حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Silogisme menghitung waktu mundur

Posted by حَنِيفًا on July 7, 2009

Assalamu’alaikum,

Artikel ini pada dasarnya dari beberapa komentar, namun sengaja saya compose mudah-mudahan banyak manfaaat dan paedahnya bagi kita semua, Amin.

#Penanya :
“Kelihatannya gak mungkin ada pesawat dengan kecepatan(minus) kecuali pesawat mundur mau parkir

#Kang Dede Kusn :
Pesawat mundurpun tetap kecepatannya ga minus Bang. 😀

#Haniifa :
Manawi kita @kang, disangkana waktu ge bisa mundur… padahal tos diciptaken absolute maju.
(”undur-undur” ge boga umur)
Undur-undur
Inilah compani profil Undur-undur…😀

  • Asal daeah : Indonesia
  • Bahasa Latin : Myrmeleon formicarius
  • Bahasa Inggris : Lion Ant
  • Bahasa China : Di Gu Niu
  • Pola Hidup : Di Darat dan termasuk kelompok binatang holometabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis sempurna.
  • Menurut Penelitian : Binatang ini “katanya” secara klinik dapat menyembuhkan diabetes juga penyakit lainnya bahkan stroke berat sekalipun hanya dengan memakannya hidup-hidup. Dan dari dahulu sampai sekarang pun pengobatan Cina masih menggunakannya.

Saya yakin semua sepakat bahwa undur-undur tidak pernah mengalami waktu mudur, walaupun seumur-umur hidupnya berjalan mundur…😀 , tapi yang kita bahas bukanlah ini melainkan postingan sahabat lama saya yang mudah-mudahan umat Islam  semakin paham menyikapi apa yang tersurat dan tersirat didalam Al Qur’an.

#Mas Raja Ahmad Ismail :
Assalamu’alaikum,
Bagi saya hitung menghitung memang agak rumit dan njelimet.
Kalau kita perhatikan ayat tersebut (QS Assajadah [32]:5), tidak menunjukan berapa kecepatan sebenarnya dari Malaikat (yang membawa laporan segala urusan kepada Allah SWT).
Ayat tersebut hanya menunjukkan perbandingan waktu tempuh antara dimensi waktu kita dengan dimensi waktu “diluar” kita. Karena dimensi waktu kita terikat dengan gerakan rotasi bumi mengelilingi sumbunya dan gerakan rotasi timbal balik antara bumi dan matahari atau bumi dan bulan. Sementara diluar itu.
Contohnya, antara waktu di Bumi denan waktu di Jupiter, misalnya. Sudah sangat jauh selisih. Apa lagi kalau dibandingkan dengan waktu diluar Tata Surya kita, atau dengan waktu terjauh di Galaksi kita. Katakanlah waktu dan jarak tempuh bintang atau planet terluar dalam galaksi kita mengelilingi pusat galaksi. Belum lagi kalau kita bandingkan dengan galaksi-galaksi yang lebih besar lagi yang terletak ribuan, jutaan bahkan milyaran tahun chaya dari glaksi kita.
Menurut saya ( ini yang saya tangkap ), ayat tersebut adalah menunjukan jauhnya letak “pos” terjauh, yang merupakan “pos” terdekat dengan Allah (?), yang dapat dicapai oleh para malaikat dalam menyampaikan laporannya kepada Allah. Bukan tempat dimana Allah berada. Dan tidak pula menunjukkan kecepatan “terbang” malaikat pembawa urusan. Karena kalaulah kita asumsikan kecepatan terbang malaikat sama dengan kecepatan cahaya, maka jarak tempuh yang dilakukan malaikat atau jarak pos terjauh yang dicapai malaikat “hanya” berjarak +/- 6 quadrilliun km. Ini bukan merupakan tempat terjauh (Final frontier) dijagat raya.  Apakah benar kecepatan malaikat hanya sebatas kecepatan cahaya?. Kalau diayat yang lain menyatakan 50.000 tahun=1 hari, maka akan kita dapatkan jarak tempuh sejauh +/- 315.000 quadrilliun km (kalau kecepatnya sama dengan kecepatan cahaya). Ini juga bukan jarak yang terjauh di jagat raya kita. Karena jarak terjauh yang diperkirakan manusia adalah sekitar 13 milliyar tahun cahaya atau sekitar 81.000.000.000.000.000.000.000 km (susah nyebutnya).

Sementara, katakanlah pos terdekat dengan Allah yang bisa dicapai malaikat, kecuali malaikat pemikul Arasy, adalah Shiddhratul Muntaha (tempat dimana Rasulullah terakhir ditemani Jibril ketika Mi’raj atau batas terakhir yang bisa dicapai Jibril dan merupakan tempat yang terdekat bagi malaikat Jibril untuk menghadap Allah). Yang jelas, tempat ini haruslah berada diluar batas akhir jagat raya. Pastilah lebih jauh dari 81 juta quadrilliun km. Untuk mencapai ujung jagat saja, maka setidaknya kecepatan malaikat haruslah paling kurang 410.000.000.000.000.000 kali kecepatan cahaya (untuk jarak tempuh 50000 tahun kita ) atau 21.000.000.000.000.000 kali kecepat cahaya (untuk jarak tempuh 1000 tahun kita). Kecepatan yang sulit dibayangkan oleh otak manusia yang hanya sebesar tempurung kepala. Jauh dari yang pernah dikhayalkan oleh pembuat film Star-Trek yang hanya bisa mengkhayalkan kecepatan USS Enterprise Serie D dengan kecepatan maksimum 9.9999 warp atau lebih kurang 100.000 kecepatan cahaya yang memerlukan 10 tahun waktu tempuh untuk mencapai bintang yang “hanya” berjarak 2.000.000 tahun cahaya dari bumi.

Kalau kecepatan malaikat “hanya” secepat cahaya, maka untuk melewati ujung jagat saja mereka memerlukan waktu 13 milyar tahun. Urusan yang akan dilaporkan akan jadi kedaluarsa. Sebagaimana kita melihat cahaya bintang yang berjarak 1000 tahun cahaya dari kita. Yang kita lihat adalah cahaya bintang 1000 tahun yang lalu. Bukan cahayanya saat kita menengadah ke langit  (bukan cahaya real time ). Jadi sekali lagi, Surat Assajdah ayat 5 tidak menerangkan kecepatan tempuh malaikat, tetapi hanya mengidikasikan jarak tempuh relative malaikat ketempat terjauh (tempat terdekat dengan Allah yang diizinkan kepada malaikat) yang bisa dicapai olehnya dalam membawa laporan kepada Allah. Dengan kecepatan sekian, bisa ditempuh dalam 1000 tahun kita (atau satu hari pada dimensi waktu tertentu) atau kalau kecepatan tempuhnya berobah atau melalui dimensi waktu yang lain, waktunya tetap satu hari bagi mereka, tetapi perbandingannya 50000 tahun kita. Sejauh mana tempat tersebut, tergantung kepada secepat mana kecepatan tempuh malaikat. All these distances are beyond our mind. No one knows or not yet known.

Kecepatan malaikat?.  Sampai detik ini belum ada yang mengetahui secepat mana mereka. Memang ada hal-hal yang diluar jangkauan pikiran manuasia yang merupakan rahasia Allah semata. Tidak semua ayat Al-Quran bisa kita jabarkan dengan pengetahuan dan akal kita. Kita hanya bisa sami’na wa atho’na. Maha Besar Allah dengan segala ciptaanNya.

Wassalam

Subhanallah, Maha Besar Allah

Wassalam, Haniifa.

39 Responses to “Silogisme menghitung waktu mundur”

  1. adi isa said

    posisi pertama.

    koment menyusul.

  2. rivanlee said

    kayanya suatu saat nanti ada hewan aju-aju

  3. dedekusn said

    Subhanallah…

    • dedekusn said

      saya tertarik dengan kalimat: “…pastilah lebih jauh dari 81 juta quadrilliun km. Untuk mencapai ujung jagat saja, maka setidaknya kecepatan malaikat haruslah paling kurang 410.000.000.000.000.000 kali kecepatan cahaya (untuk jarak tempuh 50000 tahun kita ) atau 21.000.000.000.000.000 kali kecepat cahaya (untuk jarak tempuh 1000 tahun kita). Kecepatan yang sulit dibayangkan oleh otak manusia yang hanya sebesar tempurung kepala”.
      Saya masih kurang memahami maksud ujung jagat raya kang haniifa🙂
      ___________________

      @Kang Dede Kusn
      Intinya adalah untuk menentukan pusat jagad raya, kita manusia tidak mempunyai ilmu.
      Seperti artikel saya yang nggak pernah selesai-selesai, saya rasa “Mekkah sebagai pusat bumi” bukan dianalogikan sebagai pusat lingkaran 2 dimensi atau pusat bola 3 dimensi tetapi mempunyai analogis multi dimensi.

      Wassalam, Haniifa.

  4. dedekusn said

    Kecepatan bouraq yang membawa Rasul Isla Mi’raj lebih cepat lagi Kang,

    • haniifa said

      @Kang Dede Kusn
      Subhanallah…
      Didalam 1 centi meter persegi kulit kita saja begitu banyak mikroba hidup dan belum terungkap semuanya !!,
      Mengenai Bouraq : Bisa saja “?” adalah kendaraan para malaikat adalah sesuatu makhuq Allah yang mempunyai kecepatan lebih dari Bouraq atau memang para malaikat mempunyai kemampuan kecepatan terbang yang berbeda-beda dan ada yang melebihi kecepatan Bouraq… , Wa Allahu ‘alam.

      Wassalam, Haniifa.

  5. dedekusn said

    kang, blog ini adalah salah satu blog favorite saya. walau masih belum sempat baca. Beberapa postingan saya saya baca secara off. Teima kasih kang.
    __________________

    @Kang Dede Kusn
    Kembali kasih @Kang,

    #Haniifa.

    • maksud saya gerak segala sesuatu, berasal dari alam amr(fisika menyebutnya sebagai psi atau fungsi-gelombang). 3 dimensi dunyaa, bergerak karena ada dimensi waktu. Seperti yang kita tahu bahwa kuantitas t(waktu) berada pada alam imajiner.

      xi = (akar -1)ct. Karna dimensi waktu bernilai imajiner, maka waktu berada pada dimensi amr/ruwh/tachyon/nuwr.

      Semoga bisa dieksplorasi lebih jauh. Terima kasih

      Wassalam, qarrobin

      • haniifa said

        @Mas Qarrobin
        xi = (akar -1)ct.
        ___________________
        Subhanallah…
        @Mas ini rupanya terobsesi dengan teori Albert Enstein yach :
        E = mc^2
        E = 1u x c^2
        Lithium-6 + Deuterium -> Helium-4 + Helium-4
        6,015122795 + 2,0141017778 -> 4,00260325415 + 4,00260325415
        Jadi, massa 1u = 931,49 Mev
        Katanyah Massa yang hilang: 0,0240180645 u
        Reaksi Nuklir selain menghasilkan energi dan atom baru yang bermassa lebih kecil, serta radiasi elektromagnetik radiasi sinar alfa, beta dan gamma

        Insya Allah, saya akan sangat tertarik jika @mas bersedia menjelaskan bahwa kemungkinan massa 0,24% tersebut menjadi radiasi sinar alfa, beta dan gamma.
        Ingat @mas hanya 0,24% massa yang dianggap menjadi imajiner ?! (baca: hilang 0,24%) ?!

        Seperti yang kita tahu bahwa kuantitas t(waktu) berada pada alam imajiner.
        _____________________
        Saya tidak/belum bisa memahami filsafat sintesa holistik atau integralistik, mohon maaf…

        Wassalam, Haniifa.

  6. Gini kang haniifa,

    saya ingin sharing, semoga dari sharing ini, kita bisa mengupas ilmu alquran lebih jauh.

    Menurut saya kelajuan-diam foton, tetap tidak berubah. Tetapi kelajuan-diam foton yang kita hitung sebagai 2,99*10^8m/s, berbeda dengan sesuatu yang mengalami percepatan dari v ke c.

    3 dimensi samaa- kita adalah (+x1,+x2,+x3)x,y,z
    3 dimensi ruwh/tachyon/nuwr yakni (+x1,+x2,+x3)x,y,z.
    Salah satu dari dimensi ini, (+x1)x, memasuki dimensi samaa-. x(dalam meteran) jika lebih cepat dari cahaya, maka akan bernilai minus, dan kuantitas durasi panjang meterannya berubah menjadi kuantitas durasi panjang waktu(x4). Sehingga Samaa- memiliki 4 dimensi.
    0=x^2+y^2+z^2-c^2t^2
    Karna itu dimensi ruh >c, yang berada pada alam imajiner(amr) yakni xi,yi,zi.

    Sekarang kita kembali ke percepatan v menuju c. Semakin kelajuan sesuatu mendekati c, maka akan terjadi kontraksi ruang-waktu. Ingat bahwa malaikat bukan foton yang telah ditentukan kelajuan diamnya sebagai c. Ketika malaikat mengalami percepatan menjadi c, maka malaikat melihat 4 dimensi samaa- menghilang menjadi satu dimensi singularity. Ini adalah batas samaa- sebagai langit dunyaa. Di luar samaa-, ada dimensi ruwh dan malaikat yang disebut sebagai langit buruwj hingga ke batas sidratul muntaha.

    Untuk lebih jelas baca http://qarrobindjuti.blogspot.com/2009/07/minkowsky-menemukan-persamaan-dimensi.html

    Di luar langit sidratul muntaha hingga ke arsy, tunggu postingan saya selanjutnya
    ____________________

    @Mas Qarrobin Djuti
    Terima kasih atas sharingnya @mas, namun masih agak kurang saya fahami mengenai alam ruwh sebagai dimensi 4, maksudnya dengan keberadaan dimensi ruh manusia ?!

    Wassalam, Haniifa.

  7. @haniifa insya allah di lain pembahasan akan kita diskusikan lagi.

    Karena batasan masalah yang ingin saya diskusikan di postingan ini adalah tentang apakah (QS Assajadah [32]:5) menceritakan kelajuan malaikat secepat cahaya, ataukah lebih cepat dari cahaya.

    Saya sependapat dengan @mas bahwa kelajuan malaikat >c. Menurut saya ketika malaikat mengalami percepatan misal dari v menuju c, maka malaikat melihat 4 dimensi dunyaa akan menjadi satu dimensi singularity, sehingga malaikat tiba di batas langit dunyaa dan memasuki langit buruwj.

    mohon bimbingannya jikalau saya salah, saya udah baca postingan2 mas haniifa, saya salut dengan pemahaman @mas. Saya banyak belajar dari mas….makasih ya

    wassalam, qarrobin

    • haniifa said

      Subhanallah…
      Menurut pemahaman saya singularity tercapai saat v benar-benar sama dengan c, dan untuk mencapai v=c diperlukan energi yang sangat besar sekali hampir tidak mungkin bahkan bagi manusia.
      Jujur saja, banyak yang kurang saya pahami mengenai special theory of relativity ini… misalnya :
      Transformsi Lorentz
      Koordinat S =(t, x, y, z) sehingga S’=(t’, x’, y’, z’)

      \begin{cases} t' = \gamma \left(t - \frac{v x}{c^{2}} \right) \\ x' = \gamma (x - v t) \\ y' = y \\ z' = z  \end{cases}

      Dimana sebagai \huge \gamma = \frac{1}{\sqrt{1 - \frac{v^2}{c^2}}} faktor Lorentz dan c adalah kecepatan cahaya di ruang vakum.

      Sebagaimana kita ketahui bahwa sinar alpa dan beta dibelokan oleh medan magnet dan hanya sinar gama yang mempunyai gerak lurus.
      Mungkin karena saya bukan ahlinya maka sampai saat ini tidak/belum mengerti apa yang dimaksud dengan c pada faktor Lorentz tersebut demikian juga dengan yang dimaksud ruang vakum…:mrgreen:

      Wassalam, Haniifa.

      • sepakat @mas,

        maksud saya ‘v menuju c’ di koment no.7 adalah ketika kelajuan malaikat menjadi c, maka singularity tercapai.

        Subhanallah, sy juga baru belajar mas tentang semua itu

        wassalam, qarrobin

      • haniifa said

        @Mas Qarrobin Djuti
        maksud saya ‘v menuju c’ di koment no.7 adalah ketika kelajuan malaikat menjadi c, maka singularity tercapai.
        ___________________
        Alhamdulillah…
        Jika artikel yang saya angkat dari serorang sahabat maya ini sedikit membuat @mas memahami begitu sulitnya manusia hanya sekedar memprediksi kecepatan makhluk ciptaan Allah yang bernama Malaikat.

        Saya garis bawahi mengenai singularity yang @mas maksud.

        Sesuatu yang melebihi atau yang mengalami PERCEPATAN dengan kecepatan melebihi kecepatan suara akan membelah udara sehingga terjadilah semacam sonik boom kecil. Sonic boom plane navy dalam dunia penerbangan kerap terjadi kejadian serupa, dimana pesawat yang melaju melebihi kecepatan suara (1200 km/jam atau 0.34 km/detik) akan “menembus” dinding suara (sound barrier) dan mengeluarkan dentuman keras (ex. Pesawat tempur/ Concord)

        Maksud saya jika para Malaikat mengalami percepatan seperti diatas maka sebelum mencapai “v menuju c”, tentu di bumi ini akan terjadi hiruk pikuk yang sangat luar biasa bukan ?!

        Pesan yang ingin saya sampaikan adalah kecepatan dan atau keberadaan para malaikat saja sudah diluar jangkauan ilmu pengetahuan manusia dalam ranah ruang dan waktu.

        Wassalam, Haniifa.

      • @haniifa, sy sepakat mas
        sebelum mencapai “v menuju c”, malaikat harus menembus dinding ruang-waktu yang disebut barzakh(wormhole) yang terkoneksi ke menara langit. Pintu langit ini dijaga oleh malaikat

        Kecuali siapa (di antara jinn) yang mencuri (pembicaraan), maka ia dikejar oleh suluh api (dari)(tsaaqib)lubang-lubang ruang-waktu (as shaaffaat 037,010).

        Pengertian tsaaqib sebagai lubang ruang-waktu juga dapat dilihat di :
        (yaitu) bintang yang membuat lubang(tsaaqib) ruang-waktu (ath thaariq 086,003).

        Kemudian kita akan menghitung frame of reference atau cyberspace dari wormhole ini :
        Malaikat-malaikat dan ruh naik (menghadap) kepada tuhan dalam sehari yang qadarnya adalah limapuluh ribu tahun (ma’aarij 070,004).

        Di ayat ini dijelaskan tentang relativitas waktu :
        Δt = Δto / akar(1-vkuadrat/ckuadrat)

        (Dimana Δto adalah waktu dalam kerangka malaikat;
        Δt adalah waktu dalam kerangka manusia;
        v adalah kelajuan malaikat relative terhadap manusia):
        Δto adalah waktu yang dialami malaikat (1 hari bumi).
        Δt adalah waktu dalam takaran manusia (50.000 lunar years x12 lunar months/lunar year x 27.321661 days/lunar month).
        v adalah kelajuan malaikat (yang akan kita hitung dan bandingkan dengan kelajuan cahaya).
        c adalah kelajuan cahaya 299792,458 km/s, di luar medan gravitasi.

        Dari persamaan di atas kita dapat mencari kelajuan malaikat:
        v = c*akar(1-Δtokuadrat/Δtkuadrat)
        v=c*akar(1-1kuadrat/(50000*12*27,321661)kuadrat)
        v = c*0,9999999999999981
        v = 299792.4579999994 km / s

        Ini adalah kelajuan malaikat dan ruh yang mendekati kelajuan cahaya. Dan wormhole tercipta pada kelajuan ini.

        Sungguh kami memberi kekuasaan baginya (dzu al qarnayn) di dalam bumi, dan kami memberikan nya (sababan)jalan (untuk mencapai) segala sesuatu (al kahfi 018,084).

        Dan kalau kami membukakan di atas mereka wormhole dari langit, maka terus menerus di dalamnya mereka (ya’rujuun)naik (melaluinya) (al hijr 015,014). Bagi mereka berkata, “sungguh apa yang disilaukan (adalah) pandangan kami, bahkan kami (adalah) orang orang yang terpesona (sihir)” (al hijr 015,015).

        Maka aku(allah) bersumpah dengan letak yang ditimpa(mawaaqi’i) bintang-bintang (al waaqi’ah 056,075). (waaqi’i) dari Allah, yang mempunyai tempat-tempat naik (ma’aarij 070,003).

        Agar aku berbuat kebajikan di dalam apa yang ditinggalkan. “Sekali-kali tidak! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya saja” Dan dari hadapan mereka ada barzakh(cyberspace) sampai pada hari mereka dibangkitkan (al mu-minuun 023,100).

      • haniifa said

        @Mas Qarrobin Djuti
        Alhamdulillah…
        Saya senang dengan pemahaman @mas yang sangat cermat merelasikan ayat-ayat Al Qur’an dengan sain, namun ada satu hal saya kira yang cukup membuat para ilmuan pusing 7 keliling.:mrgreen:
        (hakekatnya hampir sama dengan statement @mas)

        Sebelum mencapai “v menuju c”, malaikat harus menembus dinding ruang-waktu yang disebut barzakh(wormhole) yang terkoneksi ke menara langit

        Worm hole ada juga yang menganalogikan sebagai Black hole.
        Untuk menembus dinding ruang-waktu diprediksikan harus memenuhi “dimensi singularity” padahal kita tahu bahwa dimensi ini dipenuhi jika v=c sementara lain statement “v menuju c (baca: v<c)” akan gugur dengan sendirinya.
        Jadi mana yang lebih dulu v=c (baca: singularity tercapai) atau “v menuju c” ?! , perdebatan ini sepengetahuan saya belum berhenti hingga kini.

        Wassalam, Haniifa

  8. @mas saya mau tanya nih, gimana ya cara memasukkan gambar di blog atau bila kita ingin memasukkan gambar di dalam komentar blog orang lain, jawabannya diisi ke komentar blog saya saja ya mas…

    Terima kasih jika mau membantu….tolonglah temanmu ini, biar blog saya ada gambarnya hiks…
    ___________________

    @Mas Qarrobin Djuti
    Insya Allah,
    Ok, saya akan ke blog-nya @mas.

    #Haniifa.

  9. v disini adalah sangat mendekati c,
    v = c*0,9999999999999981

    “v menuju c”, adalah perjalanan malaikat di dalam wormhole.

    Penjelasannya begini:
    Maka aku(allah) bersumpah dengan letak yang ditimpa(mawaaqi’i) bintang-bintang (al waaqi’ah 056,075).

    Ini adalah Blackhole, tetapi ada ayat yang menyatakan bahwa Blackhole dapat menjadi wormhole :
    (waaqi’i) dari Allah, yang mempunyai tempat-tempat naik (ma’aarij 070,003). Dan kalau kami membukakan di atas mereka wormhole dari langit, maka terus menerus di dalamnya mereka (ya’rujuun)naik (melaluinya) (al hijr 015,014).

    Ayat diatas sepertinya mengindikasikan jembatan einstein-rosen atau wormhole. Menurut teori komedi putar, misal kita ada diatasnya, kemudian ia diputar dan kita melaju turun memasuki blackhole(misykawh 24:35 lubang ruang-waktu yang tak tembus). Jadi menurut 24:35 blackhole disebut thaariq, an najmu’l tsaaqib atau (thaariq)bintang-yang-membuat-lubang, jadi masih dalam proses menembus dinding ruang-waktu.

    Kemudian komedi putar itu naik kembali.
    (waaqi’i) dari Allah, yang mempunyai tempat-tempat naik (ma’aarij 070,003). Dan kalau kami membukakan di atas mereka wormhole dari langit, maka terus menerus di dalamnya mereka (ya’rujuun)naik (melaluinya) (al hijr 015,014).
    Pada tahap ini ketika v sangat mendekati c, blackhole(misykawh) menjadi wormhole(tsaaqib)

    Kecuali siapa (di antara jinn) yang mencuri (pembicaraan), maka ia dikejar oleh suluh api (dari)(tsaaqib)lubang-lubang ruang-waktu (as shaaffaat 037,010).

    Untuk singularity, saya mohon bantuan haniifa untuk mendefinisikannya. Karna saya butuh teman untuk membahas ini bersama-sama. Pemahaman saya baru sebatas yang saya tulis diatas

    wassalam, qarrobin

    • haniifa said

      @Mas Qarrobin Djuti
      v disini adalah sangat mendekati c,
      v = c*0,9999999999999981

      “v menuju c”, adalah perjalanan malaikat di dalam wormhole.
      _____________________________
      Kecepatan Cahaya dihitung dari berbagai institusi:
      a. US National Bureau Standarts := 299792457.4 m/det
      b. The British National Physical Laboratory := 299792459.0 m/det
      c. MKS := 299792458.0 m/det
      Silahkan @mas kaji hal-hal berikut :
      1.Perhitungan ini semua adalah hasil analisis para ahli, namun semua tidak ada kata sepakat bukan ?!
      2. Namun berapapun nilai c, kecepatan cahaya matahari insya Allah konstan bukan… anehnya tidak ada satupun yang menyatakan matahari dalam ranah singularity ?!
      3. Seandainya kecepatan matahari menyinari bumi mendapat perlambatan (pembiasan dari atmosfir bumi) selajutnya berapakah sebenarnya kecepatan sinar matahari di antara matahari dan bumi (asumsi: kondisi gas diantaranya homogen) ?!
      4. Jenis sinar apa yang menjadi acuan kecepatan cahaya ?!
      5. Insya Allah saya yakin bahwa setiap cahaya yang timbul dari sumber tertentu akan mempunyai value kecepatan yang berbeda ?!

      Untuk singularity, saya mohon bantuan haniifa untuk mendefinisikannya.
      ______________________
      Dengan berat hati saya tidak bisa mendefinisikan apa-apa @mas, mohon maaf.

      Wassalam, Haniifa.

      • yups, sepakat

        kecepatan c terlihat berubah-ubah, karna kita mendefinisikan yang konstanta dengan dimensi yang relatif yakni ruang-waktu(m/s).

        c = 12000 manzilah qamar / yawm ardhi
        = 12000 2phiR’/t’
        nilai pastinya hanya Allah yang tahu, atau jika ada di antara teman yang tahu, mohon dikabari

        Makasih mas sharingnya, sangat membantu memantik penjelajahan lebih dalam

        Rabbi zidni ‘ilmi

        wassalam, kerrubis
        strange vehicle of Hezekiel(dzu al kifli)
        le matine de magicienne
        Unidentified flying object
        Arch carrying angels
        Bouraq
        al muqarrobin
        ___________________________

        @Mas Qarrobin Djuti
        Makasih mas sharingnya, sangat membantu memantik penjelajahan lebih dalam

        Rabbi zidni ‘ilmi
        Amin.
        Dan terimakasih kembali atas kesediannya berdiskusi.

        Wassalam, Haniifa.

      • haniifa said

        @Mas Qarrobin Djuti
        Saya beri contoh perbedaan hasil perhitungan pada konstanta kecepatan cahaya :
        = The British National Physical Laboratory – US National Bureau Standarts
        = 299792459.0 m/det – 299792457.4 m/det
        = 1.6 m/det
        – = 1600 km/det – … (maaf abaiken)
        Padahal kita tahu kecepatan rambat suara – = 344 km/det. – … (maaf abeiken)

        – *** Bayangkan kekeliruan yang sangat besar ini 1600/344 km/det yang setara 4,65x kecepatan suara *** … (maaf abaiken)

        Wassalam, Haniifa.

  10. @haniifa, terima kasih kembali
    Anda sangat teliti dalam perhitungan, senang bisa berdiskusi, dapat menambah pengetahuan saya.

    kekeliruan yang sangat besar ini 1600/344 km/det yang setara 4,65x kecepatan suara. Wah mungkin ada shahib2 kita yang lain yg bisa membantu mencarikan solusinya, jujur saya tidak pinter matematika.

    Tapi kayaknya @haniifa ada salah ketik tuh
    1 km = 1000 m
    bukan 1 m = 1000 km

    • haniifa said

      @Mas Qarrabin Djuti
      Astaghfirullahal azim
      Saya memang salah dah.. ngantuk kali hehehe…:mrgreen:
      Seharusnya :
      Saya beri contoh perbedaan hasil perhitungan pada konstanta kecepatan cahaya :
      = The British National Physical Laboratory – US National Bureau Standarts
      = 299792459.0 m/det – 299792457.4 m/det
      = 1.6 m/det
      Kecepatan suara = 344 m/det

      Trims’ berat atas koreksinya.

      Wassalam, Haniifa.

    • Cekixkix said

      @haniifa
      kebanyakan makan undur-undur…😀:mrgreen:

      ____________________

      @Mas Cekixkix
      Hahaha
      1 meter mundur jadi 1000 meter

      #Haniifa.

      • Undur-undurnya malah kebanyakan
        1m = 1000km = one million meter
        untung udah dikoreksi(baca:abaiken)
        kalo nggak postingan ini dipenuhi sejuta undur undur
        hahaha…

        wassalam,dhurakapalam(Thaariq)

  11. saya juga udah ngantuk, di lain kesempatan kita akan diskusi lagi dengan topik yang lebih mendalam

    wassalam, hanif(millah of Ibrahym)
    ____________________

    @Mas Qarrobin Djuti
    Insya Allah, @mas.

    #Haniifa.

  12. Fietria said

    Numpang baca..😆

    • Ngiringan baca oge tiasa ?🙂

      Meski susah dimengerti … tp tetep mencoba untuk angguk-angguk ..

      Sepertinya cara membacanya harus MUNDUR juga😆
      __________________

      @Kang Kopral Cepot
      Jadi malu kita neehhh….. gara-gara ngantuk akibatnyah konversi ngawur.. hha.ha.ha

      #Haniifa.

  13. refa said

    Mudah-mudahan komentar terakhir nii…
    Allah tidak dibatasi ruang dan waktu. Agak menggelikan kalau mencari jarak antara manusia dan Allah, karena Allah lebih dekat dari urat leher kita sendiri.
    Terimakasih untuk moderator. Salam damai dan sejahtera untuk semuanya.

    @Kangmas Refa
    Kembali kasih @Kang.
    #Haniifa.
  14. memang waktu tak bisa mundur..
    kecuali Ia menghendaki..
    blognya saya simpan di blogroll ya
    semoga kita bisa sharing informasi lebih banyak..

  15. […] Silogisme menghitung waktu mundur […]

  16. qarrobin said

    kemarin saya minta seorang teman di Turki untuk publish gratis bukunya Hans von Aiberg, judulnya From the earth to the arsy – the eternity tower, first series

    ini ada link tentang waktu pada chapter2 kalo mau belajar

    http://eternity-tower.blogspot.com/2010/08/chapter-2-mysterious-of-time.html

  17. Alhamdulillah…sedikit membuka lagi hijab pengetahuan saya…

    masih nyambung dengan bahasan di blog kang Qarrabin…jadi semakin menjelaskan mengenai ayat “Lawh Al Mahfudz”

    syukran

    @
    😀
    Dialektika iptek Al Qur’an memang mengasikan…
    Salam hangat selalu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: