Mekah sebagai pusat bumi 2
Posted by حَنِيفًا on May 1, 2008
Apa susahnya mengatakan Mekkah adalah (400 BT, 23.50 LU) ?!
Ada keengganan tersendiri untuk menjawab bahwa Titik Potong kota Mekkah adalah (400 BT, 23.50 LU), Dan sebenarnya saya lebih menyukai menyebutkan kisaran 40 derajat Bujur Timur dan kisaran 23.5 derajat Lintang Utara, alasannya sederhana yaitu mengikuti standar kesalahan ukuran plus-minus 0.5 derajat.
Kedua seperti yang saya postingkan pada December 24, 2007 saya mengharapkan komentator mengarah kepada penentuan definisi waktu Saudi Arabia (Mekkah) ketimbang lokasi Ka’bah secara geografis.
Ketiga ayat-ayat Al Qur’an yang menunjukan bilangan empat puluh, cenderung mengenai “waktu” dan ini tentunya menimbulkan polemik tersendiri jika direlasikan ke peta geografis.
Namun rupanya saya tidak bisa lagi bersembunyi di tempat terang…
, seorang rekan yang “kritis” menohok jawaban yang justru saya hindari…
Prematurkah apa yang akan dipaparkan ??! smoga tidak …
Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat, sesudah) empat puluh malam, lalu kamu menjadikan anak lembu (sembahanmu) sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang dzalim. [QS 2:51]
empat puluh malam = 40M
Ditujukan kepada : Nabi Musa a.s
Allah berfirman: “(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu.” [QS 5:26]
empat puluh tahun = 40T
Ditujukan kepada : Nabi Musa a.s
Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan berkata Musa kepada saudaranya yaitu Harun: “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan.” [QS 7:142]
empat puluh malam = 40M
Ditujukan kepada : Nabi Musa a.s
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. [QS 46:15]
empat puluh tahun = 40T
Ditujukan kepada : Manusia yang mempunyai kedua “Orang Tua” (kita sekalian)
Selanjutnya …
Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya. [QS 55:17]
kedua tempat terbit matahari = 40M + 40M
kedua tempat terbenamnya = 40T + 40T
Faktanya didalam peta bumi kita :
1. Titik potong “Bujur Barat” (400) dan “Lintang Selatan” (23,50), berupa lautan
2. Titik potong “Bujur Barat” (400) dan “Lintang Utara” (23,50), berupa lautan
3. Titik potong “Bujur Timur” (400) dan “Lintang Selatan” (23,50), berupa lautan
4. Titik potong “Bujur Timur” (400) dan “Lintang Utara” (23,50),berupa DARATAN
Sehingga:
Wilayah Mekkah dimana Ka’bah berada merupakan wilayah kerajaan “Saudi Arabia”. mempunyai titik koordinat (400BT, 23,50 LU )
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud“. [QS 2:125]
Dalam hal lain 3 kali ayat tersebut ditujukan kepada nabi Musa a.s, dan seperti kita ketahui dlm
beberapa kasus nabi Musa a.s selalu berhubungan dengan “LAUTAN“. dan dalam keadaan sekarang ini faktanya banyak orang menjalankan ibadah “Umroh” dan “Haji” pada lokasi tersebut, demikian pula dalam menjalankan ibadah Shalat selalu menghadap pada DARATAN yang tepat diwilayah Mekah (Ka’bah, Kerajaan Saudi Arabia).
Masihkah ragu Mekah sebagai titik pusat bumi ??
Catatan tambahan:
Dari Bahaz bin Hakim dari bapaknya dari kakeknya mudah-mudahan Allah meridainya, ia berkata, “Aku berkata, “Ya Rasulullah. kepada siapa aku berbakti?”. Rasulullah menjawab, “Kepada ibumu“, Aku berkata. “Kemudian kepada siapa?” Jawab Rasulullah, “kepada ibumu“. Aku berkata, “Kemudian kepada siapa?” Jawab Rasulullah, “Kepada ibumu“. Aku berkata, “Kemudian kepada siapa?” Rasulullah berkata, ‘Kepada ayahmu. kemudian kepada karibmu yang paling dekat, lalu yang paling terdekat“. (H.R. Abu Daud dan Tirmizi)
Coba kita hitung :
1. Kepada ibumu = Simbol “lautan” kasih sayang didunia
2. Kepada ibumu = Simbol “lautan” kasih sayang didunia
3. Kepada ibumu = Simbol “lautan” kasih sayang didunia
4. Kepada ayahmu = Simbol kerasnya “daratan” dalam mencari rizki didunia
Sehubungan dengan ayat [QS 46:15] ini Ibnu Abbas berkata, “Barang siapa yang telah mencapai umur 40 tahun, sedangkan perbuatan baiknya belum dapat mengalahkan perbuatan jahatnya, maka hendaklah ia bersiap-siap untuk memasuki neraka”.
Beliau menegasi jika sampai batas umur 40 th, tidaklah bertaubat ??!! tanggung sendiri akibatnya.
Sekarang kita lihat sejarah perkembangan panji Islam lewat para Khulafaur Rasyidin
Coba kita hitung :
1. Abu Bakar as Sidiq = Simbol “lautan” kasih sayang dunia islam
2. Umar bin Khattab = Simbol “lautan” kasih sayang dunia islam
3. Utsman bin Affan = Simbol “lautankasih sayang dunia islam
4. Ali bin Abi Thalib = Simbol kerasnya “daratan“ dalam perjuangan dunia islam
Wassalam, Haniifa.








daeng fattah said
1. Bila saudara mengkaitkan dengan mekkah berdasarkan bilangan 40 tersebut, bukankah itu berarti saudara mendukung bahwa GMT itu sesuai dengan Qur’an?
2. Bila Mekkah di masukkan, Massaua di Eritrea dan Yaroslavl di Russia juga mesti di masukkan, karena keduanya berada di posisi 40 derajat BT
3. Kenapa harus BT, kenapa tidak BB. Kota Fortaleza di Brasilia dilewati 40 derajat BB
4. Bagaimana bila anda juga memasukkan bilangan lain yang disebutkan dalam qur’an,
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11*
12
19*
20*
30
40
50*
60*
70
80*
99*
100
200
300*
1000
2000*
3000*
5000*
50000*
100000*
Juga disebutkan dalam quran.
@mas Daeng Fattah
Saudara mendukung bahwa GMT itu sesuai dengan Qur’an?….
Rupanya mas tidak menyimak jawaban saya yang ini, baik saya tulis ulang:
Alasannya, sebagai muslim saya sering berdo’a:
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”.… Tentu dalam bahasa Al Qur’an/Arab..
2. Kota Massaua di Eritrea dan Yaroslavl di Russia, 40 derajat BT…. Berapa derajat garis “Lintangnya” ?
3. Kota Fortaleza di Brasilia dilewati 40 derajat BB… Juga sama dengan No:2, Berapa derajat garis “Lintangnya” ?
4. Bagaimana bila anda juga memasukkan bilangan lain yang disebutkan dalam qur’an, ….
, (Canda dikit yach).
Sebodoh-bodohnya seorang “koki”, pada saat memasak “Sayur Lodeh” pastilah bumbu dapur menurut SOP-nya bikin sayur lodeh, walaupun dia tahu ada ribuan jenis bumbu dapur dan aneka masakan.
Jika Sayur lodeh = bumbu Sayur lodeh + bumbu Soto Sulung + bumbu Cap cay + ..dsb,
Itu mah sayur “Liberalisme” namanya he.he.he.
Soal angka-angka diatas, saya banyak merelasikan dibeberapa postingan atau mas bisa jua surf dibeberapa tempat.
Wasalam, Haniifa.
pakarfisika said
Jazakallah Akhi kunjungannya, Allah memang pertama perintahkan kita untuk Iqro’
@Mas Pakarfisika
Alhamdulillah…
Terimakasih.
Wassalam, Haniifa.
Anonymous said
Kenapa anda tidak membahas angka 23.5 ??
@Mas Anonymous
Kenapa anda tidak membahas angka 23.5 ??…
Titik balik sinar matahari terhadap bumi adalah 23.5 derajat.
Tapi kalau anda ingin mendalami lebih jauh soal yang ditanyakan, smoga artikel ini membantu anda…
http://www.book-of-thoth.com/article1526.html
Trim’s atas kunjungannya.
Wassalam, Haniifa.
adi isa said
coba anda maen ke blog @daeng, ada sanggahannya disana
@Mas Adi Isa
Trim’s atas atensinya…
Wassalam, Haniifa.
daeng fattah said
@Aa’ nonym
Pecahan kalau di liat dalam quran cuma nunjukkin hukum warisan. Mana nyambung ama geografi. Atau bisa disambung2kn yah? Hehehe
@Mas Daeng Fattah
Pecahan kalau di liat dalam quran cuma nunjukkin hukum warisan…
Coba simak secara analisa kuantitatif dan kualitatif hadits diatas , bukankah menunjukan suatu perbandingan (
dan pecahan) :Ibu : Ayah : karibmu yg paling dekat : yg paling terdekat = 3 : 1 : (0.5) : (0.25)
Saya tidak bermaksud mengkritisi “maksud” mas Daeng, juga tidak berusaha “mengarahkan” tanggapan dari mas Anonymous !!
Ada catatan kecil dari seorang rekan, mungkin bisa lebih menjelaskan
Wassalam, Haniifa.
daeng fattah said
Yng saya bilang mah qur’an. Hadist gak.
@Mas Daeng Fattah
Seperti apa kata mas sendiri : “Kalau pusing minum kopi…”
Kopi itu apa ??
Kenapa pusing ??
Kok mesti diminum, knpa nggak di ekstrak ??
dsb…dsb
Disii lain orang mungkin kalau minum kopi …. malah klenger
Singkat kata untuk memaknai “Kalau pusing minum kopi” saya seeh rasanya harus mengelaborasi dari berbagai sudut pandang, sudilah mas memaafkan keterbatasan saya sebagai mahluq Allah.
Wassalam, Haniifa.
Anonymous said
Saya setuju dengan pendapat anda, and thx…
Link artikelnya juga… it’s ok.
@Daeng
“Sambung menyambung menjadi satu
Itulah Indonesia…”
Secantik-cantiknya juga putri duyung “Bawah ikan, atas manusia”, jelasnya lebih baik cari putri yang cantik and normal.. he.he.he
Daripada salah sambung mendingan noton dulu dah…
::Cherioooo::
@Mr. Anonymous
Thx juga
Wassalam, Haniifa.
daengfattah said
Kepeleset bahasa. Hehehe
Sama sama
@Mas Daeng Fattah
Kepleset bahasa, ketikan, hitungan … itu seeh manusiawi
Yang bahaya kepleset disaat berjalan ditepi “jurang”… game over
Trim’s atas peringatannya.
Wassalam, Haniifa.
insansains said
^_^ Subhanallah…!
Ruarrr biasa
Hm.. tapi untuk urusan geografis dan demografi saya “angkat tangan” deh, bukan ladang saya. Tapi acungan jempol untuk postingannya. Walaupun kebenaran (al-haq) adalah yang datang dari Sang Maha Pencipta itu sendiri. Mudah-mudahan, nanti ada yang bisa “nyambung” lagi sehingga bisa saling melengkapi. Trima kasih
@Mas Insansains
, saya juga nggak ngerti !!
Subhanallah…
Hm.. tapi untuk urusan geografis dan demografi saya “angkat tangan” deh, bukan ladang saya.…
Ada kesamaan antara kita rupanya….
Wassalam, Haniifa.
agorsiloku said
Ass.Wr.Wb….
Beberapa hal yang menjadi “perhatian” saya mengenai Mekkah sebagai Pusat Bumi ememang berada pada tinjauan geografis dengan beberapa informasi yang saya ingin mendalami/mengetahui antara lain : Bagaimana didefinisikan sebagai Pusat Bumi, Seberapa Tepat perhitungan dan alasan (yang terpahami akal) mengapa ditetapkan sebagai Pusat Bumi. Apakah ada keuntungan geografis dari penetapan sebagai Pusat. Bagaimana pergerakan lempeng-lempeng tektonik bumi yang bergerak terhadap posisi Mekkah sebagai “Pusat”. “Keuntungan” apakah yang didapat jika definisi Mekkah menjadi Pusat Bumi diberlakukan…. Apakah madinatul Al Qur’an memang berada di Mekkah sebagai Pusat/Saksi bagi manusia?… sejumlah pertanyaan yang masih menggeluti hati…
Wa’alaikum Salam, @mas Agorsiloku
“sejumlah pertanyaan yang masih menggeluti hati…
Hati kita berbeda tapi mungkin pertanyaan dalam hati kita sama,
Tak ada salahnya jika kita coba,… untuk menindak lanjutinya:
http://agorsiloku.wordpress.com/2006/12/24/proporsi-agung-phi/#comment-18936
Insya Allah, akan saya postingkan lanjutannya.
Wassalam, Haniifa.
aricloud said
Kalau meninjau dari 23,5′ LU, memang itu adalah batas garis lurus matahari yang menandai zona sub tropis.namun kaitannya dengan pusat bumi tentu belum pas.
namun jika ditinjau dari titik medan magnetik bumi (earth magnetic pole)
dimana :
Titik magnetik utara : 82.7° N 114.4° W
Titik magnetik selatan : 63.5° S 138.0° E
sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Magnetic_South_Pole
Jika ditarik garis lurus kedua titik tersebut, apabila titik tengahnya bersambung ke Mekkah, maka hipotesis di postingan mas haniifa bisa jadi benar. Namun jika tidak, mungkin hipotesis tersebut masih terlalu prematur.
Saya bukan orang yang hobi matematik dan tarik-menarik garis, oleh karena itu saya tidak bisa menjawab pernyataan saya sendiri
@Mas Aricloud
Trim’s mas, dalam hal ini saya tidak berhipotesis.
Namun saya hanya tertarik pada tulisan “Mekah sebagai pusat bumi” dan saya cantumkan sumbernya : Hidayatullah.com, sehingga dijadikan judul postingan, adapun pemahaman yang berbeda-beda. Jujur saja saya tidak hendak memaksakan secuilpun pengetahuan yang saya pahami.
Kalau ada yang menghujat, melecehkan, mencaci … mendukung dll, itu sudah konsekwensi saya.
Yang saya tahu Allah Maha Adil, dan saya yakin Bangsa Indonesia ini mengharapkan ridlo dariNYa untuk dapat bersatu menghadapi bencana-bencana yang menimpa bertubi-tubi, baik oleh karena akibat Bangsa Indonesia sendiri, maupun Bangsa diluar Indonesia …. tentu semuanya atas idzin Allah ta’ala jua.
Dan saya secara pribadi mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya, baik kepada mas maupun kepada rekan-rekan yang secara tersirat dan tersurat mendukung postingan ini.
Semoga Allah, melimpahkan rahmatNya kepada Bangsa Indonesia ini umumnya dan rekan-rekan dunia maya (khususnya), Amin.
Wassalam, Haniifa.
jookut said
melanjutkan ‘tersesat’
@Mas Jookut
Mekah sebagai pusat bumi 5 « Haniifa said
[...] berfirman: “(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu [...]
Si Tukang Ronda said
agut kok bingung yah
jangan2 di mekkah banyak magnetnya
konyol said
@si tukang ronda
buktinya orang berduyun-duyun mengharapkan rido alloh ke mekah
buktinya pembangunana mekah menjadi kota super metropolitan dunia
buktinya setiap shalat menghadap ke kabah yang ada di mekah
masih knapa bingung…
Si Tukang Ronda said
@haniifah sayang
maksud ogut judul posting kamu itu lo yang pakai episod segala ampe lima kenapa nggak digabungin aja biar lebih ngejreng gitu lo
maaf kalau salah sangka
___________________
@Si Tukang Ronda
Episodnya… berlanjut terus, duh
Tidak apa-apa @mas, manusia itu (termasuk saya lho) penuh kesalahan dan dari kesalahannya itu justru menjadi pelajaran berharga.
Wassalam, Haniifa.
Mekah sebagai pusat bumi 7 « Haniifa said
[...] Jawaban tersebut memerlukan uraian yang panjang dan melelahkan, walaupun saya yakin beliau sudah memahami posisi wilayah Mekkah dalam kesepakatan Internasional, berikut ini saya kutip dari postingan sebelumnya. [...]
ari said
ilmu untuk dikaji, apabila untuk kebaikan kenapa tidak dipakai? tetapi apabila kemodorotan baik pula untuk intruspeksi.Semoga semua yang disampaikan untuk kemaslahatan yang berguna bagi umat, dan ingat kepelikan ini bisa membawa ke hal yang sangat merugikan bila tanpa bimbingan semua pihak yang berkompeten
haniifa said
@Mas Ari
ingat kepelikan ini bisa membawa ke hal yang sangat merugikan bila tanpa bimbingan semua pihak yang berkompeten
________________
Terimkasih @mas,dan saya mengharapkan kompetensi dari @mas Ari agar terhindar dari kemodorotan…
Salam hangat, Haniifa.