Posted by حَنِيفًا on June 26, 2009
Assalamu’alaikum,
Mungkin perkenalan saya dengan salah seorang kontributor di salah satu blog sekedar sharing informasi belaka didunia maya, namun Insya Allah saya merasa yakin beliau termasuk orang yang bertipe sangat menjungjung tinggi nilai-nilai kejujuran sehingga acapkali saya berulang-ulang membaca setiap komentar yang datang darinya.
Berikut ini kisah nyata yang diutarakannya….
Read the rest of this entry »
Posted in Diskusi, do'a | 20 Comments »
Posted by حَنِيفًا on February 7, 2009
Subhanalllah…
the70no said
February 3, 2009 at 6:53 pm
Mas haniifa yang tidak sepintar Dr. Rashad Khalifa, en emang gak perlu terlalu pintar sepintar itu, jika punya iman sesederhana seorang Bilal atow Amar bin Yasir. Dengan hanya bermodalkan syahadat mampu menanggung beratnya perjuangan mempertahankan keyakinan. Islam datang dengan damai dan sedapat mungkin menyebarkannya dengan damai tanpa menimbulkan adanya pertentangan dengan manusia atau keyakinannya. Itu dengan orang yang berbeda keyakinan, apatah lagi sesama muslim. Diskusi untuk mencapai pencerahan yang lebih tinggi dan dibumikan secara layak sehingga banyak orang yang memperoleh manfaat.
Al Qur’an adalah landasan ideologi bagi Muslimin. Landasan ideologi buatan manusia saja misalnya Pancasila bagi orang Indonesia, siapa yang berani mengotak-atik? jangankan dikurangi atow ditambah ayat atow pasal bahkan huruf sampai titik saja dihilangkan, wuahh …. bisa ngamuk tuh para pejabat negara dan militer langsung bertindak sigap menangkap pelakunya sebagai subversif. Nabi dan Rosul, dihinakan? Siapa yang berani menghina Presiden kita? Bisa2 dibui selama2nya.
Pecah belah (devide et impera) adalah taktik kaum penjajah. Sudah selayaknya kita kembali kepada semangat kebangkitan nasional, kita satu INDONESIA. MERDEKA!!!….
Dari komentar rekan diatas sepertinya sederhana, namun entah mengapa saya tidak bisa merespon dengan cepat… seolah-olah pikiran ini tertutup rapat. Anehnya acap kali dibaca yang terlitas justru ucapan Guru Ngaji belasan tahun yang lampau : “Saat ini saya sedang bersembunyi di tempat terang ?!“…
Read the rest of this entry »
Posted in Bantahan, Debat, Diskusi, Takdir, Tanda baca, do'a | 14 Comments »
Posted by حَنِيفًا on April 10, 2008
Salam,
Kadang ketika suara adzan berkumandang…
Allahu Akbar
Allahu Akbar
Lalu kita membayangkan kebesaranNya…sangat terasa sulit.
Seandainya kita membayangkan lingkup satu RT mungkin terbayang.
Selanjutnya kita perluas satu RW…,satu Kelurahan…., satu Kota,…,satu Negara…,Satu Benua…Semua mungkin terbayang dengan bantuan visualisasi gambar.
Lalu bagaimana membayangkan “langit dan bumi” ??
Mereka (orang-orang kafir) berkata: “Allah mempunyai anak”. Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya. (QS 2:116)
Read the rest of this entry »
Posted in do'a | 24 Comments »
Posted by حَنِيفًا on January 16, 2008
Assalamu’alaikum,
Shalatnya Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s
Bukankah Do’a iftitahnya Nabi Ibrahim a.s ?!
”Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. ” (QS 6:79)
Katakanlah : “Sesungguhnya shalatku, ibadahku,hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam,” (QS 6:162)
“tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang “pertama-tama” menyerahkan diri (kepada Allah)”. (QS 6:163)
Lafaz ini sampai kepada kita lewat perawi yang kuat seperti Imam Muslim, Ahmad dan Tirmizy dan dishahihkan oleh Ali bin Abi Thalib. Lafaz ini sebenarnya juga lafadz yang juga ada di dalam ayat Al-Quran al Kariim, kecuali bagian terakhir tanpa kata “awwalu.”
http://www.eramuslim.com/ustadz/shl/6412162914-2-macam-do039a-iftitah-mana-seharusnya-dipakai.htm
Pertanyaan saya, kenapa kata “awwalu” diganti ??!
Read the rest of this entry »
Posted in do'a | 5 Comments »