حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Mengenal tipu daya Kafirun 2

Posted by حَنِيفًا on June 19, 2009

Assalamu’alaikum,

Dalam beberapa minggu ini saya berkesempatan diskusi dengan rekan-rekan non muslim, dan satu hal yang patut disyukuri adalah mereka ternyata termasuk dalam katagori orang-orang yang paling keras menentang hukum Islam, hal ini saya rasakan pada berbegai komentarnya, mulai dari yang halus sampai dengan yang paling kotor sekalipun…. sudah selayaknya saya hindari namun tergelitik juga untuk merespon dengan cara yang sama tentunya.😀

Al Kitab Bible atau Gospel menurut pemahaman saya hampir sejajar dengan Al Hadits, kenyataan ini bukan berarti tidak mendasar justru saya memahaminya dari Bible itu sendiri:

[ Lukas 3:23 Versi Al Kitab Khabar Baik ]

3:23 Pada waktu Yesus mulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun.
Menurut pendapat orang, Ia anak Yusuf, anak Eli,

Kalimat “Menurut pendapat orang” ini sudah merupakan suatu bukti bahwa Al Kitab Bible (baca: Injil sekarang) setara dengan Hadits Nabi Muhammad s.a.w, perbedaannya adalah semua Hadits baik yang shahih maupun yang dho’if senantiasa mencantumkan perawinya.
Rekan @Lovepassword dengan cermat memberikan dua fakta esensi keberadaan Al Kitab.

  1. Posisi Injil secara lebih khusus atau bahkan Alkitab secara lebih umum menurut tradisi Kristen tidak identik dengan posisi AlQuran menurut umat Islam. Karena injil tidak diturunkan langsung oleh Allah menurut kepercayaan Kristen. Saya cuma menjelaskan posisi menurut perspektif masing-masing, kalo kalian mau memperdebatkan hal lain yah itu urusan kalian.
  2. Dilihat dari proses terwujudnya Alkitab yang seperti sekarang, memang prosesnya identik dengan pengumpulan hadis : ada pengumpulan, ada seleksi, ada verifikasi dan sebagainya.
    Dalam proses itu tentu saja ada yang dianggap layak masuk dan ada yang tidak

Namun ada sisi yang menarik dari Non Muslim ini, yaitu mengenai cara pandanganya terhadap hadits Nabi Muhammad s.a.w.

@Temennya Aisyah :
4 orang hadist berkata muhammad menggenjot aisya ketika aisya masih kecil.
Dan kalian berkata semua hadist yang berkata begitu adalah hadist palsu. tapi anehnya, hadist yang kalian pergunakan untuk membela muhammad, kalian katakan hadist asli.

Mana yang asli mana yang palsu.

Yang asli yang membela muhammad (seperti kemauan kalian), yang palsu adalah yang kalian tidak mahu.
Itu pembelaan kalian.

DASAR TOLOL.
Seluruh dunia akan tertawa kalau kalian gunakan argumentasi seperti ini.

Itulah KETOLOLAN KALIAN.
Dan kalian tidak tahu kalau kalian TOLOL.
Terus saja kalian membanggakan diri.
Memuakkan!!

Astaghfirullahal Adzim…
Hadits yang dimaksud tersebut, beliau gunakan dalam terjamaah bahasa Inggris, yang saya sendiri agak sulit memahaminya…😦

@Temennya Aisyah :

Bukti-bukti yang menunjukkan Aisyah di genjot pas umur 9 tahun.

(belajar bahasa inggris biar ngga ketepu)

From the hadith of Bukhari, volume 5, #234

Narrated Aisha: The prophet engaged me when I was a girl of six. We went to Medina and stayed at the home of Harith Kharzraj. Then I got ill and my hair fell down. Later on my hair grew (again) and my mother, Um Ruman, came to me while I was playing in a swing with some of my girl friends. She called me, and I went to her, not knowing what she wanted to do to me. She caught me by the hand and made me stand at the door of the house. I was breathless then, and when my breathing became all right, she took some water and rubbed my face and head with it. Then she took me into the house. There in the house I saw some Ansari women who said, “Best wishes and Allah’s blessing and a good luck.” Then she entrusted me to them and they prepared me (for the marriage). Unexpectedly Allah’s messenger came to me in the forenoon and my mother handed me over to him, and at that time I was a girl of nine years of age.”

Bukhari vol. 7, #65:

Narrated Aisha that the prophet wrote the marriage contract with her when she was six years old and he consummated his marriage when she was nine years old. Hisham said: “I have been informed that Aisha remained with the prophet for nine years (i.e. till his death).””

From the hadith of Muslim, volume 2, #3309

Aisha reported: Allah’s Messenger married me when I was six years old, and I was admitted to his house at the age of nine….

From the hadith of the Sunan of Abu Dawud, volume 2, #2116

“Aisha said, “The Apostle of Allah married me when I was seven years old.” (The narrator Sulaiman said: “Or six years.”). “He had intercourse with me when I was 9 years old.”

From “The History of Tabari”, volume 9, page 131

Then the men and women got up and left. The Messenger of God consummated his marriage with me in my house when I was nine years old. Neither a camel nor a sheep was slaughtered on behalf of me”…(The Prophet) married her three years before the Emigration, when she was seven years old and consummated the marriage when she was nine years old, after he had emigrated to Medina in Shawwal. She was eighteen years old when he died.

From the Encyclopedia of Islam, under “Aisha”:

Some time after the death of Khadija, Khawla suggested to Muhammad that he should marry either Aisha, the 6 year old daughter of his chief follower, or Sawda Zama, a widow of about 30, who had gone as a Muslim to Abyssinia and whose husband had died there. Muhammad is said to have asked her to arrange for him to marry both. It had already been agreed that Aisha should marry Djubayr Mutim, whose father, though still pagan, was friendly to the Muslims. By common consent, however, this agreement was set aside, and Muhammad was betrothed to Aisha… The marriage was not consummated until some months after the Hidjra, (in April 623, 624). Aisha went to live in an apartment in Muhammad’s house, later the mosque of Median. She cannot have been more than ten years old at the time and took her toys to her new home.”

Saya sebenarnya tidak bisa mengomentari lebih lanjut dari rekan yang ber-nickname @Temennya Aisyah tersebut, keputusan tersebut sengaja demikian karena saya yakin beliau salah presepsi dalam memahami hadits yang dimaksud. Dengan sedikit sentilan dari @Mas Yono9 akhirnya beliau mencoba mempertahankan prasangka yang buruk tersebut dengan sebuah terjemaahan ayat Al Qur’an dalam teks bahasa Inggris. (QS 65:4)

Itulah kebenaran. Masak kamu ngga tau sih.
Itu bukan fitnah. Sumbernya ada di sahih bukhori.

@Marsono.

Ilmu anda tentang Quranlah yang tidak mumpuni.
Dimana anda belajar Quran..?

Baca ini:

And those of your women as have passed the age of monthly courses, for them the ‘Iddah (prescribed period), if you have doubt (about their periods), is three months; and for those who have no courses [(i.e. they are still immature) their ‘Iddah (prescribed period) is three months likewise

[al-Talaaq 65:4]

Ayat itu memperbolehkan lelaki muslim menggenjot anak yang belum mens.

Ketololan anda membuat anda terus terjebak sebagai pemeluk islam.

Sangat jelas bukan terjadi kekeliruan yang kalau boleh dibilang sangat pantastis, sebab kompilasi dari ayat tersebut diartikan seorang anak gadis kecil yang belum memperoleh masa menstruasi atau fungsi hormonalnya belum sempurna. Berulang kali tentang bagaimana kompilasi ayat bisa sangat menyimpang  mana ada orang percaya pemahaman yang nyeleneh dari saudara.
And those of your women as have passed the age of monthly courses saudara fahami sebagai anak yang belum mens“, apa nggak aneh ?!

Saudara kursus bahasa LINGGIS dari HONGKONG yach !!! 😀
Itulah akibatnya,  sudahlah salah presepsi ditambah dengan salah point of view, dalam hal ini bukan usia yang menjadi faktor utama melainkan fungsi hormonal.

World English Bible, Genesis 9:28-29
28 Noah lived three hundred fifty years after the flood.
29 All the days of Noah were nine hundred fifty years, then he died.

Untung saja tidak belanjut, sebab so pasti saya akan bertanya:

Jika saudara menikah dengan gadis usia 20 tahun maka menurut tatanan masyarakat jaman Nabi Nuh a.s artinya saudara menikahi BALITA !!!😀

Subhanallah…

Tapi lucunya kekeliruan @mas-e or @mba-e temennya Aisyah ini,  justru memberikan hikmah tersendiri bagi @Mas Yono9.

Wassalam, Haniifa.

9 Responses to “Mengenal tipu daya Kafirun 2”

  1. Fietria said

    Ah..akhirnya ada artikel baru dari mas haniifa. Tentang temannya aisya itu saya pernah mencoba mengirim gmail dengan isi pesan saya berpura2 punya niat untuk memurtadkan umat islam. Selang 2 hari ketika saya buka gmail, ternyata ada pesan dari temannya aisya. Isi pesannya sangat singkat: “ada biayanya”.
    Saya tidak tahu persis maksud pesan tsb, apa saya harus bayar atau saya yang diberi dana.
    Tapi yang jelas adalah saya tahu maksud dari temannya aisya itu. Sebenarnya dia percaya hadis tsb palsu, tapi sengaja dia gunakan untuk mengobok-obok umat Islam. Mungkin temannya aisya berpikir dengan cara seperti ini maka akan banyak umat islam yang murtad. Tentu saja maksud dari usaha pemurtadan ini adalah uang. Demi mendapatkan uang, temannya aisya sampai rela berbuat apapun. Bahkan yang harampun juga di halalkan.
    Tapi tentu saja saya percaya masih ada umat kristen yang menerima kehadiran umat Islam dengan baik. Mereka inilah yang tidak tahu tentang kristenisasi yang dilakukan pihak gereja.
    Di daerah Kutai Barat, kaltim ada penganut ajaran Kristen Akin, ajarannya hampir sama dengan Islam. Salah satu ajaran mereka yang saya tahu, mereka tidak makan babi. Jadi sama seperti Islam yang juga tidak makan babi.

    • haniifa said

      @Mba Fietria
      Alhamdulillah…
      Mudah-mudahan informasi ini bisa menambah wawasan bagi umat islam disekitar kita.
      Sekte Akin cukup menarik untuk disimak lebih lanjut, sama dengan tentangga sebelah rumah mereka sekte Jehova yang bertentangan dengan agama Kristen yaitu : Yesus bukan anak Allah, Yesus adalah Rasul, Yesus tidak di salib, Tidak merokok dll.

      Wassalam, Haniifa.

  2. immortaleyes said

    H@niifa
    @ll
    Assalamu’alaikum wr.wb,
    Salam sejahtera utkmu semua

    Saya sangat senang sekali membaca penjelasan dari saudara Hanifa mengenai mitos tentang Nabi Muhammad SAW menikahi Aisya pada umur masih belia sekali,,

    Menurut hemat saya, riwayat pernikahan ‘Aisyah pada usia 7 atau 9 tahun oleh Hisyam bin ‘Urwah tak bisa dianggap valid dan reliable mengingat sederet kontradiksi dengan riwayat-riwayat lain dalam catatan sejarah klasik Islam. Lebih ekstrim, dapat dikatakan bahwa informasi usia ‘Aisyah yang masih kanak-kanak saat dinikahi Nabi hanyalah mitos semata.

    saya juga sudah mencoba memberikan penjelasan kpd sdr alexious pada
    http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/15/kasih-yesus-vs-muhammad/
    pada comment 238. Desember 16, 2008 at 6:16 am

    Semoga bisa membantu saudara2 dan bisa mempertebal kecintaan kta thd Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

    ————————————————————
    “Ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (mampu mengelola harta), maka serahkan kepada mereka harta bendanya” (QS. al-Nisa’: 6).

    Logikanya, jika bapak asuh tidak diperbolehkan sembarang mengalihkan pengelolaan keuangan kepada anak asuh yang masih kanak-kanak, tentunya bocah ingusan tersebut juga tidak layak, baik secara fisik dan intelektual untuk menikah. Oleh karena itu, sulit dipercaya, Abu Bakr al-Shiddiq, seorang pemuka sahabat, menunangkan anaknya yang masih belia berusia 7 tahun, untuk kemudian menikahkannya pada usia 9 tahun dengan sahabatnya yang telah berusia setengah abad. Demikian pula halnya, sungguh sulit untuk dibayangkan bahwa Nabi SAW menikahi gadis ingusan berusia 7 atau 9 tahun.

    Ringkasnya, pernikahan ‘Aisyah pada usia 7 atau 9 tahun itu bisa bertentangan dengan prasyarat kedewasaan fisik dan kematangan intelektual yang ditetapkan Alqur’an.

    Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa cerita pernikahan ‘Aisyah gadis belia berusia 7 atau 9 tahun dengan Nabi, itu adalah mitos yang perlu diuji kesahihannya.

    —————————————————————
    H@nifaa : Saya tertarik sekali utk menyimak Sekte Akin.
    Bisakah anda memberikan wawasan dan informasi tentang sekte Akin?
    banyak Terima kasih ya faa

    Wassalam

    Salam hangat selalu

    • haniifa said

      Wa’alaikum Salam, @Mas immortaleyes
      Subhanallah…
      Sejujurnya saya sependapat dengan rekan-rekan sekalian bahwa friksi pernikahan ‘Aisyah putri Abu Bakr yang muda belia ini mengandung banyak hikmah bagi Umat Islam, walaupun dijadikan bahan olok-olok dari kaum penentang. Dan sebagai wacana yang sangat positif dari @mas Immo, saya yakin @mas tidak keberatan jika saya postingkan.

      Adapun mengenai sekte Akin… semoga @mba Fietria bersedia mengulas lebih detail !!
      Bagaimana @mba Fietria ?!

      Wassalam, Haniifa.

      • Fietria said

        Saya kurang tahu banyak tentang Sekte Akin ini. Saya sudah search di google, tapi belum ketemu.

        Mengenai Sekte Akin ini saya diberitahu oleh teman saya yang mengenal keberadaan Sekte Akin tsb.

        Sekte Akin tidak memakan daging babi, anjing dan hewan-hewan yang diharamkan lainnya.

        Mengenai apakah mereka menganggap Yesus sebagai Tuhan atau manusia, yang ini saya kurang tahu.

  3. […] Posts Mengenal tipu daya Kafirun 3Mengenal tipu daya Kafirun 2AboutRahasia Al Qur'an dibalik huruf HijaiyahIslamnya Nusantara sejaman dengan […]

  4. jelasnggak said

    http://jelasnggak.wordpress.com/2009/07/02/apakah-tuhn-bisa-membuat-dirinya-sendiri-menjadi-bukan-tuhn/

  5. […] Mengenal tipu daya Kafirun 2 […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: