حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Riwayat hadits palsu tentang Ahlulbayt

Posted by حَنِيفًا on August 19, 2010

Assalamu’alaikum,

Subhanallah,…
Menarik sekali komentar rekan syi’ah kita ini (@Oom Yasser Arafat alias @Ressay) dan setelah sayah silikidiki:mrgreen: ternyata artikel beliau tentang Ahlulbayt adalah bantahan atas artikel mengenai “Laki-laki yang mengaku Ahlulbayt artinya waria“.

#Ressay said:#
Mas haniifa yang saya hormati, dengan berat hati saya harus mengatakan bahwa terjadi kesalahan berpikir pada komentar Anda diatas.

Baik hadits Al-Bukhari No:8 dan Muslim No:62 yang Anda kutip maupun surat 33 ayat 33 yang Anda kutip, itu berbeda konteks dengan riwayat yang saya kutip.

Ucapan beliau ini sayangnya hanya dimulut belaka buktinya set moderasi on to Haniifa maka seluruh artikel tersebut  sayah copas berikut argumentnyah.

.:: Shit’ah go blog ::.

Siapakah Ahlulbayt Dalam Surat Al-Ahzab ayat 33? by Ressay

Perbedaan penafsiran terhadap Al-Qur’an nampaknya menjadi sebuah keniscayaan di zaman ini. Antara mufassir yang satu dengan mufassir yang lain, sering kali terjadi perbedaan penafsiran atas suatu ayat Al-Qur’an tertentu. Termasuk perbedaan penafsiran terhadap surat Al-Ahzab ayat 33 tentang siapakah Ahlulbayt yang dimaksud dalam ayat tersebut.

#Haniifa said:#
Ok! Mister sayah setuju, asalkan setiap kata yang mengandung Ahlulbayt maka secara konsisten harus diterjemaahkan sesuai dengan finalitas pemahaman sampean, artinya secara makna yang tersurat dan tersirat maka sampean harus mereplace kata tersebut.
Note:
Karena Admin blog ini beragama Islam, maka setiyap awal pembacaan ayat Al Qu’ran diawali dengan ta’awudz yaitu memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syaithan yang terkutuk sedang sampean yang beragama  Syi’ah biasanya memohon perlindungan kepada Imam Me’sum:mrgreen:
Pedopile

.: إِنَّ اللَّهَ قَالَ:.

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَـنِ الرَّجِيمِ

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيراً

dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta’atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (QS. Al-Ahzab ayat 33)

Masing-masing orang menafsirkannya dengan cara pandang yang berbeda dan dengan metode yang berbeda. Perbedaan cara pandang dan metode yang digunakan itu biasanya menghasilkan kesimpulan yang berbeda.

Adapun beberapa metode penafsirannya ialah tafsir ayat dengan ayat, tafsir ayat dengan hadits, tafsir ayat dengan asbabun nuzul, tafsir ayat dengan ra’yu, dll.

Ada seorang kawan saya yang memiliki gaya diskusi yang sangat aneh, menafsirkan surat Al-Ahzab ayat 33 tersebut dengan metode tafsir ayat dengan ayat.

Mengapa saya katakan gaya diskusinya aneh? Karena saat dia berdiskusi dan kehabisan argumen, sering kali dia menyerang pribadi lawan diskusinya. Tentu segala cara pun ia tempuh untuk menyerang pribadi lawan diskusinya. Biasanya sih banyak orang yang tak tahan berdiskusi dengan dia. Bukan persoalan kalah argumen, tetapi karena tak tahan dirinya dijelek-jelekin.

#Haniifa say:#
Wahh… Sampean kalau di jaman Khalifah Ali bin Abi Thalib bukan diejek-ejek lagih mungkin sudah di suntik mati😛 , karena kegemaran kaum syi’ah yang suka memelintirkan makna ayat-ayat suci Al Qur’an demi kepentingan sesaat Imam Me’sum Agama Syi’ah, contohnya sampean hanya mengambil 2 ayat Al Qur’an surah Hud 72-73 untuk menyesatkan pembaca, padahal sangat jelas di ayat 71 berbicara Sarah dan pada ayat 74 ada kata “Ibrahim“.

Kembali ke pendapat kawan saya diatas. Dia berpendapat bahwa kata Ahlulbayt dalam surat Al-Ahzab ayat 33 tersebut berkenaan dengan istri-istri Nabi saja. Pendapat dia ini berdasarkan ayat Al-Qur’an yang lain yang juga berbicara tentang Ahlulbayt, dan kata ahlulbayt disitu berbicara tentang perempuan.

Ambil contoh dalam surat Hud ayat 72-73, Allah berfirman:

قَالَتْ يَا وَيْلَتَى أَأَلِدُ وَأَنَاْ عَجُوزٌ وَهَـذَا بَعْلِي شَيْخاً إِنَّ هَـذَا لَشَيْءٌ عَجِيبٌ

قَالُواْ أَتَعْجَبِينَ مِنْ أَمْرِ اللّهِ رَحْمَتُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ إِنَّهُ حَمِيدٌ مَّجِيدٌ

Isterinya berkata: “Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh.”

Para malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.”

Kata Ahlulbayt dalam ayat diatas, menurutnya, berbicara soal istri dari Ibrahim.

#Haniifa say:#
Weleh…weleh bodoh sekali sampean, coba baca ayat sebelumya yaitu (QS Hud:71)
وَامْرَأَتُهُ قَآئِمَةٌ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنَـهَا بِإِسْحَـقَ وَمِن وَرَآءِ إِسْحَـقَ يَعْقُوبَ
Wam ra atuhuu qaaimatun fa dharikat fa basysyarnaaha bi ISHAAQa wa miw warra’i ishaaqa YA’QUUB.
Dan istrinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir putranya) Yakub.
Dasar Agama syi’ah selalu sesat dan menyesatkan, apakah menurut sampean Istri Nabi Muhammad s.a.w melahirkan Nabi Ishaq a.s dan Nabi Yaqub a.s.
Lebih bodoh lagi jika Ahlulbayt diatas sampean sebut sebagai FATIMAH yang melahirkan Nabi Ishaq a.s dan Nabi Yaqub a.s.
Sekarang kita lihat ayat berikutnya…
فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ إِبْرَهِيمَ الرَّوْعُ وَجَآءَتْهُ الْبُشْرَى يُجَـدِلُنَا فِى قَوْمِ لُوطٍ
Fa lammaa dzahaba ‘an IBRAAHIIMar rau’u wa ja at hul busyraa yujaadilunna fii qaumi LUTH
Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, dia pun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Luth.

Jelas sekali yang dimaksud adalah Nabi Ibrahim a.s dan Ahlulbayt tersebut sejaman dengan Nabi Luth a.s, Apakah Ali bin Abi Thalib, Fatimah, Husein dan Hasan sejaman dengan Nabi Luth a.s ?!

Sekarang perhatikan QS Hud : 72 dan 73.

Sudah sangat jelas bahwa arah pembicaraan tersebut ditujukan kepada Sarah, istri Nabi Ibrahim a.s sendiri. Dialah yang dimaksud dengan Ahlul bait Ibrahim ؛a.s . Sekalipun demikian, para malaikat berkata kepadanya [عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ] ‘alaikum ahlalbayti “Dicurahkan atas kalian (sifat laki-laki), wahai ahlul bait” atau dengan kata lain bersifat mudzakkar (bentuk laki-laki), maka mereka disifati dengan nama mudzakkar sekalipun SARAH adalah wanita.

Demikian pula dalam surat Al-Qashash ayat 12:

وَحَرَّمْنَا عَلَيْهِ الْمَرَاضِعَ مِن قَبْلُ فَقَالَتْ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى أَهْلِ بَيْتٍ يَكْفُلُونَهُ لَكُمْ وَهُمْ لَهُ نَاصِحُونَ

dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu; maka berkatalah saudara Musa: “Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?”.

#Haniifa say:#
Ada sebagian riwayat yang memelihara Nabi Musa a.s adalah istri Fir’aun dan ada juga sebagian berpedapat Dayang Fir’an, namun terlepas dari polemik tersebut tetap saja sangat jelas bahwa yang MENYUSUI beliau adalah seorang berjenis kelamin WANITA

Setelah ia hadapkan surat Al-Ahzab ayat 33 dengan kedua ayat diatas, kemudian dia mengambil sebuah kesimpulan bahwa Ahlulbayt yang terdapat dalam surat Al-Ahzab ayat 33 tersebut ditujukan ke perempuan dalam hal ini ialah istri-istri Nabi.

Sebuah Tanggapan

Saya tergerak untuk sekedar menanggapi pendapat kawan saya tadi. Semoga tanggapan ini tidak dimaknai sebagai sikap merasa diri paling benar sendiri. Apa yang saya lakukan ini hanyalah sebuah usaha untuk memahami dan memaknai ayat-ayat Al-Qur’an.

Metode yang digunakan oleh beliau tidaklah salah. Tetapi, menurut saya, proses penafsirannya yang masih cacat. Ada hal yang sama sekali tidak ia singgung, salah satunya ialah persoalan penggunaan kata ganti.

Mari kita simak Surat Al-Ahzab tersebut dari ayat 30-34.

Mulai dari Surat-Ahzab ayat 30-34 memang Allah berbicara soal istri-istri Nabi. Tetapi jika kita jeli, dalam surat Al-Ahzab ayat 33 itu sebetulnya terdiri dari dua kalimat:

1. dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahuludan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta’atilah Allah dan Rasul-Nya.

2. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

Pada kalimat yang pertama, Allah berbicara dengan menggunakan kata ganti jamak perempuan.

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ

wa qarna fii buyutikunna. Dan hendaknya kamu (perempuan) tetap dirumahmu (perempuan).

Tetapi pada kalimat yang kedua, Allah berbicara dengan menggunakan kata ganti jamak laki-laki perempuan:

إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرا

Innamaa Yuriidullaahu Liyudzhiba ’Ankumurrijsa Ahlalbayti Wayuthahhirakum Tathhiiraa. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

Antara kalimat pertama dan kedua, terdapat perbedaan penggunakan kata ganti. Kalimat pertama menggunakan kata ganti “kunna” sedangkan kalimat kedua menggunakan kata ganti “kum”.

#Haniifa say:#
Mengapa Allah berfirman: [لِيُذْهِبَ عَنْكُمْ] “hendak menghilangkan dari kalian (“kum”=laki-laki)” dan tidak berfirman [عَنْكُنَّ]: Dari kalian (“kunna”=perempuan) ?!
Sebagaiman penjelasan pada Surah Hud diatas maka dengan demikian penyebutannya itu dipalingkan kepada kata [الأَهْل] yang bersifat mudzakkar (bentuk laki-laki), maka mereka disifati dengan nama mudzakkar sekalipun mereka adalah wanita.

Jika kita hadapkan ini pada pendapat kawan saya diatas bahwa surat Al-Ahzab ayat 33 itu turun kepada perempuan, maka tidak sepenuhnya benar. Karena dalam surat Al-Ahzab ayat 33 tersebut ada kalimat yang menggunakan kata ganti laki-laki perempuan.

JADI ANGGAPAN BAHWA SURAT AL-AHZAB AYAT 33 YANG BERBICARA TENTANG AHLULBAYT ITU TURUN KEPADA PEREMPUAN ATAU ISTRI-ISTRI NABI, MAKA SUDAH DAPAT DIPASTIKAN ITU MENGADA-NGADA…ALIAS NGAWUR…

Saya menggunakan pendekatan bahasa terlebih dahulu untuk menafsirkan surat Al-Ahzab ayat 33 tersebut. Selain itu, saya juga menggunakan metode lain untuk mengetahuai siapakah Ahlulbayt yang dimaksud dalam ayat tersebut.

Bagi saya, ayat “Innamaa Yuriidullaahu Liyudzhiba ’Ankumurrijsa Ahlalbayti Wayuthahhirakum Tathhiiraa.” (QS Al Ahzab 33) adalah ayat yang turun sendiri terpisah dari ayat sebelum maupun sesudahnya.  Apa alasannya?

Saya menggunakan metode penafsiran ayat dengan asbabun nuzul yang itu ada dalam kitab-kitab hadits standar Ahlulsunnah.

Dalam Sunan Tirmidzi hadis no 3205 dalam Shahih Sunan Tirmidzi Syaikh Al Albani

عن عمر بن أبي سلمة ربيب النبي صلى الله عليه و سلم قال لما نزلت هذه الآية على النبي صلى الله عليه و سلم { إنما يريد الله ليذهب عنكم الرجس أهل البيت ويطهركم تطهيرا } في بيت أم سلمة فدعا فاطمة و حسنا و حسينا فجللهم بكساء و علي خلف ظهره فجللهم بكساء ثم قال اللهم هؤلاء أهل بيتي فأذهب عنهم الرجس وطهرهم تطهيرا قالت أم سلمة وأنا معهم يا نبي الله ؟ قال أنت على مكانك وأنت على خير

Dari Umar bin Abi Salamah, anak tiri Nabi SAW yang berkata “Ayat ini turun kepada Nabi SAW {Sesungguhnya Allah berkehendak menghilangkan dosa dari kamu wahai Ahlul Bait dan menyucikanmu sesuci-sucinya.} di rumah Ummu Salamah, kemudian Nabi SAW memanggil Fatimah, Hasan dan Husain dan menutup Mereka dengan kain dan Ali berada di belakang Nabi SAW, Beliau juga menutupinya dengan kain. Kemudian Beliau SAW berkata “ Ya Allah Merekalah Ahlul BaitKu maka hilangkanlah dosa dari mereka dan sucikanlah Mereka sesuci-sucinya. Ummu Salamah berkata “Apakah Aku bersama Mereka, Ya Nabi Allah?. Beliau berkata “Kamu tetap pada kedudukanmu sendiri dan kamu dalam kebaikan”.

#Haniifa Say:#
Apa pendapat sampean kalau menggunakan hadits berikut,:
Shahih Muslim (IV/1873; 2408) meriwayatkan dari Hushain, dia berkata kepada Zaid ibn al-Arqam:

«وَمَنْ أْهْلُ بَيْتِهِ يَا زَيْدٌ؟ أَلَيْسَ نِسَاؤُهُ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ؟». قَالَ: «إِنَّ نِسَاءَهُ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ. وَلَكِنَّ أَهْلَ بَيْتِهِ مَنْ حُرِمَ الصَّدَقَةُ بَعْدَهُ». قَالَ: «وَمَنْ هُمْ؟». قَالَ: «هُمْ آلُ عَلِيٍّ، وَآلُ عَقِيْلٍ، وَآلُ جَعْفَرٍ، وَآلُ عَبَّاسٍ». قَالَ: «أَكُلُّ هَؤُلاَءِ حُرِمَ الصَّدَقَةُ؟». قَالَ: «نَعَمْ»

Siapakah Ahlul bait-nya wahai Zaid? Bukankah istri-istri beliau adalah ahlul baitnya? Dia berkata: “Sesungguhnya istri-istri beliau adalah termasuk ahlul bait beliau. Akan tetapi ahlul bait beliau adalah mereka yang diharamkan memakan sedekah setelah beliau.” Dia berkata: “Siapakah mereka?” Dia menjawab: “Mereka adalah Keluarga Ali, Keluarga ‘Aqil, keluarga Ja’far, dan keluarga ‘Abbas.” Dia berkata: “Apakah setiap mereka diharamkan dari harta sedekah?” Dia menjawab: “Ya.

Perhatikan Ahlulbayt diharamkan mendapat harta sedekah dan Keluarga Ali, Keluarga ‘Aqil, Keluarga Ja’far serta Keluarga ‘Abbas adalah keturunan dari Bani Abdul Muttalib, dan tentu termasuk Istri-istri Nabi Muhammad s.a.w jadi asbabun nuzul (QS 33:33) tersebut memang turun untuk mereka.

*** KESIMPULAN ***

AHLULBAYT jaman Nabi Muhammad s.a.w = WANITA-WANITA BANI ABDUL MUTTALIB.

Jadi jelaslah sudah bahwa kata Ahlulbayt dalam surat Al-Ahzab ayat 33 itu merujuk kepada Ali, Fathimah, Hasan, dan Husain. Anggapan bahwa Ahlulbayt dalam ayat tersebut itu turun kepada perempuan atau istri-istri Nabi, maka itu adalah anggapan yang teramat sangat ngawurnya.

#Haniifa say:#
Mari kita kompilasi makna yang tersurat dan tersirat dari kata Ahlulbayt pada Surah Al Qashash ayat 12
1. Nabi Musa a.s disusui oleh ALI
2. Nabi Musa a.s disusui oleh Hasan
3. Nabi Musa a.s disusui oleh Husein
4. Nabi Musa a.s disusui oleh Fatimah ???
(😀 hihihi… apa kata dunia)

Semoga Allah menjauhkan diri kita dari berbagai macam kengawuran seperti itu.

Wallahu a’lam.

Astaghfirullah al adzim,…
Pantasan orang-orang diluar Agama Islam menganggap Al Qur’an tidak konsisten, ternyata mereka dibohongi oleh Imam Me’sum Agama Syi’ah.

Wassalam, Haniifa.

.::My dashboard::.

Siapakah Ahlulbayt Dalam Surat Al-Ahzab ayat 33? by ressay

ressay said 4 days ago:

Ada2 saja komentarnya.

Padahal hadits adalah penjelas.

You said 1 day ago:

@Mas Ressay
QS HUD ayat 72-73 = memang bukan istri Nabi Muhammad s.a.w tetapi ISTRI NABI IBRAHIM A.S… *** PAHAM SAMPEAN ***

Wedul Sherenian said 10 hours ago:

kalo modialog bebas soal Syi’ah tanpa moderasi dan sunat-sunatan bisa disini

https://haniifa.wordpress.com/2010/08/19/riwayat-hadits-palsu-tentang-ahlulbayt/

ressay said 20 minutes ago:

Terima kasih banyak.

QS HUD ayat 72-73 = memang bukan istri Nabi Muhammad s.a.w tetapi ISTRI NABI IBRAHIM A.S… *** PAHAM SAMPEAN ***

Siapa yang mengatakan bahwa QS Hud ayat 72-73 itu berbicara soal istri Nabi Muhammad Saw?

@Oom Ressay bin Saba’
😀 Hua.ha.ha….. kata sampean sayah salah
Kata Ahlulbayt dalam ayat diatas, menurutnya, berbicara soal istri dari Ibrahim.
Bukan Istri Nabi Muhammad s.a.w dan bukan pula Istri Nabi Ibrahim a.s, melainkan FatimahDasar Syi’ah.😆

71 Responses to “Riwayat hadits palsu tentang Ahlulbayt”

  1. […] Riwayat hadits palsu tentang Ahlulbayt « ???????? […]

  2. Fitri said

    Pertamax.😀

    @😀
  3. @Mas Haniifa

    coba lihat disini

    http://musadiqmarhaban.wordpress.com/2010/08/18/pooling-pemerintahan-islam-iran-ataukah-saudi/#comment-18044

    mereka bahkan menggunakan ayat Kristen Yeremia 46:10 sebagai nubuat Hussein. (Lihat di kanan sidebar yang ada foto Imam Husein nya (Duka Karbala))

    @Mas Wedul Sherenian
    😀 hihihi…
    Kasihan yach, orang-orang syi’ah selalu diboncengi oleh kristen…. jadi mirip speda ontel, syi’ah yang mengayuh kristen yang ongkang-ongkang kaki.

    Hatur tengkiu, Infonyah.
    Sayah Capture ajah, biyar gampang…:mrgreen:

    • @Mas Wedul Sherenian

      #Haniifa say:#
      You said 5 hours ago:
      😀 hehehe…
      Sebenarnya siapakah dibalik konspirasi propaganda “anti zionis” itu ?!
      Silahken simak dengan hati dan pihkiran yang normal.
      https://haniifa.wordpress.com/2009/12/08/mubahalah/

      #NOTiFiKASI ADMIN BLOG GENCAR: say:#

      Maaf, link blognya saya hapus karena saya tidak mengizinkan promosi blog disini …

      😀 hehehe….
      Admin blog alias Musadiq Marhaban baca link sayah, langsung TKO…

      • eagle said

        Masha Allah
        Orang-orang syi’ah memang sudah buta matanya.
        ….. Name (required)
        ….. E-mail (required)
        ….. Website *** LINK BLOG ***:mrgreen:

      • Roy Rey said

        hihihihihi…..
        gara2 shit’ah kite yang kena getahnye…..
        duh…. gembel..gembel… makanya pake rok..bel
        biar ga gombal gambel

      • @Mas Eagle😀

        @Mas Roy Rey
        Mungkin erte gembelnyah @Mas Musadiq Marhaban, mulai sewot… soalnya, posisi “Your visitors clicked these links on your blog.” menempati urutan pertama yang datang dari blognyah beliau…😀 hihihi..

      • the70no said

        Wakakakakkk…. # set guling-guling on #

      • ipinupin said

        betul-betul-betul
        syi’ah itu buta mata dan buta hati.

      • Roy Rey said

        hihihihi…
        iye..kheknya cewot banget… padahal banyak yg ngelink… eh ga taunya…. gembel

        PAKE F**KIN COWARD MODERASI….

      • Eagle said

        @Saudara Roy Rey

        Duka Karbala!

        “Sebab Tuhan Allah semesta alam mengadakan korban penyembelihan di tanah utara, dekat sungai Efrat.” (Yeremia 46:10)

        Duhai Penghulu Syuhada…! Ya Allah, wafatkan kami dijalan Al-Husein as

        “Duhai Penghulu Syuhada…!” Apakah sebelum Al Husein bukan syuhada ???

        “wafatkan kami dijalan Al-Husein…”😀 lihat (Yeremia 46:10) Astaghfirullah al adzhim,… memangnya Allah ta’ala memerlukan pengorbanan kepala manusia ???

      • Roy Rey said

        @eagle
        hihihihihihi…
        Gara2 ngarep mampus khek husen bisa jadi shit’ah bunuh diri di tiang listrik eh salib.

      • eagle said

        @Saudara Roy Rey
        Jadi tidak aneh, kalau sekte shi’ah ini menghalalkan bom bunuh diri.

  4. adi isa said

    kalau urusan yang begini, saya serahkan kepada ahlinya, kang hanif…😉

    selamat puasa kang…

    @😀
    Hatur tengkiu atas kepercayaannyah.
    Selamat berpuasa kembali, sahabatku
  5. eagle said

    Astaghfirullah…
    “Ambil contoh dalam surat Hud ayat 72-73″…
    Demi nafsu golongannya kata “Ahlulbayt” dalam ayat dilepas dari kontek “istri dari Ibrahim”.

    Masha Allah, sesungguhnya saudara Ressay (kaum Syi’ah) sudah mendustai Allah dan para MalaikatNya.

    @
    Astaghfirullah al adzhim…
    Semoga Allah subhanahu wa ta’ala, menyadarken beliau dari faham yang sesat tersebut, Amiin.
  6. اسوب سوبرييادي said

    Ya Allah,
    Mengerihkan sekali…

    @
    Subhanallah,…
  7. agama syi`ah itu apa ya? yg saya tahu itu NII, mirip2 lah, ngambil ayat Al-Qur`an nya di potong2 gitu jadi maknanya melenceng..
    masya Allah..yg seperti itu gak bisa ilang ya? sedih saya..sahabat2 saya di kampus ada beberapa yg kena aliran gak jelas..
    kalo diam, gak tega..kalo ngelawan, saya gak bisa debat..

    • @Mas Evet Hestara
      Hampir sulit memang membedakan Agama Syi’ah dengan Agama Islam, karena mereka (baca: faham syi’ahism) bagaikan domba berbulu srigala… artinya orang-orang syi’ah itu kebanyakan bersifat halus, lembut dan seperti garang kepada musuh-musuh Islam namun mereka sendiri adalah MUSUH dalam selimut dengan ilmu halimun yaitu Taqiyah.

      Taqiyah sebuah pemahaman yang hanya terarah kepada satu dusta. Adapun menurut Agama Syi’ah ber-taqiyah berarti perbuatan seseorang yang menampakkan sesuatu berbeda dengan apa yang ada dalam hatinya, artinya nifaq (bersiasat) dan dalam bersiasat itu menipu atauusaha mengelabui atau mengecoh manusia adalah syah-syah saja selama faham golongannya bisa dipertahankan. Jadi taqiyah adalah satu prinsip dari prinsip-prinsip kesesatan Syi’ah dan bagi mereka memiliki kedudukan yang luar biasa sebagaimana mereka menempatkan Ali bin Abi Thalib dalam tempat pengagungan dan pengkultusan, hingga mereka menjadikannya sebagai asas dalam agama Syi’ah, suatu hal yang penting adalah bagi mereka ber-taqiyah seorang hamba akan mendapatkan pahala.😦

      Faktanya Khalifah Ali bin Abi Thalib sangat memusuhi mereka (Syi’ah), setelah Khalifah wafat dan keturunannya ditipu, mereka bertaqiyah bahwa “Ali” adalah kawan bukannya LAWAN, coba perhatikan dengan seksama kaum Agama Syi’ah tidak pernah menyebukan lengkap nama Khalifah Ali bin Abi Thalib, tapi cukup hanya nama “ALI” a.s

      Inilah bukti bahwa mereka sebenarnya memfitnah Khalifah Ali bin Abi Thalib.

      Pada prosesi kematian Ayatullah Khomeini tidak ada satu orang syi’ah di IRAN yang melakukan ekspresi MA’TAM (expresi kesedihan ala Syi’ah), didalam pehlem itu pada 3:13 s/d selesai, maka akan terdengar seruan yang nyeleneh sbb:

      lo ila ha ilaloh
      ali ya loh
      ali ya loh👿
      lo ila ha ilaloh
      _____________________________
      (Itu yang saya dengar, seandainya :
      Laa ilaha illa Allah
      Ali Yaa Allah
      Ali Yaa Allah
      Laa ilaha illa Allah

      Menurut pemahaman Islam tidak benar karena:
      1. Nama Nabi Muhamamd s.a.w saja tidak boleh disetarakan dengan Asma Allah, apalai nama “ALI”
      2. Sangat jelas Syahadatain Agama Syi’ah tidak mengakui Nama Nabi Muhammad s.a.w

      Jika ditelisik lebih jauh maka “Imam Ali as” dalam kacamata Agama Syi’ah adalah derivasi dari Abrahah bin Saba’h [‘Abraha al-Ashram (in Arabic أبرهة الأشرم) or Abraha b. as-Saba’h ]

      Jadi Imam Ali a.s yang dimaksud adalah hasil ciptaan Agama Lulu Baba (Keturunan bangsa YAHUDI-PERSIA, IRAN KUNO)
      Silahken baca ini kisah selengkapnya:
      https://haniifa.wordpress.com/2009/12/08/mubahalah/#comment-8289

      Agama Syi’ah = Agama Kristen
      Abrahah = Yahudi-Persia
      atau..
      Abrahah = Nashrani-Romawi

      Wassalam, Haniifa.

      • اسوب سوبرييادي said

        Saya rasa begitu, kang. Iran sebenarnya, Persia abad 21. Jelas, bukan Islam. O ya, kang, Apa hukumnya tidak mengkafirkan Syi’ah, ya?:mrgreen:😆

      • Sepengetahun sayah Kitab Agama Syi’ah itu Al Kafi(run), jadi para pengikutnya juga sangat berdekatan dengan kitabnya… alias kafirun:mrgreen:

  8. the70no said

    Klo menurut daku, lebih ngawur lagi Ahlulbayt dalam surat Al-Ahzab ayat 33 itu merujuk kepada Ali, Fathimah, Hasan, dan Husain.

    Kecuali Ali bisa menyusui !!!:mrgreen:

    @😀:mrgreen:
  9. Roy Rey said

    WAR…WAR…Hiiiii…seyem

    @😀
  10. eagle said

    @All

    Pertama:

    Ambil contoh dalam surat Hud ayat 72-73, Allah berfirman:

    قَالَتْ يَا وَيْلَتَى أَأَلِدُ وَأَنَاْ عَجُوزٌ وَهَـذَا بَعْلِي شَيْخاً إِنَّ هَـذَا لَشَيْءٌ عَجِيبٌ

    قَالُواْ أَتَعْجَبِينَ مِنْ أَمْرِ اللّهِ رَحْمَتُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ إِنَّهُ حَمِيدٌ مَّجِيدٌ

    Isterinya berkata: “Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh.”

    Para malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.”

    Kata Ahlulbayt dalam ayat diatas, menurutnya, berbicara soal istri dari Ibrahim.

    Analisis saya:
    Berarti @Saudara Ressay tidak mengakui yang berbicara dengan malaikat adalah Istrinya Nabi Ibrahim a.s

    Kedua:

    QS HUD ayat 72-73 = memang bukan istri Nabi Muhammad s.a.w tetapi ISTRI NABI IBRAHIM A.S… *** PAHAM SAMPEAN ***

    Siapa yang mengatakan bahwa QS Hud ayat 72-73 itu berbicara soal istri Nabi Muhammad Saw?

    Analisis saya:
    Berarti Saudara Ressay juga setuju bahwa pada ayat tersebut tidak membicarakan Istri Nabi Muhammad s.a.w

    Kesimpulan:
    Surah Hud ayat 72-73 adalah membicarakan Istri Nabi Ressay:mrgreen: hehehe…

    @😀 hihihi…
    Itulah akibat didikan faham Imam Mesum Syi’ah:mrgreen:
  11. Rubon said

    Masya Allah, rekan @Ressay ini seperti yang digambarkan pada Al Quran Al Baqarah ayat 171, berikut:
    “Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.

    ‘audzubillahi min dzalik

    @
    Mudah-mudahan beliau segera meng-insyafi, akan kekeliruannyah, Amiin.
  12. nurhayadi said

    Lama nggak nongol kang hanif

  13. the70no said

    Katanya Syi’ah pejuang, ko spe subuh g ada yang datang !!!🙄

    • ipinupin said

      syi’ah betul-betul-betul pengecut😛

      @😀
    • the70no said

      Zzzz…. daku ngantuk.

      @
      Agama syi’ah itu menjurus kepada mabuk kebenaran golongan…
    • cekixkix said

      @Om The70no
      Uda jelas Syi’ah sohib berat ame Yahudi, khek anak-anak klo lagi nyari temen… suka pura-pura musuhan… Cekixkix…kix…kix…

      Mo Iran ato Israel, dua-duanye kagak mpunya temen tapi aslinye mereka teman kental.😛

      Syi’ah pejuang Islam ?!…. Cekixkix..kix…kix

  14. adi isa said

    masih disini untuk nyimak😉

    @😉 hatur tengkiu, my bro..
  15. dedekusn said

    Wilujeng ibadah Ramadan kang….
    pokoknya sayahmah… sa7🙂

  16. agorsiloku said

    Kalau membaca/mempelajari pembahasan yang menimbulkan perbedaan, bahkan berkecenderungan “penyimpangan”, baik yang halus maupun yang tajam, kerap bersumber dari : politik, hormat yang berlebihan kepada pemimpin, kemudian membentuk keyakinan2 tambahan yang berada pada konsepsi, bukan lagi keragaman, tapi saling menafikkan….
    Mengapa ya Kang….
    Mereka kan ahli-shli dalam memahami AQ dan hadis dan segala tarikh-nya, bahkan nyaris luar dalam, tapi kadang begitu sulit (sepertinya) untuk memahami secara kolosal … eh komprehensip….
    bahkan pada aspek-aspek yang sudah jelas.
    Mengapa ya….

    • 😀
      Memang sulit sekali memahami pola pihkir orang yang sudah tercuci otaknyah secara tidak sadar maupun sadar. Ujung-ujungnya pendapat Prof. Dr. Quraish Shihab (Tafsir Al Misbah) surah Al An’aam ayat 25, beberapa waktu lalu sangat tepat sekali.

      Misalnya masalah pengkultusan figur atau pandangan politik..dsb:
      Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS 33:21)

      Kemudian jika kita baca sebuah hadits, maka akan sangat jelas bahwa yang dimaksud ayat tersebut bukanlah “mendewakan” atau mengkultuskan personifikasi beliau, atau singkatnya Rasulullah melarang umat Islam bersikap berlebihan.

      لاَ تُطْرُوْنِيْ كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مِرْيَمَ ، إِنَّمَا أَنَا عَبْدٌ ، فَقُوْلُوا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ
      “Janganlah kalian mengkultuskan diriku, sebagaimana orang-orang Nasrani mengkultuskan Isa bin Maryam. Hanyalah aku ini seorang hamba, maka katakanlah: “Aku adalah hamba Allah dan Rasul-Nya” (Shahih Bukhari)

      Misalnya saja sayah berfaham syi’ah, dan membaca artikel berikut:

      Imam Jakfar Shadiq as berkata, “Ada seseorang yang mendatangi Rasulullah saw dan berkata, “Wahai Rasulullah! Kepada siapa aku harus berbuat baik? Rasulullah bersabda, “Kepada ibumu.” Pria tadi masih bertanya, “Lalu kepada siapa lagi? Rasulullah menjawab, “Kepada ibumu.” Ia masih bertanya, “Lalu kepada siapa aku harus berbuat baik? Rasulullah menjawab, “Kepada ibumu.” Pria itu masih belum berputus asa, ia bertanya lagi, “Setelah ibu, kepada siapa aku harus berbuat baik? Nabi kemudian menjawab, “Kepada ayahmu.

      (Al-Kafi jilid 2, hal 159 hadis 9 dan Muntakhab Mizan al-Hikman hal 614)

      http://indonesian.irib.ir/index.php/agama/islamologi/22268-sayyidah-fathimah-az-zahra-dan-hari-ibu.html

      Sehingga:
      Wahai Rasulullah! Kepada siapa aku harus berbuat baik ?
      (Dalam artian yang luas: figur/contoh/keikhlasan hati..dll, yang jelas-jelas kedua orang tua adalah contoh nyata dari kehidupan kita)

      Kepada : Fatimah, Fatimah, Fatimah baru kepada Ali:mrgreen:

    • Usup Supriyadi said

      punten kang hanifa:mrgreen:

      @😀
      Mangga juragan…
  17. wilujeng sahuuuuur akaaaaang haniifa anu bageuuuur😉

    @
    Manawi teh, bade masihan bajiguurrrrrrrrrrrr….:mrgreen:
  18. dedekusn said

    Wilujeng ibadah saum kang @Haniifa kasep😉

    @
    sami-sami @Juragan:mrgreen:
  19. jabon said

    petani jabon mampir nich,,,
    salam smuanya…

    @
    salam kembali😀:mrgreen:
  20. nurhayadi said

    Agama syi’ah selalu bikin huru hara, karena mereka berkeyakinan huru hara akan segera memunculkan imam mahdi. Waspadai neo-khawarij di era sekarang yang sudah menodai dienul Islam.

  21. rubon said

    Agama Syi’ah akan selalu memusuhi Agama Islam, kecuali mereka benar-benar beriman kepada ayat Al Qur’an dan kembali lagi ke sunah Rasulullah.

    Al Qur’an Surat Muhammad ayat 32:
    Sesungguhnya orang-orang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah serta memusuhi rasul setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudarat kepada Allah sedikit pun. Dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka.

    @😀
    Agama Syi’ah sekte apapun lebih ber IMAM kepada ALI❓
    Agama Islam sesuai dengan Al Qur’an ber IMAM kepada Nabi Ibrahim a.s (QS 2:124)
    Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang dzalim”.

    Dan dari :
    Nabi Ibrahim a.s + Sarah => AHLUL BAYT di DARUSSALAM (Yerusalem) “baitulmakmur” atau “baitul maqdis”
    Nabi Ibrahim a.s + Hajar => AHLUL BAYT di MEKKAH (ARAB) “baitul atiq” atau “baitullah”

  22. kang bade sahuuuur di mana ??😀

    lanjut lagie postingannya … he he he he he

    @
    Insya Allah, @Juragan:mrgreen:
  23. ade infoh juragan😀

    http://alqiyamah.wordpress.com/2010/09/01/skandal-seks-wakil-imam-tertinggi-terbongkar/

    @
    Hatur tengkiu @Juragan, langsung meluncur….
  24. فتر said

    Numpang ngiklan yah:

    http://kerajaanagama.wordpress.com/2010/09/02/jika-perang-terjadi-bagaimana-nasib-rakyat-indonesia-si-perbatasa/

    @
    Seph dahhh… , silahken😀
  25. qarrobin said

    menurut sayah link https://haniifa.wordpress.com/2010/08/19/riwayat-hadits-palsu-tentang-ahlulbayt/ ini harus banyak disebarkan di blog2 syi’ah biar pada ngerti al quran.

    udah jelas pada huud 011,073, malaikat berkata dengan sarah istri ibrahim a.s tentang kelahiran Ishaq a.s :
    ‘alay kum ahla lbayti
    atas kamu ahli rumah

    karena kata “ahli” disifati mudzakkar (bentuk laki-laki), maka mereka disifati dengan nama mudzakkar “kum” sekalipun SARAH adalah wanita.

    begitupun pada al ahzab :
    innamaa yuriidu llahu li yudzhiba ‘an kumu rrijsa ahla lbayti
    sesungguhnya menghendaki Allah bagi menghilangkan dari kamu dosa, ahli rumah

    030,032 : mina lladziina farraquu diina hum wa kaanuu syiya’an kullu hizbin bi maa laday him farihuuna
    dari orang-orang yang membeda-bedakan peraturan mereka dan menjadi suatu syi’ah. Tiap suatu hizbi dengan apa yang ada bagi mereka, merasa bangga (ar ruum 030,032).

    025,033 : wa laa ya-tuuna ka bi matsalin illaa ji- naa ka bi lhaqqi wa ahsana tafsiiran
    Dan tidak diberikan (kepada) engkau dengan perumpamaan, kecuali kami datangkan (kepada) engkau dengan yang lengkap dan sebaik-baik Tafsir (al furqan 025,033).

    012,111 : laqad kaana fii qashashihim ‘ibratun lli uwliil albaabi ma kaana hadiitsan yuftaraa walaakin tashdiiqa lladzii bayna yadayhi wa tafshiila kulli syai-in wa hudan wa rahmatan lli qawmin yu-minuuna
    Benar-benar adalah di dalam kisah-kisah mereka suatu ‘ibarat bagi uwliil albaab. Apa (al quran itu) adalah hadits yang dibuat-buat, tetapi (al quran itu) mengoreksi yang ada di antara hadapan nya, dan menjelaskan tiap sesuatu, dan suatu petunjuk dan suatu pengaturan bagi qawm yang berpendirian (yusuf 012,111).

    052,034 : fa lya-tuu bi hadiitsin mmitsli hi in kaanuu shaadiqiina
    Maka bagi (mereka cobalah) berikan dengan suatu hadiits(rangkaian) semisal nya(al quran) jika (mereka) adalah orang-orang yang mengoreksi al quran (ath thuur 052,034).

    045,006 : tilka –aayaatu llahi na tluu haa ‘alay ka bi lhaqqi fa bi ayyi hadiitsin ba’da llahi wa –aayaati hi yu-minuuna
    Itulah ayat-ayat Allah yang kami membacakan nya atas engkau dengan lengkap, maka dengan pada hadiits (yang mana lagi) sesudah Allah dan ayatayat-Nya (mereka) akan beriman. (al jaatsiyah 045,006).

    025,033 : wa laa ya-tuuna ka bi matsalin illaa ji- naa ka bi lhaqqi wa ahsana tafsiiran
    Dan tidak diberikan (kepada) engkau dengan perumpamaan, kecuali kami datangkan (kepada) engkau dengan yang lengkap dan bagus suatu Tafsir (al furqan 025,033).

    075,017 : inna ‘alay naa jam’a hu wa qur-aana hu
    Sungguh atas Kami mengumpulkan nya dan membacakan nya (al qiyaamah 075,017).
    075,018 : fa idzaa qara-naa hu fa ttabi’ qur-aana hu
    Maka bila Kami membacakan nya, maka ikuti pembacaan nya (al qiyaamah 075,018).
    075,019 : tsumma inna ‘alay naa bayaana hu
    Kemudian, sungguh atas Kami membuktikan nya (al qiyaamah 075,019).

    002,170 : wa idzaa qiila la humu ttabi’uu maa anzala llahu qaaluu bal na ttabi’u maa alfay naa ‘alayhi -aabaa-a naa awalaw kaana -aabaa-u hum laa ya’qiluuna syay-an, wa laa yahtaduuna
    dan bila dikatakan bagi mereka : “ikutilah apa yang diturunkan Allah (yakni al quran)”, (mereka) berkata : “(Tidak) bahkan kami mengikuti apa yang kami dapati atas nya(hadiits) nenek moyang kami”. walau adalah nenek moyang mereka tidak mengetahui sesuatu pun, dan tidak terbimbing (al baqarah 002,170).

  26. اسوب سوبرييادي said

    #Haniifa:#
    Masuk spam @Kang,… biyar sayah upload ajah disinih…

  27. Roy Rey said

    mantebh..dah

  28. Assalaamu’alaikum sahabatku Haniifa

    Andai langkah berbekas lara . Andai kata merangkai dusta. Andai tingkah menoreh luka . Andai bahasa membedah jiwa. Maaf dipohon seribu ampun. Dari jauh ku kirim salam. Kuhulur tangan memohon kalam . Buatmu sahabat, di hari mulia kita bermaafan. MAAF ZAHIR DAN BATHIN.

    Taqabbalallohu minna wa minkkum. Kullu am wa antum bikhairiin.

    Salam Ramadhan Yang Barakah dan Salam Aidil Fitri Yang Bahagia.

    • Wa ‘alaikum Salam, @saudariku SFA
      Selamat menjalankan ibadah puasa 1431H dan sama-sama mohon maaf zahir dan bathin jika ada salah kata atau ucap, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

      Taqabbalallohu minna wa minkkum. Kullu am wa antum bikhairiin.

      Salam hangat selalu, sahabat sejatiku.

  29. Mas Haniifa…

    hadir lagi untuk memaklumi bahawa blog mas, sudah saya link ke blog baharu saya di ruang Dunia sahabat. Silakan semak masukan nama agar diperkenankan mas.

    http://webctfatimah.wordpress.com/dunia-sahabat/

    Mohon mas, tukarkan url blog lama (kerana sudah terhapus) kepada url blog baharu saya agar jalinan persahabatannya tetap terjalin baik di masa depan.

    Salam mesra dari Sarawak.

    @
    Alhamdulillah,…
    Beberapa waktu yang lalu, sayah sempat kebingungan mencari blog Saudariku ini.
    Trima kasih banyak dan salam hangat selalu dari Bandung.
    • Alhamdulillah… sekarang blognya sudah jelas, harap tidak binggung lagi mas. Mudahan silaturahminya bisa terjalin dalam kebaikan.
      Terima kasih kembali dan salam hangat juga dari Sarikei.😀

      @
      Alhamdulillah,…😉😀
  30. cenya95 said

    Faith makes all things possible.
    Hope makes all things work.
    Love makes all things beautiful.
    May you have all of the three.
    Happy Iedul Fitri.

  31. Assalaamu’alaikum Mas Haniifa.
    Saya hadir dengan takzim untuk berkunjung menemui sahabat bagi mengucapkan:

    Andai langkah berbekas lara . Andai kata merangkai dusta. Andai tingkah menoreh luka. Andai bahasa membedah jiwa. Maaf dipohon seribu ampun. Dari jauh ku kirim salam. Kuhulur tangan memohon kalam. Buatmu sahabat, di hari mulia kita bermaafan. MAAF ZAHIR DAN BATHIN.

    Taqabbalallohu minna wa minkkum. Kullu am wa antum bikhairiin.
    SELAMAT HARI RAYA

    Salam Ramadhan Yang Barakah dan Salam Aidil Fitri Yang Bahagia.
    Salam mesra dari Sarawak, Malaysia.

  32. […] Riwayat hadits palsu tentang Ahlulbayt […]

  33. […] Riwayat hadits palsu tentang Ahlulbayt […]

  34. jubail said

    Reblogged this on Jubail's Blogs and commented:
    Riwayat hadits palsu tentang Ahlulbayt

    @Mas Jubail
    😀 Hatur tengkiu, bro…
  35. elfan said

    APAKAH ADA KETURUNAN AHLUL BAIT?

    Dlm Al Quran yang menyebut ‘ahlulbait’, rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat.

    1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah”.

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah terdiri dari isteri dari Nabi Ibrahim.

    2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: ‘Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu ‘ahlulbait’ yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah meliputi Ibu kandung Nabi Musa As. atau ya Saudara kandung Nabi Musa As.

    3. QS. 33:33: “…Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu ‘ahlulbait’ dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”.

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna para ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW.

    Sedangkan ditinjau dari sesudah ayat 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 maka penggambaran ahlulbaitnya mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW. para isteri dan anak-anak beliau.

    Jika kita kaitkan dengan makna ketiga ayat di atas dan bukan hanya QS. 33:33, maka lingkup ahlul bait tersebut sifatnya menjadi universal terdiri dari:

    1. Kedua orang tua Saidina Muhammad SAW, sayangnya kedua orang tua beliau ini disaat Saidina Muhammad SAW diangkat sbg ‘nabi’ dan rasul sudah meninggal terlebih dahulu.

    2. Saudara kandung Saidina Muhammad SAW, tapi sayangnya saudara kandung beliau ini, tak ada karena beliau ‘anak tunggal’ dari Bapak Abdullah dengan Ibu Aminah.

    3. Isteri-isteri beliau.

    4. Anak-anak beliau baik perempuan maupun laki-laki. Khusus anak lelaki beliau yang berhak menurunkan ‘nasab’-nya, sayangnya tak ada yang hidup sampai anaknya dewasa, sehingga anak lelakinya tak meninggalkan keturunan.

    Bagaimana tentang pewaris tahta ‘ahlul bait’ dari Bunda Fatimah?. Ya jika merujuk pada QS. 33:4-5, jelas bahwa Islam tidaklah mengambil garis nasab dari perempuan kecuali bagi Nabi Isa Al Masih yakni bin Maryam.

    Lalu, apakah anak-anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali boleh kita anggap bernasabkan kepada nasabnya Bunda Fatimah?. ya jika merujuk pada Al Quran maka anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali tidaklah bisa mewariskan nasab Saidina Muhammad SAW.

    Kalaupun kita paksakan, bahwa anak Bunda Fatimah juga ahlul bait, karena kita mau mengambil garis dari perempuannya (Bunda Fatimah), maka untuk selanjutnya yang seharusnya pemegang waris tahta ahlul bait diambil dari anak perempuannya seperti Fatimah dan juga Zainab, bukan Hasan dan Husein sbg penerima warisnya.

    Dengan demikian sistim nasab yang diterapkan itu sistim nasab berzigzag, setelah nasab perempuan lalu lari atau kembali lagi ke nasab laki-laki, kalau mau konsisten seharusnya tetap diambil dari nasab perempuan dan seterusnya.
    Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

    ليس مِن رجلٍ ادَّعى لغير أبيه وهو يَعلَمه إلاَّ كفر بالله، ومَن ادَّعى قوماً ليس له فيهم نسبٌ فليتبوَّأ مقعَدَه من النار ))، رواه البخاريُّ (3508)، ومسلم (112)، واللفظ للبخاري

    “Tidak ada seorangpun yang mengaku (orang lain) sebagai ayahnya, padahal dia tahu (kalau bukan ayahnya), melainkan telah kufur (nikmat) kepada Allah. Orang yang mengaku-ngaku keturunan dari sebuah kaum, padahal bukan, maka siapkanlah tempat duduknya di neraka” (HR. Bukhari dan Muslim).
    Bagaimana Saidina Ali bin Abi Thalib, anak paman Saidina Muhammad SAW, ya jika merujuk pada ayat-ayat ahlul bait pastilah beliau bukan termasuk kelompok ahlul bait. Jadi, anak Saidina Ali bin Abi Thalib baik anak lelakinya mapun perempuan, otomatis tidaklah dapat mewarisi tahta ‘ahlul bait’.

    Kesimpulan dari tulisan di atas, maka pewaris tahta ‘ahlul bait’ yang terakhir hanya tinggal bunda Fatimah. Berarti anaknya Saidina Hasan dan Husein bukanlah pewaris tahta AHLUL BAIT.

  36. elfan said

    HABIB itu lambang atau simbol pengukuhan atau peng’abadi’an PERPECAHAN atas keluarga Khalifah Ali bin Abi Thalib dengan isterinya Bunda Fatimah anak Nabi Muhammad SAW. Cobalah renungkan untuk anak-cucu yang berasal dari Husein bin Ali bin Abi Thalib maka disematkan identitas ‘sayid’ pada sebelum nama yang bersangkutan. Selanjutnya, identitas gelar ‘syarif’ untuk anak cucunya yang berasal dari Hasan bin Ali bin Abi Thalibnya.

    Lah, identitas gelar perpecahan ini kok diabadikan kepada anak keturunannya???

    http://www.kompasiana.com/iskandariyah/rebutan-gelar-keturunan-rasulullah-dari-habib-kafir-hingga-habib-beriman_54f687a6a3331137028b4ed7
    http://pamanabu.blogspot.co.id/2010/05/habib-itu-apa.html

  37. elfan said

    PENGAKUAN ‘ADANYA’ KETURUNAN RASUL, KETURUNAN NABI ATAU KETURUNAN AHLUL BAIT MERUPAKAN KRIKIL MASALAH DALAM PEMAHAMAN TERHADAP ISLAM

    Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Habib Zen bin Smith menyatakan, bahwa keturunan Rasulullah Muhammad SAW, mempunyai tugas dan kewajiban yang lebih banyak dan berat, karena harus melayani masyarakat.

    “Cucu dan keturunan Rasul Muhammad SAW seharusnya mempunyai kewajiban yang lebih banyak dan berat, karena harus melayani masyarakat. Ini yang harus kita junjung tinggi,” terang Habib Zen saat berkunjung ke Kemenag, Jakarta, Kamis (14/07) seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

    http://www.nu.or.id/post/read/69750/habib-zen-minta-maaf-jika-ada-keturunan-rasulullah-minta-dilayani-

    Terlahir sebagai keturunan jasmani Rasul saw memang merupakan suatu kehormatan, namun dibalik kehormatan ini juga terdapat tanggung jawab yang besar, tanggung jawab untuk senantiasa berlaku dan bertindak sesuai dengan sang datuk, dan berusaha jangan sampai ada satu noktah hitam pun dari perilaku mereka yang bisa mengotori wajah indah sang datuk. Ketika hal ini diabaikan maka sia-sia sajalah menjadi keturunan lahiriah sang Nabi saw.

    Sejatinya, menjadi keturunan jasmani bukanlah suatu kehormatan yang sebenarnya, kehormatan yang sebenarnya adalah menjadi keturunan rohaniah. “Ahlul Bait” atau “anak-cucu” Nabi sejati ialah orang yang soleh dan yang setia taat kepada Nabi saw. (Muhammad Shadiq bin Barakatullah, 1956)

    http://www.qureta.com/post/habib-sebuah-ironi-keturunan-nabi

    Al Quran sama sekali tidak mengenal adanya istilah KETURUNAN AHLUL BAIT atau KETURUNAN RASUL atau KETURUNAN NABI karena sebutan nabi dan rasul adalah nama jabatan mulia dari Allah sedangkan ahlul bait adalah nama julukan yang ditujukan kepada sang tokoh nabi dan rasul berikut keluarganya saja. Ini sama halnya dengan kita tidak mengenal istilah atau sebutan ‘keturunan presiden’, isteri presiden atau anak presiden tetapi yang ada itu istilah ‘keturunan Soekarno’, keturunan Soeharto atau keturunan Joko Widodo dsb.

    Oleh karena itu, dalam Al Quran sebutan ‘keturunan’ itu hanya disematkan pada ‘nama’ sang tokohnya saja seperti keturunan Nuh, keturunan Ibrahim, keturunan Israel dsb. (a.l. QS. 19:58) Kalau begitu, apakah ada sebutan ‘KETURUNAN MUHAMMAD’ (istilah seperti termuat dalam Al Quran) dan ternyata istilah dan sebutan KETURUNAN MUHAMMAD juga tidak ada termuat dalam kitab suci Al Quran.

    Dengan tidak termuat sebutan atau istilah ‘keturunan Muhammad’ tidaklah berarti beliau tidak ada keluarga, ya ada ahlul baitnya, ya ada isteri dan anaknya seperti keluarga biasa. Sayangnya, beliau tidak dianugerahi nasab yang berlanjut seperti ya keluarga Nabi Ibrahim As. ada Ismail dan Ishak yang dinobatkan sebagai nabi dan rasul. Nabi Muhammad SAW tidak dianugerahi anak lelaki yang berumur sampai dewasa dan lalu berkeluarga sehingga nasabnya jadi ‘terputus’.
    Wajar dan benarlah sampai ada Hadits Nabi Muhammad SAW mempertegas masalah kenasaban suatu keturunan sebagai mana tersirat dalam QS. 33:4-5 simak:

    Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

    ليس مِن رجلٍ ادَّعى لغير أبيه وهو يَعلَمه إلاَّ كفر بالله، ومَن ادَّعى قوماً ليس له فيهم نسبٌ فليتبوَّأ مقعَدَه من النار ))، رواه البخاريُّ (3508)، ومسلم (112)، واللفظ للبخاري

    “Tidak ada seorangpun yang mengaku (orang lain) sebagai ayahnya, padahal dia tahu (kalau bukan ayahnya), melainkan telah kufur (nikmat) kepada Allah. Orang yang mengaku-ngaku keturunan dari sebuah kaum, padahal bukan, maka siapkanlah tempat duduknya di neraka” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Dengan demikian sudah sepatutnya mereka yang mengaku sebagai ‘keturunan nabi’ atau ‘keturunan rasul’ atau keturunan ahlul bait menghentikan pengakuan sedemikian itu karena mereka sudah berbuat kedustaan atau kebohongan besar atas nama Nabi Muhammad SAW.

    Terlebih lagi mereka sudah mengukuhkan ‘identitas’ sebagai kaum keturunan rasul itu yakni dengan simbol gelar ‘habib’ yang berarti keturunan rasul atau nabi. Semakin parahnya gelar dalam habaib itu memuat ada dua istilah dinasti keturunannya yakni gelar sayid untuk keturunan Husein bin Ali bin Abi Thalib dan gelar syarif yang berasal dari keturunan Hasan bin Ali bin Abi Thalib. Jadi identitas gelar habib itu malah mengokohkan simbol ‘perpecahan’ keluarga Ali bin Abi Thalib dan Fatimah anak Nabi Muhammad SAW.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: