حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

NAZWAR SYAMSU (NS alias Nafsu Syaithon) MEWEK

Posted by حَنِيفًا on August 19, 2012

Assalamu’alaikum,

Artikel ini hanya record dari hasil diskusi Group Cengeng yang mengaku ISLAM😀

Yudi Terrorzone justru saya menanyakan tentang tulisan saya/komen saya kok bisa jd seperti itu?seolah2 saya berhak membatalkan keislaman panjenengan.mk alangkah lbh baik,jk mas haniifa rubi mau sportif tolong tampilkan koment saya secara lengkap,jangan dipotong.ok.mohon maaf lahir dan batin buat semua saudaraku dlm keislaman.salam

———————–
COMENT PERTAMA TENTANG BATALNYA HANIIFA SEBAGAI ISLAM :

Yudi Terrorzone wahai teman2 sepertinya kesimpulan kan sdh didpt bhw org spt haniifa rubi itu tdk layak utk diajak diskusi.dia otomatis udah batal utk jd islam/aslama dg hukum Alloh.biarkan dia berkoar-koar laksana srigala kelaparan dan kehausan di tengah padang pasir.kita nantikan saat ‘kematian’nya dg sendirinya…maksudnya sgl apa pendpt yg diketengahkan disini.kita tunggu aja koar2 selanjutnya.

COMENT KEDUA YANG DENGAN TANPA MALU-MALU MERUBAH REDAKSINYA SENDIRI!!

Yudi Terrorzone buat saya,haniifa rubi tdk layak utk diajak diskusi,dikarenakan dia sdh batal keaslamaan tentang dien Alloh.dia tdk berserah diri pd hukumNya.karena ternyata dia msh memilah pilih rosul,pilih kitab,seakan2 hukum Alloh ada bnyk,rosululloh itu hny satu.hehehe…merdeka

..:: Begin ::..

  • MENCARI RUMUS-RUMUS OPERASIONAL (MATEMATIKA) UNTUK EQUILIBRIUM ENERGY

    Bismilllahirrahmaannirirahiim

    Ayat 81/1 menyatakan  Matahari berputar di sumbunya, dan ayat 91/1 menyatakan Matahari itu menyebabkan adanya siang hari. Sementara itu banyak Ayat suci ini menerangkan planet-planet berputar pula di sumbu masing-masing.

    Tetapi tidak ada ayat suci menyatakan Bulan berotasi.

    Ayat 16/12 dan 55/5 menyatakan semua bintang beredar dalam Buruuj atau Bimasakti masing-masing.  Demikian pula matahari sebagai Bintang seperti dinyatakan oleh ALLAH pada ayat 86/2 dan 86/3.

    Sementara itu ayat 25/61 dan 71/16 menyatakan bahwa matahari itu dijadikan sumber bagi berbagai kebutuhan hidup manusia dalam segala bidang, termasuk sumber energi dan bukanlah ada secara kebetulan, tetapi dengan sengaja diciptakan ALLAH dengan perencanaan.

    Matahari itu nantinya berfungsi sebagai Neraka di akhirat (http://www.facebook.com/groups/nazwarsyamsu/doc/247183338725364/), oleh sebab itu ia ada untuk selamanya tanpa akhir.

    Matahari itulah tempat jatuh total dalam daerah tatasurya kita seperti tercantum dalam ayat 78/13

    Sementara itu pada ayat 10/5 dinyatakan matahari itulah jadi sumber api dalam daerah tatasurya ini, namun tidaklah dia melepaskan satu biji atomnya sebagaimana diterangkan ALLAH pada ayat 24/35.

    Suatu hal yang menafikan dari ilmu pengetahuan barat mengenai sirkulasi magnet Bumi ialah mereka mengira bahwa magnet positif di selatan bumi ke luar angkasa kemudian membelok ke arah utara menyelubungi planet ini, seterusnya masuk di kutub utara dan bergerak melalui perut bumi hingga keluar lagi di kutub selatan.

    Sketsa demikian memperlihatkan kesalahan tentang sirkulasi magnet bumi. Padahal diketahui bahwa semua planet saling bertarikan dengan Matahari yang dikitarinya. Masing-masing bagai bergantung dengan tali magnet yang bergubungan dengan matahari (Equlibrium/Mizaan). Jika sketsa sirkulasi magnet demikian, maka bumi tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Matahari, akibatnya bumi telah lama melayang jauh entah kemana di angkasa luas meninggalkan matahari tersebut.

    Sketsa demikian juga memperlihatkan bahwa magnet hanya berunsur positif, tiada unsur negatifnya. Keadaan demikian tidak cocok dengan fakta bahwa magnet negatif juga ada bersamaan dengan magnet positif pada ujung yang berlainan.

    Jadi untuk menggambarkan sirkulasi magnet Bumi yang selalu berhubungan dengan matahari yang di orbitnya, tentulah unsur magnet negatif juga harus ada bersamaan dengan magnet positif pada kutub Matahari yang jadi tempat bergantung bagi bumi.

    Tanpa perhitungan skala maka sketsa itu adalah sebagai berikut:

    Magnet  yang keluar dari kutub utara Bumi bergerak ke arah kutub utara matahari, seterusnya keluar dari permukaan matahari untuk menuju ke selatan bumi.

    Sementara itu magnet positif yang keluar di permukaannya untuk menuju ke selatan matahari lalu keluar di permukaannya untuk menuju ke utara bumi.  Dengan demikian matahari tetap bergolak.

    Ayat 25/45 menyatakan bahwa hubungan matahari dengan planet demikian menimbulkan sunspot yang bermagnet positif dan negatif

    Dengan keterangan yang bersumber Ayat-ayat Al Quran di atas, dapatlah diketahui bahwa pancaran api pada matahari adalah pancaran api listrik dengan frekuensi dan suhu sangat tinggi hingga sampai ke permukaan seluruh planet dalam daerah tatasurya ini.

    Pancaran dan hubungan demikian menjadikan matahari sebagai dinamo alam. Yang menjadi dinamonya ialah globe matahari itu sendiri karena dia selalu berputar disumbunya, ditambah  dengan putaran planet-planet  di sumbunya amsing-masing. Untuk sirkulasi hubungan magnet demikian Al Quran menyebutnya pergantian siang dan malam lebih dahulu daripada menyebutkan Matahari.

    Sebaliknya dengan pengiriman aliran listrik dari planet-planet kepada matahari, maka bola api ini tetap berfungsi menurut keadaan yang ditetapkan ALLAH hingga matahari itu memberikan tenaga aktif pada planet-planet untuk selalu aktif dalam fungsinya sebagai tempat kehidupan makhluk berjiwa (dabbah).

    Jika orang menghubungkan dua ujung kawat beraliran listrik negatif dan positif, maka dia akan menghasilkan cetusan api. Cetusan ini membuktikan adanya unsur negatif bersamaan dengan unsur positif, dan bukanlah negatif magnet itu sesuatu yang kosong hampa.

    Dengan demikian terbukalah kesempatan baru bagi masyarakat manusia untuk mendapatkan energi sangat besar yaitu menghubungkan kutub-kutub Bumi dengan alat tertentu, karena memang Bumi adalah dinamo raksasa yang senantiasa menghasilkan listrik tiada habis.

    Reff:

    1. Sumber Buku Al Insaan oleh Nazwar Syamsu

    2. Krisis Global Ilmu Pengetahuan dan Penyembuhannya oleh Hidayat Nataatmaja

    3. Krisis Manusia Modern oleh Hidayat Nataatmaja

    4. ALLAH oleh Sa’id Hawa

    http://www.facebook.com/groups/nazwarsyamsu/doc/257627621014269/

    http://www.facebook.com/groups/nazwarsyamsu/doc/157615457682153/

    http://www.facebook.com/groups/nazwarsyamsu/doc/137304393046593/

    Pertanyaannya:

    1. Bagaimana cara dan dengan bahan apa mengubung anoda dan katoda di Bumi tesrebut? Apakah bisa medianya dilakukan lewat udara seperti frekuensi sebuah radio?
    2. Bagaimana menghitung kekuatan potensi listrik dari sirkulasi kuat medan equalibrium tersebut?

    Di bawah ini adalah diskusi membicaran pertanyaan-pertanyaan di atas. Dari forum Fisika Indoensia: http://www.facebook.com/groups/110589628997792/

    Doddy Hardhienata

    1. Kekuatan medan magnet berbanding terbalik dengan jarak, jumlah fluks magnet yang keluar dari sumber magnet utara bumi (11 derajat dari kutub geografis) praktis sama dengan yang masuk kutub selatan, medan magnet yang sampai ke matahari adalah B / jarak bumi matahari = B / (8 x 60 detik x 3 10 pangkat 8!!!), jadi gambar pertama tadi adalah aproksimasi yang sangat baik.

    Anda bisa coba beli 2 batang magnet dan sebarkan bubuk besi lalu tambah jarak diantara dua batang tersebut dan melihat efek penurunan medan magnet dengan jarak. Selain itu jelas dan bisa disimulasikan dari Teori Relativitas Umum bahwa yang mempertahankan orbit adalah kelengkungan ruang massa (gravitasi)

    2. Ide tentang dinamo raksasa bumi itu tidak baru dan secara teori hanya jika ada perubahan medan (fluks-lihat hukum faraday) kita bisa mengkonversinya menjadi GGL, dan memang ada sedikit variasi medan magnetik akibat solar wind dan pergeseran kutub magnet terhadap kutub geografis bumi yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik. Kendalanya bukan di teori dari dari segi ekonomi dan kepraktisan. Bayangkan berapa besar energi dan biaya yang diperlukan untuk menggerakkan kabel tembaga raksasa jika medan magnetnya hanya sepersekian Gauss???

    Handi Yawan

    Dari DH, Medan magnet pd batang magnet yg statis, apakah analoginya relevan dg medan magnet bumi dan matahari yg dinamis. Masing2 medan magnet matahari dg bumi berotasi pd sumbunya dan ada perbedaan wujud sirkulasi medan magnet matahari dg medan magnet bumi seperti diuraikan dlm gambar tsb. Sirkulasi medan magnet pd matahari mengakibatkan matahari tiada henti terus bergolak dan sirkulasi pd medan magnet bumi bergolak pd inti bumi saja (magma). Jadi asumsi sy energy potensialnya tidak kecil, malah amat dahsyat untuk kebutuhan dunia?

    Himawan Wicaksono

    Gerakan rotasi bumi matahari bukan gaya  magnet tapi gravitas

    Joule Zriel ‎

    Yang mengikat planet – planet untuk mengelilingi matahari bukanlah gaya magnet,.. tapi gaya gravitasi ,…demikian pula bulan, ataupun bulan planet2 lain, diikat oleh gravitasi pula

    gaya gravitasi dan gaya magnet adalah gaya yang berbeda,

    Doddy Hardhienata

    Seorang fisikawan yang berpengalaman begitu dihadapkan pada dua perbandingan seringkali menggunakan sebuah estimasi kasar namun ampuh bernama “perhitungan orde besaran”. Ini sering menjadi kelemahan mahasiswa, menghitung rumus tanpa memiliki gambaran fisis mengenai besaran atau efek dari suatu fenomena sehingga kadang jawabannya tidak masuk akal.

    Ketika anda mengajukan ide medan magnet vs gravitasi di kepala saya langsung terbayang angka angka orde estimasi. Kita dapat menggunakan rumusan klasik untuk menghitung estimasi “order of magnitude” atau orde besaran dari gaya gravitasi vs dipol magnet bumi,

    1. Gaya gravitasi dalam satuan SI sebanding dengan konstanta G akibat pemilihan satuan SI = 10^-11, massa bumi + 10^24 kg, massa matahari 10^30 kg dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak bunmi matahari 10^12 m. Perhitungan cepat memberikan F berada dalam orde 10^19 N. 2. Potensial dipol magnet dapat dihitung dari fisika dasar (masih ingat?) U = p x B dimana p adalah momen dipol (berarah keluar dari kutub) dan untuk bumi memiliki orde 10^15 ( http://www-ssc.igpp.ucla.edu/personnel/russell/papers/earth_mag/) ) dan B bumi sekitar 10^-5 Tesla (0.1 Gauss). Kita tahu F = -dU/dx dan karena B sebanding dengan 1/r maka F dipol bumi sebanding dengan p x B / r^2 (itu belum memperhitungkan orientasi kutub utara bumi dan matahari yang mempengaruhi cross product andtara p dan B). Perhitungan cepat memberikan F = 10^15 10^-5/(10^12)^2 dan nilainya sekitar 10^-12 N. Rasio gaya gravitasi versus magnet = 10^19/10^-12=10^31!.

    Perhatikan bahwa gaya gravitasi sangat kuat pada jarak jauh karena massa planet dan bintang begitu besar sedangkan medan magnet itu sangat lemah. Untuk solenoid B sebanding dengan miu I /r dan I untuk tokamak saja hanya 1000 A sedangkan miu 10^-7 . Bandingkan dengan massa bintang yang bisa mencapai 10^30 ( matahari). Perhitungan kasar orde magnitude seringkali membantu dalam mendapatkan suatu estimasi cepat mengenai kekuatan gaya gaya yang bekerja antara dua entitas dalam hal ini antara bumi dan matahari. Saya sarankan anda melihat sekilas perbandingan keempat gaya fundamental di alam –> http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/hbase/forces/funfor.html#c1

    errata= Fdipol bumi sekitar F = 10^15 10^-5/(10^12)^2 dan nilainya sekitar 10^-14 N. Rasio gaya gravitasi versus magnet = 10^19/10^-14=10^33!

    Handi Yawan

    Medan magnet dan gravitasi pada matahari dan bumi saling berkolerasi.

    Medan magnet merupakan medan gravitasi matahari terhadap planet2 yg menarik jatuh setiap planet2 di tatasurya ini ke matahari bila mereka (planet2) tdk berotasi. Karena rotasi memberikan gaya sentrifugal (tolak/lenting) yg seimbang dg besar gravitasi matahari sehingga planet2 tetap pada orbitnya masing2 sampai sekarang.

    Potensi besarnya sirkulasi medan magnet yang berasal dari matahari mampu menghancurkan sebuah planet menjadi hancur dan mengubahnya menjadi jutaan asteroid atau mengubah ukurannya menjadi lebih kecil dari semula. Planet tersebut medan magnet masih ada dan terletak antara orbit bumi dg mars.

    Di dalam matahari terjadi fusi nuklir yg paling besar di dunia.Sebagai referensi kekuatan equlibrium ini sy berikan link ini, DADE adalah orang seperti saya, yg sama mengambil sumber tulisannya dari buku AL Insaan karya Nazwar Syamsu;http://forum.kompas.com/sains/23918-teori-baru-tentang-terjadinya-gempa.html

    Jika planet terpinggir itu atau planet lain berada di bawah orbitnya sejajar dg Bumi menjurus pada Matahari maka pada waktu itu berlaku kelebihan tenaga matahari yang menimpa Bumi, hal ini dinamakan transit of planet (Jaumuz Zullah, QS 25/45) yang berbahaya bagi Bumi (26/189) waktu itu berlaku pembesaran radiasi matahari yang menimbulkan akibat gawat sehingga berakiabat merusak dan memecah planet-planet yang masih empuk dan beredar dibawah garis orbit planet terpinggir (muntaha)

    Ada lima planet yang pernah pecah sewaktu awal penciptaan semesta raya ini, yakni ialah Mars, Saturnus, Uranus, Neptune dan Pluto.Keadaan ini menjadi bukti maksud ayat 33/72 dan 41/10 bahwa dua planet yang seharusnya lebih besar dari Bumi ternyata lebih kecil atau hancur menjadi planetoids.pada awalnya ada 11 planet tetapi kemudian satu pecah hancur menjadi planetoids antara mars dg Jupiter.Kini tinggalah 10 planet yang permanen. http://www.facebook.com/groups/nazwarsyamsu/doc/157615457682153/

    Doddy Hardhienata

    Gaya magnet bekerja pada jarak dekat karena ukuran medan magnet yang secara akumulatif kecil dibandingkan gaya gravitasi yang bekerja sangat baik pada jarak jauh karena massa akumulatif yang begitu besar.

    Gaya gravitasi tidak berkolerasi dengan gaya magnet, gaya gravitasi bekerja antara benda bermassa dengan mediasi boson graviton, sedangkan gaya magnet bekerja pada muatan dinamis dengan mediasi foton. Dua hal ini jelas jelas berbeda dan hal sesederhana ini tidak dipahami oleh penulis (NS).

    Sebagai bukti bumi dan bulan memiliki orbit yang hanya ditentukan oleh gravitasi (bulan tidak memiliki medan magnet signifikan). Banyak sekali kesalahan mendasar pada teks tersebut seperti cara kerja gravitasi (gaya sentrifugal) yang mempertahankan planet – bukan gaya sentrifugal tetapi momentum linier yang menyebabkan planet tidak jatuh ke matahari (pelajari tentang gerak jatuh bebas dan kecepatan translasi), konsep dipol magnet yang sama sekali tidak disinggung.

    Handi Yawan

    ‎Maxwell telah banyak menyatukan listrik statis dengan kemagnetan, yang menghasilkan sekumpulan empat persamaan mengenai kedua medan tersebut. Namun, berdasarkan rumus Maxwell, masih terdapat dua medan yang berbeda yang menjelaskan gejala yang berbeda. Einsteinlah yang berhasil menunjukkannya dengan relativitas khusus, bahwa medan listrik dan medan magnet adalah dua aspek dari hal yang sama

    Sementara itu, Magnet adalah suatu obyek yang mempunyai suatu medan magnet. Magnet dapat menarik benda lain. Beberapa benda bahkan tertarik lebih kuat dari yang lain.

    Medan gravitasi adalah medan yang menyebabkan suatu benda bermassa mengalami gaya gravitasi. Medan ini dibangkitkan oleh suatu benda bermassa.

    Bukankah benda yg memiliki medan magnet adalah massa penyebab timbulnya medan gravitasi? Seperti halnya matahari yg memiliki medan magnet sebagai penyebab timbulnya gaya gravitasi?

    Joule Zriel

    Gaya magnet dan gaya gravitasi tidak sama,…asal gravitasi adalah dari benda bermassa, apapun itu. Sedangkan gaya magnet ada karna gerak elektron mengelilingi inti, maupun rotasi/ nya sendiri, maupun rotasi/spin inti

    Untuk memahami fisika anda harus memahami persamaan2 nya semisal persamaan Gravitasi Newton dan juga persamaan dalam ilmu listrik & magnet,

    Agah Garnadi

    Argumen anda jadi mentah kalau kita berbicara ‘lubang hitam’. Cahaya (sebagai gelombang EM) akan terhisap oleh ‘lubang hitam’ yang memiliki massa yang massif.Dan ini juga ditunjukkan oleh kejadian gerhana matahari sempurna, yang mana sinar matahari sbg gelombang EM, akan ‘dilengkungkan’ oleh medan gravitasi bulan.

    Himawan Wicaksono

    Itu terhisapnya bukan karena gaya… tapi energi…

    Agah Garnadi

    Kalau kita berbicara gelombang/energi yang ditransportkan/berpindah, maka secara tidak langsung bakalan terkait dengan medan/gaya.Karena itu, seperti dikatakan Doddy , kadang kita harus melihat ordenya juga. Sehingga bisa mengabaikan komponen/aspek apa yang dianggap tidak relevan dalam sebuah interaksi.

    Himawan Wicaksono

    Maka dari itu maksudnya kalau masalah gravitasi itu sangat kecil dibanding gaya listrik… misalnya kita butuh massa sebanyak matahari untuk membelokkan cahaya dengan orde yang sangat kecil.. tapi kalau sinar katoda cuma dikasih medan kecil aja sudah belok.

    Joule Zriel

    Saya hanya menanggapi komentar mas Handi Yawan , ia mengatakan klo asal gaya gravitasi adalah gaya magnet

    tanggapan saya : Gaya magnet dan gaya gaya gravitasi itu adalah dua gaya berbeda,..! cuma itu saja, sederhana

    buat apa kita menyeret lubang hitam segala!

    Agah Garnadi ‎

    Pada fenomena lubang hitam, salah satu sebab mengapa lubang hitam tidak bisa diobservasi menggunakan lensa optik, karena cahaya sebagai gelombang EM tidak bisa lewat. Sebagai gelombang, tentu ada medannya, ada gaya yang bisa ditimbulkan. Kebetulan, orde gaya EM yang intrinsik baginya tidak bisa diabaikan dengan medan gravitasi dari massa yang dibangkitkan oleh lubang hitam.

    Coba deh, baca bukunya Thorne dkk, Gravitation. Ada bahasan interaksi Elektromagnetik dengan medan gravitasi akibat massa.

    Doddy Hardhienata

    ‎Handi Yawan, Pertama, Michael Faraday adalah salah satu ilmuwan yang paling awal menyadari bahwa gaya listrik dan gaya magnet berasal dari satu gejala/aspek yang sama: muatan listrik.

    Maxwell kemudian menterjemahkan gambaran Faraday dalam bentuk kalkulus vektor, cross B = J + dE/dt yakni bahwa medan magnet berarah rotasional dapat dibangkitkan oleh arus listrik maupun medan listrik yang berubah terhadap waktu.

    Medan listrik dan medan magnet tidaklah sama, medan magnet dihasilkan oleh muatan yang bergerak sedangkan medan listrik dihasilkan oleh muatan (diam atau bergerak). Besarnya gaya magnet yang dialami muatan bergerak diberikan oleh q v cross B berarah vektor cross dari v ke B sedangkan gaya listrik akibat muatan adalah q E berarah sejajar dengan arah E. Sebuah muatan yang bergerak dibawah pengaruh medan E dan B dengan demikian mengalami dua gaya tadi (gaya lorentz).

    Yang dilakukan oleh Einstein adalah menunjukkan bahwa persamaan Maxwell itu invariant (sama) untuk semua pengamat yang bergerak dengan kerangka inersial bahkan bisa diturunkan dari teori relativitas khusus einstein ini (sebagai contoh pelajari bagian 17 dari link–> http://www.cse.secs.oakland.edu/haskell/Special%20Relativity%20and%20Maxwells%20Equations.pdf). Dengan matematika bisa dibuktikan dengan menyatakan medan E dan B dalam sebuah bentuk transformasi lorentzian (gamma) dan dari situ dapat diturunkan bahwa gaya yang dialami muatan bergerak untuk semua pengamat yang berbeda berbentuk sama yakni F = qE + q v cross B. Konsekuensi dari invariansi persamaan2 Maxwell ini adalah bahwa jika dihitung kecepatan gelombang elektromagnetik dari persamaan2 tadi didapat nilai c = 300 juta m per detik untuk semua pengamat inersial.

    Kedua, alasan mengapa logam tertentu (ferromagnetik) memiliki sifat kemagnetan yang besar adalah karena diatas suhu kritis (curie) orientasi dipol2 magnet didalam bahan tersebut saling menguatkan dibandingkan logam non magnetik yang memiliki orientasi dipol secara acak.

    Ketiga, muatan listrik memiliki massa karena berinteraksi dengan medan Higgs. Medan higgs ini tidak ada hubungannya dengan kelistrikan dan kemagnetan. Rasio gaya gravitasi antara bumi – matahari dengan gaya magnet bumi matahari adalah lebih dari 10 pangkat 30 atau gaya gravitasi itu sejuta juta juta juta juta kali lebih kuat dari gaya magnet.

    Handi Yawan

    Sebelum kita bicara lebih jauh, tolong bantu sy memahami antara medan magnet dg medan gravitasi, yg menjadi model kita adalah matahari.

    Magnet adalah suatu obyek yang mempunyai suatu medan magnet. Dan menimbulkan fenomena dimana material mengeluarkan gaya menarik atau menolak pada material lainnya.Dalam topik ini telah dibicarakan bahwa matahari terbentuk dari sebuah magnet yang memiliki sirkulasi medan magnet. Demikian pula dengan planet2-nya.Magnet matahari memiliki gaya gravitasi, tetapi bumi dan planet2 berotasi sehingga memiliki gaya setrifugal terhadap gravitasi matahari, sehinga planet-planet tetap pada orbitnya masing2.

    Pertanyaan sy, bila medan magnet berbeda dg gravitasi, apakah matahari memiliki objek (magnet) yg berbeda?Bukankah sebuah magnet akan menarik materi lain? Gaya (medan magnet) menarik ini yg disebut gravitasi?

    Di awal sy sudah sampaikan bahwa yg dipaparkan oleh Mas2 di forum ini ialah model statis, sedangkan matahari adalah dinamis,  makanya dlm sketsa itu digambarkan sirkulasi medan magnetnya. Jadi magnet matahari dinamis menimbulkan gerak2 tsb. Tidak seperti model statis sebuah batang magnet.

    Doddy Hardhienata

    Model dipol juga berlaku untuk bumi dan matahari yang dinamis begitu juga gaya gravitasi, tidak ada interaksi signifikan antara gaya magnet bumi dan matahari dikarenakan jarak yang begitu jauh, apakah anda akan merasakan interaksi magnet antara dua batang besi feromagnetik meskipun terpisah sejauh 1 km apalagi 1 juta juta km?

    Sebuah benda magnetis akan menarik muatan bukan massa, gaya magnet dan gravitasi jelas jelas berbeda.  Tidak ada hubungan antara gaya sentrifugal dengan momen dipol magnet, momen dipol magnet bergantung pada rotasi bumi. Sekali lagi kata kuncinya adalah perhitungan orde besaran.

    Himawan Wicaksono

    ‎Handi Yawan, saya jelaskan dengan bahasa yang lebih sederhana… Gaya magnet itu tidak sebanding dengan gaya gravitasi yang bekerja antar planet maupun bintang. Gambaran sederhananya perbandingan besar gayanya adalah gaya berat sehelai bulu dengan berat kapal tanker minyak.. cukup signifikan kan bedanya. Saat kita menimbang kapal tanker jika kita tambahkan atau kurangi sehelai bulu itu mungkinkah berarti banyak dengan hasil hitungan kita? ya kurang lebih seperti itu.. gaya sentrifugal revolusi bumi itu diimbangi dengan baik oleh gaya gravitasi bumi-matahari… gaya medan magnet matahari-bumi itu sangat kecil sehingga dapat diabaikan…

    Handi Yawan

    ‎Doddy Hardhienata, Himawan Wicaksono, Diantara hukum yang mengatur alam ini, adalah hukum gravitasi yang mengatur segala yang ada dari yang terkecil (atom) sampai yang paling besar. Setiap objek tarik menarik dengan yang lain.Berkat keseimbangan antara elektron-elektron dan proton-proton, maka aliran lsitrik yang ada pada atom menjadi seimbang.

    Setiap kumpulan unsur-unsur ini, dengan kumpulan-kumpulan lain membentuk gumpalan besar yang membentuk suatu benda, dan pada setiap benda berlaku hukum-hukum yang berlaku bagi benda-benda lain.Masing-masing benda itu mempunyai garis edar yang teratur, dimana ia takkan bertabrakan dengan benda lain, kendati terjadi gerakan-gerakan siklus yang amat cepat.Matahari kita ini termasuk salah satu benda yang mempunyai kekhususan- kekhususan dan hukum-hukum itu. Matahari kita dikelilingi oleh planet-planet yang memiliki persamaan hubungan antara inti atom elektron-elektron adalah seperti hubungan antara matahari dengan planet-planet.Alam ini terkomposisi atas unsur-unsur yang sama dengan bintang-bintang, materi-materi dan buminya.Andaikata tidak ada hukum gravitasi, lantas dari mana atom-atom bertemu dengan atom-atom lainnya, dari mana pula matahari bisa menjadi matahari, dan bumi menjadi bumi?

    Di dalam alam terdapat ebergi dan sumber-sumber potensi yang dikuasasi oleh hukum-hukum tertentu. Diantara sumber energi dan potensi di alam ini adalah energi cahaya, energi panas, energi gelombang, energi listrik dan energi ultra violet. Semeua energi gelombang magnetis.Kesemuanya mempunyai kecepatan yang sama. Perbedaannya tergantung pada perbedaan gelombang.Jadi, ada dua hukum atau dua macam energi; energi gelombang magnetisme dan kekuatan gravitasi, yang kesemuanya berasal dari satu sumber.

    Einstein mengatakan, bahwa alam yang nampak kasat mata tidak mungkin jika dalam wujud ada dua bentuk potensi (energi) yang tidak ketemu; bentuk gravitasi reguler dan bentuk gelombang magnetisme. https://sainstory.wordpress.com/2012/04/19/fisika-terpadu-tahun-2050/

    Doddy Hardhienata

    Tampaknya mas Handi tidak menanggapi komentar2 dari kami termasuk masukan mengenai perhitungan orde besaran dan analogi antara kapas dan kapal tanker dari Himawan Wicaksono yang jelas menunjukkan bahwa gaya magnet tidak ada apa apanya dibandingkan gaya gravitasi untuk sistem bumi-matahari.

    Semua yang kami sampaikan ini didukung oleh bukti empiris berupa pengukuran medan magnet bumi antara 0,3 – 0,7 gauss dan pengukuran orbit gravitasi matahari bumi, bahkan pengukuran dari semua orrbit benda langit berdasarkan hukum klasik maupun teori relativitas umum TANPA menggunakan asumsi medan magnet.

    Dalam sains, kita harus bersandar pada bukti eksperimen dan perhitungan matematika dari rumus rumus yang sudah ribuan kali diverifikasi di laboratorium2 di seluruh dunia. Tentu saja benda yang memiliki muatan listrik dinamis juga memiliki massa tapi kekuatan gaya gayanya kan sangat berbeda (bisa dihitung kan). Apa yang Anda sampaikan diatas sudah menjadi pengetahuan umum, dan semua energi di alam ini bersumber dari keempat gaya fundamental yang seperti yang sudah dijelaskan oleh Himawan. Ini sudah menjadi model standar fisika dan sudah dibuktikan secara berulang ulang.

    Penyatuan gaya gravitasi dan magnetik (maksud anda elektromagnetisme ya…?) itu terjadi pada energi yang sangat tinggi (diatas 1000 Giga EV dan belum dapat diverifikasi eksperimen) dan beberapa teori kuantum gravitasi semacam teori string sudah dikembangkan. Jadi sangat aneh jika Anda berbicara dalam ranah energi rendah (suhu ruang) ada penyatuan gravitasi dan magnetik. Dalam suhu ruang keduanya harus ditreat secara terpisah dan itu tadi kekuatan gayanya sangat jauh berbeda.

    Himawan Wicaksono

    Wah itu beda lagi…. Ada Interaksi kuat, Interaksi lemah, Interaksi elektromagnetik, Interaksi gravitasi… Itu sih kompleks kalau dijelaskan di sini bisa sangat panjang

    Handi Yawan

    Argumen sy bahwa magnetism dan gravitasi adalah objek yg sama bisa anda refer di link ini, https://sainstory.wordpress.com/2012/04/19/fisika-terpadu-tahun-2050/

    Saintis belum tahu apa prinsip pemandu yang mendasari unifikasi teori quantum medan, sebagaimana yang terkandung dalam Standard Model, dengan relativitas umum.Newton menerbitkan bukunya yang berjudul “Philosiphiae Naturalis Principia Mathematica” pada tahun 1687. Newton mengintegrasikan konsep terrestrial gravity dan astronomical gravity tersebut dengan mengatakan bahwa keduanya merupakan fenomena yang sama, gravitasi universal.James Clerk Maxwell, yang hidup 2 abad kemudian setelah Newton, merupakan ilmuwan besar Fisika yang menyatukan konsep listrik dan magnet menjadi elektromagnet.Beberapa dekade kemudian Carl Friedrich Gauss memformulasikan medan listrik dengan formulasi yang lebih umum, dikenal dengan Hukum Gauss untuk Listrik. Hukum Coulomb bisa diturunkan dari Hukum Gauss, sehingga cakupan hukum Gauss lebih universal.Usaha tersebut diteruskan oleh Michael Faraday yang menemukan bahwa medan magnet yang berubah dapat menghasilkan medan listrik. Faraday kemudian memformulasikan penemuannya dalam Hukum Faraday yang menghitung medan listrik yang dihasilkan oleh perubahan medan magnet tersebut.

    Puncaknya, Maxwell dengan jeli melihat kesempatan untuk menyatukan konsep listrik dan magnet ini dengan melakukan sedikit koreksi terhadap persamaan Ampere tersebut, dan kemudian mengkombinasikan keempat persamaan / hukum mengenai listrik dan magnet tersebut menjadi persamaan yang disebut 4 Persamaan Maxwell. Keempat persamaan tersebut adalah Persamaan Gauss untuk Listrik, Persamaan Gauss untuk Magnet, Persamaan Ampere yang dimodifikasi oleh Maxwell, dan Persamaan Faraday.Kebingungan mulai muncul ketika Maxwell memprediksi bahwa kecepatan gelombang elektromagnet (kecepatan cahaya) adalah mutlak 300.000 km/detik. Acuan mana yang digunakan untuk mengukuir kecepatan cahaya ini ? Melalui medium apa gelombang ini merambat ? Tidak ada ilmuwan yang dapat menjawabnya pada saat itu.

    Einstein melihat kesempatan untuk menjawab kebingungan para ilmuwan dan menyelesaikan paradoks besar tersebut. Dalam salah satu postulatnya, Einstein mengatakan bahwa kecepatan gelombang cahaya adalah mutlak, tidak tergantung pada kerangka acuan manapun. Puncaknya, Einstein menyatukan konsep materi dan energi, bahwa sebenarnya keduanya adalah satu. Hasilnya adalah persamaan ekivalensi massa dan energi yang sangat terkenal, E=mc2.. Konsep ini menjadi dasar bagi pemanfaatan energi nuklir seperti bom atom, dsb. (sumber

    http://adhiwin.wordpress.com/2011/02/07/kesempatan-dalam-kesempitan-pelajaran-dari-newton-maxwell-dan-einstein/)

    Einstein ragu akan kebenaran teori Newton, karena teori itu tidak mampu menerangkan beberapa fenomena yang terjadi di alam. Tetapi Einstein yakin bahwa teori yang BENAR itu pasti ada, sehingga ia berjuang untuk mencari teori yang benar itu!Tentunya pada waktu mencari, Einstein tidak tahu bagaimana teori itu. Bagaimana ia bisa yakin bahwa teori yang belum ada itu ada?

    Unifikasi fenomena berlainan dalam satu teori sudah lama menjadi tema sentral fisika. Standard Model fisika partikel berhasil mendeskripsikan tiga (elektromagnetisme, interaksi lemah, dan interaksi kuat) dari empat gaya alam yang dikenal tapi tetap belum dipadukan secara definitif dengan relativitas umum, yang mengatur gaya gravitasi dan sifat ruang dan waktu.Unifikasi dg kata lain universal dan dalam bahasa agama disebut Tauhid!

    Last but not the least, Eintein mengajarkan kita mengambil kesempatan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, even jika solusi yang ditawarkan mungkin berlawanan dengan arus mayoritas..

    Doddy Hardhienata

    Anda ingin berdikskusi pada level filsafat yang lebih tinggi dari tataran ilmu kepraktisan, pertanyaan saya: Bagaimana Anda ingin berbicara di level filsafat apabila tidak menguasai tataran ilmu fisika, sama seperti orang yang berlatar belakang fisika ingin mengomentari seni abstraktif dari lukisan picasso padahal ia belum pernah belajar tentang aliran seni.

    Anda juga menulis saduran dari Weinberg “Unifikasi fenomena berlainan dalam satu teori sudah lama menjadi tema sentral fisika. Standard Model fisika partikel berhasil mendeskripsikan tiga (elektromagnetisme, interaksi lemah, dan interaksi kuat) dari empat gaya alam yang dikenal tapi tetap belum dipadukan secara definitif dengan relativitas umum, yang mengatur gaya gravitasi dan sifat ruang dan waktu.”

    Saya tegaskan lagi: unifikasi gaya gaya fundamental terjadi pada level energi tinggi, yakni pada level diatas 1000 GeV bahkan sangat mungkin mendekati level energi saat Big Bang (perhitungan teori string). Anda menyatakan unifikasi ini terjadi pada level energi rendah dengan mengusulkan mekanisme interaksi yang saling terkait (wechselwirkung) antara magnet dan gravitasi. Ini jelas jelas bertentangan dengan hukum fisika.

    Anda menginginkan praktek teoretis dan kami disini menunjukkan bahwa efek magnet ini sangat kecil dibandingkan gravitasi. Secara filsafat sains suatu klaim yang bisa difalsifikasi dan terfalsifikasi oleh eksperimen harus diganti oleh klaim lain yang bisa difalsifikasi namun belum dapat difalsifikasi secara eksperimen.  Atau Anda punya teori filsafat sendiri?

    Handi Yawan

    Tataran praktik adalah kemampuan rasional, sebagai alat bantu melalui proses deduksi menurunkan suatu teorema dari suatu perangkat aksioma. Tetapi kemampuan rasional itu berpasangan dengan kemampuan intuitif.

    Kenapa filsafat ilmu begitu penting? Keabsahan suatu rumus dalam verifikasi empiris sama sekali bukan bukti mengenai kebenaran aksioma yang dijadikan dasarnya, karena suatu rumus pada prinsipnya bisa diturunkan dari berbagai landasan aksioma yg berbeda.

    Dalam arti metodologi tidak ada salahnya menggunakan teori Einstein yang telah terbukti keabsahannya di dunia empiris, tetapi hal ini tidak menutup peluang untuk meragukan landasan filsafat yang mendasari metodologi itu. Bukankah Einstein sendiri meragukan keabsahan filsafat teori kuantum, atau Rutherford meragukan keabsahan filsafat dari teori Relativitas Einstein? Meskipun tetap Einstein menggunakan teori kuantum dan Rutherford tetap menggunakan teori Einstein sebagai metodologi yang terbukti berguna?

    Issac Newton yang menyatakan dua benda saling bertarikan dengan kekuatan sebanding dengan massa dan jaraknya, telah gagal dengan turunnya hujan berbentuk titik-titik halus. Dan dengan terdapatnya 30.000 planetoids yang mengorbit matahari pada orbit antara Mars dan Jupiter.Tidak pernah terjadi air hujan jatuh mencurah dan tidak satupun planetoids itu rangkap dua, tiga, empat, dst. Berapapun besarnya tidak pernah saling bertarikan dan tiada saling menempel walaupun semuanya berada di angkasa bebas tanpa bobot.

    Sementara itu juga Einstein telah gagal dengan sinarnya yang katanya partikel atom, karena Matahari sampai sekarang masih tetap tidak berkurang terang, panas dan besarnya semenjak 4.500.000.000 tahun yang oleh Einstein sendiri dikatakan baru 500.000.000 tahun.

    Kalau benar sinar itu terdiri dari partikel atom, maka gagalah pendapatnya sendiri karena bertentangan dg fakta mengenai angkasa luas yang hampa partikel. Sinar yang sampai ke bumi bukan dari Matahari saja, tetapi juga dari jutaan bintang lain di semesta ini.

    Sikap Einstein terhadap ilmu fisika tidak berbeda dg sikap Afandi terhadap ilmu lukis yg sama-sama mencintai profesi dlm proses kreatifnya. Proses kreatif inilah yang hanya bersumber pada pengalaman intuitif. Einstein juga sangat meragukan rasionalisme, dan menyatakan bahwa kemampuan rasional bukan akar kemampuan kreasi, karena kreatifitas itu meuncul dari intuisi.

    Apa yang menyebabkan matahari-matahari memberi cahaya yang membentik energy, bahwa atom-atom yang ada pada matahari lebur didalam inti, melalui ledakan dahsyat tiada tanding, luas dan terus menerus. Energi adalah suatu aksidensia yang membutuhkan suatu substansi untuk menjadi materi. Jadi atom adalah substansi sedangkan panas adalah aksidensia.Diantara fenomena kesatuan yang ada di alam ini ialah bahwa semua materi berasal dari cahaya. Sebab semua unsur-unsur materi kembali kepada atom-atom dan listrik-listrik. Padahal atom-atom dan listrik-listrik ini terbelah dan kembali menjadi cahaya. Bila tidak ada gravitasi pada atom-atom yang membuat jarak dan ruang, maka niscaya alam ini hanya akan sebesar telor.

    Untuk semua itu kita haruslah mengetahui bagaimana penciptaan Matahari, bumi dan planet-planet. Bulan-bulan. Dimana magnet memegang peranan penting. Bahwa magnet itulah yang senantiasa mengubungkan Bumi dengan Matahari, bukan gravitasi yang berdasarkan pada besar dan jarak menurut Issac Newton.

    Sebagai renungan sy kutip “Ini tidak akan menjadi akhir fisika. Bahkan barangkali takkan membantu persoalan-persoalan fisika hari ini, misalnya pemahaman turbulensi dan superkonduktivitas temperatur tinggi. Tapi ini akan menandai akhir jenis fisika tertentu: pencarian teori terpadu yang membawakan seluruh fakta lain ilmu fisik.” https://sainstory.wordpress.com/2012/04/19/fisika-terpadu-tahun-2050/

    Orang yang mengkaji alam akan tahu bahwa disitu ada kesatuan (unifikasi/universality/tauhid). Itulah Unifikasi yang sedang dicari oleh Mainstream Fisika mutakhir.

    Joule Zriel

    Untuk semua itu kita haruslah mengetahui bagaimana penciptaan Matahari, bumi dan planet-planet. Bulan-bulan. Dimana magnet memegang peranan penting. Bahwa magnet itulah yang senantiasa mengubungkan Bumi dengan Matahari, bukan gravitasi yang berdasarkan pada besar dan jarak menurut Issac Newton.

    pernyataan Anda, kita haruslah mengetahui bagaimana penciptaan Matahari, bumi dan planet-planet. Bulan-bulan.

    darimana kita semua bisa mengetahuinya,…. ?dari Agama …… ?

    saya kira sudah saya tegaskan sebelumnya disini, bahwa agama tidaklah boleh mengintervensi sains,,….!!! sebab akan merusak sains,….!!!

    lalu dimana pentingnya agama didalam sains, agama itu berguna didalam ranah sains pada arah pemanfaatan sains,.. yaitu kebaikan/bermanfaat bagi orang banyak, disini agama cuma pada dimensi moral,….mengarahkantetapi Agama tidak punya otoritas untuk menyalahkan, atau membenarkan teori sains,.. Anda perlu ingat,…

    silahkan baca sejarah ….!!! campur tangan agama, akan merusak sains…!

    ini satu lagi pernyataan anda yang jelas salah !!!”Bahwa magnet itulah yang senantiasa mengubungkan Bumi dengan Matahari, bukan gravitasi yang berdasarkan pada besar dan jarak menurut Issac Newton”

    Apa bukti pernyataan anda,….. ????

    kita Facebookan disini,…apakah anda tau bagaimana data dikirim dari berbagai belahan dunia, kebelahan dunia lain ?

    data dikirim dari komputer anda ke tower operator, dari tower ke satelit, dari satelit ke tower ditempat saya terus masuk ke Laptop saya,…!

    bagaimana satelit di tempatkan diluar angkasa,….semua satelit yang telah dikirim menggunakan perhitungan,…!perhitungan apa ? perhitungan dengan menggunakan hukum Newton

    F = G m1 m2 / r kuadrat

    ini rumus gravitasi ,…..

    apakah anda berfikir bisa menggunakan persamaan – persamaan elektromagnet ???

    jawaban adalah tidak !!!

    sekarang berikan bukti anda bahwa gaya magnet lah yang mengikat planet-planet dan matahari itu !buktikan pernyataan Anda,…!!!

    Handi Yawan

    Sains adalah ciptaan manusia dg alatnya yg paling tangguh, takni rasio/logika.

    Menurut albert Einstein “Kreativitas itu adalah kemampuan extra-logika, kemampuan intuitif.” Artinya mustahil logika bisa mengerti bagaimana proses itu terjadi.

    Selanjutnya Goedel (Mathematikawan) menemukan suatu teorema bahwa “Kebenaran matematika berada di luar matematika.” Teorema ini diperkuat oleh Weisskopf (Ahli Fisika Nuklir) yg mengatakan, “Kebenaran berada di luar sains.” Artinya Sains mustahil mampu membenarkan dirinya. Tidak bisa dikatakan bahwa ilmu fisika benar karena ilmu fisika benar!

    Proses berpikir tidak berjalan melalui jalur rasional.  Memang, bagi yang puas belajar dari buku, akan timbul kesan bahwa jalur rasional sudah cukup untuk mengerti semua texbook yg pernah ditulis orang.

    Tidak terlalu sulit untuk menyadari bahwa agama sebenarnya tidak lain dari Ilmunya Ilmu. Agama pula yang oleh Weiskopf dan Goedel disebut sebagai validator dari penalaran matematika dan sains.

    Tentunya agama yang dimaksud bukan agama dalam bentuk ritual kesektean, melainkan hakikat agamawi yang mendasari keseluruhan ritual kesektean agama. Jelas DIIN dalam arti agama yang sempurna pasti bukan monopoli suatu sekte agama.

    Ajaran agama bisa berkesinambungan dengan ajaran ilmiah, karena landasan aksioma ilmiah kini diciptakan dengan bimbingan ajaran agama.

    Tidak ada lagi pengkotak-kotakan displin dan doktrin-doktrin netralitas etik, objektif imparsialisas. Inovasi pokok adalah merakit ajaran agama dalam bentuk aksiomatik operasional, sehingga dari landasan aksioma itu bisa diturunkan perilaku sosial yang haq. Ajaran-ajaran Moral agama bisa kita uji atau diperbandingkan dengan perilaku yang diturunkan dari model dasar ini. Dalam hal itulah kita “buktikan” konsistensi logika dari ajaran agama.

    Ungkapan “Ilmu pengetahuan sudah baik, yang salah adalah agama, yang tidak mengerti ilmu pengetahuan”. Memasukan moral ke dalam ilmu pengetahuan berarti pengakuan bahwa para ilmuwan harus mengakui ketergantungan mereka pada ahli agama. Itulah ketergantungan yg tidak Haq! Para ilmuwan lebih senang bebas, agnostik terhadap segala sesuatu yang berbau moral. Itulah kekeliruan fatal ilmuwan.

    Seorang agamawan akan menjadi seorang kkonservatif, kalau agama itu sekedar diartikan dalam bentuk rasional. Hal yang sama terjadi dalam dunia sains yang cenderung tidak bisa menerima bahwa kreasi terjadi dalam proses intuitif (ajaran agama), inilah paradox rasionalisme-konservatisme.

    Padahal seperti kita tahu mengapa para pelopor seperti Einsteim tidak pernah memelihara sikap konservatisme, karena itulah para ilmuwan rasionalisme semata tidak pernah mengalami proses kreasi.

    Pada prinsipnya mengungkapkan kembali arti agama sebagai hakikat, sebagai pengalaman non rasional yang sifatnya sama sekali tidak abstrak, tidak spekulatif, dengan menegakkan hakikat agamawi ini, kita bisa mengakkan ritus agama tanpa terperangkap dalam dogmatis dan kepicikan pikiran, dengan ajaran itu kita pun bisa membuat ilmu dan agama menjadi hidup sebagai bagian dari kesadaran manusiawi seutuhnya.

    Dengan ilmu yang ditegakkan di atas agama, kita bisa membebaskan diri dari penjara pikiran, sehingga jiwa agama bisa ditegakkan dalam dunia ilmiah, sebagai dasar dan tiang dari ilmu pengetahuan itu sendiri.

    JZ

    ni satu lagi pernyataan anda yang jelas salah !!! “Bahwa magnet itulah yang senantiasa mengubungkan Bumi dengan Matahari, bukan gravitasi yang berdasarkan pada besar dan jarak menurut Issac Newton”

    Apa bukti pernyataan anda,….. ????

    perhitungan dengan menggunakan hukum Newton

    F = G m1 m2 / r kuadrat

    ini rumus gravitasi ,…..

    Tanggapan

    Buktinya sudah sampaikan di atas dg memberikan contoh seperti 30.000 planetoids yg berada pada orbit antara Mars dg Jupiter. Planetoids itu tidak ada satupun yang saling bertarikan atau menempel satu sama lain, padahal di belakang orbit Jupiter masih ada planet-planet yg lebih besar.

    JZ

    kita Facebookan disini,… apakah anda tau bagaimana data dikirim dari berbagai belahan dunia, kebelahan dunia lain ?

    data dikirim dari komputer anda ke tower operator, dari tower ke satelit, dari satelit ke tower ditempat saya terus masuk ke Laptop saya,…!

    bagaimana satelit di tempatkan diluar angkasa,…. semua satelit yang telah dikirim menggunakan perhitungan,…! perhitungan apa ?  perhitungan dengan menggunakan hukum Newton

    F = G m1 m2 / r kuadrat

    ini rumus gravitasi ,…..

    apakah anda berfikir bisa menggunakan persamaan – persamaan elektromagnet ???

    jawaban adalah tidak !!!

    Tanggapan

    Setuju!

    Tapi ini sama dengan teori relativitasini menjadi dasar bagi pemanfaatan energi nuklir seperti bom atom, dsb. Berguna dalam praktik tapi keliru dlm aksioma, karena relatifity ini melanggar arah waktu! Melanggar sunatullah, “Demi waktu, bahwa manusia dlm kerugian, karena waktu tidak akan pernah bisa kembali (absolut)”

    Tetapi di bidang operasional saya tidak memiliki kelebihan apa-apa dibandingkan member di forum ini. Sehingga sy tidak perlu mengungkapkan pendirian hal ini lebih lanjut.

    Memang harus diakui, di bidang oprasional inilah kekuatan para ilmuwan.

    Seandainya kekuatan ini diimbangi dengan landasan filsafat yang kuat,  insya allah kita bisa meraih hikmah keilmuan yang luar biasa.

    Itulah bidang keahlian saya.  Keahlian mempertemukan filsafat ajaran agama dengan  sains.

    JZ

    sekarang berikan bukti anda bahwa gaya magnet lah yang mengikat planet-planet dan matahari itu ! buktikan pernyataan Anda,…!!!

    Tanggapan

    Ini adalah pertanyaan kunci yg sy tunggu-tunggu. Tetapi anda akan kecewa, jawaban yg akan sy berikan bukan rumus operasional, sesuai dg pengakuan keahlian sy di atas ….😄

    Tiba waktunya kita memasuki alam abstrak (mujarah.)

    Setiap atom mengandung unsur sekumpulan faktor yang menciptakan kumpulan alam ini. Tanpa kemampuan ini, ia tak mampu melakukan itu. Sebab, setiap atom dari suatu benda temperamennya untuk menciptakan, mengatur secara harmonis.

    Kaidah yang aksiomatik mengatakan bahwa segala sesuatu yang bentuk nya danggap satu kata dan harmoni, maka yang menciptakan harus satu. Sebab, menyusun hal-hal yang bertebaran dan memadukan antara hal-hal yang berbeda ke dalam kesatuan bentuk atau jenis, tidakmungkin bisa dilakukan oleh lebih dari satu kehendak. Jelas bahwa alam ini seluruhnya ditata oleh kesatuan harmoni.

    Mainstream fisika mengatakan bahwa ATOM terdiri atas Proton dan Elektron. Proton yang menjadi inti , sedangkan elektron adalah yang mengitari proton itu. Jika elektron diperganda jadi 1.008x maka ia akan sama besar dg proton.

    Konsepsi yang menganggap elektron mengitari proton sebagai planet mengitari matahari, menjadi kabur dan diragukan. Karena Hydrogen sebagai atom asal yang semula diperkirakan memiliki satu proton dan satu elektron terbukti tidak cocok dengan dengan fakta.

    Lalu, apabila kita lihat Unifikasi fenomena berlainan dalam satu teori sudah lama menjadi tema sentral fisika. Standard Model fisika partikel berhasil mendeskripsikan tiga (elektromagnetisme, interaksi lemah, dan interaksi kuat) dari empat gaya alam yang dikenal tapi tetap belum dipadukan secara definitif dengan relativitas umum, yang mengatur gaya gravitasi dan sifat ruang dan waktu.

    Kita belum tahu apa prinsip pemandu yang mendasari unifikasi teori quantum medan, sebagaimana yang terkandung dalam Standard Model, dengan relativitas umum.

    Kenapa kebingungan ini semua bisa terjadi, tiada lain karena metoda berpikir yg parsial! Dan akhirnya mereka sampai pd kesimpulan unifikasi, dlm arti agama adalah Tauhid.

    Berpikir holistik hanya mungkin kalau memahami pangkal ilmu-ilmu. Karena pada pangkal itulah ilmu-ilmu mulai bersatu. Pangkal ilmu itu ialah epistemologi (mutasyabihaat)

    Diantara sumber energi dan potensi di alam ini adalah energi cahaya, energi panas, energi listrik dan ultra violet. Semua energi gelombang magnetik.

    Diantara hukum yang mengatur alam ini, adalah hukum gravitasi yang mengatur segala yang ada dari terkecil sampai yang paling besar. Jadi, ada dua hukum atau dua macam energi; energi gelombang magnetism dan kekuatan-kekuatan gravitasi, yang kesemuanya berasal dari satu sumber, yakni MAGNET!

    Energi bisa disebut sebagai energi jika ada materi tertentu yang melandasinya, karena energi membutuhkan suatu substansi (jauhar).  Dan tanpa substansi ia sama saja dengan tidak ada. Atau dlm bahasa ilmuwan; “Energi adalah suatu aksidensia yang membutuhkan suatu substansi untuk menjadi nyata.”

    Pada hakekatnya, awal penciptaan alam ini merupakan awal adanya atom (jarah). Dengan demikian kita sampai pada kesimpulan bahwa alam ini ber-mula dan bertumbuh dan ada pencipta yang menciptakannya dari tiada!

    Semesta raya berada atas AIR (Alma’), bukan di atas air wujud yg kita kenal, tetapi berarti atas hydrogen, benda-benda angkasa semuanya terwujud dulunya dari hydrogen yang berkumpul sebingkah .

    Dengan demikian hydrogen yang terdiri dari magnet (Rawasia/proton)  dan Mar’a (Nuetron).  Proton berputar disumbunya karena diputar oleh batang magnet yang menimbulkan ukuran besar dan berat.

    Neutron adalah wujud yang meliputi proton seperti halnya bumi dilingkupi oleh atmosfir.  Proton dan neutron hanyalah ruang hampa, itulah hydrogen yang berfungsi menjadi berbagai.

    Semua benda angkasa itu keluar yg dinamakan Mar’a, tdk mengandung aliran listrik. Hydrogen sebagai atom asal memang terdiri dari dua unsur yaitu Almaa’ (Proton) dan Mar’a (Elektron).

    Hydrogen memperganda dirinya membentuk berbagai elemen lain yg kemudian berkumpul menjadi molekul2 benda angkasa, jadi bukanlah benda2 angkasa dimulai dari ledakan atom raksasa atau superspace.

    Ruang ialah kekosongan antara benda-benda. Tanpa benda, akan tiadalah istilah ruang. Benda yang senantiasa berputar menimbulkan waktu, dan tanpa putaran benda akan tiadalah waktu. Putaran 360° dinamakan satu hari, maka bagian dan bilangan hari inilah yang disebut waktu. Gerak rotasi dan orbit inilah yang dimaksud dengan waktu-waktu

    Mulawarman Kartanegara

    yg ditanyakan oleh saudara jz adalah bagaimana anda membuktkan gaya antar planet adalah magnet dan atas dasar apa anda mengatakan magnet adalah adalah kemanunggalan tsbt?

    Handi Yawan

    Kata kuncinya –dan seperti yg telah sy sebutkan-  inti atom adalah proton (rawasia/MAGNET) yg dilingkupi oleh elektron (mar’a), oleh sebab itu memilki ukuran masaa. Seperti halnya Bumi yg dibungkus oleh atmosfir. Bukanlah atom dikitari oleh elektron-elektron seperti yg diilustrasikan mainstream fisika.

    Setiap atom memiliki inti berupa MAGNETic bar (rawasia) yg berputar di sumbunya dari barat ke arah timur yg dikenal sebagai proton.  Jadi setiap atom berputar disumbunya sebagaimana Bumi ini.

    Sementara itu elektron yang meliputi kutub-kutub proton mendapat induksi positif yang kemudian dinamakan positron. Pada waktu atom mengalami fissi atau fusi maka bagian elektron tadi ada yang terlepas dari proton lalu ia mengapung ke angkasa bebas dalam keadaan tanpa magnet dan diidentifikasi sebagai nuetrino yang tidak mungkin ditangkap dan ditahan lagi karena ia non partikel.

    Walaupun elektron meliputi proton , tetapi ia tidak memiliki unit tertenru, karena seluruh bagiannya mengapung bebas, namun masih ada yang meliputi seluruh permukaan proton, kecuali tebalnya yang berubah lalu menyebabkan atom itu tidak stabil sampai pada proses pertumbuhan yang ditentukan sang Pencipta hingga atom itu stabil kembali.  Pertumbuhan di sini bersamaan dengan lapisan ionosfir Bumi yang semakin tebal disepanjang zaman.

    Sementara itu sinar adalah wujud non-partikel tanpa ukuran berat, tanpa bilangan unit. Sinar tidak dipengaruhi oleh magnet dan bukan anti-partikel, tetapi bergelombang cepat yang kini terbukti secara empiris kira-kira 300.000 km/detik. Maka sinar adalah wujud yang memenuhi seluruh lapangan dan ruang, dapat bergelombang ke seluruh arah dari titik pusat cetusan dengan kecepatan yang sama dengan gelombang yang semakin kecil.

    Gelombang sinar ini bergerak lurus, dan pembelokan hanya berlaku bila ada suatu penghalang yang memantulkannya.

    Semua bintang di angkasa, begitupun matahari kita, memiliki atom yang sangat aktif. Atom-atomnya berputar cepat sekali, semuanya sangat aktif disebabkan oleh sirkulasi magnet antara planet-planet dan matahari itu sendiri. Putaran atom demikian memaksa elektron yang melingkupinya ikut berputar cepat bersamanya. Aktivitas ini menyebabkan lapangan sinar yang disentuhnya jadi aktif pula lalu menggelombang ke segala arah. Gelombang sinar inilah yang sampai ke bumi untuk mewujudkan panas. Tetapi bintang-bintang lain sangat jauh, maka gelombangnya yang samapi ke bumi kecil, hingga tidak menimbulkan panas apa-apa.

    Maka gelombang sinar matahari yang sampai pada elektron yang melingkupi atom sesuatu benda di bumi, menyebabkan elektron benda ini jadi aktif pula dan otomatis memaksa protonnya ikut berputar lebih aktif. Akibatnya timbulah panas, selanjutnya atom ini menimbulkan aktivitas berantai denga akibat yang sama pada atom lain yang elektronnya menerima pantulan gelombang sinar. Akhirnya hal demikian menajdi proses atom dengan segala kegiatannya, dan itulah yang kemudian jadi pembakaran. Sejalan itu jangan lupa pula bahwa panas dapat ditimbulkan oleh friction, proses kimia, dan lain-lain yang pada pokoknya mengaktifkan proton,  elektron yang melingkupinya, dan kemudian menimbulkan gelombang sinar.

    Pada dasarnya gelombang sinar itulah memperlihatkan benda-benda dengan berbagai warna pada pandangan kita, dilengkapi oleh tingkat reaksi dari elektron benda yang menimbulkan gelombang tersebut. Sebaliknya gelombang sinar yang tidak dihalangi geraknya oleh elektron, tidaklah dapat dilihat mata walaupun ia bergelombang besar sekali. Hal ini menjadi bukti bahwa sinar bukanlah partikel seperti yang dinyatakan Eisntein

    Jika orang melihat suatu benda, maka yang dilihatnya itu bukanlah sinar tetapi elektron dari atom benda tersebut yang telah menjadi aktif akibat ditimpa oleh gelombang sinar dari tempat lain.

    Api yang tampak dipermukaan matahari adalah pancaran listrik dimana tiada satupun substansi yang sempat menghilang. Dan yang bergelombang dari matahari untuk menimbulkan panas di bumi ialah gelombang sinar listrik yang berkelanjutan tanpa akhir untuk selamanya.

    Kalau benar matahari membuang partikel atomnya, dan kalau benar sinar terdiri dari unsur yang mengandung massa, berat dan ukuran sebagaimana dinyatakan Eisntein, tentulah matahari akan mengecil dan menghilang dari pandangan. Akan rusaklah keseimbangan tatasurya ini.

    Tambahan bagi teori Einstein mengenai eksistensi sinar, tidak akan dapat menjawab pertanyaan yang diajukan di bawah ini;

    1. Kalau benar sinar merupakan partikel atom yang bergerak cepat, kenapa kecepatan geraknya sama antara yang melalui kehampaan dan yang melalui halangan berupa kaca misalnya?

    2. Bukankah menurut semestinya, sinar terdiri dari partikel atom itu akan semakin lambat geraknya sewaktu menembus kaca yang lebih tebal atau menghentikan geraknya sama sekali? padahal kaca juga terdiri dari atom berbentuk molekul yang tentunya menghalangi setiap partikel lain menembus dirinya. tetapi kenyataannya sinar tetap melalui kaca tebal itu dengan kecepatan yang sama.

    3. Diketahui gerak sinar kira-kira 300.000 km/detik, maka bagaimana partikel atom yang begitu kecil terpelanting dari pembakaran akan sempat bergerak secepat itu? padahal peluru yang sengaja ditembakkan dari senjata api paling cepat bergerak 1.000 meter/detik atau maksimal hanya tiga kali kecepatan suara.

    4. Kalau benar sinar terdiri dari partikel atom yang memiliki massa dan berat, maka tentunya daerah angkasa luas dipenuhi oleh partikel yang melayang cepat terpelanting dari Matahari dan dari jutaan bintang lain. Apakah pendapat begitu tidak bertentangan dengan ketentuan yang menyatakan angkasa luas itu daerah hampa mutlak?

    5. kalau benarlah sinar matahari terdiri dari partikel atom, kenapa percobaan yang dilakukan tidak membuktikan kebenarannya bahwa kaca tipis yang ditempatkan di atmosfir terbuka dalam beberapa tahun tidak menjadi semakin tebal? padahal sinar yang sampai ke bumi bukan saja datang dari Matahari, tetapi juga dari jutaan bintang lain di angkasa luas.

    Sinar spektrum, bukanlah partikel tetapi sama dengan segala wujud sinar lainnya yang non-partikel. Hanya ia kelihatan menjadi tujuh warna sesudah memantul pada mar’a sesuatu benda, dihasilkan oleh pembelokan sinar atau pantulan sinar yang terjadi pada inti kaca prisma itu sendiri. warna-warna yang timbul disebabkan oleh perbedaan bagian sinar yang melalui jumlah pantulan yang berbeda pula sewaktu menerobos kaca prisma, karenanya orang harus membuat kaca prisma itu segitiga, dimana tidak ada bagian kaca yang sama tebal untuk dilalui oleh sinar.

    MK

    Mengapa planetoid tdk trtrk k yg besar, bgk mgtkn krn tdk ada gaya magnet, sbnrnya mrka mlakukan intraksi ttp ordenya sgt kecil spt jk bpk btm dgn manusia lain ato materi lain, spt pnjlasan pada dody tntg phtgn orde. Ok jk anda mgtkn magnet yg dmnan lalu bgaimana anda mnjlaskan bulan yg brintraksi dgn bumi???

    Handi Yawan

    Lalu bagaimana planetoids tersebut berinteraksi dengan matahari? Toh sampai saat ini masih ribuan berbagai ukuran tetap mengorbit diantara orbit mars dan jupiter, dibandingkan dengan massa planet-palnet lain yang mengorbit dibelakang jupiter.

    MAGNETic bar yang terdapat pada matahari dan bumi berbeda, itu dijelaskan dalam ilustrasi yg sy sertakan di topik ini. Magnet (rawasia) yang ada disetiap bulan tidak sama dengan matahari dan bumi. Kalau magnet matahari dan bumi sama , maka keduanya akan bertolakan, begitupula jika magnet bulan sama dengan  magnet bumi.

    Magnet bulan hanya berupa titik pusat, tanpa batang, dalam tubuh bulan itu sendiri.  Maka bulan itu tidak berkutub utara dan selatan/tidak bersumbu untuk berputar. Maka juga tidak memiliki atmosfir, tidak padat, tanpa kehidupan, dan daya gravitasinya kecil.

    ‎Doddy Hardhienata

    Anda mengeluarkan pertanyaan kunci katanya yang menyinggung unifikasi antara gravitasi dengan gaya gaya lainnya Tapi kita semua udah tahu itu mas…bahwa 3 + 1 itu sedang dicari unifikasinya pada energi tinggi dan sepertinya mengarah pada dimensi 11 dengan simmetri dawai super atau suppersimmetri yang dikenal dengan sebutan M-Theory.

    Dikembangkan oleh fisikawan2 top terutama Edwart Witten dari Universitas Princeton.

    Saya coba buat analogi, jika saya mengajukan suatu teori bahwa gaya gravitasi itu salah dan seharusnya yang menahan planet planet itu adalah “energi eter” atau “suatu interaksi X” misalnya apa lantas saya bisa mengharapkan orang2 disini percaya? Tentu tidak apalagi jika saya tidak bisa membuktikannya via matematika atau eksperimen. Itupun belum tentu benar. Yang saya kemukakan itu bukan ARGUMEN tetapi PERNYATAAN.

    Handi Yawan

    Coba anda analisa ulang, dunia kelimuan yang dibangun di atas landasan yang diciptakan oleh Issac Newton, yakni asas inersial yang dipandang tidak realistis dan merupakan duri yang mencemari teori newton yang sempurna itu.

    Baru sesudah orang menghadapi paradoks mengenai gerak sinar, dalam bentuk hukum invarian kecepatan sinar yang telah terbukti kebenarannya secara empiris, dan terbukti pula secara deduktif matematis (Maxwell), timbul celah baru untuk mempertanyakan landasan filsafat teori Newton.

    Kesenjangan ini terjadi pada landasan aksiomatik Euclides yang dipergunakan oleh Newton untuk menurunkan rumus transformasi Galilean.

    Einstein tidak mempertanyakan asas inersial dalam teori Newton, melainkan mempertanyakan keabsahan landasan aksiomatikEuclides yang dipergunakan Newton.

    Bukankah Euclides membangun geometri statik dan bukan geometrik dinamik! Bukankah geometrik statik berbeda dengan geometrik dinamik? Oleh sebab itu bukanlah Euclides yang keliru tetapi Newton!

    Tetapi dalam teori relativitas khusus, Einstein menerima asas inersial, yang bahkan diformalkan menjadi asas ekivalen sistem referensi, yang mempunyai arti matematis dan oleh sebab itu operasional.

    Begitulah dengan brilian, Einstein berhasil membangun teori relativitas khusus, yang kemudian disempurnakan dalam teori relativitas umum yang dapat mengakomodasikan medan gravitasi. Muncullah dengan teori Eisntein konsep ruang non Euclidean yang aneh dan mengagumkan itu. Begitu hebat dampak teori Einstein dalam dunia ilmiah, sehingga orang-orang yang tidak bisa mnegerti teori Einstein merasa malu menyadari Iqnya yang rendah, dan banyak sekali manusia pandai pura-pura mengerti, begitulah Alexandre Koyre, Rutherford.

    Bagi mereka tidak peduli dengan filsafat dari teori Einstein yang mereka akui brengsek, yang penting bagaimana teori itu secara praktis membantu memecahkan masalah yang mereka hadapi. Sebagaimana Einstein tidak pernah mengerti teori kuantum, begitulah Rutherford dengan jujur mengemukakan tidak pernah mengerti teori relativitas.

    Asas ekivalen sistem referensi Einstein mengambil kesimpulan bahwa gerak itu relatif. Tetapi dengan demikian Einstein juga harus mengambil kesimpulan mengenai relatifnya arah kasualitas, karena relativitas kausalitas bertentangan dengan hukum takdir.

    Tahukah anda bahwa teori relativitas Einstein ternyata tidak memenuhi persyaratan hukum logika! Kata Friedman, bahwa para ilmuwan tidak perlu menegakkan logika dalam menyusun landasan aksiomatik dan asumsi.

    Doddy Hardhienata

    maka janganlah melawan saran dari kami dengan mengatakan bahwa apa yang kami lakukan itu hanya sebatas praktis tetapi justru mencoba untuk memahami dan kalau perlu meng-counter dengan disertai argumen atau sumber terpercaya mecam paper ilmiah. Yang kami pedulikan adalah argumen deduksi logis (matematika), yang ilmunya diwariskan oleh Tuhan melalui para ilmuwan seperti aristoteles, Socrates, Khawarizmi, Gauss, Einstein, Raman, Salam, Tsung Dao-Lee, Penrose, ,Edward Witten, dll. Pernyataan sendiri…tidak akan pernah dapat meyakinkan kami disini.

    Handi Yawan

    hal-hal yg sampaikan bukan pernyataan sy sendiri, tetapi itu adalah statemen yang bersumber dari Al Quran. Tetapi sengaja sy tidak cantumkan surah dan redaksinya karena saya tahu para ilmuwan alergi dengan semua itu.

    Anda yakin atau tidak bukan tujuan utama saya.

    Al Quran mengandung petunjuk (HUDAN) yang disebut dengan Mutasyabihaat (Epistemology) yaitu ketentuan-ketentuan hukum tentang segala sesuatu yang baru dapat dipahami melalui penganalisaan logis dimana sangat diperlukan pengetahuan luas dan perhatian penuh. Hal ini juga disebut dengan “PEMIKIRAN” yang dijelaskan bagi para ilmuwan

    [15/9] Bahwa KAMI menurunkan pemikiran, dan KAMI adalah penjaga baginya.

    [41/3] Kitab yang dijelaskan Ayat-ayatnya Al Quran berbahasa Arab untuk kaum yang berilmu.

    Jadi ayat-ayat Mutasyabihaat yang banyak terdapat dalam al Quran sengaja diturunkan bagi kalian (saintis), memang wajarnya demikian. Dan kalianlah sebagai orang-orang penting dalam masyarakat.

    Joule Zriel

    Sudah jelas salah dan tidak tahu apa-apa, tetapi masih saja keras kepala,…. Komentar-komentar anda terlalu tinggi, sampai2 anda berbicara unifikasi gaya2 dan materi, ini bisa anda dapat didalam teori string, teori matematis,..Setingkat hukum gravitasi newton saja, anda tidak paham apalagi teori gravitasi einsten,..Dengan sok tahu anda berbicara tentang Unifikasi, yang dasar pun anda tak ada,..

    Jangan menilai Sains dari kacamata alquran,… Karna benar salahnya sebuah teori sains tidak tergantung pada keputusan alquran,….

    Dan juga ada salah kaprah di masyarakat islam, bahwa masyarakat islam sekarang terlalu berkiblat pada sains barat, tidak pada alquran,…Perlu disadari, dari zaman dulu pun (zaman keemasan islam) kita sudah berkiblat ke platonisme dan aristolelian,…Tanpa peradaban baraT MAKA TAK PERNAH ADA ZAMAN KEEMASAN ISLAM

    WALAUPUN ANDA MENGKAJI ALQURAN SEUMUR HIDUP ANDA, ANDA HANYA AKAN MENDAPATKAN ILMU AGAMA, BUKAN PENEMUAN ILMIAH, KARNA ALQURAN BUKANLAH KITAB ILMIAH,……

    apa yang kita lihat sekarang adalah, duluan penemuan ilmiah baru kemudian DI COCOK-COCOKKAN DENGAN ALQURAN, bukan DULUAN diditemukan dalam ALQURAN,…. TIDAK PERNAH TERJADI DALAM SEJARAH, Terimalah kenyataan ini…

    pahamilah itu baik-baik, inilah kenyataan yang sesungguhnya, dan anda harus menerimanya,..

    ”Wellcome to the real world” mas Handi yawan

    Sampai di sini diskusi di Forum Fisika di CLOSED oleh Admin Forum tsb.

    Mari kita lanjutkan do forum sendiri saja bila mereka tidak mau dan biar lebih leluasa

    Dan di bawah ini adalah diskusi tempo hari dg Adler Alende mengenai wujud atom dari perspektif sains vs NS;

    Adler Alende

    Alam semesta awal nya (al maa-) dapat dikatakan kekosongan (medan vakum), karena ruang-waktu 4 dimensi belum tercipta, namun menurut teori uncertainty Heisenberg, vakum ini tidak benar-benar kosong,

    kita dapat menyebut nya kulli syai-in (021,030) di superspace yang mengalami fluktuasi.

    Superspace ini merupakan dimensi malaikat (tachyon) dan ruwh (intrinsic impulsmomentum). Ketika Allahh mengatakan Kun, maka fluktuasi itu tercabut dari Superspace.

    Superspace bukan tempatnya Allah, di atas superspace ada hyperspace tempat dimana jannati na’im (sabiqun) berada, tempat dimana lawh mahfuzh (protected tablet) berada, tempat dimana qalam (pena penulis taqdir) berada, tempat dimana Kursiy (the Quercy) berada, tempat dimana tiang ‘arsy berada, tempat dimana israfiyl berada,

    di atas hyperspace adalah ‘arsy al ‘azhiym (metro of arch), disisi Allahh ketika semua dimensi itu belum ada, hanya ada Allahh, dan kulli syai-in itu pun tidak ada (la syai-in), hanya adanya di dalam pengetahuan Allahh

    Setelah Allah menciptakan hyperspace, kemudian Allahh menciptakan superspace, di superspace Allahh menciptakan sidratu lmuntahha, disinilah nantinya Jibra-iyl ditempatkan, malaikat pengintai di buruwj (menara langit) ditempatkan, disinilah dimensi ruwh berada, disinilah kulli syai-in berada

    sebagai perbandingan dari mainstream fisika, bukan hydrogen yang memperganda diri, tapi tambahan elektron di sphere nukleus, kemudian dari hasil fusi, ada tambahan neutron di nukleus, sehingga nukleus menjadi proton dan neutron, kemudian ada tambahan proton lagi, ada tambahan elektron lagi di sub sphere, begitu seterusnya hingga sphere ke tujuh, namun pembentukan ini tidak secara mandiri, namun melalui fusi karena gravitasi bintang tersebut

    elektron mengandung aliran listrik jika dialirkan energi dibawah batas ambang, namun kadang materi ada yang menjadi konduktor dan ada yang menjadi isolator

    cahaya adalah interferensi nuwr (intrinsic impulsmomentum)

    Tanggapan

    Pd ayat 79/31 dan 87/4 dijelaskan bahwa semua benda angkasa itu keluae yg dinamakan Mar’a, tdk mengandung aliran listrik. Hydrogen sebagai atom asal memang terdiri dari dua unsure yaitu Almaa’ (Proton) dan Mar’a (Elektron).

    Adler alende

    Alam semesta awal nya (al maa-) dapat dikatakan kekosongan (medan vakum), karena ruang-waktu 4 dimensi belum tercipta, namun menurut teori uncertainty Heisenberg, vakum ini tidak benar-benar kosong Ketika Allahh mengatakan Kun, maka fluktuasi itu tercabut dari Superspace.

    tidak ada keterangan kalo alam semesta tercipta dari proton mandiri yang memancarkan electron, tentang enam hari penciptaan , tak ada hubungan dengan enam ribu tahun Alam semesta awal nya (al maa-) dapat dikatakan kekosongan (medan vakum), karena ruang-waktu 4 dimensi belum tercipta, namun menurut teori uncertainty Heisenberg, vakum ini tidak benar-benar kosong, kita dapat menyebut nya kulli syai-in (021,030) di superspace yang mengalami fluktuasi. Superspace ini merupakan dimensi malaikat (tachyon) dan ruwh (intrinsic impulsmomentum). Ketika Allahh mengatakan Kun, maka fluktuasi itu tercabut dari Superspace. Alam semesta memiliki 4 peneguh yang penciptaan nya di bagi dalam 4 masa, 4 peneguh ini adalah interaksi nuklir lemah, interaksi nuklir kuat, interaksi electromagnet dan interaksi gravitasi. Disini tidak ada proton yang berputar membentuk kutub positif dan negatif. Interaksi electromagnet dibawa oleh boson yang bernama photon. Magnet adalah bagian dari interaksi electromagnet, dan interaksi electromagnet adalah salah satu dari 4 rawasiya.

    tanggapan

    Alma’ yg berarti kekosongan yg tedpat dalam Al quran memang berarti kekosongan, kekosongan mutlak! Bukan kekosongan “vacuum” yg model eksperimen laboratorium. Asumsi bahwa sebelum alam semesta ini tercipta adalah hampa ibarat dinamika udara dalam batas2 ketelitian eksperimental adalah model rasional-empiris! Yang benar2 tdk sesuai dalam arti kekosongan yg hakikat. Dalam alam pikiran kalian yg asembling, mengilustrasikan kekosongan sebagai potensi superspace yg tidak terdeteksi oleh apapun!  Bila Argumennya seperti itu bahwa kekosongan tdk benar2 kosong, itu hanyalah analisa yg kurang memahami maksud/pengertian “kosong” itu sendiri. Karena dg demikian bila berarti seperti itu tdk berarti benar2 kosong dg kata lain sebelumnya diciptakan dari sesuatu yg sudah ada. Sedangkan maksud AL Quran itu berarti kekosongan mutlak dan bukan diciptakan oleh ALLAH dari sesuatu yg ada, karena arti dari kun fayakuun berarti “ Adalah maka adalah dia; 2/117 3/47 3/59 6/73 16/40 19/35 36/82 dan 40/68

    Sy berikan ilustrasi sederhana untuk logika kalian, awal kekosongan seperti sebuah sedan keluaran baru yg akan launching dan masih dibungkus, lalu ketika bungkus itu dicabut maka tampilah sedan itu.  Ini berarti ketika kosong sebenarnya alam semesta itu sudah ada, menjadi terlihat/eksis ketika tabirnya dicabut!? Jelas ini hanya logika yang rapuh karena sesungguhnya proses penciptaan alam semesta yg berawal dari kekosongan mutlak lalu tercipta rawasia (proton) yg kumpulan2nya membentuk atom2 yg lebih besar dan membentuk materi.

    Bukanlah benda2 angkasa itu tercipta satu persatu atau berganti-ganti, apalagi ada bintang yang baru lahir, masih muda, atau yg sudah tua, bahkan sudah ada yg mati. Tapi hal ini juga masih dibantah dan malah membela sains sekular bahwa ada bintang2 yg mati akibat blackhole, nova, supernova yg jelas2 adalah sains sekular yg telah dikoreksi oleh NS dalam buku2nya.

    Adler Alende

    NS tidak bisa menjelaskan tahap-tahap penciptan dalam 6000 tahun, hanya retorika dari pak handi yawan, buktikan dengan hujjah yang lengkap apa-apa yang berlawanan dengan sunnatullah. Kalo hanya kata2 ‘tdk ada bintang2 yg baru lahir, akan lahir, atau bahkan mati’, ini hanya retorika dari orang yang tidak dapat memberikan pembuktian.

    Tanggapan

    Semesta raya dimulai dengan penciptaan partikel2 yg membentuk atom hydrogen oleh ALLAH sebagai atom asal bagi seluruh benda konkrit. Hydrogen memperganda dirinya membentuk berbagai elemen lain yg kemudian berkumpul menjadi molekul2 benda angkasa, jadi bukanlah benda2 angkasa dimulai dari ledakan atom raksasa atau superspace.

    Pd ayat 79/31 dan 87/4 dijelaskan bahwa semua benda angkasa itu keluae yg dinamakan Mar’a, tdk mengandung aliran listrik. Hydrogen sebagai atom asal memang terdiri dari dua unsure yaitu Almaa’ (Proton) dan Mar’a (Elektron).

    Katakanlah: “Apakah kamu akan ingkar pada DIA yang menciptakan Bumi dalam dua hari (2000 TH) dan kamu jadikan untuk-NYA bandingan? Itulah TUHAN seluruh manusia (QS 41/9)

    Dan DIA jadikan dari atasnya Rawasia dan memberkahi padanya (dengan ionosfir) dan menentukan padanya waktunya (rotasi dan orbitnya) dalam empat hari (4000 TH) bersamaan bagi orang-orang yang bertanya (QS 41/10)

    Kemudian DIA selesaikan kepada Tatasurya dan dia berupa gumpalan api,lalu DIA katakana padanya dan pada Bumi “Datanglah secara patuh atau dalam terpaksa,” Keduanya berkata: “Kami datang secara patuh”. (QS 41/11)

    Maka DIA laksanakan mereka jadi tujuh planet (di atas orbit Bumi) dalam dua hari (2000 Th) dan mewahyukan kepada setiap Tatasurya urusannya. Dan KAMI hiasi semesta dunia itu dengan bintang-bintang berapi serta penjagaan. Itulah ketentuan Yang Maha Mengetahui. (QS 41/12)

    Dari maksud firman ALLAH itu, jelaslah semesta raya diciptakan ALLAH selama 6000 Th, terbagi pada 2000 th untuk pemadatan planet dan selama waktu itu ada yang pecah menjadi kecil dari semula seperti Mars, Saturnus,Uranus, Neptunus, dan Pluto. Kemudian selama 4000 th lagi untuk rotasi dan orbit masing-maisng keliling matahari atau bintang lain. Semua selesai dalam dalam 6000 th berbentuk bintang-bintan,planet-planet dan bulan-bulan. Jadi, tidak ada bintang yg sedang lahir dan yg mati. Demikian pula ayat2 di atas menjelaskan bahwa penciptaan alam semesta memang berasal dari kekosongan dan berproses dan selesai selama 6000 th. Bukan berproses sebelum dicabut superspace oleh fluktuasi yg menunjukkan alam semesta berasal dari sesuatu/ada sebelumnya.

    Review

     

    Kita mulai dari awal dg pertanyaan nomor dua dulu, yakni; “Bagaimana menghitung kekuatan potensi listrik dari sirkulasi kuat medan equalibrium tersebut?”

    Tetapi jawaban yang diperoleh adalah;

    ” … Kekuatan medan magnet berbanding terbalik dengan jarak, jumlah fluks magnet yang keluar dari sumber magnet utara bumi (11 derajat dari kutub geografis) praktis sama dengan yang masuk kutub selatan, medan magnet yang sampai ke matahari adalah B / jarak bumi matahari = B / (8 x 60 detik x 3 10 pangkat 8!!!)

    Selain itu jelas dan bisa disimulasikan dari Teori Relativitas Umum bahwa yang mempertahankan orbit adalah kelengkungan ruang massa (gravitasi)

    jika ada perubahan medan (fluks-lihat hukum faraday) kita bisa mengkonversinya menjadi GGL, dan memang ada sedikit variasi medan magnetik akibat solar wind dan pergeseran kutub magnet terhadap kutub geografis bumi yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik. Kendalanya bukan di teori dari dari segi ekonomi dan kepraktisan. Bayangkan berapa besar energi dan biaya yang diperlukan untuk menggerakkan kabel tembaga raksasa jika medan magnetnya hanya sepersekian Gauss???

    Gaya gravitasi sangat kuat pada jarak jauh karena massa planet dan bintang begitu besar sedangkan medan magnet itu sangat lemah. Untuk solenoid B sebanding dengan miu I /r dan I untuk tokamak saja hanya 1000 A sedangkan miu 10^-7 .

    errata= Fdipol bumi sekitar F = 10^15 10^-5/(10^12)^2 dan nilainya sekitar 10^-14 N. Rasio gaya gravitasi versus magnet = 10^19/10^-14=10^33!

    Gaya magnet bekerja pada jarak dekat karena ukuran medan magnet yang secara akumulatif kecil dibandingkan gaya gravitasi yang bekerja sangat baik pada jarak jauh karena massa akumulatif yang begitu besar.

    Gaya gravitasi tidak berkolerasi dengan gaya magnet, gaya gravitasi bekerja antara benda bermassa dengan mediasi boson graviton, sedangkan gaya magnet bekerja pada muatan dinamis dengan mediasi foton. Dua hal ini jelas jelas berbeda

    Gaya magnet dan gaya gravitasi tidak sama,…asal gravitasi adalah dari benda bermassa, apapun itu. Sedangkan gaya magnet ada karna gerak elektron mengelilingi inti, maupun rotasi/ nya sendiri, maupun rotasi/spin inti

    Lab. Eksposes

    Seperti dijelaskan di awal, bahwa Ilmu pengetahuan barat belum sampai pada pemahaman sesungguhnya terhadap konsep medan magnet Matahari, bumi, planet-planet dan bulan-bulan sesungguhnya. Semua ini akibat miskonsepsi wujud atom yg selama ini mereka ketahui. Proton yang merupakan Inti atom ialah sebuah MAGNET (rawasia) dilingkupi oleh Elektron (mar’a).

    Perbedaan potensi pada masing-masing kutub proton, menimbulkan rotasi dan diikuti pula gerak ini oleh elektron. jadi sebagai sebuah magnet, selain memiliki gaya magnet, PROTON juga memiliki gravitasi. Bukanlah gaya magnet ada karna gerak elektron mengelilingi inti, maupun rotasi/nya sendiri, maupun rotasi/spin inti

    Benda-benda angkasa terbentuk dari kumpulan atom dengan segala aktivitasnya yang sama.

     

    Untuk mendapatkan gambaran demikian, pertama-tama kita amati aktivitas magma dalam perut bumi yang menimbulkan gempa hingga tercatat getaran besar kecil sepanjang tahun, dibedakan oleh besar kecilnya radiasi yang datang dari Matahari. Perbedaan radiasi matahari ini disebabkan oleh saling bertarikannya dengan 9 planet lain yang selalu mengorbit, masing-masing bermagnet yang sirkualsinya bersamaan dengan planet Bumi.

    Bilamana ada suatu planet yang kebetulan satu arah dengan Bumi terhadap Matahari, maka terjadilah pembesaran radiasi Matahari atas Bumi atau planet itu, dan berlakulah misalnya gempa, letusan gunung, tornado, dsb. Lebih jelasnya baca di sini: http://www.facebook.com/groups/nazwarsyamsu/doc/265743580202673/

    Aktivitas di atas menunjukkan ada keterkaitan antara medan magnet matahari dengan gravitasi matahari dan planet-planet di tatasurya ini. Dan gejala ini diakui eksistensinya dalam mainstream fisika mutakhir seperti yang disebut dengan M-Theory.

    Sayang M-Theory yang mereka identifikasikan sebagai dimensi entah berantah tidak dapat dipetakan secara rasional. Karena memang extra-logika dan hanya ada dalam imaginasi para ilmuwan saja.

    Kembali kepada realita!

    HN mengajak kita menganalisa teori keilmuan semsta yang berhasil dibangun oleh Issac Newton, akan melihat kekuatan teori Newton sebagai keilmuan semesta, yang tercermin dari ;

    1. menyatukan semua dimensi keperilakuan benda dalam satu perangkat hukum-hukum Newton, yaitu;

    F = m a

    G = m g

    m m

    1 2

    G = £ —————

    2

    r

    2. perangkat persamaan keperilakuan di atas menghubungkan segala dimensi perilaku dalam satu sistem, yang statis maupun yang dinamis

    Melalui landasan kelimuan yang dibangun oleh Issac Newton muncul rumus-rumus analisis yang tidak mengandung gejala psikolisis, kecuali dalam satu hal, yakni berlakunya asas ekivalen sistem referensi yang muncul dari hukum inersial. Itulah kelemahan filsafati dari teori Newton, kelemahan yang mengandung bahaya psikolitik.

    Kelemahan yang sama disempurnakan dalam teori Einstein sehingga sempurnalah proses analistis berdampingan dengan gejala psikolisis, yang berarti setiap proses analisisi akan menimbulkan gejala psikolisis. hanya melalui introduksi keilmuan semesta penyakit psikolisis ini dapat disembuhkan.

    Teori kelimuan semesta yang dtawarkan oleh Hidayat Nataatmaja dapat menjamin harmoni (Takamul) pada tiap-tiap benda angkasa yang indiviudalistik tetapi tetap mewarga dengan lingkungan semesta raya. Hal ini menjadi relevan dengan analsia-analisa Nazwar Syamsu bahwa Matahari, Bumi, Planet-planet dan Bulan-bulan, masing-masing memiliki sistem rawasia yang berbeda dan tetap saling terhubung dengan tali abstrak sebagai kesatuan dalam sistem tatasurya. Bumi, Planet-planet berotasi dan mewarga dengan mengorbit terhadap matahari.

    Demikian pula dengan Matahari dengan bintang-bintang lain yang individual(reppelent) berotasi sebagai galaxy dan tetap mewarga dengan bintang-bintang dalam dalam kesatuan galaxy yang mengorbit semesta raya. Galaxy-galaxy saling terhubung dalam kesatuan dan mengorbit semesta raya, dan akhirnya Semesta Raya sendiri mengorbit selama 50.000 th dlm sekali putarannya.

    sebagai sebuah magnet, selain memiliki gaya magnet, PROTON juga memiliki gravitasi. Bukanlah gaya magnet ada karna gerak elektron mengelilingi inti, maupun rotasi/nya sendiri, maupun rotasi/spin inti. Demikian pula dengan matahari, Bumi dan Planet-planet.

    Atur Strategi

    Matahari berdiameter 864.000 mil, jaraknya dari bumi rata-rata sekitar 92.900.000 mil. Kepadatan inti 1.41 density. Temperatur permukaan rata-rata 6.000 derajat kelvin/10.000 derajat F, sementara suhu dalam tubuhnya sekitar 35.000.000 F.

    Fusi nuklir (reaksi termonuklir), serta radiasi elektromagnetik…

    kesimpulan: Sebagai sebuah magnet, selain memiliki gaya magnet, PROTON juga memiliki gravitasi. Demikian pula matahari sebagai kumpulan besar dari Proton-proton!

     

    Menurunkan rumus-rumus operasioanal dari keilmuan semesta harus memperhatikan beberapa aspek, antara lain;

    1. Orbit Bumi dan Planet-planet yang Oval (bujur telur), bukan Elips!

    http://www.facebook.com/groups/nazwarsyamsu/doc/268277939949237/

    Terjadi percepatan dua kali dan pelambatan 2 kali pula gerak orbit planet-planet ketika mancapai titik perihelion dan Apehelion, yakni pada empat bulan terlarang.

    2. Fluktuasi Radiasi Matahari atau periode terjadinya Jaumuz Zullah, yakni ketika transit dua planet besar dibelakang orbit bumi (jupiter dan saturnus) yang berakibat naiknya radiasi matahari terhadap Bumi. http://www.facebook.com/groups/nazwarsyamsu/doc/157615457682153/

     

    Kesimpulan awal dari diskusi, bahwa matahari kekal, karena juga berfungsi sebagai neraka dikahirat kelak yang kekal pula.

    Maka rumus Enstein E = mc^2 harus dikoreksi, namun demikian konstanta c tetap dipertahankan karena kecepatan sinar su

    dah terbukti benar secara empiris. Sedangkan variable m dikoreksi sehingga bisa didapat aksioma pertama untuk menurunkan rumus kekelan matahari, yakni kekelan energi!

    Kembali ke laptop; Ada dua hukum atau dua macam energi; energi gelombang magnetism dan kekuatan-kekuatan gravitasi, yang kesemuanya berasal dari satu sumber, yakni MAGNET!

    PR, selanjutnya ialah bagaimana mengoreksi aksioma; “Gaya magnet dan gaya gravitasi tidak sama,…asal gravitasi adalah dari benda bermassa, apapun itu. Sedangkan gaya magnet ada karna gerak elektron mengelilingi inti, maupun rotasi/ nya sendiri, maupun rotasi/spin inti” sehingga disempurnakan menjadi “sebagai sebuah magnet, selain memiliki gaya magnet, PROTON juga memiliki gravitasi.” Analogi sebagai matahari yg berupa kumpulan proton.

  • Suka · Berhenti Mengikuti Kiriman · Laporkan · 23 jam yang lalu
      • Handi Yawan Sampai di sini diskusi ini mandeg, sebab sy mengajukan solusi dari Al Quran. para Ilmuwan enggan melanjutkan diskusi ini sebab keberatan dengan solusi yang saya ajukan berasal dari Al Quran. Saya mengajak member di Group ini untuk melanjutkan diskusi ini supaya diperoleh tujuan, yakni menurunkan rumus-rumus yang tepat untuk Equilibrium/Mizaan energi ini…
      • Djoko Wiranto Yg pasti emang mandeg, krn mereka lagi2 sangat berorientasi pada teori2 Barat, yg sedemikian rupa menitik beratkan pada empirisme dan pragmatis. Adalah suatu hal yg baru bagi mrk bhw teori empirisme yg slama ini sdh menjd mind set mrk, ditawarkan agar bersinergi dg teori dan rumus2 dari wahyu Alquran. Mdh2an justru hal yg baru bagi mereka ini benak mereka tergelitik utk menyusun suatu teori yg baru. Sinergi antar rumus2 empirisme dengan rumus2 wahyu.
        20 Juli pukul 16:49 · Suka · 2
      • Handi Yawan ‎Djoko Wiranto
        Benar! Pak. Dan kenapa tidak! Siapa tahu bisa muncul kembali para ilmuwan seperti di sini;
        100 TOKOH CENDIKIAWAN MUSLIM, http://tonyoke.wordpress.com/category/dunia-islam/100-tokoh-cendikiawan-muslim/

        tonyoke.wordpress.com

        Runtuhnya khilafah pada 1924 mengakibatkan kehidupan Maududi mengalami perubahan…Lihat Selengkapnya
      • Handi Yawan ‎Marrakhayangan Senseofdawn, maksudnya Sy? Ah, dg rendah hati sy bilang; sy tahu diri. Sy lemah dalam hal matematika, maka sy nulis ini dan org tsb sy harapkan yg bisa kerjasama menurunkan rumus2. itulah orang yg pantas!
        21 Juli pukul 10:29 · Suka · 1
      • Abdul Aziz Basyaruddin kalo diskusi mandeg, mungkin sumbernya ada di diri kita sendiri, monggo dicari sendiri sumber virusnya, mumpung lagi puasa !
      • Yudhistira Adi pak handi., lanjutken!
        22 Juli pukul 12:38 melalui seluler · Suka · 1
      • Handi Yawan Sy sedang menunggu respon dari komunitas Fisika. Gak seru kalo monolog. Diantara mereka banyak yg muslim, tetapi terang2an menolak sumber dari Al Quran. bagaimana bisa? memelihara hati yg mendua? Sebagai ilmuwan mereka anti agama (irrasional), sebagai orang beragama mereka menjunjung tinggi-tinggi rasio…. ???
        22 Juli pukul 12:46 · Suka · 3
      • Abdul Aziz Basyaruddin nah ternyata virusnya ada di dalam “SEKOLAH” yg telah dijadikan dewa penolong masa depan, sekolah hanya menghasilkan generasi “TERPECAH” alias “MUNAFIK”
        22 Juli pukul 12:55 · Suka · 1
      • Handi Yawan Bismilllahirrahmannirrahiim.Kita lanjutkan.
        Sy awali dg statemen “3 + 1 itu sedang dicari unifikasinya pada energi tinggi dan sepertinya mengarah pada dimensi 11 dengan simmetri dawai super atau suppersimmetri yang dikenal dengan sebutan M-Theory.”Mari kita analisa apa itu M-Theory?Teori string (dan Teori-M sebagai perluasannya) menganggap bahwa fenomena partikel dapat dijelaskan dari string, dimana frekuensi harmoniknya adalah energi partikel. Teori string merupakan salah satu kandidat utama dari theory of everityhing, yaitu sebuah teori unifikasi yang dapat memadukan seluruh interaksi di alam semesta. Kedua teori ini konsisten hanya jika dirumuskan pada ruangwaktu yang berdimensi tinggi (10 dimensi untuk teori string dan 11 dimensi untuk teori-M). http://www.faktailmiah.com/2010/10/09/teori-m.html

        Sebelumnya kita mundur dulu dg petikan wawancara seorang wartawan kepada http://www.tempo.co/read/news/2012/07/06/095415135/Peter-Higgs-Pencetus-Partikel-Tuhan
        Apakah mungkin juga untuk perjalanan menembus waktu?
        “Tentu”, kata Krauss. Jika medan partikel Higgs-Boson dimanipulasi dalam area yang besar sehingga memiliki energi, maka akan terjadi energi gravitasi yang repulsif. Akibatnya, wilayah-wilayah di alam semesta ini akan bergerak cepat dan memindahkan barang-barang lebih cepat ketimbang cahaya.

        Untuk pertanyaan terakhir, misalnya, Heuer menjawab singkat. “Jika partikel ini tidak ada, maka anda tidak akan ada di ruangan ini,” kata dia. Jawaban Heuer langsung disambut gelak tawa dari para wartawan.

        http://www.dw.de/dw/article/0,,16071655,00.html

        Seperti yang kita tahu bahwa teori relativitas umum membahas tentang objek yang luar biasa besarnya seperti bintang, galaksi, cluster bahan jagad raya. sedangkan teori quantum membahas mengenai objek yang luar biasa kecilnya seperti atom, elektron, kuark dll.
        Superstring theory ingin menggabungkan semua perumusan fisika dari skala sub-atomik hingga jagat raya dalam suatu perumusan yang sederhana dan indah. namun kesulitannya adalah untuk menggabungkan kedua teori di atas memerlukan pandangan yang seragam tentang alam semesta ini. berdasarkan teori plank dimana partikel sub atomik dapat bervibrasi seperti pegas (string), setiap vibrasi memiliki frekuensi, amplitudo dan resonansi yang unik, hal ini disebut string theory. Nah superstring theory ini berusaha
        menggabungkan semua interaksi dasar (4 gaya fundamental) berdasarkan string theory. namun permaslahan terjadi saat proses perumusan dilakukan, hal tersebut jadi hanya berlaku pada dimensi ruang-waktu yang lebih dari 4 dimensi. Teori ini hanya berlaku untuk dimensi yang tinggi seperti dimensi 10, 11 atau 26. bagai mana mungkin kita bisa membayangkan dunia dengan dimensi sebanyak itu sedangkan membayangkan dunia 4 dimensi ini saja masih sedikit sekali orang yang paham. Tetapi, tanpa harus memvisualisasikan dunia 10 dimesi atau lebih, setidaknya teori ini bisa memberi suatu gambaran tentang hubungan antar semua fenomena yang terjadi di alam semesta ini. untuk penyempurnaan teori ini masih sangat banyak sekali yang harus dilakukan dan memakan waktu yang sangat lama.

        Lalu bagaimana pula 10th dimentions itu?
        http://infoiptek21.blogspot.com/2009/11/31-para-tokoh-alkitabiah-menembus-waktu.html

        Ternyata jawabannya ada di AGAMA!

        Tetapi jangan lupa, agama kita (Islam) memberikan pagar bahwa soal “TUHAN” kita diberi pengetahuan sedikit, dan bahwa ALLAH itu dekat saja.
        Bila baca artikle itu, terbayang bagaimana sibuknya Tuhan kesana-kemari dg kecepatan super? Dalam pelaksanaan tugasnya sebagai tuhan. Begitulah bila manusia mencoba merasionalkan “TUHAN” dg kata lain mencitrakan tuhan sebagai dirinya.

        Pesan dari tulisan2 di atas, bahwa apa yang dikatakan M-Theory itu ternyata ada di wilayah spiritual! Wilayah agama.
        Sains adalah ciptaan manusia dengan alatnya yang paling tangguh, yakni rasio/logika. Karena sains adalah ciptaan manusia, dapatkah dengan ciptaannya itu manusia mengerti dirinya?
        Mungkinkah dengan rasio manusia bisa menjangkau segala kedalaman mengenai dirinya?

        Apakah manusia bisa menemukan sesuatu yang tidak bisa dijangkau oleh rasio, sehingga bisa berbicara tentang kemampuan spiritual tajam>

        Pengakuan Einstein dan Goedel (Mathematikus) menemukan suatu teorema yang luar biasa, yakni bahwa “kebenaran matematika berada di luar matematika”. Teorema ini diperluas oleh Weisskopf (ahli fisika nuklir) yang mengatakan bahwa “kebenaran sains berada di luar sains”. Artinya Sains mustahil mampu membenarkan dirinya! Tidak bisa dikatakan ilmu fisika benar karena ilmu fisika benar!

        Hidayat nataatmaja menawarkan solusi ini dalam bukunya “Krisis Manusia Modern” Halaman 57, yang ia sebut Teori keilmuan Semesta dg ciri-ciri sebagai berikut:

        “memiliki arti universal sejauh akal manusia mampu menjangkaunya dalam ilmu-ilmu soasial (humanika).
        Asas-asas yang dibangun dalam humanika berlaku sebagai asas-sasa yang dipergunakan dalam mekanika sehingga membangun sebuah keilmuan dasar bagi segala keilmuan di bidang sosial (general science) bersatu dengan ilmu pengetahuan kebendaan (fisika). Dimana berlaku bahwa keilmuan yang lebih rendah harus dapat diturunkan dari keilmuan yang lebih tinggi.

        Lebih lanjut, bagaimana agama, khususnya Al Quran, berperan sebagai Ilmunya Ilmu, sehingga kita menyadari alangkah keblingernya manusia modern untuk memisahkan ilmu dengan agama”

        www.faktailmiah.com

        Dasar dari teori M adalah string. Dahulu kala, ada dua orang fisikawan sedang te…Lihat Selengkapnya
      • Handi Yawan Oh ya, utk membahas soal sains, sy teringat beberapa teman, Adler AllendeKanzun QalamAinur Ridlwan Muthahharii, Vinio JubileeIsrael PardedeYudo Gintoro yang punya minat sama dg hal2 seperti ini, Silakam anda sy undang juga kemari untuk sharing. Semoga apa yang menjadi pokok bahasan ini berkenan dan bisa mendapatkan bantuan dari anda. Yg tidak sy sebut atau lupa/terlewat, silakan diundang juga, Mangga …..
      • Ainur Ridlwan Muthahhari Kalo boleh saya katakan bahwa dimensi ini yang membuat saya tertarik adalah saya ingin membuat pesawat untuk melakukan perjalanan antar dimensi agar bisa memperpendek jarak jauh sekaligus mempelajari suatu hal yang bisa didapat dari perjalanan antar dimensi. Bukankah dalam peristiwa isra mir’aj kaum muslimin dapat mengambil pelajaran dari perjalanan Rasulullah menuju langit pertama sampai langit ketujuh. Semoga ilmu pengetahuan bermanfaat. Amin.
        24 Juli pukul 12:00 · Suka · 4
      • Handi Yawan ‎Ainur Ridlwan Muthahhari Terima kasih sudah merespon. Hal ini bisa kita bicarakan/diskusikan, tetapi ada baiknya bila Mas Ridwan bikin thread baru, biar kita fokus pd masing2 thread, Ok! Sy tunggu Thread-nya.
      • Adler Allende ‎-in syaa-a llahh akan saya pelajari dulu Mas Handi Yawan
        2 Agustus pukul 0:10 · Suka · 3
      • Shamuri Shamar Bayangan Sha nyimak saja yaa….
        (belum faham)
        2 Agustus pukul 22:11 melalui seluler · Suka · 1
      • Handi Yawan ‎Shamuri Shamar Bayangan,kalo belum paham kan bisa ditanyakan. Siapa tahu pertanyaan anti merupakan pertanyaan sama dariyg lain,jadi insya allah sy jawab sekalian ….
      • Shamuri Shamar Bayangan Justru krn.ketidakfahan itu pak, saya bingung mau tanya apa.
        Saya nyimak sambil berfikir.insyaAllah
        3 Agustus pukul 11:26 melalui seluler · Suka · 2
      • Haniifa Rubi

        ‎=>@Kang Handi Yawan : Mohon maaf sebelumnyah,… karena Al Qur’an itu diturunken buwat semua orang, singkatnyah dari penganguran, pelajar, mahasiswa, supir angkot, direktur …. s/d…. presiden. dhus.. sayah akan pakai gaya “prokem” …i

        tupun kalau Akang berkenan, kalau tidak silahken sampean hapus total komeng sayah… hikz.Gas bisa berubah ujud menjadi zat cair dalam tekanan tertentu, demikian pula zat cair (baik berasal dari gas, atau zat cair dalam suhu ruang) akan menjadi zat padat dalam tekanan dan suhu tertentu.
        Point yang ingin sayah jelasken : Matahari (baca: Bintang) selanjutnya mempunyai karakteristik (sifat) zat yang cenderung homogen dalam komposisi gas (dan gas dalam bentuk zat cair).
        Dhus… dari artikel Kang Handi Yawan:
        ______________________
        Ayat 81/1 menyatakan Matahari berputar di sumbunya, dan ayat 91/1 menyatakan Matahari itu menyebabkan adanya siang hari. Sementara itu banyak Ayat suci ini menerangkan planet-planet berputar pula di sumbu masing-masing.
        Tetapi tidak ada ayat suci menyatakan Bulan berotasi.
        Ayat 16/12 dan 55/5 menyatakan semua bintang beredar dalam Buruuj atau Bimasakti masing-masing. Demikian pula matahari sebagai Bintang seperti dinyatakan oleh ALLAH pada ayat 86/2 dan 86/3.
        _______________________
        Jelas MATAHARI (BINTANG) PASTI BERPUTAR DISUMBUNYA Insya Alloh, dalam keadaan konstan karena sifat komposisi zat pembangunnya cenderung HOMOGEN, sifat homogenitas ini dipunyai juga oleh BULAN dan BUMI. Khusus untuk kondisi KERAK BUMI mempunyai DARATAN (zat Padat) dan LAUTAN (zat cair) demikian hingga polanya seperti yang Akang Gambarken.
        Mengenai rotasi bulan, mari kita lihat permukaan bulan yang selalu berhadapan dengan titik permukaan bumi yang sama.Bijimana ?!
        Senin pukul 0:49 · Telah disunting · Suka · 2
      • Handi Yawan

        Hatur tengkyu Kang! Saya mah gak terganggu dg gaya tutur orang lain. Malah sy akan beradaptasi sesekali dg gaya typical Kang Haniifa Rubi. Da, sy juga urang sunda, yg identik dg bodor ala kabayan! Malah gaya ngomong orang2 IFF, semacam Nomi

        nd, ali sina2 an, rebeca, Adadeh, Foxhound, hunter, momad, gak ada pengaruh apa2 bagi sy mah. Nah, komen sementara utk tanggapan diatas:HR
        Matahari (baca: Bintang) selanjutnya mempunyai karakteristik (sifat) zat yang cenderung homogen dalam komposisi gas (dan gas dalam bentuk zat cair).Tanggapan
        Suhu Matahari yg sangat panas dan tidak ada panas yg lebih dari Matahari (bintang) di alam semesta ini,membuat setiap zat menguap dan kembali ke atom asal (Hydrogen),jadi tidak ada zat (materi) dlm bentuk cair! di matahari,semua menguap dlm bentuk kumpulan ataom2 (gas) Karena semua materi atom dlmmataharimengalami tekanan yg sama!Excellent! ArgumenKang Haniifa langsung pd pointnya yakni bicara mengenai aktivitas nuclear! Yg menjadi potensi energy matahari itu sendiri yg menjadi pokok bahasan kita.
        Lanjuut!!

        HR
        Mengenai rotasi bulan, mari kita lihat permukaan bulan yang selalu berhadapan dengan titik permukaan bumi yang sama.

        Tanggapan
        Mangga, di tunggu penjelasan lebih detailnya ….
        Dan harap diingat, Akang boleh menggunakan asumsi dari sumber disiplin kelimuan mana saja, Kalo secara pribadi, sy mah gak bisa apa2 alias tangan hampa. tetapi sebagai Admin group Nazwar Syamsu sy akan menggunakan argumen dari buku2 NS. Tariiik Mang …… !!!

        Senin pukul 9:32 · Telah disunting · Suka · 2
      • Haniifa Rubi ‎=>@Kang Handi Yanwan: Alhamdulillah, kalau tidak terganggu oleh gaya nyeleneh sayah… :D=> “,jadi tidak ada zat (materi) dlm bentuk cair! di matahari,semua menguap dlm bentuk kumpulan ataom2 (gas) Karena semua materi atom dlmmataharimen

        galami tekanan yg sama!”
        —————-
        Haniifa say:
        Matahari mempunyai UMBRA (baca: bercak hitam) para saintis memperkiraken suhu umbra sekitar 2.200 °C sedangkan area penumbra sekitar 3.500 °C.
        Jika matahari mempunyai unsur logam, semisal Fe (baca: besi ) dengan Titik didih 2.861 °C MAKA JELAS unsur BESI di daerah UMBRA tidak mendidih…
        Jadi BIJIMANA mau menguap lha wong mendidih ajah nggak tuh.. .. hehehe…=> “Mangga, di tunggu penjelasan lebih detailnya ….
        Dan harap diingat, Akang boleh menggunakan asumsi dari sumber disiplin kelimuan mana saja, Kalo secara pribadi, sy mah gak bisa apa2 alias tangan hampa.”
        ___________________
        Haniifa say:
        Nabi Muhammad s.a.w melalui al qur’an mengajarken 50%praktek + 50%teori, oleh karena itu silahken akang lihat bulan (sebaiknya ketika bulat sempurna ) dan perhatiken permukaan bulan (bercak hitam/ corak) minimal 1 s/d 2 jam… Insya Alloh, akan bergerak seolah-olah berputar… hikz.
        Atau silahken akang, cari gambar bulan yang beraneka ragam di mbah gugle untuk shortcut-nyah.Lanjut… !!😀
        Senin pukul 20:18 · Telah disunting · Suka · 2
      • Haniifa Rubi Lanjutan… hikz.
        Perbandingan UMBRA (“cairan” berupa bercak hitam) berbanding GAS nyaris diabaiken, demikian hingga maka MATAHARI nyaris mempunyai sifat yang HOMOGEN… dhus, ROTASI MATAHARI tidak semiring BUMI yang mempuai 1 : 3 pada kuli

        t luarnya yaitu DARATAN (zat padat) dan LAUTAN (zat cair).
        Selanjutnyah:
        Al Qur’an mensiratken Nabi Ibrahim a.s amat getol memeprtahtiken Matahari, Bumi dan Bulan, oleh karena itu sayah kutip ayat al qur’an yang berjudul IBRAHIM… :DAllah berfirman dalam surah Ibrahim ayat 13, tentang kesetaraan garis edar MATAHARI dan BULAN demikian rupa hingga DIBUMI bisa mengalami waktu SIANG dan MALAM.
        ——————
        Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. (QS 14:13)
        ____________
        Jelas matahari berotasi dan bergerak menuju bintang Vega (katanyah lho… hehehe).
        Jelas bulanpun berotasi dan muter-muter bumi dan secara tidak langsung menuju bintang vega juga dunk… hehehe…Oleh karena itu Alloh, menyuruh kita belajar kecepatan LINIER dan kecepatan ANGULAR…. eh, apa bwetul … hikz.MATAHARIi dan bulan (beredar) menurut perhitungan. (QS 55:5)

        Jika kita bersepeda, maka Crank (roda gigi kayuh) sebagai BUMI dan freewell (sprocket roda gigi kecil) sebagai BULAN dihubungken dengan rantai (ini yang sayah maksud point komen pertama)… tapi gerak bulan terhadap bumi selain seperti kayuhan sepada, juga sang bulan melakuken GERAK ANGULAR terhdap bumi…

        Bijimana menurut Akang ?!

        Senin pukul 21:36 · Suka · 2
      • Haniifa Rubi ‎=> Bijimana neeh @Kang Handi Yawan:1. Matahari => berotasi pada poros yang kostan sebab kulit luarnya nyaris HOMOGEN. (zat “cair’ nyaris bisa diabaiken)

        2. Bulan => berotasi pada poros yang konstan sebab kulit luarnya nyaris HOMOGEN (ke

        rapatan zat pada tiap zona bulan bisa diabaiken).3. Bumi => berotasi pada porosnya dengan rentang 23.55 LU dan LS, sebab kulit luarnya TIDAK HOMOGEN yaitu perbandingan DARATAN (zat padat ) degan LAUTAN (zat cair).

        Okeh dogeh ???!.. kalau sampean nda oke, nda apa-apa kok.. hehehe..

        Senin pukul 21:52 · Suka · 1
      • Haniifa Rubi ‎=> To All:
        Dari uraian diatas secara KONTEKSTUAL dan RELASIONAL antara (QS 14:13) dengan (QS 55:5) sangat jelas MATAHARI dan BULAN berotasi pada sumbunya…
        dhus…
        Kalimat @Oom Handi Yawan base on NS “Tetapi tidak ada ayat suci menyataka

        n Bulan berotasi.”… Praktis OMDO… hehehe…Bukti secara TEKSTUAL !!!

        @Oom Handi Yawan say: “Ayat 16/12 dan 55/5 menyatakan semua bintang beredar dalam Buruuj atau Bimasakti masing-masing. Demikian pula matahari sebagai Bintang seperti dinyatakan oleh ALLAH pada ayat 86/2 dan 86/3.”
        ____________________
        Mari kita buka surah Ar Rahmaan ayat 5 secara tekstual…. hehehe…
        أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَـنِ الرَّجِيمِ
        (‘Audzu billahiminasy syaithonir rojim
        Aku memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk)

        الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ
        Asy SYAMSU wa Al QOMARU bihusbaanin
        MATAHARI dan BULAN (beredar) menurut perhitungan.

        Bijimana neeh @Oom Handi Sariawan : BISA IQRO NDA SAMPEAN ?!

        Selasa pukul 0:16 · Suka · 2
      • Haniifa Rubi halooo…haloooo…. mau lanjut paragraf duwa nda ?!…😀😀
        Selasa pukul 0:45 · Suka · 1
      • Haniifa Rubi Mana neeh jagoan Philo SAPI… eh, piro sapien.. kok, nda ngoceh.. .neh…😀
      • Adler Allende Lanjut dong paragraf duwa nya
        Selasa pukul 6:11 melalui seluler · Suka
      • Adler Allende Seandainya bulan lepas dari bumi, sehingga ia tidak lagi memiliki gerak angular menqithari bumi, maka bulan akan bergerak linear plus angular terhadap poros nya, dan kita akan melihat bulan berotasiSama seperti elektron mengelilingi proto…Lihat Selengkapnya

        Selasa pukul 6:19 melalui seluler · Batal Suka · 2
      • Handi Yawan ‎Haniifa Rubi
        Matahari mempunyai UMBRA (baca: bercak hitam) para saintis memperkiraken suhu umbra sekitar 2.200 °C sedangkan area penumbra sekitar 3.500 °C.
        Jika matahari mempunyai unsur logam, semisal Fe (baca: besi ) dengan Titik didih 2….Lihat Selengkapnya

          • Group ini adalah Pesantren virtual buku-buku karya Nazwar Syamsu dan para pemin
            at diskusi hubungan Sains dengan Agama. Pembuktian bahwa Alqur’an ini adalah Rahmat bagi seluruh manusia, tak peduli be…
      • 333 anggota
      • Handi Yawan ‎Haniifa Rubi
        HR
        silahken akang lihat bulan (sebaiknya ketika bulat sempurna ) dan perhatiken permukaan bulan (bercak hitam/ corak) minimal 1 s/d 2 jam… Insya Alloh, akan bergerak seolah-olah berputar… hikz.Tanggapan
        Lihat Selengkapnya

          • Group ini adalah Pesantren virtual buku-buku karya Nazwar Syamsu dan para pemin
            at diskusi hubungan Sains dengan Agama. Pembuktian bahwa Alqur’an ini adalah Rahmat bagi seluruh manusia, tak peduli be…
      • 333 anggota
      • Handi Yawan ‎Haniifa Rubi
        1. Matahari => berotasi pada poros yang kostan sebab kulit luarnya nyaris HOMOGEN. (zat “cair’ nyaris bisa diabaiken)2. Bulan => berotasi pada poros yang konstan sebab kulit luarnya nyaris HOMOGEN (ke
        rapatan zat pada tiap z…Lihat Selengkapnya

          • Group ini adalah Pesantren virtual buku-buku karya Nazwar Syamsu dan para pemin
            at diskusi hubungan Sains dengan Agama. Pembuktian bahwa Alqur’an ini adalah Rahmat bagi seluruh manusia, tak peduli be…
      • 333 anggota
      • Handi Yawan ‎Haniifa Rubi
        Asy SYAMSU wa Al QOMARU bihusbaanin
        MATAHARI dan BULAN (beredar) menurut perhitungan.Bijimana neeh @Oom Handi Sariawan : BISA IQRO NDA SAMPEAN ?!

        Tanggapan
        IQRO teh sejenis makanan kayak apaan?Pelan2 saja, kang, jangan keburu-buru, bisa terpeleset kayak sekarang ….. ahi….hi…hi
        Yg namanya beredar itu artinya mengorbit, bukan berotasi, beda kan ……Awas kepeleset lagi. Yg ini mah baru pemanasan, kalo sudah sprint bukan kepeleset lagi loh ….. ahi….hi…hi
      • Haniifa Rubi hehehe… itu mah tarjamaah option (baca: pakai tanda kurung) aslinya mah kan nda pake tuh… hikz.
      • Haniifa Rubi ‎=> MATAHARI dan BULAN mempunyai nilai perhitungan yang super presisi….. tarjamah by haniifa…😀
      • Handi Yawan Ahi….hi….hi…. udah kepeleset masih bisa ngles juga! Sok atuh koreksi. Dan lain kalo hati-hati, yah, kesempatan ngles belum tentu bisa dua kali ….. ahi…hi…hi….
      • Handi Yawan Nah kalo itu maksudnya, se7! lanjuuut!!!
      • Haniifa Rubi rasanyah jarang nian sayah kepleset… hizk…😀
      • Handi Yawan Berarti sy bisa masuk catatan muri, orang yg bisa buat Kang haniifa kepeleset, yah …. Ahi….hi…hi….
      • Handi Yawan Buat Kang Haniifa Rubi dan Mas Adler Allende, sy luruskan fokus diskusi kita.
        Nah, sy jadi fokus perhatian kita untuk menurunkan rumus2 operasional (matematika) harap perhatikan aksioma2 berikut:”Matahari meradiasikan energy diperkiraka

        n sebanyak 5.1 quadrillion tenaga kuda setiap menit.
        Bumi hanya mendapat sekira satu per 2.000.000.000 bagian saja dari energi yang dilepas oleh matahari. Gravitasi matahari, sinar dan radaisi magnetnya mencapai semua planet dalam daerah tatasurya ini”Mohon bantuan, kalian karena sy tidak bisa sendirian. Untuk mengganti paham geosentris ke heliocentris saja butuh waktu berabad-abad, Edison menemukan lampu pijar bertahun-tahun. Usaha Newton menurunkan rumus2 gravitasi butuh perenungan yg lama. Jadi sy gak terburu-buru kok, hanya butuh bantuan mikir …. sambil ngabuburit!
      • Haniifa Rubi hehehe…. Alloh maha tahu dan maha bijaksana.
        Penjelasan mikro yang super ruwet diberken pemodelan secara makro, atau sebaliknya … dhus.
        Menurut pisikawan jalanan seperti sayah😀 bahwa tatasurya kita ini adalah model makro dari Proton,…Lihat Selengkapnya

        en.wikipedia.org

        In physics, particularly electromagnetism, the Lorentz force is the force on a point charge due to electromagnetic fields.
        Selasa pukul 10:36 · Suka · 1 ·
      • Haniifa Rubi hehehe… sebwelum kita melanjutken sesusi komeng @Oom Handi Y: diatas.. jujur saja neeh.
        ———————
        Paragraf duwa ..😀
        Sementara itu ayat 25/61 dan 71/16 menyatakan bahwa matahari itu dijadikan sumber bagi berbagai kebutuhan h

        idup manusia dalam segala bidang, termasuk sumber energi dan bukanlah ada secara kebetulan, tetapi dengan sengaja diciptakan ALLAH dengan perencanaan.
        Matahari itu nantinya berfungsi sebagai Neraka di akhirat
        _______________________
        Haniifa say:
        Nda salah tuh mengenai matahari sebagai neraka ?!
        Cos…
        BINTANG yang akan mengalami padam (Sakratul maut) maka PEMBAKARAN ENARGI NUKLIARNYA MENINGGKAT 50% demikian hingga panas yang dihasilken juga mengingkat secara eksponensial.Oom Handi Sariawan: pernah lihat lampu pijar yang mau koit ?!….. lampu motor/mobil misalnya… sebelum koit intensitas cahayanya lebih yah… ?!Dus…
        Sampean Wong SARIAWAN base on NafsuSyek (NS) bisa BUKTIKEN BAHWA MATAHARI ADALAH SATU-SATUNYA BINTANG Yang paling akhir koit dan paling panas ketika mau koit (mati) ?!Sayah tunggu, sambil ngabubur hui… hehehe..

        Selasa pukul 15:48 · Suka · 1
      • Handi Yawan ‎Haniifa Rubi SELAMAT DATANG DI GROUP NS, inilah realitas Kang. Baru sadar, yah!HR
        bisa BUKTIKEN BAHWA MATAHARI ADALAH SATU-SATUNYA BINTANG Yang paling akhir koit dan paling panas ketika mau koit (mati) ?!

        Tanggapan
        Apa yg harus dibuktikan? Sy gak pernah bikin statemen seperti itu! Alamak!HR
        Nda salah tuh mengenai matahari sebagai neraka ?!
        Cos…
        BINTANG yang akan mengalami padam (Sakratul maut) maka PEMBAKARAN ENARGI NUKLIARNYA MENINGGKAT 50% demikian hingga panas yang dihasilken juga mengingkat secara eksponensial.Tanggapan
        WhyNOT!
        Kalo benar ada matahari ato bintang yg mati atau habis/padam, maka Kang Haniifa membenarkan rumus Einstein E = mc2 yg akang cela habis2 an di sini: https://haniifa.wordpress.com/2012/08/01/albert-einstein-tamat/Padamnya matahari/bintang menurut einstein karena habisnya bahan bakar di matahari adalah proses pengurangan/penyusutan massa matahari. Sesuai dg hukum Eisntein E=mc2, yaitu jumlah energy yang dihasilkan proses, sama dengan massa zat yang dihilangkan (m), dikalikan dengan kuadrat kecepatan sinar (c).
        Mis: Energy yang dihasilkan setiap detik –diukur dlm waktu- sama dengan jumlah masa yang dihancurkan. Dikalikan dengan 90.000 billion, yaitu kecepatan sinar meter/detik. Dikalikan dengan angka itu sendiri. Maka suatu massa yang kecil, dapat menghasilkan energy yg besar. Demikian energy yg besar menyisakan massa matahari yg semakin kecil dan akhirnya padam, maka ini akan bertentangan dg ayat di bawah ini:

        yuriiduuna an yakhrujuu mina alnnaari wamaa hum bikhaarijiina minhaa walahum ‘adzaabun muqiimun

        [5:37] Mereka ingin ke luar dari Neraka, dan tidaklah mereka dapat ke luar dari padanya, dan untuk mereka siksaan yang selalu kukuh

        System rawasia regular di matahari tidak memungkinkan sebiji atom pun lepas dari matahari, karena setiap atom2 yg terpelanting akan ditarik kembali olek gravitasi matahari, demikian pula orang2 yg menghuni neraka kelak tidak akan pernah bisa keluar dari matahari/bintang/jahanam! Sebagai tempat siksaan kekal!

        Mereka yang dimasukan ke Neraka akibat perbuatan di dunia akan menempati jahanam kekal, karena neraka bukanlah tempat penebusan dosa tetapi sebagai siksaan abadi tanpa akhir.
        Ayat 7/40, ALLAH menertawakan pendapat bahwa orang yang mengatakan penduduk neraka dikeluarkan sesudah habis dosanya lalu dimasukan ke dalam surga; “Tidaklah mereka akan masuk surga hingga unta dapat masuk ke dalam lubang jarum penjahit.”

        http://www.facebook.com/groups/nazwarsyamsu/doc/157615457682153/

        BIJIMANA?
        Kepeleset lagi tuh ….

        haniifa.wordpress.com

        Assalamu’alaikum, Definisi Energi menurut @Oom Wiki : Ditinjau dari perspektif f

        isika, setiap sistem fisik mengandung (secara alternatif, menyimpan) sejumlah energi; berapa tepatnya ditentuka…
      • Haniifa Rubi hehehe… mari kita buktiken siyapa neeh yang terpeleset … hikz.
        F = m. a => assumsi peri ideal … dus, dengan gaya sedikit mala benda (massa) akan meluncur tak hingga, demikina rupa hingga jika bertemu dengan arah gaya (F) yang berlawan…Lihat Selengkapnya
        Selasa pukul 21:04 · Suka · 1
      • Haniifa Rubi Hatur tengkiu apresiasinya….
      • Handi Yawan ‎Haniifa RubiInit by ALLOH : “KUN” (baca: reopen) => mati (clouse) -> hidup (open)-> mati (clouse) -> hidup (open) => NIL (baca: kemudian kepadanNyalah semua kembali .

        Dhis..

        Matahari kelak menjadi NERAKA.. hahaha…. cuma OPEN-CLOUSE.Tanggapan
        Gak kena tuh!
        Ayat ini jangan dipleseten ke matahari yg kekal!
        Itu mah untuk info seluruh manusia bahwa mati mengalami dua kali dan hidup dua kali pula. Mati pertama sebelum kita dilahirkan, mati kedua pasti akan dialami oleh semua manusia, tidak ada kecuali buat orang kebal kayak Haniifa ….
        Hidup pertama saat ini (di dunia), hidup kedua adalah kekal kelak diakhirat, dan haniifa jadi bahan bakar neraka karena menolak matahari sebagai neraka baginya, ahi…..hi….hi.Di dunia saja engkau diancam oleh neraka! Sesekali kamu pelototin tuh matahari yg sinarnyanya saja kamu tidak akan mampu terlalu lama melihatnya.walaqad zayyannaa alssamaa-a alddunyaa bimashaabiiha waja’alnaahaa rujuuman lilsysyayaathiini wa-a’tadnaa lahum ‘adzaaba alssa’iiri

        [67;5] Dan sungguh kami hiasi angkasa dunia ini dengan pelita-pelita (bintang-bintang) dan kami jadikan pelita-pelita ini ANCAMAN bagi setan-setan, dan kami sediakan bagi mereka siksaan yang perih.

        Ingatlah, Setan itu terdiri dari jin dan manusia. Maka orang yg menolak ayat-ayat ALLAh adalah SETAN yg di dunia saja sudah terancam oleh Nereka yg tidak diketahui oleh Kang Haniifa, eh Setan bahwa matahari adalah NERAKA!. Hai SETAN sadarlah!

        Seperti Fir’aun yg tidak mengira ia pun diancam oleh neraka sewaktu masih hidup!

        fawaqaahu allaahu sayyi-aati maa makaruu wahaaqa bi-aali fir’awna suu-u al’adzaabi

        [40;45] Maka DIA selamatkan Musa dari kejahatan yang mereka rencanakan, dan jadi logislah pada keluarga Fir’aun itu siksaan jahat

        alnnaaru yu’radhuuna ‘alayhaa ghuduwwan wa’asyiyyan wayawma taquumu alssaa’atu adkhiluu aala fir’awna asyadda al’adzaabi

        [40:46] Neraka (matahari) dihadapkan (atas bumi ini dan kaum itu) pagi dan petang, dan pada hari berdirinya Sa’ah , masukanlah keluarga Firaun itu ke dalam siksaan yg lebih jahat!

        Soal ini pengulangan Mas Adler Allende yg pernah kepeleset juga di sini, sekarang diulang oleh Kang Haniifa. Sebenarnya kang haniifa ini pelawak apa tukang akrobat sih? Ato kedua-duanya!? Ahi…hi…hi…..

        Perhatikan ayat pamungkas ini:

        lahum min jahannama mihaadun wamin fawqihim ghawaasyin wakadzaalika najzii alzhzhaalimiina

        [7;41] bagi mereka dari jahannam (bintang) yang terbuai dan dari atas mereka tutupan

        Jahanam adalah nama lain dari bintang atau matahari. Dan jahanam juga berarti Neraka! Kalo mau menolak juga, tanyakan ke Mas Adler Alende!

        Jangan kepeleset-kepeleset melulu, Kang. Kalo kepeleset ke neraka mah bukan lucu! Ahi….hi….hi….

      • Haniifa Rubi Hahaha…. apanyah yang diplesetken ?!
        Memangnyah REAKSI NUKLEAR nda perlu TRIGGER (init) ?!….. wah, jadi ragu neeh disksui sama sampean… mau lanjutnda ?!Note:
        mercon ajah butuh sumbu (pematik)… bijimana neh, jadi rieurrr euy…😀😆
        Kemarin jam 11:08 · Suka · 1
      • Handi Yawan Nah mulai mewek nih ….. Masak baru ronde ronde awal sudah kepeleset jatuh bangun. Ya, udah kalo mau menyerah, lempar handuk saja …..
      • Haniifa Rubi hihihi… ngerti nda sampean plutonium, uranium… dan PREMIUM… hahaha…
        Kemarin jam 11:14 · Suka · 1
      • Haniifa Rubi hehehe… baru satu setengah paragraf.. dah, kojot-kojot neeh…. wah… ngawur tenan neeh @Oom NO SIGNAL (NS … hehehe )
        Kemarin jam 11:16 · Suka · 1
      • Haniifa Rubi halo-halo… tahu sampean pentolan korek api, bisa nyala ?!… hihihi…
        Kemarin jam 11:17 · Suka · 1
      • Handi Yawan Kuatkan hatimu, nak! kembali ke laptop, eh topik!
      • Haniifa Rubi Alhamdulillah, kalau sampean megakui ber IQ JONKOK.. syukurlilah Nak Handi Yawan biar sariawan sempean cepat sembuh… hahaha…
        Kemarin jam 11:23 · Suka · 1
      • Handi Yawan Kesimpulan awal dari diskusi, bahwa matahari kekal, karena juga berfungsi sebagai neraka dikahirat kelak yang kekal pula.Maka rumus Enstein E = mc^2 harus dikoreksi, namun demikian konstanta c tetap dipertahankan karena kecepatan sinar su

        dah terbukti benar secara empiris. Sedangkan variable m dikoreksi sehingga bisa didapat aksioma pertama untuk menurunkan rumus kekelan matahari, yakni kekelan energi!Kembali ke laptop; Ada dua hukum atau dua macam energi; energi gelombang magnetism dan kekuatan-kekuatan gravitasi, yang kesemuanya berasal dari satu sumber, yakni MAGNET!

        PR, selanjutnya ialah bagaimana mengoreksi aksioma; “Gaya magnet dan gaya gravitasi tidak sama,…asal gravitasi adalah dari benda bermassa, apapun itu. Sedangkan gaya magnet ada karna gerak elektron mengelilingi inti, maupun rotasi/ nya sendiri, maupun rotasi/spin inti” sehingga disempurnakan menjadi “sebagai sebuah magnet, selain memiliki gaya magnet, PROTON juga memiliki gravitasi.” Analogi sebagai matahari yg berupa kumpulan proton.

        Yg keberatan! Silakan naik banding …..😄

      • Haniifa Rubi hehehe… dah asyah bilang F= m. a … if ideal, didunya nyata nda ada tuh,
        E = m c^2 => SUPER DUPER IDEAL…. super duper tidak mungkin !!!😀 :lol:Bejinih ajah @Oom Handi Sarisunda: Apaan seeh isinya SAMPAH NUCLEAR ?!
        Kalau sampean merasa bisa meringanken, monggo kita lanjut !!!
      • Haniifa Rubi ‎@Oom Handi Yawan: Sampean bisa bahasa LINGGIS toh !!!
        “Albert Einstein was able to see where an understanding of this formula would lead. Although peaceful by nature and politics, he helped write a letter to the President of the United Sta

        tes, urging him to fund research into the development of an atomic bomb … before the Nazis or Japan developed their own first. The result was the Manhatten Project, which did in fact produce the first tangible evidence of … the atomic bomb!😀 ”
        ___________________________
        The result was the Manhatten Project, which did in fact produce the first tangible evidence of … the atomic bomb! => E – m c^2… IDIOT TENAN… hehehe……..
        20 jam yang lalu · Telah disunting · Suka · 1
      • Handi Yawan

        Haniifa Rubi diajak ngobrol bhs. linggis sama MasKarna Mustaqim menyerah! sekarang malah ngasih info basi! yg gak nyambung lagi. Dibandingkan anda, Mas Adler Allende masih lebih bagus analisanya. Balik ke tulisan di blog anda sendiri meng

        enai cacimaki teori Einstein. Tahukan Kang Haniifa bhw E=mc^2 tsb menceritakan bahwa matahari akan padam karena habis energinya akibat fusi dan fisi nuklir pada matahari tu sendiri. Sedangkan di forum ini menolak argumen sy bahwa matahari kekal, tidak akan padam, tdk kehabisan energi/massa-nya karena akan berfungsi sebagai neraka kekal! Tetapi Akang bela mati-matian bahwa matahari akan padam/tdk kekal. Jadi, inilah kelinglungan akibat sering main akrobat, jadi kepeleset terus2 an. Padahal diakui sendiri Hukum Kekekalan Energi (Hukum I Termodinamika) sesuai dg Al Qur’an surah Al Mu’min ayat 62, kata Kang Haniifa. LINGLUNG kan!
      • Haniifa Rubi ‎=> Kang Handi Yawan: “Sedangkan di forum ini menolak argumen sy bahwa matahari kekal, tidak akan padam,”
        ____________________
        Hahaha.. janganken matahari sampean sebut kekal, kompor mbo-e mu didefinisiken kekalpun… siapa yang mau larang boss ??😀
        14 jam yang lalu · Telah disunting · Suka · 1
      • Haniifa Rubi ‎=> No Signal (NS) berfirman: .. hehehe…
        “Sementara itu ayat 25/61 dan 71/16 menyatakan bahwa matahari itu dijadikan sumber bagi berbagai kebutuhan hidup manusia dalam segala bidang, termasuk sumber energi dan bukanlah ada secara kebetu

        lan, tetapi dengan sengaja diciptakan ALLAH dengan perencanaan.
        Matahari itu nantinya berfungsi sebagai Neraka di akhirat (http://www.facebook.com/groups/nazwarsyamsu/doc/247183338725364/), oleh sebab itu ia ada untuk selamanya tanpa akhir.
        Matahari itulah tempat jatuh total dalam daerah tatasurya kita seperti tercantum dalam ayat 78/13 ”
        _________________
        Haniifa say:
        QS 25:61 => yang menjadi fokus MATAHARI dan bulan.
        QS 71:16 => yang menjadi fokus BULAN dan matahari.Abrakadabrah… bukan sulap bukan sihir…. BULAN menghilang.. hihihi…. sebab QS 78:13 => yang menjadi fokus matahari.Kesimpulan New Science (NS) :
        1. Matahari itu nantinya berfungsi sebagai Neraka di akhirat …😀
        2. oleh sebab itu ia ada untuk selamanya tanpa akhir :lol:Ilmu apaan tuh … hehehe…

          • Group ini adalah Pesantren virtual buku-buku karya Nazwar Syamsu dan para pemin
            at diskusi hubungan Sains dengan Agama. Pembuktian bahwa Alqur’an ini adalah Rahmat bagi seluruh manusia, tak peduli be…
      • 333 anggota
      • 13 jam yang lalu · Telah disunting · Suka · 1 ·
      • Haniifa Rubi ‎=> Oom Handi super duper sariawan:.. hehehe… bek tu jadul..😀
        “MENCARI RUMUS-RUMUS OPERASIONAL (MATEMATIKA) .. bla..bla..”
        _________________________
        Haniifa say:
        Real operasinal aktraksi matematis…

        (note: sayah pakai terjemahaan ajah biar sampean mudenk.. ,😀
        perhatiken yang sayah tulis huruf KAPITAL dan angka2 nyah. )”Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya MATAHARIi dan bulan yang bercahaya”. (QS 25 : 61)
        *** terbilang normor ayat 61= ENAM PULUH SATU””Dan Allah menciptakan padanya BULAN sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?” (QS 71:16)
        **** terbilang nomor ayat 16=ENAM BELAS ***BUKTI KONSISTENSI AYAT-AYAT ALQUR’AN SECARA MATEMATIS: BAIK SERCARA TEKSTUAL, KONTEKSTUAL dan RELASIONAL
        61 => fokusken — MATAHARI— dan bulan
        16 => fokusken — BULAN — dan matahari
        dhus..
        real abstraksi matematis :
        MATAHARI + BULAN = (61) + (16) => (6+1) + (1+6) = 14

        dengan method yang sama…. jumlahken nomor surah…
        MATAHARI & BULAN = (25) : (71) => 78
        result: relasiken pada surah ke-78, then ketemu MATAHARI. pada ayat 13.

        Why ?! QS 78:13 => fokus to MATAHARI
        jika hanya jika 13 (MATAHARI ) < 14 (MATAHARI + BULAN) … clear toh…

        13 jam yang lalu · Suka · 1
      • Haniifa Rubi Perlu tekstualnya nda neeh ?!… hehehe….
      • Haniifa Rubi ‎=> Mana neeh, hujah nyah….. lelet tenan .. hikz….. :D”Yg keberatan! Silakan naik banding …..😄 ”
        _______________________
        Haniifa say:

        Guru kencing berdiri (Nonsense Science / NS) murid terkencing-kencing Mister Handi Yawan wan tulalit… hehehe…..Kalian-kalian pernah nyaho spektrum cahaya nda ?!
        Natrium => kuning.
        Barium => … wah lupa euy.. hehehe…..bus on the way…
        Sinar matahari kok kuning yah… hikz, sementara bintang kok putih…Mr. Handi Wan Tulalit : “Kembali ke laptop; Ada dua hukum atau dua macam energi; energi gelombang magnetism dan kekuatan-kekuatan gravitasi, yang kesemuanya berasal dari satu sumber, yakni MAGNET!”
        __________________________
        Haniifa say:
        Bumi (sumber magnet… hihihi) kok bulat (baca: Cembung), dhus… CERMIN CEKUNG kalau disinari “Neraka” (hahaha ….sinar matahari = calon neraka) jutru memfokusken titik panas yahh…. Jadi bijimana neeh mengumpulken donasi macam energi-hemat pithon..😆

        (baca dengan tegas:”MENCARI RUMUS-RUMUS OPERASIONAL (mati-matian) UNTUK EQUILIBRIUM ENERGY…😀😀😀 )

        eh… kalau MEDAN MAGNET BUMI ini ceking yah… hehehe… aneh nian… (set mode Non Sense = NS) !!!

        Yg keberatan! Silakan tanya Ikan Bandeng, kenapa air laut bauanyak unsur NATRIUM (Na) …..😀

        7 jam yang lalu · Telah disunting · Suka · 1
      • Haniifa Rubi ‎=> @Kang Handi Yawan : mohon mahaf sebesar-besarnyah .. jujur lho, saya dengan sengaja menulis MENCARI RUMUS MATI-MATIAN UNTUK EQUILIBRIUM ENERGY ….😀
        7 jam yang lalu · Telah disunting · Batal Suka · 2
      • Haniifa Rubi Hatur tengkiu Apresiasinya, my best bro…😀
        2 jam yang lalu · Suka
      • Handi Yawan

        Kang Haniifa Rubi cara2 diskusi akang banyak yg mencela. Beberapa anggota pm sy untuk menghapus dari keanggotaan. Tetapi sy katakan kepada mereka bahwa semua punya kesempatan yg sama di sini dan tujuan utama ialah sama2 belajar. Sy menginga

        tkan, Nabi Muhammad seorang yg ummi, tetapi karena wataknya yg mulia, maka Al Quran bisa sampai ketangan kita sekarang. Bayangkan bila karakter Beliau buruk sekali, bagaimana da’wahnya bisa diterima? Nah, Kang haniifa, mari kita meniru Nabi Muhammad sebagai panutan kita bersama.
      • Haniifa Rubi ‎@Kang Handi Yaman: Insya Alloh, haniifa akan senantiasa konsisten dan ini sesuai dengan Al Qur’an yang sngat yakini 10000% tingkat konsistenitasnya.
        —<Quote>—-HANIIFA SAY:
        Mohon maaf sebelumnyah,… karena Al Qur’an itu diturunken b

        uwat semua orang, singkatnyah dari penganguran, pelajar, mahasiswa, supir angkot, direktur …. s/d…. presiden. dhus.. sayah akan pakai gaya “prokem” …itupun kalau Akang berkenan, kalau tidak silahken sampean hapus total komeng sayah… hikz.—-<Quote>—

        Janganken menghapus serluruh artikel dan atau komeng asya, bagi ALLOH menghapus ingatan kalianpun semudah yang tak pernah kita perkirakan.

        Wassalam, Haniifa.

Aneh bin ajaibun.. hehehe😀
Wasalaam, Haniifa

One Response to “NAZWAR SYAMSU (NS alias Nafsu Syaithon) MEWEK”

  1. […] NAZWAR SYAMSU (NS alias Nafsu Syaithon) MEWEK […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: