حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Kenapa Ka’bah harus di Mekah (Saudi Arabia) ?

Posted by حَنِيفًا on December 24, 2007

Salam,

GMT ditempatkan di kota “London”, untuk perhitungan “Syamsiah” mungkin ok. Tapi tidak untuk perhitungan “Qomariyah” sebab Ka’bah jelas menjadi titik potong “Bujur Timur” dan “Lintang Utara” (23,5 derajat), Lalu ada pertanyaan kenapa bukan “Bujur Barat” dan “Lintang Selatan” ?? Jawabnya adalah lokasi tersebut berupa “LAUTAN” (silahkan buktikan sendiri)

Perlu diingat nol Garis Bujur terhadap Meccah berbeda 1 Jam.
Coba tarik garis bujur tepat di kota “Mekah”,  insya Allah akan tepat pembagian “Daratan” dan “Lautan”, Selanjutnya LU 23.5 merupakan titik balik Matahari terhadap bumi.

Wassalam.

About these ads

12 Responses to “Kenapa Ka’bah harus di Mekah (Saudi Arabia) ?”

  1. Donny Reza said

    Aduh, saya harus baca-baca lagi tentang Geografi nih… :D masih nggak ngerti dengan apa yang dimaksud

    @
    Yang dimaksuk adalah titik balik sinar matahari terhadap bumi. Mungkin jauh sebelum Qiblat di pindah ke Mekkah titik baliknya tepat pada “Yerusalem” dimana Masdijil Aqso sebagai titik perpotongannya.
    Selamat belajar Geografi :D kalau sudah bisa tolong bantu saya.
  2. agorsiloku said

    Kang Haniifa… saya lagi mencari referensi tentang Mekah sebagai “Pusat” bumi, Sebagai pusat ibadah, sebagai bumi, sebagai alama semesta, sebagai pusat pergerakan lempeng bumi, sebagai pusat (jalan) menuju alam semesta (pintu langit),….
    hanya belum ketemu :(
    Postingan ini, kalau bisa disertai gambarnya… biar lebih siip…
    Salam, agor

    @
    Insya Allah,

    Salam hangat selalu @Kang

  3. Abudaniel said

    Assalamu’alikum,
    Dalam Al-Quran ada ayat yang menyebutkan “Allah bagi dua Timur dan dua Barat”. Apakah memang ada dua Barat atau dua Timur?.
    Ada!. Karena setiap tahun matahari akan terbit pada dua titik di Barat dan terbenam pada dua titik di Timur. Ini akibat titik balik matahari terhadap bumi.
    Mengenai kenapa Ka’bah harus di Mekah?. Ya kalau di Jawa, nanti banyak yang ngirimin sesajen. Nyi Roro Kidul bakalan kalah pamor.
    Bali nggak bakalan jadi pusat pelancongan.

    Wassalam,

    Wa’alaikum, Salam @mas Abudaniel
    Betul, memang ada dua titik barat dan dua titik timur, jadi jumlahnya ada empat :
    1. Titik potong “Bujur Timur” dan “Lintang Utara” (23,5 derajat), berupa daratan
    2. Titik potong “Bujur Timur” dan “Lintang Selatan” (23,5 derajat),berupa lautan
    3. Titik potong “Bujur Barat” dan “Lintang Utara” (23,5 derajat), berupa lautan
    4. Titik potong “Bujur Barat” dan “Lintang Selatan” (23,5 derajat), berupa lautan
    Trim’s infonya :D
  4. Abudaniel said

    Assalamu’alaikum,
    Maaf bukan terbit dari Barat terbenam ke Timur, seharusnya dibalik.
    Kalau terbitnya dari Barat, kiamat dong jadinya.
    Wassalam,

    Wa’alaikum Salam,@Abudaniel

    Nggak apa-apa kok mas, saya juga sering kebalik he.he

  5. [...] ulama dan cendekiawan Muslim berpendapat, usulan mengganti waktu Greenwich atau GMT berdasarkan sejumlah kajian ilmiah, di mana, Mekah-lah yang sebenarnya menjadi pusat [...]

  6. Menarik sekali Kang Haniifa. Saya akan coba mencari tahu lebih banyak soal ini dan akan saya tulis di blog saya termasuk link ke sini.

    Dulu di otak saya pernah timbul pertanyaan soal ini juga, termasuk pertanyaan tentang keistimewaan tanah Arab. Banyak sih jawaban yang saya temui, tapi tentang masalah waktu baru kali ini saya aware setelah membaca blog ini.

    Terimakasih ya kang…

    @
    Kembali kasih, Kang Didi Wahyudi
    Sungguh saya merasa sangat berbahagia sekali Kang Didi bersedia menulis, seperti kebahagiaan saya mendapat komentar dari rekan-rekan yang bersedia berkunjung ke-blog yang sederhana ini.

    Salam hangat selalu, Haniifa

  7. [...] mengatakan Mekkah adalah (400 BT, 23.50 LU) ?! Ada keengganan tersendiri untuk menjawab bahwa Titik Potong kota Mekkah adalah (400 BT, 23.50 LU), Dan sebenarnya saya lebih menyukai menyebutkan kisaran 40 derajat Bujur [...]

  8. subkioke said

    Tapi Barat saat ini punya hegemoni yang luar biasa terutama dalam hal IPTEK. sehingga apa saja kajian baru dari ilmuwan Muslim seolah tenggelam.

    Kita perlu membangkitkan kembali kejayaan ISlam melalui Khilafah ISlamiyah agar ilmu2 Islam bisa maju kembali.

    modal hidup
    http://www.duitvnet.co.cc

    @Mas Subkioke
    Sepertinya begitu yachh… mudah-mudah Umat Islam di Indonesia khususnya lebih maju lagi, Amin.
    Wassalam, Haniifa.
  9. [...] Kenapa Ka’bah harus di Mekah (Saudi Arabia) ? [...]

  10. dinda said

    iyah, knp gk di indonesia aj…tp lebih tepat di saudi arabia siy,.

    @
    Wahh… Allah yang menentukan seh, bukan manusia…
    Terimaksih atas kunjungannyah, Haniifa.
  11. Rizal hasibuan said

    “Kenapa MAKKAH ada Arab saudi” saya kira ini Rahasia ALLAH .Mungkin saja apa yg diutarakan teman teman kita diatas ada benarnya
    seperti MAKKAH merupakan pusat bumi dan terletak diantara dua lintang .Saya salut dengan didirikannya jam terbesar di MAKKAH yang menjadi pusat waktu dunia yang akan menggeser ketenaran jam di london yang merupakan kesepakatan international 1800 an yg merupakan waktu GMT.Kenapa MAKKAH merupakan pusat bumi yg saya ketahui juga di MAKKAH gaya gravitasi juga lebih kecil dibanding di tempat lain di bumi ini hingga dapat menambah umur orang orang disana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 56 other followers

%d bloggers like this: