حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Negara Islam Indonesia (kenapa tidak)

Posted by حَنِيفًا on October 28, 2010

Asslamu’alaikum,

Mungkin karena ketidak mampuan membaca ilmu sejarah, sehingga acapkali mengulang-ngulang dalam membaca sebuah buku karya Sarjana Mesir yang sangat populer yaitu  “Sejarah Hidup Muhammad”,  Dr. Muhammad Husain Haekal dan berikut ini saya kutip dari buku beliau:

Pertama:

Tawaran sebuah kedudukan dan kekayaan dari para elit Quraisy yang diusulkan kepada Nabi Muhammad s.a.w dan diajukan sendiri oleh ‘Utbah bin Rabi’ah:

“Kalau kau mau uang, kami akan kumpulkan kekayaan supaya kau menjadi yang paling kaya di antara kami. Kalau menghendaki kekuasaan, kami akan angkat kau sebagai ketua suku, sehingga tak akan ada yang diputuskan tanpa ikut sertanya kau. Kalau mau kekuasaan, kami akan angkat kau men­jadi raja. … “

Kedua:

Tawaran gencatan senjata atau menghentikan perjuangan panji Islam, tawaran dari petinggi  Quraisy disampaikan melalui Pamannya Abu Talib mengingat lemahnya kaum muslimin saat itu dan mereka masih merupakan satu keluarga besar.

“Paman, demi Allah, kalaupun mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan meletakkan bulan di tangan kiriku, dengan maksud supaya aku meninggalkan tugas ini, sungguh tidak akan kutinggalkan, biar nanti Allah yang akan membuktikan kemenangan itu di tanganku, atau aku binasa karenanya.”

Apakah perjuangan panji Islam hanya sampai dijaman Rasulullah ?! jawabnya tentu tidak dan ini harus kita perjuangkan dengan segenap kemampuan yang ada.

Sejarah membuktikan bahwa Rasulullah dan para empat Khalifah Islam ternama tidak pernah mendirikan suatu kerajaan Islam atau Negara Islam. Sepeninggal Nabi Muhammad s.a.w secara beruntun Negara / Wilayah Kerajaan yang penduduknya bukan beragama Islam diruntuhkan baik dibelahan Barat maupun belahan bumi Timur, namun para pejuang Islam tidak pernah merubah azas pemerintahan dan administratib sepenuhnya diberikan kepada penguasa setempat, seperti di Palestina dan wilayah Syam (Libanon, Suriah dan Yordania) para Gubenurnya masih dijabat oleh orang-orang Nashrani yang diangkat oleh Khalifah Islam saat itu, hal ini tentu sangat-sangat sesuai dengan perintah Allah lewat Al Qur’an :

Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, (QS 5:48)

Subtansinya adalah Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan umat Islam agar menyampaikan kebenaran semata yang sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah bukan menaklukan dan mendirikan suatu daerah dan mengubah (merusak) tatanan suatu kaum menjadi “satu” atas nama syari’at Islam. Didalam ayat yang lain ditegaskan bahwa jika Allah berkehendak maka seluruh bentuk peribadatan akan dihancurkan seketika.

Allah berfirman :

(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan mesjid-mesjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (QS 22:40)

Fakta sejarah membuktikan bahwa wilayah Palestina dua kali mengalami puncak kekuasaan dibawah daulat Islam, tetapi baik Khalifah Umar bin Khatab maupun Khalifah Sahaludin al Ayyubi menyerang dan menduduki Yerusalem bukan untuk menghancurkan pemerintahan yang berkuasa tetapi membela umat Islam yang terzalimi dalam melaksanakan syari’at Islam di wilayah tersebut. Oleh karena itu selama di Indonesia dibebaskan menjalankan kewajiban beragama Islam maka akanlah sangat naif sekali jika ada sekumpulan orang yang hendak mengubah azas negara yang telah disepakati oleh pendahulu kita (baca: para pejuang bangsa Indonesia dari kaum imperalis barat)

Akhirul kata, saya kutip protret buruk suatu negara yang katanya berazas “Islam”😀

Wassalam, Haniifa.

Khomeini di Dearborn

Oleh: Robert Spencer

FrontPageMagazine.com | Rabu, 17 Nov 2004

Jumat lalu, Muslim di Dearborn Dearborn ,  Michigan Michigan ,  Demo anti-Israel diadakan di Amerikarasi .  Pemrotes membawa model besar  Masjid Al-Aqsa Yerusalem  dan melambai tanda-tanda bantalan slogan-slogan seperti lambang perdamaian di tangan muslim. “Tetapi” yang menangkap gambar yang paling menonjol adalah seorang wanita Muslim yang membawa poster besar  yang menampilkan wajah Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Waktu berlalu, Saya ingin tahu apakah ada penonton di demonstrasi melihat tanda Khomeini dan teringat pada hari-hari tegang saat krisis di sebuah Negara yang menyandra warga, ketika rezim Khomeini melanggar tradisi kedutaan dan 50 tahanan Amerika dalam kurun waktu berbulan-bulan, pada saat itu Jimmy Carter ragu-ragu . Aku ingin tahu apakah salah satu penonton tahu bahwa kemenangan Khomeini di Iran pada tahun 1979 yang melibatkan gagasan bahwa hukum Islam lebih unggul dari yang lain untuk ketertiban masyarakat, dan harus diterapkan secara paksa. Sebagaimana Khomeini sendiri berkata : “Islam berkewajiban membuat semua laki-laki dewasa, asalkan tertulis sebagai Islam dipatuhi dalam setiap negara di dunia…. Tapi mereka mempelajari Perang Suci Islam dimasa mendatang mengapa Islam ingin menaklukan seluruh dunia”

Tujuan penaklukan ini selanjutnya untuk mendirikan hegemoni hukum Islam.  Seperti Khomeini pernah berkata:  “Apa yang baik dari kita [yaitu, para mullah] meminta tangan pencuri yang akan diputus atau penzina harus di rajam sampai mati ketika semua bisa kita lakukan adalah merekomendasikan hukuman tersebut, memeliki kekuasaan untuk menerapkannya?”

Demikianlah Khomeini menyampaikan sebuah peringatan yang  terkenal  Islam adalah agama damai : “Mereka yang tahu apa-apa Islam berpura-pura bahwa mereka menentang perang.  Mereka [yang mengatakan ini] yang dungu. Islam berkata : Bunuh semua kafir sama seperti mereka membunuh kalian semua! Apakah ini berarti umat Islam harus duduk kembali sampai mereka dimakan oleh [orang-orang kafir]? Islam berkata: Apapun yang baik ada berkat pedang dan dalam bayangan pedang! Orang tidak bisa berbuat taat kecuali dengan pedang! Pedang adalah kunci Firdaus. Yang dapat dibuka hanya untuk Pejuang Kudus! Ada ratusan lainnya[Alquran] Mazmur dan Hadis [perkataan Nabi] memdesak Muslim untuk mencari nilai perang dan untuk melawan. Apakah semua ini berarti bahwa Islam adalah agama yang mencegah orang dari berperang? Aku meludahi jiwa-jiwa bodoh yang membuat klaim seperti itu”

Apakah wanita yang membawa-bawa gambar Khomeini pada demonstrasi Dearborn merasa prihatin tentang hak-hak asasi perempuan? Apakah di tahu bahwa Ayatollah sendiri menikahi seorang gadis yang berusia sepuluh tahun ketika dia berusia dupuluh delapan tahun? Apakah dia tahu bahwa Khomeini disebut menikah dengan gadis sebelum periode pertama mestruasi “berkah ilahi” dan menyarankan umat beriman: “Lakukan yang terbaik untuk memastikan bahwa anak Anda tidak melihat darah pertama mereka di rumah Anda”?

Hal ini tidak mungkin bahwa pemrotes itu tahu bahwa pada tahun 1985, Sa’id Raja’i-Khorassani, Delegasi tetap untuk PBB dari Republik Islam Iran, menyatakan, menurut Amir Taheri, bahwa “konsep hak asasi manusia adalah sebuah penumuan Yahudi-Kristen dan tidak dapat diterima dalam Islam… Menurut Ayatollah Khomeini, salah satu dosa keji shah utama adalah kenyataan bahwa Iran salah satu kelompok asli dari negara yang dirancang dan menyetujui Deklarasi Unversal Hak Asasi Manusia”

Aku ingin tahu apakah ada pada protes Dearborn menyadari bahwa munculnya tanda-tanda di Dearborn, Michigan, memuliakan orang ini sebagai pahlawan, menunjukan bahwa visi Khomeini bagi masyarakat yang hidup di Amerika hari ini- dan itu berbahaya naif untuk berasumsi bahwa semua Muslim segera dan mutlak menerima pluralisme Amerika dan ide sebuah negara tidak diatur oleh hukum Agama. Belanda hanya mencari tahu, berkat pembunuhan berdarah dingain pemenggalan kepala dan berusaha dari “penghujat”. Theo van Gogh oleh seorang muslim yang tampaknya telah  menjadi bagain dari sebuah sel jihad yang lebih besar, bahwa tidak semua Muslim di Belanda adalah komitmen pluralis dan sekuler bahwa mereka telah dianggap oleh pihak berwenang Eropa mudah dipercaya.

Dengan Khomeini seorang pahlawan di Dearborn, Amerika mungkin akan menemukan bahwa untuk diri mereka sendiri sebelum lama. Hanya dimana Muslim Amerika berdiri diatas doktrin Khomeini- dan berapa banyak berdiri dengan Khomeini- masih dilarang pertanyaan untuk media masa. Tetapi jika orang tua bisa berbicara dari tanda di Dearborn, Ia mungkin mengatakan, “Abaikan saya dan resiko tanggung Anda sendiri”.

Robert Spencer adalah seorang sarjana sejarah Islam, teologi, dan hukum dan direktur dari Jihad Watch. Dia adalah penulis kedelapan buku, monograf sebelas, dan ratusan artikel tentang Islam dan terorisme Jihad, termasuk New York Time Bestsellers Salah satu politik Panduan Islam (dan Perang Salib) dan Kebenaran tentang Muhammad. Buku terbaru, Setan Jihad: Bagaiamana Islam Radikal menumbangkan Amerika tampa senjata dan bom, tersedia di Regnery Publishing.

..:: ::..

Skandal Seks Wakil Imam Tertinggi Syiah TERBONGKAR

فضيحة مناف الناجي ضربة قاصمة لمرجعية السيستاني

Hauzah Syi’ah Diguncang Skandal Seks

(Sorotan Majalah Qiblati)

Allah hendak menghinakan agama Syi’ah pada hari-hari belakangan ini dengan seburuk-buruk kehinaan. Jalan-jalan raya di Irak bergoncang, manusia berbondong-bondong keluar di jalanan untuk menuntut balas dendam. Orang utama dan wakil dari Imam Syi’ah tertinggi, al-Sistani[1], yang bernama Manaf al-Naji, kehilangan telephone genggamnya yang kemudian diketahui ternyata pesawat telephone tersebut berisi rekaman-rekaman video mesum miliknya bersama sejumlah siswi di Hauzah (semacam pesantren)[2], di mana para siswi tersebut sebagian besar telah bersuami.

Terbongkar sudah, bahwa orang fasik ini begitu piawai dalam mengabadikan “detik-detik dosa yang mendebarkan” bersama mereka yang mencapai lebih dari enam puluh rekaman. Hal ini tersebar dengan cepat di tengah masyarakat melalui sms dan bluethooth, begitu pula melalui internet dan youtube.

Belakangan terbukti di tengah masyarakat Irak, bahwa sangat sulit bagi al-Sistani untuk menyerahkan orang fasik ini (Manaf al-Naji) sebab ia memiliki rahasia keluarga al-Sistani. Menjadi jelas bahwa Manaf al-Naji termasuk orang yang suka bertukar-tukar isteri, di mana ia senantiasa bertukar isteri dengan Muhammad Ridha al-Sistani –putra dari Al-Sistani–. Mereka melakukan kebejadan moral ini dengan meyakini bahwa mereka bisa mempercepat keluarnya al-Mahdi yang ditunggu-tunggu, sebab ia tidak akan keluar kecuali setelah menyebarnya kerusakan.

Tidak heran, jika siswa dan siswi lembaga pendidikan mereka meyakini bahwa mereka harus menjadi penyebab segera keluarnya al-Mahdi dengan cara-cara mereka yang rusak dan menyimpang yang mengharuskan tersebarnya kerusakan di muka bumi dengan cara melakukan semua yang diharmkan, berupa perzinaan, minum-minuman keras dan homoseksual, serta saling menukar istri. Dan yang terakhir ini terbilang sebagai cara mereka yang paling menjijikkan berkat bujukan jiwa mereka yang sakit.

Tampaknya, siswa dan siswi dari Indonesia yang pergi untuk mendalami agama Syi’ah bisa saja ikut-ikutan memberikan andil yang signifikan untuk mempercepat keluarnya al-Mahdi al-Muntazhar. Maka kami sampaikan “selamat” kepada para wali mereka atas keikutsertaan mereka dalam perbuatan nista yang dianggap –oleh sebagian mereka—akan meninggikan “martabat” manusia ini!!!

Kami mengisyaratkan kepada masalah penting yang dibongkar belakangan ini oleh salah satu orang terdekat Manaf al-Naji yang kabur tersebut, bahwa Manaf yang dikenal sangat tergila-gila dalam mengabadikan petualangan seksualnya itu juga memiliki berbagai rekaman sebagian istri para wakil al-Sistani yang gemar bertukar-tukar istri, ditambah dengan rekaman video yang ia ambil saat melakukan perzinaan dengan istri Muhammad Ridho al-Sistani, putra tertua Ali al-Sistani sekaligus pimpinan urusan marja’iyahnya. Satu hal yang menyebabkan krisis besar dan hakekat terbesar dari krisis dan skandal memalukan yang menjadikan al-Sistani menggelontorkan milyaran dolar guna membungkam dan mengaburkan kasus ini.

Manaf al-Naji yang memiliki banyak rekaman video yang membuat malu al-Sistani dan keluarganya, bisa jadi tidak segan-segan untuk segera menyebarkan semua rekaman itu jika al-Sistani meninggalkannya atau ketika merasa putus asa. Terlebih lagi ia tidak akan rugi melebihi kerugiannya yang pertama yang menjadikan al-Sistani berada di antara dua palu kehinaan yang akan menghabisinya, serta di antara dua ancaman dengan hal memalukan terbesar yang membuat masyarakat merasa tertipu dengan kemuliaannya, akan memberontak dengan ganas kepadanya setelah rakyat merasa yakin bahwa mereka benar-benar tertipu oleh para lelaki bersorban yang telah merampas harta mereka dengan sebutan alkhumus (sepelima harta) dan merusak kehormatan mereka atas nama mut’ah.

Sekarang ini telah terbukti pada kebanayakan orang –segala puji bagi Allah- setelah peristiwa menjijikkan ini bahwa agama mereka sejatinya dibangun di atas seks, mut’ah dan perampasan harta. Allah telah menghinakan mereka dengan sehina-hinanya setelah mereka lancang menodai kehormatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan menuduh ibunda kaum mu’minin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhu, dengan perbuatan tidak senonoh secara dusta dan mengada-ada, maka Allah menghinakan kehormatan mereka dengan sebenar-benarnya. Bahkan, termasuk pembalasan Allah terhadap mereka demi membela ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha yang suci adalah dengan menghinakan syi’ah yang berkelanjutan hingga hari qiyamat, dengan nama mut’ah, sementara mereka tidak merasa.

Surat kabar al-Ayyam pada edisi 7747 hari Sabtu 26 Juni 2010 mengangkat sebuah laporan tentang kebejadan ini. Sumber tu menyebutkan bahwa beberapa alamat situs di Irak tengah melayangkan protes keras kepada rujukan utama syi’ah di Irak setelah tindakan amoral itu melanda Manaf al-Naji, wakil rujukan tertinggi syi’ah, Ali al-Sistani. Hal mana memicu amarah hebat di jalanan Irak. Alamat-alamat situs itu mengatakan bahwa al-Najih memanfaatkan situs agamisnya untuk menyesatkan, membuat miskin dan bodoh para korban untuk menjebak mereka dalam jaringan kotornya. Sumber itu menyebutkan bahwa al-Naji terbiasa melakukan perzinaan dengan wanita-wanita yang bersuami dan memiliki anak-anak. Di antaranya adalah penanggung jawab sekolah wanita milik al-Sistani, yang semakin menambah kericuhan keluarga besar di antara mereka sendiri, juga pembunuhan dan penyembelihan sebagian wanita bersuami yang kedapatan ikut bermain dengan al-Naji. Bahkan keluarga salah satu wanita yang gambar mesumnya diambil oleh al-Naji keluar untuk membunuhnya.

Sumber-sumber menyatakan bahwa orang-orang yang taklid kepada al-Sistani berkumpul di depan rumah Manaf al-Naji yang telah melarikan diri setelah peristiwa memalukan itu, mereka menuntutnya juga keluarga besar al-Naji untuk mengembalikan harta al-khumus dan zakat yang biasa mereka bayarkan kepadanya, jika tidak maka mereka akan membawa kasus tersebut ke pengadilan, juga kasus kantor al-Sistani!

Sumber menyebutkan bahwa utusan dari aparat Pemda setempat telah mendatangi kantor al-Sistani untuk meminta agar menyerahkan al-Naji ke meja hijau. Jika tidak, maka mereka akan melakukan tindakan-tindakan yang seharusnya.

Sumber menyatakan bahwa Syaikh Ahmad Al-Anshari, wakil Sayyid al-Sistani yang memiliki hubungan baik dengan kebanyakan pimpinan keluarga besar, telah melakukan peran untuk rekonsiliasi dan menutupi kebejadan yang dilakukan oleh sahabatnya dan semisalnya dalam kantor al-Sistani, yakni Sayyid al-Naji.

Pemilik apotik di provinsi al-Imarah mengatakan bahwa kasus memalukan tangan kanan al-Sistani membuat saya menemukan jawaban-jawaban atas banyak pertanyaan yang mengganggu pikiran saya selama ini tentang prilaku orang ini yang dulunya sangat saya sucikan dan muliakan. Manaf al-Naji setiap harinya membeli obat-obatan yang bisa menguatkan libidonya, ditambah dengan beberapa pil memabukkan. Ketika kami tanyakan hal itu, ia mengatakan bahwa obat-obatan itu akan diberikan kepada sebagian keluarga fakir yang tidak punya uang untuk membelinya. Tetapi setelah kejadian ini terungkaplah bahwa Manaf al-Naji termasuk yang suka melakukan perbuatan mesum dengan para wanita yang datang untuk belajar atau datang untuk menerima gaji bulanan bagi para fakir, dan kesempatan itulah ia campurkan zat adiktif (ramuan memabukkan) pada minuman sirup yang ia suguhkan pada mereka ketika berada di rumahnya untuk belajar.

Kita alihkan perhatian sebentar, bahwa al-Sistani sendiri merupakan anak hasil mut’ah, dan tentu saja musibahnya lebih besar, karena ia tidak mengetahui siapa bapaknya. Kisah hidupnya sudah popular. Berdasarkan biografinya yang tersebar dalam dunia maya bahwa ia dilahirkan di kota Mashad Iran, ibunya sangat sering melakukan mut’ah untuk mendekatkan diri kepada Allah berdasarkan akidah mereka yang menyimpang. Setelah melahirkan putranya, al-Sistani, ibunya kebingungan, dari siapakah benih hasil mut’ah itu ia nasabkan. Maka ia memutuskan untuk pergi ke Hauzah (semacam pesantren) di kota Qum yang disucikan untuk meminta fatwa. Maka mufti besar yang menjadi rujukan tama, Syayyid Husein al-Thabathabai memberikan fatwa untuk mengundi nama-nama pria yang telah melakukan mut’ah dengannya. Setelah diundi, keluarlah nama Sayyid Muhammad Bakir untuk menjadi ayah al-Sistani di hadapan manusia. Itu terjadi pada tahun 1930. Demikianlah seorang rujukan utama Syi’ah anak hasil undian. Seiring dengan pergantian waktu, ia menjadi referensi utama. Sekedar diketahui, seperti halnya al-Khomaeni, ia belum pernah sekalipun pergi melaksanakan haji. Sebagaimana ia juga tidak bisa berbahasa Arab, sehingga tidak dikenal rekaman suaranya –meski hanya sekali—yang menggunakan bahasa Arab atau membaca Al-Qur’an. Umumnya masyarakat syi’ah tidak memiliki rekaman darinya walau hanya satu yang berisi pelajaran atau nasehat. Sebaliknya, ia hanyalah sosok misterius yang tersembunyi dari penglihatan manusia sejak lama.

Sosok seperti ini yang mereka pilihkan bapak baginya melalui undian. Tidaklah mengherankan jika kemudian membolehkan seorang suami melakukan sodomi terhadap istrinya. Tidak pula mengherankan ketika ia berfatwa memperbolehkan mut’ah dengan pelayan (pembantu rumah tangga) dari Indonesia sekalipun tanpa restu keluargana. Fatwa-fatwa ini disebutkan dan tersebar dalam internet syi’ah, dan menjadi konsumsi masyarakat awam syi’ah di manapun berada.

Jika seperti ini keadaan ibu al-Sistani, maka bagaimana ia akan mengupayakan agar kaum wanita menjadi orang-orang suci? Apakah sosok seperti Manaf al-Naji yang gila untuk melakukan mut’ah dengan para wanita bersuami atau siswi-siswi di hauzah, akan menjadi permisalan dalam kemuliaan dan kesucian diri?

Sesungguhnya tindak asusila yang mengguncang hauzah adalah juga tindak asusila yang mengguncang vatikan, sekalipun berbeda dalam deteilnya, akan tetapi hati mereka saling menyerupai. Sekedar untuk diketahui bahwa sejumlah tokoh dan Syaikh sebagian kabilah menyatakan dengan terus terang kepindahan mereka kepada madzab sunni dan meninggalkan madzhab syi’ah setelah peristiwa keji yang dilakukan oleh Manaf al-Naji yang telah mengguncang jalanan Irak. Syekh Bani Malik mengatakan, “Kami adalah keluarga besar Arab tulen yang berpindah dari Jazirah Arabia ke Irak, dan ia adalah kabilah sunni yang murni, akan tetapi mengingat bersambungnya wilayah Irak Selatan dengan Iran, maka kabilah itu berubah menjadi syi’ah. Inilah kami telah memperbaiki kesalahan dan kembali kepada madzhab ahlus sunnah.

Kami, majalah Qiblati menawarkan bantuan besar kepada “anak undian” Sayyid al-Sistani, kami usulkan kepadanya untuk keluar dari skandal memalukan ini dengan cara keluar di hadapan manusia untuk menyampaikan kepada mereka bahwa ia telah bertemu al-Mahdi al-Muntazhar yang merasa berbahagia dengan mut’ah (zina) yang dilakukan oleh Manaf al-Naji dengan para wanita syi’ah, dan bahwa ia telah menjadikan kedudukan bagi setiap suami yang isteri mereka dicabuli oleh Manaf al-Naji, yakni dengan menjadikan mereka bersama al-Husein di surga. Maka siapa yang menginginkan untuk berkumpul dengan al-Husein di surga, silahkan menyerahkan isterinya untuk dinikmati oleh para “pemakai surban”.

Begitulah, gugurnya agama syi’ah secara cepat terkuak hakekatnya bagi mereka yang berakal. Adapun rang-orang yang akalnya tumpul yang ikut merasakan manfaat dari harta pemberian, maka bagi mereka agama syi’ah tidak jatuh, karena agama mereka adalah harta (khumus) dan seks (mut’ah).

Semoga Allah meridhaimu wahai ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, semoga Allah meridhai engkau, yang mana Allah membalas dendam kepada mereka untumu di dunia sebelum kelak di akherat. Maka Allah menjadikan kehormatan syi’ah terjerembab di setiap saat hingga hari qiyamat dengan apa yang mereka halalkan untuk diri mereka sendiri dengan nama mut’ah. Ini sebagai kemuliaan bagimu wahai ibunda kaum mu’minin. Cinta macam apakah dari Allah untukmu wahai wanita terpandai di jagad raya ini?!!!

Demi Allah sekiranya dunia seisinya berkumpul membalaskan dendam untukmu, tentu tidak sanggup menyamai balas dendam Allah. Sungguh, ini merupakan keadilan Allah dan timbangannya yang tidak akan salah dan keliru. Semoga Allah meridhaimu wahai ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. (FZ).

Dikutip dari: Majalah Qiblati, Malang, Edisi 11, tahun V, Ramadhan 1431H, Agustus 2010.

فضيحة مناف الناجي ضربة قاصمة لمرجعية السيستاني

العوادي

06-26-2010, 08:27 PM

بعد التطورات التي حدثت في العراق والتي تزامنت مع نقض الوعود وجريان بحار الزيف والخداع من قبل السيساسيين الفائزين في انتخابات البرلمان العراقي اصبح العراقيون في حالة فقدان ثقة بوكلاء المرجع الديني الشيعي السيستاني وذلك لانهم روجوا وساندوا والتزموا مرشحي القائمتين الشيعيتين الكبيرتين المتمثلتين بدولة القانون والوطني العراقي , فأكيد كل ذلك يؤثر سلبا على العلاقات الثنائية الممتدة بين القواعد الشيعية الموالية للمرجع السيستاني ووكلاءه ومرجعيته وذلك لانسياقهم وراء مخططات مخابر ات دول اقليمية تريد استنزاف العراقيين وتجريدهم عن هويتهم الاصيلة .

فبعد سنين طوال من الثقة العمياء التي كانت رصيد تلك المرجعية والتي كانت تتمتع فيها على حساب كل الوطنيين والشرفاء وبعد تهميش الاصلاء وتحت مسميات الدين والمذهب والزعامة الدينية ومنهج التقية وغيرها من امور باتت هذه المرجعية منهكة القوى بعد ان صادرت كل رغبات الشارع العراقي واراءه وقتلت كل امنياته ووئدت كل احلامه وبمشيئة من الباري جل وعلا خرت هاوية الى الجحيم ملطخة بالعار الابدي الذي سيخلده التاريخ على مر العصور وسيكون لعنة ابد الابدبن .

حتى اصبحت الان الاساءة لها وعليها من كل عراقي وعلى كافة طبقات الشعب المحروم الذي ذُبح تحت سكاكين وكلاء ومعتمدي ورموز تلك المرجعية المتسلطة التي تحتوي على اكبر مؤسسة دينية تضم اشرس عصابة منظمة متلبسة بلباس الدين والقيادة الروحية للجماهير الشيعية الى ان وصل الامر الى سب وشتم كل من انتمى لهذه المؤسسة بمجرد اطفاء الكهرباء في اي مكان في البلد او سماع صوت انفجار حتى وان كان انفجار اطار سيارة فتبادر السن الناس وتأخذ مأخذها من انساب واحساب هؤلاء الرموز الذين تسببوا بظلم هذا الشعب المسكين .

وباتت الناس تنتظر وتترقب بغضب خطوات هؤلاء الرموز الدينيين الى ان سقط نجم لامع في سماء مرجعية السيستاني في الحضيض بين ايادي العاهرات وفي احد فنادق وبيوت مدينة العمارة وهو يمارس الافلام الخلاعية مع ساقطات سافلات وبأبشع الطرق والممارسات الحيوانية الا وهو وكيل عام المرجع الديني الاعلى السيد السيستاني (دامت عطاءاته ) سماحة السيد مناف الناجي (دام فسقه ) وكان ذلك تحت التصوير الفيديوي بواسطة نقال له تصوره جارته وهو يمارس الجنس مع العاهرات وتم كشف ذلك حسب ما ينقل اهالي العمارة عن طريق (رام تلفونه الخاص) بعد مسح التسجيل الفديوي وهو لا يعلم ان هناك برنامج خاص ممكن من خلاله اعادة كل ما اُدخل في الرام بعد ازالته فباع التلفون والرام فيه او اعطاه لشخص والارجح انه باعه على احد الاشخاص ومن خلال البرنامج المذكور تم استرجاع كل ما حُذف من الرام فقام الشخص المشتري بالاتصال بالوكيل العام واخبره بالامر فطار خوفا من الفضيحة واستعد على ان يشتري الرام الذي يحتوي على (60 مقطع فديوي) بــ (50000 الف دولار) وهو يعتقد بذلك يلقي القبض على الطرف الاخر بواسطة جلاوزة بدر او الدعوة وتتم تصفيته على اياديهم العفنة لكن مشيئة الباري اقتضت ان يكشف الله الباطل ويرفض المقابل الموت الاحمر الذي تدفن معه تلك الفضيحة الخطيرة التي ادت الى تشابك العشائر في ميسان بعد ان قتلوا بناتهم وبادروا بطلب رأس المجرم من عشيرته ومن مكتب المرجع السيستاني .

وهذا ما ظهر وما خُفي كان اعظم من قتل وشرب خمرولواط وزنا فهؤلاء اجرموا في نساء مدينة النجف وكربلاء وغيرها من محافظات وتحت مسميات الحوزات النسوية ونقاط تفتيش نسوية في الاضرحة الشيعية التي لعب لعبته الصافي والكربلائي وغيرهم بهن بتلك الاماكن فلهم سوابق قديمة مدفونة برمال اتى اليوم التي تتطاير ذراتها بعواصف غضب العراقيين المظلومين وهاهم الان في حيرة من امرهم وهم تحت مطرقة رجال العشائر وسندان المطالبة بكل الحقوق التي استلمها المجرم لارجاعها لاهلها والتي تحتوي على مليارات من تجار وغيرهم وبعد وصولها الى السيستاني وتسفيرها الى ايران ومن اراد التأكد عليه فقط ان يتعب نفسه ويتصل بأقاربه او اصدقائه او معارفه في محافظة ميسان ويستفسر عن اخر التطورات والاحداث هناك ويسئل عن المقاطع الخلاعية البهيمية التي تتلاقفها نقالات ورامات الصبيان هناك ولينظر الجميع الى هذه المرجعية وما تحتويه من رموز واشباه الرجال وليرتقب الجميع لاحداث كبيرة وخطيرة وشنيعة وكل ذلك تحت ارادة الحكم العدل جل وعلا .

المصدر: منتديات ياعراق

http://www.iairaq.com/vb/t21680.html

( nahimunkar.com)

..:: ::..

87 Responses to “Negara Islam Indonesia (kenapa tidak)”

  1. AbuRazziq said

    pertamaxxx….

    he…he..he…

  2. Usup Supriyadi said

    Saya sangat sependapat :

    selama di Indonesia dibebaskan menjalankan kewajiban beragama Islam maka akanlah sangat naif sekali jika ada sekumpulan orang yang hendak mengubah azas negara yang telah disepakati oleh pendahulu kita (baca: para pejuang bangsa Indonesia dari kaum imperalis barat)

  3. cekixkix said

    Keduax… Cekixkix…kix..kix…

  4. Th70no said

    Cukup panjang, tapi sangat mencerahkan

  5. AbuRazziq said

    eniwey…saya sepakat banget…dan menyesalkan banget dengan di rubahnya sila ke-1 pancasila sewaktu pertama kali di cetuskan.

    dan saya kira memang Rasulullah Muhammad juga lebih mencontohkan menjalan politik dengan “ruh” islam…

    Konsep Islam sebagai “Way of Life” lebih tepat jika dibandingkan dengan cita-cita yang dijalankan oleh kelompok HT…

    (???)

  6. Filar Biru said

    Saya setuju kalo negara ini menjadi Negara Republik Islam Indonesia. Namun untuk kesana akan banyak tekanan dan rintangan. Akan terjadi revolusi besar seperti terjadi di Iran.

  7. aku rasa piagam Jakarta no 1 :

    1.Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya

    Tidak lantas berarti harus menjadi negara Islam. Selama hak-hak orang Islam dijamin oleh negara itu sudah merupakan penerapan Islam yang baik di masyarakat.

    Orang Islam di Indonesia punya banyak aliran (mazhab), selama masyarakat muslim bisa menjalankan sesuai dengan mazhabnya itu lebih penting dari sekedar Embel2 negara Islam.

    Penerapan Hukum atau sistem hidup (yang baik) di Amerika untuk saat ini mungkin lebih banyak yang Islami dibanding Indonesia.Cuma akidahnya aja yang beda.

    Tetapi karena Islam menyuruh kita melakukan yang terbaik, bisa menjadi negara Islam yang menyerap 100 % hukum Islam yang Madani sesuai saat Rasulullah masih hidup tentu lebih baik lagi:mrgreen:

    • Koreksi :

      bisa menjadi negara Islam yang menyerap 100 % hukum Islam yang Madani sesuai saat Rasulullah masih hidup

      MAKSUDNYA : Sistem keadilan dan kesejahteraannya🙂

      • rosendi said

        1.Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya

        (Bagi pemeluk islam maka Wajib menjalankan syariat Islam, bagi yang bukan islam harus tunduk pada syariat Islam..) <<< kirain begitu maksud kalimat ini, bukan ya kang/ mas ??😀

      • Pemikir said

        wah… di Indonesia kelembabannya sangat tinggi, sebab berada di daerah katulistiwa, tidak cocok pake jilbab, itu sebabnya nenek moyang Indonesia tidak mengunakan baju. kalau diarab, walaupun panas, pake baju berlapis-lapis sih ga apa2, sebab udaranya dingin dan kelembabannya sangat rendah.
        menetapkan suatu aturan harus sesuai dengan daerah yang ingin ditetapkan.

      • Rubon said

        @Bung Pemikir
        Saya kira bukan soal cocok atau tidaknya masalah jilbab, melainkan syarat kepatuhan kepada Allah.
        Satu hal, jika terbiasa berjilbab maka kutu dan uban tidak tanpak.🙂

        Keuntungan lain, jika kita lupa membawa mukena (perangkat shalat wanita) maka tidak perlu resah dan gelisah saat menjalani ibadah shalat.

  8. rubon said

    Beratus-ratus tahun lamanya bangsa Indonesia dijajah dari segala aspek kehidupan, namun Alhamdulillah, bangsa penjajah yang nota benen beragama Kristen tidak sanggup menembus umat Islam dalam menjalankan syari’atnya. Dengan kata lain baik adanya UUD maupun tidak Insya Alllah syari’at Islam akan ditegakan secara mandiri oleh tatanan masyarakat Indonesia.
    Dari fakta sejarah tersebut sangatlah jelas bahwa Allah menjamin hambanya yang shaleh, Apakah bangsa ini masih meragukan jaminan tersebut Wa Allahu ‘alam. ?!

    • Eagle said

      @Saudara Rubon
      Mungkin harus membuat piagam masjid !! hehehe…
      Urusan umat Islam diselesaikan oleh kaum “elit” Islam dan urusan Agama lain silahkan urus masing-masing, tapi kalau terjadi konflik Agama yang berbeda maka baru “Permen lintah” turun gunung:mrgreen:

  9. Someone said

    Kalaupun UUD 45 diamandemen dengan Piagam Jakartapun selama kiblatnya ke barat hasilnya tidak berbeda dengan Republik Islam Iran yang mayoritas elit politik dinegara tersebut tidak menjalankan Rukun Islam yang ke-5.
    Saya khawatir kelak berhaji cukup berkeliling Tugu Monas 7 kali !!!

  10. dedekusn said

    Nuhun pisan kang, sy save dulu + pasti dibaca tuntas….

  11. qarrobin said

    Selama pemerintahan 4 khalifah, tidak terdapat sistem kesultanan atau sistem kerajaan dalam arti kepemimpinan turun-temurun dari bapak ke anak

    sedangkan imam 12 syi’ah terdapat kepemimpinan turun temurun

    bukankah muhammad itu bukanlah salah satu bapak dari kamu?
    jadi benarlah bahwa kekhalifahan bukan sistem kerajaan imam 12

  12. jadi begimana hukum me-negara-kan Islam ? (1) wajib (2) sunnat (3) maruh (4) mubah (5) haram ???

  13. Mudah-mudahan bisa di terapkan di Indonesia….

  14. Secara teoritis makan buncis ^_^ , memang kondisi maju paling cepet diperoleh apabila ada kekuasaan absolut di satu penguasa kuat serta penguasa tersebut memang punya kemampuan dan tujuan menyejahterakan rakyatnya. Jadi ada manusia luar biasa yang memiliki kehebatan, integritas dan konsistensi tinggi tahan godaan dan manusia tersebut tidak diganggu oleh pihak2 lain.
    Tetapi sejarah membuktikan bahwa banyak penguasa yang tadinya baik akhirnya tergelincir ketika berkuasa, akibat tidak adanya saling kontrol ya negara malah jadi terpuruk.

    Dalam negara kan ada hukum, yang namanya hukum pasti satu. Bila hukum diambil dari satu tafsir tertentu dimana tafsir itu mungkin saja masih debatable, lalu tafsir siapa yang layak dipakai sebagai hukum ? Apabila hukum ditafsirkan sesuai mazhab masing-masing lalu bagaimana memutuskannya apabila ada dua orang yang kebetulan berbeda mazhab terlibat interaksi yang berakibat hukum ? Masalah semacam ini saya kira tidak mudah. Secara praktis pun pasti tidak mudah. Kecuali jika kemudian dipaksakan ada penafsiran tunggal atas ayat-ayat agama atau tafsir mutlak ala penguasa.

    Salam Raden Mas Haniifa PG…^_^

    See You…

  15. rosendi said

    btw, potret sejarahnya islam jelek bgt ya… jadi kesimpulannya islam tuh apa dunk kang??
    yang penting sholat, puasa, zakat dan naik haji bila mampu, itu aja ya… yang lain2 nya gimana ???
    sebagai orang yang masih awan seperti saya jd bingung-bingung ku memikirnya😦

    • Samaranji said

      Justru dng menjalankan sholat, puasa, zakat dan haji secara benar, umat Islam akan lebih memikirkan bagaimana kehidupan berbangsa dan bernegara yang benar. Bandingkan dengan yang tidak menjalankan hal tersebut (sholat, puasa, zakat, dan haji). Semua butuh proses pembelajaran, ga perlu skeptis gitu.

      Wassalamu’alaikum.

      • rosendi said

        Bukankah yang melakukan korupsi, kolusi, nepotisme juga sholat, puasa jg kok, zakat iya, bahkan naik haji berkali-kali!

        Syariat tanpa akidah tauhid pasti bobrok!
        Akidah tauhid tanpa syariat brarti mendzolimi diri sendiri-sosial!!

        Tp sayang seribu kali sayang akidah tauhid sudah terlupakan atau sengaja di hilangkan?!?! sama halnya dengan rukun islam yang pertama… ujug-ujug sholat weh.. rukun yang pertama kok ga dijalankan!
        or rukun pertamanya disatuin aja dengan rukun yang kedua, apakah bisa begitu ?!?!

      • @Mas Rosendi
        Memangnya sampean sholat tidak membaca rukun pertama gituh ?!

        (Ingat @Om, bacaan tahiyat akhir shalat… makanya jangan kebanyakan teori doang dunk… hehehe )

      • Samaranji said

        @ Rosendi

        Assalamu’alaikum.

        Maaf, mungkin perlu sy perjelas statement di atas :
        Justru dng menjalankan sholat, puasa, zakat dan haji secara benar, umat Islam (tentu orang yang SUDAH mengucapkan 2 kalimat syahadat) akan lebih memikirkan bagaimana kehidupan berbangsa dan bernegara yang benar….

        >>> yg membuat sy heran mengapa sampean bertanya/ berkata : btw, potret sejarahnya islam jelek bgt ya… jadi kesimpulannya ISLAM TUH APA dunk kang??
        yang penting sholat, puasa, zakat dan naik haji bila mampu, itu aja ya… yang LAIN2 nya gimana ??? (sampean belum/ tidak menyertakan s-y-a-h-a-d-a-t)

        >>> adapun masalah aqidah tauhid kan sudah jelas dalam rukun iman (trus apa maksud sampean dng “YG LAIN2” ???)

        >>> firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala QS. Al Ankabut : 45 setidaknya membuat sy faham bhw sholat mencegah perbuatan keji dan munkar (mafhum mukholafahnya, umat Islam yang – scr dhohir – dah sholat namun masih berbuat keji dan munkar, maka dipertanyakan sholatnya apakah sudah sesuai dng Al Qur’an). Orang2 skeptis tentu berkata “jadi percuma dunk sholat, ribet amat !!!”, namun bagi saya hal itu jadikan motivasi untuk tetap konsisten/ istiqomah menjalankan sholat dan selalu berusaha agar sholatnya sesuai dengan Al Qur’an yang bisa mencegah perbuatan keji dan munkar. (Ini baru sholat).

        Kurang lebihnya demikian, selebihnya sayapun juga masih dalam taraf sedang belajar dan mengamalkan Islam. Makasih.

        Wassalamu’alaikum.

    • osamah said

      Assalamu alaikum…
      Sejauh yang saya pahami dari Islam adalah bahwa Islam mengajarkan pada 3 perkara :
      1.hubungan dengan Allah (sholat,puasa dan lain2)
      2.menata akhlak (lebih menekankan ke pribadi pemeluk)
      3.pedoman tentang hidup bermasyarakat mencakup sistem bernegara,sistem ekonomi,budaya,politik bahkan islam sebagai ideologi..

      http://isyfatihah.blogspot.com/2010/10/memahami-kesempurnaan-al-quran.html dan http://isyfatihah.blogspot.com/2010/10/memahami-islam-dengan-logika.html

      namun,saat ini yang paling sering menjadi tema dalam pengajian/khutbah jumat/ceramah umum adalah point 1 dan 2 diatas.Saya tidak tahu mengapa alumnus pondok pesantren dan mubaligh jarang mengangkat tema tentang negara islam,politik islam dan ekonomi islam….
      wassalam

      • Samaranji said

        >>> mas osamah
        Maaf mas,saya dah meluncur pd link yg anda berikan,, APA YANG DIMAKSUD DNG KATA “MAAF” PD KOMENT PEMILIK BLOG BERIKUT : http://andibombang.com/senyum-semesta.html

        @ abu hanan & ben kunawi
        Iya, sepengetahuan saya, ending kisahnya memang begitu. Bahwa, sang pengemis tua nan buta serta (maaf) yahudi itu kemudian menjadi muallaf. Namun, di artikel ini, saya bermaksud ‘lebih menekankan’ kepada aspek ‘keikhlasan’ sang khalifah. Pertanyaan halusnya, kok bisa ya beliau bersikap begitu? Apakah ‘ada ilmunya’? Soalnya, kalau misalnya dikenakan kepada saya, ta’kepruk tenan wong iku tanpa basa-basi, hehe.. Setidak2nya, dulu.. jaman jahiliyahku.;)

        ABang
        November 17th, 2010 at 09:11

        >>> Terus terang dari jam 11.19 WIB tadi sampe dah dhuhur ini, aku ga mudeng babar blas kalimat2 metafora dlm blog tersebut, bahasanya aneh (baik artikel, pengunjung dan pemilik blognya). Setahuku penempuh tharikat tidak pernah mengabaikan syari’at (BOHONG bila bisa tahu ma’rifat – hakikat tanpa menjalankan syari’at !!!) Artinya, syari’at JALANKAN DULU, insyaallah hikmah akan datang dengan sendirinya.

        >>> perhatikan kata “maaf” yang ditandai kurung. MAKSUDNYA APA ? MENGAPA ??? (apa emang ada komunitas yahudi dalam blog tersebut) ?????

        Dah saatnya dhuhur, sholat dulu mas osamah (hati2 dengan ilmu aeng2 itu) !!!

        Wassaalamu’alaikum

    • @Kang Rosendi
      Mohon maaf Agama Syi’ah bukan Ad diin islam, tolong catat ini dalam-dalam, dan sayah membuat sampai 12 artikel apa perlu ditambah lagi ?!😦
      * Agama Syi’ah sama dengan Agama Kristen 12
      * Agama Syi’ah sama dengan Agama Kristen 11
      * Agama Syi’ah sama dengan Agama Kristen 10
      * Agama Syi’ah sama dengan Agama Kristen 9
      * Agama Syi’ah sama dengan Agama Kristen 8
      * Agama Syi’ah sama dengan Agama Kristen 7
      * Agama Syi’ah sama dengan Agama Kristen 6
      * Agama Syi’ah sama dengan Agama Kristen 5
      * Agama Syi’ah sama dengan Agama Kristen 4
      * Agama Syi’ah sama dengan Agama Kristen 3
      * Agama Syi’ah sama dengan Agama Kristen 2
      * Agama Syi’ah sama dengan Agama Kristen

      https://haniifa.wordpress.com/daftar-isi/

      Wassalam, Haniifa.

      • rosendi said

        Trims atas responnya kang😀

        Ad din islam bukan syiah!!! yup, saya catat kok kang.. dari artikel2 akang sedikit banyak saya mencoba mencernanya… dan kebetulan memang ada beberapa orang yang saya kenal teridentifikasi “syiah” walaupun ada yang mengakuinya ada pula yang tidak mengakuinya…

        klo menurut akang ad dien islam tuh pengertiannya apa??

        (mohon penjelasan yang sederhana aja ya kang)

      • Jalankan rukun Islam dan rukun Iman Islam sesuai dengan kemampuan, just it.😀

      • Samaranji said

        assalamu’alaikum

        @ kangmas haniifa
        e,x,e,l,e,n,t… makasih kang penjelasan n ilmunya.

        wassalamu’alaikum

      • Wa ‘alaikum Salam @Kang Samaranji😀

        Kembali kasih, my bro…

    • @ROSENDI

      Coba anda pelajari saat Islam pernah menjadi Rahmat Semesta alam pada masa2 gemilangnya, yang sekarang ilmunya diteruskan oleh Barat.

      Awas, di dalam Islam ada umat yang ingin membuat Islam menjadi hidup layaknya jaman kegelapan Kristen:mrgreen:

      • Pemikir said

        ya… gemilang buat Islam, tapi bencana buat yang lain…
        contohnya Jalur Sutera putus karena banyaknya perampokan dan pembunuhan.

      • @Oom Pemihkir
        Kalau Jalur segi tiga emas, pabrik heroin dan morpin menguntungkan Kristen Barat, sehingga sangat disuprot’s oleh mereka … hehehe…

  16. Samaranji said

    @ rosendi
    on 23 nop 2010 at 3.57pm

    Assalamu’alaikum.

    Maaf kang, apa yg sy tulis dng sholat, zakat, puasa, haji (hanya dikarenakan merujuk dng apa yg sampean katakan di atas sblmnya : btw potret sejarahnya islam jelek amat y ?…., yg penting sholat, puasa, zakat, haji bila mampu aja ya, yg LAIN2nya gimana ???) jadi,,, tak ada niatpun dr sy utk menghilangkan rukun islam yg pertama n utama, s.y.a.h.a.d.a.t (justru sy heran mengapa di awal sampean tidak menyebutkan/ menuliskannya ? truss yg LAIN2 tuh apa ?).

    Adapun masalah tauhid kan sudah ada dalam rukun iman.

    Wassalamu’alaikum.

  17. rosendi said

    ^^
    Wa’alaikumsalam.

    owh iya klo gitu mah, brarti 5 ya😀 masalahnya kapankah kita mengucapkan syahadat tea! or mungkin syahadat teh langsung di gabung dalam sholat ya atau bagaiamana?!
    yang saya pernah dengar bahwa ga ada istilah islam keturunan! ga ujug2 bapak-ibu kita muslim kita juga ikut muslim dong, bener ga??
    seperti sholat kan ada petunjuk plaksanaanya, klo mengucapkan syahadat ada ga ya petunjuk pelaksanaannya?? yang saya maksud hilang teh petunjuk pelaksanaan mengucapkan syahadat kang??
    hmm…

    kata kang hanifa ketika tasyat akhir sholat kita kan membaca 2 kalimat syahadat.. itu teh rukun sholat or rukun islam?? dalam nikah juga kita membaca 2 kalimat tsb! (itu teh rukun islam atau rukun nikah).

    (wadaw… saya dibilang kebanyakan teori uy😦 (it is ok :P) Dalam sholat ketika tasyat akhir saya membaca 2 kalimat syahadat kok kang, bisi mikirna akang hanif saya teh tara sholat or klo sholat ga baca 2 kalimat tsb)

    klo yang akang maksud akidah = rukun iman ya ada 6.

    klo kita beriman ke kitabullah/ alqur’an teh bagaimana? apakah cukup dibaca aja, atau dijadikan aturan hidup baik pribadi-keluarga-tetangga-bermasyarakat-bernegara-berbangsa. atau cukup klo dimesjid baru baca dan berhukum Al-qur’an klo masalah hidup bermasyarakatmah make hukum penguasa aja! begitukah ???

  18. rosendi said

    @All : hatur thank you aja deh😀

    • @Mas Rosendi
      Silahken sampean renungi kembali tulisan post sayah diatas ini:
      Jalankan rukun Islam dan rukun Iman Islam sesuai dengan kemampuan, just it.😀

      Jadi kalau sampean baru bisa shalat 1 tahun sekali juga, saya nggak apa-apa kok,… berarti kemampuan sampean seperti itu… hehehe…

      • rosendi said

        halah… kenapa bisa berasumsi gitu ya?!?
        padahal saya tidak menuliskan pabila sdh baca syahadat dan mengerti makna/arti… lalu tidak perlu shalat…

        justru saya mo menjalankan rukun islam & rukun iman!
        jadi syahadat tuh di gabungin dlm sholat ya??
        iya atau tidak itu saja😛

        ebad uy bisa tau saya cuma sholat 1 thn sekali… mungkin ada rumus fisikannya ya, halah…

        punten akh…

      • 😀 hua.ha.ha…
        Sampean sendiri yang minta tolong jawaban sederhana
        Nyoh… ingetken lagi pertanyaan sampean:

        klo menurut akang ad dien islam tuh pengertiannya apa??

        (mohon penjelasan yang sederhana aja ya kang)😛

        حَنِيفًا said
        November 24, 2010 at 1:11 am

        Jalankan rukun Islam dan rukun Iman Islam sesuai dengan kemampuan, just it.😀

        Punten ahh, oot pisan euy…

      • Cekixkix said

        @Om Rosendi
        Kheknya klo akad nikah, syahadatnye nyampe 4 kali, … calon bini elo jadi gue mut’ah lho… Cekixkix..kix..kix…

      • the70no said

        Daku mah lieur baca komentarnya😦

      • Cekixkix said

        @Om the70no
        Maklum aje, kheknya baru tau syahadat doang … Cekixkix…kix…kix….

  19. rosendi said

    Oom hanifa + cekikik mah dah mateng kali ya masalah syahadat…

    ebad..ebad..

    • 😀
      Makanya saya baru tahu kalau syahadat itu dibaca hampir 9x sekurang-kurangnyah dalam 1×24 jam… hehehe

      Sampean dah maghrib belon ?!

    • @Mas Rosendi
      Bijimana ?!
      Apakah sampean mau cuma teori belaka, sebagaimana yang sampean tulis:

      Sesungguhnya Sholatku, Ibadahku, Hidupku, Matiku Hanya Untuk-Mu

      Atau mau kaffah mengikuti sunah Allah dan sunnah Rasulullah, yang tertuang dalam do’a Nabi Ibrahim a.s, singkat kata insya Allah saya gunakan dalam TEORI dan PRAKTEK pada awal bacaan shalat, mudah-mudahan dapat menjaga diri sendiri dari perbuatan keji.

    • Cekixkix said

      @Om Rosendi
      Makenye @Om, shalat magribnye jangan ditunda-tunda ame ngenet… jadi malu gue….. Cekixkix…kix…kix…

    • Rubon said

      Bung Rosendi
      Sebagaimana yang kita ketahui bahwa azas negara kita adalah Pancasila dan sila pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa.
      Saya pribadi sebagai Umat Islam, Insya Allah tidak merasa keberatan dengan imbuhan ke-an (baca: sekumpulan, seperti kepulauan artinya sekumpulan pulau-pulau)

      Mengapa ?!

      Alasannya sangat sederhana, karena hal tersebut sudah dipikirkan matang-matang oleh para pendiri negara ini.
      misal:
      Bagi pemeluk Agama Kristen, bisa menerima sebagai manifes dari trinitasnya.
      Bagi pemeluk Agama Hindu-Budha, bisa menerima sebagai manifes dari bentuk reinkarnasi atau lainnya.
      Bagi pemeluk Agama Islam, bisa menerima sebagai manifes dari ASMAUL HUSNA terutama dari kata “Yang Maha Esa” ini merupakan bentuk lain dari QS 112:1 “Qul huwa Allahu Ahad”

      Justru yang saya kritisi adalah tulisan anda sendiri yang mengaku umat Islam tetapi sangat jauh dari syari’at islam.

      Anda menulis :
      Sesungguhnya Sholatku, Ibadahku, Hidupku, Matiku Hanya Untuk-Mu

      Mu disini siapa ?! apakah anda melupakan Allah ?!
      إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى للَّهِ رَبِّ الْعَـلَمِينَ

      Inna shalatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiin

      Sesungguhnya shalatku, ibadahku,hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.
      (ingat Rabb=Tuhan, bukan dari kata ilah)

      Apakah anda seorang yang berfaham JIL ?!
      Jika tidak, pakai rumus SASTRA APA anda menulis demikian !!!

  20. Roy Rey said

    Hihihi…
    Gelar Theekeur… and binun…

  21. rosendi said

    Hmm… hatur thank you kang😀

    Sekali lagi saya tegaskan saya bukan seperti prasangka akang2 sekalian. Saya bukan dari ormas, partai politik, lembaga, sekte atau apapun itu. Ini murni saya pribados… sekali lagi mohon jangan berprasangka yang tidak2, Saya hanyalah rakjat kecil yang mencoba mencari kebenaran… yang tentunya standar kebenaran seorang mukmin, muslim yaitu Al-Qur’an DAN Sunnah…

    @hanifa, Cekixkix, the70No, Roy Rey

    masalah syahadat teh kenapa saya pertanyakan, karena saya pernah dengar beberapa pendapat, yaitu :
    1. syahadat tidak perlu di ucapkan toh setiap sholat kan kita baca selalu !!!
    2. syahadat harus diikrarkan karena syahadat tuh pintu gerbang seorang mukmin. awal rasul mengajak manusia diawali dengan 2 kalimat toyibah ini. Jadi, antara syahadat dan sholat itu suatu keterpisahan, itu mangkanya saya menuliskan apakah sama antara syahadat dalam sholat, dengan syahadat rukun islam yg ke-1 ??
    3. yang mengajak syahadat tuh sesat, alasannya “rata2 tidak memiliki argumen, cuma mengikuti opini yang berkembang alias ikut2an or paranoid dengan islam.

    Sayang sekali bukannya jawaban yang saya dapatkan cuma prasangkaan… ledekan… padahal saya berharap akang2 bisa membantu meluruskannya karena saya menganggap akang-akamg bisa dijadikan tempat bertanya!!!

    @Mas Rubon

    saya bukan mengkritisi imbuhann ke-an ya mas, tapi aturannya, kepemimpinannya atau sistemnya.

    ‘Sesungguhnya Sholatku, Ibadahku, Hidupku, Matiku Hanya Untuk-Mu’
    Tentunya MU yang saya maksud adalah ALLOH SWT yaitu :
    1. Rabb : yang menciptakan, yang mengatur manusia, yang memelihara manusia
    2. Malik : raja, penguasa, pemiliknya manusia
    3 Ilah : yang dita’ati, dipatuhi, yang menjadi tempat sumber ketenangan manusia

    sekali lagi saya tidak mengatasnamakan organisasi, partai, ormas, kelompok jamaah, lembaga atau apapun itu!
    mudah2an bisa meng-clearkan prasangkaan tentang saya,

    keep silatuhrahmi ya kang😀

    • rubon said

      Bung Rosendi, sekarang justru saya kritisi bacaan shalat anda.
      Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaulhusna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu” (QS 17:110)

      Pertama: Arti dari bacaan do’a diawal shalat harus dibaca perlahan-lahan (nyaris berbisik) dan terdengar oleh kedua telinga kita, sekurang-kurangnya jika aja bangsa JIN yang menjadi makmum akan mengerti do’a shalat kita:mrgreen:

      Kedua: Mohon maaf bacaan tahiyat akhir (including 2 kalimah syahadat) juga harus diucapkan oleh mulut (dibaca berbisik-bisik) dan diartikan oleh hati.

      Ketiga: Kesimpulan ibadah SHALAT itu merupakan ibadah TRINITAS kepada Allah subhanahu wa ta’ala, berupa:
      1. Bahasa TUBUH (gerakan)
      2. Bahasa LISAN (ucapan)
      3. Bahasa HATI (qalb, artikan sesuai QS 44:58 ).

      Insya Allah, sifat kepemimpinan dan sistem tubuh anda akan mengikuti rambu-rambu ad diin islam.

      Salam,…

    • cekixkix said

      @Om Rosendi
      1. syahadat tidak perlu di ucapkan toh setiap sholat kan kita baca selalu !!!
      ==> Kheknya elo mah orang nyang kagak pernah ngikutin shalat jenasah, jadi elo kagak tahu bahwa syahadat tidak dipakai😛

      ==> Kheknya elo belon nikah, jadi kagak tahu kalau syahnye akad bila diikrarkan ame syahadat.

      2 and 3,…
      ==> Kheknya otongnye elo belon disunat … Cekixkix..kix..kix…

  22. Goda-Gado said

    terakhir

    Daulah Islam ya..??
    hmmm🙂

  23. Pemikir said

    Sukarno adalah orang Islam sejati, tapi mengapa beliau dan beberapa komponen negara pada saat itu menolak negara Indonesia sebagai negara dengan muslim terbanyak didunia didasari oleh Syairat Islam?

    • @Mas Pemikir
      Justru beliau (Ir. Sukarno) seorang islam sejati, maka beliau mengikuti para Rasulullah.
      Nabi Daud a.s dan Nabi Sulaeman a.s sebagai kepala negara (kerajaan) tetapi tidak mengharusken syairat islam dinegaranyah.
      Demikin juga Nabi Isa Al Masih dan Nabi Muhammad s.a.w yang jelas jelas mengalahkan DUA IMPERIUM RAKSASA ketika itu (PERSIA dan ROMAWI), sampean tahu sendiri para khalifah islam tidak mendiriken kerajaan ISLAM atau memaksa orang non islam menjalanken syariat islam toch.
      Lha kalau @Oom Khomenei mendiriken NEGARA ISLAM, silahken sampean pilih :
      a. Imam Khomeni lebih hebat dari Nabi Muhammad s.a.w
      atau…
      b. Imam Khomeni absolute bukan ISLAM SEJATI

      • Usup Supriyadi said

        Apa benar begitu? dalam Islam tidak ada istilah “Negara Islam” ? Bukankah kita mengenal istilah Daulah, Khilafah, Hukumah, Imamah, Kesultanan, malah ada sebuah hadits yang menggambarkan sebuah “negara”.

        Hadits Hudzaifah bin Yaman radliyallaahu ‘anhu :

        تكون النبوة فيكم ما شاء الله أن تكون , ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها ثم تكون خلافة على منهاج النبوة , فتكون ما شاء الله أن تكون , ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها , ثم تكون ملكا عاضا فيكون ما شاء الله أن تكون , ثم يرفعها إذا شاء الله أن يرفعها , ثم تكون ملكا جبريا فتكون ما شاء الله أن تكون , ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها , ثم تكون خلافة على منهاج النبوة . ثم سكت ” .

        “Akan ada masa kenabian pada kalian selama yang Allah kehendaki, Allah mengangkat/menghilangkannya kalau Allah kehendaki. Lalu akan ada masa khilafah di atas manhaj Nubuwwah selama yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya jika Allah menghendaki. Lalu ada masa kerajaan yang sangat kuat (ada kedhaliman) selama yang Allah kehendaki, kemudian Allah mengangkatnya bila Allah menghendaki. Lalu akan ada masa kerajaan (tirani) selama yang Allah kehendaki, kemudian Allah mengangkatnya bila Allah menghendaki. Lalu akan ada lagi masa kekhilafahan di atas manhaj Nubuwwah”. Kemudian beliau diam” [Diriwayatkan oleh Ahmad 4/273 dan Ath-Thayalisi no. 439; dishahihkan oleh Al-Albaaniy dalam Silsilah Ash-Shahiihah no. 5]

        Saya kira, apa yang terjadi di Madinah adalah sebuah bentuk dari Negara Islam. Dengan adanya pula Piagam Madinah. Dan jelas sekali bahwa Rasulullaah mewajibkan rakyatnya untuk menjalankan syariat dan melindungi orang kafir yang berada dalam perjanjian. Nah, soal “Nabi Daud a.s dan Nabi Sulaeman a.s sebagai kepala negara (kerajaan) tetapi tidak mengharusken syairat islam dinegaranyah” Ya, jelaslah kan setiap nabi itu punya syariatnya masing-masing yang terkadang ada beda di antara nabi-nabi tersebut tapi tetap sama dalam hal tauhidnya. Darimana tahu bahwa keduanya tidak mewajibkan penegakan syariat terhadap rakyatnya? Bukankah tugas para nabi (selama ia masih hidup ditengah-tengah kaumnya) itu agar umatnya menjalankan syariat-Nya?

      • @Kang Usup Supriyadi
        Rasulullah berada di Madinah, bukan untuk menjadiken kota itu sebagai Ibu Kota Negara tetapi disanah itu peperanganyah jauh lebih njilmet daripada di Mekkah (yang nota bene hanya masalah arab baduy dan bani Qurasy), sedangkan di Medinah terdiri dari YAHUDI (Bani Israel dan Nashrani), MUSYRIK (Pagan) dan kaum Muslimun (Islam).

        Coba dech,sampean cari hadits yang berbunyi kira-kira “KAMU LEBIH TAHU DUNIAMU..bla..bla..bla..”

      • Usup Supriyadi said

        Oh, begitu. Terima kasih. Antum a’lamu biumuuri dun-yaakum adalah hadits shahih, dan memang sangat menguntungkan bagi mereka para anti penegakan syariat Islam. “urusan dunia” yang dimaksud dalam hadits tersebut tidak bisa dilepaskan konteksnya dengan kasus “pengawinan kurma” sebagaimana Asbabul-wurud hadits tersebut. Agama hanya mengarahkan agar semua urusan dunia tersebut dijadikan sarana untuk mengenal dan mengabdi kepada Allah, dimanfaatkan untuk kemaslahatan ummat manusia dan tetap berjalan di atas batas-batas syariat. Dengan kata lain urusan dunia (IPTEK) yang kita diberi keleluasaan untuk mengembangkannya masih termasuk di dalam bingkai keluasan dan kesempurnaan Agama. Jadi dalam hal ini tidak ada pemisahan antara urusan dunia dan agama karena kebebasan manusia untuk mengolah dunia itu tetap dibatasi oleh syariat dan berada dalam ruang lingkup agama.

        Dan saya kira konsekuensi dari adanya konsep “kepemimpinan” dalam Islam juga merujuk kepada ketatanegaran yang dari situ pun termaktub kemiliteran. Wa Allaahu A’lam.

      • @Kang Usup Supriadi
        Subhanallah,….
        Sa7 sekali @kang, kepemimpinan yang Islami itu harus bernafaskan rahmatan lil ‘alamin dalam artian walaupun seluruh jajarannyah serta sebagian besar rakyaknya non muslim, tetapi seorang Pemimpin yang beragama Islam harus tetap berlaku Adil😀

  24. Usup Supriyadi said

    sekarang lagi naik nih pamor NII, cuma ada embel-embel, KW 9. Ha ha ha

    • NII artinya Negara Islam-Islaman alias Islam “katepe”😀:mrgreen:

      Islam “katepe” (Syi’ah) => by Roma italiano
      Islam “katepe” (Ahmadiyah) => by Inggriso
      Islam “katepe” (JIL) => by Amerikano
      Islam suni, salafi, jamaah tablik, sufi => Katepenyah belum jadi… hehehe…

      Nabi Muhammad s.a.w hanya mengajarken Islam is Islami diina

  25. Pemikir said

    Saudara sekalian.

    anda pasti sering bertanya, mengapa dulu bapak-bapak negara kita tidak mengunakan dasar syairat Islam?
    padahal hampir 80% orang indonesia beragama Islam.

    Sebab idiologi Islam tidak cocok dengan budaya dan pola kehidupan bangsa Indonesia, dimana orang-orang Indonesia masih memiliki saya toleransi dan kerukunan beragama yang tinggi.

    Walaupun Sukarno sering diteror dan pernah dibom, beliau tetap mengunakan pancasila sebagai dasar negara,
    dan jaman soeharto, pemerintah sering sekali menekankan pentingnya P4 pada setiap awal sekolah dan perguruan tinggi.

    apa pentingnya Syairat Islam, hanya akan menginjak-nginjak budaya luhur nenek moyang kita dan hanya akan menguatkan falsafah orang – orang Arab yang terkenal Egois dan mementingkan diri sendiri.

    sebagai contoh, bantai dan bunuhlah orang kafir disekitarmu, dan sekarang diperhalus dengan PERANGILAH.

    klo kita melepaskan warisan nenek moyang kita, saya yakin Indonesia ini akan hancur kehidupannya seperti negara-negara di Timur Tengah. sebab kita tidak memiliki cadangan minyak yang tinggi, malah akan lebih hancur lagi.

    • @Oom Pemihkir
      apa pentingnya Syairat Islam, hanya akan menginjak-nginjak budaya luhur nenek moyang kita dan hanya akan menguatkan falsafah orang – orang Arab yang terkenal Egois dan mementingkan diri sendiri.
      _________
      Bisa sampean jelasken, Nabi Muhammad s.a.w berperang di BADAR dan di BUKIT HUD melawan orang-orang Arab atau orang Indonesia ?! 😀

    • abu hanan said

      @pemikir
      Bisa dijelaskan lebih ke “fokus” lagi ttg siapa nenek moyang kita?
      1.JIka anda maksudkan adalah orang2 Majapahit….= Sumpah Palapa itu cermin dari haus darah(glory)/gold(emas)/gospel(syiar agama Hindu/Budha) ?
      2.Jika anda maksudkan adalah Sriwijaya = apakah anda orang Palembang (Sumatera)?Jika anda jawab ya dari sumatera,maka sriwijaya bukan nenek moyang orang/suku Sunda.Betul?Sriwijaya bukan nenek moyang orang/suku Dani/Asmat.
      3.Jika yang anda maksudkan adalah semua suku dari Aceh hingga Merauke,maka sebenarnya Nusantara pada pra Majapahit dan pasca Majapahit adalah terdiri dari berbagai kerajaan yang saling bertempur dengan berbagai latar belakang.

      Jadi nenek moyang bangsa Indonesia TIDAK LEBIH BAIKdari orang2 Arab pra Islam.

  26. Nuraeni said

    I like it..:)

  27. Kiamat makin dekat aja ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: