حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Mekah sebagai pusat bumi 2

Posted by حَنِيفًا on May 1, 2008

Apa susahnya mengatakan Mekkah adalah (400 BT, 23.50 LU) ?!

Ada keengganan tersendiri untuk menjawab bahwa Titik Potong kota Mekkah adalah (400 BT, 23.50 LU), Dan sebenarnya saya lebih menyukai menyebutkan kisaran 40 derajat Bujur Timur dan kisaran 23.5 derajat Lintang Utara, alasannya sederhana yaitu mengikuti standar kesalahan ukuran plus-minus 0.5 derajat.

Kedua seperti yang saya postingkan pada December 24, 2007 saya mengharapkan komentator mengarah kepada penentuan definisi waktu Saudi Arabia (Mekkah) ketimbang lokasi Ka’bah secara geografis.

Ketiga ayat-ayat Al Qur’an yang menunjukan bilangan empat puluh, cenderung mengenai “waktu” dan ini tentunya menimbulkan polemik tersendiri jika direlasikan ke peta geografis.

Namun rupanya saya tidak bisa lagi bersembunyi di tempat terang… :D , seorang rekan yang “kritis” menohok jawaban yang justru saya hindari…

Prematurkah apa yang akan dipaparkan ??! smoga tidak …

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَـنِ الرَّجِيمِ

‘Audzu billaahiminasy syaithonir rojim
Aku memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk

وَإِذْ وَعَدْنَا مُوسَى أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ثُمَّ اتَّخَذْتُمُ الْعِجْلَ مِن بَعْدِهِ وَأَنتُمْ ظَـلِمُونَ

Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat, sesudah) empat puluh malam, lalu kamu menjadikan anak lembu (sembahanmu) sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang dzalim. [QS 2:51]
empat puluh malam = 40M
Ditujukan kepada : Nabi Musa a.s

قَالَ فَإِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ أَرْبَعِينَ سَنَةً يَتِيهُونَ فِى الاٌّرْضِ فَلاَ تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْفَـسِقِينَ

Allah berfirman: “(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu.” [QS 5:26]
empat puluh tahun = 40T
Ditujukan kepada : Nabi Musa a.s

وَوَعَدْنَا مُوسَى ثَلَـثِينَ لَيْلَةً وَأَتْمَمْنَاهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيقَـتُ رَبِّهِ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً وَقَالَ مُوسَى لاًّخِيهِ هَـرُونَ اخْلُفْنِى فِى قَوْمِى وَأَصْلِحْ وَلاَ تَتَّبِعْ سَبِيلَ الْمُفْسِدِينَ

Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan berkata Musa kepada saudaranya yaitu Harun: “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan.” [QS 7:142]
empat puluh malam = 40M
Ditujukan kepada : Nabi Musa a.s

وَوَصَّيْنَا الإِنسَـنَ بِوَلِدَيْهِ إِحْسَـناً حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهاً وَوَضَعَتْهُ كُرْهاً وَحَمْلُهُ وَفِصَـلُهُ ثَلاَثُونَ شَهْراً حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَى وَلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَـلِحاً تَرْضَـهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِى إِنَّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. [QS 46:15]
empat puluh tahun = 40T
Ditujukan kepada : Manusia yang mempunyai kedua “Orang Tua” (kita sekalian)

Selanjutnya …

رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ

Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya. [QS 55:17]

kedua tempat terbit matahari = 40M + 40M
kedua tempat terbenamnya = 40T + 40T

Faktanya didalam peta bumi kita :

1. Titik potong “Bujur Barat” (400) dan “Lintang Selatan” (23,50), berupa lautan
2. Titik potong “Bujur Barat” (400) dan “Lintang Utara” (23,50), berupa lautan
3. Titik potong “Bujur Timur” (400) dan “Lintang Selatan” (23,50), berupa lautan
4. Titik potong “Bujur Timur” (400) dan “Lintang Utara” (23,50),berupa DARATAN

Sehingga:

Wilayah Mekkah dimana Ka’bah berada merupakan wilayah kerajaan “Saudi Arabia”. mempunyai titik koordinat (400BT, 23,50 LU )

Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud“. [QS 2:125]

Dalam hal lain 3 kali ayat tersebut ditujukan kepada nabi Musa a.s, dan seperti kita ketahui dlm
beberapa kasus nabi Musa a.s selalu berhubungan dengan “LAUTAN“. dan dalam keadaan sekarang ini faktanya banyak orang menjalankan ibadah “Umroh” dan “Haji” pada lokasi tersebut, demikian pula dalam menjalankan ibadah Shalat selalu menghadap pada DARATAN yang tepat diwilayah Mekah (Ka’bah,  Kerajaan Saudi Arabia).

Masihkah ragu Mekah sebagai titik pusat bumi ??

Catatan tambahan:
Dari Bahaz bin Hakim dari bapaknya dari kakeknya mudah-mudahan Allah meridainya, ia berkata, “Aku berkata, “Ya Rasulullah. kepada siapa aku berbakti?”. Rasulullah menjawab, “Kepada ibumu“, Aku berkata. “Kemudian kepada siapa?” Jawab Rasulullah, “kepada ibumu“. Aku berkata, “Kemudian kepada siapa?” Jawab Rasulullah, “Kepada ibumu“. Aku berkata, “Kemudian kepada siapa?” Rasulullah berkata, ‘Kepada ayahmu. kemudian kepada karibmu yang paling dekat, lalu yang paling terdekat“. (H.R. Abu Daud dan Tirmizi)

Coba kita hitung :
1. Kepada ibumu = Simbol “lautan” kasih sayang didunia
2. Kepada ibumu = Simbol “lautan” kasih sayang didunia
3. Kepada ibumu = Simbol “lautan” kasih sayang didunia
4. Kepada ayahmu = Simbol kerasnya “daratan” dalam mencari rizki didunia

Sehubungan dengan ayat [QS 46:15] ini Ibnu Abbas berkata, “Barang siapa yang telah mencapai umur 40 tahun, sedangkan perbuatan baiknya belum dapat mengalahkan perbuatan jahatnya, maka hendaklah ia bersiap-siap untuk memasuki neraka”.
Beliau menegasi jika sampai batas umur 40 th, tidaklah bertaubat ??!! tanggung sendiri akibatnya.

Sekarang kita lihat sejarah perkembangan panji Islam lewat para Khulafaur Rasyidin
Coba kita hitung :
1. Abu Bakar as Sidiq = Simbol “lautan” kasih sayang dunia islam
2. Umar bin Khattab = Simbol “lautan” kasih sayang dunia islam
3. Utsman bin Affan = Simbol “lautankasih sayang dunia islam
4. Ali bin Abi Thalib = Simbol kerasnya daratan dalam perjuangan dunia islam

Wassalam, Haniifa.

About these ads

74 Responses to “Mekah sebagai pusat bumi 2”

  1. 1. Bila saudara mengkaitkan dengan mekkah berdasarkan bilangan 40 tersebut, bukankah itu berarti saudara mendukung bahwa GMT itu sesuai dengan Qur’an?
    2. Bila Mekkah di masukkan, Massaua di Eritrea dan Yaroslavl di Russia juga mesti di masukkan, karena keduanya berada di posisi 40 derajat BT
    3. Kenapa harus BT, kenapa tidak BB. Kota Fortaleza di Brasilia dilewati 40 derajat BB
    4. Bagaimana bila anda juga memasukkan bilangan lain yang disebutkan dalam qur’an,
    1
    2
    3
    4
    5
    6
    7
    8
    9
    10
    11*
    12
    19*
    20*
    30
    40
    50*
    60*
    70
    80*
    99*
    100
    200
    300*
    1000
    2000*
    3000*
    5000*
    50000*
    100000*
    Juga disebutkan dalam quran.

    @mas Daeng Fattah
    Saudara mendukung bahwa GMT itu sesuai dengan Qur’an?….
    Rupanya mas tidak menyimak jawaban saya yang ini, baik saya tulis ulang:

    Pemahaman saya “kita perlu Kalender Masehi untuk perhitungan bisnis, kerja, dll, yang sifatnya duniawi” tapi harus menggunakan ketentuan “Saudi Arabia” untuk peribadatan Islam.

    Alasannya, sebagai muslim saya sering berdo’a:
    “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”.… Tentu dalam bahasa Al Qur’an/Arab.. :D

    2. Kota Massaua di Eritrea dan Yaroslavl di Russia, 40 derajat BT…. Berapa derajat garis “Lintangnya” ?

    3. Kota Fortaleza di Brasilia dilewati 40 derajat BB… Juga sama dengan No:2, Berapa derajat garis “Lintangnya” ?

    4. Bagaimana bila anda juga memasukkan bilangan lain yang disebutkan dalam qur’an, ….
    Sebodoh-bodohnya seorang “koki”, pada saat memasak “Sayur Lodeh” pastilah bumbu dapur menurut SOP-nya bikin sayur lodeh, walaupun dia tahu ada ribuan jenis bumbu dapur dan aneka masakan.
    Jika Sayur lodeh = bumbu Sayur lodeh + bumbu Soto Sulung + bumbu Cap cay + ..dsb,
    Itu mah sayur “Liberalisme” namanya he.he.he. :D , (Canda dikit yach).
    Soal angka-angka diatas, saya banyak merelasikan dibeberapa postingan atau mas bisa jua surf dibeberapa tempat.

    Wasalam, Haniifa.

    • Kunyuk said

      Hanifah ini munafik atau stupid. Kalo ga suka dengan GMT sebagai pusat bumi, jangan sebut-sebut 40 BT dech. Anda tidak mengerti arti 40 BT tapi sok tau. Muak saya membaca tulisan Anda. Ilmu itu objektif, tidak munafik.

  2. Jazakallah Akhi kunjungannya, Allah memang pertama perintahkan kita untuk Iqro’ :)

    @Mas Pakarfisika
    Alhamdulillah… :D
    Terimakasih.

    Wassalam, Haniifa.

  3. Anonymous said

    Kenapa anda tidak membahas angka 23.5 ??

    @Mas Anonymous
    Kenapa anda tidak membahas angka 23.5 ??
    Titik balik sinar matahari terhadap bumi adalah 23.5 derajat.
    Tapi kalau anda ingin mendalami lebih jauh soal yang ditanyakan, smoga artikel ini membantu anda…

    http://www.book-of-thoth.com/article1526.html

    Trim’s atas kunjungannya.

    Wassalam, Haniifa.

  4. adi isa said

    coba anda maen ke blog @daeng, ada sanggahannya disana

    @Mas Adi Isa
    Trim’s atas atensinya… ;)

    Wassalam, Haniifa.

  5. @Aa’ nonym
    Pecahan kalau di liat dalam quran cuma nunjukkin hukum warisan. Mana nyambung ama geografi. Atau bisa disambung2kn yah? Hehehe

    @Mas Daeng Fattah
    Pecahan kalau di liat dalam quran cuma nunjukkin hukum warisan
    Coba simak secara analisa kuantitatif dan kualitatif hadits diatas , bukankah menunjukan suatu perbandingan (dan pecahan) :
    Ibu : Ayah : karibmu yg paling dekat : yg paling terdekat = 3 : 1 : (0.5) : (0.25)
    Saya tidak bermaksud mengkritisi “maksud” mas Daeng, juga tidak berusaha “mengarahkan” tanggapan dari mas Anonymous !! :(
    Ada catatan kecil dari seorang rekan, mungkin bisa lebih menjelaskan

    Wassalam, Haniifa.

  6. Yng saya bilang mah qur’an. Hadist gak.

    @Mas Daeng Fattah
    Seperti apa kata mas sendiri : “Kalau pusing minum kopi…
    Kopi itu apa ??
    Kenapa pusing ??
    Kok mesti diminum, knpa nggak di ekstrak ??
    dsb…dsb
    Disii lain orang mungkin kalau minum kopi …. malah klenger :(
    Singkat kata untuk memaknai “Kalau pusing minum kopi” saya seeh rasanya harus mengelaborasi dari berbagai sudut pandang, sudilah mas memaafkan keterbatasan saya sebagai mahluq Allah.

    Wassalam, Haniifa.

  7. Anonymous said

    Saya setuju dengan pendapat anda, and thx… :D
    Link artikelnya juga… it’s ok.

    @Daeng
    “Sambung menyambung menjadi satu
    Itulah Indonesia…”
    Secantik-cantiknya juga putri duyung “Bawah ikan, atas manusia”, jelasnya lebih baik cari putri yang cantik and normal.. he.he.he
    Daripada salah sambung mendingan noton dulu dah…
    ::Cherioooo::

    @Mr. Anonymous
    Thx juga :D

    Wassalam, Haniifa.

  8. daengfattah said

    Kepeleset bahasa. Hehehe
    Sama sama

    @Mas Daeng Fattah
    Kepleset bahasa, ketikan, hitungan … itu seeh manusiawi
    Yang bahaya kepleset disaat berjalan ditepi “jurang”… game over :(
    Trim’s atas peringatannya.

    Wassalam, Haniifa.

  9. insansains said

    ^_^ Subhanallah…!
    Ruarrr biasa :)
    Hm.. tapi untuk urusan geografis dan demografi saya “angkat tangan” deh, bukan ladang saya. Tapi acungan jempol untuk postingannya. Walaupun kebenaran (al-haq) adalah yang datang dari Sang Maha Pencipta itu sendiri. Mudah-mudahan, nanti ada yang bisa “nyambung” lagi sehingga bisa saling melengkapi. Trima kasih

    @Mas Insansains
    Subhanallah…
    Hm.. tapi untuk urusan geografis dan demografi saya “angkat tangan” deh, bukan ladang saya.
    Ada kesamaan antara kita rupanya…. :D , saya juga nggak ngerti !!

    Wassalam, Haniifa.

  10. agorsiloku said

    Ass.Wr.Wb….
    Beberapa hal yang menjadi “perhatian” saya mengenai Mekkah sebagai Pusat Bumi ememang berada pada tinjauan geografis dengan beberapa informasi yang saya ingin mendalami/mengetahui antara lain : Bagaimana didefinisikan sebagai Pusat Bumi, Seberapa Tepat perhitungan dan alasan (yang terpahami akal) mengapa ditetapkan sebagai Pusat Bumi. Apakah ada keuntungan geografis dari penetapan sebagai Pusat. Bagaimana pergerakan lempeng-lempeng tektonik bumi yang bergerak terhadap posisi Mekkah sebagai “Pusat”. “Keuntungan” apakah yang didapat jika definisi Mekkah menjadi Pusat Bumi diberlakukan…. Apakah madinatul Al Qur’an memang berada di Mekkah sebagai Pusat/Saksi bagi manusia?… sejumlah pertanyaan yang masih menggeluti hati… :D

    Wa’alaikum Salam, @mas Agorsiloku
    sejumlah pertanyaan yang masih menggeluti hati… :D
    Hati kita berbeda tapi mungkin pertanyaan dalam hati kita sama,
    Tak ada salahnya jika kita coba,… untuk menindak lanjutinya:

    Sayang tidak ada (belum tahu) ada penelitian dari geolog mengenai peta lempeng bumi yang menguji hipotesis bahwa pusat pergerakan lempeng dipermukaan bumi berawal dari Mekah….

    http://agorsiloku.wordpress.com/2006/12/24/proporsi-agung-phi/#comment-18936

    Insya Allah, akan saya postingkan lanjutannya.

    Wassalam, Haniifa.

  11. aricloud said

    Kalau meninjau dari 23,5′ LU, memang itu adalah batas garis lurus matahari yang menandai zona sub tropis.namun kaitannya dengan pusat bumi tentu belum pas.

    namun jika ditinjau dari titik medan magnetik bumi (earth magnetic pole)
    dimana :
    Titik magnetik utara : 82.7° N 114.4° W
    Titik magnetik selatan : 63.5° S 138.0° E

    sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Magnetic_South_Pole

    Jika ditarik garis lurus kedua titik tersebut, apabila titik tengahnya bersambung ke Mekkah, maka hipotesis di postingan mas haniifa bisa jadi benar. Namun jika tidak, mungkin hipotesis tersebut masih terlalu prematur.
    Saya bukan orang yang hobi matematik dan tarik-menarik garis, oleh karena itu saya tidak bisa menjawab pernyataan saya sendiri :(

    @Mas Aricloud
    Trim’s mas, dalam hal ini saya tidak berhipotesis.
    Namun saya hanya tertarik pada tulisan “Mekah sebagai pusat bumi” dan saya cantumkan sumbernya : Hidayatullah.com, sehingga dijadikan judul postingan, adapun pemahaman yang berbeda-beda. Jujur saja saya tidak hendak memaksakan secuilpun pengetahuan yang saya pahami.
    Kalau ada yang menghujat, melecehkan, mencaci … mendukung dll, itu sudah konsekwensi saya.
    Yang saya tahu Allah Maha Adil, dan saya yakin Bangsa Indonesia ini mengharapkan ridlo dariNYa untuk dapat bersatu menghadapi bencana-bencana yang menimpa bertubi-tubi, baik oleh karena akibat Bangsa Indonesia sendiri, maupun Bangsa diluar Indonesia …. tentu semuanya atas idzin Allah ta’ala jua.
    Dan saya secara pribadi mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya, baik kepada mas maupun kepada rekan-rekan yang secara tersirat dan tersurat mendukung postingan ini.
    Semoga Allah, melimpahkan rahmatNya kepada Bangsa Indonesia ini umumnya dan rekan-rekan dunia maya (khususnya), Amin.

    Wassalam, Haniifa.

  12. jookut said

    melanjutkan ‘tersesat’

    @Mas Jookut
    ;)
  13. [...] berfirman: “(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu [...]

  14. Si Tukang Ronda said

    agut kok bingung yah
    jangan2 di mekkah banyak magnetnya

    • konyol said

      @si tukang ronda
      buktinya orang berduyun-duyun mengharapkan rido alloh ke mekah
      buktinya pembangunana mekah menjadi kota super metropolitan dunia
      buktinya setiap shalat menghadap ke kabah yang ada di mekah

      masih knapa bingung… :lol:

      • @ Konyol said

        Kalo itu yang Anda maksud, berarti mekah sebagai pusat peradaban dan kebudayaan di bumi, bukan pusat bumi secara geologis. Ente buta sok melek. Baca dulu baru nulis. Kalo ente merasa dah banyak baca, berarti masih sedikit yang ente baca.

  15. Si Tukang Ronda said

    @haniifah sayang

    maksud ogut judul posting kamu itu lo yang pakai episod segala ampe lima kenapa nggak digabungin aja biar lebih ngejreng gitu lo

    maaf kalau salah sangka

    ___________________

    @Si Tukang Ronda
    Episodnya… berlanjut terus, duh :D
    Tidak apa-apa @mas, manusia itu (termasuk saya lho) penuh kesalahan dan dari kesalahannya itu justru menjadi pelajaran berharga.

    Wassalam, Haniifa.

  16. [...] Jawaban tersebut memerlukan uraian yang panjang dan melelahkan, walaupun saya yakin beliau sudah memahami posisi wilayah Mekkah dalam kesepakatan Internasional, berikut ini saya kutip dari postingan sebelumnya. [...]

  17. ari said

    ilmu untuk dikaji, apabila untuk kebaikan kenapa tidak dipakai? tetapi apabila kemodorotan baik pula untuk intruspeksi.Semoga semua yang disampaikan untuk kemaslahatan yang berguna bagi umat, dan ingat kepelikan ini bisa membawa ke hal yang sangat merugikan bila tanpa bimbingan semua pihak yang berkompeten

    • haniifa said

      @Mas Ari
      ingat kepelikan ini bisa membawa ke hal yang sangat merugikan bila tanpa bimbingan semua pihak yang berkompeten
      ________________
      Terimkasih @mas,dan saya mengharapkan kompetensi dari @mas Ari agar terhindar dari kemodorotan…

      Salam hangat, Haniifa.

  18. Kamshory said

    Saya membaca ada yang aneh.
    empat puluh malam = 40M
    empat puluh tahun = 40T
    (kalau boleh tau, ‘malam’ dan ‘tahun’ bahasa arabnya apa ya?) Malam kan bahasa melayu yang diserap menjadi bahasa Indonesia. Al Quran turun dalam bahasa Arob apa bahasa Indonesia ya? Hebat banget orang Indonesia melakukan manipulasi ayat Al Quran. Bisa-bisa ilmuwan seperti ini membuat Al Quran tandingan.

    Ada banyak hal yang aneh dalam tulisan ini.

    Apa alasan masuk akal yang bisa menerima Mekah sebagai pusat bumi?

    Kalau kita mau jujur bahwa bumi itu bulat (atau mendekati bulat), maka yang bisa dijadikan pusat bumi adalah kedua kutubnya yaitu kutub utara dan kutub selatan. Tapi kedua kutub itu tidak bisa dijadikan acuan waktu.

    Selain kedua kutub tersebut, seatu tempat dikatakan memiliki keistimewaan dibandingkan tempat lain jika memiliki paling tidak harus satu di antara sifat berikut:
    • Kekuatan magnet bumi
    • Ketinggian dari permukaan laut
    • Ketebalan lempeng benua
    • Jarak antara kutub utara dan kutub selatan
    • Kestabilan gerakan matahari tepat tegak lurus dengan daerah ini

    Memang benar bahwa Masjidil Harom dijadikan sebagai qiblat dalam sholat. Tapi itu tidak ada kaitannya dengan ilmu geografi. Itu adalah perintah Allah berkaitan dengan doa Nabi Muhammad. (Baca kembali surat Al Baqoroh).

    Angka 40 dan 23.5 bukan angka yang istimewa. Kalau dikaitkan dengan Al Quran, maka angka istimewa itu mungkin 19. Angka 40 dan 23.5 muncul setelah manusia membuat kesepakatan bahwa Greenwich dijadikan patokan waktu bumi, itupun munculnya karena manusia membagi satu lingkaran penuh dengan 360 bagian dan yang menemukan ini juga bukan orang Islam.

    Pernahkah kita membayangkan atau sudah benarkah pemahaman kita tentang posisi bumi, matahari, bulan, dan benda-benda langit lainnya beserta arah orbit, revolusi, dan rotasinya masing-masing?

    Greenwich dijadikan patokan oleh para ilmuwan sebagai 0 derajat karena Greenwich mempunyai keistimewaan secara geografis dibandingkan daerah lain yang dikenal oleh orang yang meneliti pada waktu itu. Kalaupun Mekah mau dijadikan pusat waktu bumi, boleh-boleh saja dengan catatan semua sepakat menggunakan sistem ini. Bagi saya, itu sama artinya membuat sebuah sistem komputer 10 bit yang tidak akan kompatibel dengan sistem 8, 16, 32, dan 64. Munculnya sistem komputer 10 bit tidak akan menambah baik keadaan malah semua komputer dan peralatan digital di muka bumi tidak bisa digunakan lagi. Pekerjaan sia-sia.

    Apapun patokan waktu yang digunakan, Islam tetap Islam. Kalaupun patokan waktu internasional dipindahkan ke New York, maka waktu sholat magrib tidak pernah berubah, yaitu ketika matahari tenggelam.

    Islam juga menggunakan waktu matahari dan bulan untuk ibadah. Silakan buka website saya. http://planebiru.com

    Tolong jangan membuat kesimpulan yang aneh-aneh yang direkayasa. Jika belum banyak bukti ilmiah yang didapat, jangan diposting dulu tulisan ini. Yakinlah bahwa semua ilmu itu berasal dari Allah dan bisa melalui siapa saja yang dikehendaki-Nya. Terus terang saya sebagai ilmuwan muslim malu membaca tulisan ini.

    Kepada para pembaca agar lebih kritis lagi membaca tulisan ini.

    Salam

    Kamshory

    @Kamshory
    Menurut sampean siapa dulu yang membuat kemiringan 40 dan 23.5 itu ?!
    Manusia kah :?:
    • cekixkix said

      @Om Kamshory
      Ente yang ngelantur ahh… Cekixkix…kix…kix…

    • Kamshory said

      @ Orang yang takut majang namanya…. (sorry. Saya ga tau mesti manggil apa)

      Benar yang membuat bumi miring 40 dan 23.5 itu Allah. Akan tetapi, angka 40 dan 23.5 didapat setelah manusia membagi lingkaran dengan 360 derajat. Tanpa itu, tidak akan ada angka 40 dan 23.5. Apakah Allah membagi lingkaran dengan 360 derajat? Adakah tertulis di dalam Al Quran atau Hadist Nabi? Kalau tidak percaya, silakan sekolah lagi. Tanyakan pada guru Matematika dan guru Geografi Anda. Jika perlu, baca lagi 6236 ayat Al Quran. Adakah bilangan 360 berkaitan dengan imlu Geografi? Kalau ada, tunjukkan kepada saya supaya saya bisa meralat tulisan saya sebelumnya.

      Perlu dicatat bahwa kemiringan itu relatif terhadap garis normal lintasan bumi yang mengelilingi matahari sementara di alam semesta ini tidak hanya ada bumi dan matahari. Bahkan miliaran benda-benda langit yang besarnya melebihi matahari.

      Saya bukan sirik kalau Mekah dijadikan acuan waktu internasinal akan tetapi, untuk mengubah itu diperlukan biaya yang tidak sedikit. Anda tau berapa jumlah komputer yang ada di dunia. Jika instalasi satu komputer membutuhkan dana 5 USD, berapa biaya total untuk instalasi semua komputer di dunia.

      Lagi pula, apa untungnya?

      Secara pribadi saya tidak punya kepentingan dengan posting ini. Akan tetapi, sebagai orang yang peduli, saya merasa wajib untuk memberikan wacana lain.

    • Kamshory said

      Mengapa bukan puncak gunung Everest atau cekungan laut mati yang dijadikan pusat bumi? Atau Greenland, atau Sambudra Atlantik? Atau karena taunya cuma Mekah saja? Saya rasa, satu dari empat tempat tersebut bisa dijadikan alternatif kalau ingin mengganti Greenwich sebagai pusat bumi.

      Ada yang pernah ke puncak gunung everest? Saya belom tuch. Tapi pake Google Earth udah. Makasih ya Mbah Google.

    • Kamshory said

      Mengapa bukan puncak gunung Everest atau cekungan laut mati yang dijadikan pusat bumi? Atau Greenland, atau Samudra Atlantik? Atau karena taunya cuma Mekah saja? Saya rasa, satu dari empat tempat tersebut bisa dijadikan alternatif kalau ingin mengganti Greenwich sebagai pusat bumi.

      Ada yang pernah ke puncak gunung everest? Saya belom tuch. Tapi pake Google Earth udah. Makasih ya Mbah Google.

    • Eagle said

      @Saudara Kamshory
      Coba baca lagi nyang benar, rasanya disini tidak bermaksud merubah jam sistem internasional tapi Mekkah sebagai pusat prosesi sistem penggalan Umat Islam.
      Kalau tidak keberatan tolong jawab pertanyaan ini oleh saudara.

      Kalaupun saudara pintar menghitung Hilal/Rukhyat apakah saudara mampu mengubah hari dan tanggal tawab,wukuf di Mekkah ?!

      Bukankah suatu hal yang lucu jika misalnya Iedul Adha jatuh pada hari JUM’AT waktu Saudi Arabia tapi di Indonesia ada yang jatuh pada Hari KAMIS atau SABTU, dan ini fakta yang saudara sendiri saksikan.

      • Kamshory said

        Tidak ada yang lucu. Karena perioda bulan mengelilingi bumi tidak tepat kelipatan 24 jam. Demikian pula bumi mengelilingi matahari. Soal perbedaan hari, itu sih biasa saja. Bukankah hari berubah setiiap pukul 00.00 (sistem matahari) dan waktu thowaf ditentukan berdasarkan penanggalan qomariah (sistem bulan). Yang pasti ahli astronomi lebih mengetahuinya.

      • Kamshory said

        Anda tampaknya harus belajar astronomi dan harus belajar menerima ilmu tanpa sentimen. Ilmu itu murni, bukan perasaan. Suka atau tidak suka, ilmu tidak akan berubah. Kecuali ilmu sosial yang selalu berubah.

      • Eagle said

        @Saudara Kamshory
        Mohon maaf Nabi Muhammad s.a.w tidak perlu ilmu murni, ilmu Astronomi dll…. beliau langsung diberi perlajaran dari Allah subhanahu wa ta’ala lewat malaikat Jibril, sehingga segala tatacara Ibadah including pernak-perniknya semua berlandaskan Al Qur’an dan sunah beliau sendiri.
        Saya setuju bukan suka/tidak suka. Dan harus diingat sehebat apapun saudara tidak bisa mengubah system penanggalan Qomariah dari KSA untuk prosesi Ibadah Haji, demikian juga terlepas dari segala konsepsi manusiawi bahwa arah Kiblat harus dan pasti di Mekkah. TITIK.

        Note:
        Untuk Waktu ibadah Shalat tentu saja dikembalikan kepada daerah masing-masing karena sifatnya DAILY, tetapi Puasa, Iedul Fitri, Iedul Adha harus mengikuti system dari MEKAH KSA karena sifatnya MONTHLY

      • Al Qomar said

        Berbulan-bulan saya membaca ulang komentar mas Kamshory. Dulu saya bingung dan meragukan beliau. Pernah terpikirkan oleh saya bahwa mas Kamshory itu orangnya sok pintar. Namun setelah saya baca lebih jauh tentang geografi dan matematika, saya menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh mas Kamshory bukan omdo.
        Soal Mekah sebagai pusat bumi, saya sependapat dengan mas Kamshory. Kita tidak menolak kalau itu benar. Tapi kebenaran tentu saja harus dapat dibuktikan dan cara membuktikannya juga harus benar bukan dengan cara meraba-raba atau memaksakan ayat. Seperti 40 M diartikan sebagai 40 MALAM. Itu sangat ngawur dan gila. AL QURAN DITURUNKAN DALAM BAHASA ARAB, BUKAN BAHASA INDONESIA. Baca Al Quran
        1. surat Ar Ra’d ayat 37,
        2. surat An Nahl ayat 103,
        3. surat Thaahaa ayat 113,
        4. surat Asy Syu’araa’ ayat 192-195,
        5. surat Az Zumar ayat 28,
        6. surat Al Fushshilat ayat 3,
        7. surat Al Fushshilat ayat 44,
        8. surat Asy Syura ayat 7,
        9. surat Az Zukhruf ayat 3, dan
        10. surat Al Ahqaaf ayat 12
        Semoga dapat kita renungkan.

      • Al Qomar said

        Karena kita bukan nabi, maka kita butuh ilmu murni. Dan jika ada yang mengaku sebagai nabi setelah Nabi Muhammad, berarti dia pendusta. Benar kan?

        Bahkan banyak ayat yang hanya bisa dibuktikan kebenarannya pada abad ke 20 setelah ilmu pengetahuan dan teknologi maju. Inilah bukti keajaiban Al Quran.

      • Eagle said

        @Saudara Al Qomar
        Anda membicarakan perilah kemajuan IPTEK abad 20 an, namun Al Qur’an lah sesungguhnya pembawa kemajuan seluruh alam semesta dan saya kira jika saudara seorang muslim tentu sangat paham akan arti “rahmatan lil ‘alamin” …. including all iptek. !!!.
        Silahkan saudara baca kembali artikel diatas, beliau (sdr. haniifa) secara global tidak mengartikulasikan 40M adalah 40 Malam, Bagaimana menurut saudara kalau saya artikan 40 MASA, atau 40 Month atau 40 MONYET :mrgreen:
        Pada intinya beliau menekankan bahwa kemiringan/ letak Ka’bah (Mekkah) 40 drj. sudah diberitahu kepada Nabi Muhammad s.a.w oleh Allah jauh sebelum abad ke 20. sehingga tidak aneh jika beliau diawal artikel menulis sbb:
        Apa susahnya mengatakan Mekkah adalah (400 BT, 23.50 LU) ?!
        Dan ini sesuai dengan statemen saudara sendiri :

        Bahkan banyak ayat yang hanya bisa dibuktikan kebenarannya pada abad ke 20 setelah ilmu pengetahuan dan teknologi maju. Inilah bukti keajaiban Al Quran.

        Apakah saudara ingat ayat yang mengatakan “jika saja seluruh manusia dan jin berkumpul untuk membuat perumpaan ayat Allah, maka mereka tidak akan sanggup sedikitpun”

        Kalau membuatnya saja tidak sanggup, maka menterjemaahkannya saja akan sangat-sangat banyak variantnya bukan ?!

        Jadi bagaimana yang lebih baik menurut saudara artikan 40 M adalah:
        40 Masa ?!
        40 Month ?!
        40 Masking ?!
        40 Missing ?!

      • Bambang Suprianto said

        @ Eagle
        Bro, ada yang mesti Anda ingat.
        Mengapa posisi Mekah 40 derajat BT? Apa arti angka 40?
        Itu artinya, jika kita melihat bumi dari kutub utara, maka sudut antara kota Mekah dan Greenwitch adalah 40 derajat. 40 derajat artinya adalah 40/360 dari keliling lingkaran. Lalu mengapa sebuah lingkaran dibagi menjadi 360 derajat? Anda harus mengetahui sejarahnya:
        • 360 derajat dalam 1 lingkaran (kelipatan 6)
        • 12 bulan dalam 1 tahun (kelipatan 6)
        • 30 hari dalam 1 bulan (kelipatan 6) *
        • 24 jam dalam 1 hari (kelipatan 6)
        • 60 menit dalam 1 jam (kelipatan 6)
        • 60 detik dalam 1 menit (kelipatan 6)
        *) Kemudian disempurnakan setelah diketahui ternyata 1 tahun kurang lebih 365,25 hari.
        Anda harus mengetahui sejarah munculnya angka kelipatan 6. Anda harus mengetahui siapa pemrakarsa dan yang mengesahkannya. Anda juga harus mengetahui mengapa mereka menyukai angka 6.
        Bahkan jika Anda mengetahui ilmu matematika, Anda akan mengetahui satuan sudut yang lain selain degree. Saya bahkan sudah mempelajarinya kelas 2 SMA. Apa Anda sudah tamat SMA? Atau suka bolos pada pelajaran Matematika, Geografi, dan Sejarah?
        Jika saja Greenwitch tidak dijadikan patokan waktu internasional, jika saja 1 lingkaran tidak dibagi menjadi 360 derajat, maka sampai kiamatpun tidak ada orang yang akan mengatakan bahwa Mekah berada pada 40 derajat BT, tidak pula saya dan Anda.
        Jika Anda ingin menafsirkan sendiri Al Quran, minimal Anda harus:
        • Menguasai bahsa Arab
        • Mengetahui sebab-sebab turunnya ayat atau peristiwa apa yang terjadi sebelum ayat tersebut turun
        • Mengetahui pemahaman dan reaksi para sahabat terhadap turunnya ayat
        • Mengetahui penjelasan Nabi Muhammad SAW tentang ayat yang turun tersebut
        Jika kalian belum cukup ilmu, jangan berani meraba-raba untuk menafsirkan ayat karena penafsiran yang salah bisa menyesatkan banyak orang baik yang buta maupun yang keilmuannya belum mapan. Tulisan Anda tidak akan mengangkat nama Islam malah akan mempermalukan Islam di kalangan orang-orang terpelajar.
        Kalau mau melawak, jangan sangkut pautkan dengan ilmu pengetahuan karena akan membuat kebenaran menjadi semu seperti Charles Darwin dengan teori evolusinya.
        Saya setuju dengan Bapak Kamshory.

      • Eagle said

        @Saudara Bambang Suprianto
        Mohon maaf, kalau boleh saya bertanya sama saudara Ok !!
        Apakah saudara sepakat jika saya katakan bahwa titik ujung paling UTARA adalah titik awal paling SELATAN ??? (Ingat bro, sebuah lingkaran / bola)
        Soal angka enam silahkan saudara baca Al Qur’an Surah Hud ayat 7, ingat dalam ayat tersebut menceritakan tentang masa (waktu) dan silahkan saudara relasikan sendiri mulai dari jaman jam pasir hingga jam analog/digital. :mrgreen:

      • Cekixkix said

        @Om Bambamg
        Kheknya elo dah baca QS 11:7 rujukan dari @Om Eagle ye…
        Nehhh menurut elo apakah sebuah lawakan gituh….
        QS 11:7 = ENAM MASA
        1 (masa) 2 (masa) 3 (masa) 4 (masa) 5 (masa) 6 Masa) 7
        Jumlah masa / jeda = 6 ENAM … merujuk pada QS 11
        Sekarang coba elo hitung jumlha masa/jeda = 11

        Sama dengan jam nggak ?! … Cekixkix…kix…kix…
        Kecing aja belon lurus dah sok jagoan lagi… Cekixkix…kix…kix…

  19. [...] Mekah sebagai pusat bumi 2 [...]

  20. Vedasastra said

    http://vedasastra.wordpress.com/2010/03/20/penciptaan-alam-semesta-menurut-agama-islam/

  21. Kamshory said

    O iya, ada yang lupa. Kalo minum kompi dikasih cabe dan garem apa rasanya ya?

  22. Kamshory said

    O iya, ada yang lupa. Kalo minum kopi dikasih cabe dan garem apa rasanya ya?

  23. jelasnggak said

    http://jelasnggak.wordpress.com/peraturan-debat/

  24. Bangun Prakoso said

    Mekah sebagai pusat bumi

    Ngambil ayatnya sambil merem ya? Neglindur

    Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat, sesudah) empat puluh malam, lalu kamu menjadikan anak lembu (sembahanmu) sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang dzalim. [QS 2:51]
    empat puluh malam = 40M

    Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. [QS 46:15]
    empat puluh tahun = 40T

    kedua tempat terbit matahari = 40M + 40M
    kedua tempat terbenamnya = 40T + 40T

    Ga nambung sama sekali. Ini blognya orang gila. Komentatornya juga pada gila. Kecuali yang menolak.
    Hapus saja blog ini. Sesat dan menyesatkan….

  25. FPI said

    Telah terjadi pemerkosaan ayat demi popularitas…..

    • Anak Te Ka said

      Pemerkosaan tu apa ya? Maksudnya pemaksaan gitu? Emang benar. Ayatnya dipaksakan. Di satu sisi tidak mengakui Greenwith sebagai pusat bumi (titik 0). Di sisi lain menunggani ayat yang ada angka 40nya sebagai dasar bahwa mekah pusat bumi. Lalu angka 40 datangnya dari mana kalau tidak dari Greencwith sebagai acuan. Ibarat orang makan ko****** yang telah dibuang. Duh, munafiq banget.

    • Eagle said

      @Saudara FPI dan Anak Teka
      Apanya yang diperkosa, kalau kita memakasa Greenwith 40 drj, baru memperkosa fakta … hehehe

      • @ Eagle said

        OK lah. Kalau tidak mau pakai greenwitch, tolong hapus semua angka 40 di sini. Karena angka 40 itu dihitung dari greenwitch. Kalau tidak mau menghapus, berarti munafik. Titik

      • :D hua.ha.ha…
        Emangnyah menurut sampean, Bumi Mekah diciptaken oleh Allah setelah adanyah Greenwitch.

        Kalau bijituh, Bumi itu Ceper dunk… hehehe…

      • Cekixkix said

        @Om @ea
        Kheknya elo apus dulu tulisan 40 di Alkitab elo, seenggaknye Anak ame Bokap lahirnya jadi bareng… Cekixkix..kix..

        II Tawarikh 21:5,20 => Bapa YORAM berusia EMPAT PULUH TAHUN
        Tawarikh 22: 1-2 => Setelah Yoram meninggal, dia digantikan Ahazia, anaknya pada usia EMPAT PULUH DUA TAHUN

        Menurut cerita komik, dahulu kala Raja Yoram koit diusia 42th, Kerajaan Inggris merayakan acara halekuya karena Pangeran Ahzia naik tahta jadi Raja nyang umurnye baru 42th, alasanye si Do’i itu Anak Tunggal Bapa. :lol:

        Kheknya Bapa Yoram kembar siam ame Anak Ahzia, nyang diurus ame dukun beranak dalam kubur jadinye Roh Kudus nyang penasaran … Cekixkix…kix..kix…

  26. Anak Te Ka said

    Saya setuju mekah sebagai pusat bumi. Tapi bukan [QS 2:51] dan [QS 46:15] dasarnya. Saya takut nanti ada orang yahudi mencari malah membuat angka tandingan. Bukan angka 40 alias 40 BT, tapi pake angka 6, 7, 19, dan sebagainya. Kalau Greenwitch tidak dipakai orang sebagai standar waktu internasional dan titik 0, maka mekah tidak berada lagi di di posisi 40 derajat BT.

    BETE dah gue baga artikel saru. Tapi bagus juga. Paling tidak kita bisa berantem di dunia maya.

  27. Anak Te Ka said

    Saya setuju mekah sebagai pusat bumi. Tapi bukan [QS 2:51] dan [QS 46:15] dasarnya. Saya takut nanti ada orang yahudi mencari malah membuat angka tandingan. Bukan angka 40 alias 40 BT, tapi pake angka 6, 7, 19, dan sebagainya. Kalau Greenwitch tidak dipakai orang sebagai standar waktu internasional dan titik 0, maka mekah tidak berada lagi di di posisi 40 derajat BT.

    BETE dah gue baca artikel saru. Tapi bagus juga. Paling tidak kita bisa berantem di dunia maya.

  28. the viky said

    HEHEHE,.,.,ISLAM GOBLOK,.,JANCOK,.,.,STUPID,.,.,
    JELAS2 DULU TUW AKU NGEDEN DIDALAM MEKAH,.,.,MALAH DISEMBAH TAI KU,.,.,.,.,.
    DASAR GOBLOK,.,.,
    BODOH,.,.,
    NGELINGAKRIN SESUATU YG GX JELAS,.,.,.,
    KYAK KAMBING AJA,.,.,
    HAHAHAHAH,.,.,ISLAM BITCH,.,.,

    • Cekixkix said

      @Om Viky
      Keknya elo yang dogol bin idiot….. Cekixkix…kix…kix…

      Apaan tuh “ngelingakrin” ?????….

      Emangnya Tante Viky suka “NGELINGAKRIN” kambing Om Viky ??… Cekixkix…kix…kix…

  29. Aman Setiadi said

    Dari sekian banyak komentar, saya tertarik dengan komentar Sdr Eagle yang cukup berani. Saya salut dengan Anda. Ayo jangan ragu untuk menulis. Semakin banyak Anda menulis, semakin tampak jelas kebodohan dan kepandiran Anda.

    • Imin Suramin said

      Hanya satu komentar saya yaitu saya salut juga pada Oom Aman Setiadi atas kepengecutannya dan kemunafikannya :mrgreen:

      • Eagle said

        @Saudara Imin Suramin
        Biasanya tong kosong nyaring bunyinya.
        Alhamdulillah, saya kira @Saudara Aman Setiadi adalah salah satu tong kosong tersebut :mrgreen:

  30. erlanggabl said

    Lebih baik kita bersikap secara obyektif.
    Ya Allah,, bukakanlah hati orang-orang kafir terhadap kebenaran supaya mereka beriman kepada-Mu. Berikanlah hidayah kepada mereka. Amiin.

  31. hesra said

    *membaca saja*

    permisi….

  32. Begitu banyak perbedaan penentuan waktu ibadah yang kerap terjadi di Indonesia, menggugah pertanyaan hati untuk mencari tahu lebih dalam,… Ka’bah sebagai pusat energi terbesar di dunia ternyata juga merupakan pusat bumi kita, Subhanallah. Wallahualam.
    Umat Islam Dihimbau Beralih ke Waktu Makkah, Menggantikan Waktu Greenwich
    Sejumlah pakar Islam di bidang geologi dan ilmu syariah mulai mengkampanyekan persamaan waktu dunia dengan merujuk waktu Makkah al Mukarramah. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengganti persamaan waktu Greenwich yang selama ini digunakan banyak penduduk dunia. Karena menurut sejumlah kajian ilmiah, Makkah-lah yang menjadi pusat bumi. Persoalan ini mencuat dalam Konferensi Ilmiah bertajuk Makkah Sebagai Pusat Bumi, antara Teori dan Praktek.
    Konferensi yang diselenggarakan di ibukota Qatar, Dhoha pada Sabtu (19/4), menyimpulkan tentang acuan waktu Islam berdasarkan kajian ilmiah yakni Makkah, dan menyerukan umat Islam agar mengganti acuan waktu dunia yang selama ini merujuk pada Greenwich. Makkah Mukarramah dinyatakan sebagai kiblat umat Islam di seluruh dunia, dan di sekeliling Ka`bah yang ada di Makkah, berkeliling kaum muslimin yang melakukan Thawaf dari kiri ke kanan, ke balikan dari acuan waktu Greenwich dari kanan ke kiri.
    Dalam konferensi yang juga dihadiri oleh Syaikh DR. Yusuf Al-Qaradhawi dan juga sejumlah pakar geologi Mesir seperti DR. Zaglul Najjar yang juga dosen ilmu bumi di Wales University di Inggris serta Ir Yaseen Shaok, seorang saintis yang mempelopori jam Makkah.
    DR. Qaradhawi dalam kesempatan itu menyampaikan dukungannya agar umat Islam dan juga dunia menggunakan acuan waktu ke Makkah sebagai acuan waktu yang sejati, karena Makkah adalah pusat bumi.
    Dalam sambutannya di awal konferensi ini, ia menjelaskan juga mengapa Makkah dipilih sebagai pusat bagi bumi dan kenapa Allah SWT menjadikan Baitul Haram sebagai kiblat bagi umat Islam. Qaradhawi yang juga ketua Asosiasi Ulama Islam Internasional itu mengatakan, “Kami menyambut kajian ilmiah dengan hasil yang menegaskan kemuliaan kiblat umat Islam. Meneguhkan lagi teori bahwa Makkah merupakan pusat bumi adalah sama dengan penegasan jati diri ke-Islaman dan menopang kemuliaan umat Islam atas agama, umat dan peradabannya” . DR. Qaradhawi juga menyampaikan bahwa tidak ada pertentangan dalam Islam antara ilmu dan agama sebagaimana yang terjadi di agama dan peradaban lain.
    Terkait Makkah sebagai pusat bumi, DR. Zaglul Najjar mengatakan bahwa hal itu memang benar berdasarkan penelitian saintifik yang dilakukan oleh DR. Husain Kamaluddin bahwa ternyata Makkah Mukarramah memang menjadi titik pusat bumi. Hasil penelitian yang dipublikasikan oleh The Egyptian Scholars of The Sun and Space Research Center yang berpusat di Kairo itu, melukiskan peta dunia baru, yang dapat menunjukkan arah Makkah dari kota-kota lain di dunia. Dengan menggunakan perkiraan matematik dan kaidah yang disebut “spherical triangle” Prof. Husein menyimpulkan kedudukan Makkah betul-betul berada di tengah-tengah daratan bumi. Sekaligus membuktikan bahwa bumi ini berkembang dari Makkah.

  33. Makkah—juga disebut Bakkah—tempat di mana umat Islam melaksanakan haji itu terbukti sebagai tempat yang pertama diciptakan.
    Telah menjadi kenyataan ilmiah bahwa bola bumi ini pada mulanya tenggelam di dalam air (samudera yang sangat luas).
    Kemudian gunung api di dasar samudera ini meletus dengan keras dan mengirimkan lava dan magma dalam jumlah besar yang membentuk ‘bukit’.
    Dan bukit ini adalah tempat Allah memerintahkan untuk menjadikannya lantai dari Ka’bah (kiblat).
    Batu basal Makkah dibuktikan oleh suatu studi ilmiah sebagai batu paling purba di bumi.
    Jika demikian, ini berarti bahwa Allah terus-menerus memperluas dataran dari tempat ini. Jadi, ini adalah tempat yang paling tua di dunia.
    Adakah hadits yang nabawi yang menunjukkan fakta yang mengejutkan ini? Jawaban adalah ya.
    Nabi bersabda, ‘Ka’bah itu adalah sesistim tanah di atas air, dari tempat itu bumi ini diperluas.’ Dan ini didukung oleh fakta tersebut.
    Menjadi tempat yang pertama diciptakan itu menambah sisi spiritual tempat tersebut. Juga, yang mengatakan nabi yang tempat di dalam dahulu kala dari waktu menyelam di dalam air dan siapa yang mengatakan kepada dia bahwa Ka’bah adalah pemenang pertama yang untuk dibangun atas potongan dari ini tempat seperti yang didukung oleh studi dari basalt mengayun-ayun di Makkah?

  34. Makkah atau Greenwich
    Berdasarkan pertimbangan yang seksama bahwa Makkah berada tengah-tengah bumi sebagaimana yang dikuatkan oleh studi-studi dan gambar-gambar geologi yang dihasilkan satelit, maka benar-benar diyakini bahwa Kota Suci Makkah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia.
    Hal ini akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat dekade yang lalu.
    Ada banyak argumentasi ilmiah untuk membuktikan bahwa Makkah merupakan wilayah nol bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut, dan ia tidak melewati Greenwich di Inggris.
    GMT dipaksakan pada dunia ketika mayoritas negeri di dunia berada di bawah jajahan Inggris.
    Jika waktu Makkah yang diterapkan, maka mudah bagi setiap orang untuk mengetahui waktu shalat.
    Makkah adalah Pusat dari lapisan-lapisan langit
    Ada beberapa ayat dan hadits nabawi yang menyiratkan fakta ini. Allah berfirman, ‘Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.’ (ar-Rahman:33)
    Kata aqthar adalah bentuk jamak dari kata ‘qutr’ yang berarti diameter, dan ia mengacu pada langit dan bumi yang mempunyai banyak diameter.
    Dari ayat ini dan dari beberapa hadits dapat dipahami bahwa diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Makkah berada di tengah-tengah bumi, maka itu berarti bahwa Makkah juga berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit.
    Selain itu ada hadits yang mengatakan bahwa Masjidil Haram di Makkah, tempat Ka‘bah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh bumi (maksudnya tujuh lapisan pembentuk bumi)
    Nabi bersabda, ‘Wahai orang-orang Makkah, wahai orang-orang Quraisy, sesungguhnya kalian berada di bawah pertengahan langit.’
    Thawaf di Sekitar Makkah
    Dalam Islam, ketika seseorang thawaf di sekitar Ka’bah, maka ia memulai dari Hajar Aswad, dan gerakannya harus berlawanan dengan arah jarum jam. Hal itu adalah penting mengingat segala sesuatu di alam semesta dari atom hingga galaksi itu bergerak berlawanan dengan arah jarum jam.
    Elektron-elektron di dalam atom mengelilingi nukleus secara berlawanan dengan jarum jam. Di dalam tubuh, sitoplasma mengelilingi nukleus suatu sel berlawanan dengan arah jarum jam. Molekul-molekul protein-protein terbentuk dari kiri ke kanan berlawanan dengan arah jarum jam. Darah memulai gerakannya dari kiri ke kanan berlawanan dengan arah jarum jam.
    Di dalam kandungan para ibu, telur mengelilingi diri sendiri berlawanan dengan arah jarum jam. Sperma ketika mencapai indung telur mengelilingi diri sendiri berlawanan dengan arah jarum jam. Peredaran darah manusia mulai gerakan berlawanan dengan arah jarum jamnya. Perputaran bumi pada porosnya dan di sekeliling matahari secara berlawanan dengan arah jarum jam.
    Perputaran matahari pada porosnya berlawanan dengan arah jarum jam. Matahari dengan semua sistimnya mengelilingi suatu titik tertentu di dalam galaksi berlawanan dengan arah jarum jam. Galaksi juga berputar pada porosnya berlawanan dengan arah jarum jam.
    Pusat Bumi
    Sebagaimana yang kita sedia maklum, setiap umat Islam perlu mengetahui arah Kaabah, walaupun di mana mereka berada, kerana Kaabah merupakan kiblat untuk kita menunaikan solat. Berbagai kaedah digunakan bagi menentukan arah kiblat seperti melihat arah matahari terbit atau terbenam, dan juga menggunakan kompas. Menyedari betapa pentingnya hal ini, Profesor Hosien Kamal El Din Ibrahim dari Mesir telah mencuba satu kaedah baru bagi menentukan arah kiblat dari seluruh penjuru dunia. Beliau banyak menerbitkan artikel-artikel saintifik di bidang kejuruteraan awam.
    Untuk itu beliau telah melukis peta dunia yang baru, yang dapat menunjukkan arah Makkah dari kota-kota lain di dunia. Dengan menggunakan perkiraan matematik dan kaedah “spherical triangle” Prof. Hosien mendapati kedudukan Makkah betul-betul berada ditengah-tengah daratan bumi. Penyelidikan beliau ini membuktikan bahawa bumi ini berkembang dari Makkah, di mana Makkah adalah “pusat bumi”. Penyelidik-penyelidik lain kemudiannya mengakui ketepatan kiraan beliau apabila mereka menggunakan program komputer bagi membuat kiraan dan melukis peta tersebut.
    Sebelum itu, Abi Fadlallah Al-Emary yang meninggal dunia pada tahun 749 Hijrah turut melukis peta yang menentukan arah kiblat. Peta tersebut terdapat di dalam kitabnya “Masalik Al Absar Fi Mamalik Al Amsar”. Beliau menggunakan kaedah astronomi bagi menentukan arah kiblat. eorang lagi pemikir Islam, Al-Safaksy (meninggal tahun 958 Hijrah) turut melukiskan peta dengan menggunakan pendekatan astronomi. Penyelidik-penyelidik zaman moden kemudiannya telah mengkaji kedua-dua peta tersebut dan membandingkannya dengan kaedah astrologi moden. Mereka mendapati kaedah yang digunakan oleh Al-Emary dan Al-Safaksy adalah sangat tepat dan kedua-dua peta tersebut membuktikan Makkah dan Kaabah adalah “pusat bumi”. Hasil kajian ini telah diakui benar dan diisytiharkan oleh “The Egyptian Scholars of The Sun and Space Research Center” yang berpusat di Kahirah, Mesir.

  35. MAKKAH PUSAT BUMI dan IBADAT
    MAKKAH atau juga disebut Bakkah, tempat di mana umat Islam melaksanakan ibadah haji dan umrah terbukti sebagai tempat yang pertama diciptakan Allah SWT dan sebagai pusat bumi. Nabi SAW bersabda maksudnya: “Adalah sama tengah bumi itu ialah kaabah”.
    Dari tanah itulah Allah SWT menjadikan dada Nabi Adam a.s. Bahawa yang pertama berada pada Kaabah Allah itu para malaikat, kemudian dijadikan Adam selama 2,000 tahun sebelumnya.
    Kemudian daripada itu para malaikat itu selalu memakmurkan Kaabah Allah itu dengan beramal kepada-Nya, sebelum Nabi Adam dijadikan oleh Allah SWT.
    Selepas itu Allah dengan kehendak- Nya untuk menjadikan Adam di syurga. Kemudian Allah memerintahkan untuk turun ke bumi ini, dengan segala hikmah-Nya.
    Maka turunlah Nabi Adam di sebuah pulau Sarandip, dan setelah dikurniakan Allah pada suatu tingkat di syurga, kemudian Allah berfirman maksudnya: “Wahai Adam, berjalanlah engkau”, Maka ia pergilah berjalan sehingga sampai pada negeri Hindi/India. Setelah itu kemudian berdiamlah Nabi Adam di sana pada jangka waktu berselang lamanya.
    Maka Nabi Adam merasa berdukacita dan kemudian Allah berfirman maksud-Nya: “Wahai Adam, pergilah menunaikan haji kepada Kaabah Allah. Maka pergilah Nabi Adam, dan setiap bekas jejak kakinya itu menjadi hutan rimba dan padang luas/gurun, sehingga tibalah Nabi Adam di Mekah serta bertemulah dengan para malaikat, seraya malaikat itu berkata: “Wahai Adam, berbahagialah haji tuan hamba, dan kami ini sudah sejak 2,000 tahun yang lalu mengerjakan haji pada kaabah ini.
    Maka Nabi Adam berkata kepada malaikat itu: “Bagaimana bacaan pada waktu tawaf itu? Jawab malaikat itu kami membaca tasbih sebagai berikut: Subahanallahi wal-hamdulillahi wa la ila ha illallahu wallahu akbar.
    Kemudian Nabi Adam bertawaflah di kaabah itu, serta membaca tasbih kepada-Nya dan Nabi Adam mengerjakan haji setiap tahun sekali dan seterusnya semasa hidupnya itu.
    Pada riwayat Ibnu Abbas r.a menyebutkan: “Ketika Allah SWT menurunkan Nabi Adam AS ke bumi, maka Allah berfirman maksud-Nya: Wahai Adam, buatkanlah sebuah istana-Ku, kemudian Nabi Adam membuat/membina Kaabah atau Baitullah al-Haram untuk mematuhi atas perintah-Nya.
    Kemudian setelah itu kaabah dibina dengan lima buah batu bukit.
    Pertama, bukit Tursina, kedua, bukit Hira’, ketiga, bukit Uhud, keempat, bukit Juddi dan kelima, bukit Baitulmaqdis.
    Menurut kajian ilmiah, bahawa bola bumi ini pada mulanya tenggelam di dalam air iaitu samudera yang sangat luas. Kemudian gunung api di dasar samudera ini meletus dengan keras dan mengirimkan lava dan magna dalam jumlah yang besar yang membentuk bukit..
    Bukit itulah tempat Allah memerintahkan untuk menjadikan lantainya dari Kaabah (kiblat). Batu asal Mekah dibuktikan oleh kajian ilmiah sebagai batu paling purba di bumi.
    Setelah itu Allah terus menerus memperluas dataran dari tempat ini. Jadi tempat ini merupakan tempat yang paling tertua di dunia. Nabi SAW bersabda maksudnya: “Kaabah itu adalah sistem tanah di atas air, dari tempat itu bumi ini diperluaskan”.
    Arah kiblat
    Prof. Hussain Kamel, menemukan suatu fakta mengejutkan bahawa Makkah adalah pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.
    Untuk tujuan itu, ia menarik garis-garis pada peta, dan setelah itu ia mengamati dengan saksama posisi ketujuh benua terhadap Mekah dan jarak masing-masing.
    Ia memulai untuk menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan projek garis bujur dan garis lintang. Ia kagum dengan apa yang ditemukan, bahawa Mekah merupakan pusat bumi atau dunia. (Majalah al-Arabiyyah, edisi 237, Ogos, 1978).
    Gambar-gambar satelit yang muncul kemudian pada tahun 90-an menekankan hasil dan natijah yang sama, ketika kajian-kajian lebih lanjut mengarah kepada topografi lapisan-lapisan bumi dan geografi waktu daratan itu diciptakan.
    Telah menjadi teori yang mampan secara ilmiah bahawa lempengan-lempengan bumi terbentuk selama masa geologi yang panjang, bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan itu terus menerus memusat ke arah itu seolah-olah menunjuk ke arah Mekah.
    Allah berfirman maksud-Nya: Demikianlah Kami wahyukan kepadamu al-Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri di sekelilingnya). (asy-Syura: 7).
    Kata Ummul Qura bererti induk bagi kota-kota lain, dan kota-kota di sekelilingnya, menunjukkan Mekah adalah pusat bagi kota-kota lain, dan yang lain hanyalah berada di sekelilingnya.
    Lebih dari itu, kata ummu (ibu) mempunyai erti yang cukup penting dan luas di dalam peradaban Islam. Sebagaimana seorang ibu adalah sumber dari keturunan, maka Mekah juga merupakan sumber dari semua negeri lain serta keunggulan di atas semua kota.
    Ada beberapa ayat dan hadis nabawi yang memperkuatkan fakta ini. Allah berfirman maksud-nya: Wahai jin dan manusia, jika kamu sanggup menembusi (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusinya kecuali dengan kekuatan (ilmu pengetahuan). (ar-Rahman: 33).
    Berdasarkan ayat ini dan beberapa hadis dapat difahamkan bahawa diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Mekah berada di tengah-tengah bumi, dengan itu bererti bahawa Mekah juga berada di tengah-tengah lapisan langit.
    Selain itu ada hadis yang menerangkan bahawa Masjidil Haram di Mekah, tempat kaabah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh lapisan yang membentuk bumi.
    Nabi SAW bersabda maksudnya: “Wahai orang-orang Mekah, wahai orang-orang Quraisy , sesungguhnya kamu berada di bawah pertengahan langit”.
    Berdasarkan kajian di atas, bahawa Mekah berada pada tengah-tengah bumi (pusat dunia), maka benar-benar diyakini bahawa Kota Suci Mekah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia.
    Hal ini akan mengakhiri kontroversi yang timbul pada empat dekad yang lalu oleh kalangan Barat.
    Ada banyak perdebatan ilmiah untuk membuktikan bahawa Mekah merupakan wilayah kosong bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut. Jika waktu Mekah diterapkan, maka mudah bagi setiap orang mengetahui waktu solat.
    Arah lawan jam
    Dalam Islam, ketika seseorang sedang tawaf di sekitar kaabah, maka ia memulai dari Hajar Aswad, dan gerakannya harus berlawanan dengan arah jarum jam.
    Hal itu adalah penting mengingat segala sesuatu di alam semesta dari atom hingga galaksi itu bergerak berlawanan dengan arah jarum jam.
    Begitu juga peredaran darah manusia mulai gerakan berlawanan dengan arah jarum jamnya. Perputaran bumi pada porosnya dan di sekeliling matahari juga secara berlawanan dengan arah jarum jam.
    Matahari dengan semua sistemnya mengelilingi suatu titik tertentu di dalam galaksi dan semuanya berputar berlawanan dengan arah jarum jam.
    Sementara itu, jika dilihat orang-orang yang tawaf di sekeliling kaabah tidak putus-putus sepanjang masa mengelilingi kaabah, siang dan malam berterusan tidak henti-hentinya, sampai ke akhir zaman.
    Ini membuktikan kota Mekah adalah kota suci tertua dan sebagai simbol tamadun peradaban umat manusia serta ibadah dan sebagai pusat bumi atau dunia seperti dirakamkan dalam al-Quran dan hadis-hadis Nabi SAW.

  36. Penemuan ilmiah membuktikan bahwa Makkah adalah pusat dari planet bumi. Fakta ini memperkuat kebenaran ilmiah dan ruhiah Islam, sekaligus menjadi dasar kuat penerapan jam Makkah sebagai acuan waktu dunia, menggantikan Greenwich yang penuh kontroversi.
    Jama’ah haji mulai kembali ke negaranya masing-masing. Sekian lama mereka harus meninggalkan negeri masing-masing. Kini telah tuntas mereka mengusaikan manasik, atau ritual-ritual ibadah haji di berbagai tempat yang ada di Makkah dan sekitarnya. Dalam beberapa hari di bulan Dzulhijjah itu, mereka diberi kemuliaan oleh Allah untuk menjadi tamu-Nya, mengunjungi rumah-Nya, kiblat kaum muslimin di seluruh dunia.
    Allah telah menjadikan Makkah sebagai tanah suci, bahkan dipilih-Nya sebagai tempat bagi baitullah (rumah Allah), sekaligus sebagai tempat diutusnya nabi dan rasul terakhir Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Keistimewaan ini memunculkan pertanyaan, mengapa Makkah?
    Tentu, hal itu adalah rahasia Allah. Namun, dari kajian yang dilakukan ilmuwan muslim, terungkap fakta mengejutkan tentang keistimewaan kota Makkah, bila ditilik dari sudut ilmu geografi (ilmu bumi) dan geologi (ilmu tanah). Sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Dr Husain Kamaluddin, seorang dosen ilmu ukur bumi, telah membuktikan bahwa Makkah adalah pusat bumi.
    Pada mulanya, penelitian itu bertujuan untuk menemukan suatu cara yang bisa membantu seorang muslim untuk memastikan lokasi kiblat, dari tempat manapun di dunia. “Kami katakan di dalam bumi, bukan di atas bumi, karena atmosfer mengikuti planet bumi. Dengan demikian manusia selalu berada di dalam bumi, kecuali bila ia terbang ke luar angkasa,” tutur Dr Husain mengawali penjelasan ilmiahnya.
    Namun di tengah risetnya, pria ini seperti menemukan durian runtuh. Betapa tidak, ia berhasil mengungkap fakta yang seharusnya dapat memecahkan polemik ratusan tahun tentang pusat planet bumi. Bersama timnya, ilmuwan Mesir ini mendapati Makkah sebagai pusat bagi seluruh benua yang ada di bumi.
    Pada mulanya ia menggambar peta bumi untuk memastikan arah kiblat dari berbagai tempat. Setelah menggambar benua-benua berdasarkan jarak setiap tempat yang ada di keenam benua serta lokasinya dari Kota Makkah al-Mukarramah, ia memulai menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan garis lintang. Pada penelitian pertama ini, ia sudah menemukan fakta bahwa Makkah adalah pusat bumi, karena kota suci tersebut menjadi titik pusat garis-garis itu!
    Dr Husain yang saat itu menjadi Kepala Bagian Ilmu Ukur Bumi di Universitas Riyadh Saudi Arabia, kemudian membuat garis-garis benua dan segala perinciannya untuk kepentingan risetnya. Pekerjaannya terbantu oleh program-program komputer untuk menentukan jarak-jarak valid dan variasi-variasi berbeda, serta banyak hal lainnya. Ia kagum terhadap apa yang ia temukan, bahwa Makkah memang benar-benar pusat bumi.
    Ia berhasil membuat lingkaran detail dengan Makkah sebagai pusatnya. Garis-garis luar lingkaran itu berada di luar benua-benua, sedangkan keliling garisnya berputar bersama garis luar benua-benua itu. Dalam riset ini, Dr Husain bersama timnya berhasil menemukan salah satu hikmah ilahiah: mengapa Makkah al-Mukarramah dipilih sebagai tempat bagi baitullah!(Majalah al-‘Arabi, edisi 237, Agustus, 1978).
    Foto-foto satelit, studi-studi topografi dan kajian lapisan bumi serta geografi yang muncul kemudian pada tahun 90-an, menekankan hasil yang sama dengan penemuan tim Dr Husain di tahun 70-an itu.
    Telah menjadi teori yang mapan secara ilmiah bahwa lempengan-lempengan bumi terbentuk selama usia geologi yang panjang bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan ini terus- menerus memusat ke arah itu seolah-olah menunjuk ke Makkah.
    Studi ilmiah yang menghasilkan teori itu memang dilaksanakan untuk tujuan berbeda, bukan dimaksud untuk membuktikan bahwa Makkah adalah pusat dari bumi. Namun studi yang diterbitkan di dalam banyak majalah sains di Barat itu, dengan sendirinya turut menegaskan bahwa pusat planet bumi adalah kota suci umat Islam, Makkah al-Mukarramah. Subhanallah!
    Kebenaran ilmiah itu menjadi pembuktian firman Allah berikut ini:

    “Dan ini (al-Qur’an) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Makkah) dan penduduk (negeri-negeri) di sekelilingnya.” (QS. Al-An’am: 92)
    Dalam ayat lain, yakni pada Surat asy-Syura ayat 7, Allah juga menyebut Makkah dengan Ummul Qura, dan negeri-negeri lain dengan “negeri-negeri di sekelilingnya”.
    Mengapa Allah menyebut Makkah sebagai Ummul Qura (induk kota-kota)? Mengapa Allah menyebut daerah selain Makkah dengan kalimat “negeri-negeri di sekelilingnya”?
    Dipastikan melalui berbagai penemuan mutakhir di abad ini bahwa hal itu terkait dengan pusat bumi dan hal-hal yang mengelilinginya. Kata “Ummul Qura’” berarti induk bagi kota-kota lain, dan kota-kota di sekelilingnya menunjukkan Makkah adalah pusat bagi kota-kota lain, sementara yang lain hanyalah berada di sekelilingnya. Lebih dari itu, kata ummu (ibu) mempunyai arti yang penting di dalam kultur Islam.
    Sebagaimana seorang ibu yang menjadi sumber keturunan, maka Makkah juga merupakan sumber dari semua negeri lain. Selain itu, kata “ibu” memberi Makkah keunggulan di atas semua kota lain. Karena Makkah juga disebut Bakkah, tempat di mana umat Islam melaksanakan haji itu, terbukti sebagai tempat yang pertama diciptakan.
    Telah menjadi kenyataan ilmiah bahwa bola bumi ini pada mulanya tenggelam di dalam air (samudera yang sangat luas). Kemudian gunung api di dasar samudera meletus dengan keras dan mengirimkan lava dan magma dalam jumlah besar dan membentuk “bukit”. Bukit inilah yang kemudian menjadi tempat Allah memerintahkan untuk menjadikannya lantai dari Ka’bah (kiblat). Batu basal Makkah dibuktikan oleh suatu studi ilmiah sebagai batu paling purba di bumi.
    Jika demikian, ini berarti bahwa Allah terus-menerus memperluas dataran ini. Adakah hadits nabi yang menunjukkan fakta mengejutkan ini? Jawabannya adalah “ya!” Nabi bersabda, “Ka’bah itu seperti tanah di atas air, dari tempat itu bumi ini diperluas.”
    Menjadi tempat yang pertama diciptakan menambah sisi spiritual tempat tersebut. Allah telah memuliakan Makkah saat Dia menjadikannya sebagai pusat ibadah umat Islam, terutama ibadah haji. Allah juga berkehendak menjadikan rumah yang digunakan untuk menyembah-Nya terletak di Makkah, sebagai kota tujuan umat muslim dalam haji dan umrah. Makkah berada di tengah bumi, sejalan dengan makna firman Allah dalam Surat al-Baqarah:
    “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (ummat Islam), ummat yang adil.” (dari QS al-Baqarah: 143).
    Kata “adil” pada ayat di atas diterjemahkan dari kata wasath, yang dalam bahasa Arab berarti “tengah-tengah.” Bagi yang mempercayai mukjizat angka dalam al-Qur’an akan menemukan fakta, bahwa ayat yang menegaskan tentang tengah-tengahnya umat Islam ini terdapat pada ayat 143, dan itu adalah tengah-tengahnya Surat al-Baqarah yang memiliki 286 ayat. Maha Besar Allah!

  37. Ichsan said

    http://haniifa.wordpress.com/2008/05/01/mekah-sebagai-pusat-bumi-2/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 57 other followers

%d bloggers like this: