حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Bersembunyi di tempat terang…

Posted by حَنِيفًا on February 7, 2009

Subhanalllah…

the70no said
February 3, 2009 at 6:53 pm

Mas haniifa yang tidak sepintar Dr. Rashad Khalifa, en emang gak perlu terlalu pintar sepintar itu, jika punya iman sesederhana seorang Bilal atow Amar bin Yasir. Dengan hanya bermodalkan syahadat mampu menanggung beratnya perjuangan mempertahankan keyakinan. Islam datang dengan damai dan sedapat mungkin menyebarkannya dengan damai tanpa menimbulkan adanya pertentangan dengan manusia atau keyakinannya. Itu dengan orang yang berbeda keyakinan, apatah lagi sesama muslim. Diskusi untuk mencapai pencerahan yang lebih tinggi dan dibumikan secara layak sehingga banyak orang yang memperoleh manfaat.
Al Qur’an adalah landasan ideologi bagi Muslimin. Landasan ideologi buatan manusia saja misalnya Pancasila bagi orang Indonesia, siapa yang berani mengotak-atik? jangankan dikurangi atow ditambah ayat atow pasal bahkan huruf sampai titik saja dihilangkan, wuahh …. bisa ngamuk tuh para pejabat negara dan militer langsung bertindak sigap menangkap pelakunya sebagai subversif. Nabi dan Rosul, dihinakan? Siapa yang berani menghina Presiden kita? Bisa2 dibui selama2nya.
Pecah belah (devide et impera) adalah taktik kaum penjajah. Sudah selayaknya kita kembali kepada semangat kebangkitan nasional, kita satu INDONESIA. MERDEKA!!!….

Dari komentar rekan diatas sepertinya sederhana, namun entah mengapa saya tidak bisa merespon dengan cepat… seolah-olah pikiran ini tertutup rapat. Anehnya acap kali dibaca yang terlitas justru ucapan Guru Ngaji belasan tahun yang lampau : “Saat ini saya sedang bersembunyi di tempat terang ?!“…

Kami memang jarang bersua… karena beliau memang seorang pedagang kecil-kecilan dan layaknya seorang pedagang kesibukannya pasti luar biasa, satu hal yang jelas setiap berbuka puasa dibulan ramadhan kebisaaan beliau selalu diawali berbuka puasa dengan buah kurma, secangkir kopi pahit dan beberapa batang rokok kegemaran beliau….

Saya tahu kebiasaan beliau berbuka puasa dengan buah kurma merupakan sunah Nabi Muhammad s.a.w, namun saya juga mencatat kapan dan bagaimana berbincang santai dengan beliau. (moment ini tentunya yang saya manfaatkeun… )

Anehnya setiap hendak menanyakan kejelasan yang dimaksud dengan “bersembunyi di tempat terang…” bibir ini merasa kelu… sebab dalam alam fikiran saya terlintas “persembunyiannya memang terang benderang tapi tempatnya tersembunyi”, suatu alasan yang sederhana mengingat saya sering mendengar cerita “Orang buni-bunian yang tinggal di hutan belantara” oleh almarhumah Ibunda saat kecil dan tidak jarang beliau menceritakan juga bagaimana perjuangan almarhum Ayahanda melawan penjajah sekaligus menyelamatkan sanak keluarga. (termasuk cerita menyeberangi sungai Serayu… dan menggendong anak-anak,… duh saya belum lahir saat peristiwa itu… 😦 )

Alhamdulillah….

Kebenaran wejangan beliau-beliau justru sedikit terungkap, manakala secara kebetulan anak-anak saya ngomel-ngomel soal genting bocor… dan menganggu keasyikan permainan pideo gem nyah..
Sebagai orang tua yang sok bijak tentu saya cukup mengatakan :

“Sabar-sabar Nak padahal saya malas naik atap… 😀 justru kalian harus bersyukur kepada Allah sebab hujannya masih air, kalau hujannya batu gimana coba ?! “

Suatu kebetulan juga :

@Mas Ayruel
Kasihan islam….hanya menanggung akibat akan perang….walau diujung2kan perang terjadi karena agama….

@Haniifa :
Alhamdulillah…
Bila kita ingat do’a Nabi Ibrahim a.s. :

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”. [QS 2:126]

Seandainya saja manusia mendengar do’a beliau saat itu, mungkin akan tertawa terpingkal-pingkal…

Bagaimana seseorang mengharapkan buah-buahan yang banyak di tengah-tengah padang pasir… ?!

Kemustahilanya adalah :
1. Nabi Ibrahim berdo’a diatas Oase Batu yang sangat keras.
2. Debit Curah hujan yang sangat langka.
3. Perlu ribuan bahkan jutaan tahun untuk merubah kontur tanah.
4. dsb.

Kenyataan :
1. Buah-buahan melimpah ruah, datang dari penjuru dunia ketempat dimana beliau berdo’a… tampa harus menanam.
2. Rizki yang banyak, mulai dari devisa negara hingga minyak bumi yang seolah-olah tidak pernah habis.
3. dsb.

Nah… sekarang kita telisik efek domino do’a beliau:
1. Kerajaan Kutai…. Minyak Bumi melipah ruah (Muslim Indonesia)
2. Kerajaan Samudara Pasai… Minyak Bumi melimpah ruah misalh: Siak Indrapuri, Dumai… hingga Aceh. (Muslim Indonesia)
3. Kerajaan Brunai Darussalam…. Minyak Bumi melimpah ruah.
3. Malaysia… Minyak Bumi melimpah ruah.

So..
Kasihan -islam- Kafirun…. mereka menuju ke jurang kehancuran telak.
Umat Islam dimanapun tidak perlu rendah diri karena mereka kaya dimanapun berada.
Umat Islam dimanapun tidak perlu merasa bodoh karena mereka lebih pintar dari siapapun juga.
Umat Islam sabar menetapi kesulitan karena akan mendapat pahala yang melimpah ruah dikemudian hari… baik didunia saat ini maupun kelak.
Kadang saya sulit memahami orang-orang yang merasa kerepotan mendapatkan rizki dari Allah berupa curah hujan ?!
Dengan curah hujan… tumbuh-tumbuhan subur…. untuk manusia.
Dengan curah hujan… binatang musiman muncul… untuk manusia.
Dengan curah hujan… kita dapat minum air bersih.

Lalu apakah lebih baik curah hujan berupa emas intan ataukah berupa air ?!

Teriring salam sahabat

Menerangi dan Bersembunyi pada diri sendiri

tiganya-mana ?!

hu.ha.ha… ternyata saya @.@ terang disembunyikan… 😀

Halaman 3 tersembunyi, angka 4 dan 7 Menerangi diri sendiri

Wassalam, Haniifa.

50 Responses to “Bersembunyi di tempat terang…”

  1. Dino Aja Deh said

    bersembunyi di tempat terang itu peribahasa yang cukup sulit dijelaskan. Tapi saya pernah lihat pilem tentara rusia memakai seragam serba putih di tengah padang salju dalam sebuah pertempuran. Serangannya dilakukan waktu siang hari, hampir sulit dibedakan mana salju atau tentara yang sedang bergerak. Kira2 seperti itu mungkin…😛
    ____________

    @Mas Dino Aja Deh
    Terang buat tentara seragam putih, tersembunyi dari lawan….
    Terang juga tidak sulitnya…
    Wahh… terima-kasih, lebih memaknai.

    Wassalam, Haniifa

  2. Dino Aja Deh said

    Wahahaah PERTAMAAAAXXXXXXXXXXXX😀 LOL CMIIW
    ________

    😉😀
  3. Assalamu alaikum wr wb

    Ada tapi tak terlihat….
    hhhh…coba pake radar…yang super…yaitu HATI…
    Wachh..pasti keliatan

    numpang ….:

    http://ayruel.wordpress.com/2009/02/07/al-qur%EF%BF%BDan-%EF%BF%BDbonsai%EF%BF%BD-versi-kristen/

  4. Assalamu alaikum wr wb

    Ada tapi tak terlihat….
    hhhh…coba pake radar…yang super…yaitu HATI…
    Wachh..pasti keliatan

    numpang ….:

    http://ayruel.wordpress.com/2009/02/07/al-qur%EF%BF%BDan-%EF%BF%BDbonsai%EF%BF%BD-versi-kristen/

    Wassalam
    _______

    Wa’alaikum Salam Wr. Wb, @Kang Ayruel Chana

    😉😀

  5. iwan said

    memang bnar islam itu adalah landasan manusia……..
    ___________

    @Mas Iwan.
    Subhanallah…
  6. dimashusna said

    Bersembunyi di tempat terang

    (Nyumput Buni dinu Caang) itu bahasa sundanya.

    Kalau bahasa gampangnya (Intelijen / Reserse)

    Kalau dalam Islam biasanya para Wali.
    _______________

    @Mas Dimashusna
    Kalau dalam Islam biasanya para Wali.… betul waktu selesai Walimahan… malemnya (saya dan istri) sembunyi di suatu tempat… deuh… jadi inget honey moon neeh…😀

    Wassalam, Haniifa.

  7. konyol said

    @Iwan
    Kalau gitu salah yesusan…😆
    _________

    @Mas Konyol
    Maksud @mas, mbak-ayu Susan gituh ?!😀
  8. konyol said

    @dimashusna
    elo pernah nikah dimana ?!😆
    _____________

    @Mas Konyol
    Setahu saya kalau Islam akad nikahnya di Masjid, surat Nikah dari KUAWali Pengantin Wanita harus Ayah Kandung, atau di wakilkan pada paman, saudara laki-laki,…😉
    Begitu juga dengan agama-agama lain, munkin di tempat beribadahnya.
    Atau boleh juga akad nikahnya dilakukan dirumah Pengantin Wanita.
    Apa @mas belum nikah gituh ?!

    Salam jumpa, Haniifa.

  9. salam kenal
    __________

    @Mas Orb
    Salam kembali, trim’s atas kesediaan berkunjung…
    Duh… blog-nya @Mas, bagus sekali… penuh dengan daya kreasi yang memukau.
    Dilain kesempatan insya Allah, kalau mas berkenan saya numpang-nampang…😉

    Wassalam, Haniifa.

  10. agorsiloku said

    Bersembunyi di tempat terang…
    begitu terangnya cahaya menerangi…
    sehingga tak mampu melihat lagi…

    bukankah kita jua tak bisa melihat matahari…
    saking terangnya..😀

    Dan cahaya di atas cahaya… menerangi segala yang ada…lalu, kini, dan masa depan.

    Lalu dimanakah lagi kita bisa bersembunyi….

  11. sangat dipersilah mejeng di blog gw, rilex n download ilmu scara orb slagi bareng orb enjoy. hehehhe

    @
    Matur nuwon sanget lho…😉
  12. WEDUL SHERINIAN said

    Bersembuyi di tempat terang….Yah seperti orang kaya yang gak ingin hartanya diincar orang miskin….hehehe. Takut habis.

    Liat aja, negeri Muslim ada yang kaya, tetapi kok gak bisa membantu negeri yang miskin ya!. Apa karena negeri miskin itu sarang penyamun..hehehe

    ________________

    @Mas Wedeul Sherinia
    Subhanallah…
    Negara Muslim semua kaya dan pintar @mas,… saya jadi teringat saat beberapa bulan kebelakang harga minyak dunia melijit dan penghasil minyak (baca: mayoritas Islam) dihujat rame-rame…. hehehe… ternyata cukup dengan buka-tutup kran minyak dan hasilnya ewesh-ewesh… Industri Dunia Barat plus Amrik and sok on….
    Liga Arab is the best…
    Orang-orang Islam di Indonesia very the best…😀

    Wassalam, Haniifa.

  13. WEDUL SHERINIAN said

    Sayang…Yang bisa menikmati Rahmat Allah hanya mereka yang Nyemplung di minyak…hehehe. Bumi seluas ini kan harusnya milik para manusia yang ada didalamnya. Bukan milik segelintir manusia…Pemerataan..pemerataan. Apanya yang rata ya…mukenya kali…hahaha. Gak kerja kok suruh rata…hehehe

    Mereka berkata : “Lah kok pemerintah hanya mengurusi PNS, lha kita yang swasta kecil-kecilan dianggap bukan warga to. Lha hidup di indonesia ini kan untuk menikmati alam indonesia. Kok malah diusir sana-sini gak boleh dagang,”…hehehe emang dagang apa ya?..

    _____________

    @Mas Wedul Sherinian
    Wahh… setzZ keep meneng…kita sama-sama pedagang,…
    Lha itu tadi @mas, doeloe sepanjang jalan utama… banyak toko-toko kecil dan beragam pemiliknya…. sekarang mereka dagangannya sepiiiii buanget.
    Lucunya mau protes… sama mall-mall nggak bisa. Jadi dalam kacamata saya pedagang kaki lima terusir secara kasat mata, sedeungkeun pedagang toko-toko pinggir jalan terusir secara tutup mata…😀
    Deuh mudah-mudahan proses kapitalisasi sedikit berkurang.

    Wassalam, Haniifa.

  14. kangBoed said

    hmm…
    Bersembunyi di dalam terang..
    Berenang di dalam lautan cahaya..
    hanya satu jalan untuk bersembunyi
    bagaimana caranya kita menjadi satu titik dalam lautan cahaya..
    yayaya.. satu titik cahaya dalam lautan cahaya..
    masih silauuuu ??
    wallahualam..
    Salam Sayang

  15. masyono9 said

    @haniifa
    Gak liburan yaaaa…..
    Aku baru aja sampai dari geger kalong

    • @Mas Yono9😀 hehehe… hampir 5 tahun ini jadi penganggur berat, makanya banyak OL…
      Tapi Alhamdulillah kalau untuk sekedar dapur ngebul sihhh ada, yang nggak ada itu pengganti roda empat yanb berubah ujud jadi roda duwa… hahaha….

      Bijimanah kabarnya gerlong ?!

  16. masyono9 said

    @Haniifa
    Gerlong selalu damai selalu,,,, saya selalu menyempatkan diri untuk berjamaah di Darut Tauhid dengan sang Empunya

  17. @Haniifa

    Menurut saya bersembunyi ditempat yg terang, itu adalah Taqiyah. Mungkin Guru Ngaji anda ber-Taqiyah, karena Taqiyah adalah bagian dari agama.

    Wassalam…

    • @Wawansyi’ah😀 hua.ha.ha.. idiot kok nggak abis-abis.

      Kalau yang mencarinya seperti sampean yang BUTA dan TULI, biarpun sayah bersembunyi ditempat yang sangat-sangat terang dang berteriak-teriak juga sampean tetap tidak tahu…

      Guruku bertaqiyah…. entut mu kui👿

  18. @Haniifa

    Dalil sebagai bahan rujukan daripada Taqiyah, sbb:

    “Jangan sampai orang-orang yang beriman menjadikan orang-orang kafir sebagai teman-teman mereka selain orang-orang yang beriman. Barang siapa yang melakukan hal itu maka tidak ada pertolongan dari Allah kecuali untuk menjaga diri terhadap mereka (orang-orang kafir) dengan sebaik-baiknya. Allah memperingatkan kalian (agar selalu ingat) kepadaNya. Dan kepada Allahlah kalian kembali.”[Al-Qur’an(3): 28].

    Ungkapan menjaga diri terhadap mereka (orang-orang kafir) dengan sebaik-baiknya diterjemahkan dari tattaqu minhum tuqatan, kata tattaqu dan tuqatan mempunyai akar kata yang sama dengan taqiyah.

    Wassalam…

    • @Wawansyi’ah
      Dalil sebagai bahan rojokan Imam YESUS KRESTUS…MELETUS… hua.ha.ha…
      Mahdi_Syiah_Kristen
      Sabda Imam Ali ass (ASS=Asli Syi’ah Sapigila😀😆 )
      Taqiya ?! buktiken sendiri sayah tidak membenci IRAN secara membabi buta, serperti kalian mencintai IMAM KHOMUNIS membabi buta.

      https://haniifa.wordpress.com/2009/12/27/optimasi-al-quran-wysiwyg-dan-wyhiwyg/

    • @Wawansyai’ah
      Bersembunyi di tempat terang-terangan syi’ah+kristen idiot….

      Kira-kira sedanga bertaqiyah nggak yach ?!😀😆

    • @Haniifa

      Dalil yg lain sebagai bahan rujukkan, sbb:

      “Barangsiapa mengingkari Allah sesudah mengimaniNya (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali dia yang terpaksa untuk melakukan itu sedang hatinya masih tenteram dalam keimanan; akan tetapi barang siapa yang membuka dadanya untuk kekafiran, maka laknat Allah menimpa mereka, dan bagi mereka azab yang dahsyat.” [Al-Qur’an (16): 106]

      Sebagaimana disebutkan dalam kedua sumber, Sunni dan Syi’ah, ayat ini diturunkan mengenai Ammar ibn Yasir. Setelah Nabi Muhammad saw berhijrah, kaum kafir Mekah memenjarakan beberapa orang Islam Mekah, menyiksa dan memaksa mereka untuk meninggalkan Islam dan kembali pada agama mereka semula, yakni menyembah berhala. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah Ammar, berserta ayah dan ibunya. Orang tua Ammar menolak untuk mengingkari Islam dan meninggal kerana siksaan. Tetapi Ammar – untuk menghidari siksaan dan kematian – pura-pura meninggalkan Islam dan menerima penyembahan berhala, dan kerana itu ia terhindar dari bahaya. Setelah dibebaskan, dengan diam-diam ia meninggalkan Mekah pergi ke Madinah. Di Madinah ia mengadap Nabi Muhammad saw, dan dalam keadaan menyesal dan sedih dengan apa yang telah dilakukannya ia bertanya kepada Nabi saw, apakah dengan berbuat demikian ia telah keluar dari wilayah kesucian agama. Nabi saw menjawab bahawa kewajibannya ialah apa yang telah ia lakukan. Kemudian ayat tersebut diwahyukan.

      Wassalam…

  19. @Haniifa

    Dalil yg lain sebagai bahan rujukkan, sbb:

    “Barangsiapa mengingkari Allah sesudah mengimaniNya (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali dia yang terpaksa untuk melakukan itu sedang hatinya masih tenteram dalam keimanan; akan tetapi barang siapa yang membuka dadanya untuk kekafiran, maka laknat Allah menimpa mereka, dan bagi mereka azab yang dahsyat.” [Al-Qur’an (16): 106]

    Sebagaimana disebutkan dalam kedua sumber, Sunni dan Syi’ah, ayat ini diturunkan mengenai Ammar ibn Yasir. Setelah Nabi Muhammad saw berhijrah, kaum kafir Mekah memenjarakan beberapa orang Islam Mekah, menyiksa dan memaksa mereka untuk meninggalkan Islam dan kembali pada agama mereka semula, yakni menyembah berhala. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah Ammar, berserta ayah dan ibunya. Orang tua Ammar menolak untuk mengingkari Islam dan meninggal kerana siksaan. Tetapi Ammar – untuk menghidari siksaan dan kematian – pura-pura meninggalkan Islam dan menerima penyembahan berhala, dan kerana itu ia terhindar dari bahaya. Setelah dibebaskan, dengan diam-diam ia meninggalkan Mekah pergi ke Madinah. Di Madinah ia mengadap Nabi Muhammad saw, dan dalam keadaan menyesal dan sedih dengan apa yang telah dilakukannya ia bertanya kepada Nabi saw, apakah dengan berbuat demikian ia telah keluar dari wilayah kesucian agama. Nabi saw menjawab bahawa kewajibannya ialah apa yang telah ia lakukan. Kemudian ayat tersebut diwahyukan.

    Wassalam…

  20. @Bang Zero

    Karena Taqiyah, maka mazhab Syi’ah sebagai proyeksi Islam murni hanya sedikit pengikutnya, karena banyak sekali propaganda dan fitnah busuk yang dihujamkan oleh musuh-musuh Islam kepada mazhab tsb.

    Wassalam…

    • @Bang Zero😀 hehehe… coba kalau si Wawansyi’ah benar-benar islam murni tentu akan tekagum-kagum dengan postingan sayah, sebagaimana respon seorang Islam Murni ini:

      dameydra said
      December 30, 2009 at 3:47 am

      masya allah… tulisan yang bagus banget… subhahanallah… salam perdana ,…. aku cukup kaget dengan tulisan anda

      Perhatikan kenapa belaiu saya bilang umat Islam Murni:
      1. Mengucapkan asma/// ALLAH, (masya allah dan subhahanallah)
      2. aku cukup kaget… artinya belaiu benar-benar menyimak tulisan/artikel bukan memuji saya.

      Dalam hati saya bersyukur kepada Allah, dengan mengucapkan ALHAMDULILLAHI RABBIL’ALAMIN, ternyata tulisan ini tidak sia-sia….

      (kecuali buat agama syi’ah..:mrgreen: )

      Wassalam, Haniifa.

    • @Bang Zero
      Sangat jelas sekali sekarang apa itu “taqiyah” dalam perspektif agama syi’ah …

      (Tolong simak perilaku dan propaganda busuk si Wawasyi’ah yang pura-pura ISLAM dengan dalil taqiyah… hehehe…)😀

      Coba perhatikan kalau saja yang membacanya si AHMAD DI BEJAD (baca: Al Kafirun ) mungkin @Wawansyi’ah berkoar-koar paling keras… atau yang membacanya si IMAM ALI KHAMEINEI… hehehe, sayangnya Qari Al Qur’an dari IRAN yang bernama Hamed Shakernejad dan bukan salah satu Agama Syi’ah atau Yahudi-IRAN.

      Wassalam, Haniifa.

    • @Bang Zero
      Biasanya orang sombong dan takabur itu senantiasa menepuk dada😀
      Coba lihat dengan mata kepala sendiri kelakuan orang-orang Syi’ah apapun alirannya / sektenya atau sempalannyah.

      Perbandingan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Adakah kedua golongan itu sama keadaan dan sifatnya? Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran (daripada perbandingan itu)? (QS 11:24)

      @All
      Coba perhatikan ada tidak komentar @Wawansyah pada artikel ini, padahal saya tahu beliau memonitor semua artikel sayah … 8)

      https://haniifa.wordpress.com/2009/12/27/optimasi-al-quran-wysiwyg-dan-wyhiwyg/

  21. […] Bersembunyi di tempat terang… […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: