حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

INTERNET dan RUNTUHNYA ISLAM

Posted by حَنِيفًا on July 13, 2012

_______.:: Begin ::._______

APAKAH INTERNET
AKAN MENGHANCURKAN ISLAM?
By Wolfgang Bruno/David Wood (2006/04/04)


ISLAM DIPENGGAL
Kebenaran ttg Muhamad adalah salah satu rahasia yg paling erat tersimpan didunia ini. Selama berabad-abad, tidak mungkin utk menyatakan keberatan sekecil apapun ttg Muhamad di negara-negara Muslim. Orang yg berani mbalelo akan segera dibunuh. Namun sekarang keadaan sudah berubah. Semakin banyak orang sekarang semakin ingin mempelajari Islam, dan Muslim tidak akan selama-lamanya bisa membungkam semua orang. Dgn adanya Internet, kini tidak mungkin lagi Muslim merahasiakan seluk beluk kehidupan Muhamad yg penuh darah.

Fakta ttg pendiri Islam ini tersebar dgn sangat cepat dan Muslim masih dgn susah payah mencoba membela agama mereka. Namun “information superhighway” ini sanggup melenyapkan kebodohan yg selama berabad-abad menjadi kekuatan dogma Islam. Pada akhirnya, Islam akan jatuh karena seluruh strukturnya dibangun atas kepercayaan bahwa Muhamad adalah contoh moral terbesar dalam sejarah, hal yang sangat mudah dibuktikan kepalsuannya.

Memang, internet sangat penting dlm mendidik non-Muslim DAN Muslim ttg sifat Islam sebenarnya, walaupun kebanyakan Muslim kebal terhdp kritik manapun. Tetapi tetap saja, ada diantara mereka yg masih bisa diraih.. Ada sekitar 1 milyar Muslim nominal di dunia ini. Berapa dari mereka murtad secara rahasia?

Ibn Warraq memperkirakan bahwa 10-15% Muslim di Inggris sebenarnya memang murtad. Jika persentase itu diterapkan pada dunia Islam secara keseluruhan, ini bisa mencapai jumlah orang sebesar total penduduk Jepang. Walaupun tidak banyak muslim yg memiliki akses kpd internet, paling tidak sudah ada ratusan ribu dan mungkin saja jutaan murtad dalam cyberspace. Belum lagi puluhan juta Muslim yg sudah memiliki keraguan terhdp Islam.

Kita sekarang balapan dgn waktu, dan Muslim tahu benar. Oleh karena itu mereka bekerja sangat keras utk menghancurkan kebebasan bicara dan kritik rasional di negara-negara kafir. Apakah Muslim akan terlebih dahulu mem-bom kebebasan berbicara, atau apakah dunia non-Muslim akan berhasil merebut bom itu dari tangan mereka?

Kita semua kena getahnya, suka atau tidak. Kita tidak hanya memerangi Islam tetapi membela kebebasan berbicara, dan dgn otomatis berarti membela demokrasi. Mungkin kita tidak bisa membunuh ular naga itu, tetapi paling tidak kita dapat membantu mereka yg mampu.

Nama Dr. Wafa Sultan sebelumnya kurang dikenal. Sampai saat ia tampil di TV Aljazeera dan “membantai” Islam dgn komentar-komentarnya. Klik disini.

TV memang media yg lebih ampuh dari internet. Memang banyak mantan Muslim lebih suka menyembunyikan diri dibelakang internet ketimbang menunjukkan muka mereka kpd jutaan muslim, yg sudah pasti ingin membunuh mereka. Disana banyak nama-nama spt Ali Sina dan Ibn Warraq yg bisa membuat berdiri bulu kuduk para pembacanya.

Islam memang “dinosaurus dari jaman mammal.” Saya percaya ini memang benar. Namun, Islam tetap monster yang besar dan berbahaya dan sekarang monster itu menjadi lebih berbahaya lagi karena sedang luka-luka. Kami tidak boleh membiarkan mahluk macam itu berkeliaran bebas di jalan-jalan tempat tumbuhnya anak-anak kami. Kami perlu memenjarakannya dan berharap bahwa kekebalannya pada suatu saat akan rapuh dan pelan-pelan akan melemahkannya.
Kita sedang mengalami perang dunia, seperti perang dingin yang lebih panjang dgn banyak bentrokan-bentrokan kecil yg tidak berskala besar. Kita harus menahan sepak terjang Muslim, mengusir para muslim dari Barat (dan dari negara-negara sekuler lainnya) dan menuntut kerja keras para mantan Muslim. Kalau tidak, mau tidak mau, kita akan dihadapakan pada perang skala besar dgn korban tidak terhitung. Kami mungkin akan memenangkan perang itu, tetapi jumlah korban akan mencapai angka yg belum pernah disaksikan dlm sejarah manusia. Waktu semakin pendek. Ayo bergerak!!!

DEFEATING ISLAM

By: Ali Sina

Dalam salah satu artikel, saya tulis:

Quote:

Saya janjikan bila kita meneruskan kampanye untuk mengalahkan Islam dan cendekiawan Muslim, dalam waktu tidak lebih dari 25 tahun Islam akan dikalahkan. Islam akan runtuh, seperti komunisme. Ingat kata-kata saya hari ini, walaupun mungkin anda kira saya gila. Jika kita semua bekerja sama, terutama para ex-muslim (murtadin), kita akan bisa mengalahkan Islam lebih cepat dari perkiraan siapapun. Iran sudah hampir anti Islam. Lebih dari setengah orang Iran tidak lagi menyebut diri mereka Muslim.

Seorang teman saya yang meragukan apa yang saya percayai, menulis:

Quote:

Dr. Sina, maafkan saya kalau sekiranya saya memboroskan waktu anda yang berharga. Tetapi 1 pemikiran yang baru saja menghantam saya. Anda katakan bahwa anda bisa memusnahkan Islam dengan kempanye ini dalam beberapa dekade saja.

Tapi Pak, apa anda yakin tentang ini? Agama yang terbukti bertahan selama 1400 tahun, apa bisa punah dalam beberapa dekade saja? Bagaimana mungkin itu bisa terjadi. Ya, anda bicara tentang sesuatu yang berkembang secara eksponensial. Ya tapi-kan tidak semua, terutama agama sialan itu, tidak bisa diukur secara matematis.

Saya baca semua artikel anda, lagi dan lagi. Saya sungguh percaya bahwa anda bukanlah kelompok orang bermulut besar yang hanya ingin jadi pusat perhatian. Saya sudah bergabung selama 10 bulan dengan FFI, mengirimkan “Surat Untuk Umat Manusia” ke lebih dari 4000 orang (yang jumlahnya terus bertambah tiap hari) dan juga ikut bergabung dengan berbagai macam forum untuk menyampaikan pesan itu. Tetapi sekarang saya ragu. Bagaimana mungkin kita mencapai tujuan kita? Dulu anda katakan “Jika kita bekerja sama”, mengapa anda bilang “Jika” bila anda yakin pasti mencapai tujuan itu?

Dr. Sina, sebagai bagian dari pekerjaan, saya harus menjalin hubungan dengan berbagai macam tipe orang yang berbeda kewarganegaraan (juga mentalnya). Saya bisa menduga sifat orang saat saya bicara dengannya (dan membaca tulisan yang dibuatnya). Saya yakin, anda sungguh percaya bisa menghancurkan Islam. Tapi “Rahasia” apa sih yang anda punya yang belum anda buka, yang membuat anda begitu yakin?

Bisakah anda luangkan waktu dan menjawab pertanyaan saya? Saya bersedia menunggu, tapi tolong bantu saya menjawab keraguan ini.
- (Antiterorisme)

Ini respon saya;

Temanku Antiterorisme,
Biar saya bantu anda menyingkirkan keraguanmu. Saya tidak pernah meng-klaim bahwa ”Saya bisa memusnahkan Islam”. Saya bukan Superman, saya cuma manusia biasa. Tanyakan saja pada kucing saya. Teman kecil yang selalu bersama saya, peliharaan saya yang justru selalu memperlakukan saya sebagai pembantunya. Jadi bisa anda lihatkan betapa sederhanya hidup saya.

Yang saya katakan adalah KITA akan memusnahkan Islam jika kita bekerja sama. Dari mana keyakinan ini datang? Saya yakin karena saya tahu Islam tidak lebih dari sekedar kebohongan sistematis. Walaupun kebohongan itu telah berumur 1400 tahun dan mempunyai 1.2 milyar pengikut. Namun demikian Islam tetaplah kebohongan. Sama seperti bangunan tinggi yang dibangun diatas pondasi pasir. Selama tidak ada yang mengusik pasir itu, maka bangunan itu aman. Tetapi sedikit saja usikan menyapu, maka bangunan tinggi itu akan runtuh.

Islam adalah kebohongan. Tuhan-nya benda mati dan nabi-nya hanyalah penipu & psikopat yang biadab. Banyak yang mengira bahwa Kristus hanyalah tokoh fantasi dan sejarah Kristen hanyalah dongeng. Namun demikian saya percaya bahwa dulu pernah ada seseorang yang bernama Yesus. Walaupun ada sebagian cerita tentang dia yang saya yakin benar, tapi saya jg yakin bahwa sebagian cerita cuma dongeng. Cerita tentang dara yang melahirkan, orang yang berjalan di atas air, mengubah air jadi anggur, mungkin saja fiksi. Mungkin saja pengikut Yesus mula-mula menambahkan cerita itu untuk menarik perhatian orang banyak. Orang yang berpikiran sederhana tentunya gampang tertarik dengan cerita fantasi. Coba, mari kita sekarang singkirkanlah semua cerita yang tidak masuk akal itu, maka terlihat ajaran Kristen pada dasarnya tidaklah jelek, yang diajarkan adalah cinta kasih dan pengampunan. Sekarangpun, jika anda pergi ke psikolog, anda akan mandapat nasehat yang sama. Anda harus menghilangkan kemarahan hati, dan mencoba melihat sisi positif dari segalanya, dan mulai mengasihi. Kasihilah tetangga anda, teman anda, dan diri anda sendiri, kasihilah dunia ini, dan belajarlah untuk mengampuni. Tidak hanya mengampuni orang lain, tetapi ampuni juga diri anda sendiri.

Singkirkanlah semua cerita dalam Injil yang berbau fiksi, dan juga lupakanlah derma yang dibuat gereja, anda akan tetap melihat bahwa Kristen tetap mengajarkan hal yang baik. Menurut saya, Yesus mungkin saja seorang muda yang cukup nyentrik, sama seperti anda-lah. Ia jadi marah pada orang yang mengacaukan bait Tuhan. Tetapi lepas dari perilakunya, ajaran-nya bukan ajaran jahat. Walaupun dia mengaku seorang Rabi, dan menyebut dirinya Anak Allah. Tetapi ia tidak meninggikan diri lebih dari orang lain, karena menurut pandangannya, orang lain-pun bisa menjadi Anak Allah. OK, mungkin saja kemudian ada beberapa kisah tidak masuk akal ditambahkan pengikutnya dan bahkan dia dianggap sebagai Tuhan, gak masalah bila anda abaikan itu semua. Singkirkan bagian fiksi dan hal-hal yg anda anggap mitos di dalam KeKristenan, ANDA AKAN TETAP TEMUKAN BAHWA KEKRISTENAN ADALAH CINTA.

Nah sekarang, apa yang tinggal dalam Islam, bila semua cerita yang tidak masuk akal disingkirkan? Sekali anda hilangkan kisah Muhammad membelah bulan dan perjalanan menuju surga loteng ke-7 untuk bernegoisasi dengan Auwloh tentang jumlah sholat yang harus dilakukan per hari, dan segala cerita semacam ini, anda akan temukan bahwa Islam cuma tinggal kebencian, kekerasan, dan teror. Seorang pembunuh berdarah dingin, tidaklah tahu arti cinta. Yang dimengertinya adalah ketakutan. Dan Islam dibangun di atas ketakutan.

Ketika anda bandingkan Muhammad dengan Yesus, maka tidaklah ada persamaan yang anda temukan. Yang satu adalah cerminan cinta kasih, sedangkan yang lain adalah titisan iblis. Jelas ini tidak membandingkan hal yang sama, karena yang dibandingkan adalah 2 kutub yang berlawanan. Dengan pemikiran ini, maka jelaslah mengapa tidak mungkin membandingkan Islam dan Kristen.

Ada beberapa kebaikan dalam KeKristenan, yang membuatnya lebih unggul dan baik untuk terus dipertahankan. Walaupun sebagai seorang ateis dan rasionalis, saya selalu menyingkirkan hal berbau majik dari kekristenan, tapi tetap saya temukan keindahan dalam ajaran spiritualnya. Saya kadang mengkutip ajaran Yesus, walaupun tetap saya tidak percaya dia adalah Tuhan, tetapi lebih karena ajaran itu baik, “Kasihilah sesamamu”, “Ampunilah dosa orang lain agar dosamu juga diampuni”, “Biarlah orang yang tidak berdosa, yang pertama kali melemparkan batu untuk merajam perempuan yang berjinah”, “Hanya kebenaran yang akan me-merdeka-kanmu”, dan masih banyak lagi. Ini adalah ajaran yang sungguh sangat baik. Umat manusia di seluruh dunia diuntungkan dengan ajaran ini. Dunia akan menjadi tempat yang lebih baik, bila ajaran ini ditanamkan dalam hati seluruh umat manusia.

Kebanyakan ajaran lain, seperti Hindu, Budha, Yudaisme, Sikhim, Zoroastrianism, Bahasim, dll adalah gabungan dari baik dan jahat. Anda bisa umpamakan itu sebagai deposit batu mulia. Di sekelilingnya adalah tumpukan Lumpur, tetapi diantara lumpur itu ada kilau berlian.

Tetapi tidak ada sama sekali kebaikanpun di Islam. Islam adalah ciptaan iblis yang bisa bertahan dengan menyebarkan rasa takut. Tidak hanya ajarannya yang jahat, tapi Muhammad adalah monster. Suatu julukan yang jelas tidak melekat pada pendiri agama yang lain. Muhammad bisa anda bandingkan dengan Shoko Ashara dan Charles Manson. Jadi bisa anda lihatkan, perbedaan mencolok antara Islam dan agama yang lain.

Kita tentu tidak bisa menyingkirkan agama. Karena itu menyangkut kebutuhan manusia dalam bidang spiritual. Tiap manusia butuh jaminan bahwa hidupnya tidak hanya di dunia ini, tetapi juga di suatu tempat yang kekal bersama dengan yang dikasihinya. Tahun lalu, fosil manusia yang berusia 10 ribu tahun ditemukan, di sebelahnya terbaring fosil kucing. Hal ini menunjukkan bahwa makhluk kecil berbulu tersebut tidak saja teman semasa hidup, tetapi juga diharapkan di alam baka. Bisa disimpulkan kepercayaan tentang adanya hidup sesudah mati sudah ada sejak jaman purba.

Aku percaya bahwa agama akan bertahan selama ratusan atau bahkan ribuan tahun. Mungkin agama akan tetap ada sepanjang dunia ini ada. Tetapi Islam adalah cerita lain. Islam bukanlah agama, melainkan gerakan politik yang bertopengkan agama. Islam menjanjikan kehidupan kekal yang menyenangkan bagi pengikutnya yang bebal yang mau ikut berperang, membunuh, terbunuh secara ”terhormat”, demi melanjutkan ambisi gila pendirinya. Sangatlah mudah untuk mengalahkan Islam. Yang kita butuhkan hanyalah menceritakan yang sesungguhnya. Yang kita butuhkan adalah membongkar fondasinya, menyingkirkan semua pasir kebohongan, dan Islam akan jatuh dengan sendirinya. Kekristenan dan agama yang lain berakar pada sesuatu yang baik. Fondasi dari agama-agama ini kokoh. Tapi Islam tidak mempunyai fondasi yang demikian. Karena Islam didasarkan pada kebohongan dan kejahatan.

Muslim tahu, bahwa Islam akan hancur bila selubungnya dibuka. Dalam hati Muslim, mereka juga tahu Islam adalah kebohongan dan tidak bisa dipertahankan secara logis. Itulah mengapa ketika ada kritik, Islam jadi panik. Anda bisa mengkritik agama yang lain, tetapi yang bisa anda hancurkan hanyalah sebagian saja. Fondasi dari agama tersebut tetaplah sama. Malahan sesungguhnya kritik itu menguntungkan agama-agama tersebut karena akan menghilangkan bagian-bagiannnya yang negatif. Dengan demikian agama tersebut akan bisa beradaptasi dengan dunia ini. Contoh nyata adalah, Sati (perilaku biadab) dalam Hindu, merajam orang dalam Judaisma, dan Inquisition (penyingkiran orang yang tidak sependapat) dalam Kekristenan, telah ditinggalkan menjadi sejarah masa lalu mereka.

Tetapi anda tidaklah bisa meng-kritik Islam. Karena bila anda merusak fondasi-pasir-nya, maka seluruh bangunan Islam akan runtuh. Dan Muslim tahu itu. Mereka tahu Islam tidak tahan terhadap kritik dan ia sangat gampang rapuh. Itulah mengapa mereka sangat protektif. Itulah sebabnya mengapa mereka sangat histeris saat beberapa kartun Muhammad diterbitkan. Itulah sebabnya mengapa mereka membunuh Theo Van Gogh dan mengancam membunuh orang lain yang coba mengganggu fondasinya yang serapuh tanah pasir. (itulah mengapa para netter muslim ngejar-ngejar gue, heheheee… –admin)

Agama yang lain bisa diumpamakan seperti plastik atau kayu. Anda bisa melengkungkan dan membentuk mereka, dan mereka akan jadi lebih indah. Tapi Islam sudah mati. Islam mirip fosil. Ia tidak bisa berubah, jika anda sentuh, maka ia akan hancur.

Anda bisa bertanya,”Jika Muslim tahu Islam adalah kebohongan, mengapa mereka mempertahankannya?. Gak pa pa, itu pertanyaan yang adil kok. Jawabannya adalah: hanya kebohongan itulah yang mereka punya. Mereka harus selalu bergantung dan percaya walaupun sudah jelas bagi mereka bahwa Muhammad adalah iblis dan apapun yang ia katakan adalah bohong. Kebohongan ini adalah satu-satunya jalur nafas mereka.

Muhammad adalah orang gila yang haus kekuasaan. Hal pertama yang dihancurkannya adalah kebebasan berpikir korbannya. Berkat Islam, Muslim tidak mempunyai kebebasan berpikir, penghargaan terhadap diri sendiri, dan kehormatan. Orang yang demikian sangatlah berbahaya. Kurang perhargaan terhadap hidup sendiri adalah sumber kejahatan.

Orang yang menghargai hidupnya sendiri dan tahu bahwa dirinya berharga dan punya masa depan, tidak akan melakukan kejahatan atau melukai orang lain. Anda bisa mengukur tingkat kebaikan dari seseorang dari cara mereka menghargai dirinya. Semakin orang menghargai hidupnya, maka semakin tinggi juga sifat kemanusiaan, rasa menolong, dan bisa dipercaya. Semakin orang tidak menghargai hidupnya, semakin nekatlah ia melakukan berbagai hal yang bisa menghacurkan masa depannya.

Inilah mengapa Muslim sejati sangat jahat. Mereka tidak bisa menghargai hidup mereka sendiri. Mereka kuat dan menggebu-gebu di luar, tapi itu hanyalah untuk menutupi rasa takutnya dan kurang percaya dirinya. Mereka sebenarnya tidak bahagia, takut, dan cuma gumpalan daging sakit yang berjalan, alias zombie.

Muhammad mengajak pengikutnya untuk mengabaikan kehormatan hidup mereka. Mereka dipaksa percaya bahwa tanpa Islam mereka bukanlah apa-apa. Mereka bahkan dipaksa untuk menghacurkan segala budaya dan peradaban pendahulu mereka. Islam berusaha menghancurkan pribadi dari korbannya untuk membuat mereka bergantung 100%.

Muslim bukanlah orang buta, mereka sebenarnya bisa melihat bahwa Islam salah. Mereka tahu Islam melawan peradaban manusia dan tidak masuk akal, tetapi mereka sudah terlalu dalam terjebak dan tidak bisa meninggalkannya, karena tanpa Islam mereka merasa tidak berarti.

Seorang Muslim menulis kepada saya,”Menurut yang saya baca, beberapa ayat kedengarannya jahat dan biadab. Tetapi itu adalah iblis yang membuat kita melihatnya demikian.” Inilah penyakit dalam Islam. Muslim tahu bahwa Islam adalah kebodohan, tetapi mereka tidak bisa melepaskannya. Mereka tidak bisa melepaskannya karena mereka tidak punya tempat bergantung yang lain. Islam adalah satu-satunya nyawa mereka. Itu adalah satu-satunya jalur nafas mereka di alam yang penuh ketidak-pastian ini.

Dan kemudian rasa takut itu timbul. Rasa takut akan neraka dan penghukuman di alam kubur yang sudah ditanamkan di otak mereka sejak kecil. Ketakutan ini telah melumpuhkan kebebasan berpikir mereka. Ketakutan itulah yang menghancurkan segala rasa ragu tentang Islam yang kadang muncul di otak mereka.

Neng Ruby adalah seorang Muslim terdidik. Dia adalah orang yang teguh pada pendirian. Dia menyatakan dirinya sebagai Muslim Moderat karena ia hidup di Amerika, menikmati semua kebebasan dan tidak ada alasan untuk jadi teroris.

Neng Ruby bergabung dengan FFI sejak Januari. Dia menulis lebih dari 700 posting. Setelah perdebatan yang begitu banyak, akhirnya pada 12 Mei, dia menulis:

Quote:

Halo semua teman dan musuhku,
Ini akan menjadi surat terakhir saya, setelah sedemikian banyak perdebatan saya di FFI dan saya mulai meragukan agama saya….INI TIDAKLAH SESUATU YANG BAIK
Dengan ini, saya kembali bersaksi bahwa:
1) Saya percaya bahwa hanya ada 1 Auwloh
2) Saya percaya pada nabi-nabi
3) Saya percaya pada 4 buku yang dikirim oleh Auwloh
4) Saya percaya ada malaikat
5) Saya percaya pada hari penghakiman (Kiamat)
6) Saya percaya ada kehidupan sesudah kiamat

Pasti ada maksud mengapa saya ada di dunia ini, dan itu tentunya adalah untuk menyembah hanya Auwloh…. dan nabinya yang terakhir yaitu Muhammad (pbuh).
Adalah sesuatu hal yang salah saat saya mulai bergabung dengan FFI dan saya akan mencoba melupakan apapun yang saya dengar yang membuat saya meragukan sabda Auwloh.
Jaga diri kalian, dan saling membenci.

Apa yang kita dapat simpulkan di sini? Kita bisa ambil 2 poin. Satu, Muslim jelas telah melihat bahwa Islam salah. Kedua, mereka telah jauh terjebak di dalamnya. Ada suatu halangan mental (mental block) yang membuat mereka tidak bisa menyingkirkan Islam. Neng Rubi telah menyingkirkan kebebasan berpikirnya yang mulai meragukan Islam. Dia berpikir tanpa Islam, dia akan mati. Dia belum bisa belajar untuk jadi lebih independen.

Namun menutup kemerdekaan berpikir, seperi Neng Rubi dan jutaan Muslim lainnya hanyalah memperbodoh diri sendiri. Saya tahu itu, karena dulu saya salah satunya Ketika saya membaca Quran dan melihat bahwa buku ini adalah omong kosong, hal yang pertama kali saya lakukan adalah menyangkali pikiran saya sendiri.

Biar saya beri ilustrasi. Suatu ketika ada seorang perempuan yang pulang dan kemudian masuk ke kamarnya. Di atas tempat tidurnya dia melihat suaminya tengah berhubungan intim dengan perempuan lain. Hancurlah hatinya, tetapi suaminya berkata, “ Apakah kamu akan mempercayai aku atau mempercayai penglihatanmu yang menipu?” Hal itu tentulah bergantung sepenuhnya pada perempuan itu untuk memutuskan. Jelas dia melihat dengan mata kepalanya suaminya selingkuh, tetapi bila ia tidak memiliki tempat lain untuk menggantungkan hidupnya, kemungkinan besar dia akan memaksakan dirinya untuk memaksakan diri mempercayai yang dikatakan suaminya bahwa ia tidak selingkuh.

Muslim tidak punya tempat perlindungan lain. Mereka harus menutup pemikiran bebas mereka agar tetap mempercayai Muhammad.

Saat merasakan keraguan tentang Islam, saya mengira bahwa saya lagi dicobain iblis. Saya tidak kuat, dan saya tutup Quran dan saya sembunyikan di balik tumpukan buku lain sampai gak kelihatan. Tapi buku itu seperti menarik saya. Isinya seperti suatu tangan yang terus-menerus menusuk saya. Saya coba membaca buku lain untuk mengalihkan perhatian dan mencoba hanya mengambil hal positif dari Quran. Namun demikian tetap saya tidak bisa melawan kebenaran yang menyakitkan dari apa yang telah saya baca.

Saya balas Neng Rubi dengan menulis,” Anda sudah mengetahui kebenaran, anda tidak akan jadi sama lagi. Sekali otak anda berkembang, maka itu tidak akan menyusut lagi. Percaya omongan saya, saya pernah mengalami hal yang sama, mencoba mengingkari kebenaran selama 2 tahun, tapi tetap saja saya gagal mengingkarinya. Keraguan yang anda punya sekarang ini tidak akan hilang. Justru sebaliknya keraguan itu akan semakin berkembang. Anda akan mulai meragukan semua hal yang telah anda terima sebelumnya. Inilah proses dari orang yang sedang diterangi. Mereka tiba-tiba saja akan sulit untuk percaya pada hal-hal yang tidak masuk akal

Saya tahu, Neng Rubi tidak punya jalan kembali. Jelas bagi saya bahwa dia tidak bisa lagi tahan terhadap kebohongan Islam dan meninggalkan itu walaupun mungkin butuh waktu beberapa bulan. Tapi saya sangatlah salah. Karena pada tanggal 19 Mei, 1 minggu semenjak ia mengirimkan salam perpisahan dan mengucapkan pengakuan imannya lagi, dia menulis demikian:

Quote:

saya sudah membaca kesaksian anda. Saya juga telah membaca buku “Prophet of Doom” (Nabi Kebinasaan), dan saya jadi sangat marah!!… selama tahun-tahun hidup saya, saya telah dibohongi dan diperbodoh. Ya… Muhammad sama sekali bukanlah Rasul Auwloh, tidak sama sekali!!… dan dia adalah penipu yang mengklaim sebagai nabi. Saya harus mengakui sesuatu kepada semua orang sekarang, yang mungkin juga dirasakan oleh rekan Muslim yang lain. Saya merasa tidak ada cinta mengalir dari Quran atau sumber Islam yang lain!… Kenyataannya saat saya membaca Quran, saya jadi bosan dan ngantuk dengan cepat!

Tapi ketika saya berpikir tentang Yesus (walaupun saya bukan Kristen), saya merasa ada perasaan nyaman. Mungkin karena ia lebih layak dihormati dibandingkan Muhammad. Tetapi ini sekedar perasaan dan emosi saya, saya akan menulis lagi besok.

Selamat malam

Dan dia menulis lagi pada 22 Mai 2006

Quote:

Halo rekan-rekan, ini adalah artikel saya di forum ini, saya telah mengatakan ini sebelumnya, tetapi akan saya ulangi lagi agar Muslim jelas membacanya.

  1. Saya akui bahwa Muhammad sungguh melakukan perkosaan dan berhubungan sex dengan anak kecil yang tidak tahu apa itu sex (Ayesha).
  2. Saya akui Muhmmad pernah merampok dan mengambil apa yang bukan miliknya, jadi dia adalah pencuri.
  3. Saya akui bahwa dia tidak punya belas kasihan dan kesabaran pada orang lain yang tidak mempercayainya dengan demikian dia bukanlah orang berbelas kasihan.
  4. Saya akui bahwa dia adalah manusia yang haus kuasa, yang tidak mungkin menerima wahyu dari Tuhan yang sebenarnya.
  5. Saya akui bahwa Islam adalah kebohongan, jelas Islam bukan agama damai karena Muslim sejati bukanlah orang yang cinta damai. Mereka bersedia membunuh, menghancurkan, agar bisa masuk surga untuk dihadiahi bidadari karena perusakan yang dilakukannya.

Biarlah ini diketahui oleh semua Muslim, saya bukanlah bagian Islam lagi. Mohammad tidak lebih dari bajingan yang selalu mengimpikan SEX, SEX, dan lebih banyak lagi SEX. Dia adalah nabi palsu, dan telah menipu kita sejak masa kecil.

Agama ini tidak boleh bertahan lebih lama lagi. Islam akan memusnahkan umat manusia yang lain bila tidak kita hentikan. Ubah diri anda, mulailah berpikir sejenak, kemudian perdalam lagi pemirikan bebas anda untuk mendapatkan jawaban yang sebenarnya. Orang yang memerintahkan untuk membunuh orang lain yang tidak sependapat bukanlah Nabi.

Sampai di sini dulu.

Sekali anda mengetahui kebenaran, tidak ada jalan balik untuk menghapuskannya. Kekuatan dari kebenaran kadangkala menyakitkan, tetapi ini adalah jalan untuk mencapai hidup yang lebih baik. Ini adalah jalur yang harus kita semua ambil walaupun kadangkala kita akan merasakan kesepian, sakit, dan tertindas. Ini adalah awal dari segala peradaban. Waktu yang dibutuhkan Neng Rubi untuk mendapatkan kebenaran ini terhitung singkat. Sebab ia hidup di negara Barat jadi hidupnya tidak dalam bahaya. Banyak Muslim yang tinggal di negara Islam tidak bisa menikmati kebebasan seperti ini. Mereka tahu melawan Islam bisa berarti dikucilkan oleh keluarga, penindasan, bahkan mati. Mereka akan mencoba sekuat kungkin untuk bertahan pada iman Islam. Tetapi bagaimanapun juga, kebenaran tidak akan bisa diingkari.

Bagaimana saya percaya, bahwa existensi Islam hanyalah tinggal hitungan hari? Itu mungkin karena saya percaya pada kekuatan kebenaran yang sungguh dahsyat. Pada artikel yang lain, saya tulis diskusi saya dengan pelajar di negara Islam. Mereka jadi sadar pada saat Imam mereka justru memberikan ancaman bukan jawaban saat mereka bertanya. Orang-orang seperti ini akan menerangi yang lain, dan yang lain akan mempengaruhi yang lain lagi. Temanku Antiterorisme, anda bilang sudah menulis surat pada lebih dari 4000 orang dan mereka itu menyebarkan lebih banyak lagi. Orang yang anda bantu untuk melihat terang itu akan melakukan hal yang sama. Bayangkan bagaimana suatu tetes air bersatu menjadi riak, dan riak bersatu menjadi gelombang. Jangan pernah meremehkan kekuatan seseorang. Tentunya bila kita ingin mencapai tujuan kita, tidak cukup dengan beberapa orang saja, kita butuh jutaan orang. Jutaan orang itu saat bersatu akan menghasilkan kekuatan yang luar biasa.

Sumber:
http://www.faithfreedom.org/Articles/sina/eradication.htm
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=635

_______ .:: End ::.______

Replay by Haniifa:

Assalaamu’alaikum,

Mualaf Hungaria (1): Bersyukur Bisa Belajar Islam
Aysha

BUDAPEST – Bagi Aysha, Islam bukanlah sesuatu yang asing. Wanita asal Hungaria Utara ini sudah mendengar kata itu sejak duduk di bangku SMP. Bagaimana tidak, negara tempat ia tinggal merupakan salah satu bekas ‘jajahan’ Turki selama 150 tahun.

Pengetahuan tentang Islam banyak ia dapatkan di mata pelajaran sejarah. Islam cukup membekas dalam benaknya. Lulus dari SMA, Aysha mengambil kuliah biologi molekuler.

Di kampus tempatnya belajar, ia banyak berkenalan dengan mahasiswa-mahasiswa Muslim. Banyak bergaul dengan mereka, lama-lama membuat Aysha penasaran tentang Islam. “Aku heran bagaimana mereka sangat bangga menjadi seorang muslim,” ujarnya.

Sebelum memeluk Islam, Aysha adalah seorang Khatolik. Walaupun mengaku taat, ada bagian tertentu dalam ajaran Khatolik yang tak bisa diterima oleh hatinya. Ia tak yakin bagaimana Tuhan bisa memiliki seorang putra sesuai konsep trinitas yang dianutnya.

Soal keraguannya tentang agama, ia bercerita kepada seorang teman yang Muslim.  Suatu hari, ia dan kawannya makan bersama. Ia mulai terpesona dengan Islam sejak mendengar azan yang pertama kali.

Selanjutnya, perjalanannya menuju cahaya Islam seperti sesuatu yang mengalir begitu saja. Ia juga tak tahu dengan alasan apa, tiba-tiba di satu musim panas, ia mendownload program Alquran.

“Aku mendengarkan Alquran dalam bahasa Arab dan membaca terjemahannya dalam bahasa Inggris. Lalu aku banyak berpikir tentang Islam dan membaca berbagai buku tentang agama ini,” kata dia.

Hanya berselang dua bulan sejak saat itu, Aysha memutuskan untuk masuk Islam. Ia bersyahadat disaksikan dua orang temannya.

Perjalanan Aysha memeluk Islam bisa dibilang mudah. Namun, setelah memeluk Islam ia menemukan banyak hambatan untuk mempelajari agama barunya itu.

Ia memilih agama yang bertentangan dengan keluarga, teman, budaya, bahkan ibunya sendiri. Ia tak memiliki seorang pun untuk membantunya memahami Islam. Tak banyak yang mendukungnya. Seorang teman bahkan sengaja menjatuhkan mentalnya.

“Dia bilang aku takkan pernah memahami Islam, karena aku tidak dilahirkan sebagai Muslim. Ketika kukatakan padanya bahwa aku ingin memulai puasa Ramadhan, temanku malah mengatakan puasa bukan hanya soal menahan lapar,” tutur Aysha.

Sejak memeluk Islam (2007-2008), hubungan dengan sang ibu berubah menjadi tidak baik. Sang ibu mengatakan setelah memeluk Islam, putrinya pasti akan menjadi teroris. “Ibu bilang akan meninggalkanku seperti aku meninggalkan agamaku yang dulu,” kata Aysha.

Ketika masih tinggal serumah, sang ibu sengaja menaruh daging babi di dalam kulkas. Namun, Aysha menolak untuk memakannya, sehingga terjadi pertengkaran hebat. Sang ibu juga tak tahan melihat putrinya shalat atau memakai mukenah.

Oleh sebab itu, Aysha pun harus shalat di ruang sempit di atas loteng. “Ibu selalu mengatakan bahwa ia melahirkan seorang anak Nasrani, bukan seorang Muslim,” ungkap Aysha.

Setelah menjadi mualaf, berbagai masalah serius menimpa Aysha. Walau demikian, ia tetap tabah dan sabar menjalani cobaan. “Tapi Alhamdulilah, kini ibu tampaknya sudah menerima aku sebagai Muslim. Aku benar-benar bersyukur kepada Allah. Sekarang aku bebas keluar dengan jilbab, dan beliau tidak berkomentar apa pun,” tutur Aysha.

Hubungan dengan ayah bahkan lebih buruk dibadingkan dengan sang ibu. Sebelumnya, ayahnya tak pernah mau bertemu dan berbicara dengan Aysha. Namun, setelah ia membuka diri, sang ayah mulai menerima putrinya kembali. “Kami sekarang saling mengunjungi secara rutin,” kata Aysha.

Belajar Shalat Lewat Internet

Shalat pertama Aysha dilakukan dengan penuh perjuangan. Ia yang tak hidup di lingkungan Muslim, tak bisa meminta bantuan siapa pun untuk mengajarinya cara-cara shalat.

Alhasil, ia belajar shalat dari internet karena tak ada yang bisa mengajarinya. Melalui internet, Aysha belajar bagaimana tata cara berwudhu, dan doa-doa apa saja yang diucapkan ketika shalat.

Awalnya, Aysha sempat merasa takut seandainya tak bisa melafalkan bacaan-bacaan shalat dalam bahasa Arab. Ia juga tidak memiliki sajadah dan jilbab. Banyak ketakutan yang justru ia rasakan setelah masuk Islam.

Saat pertama kali shalat, ia menuliskan bacaan dan gerakan shalat di atas kertas. Lalu memegang kertas di tangan kanan, membacanya, kemudian bersujud, membaca lagi dan seterusnya. “Aku yakin itu terlihat sangat lucu. Tapi setelah itu, aku berhasil menghapalkan doa-doa shalat dalam bahasa Arab,” kenangnya.

Perlahan, Aysha mulai menemukan teman baru melalui situs jejaring sosial Facebook. Dari ‘saudara online’ itu, ia menemukan begitu banyak cinta dan keberanian saat berjumpa dengan saudara seiman.

Kemudian melalui situs pertemanan itu, seorang pria Muslim memberinya sajadah, jilbab serta buku-buku berisi tuntunan dan doa. Aysha juga mendapatkan Alquran pertamanya dari Yordania. “Aku tidak bisa membeli Alquran di sini. Sekarang, sudah lebih dari dua tahun aku memakai jilbab,” kata dia.

Bagi Aysha, hidup adalah sebuah ujian besar. Namun, ia bersyukur atas ujian yang menimpanya. Dengan begitu ia memiliki kesabaran dan harapan. “Pada hari kiamat, aku akan sangat bersyukur karena telah mencoba untuk menjadi lebih baik dengan memahami agamaku,” ujarnya.

Ia percaya bahwa semua hal yang sudah ditakdirkan Allah takkan bisa berubah. Tapi setiap orang bisa memilih apa yang baik bagi hidupnya. Kini, Aysha mencoba untuk membimbing para ‘calon mualaf’. “Aku memberi mereka buku-buku tentang Islam, sajadah dan mushaf Alquran. Alhamdulillah, kami bisa shalat bersama-sama dan mereka benar-benar bahagia,” ungkapnya.

Dengan melakukan semua itu, Aysha hanya ingin menunjukkan pada semua orang bahwa umat Islam memiliki sifat ramah, santun, dan baik hati.

Waahh… binun neeh, menghadapi Umat Islam, kata @Oom George Bush :D


Wassalamu’alaikum, @Haniifa – Rubi

About these ads

5 Responses to “INTERNET dan RUNTUHNYA ISLAM”

  1. yovi said

    Jump to Yovi Post

    *** content podo bae… edit by admin :D ***
  2. yenny said

    Jump to: Dai kembar siam :lol:… eh, salah … karena komengnyah sama dan sebangun jadi edited by Haniifa.

  3. Jember moslem said

    Usaha yang sangat keras, namun tak sebanding dg hasilnya.
    Nih gua kasih tip ampuh, buatlah tulisan/karangan kayak palin pendeknya surah dlm alqur’an (minimal) dan lo buktiin kelebihan tulisan lho, pasti deh orang islam bakal tinggalkan islam tanpa komando, selamat kerja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 53 other followers

%d bloggers like this: