حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Syahadat Agama Syi’ah berasal dari dongeng

Posted by حَنِيفًا on August 16, 2010

Assalamu’alaikum,

Subhanallah,…

Sungguh sayah tidak habis pihkir terhadap orang-orang Syi’ah, walaupun sudah babak belur mempertahankan keyakinan yang kelirunya perihal pemahaman Ilham dan wahyu, namun dengan gigihnya mereka berusaha mencari pembenaran atas tiga kalimat syahadat Agama Syi’ah, yang jelas-jelas berpedoman sebuah buku dongeng

Pada tulisan beliau mengenai syahadat tiga kalimat , saya mengutip riwayat dongeng:

Hadis riwayat Ubadah bin Shamit ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa mengucapkan: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya dan bersaksi bahwa Nabi Isa as. adalah hamba Allah dan anak hamba-Nya, serta kalimat-Nya yang dibacakan kepada Maryam dan dengan tiupan roh-Nya, bahwa surga itu benar dan bahwa neraka itu benar, maka Allah akan memasukkannya melalui pintu dari delapan pintu surga mana saja yang ia inginkan. (Shahih Muslim No.41)😀

Ketika sayah ingatkan bahwa Shahih Muslim Nomor 41 adalah, sbb:

ا يَنْفَـعُهُ، إِنَّهُ لَمْ يَقُـلْ يَوْمًا: رَبِّ اغْفِـرْ لِيْ خَطِيْئَتِيْ يَوْمَ الدِّيْنِ.

Tidak berguna baginya, karena dia tidak pernah suatu hari pun berkata, ‘Yaa Rabbi, Ampunilah kesalahanku pada Hari Pembalasan’. (Shahih Muslim no. 41)

Beliau segera meralat tulisan sendiri dan tidak lupa jurus lempar batu sembunyi tangan atau lebih tepatnya bertaqiya.

#Ressay said:#

Saya disini ingin meralat dan memperjelas bahwa riwayat itu ada di dalam ringkasan shahih muslim kitab al-iman. Riwayat yang saya kutip adalah riwayat yang sangat terkenal dan sering kali dikutip oleh beberapa penulis dan ulama

Riwayat ringkasan Shahil Muslim sendiri berbicara lain :

Syahadat Agama Islam merupakan pondasi utama dalam membangun pilar-pilar Aqidah diin Islam, sehingga tidak mengherankan jika Al Bukhari dan Muslim mendahulukan dan mengutamakan pengertian hakekat Kalimat Syahadatain .

بُنِيَ الْإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إلهَ إِلاَّ الله ُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالْحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ.

“Islam dibangun di atas lima perkara: Syahadat, bahwa tiada tuhan (sembahan) yang berhak disembah, kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji, dan puasa Ramadhan.” (Shahih Bukhari No:8 dan Shahih Muslim No:62)

Sangat jelas sekali bahwa syahadat dalam urutan pertama berarti apa yang sesudahnya berpijak kepadanya, lebih tegasnya apa yang sesudahnya yaitu mendirikan Shalat, membayar Zakat, Haji, dan Puasa tidak sah dan tidak diterima tanpa berpijak pada  Syahadat. Di dalam Al Qur`an banyak ayat berkorelasi dengannya dan Allah selalu mengindukkan amal shalih kepada iman. Sehingga tidaklah salah jika Muslim rahimahullah yang menulis sebuah BAB dalam Shahih: “Barangsiapa tidak beriman, maka amal shalih tidak berguna baginya. Selanjutnya beliau menurunkan Hadits  lain dari Aisyah yang bertanya kepada Nabi Muhammad s.a.w, “Ya Rasulullah, Ibnu Jud’an semasa jahiliyah bersilaturahim dan memberi makan orang miskin. Apakah itu berguna baginya?”

Rasulullah menjawab :

لَا يَنْفَـعُهُ، إِنَّهُ لَمْ يَقُـلْ يَوْمًا: رَبِّ اغْفِـرْ لِيْ خَطِيْئَتِيْ يَوْمَ الدِّيْنِ.

“Tidak berguna baginya, karena dia tidak pernah suatu hari pun berkata, ‘Ya Rabbi, ampunilah kesalahanku pada Hari Pembalasan’.” (Shahih Muslim, no. 41).

Hai kaum Agama Syi’ah, jadi ringkasan shahih muslim kitab al-iman yang sampean baca adalah riwayat dongeng dari IMAM SAMPEAN.

Ataukan sampean lupa bahwa baik tulisan Hijaiyah maupun Arab Gundul tidak membedakan huruf besar dan huruf kecil.

Riwayat palselu : bla..bla..bla… serta kalimat-Nya yang dibacakan kepada Maryam dan dengan tiupan roh-Nya😀😆

Wassalam, Haniifa.

101 Responses to “Syahadat Agama Syi’ah berasal dari dongeng”

  1. ressay said

    1. Bahwa riwayat yang saya kutip, bukanlah riwayat palsu. Adapun ralat yang saya berikan, karena memang ada kesalahan tulis disana. Yang seharusnya “Ringkasan Shahih Muslim”, saya tulis “Shahih Muslim”. Ringkasan Shahih Muslim itu bisa Anda baca di http://ahlulhadiits.wordpress.com

    2. Apakah Anda baru kali ini menjumpai hadits ini?
    Hadis riwayat Ubadah bin Shamit ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa mengucapkan: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya dan bersaksi bahwa Nabi Isa as. adalah hamba Allah dan anak hamba-Nya, serta kalimat-Nya yang dibacakan kepada Maryam dan dengan tiupan roh-Nya, bahwa surga itu benar dan bahwa neraka itu benar, maka Allah akan memasukkannya melalui pintu dari delapan pintu surga mana saja yang ia inginkan. (Ringkasan Shahih Muslim No.41)

    Riwayat tersebut merupakan riwayat yang terkenal dan beberapa kali dikutip oleh para penulis dan ulama. Silakan saja dicari digoogle, niscaya akan Anda dapati kenyataan bahwa sebelum saya mengutip riwayat tersebut, orang-orang Ahlulsunnah yang lain telah mengutip riwayat dari Ubadah bin Shamit ra.

    3. Untuk apa Anda mengutipkan hadits Al-Bukhari No:8 dan Muslim No:62? Apa ada hubungannya dengan diskusi kita? Itukan soal rukun Islam? Lalu mengapa Anda mengutipkannya disini? Ayolah fokus pada pembahasan.

    4. Apalagi copy paste dari tulisannya “Izzudin Karimi”.

    5. Sudah saya buktikan bahwa bantahan ternyata lemah, sehingga benarlah bahwa menambahkan persaksian itu diperbolehkan karena pernah dicontohkan oleh Nabi berdasarkan riwayat:

    Hadis riwayat Ubadah bin Shamit ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa mengucapkan: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya dan bersaksi bahwaNabi Isa as. adalah hamba Allah dan anak hamba-Nya, serta kalimat-Nya yang dibacakan kepada Maryam dan dengan tiupan roh-Nya, bahwa surga itu benar dan bahwa neraka itu benar, maka Allah akan memasukkannya melalui pintu dari delapan pintu surga mana saja yang ia inginkan. (Ringkasan Shahih Muslim No.41)

    • @Oom Ressay
      Silahken sampean buktiken secara ilmiah mana hadits palsu atau yang dipalsuken dengan hadits asli yang sesuai dengan Al Qur’an.

      dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (QS 33:33)

      Hadits-hadits yang sayah kutip semuanya sangat sesuai dan serasi dengan ayat tersebut diatas… TAATILAH ALLAH DAN RASULnya, titik…😀 hehehe

      Dan bentuk nyata dari mentaati Allah dan Rasul-Nya yang paling utama adalah Syahadatain dan sudah sayah bahas disini.
      Wassalam, Haniifa.

    • eagle said

      @Saudara Ressay
      Mohon tunjukan ayat Al Qur’an yang menyuruh umat Islam sbb:”Taatilah Allah dan RasulNya dan WaliNya

      Salam wa rahmah:mrgreen:

      • @Mas Eagle
        Kalau dalam surat Ali Imran ayat 132 :
        Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.

        Sehingga orang yang beragama Islam tidak pernah melupakan kalimat tauhid ini:
        لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
        Laa ilaha ila Allah

        مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللّهِ
        Muhammadar Rasulullah

        Kalau dalam surat Ali as ayat-ayat Syaithan:
        Dan taatilah Ali (bin Saba’) dan Syi’ahnya, supaya kamu percaya Al Kafi(run)…:mrgreen:

      • qarrobin said

        @Eagle

        you’re right
        Salam wa rahmah:mrgreen:
        emang ada di al qur-an (saya belum cek, kalo salah mohon dikoreksi)

        @Haniifa
        thank you for Aali ‘Imran ayat 132

        sesuai dengan hadits Shahih Bukhari No:8 dan Shahih Muslim No:62

        اشَهَدَ أَنْ لاَ إلهَ إِلاَّ الله ُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله

        Asyhadu an Laa ilaaha illa Allah wa anna Muhammadar Rasuulullah

        Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad Rasuulullah

      • @Kang Qarrobin Djuti
        أَطِيعُواْ اللَّه
        وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ
        وَأَطِيعُواْولياء
        Taatilah Allah dan taatilah RasulNya dan taatilah Wali-waliNya

        ————-

        أَطِيعُواْ اللَّه
        وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ
        وَأَطِيعُواْولي
        Taatilah Allah dan taatilah RasulNya dan taatilah WaliNya

        Insya Allah, tidak kita dapati dalam Al Qur’an.

        (Biasanya para kaum Agama Syi’ah memelintirkan makna Ulil Amri menjadi makna “wali” atau makna “imam”😀 lihat: (QS 4:59) dan (QS 4:83) )

      • qarrobin said

        Kang, kalo salam wa rahmah ada ga di al quran?

      • @Kang Qarrobin Djuti😀
        Rasanya ucapan “Salam wa rahmah” adanya di Al Kafi(run), kalau di Al Qur’an adanya ucapan “As salaamu’alaikum” [ اسَلَـمٌ عَلَيْكُمْ

        وَإِذَا جَآءَكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِـَايَـتِنَا فَقُلْ سَلَـمٌ عَلَيْكُمْ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ أَنَّهُ مَن عَمِلَ مِنكُمْ سُوءًا بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابَ مِن بَعْدِهِ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

        Jika orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami (Al-Qur’an) datang kepadamu, ucapkanlah “Salaamun’alaikum (selamat-sejahtera bagimu)”, Tuhanmu telah menetapkan bagi diri-Nya kasih-sayang. (Yaitu) Bahwa barangsiapa berbuat kejahatan karena kejahilannya (tidak tahu/bodoh) kemudian ia bertaubat setelah itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 6:54)

        Dan perihal ucapan “Salam wa Rahmah” ini pernah sayah singgung pada beliau (@Oom Ressay) bahkan sayah beri 2 buah hadits shahih pada topik yang ini.

        Kesimpulan:
        Agama syi’ah adalah Agama Bid’ah, karena memang mereka mempelajari Al Qur’an dan Al Hadits hanya untuk mencari kelemahan dan untuk menyerang umat Islam.

  2. ressay said

    Salam wa rahmah,
    Terima kasih atas tanggapannya mas.

    Riwayat yang saya kutipkan diatas, merupakan riwayat yang saya ambil dari ringkasan shahih muslim yang ada di ahlulhadiits.wordpress.com

    Di laptop saya sekarang, sudah ada Terjemah Shahih Muslim Kitabul Iman oleh Abul Husain Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al-Qusyairi An-Naisaburi yang mana penerjemahnya ANONIM.

    Berbeda dengan http://ahlulhadiits.wordpress.com, riwayat tersebut ada pada nomor 39. Sedangkan riwayat pada nomor 41 berbunyi:

    Hadits riwayat Anas bin Malik Radliyallahu ‘anhu, ia berkata:
    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan Muaz bin Jabal berboncengan di atas tunggangan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Hai Muaz. Muaz menyahut: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memanggil lagi: Hai Muaz. Muaz menjawab: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Sekali lagi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memanggil: Hai Muaz. Muaz menjawab: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Setiap hamba yang bersaksi bahwa: Tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, maka Allah mengharamkan api neraka atasnya. Muaz berkata: Wahai Rasulullah, bolehkah aku memberitahukan hal ini kepada orang banyak agar mereka merasa senang? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Kalau engkau kabarkan, mereka akan menjadikannya sebagai andalan.

    Mas haniifa yang saya hormati, dengan berat hati saya harus mengatakan bahwa terjadi kesalahan berpikir pada komentar Anda diatas.

    Baik hadits Al-Bukhari No:8 dan Muslim No:62 yang Anda kutip maupun surat 33 ayat 33 yang Anda kutip, itu berbeda konteks dengan riwayat yang saya kutip.

    Hadis riwayat Ubadah bin Shamit ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa mengucapkan: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya dan bersaksi bahwa Nabi Isa as. adalah hamba Allah dan anak hamba-Nya, serta kalimat-Nya yang dibacakan kepada Maryam dan dengan tiupan roh-Nya, bahwa surga itu benar dan bahwa neraka itu benar, maka Allah akan memasukkannya melalui pintu dari delapan pintu surga mana saja yang ia inginkan. (Ringkasan Shahih Muslim No.41)

    Riwayat ini konteksnya jaminan bagi orang yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya dan bersaksi bahwa Nabi Isa as. adalah hamba Allah dan anak hamba-Nya, serta kalimat-Nya yang dibacakan kepada Maryam dan dengan tiupan roh-Nya, bahwa surga itu benar dan bahwa neraka itu benar.

    Riwayat itu tidak saling bertentangan.

    Tidak pula dengan riwayat:

    Muaz menyahut: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memanggil lagi: Hai Muaz. Muaz menjawab: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Sekali lagi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memanggil: Hai Muaz. Muaz menjawab: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Setiap hamba yang bersaksi bahwa: Tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, maka Allah mengharamkan api neraka atasnya. Muaz berkata: Wahai Rasulullah, bolehkah aku memberitahukan hal ini kepada orang banyak agar mereka merasa senang? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Kalau engkau kabarkan, mereka akan menjadikannya sebagai andalan.

    Justru riwayat-riwayat tersebut saling melengkapi.

    Wallahu a’lam bish shawabi.
    Wassalam.

    • @Mas Ressay
      Kembali kasih.
      Baik hadits Al-Bukhari No:8 dan Muslim No:62 yang Anda kutip maupun surat 33 ayat 33 yang Anda kutip, itu berbeda konteks dengan riwayat yang saya kutip.
      Konteknya sudah sangat jelas, bahwa pilar-pilar Diin Islam berdiri pada seseorang jika secara khusyu mendirikan SHALAT dan didalam bacaan shalat itu terdapat kalimat syahadatain yang ESSENSINYA hanya mentaati Allah dan RasulNya. (QS 33:33)

      Wassalam, Haniifa.

      • ressay said

        Salam,
        Betul sekali, saya tidak menolak itu. Tetapi konteksnya jelas beda. Perbedaan konteks itu, tidak mengakibatkan riwayat2 tersebut saling bertentangan, justru saling melengkapi satu dengan yang lainnya.

        “Islam dibangun di atas lima perkara: Syahadat, bahwa tiada tuhan (sembahan) yang berhak disembah, kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji, dan puasa Ramadhan.” (Shahih Bukhari No:8 dan Shahih Muslim No:62)

        Syahadat akan mengakibatkan konsekuensi seluruh perintah Allah harus ditaati, termasuk shalat, zakat, haji, dan puasa ramadhan seperti yang disebutkan dalam hadits yang Anda kutip diatas.

        Hadits riwayat Anas bin Malik Radliyallahu ‘anhu, ia berkata:
        Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan Muaz bin Jabal berboncengan di atas tunggangan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Hai Muaz. Muaz menyahut: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memanggil lagi: Hai Muaz. Muaz menjawab: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Sekali lagi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memanggil: Hai Muaz. Muaz menjawab: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Setiap hamba yang bersaksi bahwa: Tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, maka Allah mengharamkan api neraka atasnya. Muaz berkata: Wahai Rasulullah, bolehkah aku memberitahukan hal ini kepada orang banyak agar mereka merasa senang? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Kalau engkau kabarkan, mereka akan menjadikannya sebagai andalan.

        orang yang diharamkan api neraka atasnya ialah orang yang bersaksi Tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

        orang yang bersaksi Tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, merupakan orang yang diberikan amanah untuk melaksanakan seluruh perintah Allah sebagai konsekuensi logis.

        Sebagai konsekuensi logis pula, orang yang bersaksi Tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya haruslah mempersaksikan sesuatu yang lain yang dibenarkan oleh Allah SWT. Dan mempersaksikan sesuatu yang lain itu pernah dicontohkan oleh Rasulullah Saw, selama persaksian itu tidak melenceng dari agama Islam.

        Hadis riwayat Ubadah bin Shamit ra., ia berkata:
        Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa mengucapkan: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya dan bersaksi bahwa Nabi Isa as. adalah hamba Allah dan anak hamba-Nya, serta kalimat-Nya yang dibacakan kepada Maryam dan dengan tiupan roh-Nya, bahwa surga itu benar dan bahwa neraka itu benar, maka Allah akan memasukkannya melalui pintu dari delapan pintu surga mana saja yang ia inginkan. (Ringkasan Shahih Muslim No.41)

        Wallahu a’lam bish shawabi

      • @Mas Ressay
        Sayah mau ingatkan perihal bacaan Tahiyat Awal:
        Attahiyyatul mubarakaatush shalawaatuth thayyibatu lillaah, assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, assalaamu’alaina wa’alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin. asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadar rasuulullaah. Allahhumma shalli ‘alaa Saidina muhammad wa ‘ala aalihi saidina muhammad”

        Artinya:
        – Ya Allah, segala penghormatan, keberkahan, shalawat dan kebaikan hanya milik-Mu ya Allah.
        – Wahai Nabi selamat sejahatera semoga tercurah kepada engkau wahai Nabi Muhammad s.a.w,
        Semoga juga rahmat Allah dan Berkah-Nya pun tercurah kepadamu wahai para Nabi,
        – Semoga salam sejahtera tercurah kepada kami dan hamba-hamba-Mu yang shaleh.
        Ya Allah aku saksi tiada ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi Nabi Muhammad s.a.w adalah utusan Allah.
        – Ya Allah, limpahkan shalawat-Mu kepada Nabi Muhammad s.a.w dan limpahkan juga shalawat kepada keluarga Nabi Muhammad s.a.w.

        Tolong perhatikan pada kalimat “assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh” didalamnya sudah termasuk NABI ISA AL MASIH A.S, sehingga sangat jelas sekali bahwa riwayat hadits yang sampean bawa adalah duwa buah riwayat yang digabungkan secara semena-mena.

        Wassalam, Haniifa.

      • ressay said

        1. Apakah riwayat yang saya kutipkan itu ada? Ternyata ada, bukan riwayat palsu.

        2. Lalu bagaimana derajat riwayat itu? Shahih, bukan dho’if.

        3. Lalu saya mau tanya, komentar Anda diatas itu untuk ngomentarin apa? karena saya pikir itu diluar konteks perbincangan kita. apa hubungannya riwayat yang saya kutip dengan bacaan Tahiyat Awal?

        4. Back to topic bahwa riwayat:
        Hadis riwayat Ubadah bin Shamit ra., ia berkata:
        Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa mengucapkan: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya dan bersaksi bahwa Nabi Isa as. adalah hamba Allah dan anak hamba-Nya, serta kalimat-Nya yang dibacakan kepada Maryam dan dengan tiupan roh-Nya, bahwa surga itu benar dan bahwa neraka itu benar, maka Allah akan memasukkannya melalui pintu dari delapan pintu surga mana saja yang ia inginkan. (Ringkasan Shahih Muslim No.41)

        adalah benar adanya.

        Bahwa Nabi pernah mencontohkan menambahkan kalimat persaksian selama tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam.

        Apalagi khusus untuk orang yang bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya dan bersaksi bahwa Nabi Isa as. adalah hamba Allah dan anak hamba-Nya, serta kalimat-Nya yang dibacakan kepada Maryam dan dengan tiupan roh-Nya, bahwa surga itu benar dan bahwa neraka itu benar, maka Allah akan memasukkannya melalui pintu dari delapan pintu surga mana saja yang ia inginkan, kata Nabi.

      • @Mas Ressay
        Apakah sampean tidak bertanya mengapa nabi Muhammad s.a.w tidak bersaksi kepada Nabi Ibrahim a.s ?!
        Mohon maaf jika sampean beragama islam, tentu ingin sayah ingatkan kembali perihal tahiyat akhir.

        Tahiyat Akhir :
        “…. kamaa sholaita ‘ala saidina Ibrahiim wa ‘ala aalihi saidina Ibrahiim, wa baarik ‘ala saidina Muhammad wa ‘ala aalihi saidina Muhammad, kamaa baarakta ‘ala saidina Ibrahiim wa ‘ala aalihi saidina Ibrahiim, fil alamina innaka hamiidum majiid.”

        Artinya:
        “…sebagaimana Engkau telah limpahkan shalawat kepada Nabi Ibrahim a.s dan juga kepada keluarga Nabi Ibrahim a.s, dan berkatilah Ya Allah Nabi Muhammad s.a.w dan berkatilah juga keluarga Nabi Muhammad s.a.w, sebagaimana Engkau telah memberkati Nabi Ibrahim a.s dan juga kepada keluarga Nabi Ibrahim a.s, Sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

        Dengan demikian sudah selayaknya jika memang ada hadits yang menyatakan persaksian itu terdiri 3 kalimat, maka Rasulullah akan mengikuti Ayat Al Qur’an berikut:

        Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang dzalim”. (QS 2:124)

        Wassalam, Haniifa.

      • ressay said

        salam,
        iya mas, saya hanya ingin meminta Anda untuk menjelaskannya secara runut maksud dari komentar Anda. terus terang saya tidak terlalu paham dengan komentar Anda yang loncat-loncat.

        Saya ingin mengajak Anda untuk kembali fokus pada riwayat:

        Barang siapa mengucapkan: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya dan bersaksi bahwa Nabi Isa as. adalah hamba Allah dan anak hamba-Nya, serta kalimat-Nya yang dibacakan kepada Maryam dan dengan tiupan roh-Nya, bahwa surga itu benar dan bahwa neraka itu benar, maka Allah akan memasukkannya melalui pintu dari delapan pintu surga mana saja yang ia inginkan.

        Jika ingin mendapatkan teks arabnya, bisa dicopy dari http://hadith.al-islam.com/Loader.aspx?pageid=194&BookID=25

        Pada riwayat itu, sudah jelas bahwa Nabi menjamin orang yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya dan bersaksi bahwa Nabi Isa as. adalah hamba Allah dan anak hamba-Nya, serta kalimat-Nya yang dibacakan kepada Maryam dan dengan tiupan roh-Nya, bahwa surga itu benar dan bahwa neraka itu benar, akan Allah masukkan ia melalui pintu dari delapan pintu surga mana saja yang ia inginkan.

        Lalu mengapa Anda merasa perlu untuk bertanya, “mengapa nabi Muhammad s.a.w tidak bersaksi kepada Nabi Ibrahim a.s ?!”

        Silakan ajukan pertanyaan itu pada Nabi Muhammad. Mengapa beliau bersabda seperti itu?

        Bagi saya:

        “Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya)…(QS. An-Nisa : 59)

        Jadi, سَمِعْنَا وَأَطَعْن

        Mari kita dengar dan taat, tanpa banyak bertanya apalagi memprotes apa yang diucapkan oleh Nabi Muhammad Saw.

      • @Mas Ressay
        Alhamdulillah, justru sayah sesuai dengan kontek mengenai syahadatain berikut dengan tatacara SHALAT umat ISLAM.

        Silakan ajukan pertanyaan itu pada Nabi Muhammad. Mengapa beliau bersabda seperti itu?
        Insya Allah, Nabi Muhammad s.a.w memang mengakui bahwa Isa ibnu Maryam adalah Hamba Allah dan sebagai Rasul sebelumnya, Nabi Musa a.s pun dan Nabi Daud a.s pun beliau yakini sebagai Rasulullah, apalagi kepada IMAMnya seluruh manusia yaitu Nabi Ibrahim a.s😀

        Ada banyak hadits yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad s.a.w mengakui kerasulan Isa Al Masih,…. silahken sampean cari di mbah Gugel.

        “Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya)…(QS. An-Nisa : 59)
        Bagi Umat Islam:
        Yupp… dan itu sesuai dengan bunyi Tiada sembahan selain Allah, dan Muhammad itu RasulNya😀

        Bagi Umat Nashrani:
        “Tiada Tuhan (sembahan) selain Allah, dan Isa Al Masih itu RasulNya”

        Bagi Umat Yahudi:
        “Tiada Tuhan (sembahan) selain Allah, dan Musa itu adalah RasulNya”

        Sehingga umat Nashrani dan Yahudi, akan diampuni oleh Allah dan Insya Allah dijauhkan dari api neraka asal mengucapkan kalimat “syahadatain” mereka:

        Dan ini bersesuian dengan firman Allah:
        Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya (QS 4:116)

        maka Allah akan memasukkannya melalui pintu dari delapan pintu surga😀😆 mana saja yang ia inginkan. (Ringkasan Shahih Muslim No.41)

        Sedangkan pada riwayat hadits yang sampean utarakan sangat keliru “bahwa dengan mengucapkan 3 kalimat syahadat maka Allah akan memberikan 8 kunci syurga … hehehe enak banget ”

        Wassalam, Haniifa.

    • ulil said

      “Mas haniifa yang saya hormati, dengan berat hati saya harus mengatakan bahwa terjadi kesalahan berpikir pada komentar Anda diatas.

      Baik hadits Al-Bukhari No:8 dan Muslim No:62 yang Anda kutip maupun surat 33 ayat 33 yang Anda kutip, itu berbeda konteks dengan riwayat yang saya kutip.”

      ressay, lo mikir donk kalo. masak hadist harus ngikutin ayat Al-Qur’an. pa kagak kebalik tuh????

  3. ressay said

    Mas haniifa,
    1. Soal tata cara shalat, itu diluar konteks pembahasan. mari kita fokuskan pada riwayat yang saya jadikan argumen bahwa diperbolehkan kita menambahkan kalimat persaksian.

    2. sebelum kita berbincang jauh soal matan hadits tersebut, kita sepakati dulu apakah riwayat itu ada? apakah riwayat itu shahih dari segi sanad?

    jawaban dari kedua pertanyaan itu akan berimplikasi pada persoalan yang tengah Anda singgung.

    3. Kalaupun stelah ini kita menyinggung matannya, maka saya hanya ingin mengingatkan bahwa matan hadits tersebut tdk hanya soal Nabi, melainkan juga soal surga dan neraka. Jadi yang saya tangkap, Anda mencari alasan2 yg terkesan seadanya dan jelas itu tidak relevan dengan tema diskusi kita.

    4. saya jg ingin mengingatkan bahwa ketika Nabi sudah berkata, maka janganlah kita ragu sedikitpun. ketika Anda mengkritik matan riwayat tersebut, maka secara tidak sadar sbetulnya Anda tengah meragukan dan mengkritik kata-kata Nabi.

    • @Mas Ressay
      1. Sudah jelas bacaan syahadat dibaca SEMBILAN KALI (9) dalam waktu shalat wajib 1 hari, apa sampean pikir cuma sekali membaca syahadat itu ?!

      2. Itu menurut sampean, dan menurut sayah mana mungkin Muhammad s.a.w mengada-adakan sesuatu yang tidak Allah berikan, sebagaimana memberikan jaminan 8 pintu kuci syurga andai membaca 3 kalimat syahadat… hehehe…

      a. SUNI: (hasil pembengkokan)
      Riwayat Hadits palsu biyar tidak Shalat, Zakat, Puasa maka 8 pintu syurga GRATISS

      b. SYI’AH: (seluruh sekte)
      – Asyhadu alla ilaha illalloh
      – Asyhadu anna Muhammadan rosululloh
      – Asyhadu anna ‘Aliyyan waliyulloh… Percaya IMAM ALI maka syurga GRATISS

      c. KRISTEN: (seluruh sekte)
      – Asyhadu alla Bapak
      – Asyhadu alla Roh Kudus
      – Asyhadu alla YESUS… Percaya YESUS, Syurga GRATISS
      😀 hehehe… enak banget syurga bagi mereka, 3 dan 4 tidak sayah bahas karena tidak relevan dan hanya pengulangan pertanyaan 1 dan 2.

    • eagle said

      @Saudara Ressay
      Riwayat Hadits Muslim no.41 sepertinya lebih masuk akal dari artikel diatas sebagaimana tertuang dalam bab al-imam shahih Muslim
      Soal implikasi, matan, rawi dan sanad hadits yang saudara utarakan kami tidak percaya sama sekali sebab menurut beberapa sumber yang dipercaya bahwa kaum shi’ah mempunyai Al Qur’an yang lebih baik dari Islam punya (17000 ayat), jadi jangankan riwayat hadits… Firman Allah saja kalian tambah-kurang sesuai dengan selera sendiri.

      Salam,

  4. […] Dongeng selengkapnya: Syahadat Agama Syi'ah berasal dari dongeng « حَنِيفًا […]

  5. Roy Rey said

    Mohon maaf, jika ikut nimbrung

    @ressay
    Apa dasarnya anda menambahkan syahadat menjadi 3 kalimat?

  6. Fitri said

    Yang beragama Syiah seharusnya mengaku sebagai Syiah saja, tidak usah mengkaitkan diri dengan Islam maupun mengaku Islam apalagi merubah ajaran Islam yang sudah baku. Karena ajaran Syiah itu sendiri sangat bertolak belakang dengan Islam.

    Wassalam.

  7. ressay said

    @haniifa
    Mohon maaf, saya tidak ingin menanggapi komentar yang tidak ada hubungannya dengan topik bahasan. mari kita fokus oada riwayat yg saya jadikan argumen. apakah ada riwayat tersebut? jika ada, maka bagaimanakah derajat hadits tsb? krn bicara soal hadits, berbicara soal jalur periwayatan juga. silakan mas haniifa jawab pertanyaan saya. dan mas kan mengutipkan riwayat shahih muslim no.41 tuh? saya ingin tau Anda mendapatkan riwayat tsb darimana? copy pastekah dr tulisan org lain?

    Itu dulu pertanyaan yg saya ajukan untuk kemudian mas jawab. jika tidam berkenan, mam dgn sangat terpaksa saya tdk bisa melanjutkan diskusi yang tidak beralur dgn benar ini. bagi saya, menganalisa hadits, perlu juga menganalisa sanad dr hadits tsb. itu yg saya dptkn ketika belajar ulumul hadits.

    @Eagle
    sepanjang yg saya ketahui, yg mengutip riwayat tsb ptama kali adalah saudara2 ahlussunnah. jika Anda menuduh bhw riwayat itu buatan org syi’ah, maka saya kira perlu bukti. silakan ajukan buktinya, jika tidak, saya tidak perlu membuang waktu saya berdiskusi dengan Anda.

    @Roy
    sudah saya sampaikan pada tulisan diblog saya.

    @fitri
    terima kasih atas komentarnya yang ndak nyambung.

    • eagle said

      @Saurdara Ressay
      Kalau begitu pengutip hadits adalah yang ahlussunnah-syi’ah atau syi’ah-ahlussunnah:mrgreen:
      Karena saya sendiri bukan kedua-duanya, sehingga saya tidak perlu berdiskusi dengan orang yang beragama diluar ISLAM seperti saudara, kecuali saudara berniat mempelajari Islam dengan benar.

    • @Mas Ressay
      Sampean tidak usah basa-basi dan tidak perlu malu dengan kenyataan sebagaimana kata @Mas Egle, akui saja bahwa riwayat shahih muslim no.41 sampean adalah dongeng… hehehe.

      Hadis riwayat Ubadah bin Shamit ra., ia berkata:
      Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa mengucapkan: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya dan bersaksi bahwa Nabi Isa as. adalah hamba Allah dan anak hamba-Nya, serta kalimat-Nya yang dibacakan kepada Maryam dan dengan tiupan roh-Nya, bahwa surga itu benar dan bahwa neraka itu benar, maka Allah akan memasukkannya melalui pintu dari delapan pintu surga mana saja yang ia inginkan.…😆 (Ringkasan DONGENG Shahih Muslim No.41)

      Kesimpulan 3 kalimat syahadat tersebut adalah pembenaran dari 3 kalimat syahadat Agama Syi’ah dan sekaligus pembenaran dengan azas TRINITAS AGAMA KRISTEN.

      Buktikan secara ilmiah : bahwa hanya dengan mengakui azas TRINITAS maka jaminan syurga ?!

      (hehehe… makanya dari dulu sayah tahu Agama Syi’ah = Agama Kristen)

      • ressay said

        baik, saya akhir diskusi ini karena memang Anda tidak ingin berdialog dengan benar. Bahkan mempostingkan gambar-gambar yang sebetulnya tidak relevan dengan diskusi.

        Mohon maaf, saya tidak ingin menyia-nyiakan waktu saya untuk berdiskusi dengan orang yang tidak bisa santun, ilmiah, dan fokus pada pembahasan.

        terima kasih.

      • @Mas Ressay
        Tunjukan kepada sayah hadits lafadz Adzan ?!

        (hehehe… Kelemahan Utama Agama Syi’ah adalah tidak punya satupun riwayat hadits tentang lafadz Adzannya, yang nota bene mengandung 3 kalimat syahadat Al Kafi(run)😀😆 )

      • eagle said

        @Saudara Ressay
        Setuju sekali, hentikan saja diskusi ini daripada saudara bertambah malu di khalayak ramai !!!:mrgreen:

        @
        Biyarken saja @Mas, beliau ini kan besar biji kemaluannyah:mrgreen:
      • Joy said

        Ternyata kang haniifa mulutnya kotor ya kok sampai nyebut-nyebut bagian terlarang, islam dari mana iki:mrgreen:

      • @Mas Joy
        Coba sampean tunjukan ayat Al Qur’annya atau Haditsnya yang menyatakan itu perbuatan dosa ?!😀😆

      • Eagle said

        @Saudara Joy
        Mana yang lebih kotor mulutnya, orang yang senang memfitnah Muawiyah dan para sahabat terdekat Nabi Muhammad s.a.w atau Admin blog ini ??

      • Roy Rey said

        hihihihi…..
        kata2 kotor yang mana yah?

      • @Mas Roy Rey
        Mungkin beliau tidak mau di sunat, soalnya marah-marah sama Dokter…
        Sabda @Tante Joy-i:mrgreen:
        Ihhh… Pak Dokter pegang-pegang burungku, tangan Pak Dokter sangat kotor… Hua.ha.ha….

      • Cekixkix said

        Oeyyyy… si @Tante Joay, ni mulutnye bau pete busuk… Cekixkix…kix..kix…

    • cekixkix said

      @Om Ressay
      Kheknya,mana ada ahlulsunnah nyang berani mengimani asal percaya bunyi kalimat syahadat itu 3… dapat 8 pintu syurga,… Cekixkix…kix…kix… khek orang kresten aje, asal percaya dosa dah ditebus ame @Om Yesus trus masuk surga.

      Klo @Om Roy rey bilang mah, itu riwayat shahis kitab naruto ala shit’ah, ehh syi’ah…😆

    • فتر said

      @ ressay

      Tidak perlu ngeles dah apalagi menyerang pribadi. Bukannya situ yang meminta komentar harus sopan? Nah sekarang?, btw komentar saya kok di spam?

      @Neng Fitri
      Pasti di spam, soalnyah beliau tidak bisa menjawab/menyanggah…

  8. Roy Rey said

    @ressay
    Iye, gw tau… Gw cuma kepingin meyekinkan aja.
    Maksud gw adakah ayat Al Qur’an yang menyatakan Syahadat harus demikian? Atau cma Hadist aja…

    Tolong dijawab yah bos ressay… terima kasih

    Wassalam.

    • ressay said

      @Roy Rey
      Apa definisi dari syahadat menurut Anda?

      • ressay said

        jika mas roy ingin berdialog soal syahadat, saya undang Anda untuk berdialog di weblog saya.

        selama komentar Anda santun, ilmiah, dan fokus pada pembahasan, tentu akan saya tampilkan. Karena saya tidak ingin blog saya menjadi tempat sampah bagi komentar2 yang tidak ilmiah, santun, dan fokus pada pembahasan.

      • Roy Rey said

        @ressay
        Terima kasih atas tawarannya.
        Tapi kalau bisa disini saja atau di blog saya juga boleh.
        Kalau anda berkenan mohon penjelasannya singkat dan jelas…
        ]
        ]
        terima kasih,
        Wassalam
        ]
        ]
        ]
        NB.gw cuma mau dialog di blog yang tidak memakai moderasi.

      • ressay said

        adalah hak Anda untuk tidak ingin dialog di blog yang memakai moderasi.

        adalah hak saya untuk melakukan moderasi demi berjalannya dialog dengan santun, ilmiah, dan fokus pada pembahasan.

        jika masih berminat berdialog dengan saya soal syahadat, silakan berikan komentar Anda pada tulisan di blog saya yang mengangkat tema syahadat.

        Jika tidak berminat, saya juga tidak rugi.

        @Haniifa
        terima kasih atas perlakuan Anda yang telah merubah wajah saya.

        saya hanya ingin mengikuti perintah Allah:

        خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

        @Oom Ressay😀 hehehe…
        Giliran terpepet alias tidak bisa membantah lagi, maka sampean menggunaken jurus maut as Admin (hapus,edit, moderasi) … so seolah-olah pendapat sampean sendiri yang tak terbantahken.

        @Mas Roy Rey
        Sepertinya tidak beda jauh dengan @Bapake Jell.
        (cara ngeles ilmiah ala Agama Shit’ah -baca:syi’ah dan kristen- )

      • @Oom Ressay
        Dalam metodologi ilmiah, jika sampean mau mensilikidiki:mrgreen: jamur, maka sampean harus mengumpulken seluruh perjamuran jangan asal satu jamur racun sampean emplo. *** Paham sampean ***

        Noohh, berkaitan dengan fatsal bunyi syahadat maka sampean harus kumpulken semuanyah juga dunk.

        @Mas Roy Rey
        Yang beliau maksud jawaban ilmiah adalah sbb:

        #HANIIFA #
        Apakah shalat sampean/ kaum syi’ah menggunakan 3 kalimat syahadat sbb:
        1. Asyhadu alla ilaha illalloh
        2. Asyhadu anna Muhammadan rosululloh
        3. Asyhadu anna ‘Aliyyan waliyulloh

        Apakah ada fakta sejarah, bahwa BILAL melantunkan adzan Agama Syi’ah ?!

        #RESSAY #
        Adzan? tidak sedang dibahas disini. Mohon dapat dimengerti.(cara ngeles yang ilmiah… hua.ha.ha. )

        #HANIIFA #
        Apakah sampean tidak mengerti kontektual makna yang tersirat dan tersurat dari kalimat persaksian
        Asyhadu anna…
        😦

        Set moderasi On to ilmiah:mrgreen:

      • @Oom Ressay
        أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَـنِ الرَّجِيمِ

        Aku mohon perlindungan kepada Allah dari godaan syaithan yang terkutuk.

        خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

        Khudzil ‘afwa wa’mur bil ‘urfi wa a’ridh ‘anil jaahiliin.

        Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh. (QS 7:199)

        Dan sampean seenak udel mengutip Ayat Al Qur’an, dengan tanpa memohon perlindungan kepada Allah ???

        وَإِمَّا يَنَزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَـنِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

        Wa immaa yanzaghannaka minasy syaithaani nazghun fas ta’idz billahi innahuu samii’un ‘aliim.

        Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS 7:200)

        Astaghfirullah…

      • Roy Rey said

        @ressay
        Duh… jangan esmosi dunk bos…. santai lah dikit
        Maklumilah saya yang bodoh ini….

        @haniifa
        Nah itu dia bos…
        darimanakah asalmuasal kalimat yang ke3 itu… Al Qur’an ato Hadist ato dua2nya?
        padahal tinggal nulis doank disini…

      • ressay said

        @haniifa
        pendapat Anda soal taawudz sudah pernah saya mentahkan. lupakah Anda?

        http://ressay.wordpress.com/2009/09/27/membaca-atau-menulis-taawwudz/

        @roy
        saya tunggu. jika tidak, njih sampun mboten nopo2.

      • @Oom Ressay
        Apanya yang mentah,😀 hehehe, sampean sendiri kojot-kojot soal Ilham dan Wahyu
        https://haniifa.wordpress.com/2009/10/02/agama-syi%e2%80%99ah-sama-dengan-agama-kristen-10/

        Sebentar sayah edit lagi komeng ini…:mrgreen:

      • ressay said

        ah tidak juga.

        pendapat Anda yang lemah itu sudah saya bantah di

        http://ressay.wordpress.com/2009/09/04/ilham-dan-wahyu-dalam-terjemahan/

        ressay.wordpress.com/2009/09/25/wahyu-turun-kepada-selain-nabi/

        ressay.wordpress.com/2009/10/04/konsistensi-terhadap-penerjemahan-kata-auhaina/

        @Oom Ressay
        Apanya yang tidak juga ?!😀 hehehe…
        Yang jelas tidak ada satupun komentar sampean disini,
        https://haniifa.wordpress.com/2009/10/02/agama-syi%e2%80%99ah-sama-dengan-agama-kristen-10/

        Sementara lain komentar sayah sampean hapus dan moderasi di artikel sampean…
        (cara ngeles ilmiah ala Agama Shit’ah -baca:syi’ah- )

      • @Oom Ressay
        Nyoh… 😀 hehehe

        Eagle said
        October 1, 2009 at 12:05 am

        @Saudara Ressay
        Mengerti tidak soal ta’awwud, perhatikan type lain dari saudara Ayruel sebelum menulis Al Qur’an setidak-tidaknya didahului oleh “Fa Qod Qoolallahu Ta’ala

        Lain hal dengan saudara Ressay didahului dengan kata “Nyoh…”
        Apakah begitu cara umat Islam menghormati ayat suci Al Qur’an ?!

        Terakhir sampean kojot-kojot soal taawudz…😀😆
        https://haniifa.wordpress.com/2009/08/09/ka-wan-ka-wawan-ahlul-omdo/

      • ressay said

        hehehe…maling mengaku penjara penuh. terima kasih. bubye…

        saatnya melaksanakan perintah Allah.

        Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh. (QS 7:199)

      • @Oom Ressay
        Sukurlah kalau sampean sekarang menggunakan terjemaah Al Qur’an… hehehe, lupa yach sampean menghina seluruh terjemaahan Al Qur’an versi Bahasa Indonesia.

        (hihihi… nggak pakai taawudzpun sayah nggak protes tuhh…😀 )

      • @Oom Ressay
        Sampean ini memohon kepada Allah, atau ngemis-ngemis sama @Oom Tifatul😀😆

        Si yu cah… hehehe

      • cekixkix said

        @Om Resay Yaser
        Ngemeng-mengeng, khok cepet amat tumbuh bulunye… Cekixkix…kix..kix….

        @
        Sayah sindir beliau malah cengengesan… hehehe

      • @Mas Cekixkix
        Itu artinya @Oom Ressay sedang “SUN GO KONG… RULE…. GOD MODE ON”

        (😀 hihihi… kata @Oom Roy Rey, lho )

      • Roy Rey said

        @ressay
        Sebetulnya, tulisan saya ini bermaksud untuk memaparkan bahwa Nabi pernah mencontohkan kalimat persaksian yang tidak hanya dua kalimat saja. Dan itu berdasarkan riwayat hadits yang saya kutipkan diatas.
        ===================================================
        Terima kasih udah menjelaskan secara singkat di blog anda…
        Memang saya berbeda style deh ama dikau soale

        GW GAK BERIMAN KEPADA HADIST

        @haniifa
        Thank’s 4 the room

        Wassalam

        @Mas Roy Rey
        Kembali kasih @mas,
        Teriring salam hangat selalu.
      • Roy Rey said

        tambahan..
        RUKUN IMAN
        1.Iman kepada Allah
        2.Iman kepada Malaikat Allah
        3.Iman kepada Kitab2 Allah (Al Qur’an, Tauran, Injil, Zabur)
        4.Iman kepada Nabi/Rasul2 Allah
        5.Iman kepada Hari Kiamat
        6.Iman kepada Qada dan Qadar
        ==============================
        Tidak ada Iman kepada Hadist….
        dan tidak ada jaminan dari Allah atas kesucian/kemurnian Hadist.
        Yang gw tau yang dijamin cuma AL Qur’an.
        Kecuali gw idup di jaman nabi… hehehehehehe….

        @Mas Roy Rey
        Subhanallah,…
        Bijitulah kalau “..” mirip manusia, lebih mempercayai jaminan “manusia” yang mengaku ahlul sunnah atau ulama dan melupaken daya nalarnya sendiri, sebagaimana kutipan beliau ini:

        #Ressay said:#
        Saya disini ingin meralat dan memperjelas bahwa riwayat itu ada di dalam ringkasan shahih muslim kitab al-iman. Riwayat yang saya kutip adalah riwayat yang sangat terkenal dan sering kali dikutip oleh beberapa penulis dan ulama

        Singkat kata, biar berasal dari syaithan asal sangat terkenal maka @Oom Ressay percaya 100% benar….😀

      • qarrobin said

        Roy Rey said
        August 17, 2010 at 9:48 pm

        tambahan..
        RUKUN IMAN
        1.Iman kepada Allah
        2.Iman kepada Malaikat Allah
        3.Iman kepada Kitab2 Allah (Al Qur’an, Tauran, Injil, Zabur)
        4.Iman kepada Nabi/Rasul2 Allah
        5.Iman kepada Hari Kiamat
        6.Iman kepada Qada dan Qadar
        ==============================
        Tidak ada Iman kepada Hadist….
        dan tidak ada jaminan dari Allah atas kesucian/kemurnian Hadist.
        Yang gw tau yang dijamin cuma AL Qur’an.
        Kecuali gw idup di jaman nabi… hehehehehehe….

        Makasih sekali buat @Mas Roy Rey atas tambahan diatas

  9. Roy Rey said

    @ressay
    Syahadat menurut gw
    1.Menjadi saksi Allah
    2.Menjadi saksi Rasul Allah

    Karena gw umatnya Muhammad S.A.W
    maka gw bersaksi for Allah S.W.T dan Muhammad dunk..
    Asyhadu alla ilaha illallah Wa Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah

    @
    Subhanallah,…
  10. cekixkix said

    @Om Resay Yaser
    Coba elo buktikan secara akurat, ada nggak hadits nya:
    Asyhadu alla ilaha illallah Wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah Wa asyhadu anna ‘Aliyyan waliyullah

    Kheknya hadits itu ada di kitab Al Kafi atau Al Naruto, yeh… Cekixkix…kix…kix….

    @😀
  11. Roy Rey said

    YES… SUN GO KONG GOD MODE ON…..

    @😀
  12. Fitri said

    Sun Go Kong berarti Rajanya kera dong.:mrgreen:

    @
    Kalau @Oom Ressay pastinya anteknya Sun Go Kong… yang kerjaannya suka kong kali kong fiqih …
  13. cekixkix said

    Rukun Imam Agama Syi’ah
    1. Sun go kong
    2. At Tauhid
    3. An Nubuwwah
    4. Al Imamah
    5. Al Adlu
    6. Al Ma’ad

    Rujukan utama kitab Usul Al Kafirun.. Cekixkix…kix…kix…

    @😀😀
  14. qarrobin said

    حَنِيفًا said
    August 17, 2010 at 6:19 pm

    @Oom Ressay
    Sukurlah kalau sampean sekarang menggunakan terjemaah Al Qur’an… hehehe, lupa yach sampean menghina seluruh terjemaahan Al Qur’an versi Bahasa Indonesia.

    tapi untuk topik nikah mut’ah, Oom Ressay memakai terjemaahan Al Qur’an versi Bahasa Indonesia, tanpa dipelajari dulu makna tiap kata

    أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَـنِ الرَّجِيمِ

    Aku berlindung dengan Allah dari syaithan yang dilempari.

    004,024 : wa lmuhshanaatu mina nnisaa-i illaa maa malakat aymaanukum kitaaba llahi ‘alaykum wa uhilla lakum mmaa waraa-a dzaalikum an tabtaghuu bi amwaalikum muhshiniina ghayra musaafihiina fa maa stamta’tum bihi min hunna fa –aatuu hunna ujuura hunna fariidhatan wa laa junaaha ‘alaykum fii maa taraadhaytum bihi min ba’di lfariidhati inna llaha kaana ‘aliiman hakiiman

    Dan (terlarang kamu menikahi) yang dibentengi (suami nya) dari wanita, kecuali apa yang dimiliki (dari) pembantu kamu, tulisan Allah atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu apa yang dibelakang (tulisan). Demikian kamu supaya mencari dengan harta kamu sebagai orang-orang yang membentengi selain orang-orang yang melemahkan. Maka apa yang akan melengkapi kalian dengan nya(harta) dari (kerja) mereka (sebagai pembantu), maka berikanlah mereka upah mereka (selama menjadi pembantu mu) sebagai suatu kewajiban, dan tiada pelanggaran atas kamu di dalam apa meridhai kalian dengan nya(upah) dari setelah kewajiban (jika ingin menikahi mereka), sungguh Allah adalah maha mengetahui lagi maha bijaksana (an nisaa- 004,024).

    ayat di atas tidak mendukung nikah mut’ah
    matta’a artinya perlengkapan http://qarrobin.wordpress.com/2010/06/02/mut’ah-perlengkapan/

    ayat diatas bercerita tentang memberikan upah(ujuur). Jika kita ingin menikahi pembantu(aymaan) kita, maka berikanlah upahnya selama ia membantu mu mencari harta sebagai perlengkapan kalian jika ingin membentengi mereka di dalam pernikahan.

    wallahu a’lam

    • @Kang Qarrobin Djuti
      Subhanallah,…
      Jadi tambah wawasan dan pemahaman sayah soal kosa kata “mu’tah” yang berasal dari Bahasa Persia.

      Hatur tengkiu dan salam hangat selalu, sahabatku.

  15. watching.. :mrgreen:

    @😀:mrgreen:
  16. Assalaamu’alaikum sahabat Mas Haniifa.

    Alhamdulillah, saya kembali mewarnai dunia maya dengan ilmu yang seadanya pada saya bagi berkongsi kebaikan dan manfaat buat semua. Terima kasih mas Haniifa kerana terlebih dulu menyapa. Hadir saya ini untuk mengucapkan selamat berpuasa dan selamat menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia ke 65 tahun. Semoga dirahmati Allah, negara Indonesia dan rakyatnya.

    Salam Ramadhan dan mesra dari saya di Malaysia.

  17. فتر said

    Gimana caranya pasang warna di kolom komentar?🙄

  18. […] Posts Syahadat Agama Syi'ah berasal dari dongengRahasia Al Qur'an dibalik huruf HijaiyahImam Mahdi adalah Nabi Muhammad s.a.w (tamat)Kartun Nabi […]

  19. اسوب سوبرييادي said

    Teruskanlah, Kang Hanifa😀

    • @Kang Usup
      Hatur tengkiu sohib😀

      Sekalian mohon ijin copas lafadz adhan Agama Syi’ah, dan ijin ngeroll blog Akang.

      Adzan
      أَللهُ أَكْبَرُ
      (Allōhu akbar) 4 kali
      أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أللهُ
      (Asyhadu allā ilāha illallōh) 2 kali
      أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
      (Asyhadu anna Muhammadan rōsulullōh) 2 kali
      أَشْهَدُ أَنَّ عَلِيًّا وَلِيُّ اللهِ
      (Asyhadu anna ‘Aliyyan waliyullōh) 2 kali
      حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
      (Hayya ‘alash Sholāh) 2 kali
      حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ
      (Hayya ‘alal falāh) 2 kali
      حَيَّ عَلَى خَيْرِ الْعَمَلِ
      (Hayya ‘alā khoiril ‘amal) 2 kali
      أَللهُ أَكْبَرُ
      (Allōhu akbar) 2 kali
      لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
      (Lā ilāha illallōh) 2 kali

      Iqamah
      أَللهُ أَكْبَرُ
      (Allōhu akbar) 2 kali
      أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أللهُ
      (Asyhadu allā ilāha illallōh) 2 kali
      أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
      (Asyhadu anna Muhammadan rōsulullōh) 2 kali
      أَشْهَدُ أَنَّ عَلِيًّا وَلِيُّ اللهِ
      (Asyhadu anna ‘Aliyyan waliyullōh) 2 kali
      حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
      (Hayya ‘alash Sholāh) 2 kali
      حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ
      (Hayya ‘alal falāh) 2 kali
      حَيَّ عَلَى خَيْرِ الْعَمَلِ
      (Hayya ‘alā khoiril ‘amal) 2 kali
      قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ
      (Qod qōmatish sholāh) 2 kali
      أَللهُ أَكْبَرُ
      (Allōhu akbar) 2 kali
      لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
      (Lā ilāha illallōh) 1 kali

      Sumber:
      Beginilah Adzan dan Iqomat-nya Syi’ah

      اسوب سوبرييادي mengatakan:
      Agustus 21, 2010 pukul 5:29 pm

      panjang benar ya….😆

      sayang, tidak ada sanadnya disumber resminya itu…

      Sanadnyah bersumber dari Kitab Dungeng Al Kafi(run)…:mrgreen:

  20. ikut menyimak aza kang Hanifa…
    😉

  21. Fitri said

    @ Om haniifa

    Si joy itu kan sebenarnya si resse. Tadi dia komentar di blog saya tentang tulisan Syiah.

  22. udah masuk blog-roll yah…

    salam…

    • @Kang Abu Razziq
      Alhamdulillah,… hatur tengkiu.
      Sayangnyah sayah agak kesusahan mempostingken komentar disanah😦

      Salam hangat selalu, sahabat.

      • 🙂
        mang formatnya kalo mo posting komentar musti register dulu kang,

        soalnya ada dua format, untuk backend user dan frontend user.

        jadi registered user (pengguna yang terdaftar) bisa memposting komentar, bahkan lebih dari itu bisa juga posting artikel, video, dokumen…karena saya masukin modul aplikasi blogging di tempat saya, supaya yang seneng blog tapi males setting layout gampang blogging…

        salam

      • @Kang Abu Razziq
        Insya Allah, sayah ikutan register.

        salam hangat selalu, sahabatku.

  23. Kolak’s candil masih adakah?😀

    @
    Ada, di warung sebelah…😀
  24. اسوب سوبرييادي said

    Laér laér poé saméméh Khumaini kukumbah otak nonoman nonoman urang di Iran sarta ngaliwatan maranéhanana ngexport revolusi Syi’ahna ka Indonésia, KH Hasyim Asy’ari (pangadeg N.U.) sabot nyieun Qanun Asasi Li Jam’iyah Nahdlatul Ajengan, anjeunna geus ngawanti wanti ambéh kaum Nahdiyyin nyekelan teguh kalayan aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah (Syafe’i, Maliki, Hanafi sarta Hambali) sarta waspada sarta henteu nuturkeun Madzhab Syi’ah Imamiyyah sarta Syi’ah Zaidiyyah. Hal mana alatan duanana nyaéta Ahli Bid’ah.

    Dina halaman 7 (tujuh) Qanun Asasi kasebut anjeunna nepikeun Hadits Rosulillah SAW, anu eusina:

    قال النبى صلى الله عليه وسلم: اذا ظهرت الفتن أو البدع وسبّ أصحابى فليظهرالعالم علمه، فمن لم يفعل ذلك فعليه لعنة الله والملائكة والنّاس أجمعين. لا يقبل الله منه صرفا ولا عدلا.

    (أخرجه الخطيب فى الجامع بين أداب الراوى والسّامع )

    “Lamun timbul fitnah atawa Bid’ah, di mana Sahabat Sahabatku dicaci maki, mangka saban jelema anu berilmu diperintahkeun pikeun nepikeun élmuna (nepikeun naon anu manéhna nyaho ngeunaan kesesatan Syi’ah). Sarta sing saha henteu ngalaksanakeun paréntah kasebut, mangka manéhna baris meunang laknat ti Alloh sarta ti Malaékat sarta ti sakumna manusa. Kabéh amal kebajikannya, boh anu mangrupa amalan wajib boh amalan sunnah moal ditarima ku Alloh”

    Maka kukitu, Kang Haniifa, Ayo urang lajeungkeun usaha urang sadaya, nemikeun elmu ka umat, abeh umat teh teu tijeblos ka Syi’ah. Amin, mugia Alloh mere kamudahan ka urang sadayana.😀

    *punten ah, basa sundanya acakadut

    • qarrobin said

      Kang Usup tolong diterjemahin ka Indonesiah, sayah kaga ngarti artina

      • @Kang Qarrobin Djuti

        Jauh-jauh hari sebelum Khumaini mencuci otak pentolan-pentolan di Iran dan lewat mereka faham syi’ah dikirim ke Indonesia, KH Hasyim Asy’ari (pendiri N.U.) ketika membuat Qanun Asasi Li Jam’iyah Nahdlatul Ajengan (Kyai), beliau sudah memberi peringatan agar Kaum Nahdiyyin memegang teguh pada aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah (Syafe’i, Maliki, Hanafi sarta Hambali) dan mewaspadai serta menolak mengikuti Madzab Syi’ah Immaiyyah, Zaidiyyah. Yang mana kedua-duanya adalah Ahli Bid’ah.

        Dalam halaman 7 (tujuh) Qanun Asasi beliau menyampaikan sebuah Hadits Rosulillah SAW, yang isinya:

        قال النبى صلى الله عليه وسلم: اذا ظهرت الفتن أو البدع وسبّ أصحابى فليظهرالعالم علمه، فمن لم يفعل ذلك فعليه لعنة الله والملائكة والنّاس أجمعين. لا يقبل الله منه صرفا ولا عدلا.

        (أخرجه الخطيب فى الجامع بين أداب الراوى والسّامع )

        “Jika timbul fitnah atau Bid’ah, dimana sahabat-sahabatku dicaci maki, hingga semua orang yang berilmu diperintahkan menyampaikan ilmunya (sampaikan apa saja yang diketahui apa-apa yang berkenaan dengan kesesatan Syi’ah). Dan siapa-siapa yang tidak menjalankan perintah tersebut, maka dia akan mendapat laknat dari Allah, Malaikat dan seluruh umat manusia. Semua amal kebajikanya, baik yang berupa amalan wajib atau amalan sunnah tidak akan diterima oleh Allah”

        Oleh karena itu, @Kang Haniifa, mari kita teruskan perjuangan kita semua, sampaikan pengetahuan pada umat, semua umat supaya tidak terjerumus pada faham Syi’ah. Amin. Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita semua.😀

        PS:
        Kira-kira bijituh @Kang Qarrobin,… punten buwat @Kang Usup bilih lepat.😀

  25. lovepassword said

    Mohon Maaf Lahir Batin…

    Salam Sejahtera buat Semuanya.

    Bagi yang mudik, semoga sampai ditempat tujuan masing-masing dan kembali lagi dengan selamat. Selamat bersilaturahim dengan handai taulan.

  26. nuy said

    terima kasih, mas Hanifa. sungguh belajar tiada pernah mengenal waktu dan lelah, karena hanya kepada kaum berpikirlah ajaran yang -Dien disampaikan untuk direnungkan kebenaran dan manfaatnya. semoga senantiasa Allah SWT membimbing kita menuju jalan yg baik dan benar dalam Firman-Nya yang sebenar-benarnya. Amiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: