حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Berdialog dengan JIL

Posted by حَنِيفًا on August 8, 2012

Assalamu’alaikum,

Artikel ini hanya catatan pribadi, untuk mengingatkan bahwasanya tidak semua orang yang berbicara syari’ah Islam pasti beragama Islam, bisa saja kutu busuk yang mendompleng berpura-pura Islami.

..:: Begin ::..

Kemudian sempurnakanlah puasamu sampai MALAM (2/187). Padahal perintah sholat maghrib mengambil waktu PERMULAAN MALAM/Zulafam minal lail (11/114) itupun harus di Rujuk waktu tengah (2/143). Apakah kliru jika ada insan yang berbuka puasa setelah sholat maghrib? apakah sama permulaan malam dengan malam? Monggo dicermati dengan hati yang dingin menyejukkan…

Rofiq Iqbal plus sholat itu harus tepat waktu 4/103 dan allah harus jadi prioritas 24/37, jadi hanguslah sudah hadist yang suruh cepat2 batalkan puasa

Ayo Momod hemat saya: jika waktu globalnya dibagi 2 yakni siang-vs-malam dan matahari sebagai pertandanya maka disaat tenggelam matahari itu termasuk bagian dari malam.

logic sch buka stelah magrib,masa wktnya berbenturan,lha bingung😀

Karna Mustaqim: Apakah tidak ada catatan sejarah mengenai bagaimana waktu Rasulullah berbuka? Mengingat Nabi bukan kisah pra-sejarah.

Anas Marsudi:Sebelum berbuka puasa harus lihat jelas tenggelamnya matahari dahulu sebagai tanda datangnya malam, begitukah.?

Yudhistira Adi : itupun harus dirujuk waktu umat tengah sbg patokan waktu mas anas (2/143). saat surya tenggelam penuh msh menyisakan senja merah alquran menggunakan istilah waktu syafa’ (84/16) itulah permulaan malam /zulafam minal lail. saat senja hilang itulah malam..


Karna Mustaqim : Ibarat kematian, perpindahan antara terang dan gelap manakala matahari tenggealam tidaklah terjadi dalam proses perlahan-lahan. Fenomena tersebut berlangsung sangat seketika.

Apakah yang membedakan permulaan malam dengan malam itu sendiri? Bagi yang mungkin agak sering menghayati fenomena tenggelamnya matahari di ufuk barat, insya Allah akan mengerti bahwa permulaan malam adalah malam juga.

 bagaimana dgn sepertiga malam, seperdua malam 73/20? apakah sama dgn malam biasa? dirujuk 4/103 bahwa sholat dtentukan waktunya. samakah awal kejadian dgn kejadian itu sendiri?

Yudi Terrorzone: kita ambil jalan tengah aja.kita disuruh berpuasa sprt hal org2 dahulu sblm kita.kita berhenti makan dan minum saat fajar.dan hitung aja 13,5 jam.kita runut dr waktu kaum tengah lalu disesuaikan dg waktu setempat.Allah adil dlm hal ini.di pelosok bumi manapun org berpuasa adalah 13,5jam.

Karna Mustaqim : perhitungan setengah malam, sepertiga malam, seperempat malam, bukanlah dimaksudkan dalam konteks perhitungan kalkulasi saintifik. Dengan begitu pengertian permulaan malam adalah malam juga, bukan dalam pengertian sebuah proporsisi formula hitungan persamaan matematis.
Contoh dalam kata-kata pars partoto: Sejak kemarin saya tidak melihat batang hidungnya. Bukan berarti hanya batang hidung-nya, tetapi terlihat sebagian untuk menyatakan keseluruhannya.

Rza Nhf : malam ya gelap😀

Yudhistira Adi : baik untuk lebih meluruskan kita cari saksi kata “zulafam minal lail /permulaan malam. ZULAF maknanya MENDEKATI, Panjenengan bisa liat di 26/14,26/90,81/13 bahwa zulaf sbg kata dasar zulafam diterjemahkan mendekati, contoh di 81/13 berbunyi ketika surga didekatkan! Zulafam minal lail = yg mendekati malam! apakah masih jg dikatakan sebagian dari malam?

Karna Mustaqim : surga dan malam sudah berbeda konteksnya.

Yudhistira Adi maaf yg saya maksud bukan surga atau malam pak, saksi kata yg membuktikan bahwa zulafam maknanya : yg mendekati. zulafam minal lail = yg mendekati malam (11/114) berlaku shalat maghrib. kata surga tdk ada korelasinya. monggo sama2 kita cek ayatnya
  • Yudhistira Adi ‎67/27: Ketika mereka melihatnya MENDEKAT (Dzulfa), jadi jahatlah wajah orang-orang kafir itu dan dikatakan: “Inilah yang telah kamu minta”. 26/90 : Dan DIDEKATKAN(Dzalif) Surga itu bagi orang-orang yang insyaf (Muttaqin). Dzulaf(11/114)=mendekati malam
  • Karna Mustaqim saya sih bukan pakar bahasa arab, apalagi bahasa Quran. Dalam Wujuh Quran, sebagaimana sebuah kata dapat mempunyai makna dan penggunaan yang berbeda-beda, baik tergantung pada content maupun konteksnya.
    Sedikit OOT, kata-kata bisa mempunyai homonim, berbeda tapi punya arti yang sama, atau kata yang sama mempunyai arti berbeda.
    Tidak usah jauh-jauh. Di bahasa Indonesia, kata ‘bisa’ bisa mempunyai dua arti, yang satu kebolehan seseorang, atau racun. Di bahasa melayu Malaysia, tidak dikenali ‘bisa’ sebagai kebolehan atau dapat. Bisa dalam bahasa Indonesia, dan ‘boleh’ di bahasa melayu Malaysia. Dan sementara kata ‘boleh’ dalam bahasa Indonesia punya makna yang berbeda dari sebatas dapat atau bisa. Tidak boleh dalam bhs. Indonesia artinya larangan, atau jangan lakukan sesuatu itu. Dalam bahasa melayu Malaysia, tidak boleh itu artinya tidak dapat atau tidak mampu, atau tidak boleh berbuat bersikap begitu.
    Itu baru yang berasal dari rumpun bahasa yang sama, bahasa Melayu, dua tempat (konteks) pengguna yang berbeda saja sudah membentuk pemaknaan yang berbeda.Bagaimana pula dengan Wujuh Quran?Dalam hal zulafa ini saya pikir, situs corpus quran memberikan data yang sangat membantu.
    http://corpus.quran.com/qurandictionary.jsp?q=zlf#(11:114:5)

corpus.quran.com

The translations below are brief glosses intended as a guide to meaning. An Arab…Lihat Selengkapnya
  • Yudhistira Adi Ada beberapa istilah al-quran yang tidak mampu diterjemahkan dengan tepat oleh kamus Arab manapun Pak. Saya ambil lagi contoh “DABBAH” dalam kamus = Melata. Akan tetapi jika di kroscek di ayat2 lain, Kamus arab gugur demi hukum. Silakan dibuktikan di 42/29, 24/45, 8/22, 8/55 bahwa DABBAH = Makhluk berjiwa. monggo sama2 kita buka wahyunya Pak…
  • Karna Mustaqim walaupun kita dapat membedah secara analitik kata per kata, namun makna pemahaman itu bukan mutlak ada di kata-kata itu sendiri. karena kata-kata hanyalah pengantar kepada makna dan pesan yang ingin disampaikan lewat kalamullah tsb.
  • Yudhistira Adi betul Pak, akan tetapi di 3/138 bahwa Al-quran itu PELAJARAN. Berarti musti ditadabbur (4/82). Sekali lagi contoh jika DABBAH=makhluk berjiwa, maka akan menggeser makna dan tujuan yang selama ini tidak berpangkal! 42/29 bahwa Allah menyebarkan Dabbah pada Samawat dan Bumi, Samawat jika dirujuk di 65/12 = planet. Jadi ada DABBAH=makhluk berjiwa di samawat=planet. Itu hanya contoh kecil yang selama ini Ulama2 kita melewatinya padahal masih banyak terjemahan2 yang terlewatkan!
  • Yudhistira Adi Sekali lagi banyak Ulama2 yang tersenyum jika disodorkan Konsep bahwa “Surya dan planet2 inilah yang kelak menjadi Jannah dan Naar dalam wujud sempurna (21/104) dan masih banyak ayat yang dapat dirujukkan.
  • Karna Mustaqim: haha… hidayah itu kan dicari dan ditunggu datangnya pemberian dari Allah. Orang yang bersungguh2 dalam bidang seni menemukan hidayahNya dengan cara yang berbeda dengan orang yang bersungguh dalam bidang hukum atau sains.
    Konsep bahwa “Surya dan planet2 inilah yang kelak menjadi Jannah dan Naar dalam wujud sempurna (21/104)” – tentu saja itu berbunyi bagi teman-teman yang mendapatkan hikmah lewat bidang sains.
    Tentu tidak dapat disamaratakan dengan mereka yang tidak nyemplung di bidang yang sama. =)
  • Karna Mustaqim: Mengenai “ada DABBAH=makhluk berjiwa di samawat=planet”, ini bukan hal baru. Sepertinya pernah saya kemukakan bahwa ada konsep GAIA yang mirip dengan daya hidup planet (bumi).
    http://en.wikipedia.org/wiki/Gaia_hypothesis

en.wikipedia.org

The Gaia hypothesis, also known as Gaia theory or Gaia principle, proposes that …Lihat Selengkapnya
  • Yudhistira Adi monggo pak dicek dulu ayat2 tadi diatas, saya bukan orang sains! matur nuwun mau berbagi.. salaam

  • Karna Mustaqim maksudnya bukan mas Adi itu saintis atau bukan, tetapi ketika mengambil Quran sebagai hikmah ilmu sains, tentu saja itu menjadikan Anda bagian dari orang sains. Seorang guru pengajar sains tidak harus menjadi saintis.
    Mungkin karena ulama2 yang disebutkan itu bukan yang punya ketertarikan dengan sains.
    Dan dalam hikmah, sains itu hanyalah salah satu sisi pengungkapan khazanah Allah yang tersembunyi – .
  • Handi Yawan kamus Bhs. Arab belum cukup untuk belajar Al Quran, sebab Nahu sendiri disusun/ada karena adanya Al Quran. Dan Bhs Arab seperti bhs.2 lainnya bersifat kontemporer. Tetapi Bhs/istilah Al Quran banyak memuat istilah2 yg jauh sebelum bhs arab sendiri ketika itu belum dikenal seperti sekarang (istilah asing dlm Bhs. arab). Demikian juga dg bhs arab kontemporer banyak mengalami pergeseran makna atau tidak tepat dg maksud istilah2 yg ada dlm Al Quran. Tetapi lain dg bhs/istilah2 dlm Al Quran yg bisa diketahui maksudnya dari cross refrence dg redaksi ayat2 lainnya. Inilah yg dimaksud dlm Al Quran sebagai HUDAN! kata/istilah2 yg sama dlm Al Quran tidak boleh diartikan lain, tetapi konteksnya yg akan saling menjelaskan. Dg metoda ini NS menyusun sebuah kamus istilah Al Quran.
  • Yanti Mahanum Klo sy tdk salah menyimpulkan,itu berarti ‘siapapun’ yg tertarik pd sains ataupun tdk,alquran punya kebenaran yg harusnya satu!,krn istilah dlm alquran dpt terjelaskan dg sendirinya jika dikorelasikan dg ayat2 lain tanpa harus ditafsir2kan..tdk dpengaruhi kecenderungan dan ketertarikan seseorang thdp disiplin ilmu trtentu,begitukah pak handi?
  • Handi Yawan Tepatnya begini, karena ayat2 yg demikian merupakan ketentuan-ketentuan hukum tentang segala sesuatu yang baru dapat dipahami melalui penganalisaan logis dimana sangat diperlukan pengetahuan luas dan perhatian penuh. Hal ini juga disebut dengan “PEMIKIRAN” yang dijelaskan bagi para ilmuwan. Jangan lupa, Ilmuwan bukan hanya saintis, tetapi setiap orang yg memiliki displin ilmu, misalanya ekonom, praktisi hukum, dokter, fisikawan, bahkan seorang seniman. Mereka yg merupakan pewaris Nabi sesungguhnya untuk menjelaskan ayat2 tersebut yg relevan dg disiplin ilmunya masing2.
  • Yudhistira Adi kembali ke topik “dzulafam minal lail=yg mendekati malam”. bagaimana admin dan member menyikapinya? tidaklah rugi menjadikan satu pemahaman untuk pengalaman.. barangkali doktrin selama ini msh perlu renovasi..
  • Handi Yawan Silakan dilanjut, Pak Yudhistira Adi. Sy mengerti arah diskusi ini dan sy juga sering memberikan tanggapan utk topik ini. Tetapi dari perspektif yg pak yudhis angkat ini, hal yg baru buat sy. Jadi, utk sementara sy menyimak dulu. Excellent!
  • Karna Mustaqim Apakah kamus yang disusun NS sudah pernah di-verifikasi ke dalam lingkungan intelektual muslim dunia? Dan metode Hudan yang selalu mas Handi dan kawan2 kemukakan itu sudah pernah didiseminasikan ke dunia internasional islam?
  • Yudhistira Adi selain pak karna adakah yg ingin meluruskan bahwa puasa SAMPAI MALAM/ILA LAIL (2/187), sedangkan sholat maghrib memakai waktu YG MENDEKATI MALAM, dzulafam minal lail (11/114)? ataukah membosankan mungkin kajian2 hukum yg hanya bersifat rutinitas? sumonggo..
  • Karna Mustaqim Karena buku spt Wujuh Quran-nya Abul Fadhl Hubaisy termasuk yang sangat sedikit sekali ditulis dna tersebar. Kalau hanya berdasarkan pembenaran kepada diri sendiri, seperti pernyataan bahwa yang metode yang dilakukan adalah Hudan, dan klaim sepihak bahwa itu adalah yang benar dengan sendirinya, disitu sudah terjebak silogistik pembenaran yang merasa benar dengan sendirinya karena telah merasa benar mengikuti metode yang dikatakan olehnya sendiri benar datang dari Quran.
    Klaim spt ini yang benar pada dirinya sendiri dan self-sufficiency (penuh dan benar padanya sendiri) bukanlah sifat makhluk. Hanya Allah semata yang dapat berkata demikian, meskipun si manusia mengulang perkataan Allah dalam Quran, tidak serta merta ia menjadi benar dan berada pada posisi Allah dalam mengucapkan hal itu.Kalau seperti ini keyakinan teman2, saya kira kita terperangkap pada hal yang sama saja dengan dunia sains barat atau non-islam yang kita kritik. =)
  • Yudhistira Adi merasa paling benar, kami menyadari bahwa demikian itu bertolak dengan 30/31,32 pak Karna! kami tdk merasa benar tapi Ayat Allah pasti benar! mengenai penafsiran, Allah sudah membuatkan tafsir (25/33=tafsir yg lbh baik) dengan metode penjelasan ayat satu dijelaskan dgn ayat lain yg letaknya acak. maaf saya ambil lg contoh DABBAH. bapak bisa buktikan sendiri quran terjemahan mayoritas msh memaknainya dgn MELATA karena kamus arab berkata demikian. namun menjadi lain jika bapak mau merujuk terjemahan apa adanya di 42/29,24/45,8/22,8/55. monggo sekelumit ayat ini dbuktikan dulu! sampai kapanpun jika tidak dicek dulu ya yg keluar hanya bantahan. hukum dinyatakan benar tdk harus melalui uji kesepakatan kan pak? 6/116 bahwa mengikuti kebanyakan orang itu menyesatkan karena mereka hanya persangkaan dan dugaan, benar statement di 69/41 bahwa yg mengimani ayat itu sedikit!
  • Israel Pardede yang jelas panggilan azan utk menunaikan shalat bkn utk berbuka shaum,nah berbuja shaum sensiri aturannya sdh jelas yaknu tepimalam,saat bintang sdh bisa terlihat.
  • Alfin Semangat Seribu kepada bapak Yudhistira Adi, berapa derajat atau berapa menit selisih antara magrib dengan malam untuk berbuka, menurut orang tengah / katulistiwa 2/143>
  • Yudhistira Adi quran menggunakam istilah SYAFA’ (84/16) yakni di langit barat masih terlihat semburat merah/senja sesaat surya tenggelam penuh. itulah yang mendekati malam atau dzulafam minal lail (11/114) berlaku sholat maghrib. merujuk 4/103 bahwa sholat tepat waktu dan berdzikir setelahnya dan silakan berbuka karena insyaAllah saat itu sudah memasuki pintu malam.
  • Yudhistira Adi sekali lg waktu ini diukur dari umat tengah / ummatan wasatha (2/143) bukan dari daerah kita masing2. beberapa tahun lalu kami terbang ke pontianak, garis bujur pontianak segaris lurus dgn Banyumas (jateng). berhubung kami di Solo kami selisih beberapa derajat alhasil kami lebih cepat 5 menit dari banyumas! maghrib kami pukul 17.50 wib.
  • Yudhistira Adi sebenarnya tdk terlalu jauh selisih waktunya antara permulaan/yg mendekati malam dgn malam itu sendiri. yg menjadi pokok permasalahan bahwa Allah itu prioritas (9/24) tentunya kami dahulukan sholatnya dan memang ayatnya berkata demikian.
  • Yudhistira Adi tidak ada ayat yg melarang buka puasa setelah sholat! maaf kami tidak memakai hadis sebagai rujukan,. sekali lg Maaf.
  • Yanto Prasetyanto heheh saya maaf kan mas, tdk usah nunggu lebaran khan.
    kalau 27/88 carilah neregri akhirat jangan lupa dunia ( makan minum ) berbuat baiklah sebagai mana Allah berbuat baik padamu.
  • Yudhistira Adi ‎28/77 maksud mas Yanto..
  • Yanto Prasetyanto nggih mas, maaf juga yah. moga moga Allah juga memaafkan saya.
  • Handi Yawan ‎Karna Mustaqim Buku yg sy maksud belum sempat go international, karena buku2 NS sempat di fatwa oleh MUI dilarang beredar. -pelarangan ini bersifat politis bukan soal kontennya- Dan mengenai verifikasi ke dalam lingkungan intelektual muslim dunia, kenapa harus? kalau cara ini harus ditempuh, buku2 seperti ini tidak akan diterima oleh mereka karena “tidak sesuai” dg pakem2 mereka. Tetapi cara2 yg seperti sy tempuh bisa menjadi ujian/verifikasi apakah metoda seperti itu benar atau tidak? hanya yg pernah “berhadapan langsung” dg yg menggunakan metoda seperti ini yg bisa memberikan penilaian.
  • Handi Yawan Tambahan untuk topik ini Pak Yudhistira Adi. “Kemudian sempurnakanlah puasamu sampai MALAM (2/187). Padahal perintah sholat maghrib mengambil waktu PERMULAAN MALAM/Zulafam minal lail (11/114)” Dlm perhitungan qamariyah, kemunculan bulan (ketika sore) sudah masuk malam dan merupakan “esok hari” ilustrasinya begini, jam 4/5 sore tgl 1, maka ketika bulan sudah muncul, itu berarti mulai masuk malam/permulaan malam dan mulai terhitung pula sebagai tgl 2, dst. Jadi antara ayat 2/187 dg 11/114 saling berkorelasi. jadi benar, sempurnakan puasamu sampai malam, atau permulaan malam, yakni Magrib.
  • Karna Mustaqim mm.. sebenarnya bukan ‘buku’-nya go internasional, sih. tapi dalam dunia keilmuan ada yang namanya ‘sharing horizon’ atau juga ‘konsensus bersama’. kalau ada teori atau pendapat baru, maka diupayakan agar dibentangkan (diseminasi) ke publik kelompok kelimuan tersebut untuk dijadikan inquiry. Itu hal yang lumrah, misalnya bagaimana ilmu administrasi publik menjadi bagian tersendiri dari yang dulunya dipelajari bersama dgn tata negara’.
    Tapi, persoalan partikulariasi ini pun sebenarnya punya masalah tersendiri di dalam dunia keilmuan.
    jadi tidak bisa ilmu itu ahistoris, karena yang namanya manusia itu menyejarah, kemanusiaan manusia itu ada karena kesejarahannya. makanya, saya tidak bersetuju kalau masih selalu ada dikotomi ini ilmu barat, ini ilmu timur, tenggara, utara dsbnya. Ilmu itu asalnya satu dari Allah semata, tidak diberikan ilmu kepada malaikat maupun syaitan oleh Allah, hanya manusia yang diberikan pengetahuan.
  • Karna Mustaqim Soal berbuka dan solat, sebagaimana malam dimulai begitu pula dinasehatkan untuk menyegerakan berbuka. Apalah yang harus diperdebatkan untuk meminum sedikit air (atau ditambahkan secubit kurma atau kue) kemudian mendirikan solat. saya rasa terlalu mengada-ada kalau mesti sekali solat dulu baru mau berbuka, padahal bukan disitu masalahnya. Menjalani kehidupan seorang muslim bukan dilihat dari ketepatan hitungan kuantitatif per angka-angka, tetapi hitungan waktu yang dihayati.
  • Yudhistira Adi dzulafam minal lail = yang mendekati malam. untuk asumsi monggo tiap2 diri punya persepsi! yg jelas Allah sangat teliti dalam penggunaan kata. matur nuwun..

kuliahpsikologi.com

Suatu teori dinyatakan benar jika teori itu berdasarkan pada paradigma atau perspektif tertentu dan ada komunitas ilmuwan yang mengakui atau menduku
  • Karna Mustaqim Sebenarnya bukanlah Allah yang sangat teliti, tetapi pada realitasnya hanya Allah yang memiliki ketelitian (kedetailan). Jadi, pada hakekatnya bukan pada tempatnya kita berpendapat bahwa Allah itu sangat teliti, bagaimana kita tahu Allah sangat teliti, sedangkan yang memberikan ketelitian itu adalah Allah semata?
    Tapi, ketika kita mencoba meneliti kata-kata dalam kalamullah, disitu Allah membukakan pintu ketelitian kepada kita. Dan ketika kita sebagai mahkluk yang diberikan ketelitian, maka apa yang kita temukan dari sana hanyalah kebenaran yang diungkapkan oleh Allah kepada kita. Seluruh kebenaran ada di tangan Allah, manusia hanya Ia bukakan hijab sedikit demi sedikit. Maka, kebenaran yang itu bukanlah sepihak kita yang pergi mencari dan menemukannya, melainkan selalu ada terbukanya hijab yang menutupi pandangan kita, kebenaranlah yang mendekati kita dengan seizin Allah.
    Selalu ada yang ditunjukkan oleh kita melalui keikhlasan dalam mencari kebenaran, dan selalu ada Allah yang memberikan hidayah bagi kita untuk menemukan kebenaran.
    Karenanya, mustahil kebenaran sedikit yang diberikan oleh Allah itu kemudian kita klaim sebagai ‘Kebenaran’ atas keseluruhan pengetahuan, sedangkan kita bukan pemiliknya.
  • Yudi Terrorzone sholat telah ditetapkan waktunya atas org2 beriman.
    -mendirikan sholat yaitu sholat tepat pd waktunya –dilarang shukorok dlm sholat
    -sholat harus khusyuk
    mungkin ketiga hal diatas bisa utk dijdkan permakluman sbg manusia
  • Yudi Terrorzone kita hrs sholat pd waktu yg tlh ditentukan(Allah prioritas) lalu 2 hal pendukung lain bhw sholat hrs paham apa yg sdg diucapkan dan hrs kusyuk.jd ketika menghadap Allah dlm sholat ya sbg manusia hrslah benar2 sholat/memuliakan.dan itu mungkin mustahil bg org2 tertentu yg dlm keadaan lapar dan haus(dlm hal ini berpuasa)mk kita bs menarik kesimpulan permakluman disini.Allah tdk menjadikan susah pd makhlukNya.mustahil terlaksna sholat kusyuk ketika perut dlm keadaan kosong tanpa makan minum bg org2 tertentu
  • Handi Yawan ‎Karna Mustaqim
    Tapi, persoalan partikulariasi ini pun sebenarnya punya masalah tersendiri di dalam dunia keilmuan.Tanggapan
    Itulah masalahnya!KM
    makanya, saya tidak bersetuju kalau masih selalu ada dikotomi ini ilmu barat, ini ilmu timur, tenggara, utara dsbnya. Ilmu itu asalnya satu dari Allah semata, tidak diberikan ilmu kepada malaikat maupun syaitan oleh Allah, hanya manusia yang diberikan pengetahuan.Tanggapan
    Setuju!
    Berdasarkan sejarah, Ad-Dien sudah mengalami psikolisis;
    Agama+sains tidak akan menjadi Ad-Dien, sama halnya dengan menganalisis Air menjadi Hydrogen+Oksigen. Padahal kita tahu bila hydrogen dicampur dg Oksigen tidak akan menjadi air. Demikian pula agama+sains tidak akan menjadi Ad-Dien.
    Gereja dan Raja-raja islam dulu telah memisahkan negara dg agama, negara dg sains dan sain dg agama. Bila orang mencoba menggabungkan agama+sains maka akan nampak seperti Orang yg haus minum oksigen+hydrogen memperlihatkan wajah linglung, karena dikira campuran itu air.Hanya orang2 yg dzuhud sajalah yang dapat memperoleh perkenan ALLAH mendapatkan ilmunya, sekalipun itu orang2 barat yg menyimpan ilmu2 ALLAH dibalik ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan.KM
    Suatu teori dinyatakan benar jika teori itu berdasarkan pada paradigma atau perspektif tertentu dan ada komunitas ilmuwan yang mengakui atau mendukung paradigma tersebut.

Masyarakat sains bisa mencapai konsensus yang kokoh karena adanya paradigma. Sebagai konstelasi komitmen kelompok, paradigma merupakan nilai-nilai bersama yang bisa menjadi determinan penting dari perilaku kelompok meskipun tidak semua anggota kelompok menerapkannya dengan cara yang sama.
(sumber http://kuliahpsikologi.com/artikel-psikologi/teori-kebenaran-konsensus/#comments)

Tanpa bermaksud takabur/Sombong, di forum inilah yang ingin dibangun sebagaimana Ad-dien yg pernah tegak di bumi ini. Apa yg kami lakukan ini hanyalah buih di pantai yg luas.

kuliahpsikologi.com

Suatu teori dinyatakan benar jika teori itu berdasarkan pada paradigma atau perspektif tertentu dan ada komunitas ilmuwan yang mengakui atau menduku
  • Handi Yawan HUDAN ini bukan ciptaan/temuan NS. Tetapi ini adalah metoda yg ALLAH berikan kepada manusia, agar tidak sesat/melenceng dalam menganalisa dan mengamalkan Al Quran.

    dzaalika alkitaabu laa rayba fiihi hudan lilmuttaqiina
    [2:2] Itulah Kitab (Al Quraan) tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang insaf.

    syahru ramadaana alladzii unzila fiihi alqur-aanu hudan lilnnaasi wabayyinaatin mina alhudaawaalfurqaani faman syahida minkumu alsysyahra falyashumhu waman kaana mariidhan aw ‘alaasafarin fa’iddatun min ayyaamin ukhara yuriidu allaahu bikumu alyusra walaa yuriidu bikumu al’usra walitukmiluu al’iddata walitukabbiruu allaaha ‘alaa maa hadaakum wala’allakum tasykuruuna [2/185]

    Bulan Ramadhan ialah diturunkan padanya Al Quran, petunjuk(HUDAN) bagi manusia dan keterangan tentang petunjuk (mutasyabihaat) serta garis pemisah (furqon) …..

  • Prasojo Dpk Tafsir ayat alquran dan hadits yg menyangkut soal alam itu belum final. Ijtihad masih terbuka. Hadits berpuasalah dg melihat bulan itu tak boleh dikunci pada melihat dg mata. Demikian juga soal pengertian malam. Ini menyangkut fenomena alam. Ijtihad utk soal2 ini masih terbuka lebar. Tapi bagaimanapun, karena ilmu manusia terbatas dan tak akan mampu mencapai ilmu Allah dan sekaligus manusia tak bisa konfirmasi kpd Allah, maka kesimpulan manusia yg tdk sempurna itu insya Allah akan diterima oleh Allah. Jadi silakan dilakukan ijtihad, tapi tak boleh saling menyalahkan apalagi mengkafirkan.
  • Handi Yawan Mas Prasojo Dpk memang kalo bicara tafsir dan hadist gak ada habis-habisnya, gak final-final. berbeda kalo kita bicara dg Al Quran yg sudah FINAL! Dlm pernyataan Mas prasodjo terkandung kontradiksi; “ilmu manusia terbatas dan tak akan mampu mencapai ilmu Allah” dg “maka kesimpulan manusia yg tdk sempurna itu insya Allah akan diterima oleh Allah. ” Bagaimana bisa begitu? Manusia tdk akan mampu mencapai ilmu ALLAH, tetapi dikatakan sebagai manusia yg sempurna. Ingatlah, bahwa Al Quran itu diturunkan untuk ALLAH, bahkan ALLAH sudah mempermudahnya. Jadi yg terbatas adalah perspektif kita terhadap Firman ALLAH. hanya manusia yg dzuhud saja yg diperkenankan ALLAH mendapatkan ilmunya. Ini group pesantren virtual NS, silakan baca di sini; http://www.facebook.com/groups/nazwarsyamsu/doc/253609558082742/ mengenai pendirian kami tentang hadist.

      • Group ini adalah Pesantren virtual buku-buku karya Nazwar Syamsu dan para pemin
        at diskusi hubungan Sains dengan Agama. Pembuktian bahwa Alqur’an ini adalah Rahmat bagi seluruh manusia, tak peduli be…
  • Karna Mustaqim Pada pendapat saya, mengikuti kajian2 orang2 terdahulu, manusia itu pada dasarnya adalah makhluk penafsir. Manusia diberikan ‘akal’ untuk menafsirkan sejak lahir, tanpa akal manusia tidak bisa menafsirkan sekelilingnya, tanpa akal, manusia sejak dulu sudah punah karena ‘kalah’ bersaing dengan binatang.
    Fosil-fosil homo sapiens (dan sejenisnya) memberikan indikasi bahwa sebelum manusia Adam diciptakan, sudah ada ‘manusia-manusia’ (mungkin disebut manusia kurang tepat) yang merupakan pendahulu manusia Adam yang belum disempurnakan akalnya, karena itu hingga saat ini masih terdapat missing link.
    Dengan akal manusia dilebihkan karena menjadi makhluk penafsir, yang membedakannya dengan binatang yang diberikan kelebihan pada ‘naluri insting’.Mungkin di poin ini saya agak bertolak belakang perihal pendapat mas Handy dkk, soal Hudan sebagai petunjuk final dan diasumsikan bukan ‘menafsirkan’.
    Bagi pandangan saya, mustahil manusia itu tidak menafsirkan. contoh paling sederhana adalah satu kata ini: S-A-Y-A. keempat huruf ini diletakkan berdampingan, diajarkan sejak kecil, sehingga taken for granted sudah dipahami sbg ‘saya’. Proses ini dengan sendirinya sudah merupakan ‘penafsiran’. Mustahil menghindari penfsiran kecuali bukan manusia, entah itu sebagai hewan atau mungkin cyborg yang diprogram dan ditanamkan program tinggal jalan begitu saja.Ini cuma pendapat saya aja, karena melihat mas Handy dkk yang berpendapat tidak menafsirkan dengan Hudan (petunjuk) itu, padahal ketika rekan2 memberikan penjelasan apa itu Hudan, anda sudah melakukan tindak menafsirkan itu sendiri. Tidak mungkin ‘Hudan’ itu bicara untuk dirinya sendiri, sedangkan yang membacanya adalah manusia. Kalau murni Hudan itu tidak perlu ditafsirkan, maka seekor nyamuk atau lalat pun bisa memahaminya.
  • Prasojo Dpk Utk ayat2 atau ibadah yg terkait dg alam, manusia mempunyai hak penuh utk menafsirkan. Tapi fiqih utk ibadah mahdhoh, mungkin ulama dulu lebih fasih. Misalnya syarat rukun sholat, haji, puasa, zakat, halal-haram dsb. Tapi ketika bicara penghadapan sholat (ini menyangkut geografi), umat sekarang lebih fasih menafsirkan. Atau mengetahui masuk bulan qomariah, umat sekarang lebih paham.

  • Prasojo Dpk Handi Yawan….saya ambil contoh begini…soal 7 langit. Manusia sampai kiamat barangkali tak akan mampu memahami itu secara sempurna. Krn kemampuan manusia memang terbatas. Memang manusia adalah makhluk yg sempurna (maksudnya dibanding makhluk lain). Tapi otak manusia tak akan mampu menjangkau seluruh ayat2 Allah. Mungkin sampai kiamat manusia tak mampu terbang ke galaksi bimasakti. Ini dugaan saya. Betapa ilmu manusia ibarat setitik air di lautan.

  • Karna Mustaqim Sebenarnya maksud mas Handy bukanlah kita ingin menguasai secara sempurna ayat2 Quran, jauh dari maksud sedemikian.

    Secara sederhana, rekan2 berupaya membaca dan memberikan argumen secara rasional berkaitan bidang astronomi (kasus seperti planet2 ini), tetapi dengan sedekat mungkin memberikan pandangan (mungkin suatu hipotesis) mengenai hal tersebut berpandukan Quran (sebagai Hudan – petunjuk), dan bukan sebatas apa yang ada di keilmuan astronomi kemudian membuat hipotesis tanpa panduan Quran.

    Berpikir sesungguhnya bukan berada di otak, tapi di ‘hati’, dan hati bukanlah di liver, tapi di Qalbu. Jadi, berpikir mengasumsikan manusia itu bertafakur merenungkan semesta alam dengan petunjuk Quran. Dalam hal ini, rekan2 mencoba mengungkapkannya, dan tentu saja sampai kiamat rahasia2 dalam Quran tidak akan habis di-kupas.
    Kalau habis, ya, habislah sisi misteri-nya, dan manusia sudah mengetahui apa maunya Allah, lalu dimana kemahakuasaan Allah?

    Bukan tujuannya kita untuk menandingi atau menguasai ilmu Allah yang diibaratkan seluas lautan itu, tetapi pencarian-pencarian yang iklhas itu, insya Allah, adalah karena kehendak Allah semata untuk membiarkan diriNya dikenali oleh manusia.

    Kalau soal terbang ke mengitari galaksi bima sakti, atau melampauinya, saya pikir itu semua tergantung kepada kehendak Allah. Kalau Dia mengehendakiNya, tentu saja akan tiba waktunya untuk itu.

  • Karna Mustaqim Intinya, saya merasa adalah pandangan yang naif sekali kalau di masa sekarang ini, ada yang mengira bahwa upaya rasionalisasi seperti ini dianggap mau menandingi pengetahuan Allah. just my 2 cents
  • Prasojo Dpk Iya…setuju. Maksud saya juga tak jauh beda. Kalau fiqih ttg ibadah, ulama salaf lebih menguasai dibanding ulama sekarang. Termasuk juga ahli hadits. Tetapi kalau nash2 ibadah yg terkait dg alam (semisal ketepatan arah kiblat, ketepatan penetapan awal puasa dll), ulama sekarang lebih menguasai (mendekati kebenaran). Kebenaran mutlak tdk mungkin, terbukti dlm menghitung tahun saja ada tahun kabisat. Trus beberapa waktu lalu, konon satu hari satu malam tdk 24 jam, tapi harus ditambah 1 detik, dan ini berulang secara periodik, karena manusia tdk mampu menghitung waktu secara sempurna. Yg sempurna hanya Allah. Sama halnya dg penentuan awal ramadhan, meskipun ilmu astronomi sudah sedemikian pesat, tapi tetap saja masih memiliki tingkat kesalahan, belum mencapai kebenaran mutlak. Oleh karena manusia tdk mampu mencapai kebenaran mutlak, maka penentuan awal ramadhan mau menggunakan rukyat ataupun menggunakan hisab, insya Allah keduanya diterima Allah. Dalam kasus ramadhan 1433 H, orang yang puasa mulai Jumat insya Allah ibadahnya diterima Allah. Demikian juga org yg berpuasa mulai Sabtu juga diterima oleh Allah. Mengapa? Karena Allah memang memberi keterbatasan2 kepada manusia. Jd kalau ada yg mengatakan puasa hari Sabtu itu tidak sah, menurut saya kita terlalu “sombong”. Demikian juga kalau kita mengatakan yg mulai puasa hari Jumat tidak sah, kita juga terlalu “sombong”. Kewajiban kita hanyalah, manakala kita meyakini ya jalankan, tanpa harus mengatakan yg lain sesat/tdk sah. Begitu maksud saya.
  • Handi Yawan ‎Karna Mustaqim
    manusia itu pada dasarnya adalah makhluk penafsir. Manusia diberikan ‘akal’ untuk menafsirkan sejak lahir, tanpa akal manusia tidak bisa menafsirkan sekelilingnya, tanpa akal, manusia
    sejak dulu sudah punah karena ‘kalah’ bersaing dengan binatang.Tanggapan
    SetujuKM
    Mungkin di poin ini saya agak bertolak belakang perihal pendapat mas Handy dkk, soal Hudan sebagai petunjuk final dan diasumsikan bukan ‘menafsirkan’.Tanggapan
    Tidak, Mas Karna sudah benar bahwa pd dasarnya manusia adalah makhluk penafsir. Bahkan beberapa ayat menganjurkan kita agar berijtihad sebagai dasar menafsir, TAPI dengan cara yg sama ALLAH memberikan pagar pd cara dan arah berpikir kita (menafsir), yakni dg cara megikuti PETUNJUK yg ia berikan untuk menjamin lurusnya pikiran kita.Jarang sekali sy menggunakan istilah “menafsir” karena –seperti halnya- Mas Karna, jarang menggunakan istilah Hermeneutika, karena istilah2 ini membuat orang ambigu, sehingga sy pun tidak gunakan istilah “menafsir” untuk metoda HUDAN ini karena menghindari kebingungan orang pula! Dan seolah-olah metoda ini temuan/ciptaan seseorang, padahal ini dalah metoda “menafsir” yg diberikan ALLAH utk manusia sehingga menjamin lurusnya akal sesuai maksud2 Firman ALLAH (Al Quran).

  • Handi Yawan ‎Prasojo Dpk
    saya ambil contoh begini…soal 7 langit. Manusia sampai kiamat barangkali tak akan mampu memahami itu secara sempurna.Tanggapan
    Siapa bilang!?
    Langit itu planet, silakan simak ayat di bawah ini;allaahu alladzii khalaqa sab’a samaawaatin wamina al-ardhi mitslahunna yatanazzalu al-amru baynahunna lita’lamuu anna allaaha ‘alaa kulli syay-in qadiirun wa-anna allaaha qad ahatha bikulli syay-in ‘ilmaan[65:12] Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi…..Lihatlah, Bumi seperti itu (langit), bukan sebaliknya. Kalo bumi adalah planet, maka langit adalah
    planet!Lebih lengkapnya, baca di sini: http://www.facebook.com/groups/nazwarsyamsu/doc/261169267326771/

PD
konon satu hari satu malam tdk 24 jam, tapi harus ditambah 1 detik, dan ini berulang secara periodik, karena manusia tdk mampu menghitung waktu secara sempurna. Yg sempurna hanya Allah. Sama halnya dg penentuan awal ramadhan, meskipun ilmu astronomi sudah sedemikian pesat, tapi tetap saja masih memiliki tingkat kesalahan, belum mencapai kebenaran mutlak.

Tanggapan
Mengenai waktu, HISAAB sejak alam semesta diciptakan oleh ALLAH, tidak pernah sedetikpun ada perubahan. Ini adalah predetermism yg tidak ada dan tidak pernah berubah sampai akhir zaman sekalipun. Silakan di analisa di sini: http://www.facebook.com/groups/nazwarsyamsu/doc/157615457682153/

Demikian halnya dg penentuan 1 Ramadhan dan bulan2 berikutnya tidak akan pernah berubah sedikitpun! Yg berubah hanyalah keyakinan orang dlm menentukannya.

  • Group ini adalah Pesantren virtual buku-buku karya Nazwar Syamsu dan para pemin…

Lihat Selengkapnya

  • Haniifa Rubi ‎=>@Mas Yudhistira Adi : ada dua ayat yang menjelasken kata “masyrik” (baca: matahari mulai tampak di ufuk TIMU) dan “maghrib” (baca: Matahari saat tenggelam di ufuk BARAT) yaitu QS 43:36 dan QS 73:9

    Masi kita asumsiken bahwa masyrik = 6.00 (pagi) dan Maghib = 18.00 (sore). dan matahri tepat diatas = 12 siang (dzuhur).

    Wakstu Shalat sunat dhuha bisa dikataken “dzulafam minan nahari=yg mendekati SIANG” karena memang belum melewati jam 12.00
    Dengan demikian sampean bisa mendefinisikan shalat ‘ASHARr sebagai dzulafam minal lail=yg mendekati malam. karena sudah melewati jam 12.00 siang menuju ke arah MALAM.
    Sedangkan waktu MAGHRIB kondisinya ADA PADA UJUNG SIANG DAN AWAL DARI MALAM….

    DUs… Al Qur’an menyebutken “Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam”… karena lihat assumsi magrib jam:18.00, WAKTU BUKA PUASA JAM 18.01 = PORSI BAGIAN MALAM (baca: Matahari tidak tampak lagi)…. hehehe…

    Bijimana ?!

  • Rza Nhf Pada ayat tsb,Sempurnakan artinya benar2 udh ndk siang.

    Ya katakanlah stelah magrib,krn kl sore cpt skali baru magrib bntar tau2 udh gelap.

    Malam adalah gelap,siang adalah terang.
    Malam tugasnya bulan,siang tugasnya matahari.
    Dilihat dr tengah,krn tmpt sy gk trljauh dr bujur tsb,ya sy pake krg lbh,hehe

  • Haniifa Rubi ‎@ Rza Nhf : Kecepatan bumi berputar pada porosnya sekitar 0.5 Km/detik.
    Dengan demikian jika kita mendengar suara adzan Maghrib maka matahari dalam tempo 1 detik akan masuk pada porsi bagian MALAM, assumsi durasi adzan 3 menit (180 detik) => daerah sampean sudah berjarak 90km … cukup jauh bukan… hehehe…. belum lagi jika sampean membaca do’a buka puasa.Silahken lihat perhitungan kecepatan bumi berputar, pd artikel berikut:
    https://haniifa.wordpress.com/2012/08/02/hadits-yahudi-tentang-al-mahdi/

    haniifa.wordpress.com

    Assalamu’alaikum, Dalam khazanah Islam sejak jaman Rasululloh sampai dengan 4 kh

    alifah tidak dikenal istilah Imam Mahdi. Sosok Al Mahdi adalah perbuatan orang-orang kafirun munafikun yang mer…
  • Tragedi Huy Edan aslina bakal moal aya macet di jalan pas adzan maghrib atanapi sonten ti tabuh 5.30-berbuka puasa (ngong na adzan), pami pemahamana “sampai MALAM”, sareng jigana moal seueur nu baruka di rumah makan/pusat keramaian/pinggir jalan oge moal aya shalat Jama

  • Handi Yawan Kang Tragedi Huy Edan Ulah hilap, maksadna OmHaniifa Rubi teh “… masuk pada porsi bagian MALAM….” janten maksad nu sanes, magrib teh mirupi awal malam! Boleh saja berbuka puasa malam-malam/tengah malam, tetapi menyegerakan berbuka puasa adalah sunah. Sanes kitu, juragan…. Lagipula kalo berbuka puasa malam2/tengah malam, namanya menyiksa diri ….. U huy!😄

  • Tragedi Huy Edan Wkwkwkwk, Oh sugan teh rada wengian (beresna shalat maghrib), da atuh meni lieur tiap sasih shaum, sok maracet, mesjid kosong, rumah makan dll (nu tadi disebatkeun diluhur) muni pasedek sedek, hehehe

  • Suparto Kromo Dalam 2/187 : perintahnya puasa hrus di sempurnakan sampai malam, sedang pada permulaan malam ada perintah untuk sholat 11/115.

    sedangkan dalam 4/103: kita di wajibkan tuk melakukan sholat sesuai waktu yang telah di tentukan (tepat waktu) ,

    Sekarang berat mana ? berat Allah ato berat perutnya hehehee…..

  • Haniifa Rubi ‎=> Mas Suparto Kromo: Soal zulafam minal lail (artinya limit menuju Malam) sayah menterjemahken sebagai SHALAT ASHAR ada benarnya juga shalat MAGRIB (jika posisi di ujung zulafam minal lail)…
    dus….
    AWAL Zulafam minial LAIL (adzan Ashar) s/d 0° => AWAL Adzan Magrib 1,0° => SEMPURNA LAIL mulai dari 1.1° … hehehe…

  • Haniifa Rubi ‎=> Mas Suparto Kromo: Sekarang pertanyaan sayah buat sampean … NGERTI APA NGGAK ?!

  • Suparto Kromo Hehehee… Awal Adzan di masjid mana mas yang jadi patokan? Padahal ada banyak masjid dan adzan tidak bersamaan?

  • Haniifa Rubi ‎=> Hua.ha.ha. yah dimasjid sampean… mosok dimasjid PALESTINA… aya-aya wae nu lieur teh… hihihii….

  • Suparto Kromo Klo sempurna malam 1.1derajat itu menandakan waktu sholat magrib sedangkan menrut 4/103 sholat harus tepat waktu jadi klo kita mau jujur n konsekuen melakukan ayat itu pada saat itu kita sedang melakukan sholat maghrib.

  • Haniifa Rubi Hahaha… memangnyah kalau sampean minum terus kudu wudhu lagi, batal shalatnya … hahaha.. aya-aya wae yeuh… kalau sampean kentut baru batal shlat.. .

  • Suparto Kromo Di masjid saya juga ada banyak ada 3 masjid dan adzannyapun tidak bersamaan. Jadi bingung masjid yang mana yang harus di jadikan patokan

  • Haniifa Rubi ‎=> Oom suka shalat dimasjik kan ?!
    Kalau sampean mau shalat sunat padahal terdengar muadzin sedang adzan, apakah sampean menunggu adzan selasai lalu shalat sunat atau sampean cuek bebek langsung shalat sunat ?!

  • Suparto Kromo Jujur saja klo saya mau melakukan sholat patokannya bukan adzan, tapi waktu dan waktu berpatokan dengan jam . coba perhatikan 10/5

  • Suparto Kromo Klo tiap kali adzan trus ada orang sholat sunat lalu di tunggu, kemudian ada lagi yang datang trus di tunggu lagi padahal waktu sholat dah tiba maka sholat tepat waktunya akan ketinggalan dan telat.

  • Haniifa Rubi Hua.ha.ha… jadi sampean langsung shalat magrib walaupn muadzain sedang adzan, kalau dirumah seeh mungkin sayah nggak aneh, cuma terbayang kalau sampean sedang dimasjid … hikz.

  • Suparto Kromo Lho gak usah di bayangn dilakuin aja. Aku lebih suka sholat tepat waktu meskipun sendirian daripada sholat berjamaah tapi selalu telat trus. Aku takut pada yang memerintahkan sholat.
    logikanya klo kita bekerja di suatu perusahaan jam masuknya sudah dutentukan jam 8. Klo saya dan temen datang jam 8 lebih secara terus menerus tentu saja saya dan temen akan di keluarkan dari perusahaan itu.

  • Haniifa Rubi ‎=> Tujukan dan buktikan : kalau sayah membatalkan puasa saat adzan maghrib (atau 1 detik setelah selesai adzan) lalu saya jadi tidak tepat waktu shalat maghribnya ?????

  • Suparto Kromo Coba deh perhatian baik2 2/187 di korelasikan dengan 11/114.

    al qur’an itu sebagai pemikiran bagi manusia makanya perlu dipikirkan

  • Suparto Kromo Sekarang tolong sebutkan 1 ayat saja klo mau sholat harus adzan?

  • Haniifa Rubi Coba deh sampean pikirken ilmu Al Qur’an ,Hadits , astronomi, Fiskika dan Matematika bahwa Zulafam minal lail dengan Lail artinya apa ?!

  • Suparto Kromo Loh di tanya belum jawab kok malah balik tanya?

  • Haniifa Rubi Tujukan dulu kepada saya jam: menit dan detik setiap waktu SHALAT ?!
  • Haniifa Rubi Lho kan sudah sayah jawab zulafam minal lail => LIMIT menuju malam sedangkan dalam QS 2:187 TIDAK DISEBUTKAN SEBAGAI ZULAFAM MINAL… ngerti nggak sampean ?!

  • Suparto Kromo Perhtikan surat 10/5:

  • Haniifa Rubi Lho kok sampean tidak menjawab: TUJUKAN KEPADA SAYA AYAT AL QUR”AN tentan JAM: MENIT :DETIK waktu region shalat, hingga sampean bisa shalat tepat waktu ????

  • Suparto Kromo Dalm surat 2/187: kita diperintahkan puasa sampai malam (lail)
    sedangkan seperti yang anda sebutkan tadi 11/114: zulafam minal lail => LIMIT menuju malam anda menyebutkan 1.0derajat baru adzan maghrib. itu berarti belum masuk malam baru akan malam, setelah 1.1derajat maka sudah masuk malam.

  • Suparto Kromo Itukan tentang dasar perhitungannya klo semuanya harus di sebutkan secara detail gimana umat islam mau berkambang dalam ilmu pengetahuan. Itullah asiknya belajar al qur’an karena memang Al qur’an merupakan pemikiran bagi mutaqin makanya perlu di pikirkan

  • Haniifa Rubi ‎=> hahah… ternyata sampean bdoh tapi sok pinter juga neeh…. hehehe….
    1 derajat dalam skala 24 jam => 2 menit.
    0.1 derajat dalam skal 24 jam => 0,2 menit = 24 detik
    Pertama:
    Sekarang tunjukan kepada saya seorang MUADZIN mampu adzan dalam waktu kurang dari 24 detik.
    Kedua:
    Tunjukan kepada saya bahwa do’a buka puasa plus mengangkat gelas dan meminum air manis dan atau memakan kurma KURANG DARI 24 DETIK ????Buktikan kalau sampean merasa orang yang paling benar puasanya??????

  • Suparto Kromo Terimakasih atas pujiannya, Lebih baik bodoh tapi masih dalam petunjuk Allah dari pada pinter tapi merasa paling pinter sendiri.

    Sekarang jaawab pertanyaanku TOLONG tujunjukan SATU AYAT saja klo mau sholat harus AZDAN terlebih dahulu

  • Haniifa Rubi Buka surah AL JUMU’AH… ngerti nggak sampean yang dimaksud kalimat “BERSEGERALAH … “… super bodoh ternyata ini anak… hehehe…

  • Suparto Kromo Weleh surat al jumah banyak banget ayat nny ayang mana?

  • Haniifa Rubi cari ajah sendiri katanya sampean selalu mendapatken petunjuknyah…. mosok gituh ajah nda bisa… hikz… bikin malu.. hehehe

  • Haniifa Rubi ‎=> Weleh…weleh… sayah baru ngeuh, jadi sampean mau jam 9 pagi kek, mau jam 3 sore kek, pokoke hari jum’at shalat jumat karena sampean amat sangat tahu sekali bahwa SHALAT SAMPEAN PASTI TEPAT WAKTU … .. hahaha… lucu tenan sampean ini…😀😀😀

  • Suparto Kromo Tolong tunjukan perhitungan anda 1derajat kok bisa ketemu 2 menit
    klo menurut perhitungan ku 1derajat itu ketemunya 4menit klo salah.
    24 jam = 1440 menit, 1440 mnt/360 drajat = 4mnt..

  • Haniifa Rubi hahaha… ternyata sayah ngoceh sama anak teka yang masih umbelan… hikz. 12 jam siang = 360 + 12 jam malam =360… Dah sampean bikin jam ala Suparto kokoromo tomo baha sehari semalam itu artinya 12 jam… hahaha… geli sayah…

  • Suparto Kromo putaran bumi tuk mencapai 360derajat membutuhkan waktu 24 jam.

    klo dlam 12 jam siang = 360derajat dan 12 jam malam = 360derajat hitungan macam mana pula itu.

    Kita bicara secara universal brooo….

  • Haniifa Rubi dasar anak kecil…. dari jam 00 s/d jam 12 => BERAPA DERAJAT ?!

  • Haniifa Rubi Dari jam 12 s/d jam 24 -> berapa derajat ???

  • Suparto Kromo Lah ya kamu cuman ngeliat derajat dalam jam. Bukan sumber darimana perhitungan jam tangan itu di buat. 10/5

  • Karna Mustaqim apakah hikmah dari menjaga waktu sholat dan menyegerakan berbuka puasa harus berujung kepada perdebatan soal ketepatan ‘derajat’ bumi berputar? Wallahualam.

  • Haniifa Rubi ‎=> Mari kita bicara universal … hehehe…
    2 x 360 berapa neeeh ??!
    dus…
    jika 1 derajat dihitung dalam region MALAM maka setara dengan 4 menit.
    Jika 1 derajat dihitung dalam region SIANG maka setara dengaN 4 menitngerti sampean ???

  • Haniifa Rubi ‎=> Mas Karna: Terserah sampean… yang jelas bukan sayah saja yang berpedapat bahwa menyegerakan tajil dan shalat lelbih utama… .. sesuai dengan Al Qur’an dan Al Hadits …. hehehe…

  • Haniifa Rubi ‎=> Mas Suupartomo kokoromo : baiklah sayah hitung 10/5 = 2 .. hehehe…

  • Haniifa Rubi ‎=> Mas Suparto : Sekarang buktiken kepada sayah bahwa sampean SHALAT SELALU TEPAT WAKTU ???

  • Suparto Kromo Heheheee….. ngapaain koemntnya yang salah kok pake di hapus
    10/5 tuh maksutnya surat ke 10 (yunus) ayat 5

  • Karna Mustaqim Saya orang yang suka mempersiapkan juadah buat yang mau ta’jil, dan tidak selalu on time kalo sholat, cuma in time ajah. =)
  • Haniifa Rubi ‎=> apa nyah yang dihapus.. sayah edit, tiupun tidak mengubah makna…

  • Haniifa Rubi nah sekarang jangan ngeles sampean… BUKTIKEN BAHWA SAMPEAN SHALAT SELALU TEPAT waktu ????

  • Suparto Kromo Sholat itu urusannya sang pelaku sholat ama yang merintahkan sholat ngapain harus di umbar gak ada gunanya x

  • Haniifa Rubi ‎=> Sampean sendiri yang sombong dan takabur… sok lebih nyaho waktu LAIL yang bwetul bari jeung kacau beliau.. heheheh….

    COBA SEKARANG PERHATIKEN SURAH 73:20 ” Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu,”

    Peri kelir TIDAK SEORANGPUN TAHU BATASAN LAIL DAN NAHAR, dan “ALLOH memberikan keringanan kepadamu” …. PAHAM SAMPEAN ?????

  • Haniifa Rubi ‎=> OOm Suparto Kokoromo tomo dipacok kuyo… hehehe.. lha ngapain sampean tanya-tanya ADZAN dalam AL QUR’AN, apa sampean lebih nyaho kapan batasan shalat 5 waktu ?!

  • Ayo Momod dari pada ributnya bolak-balik, sekalian ane mau tanya
    apa hukumnya jika MENDIRIKAN SHALATnya “kedodoran” atau lebih jauh bagaimana hukumnya bila tidak MENDIRIKAN SHALAT sesuai ayat Quran.

  • Haniifa Rubi ‎=> Mas Qyo Momod : Jika sampean shalat hanya untuk menyembah ALLOH maka itu semua urusan ALLOH, artinya sampean shalat sesuai dengan kemampuan…. masih kurang jelaskah ?!

  • Ayo Momod biar tambah jelas, apa sangsinya jika tidak mendirikan shalat?

  • Haniifa Rubi Yang jelas dunk kalau bertanya:
    MENINGGALKAN SHALAT DAPAT PAHALA ada juga YANG SHALAT DAPAT PAHALA… jadi sekali lagi yang jelas dunk pertanyaanyah, sebab baik yang shalat maupun yang meninggalkan shalat ada dalam AL QUR”AN … hehehe….

  • Haniifa Rubi ‎=> INGAT pertanyaan sampean diakhiri dengan kata “SESUAI DENGAN AYAT QUR’AN “… hehehe….

  • Ayo Momod ya dah saya ulang
    apa hukumannya /sanksinya (berdasarkan ayat-ayat Quran) jika tidak MENDIRIKAN SHALAT?

  • Haniifa Rubi hua.ha.ha… emangnyah sayah ini Nabi atau Rosululloh, kok tanya-tanya segala… hehehe…
    bek to “Al Qur’an ” tolong jelasken dulu objeknyah…

  • Haniifa Rubi ‎=> Oom Ayo LEMOT: menurut sampean ORANG MABUK tidak mendiriken shalat ? apa sanksinyah ??????
  • Haniifa Rubi hahaha… definisi SHALAT itu banyak mas dalam AL QUR’AN … aya-aya wae… hikz,,,,,

  • Haniifa Rubi ‎=> Cari dalam Al Qur’an : “Janganlah kamu shalat jika sedang mabuk…” …. ayat ini buwat orang kafir atau sampean yang sok nyaho ???

  • Ayo Momod iya saya belum bertanya definisi shalat, kalau sampean mau menjelaskan juga saya sangt senang,
    dari pada itu saya bertanya tentang sanksinya jika tidak MENDIRIKAN SHALAT.

  • Haniifa Rubi Lha ngapain sampean tanya sangsi segala kalau DEFINISI ajah belon nyaho… duh,…. aya-aya eiu budak lotek… hehehe….

  • Ayo Momod ya kalau sampean tidak berkenan menjawab ya engga papalah, tapi kalau sampean mau beramal baik menjelaskan definisi shalatnya juga saya akan membacanya dengan senang hati.

  • Haniifa Rubi Lha sayah tanya dwulu… yang jadi objek itu siapa ?!
    1. Wanita yang sedang HAID
    2. ANAK-ANAK yang belum aqli baligh
    3. Dalam kondisi peperangan
    4. ORANG yang sedang SAKIT sehingga shalatnya sambil berbaring.
    5. Orang yang ketiduran.
    6. Orang yang sedang MABUK
    – bisa oleh karena dirinya sendiri atau diracun teman.
    7. Buanyakkk mas,… tentuken dwulu deskripsinya, janggan saenak udelmu dewek…..

  • Ayo Momod objeknya orang normal.

  • Haniifa Rubi hahaha… suemua yang sayah tulis juga orang normal atuh euy… hahaha… orgil mah tidak usah puasa dan shalat… ra opo-opo… hahah… .sampen kencingnyah dah lurus belum ???? hiizk.

  • Haniifa Rubi ‎=> Apa menurut sampean kalau ISTRIMU sedang HAID dan tidak shalat maka sampean sebut KAFIR ?… hehehe… culun juga ini anak…

  • Ayo Momod orang beriman dewasa normal tidak ada halangan apa-apa seumur hidup tidak MENDIRIKAN SHALAT.

  • Haniifa Rubi ‎=> Coba lebih spesifik, adakah yang pernah menyampaiken ?!
    misal : ORANG TERSEBUT SEUMUR HIDUP ADA DI SUATU PULAU karena TERPAMPAR ?!

  • Haniifa Rubi ‎=> sampean ngerti arah pembicaraan sayah ?!

  • Haniifa Rubi subtansinya : DEFINISI MENDIRIKEN SHALAT ITU JUGA TERGANTUNG PEMAHAMAN MASING-MASING

  • Ayo Momod engga ada yang semisal itu, saya cuma bertanya, tetangga saya itu ngakunya beriman tapi seumur hidup tidak pernah mendirikan shalat, sing penting zikir katanya.

  • Haniifa Rubi hua.ha.ha… sampean ini kuper tenan…. sukku KUBU dan LUBU penduduk pedalam kalimantan…. kalau dekati orang maka mereka akan mejauh masuk ke dalam hutan belantara.

    Pertanyaan sayah, beranikah sampean mengatakan mereka KAFIR ?!

  • Haniifa Rubi ‎=> Mas Ayo Lemot:
    Berani sampean mengatakan KAFIR kepada tetanggamu ?!
    Bijimana kalau belaiu SHALAT dimasa tua-tua bangke, dan sampean sudah pindah rumah ?!
    Hebat sekali sampean…

  • Ayo Momod saya pribadi tidak pernah mendengar yang sampean ceritakan itu, saya cuma bertanya tentang sanksinya bila tidak mendirikan shalat, dasarnya karena kejadian tetangga saya itu.

  • Haniifa Rubi lha itu sampean artinya sudah paham sangsi menyangsi…. lalu ngapain tanya-tanya segala ?!
    Opo kurang yakin ?!

  • Ayo Momod alemak, jang.

  • Haniifa Rubi Weleh-meleh… sampean kan tahu ayat-ayat tentang yang melalaiken shalat, gitu ajah repot… hikz.

  • Haniifa Rubi masih kurang jelast ?!

  • Ayo Momod lah definisi shalat saja belum sampean terangkan. bagaimana jelasnya?

  • Haniifa Rubi Misal: menurut sayah dalam surah ash shaff bahwa jika dalam peperangan boleh di singkat 2 rakaat per barisan…. lalu selanjutnya 2 rakaat berikutnya…….
    Nah… banyak orang yang menjamak shalat, menurut sayah mah orang itu melalaiken shalat, tapi bagi mereka tidak … jadi harus bijimana ?!Jawab: amalanku buatku amalanmu buat mu…

  • Haniifa Rubi dhus… inkonteks: Shalat itu kewajiban dalam keadaan apapun, namun seperti kata Mas yang diatas ON TIME…. masih kurang jelas ?!

  • Ayo Momod ooOOO gethu ta..?

  • Haniifa Rubi lha iya atuh… sayah sering bepergian jauh kedalam hutan, dan banyak rekan-rekan menjama shalat…. Alhamdulillah walaupun waktu mempet ke penghujung sayah usahaken shalat, berikut hukum wajib dan sunahnyah.
    apakah sayah ini mendiriken shalat atau shalatnyah khusyu, jujur tenan neeh sayah super duper tidak tahu…..

  • Haniifa Rubi ‎=> Mas Ayo Momod: silahken sampean baca sendiri hobi dwulu ini
    https://haniifa.wordpress.com/2012/07/09/orang-baduy-klaim-turunan-nabi-adam/

    haniifa.wordpress.com

    Assalamu’alaikum, “Kang teu nanaon saya ngiringan netepan di dieu”  (Boleh saya

    ikut shalat disini) tanya saya kepada tuan rumah sambil menunjuk ruang tamu yang nyaris tidak beris…

  • Ayo Momod lah tetangga saya itu katanya dia shalat itu bukan nunggang-nungging, sing penting zikrullah. kalau masalah khusu’ itu mah gampang banget mang.

  • Haniifa Rubi Lha kalau menurut sampean khusu’ itu gampan, buat apa sampean senewen sama tetanggamu itu… kecuali tetanggmu suruh dialog dengan @Oom Haniifa… sayah babat habis tuh… hehehe…

  • Ayo Momod sama tetangga itu mah kaga ade senewnnya kang, malah saya hampir senewen “ngobrol” sama sampean disini.🙂
    untung masih tabah.

  • Haniifa Rubi Lho justru sayah yang senewn sama sapean, sayah ini bukan ahlul hukum menghukum… jadi intinyah sayah tidak mau membicaraken keyakin orang yang tidak jelas juntrungnya. Kecuali kalau sampean yang melakukan shalat versi seperti tetangga itu, baru ini bersinggungan langsung dengan ogut…. ?????

  • Ayo Momod gimane yang kaya begitu bisa bersinggungan?

  • Haniifa Rubi sebagai info buwat sampean: biasanya mereka itu beragama Yehova (kristen tapi mendekati tauhid ) dan JIL (sekte Islam)

  • Haniifa Rubi Syi’ah dan Sufistik (tasauf) biasanya SHALAT 3 waktu atau Shalat telanjang, shalat bahasa Indonesia…de.el.el….

  • Ayo Momod JIL islam liberal itu ya? bukan keknya, apalagi yehova.
    kalau shalat pakai bahasa indonesia emang kaga boleh ya?

  • Haniifa Rubi hahah… anak sayah yang masih teka ajah bisa AL FATIHAAH mosok dah gondrong burungnyah tidak bisa satu surah pun… hahaha bodoh tenan itu mah…hikz.

  • Haniifa Rubi weleh…weleh, sayah mah bukan tetangga lagi tapi teman dekat dari kecil…. sekarang belaiu di JKT dan shalatnyah mirip sampean ceritaken… hua.ha.ah…. sayah babat habis tuh sampai semalaman suntuk di coffe shop.

  • Ayo Momod dulu beliau sempat didatangi jemaah tabligh kalau engga luput, yang sering keliling kampung ngajak berjamaah ke masjid/langgar itu, tapi mereka malah didebat sama tetangga itu, kaga ada dalam wahyu shalat mesti nungging-nungging, cuma gitu dah selesai.

  • Haniifa Rubi ‎=> Mas Ayo Momod: bejinih mas mengenai gerakan shalat …. ini sayah kutip dari artikel sendiri:
    ______________________________
    Kaligrafi-Sholatأَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَـنِ الرَّجِيمِوَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يبَنِى إِسْرَءِيلَ إِنِّى رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقاً لِّمَا بَيْنَ يَدَىَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّراً بِرَسُولٍ يَأْتِى مِن بَعْدِى اسْمُهُ أَحْمَدُDan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”. (QS 61:6)Maka tatkala rasul itu datang := Rasulullah itu adalah Nabi Muhammad s.a.w, yang mengembalikan syariat shalat sebenar-benarnya.أَحْمَدُ1. Huruf Alif ا := Lambang orang BERDIRI shalat.2. Huruf Ha ح := Lambang orang RUKUK shalat.

    3. Huruf Mim م := Lambang orang SUJUD shalat.

    4. Huruf Dzal د := Lambang orang DUDUK diantara dua SUJUD shalat.
    Didalam 1 rakaat shalat 2x Alif (berdiri tegak) dan 2x mim (sujud).
    ا = Alif

    1. Huruf Alif := titik awal 0 derajat
    ح = Ha

    2. Huruf Ha := tubuh membentuk sudut 90 derajat
    ا = Alif

    3. Huruf Alif := kembali ke titik awal 0 derajat
    م = Mim

    4. Huruf Mim := tubuh membentuk sudut 135 derajat… titik nol dari berdiri
    د = Dzal

    5. Huruf Dzal := tubuh membentuk sudut 90 derajat
    م = Mim

    6. Huruf Mim := tubuh membentuk sudut 45 derajat… titik nol dari duduk

    BEGITULAH SUDUT-SUDUT yang dibentuk dalam SATU RAKAAT SHALAT.

    JUMLAH := 0+ 90 + 0 + 135 + 90 + 45 := 360 derajat

    Tahukah Anda ?!

    + Jumlah sudut Ka’bah := 90 + 90 + 90 + 90 := 360 derajat

    + Tawaf mengelilingi Ka’bah := 360 derajat * 7

    Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) shalat dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (QS 24:41)

    BUMI shalat := BUMI BERPUTAR 360 derajat

    BURUNG shalat := GERAKAN SAYAP 180+180 = 360 derajat
    _________________________________________

    Sampean boleh percaya atau tidak terserah…. tapi dalam dunia binatang (lebah) mereka melakukan ritual terbang beberapa putaran sebelum mencari madu kedalam hutan….. nah, aneh bin ajaibun mereka tahu dengan pasti arah pulang kembali ke sarang mereka walalupun terbang pada route yang nyaris baru / asing.

    Kembali ke permasalahan gerakan shalat, Insya Alloh orang-orang yang khusyu (baca: konsisten) shalatnya maka akan tahu arah kembali pulang ke tempat semula.
    Misal : Nabi Adam a.s dan Hawa berasal dari Syurga, maka sekurang-kurangnya arah jalan menuju syurga itu dah tergambar secara tidak sadar.

    Mohon maaf sayah tidakmau membahas secara filosofis “mendirikan shalat” yang berbau tasauf.

    Bijimana masih kurang jelas bahwa BERDIRU, RUKUK dan SUJUD itu ada dalam AL QUR’AN ?!

  • Ayo Momod kalau berdiri ruku’ sujud ya ada dalam Quran, bahkan berebah /junub juga ada🙂
    maksud tetangga ane itu waktu ane datangi, kaga ada perintah shalat dalam wahyu itu mesti nungging-nungging, shalat itu zikir asma Allah.ka’bah baytullah itu di dalam hati, gitu katanya, beliau sempat cerita katanya mengikuti ajaran Islam yang dibawa syaikh siti Jenar asalnya, weh saya ndak ngerti.

  • Haniifa Rubi Lha itu dia sayah bilang JIL ( jelmaan Iblis liar)… hehehe….. sebab konsep TUHAN (baca: Alloh) itu menurut mereka ada di hati dooang

  • Ayo Momod dia engga punya jemaah, n enggak kenal JIL, dia sudah tua banget lebih 70th umurnya. dan tidak ada konsep yang sepeerti sampean sebut itu (Tuhan daam hati), justeru sebaliknya kita ini bersatu dengan Tuhan jelasnya kita di dalam Tuhan dan tidak terpisah.

  • Haniifa Rubi wah… nda ngerti yang sayah maksud dengan JIL ?!
    bejinih mas.: Dengan AL QUR’AN sampean bisa mendapatken petunjuk, namun dengan AL Qu’ran juga sampean bisa menjadi linglung.
    Contoh kawan-kawan yang menghujat sayah perihal shalat 3 waktu, perihal waktu buka puasa.
    Subtansi nya sayah menyampaikan yang sayah tahu, begitu juga dengan mereka… jadi bukan soal debat mendebat, tapi mengukur kekuatan berfikir satu dengan yang lain.

  • Ayo Momod wah berarti kekuatan berfikir tetangga saya itu hebat dong yah, faktanya tidak ada perintah shalat mesti sujud mengarah ke Ka’bah, dan beliau artikan baytullah itu dalam hati.

  • Haniifa Rubi Ya jelas dunk lebih hebat dari sampean, tapi Hebat menurut Syaitan yang berbisik dalam dadanya.. hehehe…

  • Ayo Momod faktanya yang beliau nyatakan kan emang bener, bahwa tiada perintah shalat dalam wahyu itu mesti sujud mengarah ke Ka’bah?

  • Haniifa Rubi Lho… jadi lebih hebat dari pendekar tua-taa bangke dung.. hahaha… Coba sampean baca surah 2:144

  • Ayo Momod ‎2:144 tidak berbicara masalah shalat mesti sujud mengarah ke Ka’bah, bahkan sampai ayat 150.

  • Haniifa Rubi hahaha… jadi maksud sampean setiap saat memalingkan “wajah” ke masjidil haram, mau sendang nyetir atau sendang beol… hahah… lucu juga nehhh… murid sinto gendeng ini.. Ayo dunk…😀😀

  • Ayo Momod nah.. kan semakin terbukti kekuatan berfikir tetangga saya itu. justeru selanjutnya karena Masjidil Haram (MH) diartikan bangunan masjid di Mekkah maka ayat 2:144-150 itu adalah mustahil untuk dilaksanakan, kemudian keluarlah tafsiran bahwa ayat itu adalah kiblat shalat meskipun tidak nyambung karena ayatnya sama sekali tidak berbicara fasal shalat mesti sujud dan mengarah ke Ka’bah.

  • Haniifa Rubi ‎=> Oom Ayo Murid Kakek tua-tua bangke:
    Puasalah kamu… tidak setiap saat puasa ada waktu-waktunyah.
    palingkanlah “wajahmu” ke masjidil harram… tidak setiap waktu memalingkan ke arah itu ada waktu-waktu tertentu:
    Misal: ketika SHALAT, ketika UMROH, ketika HAJI… *** Ngarti sampean ***

  • Ayo Momod coba lihat dong, kemana saja dan dari mana saja serta dimana saja, artinya itu disetiap tempat.

  • Haniifa Rubi lha emangnya yang shalat itu di INDONESIA SAJA. atau yang pergi HAJI /UMROH itu orang indonesia saja… hua.ha.ha… ternyata sampean murid kesayangan Kakek sinto gendeng itu yah… hehehe… sampean pihkir sayah tidak tahui… hikz.

  • Ayo Momod dan perlu saya ingatkan ayat itu tidak sedang berbicara masalah shalat mesti sujud dan mengarah ke Ka’bah dan fakta ini belum bisa dibantah. kekuatan berfikir.
  • Haniifa Rubi ‎=> Kakek Ayo Lemod: BATOK mu lebar… tapi isi otaknyah segedel otak kedelei… eh salah yah… hahaha…

  • Ayo Momod jangan-jangan…….. seperti yang sampean katakan di atas, dan benar karenanya kakek tetangga saya itu katakan sudah sesuai wahyu (Quran) bahwa tidak ada perintah shalat mesti nungging dan mengarah ke Ka’bah.

  • Ayo Momod jadi ketika sampean bawakan 2:144, bahkan saya tunjukkan sampai 2:150 itu sampean sekedar kutip ayat tapi kurang tepat.

  • Haniifa Rubi Weleh-weleh… sampean memang super lemod tenan… hahaha… mana ada tulisan Ka’bah di QS 2:144 ? bisa baca Iqro Nggak ?!

  • Ayo Momod makanya saya katakan sampean membawakan ayat yang kurang tepat, ketika saya nyatakan tidak ada perintah wahyu untuk shalat mesti sujud dan mengarah ke Ka’bah.

  • Haniifa Rubi

    Coba diaman kata Ka’bah ?! hehehe…
    QS 2:144
    Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit[96], maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu

     berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.
    ________________
    Dus…
    Kalau Di Masjidil Harram ada Ka’bah .. pastinya sampean belum pernah ke sanah yah… hahaha…

  • Ayo Momod lah iya engga ada,
    bahkan ayat 2:144 itu tidak berbicara fasal shalat.

  • Haniifa Rubi lha kan sudah sayah bilang, bukan hanya shalat tock kearah sana, tapi UMROH dan HAJI… ??!!…

  • Ayo Momod jadi benar donk kakek tetangga sebut itu tidak ada perintah dalam wahyu shalat mesti nungging mengarah ke ka’bah?

  • Ayo Momod lalu atas inisiatif siapa?

  • Haniifa Rubi lah kan sudah sayah bilang si kakek tua-tua bangke (baca Pendeta) hebat sekali berdasarken bisikan syaithon sebab ibadah UMROH dan HAJI nya ke Jerusalem… hehehe…. makanyah shalat dan kurburannya tidak tentu… hahaha…

  • Ayo Momod engga usah melebar ke haji dan umrah dulu, masalah shalat ini aja kekuatan befikir kakek belum bisa sampean “jamah” hhhhh…

  • Haniifa Rubi Lho kok atas inisitap siapa ?!
    kan sudah jelas ARAHKEN KIBLATMU KE MASJIDIL HARRAM… bisa baca nggek .. Kek ?!

  • Haniifa Rubi ‎=> Lho dimasjidil haram itu ada ka’bah, bukan masjidil harram didalam ka’bah… sampean tahu nggak seeh ka’bah ?! … hehehe…. lucu tenan pendeta satu ini… hikz.

  • Ayo Momod lah sampean sendiri tadi tidak sanggup melaksanakan kiblat itu makanya memakai alasan tidak setiap saat, padahal ayatnya mengharuskan disetiap tempat. hhhhh…

  • Haniifa Rubi hua.ha.ha… dasar kakek pendeta pikun, KAMU = jamaah… seluruh manusia yang shalat, Umrah dan Haji… hahaha… idiot tenan sampean mosok setiap saat harus haji… hihiihi… aya-aya wae..😀😀😀

  • Ayo Momod bukan, perintah diayat 2:144-150 itu agar selalu memalingkan wajah ke MH, ingat…? kemana saja, dari mana saja dan di mana saja.

  • Haniifa Rubi Hua.ha.ha… satpam ajah giliran jaganyah, begitu juga manusia yang shalat giliran dunk, yang haji dan yang umrah… wah kake Ayo Lemod: mungkin leher sampean rada-rada miring yah… eh, salah dink… hahaha… geli tenan sayah..😀

  • Ayo Momod saya fikir ini ada korelasinya bahwa kakek tetangga saya bilang MH itu bukan bangunan masjid di Mekkah sana, ia adalah AlQuran. maknanya dimana saja berada palingkan wajahmu kepada petunjuk Quran, jangan kau langgar aturan-aturan dalam Quran.

  • Haniifa Rubi Wahh.. sampean BATOKnua ajah yang lebar tapi otaknyah segede otak keledai…
    Mosok musti ditulis : KAMU yang ada Indonesia, Kamu yang ada di Malaysia, Kamu yang ada di Jepang, Kamu… wahh…. hahaha…. jadi inget kitab bebal OOm Yesus sama Om Budayut sam Oom Hindu… kitabnyah mirip daftar pencarian orang… penuh listing… hihihi…

  • Ayo Momod kalau MH adalah bangunan di Mekkah faktanya memang mustahil menjalan ayat 2:144-150 itu secara fisik saja jelas engga mungkin, tapi kan yang ada ini umumnya masih maksa meski tertatih-tatih memaknai ayatnya.

  • Haniifa Rubi Lho nggfak mungkin bijimana neeh ??!
    Dalam tempo 1 detik setiap masjid pasti adzan SUBUH… saling bersahut-sahutan dan berputar selama 24 jam.
    Bukanya orangnya sama dan masjidnya sama… tapi DI SEMUA TEMPAT DISEMUA PENJURU DUNIA.. … aya-aya wae, si kakek Batok-e nongnong… hihihi… subhanalloh, terhibur sayah dibulan suci ini.. sama dagelan sampean.

  • Haniifa Rubi ‎=> Bijimana masih kurang jelas ?!
    Misal dibangung Shalat Magrib… 3 menit berikutnya di Jakarta Shalat Magrib… 2 menit berikut di mana-mana tak gendong… hehehe….. tolol juga ini orang BATOK ajah di gedein… hehehe….

  • Ayo Momod karena tidak disetiap tempat, di rumah, di sekolah, di atas kendaraan, di atas pesawat, di dalam toilet bisa memalingkan wajah ke MH maka ayat tsb dimaknai sebagai kiblat shalat, setahuku begethoo meski ayatnya tidak bicara masalah kiblat shalat.

  • Haniifa Rubi Lha iya maksnya sudah sayah bilang, orang shalat itu minimal pakai baju, pakai celana, pakai sajadah….. hahaha… kalu sampean BEOL baru menghadap Yesusalem atau ke Roma hihihi…. atau ke BOROBUDUR… baru boleh beol… hahah…. geli tenan neeh….

  • Ayo Momod nah iya kan, padahal tidak ada takhsisnya yang semisal itu, pokoke mesti palingkan wajah ke MH. Kalau zaman nabi Musa kiblatnya malah rumah-rumah (banyak rumah).

  • Haniifa Rubi hahaha… ngorong sampean, coba mana ayatnyah kalau jaman Nabi Musa a.s dirumah2 ?!

  • Ayo Momod yunus:87
    ….. waj’aluu buyuutakum qiblatan …..

  • Ayo Momod dan jadikanlah rumah-rumah kalian qiblatan.

  • Haniifa Rubi ‎. Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: “Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman.”
    _____________________
    Rumah-ruamhMU atau Rumah-MU ?!

  • Ayo Momod disana ada “qiblatan” lho masbro
    وَاجْعَلُواْ بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً

  • Ayo Momod kalau tanwinnya dibaca sukun ya “qiblat”

  • Haniifa Rubi Lho sampean tidak baca apa… RUMAH-RUMAH di MESIR menghadap “RUMAH” Nabi Nusa a.s … apaan tuh jawab MASJIDIL AQSO… hehehe….

  • Haniifa Rubi Mohon maaf Kekek Lemod: syah bisa iqro … tenang ajah… hehehe…

  • Ayo Momod hhhhh… ngayal. rumah disuruh menjadikan qiblat malah terjemahnya jadi tempat shalat.

  • Haniifa Rubi hahaha… siap yang menghayal… hilkz… coba sampean baca ayat sebelumnyah
    “dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir.”
    __________________
    Setelah pengejaran Fir’aun atau belon ?!… hehehe…

  • Ayo Momod engga konsisten. ingat qiblat lho ya 10:87
    di tempatku dah mendekati jam 3, ane mau bangunin isteri dulu. insya ALLAH entar kita bercengkeramah lagi ya masbro, kalau ane ada khilaf mohon dimaafkan.

  • Haniifa Rubi lha nggak usah ngelesa sampean, sayah pihkir burung gerja kakek masih bisa berdiri hehehe…
    Jadi bijimana neeh 10:87 itu ?!
    Ingat: setelah peristiwa pembunuhan oleh Nabi Musa a.s beliau ke … hehehe… lalu, tujuan membawa bangsa Bejad Yahudi ke …. hehehe…Lha ngapain ada baitullah di Yerusalem… (baca: Masjidil Aqso)… hikz?

  • Haniifa Rubi ‎=> Ayo dunk Kakek LEMOD: gunaken BATOKmu yang lebar untuk mnafsirken ayat-ayat AL Qur’an … hehehe…

  • Ayo Momod Satu lagi barangkali buat PR nanti, bahwa syari’ah yang diwasiatkan kepada nabi sebagaimna telah diwasiatkan kepada Nuh Ibrahim Musa Isa.

  • Ayo Momod

    dalam hati saya mikirnya juga aneh sambil mencari jawaban kesana kemari, yang saya ingat pelajaran di sekolah dulu bahwa Islam itu anti berhala, tapi ritual yang ada umumnya justeru banyak ritual batu. coba telaah dari zaman nabi Ibrahim me

    nghancurkan berhala umat beliau bahkan berhala bapak beliau sekalipun.

    agar mereka tidak menyembah dan sujud kepada berhala batu, tetapi juga menjadi aneh kalau kemudian nabi Ibrahim diklaim membangun ka’bah bangunan batu agar zuriyat dan umat selanjutnya sujud mengarah kepadanya, juga tawaf keliling bangunan batu, ambil batu lempar batu. ritual utamanya kok serba batu.

  • Ayo Momod wa salaam.

  • Haniifa Rubi Lha syari’ah itu sudah bukan PR lagi sebab NABI IBRAHIM A.S sebelum membangun MASJIDIL AQSO lebih dulu membangun MASJIDIL HARRAM di MEKKAH… hehehe…

  • Haniifa Rubi salam wa… hehehe…

  • Ayo Momod oh ya satu lagi, kalau saya coba bahasakan gaul, oe kalian para umat kaga boleh neymbah sujud ke berhala batu, tapi sini lho sujud kepada bayt bangunan batu yang kutinggikan buat nyembah Tuhan,

    apa bedanya dengan mereka? padahal di ayat lain kalau ditanyakan kepada kaum musyrik penyembah berhala siapa yang menciptakan langit dan bumi? maka mereka menjawab : ALLAH…!


    hahaha.. siyapa yang menyembah batu, lha memangnyah MASJID TIDAK BOLEH BERDINDING.. .. hahaha… aya-aya wae si BATOK KUYA MAH….

    .:: End ::.

    😀

    wassalam, Haniifa.

17 Responses to “Berdialog dengan JIL”

  1. antelove7 said

    Susah kalo ngasih penjelasan ma muslim tapi ga jarang baca qur’an…..

    • Eka said

      lebih susah kasih penjelasa sama kafirun yang mengaku muslim 🙂

      • antelove7 said

        geneh aja deh…..kita cuma MENYAMPAIKAN saja haha…mo nerima pa ga terserah orang….
        yang penting sesuai dengan 90:17

        kalo udah mati rasa, mati hati ……ya sudahlah.
        kalo di paksa malah kita bisa Zholim ama orang.

      • @Antelove7 and @Eka
        Duh mohon maaf, jujur saja neeh sayah ini hanya berkatepe agama Islam, dhus apakah sayah dah masuk katagori MUSLIM atau MU’MIN, hanya Alloh yang Maha Tahu. jadi sayah absolute tidak mengerti yang kalian perbincangken sebagaiman teguran dari rekan-rekan di group tersebut.

        Yanti Mahanum : mbok ya pake bhasa yg enak dbca enak drasakan gt to yaaa..tunjukan kl muslim itu intelek,santun,bermartabat…ga cm brpikir pake kepala,tp jg pke hati nurani..mgkn dg spt itu suasana diskusi lbh adem,bs saling menghormati..🙂

        Haniifa Rubi : ‎+> Mba Yanti Mahanum : Kalau sampean mau yang enak-enak baca ajah majalah atau certia naruto… puasa juga nggak enak lho mba, menahan lapar dan minum, lapi manfaatnya luar biasa… demikian juga bahasa sayah …. hehehe….
        Bahasa “BUJUK RAYU yang menyesatkan” itu ENAK dibaca dan di dengar tapi TIDAK ENAK PADA AKHIRNYA.
        Masih kurang jelast ?!
        => Nick Name “Ayo Momod” setara dengan sindiran para ahlul orientalis terhadap pengikut Nabi Muhammad s.a.w yang biasa mereka sebut sebagai MUHAMADISM…. duh, kapan umat ini sadarnyah ???

        Ayo Momod whaw.. ..? :wek:wek:
        bukan muhammadism, tapi bukharism.

        >Haniifa Rubi hehehe.. up 2 you dah… hikz.

        Ayo Momod Rasulullah tidak membuat isme seperti yang anda tulis, tetapi mengikuti apa yang diwahyukan yakni Quran.

        >Handi Yawan : Mas Haniifa Rubi, sy menagkap kesan, anda menyimpan pengetahuan lebih banyak dari teman2 lain disini, tetapi sy sarankan sebaiknya disampaikan dg cara yg baik pula, jadi maksud baik anda semoga sampai transfer ilmunya ke teman2 lain yg belum paham maksud anda tsb. Dan untuk Mas Ayo Momod, sy ada saran juga. Menghadapi lawan diskusi typical Mas Hanifa harus LUGAS, fokus pd topik. Jangan ikutin bikin perumpamaaan2 yg memang jagonya. pointnya JANGAN SIBUK DG CANGKANG, kita kupas biar dapet bijinya! BIJIMANA!?

        Lanjut! seru nih….. dan sy anggap debat ini masih dalam koridor wajar. Biasanya sy yg jadi tontonan, gantian, sekarang sy yg nonton kalian. [ADMIN]

        Salam hangat selalu, Haniifa.

  2. agorsiloku said

    Really funny…he…he…
    Tetangga Ayomomod itu, sepertinya penganut “eling” ya.
    Boleh juga ayomomod ini, tabah dalam diskusi, sama tabahnya dengan Kang Haniifa.
    Semoga hidayah keislaman yang benar sampai ke Ayomomod, dan diskusi serta pertanyaan yang dilemparkannya adalah bagian dari proses pencarian kebenaran…..

    • @Kang Agorsiloku
      Hatur tengkiu Apresiasinya,… dan mohon bantuannya, sebab sayah binun neeh 😀

      @Mba-e berkomentar :
      tunjukan kl muslim itu intelek,santun,bermartabat
      ____________________
      Kalau menunjuken MARTABAK TELOR sayah yakin bisa … hehehe

  3. sang pencari tau said

    bengong nih kang hanifa.
    jd ikutan puyeng nih

  4. Rifai said

    Enaknya jadi pengikut aja… Ambil yang paling menguntungkan, dosa ditanggung oleh yang menetapkan aturan🙂

  5. Rifai said

    Punten, saya koreksi , dari kedua pendapat tidak ada yang salah, tetapi keduanya benar menurut …
    Menurut pandangan pak Quraish Shihab (pakar tafsir), juga begitu.
    Istilah kata, misalnya saya diinstruksikan sbb : “Jika batu diatas bukit itu telah menggelinding, maka beranjaklah kamu dari dudukmu”
    Maka saya akan menafsirkan beberapa kemungkinan :
    1. Batu saat mulai menggelinding
    2. Batu terlihat sedang menggelinding
    3. Batu telah selesaimenggelinding

    Jadi masih bisa tetap nyaman ni, buka puasa saat bedug maghrib…

    • @Mas Rifai
      Sampean ku maafken, tapi sayah koreksi yah… hehehe…
      Jadi masih bisa nyaman ni, buka puasa saat ADZAN MAGHRIB… 😀

      • rifai said

        Terimakasih kang atas koreksinya..
        Tapi boleh ya komentar dikit, pernah suatu waktu di kampung saya listrik satu kota mati, radio mati, tv mati, mesjid jauh.. adzan manual (tidak pakai TOA) tidak kedengeran (??). Akhirnya kita cuma berpatokan pada jam dan jadwal puasa, dilebihin sedikit🙂
        sekedar sharing

  6. kangmomod said

    wuah.. wuah… ane dimasukin blog bang haniif🙂
    te o pe dagh.

  7. […] Berdialog dengan JIL […]

  8. Hello, i feel that i saw you visited my website thus i came
    to return the choose?.I’m trying to find things to enhance my web site!I assume its ok to make use of some
    of your ideas!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: