حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Bagaimana mungkin manusia ditakdirkan masuk Neraka !!!.

Posted by حَنِيفًا on December 15, 2007

Ini pertanyaan “lucu” tapi wajar saja kok. Dulu juga dan sering berada dalam pikiran, apakah Allah menyediakan “neraka” dan mentakdirkan manusia untuk tinggal di dalamnya?.

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (QS 2:34)

“Dan Kami berfirman: “Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu ‘Al Jannata = SURGA’ ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang dzalim.” (QS 2:35)

” Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”. [QS 2:36] atau [QS 2:38]

“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” [QS 2:37]

(QS 2:35) Allah berfirman pada tiga object (Malaikat, Iblis, Manusia) menurut pemahaman saya saat itu, ketiganya ada di Al Jannah, yang pada kenyataannya Iblis membangkang perintah Allah, Iblis = golongan “KAFIR” artinya calon penduduk “Neraka” tapi masih tinggal di “Sorga”.

“Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina” (QS 7:13)
(Iblis diturunkan dari surga setelah berhasil menipudaya Nabi Adam a.s)
Jadi:
Penghuni “Sorga” = {Malaikat}
Penghuni “Bumi” = {Adam a.s, Iblis}

Fakta sekarang menurut Al Qur’an
Penghuni “Sorga” = {Malaikat, Nabi & Rasul,Suhada}
Penghuni “Bumi” = {Manusia, Jin}

Jika kita melihat (QS 2:24) s/d (QS 2:44), jelas tampak Nabi Adam a.s beserta instrinya (plus keturunannya ?) justru di “TAKDIRKAN” sebagai penghuni “AL JANNAH”

Bilakah…tidak ada manusia yang protes telah di ‘takdir’kan masuk neraka…??”, sepertinya kontradiktif dengan Surat Al Baqarah 38

NAQLI :
1. Surat Al Baqarah 38
” Kami berfirman: “Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”
2. Surat Al Baqarah 97
Katakanlah: Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Qur’an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.

Aqli :
1. Qulnaa = “Kami” berfirman, (Kami = Allah dan Malaikat Jibril)
2. Qulnaa = “Kami” secara Etimologi “jamak” dng objek sama

Catatan renungan dari seorang sahabat:
Menetapi takdir sebagai ketetapan pada ukuran-ukuran qadla dan qadar. Qadla (keputusan)nya manusia pada satu qadar (ukuran) merupakan potensinya dalam menjalani takdir. Ukuran-ukuran ini berbeda antara satu manusia dengan manusia lainnya, mahluk satu dengan lainnya. Ukuran seorang yang lahir dari keluarga berada berbeda ukurannya (daya potensi hartanya) dibandingkan orang yang dari keluarga miskin dan sederhana. Setiap potensi yang dimilikinya itulah dan dengan itulah manusia menjalani takdirnya.

Di sini terdapat titik sentral pengertian takdir. Takdir adalah ketetapan Allah, pilihan takdir adalah pilihan dari ketetapan Allah. Qadla dan qadar menjadi formula terukur untuk menjalani takdir. Perbedaan ini kadang, yang agor lihat bercampur. Takdir manusia, bukanlah ditakdirkan mencapai sesuatu, tapi takdirnya untuk melakukan pilihan (jangan lupakan bahwa semua pilihan adalah takdir). Goalnya (pilihan takdir manusia yang diambil – berakhir baik atau buruk) adalah dari pemanfaatan ukuran-ukuran (baca potensi) manusia.

Al hasil, ketika manusia ditakdirkan masuk neraka; bahasanya dipahami menjadi : Dalam perjalanan hidupnya manusia (itu) mengambil pilihan takdirnya menjadi penghuni neraka (dan ia menyesal di dalamnya), sebagian lain mengambil pilihan takdirnya menjadi penghuni surga (dan ia berbahagia di dalamnya). Jumlah peserta yang masuk ke dalamnya diperhitungkan teliti oleh Allah dapat dipahami sebagai bukan jumlahnya ditentukan, tetapi jumlah yang masuk mengambil pilihan itu (jalan fasik dan jalan baik) yang dihitung.

Lalu bagaimana dengan utusan Allah, apakah ia ditakdirkan mengambil pilihan baik. Ya, Allah memberikan potensi kepada para utusanNya yang Allah pilih sebagai duta manusia. Namun, Allah juga tidak melepaskan potensi para utusanNya keluar dari takdir yang disediakan. Ada Nabi yang dianiaya, dibunuh, diuji dengan berbagai hal sebagai konsekuensi logis dari ujian kesalehan dan sebagai konsekuensi logis dari pengingkaran orang-orang fasik yang ingkar kepada utusanNya.

Dari situ, begitu tampak komitmen Allah kepada manusia, sampai waktunya manusia harus mempertanggungjawabkan apa yang menjadi tingkah lakunya di dunia. Karena kita diciptakan lemah dan tergesa-gesa dan dalam proses perjalanannya diberikan kekuasaan (sebagai khalifah) karena kenekadan manusia menjadi khalifah, maka saat dikembalikan maka kejadian itulah yang direkam (probabilitas kejadiannya) dan dikabarkan kepada manusia. Menyadari keangkuhan manusia, maka ketika kesadaran beriman, tidak ada jalan lain, memohon ampunanNya, mengharapkan dengan kekhawatiran dan ketakutan untuk akhirnya Allah mengijinkan kita kembali dalam ridhaNya.

Subhanallah, astagfirullah….

Wasalam.

12 Responses to “Bagaimana mungkin manusia ditakdirkan masuk Neraka !!!.”

  1. daengfattah said

    Saya sepertinya berada di al a’raf kalau begitu.

    @mas Daengfattah
    Pepatah mengatakan “Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit”.
    Kalau mas “sepertinya berada di al a’raf “…. mudah-mudahan cita-citanya sudah tercapai …😀
  2. Dimashusna said

    ALLOH memiliki 100 Rohmat, 1 Rohmat Alloh turunkan Ke Dunia untuk kemudian “mewujud” menjadi Alam Semesta.sedangkan 99 Rohmat lainnya Alloh simpan di akhirat.

    Setelah Semesta Kiamat, maka Rohmat yang 1 tadi di Dunia itupun ditarik kembali untuk digabung dengan 99 Rohmat yang masih tersimpan. Sebagaimana kita tahu, 1 Rohmat Alloh yang di dunia itu dibagi-bagi ke seluruh mahluk dari Zaman Nabi Adam hingga Akhir Zaman.

    Makanya Heran, Dengan Rohmat Alloh yang 100 di akhirat, Koq masih ada yang masuk Neraka? (Sebuah pertanyaan yang jawabannya ada pada diri masing-masing).

    Lagipula memang Betul ALLOH tidak mau manusia atau Jin masuk Neraka, itu sebabnya Para Nabi dan Rosul diutus, AL-Qur’an pun diturunkan. Iya kan?

    @mas Dimashusna
    Trim’s mas, … Saya jadi teringat sejarah Nabi Muhammad s.a.w, ketika selesai memenangkan peperangan Badar beliau ditanya oleh para sahabatnya :
    “Yaa Rasulullah, perang apalagi yang lebih besar dan dasyat dari ini ??”
    Jawab Rasull : Perang melawan hawa nafsumu sendiri.

    Wassalam, Haniifa.

  3. faubell said

    Assalamu’alaikum Mas Haniifa,
    Pemahaman saya surga dan neraka adalah bagian dari perjalanan manusia yang dari lahirnya Islam untuk kembali ke Allah dengan Islam yang berkeyakinan (ber-Iman). Islam seperti gerak melingkar, mulai dari Allah harus kembali ke Allah. Itu konsep dasar islam yang artinya berserah diri.
    Untuk menjadi yakin itu media pengkondisian yang diciptakan Allah adalah surga dan neraka, tapi itu bukan tujuan akhir. Apakah neraka untuk meyakinkan bahwa Islam adalah BENAR, dan surga untuk meyakinkan bahwa Islam adalah BETUL?.
    Mari kita renungkan.
    Wassalam,

    Wa’alaikum Salam, @Mas Faubell
    Subhanallah…
    Saya agak segan bersilang pendapat dengan @mas Faubell, namun ada mungkin sedikit atau entah banyak persepsi dalam “Berasal dari Allah maka kembali kepada Allah”, saya pribadi memahaminya sebagai “Berasal dari Allah yang Maha Pencipta dan kembali kepada Jalan Allah yang di ridlo’i, dimana Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan Syurga dan Neraka adalah jalan akhir manusia (yang menurut mas Faubell adalah jalan melingkar).

    Suatu hal yang sering kita lupakan adalah jalan melingkar bundar sempurna := berjalan dengan resultante Nol, sedangkan jalan melingkar spiral := berjalan dengan resultante yang semakin membesar, namun pada hakekatnya lingkaran-lingkaran spiral tersebut terdiri dari segmen-segmen lingkaran bundar hampir sempurna. Itu yang memaknai ritual Haji mengenai Tawaf dan Sa’i.
    Tawaf := berkeliling 7x, dan jarak resultante :=0 (Ujung A == B)
    Tawaf:= angka 7, menyatakan perjalanan tak hingga (dalam trasidisi Arabiyu)
    Sa’i := berlari-lari kecil 3.5x, dan jarak resultante := 1 (Ujung A != B)
    Sa’i := angka 3.5, menyatakan perjalanan berhingga.
    Seperti yang di contohkah oleh Rasulullah Nabi Muhammad s.a.w, bahwa kesempurnaan RUKUN ISLAM prosesi ber-HAJI yang secara explisit and or implisit merupakan kewajiban umat Islam ber-istiqomah setelah menyempurnakan rukun-rukunnya.
    Karena Allah Maha Adil, maka akan diberikan jalan lain bagi yang tidak mampu melaksanakannya
    Semoga kita tetap dijalan yang dirido’il oleh Allah subhanahu wa ta’ala, Amin.

    Mari kita renungi bersama, “Umul Kitab”… [QS 1:1-7] := mengaji dan mengkajinya.

    Wassalam, Haniifa.

  4. faubell said

    Assalamu’alaikum Mas Haniifa,
    Saya juga masih dalam proses belajar juga Mas, janganlah segan mengungkapkan suatu pemahaman thd saya, saya bisa menerima manakala pemahaman saya ternyata salah. Dalam hal ini diskusi adalah untuk menggali semakin dalam apa itu makna [QS 1:6-7].
    Penggambaran Mas tentang gerak melingkar semakin menambah keindahan dalam memaknai Islam yang berkeyakinan itu. Kalau kita bawa gerak ini ke konsep gerak bumi manakala berotasi dan berevolusi mengelilingi matahari, selanjutnya matahari beserta planet pengiringnya mengelilingi bimasakti…dst..dst terlihat bahwa gerak itu bukan gerak melingkar sempurna, tapi berjalan dengan resultante yang semakin membesar. Maha benar Allah dengan segala firmannya…Amin.

    Semoga kita tetap dijalan yang dirido’il oleh Allah subhanahu wa ta’ala, Amin

    Wassalam.

    Wa’alaikum Sala, @mas Faubell
    Jujur saja yang saya kagumi dari mas, adalah kecintaannya dengan benda-benda luar angkasa.
    Ada sedikit hipotesis saya yang melibatkan hobi mas, mudah-mudahan mas Faubell bisa membantu dan menambahnya.
    Seandainya :
    1. Saat bumi (ardh) merupakan bintang yang mau padam,
    … cairan panas magma.
    … core bumi tingkat temperaturnya secara teoritis lebih panas.
    2. Saat bola kenyal magma bumi, di hujani 2 meteor berbentuk paku dan menancap
    … di Yerusalem dan Mekkah.
    3. Saat bola kenyal magma bumi ini dihujani batu meteor berbagai ukuran sedemikian rupa
    ….hingga membentuk kerak bumi.
    4. Saat bola keras bumi ini, di hujani berbagai debu-debu cosmis dan tak terhitung jumlahnya
    ….meteor dan kecil dan besar.
    5. Saat bumi kering ini, di datangi tak terhitung jumlahnya komet-komet membawa
    ….zat cair dan gas, atau mungkin saja salah satu komet cai dan gas tsb menabrak bumi.
    6. Saat Allah subhanhu wa ta’ala menghendaki kehidupan di bumi.
    Wallahu’alam

    Wassalam, Haniifa.

  5. Faubell said

    Assalamu’alaikum Mas Haniifa,

    Waduh Anda bertanya tentang proses penciptaan bumi berikut asal muasalnya kehidupan itu toh…Ini membutuhkan beberapa orang yang memiliki pengetahuan dasar dari bidang ini : 1) Bahasa Arab terutama yg berkaitan dengan AQ
    2) Geologi
    3) Astronomi
    4) Fisika
    5) Biologi
    6) Matematika
    Mengenai saya kenapa fokus ke benda2 luar angkasa, memang saya menyukai tentang hal tsb walaupun bidang saya bukan astronomi, dan saya tergerak dari ini [QS 3:190-191]. Saya terpikir dengan kata2 duduk, berdiri, dan berbaring yang saya terjemahkan dengan makna perhatikan dg sudut 90deg, 0deg, dan 180deg. Namun kapan pemakaiannya itu masih dalam pencarian dan belajar terus.
    Selanjutnya saya bergerak ke konsep bilangan 7 dan saya padukan dengan Isra’ Miraj. Baru saya gabungkan dengan peta dalam diri, karena saya berpegang pada firman Allah bahwa ada ketetapan dalam Sunatullah. Saya cari bukti2 ilmiah dan sejarah yang telah dihamparkan Allah itu.

    Ok, kembali ke bumi. Hipotesis saya bahwa semua kehidupan di bumi asalnya bukan dari bumi, namun tempat pembiakannya adalah di bumi. Nah ini juga butuh penelitian yang panjang.
    Mengenai Kabah sebagai pusat pergerakan bumi itu sama saja dengan Baitullah yang batiniah sebagai pusat pergerakan manusia. Jadi dalam hal ini saya sependapat dengan pemahaman Mas.
    Kalau kita cermati di AQ, saya duga makna bumi tidak sekedar planet bumi ini saja, tetapi ada makna batiniahnya, misalkan pikiran/otak manusia.

    Wassalam.

    Wa’alaikum Salam, @Mas Faubel
    Subahallah,
  6. Kang Erry said

    Ada sebuah pertanyaan sederhana, kalau takdir adalah pilihan. apakah pilihan itu di tentukan oleh Manusia atau Allah. kalau ditentukan oleh manusia apakah Allah tau manusia itu akan memilih jalan itu jauh sebelum manusia itu lahir?

    Kalau Allah mengetahui dan pasti mengetahui maka artinya pilihan apapun yang dilakukan manusia itu adalah sudah menjadi ketetapan Allah.

    Manusia yang tidak tau takdir Allah. makanya manusia diwajibkan berusaha karena takdir Allah senantiasa selaras dengan hukum sebab akibat. manusia berikhtiar itu karena manusia tidak tu takdirnya seperti apa. sisanya serahkan sama Allah gak usah macem macem nuduh Alah maha Kejam! toh manusia memilih jalan yang salah juga tidak mersa dipaksa oleh Allah, mereka mengambil jalan itu dengan penuh kesdaran sama dengan orang yang memilih surga mereka berbuat baik juga tidak merasa di paksa oleh Allah. semua berjalan secara alami seperti tidak pernah ada takdir.
    _______________________

    @Kang Erry
    Demikian Maha Pemberinya Allah, sehingga kita lupa bahwa tarikan nafaspun merupakan karunia Allah, wajarlah manusia senantiasa melalaikan disaat merasa tidak memerlukan, jadi benar sekali ungkapan @Akang bahwa “semua berjalan secara alami seperti tidak pernah ada takdir”

    Wassalam, Haniifa.

  7. shahil said

    Assalaamualaikum dan salam hormat.

    Apakah ALLah mentakdirkan seseorang masuk neraka?

    Sesungguhnya soalan ini harus dijawab dengan ilmu yang cukup mantap. Kerana kasus takdir ALLah melibatkan beberapa hal yang saling berkaitan. Ia tidak harus dan tidak boleh dijawab secara harfiah.

    Demikian juga dengan kasus apakah usaha seseorang boleh merubah takdirnya sejak azali.

    Sebagai permulaan, takdir seseorang itu masuk neraka atau syurga saling berkait dengan amal seseorang, dan juga tilik Ilmu ALLah sejak azali.

    Wassalam.

    http://shahil.wordpress.com

    Wa’alaikum Salam😉
  8. andry said

    neraka diciptakan untuk makhluk-makhluk Allah yang ingkar..

    @
    Naudzubillahi min dzalik
  9. […] Bagaimana mungkin manusia ditakdirkan masuk Neraka !!!. […]

  10. AL pintar said

    Saya tidak berpihak pada salah satu pendapat, Ini gambaran yg saya dapat dari pemaknaan pemikiran saya sendiri meskipun kemudian saya akan disebut kafir, tidak tau agama, atau murtad atau julukan yg lain yg lebih buruk, silakan, pointnya sbb:

    1. Tuhan sedang merasa kesepian sehingga menciptakan alam semesta dan isinya termasuk malaikat, manusia, jin, iblis dll untuk hiburan karena kebebasan tuhan apapun itu bentuknya tidak bisa dibatasi oleh makhluk sehingga terminologi bahwa tuhan hanya melakukan hal-hal yg “suci” dalam artian menurut persepsi manusia supaya terjadi keteraturan belum tentu benar karena ada hal-hal yang tidak “suci” yg juga terjadi seperti gempa bumi, pembunuhan, melencengnya sifat manusia (kanibalisme) adalah juga dlm skenario Tuhan meskipun itu dianggap perbuatan atau kehendak makhluk, kehendak makhluk juga berasal dari kehendak tuhan, bukankah makhluk diciptakan oleh tuhan dan diberi kehendak.

    @
    Siapa Tuhan yang sampean maksud ?!
    Mahluk diberi kehendak untuk memilih dan memilah

    2. Tuhan itu kekal abadi merencanakan segala bentuk skenario dan penciptaan dan mengendalikan setiap gerak sehingga tahu akhir dari yang diciptakan bakal seperti apa.

    @
    😀 masok Tuhan dipersonifikasikan seperti manusia

    3. Mungkin Adam diturunkan ke bumi bersama iblis atau jin supaya tidak membuat kerusakan di surga, sebagaimana pertanyaan para malaikat “Kenapa Tuhan menciptakan makhluk yg hanya akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah” dan jawaban Tuhan yg intinya ‘Aku(Tuhan) lebih tahu daripada kamu(makhluk)’ nampak disini tuhan agak gusar karena makhluk yg selama ini diciptakan untuk selalu patuh dan taat(malaikat) mulai agak sombong krn tahu apa yg akan terjadi dan berusaha menasehati tuhan seolah-olah membatasi kemampuan tuhan, seolah-olah tuhan belum tahu apa yg akan terjadi, seolah-olah apapun yg akan tejadi tuhan tidak bisa mengatasinya dan tidak memiliki jawaban.

    @
    Semua itu hanya ujian dari Allah pencipta langit dan bumi, silahken kalau sampean tidak percaya

    4. Mengenai Qadla dan Qadar, berkaitan dengan penjelasan saya pada point 2, bahwa Baik Qadla dan qadar itu tidak ada campur tangan makhluk. Tuhan menetapkan dan mengendalikan, krn kalo ditelusuri maka makhluk fisik itu (manusia dan lainnya) tersusun dari jutaan partikel yang disebut Atom, yg didalamnya, Tuhan menetapkan sifat dan perilaku atom untuk setiap unsur kimia dan komposisinya dalam tubuh makhluk.
    Perubahan Mood atau perasaan seseorang secara ilmiah (akal manusia/pengetahuan manusia) adalah krn reaksi kimia dalam tubuh (krn menerima informasi dari luar melalui telinga dan mata) yg juga adalah krn reaksi sifat Atom-atom penyusun dan komposisi susunan atom yg sudah ditetapkan oleh Tuhan.
    Sehingga ketika seseorang memilih jalan hidupnya yg kemudian di sebut sebagai takdir adalah sebenarnya pilihan yg diberikan oleh tuhan yg secara lembut dipaksakan melalui Kondisi mood(Qadla dan qadar dari dalam), Kondisi lingkungan (Qadla dan Qadar dari luar)
    Lalu bagaimana dengan Makhluk yg non fisik ? , Makhluk non fisik contohnya malaikat, mereka dikehendaki oleh tuhan untuk patuh maka patuhlah mereka dan kehendak mereka pun adalah kehendak untuk patuh.

    @
    Apanyah yang dipaksaken ?!

    Lalu bagaimana Iblis dan jin atau yg sejenisnya ? Silahkan analisa sendiri ? Tuhan Lebih tahu daripada makhluknya.
    Semuanya dalam cengkeraman kehebatan dan kekuasan kehendak tuhan, karena tidak ada satu kehendak yg mampu beroposisi dengan kehendak tuhan apalagi melawan.
    Kalo ada maka kehendak yg minor itu akan terpisah dan bersifat abadi bersama tuhan dan akan menciptakan alamnya sendiri dan itu berarti gugurlah semua Ke-maha-an yg dimiliki oleh tuhan dan itu adalah mustahil.

    @
    Sampean percaya kalau robot yang canggih bisa menganalisa dan mengambil keputusan sendiri, sekarang silahken sampean itu merasa lebih canggih dari robot atau sebaliknya ?

    5. Surga atau neraka ?
    ibarat pewayangan, ada wayang yg berkarakter baik dan ada yg berkarakter buruk, setelah selesai cerita semalam suntuk dimanakah dalang meletakkan dan menyimpan wayang-wayang tersebut, dalam peti kotak bukan ? dan itu dalam satu peti kotak yang sama, bukan begitu ? atau ada dua kotak yg berbeda untuk dua karakter tersebut supaya karakter yg buruk tidak mempengaruhi yg baik ? kalo ya, ada dua kotak, berarti setelah selesai cerita semalam suntuk dan dalang sedang beristirahat, maka didalam kotak masih terjadi pergumulan untuk berusaha keluar dari kotak untuk membuat cerita sendiri tanpa dalang, pertanyaannya apakah mungkin wayang bergerak sendiri menuju layar tancap membuat cerita sendiri tanpa dalang?
    Namun yg jelas adalah dalang tidak beristirahat di dalam kotak yang sama dengan wayangnya ? Lucu khan kalo ada dalang beristirahat di dalam kotak bersama wayangnya. Ini hanya pengibaratan saja, karena, apakah Tuhan bersitirahat juga, hanya Tuhan yg bisa menjawab karena tuhan tidak bisa dibatasi dalam hal apapun sedangkan makhluk yg serba terbatas mengatakan Mustahil.

    @
    Kan sudah sayah bilangken, manusia diberi haq untuk memilih dan memilah… apa sampean mau kawin sama kebo😀 … paham maksudnyah ?

    6.Keragaman pendapat dan pikiran adalah cara Tuhan untuk mengatur sehingga menjadi rahmat bagi manusia kalo berujung pada saling memahami dan mengerti takdir masing-masing dan takdir orang lain, namun akan menjadi bencana seperti perdebatan politik yg berujung pada konflik menggunakan senjata sehingga menimbulkan korban dan kerusakan karena tidak memahami takdir yg lain.

    @
    Manusia diciptakan bermacam-macam dan inilah indahnya😀
  11. bu pun su said

    segala sesuatu sudah diatur oleh allah…..begitu juga dengan taqdir…segala yang dipilih manusia diatur oleh pikiran,pikiran diatur oleh apa yang masuk kepikiran itu, terus itu diatur oleh lingkungan,lingkungan diatur oleh alam,alam diatur allah. segalanya sudah diatur oleh allah…

    @
    Hatur tengkiu.
    Semua sudah diatur dan kita diberi haq pilih
  12. Icha said

    Assalamualaikum.. mau sedikit share aja pendapat pribadi

    bismillahirrahmanirrahim..

    Dari Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau meriwayatkan dari Allah ‘azza wa Jalla, sesungguhnya Allah telah berfirman: “Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan (berlaku) zhalim atas diri-Ku dan Aku menjadikannya di antaramu haram, maka janganlah kamu saling menzhalimi. Wahai hamba-Ku, kamu semua sesat kecuali orang yang telah Kami beri petunjuk, maka hendaklah kamu minta petunjuk kepada-Ku, pasti Aku memberinya. Kamu semua adalah orang yang lapar, kecuali orang yang Aku beri makan, maka hendaklah kamu minta makan kepada-Ku, pasti Aku memberinya. Wahai hamba-Ku, kamu semua asalnya telanjang, kecuali yang telah Aku beri pakaian, maka hendaklah kamu minta pakaian kepada-Ku, pasti Aku memberinya. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kamu melakukan perbuatan dosa di waktu siang dan malam, dan Aku mengampuni dosa-dosa itu semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku, pasti Aku mengampuni kamu. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kamu tidak akan dapat membinasakan Aku dan kamu tak akan dapat memberikan manfaat kepada Aku. Wahai hamba-Ku, kalau orang-orang terdahulu dan yang terakhir diantaramu, sekalian manusia dan jin, mereka itu bertaqwa seperti orang yang paling bertaqwa di antaramu, tidak akan menambah kekuasaan-Ku sedikit pun, jika orang-orang yang terdahulu dan yang terakhir di antaramu, sekalian manusia dan jin, mereka itu berhati jahat seperti orang yang paling jahat di antara kamu, tidak akan mengurangi kekuasaan-Ku sedikit pun juga. Wahai hamba-Ku, jika orang-orang terdahulu dan yang terakhir di antaramu, sekalian manusia dan jin yang tinggal di bumi ini meminta kepada-Ku, lalu Aku memenuhi seluruh permintaan mereka, tidaklah hal itu mengurangi apa yang ada pada-Ku, kecuali sebagaimana sebatang jarum yang dimasukkan ke laut. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya itu semua adalah amal perbuatanmu. Aku catat semuanya untukmu, kemudian Kami membalasnya. Maka siapa yang mendapatkan kebaikan, hendaklah bersyukur kepada Allah dan siapa mendapatkan selain dari itu, maka janganlah sekali-kali ia menyalahkan kecuali dirinya sendiri”.

    jadi sudah tertulis bukan bahwa Allah walaupun mampu menakdirkan manusia masuk neraka tapi bukan Allah penyebabnya karena Allah mengharamkan (berlaku) zhalim atas diri Allah dan janganlah sekali-kali manusia menyalahkan Allah kecuali dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah tidak akan pernah berbuat aniaya terhadap hamba2nya. Allah tidak memnberikan cobaan di luar batas manusia.

    ada golongan mengatakan kekufuran itu datangnya dr Allah, padahal dengan mengatakan spt ini apakah kelak ucapan ini tidak dipertanggung jawabkan? adakah ayat atau firman Allah yg mengatakan bahwa keburukan datangnya dr Allah ? bukankah 99 nama Allah adalah nama paling baik?
    sejauh yg saya tahu, tidak ada satu ayat pun dalam al-qur’an yg memastikan bahwa dengan kekuasaan Nya, Allah berlaku dengan seweang-wenang meskipun Allah Maha Kuasa .Tapi tidak perlulah bagi Allah menciptakan neraka hanya untuk main2 dan kesenangan belaka. Tidak perlulah bagi Allah menciptakan neraka dan surga sebagai tempat kekal untuk manusia sebagai ajang memperlihatkan kekuasaannya.

    Bukankah sudah ditegaskan sebelumnya bahwa Al-qur’an adalah pemberi peringatan dan bukan olok2an atau syair di dalamnya. memang benar kalo takdir sudah diciptakan jauh sblm manusia itu hidup dan tersimpan dalam lauhul mahfuz. Tapi jika Allah benar menciptakan manusia untuk ditakdirkan masuk neraka, bukankah dengan kata lain Allah menyengsarakan dia? padahal Allah mengharamkan bersifat zalim atas diri-Nya. Allah itu tidak akan pernah berbuat aniaya kepada hambanya, maka pasti BENAR bahwa Allah tidak berbuat aniaya. itu tertulis dalam al-qur’an dan adakah manusia meragukan sifat Allah dan firman Allah yang maha pengasih , maha pengampun lagi maha penyayang?

    Allah itu maha adil, jadi mungkinkah Allah menakdirkan manusia masuk neraka hanya karena Allah yang menakdirkan sejak awal neraka untuknya?jika ada yg beranggapan iya, maka saya bertanya sejauh mana anda mempercayai Allah? Allah mengatakan tidak menganiaya hambanya dan tidak memberi cobaan di luar batas kemampuan mereka, apakah anda ingin mengatakan bahwa Allah telah berdusta?

    Bukankah Allah terus menegaskan bahwa setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Janganlah kamu sekali-kali mati dalam keadaan kafir, pertanyaannya kenapa Allah terus memperingatkan kita jika memang sejak awal hanya orang2 yang ditakdirkan masuk surga saja yang masuk surga dan sisanya masuk neraka?

    mari sama2 di renungkan ^^
    wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: