Saya tidak sepintar Dr. Rashad Khalifa, tapi tidak bodoh
Posted by حَنِيفًا on January 8, 2009
Assalamu’alaikum,
Ada hal yang menarik dari komentar seorang rekan pada postingan mengenai jumlah total ayat Al Qur’an sesungguhnya 6348 ayat, perhitungan melibatkan surat At Taubah 129 ayat. Saya agak tercengang dengan konklusi rekan tersebut meyakini jumlah ayat Al Qur’an hanya berdasarkan referensi kutipan sebuah buku.
2 takwil manusia?
Saya kutip dari buku:
The History of The Qur’anic Text – From Revelation to Compilation -
Sejarah Teks Al-Quran – Dari Wahyu Sampai Kompilasinya -
Penulis : Prof. Dr. M.M al A’zamiBAB 7 : MUSHAF ‘UTHMANI
Zaid bin Thabit melaporkan bahwa ketika dia mengumpulkan Al-Qur’an pada zaman pemerintahan Abu Bakr, dia tidak dapat mendapatkan dua ayat terakhir surah al-Bara’ah sehingga dia bertemu dengan Abu Khuzaimah al-Ansari, dengan tiada seorang pun yang memiliki salinan utama (tangan pertama). Suhuf yang sudah lengkap disimpan di bawah penjagaan Abu Bakr sampai dia meninggal … (al-Bukhari, Sahih, hadith no. 4986)
Itu artinya ayat surah al-Bara’ah ( at-Taubah ) yang saat ini berjumlah 129 harusnya 127.
Wallahu’alam.
Saya bukan ahli hadits, tapi jika dilihat dari definisi hadits maka dengan tegas saya menolaknya atau dengan kata lain itu bukanlah suatu hadits melainkan sebuah riwayat yang belum tentu nilai kebenarannya (dari riwayat tersebut jelas Nabi Muhammad s.a.w sudah wafat… dari isinya jelas Rasulullah tidak mengucapkan sepatah katapun). Terlepas dari benar atau tidaknya riwayat tersebut namun pernyataan pengurangan 2 ayat pada surat At Taubah senada benar dengan Dr. Rashad Khalifa yang nyata-nyata ingkar sunnah, saya simak dari rekaman video perdebatan beliau dengan Dr. Abdel Rahman Saleh (“The Great Debate”).
Saya memang tidak sepintar beliau, namun jika dikatagorikan sebagai berguru pada syaithan mungkin lain hal, seperti kutipan dari “Team Editorial Submission.org“
They use lies and distortion of the truth to attack Muhammed and his message. Those attacking Dr. Khalifa are using the same technique, they may be a different group but has that same teacher, Satan
Mari kita buktikan siapa yang mendistorsi Al Qur’an ?!
Insya Allah akan menepis keragu-raguan… yang ada !!
Setiap muslim seluruh dunia menyakini dalam melaksanakan shalat maka surat Al Fatihah merupakan salah satu syarat wajib yang harus dibaca, kemudian di sunahkan membaca surah Al Qur’an yang lain. Selanjutnya walaupun tidak hafiz Al Qur’an namun saya meyakini terdapat tiga kali kata الله dilafadzkan “Allah” jida dalam shalat membaca surah Al Fatihah kemudian surah An Naas dengan mengabaikan penomoran surah, (nomor surah tidak pernah dibaca baik dalam waktu shalat maupun saat Tilawatil Qur’an). Berdasarkan hal diatas maka saya menghitung lafadz “Allah” sebanyak 2810 kali (lihat Tabel A), bisa saja terjadi kesalahan hitung namun saya tidak memaksakan kehendak dengan manambah atau mengurangi lafadz “Allah” dari Al Qur’an yang saya baca dan saya lihat selama ini, apalagi dengan menggunakan METODA yang keliru dalam konsep perumpamaan bilangan ”sembilan belas” pada QS 74:30.
Mari kita lihat kesamaan saya dengan Dr. Rashad Khalifa.
1. Bismillahir-Rahmanir-Rahim بسم الله الرحمن الرحيم = jumlah huruf hijaiyah 19.
2. Total surah Al Qur’an 144 = jumlah surah 6 x19.
3. Kecuali surah At Taubah, maka seluruh surah AQ diawali basmallah.
4. Hanya satu-satunya Basmallah benomor yaitu QS Al Fatihah
Perbedaan saya dengan Dr. Rashad Khalifa dalam mentakwilkan Operator 2.
Alhamdulillah, saya pribadi cukup puas dengan operator +2 sebagai takwil manusia untuk perhitungan lafadz “Allah” dalam kandungan seluruh Al Qur’an, disisi lain Dr. Rashad Khalifa, PhD menggunakan operator -2.
Menurut saya :
a. Takwil lafadz “Allah” adalah 2810 + 2 = (148 x 19)
b. Takwil total ayat Al Qur’an 6348, silahkan baca disini.
c. Ada tiga jenis pembukaan surah Al Qur’an.
1. Berbasmallah dan bernomor := Al Fatihah
2. Berbasmalah dan tak bernomor contohnya := Al Ikhlas
3. Tak berbasmallah := At Taubah
Dari ketiganya sekurang-kurangnya terdapat satu lafadz “Allah”
d. Ketiadaan basmallah pada At Taubah bisa dijelaskan dengan konsep 19
(Insya Allah, penjelasanya akan saya postingan tersendiri…)
Menurut Dr. Rashad Khalifa
a. takwil lafadz “Allah” adalah 2698 = (142 x 19)
b. Takwil total ayat Al Qur’an adalah 6346 = (334 x 19), jelas beliau men-distorsi jumlah ayat, khususnya Surah At Taubah ditakwilkan dengan -2, yaitu dengan menghilangkan ayat 9:128 dan 9:129, sehingga jumlah total ayat Al Qur’an versinya adalah 6346 := (6236 – 2 + 112)
Rupanya beliau mengasumsikan seluruh Al Qur’an layaknya seperti surah At Taubah yaitu tidak menggunakan “Basmallah” dalam metoda perhitungan lafadz “Allah”, padahal kontradiksi dengan bacaan surah Al Qur’an baik dalam saat shalat maupun tilawatil Qur’an seperti yang saya jelaskan diatas. Disisi lain beliau menggunakan jumlah “Basmallah” dalam perhitungan jumlah ayat setelah dikurangi 2.
Telah terjadi inkonsisten metoda perhitungan Dr. Rashad Khalifa, perhatikan dengan seksama.. !
1. Perhitungan lafadz “Allah” sebanyak 2698, kandungan lafadz “Allah” dalam Basmallah setiap awal surah Al Qur’an “dibuang“.
2. Perhitungan jumlah total ayat Al Qur’an, kandungan lafadz “Allah” dalam Basmallah setiap awal surah Al Qur’an “ditambahkan“.
Astaghfirullahal ‘Azhim….
Dengan hanya mengandalkan takwil yang keliru pada angka 2698 , beliau berani menghilangkan 2 ayat At Taubah, dengan kata lain suatu saat ada orang beranggapan (menakwilkan -2) pada jumlah surah Al Qur’an, semisal berasumsi akhir lafadz “Allah” pada Surah QS 112 maka akan ada orang berasumsi <b>QS 113 dan QS 114</b> buatan manusia ?! why not…
Silahkan pelajari pendapat orang mengenai ::–”Signs and “missing” basmalah!” –::

Apakah betul saya tidak sepintar Dr. Rashad Khalifa, tetapi tidak bodoh ?!
Bukti bahwa saya tidak bodoh adalah :
Lafadz “Allah” bisa lebih besar atau sama dengan 2698, dengan demikian angka 2698 = ( 142 x 19) walaupun berbasis sembilan belas namun bukan merupakan “Konstanta Al Qur’an”, jadi tidaklah bisa kita terima penghilangan 2 ayat At Taubah (QS 9:128 dan QS 9:129).
Bukankah 2810 : 10 := 281… Tampa sisa ?!
Berikut ini saya paparkan “kepintaran beliau”, silahkan download terlebih dahulu dan pelajari Quran: Visual Presentation of the miracle- a book by Dr. Khalifa.
Oom wiki bilang,
Starting in 1969, Khalifa used computers to analyze the frequency of letters and words in the Qur’an. In 1974 he claimed that he discovered an intricate numerical pattern in the text of the Qur’an involving the number 19 mentioned in chapter 74 of the Qur’an
Saya yakin sekali selama penelitian beliau dalam kurun 5 tahun pada penomena bilangan “sembilan belas”, beliau mengetahui dengan jelas angka 1273 merupakan faktor bilangan 19, bukti lihat tabel A: 1273 = ( 2 + 282 + 209 + 229 147 + 87 + 61 + 88 + 168). dan dengan cerdik dia menempatkan ayat 129 pada urutan 1273 (lihat A), bukankah suatu kejanggalan bagaimana mungkin menolak QS 9:129 tetapi masih menempatkan pada tabulasinya ?!
Sekarang perhatikan urutan 1271(lihat B), , terjadi duplikasi data bukan ?! untuk QS 9:123 dan QS 9:127.
JIka kita periksa No Urut sari 1 s/d 1273 tidak ada masalah kecuali no:1271.
Seandainya kita koreksi dengan:
dari….
1271 9 123
1271 9 127
1273 9 129
menjadi…
1271 9 123
1272 9 127
1273 9 ???
Jika saya berhadapan dengan “Team Editoril Submission.org”, mungkin kira-kira mereka berkata :
Karena saudara merevisi redaksi saya, maka coba tolong hitung ulang lafadz “Allah”, karena menurut kami QS 9:129 adalah ayat palsu…
Suatu cukup alasan jika mereka membuat “kesalahan” yang disengaja pada surah At Taubah saja, saya dengan senang hati bila semua membuka Al Qur’an masing-masing namun tidak ada salahnya saya tampilkan surah At Taubah ayat 15, perhatikan dalam gambar (lihat C) jelas hanya ada 1 lafadz “Allah” padahal semestinya 2, sehingga no. urut berubah… (lihat D).
1121 9 15
1122 9 16
1123 9 16
1124 9 16 …. dan seterusnya
sehingga….
1271 9 120
1272 9 121
1273 9 127…. Binggo !! (1273= 67 x 19)
Jika menerima begitu saja, sama dengan turut andil menghilangkan QS 9:129.
Lalu bagaimana dengan posisi ayat tersebut ?! Jawabannya ada pada Surat Al Hajj (QS 22) lihat tabel A:, lebih jelasnya pada:
– 50 -
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
P H Y S I C A L F A C T NUMBER (16) (Cont’d)
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
…..
1670 22 60
1671 22 60
1672 22 60 ….. ,space untuk QS 9:129 kah ?! ![]()
……

Perhatikan QS 9:15 memuat 2 lafadz “Allah”…
![]()

Kesimpulan :
QS 9:127 memang pada posisi 1273 (67 x 19)
Silahkan perhatikan QS 67 dan hitung lafadz “Allah”, maka ada 3 yaitu pada ayat ( 9, 26, 28 )
Next… QS 67:3 ?! ::– Signs and “missing” Basmalah –:: by Haniifa
Wassalam, Haniifa.








Herianto said
SubhanaLlah.
Cck, luar biasa.
Setelah lama mendekam eh bertapa di suatu ruangan atau dimanalah namanya, lalu mengeluarkan postingan yang cukup membuat dahi ini berkerut sebelum dapat menangkap kaitan-kaitan angka2 nya.
Enaknya saya nanya dulu, selama menghilang ini kemana saja om haniifa sampe bisa melakukan kajian seperti ini
Untuk berkomentar lebih jauh tampaknya saya harus save as dulu postingan ini dan membaca setiap bagiannya (terutama yg ada angka2nya) lebih cermat.
@Mas Herianto
Subhanallah…
Duh mohon maaf @mas, memang ada angka yang salah (saya ngantuk kali…)
Tapi Om Her, mesti save ulang dunk…
tertulis…
1273 9 128…. Binggo !! (1273= 67 x 19)
seharusnya…
1273 9 127…. Binggo !! (1273= 67 x 19)
soal mendekam….
Wahh… apa yach
Alhamdulillah, ada lahan garapan baru… sayangnya saya terseok-seok mengerjakannya.
Memang berat juga poligami… eh… poligawe
Wassalam, Haniifa.
qarrobin said
wah saya yakin dengan adanya orang seperti @Kang Haniifa, umat Islam tidak bodoh….
Saya salut dengan keberanian Kang @Haniifa di setiap koment blogwalkingnya
May Allah increase haniifa knowledge
haniifa said
May Allah bless all of us with beneficial knowledge, Amin.
lovepassword said
Pak Guru, asli aku meh ngomentari postingan panjengan niki.Aku Mesti melu semedi sik paling ora sesasi. Ini jelas bukan postingan yang bisa langsung dimengerti dalam sekali baca. Pasti ini hasil semedimu ya? Hebat.
Sip Pak Guru. SIP Markusip.
@Mas Lovepassword
Pak Guru… jadi Hansip, wahhh… asyik nambah gaji.
Smedi Markudi-nya… ojo kesuen.
lovepassword said
Pak Guru, bagaimana kalo isi blogmu dijadikan buku saja. Kethoke yo wis pantes. Pak guru kan pakarnya dalam bidang matematika agama. Payu..payu pak guru. Ndang isi blogmu disusun, diedit terus diserahken penerbit.
@Mas Lovepassword
Wahhh… piye, wong nulis aja sering salah kethuk
piye kabare @Mas Daeng Fatah… khok warungnya ditutup
Salam, Haniifa.
Itmam Aulia said
subhanallah… salah satu bukti akan kemukjizatan Al Qur’an… cuman ya gitu.. ikut2an pak heri di atas… mo koment banyak takutnya salah nanti… kudu baca lebih detil…
@Mas Itmam Aulia
Subhanallah…
Terima kasih banyak mas… jangan ragu untuk mengoreksi kesalahan saya, baik yang disengaja maupun yang tidak saya sengaja.
Wassalam, Haniifa.
agorsiloku said
Ass. Wr. Wb….
Sudah lama agor bingung dengan berbagai bahasan mengenai Rashid Khalifa dan ayat terakhir dari 128 -129
Penjelasan ini menegasi sebuah komitmen dan pemeriksaan bahwa memang benarlah Allah memelihara kita yang diturunkannya ke segenap ummat manusia.
Sungguh catatan ini sangat berharga bagi agor….
Wassalam….
________________________
Wa’alaikum Salam, @Mas Agorsiloku
Seperti yang saya utarakan di blog-nya mas, sesungguhnya keraguan itu lama…. namun saya sangat berterima kasih sekali pada @mas Stevano Al Biruni yang mendorong saya untuk membuka-buka kembali file lama, dan setelah menyaksikan/mengamati beberapa video rekaman beliau (Dr. Rashad Khalifa)… maka berkat idzin Allah subhanahu wa ta’ala akhirnya saya memberanikan diri mempostingkan.
Jujur saja sampai saat ini, masih banyak misteri pada diri Dr. Rashad Khalifa… (berita kematiannya juga masih simpang siur)
Ada selentingan khabar bahwa beliau adalah seorang Misionaris, jika khabar berita ini benar maka akan menjadi martir bagi kaum Yahudi dan Nashrani… sebab beliau begitu meng-Esakan Allah. (seperti kita ketahui faham trinitas bertolak belakang dengan konsep beliau)
Misalnya statement beliau tentang Rasul… apakah ditujukan kepada umat Islam atau Nashrani ?! Wa Allahu ‘alam.
Sebab kalau ditujukan kepada umat Islam… menurut saya adalah perbuatan yang sangat bodoh sekali, sejarah membuktikan dari jaman sepeninggalnya Nabi Muhammad s.a.w hingga sekarang umat jangankan pengakuan seorang Rasul, pengakuan sebagai nabipun akan menghadapi benteng yang sangat berat..
(Hanya orang-orang yang tidak pernah mendengar lafadz Adzan saja, yang meragukan dua kalimah syahadat terdapat padanya…. dan tidak ada satupun Hadits bertentanngan, begitu juga para sejarahwan baik muslim maupun non muslim menyakini lafadz Adzan sama dari jaman Rasulullah hidup hingga sekarang)
Hipotesis saya adalah keraguan beliau (Dr. Rashad Khalifa) pada kata “Rahiim” di QS:128, jika beliau seorang muslim tentu menjadi suatu argumen yang sangat lemah jika lafadz “Rahiim” pada ayat tersebut disetarakan pada asma Allah. Sebab dengan mudah argumen tersebut digugurkan oleh QS 12:15… sebutan Al Aziz disetarakan kepada Istri Raja…..
Mas Agor bisa lihat langsung…. di
http://www.submission.org/SP/APR97.html
New Findings… atau keraguan Dr. Rashad Khalifa ?!
Sister Katerina Kullman from Sweden made the following discovery by God’s will and grace:
Wassalam, Haniifa.
adi isa said
saya pernah membaca salah satu surat dalam alquran tentang rahasia angka 19 itu…
tapi apapun itu, saya cukup salut dengan ulasan mas haniifa.
salam…
Salam Jumpa, @Mas Adi Isa
Demikian juga saya salut dengan artikel-artikel… @mas Adi.
Wassalam, Haniifa.
Saya tidak sepintar Dr. Rashad Khalifa, tapi tidak bodoh 2 « Haniifa said
[...] Saya tidak sepintar Dr. Rashad Khalifa, tapi tidak bodoh 2Signs and “hidden” basmallahSaya tidak sepintar Dr. Rashad Khalifa, tapi tidak bodohMekah sebagai pusat bumi 4Mekah sebagai pusat bumi 3Mekah sebagai pusat bumi 2Mekah sebagai pusat [...]
Human said
Salam….
Hanifa….. thanks ya dah mereview kod 19 dari Rashad Khalifa pada surat:ayat 9:128,129 ……
saya sebenarnya juga lagi membaca smua apa yang ada di website submission.org, tapi saya belum bisa membuktikan sperti anda dan menghitung dg cara kod 19 dan gematrikal kode .
Tapi apakah anda juga tidak mengupas masalah Hadist(Rashad menyebutnya kata2 satan) sebenarnya al – quran mampu berdiri sendiri lengkap dan tak ada keraguan didalamnya, atau juga masalah Tugas Nabi dan Rosul, dan masih banyak permasalahan yang belum kita pelajari, setelah kita menguasai baru diri kita sendiri yg menentukan mana yg benar dan mana yg salah.
saya sedang mempelajarinya juga, karena saya takut mempunyai prilaku fasik (Allaya’fat) apabila kita tau tentang teori2 Rashad dan yg diserukannya seperti di al quran, tapi saya tidak mengikutinya, ato kebalikannya saya tinggalkan islam yg berbaur hadist ini .
InsyaAllah apabila kita Baca (mengerti & memahami isi) Al quran , Allah tidak akan menyesatkan kita, dan di tunjukkannya jalan yg di RidhoiNya.
Mohon maaf n trima kasih
Regard,
Human
_______________________________
Salam, @Mas Human
Kode 19 dan Gematrikal ?!
_______________________________
Jujur neeh… kalau sampai mereview dengan gematrikal kode saya belum berani, kendalanya gematrikal sendiri masih merupakan variant menurut pemahaman saya. Yang kedua selama sistematika sembilan belas saya temukan maka…. konstanta ini keukeuh menjadi acuan.
Tapi apakah anda juga tidak mengupas masalah Hadist(Rashad menyebutnya kata2 satan) ?!
_______________________________
Entah kesekian kali saya memutar beberapa video rekaman beliau, hingga merasa yakin bahwa memang beliau tidak menggunakan hadits dalam menganalisa kode 19 AQ, konsekuensinya untuk mendapatkan hasil yang optimal ( penelitian beliau) maka hanya satu cara yaitu menggunakan metoda yang sama.
Pendapat beliau tentang hadits mungkin sama, hanya penjabaran yang berbeda : Hadits belum tentu Sunah Rasulullah, tapi Sunah Rasulullah sudah pasti hadits.
Takut mempunyai prilaku fasik ?!
_______________________________
Saya sependapat dengan @mas, perumpamaan “Bilangan sembilan belas” bagai pisau bermata dua yang sangat tajam.
Hanya satu cara agar mata pisau tersebut tidak melukai kita yaitu peganglah kuat-kuat gagangnya jangan sampai terlepas (QS Al Faatihah).
InsyaAllah apabila kita Baca (mengerti & memahami isi) Al quran , Allah tidak akan menyesatkan kita, dan di tunjukkannya jalan yg di RidhoiNya, Amin.
_______________________________
Allah subhanahu wa ta’ala selalu memaafkan kesalahan hambanya yang lemah, karena itu saya sebagai hamba Allah yang lemah tidak akan ragu dan malu untuk mengatakan “ya saya salah”.
Terimakasih atas apresiasinya.
Wassalam, Haniifa.
Human said
kode 19 dan gematrikal, seperti sebelumnya saya bilang saya blum pernah mencoba untuk menghitungnya, tapi saya menemukan teman saya yang sudah pernah mencoba menghitung hanya dengan excel dan smuanya sesuai dengan apa yang diutarakan oleh Rashad Khalifa, pada surat2 pendeknya.
Kode 19 / sistematika 19 yang telah dijelaskan oleh Rashad Khalifa , saya stuju dengan anda keukeuh menjadi acuan, karena ada pada Al Quran surat:ayat 74:30, dan 5 alasannya kenapa kod 19 ada pada 74 :31 ( tapi ingatlah bacalah sesuai arti jangan tafsir, kalau perlu anda berusaha untuk mengartikannya sendiri, karena ada beberapa Al quran yang saya baca mereka mengartikan menambah-nambahkan kata menurut pemikiran mereka, sehingga 74:30,31 menjadi rancu).
Beliau tidak menggunakan hadist dalam perhitungannya ataupun dalam kehidupannya, karena beliau percaya dengan Kitab Allah bahwa Al Quran itu Lengkap dan tidak ada keraguan didalamnya (maaf mungkin saya yang terlalu ekstrim mengeksprisikan kata2 beliau, sehingga kmrin saya menulis “Rashad menyebutnya kata2 satan”)
“Pendapat beliau tentang hadits mungkin sama, hanya penjabaran yang berbeda : Hadits belum tentu Sunah Rasulullah, tapi Sunah Rasulullah sudah pasti hadits” ini yang anda tulis kemarin tapi yang saya dengar beliau belum pernah menyatak hal seperti itu sbelumnya. yang pertama masalah Sunnah, seperti kita lihat di surah:ayat , 2:138 disitu diterangkan Sunnah ALLAH / peraturan Allah, peraturan siapakah yang lebih baik dari Allah?, so apabila sunnah Rasulullah adalah aturan Rasul2 Allah saya blum pernah menemukannya di Al quran,yang Kedua apabila ada maka kata2 sunnah Rasulullah sangat bertentangan dengan tugas2 Rasul yang ditulis di Al Quran di surat:ayat 3:81 (tertera jelas tugas rosul dan tugas nabi). Ketiga Hadist adalah buatan manusia jauh setelah nabi meninggal, anda bisa mencari hadist2 tertua dan bandingkan dengan kapan nabi meninggal, karena buatan manusia jadi tidak ada yg menjaganya and ini juga yg membuat umat islam mempunyai aliran yg berbeda2.
Perumpamaan anda pada QS Al Fatihaah, mungkin lebih tepatnya adalah: Bimbinglah kami ke jalan yang urus (6) Dijalan orang orang yang Engkau beri kenikmatan; bukannya orang orang yang patut mendapat kemurkaan, dan bukan juga orang orang yang tersesat jalan(7). disini memohon untuk jalan yang lurus, tapi masalah kode 19 ada pada 74:30(seperti yang saya sbutkan diatas).
Allah slalu memafkan kesalahan hambanya yang lemah, saya juga sebagai hamba Allah yang lemah dan saya juga tidak akan ragu dan malu untuk mengatakan “ya saya salah”, tapi yang perlu kita ingat Allah tidak suka kita mengidolakan sesuatu atau menyembah sesuatu sehingga menyamakan posisi Allah dengan sesuatu hal tersebut.
Terima Kasih telah direspon, mohon maaf apabila ada kata2 saya yang tidak berkenan di sdr Haniifa
Wassalam
Human
———————————————————
@Mas Human
Terima Kasih telah direspon, mohon maaf apabila ada kata2 saya yang tidak berkenan di sdr Haniifa
__________
Kembali kasih @mas, tidak perlu sungkan… Insya Allah, kita sama-sama memahami sejarah do’a Thaif.
Teman @Mas.. sudah pernah mencoba menghitung hanya dengan excel ?!
__________
Saya tidak tahu metoda penghitungan teman @Mas Human.
Fasilitas Excel yang saya gunakan, bisa juga @mas temukan di Lotus-123, dBaseIII+, Access, dBase2, MySql …. s/d… Oracle…. atau buat sendiri menggunakan Bahasa Pemrograman yang setidaknya mempunyai fasiltas Array 2 dimensi
tapi ingatlah bacalah sesuai arti jangan tafsir ?!
__________
Coba @mas Human buka “Digital Qur’an ver 3.1″ dan pada klik “About”,
Sony Sugema
2003-2004 Ver 3.1
E-mail: Mydigitalquran@hotmail.com
—————–
Pilih “Combo box” ke-1 : 68 – Al Qalam
Pilih “Combo box” ke-2 : 18
Maka tampil: “dan mereka tidak mengucapkan: “Insyaa Allah“,
Bagaimana menurut @Mas Human dalam membuat tabel QS 68 (Metoda pengisian Tabel B), saya tidak mengisi angka 1 (satu) ?!
Tolong respon jikalau saya khilaf: Apakah saya Benar atau Salah ?!
Silahkan @mas Human baca-baca pemahaman saya tentang kata : Al ‘Alaq, untuk lebih jelasnya.
Maaf mungkin saya yang terlalu ekstrim mengeksprisikan kata2 beliau, sehingga kmrin saya menulis “Rashad menyebutnya kata2 satan”
__________
Tidak menjadi masalah buat saya, sebab saya tidak mengerti yang @mas maksudkan !!
Yang saya tahu, dari file: volume09.mvw, timeline: 58:42 tertera title “Dr. Rashad Khalifa”…. @Mas Human bisa tanya langsung ke photografinya “Kathleen Clarke”. Dilain fihak beliau memegang Al Qur’an seperti yang saya baca… yaitu menggunakan huruf hijaiah, tampak jelas surah Al Faatihah, Al Baqarah… dsb, terutama huruf “Nun”-nya tunggal bukan “Nun Wau Nun” jadi saya mengasumsikan sama, dengan demikian saya tidak berhaq merespon.
Sebaiknya silahkan kontak Mr. Edi Yuksel ketua tim editorial submission.org ?!
Sebaiknya tanyakan juga apakah “Dr. Rashad Khalifa” dibunuh oleh Mr. (“Z” atau “Zet”)
Jujur saja, saya penasaran juga sebab initial “Z” menurut versi hollywood berarti Mister “Zorro”.
so apabila sunnah Rasulullah adalah aturan Rasul2 Allah saya blum pernah menemukannya di Al quran
__________
Saya juga tidak menemukan teks panggilan shalat (Adzan) di dalam Al Qur’an, namun saya menyakininya itu adalah aturan Rasulullah tentang kewajiban saya sebagai hamba Allah.
Perumpamaan mengenai QS Al Fatihaah ?!
__________
Silahkah kalau anda berpendapat demikian, namun menurut pendengaran saya beliau (Haniifa:volume09.mvw, Dr. Rashad Khalifa) memerlukan tujuh hari untuk mentransiliterai QS Al Faatihah, saya tidak mengerti ucapan beliau apakah kontribusinya hanya QS Al Faatihah atau bagaimana ?!
Apapun itu, saya sependapat dengan beliau selalu mengkaji/mengaji Al Qur’an khususnya Al Faatihah mulai dari ayat ke-1 s/d ayat ke-7. Dan hanya satu-satunya surah Al Qur’an yang diikut ucapan “Amin” dipenghujung pembacaannya atau layaknya ketika Shalat.
tapi yang perlu kita ingat Allah tidak suka kita mengidolakan sesuatu atau menyembah sesuatu sehingga menyamakan posisi Allah dengan sesuatu hal tersebut. ?!
__________
Jika menurut Saudara Human demikian silahkan saja, sebab saya (@Haniifa) tidak tahu menurut “Allah pencipta langit dan bumi, bagaimana tentang saya”.
Yang saya fahami Allah subhanahu wa ta’ala didalam Al Qur’an menyuruh umatNya agar mencontoh perilaku para Rasulullah, dan sebagai hamba Allah yang lemah, maka sudah barang tentu perilaku saya masih sangat jauh dibandingkan dengan perilaku para Rasulullah.
Wassalam, Haniifa.
shahil said
Assalaamualaikum.
Kod 19 Rashad Khalifa ini telah lama dibantah secara tuntas oleh ulama Malaysia. Mereka telah mengeluarkan buku membantah hujah kod 19 ini. Namun malangnya buku itu telah gagal saya jumpai kerana beberapa kali berpindah tempat kerja. Rashad Khalifa ini juga menerbitkan buku jika tidak silap saya komputer al-Quran.
Saya secara peribadi menolak tegas hujah kod 19 Rashad Khalifa ini walaupun teorinya menggunakan komputer untuk menafsir al-Quran. Dikatakan juga Rashad Khalifa ini ada hubungannya dengan gerakan anti Hadith.
Pendapat Rashad Khalifa ini sangat disukai oleh gulungan Islam Liberal dan Islam Plural, dan juga gulungan Freethinker.
Saya akan berusaha untuk mencari semula buku bantahan lama Malaysia terhadap kod 19 Rashad Khalifa ini.
Wassalam
__________________________
Wa’alaikum Salam, @Mr. Shahil
Terimaksih sebelumnya.
#Haniifa.
Human said
Salam
@Shahil
Saudara Shahil anda mengatakan “Dikatakan juga Rashad Khalifa ini ada hubungannya dengan gerakan anti Hadith.
Pendapat Rashad Khalifa ini sangat disukai oleh gulungan Islam Liberal dan Islam Plural, dan juga gulungan Freethinker.”
Saudara Shahil Di Islam tidak ada Islam Liberal ataupun Islam Plural, Islam adalah bahasa Arab yang artinya “Penyerahan/ Kepatuhan” kepada Allah, anda juga bisa lihat pada :
> Surat Al-Anaam ayat 161 yang isinya adalah “Katakanlah: sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus agama Ibrahim yang cukup sempurna, Monoteisme. Tidak pernah dia sesekali menyekutukan Allah” menurut saya Islam adalah agama yang Monoteisme, tidak menyekutukan tuhan kepada siapapun, walaupun Nabi atau Rasul.
>Nabi Ibrahim adalah Penemu Islam bisa kita liat di
Surat Al-Hajj Ayat
Human said
Salam
@Shahil
Saudara Shahil anda mengatakan “Dikatakan juga Rashad Khalifa ini ada hubungannya dengan gerakan anti Hadith.
Pendapat Rashad Khalifa ini sangat disukai oleh gulungan Islam Liberal dan Islam Plural, dan juga gulungan Freethinker.”
Saudara Shahil Di Islam tidak ada Islam Liberal ataupun Islam Plural, Islam adalah bahasa Arab yang artinya “Penyerahan/ Kepatuhan” kepada Allah, anda juga bisa lihat pada :
> Surat Al-Anaam ayat 161 yang isinya adalah “Katakanlah: sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus agama Ibrahim yang cukup sempurna, Monoteisme. Tidak pernah dia sesekali menyekutukan Allah” menurut saya Islam adalah agama yang Monoteisme, tidak menyekutukan tuhan kepada siapapun, walaupun Nabi atau Rasul.
>Nabi Ibrahim adalah Penemu Islam bisa kita liat di
Surat Al-Hajj Ayat 78 ” Dan Beusahalah kamu pada jalan Allah denga Usaha yang sebenar-benarnya. dia telah memilih kamu dan dia sekali – kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu meletakkan sebarang kesukaran keatas kamu untuk mempratikkan agama kamu – agama bapa kamu Ibrahim. Dialah yang menamakan kamu “Penyerah” (Muslim) asalnya. Lantas, rasul mestilah berkhidmat menjadi saksi diantara kamu, dan kamu mestilah berkhidmat sebagai saksi saksi diantara manusia. Dari itu, kamu mestilah Mengerjakan Sembahyang (Salat) dan memberikan derma yang wajib (Zakat) dan pegang kuat kuat kepada Allah; Dia adalah Tuhan kamu, Tuhan yang terbaik dan Penyokong yang terbaik”
Surat Al-Baqaraah ayat 135 Mereka berkata, “Kamu mesti menjadi Yahudi atau Nasrani, untuk membolehkan kamu mendapat petunjuk.” Katakan, “Kami mengikuti agama Ibrahim – monoteis – (menyerahkan diri kepada Tuhan yang Esa sahaja) ? dia tidak sekali kali menyekutukan Tuhannya.”
Surat Ali – Imaran ayat 67 “Bukanlah Ibrahim itu Yahudi ataupun Nasrani; dia adalah seorang monoteis yang menyerahkan dirinya hanyalah kepada Tuhan yang Esa. Sekali kali belum pernah dia menyekutukan Tuhannya.” dan ayat 68 “Manusia yang sungguh wajar bagi Ibrahim adalah mereka yang mengikuti dia, nabi ini, dan orang orang yang percaya. Hanya Allah sahajalah sebagai Tuhan serta Tuan bagi mereka yang percaya.”
Surat Al-Nahl ayat 123 ” Kemudian kami meinspirasikan kau (Muhammad) supaya mengikuti agama Ibrahim, monoteis; dia tidak pernah menyekutukan (Allah).” Muhammad saja mengikuti Ibrahim.
Surat Al- Baqaraah ayat 128 ” “Tuhan kami , jadikanlah kami orang yang menyerahkan diri kami dengan sepenuh penyerahan kepadaMu, dan dari keturunan kami supaya ada kaum yang menyerahkan dengan sepenuh penuh penyerahan diri kepadaMu. Ajarkanlah kami cara adat agama kami, dan ampunilah kami, Engkaulah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Inti dari ini semua adalah Quran melalui Muhammad, dan juga Tatacara beragama sudah ada dari jaman Ibrahim”
> Al Jatheyah ayat 6 تِلْكَ آيَاتُ اللهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَ اللهِ وَآيَاتِهِ يُؤْمِنُونَ Tilka aayaatul laahi natluuhaa ‘alayka bil haqqi fabi-ayyi hadiitsim ba’dal laahi wa aayaatihi yu`minuun ” Ini adalah revelasi revelasi dari Allah yang kami bacakan kepada kamu dengan kebenaran. Hadis yang manakah selain dari Allah dan revelasi revelasiNya yang kamu dapat mempercayakan?”
coba kita bandingkan dengan arabnya Kata hadith dalam arab dan artinya !!! itulah yang coba tuhan printahkan kepada kita, Apakah kurang lengkap kita
>Al Zumar Ayat 23 اللهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَى ذِكْرِ اللهِ ذَلِكَ هُدَى اللهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُضْلِلِ اللهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ
Allahu nazzala ahsanal hadiitsi kitaabam mutasyaabiham matsaaniya taqsya’irru minhu juluudul ladziina yakhsyauna rabbihum tsumma taliinu juluuduhum wa quluubuhum ilaa dzikril laahi dzaalika hudal laahi yahdii bihii may yasyaa-u wa may yadhlilil laahu famaa lahu min haad
“Allah telah menurunkan didalam ini Hadis yang terbaik; sebuah buku yang konsisten, dan yang menunjukkan dua jalan (keSyurga dan Neraka). Kulit kulit orang orang yang menghormati Tuhan mereka mengedut kerananya, kemudian kulit kulit mereka dan hati hati mereka menjadi lembut untuk mesej Allah. Demikian itulah petunjuk dari Allah; Dia mengurniakannya keatas sesiapa saja yang Dia kehendaki. Bagi orang orang yang telah disesatkan oleh Allah, tidak ada apa yang dapat membimbing mereka.”
> Surat Al Haaqqah yang ditujukkan kepada Muhammad
Ayat 44 “Jika sekiranya dia menyatakan sebarang ajaran yang lain.”
Ayat 45 “Kami pasti akan menghukumnya.”
Ayat 46 “Kami akan menghentikan revelasi revelasi kepadanya.”
Ayat 47 “Tidak ada sesiapa pun dari kamu yang dapat menolongnya.”
@Hanifa
Maaf, memang saya sengaja tidak membalas message anda, karena saya merasakan bicara dengan anda adalah perdebatan, saya tidak akan meneruskan, saya telah menuliskan ayat – ayat Quran kepada anda bukan dari buku2 lain sebagai source saya, apakah anda percaya dengan Quran?. saya tidak akan menjawab message2 anda sampai membahas Mr”Z” yang membunuh Si Rashad Khalifah, saya rasa tidak ada faedahnya.
Dan untuk kod 19 saya merasakan anda mengharapkan pengakuan kebenaran tulisan anda dari saya ataupun pembaca lainnya, cobalah untuk menyanggah paling sdikit setengah dari 70 lebih motif perhitungan Rashad Khalifah untuk membuktikan bahwa Surat 9 ayat 128 dan 129 adalah tambahan dari manusia bukan ayat Tuhan.
Mohon Maaf kepada Semuanya……
Cobalah kita membaca atau mengkroscek semuanya dengan sendiri jangan terlalu percaya dengan orang lain, Ustad sekalipun karena pada surat Bani Israil Ayat 36 “Jangan sekali kamu menerima sebarang maklumat/berita, melainkan kamu menentusahkannya(mencarinya) sendiri. Aku telah berikan kepada kamu pendengaran, pemandangan dan akal, dan kamu akan dipertanggungjawabkan untuk menggunakan kesemuanya itu.”
Terima Kasih
Peace
WaSalaam
haniifa said
Wa’alaikum Salam, @All
@Mr. Shahil
Terimakasih sekali atas kesediaannya, saya yakin walaupun berupa komentar… tapi sudah mendapatkan pahala dan ridho Allah swt.
Semoga Mr. Shahil dan keluarga sejahtera selalu, Amin.
__________________
@Saudara Human.
Coba anda simak komentar yang sangat “jeli” dan “tegas” dari sahabat saya @Mas Ayruel Chana
@Saudara Human
Dan untuk kod 19 saya merasakan anda mengharapkan pengakuan kebenaran tulisan anda dari saya ataupun pembaca lainnya, cobalah untuk menyanggah paling sdikit setengah dari 70 lebih motif perhitungan Rashad Khalifah untuk membuktikan bahwa Surat 9 ayat 128 dan 129 adalah tambahan dari manusia bukan ayat Tuhan.
_____________________
Perhitungan Rashad Khalifah menurut saya (baca: Haniifa)
1. Menghilangkan dua (2) ayat At Taubah (QS 9:128-129).
2. Menambah dua (2) huruf ayat Al Qalam (QS 68:1).
Selanjutnya silahkan @Saudara Human pelajari QS 17:88
Apakah para sahabat sepeninggal Rasulullah, berani menentang QS 17:88 ?!
*** Silahkan telaah masing-masing dengan cermat !! selama sourcenya sama yaitu Al Qur’an ***
Wassalam, Haniifa.
adi said
Salaam…
Masya Allah, ternyata ulasannya seru dan bagus-bagus..
Tulisan Mas Hanif, Mas Human, Mas Shahil dan Mas-mas yg lain bagus semua.
Setelah saya check tentang Appendix di submission.org, saya mendapatkan bahwa:
- Matematika yg digunakan nampak bisa diperdebatkan.
- Matematika yg dipaparkan sangat mudah dipahami.
- Dalam Appendix 1 terdapat puluhan bukti tentang angka 19, yang tersusun sesuai dengan topik yang diulas
- Appendix 29 mengungkapkan 12 bukti
- Appendix 24 mengungkapkan 71 bukti
- Serta puluhan bukti-bukti yang lainnya sepanjang Appendix 1 hingga Appendix 38.
Tetapi ada yg perlu digarisbawahi, terdapat 71 alasan mengapa 128 & 129 dihilangkan.
Saya beberapa kali menemukan postingan dalam internet, hanya dapat menyanggah 3 hingga 5 alasan hitungan.
Dalam ilmu probabilitas atau ilmu ratio, jika kita menampilkan 71 data alasan atas sebuah hitungan, tentu sekali 3 hingga 10 data alasan yg ditampilkan memang dapat diperdebatkan.
Tetapi mohon bagi para ahli matematika, mengapa para ahli tidak berusaha untuk berkumpul duduk bersama membuat sebuah analisa bantahan yg menyatakan bahwa kita harus menetapkan At Taubah terdiri dari 129 ayat bukan 127. Berdasarkan bantahan hitungan dengan metode yg sama atau metode yang berbeda, sehingga dapat meyakinkan umat muslim yg lain jika At Taubah memang seharusnya terdiri dari 129 ayat.
Saya mohon pula, sebaiknya jika berstatement untuk lebih berhati-hati. “Saya tdk sepintar Rashad atau tdk sepintar Einstein tapi saya juga tdk bodoh”.
Jika kita sepintar Rashad ato sepintar Einstein, tentu kita sudah menjadi seterkenal mereka.
Sehingga menimbulkan kesan, merendahkan diri demi untuk meninggikan mutu.
Maaf sekali jika tersinggung.. Saya tidak bermaksud untuk menyinggung teman2 sekalian. Tetapi lebih cenderung menyarankan saja.
Sayang sekali, BUKU BANTAHAN terhadap Rashad yang mas miliki hilang, padahal merupakan buku yg sangat penting. Tetapi saya berusaha mencari di internet atau di toko buku, mengapa tidak ada?
Apalagi untuk kita yang tinggal di Indonesia, sangat sulit mendapatkan buku2 ttg Rashad apalagi bantahannya. Alhamdulillah, zaman sudah semakin maju sehingga kita dapat menggunakan PayPal atau credit card utk mendapatkannya. Ataupun men-download tulisan2 tersebut.
Adakah teman-teman yang bisa membantu menemukan buku bantahan tersebut? Bila ada mohon dipostingkan ya…
Tentang azan & shalat tentunya kita tdk dapat terlepas dari yg biasanya disebut dgn shahadat.
Jika memang isi shahadat terdapat dua kalimat (dua kalimah shahadat), berarti:
1. Bagaimana dengan cara shahadat-nya Ibrahim, Musa, Isa serta para Nabi/Rasul yang lain. Apakah mereka menggunakan nama Muhammad pula dalam shahadat mereka? Sedangkan di dalam Quran kita dapat banyak temukan ayat yg menjelaskan bahwa para Nabi/Rasul menyerukan hanya satu perintah, sembahlah Tuhanmu saja. Yang biasa diucapkan dengan kata Laa ilaaha illaa Allah (3:18, 37:35, 47:19)
2. Kita telah melupakan atau meng-khusus-kan Nabi/Rasul tertentu, yang tentunya telah bertentangan dengan ayat Quran yaitu: (2:136, 285; 3:84; 4:150-152) perihal janganlah membeda-bedakan para utusan Tuhan
3. Memberanikan diri bersaksi atas kerasulan seorang rasul, bertentangan dengan ayat Quran yaitu: (4:79, 166; 48:28) yang akhirnya oleh Tuhan dikategorikan ke dalam golongan manusia munafik (63:1)
Jika terdapat seseorang mengakui dirinya sebagai seorang Rasul, biarkan saja.. Toh hanya Tuhan dan dia sendiri yg tahu (4:79, 166; 48:28). Yang perlu kita pelajari/cermati adalah apa tujuan Tuhan menurunkan Para Rasul tersebut. Sehingga kita dapat mengambil manfaat dari para Rasul. Tentang pelajaran tersebut bersifat negatif atau positif, tergantung dari sudut pandang pembaca itu sendiri. Jadi tidak perlu menggunakan emosi.
Seperti halnya tentang tata cara berwudhu. Jika kita percaya bahwa Muhammad tidak mungkin mengurangi atau menambahkan isi dari Quran. Tentunya tata cara Muhammad dalam berwudhu adalah 4 langkah saja, sesuai dengan Al Maidah ayat 6.
Tetapi yang terjadi pada saat ini adalah menjadi 8 langkah. Bahkan ada yang menambahkan menggunakan sikat gigi kayu atau yang biasa disebut SIWAK, dengan secara terang-terangan mengatas-namakan sesuai dengan perilaku Rasul Tuhan yang bernama Muhammad. Ataupun menggunakan alasan bahwa hal tersebut adalah LEBIH BAIK.
Ternyata ada juga manusia yg berani menyatakan lebih baik daripada apa yg telah Tuhan perintahkan. Jika boleh saya simpulkan dari cerita wudhu tersebut adalah Perintah TUHAN KURANG BAIK, sedangkan pemikiran MANUSIA LEBIH BAIK.
Maaf jika terdapat kekurangan ataupun ketidak-sopanan saya dalam bertutur kata.
Semoga Tuhan memberkati kita semua.
Adi
haniifa said
@Mas Adi
Tetapi ada yg perlu digarisbawahi, terdapat 71 alasan mengapa 128 & 129 dihilangkan.
Saya beberapa kali menemukan postingan dalam internet, hanya dapat menyanggah 3 hingga 5 alasan hitungan.
Dalam ilmu probabilitas atau ilmu ratio, jika kita menampilkan 71 data alasan atas sebuah hitungan, tentu sekali 3 hingga 10 data alasan yg ditampilkan memang dapat diperdebatkan.
_____________________________
Terimakasih atas apresiasinya.
71 alasan ?!
lalu…
710 alasan ?!
lalu…
7100 alasan ?!
Kalaupun saya kembangkan mungkin lebih dari 71 bahkan ribuan mungkin ?!
Mohon maaf yach, menurut saya “Bilal” seorang budak hitam tidak perlu beralasan untuk mempertahankan keyakinannya…
Subhanallah…
Saya menetapi alasan saya diatas ( Komentar ini )
Wassalam, Haniifa.
adi said
Salaam…
Terima kasih atas tanggapan Mas Haniifa.
Sesuai dengan komentar Mas Haniifa sendiri,
“Mohon maaf yach, menurut saya “Bilal” seorang budak hitam tidak perlu beralasan untuk mempertahankan keyakinannya…”
Kalau memang betul tertulis di atas sesuai dengan jawaban Mas Haniifa, lalu hitungan yg Mas tampilkan di awal postingan Mas seharusnya tidak perlu dicantumkan. Hehehe
Akan lebih baik jika Mas Haniifa mengatakan, “Saya (Mas Haniifa) tidak percaya akan segala hal yg dikatakan Rashad, dengan tanpa alasan”. Maka tidak perlu alasan dalam memahaminya, layaknya seperti Bilal.
Sehingga tidak menimbulkan polemik diantara pro dan kontra yang akhirnya akan menjadi pertengkaran yang tiada akhir. Karena ini adalah masalah KEYAKINAN.
Maaf yaa Mas… Ini hanyalah sekedar diskusi, seperti sebuah obrolan di angkringan sore hari.
Peace,
Adi
haniifa said
@Mas Adi
)
Saran @Mas saya terima, oleh karena itu saran saya lebih baik berikan saja SATU (1) alasan saja daripada 71 (tujuh puluh satu tapi tidak berbobot
Pis, @Haniifa.
Human said
Salaam
@Adi
Sodara Adi sebelumnya saya berterimakasih kepada anda juga ikut membantu kita2 dalam memberikan paparan mengenai Penulisan Sodara Hanifa, Saya sangat setuju dengan anda bahwa Ilmu Ratio ataupun Probabilitas andapun penyanggahan sebanyak 3 sampai 5 tidak bisa dibilang kuat dalam menggugurkan 71 alasan Rashad Khalifah dalam menghilangkan 9:128 dan 129.
oh ya untuk buku bantahan saya juga menunggunya….. InshaAllah dengan sama2 belajar kita smua bisa mendapatkan ilmu dan meyakini apa yang kita anut, dan apa yang Tuhan inginkan selama kita hidup didunia.
@Haniifa
untuk alasan anda sesudah komentar saya sebelum komentar yg ini sangat bagus, anda sudah mulai lebih terfokus bicaranya, dari itu saya ingin menjawabnya,
Cobalah anda buka surat Al Muddath thir ayat 30 “Diatasnya sembilanbelas” , seperti saya katakan sebelumnya banyak tafsir yg menambah nambah kan kata “Diatasnya ada sembilan Belas (malaikat Penjaga)” tafsir di indonesia ini sama dengan tafsiran dari Mohsin Khan, tapi apakah diayat itu ada tulisan malaikat penjaga?????
pada tafsir Shakirdan juga Yusuf Ali menafsirkan “Over It are Nineteen”
pada tafsir Pickthal menafsirkan “Above it are nineteen”
pada tafsir Mohd Asad menafsirkan “Over it are nineteen(Powers)”
Perbedaan itu sbarnya mreka tidak tau apa yg dimaksud sembilan belas disitu, toh seperti Shakirdan, Yusuf ali, dan Pickhtal mencoba menampilkan apa adanya apa yang dikatakan tuhan meskipun mreka tidak tahu maksud dari itu, setelah adanya tekhnologi komputer dan lain2 Rashad Khalifa mengungkapkan apa yg dimaksud di ayat itu.
postingan sodara Hanifa kmarin :
“Selanjutnya silahkan @Saudara Human pelajari QS 17:88
Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa AYAT Al Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”.
Apakah para sahabat sepeninggal Rasulullah, berani menentang QS 17:88 ?!”
Saya tidak membantah apa yang ada di Quran, untuk Qs 17:88 ini dikuatkan oleh Tuhan Al Muddath thir ayat 30, dan sekarang hasil hitungan Rashad Khalifah mengembalikan Quran seperti pada porsi awalnya dimana Quran diturunkan.
Saya merasa takjub setelah melihat hitungan Rashad Khalifah Alhamdulillah mata saya baru terbuka lebar bahwa Tuhan benar2 menunjukkan meskipun manusia dan jin berkumpul tuk membuat ayat al Quran ini, tidak akan ada suatu apapun yang serupa dengannya, walaupun banyak pembantu yang menolong satu dengan yang lain.
Tapi setelah adanya penambahan ayat di 9:128 dan 129, maka porak poranda lah keajaiban angka sembilanbelas tersebut yang menjaga setiap ayat2/ perkataan Tuhan, seperti hitungan anda diatas.
Anda Bisa Lihat Qs 7:16 “Dia berkata, “Disebabkan Engkau berkehendakkan yang aku telah tersesat, aku akan melalaikan mereka(Keturunan Adam/MANUSIA) dari jalan Engkau yang lurus itu.” itulah kta2 saitan, so Manusia dengan godaan saitan menambahkan 9:128 dan 129 untuk mengagungkan Muhammad, anda juga mengerti khan kejadian Perang Karbalak?, tapi (maaf) Astaghfirullah sebagian aliran malah mengagungkan orang2 yang membela ayat2 Quran di perang Karbalak, padahal kita tidak boleh menyekutukan Tuhan banyak sekali di Quran yang menerangkan tentang ini.
Postingan Sodara Haniifa :
“_____________________________
Terimakasih atas apresiasinya.
71 alasan ?!
lalu…
710 alasan ?!
lalu…
7100 alasan ?!
Kalaupun saya kembangkan mungkin lebih dari 71 bahkan ribuan mungkin ?!”
lihat QS 31(Luqman) ayat 27 “Jika kesemuanya pokok pokok dibumi dijadikan pena, dan lautan bertukar menjadi tinta, dan ditambahkan dengan tujuh lagi lautan, perkataan perkataan Allah tidak akan kehabisan. Sesungguhnya, Allah sajalah yang Maha kuat lagi Maha Bijaksana.”
Kenapa tidak alasan itu akan bertambah? saya rasa apabila kita pelajarin lagi semakin banyak yang akan kita temukan di Quran. dan saya Kaget dengan koment anda sodara Hanifah , apa yang anda tertawakan???? apakah kebesaran Tuhan yang anda tertawakan??? saya merasa anda mau menyaingi Tuhan…….
Bilal??? aneh alasan anda!!!
Mohon Maaf
Peace
WaSalaam
haniifa said
@Mas Human.
They use lies and distortion of the truth to attack Muhammed and his message. Those attacking Dr. Khalifa are using the same technique, they may be a different group but has that same teacher, Satan…
Ini yang saya tertawaken !!!
Mohon maaf, coba saudara periksa kembali dengan tiliti postingan saya diatas.
Wassalam, Haniifa.
At Taubah 128-129 == Base On The True « Haniifa said
[...] terbaru haniifa on Saya tidak sepintar Dr. Rashad…Human on Saya tidak sepintar Dr. Rashad…haniifa on Saya tidak sepintar Dr. Rashad…adi on Saya tidak sepintar Dr. Rashad…Rohedi [...]
alf said
aswrwb…
hi all..cuman mau sedikit cerita n ngasih komentar ajah..
gw ngikutin postingan temen” semua, jujur beberapa kali gw buka postingan ini untuk cari bacaan” rohani, dan untuk referensi ttg islam
krn saya mualaf, jadi saya butuh informasi yang lebih dalam mengenai islam.
dr semua postingan” temen” semua, gw akuin semuanya hebat banget.. n gw yakin banyak yang bisa gw pelajari dr sini…
)
but sorry guys, gw org awam, n gw tergerak hatinya untuk ikut menulis walau saya hanyalah org baru di agama ini…
dr beberapa postingan temen” saya liat ada selisih pendapat disini…
antara hanifa n human ( sorry kl salah ngetik
gw ngikutin per postingnya, sebagai org awam n org yang sedang mencari kebenaran tentang islam, saya rasa sdr human memberikan alasan alasan yang terarah berdasarkan kitab alquran, n setelah saya coba baca lagi di quran, kok banyak benernya yahh…
n maafin untuk hanifa, saya ngerasa hanifa kok agak gag fokus dalam menjawab atau memberikan komentar balik… coba di review ulang aja deh. lebih banyak mana yg menggunakan dasar al-quran dalam menjawab hal hal diatas…
(maafin saya hanya melihat sebagai org luar aja)
soalnya yg saya tahu quran tuh dibuat oleh Tuhan Allah untuk manusia, jdi ya saya hanya belajar dr satu kitab aja, gag berani baca baca yg lain..takut salah soalnya…
ini saya copy paste dr postingan hanifa
Penomoran seluruh ayat-ayat Al Qur’an menggunakan bilangan dasar sepuluh, dan saya membuktikan bahwa lafadz ALLAH dalam seluruh Al Qur’an tepat 2810, jika dibagi 10 maka tidak menyisakan hasil bagi.
nah ini yg saya gag ngerti maksudnya apa, kl emang bener alquran pake angka dasar sepuluh (10), mau donk referensinya di quran itu ayat berapa om?
kl yang sembilan belas, saya dah pernah baca..(referensinya dr postingannya human) nah kl ada angka 10 sbg dasar yg ditulis dlm quran, pengen tau juga om..
at least ini bukan bwt debat tp bwt kebutuhan rohani saya yang baru bergabung di dalam islam (yang notabene kitab sucinya adalah Alquran) makasii ya temen” smua.. mau berbagi informasi sama saya…wasswrwb -> nulisnya gimana sih.. aku ngikutin yg ada di surat” undangan nikah aja, masih belum ngeh soalnya takut salah.. makasii
haniifa said
Wa’alaikum Salam, @Mas Alf.
Mohon maaf coba lihat kembali tabel diatas, perhitungan saya Lafadz Allah => 2698 := 142 x 19 … sama dengan perhitungan Dr. Rashad Khalifa base 19. (Syarat Basmalah tidak disertakan dalam perhitungan lafadz Allah)
Penomoran Al Quran memang base sepuluh, coba buka ayat Al Jumu’ah sebanyak 11 ayat.
Base Dua-> 11 := (1×2^1) + (1×2^0) sama dengan 3 (tiga ).
Base Delapan-> 11 := (1×8^1) + (1×8^0) sama dengan 8 (delapan).
Base Sepuluh- 11 := (1×10^1) + (1×10^0) sama dengan 11 (sebelas).
Base19-> 11 := (1×19^1) + (1 x 19^0) sama dengan 20 (dua puluh)
Nah… Apakah Al Qur’an Surah Al Jumu’ah @mas Alf ada 20 ayat, tentu tidak bukan ?!!
Atau dalam base dua… jadi tinggal 3 ayat, dunk ?!
Note:
Oh,yah… didalam Islam tidak ada paksaan dan saya tidak memaksa saudara mengikuti perhitungan/logika saya.
Wassalam, Haniifa.
adi said
Salaam,
Buat teman2 semua, berikut saya sampaikan sedikit tentang kode 19. Dikutip dari Appendix 29.
Surah 9 Tanpa Basmalah
Setiap surah di dalam Quran diawali dengan pernyataan “Dengan Nama Tuhan yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang,” dikenal sebagai Basmalah, dengan perkecualian Surah 9.
Ketiadaan yang menarik dari Basmalah pada Surah 9 telah menjadi teka-teki Quran sepanjang 14 abad. Banyak teori telah diajukan untuk menguraikan fenomena ini. Sekarang kita telah pelajari surah yang tidak ada Basmalah berperan sebagai:
A.Sebuah unsur penting dari mukjizat matematika Quran, dan
B.Tanda yang mengejutkan dari yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, bahwa Surah 9 telah dirusakkan dan harus disucikan (Appendix 24).
Peran kedua hal tersebut dari Basmalah yang hilang telah diungkapkan dengan penemuan kode matematika Quran. Daftar berikut adalah pengamatan faktual untuk mengilustrasikan rencana keajaiban tentang Basmalah yang hilang:
[1]Oleh karena Basmalah terdiri dari 19 huruf Arab, dan pembukaan semua surah-surah melainkan satu surah, ianya dapat dianggap sebagai pondasi dimana Quran yang berasaskan kode 19 telah terbangun. Tetapi ketiadaan Basmalah dari Surah 9 menyebabkan banyaknya pernyataan pembuka yang penting ini menjadi 113, nomor yang tidak sesuai dengan kode Quran. Bagaimana pun, kami dapati bahwa ketiadaannya telah digantikan di Surah 27. Dua Basmalah muncul di Surah 27, satu sebagai pembukaan dan yang satu lagi ada di ayat 30. Ini mengembalikan total banyaknya Basmalah di dalam Quran menjadi 114, 19×6.
[2]Dari Basmalah yang hilang pada Surah 9 hingga ke ekstra Basmalah di Surah 27, terdapat 19 surah.
[3]Penjumlahan nomor-nomor surah dari Basmalah yang hilang (Surah 9) hingga ke ekstra Basmalah (Surah 27) adalah 9+10+11+12+ … +25+26+27 = 342, 19×18.
Ini adalah sebuah perangkat matematika, sebarang urutan 19 angka-angka akan terjumlahkan dan merupakan kelipatan 19. Tetapi fenomena yang ajaib adalah bahwa nomor ini, 342, sama dengan nomor urut kata dari awal Basmalah di Surah 27 hingga Basmalah kedua di ayat 27:30.
[4]Kejadian bagi ekstra Basmalah di 27:30 sesuai dengan kode Quran pada nomor surah itu, ditambah dengan nomor ayat adalah kelipatan 19 (27+30 = 57 = 19×3).
[5]Kejadian bagi ektra Basmalah di Ayat 30 sebanding dengan kejadian bagi nomor 19 itu sendiri di ayat 30 (Surah 74).
[6]Quran terdiri dari 6234 ayat yang bernomor. Ketiadaan Basmalah dari Surah 9, dan digantikannya di Ayat 30 Surah 27 memberikan kita dua Basmalah yang bernomor, 1:1 & 27:30, dan 112 Basmalah yang tidak bernomor. Ini menyebabkan total banyaknya ayat dalam Quran menjadi 6234+112 = 6346, 19×334.
[7]Dari Basmalah yang hilang hingga ke ektra Basmalah, banyaknya ayat yang mengandung kata “Allah” adalah 513, 19×27. Perhatikan bahwa 27 adalah nomor surah dimana ektra Basmalah muncul. Datanya ada di Tabel 1.
[8]Penjumlahan bagi nomor-nomor ayat (1+2+3+ … +n), ditambah dengan banyaknya ayat, dari Basmalah yang hilang hingga ke ektra Basmalah adalah 119624, 19×6296. Lihat Tabel 2:
Tabel 1:Ayat-Ayat yang mengandung kata “Allah”
dari Basmalah yang hilang hingga ke Ekstra Basmalah
Nomor Surah Ayat dengan “Allah”
9 100
10 49
11 33
12 34
13 23
14 28
15 2
16 64
17 10
18 14
19 8
20 6
21 5
22 50
23 12
24 50
25 6
26 13
27 6
— —
342(19×18) 513(19×27)
Tabel 2: Surah & Ayat Dari
Basmalah yang Hilang Hingga ke Ekstra Basmalah
Surah Ayat Penjumlahan Nomor Ayat
9 127 8128
10 109 5995
11 123 7626
12 111 6216
13 43 946
14 52 1378
15 99 4950
16 128 8256
17 111 6216
18 110 6105
19 98 4851
20 135 9180
21 112 6328
22 78 3081
23 118 7021
24 64 2080
25 77 3003
26 227 25878
27 29 435
—- —- —-
342 1951 117673
1951+117673=119624=19×6296
[9]Butir ini juga membuktikan bahwa Surah 9 terdiri dari 127 ayat, bukan 129 (lihat Catatan Tambahan 24). Penjumlahan digit bagi 127 adalah 1+2+7 = 10. Dengan mencari semua ayat-ayat yang jika digitnya dijumlahkan sama dengan 10, dari Basmalah yang hilang di Surah 9 hingga ke ektra Basmalah di Surah 27, lalu tambahkan banyaknya ayat-ayat ini dengan total banyaknya ayat dari Basmalah yang hilang hingga ke ekstra Basmalah, kita mendapat 2128, atau 19×112 (Tabel 3).
[10]Surah 9 adalah surah yang berbilangan ganjil yang mana banyaknya ayat (127) juga berbilangan ganjil. Dari Basmalah yang hilang hingga ke ektra Basmalah, terdapat 7 surah menguasai perangkat ini; mereka itu adalah surah-surah berbilangan ganjil yang banyaknya ayat yang juga berbilangan ganjil. Sebagaimana penjelasannya di Tabel 4, surah-surah tersebut adalah 9, 11, 13, 15, 17, 25, dan 27. Dengan menjumlahkan digit-digitnya yang menjadikan nomor surah dan banyaknya ayat, total seluruhnya adalah 114, 19×6.
Tabel 3: Ayat yang Jika Digitnya dijumlahkan = 10,
Dari Basmalah yang Hilang Hingga ke Ekstra Basmalah
No. Surah Banyaknya Ayat Banyaknya Kejadian
9 127 12
10 109 10
11 123 11
12 111 10
13 43 3
14 52 4
15 99 9
16 128 12
17 111 10
18 110 10
19 98 9
20 135 12
21 112 10
22 78 7
23 118 11
24 64 6
25 77 7
26 227 22
27 29 2
— —- —
342 1951 177
(19×18) & 1951+177=2128=19×112
Tabel 4: Surah Berbilangan Ganjil yang Banyaknya Ayat Juga Berbilangan Ganjil
No.Surah Penjumlahan Digit Banyaknya Ayat Penjumlahan Digit
9 9 127 10
11 2 123 6
13 4 43 7
15 6 99 18
17 8 111 3
25 7 77 14
27 9 29 11
— —
45 69
45+69 = 114 = 19×6
[11]Dua tampilan selanjutnya menampilkan keaslian keduanya, ketiadaan Basmalah dan banyaknya ayat di Surah 9 (dimana dua ayat palsu dimasukkan).
Jika kita mengambil surah yang sama yang telah tertera pada Tabel 4, surah-surah bernomor ganjil yang banyaknya ayat juga berbilangan ganjil, dan tuliskan nomor bagi setiap surah, diikuti dengan banyaknya ayat, menghasilkan barisan angka yang panjang (30 digit) adalah kelipatan dari 19.
9 127 11 123 13 43 15 99 17 111 25 77 27 29
Setiap nomor surah adalah diikuti oleh banyaknya ayat dalam surah tersebut.
Nomor yang panjang ini sama dengan 19 x 48037427533385052195322409091.
[12]Marilah kita mengambil digit terakhir bagi semua ayat-ayat dari Basmalah yang hilang hingga ke ektra Basmalah. Jika kita menulis nomor setiap surah, diikuti dengan digit terakhir di setiap ayat dalam surah itu, kita akan berakhir dengan nomor yang panjang, 1988 digit, dimana merupakan kelipatan 19.
9 1234567890123… … 27 1234567890 … 789
Nomor surah diikuti oleh digit terakhir dalam setiap nomor ayat
dari Surah 9 hingga Surah 27, ayat 29.
Demikian terima kasih.
Peace,
Adi
______________________
Salam hangat, @Mas Adi
Alhamdulillah….
Saya sudah baca semuanya (maksudnya dari submission.org) , dan mohon maaf coba periksa kembali dengan teliti seluruhnya.
by the way… trim’s berat atas atensinya.
Wassalam, Haniifa.
konyol said
@Adi
Al qur’an bukan untuk orang mate matian kayak koe duang
oh oho oho
____________
@
Konyol said
@Adi
Bagaimana dengan surat Arrahmaan (QS 55), yang bunyinya, sbb:
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”
Ada 31 ayat, padahal bukan kelipatan 19 ?!
Apakah pengulangan ayat seharusnya 19 saja gitu, atau ditambah menjadi 38 agar kelipatan 19…
_______________
@Mas Konyol
Wah… kalau saya seeh, tidak berani mengurangi atau menambah ayat-ayat suci Al Qur’an
alf said
@ hanifa : duh duh saya jadi bingung, jujur saya makin pusing, kan yg saya minta itu ayat quran nya bukan itung itungan ky gitu… mau di cari gimana juga itungannya saya gag ngeh.. baca huruf arab aja blum bisaa, apalagi ngitung ky gitu blum nyampee kalii oom..
mohon di perhatiin yg saya tanyain om, kl ada ayat quran nyaaa yg menjelaskan, dimana saya bisa cari..??
well, memang saya gag merasa dipaksa bwt ikut sama perhitungan om hanifa atau apapun itu.. and saya cuma pengen tau, kan disini lagi ngebahas angka 19 ama 10 nih secara global yah (dr postingan” temen” semua)…
kl nomer atau angka 19 yg disebutin ama human saya pernah baca, nah kl nomer atau angka 10 yg disebutkan di quran tuh dimana…??
sekali lagi yg saya tanyakan adalah di surat manakah angka 10 itu disebutkan…
kl om hanifa adaaa bacaannya di quran tolong dikasih tau saya yahhh…
n satu hal lagi, kl emang ada ataupun gag ada suratnyaa…gpp bilaang aja.. at least, om hanifa masih membantu saya untuk menjelaskan hal ini, n thanks anyway bwt tulisan wassalam nya
wassalam
alf.
____________
Wa’alaikum Salam, @Saudara Alf
Kalau tidak paham tidak apa-apa, ndak usah dipaksakan. !!!
Soal angka 19 juga sudah saya bahas dengan jelas dipostingan, kalau base 10 coba saudara buka tafsiran/Al Qur’an dan lihat-lihat nomor ayat secara berurutan.
Misalnya :
Al Fatihaah, dari ayat 1 s/d 7.
Al Baqarah, dari 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10, 11 (sebelas) … s/d 286 (baca DUA RATUS DELAPAN PULUH ENAM dalam desimal)</i)
Wassalam, Haniifa.
adi said
Salaam @Mas Konyol,
Mohon dibaca dari awal.. Saya hanya menunjukkan salah satu isi dari Appendix yg dikerjakan oleh Dr. Rashad Khalifa, yaitu Appendix 29. Jadi tidak sedikit pun saya menambahkan ataupun mengurangkannya isi dari Appendix 29 tersebut.
Hal ini hanya sebagai bahan diskusi agar teman2 yg membaca, mengerti apa yg sesungguhnya didiskusikan. Karena topik yg disajikan oleh pemilik situs ini adalah tentang Dr. Rashad Khalifa.
Karena untuk mendiskusikan sesuatu, sudah selayaknya masing2 pihak sudah membaca bahan diskusinya. Sehingga dapat digunakan sebagai bahan pembanding pada saat seseorang akan melakukan penyangkalan data, penambahan data, ataupun pembuatan data baru. Agar tercipta sebuah diskusi yg lebih komunikatif.
Untuk mengetahui isi selengkapnya ttg Appendix 1 hingga Appendix 38, silahkan saja buka http://www.submission.org, ada bahasa Indonesia/Malaysia juga kok Mas..
Maaf kalau saya membuat Mas Konyol salah pengertian.
Peace,
Adi
adi said
Salaam @Mas Konyol,
Mohon dibaca kembali postingan saya ttg Appendix 29. Telah saya sampaikan bahwa Appendix tersebut saya KUTIP dari Appendix 29 yg dibuat oleh DR. Rashad Khalifa. Sehingga minimum teman2 semua mengetahui bahan perbandingan yg dipostingkan oleh Mas Haniifa. Agar lebih subyektif dalam membahas suatu topik diskusi.
Untuk data lebih jelasnya ttg kode 19 DR. Rashad Khalifa atau Appendix selengkapnya (Appendix 1 hingga Appendix 38), mohon buka saja di http://www.submission.org, ada bahasa Indonesia/Malaysia kok Mas..
Karena banyak comment di atas (bulan Januari) yg menurut saya tidak berhubungan dengan topik yg didiskusikan.
Tidak sedikitpun ada data yg saya tuliskan sendiri dari Appendix 29 tersebut.
Mohon maaf kalau sampai membuat @Mas Konyol salah pengertian.
Peace,
Adi
haniifa said
Assalamu’alaikum, @All
Subhanallah…
Buat rekan-rekan yang budiman, perlu saya pertegas dalam postingan ini saya menghitung jumlah lafadz Allah tampa “Basmallah” sebanyak 2698 dan perhitungan tersebut termasuk Surah At Taubah ayat 129:
Kesimpulannya perhitungan Dr. Rashad Khalifa jika surah At Taubah == 127 ayat, maka lafadz Allah hanya 2697 saja dan angka ini TIDAK kelipatan 19.
Rekan-rekan yang budiman, jika ingin lebih objektip maka alangkah baiknya lafadz Allah dihitung sendiri tampa dan dengan “Basmallah”, kemudian bandingkan dengan TABEL postingan saya diatas.
Catatan:
Pada No Surah 58 (Al Mujaadilah), sengaja tidak saya koreksi pada kolom Why ?! := +1 —::Click me::
Wassalam, Haniifa.
adi said
Salaam @Mas Alf,
Kata sepuluh terdapat dalm Quran pada:
Al Baqarah ayat 196 -> … ini akan melengkapi sepuluh hari kamu berpuasa …
Al Baqarah ayat 234 -> … menunggu selama empat bulan dan sepuluh hari …
Al Maaidah ayat 89 -> …memberikan makan kepada sepuluh orang miskin…
Al Maaidah ayat 103 -> … tidak juga lembu jantan yang berbapakan sepuluh…
Al An’aam ayat 160 -> … kebaikan akan menerima ganjaran sepuluh kali banyaknya…
Al A’raaf ayat 142 -> … dan melengkapkannya dengan ditambah sepuluh…
Hud ayat 13 -> …”Dan buatlah sepuluh surah seperti ini…
Thaa Haa ayat 103 -> …Kamu telah tinggal tidak lebih dari sepuluh hari!”.
Al Qashash ayat 27 -> …jika kau menjadikannya sepuluh, itu adalah di atas kerelaan dipihakmu…
As Saba’ ayat 45 -> …satu persepuluh dari yang telah kami…
Al Fajr ayat 2 -> Dan malam yang ke sepuluh.
Tidak saya temukan dari ayat-ayat di Quran yg menyatakan ttg angka sepuluh yg mengacu pada Quran, kecuali pada Hud ayat 103:
Jika mereka berkata, “Dia yang mereka-rekakan (Quran ini)”, beritahukan kepada mereka, “Dan buatlah sepuluh surah seperti ini, reka-rekakanlah, dan undanglah siapa saja yang kamu dapat, selain TUHAN, jika kamu sememangnya benar”.
Jadi kita telah dilarang oleh Tuhan agar tidak mengada-adakan sesuatu yg memang tidak terdapat dalam Quran.
Jika ada teman-teman mengetahui ayat yg lain ttg sepuluh (10), mohon dipostingkan. Alf adalah teman kita yg baru saja masuk Islam. Mari kita bantu dia untuk memahami kitab.
Semoga Tuhan memberkati kita semua.
Peace,
Adi
alf said
salamun’alaikum
@ hanifa
hmm… kl ga paham ga usah dipaksakan yah, so jdi saya salah mau belajar???!!
nabi muhammad ajah ktnya pernah ditegur ama Allah gara gara ada org tua minta diajarin agama pada saat nabi lagi mo perang, dan nabi menolaknya..
inget om saya mualaf, saya cuma baca 1 kitab skrg yaitu quran, dan saya butuh informasi ayat.
saya berulang kali menanyakan ayat mana siiihhh yg ada kata katanya “… sepuluh” atau “sepuluh…” bukan disuruh ngitung lagi oom..
kasih saya link untuk bisa MEMBACA AYAT “angka 10″ TERSEBUT… bukan MENGHITUNG trus di bagi bagi ama angka 10 atau angka berapa lah yg ntr bisa dibuat ngebagi
saya gag sepinter om hanifa yg bisa nyebutin angka 10 bwt dasar itungan quran, nahhh.. kl emang bener, ayatnya manaaaaa??
kl ga ada berarti logikanya quran ga sempurna donk, so musti manusia sendiri yg nambahin dasarnya yah??? ihh, saya sih gag berani yahhh…brrrr atuttt
saya pengen tau, kl om hanifa baca tuh ayat yg ada angka sembilan belasnya, om hanifa ngartiinnya apa?
hanya sekedar ayat ajah yg ga bisa dimengerti?
atau cuma tulisan doank? (cuma nanya lhoo jangan diartiin apa apaa/ NANYA DOANK )
itu kan bahasanya Tuhan kan?? kl gw sih sebagai org baru di islam, gw lebih percaya sama tulisan atau omongan tuhan (dr quran) drpada omongan org yg gag berdasar sama ayat apapun di quran yah….(bukan jumlah jamleh ayat yeeeee)
kl gw sihhhhhh takut dibilang sesat lah atau apalah, musrik or sirik duhhhh blum ngeh,pokoknya itulahhh
well,kynya gw upload media massa seru nih yah….
ada biodatanya om? makasi sebelumnya yaaa oom
tahajud said
Saudara @Alf
Saya membaca dari artikel hanifa, sepertinya bilangan sepuluh (10) yang saudara tanyakan ada pada:
http://haniifa.wordpress.com/2007/07/14/8/
coba saudara pelajari, menarik loh.
selamat datang saudaraku.
alf said
salamun’alaikum
@om adi
makasiihh banget yaa atas informasinya…
ternyata masih ada yg mau menjawab pertanyaan saya dengan jelas, yg saya butuhkan adalah jawaban seperti ini…
sekali lagi makasih banyak bwt om adi.. saya jadi mengerti rujukan” mana yg harus saya baca untuk pembuktian yg bener tuh yang mana.
kl ini kan jelas dasar quran nya, mendasar semua dan ada buktinya semua di quran
akhirnya saya mengerti, arti dari maksud pembuatan postingan ini apa, tks.
wassalam
tks untuk om adi. om human, dan om hanifa… Allah Bless U all
haniifa said
Wa’alaikum Salam, @All.
Teruntuk @Om Alf, sehubungan postingan ini dibaca oleh khalayak ramai maka dengan rendah hati saya mohon maaf jika respon dari saya kurang memuaskan secara pribadi penanya… atau dengan kata lain saya lebih cenderung merespon secara globalnya saja bahkan mungkin tidak sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku khusus. Hal yang sama pernah saya lontarkan pada seorang sahabat @Mas Daeng Fattah (dimana beliau piawai dibidang matematika).
Wassalam, Haniifa.
Rahasia Al Qur’an dibalik huruf Hijaiyah « Haniifa said
[...] tidak tahu apakah trik +1 dan -1 yang dilakukan oleh Submission.org sama dengan “beliau” ?! yang jelas telah dilakukan [...]
Utak-atik Al Fatihah. « Sains-Inreligion said
[...] itu, kecerdikan rekan yang kerap komentarnya tidak mudah untuk segera dipahami. perlu mendapatkan perhatian berlanjut. Penjelasan bahwa jumlah huruf dari Al Fatihah bukan 139 [...]
Mengenal tipu daya Kafirun « Haniifa said
[...] “Trik Plus-Minus“, silahkan pelajari dengan seksama pada postingan berikut : 1. Saya tidak sepandai Dr. Rasad Khalifa… pengurangan 2 ayat At Taubah. 2. Saya tidak sepandai Dr. Rasad Khalifa 2… usaha untuk [...]
lor Muria said
Subhanallah..
Tak ada komentar.. hanya menTasydiq-kan saja Postingan Pak Guru Haniifa….karena memang begitu adanya…
Nice…very very nice article…
terlebih kata2 ini:
—————————————————————-
Apakah betul saya tidak sepintar Dr. Rashad Khalifa, tetapi tidak bodoh ?!
Bukti bahwa saya tidak bodoh adalah :
—————————————————————-
Lanjutkan!!!
haniifa said
@Mas Lor Muria
Subhanallah…
Salam hangat selalu, Haniifa.
Konsep bilangan biner berawal dari Al Qur’an « Haniifa said
[...] Bilangan sembilan belas (19) interlock yang tidak terbantahkan 2. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ jumlah huruf sembilan [...]
Agama Syi’ah sama dengan Agama Kristen 5 « Haniifa said
[...] hijau itu belon lunas jadi tolong jangan disobek. Dikarenaken saya bukan ahli hukum nujum, silahken sampean cari perkara sendiri yang berlandaskan [...]
Agama Syi’ah sama dengan Agama Kristen 12 « Haniifa said
[...] metode yang digunakan oleh orang-orang Yahudi: bermain permainan kata-kata dengan Firman Allah. Rashad Calipha’s sekte, misalnya, mengatakan bahwa hanya Ayat 33:40 menyatakan berakhirnya kenabian tetapi tidak untuk [...]