حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Yesus di dalam qolbu Ustad Kacangan

Posted by حَنِيفًا on August 26, 2012

Assalamu’alaikum,

Yudi Terrorzone… ngoceh terrussss… !!!

😀
Note:
Daftar Ustadz Kacangan:

1. Ir. Agus Musthopa => Dibelahan dunia ini ada tempat dimana 24 jam full MALAM HARI (baca: buku Tahajud Siang Hari Dhuhur Malam Hari by Agus Mustofa)

2. Drs. Armansyah Sutan Sampono => Diblahan dunia ini ada tempat dimana 23 jam full SIANG HARI (baca: “keimanan” diperoleh dari artikel di kutub Utara adala komunitas “Muslim”, keyakinan semu ini sama dengan buku Ir. Agus Mustopa).

3.  Prof. Dr. Handi Yawan => Pengorong Kartunis, yang bercita-cita menjadi Ustadz dengan mengusung Alkitabiyah Al Nazwar Syamsu (baca: Iman Islam berdasarkan cerita Neil Amstrong pernah “kebulan”…  yang diperkuat oleh Ir. Agusmusthopa dan Drs. Armansyah )
Wassalam’, Haniifa

Yg menarik adalah: ” Lalu bagaimana proses kenaikannya dari bumi menuju langit itu ? Apakah seperti gambaran tokoh Superman dan Ultraman yang bisa melewati batasan udara dan melalui atmosfir bumi yang gesekannya bahkan bisa menghanguskan batu meteor dan pesawat sekalipun ?Atau berkhayal bila Isa punya karpet terbang ala film Aladdin ? atau beliau ditidurkan lalu diangkat jasadnya seperti kasus p

enculikan oleh UFO dalam cerita-cerita di film Hollywood?Jika benar Nabi Isa diangkat kelangit seperti gambaran tersebut, apakah ada saksi matanya ? Jika ada bagaimana tanggapan mereka, dan apakah ada bukti penunjangnya ?Terjadi Paradox dlm pemikiran Bang Armansyah Abi Daffa, bagaimana anda menjelaskan peristiwa Asra’ Nabi Muhammad ketika (QS.17/1) oleh ALLAH diperlihatkan sebagian ayat2-Nya (YAUM yg dlm konteks ini berarti alam semesta). Padahal ada kesamaan antara turunnya Nabi Isa Almasih dg Naiknya Nabi Muhammad.Kesimpulan sementara, Bang Arman melalui tulisan ini mencampur adukan antara fantasi dg sains fiksi. Padahal kisah Miraj Nabi Muhammad dan Turunnya Isa Almasih adalah sains Al Quran.

Menggugat kenaikan Isa dalam perspektif Islam

arsiparmansyah.wordpress.com

  • 9 orang menyukai ini.
    • Handi Yawan Sy kutip dari sini: http://arsiparmansyah.wordpress.com/2012/01/08/menggugat-kenaikan-isa-dalam-perspektif-islam/

      arsiparmansyah.wordpress.com

      Menggugat kenaikan Isa dalam perspektif Islam Oleh : Armansyah Tulisan ini memil

      iki kaitan dengan tulisan saya lain yang berjudul : “Apakah Nabi Isa disamarkan wajahnya ?”  yang bisa a…
    • Shamuri Shamar Bayangan Sha sangat tertarik…
    • Handi Yawan Tertarik oleh apa? oleh tambang?😄
    • Xzian Zetha Laowang Ama siapa sha ? He..
    • Shamuri Shamar Bayangan Kesamaan : turunnya isa almasih ke venus dan naik nya muhammad ke muntaha?
      Dimana letak kesamaan itu pak?
    • Agam Kashogi °°§ą♍å~§ą♍å°° dengan N Muhammad di goa hiro.. Gakk ada saksi mata.. Bagaimana ia bs berkata itu dr Allah???
      10 Mei pukul 12:44 melalui · 2
    • Yadi Oktomi ChaniagoSalaam bang handi.. Di 17:1 tidak menjelaskan siapa yang melakukan perjalanan. Karena penjelasan ada di ayat selanjutnya 17:2.Mohon pencerahannya :)Salaam juga dik sha dan bang zheta🙂
      10 Mei pukul 12:44 melalui · 3
    • Yadi Oktomi Chaniago Salaam mas agam🙂
    • Shamuri Shamar BayanganTertarik dengan buah pemikiran NS dan tertarik dengan.bahasan disini..begitu.pak handi dan pak xzian*salaam semua nya
    • Xzian Zetha Laowang Ga ada kesamaan cuma kendaraan dan status rosulnya aja yg sama. Diliat dari kebijakan ranah ilmu.
    • Handi Yawan ‎Yadi Oktomi Chaniago, emang penjelsannya tidak sesederhana hanya pd ayat tsb. Pd QS.17/1 semua sudah maklum yg di mirajkan adalah Nabi Muhammad, dan selain beliau, Nabi Adam, dan Nabi Ibrahiim. Nah penjelasannya, nanti setelah yg satu ini lewat, eh … maksudnya tunggu perkembangan diskusi ini, karena di group ini banyak yg akan ikut ambil bagian. Salam [Admin]
    • Handi Yawan Ya. Betul. Yg akan kita fokuskan ialah dg apa? (kendaraan) para Nabi ALLAH ini melakukan perjalanan ruang angkasa (YAUM) ini.
    • Yadi Oktomi ChaniagoMaha Menggerakkan (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya suatu malam dari Mesjidil Haram ke Mesjid Aqsha yang Kami telah memberkahi sekelilingnya untuk Kami perlihatkan kepadanya dari ayat-ayat Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Qs 17:1)Isra’ adalah mashdar dari kata asraa (muta’ady) berasal dari kata saraa (lazim). Saraa artinya berjalan malam, asraa artinya menjalankan waktu malam, isra’an artinya perjalanan malam, dan amar (perintah) nya adalah asri.Di dalam Al Qur’an menyebut kata asraa sebanyak 1 kali (Qs 17:1) dan asri (perintah) 5 kali (Qs 11:81, 15:65, 20:77, 26:52, 44:23). Kedua2nya mempunyai arti berjalan malam. Tetapi pada ayat-ayat tersebut tidak ada yang menceritakan tentang Nabi Muhammad. Bahkan pada 17:1 yang kita katakan itu perjalanan Nabi Muhammad, Allah hanya menyebutnya “abdi-Nya”. Karena tidak menyebut kata ‘Muhammad’, ini bisa saja terjadi kapanpun dan pada siapapun, meskipun bentuk kata kerja dari asraa adalah adalah madhi (lampau). Maksud dari kata ‘kapanpun’, bisa saja peristiwa itu terjadi pada waktu yang lalu, saat ini dan yang akan datang. Dan maksud kata ‘siapapun’, bisa saja terjadi pada siapa saja selama dia adalah benar-benar abdi Allah.
      Mengenai dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsha, ini perlu dikaji lebih dalam lagi.Sipppp bang Handi, saya menunggu.

      10 Mei pukul 12:53 melalui · 3
    • Agam Kashogi Kalau saya mengambil arah diskusi pada apa perlunya nabi2 ke langit? Apa tidak cukup si jibril yg di utus menyampaikan kebenaran tuhan..?? Apa nabi2 juga penasaran? Hehhehe..
      10 Mei pukul 12:53 melalui · 2
    • Yadi Oktomi Chaniago Sebab, Quran karim tidak ada seseorang dengan badan jasmaninya yang tiba-tiba naik ke angkasa kecuali dalam cerita-cerita Al-kitab.
      10 Mei pukul 12:55 melalui · 1
    • Handi Yawan Marhaban Yadi Oktomi Chaniago dan Agam Kashogi dan hatur nuhun neng Shamuri Shamar Bayangan atas apv, eh app-nya dua saudara kita tsb [Admin]
    • Handi Yawan Kang Xzian Zetha Laowang tolong gantikan sy dulu, soalnya sy sudah cangkeul 2 jam lebih di depan monitor nih. Hatur nuhun!
    • Xzian Zetha Laowang Waah ini tmen2 belum tau jg nech kasian juga.
    • Yadi Oktomi Chaniago Silahkan dipaparkan bang Zetha
    • Xzian Zetha Laowang Kendaraan mi’raj nabi berkah ya? Taukah anda apa itu berkah?
    • Yadi Oktomi Chaniago Apa Nabi punya kendaraan ke langit?
    • Xzian Zetha Laowang Klo ditanya punya ya jelas ga punya.. Hihi
    • Yadi Oktomi ChaniagoKita bahas satu.. Apa itu Isra’ apa itu Miraj.*maaf, saya orang baru disini.
    • Xzian Zetha Laowang Ok, selamat datang saudaraku.. Dalam grup ini..
    • Xzian Zetha LaowangIsr’a = perjalananMi’raj= naik (dari daratan bumi)
    • Yadi Oktomi Chaniago Isra dulu ya bang..
      Isra itu perjalanan.. Siapa yang melakukan perjalanan?
      10 Mei pukul 13:14 melalui · 1
    • Yadi Oktomi Chaniago Dan lebih pas nya berjalan malam
      10 Mei pukul 13:15 melalui · 1
    • Xzian Zetha Laowang Kontek nya gmana? Soalnya banyak yg melakukan perjalanan.
    • Yadi Oktomi Chaniago Oke bang.. Apa di 17:1 Nabi Muhammad yang melakukan perjalanan?
      10 Mei pukul 13:16 melalui · 1
    • Agam Kashogi Buat apa y perjalanan2 itu mas2.. Musa gakk pke ke langit mau ktemu tuhan.. Cukup di bumi di lihatin gunung2.. Itu aja dah buat pingsan.. Hehe.
      10 Mei pukul 13:17 melalui · 2
    • Xzian Zetha Laowang Ga disebut namanya disitu.
    • Yadi Oktomi Chaniago Lalu siapa yang berjalan malam itu?
    • Xzian Zetha Laowang Eit, jangan salah Adam di akui oleh sebagian besar agama2 yg ada ke bumi melalui perjalanan.
    • Xzian Zetha Laowang Manusia yg memberi contoh terakhir yg melakukan perjalanan.
    • Yadi Oktomi Chaniago Bang zetha.. Kita tidak perlu memikirkan dan bertanya, kapan dan bagaimana caranya Allah melakukan demikian; karena Allah tidak ingin kita bertanya dan memikirkan bentuknya. Allah hanya ingin kita memahami hikmah daripadanya bahwa apapun dapat Dia lakukan dengan kalimat “Subahanallah (Maha Menggerakan Allah)”.
      Seandainya kita berfikir tentang perjalanan dengan bentuk, kita akan berbenturan dengan kata “Yang Allah berkahi sekelilingnya”, karena kita akan meragukannya setelah melihat keadaan palestina yang selalu dalam kondisi peperangan dari dahulu hingga saat ini. Sedangkan ayat-ayat Al Quran itu dapat diterapkan dari dahulu, sekarang, dan yang akan datang.
      Perjalanan abdinya dari Masjdil haram ke Masjidil Aqsha itu sebenarnya hanyalah sebuah simbol perjalanan ritual dari masjid ke masjid dan itu tidak akan selesai pada waktu lampau dan akan terjadi juga pada masa yang akan datang.
      10 Mei pukul 13:21 melalui · 2
    • Xzian Zetha Laowang Tafsir itu benar jika menggunakan pendekatan simbolik, lalu bagaimana jika menggunakan pendekatan science tekhnologi? Bukankah Al-Qur’an global ranah pendekatan nya.?
    • Agam Kashogi Sebentar mas Yadi.. Saya hayalin dulu ya… Untuk mengetahui itu G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡>:/ bs kl G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡>:/ ngayal.. Sek2..
      10 Mei pukul 13:25 melalui · 1
    • Shamuri Shamar Bayangan‎*senyumBtw…tentang asra (perjalanan) di post nya yg lalu ada kan?
    • Armansyah Sutan SamponoTidak ada yang pemikiran paradox didalam tulisan saya jika mencernanya secara utuh tanpa intervensi pemikiran anda yang hanya menggunakan satu literatur saja dan mengabaikan sumber-sumber literatur lainnya seperti misalnya dalam hal ini hadis-hadis.Saya tahu posisi NS dan juga umumnya para debater disini tentang sikap mereka terhadap hadis, tetapi lepas daripada itu, jika ingin menilai tulisan saya, maka lihatlah secara utuh dan jangan dulu di-intervensi dengan pemikiran diluarnya.Dalam kasus Isra’ dan Mi’raj Nabi SAW, saya menyertakan literatur-literatur dari dalam hadis yang menyatakan bahwa Rasul diberi kendaraan tertentu untuk alat transportasinya. Ini berbeda dengan Isa yang diklaim oleh sebagian orang yang sepaham dengan NS bahwa dia dinaikkan kelangit antah berantah (dalam hal ini menurut NS adalah Venus) sementara menurut yang lain entah diawang-awangkah ?🙂 dengan tidak ada penjelasan apapun.Saya menolak menafsirkan Nabi Isa naik keatas langit, langit manapun itu, juga planet manapun yang ditafsir riakan itu. Nabi Isa sudah wafat dibumi ini.

    • Xzian Zetha Laowang Mas agam nulis apa sih, koq ga ke baca di hp saya?
    • Yudi Terrorzone Maaf boleh koment ya.bhw istilah mi’raj yg artinya naik itu mengikuti istilah yg ada dlm pemahaman saudara2 kita.yg sbnrnya tanpa kata itu(mi’raj)sdh ada penjelasan detail dr itu yg dlm QS 17:1 yaitu ASRA’/ISRA’ yg dlm hal ini bhw Allah tlh memperjlnkn hambaNya dr masjid HARAM/mekkah ke masjid AQSHA(=yg berarti jauh/sangat jauh)dlm hal ini berarti masjid yg sangat jauh,yg jelas bukan dibumi.apalagi palestina.bhw muhammad dan pula ibrahim jg pernah menyinggahi tempat itu(planet terluar yg satu tatasurya dg planet bumi yg kita tempati ini.stlh planet pluto).jika dibuat petanya diatas kertas kita letakkan matahari yg sbg pusat orbit/putaran berada dibwh lalu planet yg paling dekat dg matahari yaitu merkurius,lalu diatasnya lg venus,lalu berturut2 bumi,mars,yupiter,saturnus,uranus,neptunus,pluto,(sindratal muntaha)yg terakhir inilah planet terluar dr bag tatasurya kita.mengenai ini bnyk penjlsan ayat2nya.nanti disambung & dianalisa satu persatu.
    • Xzian Zetha Laowang Alhamdulillah admin ngundang mas Arman ya. Ok mas bsa mas jelasin tentang wafatnya Isa di bumi. Soalnya tulisan mas Arman jd bagian topik juga.
    • Armansyah Sutan Sampono Saya hanya mampir sejenak disini karena kebetulan ada notifikasi yang terlihat dihape, akan menjadi terlalu panjang jika saya memaparkan perihal hidup dan matinya Nabi Isa dibumi ini secara ilmiah. Semua itu sudah saya paparkan detil dibuku saya : Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih. Intinya, bahwa beliau selamat dalam tragedi penyaliban dan berhasil sembuh serta melanjutkan misi dakwahnya ditengah komunitas Bani Israel diluar Palestina/Yerusalem.
    • Yadi Oktomi ChaniagoIsa jelas wafat.. Quran menjelaskan itu semua.Saya mau makan dulu ya. Yukkk makan.. Salaam🙂
    • Xzian Zetha Laowang Bisakah saya dapatkan literatur referensinya, . Agar saya renungkan.
    • Armansyah Sutan Sampono Silahkan lihat didaftar pustakanya, semua valid dan bisa dipertanggung jawabkan ….🙂
    • Xzian Zetha Laowang Ok , terimakasih..
    • Xzian Zetha Laowang Ok kembali membahas Mi’raj , agan2 . . .
    • Agam Kashogi Kl membicarakan hal2 seperti ini tidak bisa kl tidak menggunakan “perkiraan”, “akal”, dan kemungkinan.. Artinya jika membicarakan ini smua,, siap2 menghayal bebas..
      10 Mei pukul 13:41 melalui · 1
    • Yudi Terrorzone Jika ada hadist tentang mi’raj muhammad yg dlm riwayat azzuhri dan qathadah yg sama2 ‘shoheh’ tp ada perbedaan tentang ‘kendaraan’ yg satu naik bouroq dan yg satu jibril menggandeng tangan muhammad.yg dlm hal ini jk dicermati kedua2nya sngt jauh perbedaannya.pun jika naik bouroq:kendaraan yg bentuknya kuda bersayap yg pny kecepatan secepat kilat.kita tahu bhw kecepatan cahaya/kilat adlh 300.000km/detik.dan jika demikian pastilah muhammad pd saat itu kesiangan ditengah perjalanan.jd tdk sesuai dg QS 17:1.salam
    • Xzian Zetha Laowang Hehe. . .hi hi hi . . . .asal kuat aja nghayal nya, awas ngiler. . .
    • Xzian Zetha Laowang He… Karena penulis tafsi memahami wujud paling cepat ketika itu cahaya. Gmana jika sekarang udah ditemuin wujud yg lebih cepat dari cahaya?
    • Agam Kashogi Nanti kl sdh ngayal yg lebih baguss dan lebih terkini.. Hayalan lama di revisi ya teman2.. Hehe
      10 Mei pukul 13:50 melalui · 1
    • Xzian Zetha Laowang Yaaa jangan ampe ngelampaui batas aja revisinya.
    • Yudi Terrorzone Tdk ada yg sevalid alqur’an.bhw ada kesamaan tentang penciptaan dan istilah ‘turun’ keduanya yaitu isa dan adam tolong dicermati lg ayat2nya.bhw informasi isa adlh lahir dr maryam ibunya,yaitu melalui kehamilan dan persalinan tentunya adam jg spt itu.bgt pula ‘turunnya’ keduanya.
    • Xzian Zetha Laowang Betul, tp liat juga kaidah merangkaikan ayat nya. Klo ga mampu ga perlu di paksain, entar ada tujuan pribadi lg.
    • Xzian Zetha Laowang Apa benar bung Yudi Sidratul Muntaha planet terluar dari bagian tatasurya kita?.. Coba cek coment anda.
    • Yudi Terrorzone Ya nanti kan informasi alqur’an hrs sejalan dg tehnologi.jika dl org mengatakan samawah diartikan langit/angkasa.nah didlm alqur’an bnyk ayat yg menyatakan bhw samawah adlh planet2,mis QS 65:12 bhw Allah menciptakan 7 samawah yg serupa bumi(permisalannya).lha skrg samawah jika diartikan langit kan langit yg mana?bnyk ayat yg mendukung itu QS 42:29 bhw Allah menciptakan samawah dan ardh dan dabbah yg disebarkan disamawah dan ardh.
      Lha arti dabbah sndri diartikan binatang melata.pdhl pd QS 24:45 bhw dabbah dr alma’.ada yg berjln atas perutnya yaitu MEMANG BINATANG MELATA.ada yg berjln dg 2 kaki,dan ada yg berjln dg 4 kaki.
      Kira2 ayat yg laen pasti mendukung dan saling mendukung.jd dlm memahami ayat hrs secara komprehensif jgn dipotong2 karena ada ayat pendukung laen yg tentunya perlu dianalisa lbh jauh.
      Dan hal yg paling mendsr adlh tdk perlu memaksakan kehendak utk mempercayai suatu hasil analisa tp itu adlh masukan yg bisa dipakai dan tdk.salam
    • Shamuri Shamar Bayangan ‎*masih menyimak
    • Agam Kashogi Udh di revisi blm?? Dan ngayalnya udh smpe?
    • Xzian Zetha Laowang Terbitan skrg aja belum tercerna. . .
    • Xzian Zetha Laowang Gam anda kpan menambahkan saya sebagai teman?
    • Agam Kashogi Xzian Zetha Laowang10 Mei 17:25
      Gam anda kpan menambahkan saya sebagai teman?/////
      Masa sih mas…?? sek2… Tak lihat dulu
    • Handi Yawan ‎Armansyah Abi Daffa
      AAA
      Mereka lebih membumi ketimbang melompat jauh ke Venus.Tanggapan:
      Apabila anda tdk bawa2 NS, tdk perlu sy menaggapinya, karena semua pendapat adalah terbuka, tetapi
      karena anda bawa2 NS dan membantah pendapat NS tentu sy sebagai admin group ini perlu membelanya.Ini adalah pertemuan yg berikut mengenai Isa Almasih, tetapi seperti yg sy sebutkan di atas, sy hanya ingin focus pd “kendaraan/barqah” yg disebutkan dlm Al Quran. Oleh Bang Arman perjalanan tsb digambarkan sebagai fantas tokoh2 komik (superman, ultraman). Bang Arman tidak bias membedakan fantasi, sains fiksi dengan sains berdasarkan Al Quran.
      Oleh sebab itu sy tanyakan bagaimana Bang Arman menggambarkan peristiwa Asraa Nabi Muhammad dan turunnya nabi Adam, yakni mereka dipakaikan Barkah.Apabila Bang Arman mendalilkan hal ini dg hadist-hadist yg tidak ada jaminan dari ALLAH, maka analisa NS didasarkan atas petunjuk-petunjuk di dalam Al Quran yg dijamin oleh ALLAH sendiri bahwa Al Quran berasal dari-NYA.

      AAA
      bahwa beliau selamat dalam tragedi penyaliban dan berhasil sembuh serta melanjutkan misi dakwahnya ditengah komunitas Bani Israel diluar Palestina/Yerusalem.

      Jawab
      Bila Bang Arman mengambil sumber dari Al Quran bahwa Nabi Isa almasih berhasil selamat dalam penyaliban, Al Quran menjelaskan, ketika terjadi penangkapan saja, tentara Roma sudah salah tangkap, sehingga ketika terjadi penyaliban, bukan Isa almasih yg disalib, jadi tdk ada cerita Nabi Isa selamat dari penyaliban.
      Bila berlandaskan pd keterangan bible/injil, maka lebih keliru lagi, karena peristiwa penyaliban itu tidak ada saksi mata selain tentara Roma. Semua pengikut Nabi Isa almasih bersembunyi karena diburu tentara Roma. Matius saja yg murid langsung Nabi Isa baru keluar dari persembunyiannya selama 30 th dan meriwayatkan peristiwa itu berdasarkan desas-desus saja sehingga tdk bias dipertanggung jawabkan kebenarannya!

      Maka, memang benar akan mubazir waktu, kalau mau mencari-cari kuburan Nabi Isa Almasih, tetapi apakah fatwa MUI di bawah ini akan dianggap mubazir?
      Th 1390 H di Sumatera Barat, MUI menerbitkan keputusan:
      1. Tidak ada ayat Al Quran dan hadist Nabi yang shahih menyatakan bahwa Isa almasih itu diangkatkan naik ke langit.
      2. Tidak ada ayat Al Quran dan hadist Nabi yang shahih menyatakan bahwa Isa almasih itu MATI DI BUMI INI.
      3. Tidak ada ayat Al Quran dan hadist Nabi yang shahih menyatakan bahwa Isa almasih itu AKAN KEMBALI KE BUMI INI.

      Memang Isa Almasih bukan naik tapi TURUN seperti halnya Adam telah turun dari Muntaha, dan bukanlah Nabi tsb naik ke langit dari Bumi karena yang jadi langit bagi Bumi ialah 7 planet diatas orbitnya (QS At Thalaq 12)

    • Armansyah Sutan SamponoPertama, soal fatwa MUI … saya rasa kita sepakat bahwa fatwa-fatwa MUI tidaklah mengikat setiap orang dari kita. Islam bukan agama kependetaan yang memiliki sentralisasi maupun hirarki seperti yang ada pada Katolik. Dalam hal pemahaman agama maupun tafsir, setiap orang dalam hal ini muslim, tidak harus berpegang pada tafsir maupun paham yang jamak diakui oleh kelompok mayoritas, misalnya dalam hal ini adalah Depag maupun madzhab dan sekte-sekte lainnya.Jadi apakah fatwa itu mubadzir atau tidak, menurut hemat saya kembali lagi pada orang per-orang. Boleh jadi buat saya pribadi fatwa MUI hanya sebagai satu rujukan yang tidak mengikat. Sebatas menghormati pandangan mereka tidak ada salahnya sebagaimana saya menghormati pandangan banyak paham lain diluar itu. Apalagi fatwa yang dirujuk diatas setahu saya (CMIIW) bukanlah fatwa MUI Pusat Jakarta (fatwa dari forum global) tetapi fatwa MUI Sumatera Barat, kurang lebih samalah seperti fatwa MUI jatim tempo hari tentang klaim sesatnya kelompok Syiah. Dalam fatwa itu juga kontensnya bersifat bersayap dan tidak konsisten, : coba compare sendiri masing-masingnya.
    • Armansyah Sutan SamponoKedua, al-Qur’an tidak pernah menyebut Nabi Isa naik keatas langit. Silahkan buktikan kepada saya jika ada satu ayat saja berkata demikian, langit manapun. Semua penafsiran pengangkatan fisik Nabi Isa keatas langit, termasuk didalamnya klaim dari NS bahwa beliau dinaikkan dengan barkah dan ditempatkan di Venus, hanyalah tafsir pribadi, sama sekali tidak mewakili ayat al-Qur’an. Jadi sebagai tafsir pribadi, tentu tidak bisa diatas namakan pada kebenaran sejati yang bersumber dari Allah. Al-Qur’an cuma menyebut Isa diangkat kepada Allah (surah : Ali Imran [3] :55 dan an-Nisaa 158).Apakah ada disana sebutan pengangkatan Isa kelangit ? menggunakan barkah ? rasanya penjelasan saya yang panjang lebar sudah lebih dari cukup untuk menjawabnya baik dari sisi kaidah bahasa Arab maupun hal-hal lain diluarnya pada http://arsiparmansyah.wordpress.com/2012/01/08/menggugat-kenaikan-isa-dalam-perspektif-islam/

      arsiparmansyah.wordpress.com

      Menggugat kenaikan Isa dalam perspektif Islam Oleh : Armansyah Tulisan ini memil

      iki kaitan dengan tulisan saya lain yang berjudul : “Apakah Nabi Isa disamarkan wajahnya ?”  yang bisa a…
    • Armansyah Sutan Sampono Ketiga tentang tersalib atau tidaknya Nabi Isa, itu juga sudah saya paparkan dengan detil dalam tulisan saya : http://arsiparmansyah.wordpress.com/2011/12/12/apakah-nabi-isa-disamarkan-wajahnya/Orang cuma “beranggapan” bahwa kata “diserupakan” dalam ayat 157 surah an-nisaa adalah proses substitusi wajah, ini juga yang dianut oleh NS. Kata “beranggapan” sengaja saya bold dengan merujuk pada pengertian “penafsiran”.Jadi, itu cuma sebatas tafsir dan anggapan alias dzon, dugaan. Bagaimanapun, kita mesti melihat kasus ini secara luas dan komprehensif, menyeluruh tidak cuma memahaminya berdasarkan tafsir yang jamak beredar dimasyarakat.

      arsiparmansyah.wordpress.com

    • Armansyah Sutan Sampono Sebagai lanjutan sedikit : Jika Nabi Isa cuma diutus untuk komunitas Yahudi di Yerusalem saja, maka ini tidak mengcover pengertian Bani Israel itu sendiri. Sebab Bani Israel itu adalah suku-suku yang tersebar dibanyak tempat sejak pecahnya kerajaan itu dimasa lalu. Membatasi dakwah Isa al-Masih hanya pada komunitas Yahudi di Yerusalem saja artinya kita bisa menyebut dakwahnya tidak mewakili komunitas Israel lain diluarnya. Yahudi cuma satu diantara 12 suku Bani Israel.
    • Xzian Zetha Laowang Saya berharap para anggota dsini, tidak mengesampingka aturan2 di negara ini. Trim’s
    • Kang Momod ‎^_^ 4:157
      ̲w̲a̲m̲a̲a̲ ̲q̲a̲t̲a̲l̲u̲u̲h̲u̲ ̲w̲a̲m̲a̲a̲ ̲s̲h̲a̲l̲a̲b̲u̲u̲h̲u̲ ̲w̲a̲l̲a̲a̲k̲i̲n̲ ̲s̲y̲u̲b̲b̲i̲h̲a̲ ̲l̲a̲h̲u̲m̲Dan mereka tidak membunuhnya dan tidak pula mereka menyalibkannya akan tetapi ia diserupakan (disamarkan) bagi mereka.(1) Pendapat simple: “tidak dibunuh dan tidak disalib” tetapi maksud diserupakan disana seperti apa…?(2) tidak dibunuh dan tidak dibunuh salib, tetapi cuma diserupakan seakan-akan terbunuh.

      Dari 2 poin itu saya lihat bang Armansyah ada di poin (2),

      saya ingin bertanya kepada bang Handi Yawan yg sepertinya pada poin (1) maksud diserupakan menurut abang seperti apa?
      thx.

    • Armansyah Sutan Sampono ‎Ayo Momod : Alhamdulillah, tepat. Inilah tafsir dan pemahaman yang saya pegang.
    • Kang Momod ya bang Armansyah Abi Daffa,
      saya pernah berbincang dengan teman yang berpendapat serupa kata dia berdasar kajian nahwu-sharaf karya ustaz Ahmad hariadi pada tafsir Yassarnal-Quran juga berpendapat demikian, tetapi saya kesulitan mencari kitab tafsir nahwu-shorof tsb di tmp saya (Bjm)
    • Xzian Zetha Laowang Nah, diskusi seperti ini yg saya suka.
    • Prima Sera Lanjut..
    • Shamuri Shamar Bayangan Saya tetap penyimak yg setia dan tetap tertib
    • Xzian Zetha Laowang Bang Handi nya ga ada nih,..
    • Shamuri Shamar Bayangan Kan ada ka prima sama pak xzian..
    • Agam Kashogi Sabar aja.. G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡>:/ bs buru2 dalam mencari ke obyektifan.. Mungkin harus studi dengan banyak orng d grup ini atau grup2 lain.. Karna G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡>:/ ada obyektif jika hnya di satu grup.. Karna obyektif dalam satu grup belum tentu pada grup lain..
    • Xzian Zetha Laowang Jika menurut saya … Nabi Isa di berangkat kan ke planet lain yg g di sebutkan namanya. Oleh karena itu bukan tugas kita untuk menyelidikinya. Gth aja.
    • Xzian Zetha Laowang Tapi jika ada sekarang diantara manusia yg dapat menembus planet lain dg tekhnik dan perhitungan spiritual sufisme tetap belum objektif sebelum di dapat kepastian tempat hayat nya Nabi Isa terakhir.
    • Agam Kashogi Tidak ada obyek di luar mind.. Tidak ada mind tanpa obyek.. Sebatas itu mreka yg memahami bermacam2 argumen ilmiyah maka sebatas itu keyakinannya.. Di luar ilmiah tidak dapat di pastikan sebagai bukti obyektf.. Pasti ngayal..
    • Xzian Zetha Laowang Klo untuk ukuran skrg ngayal masuk kerana memang subjektif.
    • Xzian Zetha Laowang Jdi, asli nya pemikiran kita sendiri mana? Syukur klo sama dg Landasan Al-Qur’an itu lebih kuat.
    • Agam Kashogi Bagaimana dengan bahasa perumpamaan bro? Apakah bahasanya sdh tepat menjadi bahasa devinitif.. Atau indefinitif..
    • Xzian Zetha Laowang Belum tentu tergantung kontek nya.
    • Handi Yawan ‎Armansyah Abi DaffaAAA
      Dalam hal pemahaman agama maupun tafsir, setiap orang dalam hal ini muslim, tidak harus berpegang pada tafsir maupun paham yang jamak diakui oleh kelompok mayoritas, misalnya dalam hal ini adalah Depag maupun madzhab dan sekte-sekte lainnya. Dalam hal pemahaman agama maupun tafsir, setiap orang dalam hal ini muslim, tidak harus berpegang pada tafsir maupun paham yang jamak diakui oleh kelompok mayoritas, misalnya dalam hal ini adalah Depag maupun madzhab dan sekte-sekte lainnya.Tanggapan:
      SETUJU!
      Karena memang demikianlah kedudukan hadist. Tidak bias dijadikan pegangan hokum. Apalagi berdasarkan Al Quran, hanya HADIST (perkataan) ALLAH saja (Al Quran) yg mutlak.Demikian pula halnya, Bang Arman menyodorkan argument yg berdasarkan hadist, tidak bisa dijadikan pegangan mutlak! Hanyalah Al Quran sebagai firman ALLAH sajalah yg mutlak BENAR!AAA
      Kedua, al-Qur’an tidak pernah menyebut Nabi Isa naik keatas langit. Silahkan buktikan kepada saya jika ada satu ayat saja berkata demikian, langit manapun. Semua penafsiran pengangkatan fisik Nabi Isa keatas langit, termasuk didalamnya klaim dari NS bahwa beliau dinaikkan

      Tanggapan
      SETUJU!
      Karena analisa NS TIDAK pernah mengatakan di naikkan, tetapi DIANGKAT dan DIPINDAHKAN!

    • Handi Yawan ‎Armansyah Abi Daffa
      AAA
      Apakah ada disana sebutan pengangkatan Isa kelangit ?Tanggapan:Terjemahan NS
      (QS.4/158) Tetapi ALLAH mengangkatnya kepada-NYA, dan ALLAH mulia lagi bijaksana(QS.) 3/55 Ketika ALLAH berkata: “Hai Isa, bahwa AKU memindahkan engkau dan mengangkatkan engkau kepada-KU serta menyucikan engkau dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti engkau di atas orang-orang kafir sampai hari Kiamat. Kemudian kepada AKU tempatkan kembalimu lalu AKU hukum di antara kamu tentang apa yang kamu perselisihkan

      Jadi dalam hal ini, NS memberikan 2 analisa dengan arti mengangkat dan memindahkan, sesuai petunjuk2 dari ayat-ayat lain, yakni:

      Mutawafii = Yang memindahkan = That removing 3/53

      Rafa’a = Angkat = lift V. 2/63 2/127 2/253 4/154 4/158 6/83 6/165 12/76 12/100 19/57 43/32 49/2 55/7 58/11 79/28 88/18
      Raafi’u = Yang mengangkat = the lifting 3/55 56/3
      Rafi’u = Yang mengangkatkan = That Lifting 40/15

      AAA
      dengan barkah dan ditempatkan di Venus, hanyalah tafsir pribadi, sama sekali tidak mewakili ayat al-Qur’an.

      Tanggapan
      Setelah anda mengerti bahwa Isa Almasih telah diangkat dan dipindahkan, tentu yang menjadi pertanyaannya adalah, kemanakah beliau diangkat. Ini mudah dijawab, tentu diangkat ke ALLAH berarti masih disautu tempat yg masih dalam pengawasan ALLAH.
      Kemudian untuk memahami arti kata DIPINDAHKAN, ayat dibawah ini harus dipahami benar.

      (QS.23/50) dan KAMI jadikan anak Maryam dan Ibunya suatu pertanda dan KAMI lindungkan keduanya kepada tanah subur yang mempunyai perwujudan dan pancaran air.

      Dan untuk memahami masalah barkah yang menjadi alat trasnportasi kepindahan Isa Almasih, maka perhatikan pula ayat di bawah ini:

      (QS 43/61) Bahwa dia adalah keilmuan bagi Sa’ah maka janganlah ragu padanya (Sa’ah itu) dan ikutlah AKU. Ini adalah tuntunan yang kukuh.

      Jadi pertanyaan utk bang Arman kemanakah nabi Isa Almasih dipindahkan oleh ALLAH? Apakah masih di Bumi, tetapi berbeda tempat, atau dipindahkan bukan di bumi, tetapi suatu tempat yang bukan di bumi?

      Kalau masih dibumi, tolong berikan bukti ayat2 yang berasal dari Al Quran, karena kita pahami bersama, ternyata keterangan2 yg berasal dari Hadist tidak bisa dijasikan pegangan mutlak, bukan!?

    • Handi Yawan ‎Armansyah Abi Daffa
      AAA
      Orang cuma “beranggapan” bahwa kata “diserupakan” dalam ayat 157 surah an-nisaa adalah proses substitusi wajah, ini juga yang dianut oleh NS.Tanggapan:
      Perhatikan terjemahan NS di bawah ini:(QS 4/157) Dan perkataan mereka: “Bahwa kami telah membunuh Isa Almasih anak MAryam Rasul ALLAH.” Padahal tidaklah mereka membunuhnya dan tiada oula menyalibnya. Tetapi disamarkan untuk mereka. Orang-orang yang berselisih tentangnya selalu dalam keraguan mengenainya. Tiada bagi mereka ilmu kecuali mengikuti dugaan, dan tidaklah mereka membunuhnya dengan keyakinan.Disana jelas-lagi-lagi- NS tidak menganut yg anda sebutkan. Bahwa tentara Roma ragu (samar) terhadap siapa orang yang akan ditangkapnya, sebab memang mereka tidak mengenal rupa Nabi Isa, sehingga mereka salah tangkap dan tidak ada kesempatan orang yg salah ditangkap (Yudas) utk mengelak akibat kesombongan tentara Roma. Padahal sebelum terjadi penangkapan, Nabi Isa sudah pergi dari tempat itu.

      AAA
      Sebagai lanjutan sedikit : Jika Nabi Isa cuma diutus untuk komunitas Yahudi di Yerusalem saja, maka ini tidak mengcover pengertian Bani Israel itu sendiri. Sebab Bani Israel itu adalah suku-suku yang tersebar dibanyak tempat sejak pecahnya kerajaan itu dimasa lalu.

      Tanggapan
      Arti Israel bukanlah penunjukkan suatu bangsa/kamu tetapi berarti kaum/bgs yg dipilih oleh ALLAH, yakni kaum muslimiin.
      Tetapi tolong , supaya tdk melebar ke mana-mana, bagian yg ini tunda dulu karena memerlukan pembahasan tersendiri.

    • Xzian Zetha Laowang Enak juga nech klo pnya bahan. Hmm… Di hp terbatas juga.
    • Mas Hilman Dasar org2 inkar sunnah! Kan dah dijelasin sama hadist klo nabi mi’raj pake buraq dgn ditemenin jibril
    • Agam Kashogi br ini saya melihat tulisan Mas Hilman yg begini ada Jempolnya… hehehhe
    • Mas Hilman Wakakakaka, ini lg inkar sunnah terparah di grup. Tdk kah kau percaya kemukjizatan mi’raj??
    • Agam Kashogi Orng kafir itu gaga akan percaya sebelum ada yg pergi ke langit bawa kitab… yg gak masuk akal gt biasanya di senengin orng2 kafir.. sebagian cerita ini adalah bagian pemenuhan hasrat orng kafir agar percaya dengan ketidak masuk akalan itu.. rosul cm jawab aku ini manusia boz… cm jd rosul..
    • Mas Hilman Hihihihi….
      Ketika muhammad melihat nebula di semesta….
      Eh bril (jibril), itu apaan?
      Itu kentut para malaekat yg dikumpulin di TPK (Tempat Pembuangan Kentut).
      Tiba2 terdengar suara menderu-deru
      Eh bril, itu suara apa?
      Itu suara si buraq ini. Dia tadi blm sempet sarapan wkt mo jalan
    • Armansyah Sutan Sampono ‎Handi Yawan: Bagaimanapun, terlepas dari semua kontroversi yang ada, hemat saya semua literatur dari masa lalu patut untuk dipertimbangkan. Diakui atau tidak, al-Qur’an juga adalah produk masa lalu yang kita sendiri secara fisik tidak mengetahui “originalitasnya”. Dalam banyak kasus kita mungkin kadang hanya mencari pembenaran dari emosional kita terhadap nash-nash yang ada pada al-Qur’an sebagai sebuah kebenaran. Tidak ada seorangpun dari kita yang hidup hari ini, merupakan saksi mata terhadap penulisan al-Qur’an dijaman Rasul maupun khalifahnya. Sebagian kita meragukan hadis juga karena salah satunya adalah faktor klaim al-Qur’an yang menyatakan dirinya lengkap dan jelas, disamping banyak faktor lagi yang lain diluarnya.Kita juga belajar banyak hal tentang sejarah, yang, kitapun tidak menjadi saksi mata dari setiap kejadian dalam kitab-kitab atau buku-buku sejarah itu sendiri, tetapi kita justru kadang meyakini bahwa apa yang kita pelajari dan kita baca dari buku-buku itu adalah kejadian yang sebenarnya terjadi dimasa lalu. Tetapi, siapa yang bisa membuktikan secara fisik jika kejadiannya memang persis seperti asumsi kita ?Sebuah contoh kecil saja, siapa yang bisa benar-benar membuktikan bila dimasa lalu benar-benar pernah hidup orang yang bernama Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali ? atau siapa yang bisa membuktikan dan menjadi saksi mata terbunuhnya Husain di Karbala ? No one of us.Olehnya dalam permasalahan hadist ini, saya tidak mengambil jalur yang ekstrim dan saya anggap lebih ceroboh dengan membakar rumah untuk membunuh tikus. Saya memahami hadis dengan cara saya sendiri tanpa harus terikat dengan metodologi manapun.

    • Armansyah Sutan Sampono Tentang kalimat Mutawaffika, itu harus dicermati juga dari sisi kebahasaan Arab yang berlaku dan dipahami secara gramatikalnya. Saya sudah menjelaskan detil disini : http://arsiparmansyah.wordpress.com/2012/01/08/menggugat-kenaikan-isa-dalam-perspektif-islam/Akal saya lebih menerima tafsir yang membumi ketimbang tafsir yang cenderung berlebihan dan sedikit terasa mengkhayal. Bagi saya, konsep NS dalam kasus Isa ini jelas tidak bisa saya terima dan terlalu mengada-ada. Didalam kasus Idrispun Allah menggunakan term yang sama, apakah lalu diartikan juga Idris diangkat ke venus ?Pengangkatan itu sendiri harus dimaknai dengan pengangkatan derajat dari sebuah tingkat menuju tingkat yang lebih tinggi setelah beliau mampu melewati tantangan demi tantangan dalam dakwahnya.Karena itu, Isa juga disebut sebagai salah seorang dari mereka yang didekatkan kepada-Nya. Artinya, orang-orang pilihan yang derajatnya disisi Allah lebih tinggi dari orang-orang lain diluarnya atas semua ujian yang diberikan padanya.

      arsiparmansyah.wordpress.com

      Menggugat kenaikan Isa dalam perspektif Islam Oleh : Armansyah Tulisan ini memil

      iki kaitan dengan tulisan saya lain yang berjudul : “Apakah Nabi Isa disamarkan wajahnya ?”  yang bisa a…
    • Armansyah Sutan SamponoAdapun tentang tempat tinggi yang bermata air, wah, ini juga banyak ditemukan diplanet bumi ini. Tidak harus semua term yang menyebut tempat tinggi langsung dimaknai sebagai planet lain. Tempat tinggi itu boleh jadi adalah sebuah dataran tinggi yang praktis lebih subur dan punya banyak mata air dimana Nabi Isa dan ibunya bisa menetap tanpa gangguan.Dalam hal ini, buat saya, klaim bahwa Nabi Isa menetap di Shrinagar jauh lebih make sense ketimbang menafsirkan Nabi Isa menetap di Venus.
    • Armansyah Sutan SamponoKemudian tentang Yudas, darimana pula ceritanya sehingga anda berani menisbatkan orang yang ditangkap itu bernama Yudas ? literatur apa yang digunakan ? seberapa valid literatur itu jika dikomparasikan ulang dengan cara berpikir anda sebelumnya terhadap semua referensi diluar al-Qur’an ?Argumen salah tangkap dengan menyebut orang Romawi tidak mengenalnya juga terlalu berlebihan dan tidak masuk akal. Kita tahu bahwa didalam al-Qur’an sendiri yang disebut dan dikecam adalah orang Yahudi, bukan orang Romawi. Dan jelas, orang-orang Yahudi itu tahu benar siapa Isa dan bagaimana rupanya. Sebab mereka bergaul dengan beliau sejak kecil. kalaupun diklaim bahwa penangkapan Isa dibantu oleh orang Romawi, tentunya diantara mereka juga pasti ada orang Yahudi yang menyertainya dan mengenali sosok Isa al-Masih. Apalagi setelahnya kemudian sosok itu digantung diatas kayu palang dengan diperlihatkan atau dipertontonkan kepada masyarakat luas.Tidak mungkin seluruh masyarakat Yahudi yang melihatnya tidak satupun mengenali Isa ? inilah yang saya sebut berlebihan.
    • Armansyah Sutan Sampono Lalu istilah Bani Israel, lebih rancu lagi dengan menyebut itu sebagai istilah untuk kaum muslimin. Kata-kata “Bani” itu merujuk pada keturunan, dalam hal ini adalah Ya’qub yang dikenal dengan nama Israel. Seperti juga manusia ini disebut sebagai “Bani” Adam, yaitu anak keturunan Adam. Tambah jauh saja akhirnya penafsiran ini.
    • Kang Momod ‎^_^
      dari keterangan ayat tunggal (sebelum dan sesudah ayat sepertinya tidak terkait) pada 23:50 tentang penyelamatan Ibnu Maryam dan Ibunya ada kemungkinan kejadian itu diseputar kelahiran Isa ibnu Maryam?
    • Agam KashogiSemua Nabi adalah manusia biasa, oleh karena itu mereka tunduk kepada undang-undang Ilahi yang tak berubah-ubah, bahwa manusia hidup dan mati di bumi ini. Qur’an Karim menyatakan:1. “Ia berfirman: Di sana (yakni di bumi) kamu hidup dan di sana kamu meninggal dan dari sana kamu akan dibangkitkan” (7:25)2. “Dan bagi kamu adalah tempat tinggal di bumi dan perlengkapan untuk sementara waktu” (7:24)3. “Bukankah Kami jadikan bumi sebagai daya tarik, yang hidup dan mati” (77:25,26)

      4. “Dan dari (bumi) itu Kami menciptakan kamu dan kesitu juga Kami kembalikan kamu. Dan dari bumi itu Kami mengeluarkan kamu untuk kedua kali.” (20:55)

      apa benar isa mati di planet lain..????????

    • Kang Momod terkait hal itu bung Agam Kashogi untuk nabi Muhammad sepertinya ada di ayat seputar (al Isra) 17:90-94, dengan ayat itu saya masih cenderung bahwa nabi Muhammad juga tidak naik ke langit (mi’raj).
    • Shamuri Shamar BayanganLooo…ko di tanya lagi? Jadi tumpang tindih neh postingannya?*g,nyimak yaa?
    • Agam KashogiSemua yang dianggap tuhan selain Allah , dijelaskan oleh Qur’an Karim itu “mati”:“Adapun orang-orang yang mereka seru selain Allah, mereka tak dapat menciptakan apa-apa malahan mereka itu diciptakan. (mereka) mati tak hidup. Dan mereka tak tahu kapan mereka dibangkitkan.” (16:20-21)Begitu pula Nabi Isa a.s. yang dianggap tuhan, Qur’an Suci itu sendiri berkata: “Sungguh kafir orang -orang yang berkata: “Allah ialah Masih bin Maryam.” (5:72)Ayat-ayat ini menjadi bukti secara lengkap bahwa Nabi Isa a.s. yang dianggap tuhan oleh sebagian besar oleh manusia dan dipanggil “Tuhan Jesus”, pasti sudah mati ketika ayat ini diwahyukan. Jika tidak, pengecualian itu pasti disebutkan di sini.

    • Xzian Zetha Laowang Pembahasannya bnyak yg terbuang. Menurut saya, kemungkinan menyulut kontra pemikiran, jika kta ga menyikapi secara jernih.
    • Yudi Terrorzone Jika merasa blm mau menerima info alqur’an,sebaiknya merunut dl cerita2/sejarah yg berkembang saat itu,bhw bangsa israil porak poranda dan pd saat itu roma sbg negara agresor/penjajah jd jelas.dan sblm memaparkan QS 7:25 sebaiknya pahami dl QS 7:24.
      Lalu mengenai penyaliban yesus/isa.bhw saat isa br mengisi kajian spt biasa(siang hr),dtglah seorg murid isa/org lain entah namanya siapa.tp menurut sejarah atau info namanya judas iscariot.itu tdk penting.yg lbh penting adlh penyelamatan isa bersama ibunya(maryam). Dipahami berurutan QS 4:155,156,157 lalu 158 dan cermati ayat 159
      cermati jg QS 23:50
      kita pelajari lbh dl QS 3:59 permisalan penciptaan isa disisi Allah adlh spt penciptaan adam.
      QS 13:38
      dr kedua ayat diatas aja sbnrnya kita bs menarik satu pengertian.
      Mengenai naik turunnya pelajari dl 4:158 29:24 dan 26 37:99 6:75 21:68,69 37:97,98,99
      17:1 17:90 17:93 15:87 53:1-18 81:23-27
    • Armansyah Sutan Sampono ‎Yudi Terrorzonesaid “Lalu mengenai penyaliban yesus/isa.bhw saat isa br mengisi kajian spt biasa(siang hr),dtglah seorg murid isa/org lain entah namanya siapa.tp menurut sejarah atau info namanya judas iscariot.”Pertanyaan saya : tolong sebutkan sumber sejarah kalimat diatas.
    • Armansyah Sutan Sampono Permisalan penciptaan Isa = Adam buat saya merupakan bentuk argumentasi pematah bagi mereka yang mempertuhankan Isa dengan menyebutnya sebagai Tuhan atau anak Tuhan hanya karena proses kelahirannya secara Parthenogenesis. Jika Isa dianggap Tuhan, maka kenapa Adam tidak dianggap juga sebagai Tuhan? Ini bisa dibaca pada ayat sebelum maupun sesudahnya. Ditambah lagi tambahan pada ayat yang sama (3/59) disebutkan bahwa itulah sisi kehebatan Allah, jika Dia mampu menciptakan Adam dari tanah tanpa bapak dan ibu yang Adam itu justru dianggap oleh orang sebagai manusia biasa, maka Dia lebih mampu lagi untuk menciptakan Isa dengan peran seorang ibu tanpa bapak. Hal itu adalah mudah.
    • Armansyah Sutan Sampono Yang jelas, buat saya pribadi, teori kenaikan Isa al-Masih keatas langit manapun seperti pemahaman Islam mainstream, termasuk juga dinaikkan ke Venus dalam konsep NS, sama sekali absurd. Tetapi ya jika masih ada yang beranggapan demikian, silahkan saja, saya akan menghargainya. Kita tak harus ribut soal tafsir sebab inti agama ini bukan tafsir belaka, apalagi menyangkut perkara Mutasyabihat, melainkan hukum-hukum utamanya seperti Tauhid dan halal-haram.
    • Bung Gedang bisa juga dikatakan bahwa Isa dilahirkan,..berarti Adam juga dilahirkan..tanpa bapak..
    • Shamuri Shamar Bayangan Betul tuh pak, knp jg kita hrs ribut krn berbeda penafsiran.bagi saya justru pendapat NS itu menambah pengetahuan saya.
      *senyum
    • Handi Yawan ‎Armansyah Abi DaffaAAA
      Akal saya lebih menerima tafsir yang membumi ketimbang tafsir yang cenderung berlebihan dan sedikit terasa mengkhayal. Bagi saya, konsep NS dalam kasus Isa ini jelas tidak bisa saya terima dan terlalu mengada-ada.Tanggapan:
      Inilah bukti yg sejak awal sy katakan, Bang Arman tidak bisa membedakan fantasi/sains fiksi dengan sains yg terdapat dlm Al Quran.
      Dlm Asra’a Nabi Muhammad, beliau diperjalankan oleh ALLAH untuk diperlihatkan sebagian ayat2-Nya (Yaum= alam semesta). Pergi ke mesjid Aqsha yg ada di Muntaha, planet dalam tatasurya ini dan bukan ke Ahqsha di palestina yg baru ada pd amsa kalifah Umar bin Khatab http://www.facebook.com/armansyah/posts/270124569743496Demikian pula tentang turunnya Adam dari jannah (kebun/taman) yg akan sulit dipahami wujudnya.
      JANNAH : Kebun, tetapi untuk di akhirat nanti diartikan dengan SORGA yang sebenarnaya kebun juga tetapi lebih sempurna. Sebagai wujud kongkrit, maka JANNAH di akhirat itu juga adalah dipermukaan planet. Hal ini disebutkan oleh ayat 3/133, 11/108 dan oleh maksud ayat 21/105, 29/20.Maka ayat yg memperbincangkan perihal turunnya Ias Almasih pun yang mengandung keilmuan tentang SA’AH (kehancuran total) akan sulit dipahami, bahkan menjadikannya sebuah fantasi pd ayat di bawah ini:

      (QS 43/61) Bahwa dia adalah keilmuan bagi Sa’ah maka janganlah ragu padanya (Sa’ah itu) dan ikutlah AKU. Ini adalah tuntunan yang kukuh.

      Sy tidak bisa berharap anda mampu memahami ayat2 mutsyabihaat (epistemologi) dlm Al Quran itu, tapi sebagai gambaran silakan baca link ini: http://www.facebook.com/groups/nazwarsyamsu/doc/157615457682153/

      Sience atau Hukmah juga, 2/231, 2/269, 33/34. Istilah HIKMAH sudah menjadi umum tetapi dalam pengertian yang berbeda, padahal istilah itu berasal dari HAKAMA. Member hokum, dan HUKMU. Hukum atau law.

      AAA
      Didalam kasus Idrispun Allah menggunakan term yang sama, apakah lalu diartikan juga Idris diangkat ke venus ?

      Tanggapan
      Apakah ada keterangan itu di Al Quran?

    • Handi Yawan ‎Armansyah Abi Daffa
      AAA
      Pengangkatan itu sendiri harus dimaknai dengan pengangkatan derajat dari sebuah tingkat menuju tingkat yang lebih tinggi setelah beliau mampu melewati tantangan demi tantangan dalam dakwahnya.Karena itu, Isa juga disebut sebagai salah seorang dari mereka yang didekatkan kepada-Nya. Artinya, orang-orang pilihan yang derajatnya disisi Allah lebih tinggi dari orang-orang lain diluarnya atas semua ujian yang diberikan padanya.Tanggapan
      Isa Almasih diangkatkan kepada ALLAH, keadaannya sama dengan maksud ayat 29/26 dan 37/99 yang menyatakan Ibrahim hijrah atau pergi kepada ALLAH. Maka yg dimaksud DIANGKAT kan bukan sekedar makna spiritual tetapi DIPINDAHKAN tempatnya, di mana kehidupan normal juga berlaku sama seperti di tempat semula.AAA
      Adapun tentang tempat tinggi yang bermata air, wah, ini juga banyak ditemukan diplanet bumi ini. Tidak harus semua term yang menyebut tempat tinggi langsung dimaknai sebagai planet lain. Tempat tinggi itu boleh jadi adalah sebuah dataran tinggi yang praktis lebih subur dan punya banyak mata air dimana Nabi Isa dan ibunya bisa menetap tanpa gangguan.

      Tanggapan
      Maka dg demikian anda telah menafikan maksud salah satu persamaan Isa dan Adam dalam hal kepindahannya pd ayat 3/59, 2/38, 4/158, 13/38, 23/50.
      Bila Adam dipindahkan dari Muntaha dg alasan utk bergenerasi di tempat yg baru, maka demikian halnya dg Isa Almasih:

      [QS. 13/38] dan sesunguhnya KAMI mengutus Rasul-rasul sebelum engkau, dan KAMI jadikan untuk mereka istri-istri dan keturunan. Dan tiadalah bagi seorang Rasul mendatangkan suatu pertanda kecuali dengan izin ALLAH. Bagi setiap ajal ada ketetapannya.

      Demikian, tanpa kecuali Para Nabi sebelum Nabi Muhammad pun berkeluarga dan berketurunan tanpa kecuali di tempat barunya.

      AAA
      Dalam hal ini, buat saya, klaim bahwa Nabi Isa menetap di Shrinagar jauh lebih make sense ketimbang menafsirkan Nabi Isa menetap di Venus.

      Tanggapan
      Silakan berikan dalilnya! Bila Isa dikalim oleh anda lebih membumi, maka Al Quran lebih universal dengan mengabarkan miraj Nabi sampai ke muntaha, Adam turun dari muntaha, Isa Almasih pindah tempat yg kesemuanya diperlihatkan sebagian ayat-ayat (Yaum=alam semesta) ALLAH.

      AAA
      Argumen salah tangkap dengan menyebut orang Romawi tidak mengenalnya juga terlalu berlebihan dan tidak masuk akal.

      Tanggapan
      Ayat yg telah sy kutip diatas jelas meperlihatkan bentuk keraguan tentara roma yang salah tangkap karena dari pandangan mereka sama saja alias kesamaran.
      Akan lebih tidak masuk akal bila berfantasi seseorang mengalami transformasi wajah seperti di filem-film superhero holywood.

    • Handi Yawan ‎Armansyah Abi Daffa
      AAA
      Permisalan penciptaan Isa = Adam buat saya merupakan bentuk argumentasi pematah bagi mereka yang mempertuhankan Isa dengan menyebutnya sebagai Tuhan atau anak Tuhan hanya karena proses kelahirannya secara Parthenogenesis.Tanggapan
      Gak nyambung! Pemisalan dalam hal ini ada kesamaan PINDAH tempat!
      Ayat 17/61 menyatakan turunnya adam itu sebagai meteor melayang dari angkasa tinggi ke bumi.ZAITUUN : Buah berminyak yang sifatnya mengkilap, 6/141, 16/11, 80/29. Tetapi ZAITUUN yang tercantum pada ayat 95/1 berarti ATMOSFIR yang mengkilap. Memang atmosfir setiap planet tampak mengkilap dari jauh karena memantulkan sinar surya, demikian pula atmosfer bumi ini. Hal ini akan lebih nyata jika orang memperhatikan istilah ZAUT dan ZAITUUNATIN pada ayat 24/35. Dalam ayat suci ini teranglah bahwa yang dimaksud dengan istilah itu adalah ATMOSFIR YANG MENGKILAP karena menyangkut dengan planet. Hamper saja atmosfirnya menyala walaupun tidak disentuh api dari surya.
      Dari ayat 24/35, dapat ditarik berbagai ilmu, diantarannya yalah bahwa planet yang mengkilap tampak dari bumi bukanlah berapi tetapi memantulkan sinar surya, dan sinar itu sendiri bukanlah electron atai atom yang karenanya berat surya jadi berkurang. Lihatlah MISH BAAH.SIDRU : Planet, 34/16, 53/14, 53/16, 56/28. Sebenarnya istilah itu berarti TERATAI yang mengembang diatas air, baik waktu pasang naik maupun ketika pasang surut hingga jaraknya dari tanah tempat tumbuhnya sering berubah. Demikian pula keadaan planet yang mengitari surya dalam orbit oval hingga ada titik terdekat dan titik terjauh dari surya. Lihatlah SUBULU. Demian Allah memberikan nama pada kebanyakan benda menurut keadaan atau sifat benda itu sendiri. Planet terpinggir dinamakan dengan Muntaha karena planet itu adalah tempat dihentikan setiap kegiatan kemajuan manusia.

      THIIN : Meteor yaitu benda melayang yang mengkilap sewaktu memasuki atmosfir, 3/49, 5/110, 6/2, 7/12, 23/12, 37/11, 38/71, 38/76. Meteor itu berasal dari pecahan planet-planet yang kemudiannya menjadi dari massanya bermula seperti planetr Mars, Sartunus, Uranus, NBeptunus, dan Pluto, sedangkan yang mengorbit antara Mars dan Jupiter ytang kini dinamakan Planetoeids terbvelah hancur jadi 30.000 dan meteor yang berjatuhan ke bulan, bumi dan planet lainnya yang lebih dekat pada surya. Pecahan planet-planet itu ditimbulkan oleh pembesaran radiasi surya sewaktu berlaku transit planet-planbet 26/189. Karenannya dikatakan penciptaan itu berlaku selama 6.000 tahun pada 11/7 jo. 22/47.
      Orang yang menyatakan THIIN itu tanah, tidak dapat disalahkan karena meteor berasal dari pecahan planet dan planet itu sendiri terwujud dari tanah, tetapi yang dimaksud dengan THIIN dalam Al-Quran bukanlah tanah tetapi meteor dengan bukti sebagai berikut :

      Ayat 32/7 menyatakan manusia pertama diciptakan dari THIIN dan ayat 51/33 menyatakan kaum durhaka di zaman Luth dumusnakan dengan batu-batu THIIN yaitu batu-batu meteor yang berjatuhan dari angkasa tinggi.
      Ayat 28/38 menyatakan Firaun menyuruh Haaman membakar hingga merupakan THIIN untuk ditambahkan ke angkasa nyatalah THIIN itu berarti meteor yang melayang.
      Ayat 17/61 menyatakan bahwa Adam diciptakan berupa THIIN yaitu melayang di angkasa dari Muntaha ke planet bumi ini sebagai nenek moyang kita. Dengan itu teranglah THIIN berarti benda melayang atau meteor, dan teranglah pula Adam bersama isterintya diturunkan dari Muntaha ke Bumi. Lihatlah HABITHA.
      MASIIH : Almasih anak Maryam, 3/45, 4/157, 4/171, 5/72, 5/75, 5/17 dan 9/30. Istilah ituy berarti “yang berangkat” sehubungan dengan SAAHA berarti “berangkat” tercantum pada ayat 9/2. Memang Isa anak Maryam itu telah berangkat ke planet lain sebagaimana Adam telah berangkat dari Muntaha 3/59 jo.23/50.
      Adam telah beranak pinak di bumi ini 5/27 dan tidak kembali lagi ke Muntaha, demikian Isa Almasih telah berketurunan di planet lain dan tidak kembali ke bumi ini, 13/37 jo.19/33.

      MUNTAHAA : Tempat berhenti 53/42, 79/44, tetapi pada ayat 53/14 disebut sebagai nama planet yaitu planet tertinggi terbesar dalam daerah tatsurya kita, dinyatakan pada ayat 81/23. Di planet

      Muntaha itulah batas bagi segala tingkat kemajuan manusia tatasurya ini, sesuai dengan maksud ayat 53/71 jo.37/8, juga sesuai dengan ilmu yang dimiliki manusia Bumi bahwa jarak antara kita dengan bintang terdekat, minimal 4,2 tahun gerakan sinar. Lihatlah SIDRU.
      Muntaha sehubungan dengan istilah INTAHAA berarti “berhenti” pada ayat 2/192, 2/275, 96/15 dll.

      HABITHA : Turun 2/36, 2/61, 2/74, 7/74, 11/48, 20/123, seperti batu jatuh dari tempat tinggi kepada tempat rendah. Dan Adam bukan diturunkan derajatnya tetapi diturunkan atau turun dari Muntaha ke bumi sebagaimana keberangkatan Isa almasih dari Bumi, 3/59, atau melayang di angkasa bebas, 17/61, turun bersama-sama denagan isterinya dan hewan yang dibutuhkan dalam kehidupan di bumi 39/6.

      YAUM : Tatasurya 6/73, 9/36, 14/5, 32/5, 44/10, 45/14, dan 45/27, yaitu Tatasurya yang juga berputar di sumbunya sebagaimana bumi berputar. Lihat juga NUUR.

      YAUM : hari di tatasurya 11/7, 41/9, 41/10, 41/12, yaitu berputarnya tatasurya ini 360 derajat selama 1.000 bulan Qamariah atau Lunar Year menurut ayat 22/47. Jamaknya ialah AYYAAM tercantum pada 7/40, 11/7, 25/59, 32/4, 41/10, 50/38.
      YAUM : Hari di semesta raya 70/40 yaitu putaran semesta raya 360 derajat selama 50.000 tahun di bumi.
      YAUM : Hari di akhirat nanti 2/125, 7/51, 24/37, 25/14, 31/33, 32/14, 36/54, 40/17, 76/10, dan 83/34.

    • Handi Yawan ‎Armansyah Abi Daffa
      AAA
      Tetapi ya jika masih ada yang beranggapan demikian, silahkan saja, saya akan menghargainya. Kita tak harus ribut soal tafsir sebab inti agama ini bukan tafsir belaka, apalagi menyangkut perkara Mutasyabihat, melainkan hukum-hukum utamanya seperti Tauhid dan halal-haram.Tanggapan
      Sy tidak peduli anda menulis apa, tetapi bila anda mengutip tulisan NS dan menjadikan analisa bahwa Isa Almasih ke venus adalah fantasi, maka transformasi wajah yudas menjadi Isa adalah FANTASI yg berhasil.
      Di dalam demokrasi ketuhanan tidak boleh ada perbedaan, karena tafsir itu sifatnya persepsi manusia yg dhaif, sedangkan firman ALLAH adalah irrasional. Akal manusia tdk akan mampu merasionalkannya, oleh sebab itu jadikan firman ALLAH itu sebagai petunjuk (HUDAN) yg membimbing akal (pemikiran).Menerang-nerangkan/manafsirkan al Quran, berarti mengada-ada!Jangan menafsirkan ayat2 Al Quran yg irrasional. Arah berpikir ini harus dibalik. Jadikan Al Quran sebagai penerang akal kita, bukan sebaliknya. Dg demikian menjadikan Al Quran sebagai penerang akal, maka kita berpikir secara qurani.

      Sungguh keterlaluan lah orang yg mampu mengklaim bisa menafsirkan firman ALLAH! Seolah-olah ia bisa memahami maksud ayat itu daripada ALLAH sendiri.

      Maka, sebelum sampai pd pokok pertanyaan, yakni apakah Nabi Isa Almasih benar atau tidak pindah ke venus, jawab dulu pertanyaan diawal sy, bagaimana anda menggambarkan Miraj Nabi Muhammad dan turunnya Nabi Adam.

      Sy maklum bila Bang Arman tdk mampu menjadikan Al Quran sebagai petunjuk Sains yg terkandung dalam perjalan Miraj, turunnya Adam dan kesamaan turunnya Nabi Isa Almasih dari tempat yg lebih tinggi.
      Sebab ini adalah kunci menuju jawaban dari pertanyaan pokok.

      AAA
      Yang jelas, buat saya pribadi, teori kenaikan Isa al-Masih keatas langit manapun seperti pemahaman Islam mainstream, termasuk juga dinaikkan ke Venus dalam konsep NS, sama sekali absurd.

      Tanggapan
      Mohon maaf bila ini harus sy katakan, Anda belum sebanding dg NS bila ingin mengkritik tulisan2 beliau. Tidak akan menjadi suatu masalah bila dlam tulisan anda tsb tidak menjadikan NS sebagai bahan penolakan.

    • Shamuri Shamar Bayangan Pe Er buat sha nanti malam neh…
    • Anas Marsudi Hmm. Kalau sudah menyangkut teknologi, apa masih berguna memperdebatkannya?
      Apa tidak lebih baik buktikan saja dengan pergi ke planet Venus, Jupiter dan atau jauh sekalian ke planet di atas pluto?
      Jadi mari ciptakan tenologi yang lebih canggih untuk pergi ke luar angkasa, atau setidak-tidaknya mendorong kepada pihak-pihak yang berwewenang dan berkemampuan untuk segera mewujudkannya. Ok.Nb. Mumpung banyak orang Rusia lagi di sini, siapa tahu mereka bisa dibujuk agar rencana kerjasama Indonesia-Rusia dalam membangun pangkalan peluncuran program luar angkasa di wilayah Indonesia bisa segera terealisasikan. Hehehee…
    • Armansyah Sutan Sampono ‎Handi Yawan : anda terlalu mengagungkan tafsir NS, sesuatu yang sebenarnya harus dihindari dalam konsep Tauhid. NS cuma sekali lagi saya bilang cuma, manusia biasa. Tafsirnya bisa saja benar dan bisa saja salah. Sayapun tidak perduli NS itu seperti apa, buat saya, tidak semua kata-kata NS harus saya terima. Dalam beberapa sisi, pendapatnya bisa saya sepakati akan tetapi dalam banyak sisi lainnya, saya tidak bisa untuk sepakat termasuk kasus Isa al-Masih ini. NS terlalu terpesona dengan segala hal berbau Astronomi sehingga nyaris tidak satupun tafsir Qur’an yang tidak tersentuh oleh permodelan Astronominya NS.
    • Armansyah Sutan Sampono ‎@Tentang permisalan Adam dan Isa, jelas sekali dalam konteks ayatnya serta ayat-ayat sebelum itu dibicarakan kemana arah pemahaman permisalan itu, terlalu berlebihan menyebutnya soal perpindahan tempat dari bumi menuju Venus. Saya cuma bisa tertawa saja dengan tafsir semacam itu.
    • Shamuri Shamar Bayangan Sebenarnya ini antara KEYAKINAN
      Silahkan yakin pada pendapat masing2.tidak perlu ribuk.ok??
    • Armansyah Sutan Sampono Isa al-Masih adalah manusia biasa, dia diutus sebagai Nabi ditengah komunitas Bani Israel alias anak keturunan Ya’qub sebagaimana dulunya juga Musa pernah diutus kepada mereka. Dan komunitas Israel yang tinggal dibumi Yerusalem pada masa kenabian Isa tidak berjumlah 12 suku sebab banyak suku-suku Bani Israel tersebar mulai dari India, Mesir, Jepang, Inggris dan Prancis sebagai Diaspora. Kesanalah dakwah Isa al-Masih kemudian berpindah alias hijrah setelah peristiwa penyaliban yang gagal pada dirinya. Jadi bukan berpindah atau hijrah ke Venus untuk memulai sesuatu yang baru, lah ngurusin Bani Israel dibumi ini saja belum kelar ….🙂
    • Armansyah Sutan Sampono Nabi Isa saya tegaskan sesuai dengan konteks ayatnya, tidak pernah disebutkan berganti wajah. Tidak ada satu ayat, bahkan setengah ayatpun yang menyebut demikian. Jadi argumen ada orang lain yang disalib dan Isa naik ke Venus atau langit antah berantah lainnya adalah pendapat yang tidak ditunjang oleh satu ayatpun didalam al-Qur’an termasuk dari sisi kaidah kebahasaannya sendiri !
    • Armansyah Sutan SamponoTafsir tentang pergantian sosok orang yang disalib yang dianggap menjadi pengganti Nabi Isa bersumber dari hadis-hadis riwayat Ka’ab dan Wahab dan beberapa kitab apokripa kristen yang jika anda analisa maka akan kelihatan sisi-sisi kerancuan dan irasionalnya, itu jika anda semua mau jujur. Sedangkan al-Qur’an sendiri sekali lagi, tidak satupun memberikan pembenaran akan hal tersebut.Jadi lucu saya membaca pendapat kebanyakan orang, termasuk NS sendiri dalam buku “Perbandingan Agama”-nya yang menyebut bahwa Yudas menjadi tokoh pengganti Isa dalam peristiwa penyaliban. Dapat darimana kebenaran asumsi ini ? dari hadis ? dari bible ? bible yang mana ? pernah bacanya ? atau cuma duga-dugaan saja, sebab sekali lagi, toh tak ada ayat al-Qur’an bicara seperti itu …. semua cuma disambung-sambungkan agar klop.
    • Shamuri Shamar Bayangan Bagi bpk mungkin lucu. Tapi bagi yg sepaham, ya tidak lah pak.
    • Prima Sera Pak arman..kenapa cerita Isa brahir cuma sampai penyaliban?jika tdk d bunuh d bumi.pasti beliau mash dakwah d bumi..ini yg saya bingung
    • Armansyah Sutan SamponoPemahaman itu khan tidak harus berlebihan toh … sama seperti saya membaca tulisan-tulisannya Rashad Khalifa, semua dia sentuh dengan angka-angka matematika. Jangan berharap bertemu dengan tafsir ala astronominya NS ditafsirnya RK. Jadi, semua khan mengklaim pendapatnya itulah yang paling benar, padahal justru tafsir-tafsir itu menyimpang sebab cuma berorientasi pada satu titik keilmuan yang mereka anggap kuasai. NS dengan astronominya, RK dengan matematikanya. Begitupula misalnya kasus penafsiran ala orang-orang Islam dari kelompok Salafi, Syiah maupun lainnya. Padahal, al-Qur’an itu proporsional, lintas ilmu. Tidak cuma dipahami dan ditafsirkan hanya dari sudut astronomi saja, matematika saja, bid’ah membid’ahkan saja, ahli bait saja … tidak sesederhana dan separsial itu. Makanya ketika membaca argumen-argumen semacam ini ya saya akhirnya lebih banyak memilih mendiamkannya saja, sebab pasti ujung-ujungnya pembenaranlah yang keluar. Diamnya saya bukan berarti setuju, tetapi cuma tidak ingin terjebak dalam konflik tak berkesudahan. Tulisan-tulisan saya di blog dan berbagai buku sudah menjadi jawaban dari saya tentang seperti apa konsep pemahaman saya dalam ber-Islam ini. Jadi jika sesekali saya “turun gunung” itu sekedar untuk reminder saja bila saya tidak sepakat.Well, silahkan diteruskan diskusinya.
    • Armansyah Sutan Sampono ‎Prima Sera: Tidak semua cerita dakwah para Nabi dipaparkan secara detil didalam al-Qur’an, mulai dari tempat dan waktunya, bukan ? Jadi kenapa justru ketika bicara soal Isa malah membuat kita bingung ? Al-Qur’an sudah sangat jelas berkata bahwa Isa diutus untuk Bani Israel, bukan untuk Bani Yahudi saja. Kemudian soal Isa dinaikkan dikayu palang dan disiksa setengah mati, lah Nabi-nabi lain juga sama, mereka menjadi sasaran gebuk orang-orang kafir dimasanya. Jadi tidak usah mendramatisir masalah, ketika wajah Muhammad dilempari kotoran, dia diejek, difitnah, diboikot, dan dia hijrah maka begitu pula dengan Ibrahim, beliau hijrah dari satu daerah menuju daerah lain, diplanet bumi ini, itu juga yang dilakukan oleh Isa.Bukankah dalam al-Qur’an sudah jelas disebutkan tentang konsep hijrah? (3/195, 4/97, 4/100 dan seterusnya).
    • Prima SeraMemang keyakinan tdk bs d paksakan..Dari komen d atas ada menyebutkan brpindah ke jepang.india dan sbgainya…brati jaman nabi muhamad juga sudah ada masarakat jepang.india dsb?maf..makin bingung.
    • Armansyah Sutan Sampono ‎Prima Sera : Semua sudah saya tulis dengan panjang lebar disertai bukti-bukti sejarah dalam buku : Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih, tebalnya buku ini mencapai 400 halaman karena panjangnya pembahasan.
    • Prima Sera Makasih pak..lalu bgaimana tentang ayat 3/33 adam.nuh.keluarga ibrahim keluarga imran . Sbgai yg trpilih..dalam tafsiran Ns ini tentang penerbangan planet..trimakash
    • Armansyah Sutan Sampono Silahkan saja NS mau menafsirkannya seperti itu, bagi saya, Adam adalah cikal bakal manusia modern yang menjadi penerus kekhalifahan didunia ini menggantikan manusia-manusia sebelumnya, Nuh karena dimasanya pernah terjadi banjir besar yang merubah stelsel bumi dan mengembalikan peradaban manusia Bani Adam kejaman batu, Ibrahim karena dari benihnya lalu timbul generasi kenabian besar dan menghiasi sejarah Bani Israel serta dunia (yaitu Muhammad), sementara Imran karena dari keluarga ini muncul benih yang membuat dunia menjadi kontroversi karena proses Parthenogenesisnya (yaitu Isa).
    • Prima Sera Bgitu..memang beda..makash pak.sudah gada yg d tanyakn lg.
    • Yudi Terrorzone ‎@AAA boleh ja siapapun tdk mau menerima suatu tafsir seseorg lain.spt halnya anda bs tersenyum membacanya,tp dilain pihak ternyata menjadikan suatu tafsir itu acuan utk dibuktikan pd SUATU HARI/MASA.jd simplenya adlh bhw alqur’an adlh aturan Allah yg berlaku dr jaman dulu,skrg,mendtg smpai akhir jaman.dan pd saat ini kita hdp pd jaman komputerisasi,internet,walau tdk ada 1/10nya org2 dahulu tp nanti berarti alqur’an memang hrs sejalan dg tehnologi.TP KALAU LBH JELASNYA TEHNOLOGI HRS SESUAI/SEJALAN DG ALQUR’AN.tp yg jelas,sepanjang penafsiran alqur’an oleh NS yg menjlskan mengenai naik/turun,mi’raj adlh logis,bs diterima…jd bg siapapun orgnya,tdklah perlu utk memaksakn dr utk menerima suatu tafsiran,itu hak masing2 individu.biarlah jd bhn renungan yg panjang dg teori2 yg membumi.tp ALQUR’AN jelas UNIVERSAL dan RAHMATAN LIL ALAMIN/ksh syg bg yg mengetahui diplanet manapun,digalaxy manapun dipenjuru jagad/semesta raya ini.
    • Royyan El Furqan ‎,
      Bapak Armansyah Abi Daffa, saya baca tulisan Bapak di blog, dalam mengartikan Ayat:Dan perkataan mereka: “Bahwa kami telah membunuh Al-Masih Isa putera Maryam, Rasul Allah”, padahal tidaklah mereka membunuhnya dan tidak juga menyalibnya, tetapi diserupakan untuk mereka. Orang-orang yang berselisihan tentangnya selalu dalam keraguan mengenainya. Tiada pengetahuan mereka kecuali mengikuti dugaan, dan tidaklah mereka yakin telah membunuhnya. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. An-Nisaa [4] :157-158)Yang saya tangkap, menurut Bapak, tidak disalib di Ayat di atas adalah bermaksud, tidak dibunuh dengan disalib.
      Jadi menurut Bapak yang disebut DISALIB adalah yang berhasil dengan kematian, yang tidak mati dikatakan TIDAK DISALIB meskipun memang dipalang di kayu silang ?Meskipun saya tak tahu apa alasannya, saya tahu tentu ada alasan kenapa Bapak mengartikan demikian.
      Namun maaf Pak, menurut saya ini agak janggal. alasan saya, ketika saya baca Ayat 4/157 dan stop pada kalimat DAN TIDAKLAH MEREKA BUNUH DIA, dibenak saya, maka jelas sudah bahwa Nb.Isa tidak dibunuh mereka, baik itu dengan cara disalib, ditusuk, dibom dan sebagainya. lalu untuk apa kemudiannya dikatakan DAN TIDAKLAH MEREKA MENYALIB DIA ?

      Jika DISALIB berarti harus mati, maka menurut saya terjadi pengulangan (yang menurut saya kurang efektif):
      “Dan tidaklah mereka MEMBUNUH dia dan tidaklah mereka MEMBUNUH dia di tiang salib”
      Padahal sudah dikatakan bahwa TIDAKLAH MEREKA MEMBUNUH DIA, dan kalimat ini menurut saya sudah tegas, jelas dan melingkupi segala macam bentuk pembunuhan termasuk dibunuh di tiang salib.

      Maka, menurut saya, akan lebih wajar kalau kalimat DAN TIDAKLAH MEREKA MENYALIB DIA diartikan memang lah Nb.Isa tidak pernah disilang di tiang salib itu.

      Saya sangat berharap kiranya Bapak Armansyah berkenan mengoreksi pernyataan saya di atas, terima kasih.

      WALLAHU A’LAM BISHSHAWAB.

    • Armansyah Sutan Sampono ‎Royyan El Furqan: Ketika al-Qur’an memberikan sebuah jawaban terhadap suatu kejadian, tentu jawaban itu sesuai dengan pertanyaan yang diajukan. Dalam kasus ini, kita juga mesti merujuk apa arti salib dan penyaliban itu menurut kacamata orang-orang yang melakukannya itu sendiri maupun mereka yang meyakini itu benar terjadi.Secara singkat saja, rujukan makna salib dan tersalib bisa dibaca disini : http://www.artikata.com/arti-348721-salib.html serta http://penuai.wordpress.com/2010/09/18/arti-salib-yang-sebenarnya-bagian-i/Sehingga tidak terjadi pengulangan tentang makna pembunuhan pada diri Nabi Isa, justru sebaliknya, ini menjadi bentuk penegasan al-Qur’an terhadap peristiwa itu bahwa Nabi Isa tidak berhasil mereka bunuh melalui proses penyaliban yang semestinya dan mereka juga tidak membunuh Nabi Isa dalam bentuk dan kejadian seperti apapun diluar itu.Olehnya maka dalam akhir ayat 4/157 disebutkan :

      “Tiada pengetahuan mereka kecuali mengikuti dugaan, dan tidaklah mereka yakin telah membunuhnya”.

      Kata-kata diakhir inilah kuncinya bahwa mereka sendiri dengan peristiwa iu tidak yakin telah berhasil membunuh Nabi Isa, mereka hanya menduga bahwa memang proses itu telah terjadi sebagaimana seharusnya.

      www.artikata.com

      Maksud arti kata dari salib kata berbahasa Inggris maupun Indonesia. Definisi pe

      ngertian dari salib . Definitions of words in Indonesian and English. Synomyms, Dictionary, Sinonim, Kamus, dan lain-lain.
    • Royyan El Furqan ‎,
      Dan ini sekedar uneg-uneg saya saja, dengan sederhana saya berfikir, jikalau benar Nb.Isa disalib ketika itu, meskipun tidak terbunuh namun Beliau telah mengalami siksa yang luar biasa, jika Nabi Ibrahim hendak dibakar tapi api menjadi dingin, Nb.Yunus dilempar ke laut namun “diselamatkan” oleh ikan besar, Nb.Yusuf dilempar ke sumur, namun saya kira Nb.Isa mungkin adalah Nabi yang paling tersiksa jikalau ternyata benar Beliau tertangkap oleh mereka.
      Dan meski mereka tidak berhasil membunuh Beliau, namun mungkin mereka tetap senang karena telah berhasil menyiksa seorang Nabi utusan ALLAH dengan siksaan yang kejam (itu ketika saya liat di tayangan film yang mengisahkan penyaliban Beliau).
    • Armansyah Sutan SamponoSetiap orang apalagi Rasul memiliki ujiannya masing-masing yang akan mengantarkan mereka pada derajat yang lebih tinggi setelah berhasil melalui ujian itu sendiri.Dalam sejarah kenabian di al~Qur’an kita banyak melihat berbagai fenomena bagaimana misalnya seorang Ibrahim yang disebut sebagai kekasih Allah telah ditangkap dan dibakar oleh umatnya kedalam api yang membara, kita juga membaca bagaimana Nabi Yunus bisa sampai terperangkap kedalam perut ikan atau Yusuf putera Nabi Ya’kub yang terjebak kedalam sumur oleh saudara-saudaranya atau yang paling akhir adalah Nabi Muhammad sendiri yang harus hijrah ke Madinah karena intimidasi kaum kafir Mekkah dan perlakuan mereka yang buruk terhadapnya, dalam sebuah pertempuran dibukit Uhud, wajah beliau terluka dan nyaris terbunuh. Semuanya menyajikan data-data historis insaniah para Nabi dan Rasul Tuhan yang hidup dan berinteraksi sebagaimana manusia normal lainnya. Lalu kenapa dalam hal Isa al~Masih yang umatnya disebut oleh Qur’an sebagai umat yang terbiasa membunuh para Nabi harus mendapat pengecualian dengan mengharuskannya “terhindar secara luar biasa” dari perlakuan umatnya ? Kesabaran para Nabi dalam menghadapi ujian selalu mendatangkan pertolongan dari Allah, namun tidak pernah Allah menolong dengan cara menggantikan ujian tersebut kepada diri orang lain sehingga bukan sang nabi yang menghadapi ujian namun justru orang lainlah yang mendapatkan ujian tersebut. Pertolongan Allah bekerja dengan cara yang latief (halus) melalui ujian, kesabaran, dan keteguhan dari sang Nabi dan para murid (sahabat)nya.
    • Armansyah Sutan SamponoIni semua harus bisa dilihat sebagai sesuatu yang alamiah dan historis, para utusan Tuhan tersebut berhasil keluar dari semua permasalahan yang mereka hadapi, sebagaimana Nabi Ibrahim keluar dari kobaran api dalam keadaan hidup, Nabi Musa melewati laut merah dan mengalahkan para tukang sihir dalam keadaan hidup, Nabi Muhammad melewati berbagai peperangan dibaris terdepan dan tetap dalam keadaan hidup maka Isa al~Masih, juga berhasil lolos dari maut dalam hukuman penyaliban atas dirinya dan tetap hidup, sebuah penyaliban yang gagal dan karenanya Isa al~Masih tidak bisa disebut telah disalibkan.Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu), dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah. -Qs. 33 al-Ahzab : 62
    • Armansyah Sutan Sampono Sebagian dari umat Islam terkadang terlalu berlebihan dalam memandang sosok para Nabi dan Rasul sehingga nyaris menganggap mereka sebagai manusia langit yang sama sekali tidak tersentuh dengan berbagai permasalahan duniawiah, banyak dari kita berpikir bahwa seorang Nabi itu haruslah senantiasa berkhotbah tentang akhlak, berkhotbah tentang ketuhanan, penuh mukjizat, sakti mandraguna, suci tak bernoda dan tidak pernah melakukan kesalahan sekecil apapun, tidak mungkin bisa dilukai apalagi dibunuh dan berbagai sifat kedewaan lainnya yang akhirnya secara tidak langsung telah melakukan pengkultusan dan menaikkan status kemanusiawian mereka diatas manusia-manusia lainnya.
    • Armansyah Sutan Sampono ‎”Siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al-Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan siapa saja diatas bumi semuanya ?” -Qs. Al-Ma’idah : 17
    • Kang Momod kalau saya rangkum pendapat abang Armansyahsesuai gaya bahasa penyampaian saya:seorang nabi/rasul adalah manusia biasa bukan superman sehingga ia dijadikan ‘icon’ umat untuk mencontoh suri teladannya, tentu manusia akan banyak gagal jika yang dicontoh manusia layaknya superman. posisi para nabi/rasul dari mulai yang paling berkuasa sampai posisi yang paling lemah ada semua, demikian pula dengan masalah naik ke langit tentunya sulit untuk menjadi teladan.
    • Royyan El Furqan ‎,
      terima kasih Pak,
      terlepas dari bagaimana kita mengartikan salib, sebenarnya sebelumnya sudah terlintas dibenak saya bahwa itu mungkin bukan pengulangan namun bisa berupa penegasan. seperti yang Bapak terangkan:–Sehingga tidak terjadi pengulangan tentang makna pembunuhan pada diri Nabi Isa, justru sebaliknya, ini menjadi bentuk penegasan al-Qur’an terhadap peristiwa itu bahwa Nabi Isa tidak berhasil mereka bunuh melalui proses penyaliban yang semestinya dan mereka juga tidak membunuh Nabi Isa dalam bentuk dan kejadian seperti apapun diluar itu.—Namun saya bertanya lagi, dari mana kita tahu dan yakin bahwa ini adalah PENEGASAN, ketika kita menganggap bahwa kalimat DAN TIDAKLAH MEREKA (MEMBUNUH) MENYALIB DIA adalah penegasan bagi kalimat sebelumnya yakni DAN TIDAKLAH MEREKA MEMBUNUH DIA, maka menurut saya ini berarti kita menganggap bahwa kalimat DAN TIDAKLAH MEREKA MEMBUNUH DIA adalah kalimat yang kurang tegas dan sempit.
    • Israel Pardede naiknya Isa bin Maryam adalah benar adanya,benar benar terangkat dari bumi kelangit
    • Israel Pardede artikel armansyah tentang menggugat kenaikan Isa sangat tdk ilmiah,dia hanya mengkaitkaitkan dengan perjanjian lama n baru lalu membeberkan persepsi yang menurutnya benar,padahal persepsinya sendiri yg harus dikritisi karena bathil menurut syariat
    • Israel Pardede bahasannya tentang mewafatkan Isa juga masih kacau,jauh dari prinsip syariah & kaidah ilmiyyah
    • Armansyah Sutan Sampono ‎Royyan El Furqan :
      Dalam tatanan grammatikal, maka 4/157 yang menjadi penegasan penolakan al-Qur’an ada pada kata “Maa” yang merupakan bentuk penegasian qatalūhu (pembunuhan secara umum) maupun ṣalabūhu (pembunuhan dalam bentuk penyaliban).Ini rujukan ayat per-ayat dalam 4/157, disini : http://corpus.quran.com/wordbyword.jsp?chapter=4&verse=157 atau bisa juga pada postingan saya di http://www.facebook.com/groups/nazwarsyamsu/permalink/231084440335254/Kata-kata “Maa atau Wamaa” adalah suatu kata yang sifatnya bergantung pada kondisi, sebab secara umum, bentuk penegasian dalam bahasa Arab menggunakan term “Laa atau Laysa”.

      corpus.quran.com

      Welcome to the Quranic Arabic Corpus, an annotated linguistic resource which sho…Lihat Selengkapnya
    • Armansyah Sutan Sampono ‎Israel Pardede: Didalam 5:48 disebutkan bahwa al-Qur’an menjadi korektor atau komparatif dari kitab-kitab sebelumnya. Oleh sebab itu maka menjadikan Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru sebagai sebuah studi banding menjadi sangat ilmiah dan bisa dibenarkan dari kacamata al-Qur’an.Apalagi dalam sejarahnya, banyak para sahabat besar seperti Ibnu Abbas maupun Umar Bin Khattab menjadikan cerita-cerita yang disampaikan oleh kaum ahli kitab Nasrani dan Yahudi yang menjadi muslim sebagai bantuan tafsir mereka untuk memahami cerita-cerita al-Qur’an yang berkaitan dengan Israiliyat.Dimana jadi letak tidak ilmiah dan tidak syariahnya ? Anda yang harus belajar banyak mengenai agama anda sendiri (maaf).
    • Israel Pardede sebagaimana terangkatnya elia, maka Isa pun terangkat dengan dijemput oleh pesawat ufo yg biasa dikendarai oleh para malak (malaikat)
    • Israel Pardede adapun makna wafatnya Nabi Isa adalah wafat dalam keadaan yang bukan sebenarnya mati,namun dalam keadaan pingsan atau tertidurkan
    • Armansyah Sutan Sampono ‎Israel Pardede : Menurut saya anda terlalu jauh mengkhayal dan kebanyakan menonton film fiksi ilmiah sehingga anda tidak bisa membedakan mana fiksi dan mana yang nyata …. tidak ada ceritanya dalam al-Qur’an bahwa Elia diangkat naik ufo bersama malaikat …. sekarang siapa yang berasumsi dengan hawa nafsunya ?
    • Armansyah Sutan Sampono ‎Israel Pardede : Saya tantang anda menunjukkan ayat didalam al-Qur’an yang membenarkan pemahaman anda tentang Elia itu …
    • Armansyah Sutan Sampono‎5:117. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka.21:34. Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?
    • Israel Pardede wkwkwkwkwkwkwkwk,saya bukan pengkhayal bung, anda mau ajak saya berdebat dalam hal apa? disiplin tafisr Qur’an,hadits dirayah, lughatul ‘arabiyyah, atau apa.silahkan dibaca saja artikel2 saya tentang Islam umumnya atau Isa khususnya,anda akan tahu bahwa saya tdk akan pernah mau beranjak jauh dari QUr’an n Hadits Shahih
    • Armansyah Sutan Sampono ‎Israel Pardede : Maaf, saya bukan pengagung hadis …. ketika kita bicara soal hadis, maka ada banyak elemen yang harus didiskusikan … silahkan buka thread baru dan saya akan melayani anda tentang ini.
    • Armansyah Sutan Sampono ‎25:30. Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan”.
    • Royyan El Furqan‎,terlepas dari memihak antara pihak yang menyatakan Nb Isa terpalang dan yang menyatakan Nb Isa tidak terpalang.—Olehnya maka dalam akhir ayat 4/157 disebutkan :”Tiada pengetahuan mereka kecuali mengikuti dugaan, dan tidaklah mereka yakin telah membunuhnya”. —-

      menurut saya pribadi, akhir Ayat ini juga cocok pada pihak yang menyatakan Nb.Isa tidak dipalang dan terangkat ke jauh di sana. karena berarti mereka menyalib orang salah atau salah tangkap, dan mereka tidak yakin bahwa mereka telah menangkap (membunuh) Nabi Isa. mereka menyangka bahwa mereka telah membunuh Nabi Isa.

      kalau saya pribadi malah sedikit aneh, (jikalau) kenapa sudah jelas mereka menangkap orang yang tepat, dan mereka sangat antusias membunuh, tapi kenapa mereka justru membiarkan diri mereka ragu apakah mereka telah berhasil membunuh Nb Isa, kenapa tidak dilakukan tindakan yang lebih ekstrim yang sekiranya membuat kemungkinan untuk hidup jadi tipis sekali ?

    • Israel Pardede anda bukan pengagung hadits itu karena anda kafir,bukan seorang Muslim yang tdk mengagungkan hadits
    • Royyan El Furqan ‎,
      Maaf Pak Armansyah Abi Daffa,
      bukan istilah MAA dan WAMAA-nya yang saya pertanyakan.
      “WAMAA QOTALUUHU” ini saya rasa adalah kalimat tegas.
      “WAMAA SHOLABUUHU” ini juga saya rasa adalah kalimat tegas.namun ketika WAMAA SHOLABUUHU diartikan MEMBUNUH DI TIANG SALIB atau yang namanya DISALIB harus mati jika masih hidup maka namanya TIDAK DISALIB meskipun DIPALANG di tiang salib, maka (menurut saya) ketika digabung menjadi:(a).Dan tidaklah mereka MEMBUNUH dia dan tidaklah mereka MEMBUNUH dia di tiang salibsaya bandingkan dengan:

      (b).Dan tidaklah mereka MEMBUNUH dia dan tidaklah mereka MEMALANG/MENYALIB dia.

      bagi saya, kalimat (b) ini sangat jelas dan tegas bahwa Nabi Isa tidak dibunuh mereka, DAN TIDAKLAH MEREKA MEMBUNUH DIA, termasuk tidak terbunuh di tiang salib. lalu ditegaskan lagi “dan” Nabi Isa tidak naikkan di palang atau disilang di tiang salib.

      bagi saya kalimat (a), ketika saya baca DAN TIDAKLAH MEREKA MEMBUNUH DIA, maka apakah ini artinya masih mungkin Nabi Isa terbunuh dengan cara DIPALANG/DISILANG ? saya rasa tentu tidak, karena sudah tegas bahwa Nabi Isa tidak dibunuh mereka, lalu kenapa masih dikatakan bahwa DAN TIDAKLAH MEREKA MEMBUNUH DIA DI TIANG SALIB, bagi saya ini semacam pengulangan.

      dan ketika kalimat DAN TIDAKLAH MEREKA MEMBUNUH DIA DI TIANG SALIB kita anggap sebagai penegasan atau melengkapi kekurangan-makna bagi kalimat DAN TIDAKLAH MEREKA MEMBUNUH DIA, maka apakah ini artinya kita merasa bahwa kalimat DAN TIDAKLAH MEREKA MEMBUNUH DIA adalah kalimat yang kurang tegas dan berlaku sempit (tidak termasuk membunuh di tiang salib) ?

    • Armansyah Sutan Sampono ‎Israel Pardede : Anda berpenyakit kronis, mudah mengkafirkan orang yang tak sepaham dengan anda. Jelas anda hanyalah seorang abangan yang perlu belajar al-Qur’an dan juga al-Hadis lebih komprehensif. Kefanatikan buta kadang bisa mendangkalkan pengetahuan dan menutup hati dari kebenaran, hati-hati.
    • Armansyah Sutan Sampono ‎Royyan El Furqan: Didalam memahami al-Qur’an, kita tidak bisa melepaskan diri dari kaidah gramatikal nahwu shorofnya. Itu yang pertama. Sehingga mau atau tidak mau, kita harus membahas dari sudut pandang ini jika memang ingin menguak ayat-ayat al-Qur’an secara detil. Dari susunan kata pada 4/157 saja, tidak ada disebutkan pihak ketiga yang menjadi dhamir dari Isa.Bentuk pasif hanya digunakan bila konteks sudah nyata sekali, siapa yang yang dimaksudkan sebagai subyek yang tidak disebutkan. Jadi disini kita melihat al-Quran sama sekali tidak menyatakan secara tegas bahwa Bangsa Israel telah membunuh ataupun telah menyalib seseorang yang dimiripkan dengan Isa al-Masih. Konteks ayat disurah An-Nisaa [4] :157 telah kita buktikan bila sama sekali tidak membenarkan ide substitusi Nabi Isa kepada orang lain.
    • Israel Pardede wkwkwkwkwkwk,saya hanya mengkafirkan org yg menolak Islam,meyakini hadits itu adalah bagian dari Islam
    • Kang Momod siapa yang bilang hadits bagian dari Islam?
    • Armansyah Sutan SamponoAdapun perihal makna ganda yang anda maksud dengan penolakan pengertian “ṣalabūhu” sebagai tergantung dikayu palang tidak seperti yang anda tafsirkan, sebab tafsir yang benar adalah : Tidaklah mereka membunuh Isa melalui cara-cara umum dan tidak pula mereka membunuh Isa diatas kayu salib seperti sangkaan mereka. Jadi disini ada tambahan bantahan untuk keyakinan kaum Kristiani yang mendogmakan kematian Isa dikayu salib itu sebagai sebuah bentuk ajaran baru (seperti penebusan dosa dan kehidupan abadi pembenar doktrin ketuhanan Isa) sekaligus hinaan terhadapnya oleh kaum Yahudi yang menganggap orang yang mati diatas kayu salib adalah orang terkutuk.Lalu kenapa seperti kata anda, –kenapa sudah jelas mereka menangkap orang yang tepat, dan mereka sangat antusias membunuh, tapi kenapa mereka justru membiarkan diri mereka ragu apakah mereka telah berhasil membunuh Nb Isa, kenapa tidak dilakukan tindakan yang lebih ekstrim yang sekiranya membuat kemungkinan untuk hidup jadi tipis sekali ?—Jawabnya ada pada PB tepatnya Injil Yohanes pasal 19 ayat 28 s/d 34, dimana para pelaku penyaliban itu tidak mematahkan kaki Nabi Isa sebagaimana terjadi pada korban-korban penyaliban lainnya, hanya karena Nabi Isa “tampak sudah mati”. Lalu timbul keraguan salah seorang dari mereka dan menikam tubuh Nabi Isa dibagian lambungnya dengan tombak.Dari nash-nash ini kita memperoleh kesimpulan bahwa penyaliban itu dimulai dari jam sembilan pagi sampai jam tiga siang dimana Isa akhirnya dinyatakan mati dengan tenang oleh para penulis Injil setelah ia meminum sebuah larutan anggur asam. Uniknya, kaki Isa tidak dipatahkan dalam kejadian penyaliban itu berbeda dengan kedua orang yang ikut disalib bersamanya yang menjalani proses pematahan tulang-tulang kaki, dan kematian Isapun hanya atas dasar melihat, bukan menyentuhnya sehingga asumsi bahwa Isa memang sudah wafat pada hakekatnya masih sangat layak kita ajukan. Juga dengan keluarnya darah dan air setelah ditombak oleh salah seorang prajurit Romawi ikut membuktikan betapa kondisi Isa diwaktu terlihat mati itu ternyata bisa jadi malah masih hidup.

    • Israel Pardede kalau anda tdk mengimani hadits artinya anda juga tdk imani quran,dan itu sebuah kekafiran yg nyata.mengkafirkan itru adalah ajaran Islam,wajib hukumnya mengkafirkan org kafir seperti anda contohnya,salah satu diantara org yg menolak hadits, dengan alasan yg tdk masuk akal
    • Armansyah Sutan SamponoKita juga memiliki beberapa data lain yang mungkin bisa dijadikan argumentasi pendukung dalam teori bertahan hidupnya Isa al~Masih sampai ia diturunkan dikayu salib. Diantaranya adalah singkatnya waktu penyaliban yang terjadi saat itu, yaitu hanya sekitar 3 jam (dimulai pada jam 12 sampai jam 15.00), disusul dengan kedua orang yang ikut disalib bersama Isa al~Masih yang waktu itu keadaan keduanya masih dalam kondisi yang segar bugar sehingga para serdadu Romawi itu mematahkan kaki mereka untuk mempercepat kematiannya (dan memang wajar sekali jika orang baru mati dalam penyiksaan dikayu salib setelah lebih dari satu sampai tiga harian), argumen kita berikutnya adalah keterkejutan Pontius Pilatus yang telah menjatuhkan hukuman tersebut ketika mendengar bahwa Isa al~Masih telah dinyatakan wafat dalam waktu secepat itu yang tentu saja dengan pemikiran wajarnya sebagai orang yang sering menyaksikan maupun menjatuhkan hukuman mati melalui metode penyaliban, kematian Isa yang diluar kebiasaan tersebut menimbulkan kebingungannya sendiri.Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. – Injil Markus pasal 15 ayat 44
    • Israel Pardede anda sendiri yg sedang berkubang pada dangkalnya pengetahuan.ini saya belum masuk ke pembahasan bahwa quran yang anda yakini sekarang juga palsu,tdk berbeda jauh dengan hadits yang anda tolak
    • Armansyah Sutan Sampono ‎Israel Pardede : saya sudah mempersilahkan anda untuk membuka thread khusus tentang hadis. Jadi lakukan saja, disana kita bisa dialog secara ilmiah dan saya akan buka mata anda tentang konsep hadis yang sesungguhnya. Jadi jangan cuma habis dengan igauan kafir mengkafirkan seperti anak kecil merengek minta balon. Silahkan … itupun jika anda berani secara ilmiah.
    • Israel Pardede suitu artikel 2 saya sdh saya posting silahkan dibantah dengan kedunguan yang anda miliki
    • Armansyah Sutan Sampono Artikel dijawab dengan artikel, saya juga punya banyak artikel tentang hadis diblog saya untuk mencairkan kebuntuan otak anda Israel Pardede. Sekarang jika anda berani, silahkan buka thread baru dan kita diskusi langsung.
    • Armansyah Sutan Sampono http://arsiparmansyah.wordpress.com/2012/01/15/menggugat-hadis-shahih-musa-menonjok-malaikat-maut/ | http://arsiparmansyah.wordpress.com/2011/12/29/kritik-hadis-shahih-tentang-aisyah-dan-salim/

      arsiparmansyah.wordpress.com

      Menggugat Hadis Shahih: Musa menonjok Malaikat Maut Oleh : Armansyah Saya percay

      a anda semua mengenal sosok Superman, tokoh yang memiliki segudang kemampuan anomali diatas rata-rata manusia biasa, …
    • Armansyah Sutan Sampono http://arsiparmansyah.wordpress.com/2007/08/28/bagaimana-menyikapi-perbedaan-hadist/

      arsiparmansyah.wordpress.com

      Bagaimana menyikapi perbedaan hadist ? Oleh : Armansyah Untuk menjawab pertanyaa

      n ini, kita perlu melihat dulu sejarahnya, bahwa Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah dan Nabi terakhir telah menyampaik…
    • Shamuri Shamar Bayangan Diskusi apaan ini?
      Ko seperti diskusi nya orang2 yang tak pernah membaca AlQur’an , yaa?
    • Shamuri Shamar Bayangan Wah..
      Bapak2 sudah sombong…
      G nyangka saya…na’uzubillah
    • Armansyah Sutan Sampono ‎Shamuri Shamar Bayangan : Didalam Islam, ada konsep Qishash, artinya kita boleh membalas sesuai dengan perlakuan orang pada diri kita. Dalam hal ini, saya hanya mengimbangi permainan yang dilancarkan oleh bung Israel Pardede saja. Saya sudah menawarkan diskusi khusus dengan thread baru untuk ini tetapi beliau cuma sibuk mengkafir-kafirkan. Jadi, ini bukan sebuah kesombongan dipihak saya. Saya cuma membalas dengan setimpal.
    • Shamuri Shamar Bayangan Siapa yg merasa beriman pada AlQur’an, ngalah dech…
      Diskusi ini g sehat, krn sudah menyerang pribadi.maaf.
      Jadi tidak meluas dan melebarkan penyakit.
    • Armansyah Sutan Sampono ‎2:194. Dan pada sesuatu yang patut dihormati, berlaku hukum Qishas. Oleh sebab itu barang siapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu.
    • Royyan El Furqan ‎,
      ringkasnyaJikalau,
      …WAMAA QOTALUUHU WAMAA SHOLABUUHU…
      dan saya mengartikannya
      DAN TIDAKLAH MEREKA MEMBUNUH DIA DAN TIDAKLAH MEREKA MEMALANG/MENYILANG DIA…ketika saya baca WAMAA QOTALUUHU, maka dibenak saya bahwa Nabi Isa tidak terbunuh dengan cara apapun. jika saya ditanya, apakah Nabi Isa terbunuh ketika disalib, maka saya jawab dengan tegas tidak. saya kira tidak perlu membawa kalimat WAMAA SHOLABUUHU (dengan artian versi Bapak Arman) untuk menjawabnya.lalu jika saya ditanya lagi, apakah Nabi Isa benar disalib, maka menurut saya inilah satu pelajaran dari WAMAA SHOLABUUHU, bahwa Nabi Isa tidak terpalang/tersilang oleh mereka.

      saya memang tidak menguasai bhs.arab, ini satu sebab kenapa saya menanyakannya dan berharap koreksi kepada Bapak Armansyah Abi Daffa dan lainnya.

      apa yang saya tuliskan kepada Bapak bukan untuk menyalahkan pernyataan Bapak namun untuk mengutarakan apa yang mengganjal di benak saya.

      terima kasih banyak Pak Armansyah.
      maaf bila ada kata yang kurang berkenan.

      WALLAHU A’LAM.

    • Armansyah Sutan Sampono Saya tidak memulai penyerangan pribadi siapapun, silahkan periksa satu demi satu kata-kata saya dalam setiap komentar. Tetapi sebaliknya jika orang sudah mulai keterlaluan dengan saya, InsyaAllah saya tidak akan mundur meski sejengkal rambutpun. Sabar dan beriman, bukan berarti harus diam mengalah. Sebab jika begini konsepnya, maka dijaman dahulu kala tidak akan pernah ada cerita Nabi berperang🙂
    • Armansyah Sutan Sampono ‎Royyan El Furqan: Saya hargai cara pandang anda, tetapi seperti yang sudah saya sampaikan, secara gramatikal bahasa Arab, konsep substitusi antara Nabi Isa dengan orang ketiga dalam peristiwa penyaliban di 4/157, tidak bisa dibenarkan. Sehingga syubbihalahu itu mesti terjadi pada diri Isa sendiri yang tampaknya terlihat mati padahal beliau masih hidup.Soal penyaliban juga, kita dan tentu saja al-Qur’an tidak mungkin berlepas diri dari pemahaman orang-orang yang meyakini konsep penyaliban itu sendiri. Tentu al-Qur’an membantah sesuai dengan konsep yang mereka anut tentang itu.
    • Armansyah Sutan SamponoDidalam al-Qur’an sendiri bisa dicek pada 20/71, 26/49, 7/124, 12/41 bahwa proses penyaliban itu lebih kepada proses penyiksaan kejam dan matinya sikorban diatas kayu salib atas penyiksaan tersebut. Silahkan dibaca ayat-ayat yang saya rujuk diatas.Jadi penekanannya ada pada penyiksaan huebat diatas kayu palang yang berakibat pada kematian pelan-pelan pada diri korban. Itulah yang dibantah oleh al-Qur’an juga dengan kalimat yang menurut bapak Royyan El Furqan seakan merupakan pengulangan kata.
    • Anas Marsudi Mumpung lagi banyak orang Rusia, plus Amerika dan Korea Utara yang juga ikutan mampir. Ayo ajak mereka buat program luar angkasa khusus ke planet Venus, gimana ok.?
    • Shamuri Shamar Bayangan Ikuttttttt….
    • Royyan El Furqan ‎,
      waduh.. jangan panggil bapak dong Pak Armansyah Abi Daffa
      (^_^)mungkin lebih tepatnya pengulangan maksud (jika diartikan MENYALIB harus meninggal dan tak disebut MENYALIB jika tidak meninggal).saya setuju, katakanlah normalnya, orang yang bersalah dan dihukum salib, akan dipalang kemudian mengalami siksaan hebat penderitaan kematiaan pelan-pelan.Andaikata, Seseorang disiksa menderita hebat sampai pelan-pelan menuju hampir mati atau katakan saja kondisi 10% lalu diturunkan dari tiang salib, berarti dia tidak disalib menurut Pak Arman? meski bisa saja 2 atau 3 hari setelah turun dari salib orang itu meninggal ?

      (pandangan saya) jika jawaban Bapak adalah iya, maka ini artinya MENYALIB condong pada MEMBUNUH, karena mereka yang dipalang mengalami siksa hebat pelan-pelan kekurangan darah namun tidak sampai mati kemudian turun dari tiang, tetap tidak bisa disebut DISALIB, kenapa, karena tidak sampai mati di tiang.

      misal ada kalimat:
      a). dan tidaklah mereka membunuh Si A dan mereka menyalibnya.
      b). dan tidaklah mereka membunuh Si A dan tidaklah mereka menyalibnya.

      bagi saya, kalimat (a) berarti Si A mengalami siksa hebat pelan-pelan menderita namun tidak sampai mati di tiang salibnya.

    • Shamuri Shamar Bayangan Calon bpk g mau di panggil bpk.
      Hikz!
    • Israel Pardede bung arman,anda itu bterlalu dungu utk memahami sebuah nilai kebenaran hakiki,tentang malaikat tentang nabi Musa,bahkan tentang anda sendiri yg sdh tercampur genetik iblis saja anda tdk faham,bagaimana anda mau mengkaji benar tdknya musa pernah menampar malaikat ??? dengan timbangan atau argumentasi apa? pemahaman anda tentang Quran sj mmsh dsangat hijau,anda tdk sadar kan kalau Quran yg anda imani sekarang sdh tdk lagi orisinal??? ya anda memamng tdk sadar,karena anda terlalu dungu utk memahami apa dan dimana itu kebenaran berada
    • Israel Pardede ya karena kedunguan anda sajalah anda tdk memahami bagai memang malaikat bisa ditampar musa,kenapa tidak???argumentasi anda itu sama sekali tdk ilmiyyah,saya sdh berikan beberapa artikel tentang Isa sebagaimana yg anda minta,namun anda tdk menangap[inya,jangan bicra Quran ^ Hadits deh pak,saya telan bulat bulat kalau pemahaman itu mah.mau bicara versi disiplin ilmu apapun saya jabanin kalau yang gituan mah,cuma andanya ini faham bener tentang Islam atau nggak,itu masalahnya
    • Bung Gedang ‎@armansyah…enggak usah dilayani…sia-sia..
    • Handi Yawan ‎Bung Gedang, Kita harus bersabar menghadapi orang seperti Armansyah Abi Daffa yg harus kita luruskan arah berpikirnya.
    • Handi Yawan ‎Armansyah Abi Daffa,
      AAA
      dalam kasus penyaliban Isa al-Masih inipun, digagalkan oleh Allah.
      Mereka juga telah gagal dalam membunuh Isa diatas kayu palang tersebut, semua usaha mereka digagalkan melalui berbagai cara Tuhan. Seperti jika kita melihat dalam kitab Perjanjian Baru,Beliau juga lalu diturunkan dari kayu palang lalu diurapi oleh orang-orang terdekatnya dengan berbagai rempah-rempah yang sebenarnya justru merupakan obat penyembuh herbal untuk diri beliau yang sedang terluka. Sampai kemudian pada hari ke-3 dari penyalibannya itu, beliau muncul kembali dalam keadaan yang sedikit lebih baik ditengah-tengah pengikutnyamaka Isa al~Masih, juga berhasil lolos dari maut atau kematian dalam hukuman penyaliban atas dirinya dan tetap hidup terhormat dimata Allah dan para pengikut beliau bisa dianggap sebagai sebuah penyaliban yang gagal dan karenanya Isa al~Masih tidak bisa disebut telah disalibkan.Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu), dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah. -Qs. 33 al-Ahzab : 62

      Sebagai akhir catatan ini, saya ingin mengutip tulisan Paulus yang menyatakan dalam Kitab Ibrani pasal 5 ayat 7 sekaitan penyaliban Nabi Isa ini :

      Dalam hidupnya sebagai manusia, ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada-Nya yang sanggup menyelamatkannya dari maut, dan karena kesalehannya, beliau telah didengarkan.

      Juga :
      Kepada mereka Ia menunjukkan dirinya setelah penderitaannya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. – Kisah Para Rasul pasal 1 ayat 3
      Selesai.,
      Jangan lupa … cari terus dipasaran buku pertama saya

      http://arsiparmansyah.wordpress.com/2011/12/12/apakah-nabi-isa-disamarkan-wajahnya/

      Tanggapan
      Pemaparan sy yg sy kutip dari buku2 NS berdasarkan petunjuk (HUDAN) dlm Al Quran ANDA TOLAK MENTAH-MENTAH.
      Anda lebih senang menyusun scenario gagal Penyaliban Nabi Isa Almasih dari Bible/Injil, walaupun sempat dipalang kayu salib dan disembuhkan luka-lukanya.
      Padahal Al Quran jelas memberikan keterangan Tentara Roma salah tangkap!
      Dan perkataan mereka: Bahwa kami telah membunuh Isa Almasih nak Maryam Rasul ALLAH.” Padahal tidaklah mereka membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi disamarkan untuk mereka. Orang-orang yang berselisihan tentangnya selalu dalam keraguan mengenainya. Tiada bagi mereka ilmu kecuali mengikuti dugaan, dan tidaklah mereka membunuhnya dengan keyakinan (QS.4/157)

      Anda menertawakan ketarangan sy yg berasal dari Al Quran. Bukan sy yg anda tertawakan, tetapi anda sedang menertawakan Al Quran! Anda lebih senang mengambil scenario dari Bible/injil???
      Padahal kalau merujuk pada Bible/injil, ketika terjadi penangkapan atas orang yg disangka Nabi Isa Almasih tidak satupun saksi mata dari pengikut Nabi Isa hadir menyaksikan penangkapan, penyeretan ke bukit golgota, penyaliban, penyiksaan, karena semua pengikiut Nabi melarikan diri diburu oleh tentara Roma. Mereka menyusun kisah penyaliban hanya berdasarkan dugaan, bahkan Matius saja menyusun biblenya 30 th setelah keluar dari persembunyiannya.

      Tetapi tidak heran, karena inilah pendapat anda tentang Al Quran:

      “Bagaimanapun, terlepas dari semua kontroversi yang ada, hemat saya semua literatur dari masa lalu patut untuk dipertimbangkan. Diakui atau tidak, al-Qur’an juga adalah produk masa lalu yang kita sendiri secara fisik tidak mengetahui “originalitasnya”. Dalam banyak kasus kita mungkin kadang hanya mencari pembenaran dari emosional kita terhadap nash-nash yang ada pada al-Qur’an sebagai sebuah kebenaran. Tidak ada seorangpun dari kita yang hidup hari ini, merupakan saksi mata terhadap penulisan al-Qur’an dijaman Rasul maupun khalifahnya. Sebagian kita meragukan hadis juga karena salah satunya adalah faktor klaim al-Qur’an yang menyatakan dirinya lengkap dan jelas, disamping banyak faktor lagi yang lain diluarnya.”

      Ayat inikah yg anda tertawakan juga!?
      Komplit
      watammat kalimatu rabbika shidqan wa’adlan laa mubaddila likalimaatihi wahuwa alssamii’u al’aliimu
      [6:115] Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quraan) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia lah yang Maha Mendenyar lagi Maha Mengetahui.

      Jelas/terperinci
      alif-laam-raa kitaabun uhkimat aayaatuhu tsumma fushshilat min ladun hakiimin khabiirin
      [11:1] Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci707, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,

      Lengkap
      afaghayra allaahi abtaghii hakaman wahuwa alladzii anzala ilaykumu alkitaaba mufashshalan waalladziina aataynaahumu alkitaaba ya’lamuuna annahu munazzalun min rabbika bialhaqqi falaatakuunanna mina almumtariina
      [6:114] Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Quraan) kepadamu dengan terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Quraan itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu.

      Inilah bukti kalau akal/rasio menjadi panglima, padahal akal itu dhaif!
      Al Quran adalah firman ALLAH untuk membimbing akal kita agar tidak sesat pikir! Agar manusia menempuh jalan lurus, jalan yg meluruskan akal.

      arsiparmansyah.wordpress.com

    • Handi Yawan ‎Israel Pardede Mari kita saling mengingatkan untuk bersabar! Hukum Qishas memang memperkenankan kita membalas sesuai perbuatannya, tetapi ALLAH mengajarkan kita memaafkan, maka itu lebih baik, kata ALLAH [Admin]
    • Shamuri Shamar Bayangan Harus kembali buka
      7/199
      42/43
      42/37Pemahaman tinggi, seharus nya memiliki kesadaran tinggi pula.
    • Israel Pardede utk memahami cerita sejarah dlm Qur’an harus juga memahami sejarah Qur’an itu sendiri,juga sejarah Hadits maka ada disiplin ilmu asbabun nuzul n wurudz,ada pengkajian tarikh,juga ada kajian yg bisa dibawa kepada ranah saintifikasi Qur’an,ada ranah dimana akal rata bisa memahami ada juga yg tak sanggup memahaminya dengan sempurna baik n benar.Saya benar2 mencintai Qur’an & saya mengkahji Nya dengan segenap hati & hidup saya,sampai saya juga dapati bahwa ternyata Qur’an sendiri pada masa pengkanonikannya tdk luput dr intrik perusakan,namun alhamduliLLAAHH kerusakan Qur’an tdk separah rusaknya Kitab21suci terdahulu
    • Israel Pardede Begitu juga Hadits banyak terdapat kerusakan padanya,namun bukan artinya kita harus tolak semua,intinya mengkaji dengan tepat & benar berdasarkan Kehendak ALLAAH bukan kehenfdak kita,kalau akal kita menyeleweng dari Qur’an & Hadits maka akan rusaklah pemahaman kita tentang keduanya
    • Armansyah Sutan SamponoKita sering bertindak terlalu apatis terhadap kebenaran yang diungkapkan oleh orang lain, terlebih jika orang tersebut memiliki cara pandang yang berseberangan dengan apa yang kita yakini kebenarannya.Padahal belum tentu semua yang ada dalam pemikiran orang tersebut salah dan sebaliknya belum tentu juga setiap pikir dan tindakan kita bernilai benar; bisa saja kita bersikap konsisten terhadap nilai-nilai yang kita anut sehingga kita menyebutnya sebagai sebuah kebenaran namun bukan tidak mungkin konsistensi kita tadi hanya ilusi dimana pikiran kita sesungguhnya berjalan sesuai pola logika yang bisa bergeser dan menyimpang. Artinya pikiran ataupun asumsi kita memang tidak menyimpang kalau kita bandingkan dengan standar kita sendiri. Padahal standar kita dibentuk oleh pikiran kita. Jadi, pikiran kita faktanya ternyata hanya tidak menyimpang dari pikiran kita sendiri.
    • Israel Pardede Seorang yg cerdas pasti akan faham mengapa Qur’an sekarang tdk diturunkan secara tartil,sesuai masa turunnya agar ummat bisa memahami adanya hukum nasikh wa mansukh, memahami bagaimana ALLAAH menghendaki insan agar mengikuti alur Qur’an,bukan mengikuti alur fikirnya sendiri yg dhaif.Tdk tartilnya susunan QUr’an ini merupakan petaka bagi ummat saat ini.semacam armansyah yg awam & bahkan banyak ulama ulama ikut terbingungkan oleh mushaf bauatan utsman yg gemar berlaku bid’ah & sedikit nyentrik ini.Namun kembali lagi saya bersyukur, Qur’an yg ada pada saat ini sdh mencukupi utk dijadikan sebagai satu satunya Kitab Suci yg paling autentik dibanding yg lainnya, Hadits shahih saat ini sdh cukup utk dikatakan sebagai sabda Nabi yg paling autentik dibanding sejarah lainnya, seperti ceritqa g 30 s pki misalnya yg miskin perawi
    • Israel Pardede intinya teman teman disini perlu belajar dulu lebih banyak,lebih komperehensif tentang QUr’an n Hadits Shahih,jangan imani sebelum anda faham hakekat Kebenaranny6a
    • Armansyah Sutan Sampono ‎Israel Pardede : kata-kata seseorang itu mencerminkan kepribadian serta kedalaman ilmunya, begitupula dengan diri anda, melalui tulisan-tulisan anda yang grasak grusuk centang prenang serta tidak ada adabnya itu saya dan semua orang bisa mengukur sedangkal apa ilmu anda. Anda hanyalah seorang akar rumput yang cuma bisa bersorak sorai. Baru belajar mengaji sudah merasa paling hebat sedunia, itulah tipikal anak kecil yang baru masuk beladiri, baru juga sabuk putih, gayanya alamak, mirip juara satu antar benua🙂 Maaf. Mungkin DNA anda yang harus dicek dan ricek lagi, apa iya bebas dari Iblis.
    • Armansyah Sutan Sampono ‎Handi Yawan: Saya tidak mentertawakan al-Qur’an, yang saya tertawakan adalah pemahaman orang yang menafsirkan al-Qur’an itu yang menurut saya terlalu berlebihan. Jangan mengatasnamakan al-Qur’an, karena memang semua pemahaman yang anda bawa hanyalah penafsiran seorang NS dan bukan harfiah ayatnya. Menolak NS dan penafsirannya tidak sama dengan menolak Allah dengan al-Qur’annya. NS cuma manusia biasa yang tafsirnya bisa salah dan bisa benar. Tidak perlu terlalu mendramatisir masalah.Disisi ini anda selalu berkutat mengatakan bahwa bukan Isa disalib, sekarang tunjukkan pada saya dimana didalam al-Qur’an yang menyatakan bahwa orang yang dihukum gantung itu bukan Nabi Isa? Saya sudah membawa analisa dari sisi gramatikal Arabnya, silahkan juga tunjukkan pada saya secara tata bahasa yang bisa membenarkan klaim anda itu.
    • Armansyah Sutan Sampono ‎Royyan El Furqan : Jika orang yang disiksa diatas kayu salib itu tidak mati dan terus hidup seperti kasus Nabi Isa, maka tentu beliau tidak bisa disebut telah tersalibkan. Disini seperti yang sudah beberapa kali saya serukan, kita harus melihatnya dari kacamata orang-orang non Muslim tentang hakekat penyaliban atas diri Nabi Isa itu sendiri. Ketika kita bicara soal makna penyaliban maka kita tidak bisa terlepas dari kaidah dan hukum-hukum yang menterjemahkan arti dari penyaliban tersebut.
    • Armansyah Sutan Sampono Tambahan untuk Handi Yawan: Suatu klaim itu tidak bisa dibenarkan dengan klaim itu sendiri, harus ada komparasi diluar sesuatu yang diklaimkan itu sebagai studi banding pembenarannya.Tidak perlu tersinggung jika argumen NS dipatahkan orang lain, biasa saja dan santai saja. Pemikiran NS secara umum bagus untuk melatih daya kreatif dan rangsangan berpikir kritis terhadap dogma agama yang sudah dianggap baku. Tetapi bukan berarti bahwa setiap kalimat NS pasti bernilai benar. Buat saya, sosok NS tidak lebih seperti sosok Imam al-Ghazali, Imam Syafe’i, Muhammad Abduh, Rasyid Ridho dan lain sebagainya, mereka telah berupaya memahami al-Qur’an dengan kemampuan mereka. Harus tetap dihargai usahanya tetapi bukan harga mati bagi kita dalam menerimanya.🙂
    • Israel Pardede bung arman…..nasehat saya anda ganti nama dulu agar anda tdk terhalangi oleh ridha ALLAAH karena nama anda adalah nama haram yg tdk boleh digunakan,menggunakan syah sebagai nama itu tdk diperbolehkan menurut Syariat.Nah apakah anda ahli sejarah??? anfda harus faham dulu sejarah dengan baik ketika hendak berbicara sejarah,perhatikan bettapa Kitab yang anda agungkan itu ternyata terdistorsikan juga oleh tangan tanagan jahil,jadi bagaimana anda bisa mengambil kesimpulan sejarah sedangkan anda tdk faham sejarah dasar Kitab yg anda jadikan sebagai argumentasi anda sendiri?????sungguh naif,saran saya lebih baik kita perlu belajar nbanyak lagi agar faham apa itu Kebenaran,kalau mau faham sejarah baiknya langsung aja ditanyakan kepada sang pelaku sejarah,dalami makna QS 13:31
    • Armansyah Sutan Sampono ‎Israel Pardede : sudah baca http://arsiparmansyah.wordpress.com/2011/12/16/kenapa-islam-menolak-trinitas/?

      arsiparmansyah.wordpress.com

      Kenapa Islam menolak Trinitas Oleh : Armansyah Telah umum diketahui bahwa Islam …Lihat Selengkapnya
    • Israel PardedeMasalah penyebutan Nabi ‘Isa SAW mejadi sesuatu yang dipermasalahkan oleh orang-orang dungu…dengan kalimat mengejek,orang orang dungu itu akan terus mengejek sampai pada suatu masa dia akan mati diselimuti oleh kedunguannya sendiri. Demikianlah akan saya bawakan Hadits yang menjelaskan lafazh SAW yang disematkan kepada Nabi ‘Isa. Semoga bermanfaat untuk menghilangkan kedunguan yang selama ini membutakan hati mencermati Kebenaran hakiki.عن جَابِرَبْنَ ٍعَبْدِ الّلهِ يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللّه صلي الله عليه و سلم يَقُولُ: لَاتَزالُ طَاءِفَةٌ مِنْ اُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَليَ اْلحَقِّ ظَاهِرِيْنَ اِلَي يَوْمِ اْلقِياَمَةِ قَالَ: فَيَنْزِلُ عِيْسَي بْنُ مَرْيَمَ صلي الله عليه و سلم فَيَقُولُ اَمِيْرُهُمْ تَعَالَ صَلِّ لَنَا فَيَقُولُ لَا اِنَّ بَعْضَكُمْ عَلَي بَعْضٍ اُمَرَاءُ تَكْرِمَةَ الّلهِ هٰذِهِ اْلاُمَّةَ
      (رواه مسلم كتاب الايْمَان :٩٥)
      …Nabi s.a.w Bersabda:Tidak henti-hentinya segolongan dari umatku berperang(berjuang) diatas kebenaran dengan keadaan menang hingga hari Kiamat.Bersabda Nabi: maka turun Isa Ibnu Maryam s.a.w maka imamnya mereka orang islam pada waktu itu berkata: kemarilah engkau Nabi Isa maka imamilah kami dalam sholat, maka Nabi Isa menjawab: Tidak/Jangan saya karena sesungguhnya sebagian kalian satu sama lain telah ada Imam2 yang mengatur(Umaro) dimana para umaro itu merupakan keharoman/kehormatannya ALLAH pada Umat ini.(Shahih Muslim Kitabul Iman)
    • Israel Pardede wkwkwkwkwkwk itu mah kajian murahan,saya gak tertarik dengan kajian gituan,nggak saintifik gitu looohhhh
    • Israel Pardede baca dulu dalil yg menjelaskan bahwa Qur’an anda ternayat terdistorsikan alias palsu
    • Israel Pardede grasak grusuk itu artinya tdk berdalil ketika berpendapat,atau tdk faham kemana arah dalil tsb,kasihan and sdh miskin ilmu miskin pula hati utk memahami kebenaran
    • Prima SeraPak israel..kenapa nama aja d bawa2?lha bpk juga aneh namanya israel pardede.pasti bukan nama asli ya kan?? :-D#jgan balik kritik..hehe
    • Israel Pardede nama memperlihatkan watak
    • Anas Marsudi Kanibalisme, salah satu efek negatif dari makan daging babi.
    • Israel Pardede Israel itu artinya Hamba ALLAAH atau abduLLAAH nama yg paling dicintai ALLAAH lihat di tafisr ibnu Katsir bab tafsir surah al Baqarah:47 menurut Ibnu Abbas,dari Isa bin Yunus berkata : bagiku Israil adalah orang yang lebih hafal hadits Abu Ishaq sebagaimana hafal surat dari Al-Qur’an,dia adalah cucu abu Ishaq seorang yang dinaytakan perawi terpercaya.Tak layak dilalaikan ada nama-nama yg haram disandang. Kita bisa melihat penjelasan Rasulullah mengenai hal ini.
      “Sesungguh nama yg paling hina di sisi Allah adl seseorang yg bernama Malikul Amlak .” Ibnu Abi Syaibah menambahkan dlm riwayatnya: “Tidak ada raja kecuali Allah .” Al Asy’atsi berkata bahwa Sufyan mengatakan:“Seperti Syahan Syah.”Kita simak ucapan Al Imam An Nawawi ketika menjelaskan hadits ini. Beliau mengatakan bahwa pemakaian nama ini haram demikian pula memakai nama-nama Allah yg khusus bagi diri-Nya seperti Al Quddus Al Muhaimin Khaliqul Khalq dan sebagainya.Penamaan yg terlarang ini tdk hanya mencakup dlm lafadz bahasa Arab namun lafadz dlm bahasa lain apabila makna demikian pun terlarang. Kita lihat dlm hadits di atas Sufyan bin ‘Uyainah t memasukkan nama Syahan Syah – yg bukan berasal dari lafadz bahasa Arab namun bermakna serupa dgn Malikul Amlak – dlm larangan ini.Hal ini dijelaskan oleh Imam Al Mubarakfuri. Beliau menyatakan bahwa Sufyan bin ‘Uyainah memberikan peringatan bahwa nama yg tercela ini tdk terbatas pada Malikul Amlak saja. Akan tetapi seluruh nama yg menunjukkan makna tersebut dgn bahasa apa pun termasuk dlm larangan ini.

    • Israel Pardedeانَ يُغَيِّرُ اْلاِسْمَ الْقَبِيْحَ إِلٰى اْلاِسْمِ الْحَسَنِ“Nabi merubah nama yang buruk menjadi nama yang baik.”Hadits ini ditakhrij oleh At-Tirmidzi (2/137), dan Ibnu Adi (245/2). dari Abubakar bin Nafi’ Al-Bashri yang memberitahukan: “Umar bin Ali Al-Maqdami dari Hisyam bin Urwa dari ayahnya. Murrah memberitahukan: “Hadits ini diriwayatkan dari Aisyah.” Hadits ini didukung oleh riwayat Syarik bin AbduLLAAH Al-Qadhi juga, dengan redaksi:٢٠٨ – كَانَ إِذَا سَمِعَ اسْمًا قَبِيْحًا غَيَّرَهُ فَمَرَّ عَلٰى قَرْيَةٍ يُقَالُ لَهَا عَفْرَةً فَسَمَّاهَا خَضْرَةً

      “Adalah RasuluLLAAH, jika beliau mendengar nama buruk, beliau merubahnya. Ketika beliau melewati sebuah kampung bernama ‘Afrah, beliau merubahnya dengan nama “Khadhrah”.”

      Hadits ini ditakhrij oleh Ath-Thabrani di dalam Al-Mu’jam Ash-Shaghir (hal. 70) melalui jalur Ishaq bin Yusuf Al-Azraq, dari Syarik

      Al-Haitsami (8/51) menyandarkan hadits itu kepada Abu Ya’la dan Ath-Thabrani di dalam Al-Ausath. Dia mengatakan: “Perawi-perawi yang dipakai oleh Abu Ya’la adalah shahih.” Sedang di dalam ktiabnya Al-Mu’ja-mush-Shaghir, ia mengatakan juga: “Perawi-perawinya shahih.”

      Demikianlah penilaiannya. Memang Syarik hanya dipakai oleh Imam Muslim jika bersama dengan perawi lain.

      Hadits di atas memiliki syahid yang shahih, yaitu:

      ٢٠۹ – كَانَ إِذَا أَتَاهُ الرَّجُلُ وَلَهُ اسْمٌ لاَ يُحِبُّهُ حَوَّلَهُ .

      “Jika Nabi didatangi oleh seseorang yang memiliki nama yang tidak beliau senangi, beliau merubahnya.”

      Hadits ini ditakhrij oleh Al-Khilal di dalam Ashhabu Ibni Mandah (Q. 153/2). Al-Khilal memberitahukan: “Sa’id bin Yazid Al-Himshy memberikan hadits kepadaku, ia berkata: Muhammad bin Auf bin Sufyan menceritakan kepadaku, ia berkata: Abui Yaman memberi hadits kepadaku, ia berkata: Ismail bin lyasy menceritakan kepadaku dari Dhamdham bin Zur’ah dari Syuraih bin Ubaid yang menceritakan :Utbah bin Abd As-Sulamy menuturkan.
      Hadits di atas memiliki syahid yang shahih, yaitu:

      ٢٠۹ – كَانَ إِذَا أَتَاهُ الرَّجُلُ وَلَهُ اسْمٌ لاَ يُحِبُّهُ حَوَّلَهُ .

      “Jika Nabi didatangi oleh seseorang yang memiliki nama yang tidak beliau senangi, beliau merubahnya.”

      Hadits ini ditakhrij oleh Al-Khilal di dalam Ashhabu Ibni Mandah (Q. 153/2). Al-Khilal memberitahukan: “Sa’id bin Yazid Al-Himshy memberikan hadits kepadaku, ia berkata: Muhammad bin Auf bin Sufyan menceritakan kepadaku, ia berkata: Abui Yaman memberi hadits kepadaku, ia berkata: Ismail bin lyasy menceritakan kepadaku dari Dhamdham bin Zur’ah dari Syuraih bin Ubaid yang menceritakan :Utbah bin Abd As-Sulamy menuturkan: (Kemudian menyebutkan hadits di atas dengan riwayat).”

      seperti dikatakan oleh Al-Bukhari dan lainnya. Sedang hadits ini juga diriwayatkannya dari orang-orang Syam.
      Mengenai hadits ini Al-Haitsami (8/52) mengatakan: “Hadits ini diriwayatkan oleh Ath-Thabrani semua perawinya tsiqah

      Inilah nama-nama yang dirubah oleh Rasul dalam hadits-hadits shahih, yakni Barrah, Aisyah, Hazan, Syihab dan Jatsamah. Dan berikut ini akan saya sebutkan hadits-hadits lain yang senada:

      ٢۱٠ – لاَ تُزَكُّوْا أَنْفُسَكُمْ فَإِنَّ اللهَ هُوَ أَعْلَمُ بِالْبَرَّةِ مِنْكُنَّ وَالْفَاجِرَةِ سَمِيْهَا زَيْنَبَ

      “Janganlah kalian memberi Nama diri sendiri, sebab ALLAAH lebih mengetahui yang baik dan yang buruk di antara kalian, Berilah nama Zainab untuknya.”

      Hadits ini ditakhrij oleh Al-Bukhari di dalam Al-Adab Al-Mufarrad (821), Abu Dawud (4953) dari Muhammad bin Ishaq, ia berkata: “Muhammad bin Amer mengabarkan kepadaku bahwa ia datang kepada Zainab binti Abi Salamah dan ditanya nama saudarinya. Kemudian ia menjawab: “Nama saudariku adalah Barrah.” Zainab menjawab: “Rubahlah namanya, sebab ketika Nabi hendak menikahkan putri Jahsy yang bemama Barrah beliau merubahnya menjadi Zainab.” Kemudian beliau datang kepada Ummi Salamah ketika hendak menikahinya. Namaku pada waktu itu Barrah. Beliau mendengar Ummi Salamah memanggilku Barrah, lalu Beliau bersabda: (Kemudian ia menyebutkan hadits di atas selengkapnya). Ummi Salamah bearkata: “Namamu menjadi Zainab.” Saya terkejut: “Namaku?” la menjawab: “Ubahlah namamu seperti Nabi merubah, kau rubah menjadi Zainab.

      Saya berpendapat: Sanad ini hasan. Mengenai Ibnu lshaq. sebenarnya ia mendapat kritik, tetapi tidak berbahaya. Sebab ia mengabarkan dengan kata haddatsana (tahdits). la juga diperkuat oleh Al-Walid bin Katsir yang juga mengabarkan: “Muhammad bin Amer memberi hadits kepadaku dengan ringkas. juga Yazid bin Abu Hubaib dari Muhammad bin Amer yang di dalam redaksinya terdapat kalimat: “Janganlah kalian membersihkan dirimu sendiri.”

      Hadits ini ditakhrij oleh Imam Muslim (6/173-174).

      “Nama Zainab (setnula) adalah Barrah. (Laludikatakan: la membersihkan dirinya sendiri). Kemudian Nabi memberi nama Zainab.”

      Hadits ini memiliki syahid yang shahih, yaitu:

      Hadits ini ditakhrij oleh Al-Bukhari (4/157), Imam Muslim (6/173), Ad-Darimi (2/295), Ibnu Majah (3732), Imam Ahmad (3/430-459) melalui beberapa jalur yang berasal dari Syu’bah, dari Atha’ Abi Maimunah, dari Abu Rafi’, dari Abu Hurairah yang menuturkan: (Kemudian ia menyebutkan hadits di atas). Redaksi itu dari Imam Ahmad, sedang tambahan yang ada juga darinya. Dalam riwayat lain tambahan tersebut dari Imam Muslim. Demikian pula Ibnu Majah juga mempunyai tambahan seperti itu dalam riwayat lain lagi.

      Imam Bukhari juga meriwayatkan di dalam Al-Adab Al-Mufarrad (832), ia berkata: “Amir bin Marzuq telah meriwayatkan kepadaku, Dia berkata: “Syu’bah telah meriwayatkan kepadaku dengan redaksi:

      “Nama Maimunah semula adalah Barrah. Kemudian Nabi r memberinya nama Maimunah.”

      Imam Bukhari menterjemahkan hadits di atas dengan “Bab Merubah
      Nama Kepada Yang Lebih Baik.” Dalam bab ini ada pula hadits yang
      senada, yaitu:

      ٢۱٢ – كَانَتْ جُوَيْرِيَّةُ اسْمُهَا بَرَّةٌ فَحَوَّلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْمُهَا جَوَيْرِيَّةُ وَكَانَ يَكْرَهُ أَنْ يُقَالُ خَرَجَ مِنْ عِنْدِهِ بَرَّةٌ

      “Jawariyah (semula) bernama Barrah. Kemudian RasuluLLAAH memberinya nama Jawariyah. Beliau kurang suka jika dikatakan: “Nabi baru saja keluar dari sisi Barrah.”

      Hadits ini ditakhrij oleh Imam Muslim (6/173), Al-Bukhari di dalam Al-Adab (831), Imam Ahmad (1/257-326-353), dan Ibnu Sa’id di dalam Ath-Thabaqat (8/84/85).

    • Shamuri Shamar Bayangan Boleh g’ ya saya tertawa…?
      Boleh g boleh, saya mau tertawa.xixixixixii….
      Aduhh…saya g nahan ngeliat bapak bapak…pada aneh dan lucu.sebaik nya pada minum air putih dulu gih…
    • Israel PardedeTidak seyogyanya seseorang memilih nama yang jelek, atau berkonotasi pembersihan diri, juga tidak memilih nama yang berkesan mencaci maki. Meskipun sebuah nama tidak dimaksudkan adanya sifat yang sama pada diri yang diberi nama, tetapi seseorang pasti merasa kurang enak jika mendengarnya, atau bahkan mengira bahwa seperti arti nama itulah sifat yang dimiliki pemiliknya tersebut. Oleh karena itu, RasuluLLAAH merubah nama buruk menjadi nama yang lebih baik, yang membuat sejuk di hati pemanggilnya. Lebih lanjut Ath-Thabari menandaskan: “RasuluLLAAH juga telah melakukan banyak perubahan nama.”Pernyataan itu disebutkan oleh Ibnu Hajar di dalam Fathul-Bari (10/476).Berdasarkan penjelasan di atas. maka tidak diperbolehkan memberikan nama Izzuddin, Muhyiddin, Nashiruddin, syah dan nama-nama yang sejenis (yang berkonotasi memuji diri sendiri). Dan nama-nama buruk yang dewasa ini banyak bermunculan adalah Wishal, Siham, Nihad, Ghadah. dan sejenisnya. Nama-nama itu harus secepatnya dirubah menjadi nama-nama yang baik.
    • Anas Marsudi Apakah masih ragu bahwa hadist-hadist yang dikatakan itu dari Nabi Muhammad, sekian lama telah digunakan sebagai alat yahudi dan nasrani untuk membelokkan iman ketauhidan dan ajaran agama Islam sebenarnya.?
    • Israel Pardede shamuri shamar bayangan…..tertawanya anda tersebut ju7stru membuktikan bahwa anda adalah seorang kafir sejati,hukum mentertawakan Ayat2 ALLAAH,RasulNYA & Haditsnya,adalah pembatal keIslaman.يَحْذَرُ الْمُنَافِقُونَ أَنْ تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُورَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِي قُلُوبِهِمْ قُلِ اسْتَهْزِئُوا إِنَّ اللَّهَ مُخْرِجٌ مَا تَحْذَرُونَ
      Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap ALLAAH dan rasul-NYA)”. Sesungguhnya ALLAAH akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. [At-Taubah:64]وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَDan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan ALLAAH, ayat-ayat-NYA dan Rasul-NYA kamu selalu berolok-olok?” [At-Taubah:65]لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ

      Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika KAMI memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. [At-Taubah:66]

      اللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ

      ALLAAH akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. [Al-Baqarah:15]

      وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

      Dan di antara insan (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan ALLAAH itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.[Luqman:6]

      وَإِذَا عَلِمَ مِنْ آيَاتِنَا شَيْئًا اتَّخَذَهَا هُزُوًا أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

      Dan apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat KAMI, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok. Merekalah yang memperoleh azab yang menghinakan. [Al-Jatsiyah: 9]

      Hadits yang berkaitan dengan turunnya ayat dari Surat at-Taubah diatas yaitu diriwayatkan oleh Ibnu Umar
      “Bahwasanya pada waktu perang Tabuk ada seseorang yang berkata:
      “Kami belum pernah melihat (orang-orang) semacam para ahli membaca al-Quran kita ini, (orang-orang) yang lebih rakus terhadap makanan, lebih dusta lisannya dan lebih pengecut dalam peperangan {{maksudnya mengejek RasuluLLAAH SAW dan para Sahabat yang ahli membaca al-Quran}}. Maka berkatalah ‘Auf bin Malik kepadanya:
      “Kamu telah berdusta, bahkan kamu munafiq, sesungguhnya aku akan laporkan kepada RasuluLLAAH SAW Lalu pergilah ‘Auf bin Malik kepada RasuluLLAAH SAW untuk memberitahukan hal tersebut kepada beliau. Tetapi dia mendapati al-Quran telah mendahuluinya (turun wahyu kepada Nabi )Ketika itu orang itu datang kepada RasuluLLAAH SAW beliau telah beranjak dari tempatnya dan menaiki untanya. Dia berkata kepada RasuluLLAAH SAW
      “Ya RasuluLLAAH !! Sebenarnya kami hanya bersenda gurau sebagaimana obrolan orang-orang yang pergi jauh sebagai pengisi waktu saja dalam perjalanan kami.”
      Ibnu Umar berkata: “Sepertinya aku melihatnya berpegangan kepada sabuk pelana unta RasuluLLAAH SAW sedangkan kedua kakinya tersandung-sandung batu sambil berkata: “Sebenarnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.”
      Lalu RasuluLLAAH SAW pun bersabda kepadanya:
      Apakah kepada ALLAAH, ayat-ayat-NYA dan Rasul-NYA kamu berolok-olok?.
      Beliau mengucapkan itu tanpa menengok dan tidak berbicara kepadanya lebih dari itu. [HR. Ibnu Abi Hatim 4/64 dari Ibnu Umar dan dihasankan oleh Syaikh Muqbil dalam Ash-Shahih al-Musnad hal.71]

      Dari Asy-Sya’bi dari Amirul Mu’minin Ali bin Abi Thalib bahwasanya ada seorang Yahudi memaki RasuluLLAAH SAW, maka (ada) seorang laki-laki mencekiknya hingga mati, RasuluLLAAH SAW pun membatalkan bayar diyat (denda) laki-laki tersebut. [HSR. Abu Dawud. Al-Albani berkata dalam Irwaul Ghalil mengomentari hadits (1251): Isnadnya Shahih sesuai Syarat Bukhari-Muslim]

      Perkataan para Ulama tentang hukum istihdza

      Ibnul Mundzir:
      Telah menukil adanya ijma’ shahabat bahwa orang yang mencela RasuluLLAAH SAW wajib dibunuh (al-Ijma’ Li-Ibnil Mundzir hal.153 no.722)

      Ibnu Qadamah berkata:
      “Barangsiapa mencela ALLAAH maka dia telah kafir, sama saja apakah bercanda atau bersungguh-sungguh. Demikian pula (sama hukumannya dengan) orang yang mengejek ALLAAH atau Ayat-ayat-NYA atau Rasul-NYA atau Kitab-NYA…” (Al-Mughni 10/103)

      Ibnu Hazm berkata:
      Benarlah yang telah kami sebutkan bahwasanya siapa saja yang mencela atau mengejek ALLAAH; atau seorang malaikat dari para malaikat atau seorang Nabi dari para Nabi atau sebuah Ayat dan Ayat-Ayat ALLAAH maka dengan hal itu ia menjadi kafir yang murtad dan berlakulah hukum murtad baginya. (Al-Muhalla 2308 hal.408)

      Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:
      “Jika dia (si pencela) seorang Muslim, maka telah terjadi ijma’ bahwa dia wajib dibunuh, karena dia telah menjadi kafir yang murtad disebabkan (celaan tersebut) dan dia lebih buruk dari pada orang kafir (yang bukan murtad). Karena seorang Kafir (yang bukan murtad) mengagungkan Rabb tetapi meyakini agama bathil sebagai kebenaran, namun tidak (melakukan) pengolok-olokan terhadap ALLAAH dan pencelaan terhadap-NYA (Ash-Sharimul Maslul hal.546)

    • Israel Pardede anas….apakah anda masih ragu bahwa kitab yang anda imani itu ternayat penuh dengan kepalsuan dan intrik yg mendistorsikan Kebenaran ???????
    • Anas Marsudi Memang ahli kitab itu ada yang beriman tapi kebanyakan adalah fasik. Dan yahudi dan nasrani tidak akan senang sebelum berhasil membelokkan keimanan dan ajaran agama Islam.
    • Israel Pardede saya tanya apa nda mampu menjelaskan korelasi hadits dengan pembelokan tauhi oleh yahudi ^ nasrani ??? anda pernah belajar tentang hadits tdk bung anas?
    • Shamuri Shamar Bayangan Pak anas…biarin dia, udah biasa dia begitu.
      Kita lanjut kajian kita ajjah
    • Anas Marsudi Jadi seruanku kepada seluruh ummat Islam, kembalilah ke Al Quran saja.! Jangan gunakan garis hukum lain selain dari Ketetapan Alloh yang ada dalam Al Quran. Okehhh. Hehehehh…
    • Royyan El Furqan ‎,
      Maaf Armansyah Abi Daffa, mohon penjelasan mengenai beberapa komentar Bapak sebelumnya.—Jadi disini ada tambahan bantahan untuk keyakinan kaum Kristiani yang mendogmakan kematian Isa dikayu salib itu sebagai sebuah bentuk ajaran baru (seperti penebusan dosa dan kehidupan abadi pembenar doktrin ketuhanan Isa) sekaligus hinaan terhadapnya oleh kaum Yahudi yang menganggap orang yang mati diatas kayu salib adalah orang terkutuk.—Menurut saya (katakanlah saya berpaham bahwa Nabi Isa tidak dibunuh dan tidak disilang/palang di tiang),
      kalimat WAMAA QOTALUUHU, sudah cukup untuk menepis mereka yang berpaham bahwa Nabi Isa meninggal di tiang salib untuk penebusan dosa, karena memang ditegaskan WAMAA QOTALUUHU. Sekaligus menepis mereka yang berpaham bahwa Nabi Isa adalah orang terkutuk karena mati tersalib atau mati di tiang, karena memang ditegaskan WAMAA QOTALUUHU.dan kalimat WAMAA SHOLABUUHU, saya artikan DAN TIDAKLAH MEREKA MENYILANG DIA (DI TIANG SILANG), jangankan orang mau mengatakan Nabi Isa itu adalah orang terkutuk karena mati tersiksa disalib, disilang di tiang silang saja tidak apalagi mati di tiang silang. Lagi pula sudah ditegaskan pada kalimat sebelumnya WAMAA QOTALUUHU, apakah orang masih mengira Nabi Isa mati tersiksa disalib ?!

      saya kutip tulisan Bapak:
      a)—Didalam al-Qur’an sendiri bisa dicek pada 20/71, 26/49, 7/124, 12/41 bahwa proses penyaliban itu lebih kepada proses penyiksaan kejam dan matinya sikorban diatas kayu salib atas penyiksaan tersebut. Silahkan dibaca ayat-ayat yang saya rujuk diatas.—

      b)—Jika orang yang disiksa diatas kayu salib itu tidak mati dan terus hidup seperti kasus Nabi Isa, maka tentu beliau tidak bisa disebut telah tersalibkan—

      Dari kalimat (b), saya menangkap, bahwa menurut Pak Arman, seberat apapun siksa dan derita di tiang silang namun tidak sampai mati di tiang silang, maka namanya TIDAK DISALIB. Jika ini Bapak setuju, maka dengan sederhana saya menyimpulkan bahwa inti dari DISALIB adalah TERBUNUH. Jika ada yang dipalang di tiang silang menerima siksa BERAT namun mati, namanya DISALIB. Jika ada yang dipalang di tiang silang menerima sedikit siksa belum terlalu berat namun sudah mati, maka namanya DISALIB. Jadi, yang menjadi inti informasi dari WAMAA SHOLABUUHU (menurut Pak Arman) adalah MATInya korban di tiang silang, bukan bentuk pemalangan/penyilangan tubuh dan bukan bentuk siksanya.

      jika tangkapan saya atas pendapat Pak Arman benar demikian, maka menurut saya ini bertentang dengan tulisan Pak Arman sendiri pada kalimat (a) di atas.

      Saya tangkap dari kalimat (a), selain unsur terbunuhnya si korban, bahwa penyiksaan kejam dan derita hebat juga termasuk dalam unsur PENYALIBAN.
      Lalu jika dikatakan WAMAA SHOLABUUHU, apakah ini artinya si korban tidak mengalami siksaan berat ketika di tiang? Atau hanya tidak mengalami kematian di tiang?

      jika arti MENYALIB adalah menyiksa dengan kejam dan siksaan itu harus perlahan membunuhnya, lalu ketika dikatakan SI A TIDAK DISALIB, maka saya akan mengartikan bahwa Si A tidak mengalami siksa berat di tiang salib dan tidak mati tersiksa di tiang salib.

      Namun ternyata menurut Pak Arman, Nabi Isa mengalami siksa berat sampai pingsan dan tidak mati. Ini mengganjal di benak saya. Dikatakan WAMAA SHOLABUUHU, diartikan Nabi Isa tidak mati di tiang, namun Beliau disiksa berat. Padahal siksa berat termasuk dalam unsur penyaliban?
      Jika memang unsur inti dari penyaliban adalah unsur terbunuhnya, maka sekali lagi saya merasa ini semacam pengulangan kurang efektif. Karena sudah tegas dikatakan DAN TIDAKLAH MEREKA MEMBUNUH DIA, kecuali kita mengartikan bahwa WAMAA QOTALUUHU tidak termasuk tentang pembunuhan di tiang salib (yang bagi saya ini berarti kita menyempitkan makna WAMAA QOTALUUHU itu sendiri).

      Demikian uneg-uneg saya, terima kasih atas perhatiannya, mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan.

      WALLAHU A’ALAM.

    • Israel Pardede Artikel arman memang kacau balau,intinya dgn tdk terbunuhnya sterhukum maka dinyatakan dia tdk tersalib yg mana konsekwensi penyaliban adalah kematian
    • Armansyah Sutan Sampono ‎Royyan El Furqan: Ajaran baru yang dimaksud adalah doktrin penebusan dosa asal karena peristiwa penyaliban itu. Dengan kata lain Isa memang harus dinyatakan mati menderita diatas kayu salib itu guna menunjang ajaran baru yang konyol tentang dosa asal. Isa dianggap mati untuk keselamatan manusia banyak. Itulah yang hendak dibantah juga oleh al-Qur’an dengan argumen WAMAA SHOLABUUHU-nya.Selain itu dari kajian kebahasaan juga, akar kata “salaba” pada teks وَمَا صَلَبُوهُ berarti membakar suatu barang, memeras sumsum (dari tulang) atau mematikan seseorang dengan cara yang sudah bisa dipastikan akurasi hasilnya. Dan memang menurut sumber PB sendiri, kedua kaki beliau tidak dipatahkan pada detik terakhir penyaliban sebagaimana kaki kedua orang yang disalib didekatnya untuk memastikan kematiannya. Bahkan “jasad” Isa-pun tidak dibiarkan tergantung berhari-hari menjadi tontonan dan juga dipatuki burung liar. Prosesnya sangat cepat dan cenderung ceroboh, setelah dia tampak mati dan dianggap sudah mati maka “mayatnya” langsung diturunkan dan diambil oleh Yusuf Arimatea yang sudah siap dengan semua rempah-rempah misteriusnya.Dalam buku Jejak Nabi Palsu saya sudah menjelaskan juga dari sudut kebahasaan Arabnya yang dikorelasikan dengan ayat-ayat PL berkaitan dengan makna penyaliban dalam terminologi Bani Israel, hukum-hukumnya, caranya sampai waktu-waktu terlarangnya. Jadi, tidak ada yang saling kontradiksi disini, coba buka saja buku Jejak Nabi Palsu terbitan Mizan Publika halaman 84-98.
    • Armansyah Sutan Sampono ‎Israel Pardede: Sebenarnya tergantung orang yang bacanya sih, jika orang yang bacanya otaknya kacau balau seperti anda ya apapun akhirnya semua yang terbaca ikut kacau balau …. oups :-)Gimana nih tawaran dialog terbuka saya? Berani gak ? Jangan takut, kita undang media cetak dan elektronik agar fair, saya punya banyak koneksi disana, kalau perlu bantuan keamanan dari polri juga tenang, insyaAllah bisa juga difasilitasi. Kita fifty-fifty saja bayar keamanannya. Jangan takut rusuh, InsyaAllah saya jamin tidak ada yang akan lempar batu sama anda, teman-teman saya yang ada di FPI, HTI, FAKTA atau ormas Islam lainnya itu adalah orang-orang yang berpendidikan. Asal anda mau dialog secara ilmiah dan jujur, semua akan baik-baik saja. Kalau anda berada di Palembang, saya bisa ajak Romo Frans juga sekalian dari gereja paroki hati kudus, beliau teman saya.Gimana nih ? masak cuma lewat fb doank ?
    • Israel Pardede Wkwkwkwkwk dialog apaan?silahkan kalau anda mau dialog ajak sekalian teman teman anda yg dungu deal saya mau
    • Handi Yawan ‎Armansyah Abi Daffa
      AAA
      Tidak perlu tersinggung jika argumen NS dipatahkan orang lain, biasa saja dan santai saja. Pemikiran NS secara umum bagus untuk melatih daya kreatif dan rangsangan berpikir kritis terhadap dogma agama yang sudah dianggap baku. Tetapi bukan berarti bahwa setiap kalimat NS pasti bernilai benar. Buat saya, sosok NS tidak lebih seperti sosok Imam al-Ghazali, Imam Syafe’i, Muhammad Abduh, Rasyid Ridho dan lain sebagainya, mereka telah berupaya memahami al-Qur’an dengan kemampuan mereka. Harus tetap dihargai usahanya tetapi bukan harga mati bagi kita dalam menerimanya. :-)Tanggapan
      Dimana anda mematahkan argumen NS? Self-proclaim!Bahasan kita belum sampai pada kesimpulan bahwa Isa Almasih pindah ke Venus. Ini masih di Bumi.
      Mmasih soal benarkah yg disalib Nabi Isa atau bukan? Untuk sampai ke kesimpulan tsb masih jauh dari jangkauan pengetahuan bang Arman. Jangankan sains dlm Al Quran, Mainstream fisika dan Astronomi saja anda masih dicampur-campur dengan fantasi!AAA
      Saya tidak mentertawakan al-Qur’an, yang saya tertawakan adalah pemahaman orang yang menafsirkan al-Qur’an itu yang menurut saya terlalu berlebihan. Jangan mengatasnamakan al-Qur’an, karena memang semua pemahaman yang anda bawa hanyalah penafsiran seorang NS dan bukan harfiah ayatnya. Menolak NS dan penafsirannya tidak sama dengan menolak Allah dengan al-Qur’annya. NS cuma manusia biasa yang tafsirnya bisa salah dan bisa benar. Tidak perlu terlalu mendramatisir masalah.

      Suatu klaim itu tidak bisa dibenarkan dengan klaim itu sendiri, harus ada komparasi diluar sesuatu yang diklaimkan itu sebagai studi banding pembenarannya.

      Tanggapan
      Bang Arman, anda keliru kalau mengira NS menafsirkan Al Quran.
      Menafsirkan dg kata lain menerang-nerangkan firman ALLAH yg irrasional, maka tdk mungkin menemukan sesuatu tanpa kesalahan. Seakan-akan begitulah makna ayat itu, padahal hanya ALLAH yg mengenal makna ayat-ayat itu dan manusia hanya mampu mengenal makna itu dengan mengubah arah berpikir, yakni menjadikan Al Quran sebagai HUDAN (petunjuk). Demikian cara yg ditempuh oleh NS!

      Maka dengan demikian, menjadikan Al Quran sebagai petunjuk akal telah berpikir secara qurani. Bukan sebaliknya seperti yg anda lakukan, yakni berpikir asembling. Merakit Al Quran, hadist, dan Bible menjadi sesuatu yg baru dan bagus. Tetapi tidak memperdulikan rambu-rambu yg ada didalam Al Quran itu sendiri. Maka jelas akan menimbulkan sebuah kontradiksi yg banyak seperti yg dipaparkan oleh sy diatas dan anda abaikan karena tidak memiliki pengetahuan untuk membantahnya.

    • Handi Yawan ‎Armansyah Abi Daffa
      AAA
      Disisi ini anda selalu berkutat mengatakan bahwa bukan Isa disalib, sekarang tunjukkan pada saya dimana didalam al-Qur’an yang menyatakan bahwa orang yang dihukum gantung itu bukan Nabi Isa? Saya sudah membawa analisa dari sisi gramatikal Arabnya, silahkan juga tunjukkan pada saya secara tata bahasa yang bisa membenarkan klaim anda itu.Tanggapan
      Ini sy kutipkan ayat al Qurannya yg anda tolak sampai 3x:Dan perkataan mereka: Bahwa kami telah membunuh Isa Almasih nak Maryam Rasul ALLAH.” Padahal tidaklah mereka membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi disamarkan untuk mereka. Orang-orang yang berselisihan tentangnya selalu dalam keraguan mengenainya. Tiada bagi mereka ilmu kecuali mengikuti dugaan, dan tidaklah mereka membunuhnya dengan keyakinan (QS.4/157)Muslim yg paling rendah pengetahuannya pun akan setuju bahwa “dan tidak pula menyalibnya” beliau tidak disalib! Dan mereka hanya menduga-duga saja dan tidak yakin.

      Nabi Isa tidak disalib berdasarkan keterangan ayat2 di bawah ini:

      (QS.4/158) Tetapi ALLAH mengangkatnya kepada-NYA, dan ALLAH mulia lagi bijaksana

      (QS.) 3/55 Ketika ALLAH berkata: “Hai Isa, bahwa AKU memindahkan engkau dan mengangkatkan engkau kepada-KU serta menyucikan engkau dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti engkau di atas orang-orang kafir sampai hari Kiamat. Kemudian kepada AKU tempatkan kembalimu lalu AKU hukum di antara kamu tentang apa yang kamu perselisihkan

      Di bawah ini adalah gramatika Al Quran bukan gramatika arab, artinya NS menggunakan petunjuk (HUDAN) yg berasal dari Al Quran untuk menerangkan akalnya, bukan menggunakan gramatika arab yg hasil akal manusia untuk menerangkan ayat Al Quran. semoga kali ini anda mau memperhatikannya baik-baik;

      Mutawafii = Yang memindahkan = That removing 3/53

      Rafa’a = Angkat = lift V. 2/63 2/127 2/253 4/154 4/158 6/83 6/165 12/76 12/100 19/57 43/32 49/2 55/7 58/11 79/28 88/18
      Raafi’u = Yang mengangkat = the lifting 3/55 56/3
      Rafi’u = Yang mengangkatkan = That Lifting 40/15

      SEKARANG GANTIAN SY YG NANYA!
      Dimana bukti Ayat Al Quran yg menjelaskan bahwa Nabi Isa di salib!?

      Ataukah anda mau lari ke Bible/Injil lagi! Untuk mendukung fantasi anda itu!
      Kalau buku anda mau best seller, saran sy cobalah jual ke komunitas kristen, mereka akan senang ada seorang intelek muslim yg sependapat dg konsep agama mereka, bahwa Nabi Isa Almasih disalib!

    • Handi Yawan ‎@ALL
      Seluruh member yg ingin turut berpartisipasi dalam diskusi ini, tolong batasi bahannya sesuai topik yg sy pertanyakan diatas! [Admin]
    • Xzian Zetha Laowang Mas Arman dan mas Handi, coba anda sampaikan aja. Jika anda menggunakan Al-Qur’an siapa penterjemahnya.? Gth aja koq.! Karena saya liat anda sama2 membaca Al-Qur’an, cuma beda penerjemah kata di Al-Qur’an aja. Jadi tinggal disebutkan nama penerjemah Al-Qur’an nya dan nama penulis kamus Al-Qur’an nya. Biar diskusi ini lebih singkat dan efektif.
    • Armansyah Sutan SamponoBiasanya saya menjadikan Tafsir al-Furqonnya A. Hassan Bangil sebagai rujukan utama untuk hardcopy, tetapi itu untuk yang terbitan lama tahun 1986, sebab terjemahan A. Hassan terbitan baru hampir tidak beda dengan terjemahan Depag RI, kacau balau.Saya juga mempergunakan al-quran terjemah perkata As-syaamil type hijaz terbaru. Selain itu, karena saya juga Alhamdulillah bisa berbahasa Arab, saya juga menterjemahkannya secara langsung.Untuk versi online, saya biasa merujuk pada corpus.quran.com/wordbyword.jsp
    • Armansyah Sutan Sampono Disini ada gambar al-Qur’annya : http://arsiparmansyah.wordpress.com/2011/12/04/kesalahan-terjemahan-al-quran-versi-depag-ri/

      arsiparmansyah.wordpress.com

      Kesalahan terjemahan al-Qur’an versi Depag RI Oleh : Armansyah Bagi saya, ditemu…Lihat Selengkapnya
    • Xzian Zetha Laowang Oiya, mas Arman. Siapakah pengajar bahasa Arab anda ?
    • Armansyah Sutan Sampono Saya belajar dari almarhum orang tua saya yang memang pengajar di Qur’aniyah, semasa hidupnya, beliau menguasai 5 bahasa asing (Inggris, Arab, Belanda, Jerman dan Jepang) yang tidak cuma pasif tetapi aktif, maklum orang tua lama, lahirnya saja tahun 1908🙂
    • Armansyah Sutan Sampono Maaf maksudnya 1919 bukan 1908 …🙂
    • Armansyah Sutan Sampono Dua tahun kemarin saya juga mengajar bahasa Arab disalah satu sekolah internasional. Alhamdulillah saat ini siswa-siswa saya cukup fasih berbicara maupun menterjemahkan literatur berbahasa Arab. Ada linknya di Youtube sempat saya rekam, nanti insyaAllah akan saya shared.
    • Xzian Zetha Laowang Trim’s mas arman🙂.
      Mas handi bisakah anda menceritakan minimal hal sama sperti yg dikemukakan mas Arman.?
    • Prima Sera Ky wartawan.hehe
    • Armansyah Sutan Sampono Saya rasa ada sisi positipnya juga sebab dalam sebuah diskusi ilmiah, semua memang harus jelas ….
    • Handi Yawan ‎Xzian Zetha Laowang Kalo soal belajar ngaji mah, dibandingkan dg Mas Arman, sy masih kalah jauh. Sy hanya belajar ngaji dari ustad kampung tempat tinggal kami. tapi apakah pertanyaan ini relevan? Sy kira kita akan sependapat, bukan guru ngaji asal kampung atau lulusan universitas international yg menjadi jaminan kualitas, kan. Tapi lihatlah karyanya bisa menunjukkan nilai2 kejujuran proses belajarnya.
    • Armansyah Sutan Sampono Mungkin disini sdr. Xzian Zetha Laowang ingin terlebih dahulu melihat rujukan referensi keilmuan yang dipakai masing-masing dalam berpendapat. Hal ini biasa dalam dunia ilmiah.
    • Handi Yawan Mas Armansyah Abi Daffa, anda betul. Tapi akan panjang kalau sy muatkan segala rujukan ini disini. Lagipula apakah ada manfaat buat yg lain, belum tentu nama2 yg kita tulis dikenal oleh orang lain. tapi biar gak bertele-tele, ada dua penulis yg paling berpengaruh terhadap sy, yakni Nazwar Syamsu yg profile dan karya2nya menjadi sebagian rujukan di blog anda. Yg kedua adalah Hidayat Nataatmaja. Adakah yg kenal nama terakhir ini!?
    • Armansyah Sutan Sampono Saya kenal nama yang terakhir, saya punya satu buku beliau tentang tafsir baru Ihya al-Ghazali. Tetapi pertanyaan ybs juga simpel, hanya berkaitan dengan al-Qur’an dan juga terjemahan yang dirujuk. Saya rasa tidak terlalu berlebihan juga …
    • Handi Yawan ‎Xzian Zetha Laowang ada pertanyaan lain? lumayan jadi bisa reses dulu nih sebelum bel ronde berikutnya dibunyikan …..😄
    • Xzian Zetha Laowang Sebetulnya yg saya tanya cuma 2 orang. Penterjemah Al-Qur’an dan penulis kamus nya. . . Ok bsa dilanjut
    • Karna Mustaqim wah, sudah panjang. Saya sedikit panjang menjelaskan dengan tidak menjelaskan soal ‘ketepatan’ atau dengan kata lain keilmiahan melalui kata-kata.
      begini, beberapa terjemahan yg sudah dirangkai dalam kalimat, sudah menjadi interpretasi atau tafsir dengan sendirinya. misalnya, dalam bahasa inggris punya:
      “they were made to think that they did”
      “but it appeared to them as if they had”
      “but it only seemed to them [as if it had been] so”
      ” but it appeared so unto them”
      “but so it was made to appear to them”
      ” but it appeared to them so (like Isa)”
      ” tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka”
    • Shamuri Shamar Bayangan Ahh…ko bahas lagi? Yang lain dunk ahh
    • Karna Mustaqim dan
      “akan tetapi disamarkan kepada mereka”imho, yang disamarkan adalah ‘peristiwa’ penyaliban itu sendiri yang ada dalam ketidak-pastian. Tidak ada bukti otentik untuk memvalidasi itu.
      Secara rasional, dengan menyusun kata-kata dan mengkaji definitifnya, proporsi dan atau membandingkannya dengan catatan sejarah lainnya, peristiwa tersebut tidak bisa diverifikasi dengan bukti empirikal karena tidak ada sesiapapun yang bisa menunjukkan bukti adanya jasad ‘Yesus’, dan tidak ada yang benar-benar melihat peristiwa itu secara ‘riil’.Sejarah selalu merupakan penafsiran, karena akan membawa asumsi dan motivasi masing-masing pribadi ke dalam penafsirannya. latar belakang anda akan memengaruhi persepsi Anda dalam sesuatu hal.Karena itu dengan tegas dan lugas dijelaskan oleh kalam Allah melalui Quran sebagai petunjuk (bukan bahan analisa tekstual literal), mungkin mirip dengan metode hikmah yang dipegang NS, bahwa Allah telah membuat keragu-raguan soal penyaliban dan pembunuhan Nabi Isa as ini, dan soal kepastian peristiwa ini – apa yang sebenarnya terjadi – Allah tidak uraikan lebih lanjut, karena itu sama saja merendahkan kitab suci Quran menjadi buku catatan sejarah.
      Sebagaimana dalam kisah gua di Kahfi, Allah menyampaikan kepada Rasulullah supaya umatnya jangan meributkan soal berapa jumlah orang pemuda yang tertidur itu. Karena kesibukan dengan kuantifikasi itu mengalihkan perhatian manusia dari mengambil hikmah.
      Saya pribadi tidak tahu, dan juga tidak mau menebak-nebak apa yang terjadi pada peristiwa sebelum dan sesudah ‘penyaliban’ dan pembunuhan yang berada dalam ketidak-pastian itu. Tapi, saya meyakini Nabi Isa as ditolong oleh Allah sebagaimana Allah pernah menolong Nabi Ibrahim as dari bakaran api.
      Apakah Yesus itu Nabi Isa as atau bukan, apakah Nabi Isa as disalib tapi tidak mati, apakah Nabi Isa as sama sekali tidak disalib, atau Nabi Isa as sudah dibawa dan tinggal di planet juga saya tidak tahu.
      Tapi selama yang dikatakan Allah bahwa Ia lebih tahu apa yang terjadi, sedangkan pada manusia seperti kita sudah disamarkan, dan kepada sepihak manusia lainnya yang yakin dalam keraguannya, itu saja yang saya perpegangi.

      Diluar itu, sah sah aja dikisahkan seperti begini dan begitu, karena mungkin saja dan juga sekaligus mungkin tidak begitu.

    • Xzian Zetha Laowang Tuan karna mustaqim adakah kitab yg menjadi rujukan anda, begitupun kamus bahasanya dg disertai penulisnya? Mf..saya menanyakan nya.
    • Handi Yawan ‎Karna Mustaqim
      dengan tegas dan lugas dijelaskan oleh kalam Allah melalui Quran sebagai petunjuk (bukan bahan analisa tekstual literal), mungkin mirip dengan metode hikmah yang dipegang NS, bahwa Allah telah membuat keragu-raguan soal penyaliban dan pembunuhan Nabi Isa as ini, dan soal kepastian peristiwa ini – apa yang sebenarnya terjadi – Allah tidak uraikan lebih lanjut, karena itu sama saja merendahkan kitab suci Quran menjadi buku catatan sejarah.Tanggapan
      Setuju!
      Mari kita lihat lebih teliti argument Bang Arman di sini:Armansyah Abi Daffa
      http://arsiparmansyah.wordpress.com/2011/12/12/apakah-nabi-isa-disamarkan-wajahnya/ayat ini tidak menggunakan bentuk fi’il mar’ruf dengan subjek penjelas, melainkan ia menggunakan bentuk fi’il majhul yang tidak menjelaskan siapa penggantinya dalam ketersamaran tersebut.

      Tanggapan:
      fi’il majhul memang demikian, selalu tidak menjelaskan siapa pelakunya.
      Ada analogi sederhana seperti pd kepala berita/head line surat kabar:

      Pesawat sukhoy jatuh di gn.salak, bogor
      Atau
      Xzian dipukul kepalanya sampai berdarah

      Dua kalimat tersebut biasanya ada dlm sebuah headline bisa berdiri sendiri. Namun keterangan apa penyebab pesawat itu jatuh, atau siapakah yg telah memukul kepala Xzian ada dalam uraian beritanya.

      Demikian pula dlm ayat dibawah ini:

      waqawlihim innaa qatalnaa almasiiha ‘iisaa ibna maryama rasuula allaahi wamaa qataluuhu wamaa shalabuuhu walaakin syubbiha lahum wa-inna alladziina ikhtalafuu fiihi lafii syakkin minhu maa lahum bihi min ‘ilmin illaa ittibaa’a alzhzhanni wamaa qataluuhu yaqiinaan

      Dan perkataan mereka: Bahwa kami telah membunuh Isa Almasih anak Maryam Rasul ALLAH.” Padahal tidaklah mereka membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi disamarkan untuk mereka. Orang-orang yang berselisihan tentangnya selalu dalam keraguan mengenainya. Tiada bagi mereka ilmu kecuali mengikuti dugaan, dan tidaklah mereka membunuhnya dengan keyakinan (QS.4/157)

      Perhatikan kalimat: “laakin syubbiha lahum”.
      Kalimat ini bila berdiri sendiri memang tidak menjelaskan siapa yg disalib, tetapi kalimat ini merupakan bagian dari sebuah paragraph (surah).
      Kalimat ini menjelaskan, maksud ALLAH, yg disamarkan bukan Nabi Isa, tetapi disamarkan untuk mereka (hum) atau tentara Roma.

      Dan lihat kalimat sebelumnya ada Ma nafi, yg menjelaskan ALLAH menafikan/bantahan telah terjadi penyaliban dan pembunuhan terhadap Isa Almasih.
      Maka hati-hati, kalau kaum muslimin melibatkan diri dalam perselisihan yg meragukan soal penyaliban ini dan sama saja merupakan sebuah kemunduran.
      Bagi kaum muslimiin, Isa Almasih tidak dibunuh dan tidak disalib adalah sudah FINAL. Biar sejarah saja yang meperdebatkan siapa sesungguhnya orang yang disalib itu.

      arsiparmansyah.wordpress.com

    • Xzian Zetha Laowang Kau musti minta izin pd ku, untk menjadikan nick name ku sbagai sample.
    • Handi Yawan Diem kau, aku admin! Lagi pula musti ada kambing hitam yg harus dikorbankan utk tentara roma …..😄
    • Anas Marsudi Byuhh. Beneran nih, adminnya kayak gitu..???
      Hmm. Nampaknya musti siap-siap mundur teratur dari group ini.
    • Shamuri Shamar Bayangan Hee Hee
      Enjoy ajjah….
    • Handi Yawan ‎Armansyah Abi Daffa
      Ibarat diamnya seorang perawan yg dipinang oleh seorang jejaka, maka diamnya abi daffa yg sudah berhari-hari ini berarti Ya! dan menerima atas sanggahan dari sy tersebut.Sy tidak perlu lagi berpanjang-panjang menuju kesimpulan, bahwa memang Isa Almasih dipindahkan oleh ALLAH ke Venus, karena memang ini memerlukan pengetahuan yg luas dlm Al Quran seperti yg sy paparkan pd postingan2 diatas.Bagi sy bahwa pengakuan, bahwa Isa disalib, tapi diselamatkan lalu sembuh dan melanjutkan hidup di bumi hanyalah FANTASI! sudah cukup.Kecuali ada yg lain ingin mengetahui lebih lanjut kebenaran Isa Almasih dipindahkan oleh ALLAH ke Venus, maka dengan senang hati sy paparkan ulang.

    • Agam Kashogi Bebas berfantasi, mau ke mana saja hanya sekedar fantasi
      20 Mei pukul 8:48 melalui · 2
    • Armansyah Sutan Sampono Sampai kapanpun saya tetap menolak konsep pemahaman pindahnya Isa ke Venus atau kelangit/planet manapun. Tidak ada bukti sejarah dan rasionalnya sama sekali. Itu hanya pendapat yang dipaksakan cocok dengan ayat. Saya diam karena memang banyak hal lain yang harus saya kerjakan daripada sekedar berdebat atas sesuatu yang sifatnya sudah pasti untuk saya dan disisi lain tidak merupakan hal pokok dan penting dalam fondasi agama, kecuali jika lawan debat saya berasal dari kelompok kristiani atau diluar Islam lainnya.
    • Prima Sera Yg jelas nabi isa sudah wafat.. :-p
    • Israel Pardede Armansyah lah anda kan jg diluar Islam bung
    • Shamuri Shamar Bayangan Xixixiii….
      Argumen ini untuk memperbaiki keadaan atau untuk kepentingan lain? Stop dech ribut²….kalau sudah tidak sependapat ya sudahlah..g perlu saling menyalahkan atau saling menjatuhkan karakter.hmmmm
    • Handi Yawan ‎Shamuri Shamar Bayangan Armansyah Abi Daffa SETUJU! perdebatan soal Isa ke Venus kan kata sy perlu pengetahuan yg luas, sedangkan Abi Daffa ini tdk memiliki sains yg cukup utk mengkalim Isa tdk ke Venus. karena utk mencapai ke arah sana saja, baru di ayat 4/157 Abi Daffa sudah gugur konsepnya bahwa Isa Almasih di salib, geto loh. Cukup sampai di sini, sy hanya menawarkan apablia ada yg ingin tahu lebih lanjut mengenai Isa ke Venus, dg senang hati sy paparkan kembali, kalau tidak cukup sampai disini saja debat topik ini. Salam
    • Handi Yawan ‎Irfan Rasyid mengenai yg Mas Irfan tanyakan “Benarkah Isa ke Venus”, silakan baca postingan dari sy dulu diatas. Sy tunggu tanggapannya alu kita kupas bersama-sama.😄
    • Djoko Wiranto Iya bener, sy jd ingat bung Arman ini pernah ngomong bahw dia termasuk pengagum NS,dia tulis tentang penanggalan Hijriah lbh benar dr pd penanggalan Masehi scr panjang lebar (menyadur buku NS Ttg Shalat, Puasa dan Waktu), cuma lempar bola doang, namun dia jg menyetujui klo NS adalah inkarus sunnah, jadi beliau ini msh ambivalen Hal ini dibuktikn dlm postingannya bhw dia tetap mempertahankan sbg paham Ahlus Sunnah wal Jama’ah dg segala argementasinya yg bgt panjang lebar.
    • Handi Yawan ya Pak Djoko Wiranto. Ini artinya cara berpikir asembling. Merakit yg bagus-bagus menurut selera sendiri. Masalah baik atau tidaknya bukan perhatian utama, yg penting tampak bagus!
    • Yudi Terrorzone sama saja alias setali 3 uang.jd mengemas hal2 yg baik dr luar qur’an adlh kebiasaan saudara2 kita.
    • Prima Sera Bgaimana dgn kalimat..perbedaan adalah rahmat(dari hadis) ?
      Dapat d simpulkan..kalo umat islam beda pendapat itu wajar/d namakan rahmat sehinga trhindar dari perpecahan..
      Tp d sisi laen karna d agap rahmat/wajar2 saja smua tetap brsi kukuh pada pndirian masing2,
      hem..bgaimana ya
    • Yanti Mahanum harusnya pluralitas dlm islam tidaklah pantas ada..krn berasal dr Allah yg satu,hukum yg satu n diri yg satu..:-)
    • Deny Sahrial Junaedi isa naik kelangit dg ufo,nabi muhammad naik kelangit melalui barqah/buraq/stargate
    • Prima Sera Knapa naik dgn ufo?padahal jaman itu blum cangih?
    • Handi Yawan Ibu Yanti Mahanum Setuju! Karena dalam demokrasi ketuhanan, tidak boleh ada perbedaan! Oleh sebab itu ikhtiar kita terus mencari persamaan dlm Al Quran sebagai ukhwah islamiyah
    • Yudhistira Adi para admin dan member pernahkah mendengar cerita2 rakyat bahwa pendahulu kita dikisahkan mampu berpindah tempat sekejap dgn membawa tubuh fisiknya? mbah mangli (spiritual magelang) bahkan iSTri teman sekantor jg pnh mengalami pindah raga hanya dgn memegang pundak ayahnya.. itulah kesadaran cosmos! ibrahim,isa,muhammad pernah melakukannya namun dlm level lbh tinggi,.
    • Yudhistira Adi kesadaran cosmos kesadaran tertinggi! musa sebagai nabi jg msh belajar KESADARAN dgn seorang berilmu, kesadaran bertingkat2, kesadaran ruh dicontohkan allah saat isa menghidupkan orang mati. kesadaran jiwa dicontohkan ibrahim saat menerima perintah saat tidurnya 39/42. ada yg berminat menguasai kesadaran? 3/138 bahwa quran itu pelajaran, dan tanyalah ahli dzikir jika kamu tdk tau [16/43]
    • Karna Mustaqim ‎’kesadaran’ adalah problematika manusia sejak dahulu kala hingga hari akhir nanti.
    • Handi Yawan Cerita/kisah orang mampu berpindah dg fisiknya banyak sekali, bahkan dlm dunia sains kalo kit baca di sini: http://www.tempo.co/read/news/2012/07/06/095415135/Peter-Higgs-Pencetus-Partikel-Tuhan mengenai penemuan partikel Tuhan.
      http://infoiptek21.blogspot.com/2009/11/31-para-tokoh-alkitabiah-menembus-waktu.htmldan bagaimana partikel tsb memberikan pemahaman bagaimana cara kerha “TUHAN”, oleh sebab itulah partikel tsb dinamakan Partikel Tuhan! Berbeda kasus dg Asra Nabi Adam, Nabi Ibrahim, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad yg “ilmiah”, maka perjalanan2 spritual yg abstraksi. BTW, mengomentari “partikel tuhan” bagi kita sebagai orang beragama (islam) urusan ALLAH, kita hanya diberi tahu sedikit dan bahwa ALLAH itu dekat.

      www.tempo.co

      TEMPO.CO , London: Semua ilmuwan terutama fisikawan bergembira atas temuan yang disebut sebagai partikel tuhan. Sebuah pencarian selama 48 tahun dari
    • Haniifa Rubi Haniifa Rubi => Kang Handi Yawan:
      —<Quote>—
      Yudi Terrorzone wahai teman2 sepertinya kesimpulan kan sdh didpt bhw org spt haniifa rubi itu tdk layak utk diajak diskusi.dia otomatis udah batal utk jd islam… bla..bla..bla..
      —<QUote>—
      INIKAH YANG SESUAI DENGAN CARA BERDAKWAH NABI MUHAMMAD S.A.W ?!JAWABAN KAPANPUN SAYAH TUNGGU !!!!
    • Prima Sera Wah pak hR mulai trsinggung..Apa bpk juga sesuai cra nabi dgn mengejek orang laen?Melucu tak hrus mengejek lho pak..Itu aja si
    • Haniifa Rubi Insya Alloh, kalau Kang Prima Sera itu seorang anak Yatim dan belum menikah… sampean bisa lihat respon balik dari Oom Haniifa.
    • Anas Marsudi Wkwkwkww…..
    • Haniifa Rubi ‎=> Kang Prima Sera : “Ai” :D!
      Haniifa sebagai kepala rumah tangga (Ayah dari anak-anak) dan Suami dari seorang Istri.
      lha…trus dikuliahi BAB POLIGAMI oleh bujangan (pria dan wanita) yang nota bene NIKAH ajah belon…. jadi boro-boro punya anak, atau ruwit mikiran nafkah hidup baik sandang maupun pangan.Pertanyaan, yang lucu siyapa ?! dan melucu siiapa ?!
    • Yudi Terrorzone kira2 sesuaikah perilaku yg anda contoh dr seorg rosululloh muhammad ketika anda berkata bla bla bla dll.apakah dulu rosululloh mengajarkan spt yg tlh anda lakukan pd teman2?hehehe gl usah bingung lho.
    • Prima Sera Pak hr..Eh ko kpotong koment saya.Maksudnya alhamdulillah org tua sy msh ada gt.N q juga lum nikah
    • Haniifa Rubi ‎=> @Oom Yudi Kelas Teri :
      “apakah dulu rosululloh mengajarkan spt yg tlh anda lakukan pd teman2?hehehe gl usah bingung lho.”
      ————————-
      Haniifa say:
      Coba tanyaken same @Oom Armansyah Sutan Samponoapakah Rosululloh tahu nama YESUS… hehehe… jangan binun sampean😀 :lol:1. Kalau Nabi Muhammad s.a.w dictanya apa yang di per Tuhan ken oleh qoum Nabi dan Rosul yang menerima Kitab Injil ?! Insya Alloh beliu menjawab: Isa Ibnu Maryam atau Isa Al Masih.2. Kalau Nabi Muhammad s.a.w dictanya siapakah YESUS ?! … insya Alloh, beliau menjawab “Au ahhh geyap… ” (dalam bahasa bani Qurasy)😀 … jangan bingun dan janga ragu… hikz.Dush…. Coba sampean tanya sama rosul sampean (rosul antum @Oom Yudi adalah bangsa Jin ) ?!

    • Haniifa Rubi ‎=> Oom Prima Sera:
      Pertama:
      Kesimpulan silahken sampean baca sebagai orang “Muslim” dan jangan pernah merasa sebagai orang MU’MIN… dalan kontek belum pernah tahu arti “perjuangan hidup” berumah tangga. dhus… neper ojo ngoceh tentang bab Poligami, baca ajah … no comment .. dll.Kedua:
      Sampean ngoceh soal riwayat Nabi Nuh a.s , bijimana tangapan sayah.. apakah sesuai dengan selaramu atau bijimana laji ?!
      Karena basik ilmu sampean hanya sebagai “SASTRA”… hehehe… alias masih “Muslim”… sayah mah, baca ajah sediri di blog @oom Haniifa, isinya tentang Matematika, Fisika, Astronomi, Sastra.. de.el.el… ..jadi malu neeh… hehehe…
    • Bung Gedang kembali menjadi debat..
    • Kang Momod hmm.. mu’min-muslim
      apakah tidak seharusnya mu’min dulu kemudian muslim kang Haniifa Rubi? dan masalah poligami saya fikir tidak ada batasan harus menikah dulu baru boleh berbicara masalah poligami, bukan?
    • Haniifa Rubi Weleh… weleh… hehehe.. Pemilihan Presiden ajah perlu debat.. Jadi pingin guyu sayah.. hahaha.. coba @Oom Bung Gendheng, protes sama Tepe, Radio .. nda BOLEH ADA DEBAT sebab HAROM.. hahaha…😀😆
    • Haniifa Rubi ‎=> Kang Momod : bwetul ditulisnya mu’min dwulu artinya nombor siji… hehehe… muslim kelas ekonoi…
      1 Muslim setara dengan 2 kufar.
      1 Mu’min setara dengan 10 kufar.. .. Jadi malu neeh .. hehehe…
    • Haniifa Rubi Haniifa Rubi => @ Kang Momod
      ” fikir tidak ada batasan harus menikah dulu baru boleh berbicara masalah poligami, bukan?
      _____________________
      Haniifa say:
      Akang pernah makan bangku sekolah ?! (hehehe.. bahasa sastra neeh)
      Apa pendapat Kang Momod, kalau DIKULIAHI oleh DOSEN lulusan ESDE yang tidak pernah praktek materi yang sampaiken dan pendalam teori berdasarken “katanya” ????
    • Bung Gedang rusak forum ini gara gara miss Hanii..
    • Bung Gedang lagi Haid ya..
    • Haniifa Rubi hehehe… publik opini yah… hehehe..😀😆
    • Haniifa Rubi ‎=> Oom Beng Gendheng :”Lintansan Planet dan Bumi itu OVAL” … hehehe.. (sumbu x dan y alias duwa dimensi… hehehe.. pelajaran anak esde ini mah)…😀😆
    • Haniifa Rubi heheha.. tanya sendiri sama @OOm Nazwar Syam syi’ah😀
    • Haniifa Rubi hihihi… grup NS nda ngerti buku NS…😀😆
    • Bung Gedang mama Hanii…jual ovalnya dijalanan..
    • Haniifa Rubi Ovarium Bu Gendheng… sama mau Bang Bing Bung.. Gedeng.. hehehe…
    • Haniifa Rubi wah.. debat lagih yah.. .hahahah…😀 :Lol:
    • Bung Gedang mama hanii…ayo..dijalanan banyak client..ayo dilayanin..
    • Haniifa Rubi huss.. debat harom lho..😀😆
    • Haniifa Rubi ‎=> @Bung Gendhen: nda usah debat… kalau sampean mau” nyoh.. mbo di nyonyo burung dalam celanaku” .. nda usah debat .. hihihi/.
    • Haniifa Rubi ‎=> hahaha.. mohon maaf dihari raya ini, sebelum sampen nyonyo my “kutiang “… . sayah mau pipis dwulu yah.. hihihi…
    • Bung Gedang mama hanii..sini sayang..muncungnya..drpd ngebacot ndak karuan..bagus disumpel sama cd bekas..
    • Haniifa Rubi hahaha.. bagus tuh, cepatan nyonyo burung dalam celanaku.. emang sayah belon mandi.. hihihi… adios amigos.. hahahahaaaa
    • Bung Gedang hayo mama hanii..pipisnya jangan berdiri ya…ha..ha..
    • Haniifa Rubi hahaha.. masih terbaca euy… hikz…
      Dah kalau sampean (ay kiu) JONGKOK.. biar sayah juga jongkok, supaya air ppisku yang keren ini buwat kamu.. biar tambah pinter… hahaha… wabillahi taufik wal hidayah, wassalamu’alaikum warrohmatuloohi wabarrokatuh.
    • Bung Gedang mama Hanii..ayo donh..senang cara jongkok..ya..cocoklah itu..
    • Kang Momod kang Haniifa dalam Quran saya belum mendapati ada batasan yg belum nikah tidak boleh berbicara poligami, entar gimana kalau si doski malah ujug-ujug mau nikah langsung 4? xD.
    • Kang Momod kalau saya coba nalar sederhana pan proses seharusnya tu bukankah percaya dulu aka beriman, setelah percaya baru berusaha menjadi muslim dalam arti sederhana berusaha menjadi orang beriman yang taat. clue selanjutnya yang ane dapat akhirnya kita bila mati hendaklah dalam keadaan muslim, “” fala tamuutunna illaa wa antum muslimuun”‘
    • Haniifa Rubi mohon maaf baru selesai shalat ‘eid di lapangan … hehehe…
      => @Bu Gendeng… hust jangan debat.. hehehe…=> @Kang Momod, ” fala tamuutunna illaa wa antum muslimuun”‘…hehehe… DENGAN TEGAS MU’MINUN mah ndakusah ditanya lagi …😀
      Buka ajah surah Al Mu’minun
    • Bung Gedang mama Hanii..sayaang..
    • Bung Gedang Hanii FAling RUsak BInasa…
    • Yudi Terrorzone xexexexexexexe…
    • Haniifa RubiCOMENT2 NGELES TENTANG BATALNYA HANIIFA SEBAGAI ISLAM :Yudi Terrorzone wahai teman2 sepertinya kesimpulan kan sdh didpt bhw org spt haniifa rubi itu tdk layak utk diajak diskusi.dia otomatis udah batal utk jd islam/aslama dg hukum Alloh.biarkan dia berkoar-koar laksana srigala kelaparan dan kehausan di tengah padang pasir.kita nantikan saat ‘kematian’nya dg sendirinya…maksudnya sgl apa pendpt yg diketengahkan disini.kita tunggu aja koar2 selanjutnya.COMENT KEDUA YANG DENGAN TANPA MALU-MALU MERUBAH REDAKSINYA SENDIRI!!Yudi Terrorzone buat saya,haniifa rubi tdk layak utk diajak diskusi,dikarenakan i.dia otomatis udah batal utk jd islam/aslama dg hukum Alloh.dia tdk berserah diri pd hukumNya.karena ternyata dia msh memilah pilih rosul,pilih kitab,seakan2 hukum Alloh ada bnyk,rosululloh itu hny satu.hehehe…merdeka
      =================
      Haniifa say:
      BISA PULIH NDA INGATAN SAMPEAN… HEHEHE…..
      dia otomatis udah batal utk jd islam/aslama dg hukum Alloh => ISLAM

      dia sdh batal keaslamaan tentang dien Alloh=> KEASLAMAN

      😀😆

    • Haniifa Rubi ‎=> Kang Momod : BUKTI MAHAGURU es-de ngajar di teka..nol.. hehehe…
      —<Quote>——Prima Sera Itulah knapa Pak HR Kami agap seperti Pak IP..Memang ada ksamaan ..hehe—-<Quote>—–
      ———————————–
      Handi Yawan
      Sesuai keinginan sy untuk melihat kualitas Haniifa Rubi dan Israel Pardede yg HOMOGEN, maka sy persilahkan dan tentukan tema yg akan kalian adukan!!!!
      ———————————
      haniifa say:
      Sayah tidak percaya 1000% Kang Handi Yawan itu Oom Prima puja sera.. hehehe.. super duper idiot😀😆
    • Yudi Terrorzone ternyata ada jg manusia super dan paling serba tahu dan paling pandai…?nabi aja tdk segalanya tahu.ini haniifa rubi manusia melebihi nabinya dan rosulnya sendiri.hebat666x
    • Yudi Terrorzone ISRAEL PARDEDE=HANIIFA RUBI.hehehe kalau ditemukan pasti kembar
    • Haniifa Rubi hua.ha.ha.ah… BIJIMANA NEEH @Kang MOMOD .. ternyata ada dwua ekor yang serupa dan sebangun
      1. Oom Prima Sera : baca Puja seret
      2. Oom Yudi Terrorzone : baca Yudi Telor mbok-eKang Momod : BUKTI MAHAGURU es-de ngajar di teka..nol.. hehehe…
      —<Quote>——Prima Sera Itulah knapa Pak HR Kami agap seperti Pak IP..Memang ada ksamaan ..hehe—-<Quote>—–
      ———————————–
      Handi Yawan
      Sesuai keinginan sy untuk melihat kualitas Haniifa Rubi dan Israel Pardede yg HOMOGEN, maka sy persilahkan dan tentukan tema yg akan kalian adukan!!!!
      ———————————
      haniifa say:
      Sayah tidak percaya 1000% Kang Handi Yawan itu Oom Prima puja sera.. hehehe.. super duper idiot😀😆

    • Haniifa Rubi‎—<Quote>——Yudi Terrorzone ISRAEL PARDEDE=HANIIFA RUBI.hehehe kalau ditemukan pasti kembar—-<Quote>—–
      ———————————–
      Handi Yawan
      Sesuai keinginan sy untuk melihat kualitas Haniifa Rubi dan Israel Pardede yg HOMOGEN, maka sy persilahkan dan tentukan tema yg akan kalian adukan!!!!
      ———————————
      haniifa say:
      Sayah tidak percaya 1000% Kang Handi Yawan itu Oom Yudi Kelas Teri Oon.. hehehe.. super duper idiot😀😆
    • Yudi Terrorzone IP=HR serupa dan sama hehehe
    • Haniifa Rubi ‎Yudi Terrorzone = Jin serupa dan sama pulak.. hehehe…
      https://haniifa.wordpress.com/2012/08/18/nafsu-syahwat-ns-nazwar-syamsu/

      haniifa.wordpress.com

      ssalamu’alaikum, Sebagai umat islam, ada hal-hal yang secara aklamasi agak tabu

      menuliskan bentuk-bentuk dan atau pola kalimat tertentu, seperti contoh dibawah ini “turuti hawa nafsumu …
    • Yudi Terrorzone hehehe…dia jg makhluk Alloh didimensi lain.kenapa?emang masalah buat loe?emang ada yg salah?QS 51:56 QS 6:130
      manusia emang bebas berekspresi silahkan saja mas haniifa rubi.tp saya tetap yakin tentang hukum kausalita/sebab akibat.hehehe
    • Haniifa Rubi Syaithonir rojim itu ada dihati Yudi Teror.. hiiiyyyyy .. Astaghfirullohal adzim.
    • Yudi Terrorzone hehehe…bagus.lanjutkan
    • Haniifa Rubi ‎8 menit yang lalu · Batal Suka · 1

12 Responses to “Yesus di dalam qolbu Ustad Kacangan”

  1. @All
    Setelah berhasil “mejual” ayat-ayat Al Qur’an dengan harga yang murah, maka tidak kurang dan tidak lebih para “pengekor” dan atau beliau sendiri (Ir. Agus Musthopa) berusaha memelintir fakta tulisan dalam buku sesat tersebut.

    M. Yusuf, on 28 Juli 2012 at 7:01 am said:

    Tahajud Siang Hari Dhuhur Malam Hari
    Penulis: Agus Mustofa
    Penerbit: PADMA press – Padang Makhsyar
    Cetakan: ketiga (10 Maret 2006; cetakan I: 5 Desember 2005)
    Di wilayah-wilayah tropis, perbedaan siang dan malam hari relatif jelas. Lama waktu siang dan malam hari relatif sepadan, masing-masing sekitar 12 jam. Waktu-waktu shalat pun berkisar sekitar 1 jam sampai 8-9 jam.

    Tetapi di wilayah-wilayah yang terletak makin ke utara dan ke selatan, lama waktu siang dan malam hari akan berbeda tergantung musim. Pada musim panas, di St. Petersburg (yang sempat berganti nama menjadi Leningrad) — di sebelah utara Moskow–, matahari masih menyinari kota meskipun jam menunjukkan pukul 00.30. Suatu kondisi yang disebut sebagai white night atau bilii nosii dalam istilah setempat. Di sebelah utara Helsinki, Finlandia, matahari hanya tenggelam selama 1 jam. Di daerah sekitar Kutub Utara atau Kutub Selatan, matahari bahkan tidak tenggelam atau tidak terbit selama beberapa bulan.

    Di angkasa luar, matahari akan terlihat terus sepanjang hari. Penumpang pesawat angkasa luar tidak akan menemui “hari” karena tidak ikut perputaran bumi. Satu hari adalah rotasi bumi selama 24 jam.

    Jika berada di daerah-daerah non-tropis atau jika menjadi turis luar angkasa, kapankah kita shalat dan berpuasa? Apakah berpuasa sepanjang hari jika matahari terus-menerus bersinar? Apakah tidak shalat maghrib, isya, dan tahajud jika matahari tidak tenggelam?

    Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Agus Mustofa mengajak pembaca untuk merenungkan mengenai Islam, makna ibadah dalam ruang dan waktu, serta ibadah wajib dan sunnah.

    QS. Al Baqarah (2): 177

    Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta, dan (memerdekan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

    Di akhir bab, Agus Mustofa menyampaikan 3 alternatif pendekatan untuk menentukan waktu-waktu shalat pada daerah-daerah non-tropis dan luar angkasa.


    حَنِيفًا, on 26 Agustus 2012 at 9:20 am said:
    @Oom M. Yusuf
    Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Agus Mustofa mengajak pembaca untuk merenungkan mengenai Islam, makna ibadah dalam ruang dan waktu, serta ibadah wajib dan sunnah. 
    ___________________
    :Hehehe…. tolong jangan diplintir ahhh, coba sampean buka lagi KORONGAN IR. AGUS MUSTHOPA RUJAK…
    Beliau menyimpulken dibelahan bumi ada tempat 24 jam pulll malam, dari penafsiran sendiri atas Surah Al Kahfi. :P

    Note:
    Fisikawan apaan tuh, sampai tidak tahu rotasi bumi ?!😆

    • agorsiloku said

      @ Kang Haniif ,

      Emang ada ya, daerah yang 24 jam full malam dan kebalikannya 24 jam full siang, atau seenggaknya mega magrib sama mega subuh sama terus karena berada pada batas penyinaran matahari pada bidang ekliptika?. Saya baca di sini : http://www.google.co.id/tanya/thread?tid=3964012956ba4b9a&pli=1 ada katanya?. Bisa Akang konfirmasi kebenarannya?. Juga di http://geography.about.com/od/physicalgeography/a/longestday.htm dijelaskan hal yang sama.
      Kumaha tah… (Terlepas dari model berpikir Guru Agus Mustofa).

      • @Kang Agorsiloku
        Kumaha tah… (Terlepas dari model berpikir Guru Agus Mustofa).
        ________________
        😀

        Bejinih @Kang, … Insya Alloh, saya yakin Akang percaya kalau sim kuring pernah kerja di Geoservice (Total Indisie, explorasi migas), walaupun beberapa saat dan Alhamdullilah dibekali sedikit tentang geologi dari Bapake Boss.. hikz.
        Lanjut… !!!
        Seandainya kita berada di lapangan bola atau landasan pesawat terbang, maka seolah-olah bumi itu datar !!!
        Why ?!
        Karena panjang busur (atau luas) berbanding keliling bumi (atau luas) sangat keciiiilllllll sekali sehingga mata kita tidak mampu bahwa lapangan tersebut sebenarnya adalah “MELENGKUNG”, dhus… sayah pernah kritisi post @Kang Adler Allende, dan sekarang sayah kutip ulang dah…

        Ref. dari Oom Haniifa:
        UMI sekali rotasi => 24 x 60 x 60 = 86400 detik
        Keliling Bumi => 2 . π . r dengan r = Jari-jari khatulistiwa 6.378,1 Km
        Keliling Bumi => 2 x 22/7 x 6.378,1
        Keliling Bumi => 40.091 Km

        Jadi kecepatan bumi berputar adalah 40.091 / 24 = 1.670 Km/Jam
        Padahal KECEPATAN SUARA hanya 1.238 Km/Jam
        ( Ini baru kecepatan bumi ter muter saja.. hehehe)

        Silahken sampean hitung kecepatan BUMI dan BULAN dengan r=150.000.000 Km.

        Kemiringan Bumi (baca: Kutub Utara-Selatan) terhadap Jarak Matahari adalah:
        Panjang busur 23,55 / 360 x 40.091 = 2.622 km.
        (jangan lupa ini baru jarak lenkung doang,… so jarak aslinyah lebih kecil )
        Kesimpulan:
        Karena panjang busur relatif sangat kecil dibandingken dengan jarang BUMI – MATAHARI, dhus… tulisan sok ilmiah yang dirujuk akang, jadi rada rieut yeh..😀

        ADA, Tergantung pada pengaruh REVOLUSI BUMI

        Revolusi Bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari. Bumi mengelilingi matahari pada orbitnya sekali dalam waktu 365¼.waktu 365¼ atau satu tahun surya disebut kala revolusi bumi. Ternyata poros bumi tidak tegak lurus terhadap bidang ekliptika melainkan miring dengan arah yang sama membentuk sudut 23,50 terhadap matahari, sudut ini diukur dari garis imajiner yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan yang disebut dengan sumbu rotasi. Revolusi ini menimbulkan beberapa gejala alam yang berlangsung secara berulang tiap tahun diantaranya perbedaan lama siang dan malam, gerak semu tahunan matahari, perubahan musim, dan perubahan penampakan rasi bintang, serta kalender masehi.
        Perbedaan Lama Siang dan Malam

        Kombinasi antara revolusi bumi serta kemiringan sumbu bumi terhadap bidang ekliptika menimbulkan beberapa gejala alam yang diamati berulang setiap tahunnya. Peristiwa ini nampak jelas diamati di sekitar kutub utara dan kutub selatan.

        Antara tanggal 21 Maret s.d 23 September
        Kutub utara mendekati matahari, sedangkan kutub selatan menjauhi mataharihahaha… KALIMAT HIPERBOLISM NEEH😀
        Belahan bumi utara menerima sinar matahari lebih banyak daripada belahan bumi selatan.
        Panjang siang dibelahan bumi utara lebih lama daripada dibelahan bumi selatan.

        Catatan tambahan: bidang ekliptika yang dimaksud adalah BIDANG IMAJINER, bukan riil… hehehe….

        Alhamdulillah, sayah punya beberapa kolega mantan ABK kapal pesiar dan kapal barang, sebwetulnya iseng sayah bertanya : “Bijimana sampean bisa tau waktu (shalat dll) dalam sekali pelayaran yang mengarungi beberapa Time Zone, … “Ooh… kami menggunaken sistem jam yang sudah automatis menyesuaiken dengan zona yang kita lalui”

        @Kang Agor sudah barang tentu membaca sifat anomali air.
        Di kutub suhu air akan secara kontinue melepasken butiran-butiran molekul air ke udara demikian hingga menutup sinar matahari di area sekitarnyah, dhus… dengan “elaborasi” pertanyaan rekan abk and perhitungan otak-atik gathuk diatas maka besar kemungkinan orang-orang yang mempelajari kondisi cuaca di KUTUB jadi keblinger tuhh…. antara jam 12 siang dengan jam 12 malam… hikz.

        Bijimana , masih kurang jelastkah?!
        (Jawab: kirim ajah @Oom Haniifa kekutup…. tapi bareng maria ozawa..😀 )

        Tambahan:
        Seperti bulan-bulan sekarang posisi matahari berada di area Lintang Selatan, dhus.. . sinar matahari banyak di BENUA AUSTRALIA,… Indonesia musim garing.. , Eropah musim salju yang bekorelasi dengan semakin tertutupnya sinar matahari ke bumi Sub Tropis.

        Jadi inget ketika hujan Abu Gunung Galunggung-Tasikmalaya, mungkin menurut @Oom Guru Agus Musthofa berkesimpulan bahwa “Di INDONESIA lebih hebat lagi lho, ada MALAM 3×24 jam”… hahaha… Ustad Apaan tuh ?!

      • agorsiloku said

        he…he..he…, betul Kang, kecepatan bumi berputar 30 kali lebih cepat dari motor saya, tapi di Kutub Utara kecepatan bumi berputar tentunya tidak secepat di khatul istiwa karena Kutub Utara kan jadi sumbu/poros berputarnya. Kalau misal bumi benar-benar bulat, bukan bulat telur, maka di titik pusat sumbunya malah bisa dikatakan tidak berputar. Jadi titik diam. Nah, kumaha mun kitu……

      • hehehe… Kecepatan angular (sudut) di kutub TIDAK SAMA dengan di khatulistiwa, 😀 porosnyah sama.

        Satu radian dipergunakan untuk menyatakan posisi suatu titik yang bergerak melingkar ( beraturan maupun tak beraturan ) atau dalam gerak rotasi
        Dhus…
        Keliling lingkaran = 2 pi x radius, gerakan melingkar dalam 1 putaran = 2 pi radian.

        1 putaran = 3600 = 2 pi rad.
        1 rad = = 57,30

      • Satu radian dipergunakan untuk menyatakan posisi suatu titik yang bergerak melingkar ( beraturan maupun tak beraturan ) atau dalam gerak rotasi
        Dhus…
        Keliling lingkaran = 2 pi x radius, gerakan melingkar dalam 1 putaran = 2 pi radian.

        1 putaran = 3600 = 2 pi rad.
        1 rad = = 57,30

      • @Kang Agorsiloku
        maka di titik pusat sumbunya malah bisa dikatakan tidak berputar. Jadi titik diam. Nah, kumaha mun kitu……
        ______________________
        😀 ingat-ingat pesan 23,550 , demikian hingga bacalah ini :

        …Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu,.. ( QS. Al-Muzzammil: 20)

        Kumaha tah, lamun kitu ?!

      • agorsiloku said

        @Kang Haniif, Kemarin putar-putar di internet, dapat info : Midnight Sun, Gallery Season, Ramadan Pole Paradox
        Karena paradox itu, maka memang “kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu”.
        Katanya, lho, luas wilayah midnight sun itu 752 km persegi.
        Kumaha tah dengan informasi ini.

      • @Kang Agorsiloku
        Jarak Kutub lebih mendekati matahari maka udara menjadi panas (baca: sinar matahari lebih lama ) ??? HOAX.
        Bukti:
        a. Di Jakarta Udara lebih Panas dari pada di Bandung sebab Jauh dari MATAHARI.😀
        b. Freesher kulkas ditempatken diatas sebab udara dingin mengalir dari atas kebawah (baca: udara yang padat lebih berat dari udara yang renggang)
        c. Mount Express 8 Km lebih dekat ke matahari tapi kok saljunyah abadi tuh…

        Kumaha menurut akang, pohto dibawah ini:

  2. […] Yesus di dalam qolbu Ustad Kacangan […]

  3. iwan tidung said

    Hello wordpress…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: