حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Ekstrapolasi takdir

Posted by حَنِيفًا on March 11, 2008

Salam,
Menurut saya TAKDIR akan menjadi WAJAR bila kita ingat ayat:
“maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya” [QS 91:8]

Sebab setiap takdir baik dan buruk, menurut pemahaman saya harus di tempatkan sebagai titik-titik extrapolasi dari sbb:
Seandainya, dalil Naqli (Sunatullah dan Sunah Rasulullah) digambarkan sebagai sumbu-y (vertikal), dan
Seandainya, dalil Aqli (Nalar, logika, teorema, dsb.dsb) digambarkan sebagai sumbu-x (harizontal), dan

Seandainya, titik nol (y=0 dan x=0) = Titik aqli baligh, dan
Seandainya, QS 1:6 “Tunjukilah kami jalan yang lurus,” sebagai resultante yang membentuk sudut 45 derajat antara sumbu-y dan sumbu-x)

Contoh kasus:
Dalil Naqli = Surat Al Hajj ditempatkan pada urutan ke 22
Didalam ritual haji Thawaf = 7 keliling kabah.
Dalil Aqli = berarti 1 keliling = K, dan D=1/7 thawaf.
Maka:
Nalar matematika: 7 T = 22 D (Penulisan persamaan matematika)
Nalar Programmer: K = 22/7 D (Penulisan bahasa komputer)
Kenyataan:
Masih banyak orang menolak bahwa pi=22/7
Contoh lain
Suatu pertanyaan mungkin muncul…
“Kalau memang definisi itu sangat penting..??”
Allah berfirman:
“Tunjukilah kami jalan yang lurus” (QS 1:6)
“(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” ( QS 1:7)Begitu pentingnya, sehingga Allah menetapkan pada Umul Kitab.
lalu…
Agar manusia tidak lupa/melupakan Allah, sehingga setiap raka’at shalat wajib dibaca.
Saya faham maksud definisi perspektif transenden perspektif empiris yang mas M. Shodiq utarakan, dalam kontek takdir.

Misalnya, kasus Nabi Ibrahim a.s : Api membakar kayu, pada saat yang bersamaan juga api tidak membakar Nabi Ibrahim a.s

Nabi Ibrahim a.s memilih dibakar oleh api walaupun mengetahui bahwa sifat api panas. Atau dengan kata lain beliau tetap rido menerima kematiannya dengan dibakar (perspektif empiris)
Kemudian….
Allah mengubah sifat api dari panas mejadi dingin untuk Nabi Ibrahim a.s akan tetapi sifat panas untuk kayu tetap.
Subhanallah…Nabi Ibrahim a.s tentu bertanya-tanya kenapa…
Api yang seharusnya panas jadi dingin, padahal aku telah memilih takdirku…?? Pastilah Allah yang telah mengubahnya.
Selanjutnya bagaimana prosesnya ??…tentu pertanyaan tidak akan pernah terjawab.(perspektif transenden).

Kaum laki-laki sudah di”takdir“kan berpasangan dengan wanita, lalu apa jadinya kalau kita mengubah takdir (sunnatullah) ??

Allah ta ‘ala menggambarkan dalam surah Al A’raaf.
Dan (Kami juga telah mengutus) Lut (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?” ( QS 7:80)
Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. (QS 7:81)
Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka (Lut dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura menyucikan diri.” (QS 7:82)
Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). (QS 7:83)
Catatan: Istri Nabi Luth a.s termasuk yang mengubah takdir
Lalu …
” …Allah tak kan merubah nasib suatu kaum kecuali oleh kaum itu sendiri..” (QS 13:11)
Jelas bahwa yang dimaksud “merubah nasib” adalah usaha semaksimal mungkin, dan dalam usahanya harus tetap dijalan yang diridoi Allah, seperti yang digambarkan dalam surah Al Jumu’ah :
Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (QS 62:10)
Wasalam.

9 Responses to “Ekstrapolasi takdir”

  1. agorsiloku said

    Namun juga, semua yang ada di sumbu Y adalah takdir juga…dan merujuk pada sumbu X😀

    @
    Tergantung…mau pilih perspektif transenden atau empiris😀
  2. aricloud said

    Takdir juga tidak bisa dilepaskan dari “Persepsi”
    karena persepsi / prasangkaan hamba Allah adalah prasangkaan Allah. artinya, prasangkaan Positif adalah kunci utama kebahagiaan seorang Muslim.
    Misalnya, jika seseorang terkena musibah, maka akan berbeda reward and pusnishment yang akan diterimanya dari Allah jika ia berpersepsi bahwa musibah itu adalah sebuah cobaan, atau ujian kesabaran, atau sebuah azab, atau misalnya ketidakadilan Allah (Na’udzubillah).

    Begitu juga api…nabi Ibrahim as yang yakin akan keadilan Allah dengan persepsinya, ternyata api itu tidak panas.

    Sebaliknya juga, jika Setan dan Iblis diciptakan dari Api, bukan berarti neraka yang penuh api tidak menjadi siksaan bagi setan dan iblis. bahkan justru lebih parah..(Wallahu’alam).

    @Mas Aricloud
    Subhanallah…
    Terimakasih mas Ari, lebih memaknai… bahwa semua disisi manusiawi adalah tergantung persepsi kita.
    Ibarat perbuatan mencuri…. tentu akan di pandang baik dan sukses bila mencuri dengan menguras seluruh isinya dari segi perampok, sebaliknya perbuatan mencuri suatu hal yang sangat buruk dari sisi etika bermasyarakat pada umumnya… apalagi jika dikaitkan dengan aqidah beragama.

    Wasssalam, Haniifa.

  3. Hi Hi Hi. Ektrapolasi ya ??? Aku seneng dolanan ekstrapolasi.
    Ektrapolasi ndak harus linier khan Pak Guru ???
    Tak nggoleki dolananku sik. Kapan-kapan tak tambahi komentar iki. Hi Hi Hi…

    Ektrapolasi, ektrapolasi. Seberapa benar dirimu ???
    Ektrapolasi, ekstrapolasi betapa kucinta padamu….-

    @Mas Lovepassword
    Kalau ektrapolasinya nggak linier := (QS 1:7)…
    Yang diharapkan linier ke atas := (QS 1:6)
    Kalau linier kebawah := kembali ke teka😀

    Wassalam, Haniifa.

  4. Yang diharapkan linier ke atas ?

    Mengapa harus linier, kok nggak kurva lengkung aja ??? He he he…..-

    Senenge kok mbek sing jejeg-jejeg wae…- Hi Hi Hi

    —-

    @Cah Handsome
    Ne ngasemtut vertikal := sampeyan mirip Gulam Ahmad… and sok on.
    Ne ngasemtut horizontal := sampeyan mirip Hitler… and sok on.
    Artine :
    “maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya” [QS 91:8]
    Saat dapat ilham fasik —> ketakwaan harus meningkat
    Mirip kaidah tangan kanan := Hukum @mas Faraday
    hu.hu.hu.. yang dihasilkan berbanding lurus dengan ha.ha.ha😀

    Wassalam, Haniifa.

  5. Wak ngomong mbek Profesor ki jan marahi Cah TK tambah bingung :

    Nek ngasemput vertikal mirip Gulam Ahmad ?

    Nek horizontal mirip Hitler ?

    Lha terus enake sing pripun ? Mboten Horizontal mboten vertikal, napa mboten ngasemtut ?

    Terus Kaidah Tangan Kanan Mas Faraday ?? Lha Hubungane kabeh niku nopo?

    Serius ki Pak Guru, aku rak mudeng maksudmu Pak Guru. Maklum ya kan isih TK. Hi Hi hi

    @Cah Handsome lan pinter
    Ambil kertas sekotak…eh sale… kertas berpetak… hi.hi.hi
    Tangan kanan kepalkan, dan jempol ancungkan… kemudian tempelkan di kertas😀
    Jari-jari tangan := Ujian dan godaan didunia
    Jempol/ Ibu jari := Resultante dari ujian tsb, sumb-y:= dalil naqli dan sumb-x:=dalil aqli
    Arah gaya ibarat empat jari, mulai dari kelingking, jari manis, jari tengah dan telunjuk atawa titik-titik ujian ?! (baca: dari Allah subhanahu wa ta’ala)
    Saya juga nggak begitu mudeng, kenapa pada saat shalat jari telunjuk mengarah ke Ka’bah….
    (serius ki, opo ono kaitane sama energi potensial dari diri seorang Musllim ?!)

    Wassalam, Haniifa.

  6. […] menghadapi takdir diambil oleh hak mengubah takdir, hak menghindari takdir, hak mengakali […]

  7. Aji said

    Salam untuh Haniifa, sukses selalu Aji

    Wa’alaikum Salam, @Mas Aji
    Duhh.. bahagia sekali rasanya begitu kenal langsung memberikan smangat.. .;) ,
    Semoga @Mas Aji juga selalau dilimpahkan rahmat dari Allah subhanahu wa ta’ala dan dimudahkan jalan menuju sukses,Amin.

    Wassalam, Haniifa.

  8. Fietria said

    Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika bukan kaum itu sendiri yang mengubahnya

    @
    Subhanallah,
  9. […] Ekstrapolasi takdir […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: