حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Kenapa setiap I’ed harus berbeda dengan Saudi Arabia ?

Posted by حَنِيفًا on December 22, 2007

Assalamu’alaikum,

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah “DUA BELAS” bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS  9:36)

Jelas Allah memberitahukaa kita semua bahwa  perhitungan  1 tahun = 12 bulan.
Seandainya bilangan hari per satu bulan sama 30, maka idealnya dalam 1 tahun = 12 x 30 = 360 hari.
Perhitungan Masehi = 365 (atau 366 kalau khabisat), lebih 5 atau 6 hari dari perhitungan ideal.
Jika kita mengukur dalam 1 derajat maka akan terdapat kesalahan paralax plus minus 0.50.
1 Hari = 1 Siang + 1 Malam
1 Siang hari = 3600 (jam 6 pagi s/d jam 6 “sore”)
1 Malam hari = 3600 (jam 6 “sore” s/d jam 6 pagi)
(Perlu diingat Masehi menganggap jam 12 malam pergantian malam dan jam 12 siang pergantian siang.)

Jika 1 Tahun = 365 hari maka
365 hari = (365 x 3600) plus minus (365 x 0.50) Siang
365 hari = (365 x 3600) plus minus (365 x 0.50) Malam
Atau di singkat 1 tahun = 365 hari plus minus 0.25 hari (Akumulasi kesalahan paralax = 365 x 0.50= 182.50 )
Sehingga dalam 4 tahun = 4 x 0.25 hari = 1 hari paktor koreksi

Bukti:
Untuk tahun depan 2008 adalah tahun kabisat sebab 2008 mod 4 = 0(mod=sisa bagi,maksudnya 2008 habis dibagi 4 ) jumlah hari untuk bulan “PEBRUARI = 29”. Sedangkan 2007 bulan “FEBURARI=28”
————

Tahun 2000 heboh “MILENIUM BUG” kenapa ??!
Jawabnya:
182.50 – 1800 = 2.50 (Corrupt)
2000 / 4 = 500 (tahun kabisat tapi tidak memenuhi sisa bagi 400)
2.50 * 400 = 1000 (kesalahan kumulatif per 400 kali)
————–
Pemahaman saya “kita perlu Kalender Masehi untuk perhitungan bisnis, kerja, dll, yang sifatnya duniawi” tapi harus menggunakan ketentuan “Saudi Arabia” untuk peribadatan Islam.

Alasannya:
1. Coba perhatikan dengan seksama ayat Qurasy (QS 106) siapakah yang diserahi tugas oleh Allah untuk menjaga Ka’bah ??
2. Jumlah hari per bulan kalender Islam adalah 29 atau 30 hari.
354 / 12 = 29.5 (artinya 29 malam + 29 siang + 1 malam (0.5))
atau
354 / 12 = 29.5 (artinya 29 siang + 29 malam + 1 siang (0,5))

Karena perhitungan bulan adalah bilangan bulat (bukan pecahan) maka, dalam 1 bulan :
29.5 + 0.5 = 30 hari (GENAP)
atau
29.5 – 0.5 = 29 hari (GANJIL)
Jika dalam 1 tahun perhitungan Kalender Islam ada,6 bulan genap dan 6 bulan ganjil maka:
6 x 29 = 174
6 x 30 = 180
———— +
354 HARI.

Firman Allah Ta’ala Surat Al Fajr (jumlah ayat 30):
1. Demi Fajar.
2. Demi malam yang ke sepuluh.
3. dan yang genap dan yang ganjil,

Bukankah puncak ibadah haji tanggal 10 Dzulhijah adalah bilangan genap !!!
Bukankah 30 adalah bilang genap !!!
Bukankah 29 adalah bilang ganjil !!!

Bukti:
Semua keturunan nabi Ismail a.s dapat menghitung dengan tepat waktu “Wukuf” dan “Thawaf” di Ka’bah, karena perhitungan sederhana, walaupun saat itu Nabi Muhammad  s.a.w belum lahir. !??

Wassalam, Haniifa.

5 Responses to “Kenapa setiap I’ed harus berbeda dengan Saudi Arabia ?”

  1. […] dasarnya adalah bahwa kebenaran ilmiah sudah tertera dalam Al-Quran, dan merupakan tugas para ilmuwan untuk mencari bukti yang sudah ada dalam […]

  2. qarrobin said

    untuk urusan duniawi, quraish menggunakan perhitungan yang sederhana tetapi tidak membingungkan yakni pergantian musim panas dan musim dingin.

    Untuk urusan peribadatan Islam, harus merujuk ke kalender Arab, karena malam qadr turun di bulan Ramadhan, salah satu bulan di kalender lunar.

    hatur tengkiu kang @Haniifa atas ilmunya

    @😉😀
  3. dedekusn said

    No komen dulu kang, nanti siang kesini lagi…

    • dedekusn said

      Sata tertarik dengan kalimat ini “Pemahaman saya “kita perlu Kalender Masehi untuk perhitungan bisnis, kerja, dll, yang sifatnya duniawi” tapi harus menggunakan ketentuan “Saudi Arabia” untuk peribadatan Islam”.

      Tapi tetap ada sedikit yang mengganjal pemikiran sy kang, tentang penentuan awal Kalender Islam (bulan Komariyah / HJijriyah). APakah Islam menentukan awal tanggal baru itu di Mekkah?, sy meragukan ini kang.

      Kegelisahan sy ini akan sy coba Insya Allah pada postingan berikutnya, mudah2an Kang Haniifa dpt memberi solusi.

      @Kang Dedekusn
      Insya Allah, @Kang😉
  4. […] Kenapa setiap I’ed harus berbeda dengan Saudi Arabia ? […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: