حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Mujizat Air Zam-zam

Posted by حَنِيفًا on April 2, 2008

Assalamu’alikum,

Sungguh suatu pertanyaan yang menarik …! dan suatu pertanyaan yang sangat wajar sekali seeh sayakira, bahkan bisa timbul di benak pemikiran Muslim atau Non Muslim. Saya pribadi juga hanya menduga-duga  dari data colek sana-sini mudah-mudahan kurang jitu😀

Uji pompa (pumping test) telah dilakukan pada sumur ini, pada pemompaan 8000 liters/detik selama lebih dari 24 jam memperlihatkan permukaan air sumur dari 3.23 meters menjadi 13.39 meters. Setelah pompa dihentikan, hanya perlu 11 Menit untuk kembali ke semula. Saya yakin hanya satu alasan yang membuat demikian yaitu bahwa akifer yang mensuplai air ini berasal dari beberapa celah pada perbukitan disekitar Mekah yang mana berfungsi sebagai penampung air, setelah terfilter oleh padang pasir sepanjang 75 Km mulai dari laut Merah hingga ke perbukitan tersebut.

Penyampai pertanyaan : Jamal Nurdin

Pertama : Mungkinkah Sumur Zam-zam itu masih ada ?
Sumur itu adalah mudjijat Nabi Ismail, dan mudjijat itu menyertai Nabinya. Maka ketika Nabi Ismail sudah tidak ada maka mudjijat itu telah diambil “Yang Punya”.

Kedua : Apakah mungkin air zam-zam itu mengalir tak henti2 sampai cukup dapat di-ekspor ke negara2 lain dan di bawa para jamaah haji ?

Kenapa Arab menghijaukan daerahnya dengan air sungai Nil, dan PDAM nya dari sungai Nil, mengapa tidak dari air Zam-zam aja dah (apalagi orang Arab terkenal pelit, untuk membagikan kesesama)

Penjawab pertanyaan : Abu Daniel

Sumur Zam-zam lama terkubur karena karena ditimbun oleh kabilah Jurhum setelah terusir dari Mekkah yang sebelumnya dibawah kekuasaan mereka. Kabilah ini adalah kabilah isterinya Nabi Ismail AS yang menurunkan suku bangsa/kabilah Arab termasuk diantaranya suku Quraish yang menurunkan Nabiyullah Muhammad SAW.
Waktu Ka’bah dibawa penguasaan kakek Rasulallah Abdul Muthallib, berkehendaklah beliau untuk mencari letak sumur zam-zam yang tertimbun sekian lama itu. Atas redha Allah dan anugerahNya, maka didatangkanlah mimpi kepada beliau dimana letaknya sumur tersebut. Dan digalilah kembali sumur yang terpendam itu pada lokasi yang ditentukan sesuai dengan mimpi yang diperolehnya.
Setelah sekianlan dalam menggali, diketemukanlah barang-barang milik Ka’bah yang ditanam oleh suku Jurhum didalam sumur zam-zam yang ditimbun tersebut. Bersamaan dengan itu, sumur yang sudah sekian lama terbenam, atas kehendak Allah memancarkan airnya, yang sampai sekarang masih bisa kita nikmati.
Apakah sumur tersebut adalah sumur awal pada zaman Nabi Ismail AS?. Kita harus percaya, karena Rasulallah sendiri dan para shahabat percaya.
Apakah air zam-zam yang kita minum adalah asli?. Kalau yang pernah saya peroleh waktu berhaji dulu pada tahun 2000, memang yang saya ambil sendiri dari lokasi sumurnya, sebelum diratakan untuk pelebaran tempat thawaf sekarang.
Setahu dan sepengalaman saya, air zam-zam hanya dipergunakan untuk minum, bukan untuk keperluan lain. Karena air untuk MCK selama dimaktab didistribusikan dengan truk tangki yang diperoleh dari air produksi PDAM Jeddah ( hasil desalinasi air laut Merah atau olahah air sungai Nil?, kalau tidak salah). Begitu juga dengan air yang dipergunakan untuk penghijauan, mungkin saja diambil dari air sungai Nil yang disalurkan ke Arab.
Pada masa itu juga (tahun 2000), sudah ada air zam-zam yang dibotolkan oleh pemerintah Arab Saudi melalui perusahaan BUMN mereka ( saya lupa namanya) untuk dibagikan kepada jamaah calon haji yang baru tiba di Mekkah (di pos pertama untuk memasuki kota Mekkah).
Apakah betul yang dibagikan itu air zam-zam?. Saya percaya. Karena di Arab Saudi masih banyak ulama-ulama besar Islam, yang tidak mungkin tinggal diam kalau ada hal-hal yang sifatnya penipuan, apalagi penipuan terhadap jamaah haji.
Kenapa air zam-zam sudah sangat mudah didapat?. Seperti saya katakan diatas, pada tahun 2000 saja sudah ada pembotolan air zam-zam. Jadi tidak ada alasan ketidak mungkinan air zam-zam menjadi komoditi eksport demi untuk pemerataan karunia Allah, sehingga umat Islam yang tidak sanggup berhajipun bisa menikmati air zam-zam. Orang miskinpun bisa menikmati air zam-zam, bahkan non-muslimpun bisa menikmati air zam-zam. Inilah keMaha Pengasihnya Allah. Apakah air zam-zam yang dijual di Tanah Abang asli?.
Apakah karena kita muslim, maka pemerintah Arab tega membohongi kita dengan menexport air biasa menjadikan air zam-zam?. Terlampau absurd sekali kalau kita sampai berpikiran demikian.
Apakah di Arab Saudi sudah tidak ada ulama?. Apakah ulama-ulama besar Islam sedunia akan tutup mulut?. Apakah umat Islam didunia ini ( bukan hanya di Indonesia)tersangat dan sedemikian bodohnya sehingga mudah ditipu?. Apakah pemerintah Arab sedemikian tengilnya dan tidak lagi takut akan siksa Allah?. Apakah sudah tidak ada iman lagi para pejabat pemerintah Arab?. Apakah tidak cukup karunia Allah berupa minyak mentah dibuminya sehingga sanggup menjadikan zam-zam sebagai suber export dengan penipuan lagi?.
Kenapa zam-zam sampai sekarang belum kering?. Karena sumbernya airnya tidak terpikirkan. Ada yang berpendapat bahwa airnya berasal dari Laut Merah. Apakah mungkin air Laut Merah bisa meresap sampai ke Mekkah sedangkan jaraknya mencapai 75 km?. Tidak ada bukti ada terowongan bawah tanah dari Laut Merah ke Mekkah yang menjadi alat penyaluran air ke sumur zam-zam.
Karena pernah diuji dengan mendry-up sumur menggunakan pompa berkecepatan tinggi, tetapi setelah sebelas menit kemudian, sumur zam-zam penuh kembali seperti sebelum dipompa. Apakah ini tidak cukup membuktikan kemu’jizatan yang diberikan Allah kepada Ismail AS khususnya dan umat Islam umumnya?.
Kenapa air zam-zam tidak menjadi salah satu keajaiban dunia?. Pertanyaannya, siapakah yang menentukan sesuatu itu menjadi keajaiban dunia?. Bukankah orang non-muslim?. Siapakah yang dikirimkan questionire untuk menentukan sesuatu itu menjadi satu keajaiban dunia?. Non-muslim.
Kenapa juga Ka’bah dan Masjidil Haram yang sejarahnya sudah dikenal dunia dan menjadi tempat yang dikunjungi tidak kurang dari 2 juta umat setiap tahun tidak menjadi salah satu keajaiban dunia?. Bahkan juga tidak termasuk dalam Guinness Book of Records?.
“Kemungkinan” dan “ketidak mungkinan” tergantung dari kita menyikapi bukti. Tergantung sejauh mana kita berpikir positip. Tergantung sejauh mana keimanan kita.
Bukti sudah ada, penjelasanpun sudah ada.

Pikirkan dan jawabannya ada ditangan anda!.

Nahh tuh… bagaimana sikap kita ??!!😀

Sumber Tulisan dari: Mas Agorsiloku

Wassalam, Haniifa.

1. Seteguk air zam-zam, dari seorang sahabat

7 Responses to “Mujizat Air Zam-zam”

  1. Abinurulkhairiah said

    Assalamu’alaikum,
    Tambahan informasi.
    Jarak sumur Zma-Zam ke Ka’bah 21 meter.
    Dalam sumur keseluruhannya sumur dari bibir sumur ke dasar sumur 30 meter. Jarak permukaan air sumur dari bibir sumar 4 meter. Garis tengah sumur berkisar antara 1.55 m s/d 2.66 meter. Dari bibir sumur ada 13 meter yang dibetoni, selebihnya tidak dilapisi beton. Debit air berkisar 11 s/d 18.5 liter per detik.
    Sumber mata air yang besar ada 2, satu mengarah ke Ka’bah dengan ukuran 70 cm x 30 cm (keluarnya dari dinding sumur) dan satu lagi dari dengan ukuran yang sama tereletak agak berseberangan.
    Air tidak memancur dari dasar sumur tetapi lebih banyak dari sisi-sisi dinding sumur. Mulut sumur sekarang ditutupi dengan kaca tebal untuk keamanan tapi kita masih bisa melihat kedalam sumur.
    Yang terdapat didalam sumur adalah pipa untuk memompa air keluar, tidak ada pipa lain untuk memasukan air kedalam sumur(jadi kalau ada yang berpikiran bahwa ada air hasil produksi PDAM Arab yang disupply ke sumur, maka ini salah besar). Tahun 1417H, telah dibangun waduk untuk menampung air zamzam dengan luas 15000 m2. Dulu didalam lokasi sumur terdapat 250 kran penyalur air untuk keperluan jamaah mengambil air (saya pribadi pernah mengambil dari kran ini pada tahun 2000. Dulu didalam ruangan sumur ini ada dua bagian yang disekat dinding, satu untuk jamaah wanita dan satu lagi untuk jamaah laki-laki. Air zam-zam dari sumur ini tidak dialirkan dengan pipa ke Madinah ( ke Masjid Nabawi untuk minuman para jmaah haji ) tetapi diangkut dengan truk tangki. Ini khusus untuk supply air minum. Sedangkan untuk MCK dipergunakan air hasil desalinasi oleh PDAM Arab saudi dari Jeddah.
    Sebelum dibangunnya waduk, bagaimanapun derasnya sumber mata air, belum pernah terdengar air ini melimpah melewati bibir sumur.
    Pernahkah sumur zam-zam ini kering. Pernah. Waktu pemerintahan Arab ditangan kabilah/suku Jurhum jauh setelah Nabi Ismail AS wafat. Ini disebabkan karena mereka tidak menghormati dan menyia-nyiakan sumur tersebut. Setelah dikalahkan oleh suku/kabilah Khuza’ah, bekas sumur tersebut digali oelh Jurhum untuk menanam harta benda mereka/termasuk harta benda Ka’bah. Kemudian pada zaman Abdul Muththalib memegang kekuasaan atas Mekkah, sumur ini digali kembali sesuai petunjuk dalam mimpi yang beliau dapatkan. Sampai sekarang tidak pernah terdapat rujukan yang menerangkan sumur tersebut pernah kering kembali. Wallahua’lam.
    Wassalam,

    @
    Wa’alaikum Salam, mas Abinurulkhairiah
    Terima kasih atas infonya…sepertinya melengkapi postingan diatas😀
    Mudah-mudahan oleh-oleh pengalaman ber”Haji” mas Abinurulkhairiah ini menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua. Amin.
  2. ayruel said

    Eit..ada zam zam juga nih

    @
    Syi’ar…gratis di sisi blog…😀
    Mudah-mudahan pahala melimpah di sisi Allah, Amin.
  3. amin…..ya robbal almin

  4. ARYA said

    KOK PADA RE[POT AMA BUDAYA WONG MESIRBUDAYA YANG LAHIR DARI NENEK MOYANG KITA KOK NGGAK DI URUS PIYEE… IKI

    @mas Arya
    Betul mas, Mesir melahirkan budaya membuat piramid dari batu.
    Lha… Indonesia melahirkan budaya membuat candi Borobudur dari batu.
    Soal lahir dari nenek moyang kita, saya belum ketemu sama kakek moyang…😀
    Trim’s, Haniifa.
  5. hilsonz said

    Allahuakbar…Mudah-mudahan segala pencerahannya di terima Allah sebagai ILMAN NAFI’A…

    @Mas Hilsonz
    Amin.
    Wassalam, Haniifa.
  6. […] Mujizat Air Zam-zam […]

  7. ojiah said

    ggg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: