حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Minusnya Metoda Quick Count adalah Opini Publik

Posted by حَنِيفًا on July 8, 2009

Sejujurnya saya tidak dapat mempercayai Metoda Quick Count ini berjalan sesuai dengan rencana aslinya (walaupun para praktisi mengatakan metoda ini adalah hasil anilisis yang paling cepat, jujur dan dapat dipercaya).

Sajian dari beberapa media TV dan Web Site… kisarannya tidak jauh, beberapa saat setelah jam pemilu dinyatakan selesai, berikut ini saya sajikan informasi yang saya peroleh dari suatu situs yang cukup ternama.

Hasil sementara quick count pemilu Presiden 2009 putaran pertama yang sudah di tayangkan oleh TVONE di wilayah Timur Indonesia. Menurut data Exit poll (survei pada pemilih yang baru keluar dari TPS) data ini saya update pada pukul 13:30 WIB, Rabu (8/7/2009), hasil exit poll tersebut adalah:

  • Mega-Prabowo 22.84 persen
  • SBY-Boediono 54.73 persen
  • JK-Wiranto 22.43 persen.

Sedangkan yang tidak menjawab adalah 14,58 persen. Suara yang dihitung 3,11 persen. Data tersebut akan terus saya update sesuai informasi yang di dapat serta info dari kpu.

Disini saya tidak mengajak bersikap apatis maupun skeptis, namun dari penyajian diatas bisa disimpulkan bahwa pemenang pemilu pilpress 2009 adalah SBY-Boediono… syukur-syukur kalau akurasi data 100% benar dan informasi tersebut bisa diatur tetap...:mrgreen:
(assumsi serangan fajar dari kubu lawan bisa dipatahken tentu lewat jalur-jalur informan bentukan)
Saya jadi teringat data pantastis manusia meninggal karena rokok, yang diperkuat oleh orang-orang yang sangat-sangat berkompetensi di jalurnya. Ungkapan ini tergelitik akibat pertanyaan seorang rekan.

#Dewa Wisnu

January 9, 2009 at 2:48 pm

Umat beragama memang cenderung mengalami gangguan kejiwaan baik ringan, sedang maupun berat. Manifestasinya dapat dilihat dari perilaku umat beragama itu di sekitar kita sehari2. Kasar, ganas, sangar, korupsi, munafik, berpura2,tidak sopan, sering ramah, senyum2 mafia, berpenampilan palsu, suka berbohong dll. Schizophrenia sendiri adalah gangguan jiwa berat ditandai dengan gangguan nalar, delusi, halusinasi,ide2 yang berkeliaran dll. Nah itu juga ditemukan pada umat beragama lho. Jadi kalau mau waras dan tidak schizophrenic, ya salam good bye buat agama, adios amigos buat agama…begitu saja kok repot, hehehehehe……Salam Revolusi!!

#Haniifa :

Waahh… jadi ingat propaganda anti rokok… neeh.
“Empat dari sepuluh orang meninggal karena penyakit “X” adalah perokok, sementara hanya satu orang saja bagi non perokok”
Seperti kita ketahui mayoritas agama masyarakat adalah perokok… seledik punya selidik ternyata dari “10 orang tersebut hanya 2 orang saja yang tidak merokok”
artinya:
4/8 = 50 % dari perokok.
1/2 = 50 % non perokok.
Jadi resiko yang meninggal karena penyakit ‘X’ bukanlah akibat rokok, dan bukan juga akibat non perokok…
Salam Revolusi kembali @mas, dan terima kasih atas kunjungannya.

Kekeliruan ini karena kita terbiasa jump to conclusion pada bentuk himpunan semestanya yaitu 10 orang, sehingga menjadi  sangat-sangat keliru saat  menyampaikan perbandingan antara resiko perokok yang menjadi 80% berbanding 20% bagi yang tidak merokok

Wassalam, Haniifa.

10 Responses to “Minusnya Metoda Quick Count adalah Opini Publik”

  1. konyol said

    Ahh… itu seehh biasa, masyarakat kita ini kan suka yang serba instan, mulai dari mie sampai dengan ilmu instan… hehehe😀😆

  2. Saya belum mempunyai alasan ntuk memilih….walau dach diterapkan system ktp..yg mengurangi 1 sebab dari 1000 sebab alasan ku golput…

    bingung….

  3. Saka said

    angger weh angka deui… doooohhhh tuing tuing hulu yeuh🙄

    • haniifa said

      @Kang Saka
      Hapunten @kang, kawasna artikel nu anyar oge… bigitu, hehehe

      Nyantai ajahlah…

      #Haniifa.

      • Fietria said

        Hehehe….:lol:
        saya golput lho kemarin………
        Karena nama saya hanya terdaftar di Melak, sementara saya lagi di samarinda…akhirnya daripada pusing..pusing..golput deh…
        __________________

        @Mba Fietria
        😉

        #Haniifa.

  4. lovepassword said

    Tapi mie instan buat ganjel perutku yang tambun ini lumayan juga Pak Guru. Hi hi hi
    ___________________

    @Mas Lovepassword
    Ya… itu tadi, yang penting instan dulu dan ada, soal ada penyakit urusan belakang… hehehe

    #Haniifa.

  5. rubon said

    Walaupun ada perbedaan jam WIB, WITA dan WIT… tapi baiknya dipublikasikan sekurang-kurangnya 2-3 jam sesudahnya, khan kesannya nggak terlalu instan, begicu lho.😀:mrgreen:

    @Mas Rubon😉😀
  6. […] Minusnya Metoda Quick Count adalah opini publik […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: