حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Ibadah Shalat kok … ditawar-tawar.

Posted by حَنِيفًا on January 9, 2008

Assalamu’alikum,

Pelaksanaan shalat Nabi Muhammad s.a.w menurut pemahaman saya mengikuti Rasullullah sebelumnya,  ketika  Khadijah masih hidup beliau sudah terbiasa menetapi waktu shalat. Mera kita perhatikan kembali sejrah ketika   Ali bin Abi Thalib (saat itu beliau belum aqli baligh, kira-kira berusia 10 tahun) bertanya pada Rasullullah “Kepada siapa kalian ruku’ dan sujud ?!”
Mereka menjawab : “Kami sujud kepada Allah, yang mengutusku menjadi Nabi dan Rasul, dan yang memerintahkan aku mengajak manusia menyembah Allah semata”,

Kejadian tersebut, semua para ahli sejarah sepakat bahwa hal itu terjadi manakala Abu Bakr as Sidiq belum memeluk islam, dan Nabi Muhammad s.a.w baru saja memulai ajaran Al Qur’an pada keluarga terdekatnya saja.


Bukti lain bahwa perintah shalat di Mekkah “Kabbah” adalah kisah Islamnya Umar bin Khatab disebabkan rasa penyesalan setelah memukul keluarganya sendiri saat mendenganmereka menetapi shalat bersama suaminya. Hanya arah kiblat masih menuju Yerusalem “Al Masjidil Aqsa”, dan menurut hemat saya jumlah rakaat shalat wajib semuanya sama 4 rakaat saat itu.

” Adapun Nabi Muhammad disampaikan sepulang beliau diperjalankan malam ke Sidratul Muntaha? ”

Saya tidak mempunyai alasan yang kuat, perintah shalat dari 50x sehari menjadi lima waktu saja. Tapi esensinya “pengurangan shalat” memang ada yaitu Shalat Magrib dari 4 rakaat menjadi 3 rakaat, dan Salat Fajr dari 4 rakaat menjadi 2 rakaat(sebagai tanda perpindahan siang dan malam setelah turun surat Al Israa’).

Jadi ada kemungkinan diskon Shalat sebenarnya terkait dengan  turun surat Al Jum’uah shalat Dzuhur dikurangi 2 rakaat, Bukankah shalat Jum’at 2 rakaat ?! (Bukti sejarah Masjid Dual Qiblatain)

Apa yang dimaksud 100% ritual ??
Maksudnya segala tatacara peribadatan mengikuti sunah Rasul sebelumnya. Hanya penyempurnaan diperintahkan lewat Nabi Muhammad s.a.w
Paradigma lama menganggap sunah adalah sunah Nabi Muhammad s.a.w saja, padahal Muhammad s.a.w juga mengikuti sunah rasul sebelumnya. Hal ini salah presepsi dikarenakan definisi sunah diartikan hadist Nabi Muhammad s.a.w.

Saya berikan contoh SUNAH Nabi Muhammad s.a.w yang tidak lapuk oleh waktu dan tidak termakan zaman, yaitu LAFADZ ADZAN.

Wassalam, Haniifa.

14 Responses to “Ibadah Shalat kok … ditawar-tawar.”

  1. Herianto said

    Saya tidak mempunyai alasan yang kuat, perintah shalat dari 50x sehari menjadi lima waktu saja.

    Wah baru tahu nih kalo ada kemungkinan kisahnya tidak seperti itu. Apa kisah2 nabi di saat isra mi’raj itu itu tidak termaktub di hadist yg tergolong shahih ya mas …
    Jujur memang belum pernah meng-eksplore dalil2 di kejadian isra mi’raj itu…🙂

    @
    Sama mas Heri, saya juga ingin meng-explore masalah isra mi’raj😀
  2. Abudaniel said

    Assalamu’alaikum,
    Mas Haniifa,
    Mengenai jumlah rakaat Shalat yang 17 rakaat sehari semalam pasti ada hikmahnya berhubung dengan angka 19. Kok bisa?. Sementara jumlahnya hanya 17?. Bisa!. Kita banyak melupakan bahwa 2 rakaat (tidak lebih) Sunat Fajar adalah shalat sunat yang tidak pernah ditinggalkan Rosul sampai akhir hayat beliau.
    Seolah-olah Shalat sunnat ini wajib bagi beliau. Dan banyak hadist-hadist yang menjelaskan dan menerangkan keutamaan shalat sunnah ini. Maka kalau kita kumpulkan 17 rakaat shalat fardhu + 2 rakaat shalat sunnah fajar maka akan menjadi = 19 rakaat. Sementara shalat fardhu awalnya adalah 2 rakaat setiap waktu. 5 waktu x 2 = 10. Kembali lagi pada bilangan sepuluh (10) yang melambangkan ADA dan TIADA, atau Abadi dan Fana.
    Wassalam,

    @
    Wa’alaikum, Salam @Mas Abudaniel
    Betul angka 19 memang sebagai cek & ricek.
    19=17 + 2 Shalat Fajar
    Atau bisa juga….
    19=17 + 2 Shalat Tahajud
    Landasanya adalah Firman Allah :
    “Dan pada sebahagian malam hari bershalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”
    20=17 raka’at shalat wajib+ 2 Shal’at raka’at Tahajud + 1 rakaat witir.
    Biner…..: 0 1, setelah 1 = 10
    Okta…..: 0 1 2 3 4 5 6 7, setelah 7 = 10
    Desimal..: 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9, setelah 9 =10
    Hex…….: 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 A B C D E F, setelah F = 10
    Al Qur’an: 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 A B C D E F G H I, setelah I = 10
    Sepertinya 5 waktu x 2 = 10 … Clear😀

    Wassalam, Haniifa

  3. Assalamu’alaikum,

    5 waktu aja berat/susah ngerjainnya….50 emangnya sanggup…
    Makanya nabi musa suruh balik mintak pengurangan…(fahmi basya sudah menjelaskan juga kayaknya)
    Ntar…….kalo kita mudah2an masuk sorga (AMIIN) jangan lupa terimakasih sama Nabi Musa AS.

    Wassalam

    @
    Wa’alaikum Salam,
    Kadang-kadang kemalasan ini merayap dilubuk hati… Betapa susahnya yach istiqomah !
  4. Assalamu alaikum Wr wb

    Sebenarnya yang sholat itu tanpa dia sadari haruslah seorang yang yang masih naif,lemah,bodoh,sesat dll..oh iya aku bahas di
    Yang sholat kok sesat??? di blog yang belum tentu arah

    Wassalam

    Wa’alaikum Salam Wr. Wb, @Mas Ayruel Chana
    😀
  5. Abudaniel said

    Assalmu’alaikum,
    Pada mulanya (menurut yang saya baca dan fahami), sholat yang dikerjakan Nabi SAW dalam satu hari hanya dua waktu saja. Menjelang magrib (waktu ashar) dan menjelang pagi (waktu Subuh) yang kita kenal sebagai Sholatul Wustho. Ini yang biasanya dikerjakan Nabi sebelum peristiwa Isra’ Mi’raj. Belum ada penjabaran. Perintahnya cuma “aqiimushsholah wa aatuzzakah”. “Dirikan Sholat dan bayarkan Zakat”. Saat peristiwa Isra’ Mi’raj itulah formula Sholat ditetapkan sebanyak 5 kali sehari semalam, terlepas dari peristiwa “tawar menawar” yang diprakarsai oleh Nabiyullah Musa AS. Mualai saat itulah gerakan dan tata cara serta rukun dan wajib termasuk bacaan didalam sholat dibakukan mengikuti apa yang telah dikerjakan dan contohkan oleh Rasulullah.
    Yang jelas perintah sholat termaktub didalam Alquran dan dirinci oleh Hadist Rasul. Jadi pembagian rakaat didalam sholat dan waktu pelaksanaannya tidak akan kita ketemukan didalam AQ tetapi bersumber dari Sunnah dan hadist Rasul.
    Beruntunglah kita. Seandainya perintah sholat ditetapkan 50 kali sehari semalam, boro-boro untuk santai nonton TV atau berkaraoke, untuk cari makan saja nggak cukup waktu.
    Mari kita hitung-hitung berapa sebenarnya waktu yang diperlukan untuk sholat.
    50 x 2 rakaat (diasumsikan saja 2 rakaat setiap waktu ) = 100 rakaat. 1 x sholat memerlukan +/- 20 menit termasuk zikir dan do’a + berwudhuk + sholat sunat rawatib.
    50 x 20 menit = 1000 menit ( +/- 17 jam ). Sisa waktu yang 7 jam itulah yang tersisa untuk bekerja, makan, tidur, buang air, dll.
    Saya yakin, kalau inilah yang harus dikerjakan, maka umat Islam akan menjadi umat yang paling miskin, kurang tidur, kurang gizi, sakit-sakitan dan sebagainya. Atau bisa saja, untuk menghemat waktu, sholatnya “tanpa doa” (cukup sekedarnya), tanpa zikir dan tanpa rawatib. Dan sholatnya akan seperti ayam mematuk jagung. Tidak ada kekhusukan dan ketenangan didalamnya.
    Bahkan yang paling parah, tidak akan ada lebih dari 1 miryar pemeluk Islam didunia.
    Jangankan 50 kali, 5 kali saja minus rawatib, masih banyak yang bolong-bolong malah ada yang nggak pernah mau mengerjakannya.
    Wassalam,

    @
    Wa’alaikum Salam,😀 Sepertinya begitu mas, esensi hadistnya…. Namun seperti biasa kaum “orientalis” menggambarkan dengan cara yang salah dan ini cukup memprihatinkan, karena kadang-kadang kajian mereka dijadikan acuan baik oleh muslim atau non muslim
    Betapa beruntungnya kita hanya diwajibkan 5 kali sehari-semalam.

    Wassalam, Haniifa.

  6. Abudaniel said

    Assalamua’alaikum,
    Mas Haniifa,
    Dibandingkan dengan kita, lebih “beruntung” mereka. Cukup 1 kali satu minggu. Itupun tak lebih dan tak kurang dari “berkaraoke”, dengarkan “khotbah” sambil tidur-tidur ayam.
    Atau cukup buat tanda palang di dada, katupkan tangan, sedikit komat kamit, beres dah.

    Wassalam,

    @
    Wa’alaikum Salam,😀 …dosa cukup diakui plus bayar uang, bukannya taubat.

    Wassalam,

  7. Abudaniel said

    Assalamu’alaikum,
    Anda benar. Malah “katanya”, sang Paus berhak mengeluarkan SURAT PENEBUSAN DOSA.
    Yang jadi pertanyaan, kalau Pausnya melakukan dosa, yang keluarkan suratnya siapa ya?. Yang dengarkan pengakuan dosanya siapa pula?. Kalau bisa keluarkan suratnya sendiri atau ngaku dosa sendiri, bisa-bisa bikin dosanya setiap saat ya.
    Wassalam,

    @
    Wa’alaikum Salam,
    Apa ini dimaksud “dibolak-balik” tambah bingung … 😀

    Wassalam, Haniifa

  8. Abudaniel said

    Assalamu’alaikum,
    Inilah namanya “keyakinan bingung dan membingungkan” dan penganutnya pasti “orang bingung”. Sementara pendapat yang menyatakan “Agama semua sama” ( Fahamnya JIL), pastilah pendapat orang yang lagi “kebingungan”.
    Gitu aja kok bingung!.
    Wassalam,

    Wa’alaikum Salam, @Abudaniel
    😀
  9. abudaniel lagi semangat2nya…….wei…..kembali lagi ya semangat 45 nya

    hhhhhhhh (canda aja penyegar suasana)

    @
    🙂😀
  10. faubell said

    @haniifa

    Assalamu ‘alaikum,

    Saya ingat tulisan Mas di sini : http://nurmarachman.wordpress.com/2008/05/22/tentang-al-quran/
    untuk item ini :

    “…dalam hal ini bisa juga dimaknai 1 rakaat := 90 drj. dari pola kehidupan yang cenderung fasik.”

    hitungannya apakah begini :
    1. ruku’ = 90 drj
    2. itidal = -90 drj
    3. sujud pertama = 135 drj
    4. duduk diantara dua sujud = -90 drj
    5. sujud kedua = 45 drj
    sehingga total = 90 drj.

    Wassalam.

    @mas Faubell
    Wa’alaikumussalam,
    Subhanallah…
    Luar biasa mas ini teliti sekali.
    Jika tida keberatan saya tambahi mengenai jumlah sudut-sudut shalat dalam perspektif yang lain.
    Jika kita perhatikan surah Ash Shaff 61:6 (baca: barisan … susunan orang-orang yang shalat)
    Coba kita perhatikan :
    __________________
    1. Surah ke 61 ayat 6 := 6-1-6
    6 barisan kiri, 1 imam, 6 barisan kanan := Orang yang melaksanakan ibadah Shalat berjamaah.

    2. Berita perkabaran dari Nabi Isa a.s
    “…seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang bernama AHMAD…”
    Perhatikan juga bentuk huruf arabnya. !!
    Alief := Posisi titik awal (seperti orang berdiri, AQ : awwalun muslimin)
    Ha := Posisi ruku 90 drj. (seperti orang membungkuk, hadist : “air di gelas rata”)
    Mim := Posisi 135 drj (seperti orang sujud)
    Alif := Kembali ke awal (seperti orang berdiri tapi agak santai )
    Dal := Posisi 45 drj (seperti orang duduk nunduk, duduk : 1/2 berdiri maka dihitung di Kwadran 2)
    Total := 270 drj
    Jika Nabi Ibrahim a.s adalah titik pusat
    Maka:
    Nabi Daud a.s (Zabur) := 90 drj — Kwadran 1
    Nabi Musa a.s (Tauret) := 180 drj — Kwadran 2
    Nabi Isa a.s (Injil) := 270 drj — Kwadran 3…. Cocok yach !!😀
    Nabi Muhammad s.a.w (Al Qur’an) := 360 drj — Kwadran 4

    Nah sekarang kita gabungkan persepsi mas, dengan tambahan ini:
    1 rakaat := 90 drj
    3 rakaat := 270 drj.
    Jelas yang dimaksud adalah Shalat Maghrib, itulah sebabnya Nabi Isa a.s menyebut nama AHMAD yang arti harafiahnya “Orang Terpuji”.
    Dengan kata lain, akan datang setelah Nabi Isa a.s seperti yang disiratkan dan disuratkan dimana Rasul tersebut selalu mengajak orang-orang Shalat Berjamaah (ber Shaff) di waktu maghrib dan menghadap Kiblat.
    (Setelah Shalat Maghrib adalah Shalat Isya — mirip nama Nabi Isa a.s, ini yang sering diplesetkan menurut saya, begitu juga surah ke 47 bernama Muhammad sebab kata AHMAD tampil di surah ke 61)

    3. 2. Berita perkabaran dari Nabi Isa a.s
    “…seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang bernama ahmad…”
    Sesudah surah ke 61 adalah surah ke 62, (Al Jumu’ah)
    Sekali lagi bukti nyata bahwa: Pada Hari Jum’at seluruh muslim di Dunia melaksanakan Shalat Jum’at di masjid-masjid, seminim-minimnya 12 orang ma’mum, 1 orang Imam. (13 := 6+1+6)
    (ini yang dipleset kan angka 13 sial, sebab orang ke 13 adalah orang ke satu atau dalam artian sebagai imam shalat & khatib ibadah jum’at)
    Mudah-mudahan bermanfaat buat mas dan maaf saya menggunakan istilah umum.

    Wassalam, Haniifa.

  11. faubell said

    Assalamu ‘alaikum Mas Haniifa,

    Terimakasih atas tambahan infonya, Mas.
    Alhamdullillah.

    Wassalam

    Wa’alaikum Salam @Mas Faubell,
    Alhamdullillah….
    Kembalikasih mas,

    Wassalam, Haniifa.

  12. dedekusn said

    Masuk akal…
    _________________

    @Kang Dede Kusn
    😀

    #Haniifa.

  13. […] Ibadah Shalat kok … ditawar-tawar. […]

  14. ADLAN BUTUR ''Pongkowulu'' said

    Allaham dulillah,,info ini sangat bermanfaat sekali buat z,,,sebelumya Q ucapkan terima ksih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: