حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Agama Syi’ah sama dengan Agama Kristen 2

Posted by حَنِيفًا on August 22, 2009

Assalamu’alaikum,

Saya tidak begitu terkejut ketika seorang rekan memberikan ulasan bahwa : Syiah tak mencantumkan Syahadatain dalam rukun -Islam- Agama Syi’ah, yaitu: 1. Shalat 2. Zakat 3. Puasa 4. Haji 5. Wilayah atau Perwalian. Syiah meyakini bahwa al-Qur’an sekarang ini telah diubah, ditambah atau dikurangi dari yang seharusnya.

Kalau racun paham Agama Kristen saya ibaratkan sebuah Batu Besar sehingga dengan mudah umat Islam menghidarinya, sebaliknya racun paham Agama Syi’ah ibarat Kerikil Kecil pada sebuah jalan yang licin jadi diperlukan extra hati-hati dalam menghadapinya. Sebagai contoh kebiasaan para Ulama/Ustad Islam menggunakan kata “Azza Wa Jalla” atau membuat instan penulisan Rasulullah s.a.w / Nabi s.aw, bagi kebanyakan umat Islam makna s.a.w (shallahu ‘alaihis wa salam-> Nabi/Rasul terkahir dalam personifikasi Muhammad bin ‘Abdullah) namun dalam kacamata Agama Syi’ah makna RASULULLAH SAW/NABI  SAW adalah Imam Mahdi yang mereka nanti-natikan. Jadi tidak aneh jika beliau meneng bae sewaktu saya tanyaken soal tersebut.

haniifa said

August 18, 2009 at 8:20 am

@Wawan Ahlul Fitnah
RASULULLAH SAW
_________________
Sampean nggak mau nulis : RASULULLAH MUHAMMAD SAW…

sebab lafadz syahadatnya berbeda dengan ISLAM :P

Dan dengan tidak malu-malu beliau yang  beragama Syi’ah menulis Imam Ali bin Abi Thalib as, Imam Ja‘far as, dll.. (as = ‘alaihis salam/gelar bagi para  Nabi dan Rasulullah), Sayyidah Fatimah az-Zahra as :D (didalam liturgi agama samawi tidak ada satupun Nabi /Rasul yang berjenis kelamin Wanita)

Agama Kristen menolak Ahlul Bait

Seperti kita ketahui bahwa perkembangan Agama Kristen sangat pesat di Imperium Rumawi sampai suatu ketika mereka dikalahkan oleh para Khalifah Islam, atas dasar sakit hati inilah yang membuat semua elemen kristen Yunani merubah Kitab Tauret dan Injil semakin jauh dari aslinya.

Sebenarnya, selain Injil Lukas, Matius, Markus dan Johanes masih ada lagi Injil yaitu Injil Barnabas. Tetapi umat Kristen tidak mengakuinya. Dalam Injil yang dipakai oleh umat Kristen sekarang, terdiri dari Perjanjian lama dan Perjanjian baru. Perjanjian lama adalah Wahyu yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s,  Perjanjian Lama menceritakan semua nabi yang diutus Allah sebelum Nabi Isa Al Masih lahir. Perjanjian Baru menceritakan kisah tentang Nabi Isa Al Masih. Dari ke dua Kitab perjanjian itu, sebenarnya kedatangan nabi terakhir Muhammad sudah diramalkan. Meski pemimpin–pemimpin umat Nasrani/Kristen berusaha menghapus, tetap saja bisa ditemukan ramalan tersebut dalam ayat-ayat yang lain. Alasan klasik yang mereka gunakan adalah bahwa tidak syah nya  sebagai Ahlul Bait dari pihak Nabi Ibrahim a.s dengan Siti Hajar (mereka berdomisili di sekitar Masjidil Haram, Mekkah, KSA) dan ini adalah warisan dari pengingkaran YAHUDI terhadap Bani Qurasy.

Agama Syi’ah menolak Ahlul Bait

Disisi lain Imperium Persia juga runtuh bersamaan dengan semakin berkibarnya Panji Islam di seantero dunia, tidak jauh dengan perilaku petinggi Kristen, Persia yang selama berabad-abad dikuasai oleh Agama Penyembah Api inipun merasa tidak rela jika agama nenek moyang mereka tergeser oleh cahaya Islam yang cemerlang. Untuk sebagian besar umat Islam terkecoh dengan propaganda busuk mereka yang “lebih mencintai Ahlul Bait” pada sesungguhnya Agama Syi’ah adalah agama yang paling membenci Ahlul Bait, sepintas kilas saja kita sudah dapat membedakan dengan Agama Kristen yang membenci Ahlul Bait sisi Siti Hajar + Nabi Ibrahim a.s, saya bukannya hendak condong kepada Agama Nashrani namun mereka mempunyai alasan yang sangat kuat dimana para Nabi dan para Rasulullah penerima Wahyu diturunkan kepada Ahlul Bait sekitar Masjidil Aqsa, Palestina.

Pengakuan Ahlul Bait menurut Agama Syi’ah adalah sisi keturunan Khalifah Ali bin Abi Talib + Fatimah bin Muhammad dan mereka menampikan Ahlul Bait yang lain yang masih merupakan Bani Qurasy, sebagai contoh kecil saja coba kita lihat sejarah putra-putri Rasulullah

Putri-putri Nabi Muhammad s.a.w
Dari Khadijah binti Khuwaylid:
1. Zainab binti Muhammad + Abul Ash bin Rabi’
2. Ruqaiah binti Muhammad + Utsman bin Affan (istri pertama Ustman)
3. Ummi Kultsum binti Muhammad + Utsman bin Affan  (setelah Ruqiah wafat)
4. Fatimah binti Muhammad + Ali bin Abi Talib

Putra-putra Nabi Muhammad s.a.w
Dari Khadijah binti Khuwaylid:
1. Abdullah bin Muhammad, beliau meninggal ketika masih kecil.
2. Qasim bin Muhammad, beliau meninggal ketika masih kecil.
Dari Mariah Qibtiah: (budak Yahudi yang cantik dari Mesir)
3. Ibrahim bin Muhammad, beliau meninggal ketika masih kecil (wafat 10 H)

Subtansi dari “pengagungan Ahlul Bait versi Imam Ali” adalah penghapusan para ahli waris nabi pendahulunya (Ahlul Bait Masjidil Aqsa) yaitu dari Nabi Ibrahim a.s + Sarah dan sebagian Ahlul Bait Masjidil Haram (dari Nabi Ibrahim a.s + Hajar), seperti kita ketahui jargon yang mereka gembar-gemborkan adalah penghianatan para 3 Kalifah sebelum masa kekhalifahan Ali bin Abi Talib. Saya himbau umat Islam di Indonesia khususnya jangan terkecoh oleh tipu daya mereka, sesungguhnya Agama Syi’ah itu justru sangat membenci Khalifah Ali bin Abi Talib dan keturunannya karena di masa beliaulah kocar-kacirnya imperium Persia yang dibangga-banggakan itu.

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَـنِ الرَّجِيمِ
قُولُواْ ءَامَنَّا بِاللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْنَا وَمَآ أُنزِلَ إِلَى إِبْرَهِيمَ وَإِسْمَـعِيلَ وَإِسْحَـقَ وَيَعْقُوبَ وَالأَسْبَاطِ وَمَآ أُوتِىَ مُوسَى وَعِيسَى وَمَآ أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِن رَّبِّهِمْ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

Katakanlah hai orang-orang mukmin: “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh sebagai orang muslim“. (QS 2:136)

Sangat jelas sekali Allah subhanahu wa ta’ala tidak membeda-bedakan para Rasul dan Nabi, sedangkan ciri utama orang Syi’ah meninggikan “IMAM” Ali bin Abi Thalib dan keturunannya Hasan dan Husain dan merendahkan “IMAM” yang lain….. sangat kontradiksi dengan Al Qur’an :D

*** Namun sesungguhnya Agama Syi’ah dan Agama Kristen yang memfitnah Khalifah Ali bin Abi Thalib dan keturunannya ***


Pohto Ayatullah tapi shalat didepan kuburan Ayatullah…. :(

ayatollah-khamenei-sholat-di-depan-kubur-ayatollah-khomeini

Pohto rukuk didepan Kuburan Ayatullah… :D

ahmadinejad_khomeini

Pohto Sujud syukur pada Kuburan Ayatullah… :P

ahamdinejad2

Pohto Ayatullah sudah dikubur tapi masih perlu duwit…  :mrgreen:

2120404868_8ba5d94a65

Wassalam, Haniifa.

About these ads

463 Responses to “Agama Syi’ah sama dengan Agama Kristen 2”

  1. lovepassword said

    Saiki blogmu dadi blog selebrities. Angel temen pertamax ning kene…Hi Hi Hi
    __________________________

    @Cah Keren Lovepassword
    Lha sak-iki iso 9002 pertamaxximum… :D

    Salam hangat selalu @cah bagus.

    #Haniifa.

  2. Hmmm..mantapz..

    Insya ALLAH sangat berguna..
    mana si wawan…
    _________________

    @Mas Ayruel Chana
    Insya Allah.

    #Haniifa.

  3. Ahlus Sunnah di Iran dihadang banyak tragedy serangan yang disasarkan terhadap mereka berupa tekanan, kedhaliman, dan pemusnahan dari arah rezim fanatisme golongan. ilustrasi eramuslim

    Penguasa Iran melancarkan pembunuhan atas dua Ulama besar Ahlis Sunnah di kota Zahran Irandengan tuduhan keterlibatan keduanya dalam aksi kebangkitan untuk pergolakan Iran. Ekskusi mati itu berlangsung pekan lalu dalam rangka sarana terror untuk menakut-nakuti jama’ah-jama’ah Sunni penentang di daerah-daerah yang dihuni oleh kebanyakan dari Ahlis Sunnah. Koran Al-Jumhuriyyah ” الجمهورية” Mesir menyebutkan bahwa dua orang alim yang telah diekskusi mati itu adalah Maulawi Khalilullah Zari dan Hafidh Shalahuddin Sayyidi

    مولوي خليل الله زاري وحافظ صلاح الدين سيدي

    Dan pembunuhan terhadap kedua Ulama Sunni itu dalam rangka pengusiran abadi terhadap Ahlis Sunnah di Iran dan operasi pemberedelan politik, agama, dan informasi secara keras setelah revolusi Khumeini dimana Iran menegaskan pembersihan secara meluas terhadap buku-buku rujukan (referensi) agama yang Sunni (Ahlis Sunnah).

    Ahlis Sunnah di Iran menghadapi banyak tragedy serangan yang disasarkan terhadap mereka berupa tekanan, kedhaliman, dan pemusnahan dari arah rezim fanatisme golongan di Iran, di antaranya pembunuhan terhadap pembesar-pembesar Ulama, penghancuran masjid-masjid, penutupan madrasah-madrasah Diniyyah, mengusir tokoh-tokoh agama (Islam Sunni) dan pelajar/ mahasiswa penuntut ilmu dengan menjauhkan mereka. Semua itu dilangsungkan dengan tujuan mencabut Ahlus Sunnah dan mewajibkan madzhab Syi’ah atas bangsa-bangsa di Iran yang Sunni dari suku Kurdi, Balusy, Turki, dan sebagian Arab lainnya secara paksa dan kekerasan, sebagaimana telah terjadi 5 abad yang lalu di mana Daulah Shafawiyah memaksa –dengan kerjasama dengan orang-orang salib— Iran untuk mensyi’ahkan dengan kekuatan pedang dan terror setelah tadinya bersahabat dan mempengaruhi di dunia Islam.

    Perlu diketahui bahwa Ahlis Sunnah di Iran adalah jumlah mayoritas kedua setelah Syi’ah yang berkuasa dari segi jumlah penduduk dan jumlahnya mencapai 15-20 juta jiwa, tetapi mereka (Ahlis Sunnah) itu dilarang membangun masjid satu pun di seluruh kota di Iran Raya. Dan sesungguhnya Teheran adalah satu-satunya ibukota di dunia yang tidak terdapat di dalamnya masjid satu pun milik Ahlis Sunnah. Ini pada waktu yang di sana ditemui adanya berpulu-puluh gereja-gereja, kuil-kuil, dan sekolahan-sekolahan milik Nasrani, Yahudi, Hindu, dan Majusi. [anshary/syiahindonesia.com/o.arb]
    _____________________

    @Mas Ayruel Chana
    Alhamdulillah
    Terimakasih sudah melengkapi artikel diatas.

    #Haniifa.

  4. Syiah emang edan…

    Mesjid Dilarang didirikan di teheran…
    gereja,kuil dan sekolahan-sekolahan milik Nasrani, Yahudi, Hindu, dan Majusi
    dibolehkan

    Tak salah lagi…
    Syiah bisa jadi adalah milik amerika
    __________________

    @Mas Ayruel Chana
    Jadi inget anak emas Agama Syi’ah yaitu Agama Ahmadiyah…. kalau mereka digugat semua non Muslim rame-rame mendukung… hehehe

    #Haniifa.

    • masyono9 said

      @Ayruel Chana
      Hehehehe Pha kabar???
      Syiah tidak mungkin milik amerika,,,, kalau kita lihat perkembangannya….. sampai saat ini,,,, masa lalu… menurut saya tidak memiliki benang merah sama sekali,,,,, coba anda lihat bagaimana perkembangan agama2 di Rusia menurut saya mirip dengan Iran.
      Dirusia agama yang berkembang dan diijinkan pemerintah adalah Kristen Orthodok, sehingga Penyembah Yesus yang lain baik Katholik Roma ataupun Protestan tidak diijinkan untuk mendirikan Gereja, dan yang lucu Islam, Hindu dan Budha boleh mendirikan tempat2 ibadahnya masing2.
      Menurut saya mirip sekali antara Rusia dengan Iran:
      Keduanya musuh besar Amerika
      Keduanya melarang agama yang tidak satu aliran dengan Agama Pemerintah walaupun sesama Kristen/Islam, Rusia dengan Kristen Orthodoknya melarang Protestan dan Katholik Roma sedangkan Iran dengan Syiahnya melarang Sunni untuk berkembang.

      Gimana menurut anda terhadap pandangan saya ini???!!!!

      • oit..mantap sekali masyono….
        saya kok nggak kepikir kesana yach…
        yach mungkin juga sosok amerika sudah hina di hati masyarakat…
        Amerika mungkin tak punya tempat dihati Rakyat Indonesia…
        Soalnya banyak sekali ulah yang mereka buat.

  5. SayNoToSyiah said

    TEHERAN (Suaramedia.com) – Tokoh spritual Syiah, Ali el Taskhiri, sekjen Perhimpunan Internasional Untuk Pendekatan Antar Mazhab Dalam Islam menolak pembangunan sebuah masjid bagi kelompok SUNNI di ibukota Iran, Teheran, sekalipun jumlah mereka di sana mencapai lebih dari 1 juta Muslim SUNNI.
    ___________________

    @Kang SayNoToSyiah
    :D

    #Haniifa

  6. eagle said

    @All

    Malang nian nasib kaum Sunni di Iran, khususnya di ibukota, Teheran. Betapa tidak, sejak hampir 20 tahun, belum satu masjid pun diperkenankan bagi mereka untuk mendirikannya. Klaim pemerintah yang islami dan toleran, ternyata hanya lips service belaka.!!??
    Kaum Sunni di ibukota Iran, Teheran memutuskan untuk mengadakan shalat Jum’at di taman-taman umum. Ini merupakan sebuah langkah berani sekaligus tantangan terbuka terhadap pemerintah yang mengharamkan mereka melaksanakan hak untuk mendirikan masjid tersendiri. Kaum Sunni Iran telah mengumumkan di ibukota, Teheran bahwa mereka memutuskan penyelenggaraan shalat Jum’at di taman-taman di ibukota akan dimulai Jum’at yang akan datang. Mereka menegaskan, shalat ini akan didirikan setiap pekan di taman tertentu. Hal ini mereka putuskan setelah biasanya mereka menyelenggarakan shalat Jum’at atau pun shalat lima waktu di Sekolah pribadi milik Kedutaan Pakistan atau kedutaan Arab Saudi.

    Setelah lokasi sekolah Pakistan berubah dan berbagai tekanan dilakukan aparat keamanan terhadap mereka yang ikut menunaikan Shalat Jum’at di kedubes Arab Saudi, kaum Sunni di Teheran terpaksa mengambil keputusan untuk menyelenggarakan shalat Jum’at di taman-taman umum di ibukota, Teheran.
    Sebuah keterangan yang berasal dari kantor penerangan luar negeri partai Nahdhah Arabi, yang didirikan warga Sunni di kawasan Ahwaz seperti yang dinukil dari Dr Jalal Jalali, mantan wakil kaum Sunni di parlemen Iran menyatakan, sejak lebih dari 20 tahun lalu, kaum Sunni masih menunggu persetujuan pemerintah Iran atas izin mendirikan masjid bagi mereka. Namun sangat ironis, semua upaya-upaya itu gagal. Hal inilah yang mendorong kaum Sunni di Teheran untuk mengambil langkah tersebut dengan harapan dapat menjadi sarana untuk meyakinkan pemerintah Iran sehingga mau meninjau kembali sikapnya yang membatu selama ini.!!??

    Menyikapi diambilnya langkah tersebut, sejumlah sumber terpercaya memperkirakan, pemerintah Iran akan melarang kaum Sunni merealisasikannya. Sebab bila hal itu terjadi, maka akan menjadi preseden buruk bagi citra rezim berkuasa di Iran yang mengklaim sebagai pemerintahan yang Islami dan memperlakukan sama antar sesama warga negaranya padahal realitasnya melarang warga Sunni untuk mendirikan satu masjid saja di ibukota Teheran.!?

    Juru bicara kaum Sunni di kawasan Ahwaz memuji keputusan kaum Sunni di Teheran tersebut dan menyebutnya sebagai langkah berani yang dapat menelanjangi pemerintahan Iran dan menyingkap kepalsuan klaim bohongnya sebagai pembela permasalahan kaum Muslimin di mana di baliknya justeru bertujuan untuk menyembunyikan politik rasialis dan sektariannya terhadap warga negaranya dari lain etnis dan lain madzhab di Iran. (ismo/AS)

    Selamat menjalankan Ibadah Puasa.

    :EAGLE:
    _______________________

    @Mas Eagle
    Selamat mejalanken ibadah puasa dan Shalat tarawih berjamaah.
    Terimakasih telah melengkapi artikel dan komentar @Mas Ayruel

    #Haniifa.

  7. Ayatullah said

    Ass,

    Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei, menekankan pesan-pesan AlQuran tentang persatuan dan juga peneladanan perilaku orang-orang mukmin dalam bersikap terhadap musuh dan kawan. Pernyataan itu dikemukakan kemarin (22/8) oleh Rahbar pada hari pertama bulan Ramadhan, dalam acara keakraban dengan AlQuran yang dihadiri oleh para qori, guru, dan penghapal AlQuran di Tehran. Menyingung pesan AlQuran tentang persatuan dan berpegang teguh terhadap tali Allah swt, Rahbar juga menegaskan, hati-hati yang mampu memahami pesan-pesan penting AlQuran, tidak akan merusak persatuan demi tujuan-tujuan dan masalah-masalah pribadi.

    Rahbar juga menyebut pesan penting AlQuran lain yaitu peneladanan perilaku orang-orang mukmin dalam menyikapi musuh dan kawan. Dikatakan beliau, berdasarkan pemahaman AlQuran, dalam bersikap terhadap musuh harus tegas dan tidak dapat disusupi, namun sebaliknya terhadap kawan harus bersikap mengasihi dan lembut.

    Lebih lanjut Rahbar menjelaskan, jika kita menjadikan hati-hati kita sebagai wadah untuk menampung hujan rahmat Allah dan hidayah AlQuran, maka penerimaan pesan-pesan AlQuran akan lebih mudah adapun kepentingan, tujuan pribadi serta kekuasan dan uang tidak akan mampu mencegah pengamalan terhadap ayat-ayat AlQuran. Rahbar menilai ayat-ayat AlQuran bak air yang menyegarkan seraya menambahkan, AlQuran selalu dibutuhkan dan pengaruhnya pun secara gradual dan berlaku sepanjang masa, selain itu makna-makna AlQuran tidak terbatas dan dengan pendekatan dengan AlQuran, pintu-pintu baru akan terbuka dan seluruh ikatan dapat teruraikan.

    Seraya menjelaskan bahwa khusyu di hadapan ayat-ayat AlQuran merupakan persiapan bagi hidayah AlQuran. Beliau mengatakan, ketika ayat-ayat mulia AlQuran diturunkan sebagai ilham dari Allah, hati manusia, akan berubah sesuai dengan ayat-ayat ilahi.

    WWW

    • cekixkix said

      @Om Ayatullah
      Bagi duwit dong Om, buwat lebaran di teh erani…. Cekixkix…kix…kix…

    • Ayatullah said

      berita dari :
      http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&task=view&id=14273

      • cekixkix said

        @Om Ayatullah
        Duwitnya jangan bersumber dari kuburan Ayatullah Khomeni yahhh…. Cekixkix…kix…kix…

    • @Mr. Ayatullah
      Alhamdulillah, saya sudah cek link tsb dan sekarang mari kita bahas bersama sebab sepertinya nasehat yang baik namun mohon maaf ada sesuatu yang salah pada “ceramah” tersebut dan bagian ini yang paling saya soroti:

      Imam Rahbar / Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei
      Seraya menjelaskan bahwa khusyu di hadapan ayat-ayat AlQuran merupakan persiapan bagi hidayah AlQuran. Beliau mengatakan, ketika ayat-ayat mulia AlQuran diturunkan sebagai ilham dari Allah, hati manusia, akan berubah sesuai dengan ayat-ayat ilahi. :P

      Seraya menjelaskan bahwa khusyu di hadapan ayat-ayat AlQuran merupakan persiapan bagi hidayah AlQuran
      ____________________________________________________
      Manusia diusahan Khusyu bukan dihadapan ayat Al Qur’an tetapi pada saat menjalankan ibadah Shalat.
      (yaitu) orang-orang yang khusyu dalam shalatnya, (QS 23:2)
      Sedangkan kita jika dihadapan Al Qur’an baik dalam membaca, menulis dan memahami harus TARTIL. (QS 25:32)

      Beliau (baca: Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei) mengatakan, ketika ayat-ayat mulia AlQuran diturunkan sebagai ilham dari Allah
      ____________________________________________________
      Ilham diturunkan kepada manusia biasa bukan kepada Nabi/Rasul :
      a. Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia(QS 5:111)
      b. Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa; “Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil)… (QS 28:7)
      c. Ilham bagi seluruh manusia: “maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, (QS 91:8 )

      Sedangkan untuk para Rasulullah diberikan dalam bentuk WAHYU bukan ilham:
      أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَـنِ الرَّجِيمِ
      Aku memohon perlidungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.
      إِنَّآ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ كَمَآ أَوْحَيْنَآ إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِن بَعْدِهِ وَأَوْحَيْنَآ إِلَى إِبْرَهِيمَ وَإِسْمَـعِيلَ وَإْسْحَـقَ وَيَعْقُوبَ وَالاٌّسْبَاطِ وَعِيسَى وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَـرُونَ وَسُلَيْمَـنَ وَءَاتَيْنَا دَاوُودَ زَبُوراً
      Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, Isa, Ayub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud. (QS 4:163)

      Pantas saja AGAMA SYI’AH tidak sesuai dengan Al Qur’an (baca: Kitab suci AGAMA ISLAM) karena ILHAM disetarakan dengan WAHYU.

      hati manusia, akan berubah sesuai dengan ayat-ayat ilahi.
      _________________________
      Waleh…weleh… Agama Syi’ah, ilahi nya Fir’aun kali :D
      قُلْ إِنَّمَآ أَنَاْ مُنذِرٌ وَمَا مِنْ إِلَـهٍ إِلاَّ اللَّهُ الْوَحِدُ الْقَهَّارُ
      Katakanlah (ya Muhammad): “Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. (QS 38:65)

      إِلَـهٍ = ilahi
      إِلاَّ اللَّهُ = ilaa Allah

      Kesimpulan:
      ayat-ayat ilahi = para ayat tolol :D –> Imam Khomeni, Imam Rahbar (baca: Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei)

      Bigimana neehh… pembela Agama Syi’ah ?!

      Wassalam, Haniifa.

      • 2 jempol buat saudaraku

      • Alhamdulillah wa syukurillah.

      • ressay said

        salam wa rahmah,
        saya pingin sedikit berkomentar. mohon maaf jika lancang.

        Hanya saja, saya melihat adanya ketidakhati-hatian Anda dalam mengkritisi pendapat2 syiah.

        Saya bukanlah orang yang paham akan agama, tetapi saya pingin sedikit berpendapat.

        Menurut sepemahaman saya, Al-Qur’an tidak membedakan antara ilham dan wahyu.

        Ketika Anda mengutip ayat2 Al-Qur’an, mengapa tidak Anda kutipkan seluruh ayatnya dalam bahasa arab?

        Dalam Surat Al-Maidah ayat 111, Allah berfirman:

        “wa idz awkhaitu…”

        Disitu Anda terjemahkan “awkhaitu” menjadi “ilhamkan”.

        Jika memang term “ilham” itu untuk selain Nabi dan term “wahyu” itu untuk Nabi, mengapa pada surat Asy-Syura ayat 52, Allah berfirman:

        “wa kadzaalika awkhainaa…”

        Dan demikianlah Kami wahyukan…

        Allah pada ayat tersebut menggunakan kata yang sama dengan ayat diatas, padahal surat asy-syura ayat 52 ini ditujukan untuk Nabi.

        Jadi sebetulnya, menurut pemahaman saya berdasarkan ayat2 tersebut, wahyu dan ilham sama saja.

        Mohon penjelasannya. Mohon maaf jika ada salah-salah kata.

        Wallahu a’lam.

        wassalam.

      • @Mas Ressay
        Rasulullah = Menerima Firman/Wahyu baik untuk dirinya sendiri maupun yang di kitabkan.

        Manusia = Menerima Ilham

        Apakah nabi/rasul itu bukan manusia ?!

        Justru menurut saya, saudara terlalu naif jika hanya karena seorang Rasul itu berhak menerima ilham lantas menyamaratakan wahyu dengan ilham. :D

        Note:
        Ilham dalam kamus Bhs. Indonesia berasal dari bahasa Arab yang artinya:
        1. Pentunjuk yang datang dari Allah yang terbit dihati, bisikan hati;
        2. Sesuatu yang menggerakkan hati untuk (mengarang syair dsb).
        lihat: Kamus Umum Bahasa Indonesia, susunan: W.J.S Poerwadarminta, hal. 373.

        Contoh ilham kepada Nabi Muhammad s.a.w :

        dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: “Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi. (QS 33:37)

        Nabi Muhammad s.a.w di ilhamkan dalam hatinya supaya tidak menyatakan isi hatinya kepada Bani Qurasy bahwa mantan istri anak-anak angkat adalah syah jika ditikah oleh ayah angkatnya, dimana saat itu merupakan suatu aib yang sangat besar bagi Bani Qurasy, dan setelah diturunkan wahyu (QS 33:37) maka Nabi Muhammad s.a.w melaksanakan apa-apa yang diperintahkan oleh Allahu subhanahu wa ta’ala

        ** Jadi sangat jelas sekali bahwa Ilham itu berbeda dengan Wahyu/Firman ***

        Wassalam, Haniifa.

      • @Mas Ressay
        Saya lanjutkan mengenai Surah Asy-Syura ayat 52, Allah berfirman: “wa kadzaalika awkhainaa…”

        Seperti yang saudara ketahui bahwa 1 ‘ain (hamzah) (QS 42:51-53) jadi disini kita boleh menafsirkan “awkhainaa” untuk seluruh Nabi/Rasul yang nota bene adalah MANUSIA juga.

        Contoh:
        Nabi Nuh a.s = diberikan “awkhainaa” untuk membuat perahu
        Nabi Ibrahim a.s = sebagai IMAMnya seluruh manusia diberikan ” awkhainaa” tatacara Sa’i,Tawaf, Shalat dan Zakat.
        Dan Nabi Muhammad s.a.w diberikan “awkhainaa” tatacara waktu shalat atau Lafadz Adzan:

        أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَـنِ الرَّجِيمِ
        Aku memohon perlidungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk
        وَلَقَدْ آَتَيْنَاكَ سَبْعًا مِنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآَنَ الْعَظِيمَ
        “Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung.” (al-Hijr : 87)

        Rasulullah pernah bersabda:
        ( {الحمد لله رب العالمين} . هي السبع المثاني والقرآن العظيم الذي أوتيته )
        “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin” (Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam) (surat al-Fatihah) adalah as-Sab’ul Matsani (tujuh ayat yang di baca berulang-ulang) dan al-Quran yang Agung yang diberikan kepadaku.” (Hadits Riyawat al-Bukhari)

        1. Allahu Akbar, Allahu Akbar
        -artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar”
        2. Asyhadu alla ilaha illallah
        -artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan selain Allah”
        3. Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah
        -artinya: “Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah”
        4. Hayya ‘alash sholah
        -artinya: “Mari menunaikan shalat”
        5. Hayya ‘alal falah
        -artinya: “Mari meraih kemenangan”
        6. Allahu Akbar, Allahu Akbar
        -artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar”
        7. Lailaha ilallah
        -artinya: “Tiada sesembahan selain Allah”

        Lafadz adzan ini yang diberikan olah Allah subhanahu wa ta’ala seperti yang disiratkan pada (QS 42:51-53), tepat TUJUH (7) beda sekali dengan lafadz Adzan AGAMA SYIAH… :P

        Note:
        Lafadz Adzan Subuh, sudara harus melihat korelasi dengan (QS 17:78) dan hukumnya tidak wajib.

        Begitu konsistennya Nabi Muhammad s.a.w dengan segala yang Allah kehendaki !! dan saudara tidak akan dapati lafadz ini pada Al Qur’an

        Sekarang mari kita lihat ikatan yang sangat kuat satu dengan yang lainya:
        1. Setelah adzan maka orang Islam mendirikan/menetapi Shalat.
        2. Pada saat Shalat diwajibkan membaca ayat yang as-Sab’ul Matsani atau Al Fatihaah, diakhir surah ini Imam dan ma’mum mengucapkan “AMIN”
        3. Selanjutnya diikuti oleh Surah Al Qur’an yang lain, sesuai yang di ilhamkan oleh Allah kepada Imam Shalat.

        Wassalam, Haniifa.

      • ressay said

        salam wa rahmah,

        ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

        “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”

        saya memandang komentar Anda terlalu melebar jauh, tidak fokus. mohon maaf jika penilaian saya salah. setidaknya, itulah kesan yang saya tangkap ketika membaca komentar Anda.

        Penjelasan Anda diatas belum fokus mengkritisi apa yang saya sampaikan sebelumnya.

        Anda mengatakan bahwa ilham dan wahyu itu berbeda. Aku pikir justru itu kesalahan para penterjemah kita sehingga seolah-olah keduanya (wahyu dan ilham) itu berbeda.

        Pada surat Asy-Syura 52 Allah berfirman:

        وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى

        “Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa:…”

        Pada surat Al-Maidah ayat 111 Allah berfirman:

        وَإِذْ أَوْحَيْتُ إِلَى الْحَوَارِيِّينَ

        “Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut ‘Isa yang setia:..”

        kalau disurat asy-syura ayat 52 kata “أَوْحَيْنَا” diartikan sebagai wahyu, mengapa pada surat Al-Maidah ayat 11 kata “أَوْحَيْت” diartikan sebagai ilham?

        Seharusnya sama itu artinya. tetapi sayang penterjemah melakukan kesalahan.

        jadi dari kedua ayat tersebut, baik wahyu dan ilham, memiliki arti yang sama. mengapa? karena di Al-Qur’an keduanya menggunakan kata-kata “awkhaina”

        saya juga sampai saat ini merasa heran, menafsirkan al-qur’an kok pake kamus bahasa indonesia?

        wassalam.

      • @Mas Ressay
        saya juga sampai saat ini merasa heran, menafsirkan al-qur’an kok pake kamus bahasa indonesia?
        ___________________
        Mohon maaf yah,emang sampean ngarti makna yang tersirat dan tersurat dalam Al Qur’an pakai terjamaah bahasa apa ?!

        Kembali ke soal ilham, silahkan saudara cari kata “Fa alhama haa= ilham ” seperti pada (QS 91:8) : فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

        maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,

        Kalau saudara menemukan di dalam ayat yang lain maka saya percaya bahwa wahyu = ilham :D , dan tentu kata fa alhamahaa yang berkorelasi dengan Rasulullah.

        Catatan:
        Sekalian saya mohon pertolongan saudara, soalnya pada Kamus Al-Munawwir (Arab-Indonesia) terlengkap saya tidak menemukan فَأَلْهَمَهَا .

        Wassalam, Haniifa.

      • ressay said

        salam wa rahmah,

        wah tambah nih ilmu saya. lumayan.

        setidaknya, ada beberapa poin yang saya dapatkan:

        1. Allah menurunkan wahyu bukan hanya pada Nabi dan Rasul saja, tetpai juga kepada orang2 yang Allah kehendaki, selain para Nabi dan Rasul.

        2. Pada surat Al-Maidah 111 “أَوْحَيْنَا” diterjemahkan dengan kata ilham. Padahal pada surat Asy-Syura 52 “أَوْحَيْت” itu diterjemahkan wahyu. terdapat keanehan disini.

        3. Jika memang فَأَلْهَمَهَا diterjemahkan ilham, berarti antara wahyu dengan ilham berbeda. tetapi itu balik lagi pada keanehan poin ke-2.

        4. Rasulullah ternyata bisa dimungkinkan menerima ilham juga, sama seperti orang-orang terpilih.

        5. Terkait dengan perkataan Ali Khameini, aku pikir kita lihat dulu bagaimana perkataan dia dalam versi bahasa parsi.

        Saya jadi teringat dengan perkataan Ahmadinejad yang dipelintir oleh media2 Barat. Mereka mengatakan bahwa Ahmadinejad itu ingin melenyapkan Israel dari peta dunia. Padahal dalam bahasa parsi, Ahmadinejad tidak mengatakan seperti itu.

        wallau a’lam.

        wassalam.

      • @Mas Ressay
        Sampean ini aneh, ntar kalau saya bicara soal kamus bahasa indonesia protes lagih. :D
        Ilham asal katanya jelas dari bahasa arab alham, tepatnya dari فَأَلْهَمَهَا = bukan dari awkhainaa = أَوْحَيْت
        Jadi kalau soal tarjamaah silahken sampean protes atau buat tarjamaah sendiri sesuai dengan keinginan sampean. yang jelas TERASI berbeda jauh sekali dengan TERUSI, padahal cuma beda 1 huruf.

        Lha sampean maksa awkhainaa = alhamahaa.. piye boy’s :D
        Selanjutnya kan sudah saya jelasken sejelas-jelasnya soal “awkhainaa“, dan sampean bilang saya ngelantur kemana-mana.. hahaha

        Soal @mas Ahmadinejad… itu urusan dia, bukan urusan umat islam.

        Wassalam, haniifa.

      • ressay said

        :) Yah, kesimpulannya seperti yang saya tulisan diatas.

      • @Oom Ressay
        kesimpulannya seperti yang saya tulisan diatas.
        ________________
        Lha itukan kesimpulan Agama Syi’ah yang sampean puja… hehehe
        Al Qur’an :
        maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,

        “What is a Messenger, a Prophet and one who is told?, He said: A Messenger is one to whom the angel appears and speaks. A Prophet is one who sees in his dream [ilham]. :P ,A Messenger is one who hears the voice while awake and sees, while asleep, and also with his eyes sees the angel when awake.” (Source: Usool Al-Kafi, Book 4, 439-1)

        Perhatiken statement sampean:
        A Prophet is one who sees in his [dream] ilham = makanya Agama Syi’ah ngotot bahwa Wahyu = Ilham… hua.ha.ha. :D

        Syed Ali Milani, seorang Syiah terkemuka menulis sebuah buku berjudul ““The Preference of the Imams over the Prophets (AS) ” Buku ini tersedia di situs Syiah berikut: http://www.shiaweb.org

        Syed Ali Milani nggak bisa IQRO (QS 2:136) ?!

        Kesimpulan :
        **** AGAMA SYI’AH mengikuti ILHAM FASIK ****

        Wassalam, Haniifa.

      • ressay said

        Silakan Anda akan menganggap syiah itu diluar Islam atau tidak. Karena bagi saya, itu tidak begitu berarti.

        Yang lebih berhak menghakimi seseorang itu betul2 telah Islam atau tidak, hanyalah Allah. Saya diajarkan oleh kedua orang tua saya (tentunya sunni), untuk tidak menjadi orang merasa diri paling benar sendiri dan orang lain sesat.

        Saya berkomentar disini bukan hendak mengkritisi pendapat Anda tentang syiah, tetapi saya hanya mengkritisi sedikit dari komentar Anda diatas.

        Anda menulis:

        Ilham diturunkan kepada manusia biasa bukan kepada Nabi/Rasul :

        a. Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia… (QS 5:111)

        Padahal setelah saya check pada teks bahasa arabnya, disana tidak tertulis faalhama, tetapi disana tertulis awkhaitu. Tentunya awkhaitu dan faalhama berbeda, bukan begitu?

        akhirnya, poin yang saya dapatkan:

        1. Allah menurunkan wahyu bukan hanya pada Nabi dan Rasul saja, tetpai juga kepada orang2 yang Allah kehendaki, selain para Nabi dan Rasul.

        2. Pada surat Al-Maidah 111 “أَوْحَيْنَا” diterjemahkan dengan kata ilham. Padahal pada surat Asy-Syura 52 “أَوْحَيْت” itu diterjemahkan wahyu. terdapat keanehan disini.

        3. Jika memang فَأَلْهَمَهَا diterjemahkan ilham, berarti antara wahyu dengan ilham berbeda. tetapi itu balik lagi pada keanehan poin ke-2.

        4. Rasulullah ternyata bisa dimungkinkan menerima ilham juga, sama seperti orang-orang terpilih.

        wallahu a’lam.
        wassalam.

      • rubon said

        Yang lebih berarti dan sangat berbahaya adalah mengaku suni tapi isi syi’ah atau sebaliknya.

      • eagle said

        @Saudara Ressay
        Menurut saudara :
        Jadi sebetulnya, menurut pemahaman saya berdasarkan ayat2 tersebut, wahyu dan ilham sama saja.

        Menurut saya serupa dengan paham SYI’AH padahal menurut saudara paham kedua orang tua SUNNI, Aneh sekali ?!

      • @Oom Ressay
        Saya diajarkan oleh kedua orang tua saya (tentunya sunni), untuk tidak menjadi orang merasa diri paling benar sendiri dan orang lain sesat.
        ____________________________
        Sombong sekali sampean, terjemaahaan (QS 5:111) yang saya cuplik diatas sama dengan:
        1. Terjemaahan DEPAG RI, diketuai oleh Prof. R.H.A Soenarjo, SH, 1409H.
        2. Terjemaahan DISBINTALAD, diketuai oleh Brigjen. Busri Boer, 1425H
        3. Seperti yang saya uraiken diatas, silahken sampean buat terjemaahan sendiri kalau sampean memang orang yang benar.

        Kesimpulan:
        Walaupun diartikan Ilham itu lebih memaknai buat kami dari pada diartikan wahyu.

        Wassalam, Haniifa.

      • ressay said

        @Rubon
        Masing-masing orang sering kali mengklaim dirinya adalah benar. Tetapi mana yang benar menurut Allah? Saya pikir bukan kapasitas kita untuk menghakimi. Itu yang saya dapatkan dari penafsiran saya terhadap surat an-nahl ayat 125 dan al-fatihah ayat 6-7.

        @Eagle
        Apanya yang aneh?

        @Haniifa
        Saya tidak bermaksud sombong. Jika Anda membangun konstruk pikiran bahwa saya ini sombong, itu hak Anda. Bukankah Anda sendiri yang akan mempertanggungjawabkan apa yang jadi pikiran Anda? Tetapi yang jelas, saya menegaskan, tidak ada bermaksud sombong. Saya hanya mencoba mengkritisi komentar Anda diatas, bahwa menurut saya ada kesalahan disana.

        Tidak ada paksaan bagi Anda untuk menyepakati apa yang jadi pendapat saya. Itu hak Anda. Yang jelas saya sudah menunjukkan argumen saya diatas. Ada kontradiksi dalam penterjemahan.

      • Haniifa said

        @Oom Ressay
        Tidak ada paksaan bagi Anda untuk menyepakati apa yang jadi pendapat saya
        ____________________
        hahaha… makanya situ simpulken sendiri, jangan memaksa orang
        ikut-ikutan kesimpulan sampean dunk.

        SIMPUL bayar SIMPUL… adilkan… :D

      • cekixkix said

        @Om Haniifa
        Mereka semua sama lagunye…. Cekixkix…kix…kix…
        Kalau si Om Wawan udah pamit tapi bolak-balik, si Om Ressay laen lagi udah dapat kesimpulan tapi masih ngotot terusssss…. Cekixkix…kix..kix…

      • ressay said

        @Haniifa
        Saya tidak memaksakan pendapat. Saya malah ingin tau, dimana letak kata-kata saya yang terkesan memaksakan pendapat?

        @Cekikix
        Saya tidak ngotot. Saya hanya menunjukkan kepada Anda bahwa ada komentar haniifa yang menurut saya kurang tepat. Tentunya kurang tepat menurut penafsiran saya terhadap Al-Qur’an. Tetapi apakah kurang tepat menurut Allah, biarlah dia yang menghakimi. Bukan saya, bukan pula Anda.

      • Haniifa said

        @Ressay
        Saya katakan sampean sombong sekali karena sampean merasa lebih hebat soal TERJEMAAHN (baca: terjemaahaan/tafsir) pada (QS 5:111) sehingga sampean berkesimpulan WAHYU = ILHAM… hahaha… penyair dan pengarang lagu sama dengan mendapatkan WAHYU kalau bigitu.

        Beberapa Hadits mengatakan kalau tidak tahu tanya sama ahlinya.

        Ingat Oom Ressay:
        1. Terjemaahan DEPAG RI, diketuai oleh Prof. R.H.A Soenarjo, SH, 1409H. dan anggautanya adalah kumpulan para ahli TAFSIR di Indonesia dan menjadi rujukan.
        2. Terjemaahan DISBINTALAD, diketuai oleh Brigjen. Busri Boer, 1425H dan anggautanya adalah kumpulan para pembina ABRI seluruh Indonesia dan menjadi rujukan.

        Kamus Bahasa Indonesia : Kumpulan para ahli bahasa Indonesia dari berbagi ilmu Bahasa.

        Kamus Arab – Indonesia : Kumpulan para ahli bahasa Arab dan Indonesia dari berbagai ilmu Bahasa.

        Lha saudara keukeuh WAHYU = ILHAM…. artinya saudara SOMBONG SEKALI, BOY’S

        Wassalam, Haniifa.

      • rubon said

        @All
        Al Fatihaah ayat 6:
        Tunjukilah kami jalan yang lurus,
        Al Fatihaah ayat 7- :
        (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka… sepertinya yang contohkan oleh Imam nya seluruh manusia yaitu Nabi Ibrahim a.s dan diikuti oleh contoh dengan pembawa terkahir dan terlengkap yaitu Nabi Muhammad s.a.w sehingga seluruh kegiatan yang berkaitan dengan agama mengikuti mereka mis: Syahadat, Shalat, Zakat, Puasa dan Haji.

        Al Fatihaah ayat 7+ :
        bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
        Yang lebih berarti dan sangat berbahaya adalah mengaku suni tapi isi syi’ah atau sebaliknya. singkat kata jika Wahyu = Ilham maka jalan lurus tapi bisa di jalan yang dimurkai atau tersesat jalan.

      • @Mas Rubon
        Sebenarnya Agama Syi’ah dan sempalannya intinya tidak mempercayai bahwa Nabi Muhammad s.a.w adalah Nabi dan Rasul terakhir… dan membuat determinasi maksum = manusia suci mirip di kristen Santa=manusia suci.
        Padahal didalam (QS 2:285) jelas bahwa Rasulullah dan orang-orang yang beriman “tidak membeda-bedakan para Nabi dan Rasul” apalagi dengan “kehebatan” Imam-imaman… :mrgreen:

        Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya“, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.

        Didalam liturgi Agama Syi’ah kedudukan para Imam mereka saja sudah berbeda-beda,… belon lagi Imam Mahdi yang ditungu-tunggu nyah… hahaha :D

        Wassalam, Haniifa.

      • Eagle said

        @Saudara Ressay
        Islam mengenal Imam yaitu Nabi Ibrahim a.s (QS 2:124)
        Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia“. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang dzalim”.

        Imam-imam Agama Syi’ah ????

      • ressay said

        @Haniifa
        Silakan Anda akan menilai diri saya seperti apapun. Saya tidak akan marah. Karena itu adalah suatu hal yang wajar. Saya hanya ingin bertanya, dimana letak kesombongan saya?

        Dari ulasan Anda diatas, saya tidak mendapati kata-kata saya yang menunjukkan kesombongan diri saya. Justru saya ingin tahu sekali, dimana kesombongan saya.

        Jika mengkritisi pendapat para penterjemah itu sebagai sebuah sikap sombong, saya pikir ini terlalu tergesa-gesa.

        Mengenai wahyu=ilham, saya sudah membaca tanggapan Anda. Dan saya terima itu sebagai sebuah kebenaran. Bahwa apa yang saya simpulkan mengenai kesamaan antara wahyu dan ilham itu ternyata salah.

        Tetapi yang masih mengganjal adalah ketika Anda menulis:

        Ilham diturunkan kepada manusia biasa bukan kepada Nabi/Rasul :

        a. Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia… (QS 5:111)

        Padahal setelah saya check pada teks bahasa arabnya, disana tidak tertulis faalhama, tetapi disana tertulis awkhaitu. Tentunya awkhaitu dan faalhama berbeda, bukan begitu?

        Itulah kritik saya terhadap Anda. Jika kemudian kritik saya ini dinyatakan sebagai sikap yang sombong karena berani mengkritik Anda yang pintar akan agama, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Tidak ada maksud hati untuk sombong dihadapan Anda. Saya percaya Anda memiliki pengetahuan agama yang lebih daripada saya. Tetapi, menurut saya, hal itu tidak menjadi jaminan bahwa Anda terlepas dari kritik.

        @Rubon dan Eagle
        Terima kasih atas pendapatnya. Hanya saja, ini di luar konteks diskusi saya dengan mas haniifa.

      • @Oom Ressay
        Masa kurang jelas sehhh… :mrgreen:
        Ilham dalam kamus Bhs. Indonesia berasal dari bahasa Arab yang artinya:
        1. Pentunjuk yang datang dari Allah yang terbit dihati, bisikan hati;
        2. Sesuatu yang menggerakkan hati untuk (mengarang syair dsb).
        lihat: Kamus Umum Bahasa Indonesia, susunan: W.J.S Poerwadarminta, hal. 373.

        Jadi Ilham disini pengertiannya menjadi Pentunjuk yang datang dari Allah yang terbit dihati, bisikan hati, sedangkan awkhaitu dan alhamahaa dalam Al Qur’an tetap begitu adanya, jadi kalau sampean mau buat sendiri arti/tarjamaah awkhaitu dan alhamahaa silahken… sudah berkali-kali sayah bilang silahken… hehehe

        Saya mau tanya sama sampean jika memang jagoan tarjmaah Al Qur’an, pertanyaan ini seperti tidak berkaitan namun terjadi kekeliruan yang fatal bagi Agama Syi’ah: إِنِّى جَـعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا
        Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu IMAM bagi seluruh manusia(QS 2:124, ditujukan kepada NABI IBRAHIM A.S)

        Syi’ah menterjemaah IMAM Pertama adalah IMAM ALI … hahaha … :D ,Padahal Ali bin Abi Thalib belon lahir saat Nabi Ibrahim a.s membangun Kabah dengan Nabi Ismail a.s

        Sekarang coba sampean buka (QS 2:285):
        ءَامَنَ الرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ
        terjemaah:
        Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya…..

        Ada nggak kata awkhaitu atau alhamahaa, jangankan kedua kata tsb. kata Al Qur’anpun tidak ada ?!
        TAPI:
        (essensinya WAHYU yang diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w dan disebut Al Qur’an)

        *** PAHAM SAMPEAN ?!! ****

        Wassalam, Haniifa.

      • ressay said

        salam wa rahmah,
        Sebetulnya, yang saya kritisi adalah komentar Anda:

        Ilham diturunkan kepada manusia biasa bukan kepada Nabi/Rasul :

        a. Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia… (QS 5:111)

        Padahal, pada surat 91:8 kata alhama diterjemahkan sebagai ilham. Sedangkan pada surat almaidah ayat 111 diatas, sebetulnya menggunakan kata awkhaitu. Dan itu sama dengan surat asy-syura ayat 52, awkhaina diterjemahkan sebagai wahyu. Mengapa pada surat al-maidah ayat 111 diterjemahkan sebagai ilham? Inilah kontradiksinya.

        Dari surat al-maidah ayat 111, ternyata wahyu juga bisa diturunkan kepada selain Nabi, dalam hal ini adalah pengikut Nabi Isa as.

        Saya mau tanya sama sampean jika memang jagoan tarjmaah Al Qur’an, pertanyaan ini seperti tidak berkaitan namun terjadi kekeliruan yang fatal bagi Agama Syi’ah: إِنِّى جَـعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا
        Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu IMAM bagi seluruh manusia… (QS 2:124, ditujukan kepada NABI IBRAHIM A.S)

        Syi’ah menterjemaah IMAM Pertama adalah IMAM ALI … hahaha … ,Padahal Ali bin Abi Thalib belon lahir saat Nabi Ibrahim a.s membangun Kabah dengan Nabi Ismail a.s

        Sekarang coba sampean buka (QS 2:285):
        ءَامَنَ الرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ
        terjemaah:
        Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya…..

        Ada nggak kata awkhaitu atau alhamahaa ?!

        (essensinya WAHYU yang diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w dan disebut Al Qur’an)

        Untuk komentar Anda yang ini, saya tidak akan menanggapinya. Karena memang tidak relevan dengan topik diskusi atau lebih tepatnya tidak relevan dengan apa yang sedang saya kritisi.

        wassalam.

      • @Oom Ressay
        Karena memang tidak relevan dengan topik diskusi atau lebih tepatnya tidak relevan dengan apa yang sedang saya kritisi.
        ________________________
        Mohon maaf, itu artinya sampean sembrono :mrgreen:
        (QS 2:285) kata “Rasul beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan” itu berasal dari terjemaah lanjutannya yaitu dari kata kitab-kitab-Nya“wa kutubihi”… Paham sekarang ?!

        Korelasi dengan pola/metode tarjamaahan dari al-maidah ayat 111 jika disebut WAHYU maka umat Islam akan bingung, sesungguhnya kepada siapa seeh Al Qur’an diturunken ?!…
        PAHAM SAMPEAN SEKARANG BOY’S !!!

        Catatan:
        (Kalau Pak Wahyu memang suka turun ke ibu-ibu pokja… hahaha)

        Wassalam, Haniifa.

      • @Oom Ressay
        Coba kita kompilasi : (QS 5:111)
        Dan (ingatlah), ketika Aku WAHYUKAN kepada pengikut Isa yang setia…

        Menurut Agama Kristen “WAHYU” turun pada 12 murid YESUS
        Menurut Agama Syi’ah “WAHYU” turun pada 12 IMAM SYI’AH

        Kesimpulan:
        *** Agama Syi’ah sama dengan Agama Kristen ***

        Wassalam, Haniifa.

      • ressay said

        salam wa rahmah,
        waduh, tambah lagi nih penilaian terhadapku. sembrono… :mrgreen:

        surat al baqarah 285 yang anda kutipkan, jelas tidak relevan dengan topik.

        saya sih simple saja. Jangan kemudian kata awkhaitu yang pada surat asy-syura diterjemahkan sebagai wahyu, tetapi pada surat al maidah 111, diterjemahkan sebagai ilham.

        Bukankah kata Anda ilham itu berasal dari bahasa arab yaitu alhama?

        alhama itu berarti ilham.
        sedangkan awkhaitu berarti wahyu.

        simple khan?

        justru disini saya mengkritik Anda dan para penterjemah dalam menerjemahkan ayat Al-Qur’an.

        hehehe..ndak perlu Anda memperbandingkan itu. Karena jika memang seperti itu, justru saya berpendapat syiahlah yang sesuai dengan Al-Qur’an. Karena dalam surat Al-Maidah ayat 111, wahyu itu bisa diturunkan kepada para pengikut Nabi Isa. Terbukti Allah menggunakan kata awkhaitu, bukan alhama. iya kan?

        wassalam.

      • Haniifa said

        @Ressay
        Sampean terjemaahken semua ayat dunk… :mrgreen: dan jangan lupa dalam satu ‘ain (hamzah).

      • ressay said

        :mrgreen: hehehe….maksudnya apa jangan lupa dalam satu ‘ain?

      • hahaha…. baca sama sampean:
        وَإِذْ أَوْحَيْتُ إِلَى الْحَوَارِيِّينَ أَنْ

        Ada ngak tulisan NABI ISA AL MASIH… :P

      • @Oom Ressay
        Terbukti sampean ngikuti PAHAM SYI’AH sehingga sangat sembrono sekali bukan… :D :lol:

      • ressay said

        Apa maksudnya?

      • cekixkix said

        Si Om Ressay kura-kura dalam perahu, atau wajah aslinye keluar ?!! ….. Cekixkixk… kix…kix…

      • ressay said

        :mrgreen: memang tidak tahu kok. jadi gimana?

      • cekixkix said

        @Om Ressay
        Makanya Om jangan suka sok tahu,kalau nggak tahu… Cekixkix…kix…kix

      • Wahyu itu asal katanya dari وَحْياً (wahyaa)… hehehe

      • ressay said

        @cekikix
        iya mas. Saya tidak sepintar Anda.

        @Haniifa
        Betul itu. Tapi saya heran, mengapa kata itu diterjemahkan menjadi ilham dalam surat al-maidah ayat 111?

      • @Mas Ressay
        Yang lebih mengheranken sampean nggak mau tahu, apa yang mestinya tahu… :D
        http://haniifa.wordpress.com/2009/08/22/agama-syi%E2%80%99ah-sama-dengan-agama-kristen-2/#comment-5137

      • ressay said

        salam,
        saya mencoba memahami apa yang Anda sampaikan, tetapi sampai sekarang belum paham juga. mohon penjelasannya.

        Silakan Anda baca surat An-Nahl ayat 68

        وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتاً وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ

        Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”,

        Jadi tuhan bisa mewahyukan kepada lebah yach?

      • @Mas Ressay
        Mohon dengan hormat sampean sepakati dulu ini:
        TERASi = dipasar-pasar ibu-ibu pokja suka beli buat sambal
        TERASa = bukan hanya ibu-ibu tapi bapak-bapak, engkong, eyang dan anyak-anyak punya alat perasa :D
        Pesan yang ingin saya sampaiken adalah walaupun berbeda hanya satu fonem tetapi makna yang tersirat dan tersurat jauh sekali… OKEH !!!

        Pertama :
        (QS 5:111) وَإِذْ أَوْحَيْتُ = “wa idz aw-khai-tu…”
        (QS 42:52) وَأَوْحَيْنَا = “wa aw-khai-na”
        Saya pikir mungkin saudara lupa bahwa ح = “ha” berbeda dengan خ = “kha” sehingga saya memaklumi untuk beberapa sesi diskusi :(
        Silahken periksa sendiri:
        http://haniifa.wordpress.com/2009/05/13/rahasia-alquran-dibalik-huruf-hijaiyah/

        Kedua:
        Jadi tuhan bisa mewahyukan kepada lebah yach?
        Setelah sampean mempermasalahkan berikut, maka mohon maaf saya jadi bertanya apakah sampean bisa baca Al Qur’an / setidaknya melatinkan AL QUR’AN dengan benar ataukah Al Qur’an sampean berbeda dengan UMAT ISLAM ?!

        Saran saya coba teliti lagi, sebelum memperlihatken yang lebih nyeleneh: (QS 16:68) وَأَوْحَى رَبُّكَ = “wa auha rabbuka” atau “wa awha rabbuka”

        Selamat buka puasa dan Shalat tawarih berjamaah.

        Wassalam, Haniifa.

      • ressay said

        salam wa rahmah,

        Pertama,
        surat asy-syura 52: وَأَوْحَيْنَا = wa auhaina
        surat al-maidah 111: وَإِذْ أَوْحَيْتُ = wa idz auhaitu

        antara keduanya menggunakan kata yang sama yaitu وَحْياً = wahyaa

        bukan begitu?

        nah, letak keanehannya adalah:
        وَأَوْحَيْنَا .1 = wa auhaina dalam surat asy-syura 52 diterjemahkan menjadi “Kami WAHYUKAN”
        2. sedangkan وَإِذْ أَوْحَيْتُ = wa idz auhaitu dalam surat al-maidaah 111 diterjemahkan menjadi “Aku ILHAMkan”

        padahal seharusnya jika merujuk pada surat asy-syura ayat 52, diterjemahkan menjadi “Aku ILHAMkan”

        Kedua,
        Apakah wahyu hanya diturunkan kepada Nabi? Jawabannya jelas TIDAK.

        apa buktinya? selain bukti diatas, bahwa ada bukti lain bahwa Allah pun mewahyukan kepada lebah.

        وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ = Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah:…

        KESIMPULANNYA:
        1. TUHAN mewahyukan kepada Nabi, orang selain Nabi dan juga kepada lebah.
        2. WAHYAA dengan ALHAMA itu berbeda. bukan begitu?

      • @Oom Ressay
        Hua.ha.ha.ha… repot dah kalau sudah maen simpul simpulan :D :lol:
        وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ = “wa auha rabbuka ilan nahli”
        Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah
        kata Tuhanmu (Rabbuka) sampean harus terjamaahkan dari kalimat “رَبِّ الْعَـلَمِينَ” = “rabbul ‘alamin” bukan dari kata “ilah”, dan kata “mewahyukan” kan sudah saya kasih nyaho bukan asli bahasa indonesia… :(
        Mungkin sampean sepaham dengan kumpulan pentil agama syi’ah yang menafsirken TUHAN dari :

        Al Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan Tirmidzi no 3879 ketika menjelaskan hadis ini, ia mengutip pernyataan At Thibi
        قال الطيبي كان ذلك أسراراً إلهية وأموراً غيبية جعله من خرانتها انتهى

        At Thibi berkata “Yang disampaikan adalah rahasia-rahasia ilahiah (ketuhanan) dan perkara-perkara ghaib yang Ali dijadikan tempat penyimpanannya”.

        Sumber:
        http://secondprince.wordpress.com/2009/08/15/allah-swt-berbicara-dengan-imam-ali-as/

        Makanya dalam Agama Islam :
        http://haniifa.wordpress.com/2009/08/22/agama-syi%E2%80%99ah-sama-dengan-agama-kristen-2/#comment-4964

        إِلَـهٍ = ilahi
        إِلاَّ اللَّهُ = ilaa Allah

        Wassalam, Haniifa.

      • @Oom Ressay
        Coba sampean simpulkan jika berani :D

        Al Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan Tirmidzi no 3879 ketika menjelaskan hadis ini, ia mengutip pernyataan At Thibi
        قال الطيبي كان ذلك أسراراً إلهية وأموراً غيبية جعله من خرانتها انتهى

        At Thibi berkata “Yang disampaikan adalah rahasia-rahasia ilahiah (ketuhanan) dan perkara-perkara ghaib yang Ali dijadikan tempat penyimpanannya”.

        Ali mendapatken perkara gaib dari إلهية “ilahi” ?! :D :lol:

        (hahaha… tahu sejarah, mengapa ada orang dipancung oleh Khalifah Ali bin Abi Thalib, لا إله إلا الله محمدا رسول الله orang tersebut merubah nama MUHAMMAD menjadi ALI)

        Wassalam, Haniifa.

      • ressay said

        salam wa rahmah,

        Saya pikir apa yang Anda sampaikan tidak nyambung dengan diskusi kita. Sepanjang yang saya ketahui, saat ini kita sedang mendiskusikan persoalan apakah wahyu itu bisa diterima oleh manusia selain Nabi? Lalu mengapa nyambungnya ke Ilahi yach?

        Dari persoalan awal yang kita diskusikan, sebetulnya mengarah pada jawaban bahwa Tuhan memberikan wahyu kepada Nabi dan juga selain Nabi termasuk dalam hal ini adalah lebah yang notabene adalah hewan.

        Dalam Surat Asy-Syura ayat 52, Allah mewahyukan kepada Nabi.

        Dalam Surat Al-Maidah ayat 111, Allah mewahyukan kepada hawariyin.

        Dalam surat An-Nahl ayat 68, Allah bahkan mewahyukan kepada lebah.

        Ilham dan wahyu dalam bahasa indonesia memang berasal dari bahasa arab. Itu saya sepakat. Ilham berasal dari kata alhama dan wahyu berasal dari kata wahyaa.

        Dalam surat Asy-Syam ayat 8 (seperti yang Anda kutipkan diatas), bahwa faalhamaha diterjemahkan menjadi ilham. Jadi aneh jika kemudian pada surat al-maidah ayat 111, kata auhaitu diterjemahkan menjadi ilham. Karena itu akan bertentangan dengan surat asy-syam 8 bahwa ilham itu bahasa arabnya alhama serta kontradiksi dengan surat asyu-syura 52 bahwa auhaina yang berasal dari kata yang sama yaitu wahyaa yang diterjemahkan menjadi wahyu.

        Adapun Anda akan tetap pada keyakinan Anda bahwa wahyu hanya diturunkan kepada Nabi, itu adalah hak Anda. Saya sudah menyampaikan pendapat saya, dan itupun berdasarkan Al-Qur’an.

        wallahu a’lam.

      • @Mas Ressay
        Yang aneh itu justru sampean… hahaha, sudah berkali-kali saya katakan bahwa baik ilham atau wahyu itu berasal dari bahasa arab, jadi kalau sampean mau membuat arti baru buat “auhaina”, “auhaitu”, “auha” silahken… kan sudah saya bilang janganken membuat kamus, menterjemaahken sendiri juga silahken… :mrgreen:
        saya hanya memberi rambu-rambu saja, seperti kata terasi vs terasa… dan jika sampean pusing dengan terjemahaan kata Tuhan = Rabbuka maka jelasnya berasal dari Tuhan Semesta Alam… PAHAM SAMPEAN :P
        INGAT :
        Rabbuka= Tuhan Semesta alam, dari kata rabbul ‘alamin.

        Kalau yang membisiki si Imam “Ali” itu dari kata Ilah = Tuhan, padahal menurut ISLAM tiada Tuhan selain Allah dam Muhammad itu utusan Allah.

        Sampean bilang tidak ada korelasinya… hahaha… kaitanya dengan kata “auha rabbuka” pada ayat yang sampean ributken yaitu soal “wahyu” pada lebah… lucunya sampean mencari pembenaran dari saya…. hahaha, asal kata “ilham” dan “wahyu” sayah yang ngasih tahu begitu juga tulisan “ha” dengan “kho”, LHA SAMPEAN NGOTOT TAMPA ILMU YANG JELAS… HOHOHO NGACA DUNG

        Catatan:
        Sampean tahu kalimat majemuk ?! mis: “kaki meja”, nah bahasa Al Qur’an jauh lebih rumit dari pada sekedar mempersoalkan apa itu “kaki” ayam, apa itu “ceker” ayam … artinya sampean jangan merubah kata “kaki meja” menjadi “ceker meja”…. hahaha :D :lol:

        Wassalam, Haniifa.

      • ressay said

        salam wa rahmah,

        Betul memang bahwa ilham dan wahyu itu berasal dari bahasa arab. Pertanyaannya adalah, bahasa arab dari ilham dan wahyu itu apa?

        Dari pemaparan saya diatas, kata ilham berasal dari kata alhama sedangkan wahyu berasal dari kata wahyaa. Bukan begitu?

        Anehnya, surat AL-Maidah ayat 111 yang menggunakan kata auhaitu diterjemahkan menjadi ilham. Ini lah kekacauan yang ada.

        Dan saya sudah menunjukkan kepada Anda, bahwa wahyu pun ternyata bisa diturunkan kepada lebah. Bukan hanya kepada Nabi seperti pendapat Anda. Apa dasarnya? Saya sudah menyampaikan dasarnya yaitu surat an-nahl ayat 68. bukan begitu?

        Baik auha, auhaitu, auhaina, sama-sama berasal dari kata wahyaa. Dan itu berarti wahyu. bukan begitu? Jadi, jika ketiga kata tersebut diterjemahkan menjadi ilham, maka akan jadi aneh hasilnya. Ya kecuali jika kita merasa nyaman dengan keanehan itu. Itu pilihan pribadi.

        Sampai saat ini, saya tidak bisa mendapatkan apa hubungannya pembahasan ilah dengan diskusi kita. Jika ada, monggo dijelaskan dengan bagus. Sehingga orang lain bisa memahami apa yang Anda maksudkan.
        :)

        Wassalam.

      • @Mas Ressay

        “What is a Messenger, a Prophet and one who is told?, He said: A Messenger is one to whom the angel appears and speaks. A Prophet is one who sees in his dream [ilham]. :P ,A Messenger is one who hears the voice while awake and sees, while asleep, and also with his eyes sees the angel when awake.” (Source: Usool Al-Kafi, Book 4, 439-1)

        Perhatiken statement sampean:
        A Prophet is one who sees in his [dream] ilham = makanya Agama Syi’ah ngotot bahwa Wahyu = Ilham… hua.ha.ha. :D

        Wahyu dalam bahasa Indonesia berkonotasi Qalam Allah subhanahu wa ta’ala bagi Nabi dan Rasulullah

        Ilham dalam bahasa Indonesia berkonotasi Ilapat/mimpi yang berlaku umum bagi manusia biasa

        Kan sudah saya bilang kalau sampean WAHYU=ILHAM… berarti sampean buat kamus sendiri dan tafasiran sendir dunk… tapi mohon maaf saya nggak akan pakai apalagi harus beli buku murahan dari pemikiran yang nyeleneh…hehehe

        Wassalam, Haniifa.

      • ressay said

        Salam wa rahmah,

        Tuh khan melantur kemana-mana. Ndak usah terlalu nafsu bawa-bawa syiah, karena memang saya tidak pernah membawa syiah-syiahan disini.

        Saya pikir kita harus belajar fokus pada tema diskusi yang sedang kita perbincangkan.

        Bahkan pertanyaan saya pun belum Anda jawab.

        WAHYU dan ILHAM itu berbeda. Betul saya sepakat. Tetapi kembali lagi pada pertanyaan saya diatas. Apa bahasa arab dari wahyu dan ilham?

        Wahyu adalah Qalam Allah bagi Nabi dan Rasulullah? Apakah benar? inilah yang sedang saya kritisi. Dan diatas saya sudah menyampaikan argumen bahwa Wahyu pun ternyata bisa berlaku kepada hewan seperti lebah dan manusia lain selain Nabi dan Rasulullah.

        Hayo…:mrgreen:

        wassalam.

      • @Oom RESSAY
        Hua.ha.ha…. siapa yang beragumen, sampean ini nggak baca apa ?! :evil:

        Haniifa said
        September 4, 2009 at 1:39 pm

        @Mas Ressay
        Saya katakan sampean sombong sekali karena sampean merasa lebih hebat soal TERJEMAAHN (baca: terjemaahaan/tafsir) pada (QS 5:111) sehingga sampean berkesimpulan WAHYU = ILHAM… hahaha… penyair dan pengarang lagu sama dengan mendapatkan WAHYU kalau bigitu.

        Beberapa Hadits mengatakan kalau tidak tahu tanya sama ahlinya.

        Ingat Oom Ressay:
        1. Terjemaahan DEPAG RI, diketuai oleh Prof. R.H.A Soenarjo, SH, 1409H. dan anggautanya adalah kumpulan para ahli TAFSIR di Indonesia dan menjadi rujukan.
        2. Terjemaahan DISBINTALAD, diketuai oleh Brigjen. Busri Boer, 1425H dan anggautanya adalah kumpulan para pembina ABRI seluruh Indonesia dan menjadi rujukan.

        Kamus Bahasa Indonesia : Kumpulan para ahli bahasa Indonesia dari berbagi ilmu Bahasa.

        Kamus Arab – Indonesia : Kumpulan para ahli bahasa Arab dan Indonesia dari berbagai ilmu Bahasa.

        Lha saudara keukeuh WAHYU = ILHAM…. artinya saudara SOMBONG SEKALI, BOY’S

        Wassalam, Haniifa.

        Maaf saya copas, biar sampean baca berulang-ulang supaya MUNDING…eh sori salah ketik… MUDENG :mrgreen:

      • ressay said

        salam wa rahmah,

        Saya mudeng maksud Anda. bahwa saya ndak ada apa-apanya.

        Ya ungkapan Anda tidak berbeda jauh dengan Argumentum ad hominem.

        Janganlah Anda menilai siapa yang menyampaikan, tetapi nilailah apa yang disampaikan.

        Komentar Anda diatas, belum menanggapi pendapat saya bahwa WAHYU BISA TURUN KEPADA SELAIN NABI.

        Silakan jika Anda bersikeras dengan keyakinan Anda. Yang bertanggungjawab atas diri kita adalah bukan orang lain tetapi diri kita sendiri.

        Jadi monggo, jawab pertanyaan saya. Jika memang tidak bisa ya saya maklumi.
        “Apa bahasa arab dari kata wahyu dan ilham?”

      • @Oom RESSAY
        Jadi monggo, jawab pertanyaan saya. Jika memang tidak bisa ya saya maklumi.
        “Apa bahasa arab dari kata wahyu dan ilham?”

        __________________________________________________
        hua.ha.ha… JERUK MINUM JERUK :D :lol:
        Nehhh saya copas lagi biar sampean benar-benar mudenk dan perhatiken yang saya cetak tebal bahahas linggisnya BOLD

        August 31, 2009 at 3:15 pm

        @Mas Ressay
        saya juga sampai saat ini merasa heran, menafsirkan al-qur’an kok pake kamus bahasa indonesia?
        ___________________
        .::Haniifa::.
        Mohon maaf yah,emang sampean ngarti makna yang tersirat dan tersurat dalam Al Qur’an pakai terjamaah bahasa apa ?!

        Kembali ke soal ilham, silahkan saudara cari kata “Fa alhama haa= ilham ” seperti pada (QS 91:8) : فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

        maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,

        Kalau saudara menemukan di dalam ayat yang lain maka saya percaya bahwa wahyu = ilham :D , dan tentu kata fa alhamahaa yang berkorelasi dengan Rasulullah.

        Catatan:
        Sekalian saya mohon pertolongan saudara, soalnya pada Kamus Al-Munawwir (Arab-Indonesia) terlengkap saya tidak menemukan فَأَلْهَمَهَا .

        Wassalam, Haniifa.

        Jadi monggo, jawab pertanyaan saya. Jika memang tidak bisa ya saya maklumi.
        _________________________
        HUA.HA.HA SUNGGUH GELI SAIYAH :lol: :lol: :lol:

        Wassalam, Haniifa.

      • ressay said

        salam wa rahmah,

        Terima kasih atas cetak tebalnya. Jika Anda geli, saya pun ikut geli melihat cara berdiskusi Anda.

        Anda mengatakan diatas (itu jika masih ingat), bahwa ilham dan wahyu itu dua hal yang berbeda. Ok…saya paham. Kemudian Anda juga berkata bahwa ilham dan wahyu itu berasal dari bahasa arab. Ok…ini pun saya paham.

        Permasalahnya kemudian:

        1. Apa bahasa arab dari kata Wahyu dan juga ilham? Monggo di jawab.

        2. Saya mengkritisi penerjemahan yang ada.

        Yang saya dapatkan bahwa wahyu dalam bahasa arabnya adalah وحي

        Dalam surat Asy-Syura ayat 52 terdapat kata وَأَوْحَيْنَ yang diterjemahkan menjadi “wahyukan”

        Dalam surat Al-Maidah ayat 111 terdapat kata أَوْحَيْت yang diterjemahkan menjadi “ilhamkan”

        Ini aneh menurut saya. baik وَأَوْحَيْنَ maupun أَوْحَيْت harus sama2 diterjemahkan menjadi WAHYUKAN.

        Mengapa? karena keduanya berasal dari kata وحي yang tentu berarti WAHYU.

        Lalu mengapa pada surat al-maidah ayat 111 diterjemahkan menjadi ILHAM? tanya knapa? aneh memang. Kecuali jika memang cara berpikir kita sudah aneh. Maka hal yang aneh itu dianggap wajar dan bahkan benar.

        Apalagi jika itu dihadapkan pada surat Asy-Syams ayat 8. Waduh…jadi berabe lagi itu mas.

        fa alhama ha pada ayat tersebut diterjemahkan menjadi ILHAM lho…

        Lha terus pertanyaannya, bahasa arabnya ILHAM itu apa ciy? alham atau wahyun?

        Hayo yang mana? Sok jawab.

        wassalam.

      • @Oom Ressay yang sangat sayah hormati
        Harus berapa kali saya sebutkan bahwa terjamaah itu diambil dari :
        1. Terjemaahan DEPAG RI
        2. Terjemaahan DISBINTALAD
        3. “Kamus Bahasa Indonesia”
        4. “Kamus Al-Munawir Arab-Indonesia”
        Kalau menurut sampean semua buku dan tarjamaahan nyeleneh/nggak benar… itu URUSAN SAMPEAN, bukan urusan sayah. ANEH SEKALI SAMPEAN INI :evil:

        Assumsi:
        Bhs Ind: Wahyu dari Wahyaa/Wahyun (A)
        Bhs Ind: Ilham dari Alham (A)
        _______________________
        Auha = Auha… ?
        Auhaitu = Auhaitu… ?
        Auhaina = Auhaina… ?

        ________________________

        Pertanyaan sayah buat sampean, Apakah bisa disimpulken WAHYU (wahyaa/wahyun) = ILHAM (alham)?! … hehehe

        Wassalam, Haniifa.

      • cekixkix said

        @Om Ressay
        Kalo aye gelinye “ha” = “kho”, aw kho itu… artinye awwww khok gituh!!… Cekixkix…kix…

      • Eagle said

        @Saudara Ressay

        Dalam surat Asy-Syura ayat 52 terdapat kata وَأَوْحَيْنَ yang diterjemahkan menjadi “wahyukan”

        Dalam surat Al-Maidah ayat 111 terdapat kata أَوْحَيْت yang diterjemahkan menjadi “ilhamkan”
        Mengapa? karena keduanya berasal dari kata وحي yang tentu berarti WAHYU.

        Saudara tanya sendiri sama Allah SWT, Mengapa Asy-Syura ayat 52 (وَأَوْحَيْنَ) dan Al-Maidah ayat 111 (أَوْحَيْت) “tidak tertulis” وحي ?!

      • @Mas Eagle
        Saudara
        (baca:@Mas Ressay) tanya sendiri sama Allah SWT, Mengapa Asy-Syura ayat 52 (وَأَوْحَيْنَ) dan Al-Maidah ayat 111 (أَوْحَيْت) “tidak tertulis” وحي ?!
        __________________________________________________________
        Terbukti, sebagaimana komentar rekan kita seperti yang saya tulis diawal artikel ini :

        Saya tidak begitu terkejut ketika seorang rekan memberikan ulasan bahwa : Syiah tak mencantumkan Syahadatain dalam rukun -Islam- Agama Syi’ah, yaitu: 1. Shalat 2. Zakat 3. Puasa 4. Haji 5. Wilayah atau Perwalian. Syiah meyakini bahwa al-Qur’an sekarang ini telah diubah, ditambah atau dikurangi dari yang seharusnya.

        Jadi sangat tidak aneh jika Agama Syi’ah meributkan soal Al Qur’an sekarang mengalami TAHRIF senada dengan komentar @Mas Ahmed Shahi Kusuma :D :lol:

        Padahal sesungguhnya Al Qur’an bukan mengalami tahrif tapi ketidakmampuan mereka menterjemaah Al Qur’an, baik bagi Agama Syi’ah khususnya maupun Non Muslim Umumnya.

        Wassalam, Haniifa.

      • ressay said

        @haniifa
        Iya saya tahu kok. Ndak usah marah gitu, santai saja mas. Saya tidak mengatakan buku itu nyeleneh. Silakan Anda tampilkan dimana saya mengatakan seperti itu. Jika tidak ada, maka itu fitnah. Jadi janganlah mengada-ada sesuatu yang tidak ada.

        َأَوْحَى= mewahyukan
        ْ أَوْحَيْت= Aku wahyukan
        َ أَوْحَيْن = Kami wahyukan

        Gimana ustadz?

        Silakan ustadz baca lagi beberapa komentar saya diatas. Pertanyaan ustadz sudah saya jawab.

        @Cekikix
        Bukan Anda saja yang geli. Tetapi saya juga geli. Makanya saya langsung mengganti setelah dikritik oleh Ayahanda yang alumni gontor. Cekikix…saya juga ketawa tergelitik nih. heheh

        @Eagle
        Justru saya pingin bertanya kepada penerjemah, knapa أَوْحَيْت diterjemahkan menjadi ILHAM? Tanya knapa yach?

      • ressay said

        Haiyah, melebar kemana-mana. Tadinya melebar ke “ilah”, sekarang melebar ke “tahrif. Waduh…payah.

        Dan saya tidak pernah meributkan soal tahrif disini. Monggo saya tantang Anda untuk menunjukkan mana kata-kata saya yang meributkan tahrif. Jika tidak ada, berarti FITNAH lho ustadz. sip…:D

      • cekixkix said

        @Om Ressay
        Bilangin ame bokap elu, Al Qur’an itu bukan untuk alumi gontor aje…. Cekixkix…kix..kix…

      • @Om RESSAY ANAKNYA ALUMNUS GONTOR :mrgreen:
        Apa sayah menuduh sampean melakukan tahrif ?!
        Baca dunk yang benar, dan jangan lupa LINK nya… hua.ha.ha…
        :D :lol:

      • ressay said

        @Cekikix
        Iya insya Allah saya sampaikan yah. :)

        @Haniifa
        Hehehehe…lalu untuk apa berkomentar dengan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan topik diskusi kita? aneh khan jadinya…oh ya lupa saya, sudah terbiasa dengan keanehan yach?

        Monggo ditanggapi komentar saya diatas. saya senantiasa menunggu pemaparan dari ustadz haniifa nih.

      • @Oom Ressay anaknya Alumnus GONTOR
        Coba sampean baca dengan cermat yach… (hihih… jadi kayak ngajar anak teka :D )
        Harus berapa kali saya sebutkan bahwa terjamaah itu diambil dari :

        1. Terjemaahan DEPAG RI…. JELASNYA SAMPEAN TULIS PROTES KE DEPAG RI

        2. Terjemaahan DISBINTALAD… JELASNYA SAMPEAN TULIS PROTES KE DISBINTALD RI

        3. “Kamus Bahasa Indonesia”…. JELASNYA SAMPEAN TULIS PROTES SOAL WAHYU dan ILHAM dan tanya kenapa/bagaimana kejelasan kata-kata AUHAINA, AUHA, AUHAITU Departemen Kebudayaan Indonesia.

        4. “Kamus Al-Munawir Arab-Indonesia”… Neehhh sayah kasih informasi:
        Ditelaah dan dikoreksi oleh:
        KH. Ali Ma’shum
        KH. Zainal Abidin Munawwir
        SILAHKEN SAMPEAN PROTES PADA BELIAU-BELIAU

        **** JELAS SEKARANG SAMPEAN *****

        Wassalam, Haniifa.

      • cekixkix said

        @Om Ressay
        Jangan lupe tanya ame bokap sekalian yee.
        “وْحَيْت” awkhaina ato aukhaina ato awkhoina ato auhaina ato awhaina…. Cekixkix…kix…kix..

      • @Oom Cekixkix
        Husshh… sampean jangan bigitu dunk, puasa neeh !!!
        Kalau anak alumnus gontor boleh lupa :mrgreen:

      • Eagle said

        @Saudara Ressay

        Justru saya pingin bertanya kepada penerjemah, knapa أَوْحَيْت diterjemahkan menjadi ILHAM? Tanya knapa yach?

        Tanyakan saja sama saudara sendiri pada penterjemaahnya !!
        Jika perlu saudara tanyakan sendiri pada pihak Kerajaan Saudi Arabia dimana Al Qur’an diturunkan wilayah KSA, dan saya kira mereka lebih memahami penjabaran makna yang dimaksud !!

      • ressay said

        @Haniifa
        Semoga apa yang Anda lakukan tidak termasuk lepas dari tanggungjawab atas pendapat atau komentar yang Anda postingkan pada awal-awal diskusi kita.

        Disitulah letak kesalahan berpikir Anda yang memang nampaknya sering menghinggapi diri Anda.

        Anda meminta saya untuk bertanya langsung kepada si penerjemah.

        Permasalahannya bukan buku tersebut hasil karya siapa, tetapi permasalahannya adalah antara kita berdua. Dan tentu ketika saya berkomentar, saya mengkritisi pendapat Anda. Bukankah penerjemahan tersebut Anda ambil sebagai pendapat Anda? Sudah seharusnya Anda bertanggungjawab sendiri atas apa yang Anda utarakan. Kecuali ya jika Anda orang yang tidka bertanggung jawab. Itu soal lain.

        Jangan-jangan ketika saya mengkritisi pendapat Anda yang katanya memiliki dalil di Al-Qur’an, Anda menyurus saya bertanya sendiri kepada Allah. Kok bisa? Bisalah…karena Al-Qur’an adalah firman Allah. Dan firman Allah itu Anda tafsirkan dan Anda jadikan pendapat Anda. Ketika dikritik, Anda lepas tanggungjawab dan meminta saya untuk bertanya langsung kepada Allah.

        Sadari atau tidak, itulah kesalahan berpikir Anda.

        @Cekikix
        Tuh khan berarti Anda tidak membaca komentar saya dengan baik. Khan sudah saya sebutkan diatas tuh bahwa saya meralat tulisan awkhaina menjadi auhaitu itu ketika dikritik oleh ayah saya. Gimana sih? Masa saya harus menurunkan grade saya agar Anda bisa paham?

        @Eagle
        Oh gitu yach. Jadi saya harus tanya ke kerajaan arab saudi yach? ok deh, mungkin memang Anda tidak mampu untuk menjawabnya. wajar kok mas dan saya tidak akan marah. :)

      • @Mas Ressay
        Disitulah letak kesalahan berpikir Anda yang memang nampaknya sering menghinggapi diri Anda.
        ________________________
        Coba jawaban saya kali ini @mas baca dengan tenang dan perhatikan dengan seksama, agar @mas Ressay paham dan mengerti apa yang menjadi pertanyaan sendiri berikut jawaban dari saya !!!
        Para ahli tafsir yang saya sebutkan diatas dan menurut saya juga adalah sbb:
        َأَوْحَى= mewahyukan / mengilhamkan
        ْ أَوْحَيْت= Aku wahyukan/ Aku ilhamkan
        َ أَوْحَيْن = Kami wahyukan/ Kami ilhamkan

        Sendangkan menurut pertanyaan dan kehendak @mas Ressay adalah:


        َأَوْحَى= mewahyukan
        ْ أَوْحَيْت= Aku wahyukan
        َ أَوْحَيْن = Kami wahyukan

        Gimana ustadz?

        Silakan ustadz baca lagi beberapa komentar saya diatas. Pertanyaan ustadz sudah saya jawab.

        http://haniifa.wordpress.com/2009/08/22/agama-syi%e2%80%99ah-sama-dengan-agama-kristen-2/#comment-5284

        Apakah @mas Ressay mengerti apa yang dipertanyakan dan dipermasalahkan oleh @mas Sendiri ?!

        Selamat berbuka puasa

        Wassalam, Haniifa

      • Eagle said

        @Saudara Ressay

        Dalam surat Asy-Syura ayat 52 terdapat kata وَأَوْحَيْنَ yang diterjemahkan menjadi “wahyukan”

        Dalam surat Al-Maidah ayat 111 terdapat kata أَوْحَيْت yang diterjemahkan menjadi “ilhamkan”

        Mengapa? karena keduanya berasal dari kata وحي yang tentu berarti WAHYU.

        Saudara tanya sendiri sama Allah SWT, Mengapa Asy-Syura ayat 52 (وَأَوْحَيْنَ) dan Al-Maidah ayat 111 (أَوْحَيْت) “tidak tertulis” وحي ?!

        Oh gitu yach. Jadi saya harus tanya ke kerajaan arab saudi yach? ok deh, mungkin memang Anda tidak mampu untuk menjawabnya. wajar kok mas dan saya tidak akan marah.

        Karena saudara tidak mengerti bahwa WAHYU=ILHAM menurut para ahli tafsir dan sesuai dengan daya tangkap saudara Ressay sendiri !!

        LALU APA YANG MENJADI MASALAH BUAT SAUDARA, KECUALI SAUDARA BINGUNG SENDIRI !!

      • ressay said

        Salam wa rahmah,

        @Haniifa
        Tuh khan terlihat jelas siapa yang ndak paham. Atau berusaha mengaburkan arah diskusi yang sebetulnya sudah jelas?

        أَوْحَىْ أَوْحَيْتَ أَوْحَيْن sama-sama berarti wahyu. Mengapa? Karena pada surat Asy-Syams ayat 8 fa alhama ha diterjemahkan menjadi ilham. Jelas bukan?

        Ilham dan wahyu adalah berbeda. Bukan begitu mas? Jangan terlihat kelimpungan gitu donk mas ah. sayang…

        Justru saya ingin mengkritik Anda sekaligus para penerjemah itu, tentunya tanpa mengurangi rasa hormat saya pada Anda dan pada para penerjemah yang Anda jadikan rujukan.

        Hayo…kesalahan berpikir seperti apa lagi yang akan Anda pertontonkan pada khalayak ramai?

        @eagle.
        Tuh khan dah bisa saya tebak. Kesalahan berpikir itu akan semakin bertambah parah. Masa disuruh tanya ama Tuhan. ckckckck…

        Justru yang terlihat kelimpungan itu Anda mas. Itu sih jika Anda menyadari. Tetapi saya tidak terlalu menyoalkan hal itu. Yang saya persoalkan bahwa wahyu itu ternyata berbeda dengan ilham. wahyu itu tidak hanya turun kepada Nabi, tetapi juga bahkan kepada lebah sekalipun. ya gak mas? kalau gak berarti Anda mengingkari ayat Al-Qur’an lho mas. apa ndak takut? hayo…

        jelas-jelas bahwa أَوْحَىْ أَوْحَيْتَ أَوْحَيْن sama-sama berarti wahyu. Mengapa? Karena pada surat Asy-Syams ayat 8 fa alhama ha diterjemahkan menjadi ilham. Jelas bukan? Lha ini kok malah أَوْحَيْتَ diterjemahkan menjadi ilham. Ini kan penyimpangan yang nyata. Kecuali jika Anda ingin mengaburkan penyimpangan itu sehingga seoalah-olah merupakan sebuah kebenaran. aneh memang…

      • @Mas Resssay
        BACA DUNK… hahaha, bisa IQRO nggak !!! :mrgreen:

        (أَوْحَيْتُ = Auhaitu) TIDAK SAMA (وَحْياً = wahyaa atau وحي= wahyun )

        BEGITU JUGA DENGAN…..

        (أَلْهَمَ= Alham ) TIDAK SAMA (وَحْياً = wahyaa atau وحي= wahyun )


        @Oom Ressay say:
        َأَوْحَى= mewahyukan
        ْ أَوْحَيْت= Aku wahyukan
        َ أَوْحَيْن = Kami wahyukan

        Gimana ustadz?

        Silakan ustadz baca lagi beberapa komentar saya diatas. Pertanyaan ustadz sudah saya jawab.
        ______________________________
        @HANIIFA SAY:
        Janganken semua diterjemaahken sebagai “WAHYU”, semua diterjemaahken sebagai “ILHAM” pun SAYAH SANGAT-SANGAT TIDAK SETUJU
        َأَوْحَى= mengilhamkan :P
        ْ أَوْحَيْت= Aku ilhamkan :P
        َ أَوْحَيْن = Kami ilhamkan :P

        Ilham dan wahyu adalah berbeda. Bukan begitu mas?
        __________________________
        ILHAM dan WAHYU adalah berbeda ==== BENAR
        Begitu juga ILHAM dan WAHYU dan AUHA adalah berbeda dan semua boleh digunakan sebagai SINONIM/PERSAMAAN dan harus ditempakan pada konteks ayat.
        Paham sampean definisi SINONIM ?!

        Jangan terlihat kelimpungan gitu donk mas ah. sayang…
        ______________________
        KAMU SANGAT LINGLUNG, KAMPRET… :D :lol:

        Wassalam, Haniifa.

      • ressay said

        salam wa rahmah,
        hehehe…santai mas. Ndak perlu Anda berbicara kasar seperti itu. Ndak akan mempengaruhi argumen Anda yang memang sangat lemah dan rancu.

        Sebetulnya jelas kok bahwa أَوْحَىْ أَوْحَيْتَ أَوْحَيْن sama-sama memiliki akar kata yang sama yaitu وحي. yang artinya wahyu.

        Jadi kalau ketiga kata tersebut atau salah satu dari ketiga kata tersebut diterjemahkan menjadi ilham, ini yang saya pikir cara berpikirnya harus diluruskan.

        Karena jelas kok, ilham dalam Al-Qur’an itu menggunakan kata alhama. bukan begitu kawan?

        Jadi ndak usahlah Anda sok-sok lieur kitu. hehehe…ayo kalo masih tetap mau ngeyel mah, teu na naon. cihuy…tarik jabrik…

      • ressay said

        oh ya mas, ketinggalan nih. Ada pertanyaan dan saya harapkan pertanyaan ini langsung Anda jawab. Jadi ndak usah melantyur kemana-mana. Karena ini saya pikir pertanyaan kunci.

        apa arti dari ketiga kalimat tersebut.

        أَوْحَى artinya apa?
        ْ أَوْحَيْت artinya apa?
        َ أَوْحَيْن artinya apa?

        monggo dijawab njih mas. :D

      • @Oom Ressay
        أَوْحَى artinya apa?
        ْ أَوْحَيْت artinya apa?
        َ أَوْحَيْن artinya apa?

        monggo dijawab njih mas. :D
        __________________________________
        Hua.ha.ha…. jeruk minum jeruk, tapi sampean mirip jeruk sambal mimun oli… hahaha…. BACA DUNK setiap tanggapan dari sayah….

        حَنِيفًا said
        September 9, 2009 at 7:42 pm

        @Oom Ressay yang sangat sayah hormati
        Harus berapa kali saya sebutkan bahwa terjamaah itu diambil dari :
        1. Terjemaahan DEPAG RI
        2. Terjemaahan DISBINTALAD
        3. “Kamus Bahasa Indonesia”
        4. “Kamus Al-Munawir Arab-Indonesia”
        Kalau menurut sampean semua buku dan tarjamaahan nyeleneh/nggak benar… itu URUSAN SAMPEAN, bukan urusan sayah. ANEH SEKALI SAMPEAN INI :evil:

        Assumsi:
        Bhs Ind: Wahyu dari Wahyaa/Wahyun (A)
        Bhs Ind: Ilham dari Alham (A)
        _______________________
        Auha = Auha… ? = ( أَوْحَى )
        Auhaitu = Auhaitu… ? = ( أَوْحَيْت )
        Auhaina = Auhaina… ? = ( أَوْحَيْن )

        ________________________

        Pertanyaan sayah buat sampean, Apakah bisa disimpulken WAHYU (wahyaa/wahyun) = ILHAM (alham)?! … hehehe

        Wassalam, Haniifa.

        Al Qur’an ke latin sampean Oon, sekarang Latin ke Al Qur’an podo bae …. :D :lol:
        Tuhhh… saya copas lagi berikut huruf aslinyah…. hahaha…., (dasar anak teka nol :P )

      • @Oom Ressay
        oh ya mas, ketinggalan nih. Ada pertanyaan dan saya harapkan pertanyaan ini langsung Anda jawab. Jadi ndak usah melantyur kemana-mana. Karena ini saya pikir pertanyaan kunci.
        ____________________________________
        NEEH.. SAYA COPAS LAGI DAN SAYA(@HANIIFA) PERBAIKI BIAR MATA SAMPEAN (RESSAY) NGGAK PICEK. :D

        Coba jawaban saya (@HANIIFA) kali ini @mas baca dengan tenang dan perhatikan dengan seksama, agar @mas Ressay paham dan mengerti apa yang menjadi pertanyaan sendiri berikut jawaban dari saya(@HANIIFA) !!!

        Para ahli tafsir yang saya(@HANIIFA) sebutkan diatas dan menurut saya(@HANIIFA) juga adalah sbb:

        (أَوْحَى = Auha) = mewahyukan ATAU mengilhamkan
        (أَوْحَيْت = Auhaitu) = Aku wahyukan ATAU Aku ilhamkan
        (أَوْحَيْن = Auhaina) = Kami wahyukan ATAU Kami ilhamkan

        Tahu sampean artinya ATAU ?!

        Wassalam, Haniifa.

      • ressay said

        halah…ngelantyur aja ndak jawab pertanyaan. Bilang saja tidak mampu, biar saya bisa membimbing Anda. Atau mau saya buat kelimpungan lagi? ok deh…let’s go…

        Silakan Anda cermati ini:

        وَأَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّ مُوسَى أَنْ أَرْضِعِيهِ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَ

        “Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa: Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya, maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil), dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, Karena Sesungguhnya kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.” (QS Al-Qashshash, 28/7)

        وَأَوْحَيْنَا pada ayat diatas diterjemahkan menjadi “ILHAM”.

        Terus dimana letak keanehannya? Bentar ustadz, saya copy pastekan dulu ayatnya yah.

        وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِي إِنَّكُم مُّتَّبَعُونَ

        Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa: “Pergilah di malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli”. (QS. Asy-Syura 26:52)

        kata وَأَوْحَيْنَا pada surat asy-syura ayat 52 diatas diterjemahkan menjadi WAHYU.

        Euleuh sia. Hayo tanya knapa yach? ah aneh banget para penerjemah ini.

        Kata yang sama diterjemahkan menjadi dua hal yang berbeda. Ckckckck…

        Monggo mas disantap deui.

        Anda anggap saya OON? ah biasa aja ustadz. Toh saya buktikan bahwa yang OON saat ini adalah Anda bukan?

      • @Oom Ressay yang pinter :mrgreen:
        Coba baca apa itu artinya SINONIM ?!

        (hihihi… kayaknya bapak sampean alumnus glontor kali yach :D :lol: )

      • ressay said

        Apakah wahyu diturunkan hanya kepada Nabi? ah ngelantyur aja nih.

        Coba yuk kita baca ayat berikut:

        فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَى فِي كُلِّ سَمَاء أَمْرَهَا وَزَيَّنَّا السَّمَاء الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظاً ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

        “Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS. Fush Shilat ayat 12)

        وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتاً وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ

        Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”, (QS. An-Nahl ayat 68)

      • ressay said

        Sinonim adalah kata yang berbeda namun memiliki arti yang mirip atau sama.

        tuh ustadz definisinya. Saya sudah menjawab pertanyaan ustadz tuh.

        Permasalahannya gini nih ustadz.

        Baik pada surat Al-Qashshash ayat 7 dan surat Asy-Syura ayat 52 itu menggunakan kata yang sama yaitu وَأَوْحَيْنَ tetapi anehnya diterjemahkan berbeda. Yang satu diterjemahkan menjadi ILAHM, yang satu lagi menjadi WAHYU.

        INIKAH YANG ANDA MAKSUD SINONIM USTADZ?

        Oh sayangnya…kali ini Anda meleset ustadz. Dalih apa lagi yang akan Anda sampaikan untuk membela keyakinan Anda yang salah kaprah ustadz?

      • @Oom Ressay yang pinter sekali :mrgreen:
        Para ahli tafsir yang saya(@HANIIFA) sebutkan diatas dan menurut saya(@HANIIFA) juga adalah sbb:

        (أَوْحَى = Auha) = mewahyukan ATAU mengilhamkan
        (أَوْحَيْت = Auhaitu) = Aku wahyukan ATAU Aku ilhamkan
        (أَوْحَيْن = Auhaina) = Kami wahyukan ATAU Kami ilhamkan

        Tahu sampean artinya ATAU ?!

        Logika Matematika (AL JABAR BOOL)
        _________________________________

        A or B == A ATAU B

        (أَوْحَى = Auha) = mewahyukan (A) ATAU mengilhamkan (B)
        (أَوْحَيْت = Auhaitu) = Aku wahyukan (A) ATAU Aku ilhamkan (B)
        (أَوْحَيْن = Auhaina) = Kami wahyukan (A) ATAU Kami ilhamkan (B)

        NAMANYA TAFSIR artinya perkiraan

        Contoh:
        @mas Ressay akan PERGI NONTON jika punya uang untuk nonton ATAU diajak teman untuk nonton

        RESULT:
        @mas Ressay punya uang untuk nonton maka PERGI NONTON.
        ATAU
        @mas Ressay diajak nonton maka PERGI NONTON.

        KESIMPULAN :
        @mas Ressay nngak pergi nonton karena nggak bisa IQRO dan baca terjemaah yang baik dan benar :D :lol: …hua.ha.ha…

        Wassalam, Haniifa.

      • ressay said

        Betul namanya juga perkiraan. Dan itulah yang sedang Anda lakukan.

        Anda mengira-ira saja sesuai dengan keyakinan Anda sebelumnya, kemudian Anda mencocokkan terjemahan mana yang sesuai dengan keyakinan Anda.

        Saya pikir justru mengada-ada ketika kata wahyaa disana bisa diterjemahkan menjadi ilham juga. Mengapa? Saya pikir ini tidak lebih dari sekedar asumsi yang tanpa dasar sehingga sangat rapuh ustadz.

        Komentar Anda terlalu wah. Orang awam memang akan memandang bahwa komentar Anda sangat ilmiah, menggunakan logika matematika segala. Tetapi kalau cermat, komentar Anda tidak lebih dari sekedar asumsi. Apakah asumsi bisa dijadikan dasar dalam berkeyakinan? bisa sih, tapi ya ndak kuatlah. Lebih rapuh dari sarang laba-laba mungkin ustadz.

      • @Mas Ressay
        Sinonim adalah kata yang berbeda namun memiliki arti yang mirip atau sama.
        __________________
        Alhamdulillah
        ALHAM berbeda dengan WAHYAA berbeda pula dengan AUHAA….
        SINOMIM dari sesuatu yang datangnya dari Allah subhanahu wa ‘tala baik berupa perintah,larangan,aturan… dll.

        Contoh:
        Gue, Aku, Saya === adalah sama, tapi jangan sampean bilang karena asal kata “gue” diketahui “dari bahasa tertentu” maka berkesimpulan bahwa semua kata yang mengandung AKU dan SAYA diganti semuanya dari aslinya.

        Misal, lagu anyak-anyak “KAPITEN” :mrgreen:
        Aku seorang kapiten
        Mempunyai pedang panjang
        Kalau berjalan prak-prek-prok
        GUE seorang kapitan :D :lol: hua.ha.ha…

        Pesan yang @Mas Eagle sampeikan adalah begitu maksud.

        Apakah asumsi bisa dijadikan dasar dalam berkeyakinan? bisa sih, tapi ya ndak kuatlah. Lebih rapuh dari sarang laba-laba mungkin ustadz.
        ___________________________
        Oohhh… bigituh yach !! :D
        Saya ajak sampean berasumsi bukan berarti tidak mendasar.

        - Assumsi: – Maaf sebenarnya adalah FAKTA
        Bhs Ind: Wahyu dari Wahyaa/Wahyun (A)….. (hal:1144)
        Bhs Ind: Ilham dari Alham (A)……. (hal:373)
        Ref:
        Kamus Umum Bahasa Indonesia
        Susunan: W.J.S Poerwadarminta
        Diolah: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
        Penerbit: PN Balai Pustaka
        JAKARTA 1982

        Wassalam, Haniifa.

      • ressay said

        Ok…saya paham kok ustadz maksud ustadz.

        Dan saya juga paham dimana letak kesalahan atau keteledoran Anda dalam berargumen.

        Pertanyaan yang muncul, darimana Anda tahu bahwa alham dan wahyun itu bersinonim? hayo dasarnya apa? Kalau ndak bisa ya berarti berasumsi.

        Oh dasarnya Kamus Bahasa Indonesia? Waduh…kagak salah senjata ustadz?

        Ibu bersinonim dengan emak, nyokap, bunda. Ini betul karena memang maknanya sama.

        Nah kalau wahyaa itu bisa diterjemahkan menjadi wahyu dan ilham, ini bukan SINONIM ustadz. Tapi itu konyol saya pikir.

        monggo dijawab ustadz. Santai saja, tidak usah terlalu tegang dan terburu-buru dalam menjawabnya.

      • @Oom Ressay yang amat sangat pintar :mrgreen:
        Oh dasarnya Kamus Bahasa Indonesia? Waduh…kagak salah senjata :P ustadz?
        __________________________
        Coba baca dan apa senjata sampean !!!

        5. Terkait dengan perkataan Ali Khameini, aku pikir kita lihat dulu bagaimana perkataan dia dalam versi bahasa parsi.

        Saya jadi teringat dengan perkataan Ahmadinejad yang dipelintir oleh media2 Barat. Mereka mengatakan bahwa Ahmadinejad itu ingin melenyapkan Israel dari peta dunia. Padahal dalam bahasa parsi, Ahmadinejad tidak mengatakan seperti itu.

        Senjata sampean BAHASA PERSIA… hua.ha.ha….

        Kesimpulan:
        Sayah aseli lho orang Indonesia raya merdeka sekali.

        Lha sampean @Oom Ressay ternyata 1/2 Indonesia dan 1/4 PARSI dan 1/4 ORANG UTAN :D :lol:

        Jujur ajah sampean nggak ngerti Bahasa Indonesia yang baik dan benar sekaligus nggak ngerti Bahasa Matematika, dan yang lebih parah nggak bisa IQRO :mrgreen: , biar saya ajarin gratiss khok !!

        Satu tambah Satu sama dengan Satu Nusa Satu Bangsa:D

        (hayooo ngaku…. sampean bisa tahu أَوْحَيْتُ = auhaitu/awhaitu dari sayah orang Indonesia ASLI, bukan dari Orang PERSIA khan !! )

        Wassalam, Haniifa.

      • ressay said

        salam wa rahmah,
        Ustadz, kalau memang mau argumentum ad hominem, silakan. Tetapi jangan sampai pertanyaan saya dilupakan donk. Masa berulang kali saya mengajukan pertanyaan ndak dijawab. ya kecuali jika ndak mampu.

        ayo monggo dijawab. Tetapi jika belum nemu jawabannya, saya berikan waktu untuk berpikir deh.

        Pertanyaan yang muncul, darimana Anda tahu bahwa alham dan wahyun itu bersinonim? hayo dasarnya apa? Kalau ndak bisa ya berarti berasumsi.

        Mengenai ucapan Ali Khamenei, betul kita harus tahu perkataan beliau dalam bahasa persianya. karena bisa jadi ada distorsi dalam penerjemahannya.

        Sama ustadz dengan surat Al-Qashshash, 28/7 dan surat Asy-Syura 26:52.

        Harus dipahami sesuai dengan bahasa yang tertera dalam Al-Qur’an donk ustadz, karena kalau tidak bisa terjadi distorsi dalam penerjemahannya karena telah disesuaikan dengan keyakinan seseorang yang menyimpang.

        Kalau kita memahami pakai bahasa yang tertera dalam Al-Qur’an, maka SEHARUSNYA kata auhaina itu sama-sama diterjemahkan menjadi A (misalnya). Mengapa? Karena kedua ayat tersebut sama-sama menggunakan kata “auhaina”. Jadi Kalau ayat yang pertama diterjemahkan dengan A dan ayat yang kedua diterjemahkan dengan B, ini yang saya pikir harus kita luruskan. Mungkin salah satunya Anda ustadz. Ya sekali-kali mahasiswa meluruskan gurunya ndak papa toh?

        oh ya nih tambahan ustadz. biar Anda jangan geer. hehehehe…sorry yach ustadz. Silakan ustadz baca di blog saya komentar dari ayah saya mengenai auhaitu dengan awkhaitu. monggo dibaca-baca. yukkk….

        Wahyu ternyata bisa diturunkan kepada lebah lho ustadz. Itu menurut Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 68, bukan menurut ustadz haniifa. Saya mah lebih mengikuti Al-Qur’an ketimbang Anda. Maaf ya ustadz…sekali lagi maaf. Saya jangan dipukul.

        Dan juga wahyu itu bisa diberikan kepada langit lho ustadz. hebat yach….

        Hayo mau berkilah apa lagi? itu hanya akan membuat Anda kelimpungan sendiri.

      • @Mas Ressay
        Ustadz, kalau memang mau argumentum ad hominem, silakan.
        ….
        Wahyu ternyata bisa diturunkan kepada lebah lho ustadz. Itu menurut Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 68, bukan menurut ustadz haniifa. Saya mah lebih mengikuti Al-Qur’an ketimbang Anda. Maaf ya ustadz…sekali lagi maaf. Saya jangan dipukul.

        _______________________________________
        Oke silahken sampean cermati buku pengangan Agama Syi’ah dan kata ilham dalam kamus bahasa Indonesia yang sudah saya utarakan, essensinya adalah sama dan serupa.

        “What is a Messenger, a Prophet and one who is told?, He said: A Messenger is one to whom the angel appears and speaks. A Prophet is one who sees in his dream [ilham]. :P ,A Messenger is one who hears the voice while awake and sees, while asleep, and also with his eyes sees the angel when awake.” (Source: Usool Al-Kafi, Book 4, 439-1)

        Kenapa para mufasir/ ahli tafsir bangsa Indonesia menggunakan kata WAHYU pada An-Nahl ayat 68 padahal untuk LEBAH ?!
        Jawab:
        Terlalu rumit dan sangat susah dicerna oleh akal fikiran manusia jika menggunakan arti ILHAM/MIMPI, secara anatomis susunan syaraf lebah itu sangat sederhana dan GEM nya lebih rendah bahkan hampir tidak tidak dapat dideteksi, seperti yang diketahui oleh para ILMUWAN MODERN bahwa otak manusia mengalami MIMPI terjadi jika Gelombang delta pada otak bekerja di bawah frekuensi 4 herts ketika manusia tidur.
        Silah kan sampean baca-baca dulu… dan santai ajah biar nggak stresss :mrgreen:
        http://haniifa.wordpress.com/2008/03/05/obat-mencegah-kepikunan/

        Urgen:
        Sampean bantah statement saya berarti sampean INGKAR terhadap Agama Syi’ah… hua.ha.ha…. :D :lol: Makanya saya pakai BAHASA INDONESIA karena Al Qur’an itu rahmatan lil ‘alamin, Sampean mengikuti/mengiyakan statemen sayah berarti sampean INGKAR juga pada Agama Syi’ah… hua.ha.ha…. :D :lol:

        Wassalam, Haniifa.

      • ressay said

        salam wa rahmah,
        Tuh khan ndak bisa fokus. Ndak ada sangkut pautnya dengan syiah, dan saya juga tidak pernah mengatasnamakan sebagai syiah bukan? Jadi ya ndak usah bawa-bawa syiah.

        Apalagi mengatakan bahwa saya ingkar terhadap ISLAM Syiah. wah mas…kalau mabuk mbok ya jangan diblog sendiri. seharusnya sebagai pemilik blog, Anda dapat menunjukkan cara berdiskusi yang baik, santun, ilmiah, dan fokus.

        tetapi sayang Anda tidak juga menjawab pertanyaan saya sampai sekarang.

        ok, saya ulangi ya pertanyaannya.

        darimana Anda tahu bahwa alham dan wahyun itu bersinonim? hayo dasarnya apa? Kalau ndak bisa ya berarti berasumsi.

        Oh jadi gitu yach penafsiran anda tentang ayat yang menceritakan bahwa wahyu juga bisa diturunkan kepada lebah. Terkesan ilmiah, saya itu ndak berarti apa-apa? Lho kok bisa? ya iyalah, Anda tafsirkan sekehendak hati Anda walaupun dengan dalih penjelasan dari ilmuwan modern biar terkesan ilmiah. Sayangnya tafsiran itu malah mendistorsi teks yang ada.

        Jika surat Al-Qashshash, 28/7 dan surat Asy-Syura 26:52 sama-sama menggunakan kata auhaina, ya warasnya diterjemahkan dengan kata yang sama. Kalau keduanya diterjemahkan menjadi kata yang berbeda, ini yang saya pikir ndak waras.

        Hehehe…jadi penasaran nih. kira2 dalih apa lagi yang akan anda ajukan yach?

      • @Oom Ressay
        bla…bla..
        Jadi ya ndak usah bawa-bawa syiah….bla..bla..

        darimana Anda tahu bahwa alham dan wahyun itu bersinonim? hayo dasarnya apa? Kalau ndak bisa ya berarti berasumsi.

        _________________________________________________
        Hua.ha.ha…. baca sendiri keimanan sampean samah si imin :mrgreen:

        Wahyu ternyata bisa diturunkan kepada lebah lho ustadz. Itu menurut Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 68, bukan menurut ustadz haniifa. Saya mah lebih mengikuti Al-Qur’an ketimbang Anda. Maaf ya ustadz…sekali lagi maaf. Saya jangan dipukul.
        …..
        Jika surat Al-Qashshash, 28/7 dan surat Asy-Syura 26:52 sama-sama menggunakan kata auhaina, ya warasnya diterjemahkan dengan kata yang sama. Kalau keduanya diterjemahkan menjadi kata yang berbeda, ini yang saya pikir ndak waras. :P

        PERTAMA :
        Jadi menurut sampean para ahli tafsir dari DEPAG RI dan DISBINTAL Angkatan Darat RI adalah TIDAK WARAS bigitu ?!
        KEDUA :
        Sampean bilang terjamaah TIDAK WARAS tapi oleh sampean di gunakan !!!
        KETIGA :
        Buat apa sampean minta penjelasan lagi dari sayah !!!

        Nehhh sayah kasih tahu, sampean masih bau tetek ibu tahu… hua.ha.ha…

        Wassalam, Haniifa.

      • cekixkix said

        @Om Haniifa
        Jadi rupanye aye ngobrol sama @Om “waras”, selama ini ye, gue baru nyadar “ha” itu dibacanye “kho” kalo lagi “waras”…. Cekixkix…kix…kix…

      • ressay said

        yang jelas, Anda belum menjawab pertanyaan kritis saya. Dan itu saya maklumi ketidakmampuan Anda.

        darimana Anda tahu bahwa alham dan wahyun itu bersinonim? hayo dasarnya apa? Kalau ndak bisa ya berarti berasumsi.

      • @Oom Ressay
        Hua.ha.ha…. sampean itu tahu definisi Sinonim kan ?!
        Jadi perlu dipertanyaken lagih neeh. Ini saya copas contoh sinonim dari sampean, tapi sampean sendiri menyangkal…. hahaha… makanya dari awal saya bilang sampean ini kalau nggak SOMBONG SEKALI atau malah LINGLUNG SEKALI:D :lol:

        Dalam surat Asy-Syura ayat 52 terdapat kata وَأَوْحَيْنَ yang diterjemahkan menjadi “wahyukan”

        Dalam surat Al-Maidah ayat 111 terdapat kata أَوْحَيْت yang diterjemahkan menjadi “ilhamkan”

        Mengapa? karena keduanya berasal dari kata وحي yang tentu berarti WAHYU.

        Dasar agama syia’h saruana jeung agama kresten… lieur sorangan… hahaha.

      • cekixkix said

        @Om Ressay
        Kali ente sedang “waras” yee, jadi nasehat @Om Eagle menurut ente “kagak wara”… Cekixkix…kix…kix…

      • ressay said

        salam wa rahmah,

        Hehehe…ndak perlu membuat agitasi agar saya emosi karena berulang kali Anda ngoceh tentang syiah. Karena bagi saya itu bukan suatu masalah besar ketika Anda menilai Islam syiah disamakan dengan Kristen.

        Yang Anda kutip, itu adalah letak keanehan para penerjemah yang celakanya Anda ikuti sebagai sebuah kebenaran.

        Dalam surat Asy-Syura ayat 52 terdapat kata وَأَوْحَيْنَ yang diterjemahkan menjadi “wahyukan”

        Dalam surat Al-Maidah ayat 111 terdapat kata أَوْحَيْت yang diterjemahkan menjadi “ilhamkan”

        Disinilah letak keanehannya. auhaitu diterjemahkan menjadi ilhamkan. Padahal seharusnya ia diterjemahkan sama dengan apa yang diterjemahkan pada surat Asy-Syura ayat 52.

        Baru kemudian saya mengajukan pertanyaan yang nampaknya Anda tidak mampu menjawabnya. Maklum…

        darimana Anda tahu bahwa alham dan wahyun itu bersinonim? hayo dasarnya apa? Kalau ndak bisa ya berarti berasumsi.

        Dah beberapa kali saya mengajukan pertanyaan ini lho. Jadi, silakan bertanya. Jika tidak, maka khalayak umum akan menilai bahwa Anda hanya tong kosong berbunyi nyaring. CMIW….

        wassalam.

      • @Oom Ressay
        Dah beberapa kali saya mengajukan pertanyaan ini lho. Jadi, silakan bertanya. Jika tidak, maka khalayak umum akan menilai bahwa Anda hanya tong kosong berbunyi nyaring. CMIW….
        ___________________________
        Hua.ha.ha…. tang-ting-tung kali :D :lol:
        Coba perhatiken dengan seksama… hehehe….
        وحي = WAHYU
        Lha “al wahyun” itu berasal dari Al Qur’an, terulis : وَحْياً (wahyaa)

        حَنِيفًا said
        September 5, 2009 at 11:50 am

        Wahyu itu asal katanya dari وَحْياً (wahyaa)… hehehe

        Makanya saya pakai kata WAHYAA bukan wahyu… Gedubrak… hua.ha.ha…

      • ressay said

        salam wa rahmah,

        Tuh khan lagi-lagi ndak jawab pertanyaan. hayo dijawab, mampu ndak yach?

        Dalam surat Asy-Syura ayat 52 terdapat kata وَأَوْحَيْنَ yang diterjemahkan menjadi “wahyukan”

        Dalam surat Al-Maidah ayat 111 terdapat kata أَوْحَيْت yang diterjemahkan menjadi “ilhamkan”

        Disinilah letak keanehannya. auhaitu diterjemahkan menjadi ilhamkan. Padahal seharusnya ia diterjemahkan sama dengan apa yang diterjemahkan pada surat Asy-Syura ayat 52.

        Baru kemudian saya mengajukan pertanyaan yang nampaknya Anda tidak mampu menjawabnya. Maklum…

        darimana Anda tahu bahwa alham dan wahyun itu bersinonim? hayo dasarnya apa? Kalau ndak bisa ya berarti berasumsi.

        Yuk…yak…yuk…cihui…

        wassalam.

      • @Oom Ressay
        Tuuhh… kan, sampean kayak yang bergama Kresten… hehehe
        Yesus itu Tuhan
        Tuhan itu Yesus
        Yesus anak Tuhan
        Tuhan anak Yesus… hahaha….
        Baca lagi nasehat @Mas Eagle dunk:

        Saudara tanya sendiri sama Allah SWT, Mengapa Asy-Syura ayat 52 (وَأَوْحَيْنَ) dan Al-Maidah ayat 111 (أَوْحَيْت) “tidak tertulis” وحي ?!

        Sumber:
        http://haniifa.wordpress.com/2009/08/22/agama-syi%E2%80%99ah-sama-dengan-agama-kristen-2/#comment-5297

        Lalu sampean balik lagi protes :
        Oh gitu yach. Jadi saya harus tanya ke kerajaan arab saudi yach? ok deh, mungkin memang Anda tidak mampu untuk menjawabnya. wajar kok mas dan saya tidak akan marah.

        Linglung khok nggak abis-abis @mas ?! :D :lol:

      • ressay said

        owh…owh…owh…diulang lagi.

        Khan dah pernah aku bilang tuh ustadz. Celakanya, ustadz ikut aja dengan terjemahan itu tanpa kemudian mengkritisi. Padahal, apa yang jadi pemikiran dan keyakinan Anda saat ini, Andalah yang akan mempertanggungjawabkannya. Bukannya kemudian Anda lempar tanggung jawab itu ke pemerinah arab saudi.

        Dalam surat Asy-Syura ayat 52 terdapat kata وَأَوْحَيْنَ yang diterjemahkan menjadi “wahyukan”

        Dalam surat Al-Maidah ayat 111 terdapat kata أَوْحَيْت yang diterjemahkan menjadi “ilhamkan”

        Disinilah letak keanehannya. auhaitu dalam surat al-maidah ayat 111 diterjemahkan menjadi ilhamkan. Padahal seharusnya ia diterjemahkan sama dengan apa yang diterjemahkan pada surat Asy-Syura ayat 52 yaitu wahyukan.

        Baru kemudian saya mengajukan pertanyaan yang nampaknya Anda tidak mampu menjawabnya. Maklum…

        darimana Anda tahu bahwa alham dan wahyun itu bersinonim? hayo dasarnya apa? Kalau ndak bisa ya berarti berasumsi.

        ayo donk jawab. Dah ndak sabar nih lihat kecerdasan ustadz haniifa yang jago argumentum ad hominem.

      • cekixkix said

        @Om Haniifa
        Kayaknye OTAK dan HATI orang syiah sehitam baju,jubah,jilbab semua serba hitam dan yang paling parah HATINYE udah membatu kali yeee. Itulah alasan solatnye bawa-bawa batu segala… Cekixkix…kix…kix…

      • @Oom Ressay ahli di hukum :mrgreen:
        ayo donk jawab. Dah ndak sabar nih lihat kecerdasan ustadz haniifa yang jago argumentum ad hominem.
        ____________________________
        Weleh…weleh…hari gini masih ngenyel… :D

        حَنِيفًا said
        September 10, 2009 at 2:17 pm

        @Mas Resssay
        BACA DUNK… hahaha, bisa IQRO nggak !!! :mrgreen:

        (أَوْحَيْتُ = Auhaitu) TIDAK SAMA (وَحْياً = wahyaa atau وحي= wahyun )

        BEGITU JUGA DENGAN…..

        (أَلْهَمَ= Alham ) TIDAK SAMA (وَحْياً = wahyaa atau وحي= wahyun )

        Jadi nggak sabar neehhh… sebetulnya sampean ini bisa IQRO nggak ?! jujur ajah nggak usah malu-malu !! :mrgreen:

      • @Oom Ressay
        Abrakadabra…. ada nggak wahyu dan ilham di kamus Arab ?! :mrgreen:

      • cekixkix said

        @Om Haniifa
        Sim sala bim wahyu = ilham…. Cekixkix…kix…kix…

      • @Oom Cekixkix
        Abrakadabra….
        Jangan pakai kamus Arab.
        Jangan pakai kamus Indonesia.
        Jangan pakai Al Qur’an
        Jangan pakai Tarjamaah Al Qur’an. :mrgreen:

        Gedubrak !!! Pakai saja bahasa PARSI (Persia), Shahih Agama Syi’ah :D :lol:

      • ressay said

        Salam wa rahmah,

        wahyu tidak sama dengan ilham. Betul saya sepakat. Ini yang harus ustadz catat tebal.

        Saya kemudian mengkritisi keanehan pada penerjemahan surat asy-syura ayat 52 dan surat al-maidah ayat 111.

        أَوْحَيْن dalam surat Asy-Syura ayat 52 diterjemahkan menjadi wahyukan.

        Sedangkan أَوْحَيْت dalam surat al-maidah ayat 111 diterjemahkan menjadi ilhamkan.

        Padahal keduanya sama-sama berasal dari kata وحي yang berarti wahyu.

        Mungkin Anda akan berkilah layaknya orang kebingungan bahwa أَوْحَيْت itu bahasa arabnya memang ilham, walaupun kata dasarnya sama yaitu وحي .

        Lalu bagaimana jika Anda baca surat Al-Qashash ayat 7 ustadz.

        وَأَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّ مُوسَى

        Disana diterjemahkan: Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa

        Hayo…silakan dijawab ustadzku yang pinternya setengah mati. hehehehe…pingin ngakak ketawa saya lihat tingkah Anda ustadz.

        Monggo dilihat antara surat asy-syura 52 dengan surat al-qashash ayat 7. Sama-sama menggunakan auhaina tetapi diterjemahkan berbeda tuh ustadz? Di surat Asy-Syura diterjemahkan menjadi wahyu sedangkan surat Al-Qashash diterjemahkan menjadi ilham. Padahal khan katanya ilham itu dalam Surat al-maidah ayat 111 ditulis auhaitu, bukan auhaina. Kok ini malah auhaina dalam surat al-qashash diterjemahkan menjadi ilham? Tanya knapa ustadzku yang kebingungan?

        hayo cik kumaha jawabna? ditunggu nih Anda pusing memutar-mutar otak Anda untuk mencari peluang agar Anda bisa berkilah dan menafsirkan Al-Qur’an sesuai dengan keyakinan Anda.

        Oh ya, Anda mengoceh di atas bahwa ILHAM dan WAHYU dan AUHA adalah berbeda dan semua boleh digunakan sebagai SINONIM/PERSAMAAN dan harus ditempakan pada konteks ayat.

        Pertanyaannya nih ustadz yang tidak juga Anda jawab atau memang Anda tidak mampu menjawabnya:

        “darimana Anda tahu bahwa alham dan wahyun itu bersinonim? hayo dasarnya apa? Kalau ndak bisa ya berarti berasumsi.”

        wassalam.

      • @Oom Ressay
        Baca ajah sendiri, mohon maaf ternyata paham orang-orang Syi’ah jauh lebih dungu dari paham orang-orang Kristen.

        http://haniifa.wordpress.com/2009/08/22/agama-syi%E2%80%99ah-sama-dengan-agama-kristen-2/#comment-5091

        Parah !!! :mrgreen:
        _____________________________________________________________
        (Perlu sampean ketahui, Film Harun Yahya yang berjudul “ANIMAL” menggunakan kata “ILHAM”, dan sayah nggak protes tuhh… )

      • @All
        “darimana Anda tahu bahwa alham dan wahyun itu bersinonim? hayo dasarnya apa? Kalau ndak bisa ya berarti berasumsi.”
        ______________________________________
        Coba kita perhatikan, siapa sebenarnya yang tong kosong nyaring bunyi nya itu :
        Sangat jelas bahwa ALHAM dan WAHYUN masih merupakan Bahasa ARAB yang dilatinkan.
        sedangkan…
        ILHAM dan WAHYU ini baru Bahasa Indonesia

        Dungu kok di ingu seeh :mrgreen:

      • cekixkix said

        @Om Haniifa
        Maklum kebanyakan sujud dikuburan kali, jadi mukenye tebal kayak tombok….. Cekixkix…kix…kix…

      • ressay said

        salam wa rahmah,

        @haniifa
        Anda berlindung dibalik nama besar, padahal belum tentu pendapat orang besar itu benar. Dan Anda yang bertanggungjawab atas keyakinan Anda saat ini, bukan orang yang menyandang nama besar itu ustadz.

        Nampaknya, sedikit demi sedikit, sejengkal demi sejengkal, Andalah yang menunjukkan betapa dungunya diri Anda ustadz. Seakan-akan berargumen dengan ayat Al-Qur’an, tetapi penafsirannya seperti orang dungu memahami Al-Qur’an yang suci.

        Silakan Anda tanggapi komentar saya diatas, antara surat al-maidah ayat 111, asy-syura ayat 52, al-qashash ayat 7, asy-syams ayat 8, dan surat an-nahl ayat 68.

        Sampai saat ini, kesombongan Anda belum dapat menolong Anda dari kedunguan yang begitu mendarah daging dalam diri Anda ustadz.

        1. ILHAM dan WAHYU itu berbeda.

        أَوْحَيْن dalam surat Asy-Syura ayat 52 diterjemahkan menjadi wahyukan.

        Sedangkan أَوْحَيْت dalam surat al-maidah ayat 111 diterjemahkan menjadi ilhamkan.

        Padahal keduanya sama-sama berasal dari kata وحي yang berarti wahyu.

        Mungkin Anda akan berkilah layaknya orang kebingungan bahwa أَوْحَيْت itu bahasa arabnya memang ilham, walaupun kata dasarnya sama yaitu وحي .

        Lalu bagaimana jika Anda baca surat Al-Qashash ayat 7 ustadz.

        وَأَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّ مُوسَى

        Disana diterjemahkan: Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa

        Apalagi jika ditambahkan lagi surat Asy-Syams ayat 8.

        فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

        maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.

        2. Mungkinkah Allah mewahyukan kepada selain Nabi?

        Ustadz Haniifa yang kedunguannya sudah mengerak mengatakan bahwa wahyu hanya untuk Nabi saja.
        Ini bisa dibaca di:
        http://haniifa.wordpress.com/2009/08/22/agama-syi’ah-sama-dengan-agama-kristen-2/#comment-4964

        Tetapi saya lebih percaya pada Al-Qur’an, bukan ustadz haniifa yang kedunguannya luar biasa hebat.

        وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتاً وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ

        Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”, (QS. An Nahl 16:68)

        فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَى فِي كُلِّ سَمَاء أَمْرَهَا وَزَيَّنَّا السَّمَاء الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظاً ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

        “Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS. Fush Shilat ayat 12)

        Jadi Allah bisa mewahyukan kepada lebah dan langit sekalipun.

        wassalam.

      • ressay said

        @Cekikix
        Komentar ngelantur Anda, amat sangat tidak berarti bagi saya. Tetapi itu sebetulnya merepresentasikan kedunguan Anda yang sama dengan gravatar yang Anda pilih. Gravatar Anjing bukan?

      • @Oom Ressay
        Hoho… sekali bathil Agama Syi’ah tetap saja Bathil. dan sesungguhnya yang bathil itu tidak dapat menggantikan yang Haq.
        Sampean kira saya tidak tahu tipu daya mu… hehehe… berulang kali sampean menulis:

        “darimana Anda tahu bahwa alham dan wahyun :D :lol: itu bersinonim? hayo dasarnya apa? Kalau ndak bisa ya berarti berasumsi.”

        Walaupun sudah saya sanggah, sampean masih pura-pura tidak tahu… hahaha dasar Al Munafikun.

        Coba kita perhatikan, siapa sebenarnya yang tong kosong nyaring bunyi nya itu :
        Sangat jelas bahwa ALHAM dan WAHYUN masih merupakan Bahasa ARAB yang dilatinkan.
        sedangkan…
        ILHAM dan WAHYU ini baru Bahasa Indonesia.

        Seharusnya bentuk pertanyaan sampean seperti ini:

        “darimana Anda tahu bahwa ILHAM dan WAHYU :P itu bersinonim? hayo dasarnya apa? Kalau ndak bisa ya berarti berasumsi.”

        Sampean pura-pura tidak tahu, karena sampean sadar bakal kelimpungan dengan fakta yang telah saya berikan sebelumnya.
        ____________________________________________________________________________
        @All Syi’ah Al Munafikun :P
        Sinonim adalah kata yang berbeda namun memiliki arti yang mirip atau sama.
        __________________
        Alhamdulillah

        ALHAM berbeda dengan WAHYAA berbeda pula dengan AUHAA….
        (Iqro dunk !! )……….(Arab)

        SINOMIM dari sesuatu yang datangnya dari Allah subhanahu wa ‘tala baik berupa perintah,larangan,aturan… dll.
        (Iqro juga dunk !! )……….(Indonesia)

        Contoh:
        Gue, Aku, Saya === adalah sama, tapi jangan sampean bilang karena asal kata “gue” diketahui “dari bahasa tertentu” maka berkesimpulan bahwa semua kata yang mengandung AKU dan SAYA diganti semuanya dari aslinya.

        Misal, lagu anyak-anyak “KAPITEN” :mrgreen:
        Aku seorang kapiten
        Mempunyai pedang panjang
        Kalau berjalan prak-prek-prok
        GUE seorang kapitan :D :lol: hua.ha.ha…

        Pesan yang @Mas Eagle sampeikan adalah begitu maksud.

        Apakah asumsi bisa dijadikan dasar dalam berkeyakinan? bisa sih, tapi ya ndak kuatlah. Lebih rapuh dari sarang laba-laba mungkin ustadz.
        ___________________________
        Oohhh… bigituh yach !! :D
        Saya ajak sampean berasumsi bukan berarti tidak mendasar.

        Bisa IQRO nggak ?! :mrgreen:
        ___________________________
        - Assumsi: – Maaf sebenarnya adalah FAKTA
        Bhs Ind: Wahyu dari Wahyaa/Wahyun (A)….. (hal:1144)
        Bhs Ind: Ilham dari Alham (A)……. (hal:373)
        Ref:
        Kamus Umum Bahasa Indonesia
        Susunan: W.J.S Poerwadarminta
        Diolah: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
        Penerbit: PN Balai Pustaka
        JAKARTA 1982

        Wassalam, Haniifa.
        ____________________________________________________________________________

        Note:
        Buar @saudara-saudara seiman se-Islam bisa baca kembali, dimana menurut All Syi’ah Al Munafikun bersabda :
        :mrgreen:

        Jika surat Al-Qashshash, 28/7 dan surat Asy-Syura 26:52 sama-sama menggunakan kata auhaina, ya warasnya diterjemahkan dengan kata yang sama. Kalau keduanya diterjemahkan menjadi kata yang berbeda, ini yang saya (baca: RESSAY) pikir ndak waras.

        Dengan kata lain menurut Oom RESSAY:
        “Para Ahli tafsir dari DEPAG RI dan DISBINTAL Angkatan Darat RI adalah TIDAK WARAS”

      • cekixkix said

        @Om Ressay
        Tapi gue nggak sedungu manusia srigala… Cekixkix…kix…kix…

      • @Mas Cekixkix
        Tapi gue nggak sedungu manusia srigala… Cekixkix…kix…kix…
        _____________________________
        Manusia Srigala itu, maksud sempean manusia yang Nggak Khatam IQRO 1 ‘ain, Apa bigituh ?! :D

      • ressay said

        salam wa rahmah,

        Tuh khan lagi-lagi Anda melantur kemana-mana layaknya orang dungu yang kehilangan pegangan dalam argumen sehingga merasa perlu untuk membawa-bawa syiah dalam diskusi kita. Padahal saya tidak pernah menyatakan sebagai syi’ah disini, Jadi ndak perlu mengada-adakan sesuatu yang tidak ada, kecuali jika Anda ingin disebut orang gila. bukan begitu ustadz dungu?

        hehehe…Anda sama sekali belum menjawab pertanyaan saya ustadz. Jawaban Anda begitu ngawur dan ngelantyur. Betul-betul merepresentasikan kedunguan Anda ustadz.

        Diatas Anda mengigau bahwa ILHAM dan WAHYU dan AUHA adalah berbeda dan semua boleh digunakan sebagai SINONIM/PERSAMAAN dan harus ditempakan pada konteks ayat.

        Pertanyaannya, (terpaksa saya ulangi terus karena memang belum mampu Anda jawab ustadz. DARIMANA ANDA TAHU BAHWA ILHAM, WAHYU, DAN AUHA ITU SINONIM?

        1. ILHAM dan WAHYU itu berbeda.

        أَوْحَيْن dalam surat Asy-Syura ayat 52 diterjemahkan menjadi wahyukan.

        Sedangkan أَوْحَيْت dalam surat al-maidah ayat 111 diterjemahkan menjadi ilhamkan.

        Padahal keduanya sama-sama berasal dari kata وحي yang berarti wahyu.

        Mungkin Anda akan berkilah layaknya orang kebingungan bahwa أَوْحَيْت itu bahasa arabnya memang ilham, walaupun kata dasarnya sama yaitu وحي .

        Lalu bagaimana jika Anda baca surat Al-Qashash ayat 7 ustadz.

        وَأَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّ مُوسَى

        Disana diterjemahkan: Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa

        Apalagi jika ditambahkan lagi surat Asy-Syams ayat 8.

        فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

        maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.

        2. Mungkinkah Allah mewahyukan kepada selain Nabi?

        Ustadz Haniifa yang kedunguannya sudah mengerak mengatakan bahwa wahyu hanya untuk Nabi saja.
        Ini bisa dibaca di:
        http://haniifa.wordpress.com/2009/08/22/agama-syi’ah-sama-dengan-agama-kristen-2/#comment-4964

        Tetapi saya lebih percaya pada Al-Qur’an, bukan ustadz haniifa yang kedunguannya luar biasa hebat.

        وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتاً وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ

        Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”, (QS. An Nahl 16:68)

        فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَى فِي كُلِّ سَمَاء أَمْرَهَا وَزَيَّنَّا السَّمَاء الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظاً ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

        “Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS. Fush Shilat ayat 12)

        Jadi Allah bisa mewahyukan kepada lebah dan langit sekalipun.

        —-
        Sudah jelas bahwa ustadz kita yang satu ini yang katanya jago nulis yang isinya agitasi, ternyata tong kosong berbunyi nyaring setelah kita desak dia dengan berbagai macam argumen.

        Gimana cekikix? Ayo donk berkomentar ilmiah? Ustadz ente udah kelimpungan tuh ngeladenin saya yang masih mahasiswa ini? hehehe…

        USTADZ HANIIFA YANG DUNGU BERPENDAPAT BAHWA WAHYU HANYA UNTUK NABI

        SEDANGKAN AL-QUR’AN YANG SUCI MENYAMPAIKAN KEPADA KITA BAHWA WAHYU BISA TURUN KEPADA LEBAH BAHKAN LANGIT.

        JADI MAU PILIH MANA? JUJUR SAJA LAH.

        USTADZ DUNGU ATAU AL-QUR’AN SUCI?

        hehehehe…

        sekali kelimpungan, tetapi kelimpungan. Tetapi sayamg, haniifa yang dungu lebih memilih menjadi firaun yang tetap ngeyel dengan kepandiran dan kesesatannya.

        Dua kali ustadz haniifa dungu ini mentok ketika debat dengan saya tentang terjemahan dan tafsir al-qur’an. Orang seperti inikah yang sering kali ditakuti oleh orang-orang yang dia hujat habis-habisan? aduh…ternyata ndak ada apa-apanya.

        Ya kalau argumen dengan menggunakan KBBI nya mentah, mending pake kamus besar bahasa persia atau bahasa cina saja….

        Saya mah ndak butuh itu ustadz dungu. Saya hanya butuh Al-Qur’an saja sebagai landasan argumen saja.

        Sedangkan Anda, menggunakan argumen dari sumber lain dan memaksakan makna Al-Qur’an sedemikian rupa agar sesuai dengan sumber tersebut.

        segeralah bertobat dari menyelisihi Al-qur’an wahai ustadz dungu. hehehehe…

        yuhui…igauan apa lagi yang akan Anda tunjukkan yach?

        wassalam.

      • @Mas Ressay
        Sudah berkali-kali saya kataken, silahken kalau sampean mau menterjemaahken sendiri… hahaha… dungu kok di ingu sehhh… :D

        حَنِيفًا said
        September 10, 2009 at 2:17 pm

        @Mas Resssay
        BACA DUNK… hahaha, bisa IQRO nggak !!! :mrgreen:

        (أَوْحَيْتُ = Auhaitu) TIDAK SAMA (وَحْياً = wahyaa atau وحي= wahyun )

        BEGITU JUGA DENGAN…..

        (أَلْهَمَ= Alham ) TIDAK SAMA (وَحْياً = wahyaa atau وحي= wahyun )

        Jadi nggak sabar neehhh… sebetulnya sampean ini bisa IQRO nggak ?! jujur ajah nggak usah malu-malu !!

        IQRO terjemaahannya BACA :D :lol:

      • ressay said

        salam wa rahmah,
        hehehe…baik auhaitu, auhaina, itu sama ustadz. artinya wahyu, ustadz. Jadi ndak usah melantyur kemana-mana lah. hehehehe…

        Dan komentar saya yang lain ndak ditanggapi. Ya mungkin ini memang ketidakmampuan Anda.

        Kata Wahyu (Wau Ha Ya) yang berbentuk Masdar Tsulasi dipakai dalam Al-Quran seperti pada QS. Al-Anbiya ayat 45, QS. Thaha ayat 114, dll.

        Varian dari kata tersebut ada beberapa macam, ada kata kerja auha, Uhia, auhaitu, auhaina, yuhi, yuha, yuhuna.

        Jadi asal katanya sama, yaitu Wahyu.

        gitu bos.

        Jadi IQRO donk bos.

        wassalam.

      • rubon said

        @Mas Ressay

        Kata Wahyu (Wau Ha Ya) yang berbentuk Masdar Tsulasi dipakai dalam Al-Quran seperti pada QS. Al-Anbiya ayat 45, QS. Thaha ayat 114, dll.

        Jadi menurut saudara semua diterjemaahkan dengan kata wahyu.
        Sekarang saya mau tanya dan tolong jawab dengan pengetahuan suadara.

        Apa asal kata (أَلْهَمَ= Alham ) dan apa artinya ?!

      • @Mas Ressay
        Jadi asal katanya sama, yaitu Wahyu.

        gitu bos.

        Jadi IQRO donk bos.
        __________________________
        Hua.ha.ha… nggak salah boss.!! :D
        رَ dengan tanda fatah (bunyi a) contoh dibaca “ro” (tulisan latin:”ra”)
        رِ dengan tanda kasrah (bunyi i) contoh “ri”
        ر dengan domah (bunyi u) contoh “ru”
        Inget ini yach dan selanjutnya sampean baca (QS 11:41) !!
        Bagaimana cara sampean membaca ayat diatas ?!

        Wassalam, Haniifa.

      • ressay said

        @Rubon
        Apa hubungannya?

        @Haniifa
        Mang gimana ustadz?

      • rubon said

        @Mas Ressay
        Bilang saja saudara tidak tahu dan tidak mengerti, apa susahnya sih..hehehe… jangan plintat-plintut ahhh. :D :lol:

      • the70no said

        wadohhh…. kalau tidak tahu dan tidak mengerti artinya kurang paham ilmu tajwid dan jarang tadarusan tuh.

      • Eagle said

        @Saudara Ressay
        Agama Islam tidak pernah mengajarkan umatnya bersifat sombong dan saudara tidak tahu dalamnya lautan dan tingginya gunung, semua orang saudara tentang seolah-olah saudara sendiri yang paling benar.
        Contohnya saudara saya beritahu baik-baik tapi saudara anggap remeh, begitu juga dengan Saudara Haniifa yang memberitahu soal satu ‘ain sama saudara tidak di indahkan.

        Sebetulnya kehendak saudara itu bagaimana ?!

    • cekixkix said

      @Om Haniifa
      Gue baru nyadar kalau agama siah ada yang bilang kitabnya tidak ada satu hurufpun dari alquran kalian bahkan katenye lebih dari 17000 ayat, mungkin tiap dapet ilham dicatet satu ayat dan ayat berikutnya menunggu si imam mahdi turun lagi… Cekixkix…kix..kix…

  8. tulisan yang sangat inspiratif
    _____________________

    @Mas Krismansyah
    Terimakasih, semoga bermanfaat.

    Salam hangat selalu.

    #Haniifa.

  9. wawan said

    http://bambangpriantono.multiply.com/journal/item/1016/Alkisah_Sunni_dan_Syiah
    __________________

    @Wawan
    Masih pentil belon menjadi pentol… :D

    #Haniifa.

  10. wawan said

    Alkisah Sunni dan Syi’ah

    Konon, Islam terpecah karena masalah dukung mendukung. Sunni menurut sejarahnya berasal dari para pendukung Mu’awiyah, sedangkan Syiah adalah pendukung Ali bin Abi Thalib. Namun, bak biduk nan terpecah dua, antara Sunni dan Syiah tidak pernah akur semenjak itu, semenjak terjadi aksi dukung mendukung itu terjadi.

    Saling mencela dan mencerca terus menerus terjadi hingga puluhan generasi telah terlewati. Buku demi buku acap mengorek-ngorek, padahal setahuku mereka itu saudara, satu ukhuwah, kenapa saling caci maki? Apakah Rasulullah harus bangkit dari peristirahatannya kembali untuk menyatukan dua kelompok ini? Ataukah Rasulullah harus terus menangis karena ummatnya yang saling baku hantam? Jangan biarkan Rasulullah bersedih saudaraku, baik Sunni ataupun Syiah! Kita ini bersaudara, jangan saling jegal menjegal..

    Mengapa orang-orang begitu apriori terhadap Syiah? Apa masalah bid’ah? Atau hal-hal lainnya? Sudah banyak buku-buku yang mengorek-ngorek kejelekan Syiah. Akupun membacanya, namun justru membuatku berpikir apa yang salah dengan kaum ini? Tidak, mungkinkah faktor sejarah yang mengakibatkannya? Kaum Syiah di Afghanistan, Pakistan, Irak bahkan Arab Saudi mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari sesama saudaranya sendiri. Manakalah darah tertumpah ruah di Karachi, saat umat Islam Syiah menunaikan shalat Jumat, mengapa mereka dibom? Apa salah mereka? Apa kebencian sektarian itu telah mengakar urat dalam benak masing-masing sementara yang kecil selalu jadi korban?

    Mengapa orang Hazara yang Syiah juga terbentur ancaman dari saudaranya sendiri? Apa hanya karena beda mazhab? Mengapa kita selalu berkutat pada masalah khilafiyah? Mengapa kita harus selalu menyatakan A sesat B sesat? Rasulullah mungkin tangisannya makin menganaksungai. Agama yang diwahyukan melalui dirinya telah terkoyak oleh kebencian antar mazhab, hanya berputar soal-soal qunut tidak qunut, Sunni dan Syiah yang masih berbantahan. Kebencian dan merasa mazhabnya paling benar….inilah yang menjadi momok dan penyakit parah yang menghancurkan persatuan kita.

    Aku tak pedulikan lagi mereka ini Sunni atau Syiah. Aku takkan mau lagi bedakan mereka berdua, karena bagiku mereka juga sama seperti aku. Sepanjang syahadat sama, beriman kepada Allah, mengakui Muhammad sebagai rasul-Nya dan Al-Quran sebagai kitab sucinya, mereka itulah Islam…takkan kubedakan mereka ini, karena mereka satu kapal denganku.

    Duh, Sunni dan Syiah…berhentilah berkelahi, dukunglah mujahid-mujahid yang sedang berusaha menghalau angkara murka Zionis. Bersatulah, apapun mazhabmu, apapun aliranmu. Hiburlah Rasulullah dengan lagu-lagu persaudaraanmu, buatlah beliau bahagia dengan kebangkitanmu demi kemaslahatan. Bunga-bunga solidaritas yang mengering itu semaikan kembali, bersemi dengan bersatunya Sunni dan Syiah karena menghadapi satu durjana yang harus dihalau bersama. Bangkit! Bangkitlah hai Sunni dan Syiah, karena kalian adalah saudara, tinggalkan semua perkelahian itu, dari sekarang dan seterusnya!!!

    Insyaallah Rasulullah akan kembali tersenyum dialam sana…Bersatulah hai Sunni dan Syiah….karena kita adalah saudara. Cukup sudah membahas perbedaan itu!

    Bambang Priantono
    _______________________________

    @Wawan dan Bambang Priantono
    Mohon maaf syi’ah bukan agama Islam :P , jadi mana mungkin yang Haq (Islam) bersatu dengan yang Bathil (Syi’ah dan Kristen).

    #Haniifa.

  11. wawan said

    http://musadiqmarhaban.wordpress.com/
    ____________________

    @Wawan Ahlul Syi’ah
    ayat-ayat ilahi = para ayat tolol :D –> Imam Khomeni, Imam Rahbar (baca: Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei)

    Bigimana neehh… pembela Agama Syi’ah ?!

    #Haniifa.

  12. wawan said

    http://fauzifathurrahim-palestinakita.blogspot.com/2009/02/syiah-sunni-bersatulah.html
    ___________________________________

    @Wawan Ahlul Syi’ah
    ayat-ayat ilahi = para ayat tolol :D –> Imam Khomeni, Imam Rahbar (baca: Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei)

    Bigimana neehh… pembela Agama Syi’ah ?!

    #Haniifa.

  13. wawan said

    http://www.al-shia.org/html/id/books/ensan-jahan/36.htm
    ___________________________________

    @Wawan Ahlul Syi’ah
    ayat-ayat ilahi = para ayat tolol :D –> Imam Khomeni, Imam Rahbar (baca: Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei)

    Bigimana neehh… pembela Agama Syi’ah ?!

    #Haniifa.

  14. wawan said

    http://www.imeem.com/people/SdM86tT/music/fxMWABsR/indonesia_sejarah_malam_asyura/
    ___________________________________

    @Wawan Ahlul Syi’ah
    ayat-ayat ilahi = para ayat tolol :D –> Imam Khomeni, Imam Rahbar (baca: Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei)

    Bigimana neehh… pembela Agama Syi’ah ?!

    #Haniifa.

  15. adi isa said

    semua yang kang hanif tulis, selalu menarik untuk disimak, apalagi kemontar-komentarnya. keren euy… :D

    salam hangat

  16. Fietria said

    Selamat Menjalankan Ibadah Puasa
    :cool:

    Mohon Maaf Lahir & Bathin
    :?:
    __________________________

    @Tuan Putri Fietria
    Sama-sama, mohon maaf lahir dan bathin.

    #Haniifa.

  17. menunggu seri yang ke 3…hehehe
    ____________________

    @Mas Wedul Sherenian
    :D

    #Haniifa.

  18. qarrobin said

    senang sekali punya sahabat yang punya pengetahuan luas seperti @Kang Haniifa

    Rabbi Zidni Ilmi
    hatur tengkiu
    _________________

    @Kang Qarrobin Djuti
    Amin.
    Hatur tengkiu kembali…. :D

    #Haniifa.

  19. wawan said

    Marhaban Yâ Ramadhân Al-Mabârak

    Ya Allah, sebentar lagi bulan sabit (awal malam) Ramadhan akan tiba. Dengannya ampuni kami, alirkan pada kami karunia dan keberkahan-Mu. Selamatkan kami dari segala yang kami takutkan dan segala penyakit.

    Ya Allah, jadikan kami hamba-Mu yang memperoleh kedamaian dari-Mu. Himpunkan kami bersama kafilah rohani para kekasih-Mu yang bergegas menuju pintu gerbang-Mu, mengharap ampunan dan ridha-Mu.

    Sehingga
    Sirnahlah keraguan dalam pikiran kami
    Hilanglah segala kekhawatiran dalam hati kami
    Mencairlah segala kebekuan dalam hidup kami
    Sehingga kami memperoleh sejuknya kedamaian dari-Mu, dan indahnya kekhusukan dalam beribadah kepada-Mu.

    Mohon maaf Lahir dan Batin atas semua dosa dan kesalahan, kekhilafan dan kekurangan.

    Wassalam
    Syamsuri Rifai

    http://tafsirtematis.wordpress.com/2009/08/21/marhaban-ya-ramadhan-al-mabarak/

  20. adi isa said

    apakah dalam agama syiah, kalau sholat tidak ada ucapan sebagaimana lazimnya
    duduk diantara dua sujud? tks kang hanif..

    • @Kang Adi Isa
      Alhamdulillah, bacaan duduk diantara dua sujud yang senantiasa saya baca adalah:
      rabbighfirli warhamni wajburni warfa’ni warzuqni wahdini wa’afini (wa’afuani)’.
      Artinya:
      Yaa Penguasa hidupku,ampunilah aku,kasihanilah daku,tutupilah aibku, angkatlah derajatku,berilah aku rizki, tunjukilah aku, sehatkanlah aku (dan maafkan kesalahaan-kesalahan daku).
      Catatan:
      Tambahan wa’afuini = secara makna yang tersirat sama dengan mohon ampuni, namun tidak ada pertenteangan diantara keduanya dan penambahan ini saya dapati dari Imam Al Ghazali.
      Dalam perbincangan yang hangat saya sependapat dengan seseorang yang sangat mendalami perihal shalat, mulai dari gerak-gerakan shalat sampai dengan bacaan-bacaan yang disebut diatas. Agama Syi’ah yang laten bahkan tidak menjalankan ibadah shalat biasanya mereka berpedoman pada “hadits”… merenung sesaat lebih baik dari shalat seribu rakaat:D , dalam contoh yang sering saya perhatikan bahwa shalat agama syi’ah itu bemacam-macam terutama pada saat sujud, ada yang membawa batu kecil, membenturkan jidad pada lantai/sajadah, menggaruk-garuk rambut bahkan ada yang harus menghadap dinding.

  21. batjoe said

    ass….
    wah rame banget mas haniffa blog saya malah belum diapa-apain lagi hehehhee biasa mas lg angkut beras buat anak2….
    saya numpang baca aja ya mas dan segala komentnya biar jadi sarapan hati saya aja heheheh lagian masih terus belajar mas haniffa.
    oya mas haniffa bagaiman ya memahami kata-kata dalam Al-Quran sepeti :”hai orang2 yang beriman”, “hai orang2 mukmin” kan kata2 itu menjadi luas ya? atau apakah harus terus dibaca keseluruhan ayat2 itu ya….
    mohon dibantu ya mas hanifaa dan mas ayruel

    • Wa’alaikum Salam, @Mas Batjoe
      Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)… (QS 2:185)
      Jadi sangat jelas bahwa Al Qur’an adalah rahmatan lil ‘alamin, sedangkan {orang beriman, orang mukmin} subset dari Manusia, jadi siapapun manusianya berhak mendapatkan petunjuk itu.

      apakah harus terus dibaca keseluruhan ayat2 itu ya….
      _____________________
      Ya, harus dibaca secara keseluruhan ayat, jika perlu dalam 1 hamzah (‘ain) supaya tidak kehilangan relasi/kontekstual

      Contoh penggalan yang keliru (QS 4:43) :
      Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat :D….

      Wassalam, Haniifa.

      • batjoe said

        ass…
        selamat bersahur ria mas haniffa moga2 dalam lindungaNya….
        dan terima kasih banyak atas jawabannya.
        saya mulai ngerti mas makanya saya agak bingung saat baca tafsir Al-Quran bila hanya sepenggal-penggal karena kok jadi ngak nyambung ya hehehehee biasa mas masih terus belajar memahami dan terima kasih atas kritiknya “tentang pemahaman kata2 kemarin” membuat saya jadi tahu letak kesalahan yang selama ini terus terbentuk.
        Oya mas haniffa minta maaf ya boleh bertanya lagi dan lagi nanti bila menukan kesukaran dalam pemahamannya ya…
        makasih mas haniffa

        @
        Amiin,
        Matur nuwon… ;)
  22. dir88gun-W said

    Assalamu alaikum wr. wb.

    Saudaraku tersayang di seluruh penjuru dunia maya…

    Alhamdulillah, setelah sempat stagnant sampai sebulan lebih,
    akhirnya ada yang menginspirasi saya untuk menulis ucapan…
    & mengirim komentar spam-nya kepada Saudara2, He he he…
    Tapi kali ini, insyaAllah… saya akan mencoba lebih sopan.

    Hmm, mau tahu isi komen saya kali ini? Heee… rahasia…
    Ya udah deh, nih saya kasih tau.
    Tapi, beneran… mau tahu? Apa? Beneran… yakiin?
    Ow… jangan ngambek donk, iya maaf-maaf…
    Nih, aku kasih link comment-nya…

    http://dir88gun0w.blogspot.com/2009/08/
    ucapan-selamat-kemerdekaan-ramadhan.html

    http://www.4shared.com/file/127273395/aafaeca/
    Ucapan_Selamat_Kemerdekaan__Ramadhan.html

    Selamat men-download & membaca komentar saya, ya!
    Semoga Allah senantiasa menyelamatkan kita sekeluarga…
    dari kejamnya adzab & dahsyatnya fitnah…
    yang ia turunkan di dunia, di dalam kubur, & di akhirat.

    Alhamdulillah, Saudaraku tersayang dimanapun kalian berada.
    Jadikanlah Romadhon kali ini lebih istimewa bagi dirimu…
    dengan mengamalkan Qur’an & Sunnah.
    Selamat menunaikan ibadah puasa, secara Lahir Bathin…
    serta raihlah kemenangan sejati untukmu.

    Buat Saudaraku yang punya blog ini, ma kasih, ya…

    Wassalamu alaikum wr. wb.

  23. met buka shaum n met sahur ntar
    btw … kangen kang dede uy :(

  24. batjoe said

    selmat malam mas haniffa …
    lagi tadarusan ya…
    kok diem aja sekarang heheeheee
    sekedar berkunjung dan semoga berkenan untuk mampir dan memberikan lagi sebuah kritik dan pencerahan di wacana saya yang baru…
    makasih mas dan selamat malam lagi

    @
    Selamat malem kembali, @Mas
  25. KangBoed said

    Para Sahabat mari kita gunakan momentum PUASA RAMADHAN ini untuk mempersatukan RASA.. membentuk satu keluarga besar dalam persaudaraan ber dasarkan CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG.. menghampiri DIA.. menjadikan ALLAH sebagai SANG MAHA RAJA dalam diri.. menata diri.. meraih Fitrah Diri dalam Jiwa Tenang.. menemukan Jati Diri Manusia untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    @
    Mantab’s sekaleeeeee…
    • adi isa said

      membentuk satu keluarga besar dalam persaudaraan ber dasarkan CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG.. menghampiri DIA.. menjadikan ALLAH sebagai SANG MAHA RAJA dalam diri..

      =================================

      hm…kangboed, luar biasa..!!!

      salut.

  26. Kunjungan seorang kawan seperjuangan..
    Salam Perubahan untuk Juragan..
    Selamat menjalankan ibadah puasa..
    Salam AnakBangsa..
    http://celotehanakbangsa.wordpress.com/2009/08/27/15-pertanyaan-yang-tidak-akan-pernah-ditanyakan-tuhan/

  27. hidup berdampingan dengan indah. semua manusia adalah saudara.

  28. masblankon said

    ngiring ngabuburit :)
    lumayan gening maca keur puasa seueur manyunna :lol:

  29. dedekusn said

    Kang Haniifa damang?
    Selamat menunaikan ibadah saum…

    Kang Haniifa emang jagonya tulisan-tulisan kaya gini…
    Kang udah nyoba dibukukan?

  30. abifasya said

    Assalaamu ‘Alaikum
    Moal komen ah bade naroskeun iyeumah ..
    Kanghaniip pami nyerat arab dina blog kumaha carana supados sae kitu, nu abdimah meni baredegul awon katinggal na.
    wartosan nya da kasev kanghanipa mah
    salaaaaaaaaaaam

    Wa’alaikum Salam, @Juragan :)
    • abifasya said

      Pertanyaan ka 2, naon margina nya avatar abdi ari dina blog batur katingali, tapi dina blog nyalira bet jadi gambar jurig ?

      • abifasya said

        OMat kang kedah diwaler dua nana

      • @Abi Fasya
        nyerat arab supados sae
        ____________________
        Sebelum menurlis arab Fon style dirubah misal:
        ‘t_Ap style=”line-height:30pt;font-size:24pt;font-family:’traditional arabic’;text-align:right;direction:rtl;margin:0;padding:5px 0;”t_A t_B/span style=”font-family:Traditional Arabic;”t_B’ …..tulisan arab…. t_A/spant_B t_A/p_t_B

        Catatan:
        t_A = karakter lebih kecil
        t_B = karakter lebih besar

        avatar abdi ari dina blog batur katingali, tapi dina blog nyalira bet jadi gambar jurig
        ______________________
        Coba login atau sesuaikan alamat email pada seting wp-admin.

        #Haniifa.

      • dedekusn said

        Nuhun kang…

      • Saka said

        avatar abdi ari dina blog batur katingali, tapi dina blog nyalira bet jadi gambar jurig

        wuakakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk :mrgreen:

  31. Filar Biru said

    Radah2 mirip gitu lo maksudnya mas hanifa? atau kakak beradik hehehe

    yang gue tahu kedua agama itu akibat ulah yahudi hihihi.

    salam

  32. Filar Biru said

    @hanifa

    oh iya udah banyak koment gua kagak masuk ke blog lo, emangnya ada apa mas?

  33. Filar Biru said

    @Hanifa

    yang gue kesal komen gue yang cantik2 pada hilang dengan sendirinya hampir2 gue putus asa jadinya heheh…sekarang udah masuk lagi ne…

    salam puasa

    @ :D
  34. wawan said

    @Haniifa cs

    Sejak dari awal anda memfitnah saya, maka dari itu judul postingan yg kurang pada tempatnya sudah selayaknya dihapus, itu kalo anda tidak takut dgn dosa lho, ok :mrgreen:

    • masyono9 said

      @Wawan
      Jangan hanya bicara fitnah dan memfitnah, buktikan secara ilmiah ataupun pendapat anda disampaikan dengan menggunakan argumentasi ataupun bukti2 yang masuk akal, sehingga terjadi perdebatan yg bertanggung jawab.
      Pada tulisan ini saya sudah mempostingkan pendapat saya untuk argumentasi yang disampaikan rekan saya Aerul Chaniago mengenai syiah (walaupun saya bukanlah pengikut sy’ah itu sendiri)jadi tidak sia-sia anda mempostingkan pendapat.
      Begitu loh kira-kira.

      • wawan said

        @Masyono9

        Saya juga bukan Syi’ah, tapi saya berusaha untuk mengerti akan pemahaman Syi’ah. Maka saya tampilkan penjelasan secara panjang lebar mengenai pemahamannya, eh malah banyak postingan yg intinya berisi fitnahan belaka.

        Terimakasih atas perhatian anda, Alhamdulillah.

        Wassalam…

        @
        Taqiya :mrgreen: … @Wawan bukan syi’ah tapi isi pokok pikiran syi’ah dan kristen.
  35. masyono9 said

    @Haniifa
    Ass.wr.wb
    Apa kabar?????? so long time ……. atuh ……………

    Wai’alaikum Salam Wr. Wb, @Mas

    Baik-baik sajah… :D

  36. Fietria said

    @mas haniifa
    Belum ada seri ketiga ya?

    maaf saya jarang datang karena lagi sibuk ngurus perkuliahan banyak tugas mata kuliah dan nyusun skripsi.

    Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke http://jephman.wordpress.com/

    berhubung pengetahuan mas haniifa sangat banyak kalau sempat berkunjunglah kesana. Karena saya sudah mati-matian seorang diri bertempur mempertahankan ajaran agama kita.

  37. zero said

    wakakakakakakaka udah dikubur perlu duit.. matre banget

  38. elmoudy said

    baru tahu gw… wakakkaaaaakk
    bener2 aneh,, n berlebihan
    mana ada orang mati mbutuhin duit
    itu mah pengennya si juru kunci

    kalo liat dari foto di atas… gw gaaak banget
    gak perlu ampe segitunya fanatik ama manusia

    just only Allah..
    not more

  39. ahmed shahi kusuma said

    Akhi saya sangat menangis melihat tulisan ente. Aduh saya pikir justru orang2 pro zionis dengan blog macam faithfreedomnya yang tepuk tangan melihat artikel ente.
    Argumentasi ente bahwa Quran Syiah berbeda dengan milik kita ( min ahli sunnah) adalah karena keilmuan kita yg tidak pernah bertabayyun dengan mereka.
    Pertama saya tanya ente , tolong sebutkan sekte syiah yg ente ketahui (bukan jumlah)???
    Kedua, kalo Quran Syiah laen kenapa orang Syiah Iran dan Azerbaijan ikut lomba hafiz dan qiroah Quran ???
    Ketiga, situs idola ente macam Arrahmah.com bikin CD ttg mujizat anak Iran yg hafal Quran ??? Apakah Qurannya laen ???
    Kempat hadits2 tahrif Quran dlm kitab2 Ahlusunnah juga banyak ( itu biasanya dicuplik faithfreedom) untuk menunjukkan Quran mengalamami tahrif. saya punya secara pribadi kitab2 itu tapi kan gak akan saya sebutin di sini karena faithfreedom cs pasti ngintip. Kalo gak percaya tak kirimi fotokopiannya.
    Saya kira saya beriman pada ayat “fatabayyanu…..” bagiamana dengan ente ????

    • @Mas Ahmed Shahi Kusuma
      Pertama saya tanya ente , tolong sebutkan sekte syiah yg ente ketahui (bukan jumlah)???
      ____________________
      Saya bukan orang yang beragama syi’ah jadi tidak tahu ada sekte syi’ah, yang jelas menurut saya sekte syi’ah bukan dari agama islam.

      situs idola ente macam Arrahmah.com
      _____________________
      Kayaknya situs idola saya adalah yang menampilkan gambar-gambar gadis cantik, pendek kata saya tidak pernah mengidolakan situs-situsan boy’s :(

      Kedua, kalo Quran Syiah laen kenapa orang Syiah Iran dan Azerbaijan ikut lomba hafiz dan qiroah Quran ???
      ___________________________________
      Penyanyi bahasa Inggris kebanyakan orang Amerika bukan orang Inggris bahkan ada juga orang Indonesia :D , intinya tidak ada kaitan sama sekali ketrampilan seseorang dengan suatu kaum dan yang paling penting Al Qur’an adalah rahmatan lil ‘alamin jadi tidak peduli siapapun boleh hafiz dan mendalami Al Qur’an.

      Quran mengalamami tahrif
      _________________________
      Jika maksud sampean adalah Al Qur’an mengalami perubahan, itu semua adalah berita bohong baik dari yang mengaku ahlusunnah maupun ahlusyiah, intinya podobae nggak usah dipercaya…. hehehe

      faithfreedom cs pasti ngintip
      __________________________________
      Mohon maaf nggak ada urusan dengan tukang intip.

      Wassalam, Haniifa.

  40. Fietria said

    Ada award dari saya. mohon diambil

  41. Terima kasih penjelasannya. Kita harus tetap berpegang teguh pada Al-Quran dan As-Sunnah.
    Salam hangt dari Surabaya.

  42. Kang Haniifa tajilan heula …
    Wilujeng :)

  43. alamendah said

    Terima kasih atas penjelasan ini. Semoga kita tetap berpegang teguh pada Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah. Dan semoga Allah meridloi usaha kita. Amien.

  44. KangBoed said

    SAHABATKU RAIH FITRAH DIRI menjadi MANUSIA SEUTUHNYA UNTUK MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fulllllllllllllllllllllllll

  45. Wah ini menambah wawasan saya, selama ini saya memang kurang bgitu faham masalah Syi’ah ini. Terima kasih untuk artikel yang berbobot ini.

  46. batjoe said

    pagi dini hari berkunjung ke mas haniffa….
    dan mencoba mencerna makna dari segala tulisan juga komentar2nya.
    saya mengambil hikmahny asja dari tulisan ini adalah sebuah keyakinan teguh dari orang2 yang mengetahui benar inti dari AL-QURAN,
    bagaimana kabarnya mas?
    semoga masih didalam lindungan ALLAH SWT an semoga kelaurga selalu terjaga dari segala bentuk kefasikan duniawi.
    saya lihat2 lagi yang lain ya mas

  47. Wilujeng Sahur Kang Haniifa :)
    Ngantosan updet he he he :)

  48. ahmed shahi kusuma said

    Sori, bukannya ente yg mulai menjudge bahwa Syiah punya kan yg berbeda ????
    La terus, ente berbelok lagi kalo ada tulisan ttg tahrif baik sumber syiah maupun sunni sama2 tidak sahih.. trus ente masih berpendapat bahwa Syiah (yg klaim ente bukan muslim itu) punya Qur’an berbeda ??
    ma katabta wa qulta ????

    • Yang katanyah tahrif itukan sampean sendiri yang ngomong !!
      Kok jadi lempar batu sembunyi tangan … hahaha :D

    • The70No said

      @Ahmed shahi kusuma
      Coba baca lagi artikel diatas, mungkin anda yang salah duga atau salah baca….
      Assalamu’alaikum,

      Saya tidak begitu terkejut ketika seorang rekan memberikan ulasan bahwa : Syiah tak mencantumkan Syahadatain dalam rukun -Islam- Agama Syi’ah, yaitu: 1. Shalat 2. Zakat 3. Puasa 4. Haji 5. Wilayah atau Perwalian. Syiah meyakini bahwa al-Qur’an sekarang ini telah diubah, ditambah atau dikurangi dari yang seharusnya.



      Sekali lagi mohon dibaca dengan teliti, jika perlu dari mana sumber beliau tersebut ?!

  49. KangBoed said

    selamat berbuka puasa buat kang hani anu kasep teaaa

  50. KangBoed said

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  51. ahmed shahi kusuma said

    @the70
    Saya cuma memberi komentar dari komentar umum hanifah di bagian lain , seprti umumnya yg masih prejudis bahwa Al Quran kita berbeda dengan Syiah ( dan hanifah masih yakin dengan hal itu, meskipun Hamka sendiri dalam tafsir Al Azhar dan saya sendiri punya tafsir Al Mizan karya Thabathabai)
    Saya justru berpikir bahwa gagasan ttg versi laen Quran adalah tidak logis.
    Justru dengan pengakuan bahwa Quran satu (baik itu Sunni (As’ariyah maupun wahabi), ,Syiah, maupun Khawarij) membuktikan bahwa meskipun muslim berbeda sekte tetapi meiliki satu Quran, sesuatuyg bikin faithfreedom ko (kalo ada tahrif)
    @hanifa
    Ala ngaku aja, kan sudah biasa sebagai wahabi ,ente punya pandangan bahwa Syiah bukan muslim, berarti takfir…
    kalau takfir, berarti kuburan Syiah harus terpisah, harus tidak boleh naik haji… ya kan ??
    Bukankah ente yang berkata bahwa agama Islam dan agama syiah !
    hakadza, anta taqulu syiah bukan muslim ???
    TTG rukun iman Syiah , saya pikir dalam khazanah Islam (kalau anda pernah baca milal wa an nihal, ini bukan buku agama Syiah!!!) di situ disebutin kan, mu’tazilah kan punya syahadat yg memper2 dengan syiah, kecuali imamah….
    Nah kalo masalah rukun iman yg kita percaya kan ada di sahih muslim, kemudian diteruskan baik tradisi Asaariyah atau Maturidi.
    sante aja…..jangan cepet2 ngeluarin seseorang dari jemaah muslimin seperti ente, hanya karena Syiah…..
    Ente pasti tau, bukankah konsep tarbi’ berasal dari Umar bin Abdul Azies ra. bukan dari kitab hadits ????
    Wahabi sih boleh saja, tapi harus baca Hamka dll

  52. emm, rame bgt komennya …
    jika pingin selamat, jadilah islam yang lurus …

  53. batjoe said

    ass…
    mana nih artikel barunya mas..
    ditunggu nih bukan hanya say tapi temen2 pastinya.
    salam sayang buat mas haniffa

  54. batjoe said

    mas haniffa kenpa ya kok berat banget kalau masuk dan nagsih komennya?

  55. cekixkix said

    Makanya Om jangan suka sok tahu,kalau nggak tahu… Cekixkix…kix…kix

  56. wawan said

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Mazhab Syi’ah adalah satu-satunya golongan di antara golongan-golongan dalam Islam yang mensyaratkan kemaksuman seorang imam. Mereka berkeyakinan bahwa seorang imam, sebagaimana seorang nabi, haruslah terpelihara dari segala kesalahan dan dosa.

    Seorang pemimpin yang memikul tanggung jawab yang besar dalam kepemimpinan umat dan akidah jika melakukan suatu kesalahan, maka kesalahan itu akan menarik umat ke dalam bencana dan akan menyebabkan terperosok ke jurang penyimpangan. Akibatnya, semua nilai luhur ke-Islam-an di bawah kepemimpinannya itu akan terancam hancur dan punah.

    Oleh karena itu, kemaksuman ini adalah satu-satunya cara menyelamatkan umat dari terperosok ke dalam lembah kebinasaan dan kehancuran. bersambung…

    • @wawan
      Setiap hari manusia kencing dan ee… untuk menjadi maksum maka manusia tidak pernah “ee”… hahaha :D :lol:

      • wawan said

        Kalo yg anda katakan itu adalah Sunatullah :)

        Pengertian maksum disini adalah terpelihara dari segala kesalahan dan dosa. :cool:

      • @Wawan ahlul Omdo
        Kalo yg anda katakan itu adalah Sunatullah
        _____________________
        Kalau sunatullah, tunjukan kepada saya Ayat Al Qur’annya ?!

      • wawan said

        Seperti kebutuhan makan dan minum apabila manusia lapar dan dahaga. Tentu saja harus ada jalan pembuangannya yaitu melalui tubuh bagian belakang. Ingat tenaga Im dan Yang pada penjelasan yg lalu :mrgreen:

      • @Wawan
        Hua.ha.ha… si Iim dan si Yayang kali.. :D :lol:

        (Orang ditanya sunatullah ?! komentarnya malah ngawur kemana-mana, dasar OMDO…. hehehe.)

    • @Wawan
      Dengan shalat tarawih berjamaah… maka orang-orang dimasjid mendengarkan nasehat dan contoh yang bagus-bagus baik dari Al Qur’an maupun Sunah Rasul, bukannya mendengar cara tipu-menipu.
      Dengan Shalat tarawih berjmaaah… maka orang-orang senantiasa dzikir di masjid dan do’a bersama yang dipimpin oleh IMAM SHALAT.
      Dengan Shalat tarawih berjmaah… maka orang-orang yang biasanya shalat Maghrib dan Isya sendiri-sendiri, menjadi berjamaah sehingga pahalanya 27x lipat.
      Dengan Shalat tarawih berjamaah… maka orang-orang mengikuti dan mendengarkan ayat-ayat Al Qur’an yang dibaca oleh IMAM Shalat, yang tadinya tidak hapal menjadi hapal.

      Dan apa yang sampaian dalilkan : SHALAT TARAWIH BERJAMAAH MASUK NERAKA

      Silahken sampean sendiri yang pergi kelembah kebinasaan dan kehancuran karena sampaian shalatnya SHALAT-SHALATAN dan sunatnya SUNAT-SUNATAN :P

      Wassalam, Haniifa.

      • wawan said

        Ah itu mah hanya asumsi anda saja, tanpa didukung dgn dalil yg jelas dari awal juga :mrgreen:

      • @Wawan Ahlul Agama Syi’ah
        Siapa bilang asumsi… dasar Oon, makanya tarawih berjmaah jadi tahu apaitu isi khotbah IMAM… hahaha

        Selama saya ikutan shalat tarawih berjamaah… tidak ada satupun yang menyuruh mencuri dan jinah, kalau agama syi’ah jelas berasumsi kawin-kawinan boleh (Kawin kontrak)… hahaha…. padahal untuk menceraikan istri ada masa idah (3 bulan), lha Agama Syi’ah membolehkan mengontrak istri selama seminggu:D :lol:

  57. wawan said

    Sambungan…

    Selanjutnya kemaksuman ini adalah suatu karakter dengan kekuatan yang diperoleh dari keimanan yang terdapat dalam dan jiwa yang berpijar dengan hakikat-hakikat ketuhanan. Ia adalah katup keamanan yang menjaga seorang pemimpin dari penyimpangan dan terperosok ke dalam dosa, baik dosa besar maupun dosa kecil, yang lahir maupun bathin. …bersambung…

    • Kemaksuman itu karakter “:D” :D :lol: … hahaha

      Masa ada IMAM MAKSUM suka kawin KONTRAK… nggak kebeli yahhh, jadi ngontrak dulu…. hua.ha.ha

      Lama-lama ada dalil baru tentang sewa istri… hehehe

      • wawan said

        Kalo mengenai nikah Mut’ah nanti ada penjelasan tersendiri, tidak seperti dugaan anda tsb diatas. OK

      • Yang saya perlukan dalil SEWA ISTRI:mrgreen:

      • cekixkix said

        @Om Wawan
        Iye betul tuhhh Om, cepetan cariin dalilnye sewa istri… lumayan buat istri si blekih sementara, Cekixkix…kix…kix…

      • cekixkix said

        @Om Wawan
        Kalo enggak, gini aje Om… Calon istri om, ato istri Om Wawan aye sewa dulu sebagai experimen, gimane ?!…. Cekixkix…kix…kix…

      • cekixkix said

        @Om Wawan
        Gimane malah jadi diem !!!
        Plane B: Sodare Om yang ceweq (asal jangan nenek Om Wawan) gue kawin kontrak gimane ?!

        rumah kontrakan dan kawin kontrakan…. jadi klop kan…. Cekixkix…kix…kix..

      • @Oom Cekixkix
        Hushh… hati-hati kalau bicara, beliau serius lho. !!!

        Kalo mengenai nikah Mut’ah nanti ada penjelasan tersendiri, tidak seperti dugaan anda tsb diatas. OK
        _____________________________
        Saiyah hanya bisa berdo’a buat sampean, semoga bukan Neneknya beliau yang di sodorken:D

  58. wawan said

    Kemaksuman pada diri seorang imam ini tidak berarti bahwa dia adalah seseorang yang dicabut kehendaknya dan bahwa Allah mencegah dia dari setiap perbuatan dosa dan kesalahan secara paksa.

    Sesungguhnya imam itu, sebagaimana manusia lain, memiliki kebebasan memilih dan juga memiliki kehendak untuk melakukan suatu perbuatan. Akan tetapi, derajat keimanan seorang imam telah sampai pada batas yang menjadikannya berada dalam petunjuk Allah yang sempurna dan keyakinan yang pasti. Sehingga, dia melihat segala sesuatu secara hakiki. …bersambung…

    • @Wawan Ahlul Syi’ah
      Mana sunatullah tentang MAKSUM ?!
      Tunjukan kepada saya Ayat Al Qur’annya ?

      Menurut Agama Islam mengenal Imam pertama adalah Nabi Ibrahim a.s (QS 2:124) dan menurut Agama Syi’ah Imam pertama adalah si Imam Ali Baba yang kawin kontrak dengan eMakSum….. :D :lol:

      Kenapa saiyah sebut si Imam Ali Baba, sebab Khalifah Ali bin Abi Thalib tidak pernah kawin kontrak seumur hidupnya.

      *** Paham sampean, Hey orang-orang yang beragama SYI’AH dan KRESTEN ***

      Jadi jelas sekali, kalau Agama Kristen = sunatnya sunat-sunatan alias otong nggak dipotong, katanyah mengikuti si YESUS padahal menolak.

      Jelas sekali, kalau Agama Syi’ah = shalat-shalatan dan doyan kawin-kawinan, katanyah mencontoh “Imam” Ali padahal menolak.

      Sampean ngoceh soal Khalifah ?!
      1. Nabi Adam a.s = Khalifah pertama.
      2. Nabi Ibrahim a.s = Poligami,Imam pertama dan mengikuti Khalifah pertama.
      3. Nabi Muhammad s.a.w = Poligami, mengikuti Khalifah Pertama dan Imama Pertama dan beliau Nabi dan Rasul terakhir.
      4. Abu Bakar, Umar bin Khatab, Usman bin Afan dan Ali bin Abi Thalib = Poligami, mengikuti sunah Rasul, Imam dan Khalifah.
      5. Orang-orang Islam yang berpoligami… itulah salah satu KHALIFAH KELUARGA…

      *** PAHAM SAMPEAN ***

      Wassalam, Haniifa.

    • cekixkix said

      @Om Wawan
      Mut’ah artinya “sesuatu” yang di emut suka muntah… Cekixkix…kix…kix…

  59. jelasnggak said

    WHATEVER !

    Nih jawab pertanyaan saya

    http://jelasnggak.wordpress.com/2009/09/05/keanehan-surah-3337/

  60. wawan said

    Dalil-Dalil Kemaksuman Imam menurut Dalil Aqli (Rasio) dan Dalil Naqli (Al Qur’an dan Hadits)

    Dalil Aqli (Rasio), sbb:

    1. Sesungguhnya keberadaan seorang imam adalah garansi satu-satunya dalam pemberian petunjuk bagi umat menuju kebahagiaan yang hakiki dalam wujud ideal yang sempurna.- Dan dalam keadaan tidak adanya kemaksumanan ini, jaminan untuk memperoleh kebahagiaan ini akan guncang. Ia adalah tujuan akhir eksistensi (wujud) yang Allah Swt menciptakan alam ini berdasarkan perbuatan-Nya.

    2. Sesungguhnya kemungkinan kesalahan manusia dalam pemahaman syariat Islam dan tatanan sosialnya sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu, keberadaan seorang imam yang maksum merupakan suatu keharusan demi pelurusan tatanan sosial, menjaga, dan mengarahkannya pada orientasi yang seharusnya.

    3. Seorang imam harus mendapatkan kepercayaan umat agar diperoleh kepuasan dan keyakinan yang sempurna dalam setiap perbuatan dan ucapannya. Dengan demikian, masyarakat akan patuh pada kepemimpinannya dan ikut dalam jalan yang benar ini, dengan keyakinan bahwa imam yang diikutinya adalah teladan dan contoh.

    Seandainya kepercayaan ini goyah karena kemungkinan terjadi kesalahan dalam diri seorang imam, maka ketaatan kepadanya tidak wajib diikuti. Akibatnya, kita akan memiliki imam yang lain di samping yang pertama tersebut, dan hal ini tentu tidak akan dapat diterima oleh akal. …bersambung…

    • @Oom Wawan tol peot… hahaha :D
      1.Sesungguhnya keberadaan seorang imam
      _______________________________
      Imamnya sudah jelas Nabi Ibrahim a.s, sekarang sampean Agama Syi’ah cabut klaim IMAM ALI sebagai imam pertama :P (QS 2 :124)

      2. Sesungguhnya kemungkinan kesalahan manusia dalam pemahaman syariat Islam dan tatanan sosialnya sangat mungkin terjadi.
      _______________________________
      Imam Pertama jelas jauh dari sifat kufur dan musyrik sehingga Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada API yang hendak membakarnya:
      أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَـنِ الرَّجِيمِ
      Aku berlindung kepada Allah dari godaan syitan yang terkutuk.
      قُلْنَا ينَارُ كُونِى بَرْداً وَسَلَـمَا عَلَى إِبْرَهِيمَ
      Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”.

      Kata وَسَلَـمَا adalah “as salaam” yang berarti ISLAM, jadi Nabi Ibrahim a.s sering juga disebut Bapaknya Para Nabi dan Rasulullah… oleh karena itu baik Agama Syi’ah maupun Agama Kristen harus menjadi Islam yang hanif sesuai dengan IMAM nya seluruh manusia yang diangkat oleh Allah subhanahu wa ta’ala (QS 2:124)Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia“… ”

      3. Seorang imam harus mendapatkan kepercayaan umat agar diperoleh kepuasan dan keyakinan yang sempurna dalam setiap perbuatan dan ucapannya.
      _______________________________
      Nabi Ibrahim a.s satu-satunya yang mendapat kepercayaan dari seluruh agama samawi (YAHUDI, NASHRANI dan ISLAM) dan hanya umat Islam lah yang masih tetap mengikuti agama yang lurus tersebut sesuai dengan Surah Al Fatihaah, sedangkan Agama Syi’ah dan Agama Kristen sudah dibengkokkan oleh Agama YAHUDI.

      Kesimpulan:
      Nabi Muhammad s.a.w… mengikuti agama yang lurus dari Nabi Ibrahim a.s sebagai IMAM nya seluruh manusia, bukti: Ka’bah untuk shalat dibangun oleh Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s

      Wassalam, Haniifa.

      • wawan said

        Kalo kemaksumam para Nabi dan Rasul nanti ada pembahasan tersendiri :)

      • @Wawan ahlul syi’ah
        Apa yang mau sampean jelasken lagi… hahaha, Wong cuma 1 ayat (QS 112:1) ajah sampean nggak becus-becus:D :lol:

      • cekixkix said

        @Om Wawan
        Baeknya ente jelasin soal meriam Om yang menetes sehabis di mut’ah… Cekixkix..kix..kix…

      • wawan said

        Oh banyak sekali yg saya akan jelaskan mengenai kemaksuman para Nabi dan Rasul, tunggu saja kelanjutannya :)

      • @Wawan
        hahaha… sampean ini dasar pentolan Syi’ah, tuangken donk tulisan sampean sendiri jangan OMDO ajah…. (ada ceweq yang bahenol nggak !!!… hehehe)

        Aneh sampean ini memuja Agama Syi’ah tapi lupa sama imamnya sendiri.
        8. Janganlah banyak bicara (baca: ngocoblak) dan seringlah berdoa.

      • cekixkix said

        @Om Haniifa
        Yeeyyyy si Om diem-diem… Cekixkix…kix…kix..

      • @Oom Cekixkix
        Hua.ha.ha… jadin saingan neehhh… :D
        Siapa tahu ada jodoh tambahan dari Oom Wawan.
        Kalau dari hasil analisa seehhh, setidak-tidaknya ceweq yang direkomendasi oleh beliau dan nekatnyah sama, yang jelas dipoligami dunk, yang dikontraken cuma kamarnya doang… syukur-syukur ceweqnya berkepribadian tinggi,mobil pribadi, rumah pribadi, uang pribadi dsb… serba pribadi, jadi nggak mengganggu dapur saiyah yang mulai ngos-ngosan… :mrgreen:

      • cekixkix said

        @Om Wawan
        Udeh pilih gue aje, gambang dahhh… Om Wawan tinggal nyariin kamar kontrakan, trus Sodari atau Pacar Om gue kawin kontrak…. Cekixkix…kix..kix…

      • cekixkix said

        @Om Wawan
        Santai aje Om dan kagak usah risau, ntar kalau sodari ato pacar Om Wawan bunting ame gue…. baru masa kontraknya habis, gampangkan….. Cekixkix…kix…kix…

      • cekixkix said

        @Om Wawan
        Gimana Om, ente jangan ragu-ragu ame keyakinan sendiri dong… gue janji deh, kalau sampe bunting adek lu ato pacar ente… Gue udahin masa kontraknye, kalau perlu sekaligus dua-duanya gue kontrak…. Cekixkix…kix…kix…

  61. dede said

    @All

    Untuk penjelasan mengenai nikah mut’ah silahkan kunjungi blog, sbb :

    http://satriasyiah.wordpress.com/2009/03/15/menggugat-tulisan-ali-dan-nikah-mut%e2%80%99ah/

    • Cekixkix said

      @Om Dede
      Kalo yang begituan mah banyak yang udah gue baca, yang paling utama bisa kagak elu cariin gue cewek yang mau di kawin kontrak… kalau udah bunting baru elu yang urus… Cekixkix…kix…kix…

      Atau boleh juga kalo elu punya cewek gua kontrak sehari semalam… Cekixkix…kix…kix…

      • wawan said

        Itulah penjelasan nikah mut’ah, karena Nabi saw pernah mensyari’atkan nikah mut’ah dan berlaku sampai akhir zaman.

      • @Wawan ahlul omdo
        Sekarang buktiken soal mut’ah, saudara perempuan / calon istri sampean dimut’ah sama Oom Cekixkix, jadi bukan omdo belaka… hahaha :D :lol:

      • KangBoed said

        subhanallllaaaaah kalian ruaaaarrrr biasa yaaa.. di saat bulan puasa hebaaaat pisaaaaan.. sungguh memberikan contoh yang baik dan benar.. hidup kang Haniifa

  62. wawan said

    @Haniifa cs

    Nikah mut’ah adalah perkara syar’i yang dihalalkan dalam Islam. Allah SWT dan Rasul-Nya telah menyatakan bahwa nikah mut’ah adalah halal. Begitu pula para Imam Ahlul bait alaihissalam juga telah menghalalkan nikah mut’ah. Kami kaum syiah sebagai orang yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan Ahlul bait menerima kehalalalan mut’ah.

    Untuk selanjutnya baca aja sendiri di blog sbb:

    http://satriasyiah.wordpress.com/2009/03/22/imam-ali-bin-abi-thalib-dan-nikah-mut%e2%80%99ah/

    • @Wawan cs-nya ahlul syi’ah
      Tidak ada contoh nikah mut’ah dalam perkara syar’i di ISLAM itu mah katanyah IMAM AGAMA SYI’AH….
      Buktinya:
      Nabi Muhammad s.a.w tidak menikah mut’ah dengan Mariah Qibtiah, bahkan sampai beliau menginggal dunia/wafat budak Yahudi yang cantik dari Mesir masih tetap setia… hehehe

      Nikah mut’ah karena si IMAM SYI’AH miskin alias nggak sanggup menahan omelan dari para istri yang syah…. :D :lol: atau singkatnya IMAM SYI’AH adalah golongan PTI = Pasukan Takut Istri… hahahaha

      Soal yang ada dipostingan butut itu bukan Khalifah Ali bin Abi Thalib yang melakukan tapi IMAM ALI dari keturunan KAUM SABA’… makanya saya bilang IMAM ALI BABA…hahaha

      Wassalam, Haniifa.

  63. batjoe said

    sabar mas…..
    perlu waktu terkadang untuk membuat seseorang untuk bisa percaya dan kembali kekebenaran yang ada dalam AL-QURAN.
    ya itu saja ms yang bisa saya sampaikan sabar dan ungkapkan dengan cara yang bijaksana…
    kadang ada sebagian orang yang suka mencari keributan dan senang memancing emosi. kudu hati2 aja mas haniffa.
    percaya atau tidaknya sebenarnya kuncinya ada di AL-QURAN dan sebuah tulisan adalah sebagai kajian untuk pembendarahan dalam mencari sesuatu perbedaan dalam hidp.
    makasih mas atas tulisannya dan yang saya tahu di kota bajar yang banyak orang2 walinya ndak segitunya pakai ngasih uang dikuburan paling yang banyak peminta-minta malah sepanjang perjalanan.
    nah kalau memberikan buku yasin dikuburan baiaman hukumnya mas haniffa itu sih yang masih sering saya lihat.
    kalau penilaian saya mungkin nih mereka udah baca terus ditinggal sja bukan buat apa2. tapi mbaca yasin dikuburan boleh ndak sih mas?
    semoga saya dapaet jawabannya ….

    • @Mas Batjoe
      nah kalau memberikan buku yasin dikuburan baiaman hukumnya mas haniffa itu sih yang masih sering saya lihat.
      __________________________________
      Coba @mas Batjoe perhatikan pohto yang saya beri judul: “Pohto Ayatullah tapi shalat didepan kuburan Ayatullah….” disebelah Ayatullah yang sedang Shalat dikuburan ada juga Ayatullah yang lain sedang membaca Al Qur’an… :D

      Cikal bakalnya kebisaan ini adalah akibat salah kaprah mengenai tafsir kata “MAQAM” yang seharusnya ditafsirkan sebagai “tempat” oleh Agama Syi’ah ditafsirkan sebagai KUBURAN.

      Maqam Ibrahim di dekat Ka’bah (Mekkah,KSA) bukanlah kuburan Nabi Ibrahim a.s tetapi “tempat” berdirinya Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s Shalat menghadap 2 Kiblat sekaligus (jika ditarik garis lurus maka posisi Masjidil Aqsa segaris dengan Ka’bah)

      Nabi Muhammad s.a.w dan para sahabat shalat sunat dan membaca Al Qur’an di MAQAM nya Nabi Ibrahim depan Ka’bah bait Allah. (Ingat bukan Kuburannya Nabi IBRAHIM a.s) dan jika di Masjid maka beliau dan para sahabatnya Sholat sunat tahiyatul masjid, tidak pernah sekalipun beliau SHALAT dekat KUBURAN begitu juga dengan membaca Al Qur’an.

      Wassalam, Haniifa.

      • batjoe said

        subhanallah….
        makasih banyak mas haniffa atas jawabannya jadi eringat waktu SMA guru agam saya mengajarkan Sholat sunat tahiyatul masjid.
        dan terima kasih atas segala informasinya.
        sekali lagi sabar mas dan semoga mas haniffa sekeluarga selalu dalam rahmat Allah. Amin

  64. masyono9 said

    @Haniifa

    Kumaha Damang kang….
    Kang Haniifa…. rencana lebaran saya di bandung lohhhhh

  65. wawan said

    AWAL DAN AKHIR ISRAEL DALAM AL QUR’AN

    Kriptografi adalah tulisan rahasia dan perhitungan Alfabet, telah digunakan sejak awal peradaban manusia dalam rangka menyimpan rahasia yang tersirat dalam peradaban mereka. Masyarakat Mesir kuno misalnya, telah menggunakan tekhnik tersebut pada tahun 1900 SM. Begitu juga dengan bangsa Yunani kuno. Julius Caesar, salah seorang pendiri imperium Romawi menggunakan kriptografi sederhana yang berdasarkan pertukaran posisi urutan, dengan cara menukar sebuah huruf dengan huruf ketiga setelahnya. Akan tetapi perhitungan Alfabet atau
    Kriptografi yang digunakannya, belum selengkap, serapi, dan seteratur yang telah digunakan oleh bangsa Arab setelah lahirnya peradaban Islam ditengah-tengah mereka. Bangsa Arablah yang pertama kali menemukan metode untuk memecahkan kriptografi berikut penulisanya secara sistimatis. Sebuah bangsa yang muncul di Jazirah Arabia dan mulai diperhitungkan pada abad 7 Masehi, terbentang di atasnya sahara yang sangat luas, tiba-tiba keluar secara cepat menjadi salah satu peradaban yang dikenal oleh sejarah umat manusia. Bahkan pada saat itu, perkembangan dasar ilmu kedokteran modern dan matematika pun muncul dan berawal dari peradaban ini. …bersambung…

    • Alfabet itu berasal dari YUNANI (baca: Kerjaaan Rumawi)
      Kriptografi lebih banyak dari kebudayaan PERSIA (baca: Kerajaan Persia)
      Sedangkan Al Qur’an diturunkan dalam bahasa ‘Arabiyyan (QS 20:113) (original), jadi Al Qur’an bukanlah suatu alfabetis atau kripto, karena angka 113 adalah bilangan prima maka oleh para ahli kriptograf digunakan bilangan prima sebagai base encryption and decryption… hahaha :D :lol:

      Wassalam, Haniifa.

  66. wawan said

    Kode adalah salah satu cara untuk mengirim informasi, dimana seseorang yang mengerti simbol-simbol tertentu dapat membaca dan mengerti maksud kode itu. Jadi, semacam bahasa simbol, atau teka-teki, yang hanya dapat dipecahkan dan dimengerti maksudnya oleh mereka
    yang mengetahui rahasia yang tersembunyi di baliknya. Terkadang ilmu ini juga dikenal di Arab dengan sebutan al-kitab as-sirriyah (tulisan rahasia) atau ilmu perhitungan Alfabet.

    Sayidina Ali bin Abi Thalib pernah memberikan isyarat petunjuk tentang rahasia huruf-huruf dalam Al Qur’an. Beliau berkata “Jika mau, aku bisa patahkan tujuh puluh ekor leher unta dari huruf ‘Ba’ yang ada pada kalimat Basmallah (Bismillahirrahmanirrahim).” Dalam kesempatan yang lain, Beliau juga pernah mengatakan “Setiap yang berada pada Al Qur’an, terhimpun pada surat al-Fatihah. Dan setiap yang ada pada al-Fatihah, terhimpun pada kalimat Basmallah. Dan setiap yang ada pada kalimat Basmallah, terhimpun pada huruf ‘Ba’. Dan setiap yang ada pada huruf ‘Ba’ terhimpun pada titik yang berada di bawah huruf ‘Ba’ tersebut.”
    …bersambung…

  67. adi isa said

    as.wr.wb

    kang hanif, ternyata artikel ini masih seru…

    karena diskusi ini kebanyakan soal agama syiah (dengan @wawan)
    jadi saya hanya bisa jadi penonton dulu.

    oke, yang smangat kang

    salam hangat

  68. abifasya said

    Hadiiiiiiiiiiir
    jelang sahur

  69. KangBoed said

    SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG ‘TUK SAHABATKU TERSAYANG
    I LOVE YOU PUUUUULLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

  70. KangBoed said

    SEMUA TEORI.. SEMUA PEMAHAMAN MEMPUNYAI DIMENSI BATHINIAHNYA.. SEMUA BACAAN YANG KITA LANTUNKAN SAMA JUGA.. KARENA APALAH ARTI SEMUA AYAR YANG KITA LANTUNKAN JIKA ALAM SEMESTA TIDAK MERESPONS.. ALAM SEMESTA TIDAK BERGETAR.. ALAM SEMESTA DAN SEGENAP DIMENSINYAN TIDAK MENUNJUKAN EKSITENSINYA.. YAYAYA.. HANYA BACAAN KOSONG BELAKA..
    SALAM SAYANG

    • KangBoed said

      :roll: :roll:

      enda ditanggapi hehehehe..

      • @Kang Boed
        HANYA BACAAN KOSONG BELAKA..
        _____________________________________
        Saat kita “merasa” isi sebenarnya kosong, demikian juga saat kita merasa “kosong” sebenarnya isi.
        Saya beri contoh real:
        Raja Fir’aun adalah seorang manusia yang bergelimpangan harta dan kedudukan yang sangat tinggi sekali dimasanya, tapi ada sesuatu “kekosongan” dalam bathinnya karena ternyata tidak semua manusia tunduk dan patuh kepadanya. Selanjutnya sesuai dengan ilham dibathinnya yang selaras dengan para ahlinya beliau membunuh semua bayi laki-laki yang diprediksikan sebagai rival/pembangkangnya, selanjutnya saya kira @kang Boed lebih tahu lagi jalan ceritanya.

        Singkatnya bergetar itu berarti berosilasi, tidak terlampau kanan atau tidak terlampau kiri namun harmonis/ seimbang baik dalam pemikiran maupun dalam pertimbangan hati sanubari.

        Dalam Al Qur’an dijelaskan jenis pola hidup antara duniawi dan akhirat:
        Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaulhusna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu” (QS 17:110)

        Sesibuk apapun untuk mencari harta, jabatan… dll. kita harus me-reset minimal 5 waktu shalat sehingga kita “bergetar” dalam harmonisasi yang selaras antara kehidupan duniawi dan akhirat.

        *** SHALAT JALAN TENGAH ***

        Wassalam, Haniifa.

  71. wawan said

    POSISI KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM

    Apakah topik ini menimbulkan perselisihan di kalangan umat Islam?

    Barangkali sebagian orang akan membayangkan bahwa pembahasan topik ini dapat menimbulkan perselisihan dan perdebatan antara Syi`ah dan Ahlus Sunnah. Anggapan ini jelas keliru. Sebab ketika kita menyingkirkan bias politik dalam pembahasan seputar topik kepemimpinan ini, lalu kita mengedepankan sisi ilmiah, maka akan tersingkap dan dikenal lebih banyak lagi pandangan dan pendapat yang sama antara kedua golongan ini, yakni Syi`ah dan Ahlus Sunnah. Selain itu, hal ini juga dapat memberikan kesempatan untuk semakin mempersempit ruang perbedaan dan perselisihan di antara kaum Muslim.

    Pembahasan ilmiah dalam masalah kehidupan ini akan menjadi pembelajaran pada jalan kebebasan dalam berpikir dan pengungkapan pendapat serta keluasan cakrawala berekspresi di antara dua kelompok besar dalam Islam ini, yaitu Syi`ah dan Ahlus Sunnah. Hal ini juga dapat menambah kecintaan dan memperkuat hubungan tali persaudaraan di antara mereka. Inilah faktor pertamanya.

    Faktor yang kedua, telah terbukti keserasian di bawah naungan kebenaran akan membuahkan hasil yang berguna. Sebaliknya, mementingkan sendiri akan suatu kebenaran dan bahkan menyembunyikannya serta bergantung pada persatuan secara lahiriah saja tidak akan menciptakan hubungan yang kuat di antara kelompok-kelompok Islam. …bersambung…

    • @Wawan ahlul syi’ah
      Agama Syi’ah hanya mengakui keturunan “nabi-nabian” Syaidina Ali Baba :mrgreen:
      Agama ISLAM mengakui seluruh manusia keturunan NABI (baca: Nabi Adam a.s)

      Agama Syi’ah hanya mengakui tongkat kekhalifahan dari “Khalifah-khalifahan” sayidina Ali Baba :mrgreen:
      Agama ISLAM mengakui seluruh manusia itu keturunan KHALIFAH PERTAMA (baca: Khalifah Adam a.s)

      Agama Syi’ah hanya mengakui manhaj dari keturunan “imam-imaman” pertama Syaidina Ali Baba :mrgreen:
      Agama ISLAM mengakui manhaj dari IMAM SELURUH MANUSIA dan sebagai IMAM PERTAMA. (baca: Imam Ibrahim a.s)

      **** FEAR FACTOR = SYI’AHISM :P ****

      Catatan:
      Syaidina Ali Baba = Si IMAM ALI bin kaum SABA’

      Wassalam, :D

  72. wawan said

    Definisi Imamah (Kepemimpinan) secara Umum

    Definisi imamah mencakup sumber pengambilan pemikiran, kekuasaan politik, dan kepemimpinan agama.

    Kepemimpinan agama berarti penerapan hakikat-hakikat Islam dalam kehidupan sehari-hari, dan ia juga berarti merealisasikan nilai-nilai luhur kemanusiaan bagi risalah Islam. Nabi Muhammad saw diutus demi mewujudkan nilai-nilai agung seperti ini, dan beliau juga berjihad di jalan ini.

    Definisi imamah terkadang hanya sebatas kepemimpinan suatu masyarakat yang terbatas, atau politik dalam skala tertentu. Akan tetapi, yang kita upayakan dalam pembahasan ini adalah “Imam” dengan kedudukannya yang tinggi yang ia memuat dimensi ketuhanan. Ia adalah kepemimpinan yang menggantikan Nabi saw atau khalifah beliau dalam kepemimpinan umat. Yaitu, sebuah kepemimpinan yang membawa misi hidayah kepada umat manusia, yang meliputi kehidupan duniawi dan akidah-akidah keagamaan mereka serta merupakan jalan menuju kesempurnaan yang dimulai oleh Nabi Muhammad saw. …bersambung…

    • Cekixkix said

      @Om Wawan
      Mana ceweq nye Om, biar saya mut’ah sebanyak-banyaknya siape tau ogud jadi imam kontrakan…. Cekixkkix…kix…kix…

      Kagak percaye aye kalu Om Wawan kagak punya sodara ceweq, buruan Om, biar tambeh yakin aye soal syi’ah…. suer aje janji kalo nyampe bunting masa kontrakan habis….. Cekixkix…kix…kix…

    • @Wawan ahlul syi’ah
      Akan tetapi, yang kita upayakan dalam pembahasan ini adalah “Imam” dengan kedudukannya yang tinggi yang ia memuat dimensi ketuhanan
      ____________________
      hua.ha.ha…
      Kepulauan Indonesia artinya terdiri dari pulau-pulau
      Dimensi ketuhanan artinya banyak Dimensi terdiri dari Tuhan-Tuhan :D :lol:

      @All
      Sungguh sangat jelas sekali Agama Syi’ah = Agama Kristen ===> POLITEISME

      Pancasila sebagai dasar negara INDONESIA
      Ketuhanan yang MAHA ESA ====> Ketuhanan disini diartikan 99 Asma Allah sebab diakhiri dengan kata maha ESA (baca: AHAD, Tunggal)

      Wassalam, :D

      • Cekixkix said

        @Om Haniifa
        Maksudnye paham syiah akan mengcreate “imam” seperti Tuhan, Orde Firaun Modern… Cekixkix…kix…kix…

      • @Oom Cekixkix
        Serupa tapi tidak sama ceritanya dengan Nabi Musa a.s dan Nabi Harun a.s… dimana sepeniggal Nabi Musa a.s bani ISRAIL (baca: Kaum Yahudi ) ingkar kepada Nabi Musa a.s dan mereka membanding-bandingkan Nabi Harun a.s sebagai tandingannya, padahal Nabi Harun sendiri tidak berbuat seperti yang mereka duga, sebagaimana yang diceritakan didalam Al Qur’an:

        Dan tatkala Musa telah kembali kepada kaumnya dengan marah dan sedih hati berkatalah dia: “Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan sesudah kepergianku! Apakah kamu hendak mendahului janji Tuhanmu?” Dan Musa pun melemparkan luh-luh (Taurat) itu dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Harun) sambil menariknya ke arahnya. Harun berkata: “Hai anak ibuku, sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir-hampir mereka membunuhku, sebab itu janganlah kamu menjadikan musuh-musuh gembira melihatku, dan janganlah kamu masukkan aku ke dalam golongan orang-orang yang dzalim”. (QS 7:150)

        Nahh kalau Agama Syi’ah membuat perbandingan antara Nabi Muhammad s.a.w dengan Khalifah Ali bin Abi Thalib, padahal Ali bin Abi Thalib sendiri tidak mengatakan apa-apa… sejarah membuktikan kisaran abad ke-13 berkembang pesatnya AGAMA SYI’AH dan dijadikan Agama Negara diawal berdirinya kerajaan Safawi yang terakumulasi di IRAN.

        Wassalam, Haniifa.

    • wawan said

      @Haniifa cs

      Hahaha…penjelasan anda sangat rancu mengenai penafsiran ayat Al Qur’an sangat rancu dari awal juga, teu nyarambung euy :mrgreen:

      • ressay said

        @wawan
        ndak perlu Anda berbicara seperti itu.

      • @Wawan CS
        Mau tahu contoh penafsiran ayat Al Qur’an yang sangat rancu, Nehhh… saya baca dari blognya SecondPrince (Sp) :mrgreen:

        أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَـنِ الرَّجِيم
        Aku memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syitan yang terkutuk.
        وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَـتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُواْ فَقَدِ احْتَمَلُواْ بُهْتَـناً وَإِثْماً مُّبِيناً
        Menurut tafsiran yang sayah baca, dan sayah yakini benar adanya adalah sbb:
        (QS 33:58) : Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.

        Tapi menurut tafsiran cs sampean yang bernickname A_Lee ditafsirken sbb:
        QS. 33:58 Allah melaknat orang yang menyakiti mukminin dan mukminat :D :lol:

        Sampean nggak percaya…. hahaha ada IMAM ALI yang sedang berdialog dengan beliau, silahken kunjungi sumber haditsnyah…hahahaha….
        Saya copas sebelum dihapus sama ADMIN

        A_Lee, di/pada September 9th, 2009 pada 2:30 am Dikatakan:

        @Imam Alien
        Quran yg anda pakai itu berbeda dengan Quran umat Islam atau anda yang tidak pernah membacanya, Perhatikan, bukan hanya Iblis dan syeitan yg dilaknat.

        QS. 33:57 Allah melaknat orang yg menyakiti Rasulullah,
        QS. 33:58 Allah melaknat orang yang menyakiti mukminin dan mukminat :P
        QS. 24:23 Allah melaknat orang yg memfitnah berzina
        QS. 47:22-23 Allah melaknat orang yang memutuskan silaturahmi
        QS.3:61 Allah melaknat pendusta
        QS.86-87 Allah melaknat orang zalim.

        Karena menyakiti Ali as sama dengan menyakiti rasulullah saww maka Muawiyah termasuk kategori yang dilaknat Allah, tapi karena dia jagoan anda dimana anda mengambil agama darinya, ya silahkan saja bela walaupun harus berbohong tentang al Quran. karena kita akan dipersatukan nanti di akhirat dengan yang dicintainya.

        Oya dan anda telah BERDUSTA tentang kalam Allah,anda bisa dikategorikan yg terkena ayat QS.3:61

        Sumber:
        http://secondprince.wordpress.com/2009/08/15/allah-swt-berbicara-dengan-imam-ali-as/#comment-10083

        Catatan:
        Yang beliau (A_Lee) sebut IMAM ALIEN adalah IMAM ALI :mrgreen: sehingga stetement A_Lee menjadi:

        Oya dan -anda- IMAM ALI telah BERDUSTA tentang kalam Allah,-anda- IMAM ALI bisa dikategorikan yg terkena ayat QS.3:61

        Wassalam, Haniifa.

      • @Wawan cs
        Apakah pada (QS 33:58) ada kalimat لَعَنَهُمُ اللَّهُ = “la’anahumullahu” atau لَّعْنَتُ اللَّهِ = “la’natullahi” ?!

      • adi isa said

        wow…
        good job kang,..
        semakin seru.

      • KangBoed said

        hahahaha urang mah bingung kang hani ajarin saya dunk

  73. KangBoed said

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuullllllllllllllllllllll

  74. wawan said

    @Ressay

    Memang sdr Haniifa itu sangat ngawur dan rancu penafsiran Al Qur’an nya, seperti contoh penafsiran Ulil Amri. Dia menafsirkan ayat-ayat Al Qur’an sesuai dgn hawa nafsunnya sendiri. Ops :mrgreen:
    __________________

    @Oom Wawan
    Ulil Amrik kali yach… alias Si Ulil Asbala Baba yang sedang main gapleh di AMRIK, tepatnya di kota suci Lastvegas…. :mrgreen:


    Ohhh… jadi itu IMAM sampean ?! :D

    #Haniifa.

    • wawan said

      @Haniifa

      Tuh nya main tuduh lagi, heunteu lieurrr mah, siga nu aral anda mah, hahaha :mrgreen:
      ____________________
      @Om Wawan ahlu pentil syi’ah
      Dia menafsirkan ayat-ayat Al Qur’an sesuai dgn hawa nafsunnya sendiri. Ops
      Saya tidak menafsirkan ayat-ayat Al Qur’an justru saya membaca dari tafsiran, jadi siapa yang lieur dan suka maen tuduh itu ?!

      Dasar pentil syi’ah, coba sampean bawa pentolan syi’ah ke sinih, biar levelan dikit… :mrgreen:

      #Haniifa.

  75. Denger2, Jihad juga masuk rukun Islam menurut syi’ah?

    • @Mas Zico Alviandri
      Denger2, Jihad juga masuk rukun -Islam- menurut syi’ah?
      _____________________
      Mohon maaf @mas, sampean rupanya salah dengar tuhhh makanya saya benulken…. hehehe… mungkin yang dimaksud JIHAD masuk rukun AGAMA SYI’AH kali, dan definisi JIHADNYA pakai BOM BUNUH DIRI… :mrgreen:

      #Haniifa.

  76. batjoe said

    malem mas haniffa
    kok mentok mas ?

  77. bolehlah aku hanya mengamati dari sini, dan tidak ada komentar serius, yang jelas Agama Saya Islam emang ada ya agama Syiah oya ada ya yang dari iran itu ya. katanya pengen disamakan dengan ISlam ya. Ya bedalah syiah dengan Islam. selamat malam.

  78. wawan said

    Sejarah Munculnya Syi`ah

    Sebagian orang berpandangan bahwa Syi`ah muncul setelah wafatnya Nabi saw, tepatnya setelah terjadinya krisis kekhalifahan yang sempat mengguncang masyarakat Islam saat itu.

    Al-Ya`qubi berkata, “Beberapa orang dari kalangan Muhajirin dan Anshar tidak hadir dalam pembaiatan Abu Bakar dan mereka condong kepada `Ali bin Abi Thalib (untuk menjadi khalifah). Di antara mereka adalah: Al-Abbas bin `Abdil Muththalib, Al-Fadhl bin Al-`Abbas, AzZubair bin Al-Awwam, Khalid bin Sa`id, Al-Miqdad bin Amr, Salman Al-Farisi, Abu Dzarr Al-GhifarY, `Ammar bin Yasir, Al-Barra’ bin `Azib, dan Ubay bin Ka`b.”‘

    Al-Mas`udi mengatakan bahwa Salman dan `Ammah telah menjadi Syi`ah `Ali pada zaman Nabi saw.

    Yang lainnya lagi berkata, “Adapun sebagian penulis yang berpendapat bahwa asal mazhab Syi`ah adalah dari bid`ah `Abdullah bin Saba’ yang dikenal dengan Ibnus Sauda’, maka itu hanyalah waham (ilusi) belaka dan sedikitnya pengetahuan mereka tentang hakikat mazhab mereka (Syi`ah).

    Barang siapa yang mengetahui posisi orang ini di kalangan orangorang Syi`ah dan berlepas diri dari orang ini (Abdullah bin Saba’) serta perkataan dan ucapan ulama Syi`ah yang mencelanya tanpa ada perbedaan di kalangan mereka tentang hal itu, maka dia akan mengetahui kadar kebenaran dari pendapat tersebut (yang mengatakan bahwa asal Syi`ah bersumber dari bid`ah `Abdullah bin Saba’).

    Bahkan, tidak diragukan bahwa munculnya Syi`ah ini adalah di Hijaz. Kekuatan Syi`ah ini tergolong lemah di Hijaz ini, tetapi ia kukuh di hati para penganutnya. Kemudian Syi`ah ini menjadi kuat di Irak pada zaman Khalifah `Ali bin Abi Thalib. …bersambung…

    • @Wawan
      Kemudian Syi`ah ini menjadi kuat di Irak pada zaman Khalifah `Ali bin Abi Thalib.
      ____________________
      Hua.ha.ha… tumben nehhh orang yang beragama Syi’ah mengaku Khalifah pada ‘Ali bin Abi Thalib… Apa nggak takut dosa tuhh, biasanya IMAM ALI AS ?!… hehehe… :mrgreen:

    • SayNoSyi'ah said

      @All
      Syi’ah adalah bukan Islam juga bukan sebuah sekte dari Islam. Penggunaan keagamaan yang mencolok dari rona Islam yang terpancar setelah era Khomeini dan para ulama tidak membuat Syiah lebih dekat ke Islam daripada agama dan ‘Islam’ panggilan dan slogan-slogan agama seperti Qadianism, (Ahmadiyah INDIA). Agama Syi’ah terbentuk sekitar abad 13 selaras dengan awal berdirinya kerajaan SAFAWI di PARSI.

  79. dede said

    Nabi Muhammad saw adalah Pendiri Syi`ah yang Sebenarnya

    Berangkat dari yang telah kami sebutkan sebelum ini, maka sesungguhnya sekelompok peneliti berkeyakinan bahwa Nabi saw adalah pendiri yang sebenarnya bagi mazhab Syi`ah ini. Sebab, Nabi saw adalah orang pertama yang menggunakan istilah Syi`ah ini dalam hadis-hadis beliau bagi para pengikut `Ali.

    Para mufasir dari kalangan Ahlus Sunnah menyebutkan bahwa ayat yang mulia ini: “Sesungguhnya orang-orangyang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk” (QS Al-Bayyinah [98]: 7) diturunkan berkenaan dengan `Ali bin Abi Thalib.

    Al-Hafizh Jamaluddin Az-Zarnadi meriwayatkan dari Ibn `Abbas bahwa ketika ayat ini diturunkan, Nabi saw
    bersabda kepada `Ali, “Mereka adalah kamu dan Syi`ahmu. Kamu dan Syi`ahmu akan datang pada hari kiamat dalam keadaan ridha dan diridhai, sedangkan musuh-musuhmu akan datang dalam keadaan dimurkai dan tertengadah.” (Ash-Shawa’iqul Muhriqah bab 11 hal: 99)

    Ini termasuk pendapat Ath-Thabari, seorang mufasir dan sejarawan terkenal. Dia meriwayatkan bahwa Hasan bin Musa An-Naubakhti berkata, “Kelompok (mazhab) yang pertama kali muncul (dalam Islam) adalah SyTah. Ia adalah kelompok `Ali bin Abi Thalib yang dinamakan Syi`ah :qli. Syi`ah muncul pada zaman Nabi saw dan sepeninggalnya. Mereka adalah kelompok yang terkenal dengan ketaatannya kepada `Ali dan mengakuinya sebagai imam mereka.

    Di antara mereka adalah: Al-Miqdad bin AI-Aswad Al-Kindi, Salman Al-Farisi, Abu Dzarr Jundub bin Junadah Al-Ghifari, dan `Ammar bin Yasir Al-Mudzhaji. Mereka adalah orang-orang kepercayaannya. Mereka adalah orang-orang pertama yang dinamakan dengan tasyayyu` (Syi`ah) di kalangan umat ini. Sebab, nama Syi`ah ini adalah nama yang lama, seperti Syi`ah; Nuh, Ibrahim, Musa, `Isa, dan para Nabi.” (Tafsir Ath-Thabari 3/126)

    Dengan demikian, Nabi Muhammad saw sendirilah yang mengukuhkan fondasi Syi`ah ketika beliau menyebutkan hadis-hadis Beliau tentang `Ali bin Abi Thalib sebagai simbol kebenaran, istiqamah, dan keimanan.’ (Ibid) …bersambung…

    • QS Al Bayyinah
      1. Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,
      __________________________
      Terbukti Imam Syi’ah sebagai ahli kitab dengan rujukan utama Usool Al Kafi(run) :D

      2. (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Qur’an),
      ___________________________
      Agama Syi’ah lebih mengutamakan Al Kitab Bahasa PERSIA dari pada Al Qur’an dan Sunah Rasulullah (baca: Nabi Muhammad s.a.w)

      3. di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus.
      ____________________________
      Sangat jelas sekali Al Qur’an itu Sunatullah, dan Sunnatullah tidak akan mengalami perubahan berbeda dengan Hadits yang masih memerlukan pengujian para perawi / sanadnya sehingga dimungkinkan terjadi distorsi dari hal yang sesungguhnya, apalagi jika hadits di terjemaahkan dalam bahasa PARSI :P

      Arti lain dari Kitab-kitab yang lurus adalah Kitab yang diturunkan lewat turunan IMAM nya seluruh Manusia yaitu Nabi Ibrahim a.s dari Nabi Ishaq a.s serta keluarga ALI IMRAN yang oleh Agama Syi’ah diplesetkan menjadi keluarga IMAM ALI (BABA) :D
      Kesimpulan:
      DISEBUT KITAB-KITAB YANG LURUS sebab sumbernya semua IMAM nya seluruh manusia yaitu Nabi Ibrahim a.s YANG LURUS, keturunan beliau terdiri dari :
      a. Ahlul Bait masjidil Aqsa — Nabi Ibrahim a.s + Sarah, sekarang Palestina.
      b. Ahlul Bait masjidil Haram — Nabi Ibrahim a.s + Hajar, sekarang Qurasy (KSA).

      4. Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.
      __________________________
      Jelas Agama Syiah dan Agama Kristen saling bahu-membahu merusak aqidah AGAMA ISLAM, sedikit bukti nyata adalah pohto-pohto IMAM SYI’AH yang mesra dengan dedengkot Ahli Kitab si YAHUDI, silahken buktikan sendiri

      …. bersambung…. :mrgreen:

  80. wawan said

    Syi`ah adalah Islam Hakiki yang Dibawa Oleh Nabi Muhammad saw.

    Sesungguhnya Syi`ah itu, baik dalam ushuluddin maupun cabang-cabangnya, adalah esensi Islam yang hakiki, yaitu Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw Ketika dikatakan bahwa Syi`ah adalah pengikut mazhab A1 Ja`fari, maka itu karena Imam Ja`far Ash-Shadiq as adalah keturunan Rasulullah saw dan salah satu imam Ahlul Bait `alaihimus salam. Melalui tangan Imam Ash-Shadiq as ini, mazhab Syi`ah berkembang secara meluas dan kukuh dalam situasi yang tepat, yaitu menjelang keruntuhan kekuasaan Bani Umayyah.

    Syi`ah menjadi simbol jantung Islam yang berdenyut hidup. Seorang penulis Mesir, Muhammad Fikri Abun Nashr, mengungkapkan tentang Syi`ah, “Sesungguhnya Syi`ah tidak ada hubungannya dengan Abul Hasan Al-Asy`ari dalam ushuluddin dan tidak pula dengan mazhab yang empat dalam furii `(cabang-cabang agama). Sebab, mazhab para imam Syi`ah lebih dahulu daripada seluruh mazhab yang lainnya. Demikian juga mazhab Syi`ah ini lebih layak untuk diikuti karena pintu ijtihad dalam mazhab ini tetap terbuka hingga hari kiamat. Selain itu, mazhab Syi`ah ini tidak terpengaruh dengan perseteruan politik.

    Ustad Abush Shafa’ Al-Ghanimi At-Tiftazani berkata, “Banyak di antara peneliti, baik timur maupun barat, terdahulu maupun kontemporer, yang jatuh dalam penilaian yang keliru tentang Syi`ah, yang tidak bersandarkan pada dalil dan bukti yang kuat. Penilaian yang keliru ini telah tersebar di tengah-tengah orang banyak tanpa mereka menanyakan diri mereka sendiri tentang kebenaran atau kekeliruan penilaian itu. Diantara faktor yang menyebabkan tidak ada penilaian objektif di kalangan para peneliti itu adalah ketidaktahuan mereka yang diakibatkan tidak adanya perhatian mereka terhadap sumber-sumber Syi`ah, sebaliknya mereka mencukupkan diri dengan merujuk pada sumber-sumber lawan-lawan Syi`ah.” (Ma’a Rijalil Fikri fil Qahirah hal. 40-41) …bersambung…

    • adi isa said

      mas wawan boleh tanya nggak,

      kalau islam itu, sejak kapan ada ?

      apa yang membuat klaim syiah, sebagai islam yang hakiki?

      apa islam bagi anda?

      sukses jawabnya ya…

      • wawan said

        @Adi Isa

        Jawabannya adalah sbb:

        http://haniifa.wordpress.com/2009/08/22/agama-syi%e2%80%99ah-sama-dengan-agama-kristen-2/#comment-5345

      • Cekixkix said

        @Om Adi Isa
        Hakiki itu termasuk pendapat @Om Wawan bin Saba’</b?, seorang ahli tafsir dan Usool Al Kafirun yang terkenal. Dia meriwayatkan bahwa Hasan tukang bakso berkata, “Kelompok (mazhab) yang pertama kali muncul agama adalah Syi’ah asal usul Al Kafirun sekarang. Ia adalah kelompok `Ali bin Saba’ yang dinamakan Syi`ah. Syi`ah muncul pada zaman Nabi Palsu dan sepeninggalnya. Mereka adalah kelompok yang terkenal dengan ketaatannya kepada `Ali bin Saba’ dan mengakuinya sebagai imam mereka, makanye Syi’ah shalatnye di depan kubur imam-imam…. Cekixkix…kix…kix…

      • Cekixkix said

        @Om Wawan
        Supaye lebih jelas buan Om Adi, daripade menjawab pake link jadi pusing… Cekixkix…kix…kix…

      • @Kang Adi Isa
        hua.ha.ha.. sama yach, cara menjawab orang-orang yang beragama syi’ah dengan orang-orang yang beragama kristen, maen copas dan tidak bisa menganalisa pertanyaan.

        Coba sama @mas Adi baca dan relasikan ayat berikut.
        Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang dzalim”. (QS 2:124)

        Nabi Muhammad s.a.w tahu benar betapa beratnya ujian dari Allah subhanahu wa ta’ala kepada pendahulunya (IMAM) Nabi Ibrahim a.s

        Selanjutnya:
        Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”. (QS 21:69)

        Asal-muasal NAMA Agama ISLAM terlahir dari Nabi Ibrahim a.s dimana API g diperintahkan memberikan “as salaam” (AL ISLAM) oleh Allah subhanahu wa ta’ala. ISLAM HAKIKI adalah islam yang sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah Rasulullah (baca: Rasulullah dimulai dari Nabi Ibrahim a.s hingga terakhir Nabi Muhammad s.a.w, Rasulullah Nuh a.s belum juga as salam tapi masih samar-samar)
        Sedangkan di PERSIA berkembang pesat agama penyembah API bukan penyembah Allah yang memerintahkan api, “Nabi”-nya Zoroaster adalah pendiri Zoroastrianisme yang berlangsung lebih dari 2000 tahun sebelum Nabi Muhammad s.a.w lahir dan tetap punya penganut hingga kini, inilah cikal bakal AGAMA SYI’AH Jadi tidak heran jika AGAMA SYI’AH semarak di IRAN dan IRAK.

        Wassalam, Haniifa.

  81. sakedap deui buka shaum …. met buka semua :)

  82. wawan said

    Koreksi:

    Syi`ah adalah Islam Hakiki yang Dibawa Oleh Nabi Muhammad saw.

    Sesungguhnya Syi`ah itu, baik dalam ushuluddin maupun cabang-cabangnya, adalah esensi Islam yang hakiki, yaitu Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw. Ketika dikatakan bahwa Syi`ah adalah pengikut mazhab Ja`fariyah, oleh karena Imam Ja`far Ash-Shadiq as adalah keturunan Rasulullah saw dan salah satu imam Ahlul Bait `alaihimus salam. Melalui tangan Imam Ash-Shadiq as ini, mazhab Syi`ah berkembang secara meluas dan kukuh dalam situasi yang tepat, yaitu menjelang keruntuhan kekuasaan Bani Umayyah.

    Syi`ah menjadi simbol jantung Islam yang berdenyut hidup. Seorang penulis Mesir, Muhammad Fikri Abun Nashr, mengungkapkan tentang Syi`ah, “Sesungguhnya Syi`ah tidak ada hubungannya dengan Abul Hasan Al-Asy`ari dalam ushuluddin dan tidak pula dengan mazhab yang empat dalam furu`(cabang-cabang agama). Sebab, mazhab para imam Syi`ah lebih dahulu daripada seluruh mazhab yang lainnya. Demikian juga mazhab Syi`ah ini lebih layak untuk diikuti karena pintu ijtihad dalam mazhab ini tetap terbuka hingga hari kiamat. Selain itu, mazhab Syi`ah ini tidak terpengaruh dengan perseteruan politik.” (Pendahuluan Dialog Sunnah Syi’ah hal. 10 cet. Kairo)

    Ustad Abush Shafa’ Al-Ghanimi At-Tiftazani berkata, “Banyak di antara peneliti, baik timur maupun barat, terdahulu maupun kontemporer, yang jatuh dalam penilaian yang keliru tentang Syi`ah, yang tidak bersandarkan pada dalil dan bukti yang kuat. Penilaian yang keliru ini telah tersebar di tengah-tengah orang banyak tanpa mereka menanyakan diri mereka sendiri tentang kebenaran atau kekeliruan penilaian itu. Diantara faktor yang menyebabkan tidak ada penilaian objektif di kalangan para peneliti itu adalah ketidaktahuan mereka yang diakibatkan tidak adanya perhatian mereka terhadap sumber-sumber Syi`ah, sebaliknya mereka mencukupkan diri dengan merujuk pada sumber-sumber lawan-lawan Syi`ah.” (Ma’a Rijalil Fikri fil Qahirah hal. 40-41)

    Wassalam

    • @All SYI’AH NIAN
      Wahh… ada ralat, hohoho… jangan-jangan sampean diralat jadi manusianyah…. hahaha

      @Wawan Ahlul Syi’ah
      Sesungguhnya Syi`ah itu, baik dalam ushuluddin maupun cabang-cabangnya, adalah esensi Islam yang hakiki, yaitu Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw.
      ________________________
      Tapi mengapa agama syi’ah shalatnya depan kuburan, apa Nabi Muhammad s.a.w mengajarkan yang demikian ?! :mrgreen:

      Tapi mengapa Agama Syi’ah menggunakan suka berwarna hitam, padahal Nabi Muhammad s.a.w mengajarkan/menggunakan suka warna putih, sesuai mengikuti IMAMNYA yaitu Nabi Ibrahim a.s oleh karena itu Nabi Muhammad s.a.w mewajibkan menggunakan pakaian PUTIH saat melaksanakan HAJI, demikian juga para ahli kesehatan lebih menyukai warna putih dari pada hitam.

      PAKAIAN dan CADAR ala Agama SYI’AH melambangkan HITAM nya hati dan fikiran mereka :D

      Syi`ah menjadi simbol jantung Islam yang berdenyut hidup. Seorang penulis Mesir, Muhammad Fikri Abun Nashr, mengungkapkan tentang Syi`ah,
      _______________________________
      Simbol jantung (HATI) bagi umat Agama Syi’ah sebagai keutamaan, tapi mereka lupa bahwa hati manusia itu senantiasa dibisiki oleh dua hal yang berlawanan:
      maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, (QS 91:8)

      Cilakanya kaum dan simpatisan Agama Syi’ah percaya 100% bahwa apa-apa yang di ILHAMkan pada IMAM SYI’AH dianggap benar semua, berarti mereka juga mengikari SURAH AN NAAS (QS 114) berikut :

      *** AN NAAS (manusia) ****
      1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
      2. Raja manusia.
      3. Sembahan manusia.
      4. dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
      5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.

      6. dari (golongan) jin dan manusia.
      MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMANNYA.

      Heyy… Para Ahlul AGAMA SYI’AH, tidak takutkah kalian bahwa Ilham yang sampean gembar-gemborkan itu ternyata yang ada pada Surah An Naas.

      Syi`ah menjadi simbol jantung Islam yang berdenyut hidup. Seorang penulis Mesir, Muhammad Fikri Abun Nashr, mengungkapkan tentang Syi`ah,
      _____________________________________
      Terbukti si Wawan Ahlul Syi’ah membela mati-matian terjemaahan Al Qur’an hasil karya DR. Rashad Khalifa…. walaupun beliau mengganti lafadz Allah dengan “God”, begitu juga walaupun berkeyakinan bahwa QS 9:128 dan 129 adalah PALSU.
      Lucunya DR. Rashad Khalifa sendiri tidak mengakui hadits (INGKAR SUNAH), tapi dibela mati-matian oleh yang mendewakan hadits (baca: AGAMA SYI’AH) :(

      Wassalam, Haniifa.

      • masyono9 said

        @Haniifa

        He he he aku kasihan banget sama si WAWAN udah ngaku bukan Syi’ah tapi tetap ngotot mempertahankan kesyi’ahannya. Bagaimana dia bukan pengikut syi’ah lawong mengatakan SYiah adalah islam yang hakiki yang dibawa oleh Rosullah.

        GPP kok anda bebas berpendapat, bebas mengelak dan bebas membuat tulisan,,,,
        Bung Wawan tolong dech anda membuat blog tersendiri jadi kami ingin memberikan pendapat tentang Syiah ditempat anda… gimana???

      • @Mas Yono9
        He he he aku kasihan banget sama si WAWAN udah ngaku bukan Syi’ah tapi tetap ngotot mempertahankan kesyi’ahannya.
        _________________
        :D

        Salam hangat selalu,

        #Haniifa.

  83. abifasya said

    Assalaamu ‘Alaikum
    Selamat Pagi !!!
    Pagi ini Abifasya menyapa sahabat dengan penuh kerinduan,
    Mari sambut hari senin ini dengan penuh keceriaan dan harapan untuk senantiasa mendapatkan Ridla Allah, awali langkah kita saat hendak barangkat kerja dengan “Bismillah”, semoga Allah menjadikan langkah-langkah kita sebagai amal shaleh.
    Dan jangan pernah berkata : “Aku Benci Hari Senin”
    Salam Ramadlan penuh Berkah.

    ______________________

    Wa’alaikum Salam, @Juragan
    :D
    Salam ramadlan kembali,

    #Haniifa.

  84. adi isa said

    @wawan

    kamu itu syiah apa bukan seh?

    gue semakin bingung dengan dikau/.////

  85. Assalamu’alaikum,
    Mas Haniffa, apa kabar? Mohon maaf ya, saya baru berkunjung lagi. Wah, komentar di tulisan ini banyak sekali, sudah ratusan jumlahnya. (Dewi Yana)

  86. wawan said

    - Perbaikan:

    Nabi Muhammad saw adalah Pendiri Syi`ah yang Sebenarnya

    Berangkat dari yang telah kami sebutkan sebelum ini, maka sesungguhnya sekelompok peneliti berkeyakinan bahwa Nabi Muhammad saw adalah pendiri yang sebenarnya bagi mazhab Syi`ah ini. Sebab, Nabi saw adalah orang pertama yang menggunakan istilah Syi`ah ini dalam hadis-hadis beliau bagi para pengikut `Ali bin Abi Thalib.

    Para mufasir dari kalangan Ahlus Sunnah menyebutkan bahwa ayat yang mulia ini: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk” (QS Al-Bayyinah [98]: 7) diturunkan berkenaan dengan `Ali bin Abi Thalib.

    Al-Hafizh Jamaluddin Az-Zarnadi meriwayatkan dari Ibn `Abbas bahwa ketika ayat ini diturunkan, Nabi saw
    bersabda kepada `Ali, “Mereka adalah kamu dan Syi`ahmu. Kamu dan Syi`ahmu akan datang pada hari kiamat dalam keadaan ridha dan diridhai, sedangkan musuh-musuhmu akan datang dalam keadaan dimurkai dan tertengadah.” (Ash-Shawa’iqul Muhriqah bab 11 hal: 99)

    Ini termasuk pendapat Ath-Thabari, seorang mufasir dan sejarawan terkenal. Dia meriwayatkan bahwa Hasan bin Musa An-Naubakhti berkata, “Kelompok (mazhab) yang pertama kali muncul (dalam Islam) adalah Syi’ah. Ia adalah kelompok `Ali bin Abi Thalib yang dinamakan Syi`ah Ali. Syi`ah muncul pada zaman Nabi saw dan sepeninggalnya. Mereka adalah kelompok yang terkenal dengan ketaatannya kepada `Ali bin Abi Thalib dan mengakuinya sebagai imam mereka.

    Di antara mereka adalah: Al-Miqdad bin AI-Aswad Al-Kindi, Salman Al-Farisi, Abu Dzarr Jundub bin Junadah Al-Ghifari, dan `Ammar bin Yasir Al-Mudzhaji. Mereka adalah orang-orang kepercayaannya. Mereka adalah orang-orang pertama yang dinamakan dengan tasyayyu` (Syi`ah) di kalangan umat ini. Sebab, nama Syi`ah ini adalah nama yang lama, seperti Syi`ah; Nuh, Ibrahim, Musa, `Isa, dan para Nabi.” (Tafsir Ath-Thabari 3/126)

    Dengan demikian, Nabi Muhammad saw sendirilah yang mengukuhkan fondasi Syi`ah ketika Beliau menyebutkan hadis-hadis tentang `Ali bin Abi Thalib sebagai simbol kebenaran, istiqamah, dan keimanan. (Ibid)

    Wassalam…

    • @Wawan alias Dede si ahlul bid’ah :mrgreen:
      State A:

      dede said
      September 11, 2009 at 9:45 pm

      Al Kafi(run) adalah Pendiri Syi`ah yang Sebenarnya :D

      State B:

      Wawan said
      September 13, 2009 at 11:47 am

      Koreksi:

      Syi`ah adalah Agama yang harus dijahui oleh Agama Islam, sebab mereka menggunakan AlKitab yang Kafi(run) :D , Oleh itu Allah mengingatkan umat Islam seperti pada Al Qur’an yang dibawa oleh Nabi Muhammad s.a.w.
      Agama Islam: Surah Al Kafiruun.
      1. Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir,
      2. aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
      3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
      4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.
      5. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
      6. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”.

      ___________________________
      - Untukmulah Agamamu Syi’ah dengan kitab pegangan Usul Kafi dan Perkataan Imam Syi’ah (Hadits yang tahrif berbahasa PARSI/PERSIA) :P
      + Untuku Agamaku := Sunatullah (Al Qur’an) dan Sunah Rasul (Hadits Shahih)
      ____________________________
      - Agama Syi’ah menyembah Imam-imam syi’ah :P
      + Agama Islam mengikuti ajaran Imamnya seluruh Manusia.
      ____________________________
      - Agama Syi’ah menggunakan cadar/jilbab berwarna hitam, artinya mereka memang datang dari dunia kegelapan, dan hanya mata yang tampak… artinya mulutnya penuh fitnah.
      + Agama Islam menggunakan Jilbab selain hitam, artinya memang sesuai dengan kehendak Allah bahwa manusia itu bermacam-macam.
      _____________________________
      Hey.. para ahlul syi’ah, sampean semua tidak bisa menjawab (QS 112:1) saya maklumi karena saya yakin ayat berikut.
      Dan sesungguhnya telah Kami buat dalam Al Qur’an ini segala macam perumpamaan untuk manusia. Dan sesungguhnya jika kamu membawa kepada mereka suatu ayat, pastilah orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Kamu tidak lain hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka”. (QS 30:59)

      State C:

      wawan said
      September 14, 2009 at 2:08 pm

      - Perbaikan:
      Hua.ha.ha… mau diperbaiki berapa kalipun sekali bathil tetap bathil…
      Dasar Agama Syi’ah… aya-aya wae :D :lol:

      Nabi Muhammad saw adalah berlawanan dengan pendiri Syi`ah yang sebenarnya termasuk dalam katagori Al Kafirun.
      Karena dalam Agama Islam setiap Shalat, senantiasa memohon kepada Allah dan memberikan/membacakan Shalawat sebagaimana Allah menunjukan kepada IMAM nya manusia.

      ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ = Allahumma salli ‘ala Muhammad = Ya Allah, berikanlah selawat kepada Muhammad
      ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ = Wa’ala aali Muhammad = Dan kepada keluarga Muhammad
      *) aali = keluarga, bukan Imam Ali.. hehehe perhatikan 2x huruf “a” (“aa”)

      ﻛﻤﺎ ﺻﻠﻴﺖ ﻋﻠﻰ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ = Kama solaita ‘ala Ibrahim = Sebagaimana Engkau memberikan selawat kepada Ibrahim
      **) Jelas kalian Agama Syi’ah… hehehe… Shalawat itu MUHAMMAD ke IBRAHIM…. kalau kalian IMAM ALI baba ke Nabi saw :D :lol:

      ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ = Wa’ala aali Ibrahim = Dan kepada keluarga Ibrahim
      ***) BACA KELUARGA ALI IMRAN.. hehehe… bukan keluarga Imam Ali :P

      ﻭﺑﺎﺭﻙ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ = Wa baarik ‘ala Muhammad = Ya Dan Engkau berikanlah keberkatan kepada Muhammad
      ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ = Wa’ala aali Muhammad = Dan kepada keluarga Muhammad
      Ingat-ingat aali = keluarga, bukan si ali :mrgreen:

      ﻛﻤﺎ ﺑﺎﺭﻛﺘﺎ ﻋﻠﻰ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ = Kama barakta ‘ala Ibrahim = Sebagaimana Engkau memberikan keberkatan kepada Ibrahim
      Ingat-ingat kata-kata “SEBAGAIMANA” :D

      ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ = Wa’ala aali Ibrahim fil ‘alamin = Dan kepada keluarga Ibrahim dalam dunia ini dan diakhirat.
      INGAT-INGAT Al Qur’an = rahmatan lil ‘alamin… hehehe…

      ﺇﻧﻚ ﺣﻤﻴﺪ ﻣﺠﻴﺪ = Innaka hamiidum majiid = Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Tinggi

      Catatan:
      Oom Wawan suka shalat tarawih sendiri nggak ?!
      (kata sampean kalau berjamaah bid’ah…. :mrgreen: )

      Wassalam, Haniifa.

    • Eagle said

      Saudara Wawan.. wawan, sudah jelas argumentasi saudara sangat lemah sekali tapi saudara masih nekat, hehehe

  87. @Wawan alias Dede si ahlul bid’ah :mrgreen:
    Kitab utama Agama Syi’ah itu Al Kafi = rahmatan lil IRANin :P yang berasal dari agama penyembah Api….hehehe
    Imam utama Agama Syi’ah = Imam Ali :mrgreen:

    Kitab utama Agama Islam itu Al Qur’an = rahmatan lil ‘alamin.
    Imam utama Agama Islam = Imam Ibrahim a.s
    ﻛﻤﺎ ﺑﺎﺭﻛﺘﺎ ﻋﻠﻰ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ

    Kama barakta ‘ala Ibrahim wa’ala aali Ibrahim fil ‘alamin
    Sebagaimana Engkau memberikan keberkatan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim fil ‘alamin

    AL QUR’AN = RAHMATAN LIL ‘ALAMIN….. Cocok yah.. Hua.ha.ha…

    Wassalam, Haniifa.

  88. D3pd said

    Saya mengucapkan, mohon maaf lahir dan bathin, selamat hari raya idul fitri 1430 Hijriah, 2 minggu saya mudik ke kampung halaman tercinta, ^_^…V terima kasih sobat miss you

  89. KangBoed said

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllll

  90. KangBoed said

    Tertunduk ku dimalam ini
    Terdiam mencoba berucap nada CINTA
    Alunan Zikir alam semesta sayup terdengar
    menyapa mesra diri lemah tiada daya
    kudengungkan dalam qolbu terdalam
    Nyanyian pengagungan dan penyembahan
    Hadirkan diri dalam CINTA membara
    Perlahan tapi pasti getar menyambut
    Bagaikan gelombang membuat diri tergetar
    Hanyut sudah dalam buaian syahdu
    Diri hilang lenyap dalam pangkuanNYA
    Terang benderang padang terawangan..
    hilang.. lenyap.. tiada keberadaan..

    doooooh nikmaaaaatnyaa

  91. KangBoed said

    doooooooooh aki akina galak pisaaaang.. ditewakkan wae hehehe

  92. batjoe said

    mas haniffa saat sujud terus kita menagis bagaimna ya hukumnya…
    soalnya kemarin saya sujud sempet menagis karena teringat rasa bersalah yang besar selama ini… jadinya sholat tidak khusuk ya (mnegingat- ingat dosa) bukan Allah.
    bagaimna ya mas? saya bingung dan mohon bantuannya…

    • @Mas Batjoe
      soalnya kemarin saya sujud sempet menagis karena teringat rasa bersalah yang besar selama ini… jadinya sholat tidak khusuk ya (mnegingat- ingat dosa) bukan Allah.
      ______________________
      Justru sampean sedang mengingat Allah.
      Coba kita hitung : Subhana rabbiyal ‘ala wa bihamdihi 3x
      Subhanallah = Allah Maha Suci 3x
      Rabbul ‘alamin = Allah Maha Pemelihara alam semesta 3x (Al ‘Aliyyu = Allah Maha Tinggi )
      Al Hamdu = Allah Maha Terpuji 3x

      bagaimna ya mas? saya bingung dan mohon bantuannya…
      _______________________
      Jadi nggak ada yang aneh khan !!

      Wassalam, Haniifa.

  93. [...] Baca selengkapnya :: disini :: [...]

  94. [...] Mister Tuang Besar Ressay, janganlah saiyah diseret kemeja hijau  hanya gara-gara merubah wajah sampean yang berkepala besar [...]

  95. [...] Ceu Wawan as Ahlul Agama [...]

  96. wawan said

    Oy, ngga sportif ah, hahaha… :mrgreen:

  97. [...] Saran saya coba teliti lagi, sebelum memperlihatken yang lebih nyeleneh: (QS 16:68) وَأَوْحَى رَبُّكَ = “wa auha rabbuka” atau “wa awha rabbuka” [...]

  98. Rudy said

    Wahai para pengecam Syiah.
    Kalian semua belajarlah dulu!. Gunakan akal kalian!.

  99. Rudy said

    Wahai para pengecam Syiah.
    Kalian semua belajarlah dulu!. Gunakan akal kalian!.
    Orang-orang syiah prihatin dengan kedunguan kalian!

  100. Zahra said

    setuju…. pelajari dulu apa makna syiah sebenarnya.. syiah kan pengikut imam Ali (Putra Ka’bah), pecinta ahlul bayt dan mempercayai 12 imam sepeninggal Rasulullah. ingat. imam. bukan Rasul. kalian tau gak ttg peristiwa di gadhir kum? di mana Rasulullah saw JELAS2 telah memilih Ali sebagai penerus kekhalifahan. pada saat menjelang nabi wafat siapa yang berada di samping beliau? dan pesan apa yang beliau ucapkan sebelum beliau wafat ? Kutinggalkan kepada > kalian dua peninggalan yg besar (tsaqalain) : Kitab Allah dan itrah > ahlul baitku.

    dan sekarang pikir baik2 :
    imam Sunni (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hambali)
    imam Syi’ah (Ja’fari)

    apa salah kami memilih imam ja’far yang faktanya :
    -beliau adalah keturunan langsung dari Rasulullah saw dari garis keturunan Fatimah Azzahra.
    -beliau adalah imam yang paling dekat masa hidup nya dari Rasulullah saw. (imam ke-6)

    baca juga mengenai peristiwa Karbala. syiah nggak main2. kami mempercayai Ali karena ali adalah ahlul bayt yang JELAS2 Al-Qur’an pun menjamin kesuciannya
    “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”
    (Al-Ahzab : 33)

    BACA HADIST2 MENGENAI AHLUL BAYT. (Rasulullah saw, imam Ali, Fatimah Azzahra, imam Hasan, imam Husain)

    BACA JUGA MENGENAI PERISTIWA KARBALA. pembantaian sadis terhadap Imam husain (putra Ali, serta cucu tercinta Rasulullah saw). Ringkas, lengkap dan sungguh jelas -> http://bit.ly/4E9Ko9

    pelajari syiah yang sebenarnya, hati2 dalam mencari sumber. dan yang terpenting :
    jangan kunci hati anda. jika memang sejarah mengenai syiah/pengangkatan imam ali/ahlul bayt tetap tidak bisa anda terima itu berarti memang pilihan anda. Allah pun telah memilihkan untuk anda jalan tersebut. hidup ini gak sampe 100 tahun. jangan sampai anda salah menentukan pilihan. taruhannya : kehidupan akhirat yang kekal & abadi.

    • @Zahra
      setuju…. pelajari dulu apa makna syiah sebenarnya.. syiah kan pengikut imam Ali (Putra Ka’bah),
      ___________________
      Wahh… aneh Ka’bah bisa melahirkan anak.

      dan sekarang pikir baik2 :
      imam Sunni (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hambali)
      imam Syi’ah (Ja’fari)

      ___________________
      Sampean yang pikirkan dengan baik, IMAMnya seluruh manusia didalam Al Qur’an hanya satu orang saja yaitu Nabi Ibrahim a.s… jangankan si Imam Ali as… Muhammad s.a.w saja tidak disebut-sebut sebagai IMAM.
      Nabi Muhammad s.a.w, sampean, Sayah dan siapapun bisa jadi Imam jika sedang meng IMAMi SHALAT wajib/Jum’at dll.

      baca juga mengenai peristiwa Karbala. syiah nggak main2. kami mempercayai Ali karena ali
      _________________
      pertama:
      Di Karbala adalah cerita fiktif atau memang ada orang yang kepalanya di PANCUNG samai BUNTUNG… kemudian disembah-sembah oleh orang-orang YAHUDI_PERSIA (IRAN)

      kedua:
      Nama Ali bukan hanya Ali bin Abi Thalib saja (menantu) ada juga Ali bin Zainab (cucu dari anak pertama Rasulullah)

      ketiga:
      Alhul bayt menurut Al Qur’an berjenis kelamin wanita, silahken sampean cari artikel sayah yang berkaitan.

      Wassalam, Haniifa.

      • Zahra said

        TAHUKAH ANDA DI MANA IMAM ALI LAHIR? IA LAHIR DI DALAM KA’BAH.
        AHLUL BAYT artinya ORANG RUMAH. plis baca : http://id.wikipedia.org/wiki/Ahlul_Bait

        OK, I REST MY CASE.
        Anda sudah memilih jalan anda, saya jalan saya.
        kita tinggal tunggu kebenarannya di hari penentuan nanti.

        SATU HAL,
        SEJARAH,
        GAK BISA DIBOHONGI.
        BACA, BACA, DAN BACA.

        *saya menulis terburu2, harap dimaklumi..*
        Wassalam

      • @Neng Zahra
        SATU HAL,
        SEJARAH,
        GAK BISA DIBOHONGI.
        BACA, BACA, DAN BACA.

        _____________________
        Sejarah itu relatif kebenarannya sedangkan Al Qur’an itu mutlak kebenarannya adapun tafsiran sekurang-kurangnya diatas 90% kebenarannya, lha sekarang sampean perhatiken dengan seksama kisah Nabi Nuh a.s dalam (QS 11:42-46)

        Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku, termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.” (QS 11:45)

        *** PERHATIKAN NABI NUH AS berkata ANAKU, termasuk KELUARGAKU ***

        Apa jawab Allah subhanahu wa ta’ala. ?!

        Allah berfirman: “Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat) nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.” (QS 11:46)

        Saya mau tanya sama sampean : Hai orang-orang penyembah IMAM ALI SAPI GILA dan IMAM HUSEIN SAPI EDAN.

        Apakah Allah menjanjikan sesuatu didalam Al Qur’an kepada Fatimmah bin Muhammad ?!

        Syi’ah super idiot…

        Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku, termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.” (QS 11:45)

    • Zahra said

      saya bisa menangkap maksud anda mengenai ayat tersebut.

      menurut logika bodoh saya :
      Fatimah bisa dianggap sebagai ibu manusia2 suci keluarga nabi .
      dan Ali adalah ayah dari manusia2 suci, imam pertama (saya tahu anda tidak dapat menerima kata imam, maafkan saya, tp tolong jangan menambahkan kata2 yang tidak pantas untuk mereka, apakah anda bisa menjamin anda lebih mulia dari mereka? jangan perolok mereka).

      Allah udah menanamkan perasaan cinta yang begitu kuat terhadap Rasulullah dan keluarganya pada hati saya.

      Sekarang gantian, saya menuliskan ttg Ahlul Bayt dalam pandangan Al-Qur’an :

      Asy Syura : 23
      “Katakanlah (wahai Muhammad!) Aku tidak meminta upah dari kalian atas penyampaian risalah ini, selain kecintaan (kalian) kepada keluarga (ku)”

      Al-Insan : 5 – 22
      baca lah ayat ini, cari tafsir nya. ini tentang Ahlul Bayt yang mencintai orang miskin, anak yatim (merekalah yang memberi makan pada ayat ini) dan janji Allah atas mereka di akhirat nanti.

      Al-Maidah :55 – 56
      “Sesungguhnya pemimpin kalian adalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman (Ali as.) yang mendirikan salat dan mengeluarkan zakat dalam keadaan ruku’ (tunduk kepada Allah). Barang siapa mengangkat Allah, Rasuln-Nya dan orang-orang beriman menjadi pemimpin, maka sesungguhnya golongan Allah itulah orang-orang yang menang”

      Zamakhsyari menyebutkan dalam tafsir al-Kasysyaf :
      “Sesungguhnya ayat ini diturunkan mengenai keutamaan Ali as., ketika seorang pengemis datang meminta-minta sementara beliau sedang ruku’ dalam shalatnya. Lalu ia melepas cincinnya diberikan kpd pengemis tadi, seakan-akan cincin itu mengganggu jari kelingkingnya. Ia tidak banyak bergerak untuk melepas cincin itu, karena khawatir bisa membatalkan salatnya.”

      terserah mas Hanif bisa menerima ini atau nggak, yang jelas ini benar2 tertulis dalam Al-Qur’an yang mulia.

      Wassalam

      • @Zahra
        Memang kamu sudah mengakui berlogika bodoh, buat apa saya percaya sama kebodohan sampean…
        contoh:
        Al-Maidah :55 – 56
        “Sesungguhnya pemimpin kalian adalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman (Ali as.)… IDIOT BIN BODOH ada nggak tulisan ALI AS didalam Al Qur’an ?!

      • @Zahra
        Zamakhsyari menyebutkan dalam tafsir al-Kasysyaf :
        “Sesungguhnya ayat ini diturunkan mengenai keutamaan Ali as., ketika seorang pengemis datang meminta-minta sementara beliau sedang ruku’ dalam shalatnya.

        ___________________
        IDIOT BIN BODOH jika sedang shalat apalagi ruku, kemudian lebih mengutamakan memberikan CICIN…artinya si IMAM ALI AS BATAL SHALATNYA … artinya lag si IMAM ALI AS bukan shalat tapi sedang menyembah SAPI BETINA

        *** PAHAM SAMPEAN ***

      • Zahra said

        terserah penilaian mas Hanif deh. hehe

        tp nanti kalo di akhirat ternyata mazhab saya yang benar, jangan tuntut saya ya. saya uda kasih tau loh (hehe yang ini becanda..)

        salam damai selalu
        kita sama2 Islam kan.
        berdebat itu bagus kok.
        agat ditemukan jalan kebenaran.

      • Zahra said

        oh ya maaf ya mas Hanif
        saya rasa anda saat ini sedang menjadi orang yang berhati keras.
        terlihat dari perkataan anda yang seolah2 begitu dendam dan benci pada Ali bin Abi Thalib (imam Ali as.). Menjurus pada melecehkan. tolong jangan lagi menyebutkan perkataan hina seperti tolol, bodoh untuk mereka. untuk saya tidak apa, memang saya seperti yang anda sebutkan.

        tapi mungkin saja karena saya menyebut kata ‘Imam’ didepannya. seolah anda begitu tidak terima. anggap lah saya tak pernah menulis kata ‘imam’ di depan nama nya.

        Maaf ya mas saya cuma takut gara2 comment2 bodoh saya, mas jadi menghina imam Ali & imam Husein. padahal mereka faktanya adalah KELUARGA, SAUDARA, MENANTU, SUAMI DARI PUTRI TERCINTA, DAN CUCU KESAYANGAN BELIAU. MEREKA PUN MULIA DI MATA ALLAH.

        mohonkan ampun untuk saya.

      • @Zahra IDIOT
        Tidak perlu permohonan maaf sedikitpun sayah sama kamu, memannya sampean TUHAN yang maha Esa, silahken sampean mau menuhankan Imam Ali as, Imam Husein as itu urusan sampean… dan sudah saya bilang berkali-kali
        SAYA HANYA TAHU TAKHLIFA,… (biasa disebut Khalifah) ALI BIN ABI THALIB….dsb.

        Sekarang silahken baca ini baik-baik.

        Subhanallah
        Alhamdulillah
        Saya membedakan konsepsi penggunaan dan propaganda busuk atas nama “Imam Ali as”
        (baca: Imam Ali as bukanlah Ali Bin Abi Thalib). Sebagaimana yang kita lihat bahwa Agama Syi’ah memcoba membuat Ka’bah tandingan di IRAK ..::Click Me::..
        Jika ditelisik lebih jauh maka “Imam Ali as” dalam kacamata Agama Syi’ah adalah derivasi dari Abrahah bin Saba’h, jika tidak keberatan silahken baca komentar ini.

        Ada yang menarik tentang sosok Abrahah ini ['Abraha al-Ashram (in Arabic أبرهة الأشرم) or Abraha b. as-Saba'h ]

        Kalau masih kurang yakin akan kesesatan Agama Syi’ah, coba perhatikan film tentang prosesi wafatnya Imam Khomeini pada 3:13 s/d selesai, maka akan terdengar seruan yang nyeleneh sbb:

        lo ila ha ilaloh
        ali ya loh
        ali ya loh :evil:
        lo ila ha ilaloh

        _____________________________
        (Itu yang saya dengar, seandainya :
        Laa ilaha illa Allah
        Ali Yaa Allah
        Ali Yaa Allah
        Laa ilaha illa Allah

        Menurut pemahaman Islam tidak benar karena:
        1. Nama Nabi Muhamamd s.a.w saja tidak boleh disetarakan dengan Asma Allah.
        2. Sangat jelas Syahadatain Agama Syi’ah tidak mengakui Nama Nabi Muhammad s.a.w

        Wassalam, Haniifa.

  101. Zahra said

    anda pilih mana keluarga yang sudah disucikan serta sahabat pilihan.

    atau

    sahabat yang lainnya? yang bisa jadi diantara mereka ada yang benar, namun ada juga yang salah?

    bukankah

    setiap kita salat mengucapkan
    “Allahuma Sali ala Muhammad wa Ali Muhammad”
    “Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad”

    bukankah imam Ali termasuk di dalam salawat tersebut?

    bukankah Rasulullah sendiri yang mengaktakan :
    “Aku (Rasulullah) adalah kota ilmu dan ‘Ali adalah pintunya.”

    bukankah Ali adalah pemuda yang paling dekat dengan Rasulullah semasa hidupnya (saudara sepupu, menantu, sahabat) dibandingkan Khulafaur Rashidin yang lain (Abu Baqar, Ustman, Umar yang sejarah mengatakan sepeninggal Rasul mereka ingkar terhadap beliau bahkan berbalik memusuhi KELUARGA RASULULLAH YANG SUCI)?

    INGATKAH PERISTIWA TANAH FADAK? FATIMAH AZZAHRA (PUTRI KESAYANGAN BAGINDA RASULULLAH SAW, PENGHULU WANITA DI SURGA)* DIRAMPAS HAK NYA DAN BEGITU TERLUKA BAIK HATI DAN FISIKNYA)

    bukankah jelas sejarah2 itu?

    TEGAKAH ANDA MELIHAT KELUARGA RASUL DIBANTAI HABIS2AN SEPENINGGAL BELIAU?

    BACA SEJARAH.

    • @Zahra
      Silahken sampean berbusa-busa… semua rekan disini hanya mengenal ISLAM.
      faham syi’ah = faham sesat dan idiot.
      contoh pernyataan sampean:

      anda pilih mana keluarga yang sudah disucikan serta sahabat pilihan.
      ______________________
      Pertama:
      PILIH KELUARGA SENDIRI AYAH dan IBU kandungmu, kemudian saudara kandung, kemudian kaum kerabat…dsb.

      Kedua:
      Rasulullah bersabda: IBUMU, IBUMU, IBUMU baru AYAHMU..dsb… cari haditsnya …

      Yang paling penting silahkensapean baca ini jika sampean seorang ISLAM yang percaya kepada firman Allah dan Rasulullah.

      Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS 17:23)

      Paham sampean arti kata “ucapkan kepada mereka perkataan yang mulia”, bukan memuliakan IMAM ALI Asli Sapigila atau KEPALA BOTAK IMAM HUSEIN Asli Sapidungu… hehehe

      Wassalam, Haniifa.

      • Zahra said

        kok anda tega memperolok KELUARGA Rasulullah? tega gak keluarga anda digituin? semoga mereka memaafkan kamu.

        saya TIDAK LEBIH MEMULIAKAN imam Ali, imam Husein dibanding Rasulullah kok. Nabi sendiri yang menyuruh kita untuk mencintai mereka.

        Salam damai Hanifa, aku gak mau memperdebatkan ini lagi.
        yang terpenting kita sama2 mencintai Rasulullah. itu yang paling penting.

        Allahuma Sali ala Muhammad wa Ali Muhammad..

        Wassalam.

      • @Zahra
        Saya tidak tahu menahu urusan mereka, dan kalau sampean menyebutkan Imam Ali as. buat saya itu yang dimaksud bukan Ali bin Abi Thalib, kalau sampean bilang Fatimah Az Zahra buat saya bukan Fatimah bin Muhammad….

        *** PAHAM SAMPEAN ***

        Kalau sampean ribut melulu soal Wikipedia… silahkan sampean buktiken kebohongan WIKI disini:

        http://haniifa.wordpress.com/2009/05/16/rahasia-dibalik-surah-al-faatihah/

        Buktikan kepada saya kepandaian kamu tentang AL QUR’AN

        Wassalam, Haniifa.

      • @Neng Zahra
        Bijimana sampean masih meributkan dalil yang aneh bin ajibun:

        Allahuma Sali ala Muhammad wa Ali Muhammad..
        Dalil dari mana ini, dari planet :evil:

        Perhatikan link dibawah ini…
        http://haniifa.wordpress.com/2009/08/22/agama-syi%e2%80%99ah-sama-dengan-agama-kristen-2/#comment-5382
        (baca dulu, sebelum sampean kesurupan kepala Si Husein)

        ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ = Allahumma shalli ‘ala Muhammad = Ya Allah, berikanlah selawat kepada Muhammad
        ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ = Wa’ala aali Muhammad = Dan kepada keluarga Muhammad

        *) aali = keluarga, bukan Imam Ali.. hehehe perhatikan 2x huruf “a” (“aa”)

        ﻛﻤﺎ ﺻﻠﻴﺖ ﻋﻠﻰ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ = Kama shalaita ‘ala Ibrahim = Sebagaimana Engkau memberikan selawat kepada Ibrahim

        **) Jelas kalian Agama Syi’ah… hehehe… Shalawat itu MUHAMMAD ke IBRAHIM…. kalau kalian IMAM ALI baba ke Nabi saw :D :lol:

        SEBAGAIMANA ENGKAU BERIKAN SALAWAT KEPADA NABI IBRAHIM AS… jelas!!!

        Wassalam, Haniifa.

      • Zahra said

        memang bukan imam Ali kok. hehe perhatikan lagi penulisan saya.

        “Allahuma Sali ala Muhammad wa Ali Muhammad”
        “Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad”

        tapi imam Ali adalah bagian dari keluarga kan? begitu juga Fatimah Azzahra, al-Hasan, al-Husain.

        AZ-ZAHRA itu gelar nya mas. artinya wanita bercahaya.
        Jabir bertanya kepada Imam Shadiq a.s., “Apa artinya Zahra?” Imam a.s. menjawab, “Karena Allah SWT menciptakan Fathimah dari cahaya.”

        Saya jadi agak meragukan anda (maaf ya..) anda mengaku umat Muhammad, tapi mengapa anda tidak mengenal keluarga beliau?

      • Zahra said

        Ralat (namanya juga manusia)
        “Allahuma Sali ala Muhammad wa Aali Muhammad”
        tp memang yang saya maksud itu adalah keluarga, bukan imam Ali, hanya saja beliau termasuk di dalamnya.

      • @Zahra
        Imam Ali as pasti keluarga penyembah sapi betina

        Ali bin Abi Thalib keluarga ABI THALIB makannya baca dunk AL QUR’AN

        Sampean kalau mati pasti pakai BINTI nama BAPAK KADUNGMU..

      • @Zahra
        Ralat (namanya juga manusia)
        “Allahuma Sali ala Muhammad wa Aali Muhammad”

        _________________
        Bilang ajah sampean nggak becus baca tulis Al Qur’an.

        Sali = pakai huruf sin
        Shali ﺻﻞ = pakai huruf shod

        IDIOT…

      • Zahra said

        “Allahuma Shali ala Muhammad wa Aali Muhammad”

        makasih mas uda dibenerin….. : )
        saya memang idiot, tolol, bahkan hina (udah sadar dari lama). hehe maaf..

        yang jelas kita ga bermusuhan dong : )

      • @Zahra
        Silahken kalau sampean mau bermusuhan sayah tock nggak perduli, tapi kalau sampean mau mempelajari artikel saya kemudian suatu ketika mengkritisi maka saya akan bersyukur Alhamdulillah, karen kamu lebih pandai :D

      • Zahra said

        insyaAllah saya baca, tp ga semua nya lah….. he he ga cukup otak ini
        tp kemungkinan besar pemahaman mas tidak dapat saya terima

        karena begitu CINTANYA SAYA PADA ALLAH, RASULULLAH SERTA KELUARGANYA. : )
        (DAN SAHABAT2 PILIHAN yang mencintai keluarga Rasul,bukan mengkhianati/membantainya *ini jangan dimasukkan ke hati*)

        tambah lagi deh :
        siapa yang menyakiti Fatimah, ia menyakiti Rasul kan?

        Wassalam

      • Idiot Fatimah itu temen esempe sayah, tapi udah sayah putusken … bokapnya galak euy :mrgreen:

    • Cekixkix said

      @Tante Zahra
      Yuu… di mu’tah otong gue dong… Cekixkix…kix…kix…

      Pasti enak gila di emut sama Zahra… kix…kix..

  102. Zahra said

    memang sudah terpatri di benak mas Hanif bahwa Ali bin Abi Thalib (atau saya biasa memangggilnya imam Ali) itu buruk, sesat dll. padahal begitu mulianya beliau di mata Rasulullah saw dan Allah swt.

    jadi saya gak bisa ngomong apa2 lagi. gpp mas.. saya hanya anak kecil yang berusaha mengeluarkan pemikiran saya. ilmu saya sangat dangkal mas. bagaikan setetes dari lautan yang begitu luas (ciee, puitis..)

    karena bisa jadi saya yang keliru, mas yang benar. kita tidak akan pernah tahu selama masih hidup di dunia ini kan. jawabannya dari Allah sendiri nantinya.

    Semoga Allah lah yang membimbing kita. semoga Dia lah yang menambahkan ilmu dalam benak kita dengan ilmu yang benar. Amin.

  103. Zahra said

    Syiah mana yang mas hanif pelajari?
    kalo saya Syiah yang murni asli pengikut Ali, pecinta Ahlul Bayt ( Rasulullah saw, Imam Ali, Sayyidah Fatimah Azzahra, al-Hasan & al-Husein), saya juga termasuk yang mempercayai ada nya 12 imam penerus Rasulullah. bukan menggantikan beliau sebagai Rasulullah, melainkan hanya sebagai pemimpim/pembimbing di zaman mereka masing2 sepeninggal Rasul. Wajar, karena Rasulullah saw nggak ingin kita tersesat.

    dan Rasulullah saw ingin HADIST2/PERKATAAN NYA TERJAGA KEASLIANNYA YANG DIJAGA MELALUI ANAK, CUCU, CICIT, DAN SETERUSNYA karena banyak hadist ngawur. tp kalo anda belajar hadist anda pasti akan berujung pada kebenaran = AHLUL BAYT.

    mungkin aja banyak syiah2 sesat.
    Syi’ah kan terbagi2 mas, ada banyak. begitu pun Sunni.

    saya tidak percaya syiah yang mengganti2 surat, sejarah. saya hanya mengikuti Rasulullah. Rasulullah menyuruh kita mencintai mereka.

    mungkin saja saya bukan termasuk Syi’ah, saya hanya pecinta Ahlul Bayt atau MAZHAB AHLUL BAYT LEBIH TEPAT NYA

    mungkin saja saya bukan termasuk Syi’ah, saya hanya pecinta Ahlul Bayt atau MAZHAB AHLUL BAYT LEBIH TEPAT NYA

    • @Zahra IDIOT…
      (sampean yang membolehkan saya mengatakan apapun… dasar idiot)

      >BACA tulisan ZAHRA si IDIOT

      AZ-ZAHRA itu gelar nya mas. artinya wanita bercahaya.
      Jabir bertanya kepada Imam Shadiq a.s., “Apa artinya Zahra?” Imam a.s. menjawab, “Karena Allah SWT menciptakan Fathimah dari cahaya.”

      Sekarang apa saran @ZAHRA kepada saya:

      Menjurus pada melecehkan. tolong jangan lagi menyebutkan perkataan hina seperti tolol, bodoh untuk mereka. untuk saya (ZAHRA) :D tidak apa, memang saya (ZAHRA) :D seperti yang anda sebutkan.

      Hua.ha.ha… tolong apa lontong..

      Imam Ali Asli Sapigila
      Imam Husein Asli Sapigila
      Az Zahra Asli Sapibetinagila….

      Idiot… kabeh… hua.ha.ha…..

  104. Zahra said

    YANG MENGAKU UMAT NABI MUHAMMAD, (menurut logikanya, seharusnya) MENCINTAI KELUARGANYA JUGA.

    sekarang kenal aja nggak, anda bukannya memumuliakan mereka, malahan mendikte mereka sebagai orang2 yang membawa ajaran sesat.

    hati2 mas Hanif, anda menghina, melecehkan, membodoh-bodohkan Ali bin Abi Thalib, serta keluarga Rasulullah saw yang lain, itu berarti anda melakukan hal yang sama terhadap Rasulullah saw.

    hinalah orang bodoh seperti saya, tp jangan hina Ahlul Bayt, mereka suci.
    INGAT RASULULLAH SAW, TERMASUK DALAM AHLUL BAYT, beliau adalam pemimpin dalam Ahlul Bayt.

    ANDA SUDAH BACA HADIST KISA?

    Hadist Shahīh Ahlul Kisa
    Shahīh Muslim, vol. 7, hal. 130

    Aisyah berkata, “Pada suatu pagi, Rasulullah saw keluar rumah menggunakan jubah (kisa) yang terbuat dari bulu domba. Hasan datang dan kemudian Rasulullah menempatkannya di bawah kisa tersebut. Kemudian Husain datang dan masuk ke dalamnya. Kemudian Fatimah ditempatkan oleh Rasulullah di sana. Kemudian Ali datang dan Rasulullah mengajaknya di bawah kisa dan berkata,

    “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu wahai Ahlul Bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al-Ahzab Surat ke 33 ayat 33)

    Sunan at-Turmudzi, Kitab al-Manâqib
    Ummu Salamah mengutip bahwa Rasulullah saw menutupi Hasan, Husain, Ali dan Fatimah dengan kisa-nya, dan menyatakan, “Wahai Allah! Mereka Ahlul Baitku dan yang terpilih. Hilangkan dosa dari mereka dan sucikanlah mereka!”

    Ummu Salamah berkata, “Aku bertanya pada Rasulullah saw, Wahai Rasul Allah! Apakah aku termasuk di dalamnya?” Beliau menjawab, “Engkau berada dalam kebaikan (tetapi tidak termasuk golongan mereka).”

    Imam Turmudzi menulis di bawah hadits ini, “Hadits ini shahīh dan bersanad baik, serta merupakan hadits terbaik yang pernah dikutip mengenai hal ini.”

    apa pendapat mas hanifa ttg hadist & ayat tersebut?

    • @ZAHRA SUPER DUPER DUNGU :mrgreen:

      Menjurus pada melecehkan. tolong jangan lagi menyebutkan perkataan hina seperti tolol, bodoh untuk mereka. untuk saya (ZAHRA) :D tidak apa, memang saya (ZAHRA) :D seperti yang anda sebutkan.

      _______________________
      ZAHRA TOLOL
      ZAHRA BODOH
      ZAHRA HINA DINA

      hua.ha.ha…. idiot.

    • @ZAHRA
      hoohoho.. sayah lupa sampean minta pendapat yach..

      Kalau sampean saya perkosa, dari tolongg…tolongnnggg…. lama-lama sempean keenakan jadi lontong…lontooongggnn Zahra dilontongin… hua.ha.ha…

      Sikian pendapat sayah… :D :lol: :D

      • Zahra said

        patutkah umat Islam berbicara seperti itu?
        anda beragama Islam atau bukan?
        bicara kotor ga layak, jijik dengernya…

        Andai saja Rasulullah saw, Ali bin Abi Thalib, Fatimah binti Muhammad, al-Hasan dan al-Husain hadir di tengah-tengah pembicaraan kita untuk meluruskan semua ini.

      • Cekixkix said

        @Tante Zahra emang suka dilontongi siapa… Cekixkix…kix…kix..

      • @Neng Zahra mudah-mudahan montox’s :mrgreen:
        (sampean yang membolehkan saya mengatakan apapun… dasar idiot)

        >BACA tulisan ZAHRA si IDIOT

        AZ-ZAHRA itu gelar nya mas. artinya wanita bercahaya.
        Jabir bertanya kepada Imam Shadiq a.s., “Apa artinya Zahra?” Imam a.s. menjawab, “Karena Allah SWT menciptakan Fathimah dari cahaya.”

        Sekarang apa saran @ZAHRA kepada @HANIIFA:

        Menjurus pada melecehkan. tolong jangan lagi menyebutkan perkataan hina seperti tolol, bodoh untuk mereka. untuk saya (ZAHRA) :D tidak apa, memang saya (ZAHRA) :D seperti yang anda sebutkan.

        Hua.ha.ha… tolong apa lontong..

        Imam Ali Asli Sapigila
        Imam Husein Asli Sapigila
        Az Zahra Asli Sapibetinagila….

        Idiot… kabeh… hua.ha.ha…..

      • Cekixkix said

        @Tante Zahra

        elo…eloo…looonntttooonnggggggggggg…. Cekxikxi..kix..kix..

      • immot said

        salam

        coba lihat deh lihat di tafsir Quran(Ibn Katsir)/Muhammad Nasib ar-Rifai penerbit Gema insani thn 2000 surat 33 ayat 33, di sana di jelaskan bahwasanya siapakah Ahlulbayt itu, see juga tafsir Ibn Katsir QS Ali Imran 61 dalam muhaballah, dijelaskan siapa saja yg maju dalam muhaballah bersama Rasulullah Muhammad saw. smoga bermanfaat.

      • @Immot
        Terimakasih infonyah,

        Alhamdulillah, sayah membahas secara khusus soal mubahalah (mohon maaf sampean salah tulis :mrgreen: ) dan Insya Allah saya akan sangat-sangat berterimaksih jika sampean bisa mengundang pengarang buku tersebut ke sini.

        http://haniifa.wordpress.com/2009/12/08/mubahalah/

  105. Zahra said

    Salam kepada jasad yang berlumuran darah
    Salam kepada jasad yang berhiaskan tancapan anak panah
    Salam kepada kepala yang selalu diciumi kakeknya
    Salam kepada orang kelima di antara ash-hâb al-kisa’
    Salam kepada orang yang terasing di Karbala
    Salam bagimu, wahai Aba Abdillah, al-Husain…

    • Cekixkix said

      @Tante Zahra

      Lotong… Tolong Lontong… Lotoooonggggggg OTONG… Cekix.kix..kix..

      Gue jadi laper, gini…. kix…kix….kix….

    • anonymous said

      @Zahra
      Salam kepada jasad yang berlumuran darah
      Salam kepada jasad yang berhiaskan tancapan anak panah
      Salam kepada kepala yang selalu diciumi kakeknya
      Salam kepada orang kelima di antara ash-hâb al-kisa’
      Salam kepada orang yang terasing di Karbala
      Salam bagimu, wahai Aba Abdillah, al-Husain…

      ==> ZAHRA YANG GOBLOKKKK DAN TOLOLLL SEDANG MENYERU DAN MEMUJI SETAN-SETANNYA.

  106. Zahra said

    hehe sekian mas-mas, saya pamit mo menambah ilmu saya, ibadah kepada Allah.
    percuma saya ngomong di sini kan? menghabiskan waktu saya berdebat dengan orang yang sehari2 cuma haus akan kesalahan mazhab lain, bahkan agama lain, negara muslim tetangga, padahal dia rendah derajatnya di mata Tuhan. Tuhan aja belom tentu menyalahkan, eh mas-mas ini dengan songong & pede nya merasa dirinya paling benar.

    semoga AHLUL BAYT memaafkan mas hanifa atas perkataan jelek yang mas sandangkan pada mereka.
    saya gak sakit hati sama sekali di rendahkan kok. saya cuma sedih DARAH DAGING NABI MUHAMMAD DIHINA2, DIPEROLOK, DILECEHKAN.

    kupikir kalian lembut hatinya, menolak, tp gak menjelek2kan, apalagi MELECEHKAN, mengatai tolol, bodoh, gila, dan sebagainya.
    kata2 anda gak mencerminkan umat Islam, umat nabi Muhammad.

    Wassalam.

    • @Zahra
      Syukur Alhamdulillah, kalau Zahra sakit hati… semakin sakit berarti semakin di SUNAT hatinya….

      (hua.ha.ha… bukankah menurut sampean -sunat- hati kecil lebih utama, faham syi’ah lupa bahwa hati senatiasa di ilhamkan kefujuran dan ketaqwaan)

      Nb:
      Tolong “Lontong” Zahra dipotong.. :mrgreen:

      Wassalam, Haniifa.

    • Zahra said

      he he
      berkat blog mas haniifa,
      setelah ngomong di di sini,
      dan baca2 lagi semalem sampai gak tidur (sekarang mata 5 watt nih :-P),
      saya MAKIN CINTA SAMA RASULULLAH & KELUARGA SUCI NYA..
      aku bersyukur sekali pada Allah telah diperkenalkan dengan mereka, dibesarkan BUKAN di keluarga yang benci mereka, tidak dibutakan mata hatinya, selalu dilanda cinta pd mereka, pada pengorbanan mereka, mati syahid mereka. nikmat apa yang lebih besar dari ini? Alhamdulillah Yaa Allah.

      terimakasih yaaa mas :-)

      Wassalam
      -LY

      (nama asli ku bukan Zahra hehe, dan aku benar2 sorang perempuan..)

      • @LY
        Astaghfirullahal azhim,
        Mohon maaf saya kira @Mba Ly, teman-temannya diblog kristen yang senantiasa berkata-kata kotor,

        (duh… jadi nggak enak hati nih,… mudah-mudahan dapat hikmahnya, Amin Yaa Allah Yaa Rabbal’alamin. )

        Salam hangat selalu, @Ms Ly.

        #Haniifa.

      • Eagle said

        @Saudari Zahra
        Syukur Alhamdulillah jika saudari bisa terlepas dari CINTA BUTA dan telah dibukakan mata dhahir dan mata bathinya.

        Salam dari kami, hanya satu kata ISLAM is ISLAM

      • Zahra said

        hehe amin yaa…

        bukan kok. LY (inisial) he he.

        insyaAllah dapet hikmah nya mas. semoga mas haniifa juga.

        salam hangat :-)

        BENCI SYIAH gpp, asal JANGAN BENCI AHLUL BAYT (RASULULLAH DAN KELUARGANYA YANG TELAH DISUCIKAN).

      • @Zahra
        Biar sampeam tidak terkantuk-kantuk

        BENCI SYIAH gpp, asal JANGAN BENCI AHLUL BAYT (RASULULLAH DAN KELUARGANYA YANG TELAH DISUCIKAN).
        ________________________________________
        Pertama:
        INGAT RASULULLAH itu banyak, mis: Nabi Ibrahim a.s, Nabi Daud a.s, Nabi Musa a.s, Nabi Isa Al Masih a.s dan Nabi Muhammad s.a.w

        Kedua:
        Definisi Ahlul Bayt itu adalah kaum WANITA

        Ketiga:
        Keluarga Ahlul Bayt itu ada di PALESTINA dan ADA DI MEKKAH.

        Keempat:
        Wassalamu'alaikum, Haniifa. :D

  107. Zahra said

    mas aku mau tanya langsung, jawab yang jujur, yang serius ya.

    Mas Hanifah kenal dan cinta gak sama Rasulullah Muhammad SAW, serta keluarga yang paling beliau cintai di dunia ini :

    -Ali bin Abi Thalib
    -Fatimah Binti Muhammad
    -Hasan bin Ali
    -Husain bin Ali

    mas udah baca tentang mereka? paling gak kisah hidup mereka secara ringkas aja.?
    mas merasa cinta gak sama mereka?
    saya mo tanya itu aja.

    • @Tante Zahram :mrgreen:

      #Zahrum said:#
      Mas Hanifah kenal dan cinta gak sama Rasulullah Muhammad SAW, serta keluarga yang paling beliau cintai di dunia ini :
      __________________________

      Sebelum menjawab coba sampean renungi setiap jawaban dari Oom Haniifa, Oceh… biar sampean nggak ngoceh kayak burung dalam celana terus… hehehe…
      *** PERHATIKAN TULISAN SAMPEAN SENDIRI YANG SAYA BOLD ***

      Biar sampeam tidak terkantuk-kantuk… ..::Click Me::

      #Zahran said:#
      BENCI SYIAH gpp, asal JANGAN BENCI AHLUL BAYT (RASULULLAH DAN KELUARGANYA YANG TELAH DISUCIKAN).
      ___________________________

      Menurut sampean mana yang lebih tepat soal mencintai ahlul bayt itu ?!

      Pendapat: ZahRUM atau ZahRAN

      (atau jahran kepang… :mrgreen: , yang ini tidak masuk hitungan heheh)

  108. Zahra said

    BENCI SYIAH gpp, asal JANGAN BENCI AHLUL BAYT (RASULULLAH DAN KELUARGANYA YANG TELAH DISUCIKAN).

    Rasulullah yang saya maksud dalam penulisan ini tentu Rasulullah Muhammad saw.

    BENCI SYIAH gpp, asal JANGAN BENCI AHLUL BAYT (Rasulullah Muhammad saw, Sayyidina Ali bin Abi Thalib, Sayyidah Fatimah Az-Zahra, Sayyidina Hasan bin Ali, Sayyidina Husain bin Ali).

    sekarang sudah bisa jawab pertanyaan saya? anda kenal mereka? tahu sejarah hidup mereka? lalu cintakah anda kepada mereka?

    oh satu lagi.. anda tolong carikan saya sumber yang bilang Ahlul Bayt itu berjenis kelamin wanita. berikan saya sumber yang banyak, jelas dan terpercaya sumber nya. karena dari buku2 yang saya baca baik dari kalangan Sunni maupun Syiah mengatakan bahwa yang dimaksud dengan Ahlul Bayt adalah orang-orang yang saya sebutkan di atas.

    bahasa arab nya aja jelas : أهل البيت
    Ahlul = ..
    Bayt = ..
    mas lebih pintar kan soal bahasa arab?
    artinya orang rumah mas, atau keluarga.
    (kalo kata orang inggris ‘the people of the house’ :-p)

    • Jawaban saya:
      Zahra IDIOT menganulir statement sendiri….
      ______________________
      ZAHRA SAID:
      BENCI SYIAH gpp, asal JANGAN BENCI AHLUL BAYT (RASULULLAH DAN KELUARGANYA YANG TELAH DISUCIKAN).
      ______________________
      (burung perkutut Zahra udah dipotong belon… hua.ha.ha… kesian manu-manuan,… nggak sunnah Rasul yach tadi malam, tolonggg…. :D :lol: :D )

  109. Zahra said

    saya manusia mas. ga luput dari kesalahan.
    TAPI SAYA YAKIN MAS JUGA SUDAH TAHU MAKSUD SAYA DARI AWAL ketika saya menyebut ‘Rasulullah & keluarganya’.

    atau emang mas haniifa beneran ga ngerti ya?
    mas haniifa saking keras hatimu jangan2 engkau pemeluk faham wahabi itu.. (BECANDA MAS, JGN DIANGGAP SERIUS :D JUST JOKING)

    • Zahra said

      Oh ya… belum dijawab pertanyaan saya.. :D
      langsung dijawab mas. Ga perlu bertele2.

      KENAL DAN CINTAKAH ANDA PADA Rasulullah Muhammad saw, Sayyidina Ali bin Abi Thalib, Sayyidah Fatimah Binti Muhammad, Sayyidina Hasan bin Ali, Sayyidina Husain bin Ali ?

    • @ZAHRA IDIOT :evil:
      Silaken renungkan do’a dari @mas Eagle (sepengetahuan saya beliau orang yang sangat serius dan santun)

      #
      Eagle said
      December 18, 2009 at 2:42 am e

      @Saudari Zahra
      Syukur Alhamdulillah jika saudari bisa terlepas dari CINTA BUTA dan telah dibukakan mata dhahir dan mata bathinya.

      Salam dari kami, hanya satu kata ISLAM is ISLAM
      #
      Zahra said
      December 18, 2009 at 2:42 am e

      hehe amin yaa…

      Siapa yang mengajarkan ?! hehe amin yaa…

      hehe ,ZAHRA IDIOT YAA

      hehe ,ZAHRA DUNGU YAA

      hehe ,ZARAH TOLOL YAA

      SIAPA YANG MENGAJARKAN SAMPEAN ?!

  110. Zahra said

    Ibu saya di pertengahan hidupnya diperkenalkan dengan Ahlul Bayt atas ridha Allah. lalu beberapa tahun yang lalu, ibu saya lah yang mengajarkan saya untuk cinta pada Rasulullah Muhammad saw, keluarganya yang suci, serta sahabatnya yang terpilih.

    namun semua ilmu yang ibu saya dapat bersumber dr Allah mas. dengan kata lain Allah yang mengajari saya lewat ibu saya.

    apa ada larangan untuk berkata ‘hehe amin ya’? salah ya mas haniif? iya aja deh. kan mas haniif paling benar.

    anda mengatakan saya tolol, bodoh, dungu, sungguh saya ikhlas terima, gak benci, gak dendam.
    tapi siapa sebenarnya yang anda hina, anda ejek? tidak lain dan tidak bukan Allah-lah yang anda hina. Karena Allah yang menciptakan saya. paling tidak kedepannya nanti tolong anda hargai orang lain.

    dan kurangi lah ‘kata2 nyampah’ seperti itu. anda gak bisa jamin anda lebih benar dan lebih mulia dari orang lain di mata Allah dan Rasulnya.

    mana jawaban yang saya minta mas?
    kok jawaban mas haniif ngolor ngidul, kesana kemari. hehe

    • @Mister Zahra
      KENAL DAN CINTAKAH ANDA PADA Rasulullah Muhammad saw, Sayyidina Ali bin Abi Thalib, Sayyidah Fatimah Binti Muhammad, Sayyidina Hasan bin Ali, Sayyidina Husain bin Ali ?
      _________________________

      Siapakah diantara mereka yang sampean disebut, mangajarkan tambahan do’a ?! hehe amin yaa

      hehe amin yaa :?:

      *** Jawab saja nggak usah bertele-tele kalau sampean benar-benar mencintai mereka!!! ***

      • @All
        hehehe… sayah ingin tahu siapa lagi, yang akan di fitnah oleh si munafikun ini.

        (Ms Zahra… = Mister Zahra = Neng LY )

      • Zahra said

        jawabannya kok gak nyambung, malah balik tanya lagi, balik tanya lagi, mending pertanyaannya berbobot.

        gak ada yang mengajarkan saya untuk menambah2kan doa. saya cuma berkata verbal. sehari2 saya suka berkata heheee amiin… atau amin yaaa…
        kalau mas haniif ga suka, oke saya ganti :
        Amin Ya Allah.

        sudah? bisa jawab sekarang?
        mana sumber yang anda sebut tadi, bahwa ahlul bayt itu berjenis kelamin wanita?
        buktikan.

        PS : JANGAN BALIK BERTANYA LAGI. SAYA SUDAH JAWAB.

      • :D hua.ha.ha… Idio… sampen ingin mengilangke bukti otektik kemunafikanmu.

        Mimpi kali yehh….

        Nehh contoh bahwa saya betul-bentul mencitai Allah dan Rasulullah.
        (rekan-rekan mohon maaf bukanya bermaksud ri’ya)

        @HANIIFA SAID:

        Astaghfirullahal azhim,
        Mohon maaf saya kira @Mba Ly, teman-temannya diblog kristen yang senantiasa berkata-kata kotor,

        (duh… jadi nggak enak hati nih,… mudah-mudahan dapat hikmahnya, Amin Yaa Allah Yaa Rabbal’alamin. )
        _______________________
        Insya Allah, kebisaan baik bisa mendarah daging

        #tante Zahra sipengingat Darah HUSEIN , terbiasa dengan:”

        HEHE AMIN YAA
        hehe amin yaa

        (… hua.ha.ha… ya kutil kali… Zahra jum’atan yuuu :mrgreen: )

      • @Mas Zahra yang cantiq :roll:
        sudah? bisa jawab sekarang?
        mana sumber yang anda sebut tadi, bahwa ahlul bayt itu berjenis kelamin wanita?
        buktikan.

        ______________________
        Yuup kita buktikan kejantanan sayah, disinih .::Clik dunk, Yayang Az Zahra::.

        PS: I LOVE U PULLLLLL…. hua.ha.ha… :D :lol: :D

      • Eagle said

        @Saudara/i Zahra
        Mohon maaf sebelumnya,
        Menurut pendapat saya saudara/i ini sangat takabur, dan tidak mau tahu tingginya gunung dan dalamnya lautan.

      • Rubon said

        @All
        Begitulah jika sudah taklid buta, bisa kita lihat dengan nyata siapa sesungguhnya yang sedang mabuk kebenaran.
        Serasa mencintai Ahlul Bayt padahal sesungguhnya mereka itu justru sangat menghinakan para Ahul Bayt, bahkan dien Rasulullah sendiripun di ingkari.

        Naudzubillahi min dzalik

  111. Zahra said

    saya bukan pemfitnah. saya bukan munafik. tega anda mendakwa orang seperti itu. tapi dari sini saya bisa melihatSEBERAPA KERAS HATI ANDA. ANDA SEOLAH TERHIJJAB DARI KEBENARAN. MENOLAK REALITA ISLAM YANG SESUNGGUHNYA. ALLAH TELAH MEMILIHKAN JALAN BAGI MASING2 MANUSIA. ITULAH JALAN ANDA.

    • @Oom ..eh salah ding.. @Tante Zahra
      SEBERAPA KERAS HATI ANDA. ANDA SEOLAH TERHIJJAB DARI KEBENARAN.
      _____________________________
      #Haniifa:#
      hu….huu…huu…. kerasnya hati ini… huu..huuuu..huuu….

      Zahra said :P
      December 18, 2009 at 3:00 am

      mas aku mau tanya langsung, jawab yang jujur, yang serius ya.

      Mas Hanifah :evil: kenal dan cinta gak sama Rasulullah Muhammad SAW, bla..bla..bla…

      Sepanjang sejarah hidup sayah.. huhuhu….
      Hanifah = mpunya DADA MONTOK dan PADAT
      Hanifah = mpunya KULIT MULUS dan HALUS
      Hanifah = MENOLAK CINTAKU PADAMU … huuu..huuu..huuu…

      Tolong dung diawali yang serius, soalnya Haniifa punya tolong…eh salah… lontong didalam celana yang sudah dipotong jawernyah alias disunat… hua.ha.ha…

      • @Zahra IDIOT
        Tadi disebel dulu karena sayah mau shalat jum’at, nah sekarang sampean jawab yang jujur dan serius.

        1. Sampean begadang semalaman sampai lewat dzuhur, apakah sampean PRIA /WANITA ?!

        2. Jika sampean seorang Wanita berumah tangga ?! Apakah sampean lupa mengurus anak dan suami.

        3. Jika sampean masih lajang… hehehe kawin Mut’ah yu.. sama Oom Haniifahhhhh :mrgreen:

        (duh… mudah-mudahan sampean masih lajang, cantik, bahenol nerkom…. punya rumah, punya mobil… wahh, pokoke top ajah semuanyah )

    • @Mas/Mba Zahra
      Coba sampean perhatiken komentar saya sama orang kristen.

      #jelasnggak Says:#
      December 18, 2009 at 12:25 pm | Reply

      Pura-pura melucu yaa…?
      ____________________________
      #* حَنِيفًا Says:#
      December 18, 2009 at 1:26 pm

      @Bapake Jell-i
      Kamu beneran meloco otong sambil diurapi yach… ?!

      diurapi…
      diusapi… sapi luuuu…
      :D :lol: :D

      Sumber: http://jelasnggak.wordpress.com/2009/12/11/sangat-mungkin/#comment-2593

      Lalu sekarang saya mau bilang bahwa IMAM ALI AS, IMAM HUSAIN AS dan ZAHRA juga Sapi Luuuu…

      Why ?! Agama Syi’ah = Agama Kristen = YAHUDI-PERSIA

      Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang dzalim. (QS Al JUMU’AH:5)

      Apakah sampean pergi SHALAT JUM’AT (pria) / DZUHUR (wanita=!mens) ?!

  112. Zahra said

    saya mahasiswa. 20 tahun. belum berkeluarga kok. hari ini libur jadi gpp tidur malem. paling besok uda mulai kuliah.

    • saya udah tue-tue bangke, tapi terbukti bisa proses keluarga berencana.. .rencananya sih pingin kaya raya tapi hasilnya tidak ditanggung :mrgreen:
      rencana lainya istri pingin duwa tapi dari satu istri ajah anak sudah banyak

      Ada minat… :D

    • @Mas Zahra
      saya mahasiswa :?: . 20 tahun. bla…bla…bla…
      ____________________________
      Bijimana @MAS ZAHRA bisa nggak nyariin sayah MAHASISWI (ceweq) yang lajang, muda, bahenol nerkom, montox’s.. dll…?

      Mahasiswi itu buwat istri lho, bukan di kawin mut’ah :mrgreen:

      thx, sebelumnyah…

      • Anak Adam said

        Kita ini anak adam yang diciptakan untuk beribadah kepada Allah. Untuk itu kita harus mentaati-Nya, dan mentaati rasul-Nya, yang diutus kepada kita sebagai umat terakhir.

        jika zahra suka sama Imam Ali, maka ikutilah Muhammad rasulullah. Karena Ali juga diperintahkan untuk mengikutinya.

        jangan seperti orang yang mengatakan cinta kepada Putra maryam, tapi tidak mau mengikuti Muhammad Rasulullah.

        Yaitu rasul yang Rasulullah Isa ceritakan akan datang setelahnya.

      • @Kang
        Subhanallah, sangat melengkapi artikel ini.

        Hatur tengkiu ;)

        Salam hangat selalu, Haniifa.

  113. @Zahra

    Alhamdulillah, terimakasih atas penjelasannya. Saya tertarik dgn ucapan Imam Syafe’i yang berkata berkenaan dengan keutamaan Imam Ali, sbb:

    “Aku sungguh takjub akan seseorang yang karena dengki, musuh-musuhnya telah menyembunyikan keutamaannya; dan karena takut, para pecintanya tidak berani menyebut-nyebut namanya. Namun tetap saja keutamaannya tersebar dan memenuhi lembaran-lembaran buku”

    Dan penjelasan anda sbb:

    “Mereka yang meriwayatkan tentang keutamaan Abu Bakar antara lain adalah ‘Amr bin ‘Ash, Abu Hurairah, Urwah dan Akramah. Sejarah menyingkapkan bahwa mereka adalah lawan-lawan Ali dan pernah memeranginya. Baik dengan senjata atau menciptakan berbagai keutamaan untuk musuh-musuh dan lawan-lawannya. Imam Ahmad bin Hanbal berkata: ” Ali banyak mempunyai musuh. Mereka berupaya untuk mencari sesuatu yang mungkin bisa mencelanya, namun mereka tidak menemukannya. Kemudian mereka cari seseorang yang pernah memeranginya lalu diciptakanlah keutamaan-keutamaannya.” Tapi Allah berfirman: ”Sebenarnya mereka merencanakan tipu-daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri tangguh mereka itu barang sebentar” (86:15,16 17)

    “Sungguh merupakan mukjizat Allah bahwa keutamaan-keutamaan Ali dapat terungkap atau mencuat keluar setelah enam abad serangkaian pemerintahan yang zalim menganiaya dirinya dan kaum kerabatnya. Dinasti Bani Abbas tidak kurang dari Bani Umaiyah dalam membenci, mendengki dan memperdaya kaum kerabat Nabi SAWW”

    Silahkan untuk melanjutkan diskusinya, sementara saya menyimak dulu.

    Wassalam….

    • @All muslimin wal muslimat
      Coba perhatikan cara-cara syi’ah bertaqiyah dan mencatut pembenaran dalam kontek ayat Al Qur’an.

      *** Bukti Wawansyi’ah yang menuhankan Ali ***
      Saya tertarik dgn ucapan Imam Syafe’i yang berkata berkenaan dengan keutamaan Imam Ali,
      1. Imam Syafe’i itu siapa, dan bagaimana kekuatan fiqhnya terhadap HADITS NABI MUHAMMAD S.A.W apalagi jika dibandingkan dengan AL QUR’AN.
      2. Ucapan Imam Syafe’i tidak ada kaitannya dengan Ali bin Abi Thalib, sebab beliau hidup tidak sejaman denagn Ali bin Abi Thalib, jadi yang dimaksud Imam Ali (baca: Dewa Sapijantan) adalah Thaghut kepala Al Husein a.s (baca: Syi’ah=Dewa Kepala Anak Sapi, Kristen=Son of God)

      Note:
      Nama Imam Ahmad bin Hanbal juga sama dengan Imam Syafe’i… adalah hasil bertaqiya para ulama-ulama Agama Syi’ah berdasarkan Kitab Al Kafi.

      Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

      Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul“. Mereka menjawab: “Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya“. Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk? (QS 5:104)

      Note:
      Aba Abdilah alias Al Husein = Bapak-bapak
      Imam Ali as alias Al-Baba alias Santa Saint alias Maksum dlll… = Bapak-bapak

      Naudzubillahi min dzalik

      Wassalam, Haniifa.

    • wawansyah, segala puji-pujian itu hanya kepada Allah.

      • @Budi

        Betul, segala puji-pujian itu hanya kepada Allah yg telah menciptakan Nabi Muhammad saw dan Ahlul Baitnya.

      • @Wawansyi’ah
        Azza wa jalla…
        Astaganaga…
        Abrakadabra….

        Bwetulll, pendapat kamu selama ini… ternyata IMAM MAHDI AS itu ada, dan sudah omong-omong… :mrgreen:
        Bukti:
        _

        _

        Lontong… eeeehhh salah ketek, Tolong tanyaken dimana si YESUS bersembuyi, dan dimana juga si Dajjal bersembunyi. ?!

        Imam Mahdi dan Ahlul Sapi Gila… :D : lol: :D

      • @Wawansyi’ah
        @Zahra Sunni

        Pertama:
        Lotongin… eehh salah lagih, tolong sayah kok nggak mudenk nehhh…
        Ingkar sunnah itu menurut syi’ah kalau tidak mau menerima hadits mahdzab syi’ah.
        Ingkar sunnah itu menurut sunni kalau tidak mau menerima hadits mahdzab sunni.

        Lha kalau ada orang yang 1/2 syi’ah dan 1/2 sunni, Ingkar sunah apa namanya ?!
        (hehehe… ingkar 1/2 Imam sapigila)

        Kedua:
        Jujur saja mohon maaf daripada sayah harus bertemu/percaya sama si Dajjal yang bermata satu, atau si Yesus yang gondong atau si Imam Mahdi yang masih di alam antah berantah,
        Apalagi hiyyyyy… bertemu dengan Al Husein a.s…hiyyyy tatuttt… cuma kepala doang :mrgreen: , lebih baik jadi @Oom Sultan bisa bertemu dengan gadis berdada montok’s
        (… serasa pengantin baru…. hemmm… uenak, boys’)

        Derita Al-Husein a.s
        _____________________
        Angin mamiri di padang
        Apa isi dalam kutang :?: tak bertulang
        :mrgreen:

      • Eagle said

        @Saudara Wawansyah17
        Ucapan pujian bagi Allah Tuhan semesta alam, mengandung arti bahwa hanya Allah yang menciptakan langit dan bumi serta isinya dan ini termaktup dalam Umul Kitab (Surah Al Fatihah).

        Arab:
        الحمد لله ربّ العالمين

        Latin:
        Alhamdulillahi rabbil ‘alamin

        Tarjamaah:
        Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam,

        Sungguh saya tidak habis pikir dengan cinta buta saudara kepada “Ahlul bait“, sehingga membutakan mata hati dan pikiran saudara sendiri.

        Betul, segala puji-pujian itu hanya kepada Allah yg telah menciptakan Nabi Muhammad saw dan Ahlul Baitnya.

        Al Qashash ayat 12 :
        dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui (nya) sebelum itu; maka berkatalah saudara Musa: “Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?”.

        Saya mau bertanya sama saudara:

        Apakah Nabi Musa a.s dan Nabi Harun a.s beserta Ahlul Baitnya tidak diciptakan oleh Allah ?!

  114. Anak Adam said

    Siapa yang pertamax?

    إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِندَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ ۖ خَلَقَهُ مِن تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُن فَيَكُونُ

    Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah, adalah seperti Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah dia.
    QS. Ali Imran (3) : 59

    Fakta membuktikan bahwa Adam dan Isa sama-sama diciptakan tanpa proses reproduksi normal. Selain itu, dalam al-Quran kata adam dan kata Isa sama sama disebut sebanyak 25 kali.

    read more: http://putramaryam.wordpress.com/2009/12/18/perumpamaan-isa-di-sisi-allah-ialah-seperti-adam-yang-dia-ciptakan-dari-tanah/

    @
    Hayoo siapa cepat dia dapat… :D
  115. [...] Posts Agama Syi’ah sama dengan Agama Kristen 2Darah orang-orang Syi'ah halal 2Rahasia Al Qur'an dibalik huruf HijaiyahHi, Malingshia !!!Free [...]

  116. [...] Agama Syi’ah sama dengan Agama Kristen 2 [...]

  117. [...] Agama Syi’ah sama dengan Agama Kristen 2 [...]

  118. [...] Agama Syi’ah sama dengan Agama Kristen 2 [...]

  119. [...] Agama Syi’ah sama dengan Agama Kristen 2 [...]

  120. Javad Al-Kadzim said

    Wah antum sudah mengkavling surga di dekat Muwwiyah ya. Padahal Muawwiyah selama berkuasa selalu menyuruh orang mencaci maki Imam Ali as.

  121. [...] Agama Syi’ah sama dengan Agama Kristen 2 [...]

  122. Denny said

    Konon…apabila orangtua meninggal dunia, kemudian anak-anaknya pada berantem memperebutkan harta warisan… orantua tersebut tidak akan tenang di alam kuburnya.

    Apabila Agama Islam ini diibaratkan warisan dari Nabi Muhammad, kemudian para pengikutnya pada berantem memperebutkan Agama Islam milik siapa… Berarti Nabi Muhammad keadaannya tidak tenang dong yah…di alam kuburnya.

    Sulit memang utk memahami Islam, kalau ujung-ujungnya hanya utk kepentingan pemuasan pribadi. Apalagi dengan beradu argumentasi, dan saling caci maki. Semakin menjauh sudah “rahmatan lil alamin” itu.

    Kemana lagi kita orang yang awam ini harus bertanya, kalau orang yang dianggap pintar…tapi gemar mencemeeh…mencemooh…

    Kadang-kadang saya tidak habis pikir…apa sebenarnya yg diteladani dari Nabi Muhammad itu? Rukun Islam? Maen jago-jagoan siapa yg paling hapal Quran dan Hadis? Siapa yg paling jago menguasasi istilah-istilah? Kemudian setelah habis bahan utk berargumen dan tak terkendalikan emosinya…akhirnya berantem?

    Diskusi itu bagus…untuk memperoleh sesuatu yg sedang masih dalam banyak hal masih dipertanyakan, pastilah kita perlu utk mendiskusikannya…utk mencapai hasil yg dapat diterima semua pihak. Tapi…jika hasilnya tersebut tidak mencapai suatu kesepahaman? Yaa…tidak bisa lah harus main paksa…

    Maasa sih… perbedaan Suni – Syiah yang sudah lebih dari 1400 tahun lamanya itu, dengan perkembangannya sedemikian rupa…mulai dari yang saling beradu argumentasi, bahkan sampai bunuh-bunuhan…kemudian ada juga yg berdamai sampai dengan untuk saling pengertian…tidak bisa dijadikan pelajaran.

    Seyogyanya semakin beradablah kita…dalam menyikapi semua persoalan ini. Sehebat-hebatnya para ulama yg hidup ratusan tahun yang lalu, yang mana peradabannya masih sangat jauh dibandingkan dengan sekarang…tentu manusia sekarang harus semakin lebih baik.

    Saya sangat menyayangkan…apabila bapak-bapak yg sudah begitu tinggi ilmunya dikotori dengan ucapan-ucapan yg sia-sia itu.

    Katanya kita harus bisa meneladani kehidupan Nabi Muhammad? Tentunya bapak-bapak lebih tahu banyak tentang kehidupan Nabi yg harus diteladani.

    Ajarilah kami yg awam ini dengan keteladanan. Tidak usah dengan pakaian… Dengan perilaku saja…

  123. @Saudara Denny
    Kami komunitas ISLAM, bukan ala suni, syi’ah, wahabi, salafi, ahmadiyah dll.
    Islam adalah Islam, coba saudara pelajari dari a s/d z dengan tenang dan teliti, jangan terbawa emosi.

  124. Amin said

    asslamukalaikum.Wr.Wb
    saya hidup sebagai pemerhati sejarah.ayah saya sejarawan dan guru saya demikian halnya.
    ketika saya membaca blog ini saya segera menangis,
    bacalah..bacalah.. sebelum… engkau berkata..
    saya hanya pemerhati sejarah islam.
    bukahlah hal yg benar tentang pernyataan diatas,
    hanya kedangkalan manusia yg harus dimaafkan..
    kehancuran islam datang dari perpecahan yg demikian ini..
    tidak ada Syiah ataupun Suni yg ada hanya islam yg Haq.
    saya telah mempelajari aliran Syiah dari bermacam sumber dan banyak orang alim
    baik dari negeri saya ataupun dari negara lain
    walau saya dan keluarga saya adalah orang Suni tulen..
    namun kami sangat demokratis dalam hal keilmuan…
    tiada yang salah dengan Syiah ataupun Suni…
    marilah kita pelajari dengan sunguh-sungguh
    jika perbedaan itu adalah nilai salahnya…
    bukankan berbedaan itu milik manusia… dan yg Haq hanya ditangaNYA
    akan saya garis bawai..
    bahwa syiah bukanlah spt apa yg disampaikan di atas..
    syiah adalah ajaran kebaikan…. dan bukan agama
    marilah kita belajar bersama2 dan janganlah saling hasut dan menikam diri sendiri
    yaa. Rosululloh….. aq umatmu.. dan mereka jg umatmu..

    walaikum salam,Wr.Wb

    Wa ‘alaikum Salam @Oom Amin
    Maksud sampean Syi’ah itu ajaran kebaikan untuk berbuat dusta, zholim, penipu, iri dengki, hasad dan hasud bejituh yah…. :D

    Contohnya ajarah Syi’ah adalah BOM BUNUH DIRI !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 56 other followers

%d bloggers like this: