حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Khalifah Islam

Posted by حَنِيفًا on July 30, 2009

Assalamu’alaikum,

خليفة

haniifa

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَـنِ الرَّجِيمِ
هُوَ الَّذِى جَعَلَكُمْ خَلَـئِفَ فِى الاٌّرْضِ فَمَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ وَلاَ يَزِيدُ الْكَـفِرِينَ كُفْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ إِلاَّ مَقْتاً وَلاَ يَزِيدُ الْكَـفِرِينَ كُفْرُهُمْ إِلاَّ خَسَاراً

Wa qala Allahu ta’ala :
Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barang siapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka. (QS 35:39)

Lalu apakah kita ingin menjadi Khalifah atau sebaliknya sebagai penentang ?!

Silahken tentukan sendiri….

Astaghfirullahal Adzim

Semoga Allah mengampuni saya jika berlebih-lebihan dalam menilai orang.
Disisi lain saya bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dengan mengucapkan Alhamdulillahi rabbil’alamin, atas apa yang telah diberikannya sebuah contoh  nyata untuk memahami ayat-ayat Al Qur’an, Amin.

Adapun pemahaman tersebut adalah Al Qur’an surah Ibrahim ayat 7

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

Wa qala Allahu ta’ala :
Dan (ingatlah juga), tatkala Rabb-mu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih”. (QS 14:7)

Untuk membedakan antara syukur dan kufur ,  seperti mudah tapi sukar !!. Jika kamu bersyukur  maka setidak-tidaknya sebutlah hamdallah atau mengucapkan Alhamdulillah dan ini harus dibiasakan baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.

lor Muria said

July 30, 2009 at 8:36 am

Akhirnya terjawab sudah pertanyaan saya..
Jawabannya:
TIDAK TERJAWAB

(#Haniifa:
Jawaban sudah sampean temukan kenapa tidak bersyukur kepada Allah ?!)

bener juga kata orang…
sy aja yang kurang percaya
kalau belum membuktikan.

Ya bener…
memang harus dibuktikan
biar tidak katanyah/ teksbook

Makasih Mas AlamRasa, Mas WOngAlus, Mas SAbdaLangit, dll.

(#Haniifa:
Jangankan mengucapkan asma Allah, Khalifah Ali bin Abi Thalib saja sampean lupakan ?!
Apakah Imam Ali yang sampean maksud itu tukang bakso tahu yang mengimami shalat jum’at di masjid RW sampean ?!
)

Kepada siapa sampean  sesungguhnya bersyukur ?!

Wassalam, Haniifa.

155 Responses to “Khalifah Islam”

  1. horeeeee petromaxxxxxxxxxx😆

  2. ~noe~ said

    keduaaaxxx… disit…
    ________________

    @Kang ~Noe~
    😀

    #Haniifa

  3. ~noe~ said

    ini sambungan dari pembahasan nyang mana ya?
    *rada tulalit😐

  4. qarrobin said

    Keduaxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    kayaknya memang katanyah/menurut mereka sama dengan wahyu.
    menurut mereka kedudukan setelah nabi adalah imam, dan mereka meneruskan keimaman itu

    saya sih setuju sama Kang @Haniifa
    Terus berjuang dalam keislaman sahabatku, i love you
    __________________

    @Kang Qarrobin Djuti
    Subhanallah…
    Terimakasih @kang dukungannya, insya Allah… kecil atau besar perjuangan/dukungan demi agama Allah maka akan diperhitungkan dengan sangat teliti di kemudian hari olehNya, Amin.

    Salam hangat saudaraku, Haniifa.

  5. casrudi said

    alhamdulillah… enjing² tos aya pencerahan…
    _________________

    @Kang Casrudi
    Geunig damang teu kua-kieu Alhamdulillahi rabbil’alamin… , sing saterasna juragan, Amin.

    #Haniifa.

    • casrudi said

      alhamdulillah… hatur nuhun Kang Haniifa…
      komen abdi nu enggal ditangkep aki ismed… punten kang parios na kotak napi…😀
      _____________

      Siap @kang…

      #Haniifa.

  6. casrudi said

    Salam baktos kasadayana… Wilujeng enjing…
    _________________

    @Kang Casrudi.
    Hatur tengkiu…😉😀

    #Haniifa

  7. ngiring ngameng … info sejenak..
    ternyata eh ternyata Kang Imam Samudra Cs masih ngeBlog ..

    http://serbasejarah.wordpress.com/2009/07/31/ternyata-imam-samudra-cs-masih-ngeblog/

    aya2 wae😆

    hatur tangkyu
    _________________

    @Kang Kopral Cepot
    Okeh, saip tebranggg….😀

    #Haniifa.

  8. terima kasih bange pencerahannya, mas hanif, semoga kita ndak pernah lupa utk bersyukur dg senantiasa membaca basmalahh dan handallah utk mengawali dan mengakhiri pekerjaan apa pun.

  9. adi isa said

    apa kubilang postingan kang hanif, update banget…

    nice article.
    _______________

    @Kang Adi Isa
    Alhamdulillah… , mungpung masih hangat maka sebaiknya segera dipostken…😀

    #Haniifa.

  10. Fietria said

    Mas haniifa, sudah lihat berita di TV bahwa ada yang mengaku sebagai nabi Isa Almasih putra Maryam dan ada blog berisi pengakuan Nurdin M Top bahwa dia yang mengebom JW Marriot.
    Sekarang saya lagi cari blog tersebut.
    _____________________

    @Tuan Poetri
    Astaghfirullah…. saya juga kaget, menontonnya….

    #Haniifa.

  11. Assalamu alaikum

    hmmmm

    Kholifah: belakang,ganti,dibalik,pengelolah,….dll

    kholaaifa : jama’ hmmm..banyyak sich maknanya…asal nyangkut ke asal kata.

    koment lebih lanjut ttg ini ..agak susah sich mengungkapkan lebih…

    segitu dulu …

    wassalam
    __________________

    Wa’alaikum Salam @mas Ayruel Chana
    khalaaifah -> jamak dari khalifah, Insya Allah benar.

    #Haniifa.

  12. wawan said

    Khalifah memiliki dua arti, yang umum dan yang khusus, sbb :

    1. Secara umum kata Khalifah sendiri dapat diterjemahkan sebagai “pengganti” atau “perwakilan”.

    2. Secara khusus Khalifah berarti gelar yang diberikan untuk pemimpin umat Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad saw.

    Wassalam

    @😀
  13. wawan said

    Yang menjadi pertanyaan adalah siapakah yg layak/pantas menjadi pengganti / khalifah/pemimpin umat Islam setelah Rasulullah saw wafat?

    Mungkin sdr2ku yg hadir di Blog ini dapat memberikan pencerahannya, sekian dan terimakasih.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    • haniifa said

      Buat ajah khalifah di keluarga sendiri kalau sampean laki-laki dan kepala keluarga, ini menurut definisi yang sampean beriken pada sim kuring, baik secara umum maupun khusus.

      Umum :
      Keluarga = Khalifahnya suami
      (keluarga, ada anak dan istri)

      Agak lebih Umum :
      Keluarga Besar = Kalifahnya Kakek
      (keluarga, ada anak dan istri)

      Lebih umum lagi,… terusken dunk, masak sampean nggak ngerti😀

      Secara Khusus:
      Keluarga = Suami jadi IMAM Shalat berjamaah, Walimah… dsb.

      Lebih Khusus:
      Diri sendiri, dunk.😀

      Wassalam, Haniifa.

      • wawan said

        Tks atas penjelasannya, jadi khalifah disandarkan kepada individu2. Dikirain khalifah (pengganti) setelah Rasulullah saw wafat. Jadi keliru ya arti khalifah sebagai pengganti atau perwakilan😕

        @Kang Wawan

        Kalau perbedaan Khalifah dengan Takhlifa apa ?!

  14. wawan said

    Iya deh, terimakasih anda telah mengingatkah saya diposting “Sudahn saya baca”, soalnya tidak bisa komentar diposting tsb, kenapa ya?😕
    Wabillahi Taufik Wal Hidayah Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarkatuh🙂

    • haniifa said

      Alhamdulillahi rabbil’alamin…

      jika sampean sudah Iqro…eh baca ding😀

    • adi isa said

      mang udah ditutup bro, biar nggak berlarut-larut🙂

    • wawan said

      O…begitu ya, padahal senjata pamungkasnya belum keluar semua, soalnya anda belum menampilkan hadits Rasulullah saw yg menyatakan pernah melaksanakan shalat sunnah tarawih berjama’ah. Eiiit, ciaaat :mrgreen:

      • haniifa said

        OOT…😀

      • haniifa said

        tiada ada paksaan dalam agama menurut juragan Katanyah (baca: Wawan/komentator), tapi gue (baca: haniifa/admin) musti wajib harus dan kudu … bla.bla.bla hua.ha.ha.

        Oom dungu… sampean nggak shalat ashar juga, Allah tidak memaksa toh.

        jadi siapa neeh yang taklid buta ?!

  15. wawan said

    Pemilik Blog semestinya sabar dan ikhlas, walaupun Blognya gojang ganjing, langit kelap kelip dilanda prahara angin puting beliung dan badai yg begitu dasyatnya, ditambah lagi gunung meletus, matahari terbit dari sebelah barat…emangnya mau kiamat😆 mrgreen:

  16. wawan said

    Dan jadilah contoh bagi umat Islam, janganlah ada cacian dan hinaan kepada siapa saja, sesungguhnya perkatataan dan perbuatan akan kembali pada dirinya.😎

    • haniifa said

      contoh soal :…
      go-blog = istilah bahasa linggis, artinya pergi mengunjungi sebuah blog… bigitu anyak-anyak … hehehe

    • haniifa said

      Dan jadilah contoh bagi umat Islam
      _________________
      Kalau menuduh Umar dan para IMAM Masjid berbuat bid’ah mah contoh yang bigimaaaaanaaaaaaaaaaaa gicuhhhh.. cuh.cuh.cuh😀

      • wawan said

        Bukannya menuduh (ampun paralun teuing), tapi kudu jelas nash haditsnya. Kemudian kita bahas bersama, gitu loh😎
        _________________

        To: @ Wanita nggak peraWan..
        eh salah…
        To: @ Oom yang suka paksa anak Wanita yang masih peraWan
        eh salah…
        To: @Wawan.. hihihi… ner teu:mrgreen:

        Kesimpulan nyah bigimana kalau biginuh :
        Inikan sumbangan sumbangan bukan tapi wajib,… ini kata hadits lho… 😀

    • adi isa said

      tumben lho nyadar,..
      kemaren loe bilang apa ke kanjeng umar?

      artikel ini bisa jadi pasar lagi dah..

      • haniifa said

        @Kang Adi Isa
        Kayaknya sejenis domba super duper dungu hehehe….
        Coba dia nggak bisa baca pesannya @mas Xixixi …😀

      • wawan said

        Umar kan mengakui bid’ah, sedangkan sabda Rasulullah saw; setiap bid’ah adalah sesat, setiap yg sesat adalah masuk neraka. Mengikuti bid’ah Umar berarti masuk neraka, hiiiy ngeriii…:oops:
        ______________

        @Oon Wawan
        hehehe….
        sayah edit yach…
        Mengikuti kata Wawan berarti masuk neraka, hiiiy ngeriii…😳

        #Haniifa.

        ___________________

      • haniifa said

        hahaha…
        Umar kan mengakui bid’ah Wawan kan tukang fitnah dan biang kerok bid’ah, sedangkan sabda Rasulullah saw; setiap bid’ah adalah sesat, setiap yg sesat adalah masuk neraka. Mengikuti bid’ah Umar WAWAN berarti masuk neraka, hiiiy ngeriii…😳

      • wawan said

        Baca dong perjalanan Umar ketika menyaksikan umat Islam shalat sunnah sendiri2, kemudian menganjurkannya untuk shalat sunnah berjama’ah dan Umar mengatakan sebaik-baik bid’ah adalah ini. Jangan2 anda tidak membacanya. Baca dong sekali lagi, baca dong sekali lagi.:mrgreen:

      • haniifa said

        Wawan kan tukang fitnah dan biang kerok bid’ah, sedangkan sabda Rasulullah saw; setiap bid’ah adalah sesat, setiap yg sesat adalah masuk neraka. Mengikuti bid’ah WAWAN berarti masuk neraka, hiiiy ngeriii…

        Siapakah Wawan❓
        ________________________
        wawan
        wawansyah@yahoo.com
        125.163.8.103

        ________________________

        Siapakah Wawan❓
        ________________________
        haniifa
        haniifa.wordpress.com
        rdrubi@rad.net.id
        114.58.201.146
        ________________________

        Mohon maaf saudara sudah keterlaluan…

        Wassalam, Haniifa.

      • wawan said

        Admin yg baik hati, masa saya keterlaluan. Kan ada dalilnya sebagai bahan rujukan.😐

      • haniifa said

        baiklah … sampean ngoceh.. dulu, biar lebih baik dari admin yang baik, bukan begitu baiknya ?! atau ada baiknya sampean baik, agar hidup lebih baik😀

      • rubon said

        @haniifa
        baiknya raja dalil “katanya” nggak punya kemaluan…😀😆

        @Mas Rubon
        😀 Hua.ha.ha….

        @Kang Wawansyah itu tidak punya “batangnya” , tapi biji nya besar sekali alias burut…😆

  17. wawan said

    “Dari Abdurrahman bin Abdul Qari menceritakan : Aku pernah keluar rumah bersama Umar bin Al Khattab radhiyallahu anhu di malam Ramadhan menuju masjid. Ternyata didapati padanya kaum Muslimin sedang shalat terpisah-pisah di masjid masing-masing shalat tarawih sendiri-sendiri . Dan ada pula yang shalat diikuti oleh sekelompok orang. Maka ketika melihat pemandangan demikian, berkata Umar : Aku berpandangan seandainya mereka disatukan dengan satu imam, niscaya yang demikian itu lebih bagus. Kemudian beliau bertekat menjalankan pandangannya itu dengan disatukan dalam satu jama’ah shalat tarawih dengan imam yang beliau pilih, yaitu Ubai bin Ka’ab. Kemudian aku di malam lain keluar lagi bersama Umar ke masjid dan kaum Muslimin sedang shalat tarawih dengan satu jama’ah dan satu imam. Maka Umarpun menyatakan : Sebaik-baik bid’ah itu adalah yang demikian”. (HR. Al Bukhari dalam Shahihnya, Kitab Shalatit Tarawih Bab Fadhlu Man Qaama Ramadhaan, hadits ke 2010)😎

    • wawan said

      Baca dong sekali lagi, baca dong sekali lagi.:mrgreen:

      • haniifa said

        baik : be a ba, be a ca BACA:mrgreen:

      • haniifa said

        Wawan kan tukang fitnah dan biang kerok bid’ah, sedangkan sabda Rasulullah saw; setiap bid’ah adalah sesat, setiap yg sesat adalah masuk neraka. Mengikuti bid’ah WAWAN berarti masuk neraka, hiiiy ngeriii…

        Siapakah Wawan❓
        ________________________
        wawan
        wawansyah@yahoo.com
        125.163.8.103

        ________________________
             

    • haniifa said

      Wawan kan tukang fitnah dan biang kerok bid’ah, sedangkan sabda Rasulullah saw; setiap bid’ah adalah sesat, setiap yg sesat adalah masuk neraka. Mengikuti bid’ah WAWAN berarti masuk neraka   

  18. wawan said

    Keutamaan shalah sunnah dirumah, sbb:

    1. Abdullah bin Mas’ud pernah bertanya kpd Rasulullah saw : “Manakah yg lebih utama; aku shalat dirumahku, ataukah aku shalat di mesjid?” Rasulullah saw menjawab, ” Bukankah engkau melihat bahwa rumahku sangatlah dekat ke mesjid? Akan tetapi, sungguh aku shalat di rumahku lebih aku sukai daripada aku shalat di mesjid kecuali shalat wajib.” (Shahih Ahmad Ibn Majah dan Ibn Kuzaimah)

    2. Diriwayatkan dari Tsabit bin Tsabit bahwa Rasulullah saw bersabda: “Shalatlah kalian wahai manusia di rumah kalian, karena sesungguhnya seutama-utamanya shalatnya seseorang itu adalah di rumahnya kecuali shalat wajib.” (Shahih an-Nasa’i dan Ibn Majah)

    3. Diriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata, “Rasulullah saw bersabda, ‘Muliakanlah rumah kalian dengan sebagian shalat kalian.’” (Shahih Bukhari Muslim)

    4. Diriwayatkan juga dari Anas bin Malik, Rasulullah saw bersabda: “Perumpamaan rumah yang di dalamnya tidak disebut nama Allah (berdzikir) dan rumah yang di dalamnya tidak disebut nama Allah adalah seperti orang yang hidup dan orang yang mati.” (Shahih Bukhari Muslim)

    5. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, dia berkata, “Rasulullah saw bersabda, ‘Jika kalian mengerjakan shalat di mesjid, maka hendaklah dia menjadikan untuk rumahnya bagian dari shalatnya, karena sesungguhnya Allah menjadikan kebaikan di rumahnya dari shalatnya itu.’” (Shahih Muslim dan lainnya, Shahih Ibn Khuzaimah dgn sanad sampai kpd Abu Sai’d)😎

    • haniifa said

      baik : be a ba, be a ca = BACA😀

    • haniifa said

      Wawan kan tukang fitnah dan biang kerok bid’ah, sedangkan sabda Rasulullah saw; setiap bid’ah adalah sesat, setiap yg sesat adalah masuk neraka. Mengikuti bid’ah WAWAN berarti masuk neraka

      • wawan said

        Ingat: Setiap kata2 dan perbuatan akan kembali pada dirinya sendiri.😮

      • haniifa said

        Wawan kan tukang fitnah dan biang kerok bid’ah, sedangkan sabda Rasulullah saw; setiap bid’ah adalah sesat, setiap yg sesat adalah masuk neraka. Mengikuti bid’ah WAWAN berarti masuk neraka, hiiiy ngeriii…

        Siapakah Wawan❓
        ________________________
        wawan
        wawansyah@yahoo.com
        125.163.8.103

        ________________________

        Hahaha…😀

  19. wawan said

    Rasulullah saw dlm haditsnya yg diriwayatkan oleh Ibn Majah dari Jabir bin Abdillah ” Suatu waktu Rasulullah berkhotbah, kedua matanya memerah, kemudian beliau bersabda, “Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik perkara adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad. Seburuk-buruk perkara adalah hal-hal baru (bid’ah dalam agama) dan setiap bid’ah itu sesat, setiap yang sesat masuk neraka. Allah tidak menerima bagi pelaku bid’ah semua ibadahnya : puasanya, shalatnya, sedekahnya, hajinya, umrahnya dan jihadnya ” (As-Sunan Ibn Majah : 1/19)😎

    • haniifa said

      Wawan kan tukang fitnah dan biang kerok bid’ah, sedangkan sabda Rasulullah saw; setiap bid’ah adalah sesat, setiap yg sesat adalah masuk neraka. Mengikuti bid’ah WAWAN berarti masuk neraka   

  20. haniifa said

    Wawan kan tukang fitnah dan biang kerok bid’ah, sedangkan sabda Rasulullah saw; setiap bid’ah adalah sesat, setiap yg sesat adalah masuk neraka. Mengikuti bid’ah WAWAN berarti masuk neraka, hiiiy ngeriii…

    Siapakah Wawan❓
    ________________________
    wawan
    wawansyah@yahoo.com
    125.163.8.103

    ________________________
      

    • haniifa said

      Wawan kan tukang fitnah dan biang kerok bid’ah, sedangkan sabda Rasulullah saw; setiap bid’ah adalah sesat, setiap yg sesat adalah masuk neraka. Mengikuti bid’ah WAWAN berarti masuk neraka, hiiiy ngeriii…

      Siapakah Wawan❓
      ________________________
      wawan
      wawansyah@yahoo.com
      125.163.8.103

      ________________________

      • haniifa said

        Wawan kan tukang fitnah dan biang kerok bid’ah, sedangkan sabda Rasulullah saw; setiap bid’ah adalah sesat, setiap yg sesat adalah masuk neraka. Mengikuti bid’ah WAWAN berarti masuk neraka, hiiiy ngeriii…

        Siapakah Wawan❓
        ________________________
        wawan
        wawansyah@yahoo.com
        125.163.8.103

        ________________________
         

    • rubon said

      Oo… jadi lebih jelas lagi maksud si Oom, dari raja dalil “katanya” ingin jadi raja dangdut-an😀😆

    • rubon said

      @haniifa
      hahaha…
      Dangdutan ngamen dalil hadits “katanya”😀😆

  21. wawan said

    Ya sudah, yg penting saya sudah menyampaikan dan mengingatkan. Ma’af Admin kalau menurut sdr Haniifa saya keterlaluan. Namun menurut saya justru sdr Haniifa yg keterlaluan. Sungguh terlalu, begitu kata bang Haji😀:mrgreen:

    • rubon said

      @Wawan
      Kalau menurut saya, selama mengikuti perdebatan… kamu memang keterlaluan !!

      Beliau lebih suka dalil al qur’an baru dalil hadits, begini ajah kalau kamu suka daging dan krupuk… bodoh sekali jika disuruh memilih diantara keduanya yang pilih krupuk !!

  22. wawan said

    Wabillahi Taufik Wal Hidayah Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh🙂

    • rubon said

      Khok diakhiri dengan karakter “:)”

      Apa maksudnya ?!

      Bukankah lebih baik polos, seperti berikut.

      Wabillahi Taufik Wal Hidayah Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

      • wawan said

        Karakter🙂 berarti ada kehangatan persaudaraan, ok🙂

      • rubon said

        Sekedar pemberitahuan saja, secara akal sehat dan hati jernih saya lebih mudah menerima uraian haniifa dibandingkan dengan kamu yang berbelit-belit dan staknasi pada satu point yang yang tidak ada kejelasannya.

        Maaf untuk berikunya saya no komen😀😆

      • wawan said

        Ya kalo menurut anda begitu tidak apa2, yg penting saya sudah menyampaikan dan mengingatkan berdasarkan dalil sebagai bahan rujukan. Kecuali anda tidak membaca dalil2 tsb. Saya pikir juga sdr Haniifa mengklaim saya katanya “Wawan kan tukang fitnah dan biang kerok bid’ah”, tanpa dalil yg jelas, kan aneh dan keterlaluan!. “Sungguh terlalu ” kata bang Haji :mrgreen:😎

      • Xixixi said

        emang sudah sampai iqra berapa ?! xixixi

      • Xixixi said

        Om Wawan kan, sudah saya kirimi ayat Al Qur’an, bukan katanyah lho !!! xixixi

  23. Mbah Tukul said

    Weladalah…

    Wes selesai tho diskusinya? Maaf tadi Mbah ketiduran.

    Horeeeee…jadi pemenangnya adalah………

    Mbah Tukuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuul…….

    Hidup Mbah…………….

  24. rubon said

    hahaha…
    yang paling up to date… dalil katanyah, kata si om !!😀😆

  25. wawan said

    Katanyah ngga mau komentar lagi😕

  26. wawan said

    @all

    Aneh! mengaku beragama Islam, namun disajikan dalil pada kelimpungan, “sungguh terlalu” ujar bang Haji:mrgreen:

    • Bang Haji said

      Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan, dan sdr. Wawan mengatakan apa yang tidak saya katakan.

      Teman-teman sekalian perlu saya klarifikasi bahwa Bang Haji tidak mengatakan seperti itu.

      Untuk sdr. Haniifa, saya salut sama anda.

      • wawan said

        “sungguh terlalu” ujar bang Haji:mrgreen: Itu hanya intermeso aja😎

        @
        Kata Bang Haji, @Wawansyah cuma pakai kolor ijo:mrgreen:
      • wawan said

        Kalo anda ngga merasa mah ya bukan ditujukan kpd anda, kecuali kalo merasa😐

        @

        Wahh… sayah mah nggak mau tahu rasa be’ol nyah Imam Ali as, sampean khok doyan banget sech…. 😀😆

      • wawan said

        Atau coba anda tampilkan hadits bahwa Rasulullah saw pernah melaksanakan shalat sunnah tarawih berjama’ah😎

        @

        Abrakadabra…😀

        Yesus bersabda diatas BUS KOTA

  27. rubon said

    begadang jagang begadang aaa… aangggg…
    begadang tiada artinya…
    katanya boleh saja aaa.. aaa.. aaahhhhh….
    asal jangan fitnah.😀 :lo:

    • wawan said

      Atau coba anda tampilkan hadits bahwa Rasulullah saw pernah melaksanakan shalat sunnah tarawih berjama’ah😎

      • wawan said

        Jadi tidak OMDO alias KATANYAH:mrgreen:

        @

        Lho jadi sampean shalat juga katanyah shalat-shalatan di GEREJA😦

    • wawan said

      Dan tidak ada lagi fitnah😐

      @

      Weleh-weleh…. dijeFIT bujur YESUS ngeunah !!!:mrgreen:

    • rubon said

      kalau kena angin malam…
      badan pucat karena darah berkurang…
      kalau tidak ditujukan pada @bang haji…
      semua yang merasa kena fitnah semuanya…

      jadilah orang…
      jangan takabur..
      nanti dikubur…
      seperti bubur…
      😀😆

      • wawan said

        Atau coba anda tampilkan hadits bahwa Rasulullah saw pernah melaksanakan shalat sunnah tarawih berjama’ah😎

        Jadi tidak hanya OMDO alias KATANYAH:mrgreen:

        Dan tidak ada lagi fitnah😐

        @
        😀 hua.ha.ha…
        Fit nah = di jeFIT ku PANTAT YESUS
  28. rubon said

    Pindah kamar ahhh…😛

    hahaha… pengamen raja “katanya”, melo-melo ke kamar orang…😀😆

  29. wawan said

    @all

    Yg namanya amalan sunnah berarti dalilnya Sunnah Rasulullah dlm hadits2nya😎

    • wawan said

      Maka dari itu, saya bersikeras untuk minta kepada anda semua untuk menampilkan hadits bahwa Rasulullah saw pernah melaksanakan shalat sunnah tarawih berjama’ah😎

  30. rubon said

    Raja pengamen keras kepala dan keras hatinya seperti batu😀😆

    • rubon said

      Tapi sang raja tidak bisa baca Al Qur’an😀😆

      • rubon said

        Sang Raja pengamen dalil katanya hadits, itu juga masih katanya… ternyata sering melupakan Allah, setidak-tidaknya lafadz Allah.

      • haniifa said

        @Mas Rubon
        Sudahlah…
        Kita semua yakin, Allah itu Maha Tahu dan Maha Melihat… maka dari itu kembalikan semua urusan kepada Allah semata.

        (Alhamdulillah… ternyata banyak juga pengunjung yang melihat pada artikel ini.)

        Salam hangat saudaraku, Haniifa.

    • wawan said

      Namanya juga amalan sunnah, berarti dalilnya hadits Rasulullah saw. Kalo misalkan ada dalilnya di dlm Al Qur’an, maka silahkan ditampilkan😎

      @

      Abrakadabra… YESUS modol di CELANA WAWANSYAH😀

  31. wawan said

    @Rubon

    Coba anda berkunjung ke blognya Pengembara Jiwa. Anda akan tahu siapa sesungguhnya sdr Haniifa itu. Sudah di link ke blog ini, tinggal klik saja😐

    • haniifa said

      @Wawan
      enak ajah nyuruhhh……emang elu moyang gue…😀😆

      • rubon said

        Idem sama diatas… hehehe

      • wawan said

        Saya hanya menyarankan saja, kalo tidak mau ya ngga apa😐

      • haniifa said

        @Mas Rubon
        Jangan ikuti saran saya dunk nanti sampean repot sendiri.
        Beliau itu pura-pura mengajak/himbauan secara halus ujung-ujungnya HARUS taat, MESTI patuh, WAJIB taklid dan KUDU sesuai dengan keingian sang raja dalil katanyah … Hua.ha.ha

        Buktinya… baca ajah seluruh nyayian merdu sang raja dalil katanyah😀

      • rubon said

        @haniifa
        Weleh..weleh… baru saja saya baca komentar haniifa, ehh… ternyat betul juga beliau masih main paksa dalil Fitoplankton… 😀😆

  32. wawan said

    Namanya juga amalan sunnah, berarti dalilnya adalah hadits Rasulullah saw. Kalo misalkan ada dalilnya di dlm Al Qur’an, maka silahkan ditampilkan😎

  33. rubon said

    hahaha… jadi rame kayak pasar malem😀😆

  34. wawan said

    Namanya juga amalan sunnah, berarti dalilnya adalah sunnah Rasulullah saw dalam hadits-haditsnya, maka tampilkan hadits bahwa Rasulullah saw pernah melaksanakan shalat sunnah tarawih berjama’ah.😐

    • wawan said

      Silahkan anda semua untuk mencari informasi dulu, sementara saya menyimak sambil selonjoran🙂 kaya Mbah Tukul aja ya:mrgreen:

      • haniifa said

        Puji syukur Alhamdulillah…
        Ternyata @Wawan sudah kembali ke jalan yang benar sesuai dengan penujuk YESUS:mrgreen:

      • wawan said

        Lha kok bukannya mencari informasi hadits Rasullah saw, pake bawa2 segala Yesus, ono opo iki😕 Jadi inget terus karo Mbah Tukul:mrgreen:

      • wawan said

        Ralat:

        Lha kok bukannya mencari informasi hadits Rasulullah saw, pake bawa2 segala Yesus, ono opo iki😕 Jadi inget terus karo Mbah Tukul:mrgreen:
        _______________

        @Wawan Lalat… eh salah.. Wawan Ralat, katanyah :mrgreen:
        (komentarnya juga tokai, pantas banyak lalat ijo…😀 )

        Jump to IQRO sampean kesinih…

        #Haniifa.

  35. yesus said

    @Wawan
    Janganlah suka memfitnah orang-orang tak bersalah dengan hanya sebuah prasangka belaka
    Apa dosanya Imam / Khalifah Umar ibn Khatab kepadamu Wawan, sehingga kebencianmu mendarah daging kepada beliau ?!

    Semoga kamu kembali ke jalan yang benar, saudaraku.

    Salam sejahtera senantiasa agar hatimu sejuk dan jauh dari api kemurkaanmu sendiri.

    • wawan said

      Saya bukan tukang fitnah, coba anda baca dan pahami lagi kata2 Umar mengenai sebaik-baik bid’ah dst dan hadits Rasulullah saw mengenai bid’ah. Justru sebaliknya anda semua memfitnah saya tanpa dalil yg jelas.😦

  36. wawan said

    Maka dari itu yg namanya amalan sunnah, berarti dalilnya adalah sunnah Rasulullah saw dalam hadits-haditsnya, maka tampilkan hadits bahwa Rasulullah saw pernah melaksanakan shalat sunnah tarawih berjama’ah.😐

    Silahkan anda semua untuk mencari informasi dulu tentang hadits tsb. Sementara saya mau tidur. Semoga Allah swt memberikan Petunjuk dan Hidayah-Nya. Amin yaa Rabbal’alamin😐

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  37. Mbah Tukul said

    Oho.oho..oho..wah mbah jadi batuk

    @Haniifa
    @Wawan

    Mbah dapat info lagi tentang hadits shalat tarawih secara berjemaah, dari hadits Aisyah:
    “Rasulullah SAW pada suatu malam keluar dan shalat di masjid, orang-orang pun ikut shalat bersamanya, dan mereka memperbincangkan shalat tersebut, hingga berkumpullah banyak orang, ketika beliau shalat, merekapun ikut shalat bersamanya, mereka memperbincangkan lagi, hingga bertambah banyaklah penghuni masjid pada malam ketiga, Rasulullah SAW keluar dan shalat, ketika malam keempat masjid tidak mampu menampung jama’ah, hingga beliau hanya keluar untuk melakukan shalat subuh. Setelah selesai shalat beliau menghadap manusia dan bersyahadat kemudian bersabda: “Amma ba’du, Sesungguhnya aku mengetahui perbuatan kalian semalam, namun aku khawatir diwajibkan atas kalian, sehingga kalian tidak mampu mengamalkannya.” Rasulullah wafat dalam keadaan tidak pernah lagi melakukan shalat tarawih secara berjama’ah.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Ketika Rasulullah menemui Rabb-nya (dalam keadaan seperti keterangan hadits di atas) maka berarti syari’at ini telah tetap, maka shalat tarawih berjama’ah disyari’atkan karena kekhawatiran tersebut sudah hilang dan “illat telah hilang juga. Sesungguhnya ‘illat itu berputar bersama ma’lulnya, adanya atau tidak adanya.

    Dan yang menghidupkan kembali sunnah ini adalah Khulafa’ur Rasyid Umar bin Al Khaththab sebagaimana dikabarkan yang demikian oleh Abdurrahman bin Abdin Al Qoriy beliau berkata:
    “Aku keluar bersama Umar bin Al Khaththab suatu malam di bulan Ramadhan ke mesjid, ketika itu manusia berkelompok-kelompok. Ada yang shalat sendirian dan ada yang berjama’ah, maka Umar berkata: “Aku berpendapat kalau mereka dikumpulkan dalam satu imam, niscaya akan lebih baik.” Kemudian beliau mengumpulkan mereka dalam satu jama’ah dengan imam Ubay bin Ka’ab, setelah itu aku keluar bersamanya pada suatu malam, manusia tengah shalat bersama imam mereka, Umar pun berkata, ” Sebaik-baik bid’ah adalah ini, orang yang tidur lebih baik dari yang bangun, ketika itu manusia shalat di awal malam.” (Dikeluarkan Bukhari dan tambahannya dalam riwayat Malik, Abdurrazaq).

    Silakan dilanjut @Wawan & @Haniifa..
    Diskusi ini kan baik? Agar kita lebih paham tentang sejarah/latar belakang shalat tarawih berjemaah.

    • biru said

      “Aku keluar bersama Umar bin Al Khaththab suatu malam di bulan Ramadhan ke mesjid, ketika itu manusia berkelompok-kelompok. Ada yang shalat sendirian dan ada yang berjama’ah, maka Umar berkata: “Aku berpendapat kalau mereka dikumpulkan dalam satu imam, niscaya akan lebih baik.” Kemudian beliau mengumpulkan mereka dalam satu jama’ah dengan imam Ubay bin Ka’ab, setelah itu aku keluar bersamanya pada suatu malam, manusia tengah shalat bersama imam mereka, Umar pun berkata, ” Sebaik-baik bid’ah adalah ini, orang yang tidur lebih baik dari yang bangun, ketika itu manusia shalat di awal malam.” (Dikeluarkan Bukhari dan tambahannya dalam riwayat Malik, Abdurrazaq).

      wah…..
      kalo melihat susunan kalimatnya…..
      berarti yang dianggap bid’ah oleh Umar itu bukan shalat Tharawih berjamaah dong?
      Tapi Shalat Malam namun bukan di akhir sepertiga malam….
      tapi di awal malam

      karena kalimat perintah untuk shalat berjamaah dari Umar
      berada dalam konteks yang berbeda dengan kalimat ketika “Bid’ah” diucapkan oleh Umar

      btw…
      mbah…
      ini sumbernya dari buku hadis yang mana ya?

      • haniifa said

        @Mas Biru
        si @mbah itu maseh sederek dengan lalat ijo,… sumbernya seeehhh darimana aja… ,mikirnya yang nyeleneh… hehehe

        to: @Mbah Tukul
        Jump to IQRO sampean kesinih…😀

    • wawan said

      Alhamdulillahirrabil’alamin, ternyata Mbah Tukul dapat menampilkan haditsnya, hore berhasil, hore berhasil, hore. Mbah Tukul pemenangnya😆 Jadi sekarang tidak lagi OMDO dan KATANTAH🙂 Bagaimana sdr Haniifa setuju kan sama Mbah Tukul?😕

    • haniifa said

      @Mbah Tukul dan @Mbah Wawan
      Nabi Muhammad s.a.w berserta para sahabatnya, Abu Bakar as Sidiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Tsabit… dan banyak lagi.
      Suatu ketika saat lail di bulan syiam (baca: malam hari di bulan ramadhan) Bilal bin Rabah melantunkan adzan dengan indahnya untuk persiapan shalat isya’
      (tolong cariken haditsnya sama kalian tapi bukan katanyah, lafadz adzan ini….:mrgreen: ):
      1. Allahu Akbar, Allahu Akbar (2 kali); artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar”
      2. Asyhadu alla ilaha illallah (2 kali) “Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan selain Allah”
      3. Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah (2 kali) “Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah”
      4. Hayya ‘alash sholah (2 kali) “Mari menunaikan shalat”
      5. Hayya ‘alal falah (2 kali) “Mari meraih kemenangan”
      6. Allahu Akbar, Allahu Akbar (1 kali) “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar”
      7. Lailaha ilallah (1 kali) “Tiada sesembahan selain Allah”

      Seperti biasa Nabi Muhammad s.a.w menjadi IMAM pada shalat Isya’ tersebut.
      Singkat cerita di malam yang penuh hikmah tersebut para sahabat mendengarkan beberapa wejangan dari Nabi Muhamma s.a.w, selang kira-kira beberapa saat setelah beliau berpidato diakhiri kata-kata : “Amma ba’du” artinya Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah (Al Qur’an), sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Nabi Muhammad s.a.w

      Selanjutnya Bilal bin Rabah melantunkan adzan kembali dan Rasulullah berdiri kemudian menjadi IMAM shalat tarawih berjamaah sedangkan audien menjadi ma’mum nya.

      Oh… ya. @Mbah Tolol
      Setelah selesai shalat beliau menghadap manusia dan bersyahadat kemudian bersabda: “Amma ba’du”
      __________________________
      Menurut hadits yang saya fahami selama ini dan senantiasa saya jalani dimana-mana juga selesai shalat mah mengucapkan :
      SALAM (Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh) , masa mengucapken “Amma ba’du” memang Nabi Muhammad s.a.w pidato atau shalat…. hehehe..

      Kampret lu ahhh…

      • wawan said

        Anda ini gimana seeh, seperti anak kecil saja. Ditanya amalan sunnah dan haditsnya, jawabannya malah amalan wajib. Gimana dong, daaang ding dong:mrgreen:

      • wawan said

        Oh ma’af salah baca. Hadits tsb dikutip dari kitab shahih mana? atau hanya argumen saja alias OMDO bin KATANYAH:mrgreen:

      • haniifa said

        @Wawan bin dungu
        Nabi Muhammad s.a.w mengucapken : “Amma ba’du” artinya beliau mau memberikan ceramah sebelum SHALAT TARAWIH berjamaah…. seperti yang sampai sekaran UMAT ISLAM ikuti seluruh DUNIA.

        Kalau nggak ngerti IQRO… yo wes sampean baca tuhhh korelasi Ucapan dan Perilaku yang di contohken oleh Nabi Muhammad s.a.w berserta para sahabat-sahabatnya.

        Hayo ngoceh lagihh kamu, Wawan Lalat…. eh Ralat yah…:mrgreen:

  38. biru said

    kalo gini seh….

    case closed dah….
    🙂

    • haniifa said

      @Mas Biru
      Menurut @Mbah Tolol
      bla.bla.bla…..Setelah selesai shalat beliau menghadap manusia dan bersyahadat kemudian bersabda: “Amma ba’du”
      __________________________
      Menurut hadits shahih yang saya fahami selama ini dan senantiasa saya jalani dimana-mana juga selesai shalat mah mengucapkan :
      SALAM (Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh) , masa mengucapken “Amma ba’du” memang Nabi Muhammad s.a.w pidato atau shalat…. hehehe..
      Kalau dalam shalat selesai mengucapkan syahadat maka dilanjutken dengan bersalawat kepada Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Muhammad s.a.w, begicuhhh.. lho.

      Apanyah yang biginuh ?!😀

  39. Assalamu alaikum

    hmmmm…debat kusir….

    aneh..si wawan dan m…tukul hanya mempermasalahkan hadist…
    keliatan….
    tak salah saudara haniifa ..menganggap bukan muslim…
    Hadist..yang meragukan…apalagi memaksakan …apalagi bertentangan dgn alqur’an…
    se sohih2nya sanad hadist itu….hadist tersebut dipertanyakan…lebih baik TIDAK DIPAKAI.

    contohnya hadist2 yang disebut oleh mbah…kita bisa meliat sedikit kesalahan disana.
    ada juga hadist shohih …menyembembeli mengucapkan Bismillahi Allahu akbar…
    tapi di akhir hadist tersebut ..jika lupa tidak apa2…
    ini sangat jelas bertentangan dgn alqur’an….

    udachlah..jika mendebatkan hadist yg aneh…hati2 terjeret KAFIR…
    contoh hadist ttg Turunnya nabi ISA AS….sangat bertentangan dgn Alqur’an

    moga wawan dan si mbah lebih hati2…walaupun anda tamatan al azhar kairo…
    sebaiknya belajar lagi….
    ________________________________

    Wa’alaikum Salam, @Mas Ayruel Chana
    Subhanallah
    Alhamdulillah
    Astaghfirullahal Adzim
    Betul sekali saudara seimanku namun saya yakin umat ISLAM akan tetap istiqamah walaupun mereka berusaha menggeser makna sebenarnya dengan berbagai cara.
    Mereka memang nyeleneh khok… janganken mentakwilkan Al Qur’an, hadits pun mereka selalu mencari-cari untuk membuat huru-hara agar terjadi pertentangan didalam agam ISLAM… tentu hadist yang sesuai selera tersebut dan yang mereka fahami sak penake dewek… alias OMDO, pelaksanaan dari hadits yang lebih shahih dan sesuai dengan Al Qur’an justru mereka abaiken…

    Catatan:
    Pertama:
    Saya beri kesempatan satu kali lagi bagi mereka untuk berkomentar, sebelum saya tutup debat kusir ini, tapi nggak apa-apa kok !! Wong @Haniifa ini kusirnya dan mereka itu sebagai keledai dungu nya… ) 😀

    Kedua:
    Kalau nggak diberi kesempatan ngamen, nanti beliau tereak-tereak soal janji ini:
    #Haniifa say : “Hayo ngoceh lagihh kamu, Wawan Lalat…. eh Ralat yah…”

    Salam hangat selalu rekan-rekan.

    Wassalam, Haniifa.

  40. wawan said

    Saya ralat komentar2 yg barusan, maklum terburu-buru karena ada tamu.

    Anda itu seperti anak kecil saja, kalo mengenai rukun dan syarat syahnya shalat semua yg beragama Islam dan baligh pasti mengetahuinya. Sepertinya anda ini tidak fokus kepada pertanyaan2 saya. Pertanyaan yg saya ajukan sekarang adalah Hadits tsb dikutip dari kitab shahih mana? Saya menyimak penjelasan anda hanya argumen saja alias OMDO bin KATANYAH:mrgreen:
    ________________

    @Wawan
    Saya ralat komentar2 yg barusan… bla.bla.bla…
    _______________
    Sori Om.. sampean tidak menggunaken kesempatan emas, malah lebih OMDO lagih… dasar bodoh.
    Saya ibaratkan hakekat Al Qur’an itu seperti Daging Halal dan hakekat Hadits seperti Krupux’s Halal, dan sampean suka kedua-duanya… suatu ketika sampean disuruh milih antara Daging dan Krupux’s,

    Wawan and de geng say: ay lek krupux’s, bikos krupux’ is kraux’s-kraux’s…😀

    #Haniifa.

    • haniifa said

      haniifa said
      August 2, 2009 at 5:50 am

      @Wawan Lalat Ijo
      Nabi Muhammad s.a.w mengucapken : “Amma ba’du” artinya beliau mau memberikan ceramah sebelum SHALAT TARAWIH BERJAMAAH…. seperti yang sampai sekarang UMAT ISLAM ikuti seluruh DUNIA.

      —sekaran diedit jadi sekarang, berjamah jadi BERJAMAAH:mrgreen:

      Kalau nggak ngerti IQRO… yo wes sampean baca tuhhh korelasi Ucapan dan Perilaku yang di contohken oleh Nabi Muhammad s.a.w berserta para sahabat-sahabatnya.

      Hayo ngoceh lagihh kamu, Wawan Lalat…. eh Ralat yah…
      —mahaf diedit coret… soale kesempatan ngoceh cuma diberi sekali —:mrgreen:
      ________________
      Sumber diambil dari:
      https://haniifa.wordpress.com/2009/07/30/khalifah-islam/#comment-3510

      #Haniifa.

  41. haniifa said

    Sori closed by Khalifah… eh …. Admin ding:mrgreen:

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d bloggers like this: