Melakukan hal yang Tidak se ide dg anda.
Anda Cap Orang Tsb Inilah itulah…
Lihat Selengkapnya

Yondri Yusni Paris Keimanan Melulu dech….
Orang Yang Taat Ibadah saja dg Getol Masih Melakukan Zina dsbnya

Paraaaah dech..
Katanya saya Orang Beriman dsbnya akan tetapi masih Melakukan Kesalahan dg alasan Manusiawi koq
alasan yang Klise sekali

Rahmanto Adi saya tidak pernah melarang orang mengkonsumsi babi itu hak mereka
dalam beberapa kesempatan beberapa teman saya pesta daging babi saya tidak melarang mereka dan tetapi juga tidak mengkonsumsinya
saya konsumsi hidangan selain babi
dan sampai saat ini saya masih tetap berteman baik dengan mereka
==<Quote>==
Paraaaah dech..
Katanya saya Orang Beriman dsbnya akan tetapi masih Melakukan Kesalahan dg alasan Manusiawi koq
==<Quote>==
Haniifa Rubi say:
Janganken mengaku beriman, mengaku Tuhan atau Fir’aun juga boleh-boleh saja.. siapa yang melarang… hahaha.. aya-aya wae.
Kank Brown khinzir, selain bermakna daging babi, juga berarti barang busuk/daging busuk/perbuatan jelek…. bs di pahami juga makan dr hasil korupsi itu juga haram, krn berasal dr perbuatan busuk.
Haniifa Rubi hahaha.. perbuatan jelek = daging busuk… hahaha, defisini dari hongkong kali..😀😆
Haniifa Rubi koruptor = mencuri, daging busuk = kedagingan yesus..(jawer yang dipotong ketika usia 25 tahun) … hehehe…
Haniifa Rubi hehehe.. lebih susah lagi orang super dungu, ngaku pinter..
Achmad Djiddan Safwan Serahkan kepada Ulama dan ahlinya. Waktu kita harus dimanfaatkan untuk mengisi kemerdekaan hasil Pemuda 45.
Haniifa Rubi silaken sampean isi, saya juga isi kok.. hehehe…
Frans Borgiaz yang makan ya biarin aja makan, yg nganggep haram yg jangan makan .. gitu ajalah …kmd melanjutkan hidup bersama2 …
Haniifa Rubi lha kan sudah sangat peri kelir bijimana Babi menjadi halal dan atau haram, ngapain tanya sana-sini segala… heheh.. aya-aya wae
Frans Borgiaz khan gua ndak nanyaaaa
Haniifa Rubi hahaha.. kan jawab sendiri, buwat catatan sendiri, buwat mengingatken sendiri.. .. nda ada urus tuh, sama sampean… hehehe…
Frans Borgiaz lha ya sudah tho
Frans Borgiaz kalau nyolong itu halal … asal ndak konangan aja
Haniifa Rubi lha sudah itu, urusan sampean mau menghalalke nyolong kek, mau tidak khek… Al Qu’ran dan Ka U Hape udah jelas kok… hehehe..
Frans Borgiaz masalahnya kurupsi kok banyak banget … dan fine2 aja ..dan ndak digubris … berarti semi halal nih ihiiir
Haniifa Rubi trus.. yang sampean salahken AL Qur’an dan atau Ka u Hape ?!.. .. aya-aya wae sampean mah../..
Frans Borgiaz sing nyalahke yo sopooo dull … kok tidak seharam makan babi yg bisa membuat kita bener menjauhi … kok kalau yg satu ini kok ndak gitu lhoh …
Haniifa Rubi hehehe.. ngarti nda tanda baca “?!” … wah, gaswat neeh …😀
Frans Borgiaz njuk piyee jall … kok nik bab nyolong jupuk ora mempan ?!
Haniifa Rubi hahaha..😀 , urusan dosa akhirat nyolong tergantung aqidah nya (baca :keimanan), urusan dosa dunia nyolong tergantung aqidah-nya (baca: ke imin-an)
Bus on the way…
Bijimana kalau kita (@Frans Borgiaz dan Haniifa Rubi ) nda usah nyolong dan nda usah korupsi dwulu…. sekurang-kurangnya nda niatan gitu lho, Insya Alloh … sedkikit-demi sedikit jadi bukit juga tuh…
Frans Borgiaz baguslah itu … saya hanya berandai jika dampak haramnya korupsi itu sedahsyat dampaknya makan babi …. krn keduanya adalah larangan Alloh jua … maka Indonesia ini akan keluar dr peringkat negara terkorup ..rak siiip tho …. tapi yo wis nikno terserah

.:: End ::.

Subhanalloh,…
Dasar Ahlul bid’ah… hikz.

Wassalam, Haniifa.

6 Responses to “Agama Syi’ah mengorbankan syariat Islam demi toleransi”

  1. otot-otot tubuh seseorang setelah dia mengkonsumsi daging babi bisa dipastikan akan menetap di sana hingga orang itu meninggal dunia.

  2. agorsiloku said

    Sip deh Kang, ulasannya menarik betul. Akang tau kan, agor udah membahas panjang kelebaran malah soal keistimewaan babi, sebagai satu-satunya mahluk di permukaan bumi yang disebutkan dengan tegas oleh Sang Pencipta untuk ditinggalkan (tidak dimakan), disebutkan pula sebagai mahluk yang “kotor” yang sampai sekarang pendefinisiannya masih simpang siur.

    Point ke 3. Babi adalah media untuk penularan virus penyakit, seperti flu babi misalnya…..
    adalah pertanyaan yang masih menyelimuti agor untuk memahami, apakah sifat penular virus (retrovirus) adalah sekuen genetik yang hanya terdapat pada mahluk ini dan memiliki sifat dan karakteristik permanen dalam arti siapa yang makan atau masuk ke dalam tubuh, maka sekuen genetik dari unsur babi ini akan tetap tersimpan dalam tubuh.
    Berikutnya, apakah sifat dan karakteritik ini hanya ada pada satu mahluk saja, yaitu oom khinzir ini?.
    Apakah betul bahwa jika satu gram daging babi dicampur dengan satu ton daging sapi ditambah satu ton daging kambing dan ditambah satu ton daging tikus, lalu semuanya dibakar dan diekstraksi, maka unsur dari daging babi tetap bisa dideteksi oleh teknologi, sedangkan campuran satu ton sapi, kambing, dan tikus akan melebur sehingga tidak bisa dibedakan lagi?.

    Point ke 3 ini adalah bagian menarik, sebagai ijtihad apakah pengertian “kotor” dari mahluk ini “mungkin/dapat” merujuk pada pengetahuan tentang hal ini.

    Juga kita perlu memahami dengan baik mengapa Allah memesankan, jika terpaksa dan tidak ingin dan tidak melampaui batas, maka tidak ada dosa…. mengapa dipesankan begitu?. Apakah karena “nyaris”, begitu banyak sumber makanan halal yang dikembangkan menggunakan enzim yang bersumber dari babi?. Bahkan menggemukkan kambing atau sapi pun di beberapa negara menggunakan enzim be a be i……
    Salam Hangat, Agor.

    • Hatur tengkiu apresiasinya,terutama koleksi artikelnya dink.. karena saya banyak baca tentang be a be i dari @Kang Agor. 😀

      Apakah karena “nyaris” ?
      ————————————–
      Terpaksa karean tidak tahu jelas bukan masalah, yang menjadi masalah adalah kita “terpaksa” karena sudah tahu …
      Enzim adalah biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia organik (kutipan dari Wiki), Insya Alloh serupa dan sejenis jika kita memimum “air kelapa” dimana pohon kelapa tersebut dipupuki oleh NAJIZ (kotoran sapi, domba, babi..dlll, bahkan mohon maaf “pie” kita sendiri ).

      Salam hangat selalu,…

    • agorsiloku said

      Sekuen molekul (unsur karbon) yang ada pada babi (apakah ini bagian dari retrovirus atau sifat unik babi — belum tahu, cari referensi belum ketemu), yang pernah saya tahu (tapi referensinya sudah tidak ada) adalah spesifik pada seluruh anggota tubuh, tubuh, taring sampai ke bulu-bulunya. Sekuen molekul carbon tersebut hanya ada pada babi. Tidak ada mahluk lain di dunia ini yang punya sifat khas seperti itu sehingga jika satu gram pork dicampur dgn satu ton daging sapi maka unsur babinya tetap bisa dideteksi…. Jika kita makan unsur tersebut, yang pernah saya tahu, akan tersimpan dalam tubuh dan tidak menjadi bagian dari urin atau feces.
      Dengan asumsi ini, maka kotoran babi tidak membawa unsur ini. Dengan kata lain, pupuk kotoran babi tidak membawa unsur ini menjadi bagian dari tanaman.

      Kotoran hewan atau manusia, pada dasarnya mengandung zat-zat yang masih tinggi (unsur Protein, Calsium, NItrogen, dan Phosphor). Ini terjadi karena ketidaksempurnaan atau sisa hasil metabolisme mahluk hidup (dan memang harus tidak sempurna, karena adanya kebutuhan ekosistem). Karena masih tingginya unsur pendukung pertumbuhan, maka limbah ternak kerap digunakan pula untuk perbesaran tanaman, perbesaran lele/ikan. Bahkan di Amerika sendiri, pertumbuhan sapi, di beberapa peternakan mendapatkan porsi terbesar dari feces ayam. FAD (Food Agricultural Amrik) tidak melarang. Di kitapun, penggunaan limbah ternak yang kemudian direkayasa dengan effective microorganism atau lebih populer menjadi ternak probiotik cukup populer dan digembar gemborkan sebagai sumber pakan ternak dan pupuk (composting).

      Kembali ke topik, di sini keunikan babi menjadi khas, sebagai satu-satunya mahluk yang diharamkan, juga menjadi satu-satunya mahluk yang punya sifat fisik unsur karbon yang unik, juga menjadi satu-satunya mahluk yang paling mewarnai sumber-sumber hayati yang lain yang diproduksi bukan oleh orang beragama, khususnya Islam. Dan unsur ini hanya akan masuk ke tubuh atau mahluk lain, melalui dimakan. Tidak melalui feces. Dengan kata lain, hanya kesengajaan saja (rekayasa) untuk memasukkan unsur babi ke dalam fisis mahluk hidup lain atau tanaman.

      Pengetahuan ini, walau bukan untuk menjawab mengapa diharamkan. Namun setidaknya, sebagian kita mulai memahami makna “kotor” yang disebutkan dalam Al Qur’an. Kajian teologis dan kajian ilmu pengetahuan, insya Allah akan ada kesesuaiannya….

      • agorsiloku said

        Singkat kata, alasan-alasan silogisme yang menyebutkan mengapa babi diharamkan, belum relevan dengan kualitas ilmu pengetahuan yang kita miliki saat ini. Namun, saya melihat sepertinya, gambaran kepada arah ini sudah mulai terbentuk. Sekaligus juga kita makin memahami mengapa ayat tentang babi ini begitu lengkap dan sempurna dalam logika teologi dan logika ilmu pengetahuan…… Subhanallah, apa yang dilarangkan Allah, mengandung hikmah besar dalam kemanusiaan…
        Sayangnya ya Kang, seperti kata tulisan Akang, kadang kita membencinya bukan dengan akal sehat, sehingga peneliti Islam mengenai mahluk ini sangat sedikit kalau boleh dibilang tidak ada, padahal boleh jadi, sepenggal ilmu mengenai hal ini akan membantu ummat menegakkan syariatNya lebih mantap lagi……Ibn Sina memulainya hampir lebih 10 abad silam, setelahnya tidak ada lagi…

      • Subhanalloh,… bukan sekali atau dua kali saya baca artikel-artikel Kang Agor, semakin dibaca terasa semakin terbuka, demikian pula uraian tentang “binatang’ yang dimaknai khusus dalam khasanah Islam, sejujurnya saya belum secara ‘ainul yakin, penggunaan “enzim” belaka atau ada unsur “x” sebagaimana uraian itu. Hanya saja keprihatinan kita khususnya tentang keterbelakangan umat Islam serta sumpah serapah dan atau kambing hitam dari umat lain, bukan karena tanpa sebab … rupanya kita sendirilah sebagai penyebabnya. Insya Alloh suatu ketika ada rekan kita yang setara dengan Ibn Sina, yang-mana boleh jadi uraian diatas menjadi triger.
        Contoh hewan lain yang ternyata luput dari kita, adalah tentang air liur Anjing… alangkah lucunya ternyata hadits Nabi tersebut ditindak lanjuti oleh @Mister. Louis Pasteur diawali dengan penemuan vaksin rabies hingga berkembang pesat pada vaksin-vaksin lainya, termasuk cara pasteurisasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: