حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Al Koran dengan Al Quran

Posted by حَنِيفًا on July 6, 2012

Assalamu’alaikum,

Koran dengan Qur’an bagi orang-orang barat dianggap sama, mungkin karena mereka berpendapat secara definitip memang sama, yaitu : sama-sama berita (warta, naba, news) , sama-sama terbuat dari kertas (qirthasin, paper). 😀
Seandainya kita baca Koran maka sudah lazim jika dapati berbagai kajian baik yang berupa sastra, politik, sain dan pesan sponsor dan lain-lain jadi bukan hal yang mustahil jika kita mendapati kata air dalam bundelan koran yang pasti kata itu ditempatkan pada tema atau topik yang berbeda-beda.
Anggap saja kita mengoleksikan kata air dan selanjutnya merangkai kata tersebut menjadi sebuah kalimat, seperti berikut: air muka; air manis, air keras; air asia; air tonight dan air supply.

Kalimat tersebut adalah:
Suatu ketika manakala saya sedang minum air manis dipesawat, sepintas terlihat air muka pramugari air asia yang meringis karena tersiram air keras, untung terdengar alunan suara vokalis air supply sedang melantunkan sebuah lagu yang berjudul In the air tonight, hingga akhirnya terhibur juga hatinya

Kata “air” pada kalimat diatas tidak bisa kita sebut sebagai homonim, homograf maupun homofon karena sangat jelas terdiri dari Bahasa Indonesia (Melayu) dan Bahasa Inggris kalaupun ada kesaaman mungkin hanya sekedar kebetulan saja bahwa kedua-duanya berasal dari “sesuatu yang mengalir (flow)”.
Setelah saya pahami kekeliruan persepsi suatu kata yang berasal dari bahasa asing dalam bahasa sehari-hari,  yang pada berikutnya dapatlah dimengerti kerancuan (ambigu) dari kesimpulan Jurnal 338 Ilmu Dakwah Vol. 16 No. 1 April 2008 yang berjudul “Telaah tentang Konsep Manusia Menurut Al-Qur’an” dan ditulis oleh Abdul Muhid ( Dosen Tetap Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel Surabaya)

Saya hanya mengutip bagian yang diperlukan saja dari jurna tersebut, jika ingin membaca secara lengkap silahkan kunjungi blog ini.

Kutipan jurnal:

(Telaah tentang Konsep Manusia Menurut Al-Qur’an)

Pendahuluan
Di dalam al-Qur’an surat al-Dzuriyat ayat 21 Allah berfirman: “Dan tentang anfus kalian, apakah kalian tidak memperhatikan (“untuk menganalisisnya”). Seruan Allah ini mengisyaratkan bahwa betapa pentingnya menganalisis diri pribadi (anfus) manusia.

Perhatikan angka 21, karena bilangan ini akan menjadi acuan penelitian tentang “roh/nyawa” yang tidak dimengerti oleh Dr. Duncan Macdougall !!!

Dalam al-Qur’an dibedakan antara ruh dan nafs, pada kedua kata itu bukanlah sinonim. Kata ruh disebutkan sebanyak 21 kali, antara lain menunjuk arti pembawa wahyu (QS:26;192-195), dan ruh yang membuat hidup manusia (QS:15;126). Sedangkan kata nafs dalam al-Qur’an semua memiliki pengertian dzat secara umum terdiri dari dua unsur material dan immatrial, yang akan mati dan terbunuh (QS: 32;9). Dengan kemutlakan seperti ini, maka kata nafs bukanlah sinonim dari kata al-ruh

a. Kata ruh (warna biru) seharusnya di tulis al-ruh
b. (QS:15;126)=> Jumlah ayat pada QS 15 hanya 99 ayat,
c. Tidak ada kata nafs dalam surah (QS: 32;9)
Lihat bagian Kesimpulan yang mengaburkan kata ruh 

Sinonim adalah suatu kata yang memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip. Sinomin bisa disebut juga dengan persamaan kata atau padanan kata, misal: bohong bersinonim dengan dusta, haus bersinonim dengan dahaga; dan lain sebagainya. Dengan demikian mutlak bukan sinonim berarti beda kata dan beda makna antara kata nafs dan al=ruh (dalam bahasa indonesia sehari-hari biasanya tidak dibedakan kata ruhani dengan rohani yang patut kita ingat kata ini serapan dari bahasa aramic : Rokh😀 )

Tabel kata “al-ruh” dalam Al Qur’an.

Nomor No. Surah:Ayat Arabiyun Lafadz Bh. Inggris
1 (QS 2:87) بِرُوحِ birūḥi with Spirit
2 (QS 2:253) بِرُوحِ birūḥi with Spirit
3 (QS 4:171) وَرُوحٌ warūḥun and a Spirit
4 (QS 5:110) بِرُوحِ birūḥi with Spirit
5 (QS 15:29) رُوحِي rūḥi my Spirit
6 (QS 16:2) بِالرُّوحِ bil-rūḥi with the Spirit
7 (QS 16:102) رُوحُ rūḥu Holy Spirit
8 (QS 17:85)  الرُّوحِ l-rūḥu the Spirit
9 (QS 17:85) الرُّوحِ l-rūḥu The Spirit
10 (QS 19:17) رُوحِنَا rūḥanā Our spirit
11 (QS 21:91) رُوحِنَا rūḥanā Our spirit
12 (QS 26:193) الرُّوحُ l-rūḥu the spirit
13 (QS 32:9) رُوحِهِ rūḥihi his Spirit
14 (QS 38:72) رُوحِي rūḥī my Spirit
15 (QS 40:15) الرُّوحَ l-rūḥa the Spirit
16 (QS 42:52) رُوحًا rūḥan a Spirit
17 (QS 58:22) بِرُوحٍ birūḥi with Spirit
18 (QS 66:12) رُوحِنَا rūḥinā Our Spirit
19 (QS 70:4) وَالرُّوحُ wal-rūḥu and the Spirit
20 (QS 78:38) الرُّوحُ l-rūḥu The Spirit
21 (QS 97:4) وَالرُّوحُ wal-rūḥu and the Spirit

Kesimpulan

Dari uraian tersebut disimpulkan bahwa kata nafs dalam al-Qur’an itu menunjuk pada totalitas manusia.

  • Nafs dapat mengandung pengertian jiwa, tetapi juga sekaligus berarti diri, nafs dalam arti jiwa dipahami sebagai totalitas daya-daya ruhani berikut internalisasi dan aktualisasinya dalam kehidupan manusia.
  • Nafs juga berarti pribadi seseorang (person), nafs dapat juga berarti hati yang memberikan komando guna mengatur seluruh potensi manusia, dan nafs juga berarti “aku” manusia.
Perhatikan kata ruhani atau rohani adalah serapan dari bahasa Aramik = rowkh

Kata nafs juga berarti nafsu atau syahwat, namun nafs dalam pengertian nafsu berbeda dengan syahwat yang pejoratif, nafs bersifat netral bisa baik maupun buruk, tetapi pada dasarnya nafs berkecenderungan baik. Nafs juga diartikan ruh atau nyawa, tapi berbeda al-ruh, nafs mempunyai pengertian umum, bersifat material sekaligus immaterial. Dari konsep nafs inilah para filosof dan ahli tasawuf mengembangkan teori kepribadian manusia dalam perspektif Islam.

Lihat kembali keterangan diata:
a. Kata ruh (warna biru) seharusnya di tulis al-ruh.
Bentuk kontra produktif ini semakin menjelaskan ketidak mampuan Dr. Duncan Macdougall menganalisa ruh (roh) dan atau al-ruh yang beliau tahu hanyalah jumlah kata al-ruh 21 kata dalam Al Qur’an.

Allah subhanau wa’tala sudah menegasi, bahwa ilmu pengetahuan manusia tidak akan sampai memahami dan atau mendefinsikan secara tepat tentang ruh dan atau al-Ruh

.وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلا قَلِيلا

Wayasaluunaka ‘anirruuhi qulirruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum minal ‘ilmi ilaa qaliilaa

Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: ‘Ruh itu termasuk urusan Rabb-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit’.”  (QS.17:85)

Mayoritas penterjemahaan berbahasa Inggris memaknai ruh dan atau al-Ruh sebagai Spirit (Roh), bahkan para orientalist nyata-nyata sependapat dengan ini.

Non-Muslim and/or Orientalist works
Arthur John Arberry They will question thee concerning the Spirit. Say: ‘The Spirit is of the bidding of my Lord. You have been given of knowledge nothing except a little.’
Edward Henry Palmer They will ask thee of the spirit. Say, ‘The spirit comes at the bidding of my Lord, and ye are given but a little knowledge thereof.’
George Sale They will ask thee concerning the spirit: Answer, the spirit was created at the command of my Lord: But ye have no knowledge given unto you, except a little.
John Medows Rodwell And they will ask thee of the Spirit. SAY: The Spirit proceedeth at my Lord’s command: but of knowledge, only a little to you is given.

Namun ada dua penterjemaah yang mensubtitusikan kata  nafs (soul=jiwa) untuk menyesatkan atau mengaburkan arti yang tersirat dan tersurat.

1. Muhammad Taqi Usmani (Publication Date: 2006)

And they ask you about the soul. Say, .The soul is something from the command of my Lord, and you are not given from the knowledge but a little.

Mufti Muhammad Taqi Usmani is one of the leading Islamic scholars living today. He is an expert in the fields of Islamic Jurisprudence,Economics, Hadith and Tasawwuf. Born in Deoband in 1362H(1943 CE), he graduated par excellence from Dars e Nizami at Darul Uloom, Karachi, Pakistan. For the past 35 years, he has been teaching at the Darul-Uloom in Karachi. He also holds a degree in law and has sat as Judge at the Shari’ah Appellate Bench of the Supreme Court of Pakistan. He is a consultant to several international Islamic financial institutions and has played a key part in the move toward interest free banking and the establishment of Islamic financial institutions. He is currently the deputy chairman of the Jeddah based Islamic Fiqh Council of the Organization of Islamic Conference (OIC). He has also authored more than 40 books on various Islamic topics.

2. Umm Muhammad (Sahih International) publish tidak jelas😀

And they ask you, [O Muhammad], about the soul. Say, “The soul is of the affair of my Lord. And mankind have not been given of knowledge except a little.

3. Language Research Group University of Leeds

Catatan:
Ensiklopedia al-Qur’an disebutkan bahwa dalam al-Qur’an nafs yang jama’nya anfus dan nufus diartikan jiwa (soul), pribadi (person), diri (self atau selves), hidup (life), hati (heart), atau pikiran (mind), di samping juga dipakai untuk beberapa arti lainnya.
(M. Dawam Rahardjo, Ensiklopedia al-Qur’an: Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-Konsep Kunci, (Jakarta: Paramadina, 1996), 250.)

Wassalam, Haniifa.

12 Responses to “Al Koran dengan Al Quran”

  1. agorsiloku said

    Subhanallah, alhamdulillah, saya haturkan tengkyu. Saya sangat senang dengan pencerahan pada artikel ini. Kalau pengetahuan dari Barat sih, ya salah juga gapapa, memang memahami dari sudut pandang spirit Barat tidak akan segebyar dari Timur yang memang perjalanan spiritualnya sudah menjadi ciri khas perjalanannya. Meskipun begitu, konsepsi yang sudah ada ini, buat agor sendiri masih beberapa yang belum jelas, terutama karena masih bercampur dengan pengetahuan kebudayaan. Saya masih belum jelas untuk beberapa hal, antara lain :
    Apakah jiwa dan ruh itu berbeda objeknya ataukah berbeda sudut pandangnya. Kalau Al Ruh adalah spesifik hanya ada pada mahluk hidup manusia (Al Ruh), lalu bagaimana dengan ruh dalam pengertian nyawa. Misalnya pada mahluk melata non manusia. Tidak dijelaskan dalam AQ bahwa hewan mendapatkan al ruh. Namun, dijelaskan pula hewan dapat mendapat wahyu (yang ditanamkan menjadi pekerti hewani). Jadi, komponen pembentuk manusia yang dijelaskan AQ itu apakah al-ruh — ruh — jasad, ataukah hanya dua saja al ruh dan jasad.
    Selama ini, saya lebih memahami hanya dua saja, al-ruh dan jasad. Nafs adalah sudut pandang totalitas daya al-ruh dan jasad. Sedangkan, referensi dari google yang sudah agor cari, rasanya belum cukup clear juga.
    Hatur tengkyu dan terus berkarya menegakkan kebenaran….
    Wassalam, agor

    • Alhamudillah, dan hatur tengkiu juga buat apresiasi @Kang Agor.
      Tujuan utama artikel ini hanyalah, membantah pelecehan terhadap Al Qur’an akibat tangan-tangan jahil, terutama para ahlul atheis dan selebihnya … hehehe… pahamkan yang saya maksud😀
      Kembali point diatas, jika:
      “Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: ‘Ruh itu termasuk urusan Rabb-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit’.” (QS.17:85)
      Terjemahaan ini cukup baik dan memadai bagi umat Islam khususnya dan umat beragama umumnya, namun jika diterjemaahkan sbb:

      “Dan mereka bertanya kepadamu tentang jiwa (soul). Katakanlah: ‘Jiwa (Soul) itu termasuk urusan Rabb-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit’.” (QS.17:85)

      Faktanya: ilmu kejiwaan sangatlah luas bahkan banyak manusia yang ahli dibidang psikologi maupun psikiatri, namun kedua disiplin ilmu tersebut sangatlah rawan, karena “mereka” cenderung berasumsi bahwa konsep ketuhanan (baca: Allah Maha Pencipta) hanyalah berada di benak manusia dewasa.

      Mengenai roh dalam artian nyawa maka sudahlah sangat jelas sekali setip makhluk hidup pasti mempunyai nyawa, baik itu tumbuhan, binatang maupun manusia.
      Saya ambil contoh, seandainya kita tahu zat penyusun suatu virus (virus tidak bisa dikatagorikan sebagai tumbuhan / hewan) kemudian kita membuat atau menyusun molekul-molekul yang serupa, Insya Allah saya haqul yakin zat yang sama dan sebangun itu tidak akan menjadi hidup selayaknya virus yang bernyawa.
      Jujur saja, saya juga tidak tahu apakah milyaran spermatozoa manusia berupa milayaran ruh (nyawa) dan satu buah ovarium (sel telur) berupa satu ruh (nyawa) atau yang disebut ruh manusia itu setalah bergabungnya 1 buah spermatozoa dengan 1 buah sel telur, jika ini yang dimaksudpun ternyata masih membingungkan dunia kedokteran, karena set telur yang dibuahi oleh dua atau lebih spermatozoa bisa memberikan anak yang kembar. Dan ternyata bisa saja 1 spermatozoa dengan 1 ovarium memberikan 2 atau lebih anak kembar identik.

      Sehingga tidak salah kalau Al Qur’an menyatakan: tidak akan cukup walau 7 lautan dijadikan tulisan kalimah Alloh.

      Wassalam, Haniifa.

      • abifasya said

        Pembahasan yang lengkap dan sangat mewakili perasaanku …:)
        Moal dikomentar terlalu banyak da sudah jelas :
        وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلا قَلِيلا

        Wayasaluunaka ‘anirruuhi qulirruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum minal ‘ilmi ilaa qaliilaa

        “Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: ‘Ruh itu termasuk urusan Rabb-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit’.” (QS.17:85)

        Tapi ke sakedap juragan kumaha bentena Nafs sareng syakhsyun ?

      • berarti setiap 1 molekul darah memiliki 1 Ruh juga…
        tidak terbayangkan berapa jumlah ruh yang tergabung dalam 1 orang manusia…
        4 liter darah manusia saja belum terhitung berapa jumlah molekul yang menyusunnya, belum lagi kulit, rambut, daging dan tulang,,,
        maka benar ayat :

        “Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: ‘Ruh itu termasuk urusan Rabb-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit’.” (QS.17:85)

        karena jika manusia menghitung semuanya tidak mungkin bisa…

      • @Kang Abifasya
        Mungkin yang dimaksud istillah syakhsun (pakai sin), bijituh yah !
        syakhsun merupakan output dari nafs, boleh jadi istilah aura menurut bahasa prokemnyah.😀

      • @Kang Riki Zulkarnaen
        Subhanallah,…
        Mantab’s tenan, nyaris kita tidak menyadari bahwa setipa sepermili detik pada diri kita itu ada yang mati dan ada yang memulai kehidupan baru, misalnya sel-sel darah yang mati diolah sedemikian rupa bagi kepentingan bagian tubuh manusia itu sediri, demikian juga milyaran sel-sel kulit manusia yang mati menjadikan sumber makanan milyaran mikro organisme.
        Jadi sebwetulnya para ilmuan sudah tahu kalau zat antibodi manusia bergerak dengan “sendirinya” melawan dan menjaga serangan kuman, virus, bakteri dll.😀

      • abifasya said

        muhun eta maksad teh, POOOL lah lengkap penjelasanna, kahartos ayeuna mah… nuhun juragan

  2. tapi masih sedikit bingung nih,,,apakah setiap yg memiliki nyawa itu memiliki Ruh?karena hewan dan tumbuhan bernyawa tetapi tidak diminta pertanggung jawaban kelak di akherat..

  3. jadi teringat seorang teman nasrani yg memaksakan bahwa manusia terdiri dari 3 unsur…jasmani,jiwa,dan ruh…hehehehe..pdhl pertanyaan awalnya adalah bagaimana Nabi Adam dlm perspektif Islam…….ikutan ngriung abah…

  4. Hi my loved one! I want to say that this post is awesome, nice written and include almost all important infos.
    I would like to look more posts like this .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: