حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Persoalan Shalat tiga waktu

Posted by حَنِيفًا on July 23, 2012

Assalamu’alaikum,

Astaghfirullohal adzim, sungguh saya teledor membaca keluhan pesan dari sahabat lama tentang berkembangnya wacana jumlah shalat wajib menurut Al Qur’an hanya 3 waktu saja, pada dasarnya saya sudah tahu perihal ini dua tahun yang lalu dari artikelnya @Kang Qarrobin Djuti dimana beliau berpendirian seperti itu. Setelah saya pelajari berulang-ulang, Alhamdulilah dengan idzin Alloh saya dapat menarik sebuah hipotesa bahwa kekeliruan itu terjadi karena diawali dengan penafsiran Al Qur’an sekehendak hati tanpa didasari Iman dan Taqwa kepada penerima Al Qur’an itu sendiri (maksudnya hadits dan sunnah Nabi Muhammad s.a.w ).
Satu catatan yang paling mendasar adalah sepandai-pandainya kita membaca dan atau menafsirkan ayat-ayat Al Qur’an, sudah barang tentu masih jauh dibawah penafsiran Nabi Muhammad s.a.w,  kita sudah tidak asing dengan ayat yang menyatakan ketaatan kepada Alloh dan ketaatan kepada Rosululloh serta ketaatan kepada Pemimpin.

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَـنِ الرَّجِيمِ

Aku mohon perlindungan kepada Alloh dari godaan syaithon yang terkutuk.

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ اللَّـهَ وَأَطِيعُوا۟ الرَّسُولَ وَأُو۟لِى الْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّـهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّـهِ وَالْيَوْمِ الْءَاخِرِ ۚ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS 4:59)

Pengertian sunnatulloh (Al Qur’an) tidak perlu saya jelaskan namun pengertian sunnah rasululloh ini bukanlah sunnah menurut istilah fikih yang merupakan lawan dari makruh. Dalam fikih, sunnah artinya sebuah amalan yang apabila dilakukan akan mendapatkan pahala, apabila ditinggalkan tidak mendapatkan dosa. Akan tetapi sunnah yang dimaksud di sini adalah segala sesuatu yang bersumber dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik itu ucapan beliau, perbuatan beliau, ataupun ketetapan beliau yang biasa dikenal dengan istilah hadits.

Sebagai contoh: pengucapan kata “Amiin” setiap akhir do’a adalah dari hadits Rasululloh demikian juga dengan cara-cara beribadah haji (sa’i dan tawaf) walaupun Al Qur’an tidak merincikan jumlah dan waktunya saat menjalankan wajib haji namun semua itu mengikuti sunnah dan atau hadits dari Nabi Muhammad s.a.w yang sudah pasti juga beliau juga mengikuti sunnah dan hadits dari Rasul sebelumnya (baca: Nabi Ibrahim a.s )
Bermula dari penafsiran kata “Hadits” inilah golongan orang-orang yang melalaikan shalat mencari pembenaran tentang jumlah shalat wajib hanya tiga bagian saja.

093,011 : wa –ammaa bi ni’mati rabbi ka fa haddits

dan adapun dengan ni’mat rabb engkau maka rangkaikan

052,034 : fa l ya-tuw bi hadiytsin mmitsli hhi –in kaanuw shaadiqiyn

maka bagi supaya (mereka) memberikan dengan rangkaian semisal nya (Al Quran) jika adalah (mereka) orang – orang yang mengoreksi

012,111 : maa kaana hadiytsan yuftaraa walaakin tashdiyqa lladziy bayna yaday hhi wa tafshiyla kulli syai-in wa hhudan wa rahmatan lli qawmin yu-minuwna

apa (Al quran) adalah rangkaian yang dibuat-buat? tetapi (Al Quran) mengoreksi yang di antara dua tangan nya, dan menjelaskan tiap sesuatu, dan petunjuk dan rahmat bagi kaum yang akan beriman

025,033 : wa laa ya-tuwna ka bi matsalin –illaa ji- naa ka bi lhaqqi wa –ahsana tafsiyran

dan tidak akan diberikan (kepada) engkau (Muhammad) dengan permisalan, kecuali kami datangkan (kepada) engkau (Muhammad) dengan yang lengkap dan sebaik-baik Tafsir

ayat Al Quran merupakan tafsir bagi ayat Al Quran itu sendiri😀
Sumber: Ayat shalat di dalam quran

Kesimpulan dari penafsiran yang fatal pertama: 2 rakaat setiap shalat, ditafsirkan dari (QS 4:101-102) padahal sangat jelas bahwa perlakuan jumlah rakaat shalat tersebut hanya dalam kondisi peperangan atau di medan pertempuran.
Yang kedua adalah mengenai jumlah waktu shalat wajib hanya 3 waktu saja dimana mereka menafsirkan ayat An Nuur ayat 58 padahal yang dimaksud adalah aturan permohonan idzin dari hamba sahaya atau anak-anak yang belum aqli baligh memasuki ruangan dan waktu tertentu, jadi sama sekali bukan mendefinisikan nama-nama shalat.
Al Qur’an tidak perlu menjelaskan secara detail seluruh nama-nama shalat wajib dan sunat sebagai yang saya contohkan nama-nama yang dihalalkan maupun diharamkan menurut Al Qur’an, sebagai ilustrasi buah durian pasti halal karena tidak termasuk yang diharamkan jadi sangat masuk diakal kalau buah durian tidak ada dalam Al Qur’an demikian hal nya dengan nama shalat Subuh, (Dzuhur, Ashar, Maghrib) dan Isya.
Berikut ini saya kutip kembali dari artikel @Kang Qarrobin Djuti.

3 waqtu shalat

024,058 : yaa –ayyu hhaa lladziyna –aamanuw li yasta-dzin kumu lladziyna malakat –aymaanu kum wa lladziyna lam yablughuw lhuluma min kum tsalaatsa marraatin mmin qabli shalaati lfajri wa hiyna tadha’uwna tsiyaaba kum mmina zhzhahhiyrati wa min ba’di shalaati l’isyaa-i tsalaatsu ‘awraatin lla kum laysa ‘alay kum wa laa ‘alay hhim junaahun ba’da hhunna thawwaafuwna ‘alay kum ba’dhu kum ‘alaa ba’dhin kadzaalika yubayyinu llahhu la kumu l-ayaati wa llahhu ‘aliymun hakiymun

Hai yang mana ia orang-orang yang beriman, bagi akan meminta izin (kepada) kamu, orang-orang yang dimiliki (dari) pelayan kamu dan orang-orang yang belum baligh huluma dari kamu tiga kali : dari sebelum shalat fajar, dan ketika meletakkan pakaian kamu dari zhuhhur dan dari setelah shalat ‘isyaa- (inilah) tiga ‘awrat bagi kamu, tidak ada atas kamu dan tidak atas mereka kesalahan setelah (tiga waktu) tersebut mengitari atas kamu, sebagian kamu atas sebagian (yang lain), demikian akan dibuktikan allah bagi kamu ayat-ayat, dan allah maha mengetahui lagi maha bijaksana

Perhatikan !!
Yang diawali kata shalat yaitu Shalat Fajar (subuh) dan Shalat ‘Isyaa sedangkan “zhahhiyrat” tidak diawali kata Shalat padahal kata Zhahra berarti TERANG BENDERANG (BACA: MATAHARI MENYINARI BUMI) sehingga kita mengerti mengapa tidak diawali kata Shalat, karena salah satu waktu yang dimaksud adalah bisa saat menjelang shalat dzuhur (matahari terang) atau saat menjelang shalat Ashar (matahari terang) atau pada saat qobla Maghrib (matahari masih terang).

Tulisan ini saya persembahken bagi seorang pesbuker yang ngenyel…😀

😀

Wassalam, Haniifa.

48 Responses to “Persoalan Shalat tiga waktu”

  1. Roy Rey said

    Met Sahur abah,,🙂

  2. agorsiloku said

    Mengapa shalat 3 waktu dipertanyakan ya. Kan, setelah isra mi’raj, ya Nabi tentu melakukannya 5 waktu. Hadis mengenai solat ini tentunya bukan sekedar ucapan saja, namun contoh keteladanan yang diwariskan dari waktu ke waktu, tiada jeda seharipun dari ummatnya dalam menjalankan ritual sholat, di bagian ummat manapun di seluruh dunia…
    Kiranya, logika perubahan terjadi di abad 8 (?) rasanya nggak sense. Kalau ini terjadi dan menyebabkan penambahan waktu salat wajib.

    • @Kang Agorsiloku
      Saya kira terjadinya penambahan adalah suatu fakta nyata misalnya hari berkumpul (jumaah) yang sudah ditentukan oleh Allah yaitu hari jum’at, oleh Yahudi dirubah menjadi hari sabtu (+1) ,setelah dilanggar dan diampuni oleh Allah, mereka bukannya mengembalikan pada posisi awal malah menambah jadi hari Minggu (+1) (Nashrani, dan umat kristen melo-melo yang terakhir ini )
      Ada wacana yang cukup menarik dari sodara kita, yaitu tentang Shalat 7 waktu.

      Artikel ini merupakan keterangan ibadah Salat dalam perspektif Kristen Salat Tujuh Waktu

      Barangkali agak asing rupanya, jika orang Kristen berbicara tentang salat. Karena kata Salat atau Sembahyang itu sendiri jarang disinggung-sentuh oleh orang Kristen. Padahal jauh sebelum saudara kita kaum Muslim menggunakan kata ini, orang Kristen Orthodox telah menggunakan kata “Salat” saat menunaikan ibadah. Kata “Salat” itu sendiri dalam bahasa Arab, berasal dari kata tselota dalam bahasa Aram (Suriah) yaitu bahasa yang digunakan oleh Tuhan Yesus sewaktu hidup di dunia. Dan bagi umat Kristen Ortodoks Arab yaitu umat Kristen Ortodoks yang berada di Mesir, Palestina, Yordania, Libanon dan daerah Timur-Tengah lainnya menggunakan kata Tselota tadi dalam bentuk bahasa Arab Salat, sehingga doa “Bapa kami” oleh umat Kristen Ortodoks Arab disebut sebagai Sholattul Rabbaniyah.

      Dengan demikian “Salat” itu awalnya bukanlah datang dari umat Islam atau meminjam istilah Islam. Jauh sebelum agama Islam muncul, istilah Salat untuk menunaikan ibadah telah digunakan oleh umat Kristen Ortodoks Timur, tentu saja dalam penghayatan yang berbeda.Salat masih dilakukan di gereja-gereja Arab, kalau di Gereja Katolik namanya Brevir atau De Liturgia Horanum. Hampir seluruh Gereja-gereja di Timur masih melaksanakan Salat Tujuh Waktu (As-Sab’u ash-Shalawat). Dalam gereja-gereja Ortodoks jam-jam salat (Arami: ‘iddana tselota; Arab: sa’atush salat) ini masih dipertahankan tanpa putus sebagai doa-doa baik kaum imam (klerus) maupun untuk umat (awam).

      Sumber dari : Oom Wikipedia.

      Saya tidak ingin menselisihi penggunakan kata “Tsa” dengan “Shod” dalam sejarah asal kata Shalat, tapi rasa-rasanya boleh jadi peristiwa isra-miraj adalah validasi jumlah shalat 5 waktu dan arah qiblat.😀

      Kalau mengenai shalat 3 waktu dipertanyakan sama @Oom Ramadhan Dedet, … hahaha… lucu tenan orang ini mah, saya kira boro-boro shalat tiga waktu yang diyakini benar sendiri, tapi shalat jum’at pun belum pernah tuhh, lha wong shalatnya cuma setahun sekali yaitu shalat ‘idul fitri tock.


      Ramadhan Dedet ‎62:9-11 shalat Jum’at di waktu dhuhur dengan berjama’ah yang tahapannya shalat dulu baru khotbah

      :Mana ada shalat jum’at sebelum Khotbah, ?! 😆

      • Rubon said

        Maksudnya Ramadhan Gedhek adalah shalat sendiri, khotbah sendiri, shalat berjamaah tapi sendiri😆

  3. Rubon said

    @All
    Menurut pemahaman Saudara Ramadhan Gedhek:mrgreen:

    (QS.73:20) pada kalimat : “ bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Alqur’an “.
    Alqur’an tidak memberikan kejelasan tentang apa yang dibaca di waktu berdiri, rukuk, disaat I,tidal dan waktu sujud, karena itu (QS.15:87) ini memberikan pemahaman bahwa surah Al Faatihah boleh dibaca berulang-ulang, maka boleh dibaca saat berdiri, rukuk dan sujud

    Tidak terbayangkan, kalau orang ini jadi Imam Shalat berjamaah. 😆

    • Cekixkix said

      Ramadhan Dedet bersabda diatas angkot : Hale kuya Kristus meletus….. Cekixkix…kix…kix…

      Ramadhan Dedet berfiman diatas vihara : Om Santi santi sexy … Cekixkix…kix…kix…

      Ramadhan Dedet Bergumul diatas Candi : Amit-amit deh lu Budhayut …. Cekixkix…kix…kix…

    • Coba kalau @Oom Ramadhan Dedet menguraikan ayat-ayat ini, pasti top dah… hehehe….

      Kesaksian : Hindu-Budha
      Naiklah Yesus ke atas keledai betina. Seperti biasa Yesus selalu memasukkan jari telunjuk dan kemaluannya nya ke dalam lobang kemaluan keledai betina😆 yang baru saja dicuri dari Betfage hingga Yesus mengeluarkan cairan rupa mani. Semua orang Israel melihat hobi Yesus sambil berseru :”Inikah kerjaan mesias?” (Matius 20:22)

      Pada Al-Kitab terbitan 1928 sebelum akhirnya diedit oleh Pendeta Albert D. Meyer dari Gereja Reformis Belanda yg melakukan perubahan total terhadap Injil, termasuk dengan menendang ayat Matius 20:22 tersebut dari Al-Kitab.
      (Jangan lupa, al-kitab terbitan 1928 tersebut kini tersimpan di Nationalbibliothiek, Vienna, Austria.)

      Cover Hindu boy’s : Hinduism – Culture Animal Sex

      • cekixkix said

        @Om Hanifeh
        Kheknya lebih menjijikan ocehan @Om Ramadhan Dedet deh….😛

      • johny said

        QS 2:272: Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikit pun tidak akan dianiaya (dirugikan).
        ———————————————————————————————————————————————————————-
        QS 3:20: Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku”. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: “Apakah kamu (mau) masuk Islam?” Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
        ———————————————————————————————————————————————————————
        QS 6:108: Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.
        ————————————————————————————————————————————————————————
        QS 49:11. Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.

  4. Name Here said

    Haniifa Rubi Wahh…. sampean makin ngawur ajah neeeh … hikz.
    QS Ar Ruum 17: تُصْبِحُونَ = waktu PAGI HARI, bukan fajr (subuh)… subhanalloh, jadi bijimana neeh shalat sampean ?!

    Jah, belon semenit gua baca, lo om punya omong katanye jangan bututin depag. Nah enih gw baca beda ama depag punya.

    Pagi ape subuh nih.

  5. Mariska kalo ikutan baca tulisan ama komentarnya malah tambah bingung ka. Salam sayang aja

    @
    😉 Salam sayang kembali,…
  6. Irfan said

    Bagaimana pendapat Oom Haniifa, tentang ke-anehan-an angka 3 berikut : angka bulat berapapun yang berkelipatan 3, kalau dibolak-balik urutannya , selalu tetap berkelipatan 3.
    Contohnya, taruh dah sebarang bilangan 19847, angka ini saya kalikan 3 menjadi 59541
    lalu dibagi 3 : 59541/3 = 19847
    urutannya di bolak-balik secara acak, akan selalu habis dibagi 3,
    95415 / 3 = 31805
    51459 / 3 = 17153
    54159 / 3 = 18053
    51954 / 3 = 17318
    54591 / 3 = 18197
    55419 / 3 = 18473
    15954 / 3 = 5318
    59415 / 3 = 19805
    54951 / 3 = 18317
    dll…..

    • @Mas Irfan
      Bijimana dengan bilangan satu (1):
      QS 112:1
      Qul huwa Allohu Ahad
      Katakan: Dia-lah Alloh Yang Maha Satu

      112:1 => 1+1+2 : 1
      2 + 2 = 4
      2 x 2 = 4
      22/1 = 4
      22 x 1 = 4
      4 / 1 = 4
      4 x 1 = 4

      4 + 1 = 5 jadi shalat wajib itu adalah LIMA WAKTU.
      aya-aya wae.. hehehe

  7. Dhama said

    ) LIKE THIS

  8. ade vera anggraeni said

    saya mau tanya,mohon jawaban yang nyata.apakah ada gerakan shalat di waktu maghrib sperti qunut pada shalat subuh,apakah itu termasuk musyrik dan jika benar ada apa hukun nya dan untuk apa

    • A.h. Johan. Suhardi said

      Salamun alaikum, fiqih adalah hukum syareat, sebelum kita bahas sareat, kita mesti paham dulu sampai mana iman kita kepada allah, karena sareat dipegang oleh orang saleh akan menjadi baik, sedangkan bila di pegang ama arang gk baik maka akan ikut tidak baik,

  9. kebenaran sejati hanya milik Allah..kita gak tau..yg pling benar.
    jangan kbuiru bikin vonis salah benar mas..

  10. A.h. Johan. Suhardi said

    Salamun alaikum buat haifa, dan pengisi blog ini, kata2 baik lebih indah, dan kata2 indah lebih terpuji, peganglah oleh kita iman kepda allah, hingga kita tidak di adu domba oleh iblis, niat baik pun akan jadi buruk jika iblis yang ada di hati kita, mintalah pertolongan di setiap kita berbuat tau berucap, yaitu pertolongan dan perlindungan dari godaan iblis setan jin dan manusia serta hewan2 dan takdir buruk dari allah, hingga kita tidak langsung memponis sesama manusia dengan kata2 sesat, karena benar dan salah hanya milik allah lewat takdir yang tertulis di laufilmahfudz, jika masih berdebat silahkan pelajari rukun iman terlebih dahulu, hingga nanti kita akan paham apa arti dari ibadah kepada allah, tidak hanya ikut2an, dan tidak hanya baca2an aja, sesuaikan lewat tingkah dan pembuktian diri,
    Mungkin kita bisa share, mail saya : abadikan_cintamu@hush.ai

  11. Temy said

    Kita hanya menyampaikan saja, jangan menyuruh orang lain harus mengikuti apa yang kita sampaikan walaupun itu benar menurut keyakinan kita. Karena kebenaran sejati hanya milik Allah.
    “Janganlah merasa benar”

  12. johny said

    Peace be upon you,

    Solat menurut al-Qur’an

    Solat umat Islam dikatakan telah diajar oleh Rasul. Maka ia adalah Sunnah Rasul. Para ulama tidak pernah mengakui bahawa solat adalah “Sunnah” Allah, iaitu suatu amalan yang diajar Allah melalui Kitab-Nya, al-Qur’an. Sebaliknya mereka selalu berkata “Manakah ada cara bersolat di dalam al-Qur’an!”

    Kertas ini menjawab soalan tersebut. Di dalam jawapan ini, segala keterangan dirujuk kepada al-Qur’an sahaja, dan keterangan yang akan dikemukakan akan menyinggung perasaan kerana bercanggah dengan amalan solat biasa umat Islam. Segala hujah yang dikemuka bukanlah untuk buktikan umat telah tersilap, tetapi sekadar untuk menyatakan apa yang terkandung di dalam al-Qur’an mengenai solat, di samping menjawab cabaran ulama tadi.

    Nama dan Waktu

    Penjelasan dimulakan dengan memperihalkan nama bagi tiap-tiap solat. Terdapat hanya tiga nama solat di dalam al-Qur’an, iaitu Solat Fajar (24:58), Solat Isyak (24:58), dan Solat Wusta, atau solat yang di tengah (2:238). Tiga nama solat ini menunjukkan waktunya juga. Waktu-waktunya dijelaskan lagi dengan sebuah ayat lain berbunyi:

    “Dan lakukan solat pada dua tepi siang, dan awal malam.” (11:114)

    Solat yang pada waktu tepi siang pertama ialah solat fajar, sementara solat wusta, atau solat yang di tengah, pada tepi siang yang kedua. Solat yang dilakukan pada awal malam itu ialah solat isyak.

    Perkataan “wusta” ingin dimenjelaskan lagi di sini. Ia bermakna “di tengah”, dan menurut pendapat saya, maksudnya adalah waktu yang di tengah di antara siang dan malam, atau cahaya dan gelap. Waktu yang pendek ini dikenali umum sebagai waktu maghrib. Oleh kerana al-Qur’an menjelaskan sendiri, maka waktu solat wusta selanjutnya dijelaskan dengan sebuah ayat berbunyi:

    “Lakukan solat dari terbenam matahari hingga kegelapan malam” (17:78).

    Lantas, waktu solat wusta adalah dari terbenam matahari hingga kegelapan malam, iaitu di tepi siang yang kedua.

    Tiada kaitan

    Walaupun nama-nama lain yang lazim digunakan untuk solat, seperti Zuhur, Asar, Maghrib dan Subuh, tercatat di dalam al-Qur’an, namun mereka tidak dikaitkan dengan solat, atau waktu solat. Umpamanya nama “maghrib”, ia bukan sahaja bukan nama solat, tetapi juga bukan nama waktu. Ia sebenarnya adalah suatu arah, iaitu barat, seperti yang ditunjukkan pada ayat Allah berbunyi “Kepunyaan Allah Timur dan Barat” (2:115)

    Zuhur pula di dalam al-Qur’an adalah waktu berehat pada tengah hari, apabila pakaian ditanggalkan. Firman-Nya,

    “Wahai orang-orang yang percaya, hendaklah mereka yang tangan-tangan kanan kamu miliki, dan mereka di antara kamu yang belum cukup umur, minta izin kepada kamu tiga kali – sebelum solat fajar, dan apabila kamu tanggalkan pakaian kamu pada waktu zuhur, dan selepas solat isyak – tiga kali aurat (penelanjangan) bagi kamu.” (24:58)

    Sementara “asar” di dalam al-Qur’an bermaksud “masa” atau “waktu” dan tiada kaitan dengan solat seperti yang terdapat pada ayat yang berbunyi “Demi masa! Sesungguhnya manusia dalam kerugian,” (103:1-2)

    Bukan sahaja tidak disebut nama solat maghrib, atau solat zuhur, atau solat asar di dalam al-Qur’an, tetapi juga, turut tidak disebut adalah nama “solat subuh”. Subuh dan fajar, seperti nama dan sebutan bunyinya yang berlainan, adalah dua masa atau waktu yang berlainan. Waktu subuh adalah sebelum fajar, iaitu waktu akhir malam. Perkataan ‘subuh’ terdapat pada ayat-ayat 11:81, 74:34, 81:18 dan 100:3, dan didapati tiada kaitan dengan solat langsung.

    Ditentukan

    Solat hendaklah dilakukan pada waktu-waktu yang Allah tentukan, seperti arahan-Nya yang berbunyi:

    “Sesungguhnya waktu solat adalah dikitabkan (ditentukan) bagi orang-orang mukmin.” (4:103)

    Tiada terdapat pula satu ayat pun di dalam al-Qur’an yang membolehkan solat itu dilakukan pada waktu yang bukan waktunya, seperti mengqadarkannya atau menjamakkannya. Walau dalam keadaan apapun solat hendaklah dikerjakan. Ayat yang berikut jelaskannya:

    “Jika kamu dalam ketakutan, maka sambil berjalan kaki, atau menunggang. Apabila kamu telah aman, ingatlah akan Allah sebagaimana Dia telah ajar kamu apa yang kamu tidak tahu.” (2:239)

    Seperkara lagi, daripada ayat tersebut, umat diingatkan supaya lakukan solat seperti yang diajar oleh Tuhan – segala ajaran Tuhan terkandung di dalam al-Qur’an.

    Rakaat

    Cara solat di dalam al-Qur’an adalah senang serta mudah diubah menurut keadaan dan keikhlasan diri. Umpamanya bilangan rakaat. Ia tidak disebut sama sekali di dalam al-Qur’an, dan dengan ini ia beri peluang kepada umat untuk menunjukkan keikhlasan dalam lakukan solat mereka, sama ada untuk memanjangkan atau memendekkannya.

    Wuduk

    Mengenai wuduk pula (perkataan “wuduk” tidak disebut di dalam al-Qur’an), hanya empat bahagian anggota badan yang terlibat, iaitu muka, tangan, kepala, dan kaki. Ini dijelaskan dengan ayat yang berikut:

    “Wahai orang-orang yang percaya, apabila kamu berdiri untuk solat, basuhlah muka kamu dan tangan kamu hingga siku, dan sapulah kepala kamu dan kaki kamu hingga pergelangan kaki. Jika kamu dalam junub, bersihkan diri kamu; tetapi jika kamu sakit, atau dalam perjalanan, atau jika salah seorang antara kamu datang dari tandas, atau kamu sentuh perempuan, dan kamu dapati tiada air, maka tayamumlah dengan debu tanah yang baik, dan sapulah muka kamu dan tangan kamu dengannya. Allah tidak hendak buat sebarang kesulitan bagi kamu, tetapi Dia hendak bersihkan kamu, dan supaya Dia sempurnakan rahmat-Nya ke atas kamu, supaya kamu berterima kasih.” (5:6)

    Ayat ini telah juga disebut oleh Rasul, dan baginda tidak mungkin menambah bahagian-bahagian anggota yang lain dalam wuduk kerana jika baginda buat demikian maka Allah akan membunuhnya. Firman-Nya

    “Sekiranya dia (Muhammad) mengadakan terhadap Kami sebarang ucapan, tentu Kami ambilnya dengan tangan kanan, kemudian pasti Kami memotong urat jantungnya.” (69:43-46)

    Kiblat

    Kiblat menurut al-Qur’an ialah Masjidil Haram, yang di tengahnya terletak Kaaba. Rasul sendiri telah mencari-carinya dahulu lalu Allah tunjukkan kepadanya melalui ayat yang berikut:

    “Kami lihat kamu membalik-balikkan wajah (muka) kamu ke langit; sungguh Kami akan palingkan kamu kepada kiblat yang kamu puas hati. Maka palingkanlah muka kamu ke arah Masjidil Haram; dan di mana sahaja kamu berada, palingkanlah muka kamu ke arahnya. orang-orang diberi al-Kitab tahu bahawa itu adalah yang benar daripada Pemelihara mereka; Allah tidak lalai daripada apa yang mereka kerjakan.” (2:144)

    Pakaian

    Pakaian untuk solat adalah yang baik atau cantik kerana ketika itu umat berhadapan serta berkomunikasi dengan Penciptanya. Malahan, Allah telah menyuruh ambil perhiasan di setiap masjid, yang bermaksud tempat sujud. Dan sujud dilakukan juga dalam solat. Firman-Nya,

    “Wahai Bani Adam, ambillah perhiasan kamu di setiap masjid” (7:31).

    Berkomunikasi

    Solat adalah suatu cara istimewa dalam interaksi dengan Allah kerana ia dimulakan dengan membersihkan bahagian-bahagian anggota badan yang tertentu. Satu daripada tujuan umat berkomunikasi dengan-Nya adalah untuk memohon pertolongan. Firman-Nya:

    “Kamu mohonlah pertolongan dalam kesabaran dan solat….” (2:45)

    Mohonlah kepada-Nya. Sebaik-baik permohonan adalah menurut apa yang diajar-Nya di dalam al-Qur’an.

    Solat bukan sahaja masa untuk memohon pertolongan tetapi juga suatu masa untuk mengingati-Nya. Ini dijelaskan dengan sebuah ayat lain berbunyi

    “Dan lakukan solat untuk mengingati Aku.” (20:14)

    Bahasa

    Bahasa bukanlah satu isu dalam menyembah Tuhan. Dia tidak pernah mengarahkan bahasa Arab dijadikan bahasa pengantar dalam solat untuk semua kaum. Sebaliknya, Dia melarang lakukan solat jika apa yang diucapkan di dalamnya tidak difahami. Firman-Nya:

    “Wahai orang-orang yang percaya, janganlah mendekati solat apabila kamu sedang mabuk sehingga kamu tahu apa yang kamu ucapkan,” (4:43)

    Setelah dilarang kerjakan solat apabila segala yang diucap tidak difahami dan seseorang itu terus bersolat juga, maka apakah hukumnya? Ingin diingatkan di sini bahawa Iblis telah jadi kafir setelah mengingkari hanya satu (sahaja) perintah Allah!

    Suara

    Nada suara dalam solat tidaklah terlalu tinggi dan tidak pula terlalu rendah tetapi di pertengahan, dan ini adalah untuk semua solat. Firman-Nya:

    “Dan jangan kamu lantangkan dalam solat kamu, dan jangan juga mendiamkannya, tetapi carilah kamu satu jalan di antara yang demikian itu.” (17:110)

    Seru

    Solat dimulakan dengan menyeru Nama-Nya, seperti Allah, atau Ar-Rahman (Yang Pemurah) atau mana-mana nama-Nya yang indah yang diajar di dalam al-Qur’an (nama Allahu Akbar tiada di dalamnya). Firman Allah:

    “Katakanlah, ‘Serulah Allah, atau serulah Yang Pemurah; apa sahaja yang kamu seru, bagi-Nya nama-nama paling baik.’ Dan jangan kamu lantangkan dalam solat kamu, dan jangan juga mendiamkannya, tetapi carilah kamu satu jalan di antara yang demikian itu.” (17:110)

    Ayat yang menyusulinya menetapkan apa yang harus diucap selepas seruan itu, iaitu:

    “Dan katakan, ‘Segala puji bagi Allah yang tidak ambil seorang anak, dan yang tidak ada sebarang sekutu dalam kerajaan, dan tidak juga sebarang wali (pelindung) daripada kerendahan diri.’” (17:111)

    Bacaan

    Bacaan di dalam Solat boleh dipetik daripada mana-mana ayat yang sesuai yang berjumlah dengan banyak di dalam al-Qur’an. Pilihan adalah berdasarkan keperluan dan selera sendiri kerana solat adalah suatu alat perhubungan yang amat peribadi antara hamba dan Pemeliharanya.

    Sebagai contoh, ayat yang lazim diucapkan umat Islam pada permulaan solat mereka berbunyi “Inna solati wanusuki wamahyaaya wamamaati lillaahi rabbil aalamiin” yang bermakna, “Sesungguhnya solatku, dan ibadahku, dan hidupku, dan matiku, untuk Allah, Pemelihara semesta alam”. Ini sebenarnya adalah ayat 6:162 di dalam al-Qur’an.

    Akan tetapi, di dalam al-Qur’an ayat tersebut bermula dengan kata “qul” atau “katakanlah”, iaitu “Qul inna solati wanusuki…” atau “Katakanlah, ‘Sesungguhnya solatku, dan ibadahku ….”

    tinggalkan kata “qul” atau “katakanlah” pada ayat ini di dalam solat adalah wajar kerana ketika itu umat bercakap dengan-Nya. Mahukah kita menyuruh Dia dengan “Katakanlah …”?

    Justeru itu, pada ayat-ayat lain seperti “Qul a’udzu birabbin naas ….” (Surah 114) yang bermaksud “Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Pemelihara manusia ….’”, atau “Qul huwal laahu ahad …” (Surah 112) yang bermakna “Katakanlah, ‘Dialah Allah yang satu …”, haruslah ditinggalkan qulnya juga kerana meninggalkannya adalah amat munasabah.

    Akulah Allah

    Sesetengah pihak mendakwa bahawa solat adalah masa untuk membaca al-Qur’an. Ini tidak benar, kerana amalan kerjakan solat dan membaca al-Qur’an adalah dua perintah Tuhan yang berlainan, seperti yang disebut di dalam ayat 73:20. Seterusnya ada juga orang yang mendakwa bahawa mana-mana ayat al-Qur’an boleh dibaca dalam solat. Ini juga tidak benar. Sebagai contoh, bolehkah dibaca ayat al-Qur’an yang berikut di dalam solat:

    “Sesungguhnya Akulah Allah; tidak ada tuhan melainkan Aku; maka sembahlah Aku, dan lakukan solat untuk mengingati Aku.” (20:14)

    Mahukah diucap kata-kata tersebut kepada Allah, walaupun ia ayat al-Qur’an?

    Hanya Allah

    Solat adalah hanya untuk Allah. Lalu hanya nama-Nya harus diseru. Firman-Nya,

    “Serulah Allah, atau serulah Yang Pemurah; apa sahaja yang kamu seru, bagi-Nya nama-nama paling baik.” (17:110)

    “lakukan solat untuk mengingati Aku.” (20:14)

    “Masjid-masjid adalah kepunyaan Allah; maka janganlah seru, berserta Allah, sesiapa pun.” (72:18)

    Laku

    Berdiri, rukuk (tunduk) dan sujud disebut berulang kali di dalam al-Qur’an. Bagaimana seseorang itu menyesuaikan diri dengannya adalah keputusannya yang paling baik untuk dirinya. Begitu juga dengan bacaan bagi tiap-tiap laku, terpulanglah kepada individu untuk memilih ayat-ayat yang bermakna lagi wajar dalam solatnya. Mungkin boleh dipersoalkan bagaimana orang-orang yang berikut, iaitu orang-orang yang telah dijanjikan Allah dengan janji yang baik, lakukan solat mereka? Firman-Nya:

    “Sesungguhnya orang-orang yang percaya, dan orang-orang Yahudi, dan Kristian, dan Sabiin, sesiapa percaya kepada Allah dan Hari Akhir, dan buat kerja-kerja baik , maka upah mereka adalah di sisi Pemelihara mereka, dan tiadalah ketakutan pada mereka, dan tidaklah mereka bersedih.” (2:62)

    Apa yang ingin dibaca semasa tunduk (rukuk) misalnya, bolehlah ambil teladan daripada Nabi Daud yang memohon ampun semasa tunduk:

    “Dan Daud sangka Kami mengujinya; lalu dia minta ampun kepada Pemeliharanya dan dia jatuh, tunduk, dan dia berkesesalan” (38:24).

    Atau semasa sujud, ambillah pengajaran daripada ayat-ayat di bawah ini:

    2:58. Dan apabila Kami berkata, “Masuklah bandaraya ini, dan makanlah dengan senang daripadanya di mana sahaja kamu hendaki, dan masuklah pada pintu gerbang dengan bersujud, dan katakan, ‘Tidak membebankan’; Kami akan ampunkan kamu atas pelanggaran-pelanggaran kamu, dan tambahkan kepada orang-orang buat baik.”

    7:120-121. Dan ahli-ahli sihir lemparkan diri, bersujud. Mereka berkata, “Kami percaya kepada Pemelihara semua alam,

    17:107-108. Katakanlah, “Percayalah kepadanya, atau tidak percayai; orang-orang diberi pengetahuan sebelumnya, apabila dibacakan kepada mereka, jatuh di atas dagu-dagu mereka dengan bersujud, Dan berkata, ‘Pemelihara kami disanjung! Janji Pemelihara kami dilakukan.’

    25:64-65. Yang melalui malam dengan bersujud kepada Pemelihara mereka, dan berdiri. Yang berkata, “Wahai Pemelihara kami, Engkau palingkanlah daripada kami azab Jahanam; sesungguhnya azabnya adalah penderitaan yang paling ngeri,

    32:15. Orang-orang yang percayai ayat-ayat Kami hanyalah yang apabila mereka diingatkan dengannya jatuh bersujud, dan mereka sanjung dengan memuji Pemelihara mereka,

    50:40. Lafazlah sanjungan-Nya pada malam hari, dan pada hujung-hujung sujud.

    Akhir

    Seperti mana-mana seruan kepada-Nya, solat diakhiri dengan memuji Allah. Pujian kepada-Nya berbunyi “Alhamdulil lahi rabbil alamin” atau “Segala puji bagi Allah, Pemelihara semua alam.” Ini diketahui daripada ayat-Nya yang berbunyi:

    “Dan akhir seruan mereka, ‘Segala puji bagi Allah, Pemelihara semua alam.’” (10:10)

    Dan Kata-Nya lagi, “Dan Dia, Allah; tidak ada tuhan melainkan Dia. Bagi-Nya segala pujian pada permulaan dan akhir, dan bagi-Nya juga Putusan, dan kepada-Nya kamu akan dikembalikan.” (28:70)

    Penutup

    Banyak telah diperkatakan mengenai solat menurut ajaran Tuhan di dalam al-Qur’an di sini. Tentulah ia didapati bertentangan dengan ajaran para ulama yang menyatakan solat mereka datang dari Rasul atau sunnahnya. Walhal, di dalam kelima-lima kitab hadis terbesar di dunia mereka, tidak terdapat keperincian dalam lakukan solat seperti yang diajar kepada umat. Yang terdapat hanyalah beberapa hadis Nabi mengenai solat yang tidak diamalkan oleh mereka yang juga tidak diajar kepada umat Islam yang menuruti mereka dengan taat.

    Othman Ali
    1992
    (dikemaskini 2002)

  13. johny said

    Salamunalaikum,

    QS 62:9 has been used to support the idea of a congregational prayer on Friday.

    I am no arabic speaker; but I was led to understand that the typical Arabic Week starts on Sunday and ends on Saturday and that the **NAME** of days in an arabic week are based on **NUMBERS** such as follows:

    1 = ahad = sunday
    2 = isnaini = monday
    3 = thalasa = tuesday
    4 = arba’a = wednesday
    5 = khamis = thursday
    6 = sittah = friday
    7 = saba’ah or sabtu = saturday

    But, these days, if one asks an arabic speaker he will tell you that “Friday” in arabic is “Al Juma’ah” and not “Al Sittah”.

    Question:
    One begins to wonder why the names of other days of the week are “numbers-based” EXCEPT for the sixth day only. Could this yet be another example of the consequence of blind following of corrupted hadiths which attempted to justify their non-existent “salatul jumuah” in the Quran?

    Answer:

    To support the question, I quote (or rather, copy and paste) only two hadiths from Bukhari. They are the first and the second on “Friday” and I think I need to go no further. Interestingly, in the first hadith, one understands that Friday, a day of celebration, not prayer, was initiated by a Jew! While the second, tells us that Friday (again no prayer was mentioned but only celebration) was created just to prove that Muslims are the foremost.

    These “facts” do not sound divine to you and me as Qur’an students. But, who are we against one point two billion people? Or, what is one point two billion people against The Almighty! On that note, I rest my case.

    Hadith #1:

    Narrator: Umar ibn al-Khattab
    Reference: SAHIH AL-BUKHARI
    Hadith No: 1.43

    Once a Jew said to me, “O the chief of believers! There is a verse in your Holy Book which is read by all of you (Muslims), and had it been revealed to us, we would have taken that day (On which it was revealed) as a day of celebration.”

    Umar ibn al-Khattab asked “which is that verse?” The Jew replied, “This day I have perfected your religion for you, completed My favour upon you, and have chosen for you, Islam as your religion.” (5:3)

    Umar replied, “No doubt, we know when and where this verse was revealed to the Prophet (peace_be_upon_him) It was Friday and the Prophet was standing at Arafat (i.e. the Day of Hajj).”

    Hadith #2:

    Narrator: AbuHurayrah
    Reference: SAHIH AL-BUKHARI
    Hadith No: 2.1

    I heard Allah’s Apostle (peace_be_upon_him) saying, “We (Muslims) are the last (to come) but (will be) the foremost on the Day of Resurrection though the former nations were given the Holy scriptures before us.

    And this was their day (Friday) the celebration of which was made compulsory for them but they differed about it. So Allah gave us the guidance for it (Friday) and all the other people are behind us in this respect: the Jews’ (holy day is) tomorrow (i.e. Saturday) and the Christian’s (is) the day after tomorrow (i.e. Sunday).”

    • johny said

      Pada “hari berkumpul” yang dimaksudkan itu terdapat jual beli, perdagangan atau hiburan. Dewasa ini, di tempat kita, hari tersebut boleh diertikan kepada hari pasar malam, hari pertandingan bola sepak atau permainan lain, hari Fun Fair, hari pertunjukan pentas seperti konsert, dan sebagainya, di mana pada hari mereka dijalankan, manusia akan berkumpul dari petang hingga ke malam. Pada masa itu juga terdapat satu atau dua waktu solat yang wajib dilaksanakan.

      QS 62:9 mengandungi hanya satu perkataan jum’ati. Perkataan itu juga adalah satu-satunya yang terdapat di dalam seluruh surah tersebut. Ia bermaksud, sama ada Jumaat (seperti yang lazim ditafsirkan) atau berkumpul atau jemaah.

      Oleh karena itu, sekiranya perkataan tersebut diartikan kepada Jumaat maka ia bukan berkumpul atau jemaah. Dan sebaliknya, jika ia diartikan kepada berkumpul atau jemaah pula, maka ia bukan Jumaat.

      Bagi kami, frasa solaati min yaumi -ljum’ati bererti seperti berikut:

      solaati = solat
      min = daripada/pada
      yaumi = hari
      -ljum’ati = berkumpul

      Seperkara lagi yang menarik perhatian ialah dalam QS 62:11 yang disebut di atas, Nabi didapati bersolat seorang diri:

  14. co2m said

    بِالْبَيِّنَاتِ وَالزُّبُرِ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
    Artinya : keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan. (QS. an-Nahl 44)

    Mnurut sy intinya, klo hadist itu sdh dinyatakan shahih, jgn lg kita merasa diri lbh bs menafsirkan AlQuran dibanding Rasullulah SAW, yg menerima langsung perintah utk sholat itu sndiri. Coba pikir aja deh, klo msh ttp ngerasa lbh baik penafsirannya drpd Rasullulah SAW, ya mdh2an cpt2 dibukakan pintu hatinya utk melihat kebenaran.

  15. resky said

    Salamun alaikum …
    Sy hanya menyarankan pelajari bik2 itu al’quran …dan kaji baik2 dan tdk ada yg mampu mengkaji al’quran kecuali orang2 yg berakal…

  16. pujiono said

    Salamun…Subhanallah…kok ada ya manusia yg berani menafsirkan hukum2 Allah dgn penafsiran sendiri..padahal Allah sdh bilang pada Surah 6 ayat 114-116….salamun buat Kang Ramadhan Dedet..Dari Pujiono Makassar

    • pujiono said

      Buat para ahli hadits yg menyalahkan qur’an mari kita berbincang : apa dasar anda sholat 5 waktu?Lalu apa juga dasar anda melaksanakan sholat dgn gerakan yg bervariasi?Kemudian apa dasar anda dalam melaksanakan sholat dhuhur dan ashar bacaanya disiri’kan bahkan g kedengaran sementara magrib,isya,subuh dikeraskan?setelah itu tolong lihat QS 17 ayat 110….

      • Salamun Alaikum
        Alhamdulillah selama 36 tahun sy laksanakan salat dan ikuti para ulama dan ustad yg diajarkan,namun pada tahun 2014 malam ramadhan yg ke 25 Alhamdulillah sy mendapatkan kebenaran Al-Qur’an sehingga sy dengar,taat dan langsung laksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi segala larangaNya,serta tdk ingin lagi mengikuti sebagaian besar manusia yg akan menyesatkan sy,sy yakin Al-Qur’an lah satu2nya pedoman dan petunjuk mengenal Allah Tuhan Seluruh Alam
        Jangan menyerah saudara muslim berdasarkan Al-Qur’an Dakwah wajib kita sampaikan karena saling menasehati untuk kebenaran
        Alhahamdulillahi Rabbalalamin
        Salamun Alaikum
        Taufik Hidayat

    • jasmin3ud1 said

      Mas Pujiono Said,
      salam kenal, semoga bisa bersilaturahmi via email,
      Terima kasih.

  17. rakean aradea hikmatiar said

    sholat 3 waktu lahir dari penafsiran Al-Qur’an yang keliru dan memahami hadits dengan yang ngawur, itu cermin dari rusaknya ilmu oleh kebodohan yang lahir lewat , nafsu ingin di dengar pendapatnya dan dan ingin di ikuti fatwanya, padahal orang itu ga pernah belajar ilmu agama dengan benar lewat ulama yang mufashahah di bidang ilmunya….makanya keluar fatwa sholat 3 waktu yang katany hasil dari menafsirkan qur’an dan hadits, padahal hal itu adalah fatwa yang penuh kebodohan bukan fatwa yang penuh nilai dakwah, yang hasilnya sesat menyesatkan….., andaikan yang punya dalil bahwa sholat itu mesti 3 waktu bukan 5 waktu dikerjakan sendiri itu terserah aja…lha kan ini sudah memecah belah umat dalam hal ubudiyah…,semoga manusia yang mengerjakan sholat 3 waktu dan tetap berpendirian dengan pendapatnya itu mendapat taufik hidayah kembali sehingga dia mau bertaubat….ingat islam itu agama yang penuh ilmu tapi ilmu dalam islam itu mesti di pelajari lewat belajar kepada ulama dan guru yang mufashahah di bidangny biar ga keliru menafsirkan agama dan ibadahnya…..mudah2an umat islam di indonesia engga terpengaruh dengan ajakan sesat ini karena sejatinya kesesatan lahir dari syetan..dan mudah2an yang mengajak untuk sholat 3 waktu di berikan kewarasan yang penuh biar sadar biar eling dan engga masuk neraka…amiin allohumma amiin

  18. Jangan saling menghakimi. Kebenaran hanya milik Allah. Setelah membaca komentar-komentar yang ada, menambah pengetahuan saya tentang salat. Terimakasih atas semua tulisannya. Mudah-mudahan komentar saya ini menjadi komentar yang terakhir. Jagalah hati… Semoga kita semua menjadi hamba-Nya yang selalu bertaqwa. Aamiin.

  19. IWAN said

    PERTANYAAN MOHON DIJAWAB SEBAB SAMPAI SAAT INI SAYA BINGUNG ????

    1.SIAPA PENDIRI MADZHAB KHUSUSNYA YANG DIKENAL DI INDONESIA YAITU 4 (empat mazhab ) ???
    2.NAH..SEBELUM BELIAU-BELIAU INI LAHIR APA MADZHAB UMAT ISLAM YANG DIANUT ????
    3.WAKTU BELIAU-BELIAU INI MASIH HIDUP APAKAH DIDIRIKAN MAZHAB ????
    4.KEPADA SIAPAKAH JIKA DIRUNTUT KE EMPAT MAZHAB INI BERGURU ???? ATAU SIAPAKAH GURU IMAM SYAFII, HAMBALI, DLL ???
    5.MENGAPA ZAMAN RASULULLOH MUHAMMAD SAW. MASIH HIDUP TIDAK TIMBUL PERPECAHAN MENGENAI ALIRAN/MAZHAB ????
    6.MENGAPA SETELAH RASULULLOH MUHAMMAD SAW DAN DIPIMPIN OLEH 4 (EMPAT) ORANG YANG DISEBUT/DIKENAL OLEH DIMASYARAKAT KHALIFAURROSYIDIN MULAI TIMBUL PERTENTANGAN, PADAHAL KE EMPAT ORANG INI HIDUP SEZAMAN DENGAN RASULULLOH MUHAMMAD SAW????
    7.SIAPAKAH YANG BISA MENJAMIN KE ASLIAN HADITS HADITS YANG SEKARANG BEREDAR DALAM KITAB-KITAB MISALNYA BUKHORI, MUSLIM,DLL ????
    8.MENGAPA DALAM RIWAYAT HADIS TERSEBUT LEBIH BANYAK DIRIWAYATKAN OLEH ORANG NG TIDAK DEKAT DENGAN RASULULLOH MUHAMMAD SAW??? SEDANGKAN YANG HIDUP LEBIH DEKAT DENGAN RASULULLOH SAW SANGAT SEDIKIT.
    9. BAGAIMANA CARA PARA IMAM BISA MENCATAT, MENGHAPAL SELURUH HADITS TERSEBUT ??? SEDANGKAN HIDUPNYA MISALNYA DI BUKHOROK, DLLL
    10. SIAPAKAH YANG MENULIS, MENCATAT, MENYADUR, MENGUMPULKAN HADITS -HADITS TERSEBUT ???? APAKAH MURID-MURIDNYA ??? ATAU SIAPA???
    11.SAYA MENGAMBIL CONTOH… MENGENAI SEGALA UCAPAN, PERILAKU, KEBIASAAN, CARA MAKAN, CARA TIDUR, CARA BERPAKAIAN, CARA MAKAN, DLL MENGENAI BAPAK IR. SOEKARNO .. APAKAH LEBIH MENGETAHUI PANGAB, PANGDAM, MENTERI, KAPOLDA, TETANGGA, PEMBANTU, DLL YANG HIDUP DIZAMANNYA ???? ATAU ANAK-ANAKNYA, MENANTUNYA, PEMBANTUNYA, KERABAT, DLL YANG LEBIH MENGETAHUI ?????
    12. JIKA BAPAK IR. SOEKARNO BERKATA ATAU BERWASIAT MENGENAI HAL-HAL TERTENTU APAKAH SEMUANYA DICERITAKAN KEPADA PARA MENTERINYA ,DLL ????
    13. KESIMPULAN BAGAIMANA MENJAMIN KEASLIAN ITU SEMUA SEBAB DIBUATNYA OLEH MANUSIA ???? SEBAB NABI JUGA MEMPUNYAI DIKIT KESALAHAN SESUAI PANGKAT KENABIAN, APALAGI DIBAWAH NABI TERMASUK KITA SEMUA MANUSIA YANG DOSANYA SANGAT BANYAK, KECUALI RASULULLOH MUHAMMAD SAW. LAH YANG BISA MEMBERIKAN SYAFAATUL UDMA DAN DIMAKSUM ALIAS MANUSIA TANPA DOSA.

  20. marjono ic said

    Semua mengaku Taat kepada Allah dan Rasulnya, semua mengaku mengikuti perintah qur’an
    nyatanya QS 17:78 dan QS 11:114 ini akhirnya menghasilkan tafsiran bervariasi :

    ada yg sholatx 3 waktu, Dzuhur, Isya dan Subuh + Shalat Lail.
    https://haniifa.wordpress.com/2012/07/23/persoalan-shalat-tiga-waktu/

    ada lagi yg shalatnya 2 waktu, Subuh, petang dan shala lain :
    http://kajiantentangquran.blogspot.co.id/2009/03/waktu-dan-cara-shalat-menurut-al-quran.html

    klo sdh bgini bgmana menafsirkan quran nya kok ayat yg sama tapi prakteknya berbeda.

  21. leo said

    Salam
    Kelihatannya..banyak perdebatan masalah sholat yang tidak akan kujung selesai, karena pemahaman yang bersifat nenek moyang, padahal Allah sendiri tidak ada rugi sama sekali kita kita ini lah yang rugi karena tidak mengikuti apa perintah Nya, padahal sekali lagi sudah jelas sekali di dalam Alquran yang Allah beri ke Nabi dan ke kita selanjutnya tinggal tingkat pemahaman yang perlu di asah…dan Allah sendiri tidak akan pernah menyulitkan hambanya karena semua perkataannya di dalam Alquran jelas sekali, tapi masih ada saja manusia manusia yang mengambil pemahaman selain dari Alquran..

    KERAGUAN
    Kalau saya pribadi terus terang perlu ada keraguan bila ada kitab yang menerangkan selain Alquran, kenapa (maaf) hadis dan sunah itu dua perkataan yang berbeda (sunah=tingkah laku), (hadist=ucapan) yang mana tiap kitab tersebut menyatakan hadist tapi yang satunya sunnah…ini salah satu yang sudah menggugurkan hadist tersebut contohnya…dan perlu diingat, 200 tahun sesudah nabi wafat baru muncul namanya mazhab, hadist dari si ini dan si itu, mazhab ini dan si itu, sebaik-baik Hadist yang paling lengkap adalah Hadist yang di dalam Alquran, pasti banyak tidak menyangka dan tidak tahu kenapa..? karena hanya tahu baca saja tidak memahami apa perkataan Allah dan Rasul di Alquran…dan pandai dari manusianya sendiri tidak menyebutkan di Alquran huruf arabnya tulisan Hadist tapi di artikan di Alquran perkataan, dan ucapan..padahal itu adalah Hadist yang mulia dari Alquran sendiri, tapi kalau di kitab hadist yang lain karangan manusia baru di sebutkan Hadist bukan perkataan yang dari ini dan itu riwayat ini dan itu…sungguh kita ini memang diterbuat terlena…

    Dan sebenarnya kalimat Allah di Alquran tidak perlu di tafsir karena sudah jelas semua, kalau kurang jelas perlu tafsar berarti memang pintu hati untuk mengerti sudah di kunci oleh Allah…seperti ayatnya ﴾ Al Baqarah:7 ﴿,﴾ Al Baqarah:10 ﴿….

    ﴾ Al Baqarah:2 ﴿,﴾ Ali Imran:3-4 ﴿,﴾ Al A’raf:2 ﴿ dan banyak lagi yang mana Allah memberitahukan awal awal lagi dari tiap awal surah, masih juga manusia tetap membantah bahwa Alquran situ susah sulit di mengerti dan perlu tafsiran dan kitab lain…kalau masih juga tidak mengerti sudah betul kalau ini ayatnya ﴾ Al Baqarah:7 ﴿,﴾ Al Baqarah:10 ﴿….

    Coba baca surah ini
    ﴾ Al Baqarah:213 ﴿, kita ini dari awal adalah satu karena pemahaman yang berlainan dan mahzab-mahzab dan kitab kitab lain lah yang buat kita berpecah..ingat itu..!, cobalah kalau ikuti satu Alquran saja pasti sudah makmur dan berjaya kita sampai saat ini…

    • terus kalo kamu solat isya 3 rokaat karena lupa terus dikasih tau sama orang disekitarmu apa yang harus kamu lakukan?
      yang harus kamu lakukan adalah bertanya sama Nabi Muhammad langsung caranya adalah dengan melihat hadits.
      emang wahyu itu al-Quran saja dan hanya para Nabi yang dapat?
      ibunya Nabi musa sama lebah pun dapat wahyu.
      pengertian ayat wa maa yantiku anil Hawa, in Hua illa wahyu yuuha, itu berarti ucapan Nabi yang jadi syariat itu adalah memang bukan karangan beliau tapi itu adalah perintah Allah, walau tidak tertulis dalam al-Quran contohnya kasus Adzan
      adapun tentang perpecahan itu bukan karena hadits tapi karena kedengkian yang muncul pada sebahagian orang, setelah mereka memperoleh suatu keterangan
      tidak suka dengan perpecahan?
      https://perhatikanlah.wordpress.com/2016/10/05/3-ayat-yang-wajib-dijadikan-pegangan-oleh-semua-orang-yang-beriman/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: